Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
June 01, 2014
Oleh Rini Elrealvira*
No urut 1 : PRABOWO
Di awali dengan mengucapkan Assalamu’allaikum Wr Wb, lalu Prabowo mengucapkan terima kasih nya atas kerja keras KPU, TNI, Polri. Menyampaikan rasa hormatnya dan kebanggaannya kepada mitra koalisi Merah Putih nya, Megawati, Jokowi dan JK, Jimly Asshidiqi, rekan-rekan media yang dia sebut “rajin”, dan tak terlupakan adalah calon wakil nya Hatta Rajasa. Berbicara tanpa mimik ragu di wajahnya, tegas, tidak berbasa-basi, tidak membahas keberhasilannya telah memilih surat yang di dalamnya tertera nomer urut wahid alias SATU. Usai pidato mengarahkan mikrofon kepada Hatta Rajasa untuk menawarkan apakah sang cawapres mau pidato atau tidak. Terakhir menyiratkan bahwa pada akhirnya beliau akan menghormati apapun pilihan rakyat Indonesia. Tidak memakai kesempatan dalam kesempitan durasi 3 menit untuk berkampanye.
No urut 2 : JOKO WIDODO
Mengawali pidato dengan sangat islami, yang cukup sempurna. Namun hanya menyebut penghormatan dengan kata “senior” tanpa menyebutkan siapa saja senior tersebut. Lalu hanya disambung dengan kata “ibu bapak sekalian”. Kemudian Jokowi membicarakan tentang arti nomer 2 menurut dia. Bahwa 2 adalah keseimbangan, ada capres ada cawapres, ada telinga kanan telingan kiri, ada tangan kanan tangan kiri, intinya ada harmonisasi katanya. Lalu diakhiri dengan kesempatan berkampanye, “pilih no mer 2” katanya, di depan para petinggi KPU, di kantor KPU. Setelah mukadimah pidato, ada sedikit jeda waktu bicara yang mungkin dipakai oleh Jokowi berpikir. Ditandai dengan mulut Jokowi yang sedikit terbuka, mata yang menunjukkan pemiliknya sedang memikirkan sesuatu.
Ada yang bilang, cara dan isi bicara seseorang, menunjukkan siapa dia. Bagaimana karakternya pribadinya, bagaimana pola berpikirnya, dan apa ide ide nya. Durasi 3 menit, waktu yang cukup singkat tapi cukup signifikan untuk menjelaskan segalanya.
Menyebut terima kasih kepada kerja keras KPU, TNI, POLRI, menghormati rival poltik, dan membanggakan mitra koalisi dan calon wakil sendiri, adalah petunjuk penting Prabowo sangat memiliki penghargaan yang tinggi kepada orang lain. Penyebutan nama satu persatu, menunjukkan Prabowo bersungguh sungguh atas ucapannya alias tidak basa basi, sekalipun kepada rival politiknya, Mega, Jokowi, dan JK.
Hal ini tidak dilakukan oleh Jokowi. Padahal sebagai pembicara kedua setelah Prabowo, Jokowi mestinya punya petunjuk tentang apa yang akan di pidato kan nya, supaya lebih berbobot dari Prabowo. Prabowo sebut membanggakan calon wakilnya, sementara Jokowi sama sekali tidak menyebutkan apapun tentang JK dalam pidatonya. Juga selama ketua dan komisioner KPU berbicara, terlihat beberapa kali Jokowi berbicara kepada JK, sementara Prabowo dan Hatta menyimak secara seksama. Jokowi masih bisa bilang pilih nomer 2, sementara Prabowo tahu dengan tepat, di waktu dan di tempat yang mana dia boleh berkampanye atau tidak.
Adapun momen lainnya yang penting diperhatikan adalah sesaat setelah no urut jelas, Prabowo bersalaman erat dengan Hatta, tanda kedekatan dan bersyukur, sementara Jokowi dan JK tidak melakukan interaksi apa-apa.
Sesaat setelah Prabowo-Hatta memasuki ruangan KPU, mereka langsung menghampiri kubu Jokowi-JK untuk bersalaman. Andai yang tiba belakangan adalah kubu Jokowi-Jk, penulis tidak yakin mereka menghampiri kubu rival politik untuk bersalaman, mengingat ke-kaku-an sikap Jokowi-JK, juga mengingat sikap ibu suri PDIP yang selalu tidak bersahabt dengan rival politik, contohnya SBY.
Pidato 3 menit, mampu ungkapkan segalanya. Seperti pandangan pertama, pidato singkat mampu menjelaskan siapa orang itu sebenarnya. Pidato 3 menit tidak mampu mengakomodir niat pencitraan. Sebab pidato 3 menit hanya akan mengungkapkan siapa yang sedang berbicara sesungguhnya. Dalam sempitnya waktu, dalam keadaan serba terbatas, dalam itulah kita bisa mendapatkan potret yang jelas, tentang profil seseorang.
Dear rakyat Indonesia, Semoga kita semua tidak salah memilih siapa yang akan mampu membawa bangsa kita ke arah perubahan dan perbaikan.
*sumber: http://m.kompasiana.com/post/read/659070/2/pidato-3-menit-capres-di-kpu-ungkap-segalanya.html
posted by @Adimin
Pidato 3 Menit Capres di KPU Ungkap Segalanya | Beda Prabowo-Jokowi
Written By Anonymous on 01 June, 2014 | June 01, 2014
Oleh Rini Elrealvira*
No urut 1 : PRABOWO
Di awali dengan mengucapkan Assalamu’allaikum Wr Wb, lalu Prabowo mengucapkan terima kasih nya atas kerja keras KPU, TNI, Polri. Menyampaikan rasa hormatnya dan kebanggaannya kepada mitra koalisi Merah Putih nya, Megawati, Jokowi dan JK, Jimly Asshidiqi, rekan-rekan media yang dia sebut “rajin”, dan tak terlupakan adalah calon wakil nya Hatta Rajasa. Berbicara tanpa mimik ragu di wajahnya, tegas, tidak berbasa-basi, tidak membahas keberhasilannya telah memilih surat yang di dalamnya tertera nomer urut wahid alias SATU. Usai pidato mengarahkan mikrofon kepada Hatta Rajasa untuk menawarkan apakah sang cawapres mau pidato atau tidak. Terakhir menyiratkan bahwa pada akhirnya beliau akan menghormati apapun pilihan rakyat Indonesia. Tidak memakai kesempatan dalam kesempitan durasi 3 menit untuk berkampanye.
No urut 2 : JOKO WIDODO
Mengawali pidato dengan sangat islami, yang cukup sempurna. Namun hanya menyebut penghormatan dengan kata “senior” tanpa menyebutkan siapa saja senior tersebut. Lalu hanya disambung dengan kata “ibu bapak sekalian”. Kemudian Jokowi membicarakan tentang arti nomer 2 menurut dia. Bahwa 2 adalah keseimbangan, ada capres ada cawapres, ada telinga kanan telingan kiri, ada tangan kanan tangan kiri, intinya ada harmonisasi katanya. Lalu diakhiri dengan kesempatan berkampanye, “pilih no mer 2” katanya, di depan para petinggi KPU, di kantor KPU. Setelah mukadimah pidato, ada sedikit jeda waktu bicara yang mungkin dipakai oleh Jokowi berpikir. Ditandai dengan mulut Jokowi yang sedikit terbuka, mata yang menunjukkan pemiliknya sedang memikirkan sesuatu.
Ada yang bilang, cara dan isi bicara seseorang, menunjukkan siapa dia. Bagaimana karakternya pribadinya, bagaimana pola berpikirnya, dan apa ide ide nya. Durasi 3 menit, waktu yang cukup singkat tapi cukup signifikan untuk menjelaskan segalanya.
Menyebut terima kasih kepada kerja keras KPU, TNI, POLRI, menghormati rival poltik, dan membanggakan mitra koalisi dan calon wakil sendiri, adalah petunjuk penting Prabowo sangat memiliki penghargaan yang tinggi kepada orang lain. Penyebutan nama satu persatu, menunjukkan Prabowo bersungguh sungguh atas ucapannya alias tidak basa basi, sekalipun kepada rival politiknya, Mega, Jokowi, dan JK.
Hal ini tidak dilakukan oleh Jokowi. Padahal sebagai pembicara kedua setelah Prabowo, Jokowi mestinya punya petunjuk tentang apa yang akan di pidato kan nya, supaya lebih berbobot dari Prabowo. Prabowo sebut membanggakan calon wakilnya, sementara Jokowi sama sekali tidak menyebutkan apapun tentang JK dalam pidatonya. Juga selama ketua dan komisioner KPU berbicara, terlihat beberapa kali Jokowi berbicara kepada JK, sementara Prabowo dan Hatta menyimak secara seksama. Jokowi masih bisa bilang pilih nomer 2, sementara Prabowo tahu dengan tepat, di waktu dan di tempat yang mana dia boleh berkampanye atau tidak.
Adapun momen lainnya yang penting diperhatikan adalah sesaat setelah no urut jelas, Prabowo bersalaman erat dengan Hatta, tanda kedekatan dan bersyukur, sementara Jokowi dan JK tidak melakukan interaksi apa-apa.
Sesaat setelah Prabowo-Hatta memasuki ruangan KPU, mereka langsung menghampiri kubu Jokowi-JK untuk bersalaman. Andai yang tiba belakangan adalah kubu Jokowi-Jk, penulis tidak yakin mereka menghampiri kubu rival politik untuk bersalaman, mengingat ke-kaku-an sikap Jokowi-JK, juga mengingat sikap ibu suri PDIP yang selalu tidak bersahabt dengan rival politik, contohnya SBY.
Pidato 3 menit, mampu ungkapkan segalanya. Seperti pandangan pertama, pidato singkat mampu menjelaskan siapa orang itu sebenarnya. Pidato 3 menit tidak mampu mengakomodir niat pencitraan. Sebab pidato 3 menit hanya akan mengungkapkan siapa yang sedang berbicara sesungguhnya. Dalam sempitnya waktu, dalam keadaan serba terbatas, dalam itulah kita bisa mendapatkan potret yang jelas, tentang profil seseorang.
Dear rakyat Indonesia, Semoga kita semua tidak salah memilih siapa yang akan mampu membawa bangsa kita ke arah perubahan dan perbaikan.
*sumber: http://m.kompasiana.com/post/read/659070/2/pidato-3-menit-capres-di-kpu-ungkap-segalanya.html
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 01, 2014
Prabowo-Hatta Menjadi Capres-Cawapres Nomor Satu
Jakarta (1/6) - Calon Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden Hatta Rajasa mendapat nomor urut satu dalam Pemilu Presiden yang akan digelar pada Rabu, 9 Juli 2014.
Pasangan yang diusung Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Bulan Bintang (PBB) ini mendapatkan urutan nomor di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat pada Minggu (1/6) siang.
Prabowo Subianto menuju KPU Pusat dengan menggunakan mobil pribadinya yang berwarna putih bersama dengan Calon Wakil Presiden Hatta Rajasa, Presiden PKS Anis Matta, dan Ketua Umum Golkar Abu Rizal Bakrie.
Setelah mendapatkan nomor urut, Prabowo dan rombongan keluar dari KPU Pusat untuk bertemu dan menyalami pendukung yang sudah memadati area KPU Pusat. [pks.or.id]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 01, 2014
posted by @Adimin
Front Buruh Indonesia Raya Dukung Prabowo-Hatta
Direktur penggalangan relawan tim sukses nasional pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Syahganda Nainggolan, akan menyiapkan deklarasi dari perwakilan buruh dengan nama Front Buruh Indonesia Raya.
"Sedang disiapkan langkah-langkah deklarasinya, dengan meliputi tokoh-tokoh serta aktivis elemen perburuhan dari Jabodetabek dan daerah lain," ujarnya di Jakarta, Jumat (30/5/2014) seperti diberitakan okezone.com.
Menurutnya, deklarasi itu didukung sekira 20 organisasi buruh yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan kota-kota tertentu.
Syahganda menyebutkan, Front tersebut akan mendukung sepenuhnya pasangan Prabowo-Hatta, termasuk mengambil bagian ke arah pemenangannya.
Kata dia, aspirasi kaum buruh kepada Prabowo-Hatta dirasakan semakin menguat, karena agenda yang diusung pasangan itu berorientasi pada penciptaan martabat bangsa.
"Jadi, permasalahan taraf hidup buruh yang tergolong rendah sekaligus masih bersifat marjinal (miskin), memiliki kesesuaian dengan agenda yang akan diperjuangkan oleh Prabowo-Hatta dalam konteks untuk menjadi pemimpin nasional," ungkap Syahganda.
Ia mengaku, permasalahan yang dihadapi buruh mengenai ketidakadilan di lingkungan pekerjaannya pun kerap dikemukakan Prabowo untuk dilakukan pembenahan, sebagai perhatian utama guna agenda perbaikan nasib buruh ke depan.
"Masalah upah murah, ketidaklayakan hidup buruh dan keluarganya, serta adanya sistem kontrak kerja alih daya (outsourcing) yang merugikan buruh, justru sangat serius untuk diatasi oleh program duet kepemimpinan bangsa Prabowo-Hatta," jelas Syahganda.[dm/pksnongsa]
Label:
TOPIK PILIHAN
June 01, 2014
posted by @Adimin
Hari Ini, KPU Undi Nomor Urut Capres-Cawapres
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden peserta Pemilu Presiden (Pilpres) 2014.
Pada Minggu (1/3/2014) pukul 14.00 WIB, KPU akan menggelar pengundian nomor urut pencalonan kedua pasangan kandidat tersebut.
"Besok (hari ini), 1 Juni 2014, pada pukul dua siang kami (KPU) akan mengadakan kegiatan pengundian untuk nomor urut pasangan capres-cawapres," ujar Komisioner KPU Ferru Kurnia Rizkiyansyah di Jakarta, Sabtu (31/5/2014) malam.
Ia mengatakan, setelah pengundian dan penetapan nomor urut, akan dilaksanakan penentuan poster daftar pasangan calon tetap. Poster itu akan memuat nama, foto dan partai pengusung. "Itu (poster) nanti akan digunakan untuk kegiatan sosialisasi," katanya.
Sebelumnya, KPU menetapkan Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta sebagai peserta Pilpres 2014 melalui Surat Keputusan KPU Nomor 453/KPTS/KPU/2014 tentang Penetapan Capres dan Cawapres 2014. Keputusan dibuat setelah kedua kubu dinyatakan memenuhi 26 dokumen yang menjadi persyaratan pasangan calon.
Pasangan Jokowi-JK diusung empat partai politik yang terdiri dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Patai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Hanura. Sedangkan pasangan Prabowo-Hatta diusung Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Bulan Bintang (PBB). [kompas]
Label:
TOPIK PILIHAN
June 01, 2014
posted by @Adimin
Fahri Hamzah: Jangan Sampai Parpol Jadi Penegak Hukum
JAKARTA - Partai politik jangan sampai berprilaku bak aparatur penegak hukum. Di negara demokrasi, yang diberi tugas mengawasi pelaksanaan dan penegakkan hukum adalah aparat penegak hukum.
Hal tersebut dikatakan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah, menjawab pertanyaan wartawan terkait surat edaran PDIP Jakarta Timur yang akan memata-matai khotbah di masjid-masjid.
"Jangan sampai ada partai politik jadi penegak hukum. Penegak hukum Islam tentu salat Jumatnya di masjid. Jangan malah memata-matai khotbah masjid," kata Fahri Hamzah, Sabtu (31/5).
Menurut Fahri, jika ada di antara materi khotbah di masjid yang dianggap menyimpang atau bernada memfitnah, mudah menyelesaikannya. "Kita tunggu saja sebentar hingga prosesi ibadah selesai, lalu kita tabayun (klarifikasi) kepada pemberi khotbah, kalau dia akui kesalahannya, kan selesai," ujar Fahri.
Lebih lanjut, juru debat pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa itu menegaskan, masjid itu intrumen masyarakat sipil jadi tidak bisa diintervensi oleh negara. Kalau ada masalah harus diselesaikan dengan sipil. Kalau ada unsur pidana, laporkan ke polisi.
"Saran saya ikut salat Jumat saja dulu. Jangan malah mengintelin khotbah di luar masjid. Kalau begitu caranya, pihak lain juga akan siap-siap juga. Akhirnya masjid jadi tempat bertengkar dan itu haram hukumnya," tegas anggota Komisi III DPR itu.
Selain itu, Fahri juga menyatakan sikapnya menolak kewajiban salat dijadikan undang-undang berikut sanksinya. "Itu kewajiban dari agama, ya sudah, biar jadi urusan agama. Kalau semua dosa dikonversi jadi tahanan badan. Kacau juga kehidupan sipil ini," ujarnya.
Terakhir Fahri menyarankan kubu Jokowi-JK jangan terlalu panik menghadapi situasi politik yang kian dinamis. "Santai sajalah, karena nama presiden sudah ada di tangan Tuhan. Bisa saja dua-dua tidak jadi karena Tuhan menginginkan yang lain," pungkasnya.[fas/jpnn]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 31, 2014
Tim pemenangan pasangan Prabowo-Hatta mempercayakan urusan saksi dan pengamanan suara di tempat pemungutan suara (TPS) ke Partai Keadilan Sejahtera.
"Kita fokus pada PKS sebagai saksi," kata Ketua Partai Gerindra Sumatera Utara Gus Irawan Pasaribu usai rapat koordinasi teknis Partai Gerindra Kota Medan di Medan, Sabtu (31/5).
Kepercayaan itu merupakan hasil kesepakatan secara nasional dari peserta koalisi pendukung Prabowo-Hatta yang terdiri Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulang Bintang (PBB), dan Partai Amanat Nasional (PAN).
"Di daerah, tinggal menjalankan (kesepakatan itu)," kata caleg DPR terpilih dari Sumatra Utara tersebut.
Menurut Gus Irawan, kepercayaan itu muncul karena harus diakui secara jujur militansi saksi PKS lebih baik lantaran memiliki sikap disiplin dan disiapkan sejak awal. Bukti militansi dan tingkat disiplin saksi PKS itu dapat terlihat dari fenomena banyaknya peserta Pileg 2014, yang mencari data tentang hasil suara ke saksi parpol tersebut.
"Kalau orang kehilangan atau tidak mendapatkan data, mencarinya ke PKS," katanya.
Kepercayaan kepada PKS untuk mengurusi saksi di TPS tersebut memberikan pengaruh yang positif dalam upaya menjaga hasil suara yang akan diraih pasangan Prabowo-Hatta.
"Tinggal bilang, hei ini ada pengawal kita yang sangat solid," kata mantan direktur utama PT Bank Sumut itu. [ROL]
posted by @Adimin
Diakui Militan, Kader PKS Akan Kawal Suara Pasangan Prabowo-Hatta Sampai Tuntas
Written By Anonymous on 31 May, 2014 | May 31, 2014
Tim pemenangan pasangan Prabowo-Hatta mempercayakan urusan saksi dan pengamanan suara di tempat pemungutan suara (TPS) ke Partai Keadilan Sejahtera.
"Kita fokus pada PKS sebagai saksi," kata Ketua Partai Gerindra Sumatera Utara Gus Irawan Pasaribu usai rapat koordinasi teknis Partai Gerindra Kota Medan di Medan, Sabtu (31/5).
Kepercayaan itu merupakan hasil kesepakatan secara nasional dari peserta koalisi pendukung Prabowo-Hatta yang terdiri Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulang Bintang (PBB), dan Partai Amanat Nasional (PAN).
"Di daerah, tinggal menjalankan (kesepakatan itu)," kata caleg DPR terpilih dari Sumatra Utara tersebut.
Menurut Gus Irawan, kepercayaan itu muncul karena harus diakui secara jujur militansi saksi PKS lebih baik lantaran memiliki sikap disiplin dan disiapkan sejak awal. Bukti militansi dan tingkat disiplin saksi PKS itu dapat terlihat dari fenomena banyaknya peserta Pileg 2014, yang mencari data tentang hasil suara ke saksi parpol tersebut.
"Kalau orang kehilangan atau tidak mendapatkan data, mencarinya ke PKS," katanya.
Kepercayaan kepada PKS untuk mengurusi saksi di TPS tersebut memberikan pengaruh yang positif dalam upaya menjaga hasil suara yang akan diraih pasangan Prabowo-Hatta.
"Tinggal bilang, hei ini ada pengawal kita yang sangat solid," kata mantan direktur utama PT Bank Sumut itu. [ROL]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
May 31, 2014
posted by @Adimin
Anis Matta: Prabowo Sosok yang Tepat Pimpin Indonesia Saat Ini
Presiden PKS Anis Matta menganggap calon Presiden Prabowo Subianto sebagai sosok pemimpin Indonesia yang tepat untuk menyelesaikan persoalan kebangsaan saat ini.
“Prabowo bukanlah pemimpin yang lebih baik, akan tetapi Prabowo adalah pemimpin yang paling tepat untuk Indonesia saat ini, daripada yang lain,” kata Anis saat menyampaikan orasi di hadapan 1000 peserta deklarasi pemenangan Prabowo-Hatta.
Anis menyebut, Indonesia saat ini tengah dilanda berbagai persoalan. Salah satunya adalah persoalan kemandirian bangsa. Menurutnya, dengan model kepemimpian seperti Prabowo, di mana salah satu visinya adalah akan menjadikan Indonesia Negara yang mandiri dan berdikari, dia yakin Prabowo mampu menjawab persoalan bangsa tersebut.
Anis mengatakan kedatangan Prabowo ke Solo untuk menghadiri konsolidasi tim pemenangan dan deklarasi relawan di Jawa Tengah. “Basis masa Islam di Solo sangat kuat. Ini yang akan memecah suara di Solo dan berpindah memenangkan Prabowo,” terang Anis seperti dilansir Republika.
Menurutnya, enam partai koalisi pengusung Prabowo juga memiliki basis yang cukup kuat di Solo. Dia meyakini, setiap Parpol pengusung yakni Partai Gerindra, PKS, PAN, Golkar, PPP dan PBB akan berjuang habis – habisan memperjuangkan pasangan Prabowo Hatta, khususnya di Solo.
Lebih lanjut, Anis mengatakan suara partai koaliasi apabila digabungkan akan menghasilkan suara besar di pulau Jawa. Menurutnya pulau Jawa merupakan wilayah yang memiliki populasi yang cukup besar. “Dengan memenangkan Prabowo Hatta di pulau Jawa, maka ia meyakini Prabowo Hatta lebih leluasa melenggang menuju kursi RI 1.[dm/pksnongsa/am/pkspadang]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 31, 2014
posted by @Adimin
Anis Matta: Koalisi Merah Putih Siap Menangkan Prabowo di Jateng
Jakarta - Koalisi Merah Putih yang dibentuk Partai Gerindra terus menggalang kekuatan menjelang Pilpres 9 Juli mendatang. Mereka pun bersiap merebut suara di wilayah Jawa Tengah khususnya daerah Solo yang notabene merupakan basis kekuatan capres PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi).
"Basis massa Islam di Solo sangat kuat. Ini yang akan memecah suara di Solo dan berpindah memenangkan Prabowo," ungkap Presiden PKS Anis Matta saat ditemui wartawan di Jakarta, Jumat, (30/5). Tak hanya itu, menurutnya capres yang diusungnya bersama partai Gerindra, Prabowo Subianto mempunyai garis keturunan Jawa yang sangat kental.
Hal itu membuat kesempatan untuk menang di wilayah Jateng sangat terbuka lebar. "Keluarga besar beliaukan dari Banyumas," ucapnya. Untuk wilayah Solo sendiri mempunyai andil yang cukup besar dalam memetik suara dalam pilpres nanti, pasalnya kekuatan partai koalisi di Jateng sangat kuat.
"Suara Gerindra, Golkar, PKS, PAN, PPP dan PBB bila digabungkan besar diwilayah ini. Kita akan menangkan Prabowo-Hatta. Kita lebih nyaman bersaing di Jawa Tengah, Pertarungan sebenarnya ada di pulau Jawa dalam pemilihan presiden nanti. Otomatis Jawa Tengah jadi prioritas," katanya. [gatra.com]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 31, 2014
posted by @Adimin
PKS Siapkan Tim Pemuda Kreatif Untuk Menangkan Prabowo - Hatta
Semarang - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menyiapkan tim pemuda kreatif guna memaksimalkan dukungan terhadap pasangan Prabowo Hatta.
Ketua Pemuda PKS Jawa Tengah Fris Dwi Yulianto menuturkan, tim tersebut akan menyasar segmen pemuda dan pemilih pemula. Caranya, dengan memperkenalkan dan memaparkan visi serta misi kepemudaan Prabowo Hatta.
Menurutnya, PKS berupaya maksimal untuk mengarahkan pemilih pemuda dan pemula ke Prabowo Hatta. Agar para pemilih pemula bisa dengan mudah menerima, program dan visi misi Prabowo Hatta akan disampaikan lebih kreatif dan menarik.
"Kami sudah coba di Pemilu 2014 lalu dan hasilnya tidak mengecewakan, berbekal pengalaman itu Insya Allah di arena pilpres kami PKS bisa lebih all out,” tandasnya.
Soal mengenai pendekatan yang akan dilakukan, Fris mengungkapkan pendekatan seni budaya, olahraga dan hobi bisa menjadi bahasa lain yang lebih mudah.
“Kami ingin mereka mendengar program Prabowo Hatta secara lengkap, sehingga pilihan mereka adalah pilihan yang cerdas dan sadar,” tandasnya. [suaramerdeka.com/am/pkspadang]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
May 31, 2014
posted by @Adimin
Politisi PKS ini Beberkan Alasan Mengapa Harus Pilih Prabowo

Jakarta – Politisi muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah membeberkan alasan mengapa rakyat Indonesia harus memilih sosok Prabowo Subianto sebagai Presiden. Hal itu diungkapkan pria yang juga Wakil Sekjen Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS ini dalam akun twitter pribadinya, @Fahrihamzah, Jumat (30/5/2014).
Menurut Fahri, sosok Prabowo adalah sosok pria yang memiliki kelebihan, salah satunya adalah mampu bekerja meskipun dalam senyap. “Perjalanan kemarin, membuat teman-teman media menjadi lebih mengerti tentang Prabowo, menarik, Prabowo memang selama ini menjadi politisi yg banyak bekerja tanpa publikasi,” kicau Fahri.
Lebih lanjut, Fahri mengungkapkan bahwa latar belakang Prabowo yang seorang militer telah membuat sikap dan mentalnya teruji, meskipun jauh dari hiruk – pikuk pencitraan.
“Begitulah kebiasaan tentara, meniti karier tidak di bawah gemerlap kamera tapi dibawah Desing peluru, hanya dua pilihan, tertembak atau menembak, terbunuh atau membunuh, begitulah amanah negara padanya, hidup yang tiada mudah dilalui dalam masa pancaroba,” jelasnya.
Fahri Hamzah juga menyebut bahwa sikap Prabowo yang mengayomi anak buahnya selama di lapangan ini terpinspirasi dari pesan dari mertuanya yang juga Presiden Indonesia kala itu, Soeharto.
“Suatu hari, sebagai mantu Presiden, ia harus pergi ke Medan tempur, presiden memanggilnya. Dan seperti pengakuannya, ia menyangka akan diberi sangu, ternyata Pak Harto menitipkan kepadanya tiga pesan, yakni ojo lali, ojo dumeh dan ojo ngoyo. (Jangan lupa, jangan sombong, jangan maksa),” papar pria yang merupakan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.
Pesan Presiden tersebut, kata Fahri, dibawa Prabowo sebagai bekal, dikarenakan makna dari pesan tersebut yang begitu dalam, yang pada intinya agar jadi pribadi stabil dan tak mudah menyerah tapi tau batas.
“Dan pesan itu tak hanya dipegangnya, tetapi juga dijadikan semboyan kesatuannya dalam menghadapi Medan, para prajurit menghadapi masalah dengan aplikasi dari pesan itu. Mereka survive dan menjadi kesatuan terbaik, sedangkan Prabowo sendiri menjadi prajurit tangguh, dan menjadi komandan yang dicintai anak buahnya,” tandas Fahri.
Puncak dan akhir karir militer Prabowo
Fahri lalu melanjutkan kicaunnya di twitter dengan menyebut bahwa pada tahun 1998 adalah puncak karir militer sekaligus masa – masa senja Prabowo menjadi legenda militer. “Legenda karir militernya terus menyebar terutama ketika ia menjadi DANJEN KOPASSUS, ia memimpin pasukan paling elit yang tidak saja disegani di negeri ini bahkan disegani di negara lain,” katanya.
Lalu kemudian, imbuh Fahri, datanglah masa-masa puncak ketika sebagai Pangkostrad arus reformasi datang, menyapu apa yang mapan.”Prabowo ada dalam pusaran itu, dan sampai hari ini, sebagian kontroversi masih dilekatkan padanya, Prabowo tidak ngoyo, hidup harus terus jalan, resiko dijalaninya dengan tetap memegang pesan orang Jawa, Ojo lali, ojo dumeh, ojo gumunan, ojo ngoyo,” jelas Fahri.
Fahri kemudian melanjutkan kicauannya mengenai Prabowo pasca militer, dimana ia menyebut setelah pensiun, Prabowo lalu menekuni bisnis.
“Prabowo melanglang Buana, membangun kerajaan bisnisnya, bersama adiknya Hasyim, mereka mengembangkan kemampuan dasar keluarga djoyohadikusumo turun temurun, mereka adalah pebisnis yang telah memulai sejak zaman jauh sebelum kemerdekaan,” jelasnya.
Merintis Partai Politik
Lebih lanjut, Fahri menjelaskan bahwa bisnis Prabowo maju dan ia pun memulai sebuah kesibukan Baru, merintis sebuah partai politik, Gerindra. “Saya harus akui, saya termasuk yang skeptis dengan partai ini awalnya, Karena saya kira tdk serius, Tapi ternyata, partai ini punya Second layer yang memiliki kapasitas manajerial dalam membangun sistem,” ungkap pria asal Nusa Tenggara Barat ini.
Menurut Fahri, hal itulah yang menjelaskan kenapa mereka juga dapat mencapai kemenangan politik yang relatif nyata. “Fadli Zon, Ahmad Muzani, Desmond, Edhi Prabowo, dan begitu banyak nama adalah aktifis lama yang mengelola Gerindra, dan dengan kepemimpinan Prof. Suhardi, seorang guru besar yang santun dan baik, Gerindra telah menunjukkan kemampuannya dalam merebut hati rakyat Indonesia,” jelasnya.
Berkat kemampuan Prabowo dalam mengelola bisnis dan partai inilah, Fahri optimistis peluang Prabowo menang di Pemilihan Presiden cukup besar. “Jika kita hitung Persentase capaian kursi, maka Prabowo efecct pada Gerindra jauh lebih besar, maka, sesuatu yang wajar jika kemenangan Prabowo dan peluangnya nampak semakin besar,”kicau mantan pendiri Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) ini.
Pencapresan Prabowo adalah panggilan jiwa
Terkait pencapresan Prabowo, Fahri kemudian menyebut bahwa hal ini adalah panggilan pada diri dan jiwa Prabowo. “Inilah panggilan Nusa, Prabowo Tak tahan melihat rintihan kemiskinan dan ketidakberdayaan bangsanya, ia membaca Sukarno, bahwa keluhan Sukarno 80 tahun lalu masih menjadi keluhan kita hari ini,”ungkap Fahri.
Kala itu, lanjut Fahri, Sokarno mengeluhkan kita masih menjadi bangsa konsumen dan kita mengimpor hampir semua yang kita konsumsi. “Orang-orang Indonesia masih menjadi kuli! dan kuli di antara bangsa-bangsa. Prabowo berteriak seperti Sukarno, apakah kita tidak punya hak untuk menjadi kaya dan menjadi tuan di negeri sendiri?,” kata Fahri di akhir kultwitnya yang bertagar #kenapaPrabowo itu.
“Inilah panggilan yang mengguncang dadanya. Dia membaca Sukarno masih relevan,” pungkas jubir timses Prabowo-Hatta. [Ped/pksjateng/am/pkspadang]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
May 30, 2014
posted by @Adimin
Mahfud MD: Elektabilitas Prabowo-Hatta Terus Naik
Written By Anonymous on 30 May, 2014 | May 30, 2014
Ketua tim pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD, mengatakan elektabilitas pasangan capres yang disokong Koalisi Merah Putih itu terus meningkat tajam.
Sebagai salah satu bentuk strategi pemenangan, ia meminta semua kader partai dan relawan untuk terjun ke masyarakat agar mendapatkan mandat penuh.
"Pendekatan kepada masyarakat dilakukan secara natural. Substansi dari visi dan misi harus diterjemahkan dengan bahasa rakyat dan dengan prosesi yang dekat dengan rakyat," tegas Mahfud di Solo, Jawa Tengah, Kamis 29 Mei 2014.
Hal ini diniai penting sebagai bagian dari mendapatkan mandat dari rakyat, dimana kepercayaan harus diberikan secara tulus kepada duet Prabowo-Hatta.
Kata Mahfud, untuk mendapatkan mandat yang baik, masyarakat harus memahami sosok Prabowo-Hatta dan substansi yang akan dicapai. Bila masyarakat sudah memahami dan mengetahuinya, mandat akan secara mudah didapatkan.
"Ini tugas tim pemenangan di tiap daerah. Sebagai gambaran elektabilitas Prabowo-Hatta terus naik, kita harus terus tingkatkan itu. Hanya dengan menggunakan bahasa rakyat dan turun ke rakyat yang akan meningkatkan elektabilitas Prabowo-Hatta," ujarnya.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini mengingatkan waktu pemilihan semakin dekat. Ia pun menargetkan dalam dua pekan ke depan elektabilitas Prabowo-Hatta akan berada di posisi paling atas.
Tugas terberat tim pemenangan adalah dalam waktu singkat meyakinkan masyarakat bahwa pemilihan presiden adalah tugas konstitusi. Ia berharap masyarakat di semua lapisan akan memilih pemimpinnya 9 Juli mendatang.
"Ingat mandat tidak bisa diberikan pada orang yang tidak jelas. Mandat harus diserahkan pada orang yang jelas visi dan misinya. Kita menangkan Prabowo-Hatta atas mandat dari rakyat," tegasnya. [ita/pkspiyungan/am/pkspadang]
Label:
TOPIK PILIHAN






