Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
November 13, 2014
posted by @Adimin
Pemko Padang Sertifikasi Guru MDA dan TPQ/TQA
Written By Anonymous on 13 November, 2014 | November 13, 2014

PADANG - Pemko melaksanakan sertifikasi bagi guru - guru TPQ/TQA dan MDA. Sertifikasi diikuti 920 orang guru MDA, 2.800 guru TPQ/TQA ini disinyalir pertama di Indonesia.
Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah saat pembukaan sertifikasi di Masjid Nurul Iman, Rabu (12/11) mengatakan, eksistensi TPQ/TQA dan MDA dalam membekali anak - anak dengan pemahaman ilmu - ilmu keagamaan telah terlihat dengan nyata.
Para guru telah berpartisipasi dan berkontribusi optimal dalam pembinaan mental dan spiritual.
"Agar pelaksanaan pendidikan Al Quran mampu melaksanakan fungsinya dengan efektif, maka upaya peningkatan mutu pembinaan dan pengelolaan pendidikan harus di tingkatkan. Salah satu upaya tersebut adalah pelaksanaan sertifikasi ini," ujar Walikota.
Menurutnya, peran dan tanggung jawab guru sangat besar sebagai pelaksana langsung kurikulum pendidikan, sekaligus sebagai contoh teladan kebaikan yang hidup bagi anak didik dan lingkungannya.
"Untuk itu, para guru ini pun perlu mendapatkan perhatian kesejahteraan dengan meningkatkan insentif," imbuh Mahyeldi.
Insentif bagi guru TPQ/TQA dan MDA ini sebelumnya "dipukulrata" sebesar Rp120 ribu setiap bulannya. Tetapi sekarang ditingkatkan berdasarkan klasifikasinya, yaitu sertifikasi A sebesar Rp. 500 ribu, sertifikasi B Rp350 ribu dan sertifikasi C Rp 120 ribu setiap bulannya.
Kepala Bagian Kesra Kota Padang A l Amin, S.Sos mengatakan, pelaksanaan sertifikasi ini suatu bentuk mendukung visi misi Walikota dan Wakil Walikota Padang dalam mewujudkan masyarakat yang religius, sekaligus mensejahterakan para pendidik.
"Peningkatan insentif dengan klasifikasi sertifikasi ini untuk menghargai para guru berdasarkan senioritas dan tingkatan keilmuannya," imbuhnya. [Rel]
posted by @Adimin
Label:
KIPRAH KAMI,
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 13, 2014
posted by @Adimin
Almuzzammil Yusuf Usulkan Sepakbola Jadi Alat Lobi Pejabat Negara
Jakarta (12/11) – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Almuzzammil Yusuf mengusulkan agar sepakbola menjadi alat lobi pejabat negara. Hal ini disampaikan Muzzammil usai pertandingan sepakbola persahabatan antara Tim DPR melawan Tim Wartawan di lapangan sepakbola DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa sore (11/10) kemarin.
“Lapangan sepakbola bisa jadi tempat baru lobi dan negosiasi, murah meriah. Tidak perlu di lapangan golf, mahal. Saya menyebutnya diplomasi lapangan hijau. Tim sepakbola DPR ini sudah terbentuk. Ke depannya saya usulkan agar kita bisa melakukan pertandingan persahabatan dengan Tim Duta Besar, Kepolisian, dan Kementrian,” ujar inisiator pertandingan sepakbola persahabatan antara Tim DPR melawan Tim Wartawan ini.
Terkait pertandingan sepakbola persahabatan antara Tim DPR melawan Tim Wartawan ini, Muzzammil menegaskan tidak ada menang kalah. Tujuan pertandingan persahabatan ini, lanjutnya, untuk mencairkan suasana. “Sifat olahraga itu senang. Sepakbola yang dipilih karena olahraga rakyat. Golf terlalu elitis,” kata legislator PKS asal Lampung yang dikenal gemar bermain sepakbola.
Tak ketinggalan, Muzzammil pun mengomentari jalannya pertandingan sore kemarin. “Misbakhun bermain ngotot, ga ada capeknya dia. Pak Francis yang bermain sebagai penjaga gawang juga tampil cemerlang. Ia berhasil menghalau banyak tendangan yang mengancam gawang Tim DPR, ia layak jadi man of the match,” pungkas Muzzammil yang rutin bermain sepakbola bersama pamdal DPR setiap pekannya ini.
Pertandingan sepakbola persahabatan antara Tim DPR yang terdiri dari koalisi merah putih (KMP) dan koalisi indonesia hebat (KIH) melawan Tim Wartawan DPR akhirnya berhasil dimenangkan oleh Tim DPR dengan skor 2-1. Gol bagi Tim DPR dicetak oleh Herman Khaeron dan Edhy Prabowo. [pks.or.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 13, 2014
posted by @Adimin
Gubenur Sumbar Ajak Kaum Muda Minang Kembali Bersilat
Padang Panjang (11/11) – Delegasi silat dari berbagai aliran Minangkabau dan Sunda berkumpul di Padang Panjang, Sumatera Barat. Delegasi Silat Minangkabau ada sembilan aliran minang (Silat Kurambi, Sungai Patai, Pauh, Kumango, Sitaralak, Tuo, Batumandi, Paingan, dan Sunua). Sedangkan delegasi Silat Sunda ada empat perguruan pencak (Cimande, Bela, Sang Saka Buana, dan Panglipur). Mereka berkumpul di Rumah Budaya Fadli Zon, Aia Angek Cottage, Selasa (11/11).
Acara yang berlangsung di Jalan Raya Padang Panjang-Bukittinggi KM 6 tersebut diselenggarakan atas prakarsa Fadli Zon (budayawan), Mak Katik (tokoh silat minang), serta Ki Jatnika (tokoh silat sunda). Tampak hadir pada acara tersebut Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno; Bupati Agam, Indra Catri; serta Walikota Payakumbuh, Reza Palevi.
Indra Catri dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut mempertemukan dua akar dari perkembangan silat di Indonesia. Melalui pertemuan ini diharapkan akan lahir dan terbentuk peradaban serta akar persilatan yang harus tetap dipertahankan. "Acara seperti ini diharapkan menjadikan titik mula kebangkitan silat, dan sudah saat nya untuk membangkitkan kembali silat yang selama ini dikatakan mati suri,” ungkap Bupati Agam tersebut.
Ki Jatmika dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada penyelenggara karena acara tersebut sekaligus menjadi ajang mempererat persahabatan antara Minang dan Sunda. Ki Jatmika juga menjelaskan sekilas tentang perkembangan silat di Sunda, terutama Silat Cimande yang merupakan silat tertua di Sunda. "Saya berharap acara seperti ini tidak hanya untuk kali ini saja. Namun terus dilanjutkan sehingga bisa mengangkat budaya kita,” harapnya.
Sementara Fadli Zon, sebagai penggagas dan tuan rumah, menyampaikan bahwa silat bukan hanya sekedar beladiri, namun juga bisa menjadi sarana pembangunan karakter. "Character building (pembangunan karakter) hanya bisa didapat pada budaya dan sejarah. Apabila ingin mengembangkan diri, maka kita harus mampu membentuk character building tersebut. Apalagi dengan menghadapi era globalisasi, silat dapat menjadi salah satu benteng dalam menghadapi hal tersebut,” ungkap budayawan yang juga Wakil Ketua DPR RI itu.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, menyampaikan kemungkinan adanya kesamaan antara Silat Minang dengan Silat Sunda. “Ini terlihat dari gerakan dan jurus yang ditampilkan dari kedua daerah. Acara seperti ini merupakan salah satu langkah dalam memelihara dan melestarikan kebudayaan bangsa, khususnya bagi Silat Minang sendiri,” ujarnya.
Gubernur juga mengimbau kepada Bupati/ Walikota untuk mendorong anak-anak dan kaum muda agar tertarik dan mau mempelajari silat dengan sungguh-sungguh. "Sama-sama kita ketahui, saat sekarang anak-anak dan kaum muda Minang sudah jarang untuk mengetahui tentang silat. Yang menggeluti silat tersebut hanya orang-orang tua saja. Jadi apabila nanti saat orang-orang tua sudah tidak ada, maka ilmu silat tersebut pun akan ikut punah. Karena ilmu silat tersebut tidak tertulis dan itu merupakan sebuah kerugian bagi Minangkabau sendiri,” kata Irwan.[humas sumbar]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 12, 2014
posted by @Adimin
Mahyeldi: Penataan Pasar Jadi Prioritas
Written By Anonymous on 12 November, 2014 | November 12, 2014

PADANG - Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah kembali menegaskan bahwa penataan PKL di Pasar Raya dan pasar - pasar satelit menjadi prioritas kerja dua tahun ke depan disamping merealisasikan 10 program unggulan lainnya. Sekaligus penataan PKL ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan "Padang Bersih" yang telah dicanangkan pada 1 Muharram lalu.
"Penataan PKL di Pasar Raya dan pasar satelit memang kita prioritaskan agar 2015 dan 2016 nanti pasar kita sudah tertata dengan rapi. Sekaligus kebersihannya kita tingkatkan dan selalu dijaga seiring dengan mewujudkan Padang Bersih," kata Mahyeldi saat 'gurila' di Pasar Raya fase VII, Senin (10/11).
Dikatakan Mahyeldi, penataan PKL bukan berarti melarang pedagang berjualan, melainkan melakukan pembinaan terhadap para pedagang tersebut serta menempatkan mereka pada tempat yang lebih presentatif.
"Untuk itu, Pemko Padang akan mengakomodir para PKL dalam satu lokasi yaitu di lantai dua gedung eks Matahari. Bangunan itu akan dibenahi lagi dengan memasangkan atap serta drainasenya difungsikan. Begitu juga di Atom Center akan ditempati oleh pedagang batu akik," terang Walikota.
Lebih lanjut Mahyeldi mengatakan, kebersihan di pasar - pasar satelit serta di lingkungan pemukiman akan menjadi tanggung jawab masyarakat bersama lurah dan camat di wilayah kerjanya masing - masing. "Kebersihan akan menjadi penilaian kinerja dan lurah serta SKPD terkait," sebutnya.(rel/hmspdg)
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 12, 2014
posted by @Adimin
PKS Dituntut Hasilkan Kebijakan yang Bermanfaat Bagi Masyarakat
Jakarta (11/11) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai politik harus mampu menerjemahkan ideologi partai ke dalam kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat. Demikian disampaikan Fitra Arsil, pakar hukum dari Universitas Indonesia dalam focus group discussion yang diselenggarakan oleh Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI di Gedung Nusantara I lantai 3, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta (10/11) kemarin.
"PKS tidak boleh pragmatis,sekedar menghasilkan kebijakan yg tidak sejalan dengan ideologi partai. PKS lewat Fraksi PKS di parlemen harus menghasilkan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus dengan sesuai dengan ideologi partai," kata Fitra.
Tantangan selanjutnya yang dihadapi PKS adalah bagimana mengobjektifikasikan nilai-nilai Islam dalam kerangka konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). PKS lewat Fraksi PKS di parlemen dituntut untuk bisa menghasilkan kebijakan yang mencerminkan rasa keadilan dan kesejahteraan rakyat. [kabarpks.com]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
November 12, 2014
posted by @Adimin
Revisi Undang-undang Haji Mesti Menjadi Prioritas
Jakarta (11/11) - Revisi Undang-undang (UU) Haji No 13 tahun 2008 diminta tetap menjadi prioritas dalam usulan prolegnas tahun 2015. Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) antara Komisi VIII DPR RI dengan perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Asosiasi Muslim Penyelenggara Umroh dan Haji Republik Indonesia (AMPHURI), Asosiasi Muslim Penyelenggara Umroh dan Haji (AMPUH) dan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Senin (10/11) di Senayan.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ledia Hanifa menjelaskan, meskipun dalam beberapa tahun terakhir survey Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai kepuasan jamaah haji menunjukkan adanya peningkatan penilaian sampai mendekati angka 83%, tidak berarti penyelenggaraan ibadah haji tidak memiliki catatan. "Bahkan, beberapa catatan yang ditemui dalam pengawasan ibadah haji oleh Komisi VIII DPR RI merupakan catatan berulang yang sudah beberapa tahun menjadi masalah, seperti soal pemondokan, katering, layanan kesehatan dan transportasi," kata Ledia dalam rilis yang dikirimnya, Selasa (11/11).
Dalam RDPU kali ini, perwakilan ormas dan lembaga memberi laporan mengenai beberapa kendala yang muncul di tengah penyelenggaraan ibadah haji terakhir bulan lalu. "Misalnya soal sulitnya pembimbing ibadah haji reguler mendampingi jamaah KBIH-nya karena persoalan keterbatasan kuota dan kelambatan visa, soal pembinaan jamaah haji serta pembatasan pilihan ibadah bagi jamaah sehingga jamaah yang memilih melakukan sunnah tarwiyah tidak disediakan transportasi oleh pemerintah," tuturnya.
Oleh karena itu, legislator PKS dari dapil Jabar I ini menilai, menjadi sangat penting bagi komisi VIII untuk segera membahas revisi UU 13 th 2008 tentang penyelenggaraan ibadah haji agar pengaturan mengenai penyelenggaraan ibadah haji menjadi lebih komprehensif, sebab terkait dengan kegiatan di tanah air, sejak pendaftaran di wilayah masing-masing, menjelang keberangkatan di embarkasi, di tanah suci sebelum dan saat melakukan ritual ibadah hingga fase kembalinya jamaah ke tanah air.
“Memang kita patut bersyukur sudah ada Undang-undang No 34/2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji. Namun perlu diingat bahwa UU ini bersifat lex spesialis dari undang-undang penyelenggaraan haji itu sendiri. Sehingga UU 13 tahun 2008nya harus segera direvisi agar tidak ada tumpang tindih peraturan di beberapa bagian, sambil juga menyisakan berbagai persoalan mendasar yang harus dipenuhi yang belum bisa dipenuhi hanya dengan meregulasi persoalan keuangannya saja.” pungkas Ledia. [kabarpks.com]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 11, 2014
Wako Targetkan 2015 Padang Kota Bersih
Written By Anonymous on 11 November, 2014 | November 11, 2014

Pemerintah Kota Padang menargetkan program “Padang Bersih” sudah terwujud pada Mei 2015, dimana sampah dan permasalahan kebersihan sudah terkelola dengan baik.
Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, Senin, mengatakan penerapan itu sejalan dengan Perda tentang pengelolaan sampah yang sudah dijalankan dengan efektif.
“Saya targetkan pada Mei 2015 Padang sudah menjadi kota yang bersih,” kata dia.
Dikatakannya, bagi siapa yang tidak menjaga kebersihan atau membuang sampah sembarangan, baik warga atau pengunjung akan ada sidang tipiring dan dikenakan sanksi. Dimana akan didenda sebesar Rp5 juta atau tiga bulan kurungan.
Untuk mewujudkan Kota Padang sebagai kota pariwisata, maka kebersihan adalah hal utama yang harus diperhatikan. Untuk mewujudkan itu tentu melakukannya harus membangun sinergi dengan seluruh komponen masyarakat dan melibatkan Muspida juga pihak swasta.
Hal itu dikarenakan saat ini Pemkot Padang memiliki keterbatasan anggaran karena sudah berada di penghujung 2014.
“Keterbatasan tersebut dapat kita atasi dengan melakukan goro bersama pedagang dan Muspida agar bisa menjaga kebersihan kawasan Pasar Raya sehingga nyaman dikunjungi,” kata dia.
Untuk memaksimalkan pengelolaan sampah, Pemkot Padang sudah menganggarkan untuk pengadaan 90 unit becak motor pengangkut sampah yang akan diserahkan kepada Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di setiap kelurahan.
Selain itu, warga juga diharapkan dapat melakukan pemilahan sampah organik dan unorganik, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kompos dan melalui bank sampah juga dapat dilakukan daur ulang yang bernilai ekonomi.
Wako menegaskan, kepada para Camat dan Lurah agar dapat melakukan sosialisasi dan membantu LPS serta menggerakkan warga dalam penanggulangan sampah ini.[Ranahberita]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 11, 2014
posted by @Adimin
Pahlawan Idolaku Syahdukan Peringatan 10 November Tanah Sumbar
Padang (10/11) - Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2014 dilaksanakan tepat pukul 8.00 WIB di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Senin (10/11). Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. Tampak juga hadir pada upacara tersebut antara lain Wakil Gubernur, Muslim Kasim; Ketua DPRD Sumbar, Hendra Irwan Rahim; Sekda Sumbar, Ali Asmar; jajaran Forkopimda Sumbar; dan Kepala SKPD di lingkungan Pemprov Sumbar. Sedangkan peserta upacara terdiri dari para legiun veteran, jajaran PNS, TNI/POLRI, dan siswa/siswi di Kota Padang.
Dalam amanat Menteri Sosial RI yang disampaikan oleh Inspektur Upacara, sejarah perjalanan bangsa dan negara Indonesia menunjukkan bahwa mendirikan NKRI diperlukan perjuangan panjang. NKRI tidak akan bisa berdiri menjadi negara yang merdeka, berdaulat, dan terhormat seperti sekarang tanpa perjuangan para pejuang, pendiri bangsa, dan pahlawan yang telah mengorbankan segalanya.
Sejarah bangsa dan negara Indonesia mencatat perjuangan untuk merebut kemerdekaan dan mendirikan NKRI membutuhkan ikatan persatuan dan kesatuan yang kuat. Komitmen para pejuang, pendiri bangsa, dan para pahlawan untuk memersatukan bangsa ini melahirkan sikap kepahlawanan, kesetiakawanan sosial, serta menguatkan memori kolektif bangsa saat itu. Komitmen tersebut merupakan modal utama supaya para pejuang berani bertindak nyata melawan penjajahan dan ketertindasan akibat kolonialisme dan imperialisme.
“Sikap kepahlawanan merupakan sebuah perwujudan tindakan dan pengorbanan yang penuh militansi. Sikap kesetiakawanan sosial adalah perwujudan dari kepekaan sosial atau batin, dan lebih pentingnya adalah untuk dimaknai sebagai kekuatan moral yang dapat diterapkan di semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara untuk Indonesia pada masa kini dan mendatang,” tegas Gubernur Irwan dalam mengungkapkan makna sikap kepahlawanan.
Setelah pelaksanaan upacara Irwan menambahkan pelaksanaan upacara Hari Pahlawan merupakan salah satu sarana untuk mengingat dan memotivasi rakyat Indonesia, terutama para pemuda untuk memperjuangkan bangsa dan mempertahankan kedaulatan negaranya. Kedaulatan tersebut yang pada akhirnya memberikan kesejahteraan untuk masyarakat.
"Dengan tema ‘Pahlawanku Idolaku’ semoga bagi kita dan generasi muda menjadikan pahlawan-pahlawan tersebut sebagai idola, model, dan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga memunculkan semangat-semangat yang baru dan lebih dalam membangun bangsa dan negara ini pada saat sekarang dan kedepan,” ucap Irwan.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur, Wagub, Ketua DPRD, Danrem, dan Kapolda menyerahkan piala dan hadiah kepada para pelajar yang menjadi juara pada Lomba Pidato tingkat SLTA se-Sumbar tahun 2014. Lomba tersebut digagas oleh Korem 033/Wirabraja (WBR). Para pemenang antara lain Aulia Devira Yolanda dari SMAN 1 Sawahlunto meraih juara pertama; juara kedua didapat oleh Doni Meliyadi dari SMAN 2 Kota Pariaman; dan peringkat ketiga diraih Veby Tri Yani dengan asal sekolah SMAN 1 Tikam, Kabupaten Agam. Sedangkan Juara Harapan 1 dan 2 masing-masing diraih oleh Uswatun Hasanah dari SMAN 2 Payakumbuh, serta Wirda Wahyuni dari dan SMAN 1 Lubuk Sikaping.
Setelah sesi penyerahan piala dan hadiah, Gubernur beserta para undangan menyaksikan penampilan siswa/siswi SMA Kartika 1-5 Kota Padang. Mereka menampilkan drama kolosal yang berjudul ‘Peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. [Humas Sumbar/PKS.or.id]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 11, 2014
Banyak yang berbagi tentang #pahlawan hari ini.. InsyaALLAH saya akan kultwit dengan hastag yang sama..
Tweet @anismatta
posted by @Adimin
Semua Orang Bisa Jadi #Pahlawan Ketika Berjuang Melaksanakan Kata-kata | by @anismatta
Banyak yang berbagi tentang #pahlawan hari ini.. InsyaALLAH saya akan kultwit dengan hastag yang sama..
Hari #Pahlawan 10 Nov bukan semata cerita tentang perlawanan, tapi juga konfirmasi sebuah niat..
Sejak 17 08 45 kita sudah berniat dan bertekad mendirikan sebuah negara tempat bangsa Indonesia, bangsa yg baru lahir, bernaung.. #pahlawan
Krn itu, ketika ada pihak yg ingin mengusik terwujudny niatan itu, para pendiri bangsa tak segan2 mengorbankan nyawa utk membela.. #pahlawan
Mendirikan negara merdeka adalah usaha utk keluar dari penderitaan penjajahan.. #pahlawan
dan merampas kemerdekaan sama dgn mengembalikan kita ke dalam kemelaratan.. #pahlawan
Hari #Pahlawan adalah fase krusial dalam proses menjadi Indonesia, gelombang pertama dalam perjalanan sejarah Indonesia..
Ini merupakan "ujian fisik" atas sebuah niat mendirikan negara bangsa sebagai jalan menuju kesejahteraan.. #Pahlawan
Ini juga merupakan eksperimen sejarah.. Bahkan para pendiri bangsa kita juga belum tahu bagaimana ujungnya.. #Pahlawan
Sama dengan ketika mereka merumuskan lahirnya sebuah"spesies baru" bernama bangsa Indonesia di laboratorium sejarah.. #Pahlawan
Kini kita berada di gelombang ketiga.. Dua gelombang sejarah sudah kita lalui.. #Pahlawan
Kita sudah menjadi Indonesia di gelombang pertama, dan berusaha mewujudkan negara-bangsa modern di gelombang kedua.. #Pahlawan
Kita belajar tentang kebulatan tekad di gelombang pertama, belajar teknokrasi di gelombang kedua.. #Pahlawan
Kita melihat pentingnya gagasan filosfofis, pengembaraan intelektual dan imajinasi di gelombang pertama.. #Pahlawan
Kita belajar ttg manajemen, organisasi, perencanaan dan teknokrasi di gelombang kedua.. #Pahlawan
Kita juga belajar tentang apa yang kurang dan tidak cocok pada masing2 episode perjalanan sejarah kita.. #Pahlawan
Memang Hari #Pahlawan sering diperingati dalam nuansa heroisme dan patriotisme.. Tidak salah.. Ada benarnya..
Tapi kita juga perlu mengangkatnya ke level gagasan: mempertahankan negara merdeka adalah perwujudan sebuah gagasan.. #Pahlawan
Sudah lama para cendekia berkata: "Ide itu berkaki.." Dan perjuangan fisik adalah salah satu kaki dari ide kemerdekaan.. #Pahlawan
Juga penyair WS Rendra pernah berkata: "dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata.." #Pahlawan
Semua orang bisa jadi pahlawan, ketika berjuang untuk melaksanakan kata-katanya.. #Pahlawan
Mari kita sampaikan Al Fatihah bagi para #Pahlawan kita..
Kobarkan semangat Indonesia!!
Senin (10/11/2014)
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 10, 2014
posted by @Adimin
Menjadi Pahlawan Masa Kini | Oleh : H. Emzalmi Wakil Walikota Padang
Written By Anonymous on 10 November, 2014 | November 10, 2014
Setiap mengangkat tangan kanan, meletakkannya di sudut pelipis, mata ini selalu berkaca-kaca menatap bendera merah putih yang dikerek perlahan. Ketika telinga ini menangkap alunan lagu Indonesia Raya, tiap itu pula jantung ini berdebar, darah berdesir dan bulu kuduk meremang. Dalam ruang kepala saya seperti ada film yang diputar, menayangkan adegan pertempuran, antara pejuang berbambu runcing melawan penjajah bersenjata bedil.
Perasaan seperti itulah yang kerap melanda saban upacara bendera digelar, apalagi upacara besar seperti Upacara Peringatan Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2014 kemarin. Mungkin perasaan itu lahir akibat pengaruh ayah. Kendati lahir tujuh tahun pasca kemerdekaan, namun karena ayah adalah seorang pejuang kemerdekaan, maka saya dapat menyimak langsung kisah-kisah heroik yang pernah beliau lakoni. Jejak-jejak luka di tubuh beliau akibat melawan para penjajah juga telah saya saksikan dengan hati terenyuh. Apalagi beliau pernah dipenjarakan ketika Agresi Belanda ke II tahun 1948.
Kekaguman dan rasa hormat saya pada para pejuang kemerdekaan tidak terkira. Saat duduk di bangku SD, seorang guru menanyakan tentang tokoh idola, dengan lantang saya menyebut nama ayah. Alhamdulillah, rasa bangga akan sosok pejuang kemerdekaan kian hari kian bertambah. Sampai sekarang pun, bila ada yang menanyakan tokoh paling menginspirasi dan berperan besar dalam hidup saya, maka jawaban saya tetaplah Zaini Ismail, ayah saya, walaupun beliau tidak mau dikatakan sebagai pahlawan.
Entah apalah jadinya bila bangsa ini tidak memiliki pahlawan. Tidak ada pejuang, tidak ada orang yang ingin berkorban demi tanah air, tidak ada satupun yang berani melawan kezaliman para penjajah, tidak ada panutan akan nilai-nilai heroik yang menjadi teladan dan akhirnya tidak ada proklamasi 17 Agustus 1945. Syukurlah hal itu tidak terjadi, baca sejarah, bangsa ini kaya akan pejuang kemerdekaan, bangsa kita penuh dengan kisah-kisah heroik para pahlawannya. Para pejuang yang rela mengorbankan harta hingga jiwa demi berkibarnya merah putih dari Sabang sampai Merauke.
Mari kita kenang kembali pesan Bung Karno yang mengatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Penghargaan terhadap jasa para pahlawan tersebut meliputi bagaimana cara kita mengenang perjuangan pahlawan sekaligus meneladani mereka. Namun yang terjadi saat ini sungguh mengibakan hati. Saya percaya, tiap kita telah mengetahui nama-nama para Pahlawan, dari mana daerah muasalnya berikut kisah-kisah perjuangan mereka, tetapi tidak dipungkiri, kita belum sepenuhnya meneladani prinsip dan sikap perjuang bangsa tersebut.
Maraknya korupsi, penjarahan lingkungan, tawuran antar anak sekolah, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan di sekolah, pembunuhan, perampokan, penipuan, pemerkosaan dan banyak lagi hal-hal memilukan yang terjadi di sekitar kita memunculkan tanda tanya besar saat ini, apakah ini arti kemerdekaan ? kemanakah perginya nilai-nilai keteladanan yang telah dicontohkan para pahlawan tempo dulu ? memikirkan hal ini, membuat kita hanya dapat menggeleng-gelengkan kepala.
Melihat daftar yang dirilis Kementerian Sosial, hingga 2013, ada 159 pejuang yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, namun diluar itu, saya percaya masih ada ribuan bahkan jutaan pejuang kemerdekaan yang gugur demi membela tanah air yang bahkan namanya pun tidak dikenal. Tetapi semangat dan motivasi mereka sama, menegakkan kedaulatan NKRI dengan keberanian menggebu tanpa pamrih.
Perjuangan berani tanpa pamrih itulah yang perlahan terkikis dalam sanubari sehingga mengakibatkan kerakusan dan kemalasan dalam generasi kita. Hasil instan dengan mengesampingkan cara-cara halal menjadi pilihan. Inilah penyebab munculnya berbagai permasalahan sosial yang berujung pada tindakan kriminal seperti yang dipaparkan di atas. HUT RI ke 69 ini harus jadi momentum bagi kita semua untuk mengevaluasi diri terhadap fenomena ini, nilai-nilai kepahlawanan perlu digugah kembali.
Pahlawan masa kini bukanlah yang mengangkat bambu runcing dan lalu menghunuskannya ke tubuh penjajah sembari meneriakkan merdeka. Pahlawan masa kini adalah yang mampu membawa harum nama negara bangsa dan negara ke kancah dunia di berbagai bidang keahliannya. Pahlawan zaman sekarang adalah mereka yang menebarkan kebaikan di lingkungan sekitar mereka. Pahlawan era ini adalah mereka yang menyemaikan inspirasi sehingga membangkitkan semangat orang-orang lainnya untuk berbuat positif.
Yang menggembirakan hati kita, saat ini banyak tumbuh keberanian dan keikhlasan dalam diri sejumlah insan. Mereka adalah pahlawan yang berkiprah di berbagai bidang, dengan ciri berani, tak kenal lelah dan berjuang tanpa pamrih. Ada Butet Manurung yang menjadi guru bagi anak-anak Suku Kubu yang tinggal di Taman Nasional Bukit Dua Belas, Jambi sejak tahun 1999. Bahkan pada tahun 2004 Majalah Time menganugerahi lulusan Antropologi Universitas Padjajaran ini sebagai Heroes of Asia Award. Baru-baru ini, kisah Butet juga sudah difilmkan dalam Sokola Rimba garapan sutradara Riri Riza.
Kemudian ada Budi Ahmad Santoso dari Surabaya, yang meski “hanya” berkaki satu, namun justru aktif sebagai relawan Rumah Zakat, turut menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Selanjutnya ada Gendu Mulatif, seorang kakek yang menghimpun para penderita gangguan jiwa untuk ia rawat hingga sembuh di rumahnya. Ribuan orang gila berhasil disembuhkannya meski biaya yang dikeluarkannya disisihkan dari usaha beliau sendiri yakni hasil penyewaan delman dan jual beli kuda.
Dari pejuang lingkungan ada Victor Emanual Rayon yang merintis penanaman hutan bakau di sepanjang pantai. Awalnya dia sempat mendapat cemooh dari warga karena idenya itu, namun sekarang terbukti, pantai yang dahulu gersang telah berubah menjadi teduh oleh rimbunnya hutan bakau. Dengan hadirnya hutan bakau ini, otomatis ikan-ikan bersarang di sana, sehingga menambah penghasilan nelayan. Dan banyak lagi pahlawan masa kini yang menempatkan pengorbanan diri di urutan pertama prinsip hidup mereka.
Akan menghabiskan berlembar-lembar kertas bila seluruh nama anak bangsa yang berhasil menjadi Pahlawan masa kini tersbut dituliskan semua. Yang jelas saya ingin menyampaikan, bahwa setiap kita dapat menjadi seorang pahlawan. Bila tidak berskala nasional, kita dapat memberi manfaat di skala Propinsi Sumatera Barat, atau di tingkat kota/kabupaten hingga RT/RW di mana kita berada.
Bagi para pegawai jadilah pahlawan di kantor kita masing-masing, bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh pengabdian. Bagi para pedagang, jadilah pahlawan di pasar, melayani pembeli dengan baik, menjaga kebersihan tempat berjual-beli. Bagi pengemudi angkot, jadilah pahlawan di jalan raya, mentaati aturan berkendara sehingga kecelakaan lalu lintas dapat
Bagi anak-anak sekolah, jadilah pahlawan di sekolah, raihlah prestasi, berlajar dengan giat serta patuh pada guru-guru. Atau paling tidak, masing-masing kita dapat menjadi pahlawan bagi keluarga kita. Menjaga dan membawa harum nama baik keluarga itu juga sikap terhormat dan membanggakan.
Perasaan seperti itulah yang kerap melanda saban upacara bendera digelar, apalagi upacara besar seperti Upacara Peringatan Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2014 kemarin. Mungkin perasaan itu lahir akibat pengaruh ayah. Kendati lahir tujuh tahun pasca kemerdekaan, namun karena ayah adalah seorang pejuang kemerdekaan, maka saya dapat menyimak langsung kisah-kisah heroik yang pernah beliau lakoni. Jejak-jejak luka di tubuh beliau akibat melawan para penjajah juga telah saya saksikan dengan hati terenyuh. Apalagi beliau pernah dipenjarakan ketika Agresi Belanda ke II tahun 1948.
Kekaguman dan rasa hormat saya pada para pejuang kemerdekaan tidak terkira. Saat duduk di bangku SD, seorang guru menanyakan tentang tokoh idola, dengan lantang saya menyebut nama ayah. Alhamdulillah, rasa bangga akan sosok pejuang kemerdekaan kian hari kian bertambah. Sampai sekarang pun, bila ada yang menanyakan tokoh paling menginspirasi dan berperan besar dalam hidup saya, maka jawaban saya tetaplah Zaini Ismail, ayah saya, walaupun beliau tidak mau dikatakan sebagai pahlawan.
Entah apalah jadinya bila bangsa ini tidak memiliki pahlawan. Tidak ada pejuang, tidak ada orang yang ingin berkorban demi tanah air, tidak ada satupun yang berani melawan kezaliman para penjajah, tidak ada panutan akan nilai-nilai heroik yang menjadi teladan dan akhirnya tidak ada proklamasi 17 Agustus 1945. Syukurlah hal itu tidak terjadi, baca sejarah, bangsa ini kaya akan pejuang kemerdekaan, bangsa kita penuh dengan kisah-kisah heroik para pahlawannya. Para pejuang yang rela mengorbankan harta hingga jiwa demi berkibarnya merah putih dari Sabang sampai Merauke.
Mari kita kenang kembali pesan Bung Karno yang mengatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Penghargaan terhadap jasa para pahlawan tersebut meliputi bagaimana cara kita mengenang perjuangan pahlawan sekaligus meneladani mereka. Namun yang terjadi saat ini sungguh mengibakan hati. Saya percaya, tiap kita telah mengetahui nama-nama para Pahlawan, dari mana daerah muasalnya berikut kisah-kisah perjuangan mereka, tetapi tidak dipungkiri, kita belum sepenuhnya meneladani prinsip dan sikap perjuang bangsa tersebut.
Maraknya korupsi, penjarahan lingkungan, tawuran antar anak sekolah, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan di sekolah, pembunuhan, perampokan, penipuan, pemerkosaan dan banyak lagi hal-hal memilukan yang terjadi di sekitar kita memunculkan tanda tanya besar saat ini, apakah ini arti kemerdekaan ? kemanakah perginya nilai-nilai keteladanan yang telah dicontohkan para pahlawan tempo dulu ? memikirkan hal ini, membuat kita hanya dapat menggeleng-gelengkan kepala.
Melihat daftar yang dirilis Kementerian Sosial, hingga 2013, ada 159 pejuang yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, namun diluar itu, saya percaya masih ada ribuan bahkan jutaan pejuang kemerdekaan yang gugur demi membela tanah air yang bahkan namanya pun tidak dikenal. Tetapi semangat dan motivasi mereka sama, menegakkan kedaulatan NKRI dengan keberanian menggebu tanpa pamrih.
Perjuangan berani tanpa pamrih itulah yang perlahan terkikis dalam sanubari sehingga mengakibatkan kerakusan dan kemalasan dalam generasi kita. Hasil instan dengan mengesampingkan cara-cara halal menjadi pilihan. Inilah penyebab munculnya berbagai permasalahan sosial yang berujung pada tindakan kriminal seperti yang dipaparkan di atas. HUT RI ke 69 ini harus jadi momentum bagi kita semua untuk mengevaluasi diri terhadap fenomena ini, nilai-nilai kepahlawanan perlu digugah kembali.
Pahlawan masa kini bukanlah yang mengangkat bambu runcing dan lalu menghunuskannya ke tubuh penjajah sembari meneriakkan merdeka. Pahlawan masa kini adalah yang mampu membawa harum nama negara bangsa dan negara ke kancah dunia di berbagai bidang keahliannya. Pahlawan zaman sekarang adalah mereka yang menebarkan kebaikan di lingkungan sekitar mereka. Pahlawan era ini adalah mereka yang menyemaikan inspirasi sehingga membangkitkan semangat orang-orang lainnya untuk berbuat positif.
Yang menggembirakan hati kita, saat ini banyak tumbuh keberanian dan keikhlasan dalam diri sejumlah insan. Mereka adalah pahlawan yang berkiprah di berbagai bidang, dengan ciri berani, tak kenal lelah dan berjuang tanpa pamrih. Ada Butet Manurung yang menjadi guru bagi anak-anak Suku Kubu yang tinggal di Taman Nasional Bukit Dua Belas, Jambi sejak tahun 1999. Bahkan pada tahun 2004 Majalah Time menganugerahi lulusan Antropologi Universitas Padjajaran ini sebagai Heroes of Asia Award. Baru-baru ini, kisah Butet juga sudah difilmkan dalam Sokola Rimba garapan sutradara Riri Riza.
Kemudian ada Budi Ahmad Santoso dari Surabaya, yang meski “hanya” berkaki satu, namun justru aktif sebagai relawan Rumah Zakat, turut menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Selanjutnya ada Gendu Mulatif, seorang kakek yang menghimpun para penderita gangguan jiwa untuk ia rawat hingga sembuh di rumahnya. Ribuan orang gila berhasil disembuhkannya meski biaya yang dikeluarkannya disisihkan dari usaha beliau sendiri yakni hasil penyewaan delman dan jual beli kuda.
Dari pejuang lingkungan ada Victor Emanual Rayon yang merintis penanaman hutan bakau di sepanjang pantai. Awalnya dia sempat mendapat cemooh dari warga karena idenya itu, namun sekarang terbukti, pantai yang dahulu gersang telah berubah menjadi teduh oleh rimbunnya hutan bakau. Dengan hadirnya hutan bakau ini, otomatis ikan-ikan bersarang di sana, sehingga menambah penghasilan nelayan. Dan banyak lagi pahlawan masa kini yang menempatkan pengorbanan diri di urutan pertama prinsip hidup mereka.
Akan menghabiskan berlembar-lembar kertas bila seluruh nama anak bangsa yang berhasil menjadi Pahlawan masa kini tersbut dituliskan semua. Yang jelas saya ingin menyampaikan, bahwa setiap kita dapat menjadi seorang pahlawan. Bila tidak berskala nasional, kita dapat memberi manfaat di skala Propinsi Sumatera Barat, atau di tingkat kota/kabupaten hingga RT/RW di mana kita berada.
Bagi para pegawai jadilah pahlawan di kantor kita masing-masing, bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh pengabdian. Bagi para pedagang, jadilah pahlawan di pasar, melayani pembeli dengan baik, menjaga kebersihan tempat berjual-beli. Bagi pengemudi angkot, jadilah pahlawan di jalan raya, mentaati aturan berkendara sehingga kecelakaan lalu lintas dapat
Bagi anak-anak sekolah, jadilah pahlawan di sekolah, raihlah prestasi, berlajar dengan giat serta patuh pada guru-guru. Atau paling tidak, masing-masing kita dapat menjadi pahlawan bagi keluarga kita. Menjaga dan membawa harum nama baik keluarga itu juga sikap terhormat dan membanggakan.
Begitulah hendaknya kita mengisi kemerdekaan bangsa ini, dengan menjadi pahlawan, yang menebarkan manfaat, besar atau pun kecil pada orang-orang di sekitar kita. [https://www.facebook.com/humaskotapadang?fref=ts]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 10, 2014
posted by @Adimin
Walikota Goro di Pasar Raya, Tanpa Sungkan Mengangkat Sampah

PADANG - Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah memotori aksi pembersihan riol di kawasan Pasar Raya Padang, Sabtu (8/11). Aksi ini juga melibatkan anggota TNI dari Kodim 0312/Wirabraja dan anggota Polresta Padang.
Walikota Mahyeldi bersama Dandim 0312/Wirabraja dan jajaran Polresta Padang tak segan - segan mengangkat sampah yang menyumbat riol. Kendati harus "merancah" genangan air yang berlunau di tengah hujan yang turun cukup lebat pada pagi menjelang siang itu.
Riol di kawasan Pasar Raya tidak berfungsi lantaran banyaknya penyumbatan dari sampah serta sedimen lumpur. "Kondisi riol memang parah. Banyak tersumbat sampah dan sedimen yang tebal," kata Walikota kepada wartawan di sela kegiatan gotong royong tersebut.
Mulai sekarang, lanjutnya, riol - riol di Pasar Raya harus dijaga kebersihannya agar tak terjadi penyumbatan sehingga mengakibatkan genangan air. "Untuk itu kita melakukan goro ini melibatkan para pedagang agar mereka merasa bertanggung jawab dengan kebersihan di kawasan Pasar Raya," imbuh Wako Mahyeldi.
Sekaligus momen ini untuk sosialisasi kepada masyarakat terkait Perda Nomor 21 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah. "Dimana dalam Perda itu telah disebutkan denda paling tinggi Rp 5 juta atau 3 bulan kurungan bagi warga atau pengunjung di Kota Padang yang membuang sampah sembarangan," ujarnya.
Beberapa kali Walikota Mahyeldi terlihat memberi arahan kepada jajarannya yang ikut goro untuk menuntaskan pengangkatan sampah yang menyumbat riol di sekitar fase VII. Tampak beberapa Kepala SKPD turut bertungkus lumus dengan lumpur sedimen yang diangkat dari dasar riol tersebut. Diantaranya ada Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Afrizal Khaidir, Kepala Bapedalda Edi Hasymi, Kepala Dinas Pasar Hendrizal Azhar, Kabag Humas Mursalim, Camat Padang Barat Arfian serta beberapa orang lurah di kecamatan Padang Barat.
Pembersihan riol sepanjang kurang lebih 200 meter di Fase VII akhirnya berhasil dituntaskan saat mendekati tengah hari. Drainase di kawasan tersebut dapat berfungsi kembali.[Humas-Kota Padang]
Walikota Mahyeldi bersama Dandim 0312/Wirabraja dan jajaran Polresta Padang tak segan - segan mengangkat sampah yang menyumbat riol. Kendati harus "merancah" genangan air yang berlunau di tengah hujan yang turun cukup lebat pada pagi menjelang siang itu.
Riol di kawasan Pasar Raya tidak berfungsi lantaran banyaknya penyumbatan dari sampah serta sedimen lumpur. "Kondisi riol memang parah. Banyak tersumbat sampah dan sedimen yang tebal," kata Walikota kepada wartawan di sela kegiatan gotong royong tersebut.
Mulai sekarang, lanjutnya, riol - riol di Pasar Raya harus dijaga kebersihannya agar tak terjadi penyumbatan sehingga mengakibatkan genangan air. "Untuk itu kita melakukan goro ini melibatkan para pedagang agar mereka merasa bertanggung jawab dengan kebersihan di kawasan Pasar Raya," imbuh Wako Mahyeldi.
Sekaligus momen ini untuk sosialisasi kepada masyarakat terkait Perda Nomor 21 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah. "Dimana dalam Perda itu telah disebutkan denda paling tinggi Rp 5 juta atau 3 bulan kurungan bagi warga atau pengunjung di Kota Padang yang membuang sampah sembarangan," ujarnya.
Beberapa kali Walikota Mahyeldi terlihat memberi arahan kepada jajarannya yang ikut goro untuk menuntaskan pengangkatan sampah yang menyumbat riol di sekitar fase VII. Tampak beberapa Kepala SKPD turut bertungkus lumus dengan lumpur sedimen yang diangkat dari dasar riol tersebut. Diantaranya ada Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Afrizal Khaidir, Kepala Bapedalda Edi Hasymi, Kepala Dinas Pasar Hendrizal Azhar, Kabag Humas Mursalim, Camat Padang Barat Arfian serta beberapa orang lurah di kecamatan Padang Barat.
Pembersihan riol sepanjang kurang lebih 200 meter di Fase VII akhirnya berhasil dituntaskan saat mendekati tengah hari. Drainase di kawasan tersebut dapat berfungsi kembali.[Humas-Kota Padang]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN