Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
January 20, 2015
posted by @Adimin
PKS Setuju Pilkada Langsung dengan Revisi atas UU Penetapan Perppu
Written By Sjam Deddy on 20 January, 2015 | January 20, 2015
Fraksi
Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI menyetujui Pilkada Langsung dengan
revisi atas undang-undang penetapan Perppu tersebut. Jazuli menyatakan bahwa
secara subtansi Perppu 1/2014 masih perlu perbaikan dan penyempurnaan guna
menjamin peningkatan kualitas berdemokrasi. Demikian disampaikan Ketua FPKS DPR
RI, Jazuli Juwaini di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (19/1).
“Segera
setelah Perppu disetujui DPR, Fraksi PKS mendesak agar dilakukan revisi atas UU
Penetapan Perppu tersebut dan diharapkan selesai pada masa persidangan ini
juga,” kata Jazuli.
Pembahasan
Perppu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota
telah mencapai kesepakatan. Senin sore (19/1) Komisi II DPR RI menggelar Rapat
Pengambilan Keputusan Tingkat I/Penyampaian Pendapat Akhir Mini Fraksi-Fraksi
dan DPD.
Jazuli
yang juga Anggota Komisi II DPR RI menyatakan bahwa dalam perkembangan
pembahasan hingga jelang diambil keputusan sore ini Perppu tersebut bisa saja
ditolak, akan tetapi kemungkinan besar diterima. Ia juga menegaskan bahwa
pemilihan kepala daerah secara langsung lebih mengutkan sistem demokrasi.
“Fraksi
PKS akan menerima Perppu yang mengatur pemilihan kepala daerah secara langsung
tersebut. Alasan Fraksi PKS menyetujui pilkada langsung karena sistem demokrasi
akan semakin kuat jika rakyat terlibat langsung memilih pemimpinnya karena ada
ruang partisipasi dan interaksi di sana,” tegas Jazuli.
Catatan
Kritis Fraksi PKS
Fraksi
PKS memberikan sembilan catatan kritis atas isu strategis Perppu 1/2014,
sekaligus sebagai pengantar revisi atas UU Penetapan Perppu tersebut.
Kesembilan catatan kritis tersebut adalah:
1.
Desain umum penyelenggaraan pilkada yang berkualitas khususnya menyangkut
kualitas dan kapabilitas calon kepala daerah seharusnya dibahas secara mendalam
dengan dasar argumentasi yuridis, sosiologis, maupun filosofisnya. Mengingat
hal ini merupakan jantung penyelenggaraan pilkada. Sebagai contoh, bagaimana
merumuskan kriteria ideal calon kepala daerah dari aspek pendidikan/kompetensi,
pengalaman, karakter/moral, dan lain-lain. Hal ini perlu cermat karena kita
akan memilih pemimpin yang menentukan masa depan daerah.
Terkait
hal tersebut, Perppu, antara lain, mengatur adanya uji publik sebagai syarat
pencalonan, namun Perppu belum memberikan gambaran konsep yang memadai
bagaimana uji publik dilakukan, kriteria yang diacu, durasi waktu yang efektif
untuk uji publik, dan bagaimana hasil uji publik berdampak pada peningkatan
kualitas calon kepala daerah.
2.
Terkait syarat pencalonan kepala daerah, Perppu meningkatkan persentase
dukungan menjadi 20 persen dari jumlah kursi DPRD atau 25 persen dari akumulasi
perolehan suara sah dalam pemilu DPRD di daerah yang bersangkutan. Hal ini
perlu pendalaman terkait ruang partisipasi yang lebih luas bagi partai politik
dalam mengajukan calon sehingga lebih banyak pilihan calon berkualitas bagi
rakyat.
3.
Terkait ambang batas kemenangan, Perppu menetapkan calon kepala daerah harus
memperoleh suara lebih dari 30 persen suara sah, jika tidak maka
diselenggarakan pilkada putaran kedua. Perlu analisis dan kajian dalam rangka
efisiensi dan efektivitas dimungkinkannya pilkada hanya satu putaran saja,
dengan tetap mempertimbangkan derajat legitimasi. Hal ini juga dinilai dapat
mengatasi lamanya penyelenggaraan pilkada berikut implikasi sosial dan
politiknya.
4.
Pengaturan baru melalui Perppu juga perlu cermat dan mendalam berkenaan dengan
berbagai permasalahan penyelenggaraan pilkada selama ini, antara lain bagaimana
mencegah kecurangan pada setiap tahapan khususnya dalam proses rekapitulasi
bertingkat, politik uang, politisasi birokrasi, dan potensi kerusuhan/ gangguan
keamanan. Hal ini terkait erat dengan rumusan jenis-jenis pelanggaran dan sanksi/ancaman
hukumannya baik administratif maupun pidananya serta bagaimana sistem penegakan
hukum pilkada yang efektif dan memberi efek jera.
5.
Terkait pilkada serentak bertahap pada tahun 2015, 2018, 2020 (serentak
nasional) harus benar-benar mempertimbangkan dan mengukur kesiapan
penyelenggaraannya, mengingat jadwal/tahapan yang diatur Perppu terlalu sempit,
khususnya untuk penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2015.
Konsekuensi
dari pelaksanaan pilkada serentak adalah akan banyak daerah yang dipimpin oleh
Pelaksana Tugas Kepala Daerah (PLT) untuk mengisi masa transisi. Perlu kajian
dan pendalaman bagaimana akuntabilitasnya, bagaimana implikasinya bagi
pembangunan daerah karena akan terdapat PLT akan menjabat dalam jangka waktu
yang lama hingga 2-3 tahun, padahal PLT tidak dapat mengeluarkan kebijakan
strategis pembangunan daerah.
Konsep
pilkada serentak juga memerlukan analisa dan kajian yang cermat dalam teknis
penyelenggaraan termasuk penganggaran, potensi kecurangan, gangguan keamanan,
sengketa hasil, dan lain sebagainya karena besarnya hajat secara nasional.
6.
Perppu mengatur bahwa pilkada hanya untuk kepala daerah, sementara wakil kepala
daerah diajukan oleh kepala daerah terpilih untuk ditetapkan dan dilantik oleh
pejabat yang berwenang. Aturan ini sejalan dengan UUD dan mengatasi
permasalahan disharmoni antara kepala daerah dan wakilnya selama ini. Meski
demikian, perlu pendalaman dan pencermatan berkenaan dengan implikasi politik
dan administrasinya. Keberadaan wakil kepala daerah yang dipilih satu paket
dengan kepala daerah selama ini merupakan bentuk keseimbangan dan konsensus
politik dalam pilkada. Keberadaan wakil juga penting untuk menggantikan kepala
daerah dalam hal berhalangan tetap. Jika wakil kepala daerah tidak dipilih satu
paket bagaimana plus-minusnya secara politik serta apakah prosedur penggantian
kepada daerah dalam hal berhalangan tetap yang diatur Perppu telah efektif dan legitimate
dalam rangka melaksanakan roda pemerintahan daerah.
Perppu
juga mengatur jumlah wakil kepala daerah yang berbeda-beda untuk tiap daerah
disesuiakan dengan jumlah penduduk. Perlu pendalaman terkait relevansinya,
bagaimana akuntabilitasnya, karena alih-alih pengaturan ini bisa berdampak
pemborosan dan problem baru jika dalam prakteknya sekadar menjadi politik
akomodasi.
7.
Terkait penyelesaian sengketa hasil pilkada yang oleh Perppu dimandatkan kepada
Mahkamah Agung (MA) dan didelegasikan ke Pengadilan Tinggi (PT) serta
dimungkinkannya banding atas putusan PT. Perlu cermat mengukur kesiapaan MA/PT,
apalagi pilkada ke depan akan dilaksanakan serentak nasional, serta perlu
mencermati potensi masalah berlarutnya penyelesaian sengketa akibat upaya
banding.
8.
Terkait penganggaran pilkada yang bersumber dari APBN dan dapat didukung
melalui APBD perlu cermat dan teliti bagaimana konsep dan realisasinya
menyangkut perencanaan, pelaksanaan, hingga akuntabilitasnya. Harapannya
penganggaran pilkada dapat dilakukan secara efisien dan tepat
sasaran/kebutuhan.
9.
Terakhir berkenaan dengan implikasi legal Putusan MK bahwa pilkada tidak masuk
dalam rezim pemilu—dikaitkan kewenangan KPU dan Bawaslu menyelenggarakan
pilkada, padahal sesuai UUD penyelenggara pemilu hanya dimandatkan utk
menyelenggarakan Pemilu, dalam hal ini Pemilu Legislatif dan Pemilu
Presiden-Wapres. Berkenaan dengan hal ini perlu konsensus legal untuk
menetapkan penyelenggara pilkada sehingga tetap legal dan konstitusional.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
January 19, 2015
posted by @Adimin
PKS Akui Perppu Pilkada Perlu Diperbaiki
Written By Sjam Deddy on 19 January, 2015 | January 19, 2015
Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengakui, banyak hal dalam Perppu Pilkada yang harus diperbaiki.
"Jadi, banyak hal yang perlu diperbaiki dalam perppu tersebut," kata Ketua Fraksi PKS itu ketika dihubungi, Minggu 18 Januari 2015.
Menurut Jazuli, hal yang perlu direvisi di antaranya, mengenai banyaknya mandat Plt dan Pj yang akan menyedot birokrasi cukup banyak.
Hal ini dikhawatirkan akan mengganggu kinerja birokrasi dan pembangunan di daerah yang jumlahnya ratusan.
"Dan kepala daerah hasil pilkada yang cuma dua tahun di 2018-2020," jelasnya.
Oleh karena itu sambungnya, jika revisi ini disetujui dalam rapat paripurna akan ada banyak kemungkinan yang akan ditempuh oleh Komisi II.
Bisa melalui jalur tercepat tanpa melupakan substansi dari UU Pilkada itu sendiri. Seperti perubahan terbatas seperti revisi UU MD3 beberapa waktu lalu.
"Persoalan masuk atau tidak masuk prolegnas akan menjadi spesial, karena desakan waktu penyelenggaraan pilkada. Tergantung political will DPR," ucapnya.
Lebih dari itu Jazuli mengatakan, dalam persetujuan perppu, Koalisi Merah Putih (KMP) akan kompak.
"Kompak dong, memang hal apa KMP tidak kompak?" tandasnya.
"Jadi, banyak hal yang perlu diperbaiki dalam perppu tersebut," kata Ketua Fraksi PKS itu ketika dihubungi, Minggu 18 Januari 2015.
Menurut Jazuli, hal yang perlu direvisi di antaranya, mengenai banyaknya mandat Plt dan Pj yang akan menyedot birokrasi cukup banyak.
Hal ini dikhawatirkan akan mengganggu kinerja birokrasi dan pembangunan di daerah yang jumlahnya ratusan.
"Dan kepala daerah hasil pilkada yang cuma dua tahun di 2018-2020," jelasnya.
Oleh karena itu sambungnya, jika revisi ini disetujui dalam rapat paripurna akan ada banyak kemungkinan yang akan ditempuh oleh Komisi II.
Bisa melalui jalur tercepat tanpa melupakan substansi dari UU Pilkada itu sendiri. Seperti perubahan terbatas seperti revisi UU MD3 beberapa waktu lalu.
"Persoalan masuk atau tidak masuk prolegnas akan menjadi spesial, karena desakan waktu penyelenggaraan pilkada. Tergantung political will DPR," ucapnya.
Lebih dari itu Jazuli mengatakan, dalam persetujuan perppu, Koalisi Merah Putih (KMP) akan kompak.
"Kompak dong, memang hal apa KMP tidak kompak?" tandasnya.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
January 15, 2015
PKS Sorot Jilbab Polwan, pada Fit & Proper tes Calon Kapolri
Written By Unknown on 15 January, 2015 | January 15, 2015
Anggota Komisi III
DPR RI dari Fraksi PKS, Aboebakar Alhabsy menyorot masalah jilbab polwan
dan pengendalian massa pada fit and proper test calon Kapolri di
kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (14/1). Aboebakar kembali
menyoal Peraturan Kapolri (Perkap) Jilbab Polwan yang tidak kunjung
tuntas.
"Saya menyayangkan belum jelasnya Perkap soal jilbab sampai sekarang,
padahal anggarannya sudah kami berikan. Bagaimanakah pandangan Saudara
mengenai jilbab untuk Polwan? Sikap apa yang akan anda ambil terhadap
Perkap Polwan jika nantinya menjabat Kapolri," tanya Aboebakar.
Ia menyayangkan mengapa Polri sepertinya mempersulit muslimah yang hendak menjalankan kewajiban agamanya.
"Pada dasarnya berjilbab adalah bagian dari pelaksanaan kehidupan
beragama, sedangkan dalam konstitusi negara Republik Indonesia hal ini
termasuk dalam non-derogable rights yang diatur dalam Pasal 28I ayat (1)
Undang-Undang Dasar 1945. Artinya, berjilbab adalah bagian dari
pelaksanaan ajaran agama yang tidak dapat dikurangi haknya. Tentunya,
aturan apapun yang dibuat di repubik ini tidak boleh bertentangan dengan
konstitusi," ujar Aboebakar.
Selain itu, Aboebakar juga mempertanyakan kemampuan Polisi dalam
melakukan pengendalian massa. Selama ini banyak korban jatuh saat Polisi
melakukan pengendalian massa. Ia berpendapat jika pengendalian massa
dilakukan dengan profesional, jatuhnya korban bisa dihindari.
"Misalkan saja pada insiden pelabuhan Sape pada akhir 2011 yang
menyebabkan 2 orang meninggal dunia dan puluhan terkena tembak. Ataupun
penanganan demonstrasi di Kecamatan Rupit, Musi Rawas, Sumatera Selatan,
pada tahun 2013 kemarin yang berakhir dengan tewasnya empat warga
sipil. Demikian pula pengendalian demonstrasi di Kelurahan Gambesi, Kota
Ternate Selatan. Pada insiden tersebut sedikitnya 14 orang mahasiswa di
Ternate mengalami luka tembak peluru di kaki dan pinggang saat Demo tolak
kenaikan BBM. Selain itu, seorang wartawan harian surat kabar lokal
juga terkena tembakan polisi di bagian pingang kanan saat melakukan
peliputan. Itu semua seharusnya bisa dihindari, apabila penangannya
dilakukan secara profesional," pungkas Aboebakar
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
January 08, 2015
posted by @Adimin
Bupati Bone Doakan Anis Jadi Pemimpin Besar
Written By Sjam Deddy on 08 January, 2015 | January 08, 2015
Kunjungan Presiden
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta ke kampung halamannya di
Welado, Bone disambut antusias oleh warga, salah satu yang hadir pada
acara syukuran keluarga besar Anis adalah Bupati Bone, Andi Fashar M
Padjalangi, Kamis (08/01).
Didaulat membawakan sambutan, bupati Bone mengungkapkan kekagumannya
kepada sosok Anis Matta, "Pak Anis tidak malu mengakui bahwa dia dididik
di mesjid kampung semasa kecil," kata Fashar.
Ia juga mendoakan Anis menjadi orang besar. "Saya ajak semua warga
mendoakan pak Anis agar menjadi orang besar, orang besar yang tidak
melupakan kampung halamannya," ungkap Andi Fashar. Menurut Fashar,
banyak orang besar dari Bone namun lupa kampung halamannya.
Acara syukuran keluarga besar tersebut dihadiri ratusan warga Welado. Anis diserbu keluarganya yang meminta foto bersama.
Syukuran keluarga besar Anis Matta itu mengusung tema, "Namua lancoka
ri wanua mabela, tekkialupai wanua allesurekku, tana'e ri Welado" yang
artinya biarpun saya melancong jauh, saya tidak akan lupa tanah
kelahiran saya, tanah Welado.
Turut hadir dalam rombongan Anis Matta, Ketua Dewan Pengurus Wilayah
(DPW) PKS Sulsel, Andi Akmal Pasluddin, legislator PKS Sulsel, Taslim
Tamang, Ariady Arsal dan Jafar Sodding, dan ketua Badan Pemenangan
Pemilu (Bappilu) PKS Sulsel, Syamsari Kitta
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
January 07, 2015
posted by @Adimin
KNKT Tak Perlu Takut Intervensi Airbus
Written By Sjam Deddy on 07 January, 2015 | January 07, 2015
Wakil Ketua Komisi V
DPR RI Yudi Widiana Adia mengatakan, Komite Nasional Keselamatan
Transportasi (KNKT) tidak perlu takut untuk membuka semua isi percakapan
yang ada dalam black box (kotak hitam) pesawat AirAsia QZ8501 meskipun
akan ada intervensi dari Airbus.
"Ya, kita harapkan KNKT harus membuka semua isi percakapan yang ada
di black box. KNKT lakukan secara profesional dan transparan," kata Yudi
di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin.
Ia memperkirakan, intervensi akan datang dari Airbus karena menyangkut persaingan bisnis.
\
"Saya kira tidak tertutup kemungkinan (adanya intervensi) karena ini
persaingan juga. Tapi dunia penerbangan Indonesia tumbuh pesat jauh di
atas rata-rata bisnis penerbangan dunia, yakni di atas 13 persen. Pasti
berbagai pabrikan ingin pesawatnya laku terjual di Indonesia," kata
Yudi.
Oleh karenanya, meskipun ada intervensi dari Airbus, Yudi mengatakan,
hal tersebut tidak akan mempengaruhi bisnis penerbangan di Indonesia.
"Itu tidak akan dan bahkan saya berharap desain penerbangan Indonesia
tidak dikooptasi oleh asing. Misalnya, desain run way bandara tidak
selalu harus panjang, karena ini bisa mematikan industri pesawat dalam
negeri," kata politisi PKS itu.
Komisi V DPR RI, sambungnya, juga akan meminta KNKT untuk membuka isi
percakapan tersebut karena KNKT sudah punya alat sendiri untuk membaca
black box tersebut.
"Pengungkapan isi pembicaraan yang ada di black box juga untuk
memperbaiki sistem penerbangan di Indonesia. Ini tidak ada kaitannya
dengan urusan politik ataupun kepentingan bisnis. Ini untuk kepentingan
kemanusiaan dan penerbangan nasional karena Indonesia masih
dikategorikan atau berapor merah seperti yang disampaikan ICAO pada Juni
2014 lalu. Rekomendasi KNKT itu bisa selesaikan sistem safety
penerbangan Indonesia," kata Yudi.
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
January 05, 2015
Ada yang dengan lantang berkata: "Kata Rasulullah, upah itu harus dibayarkan sebelum keringat pekerja itu kering. Lha, ini sudah tiga bulan gak keluar-keluar. Katanya ummatnya Nabi, kok begini?"
Pegawai honorer yang belum sertifikasi menjawab enteng: "Ya mungkin karena kamu tidak keringatan, kerja di ruang ber AC, jadi bingung dikeluarnya harus kapan." Suasana mencekam, dan terdiam, sunyi dan senyap.
Sahabat dan saudaraku. Benar Rasulullah. Semua pekerja itu adalah manusia yang punya pengharapan dan perencanaan kehidupannya masing-masing. Apa yang menjadi haknya, berikanlah sebelum mereka menuntut. Membahagiakan mereka adalah membahagiakan diri kita dan orang lain di sekitar mereka. Bayangkan kalau hak kita yang tertahan, bagaimana perasaan kita.
Hak pekerja itu bukan hanya gaji yang telah ditetapkan sebagai bayaran kerja mereka, melainkan juga sejumlah janji (termasuk bonus) yang disampaikan kepada mereka.
Jangan mudah berjanji kalau tidak akan ditepati. Orang yang diberikan janji, sangat mungkin telah membangun angan dan rencana di atas janji-janji itu. Betapa sakit hati mereka jika harapan dan angan itu hancur karena pengingkaran janji.
Tirulah Rasulullah yang tidak pernah mengingkari janji. Menurutnya, salah satu ciri orang munafiq adalah orang yang suka mengingkari janji. Berbahagia bersama sungguh merupakan sesuatu yang mulia dan terhormat, berbahagia di atas derita orang lain sungguh merupakan sesuatu yang hina. Mari penuhi hak orang lain, janji kita pada orang lain
hidayatullah
Memenuhi Janji, Melapangkan Jalan ke Surga
Written By Sjam Deddy on 05 January, 2015 | January 05, 2015
ADA
banyak yang protes ketika tunjangan sertifikasi tidak keluar-keluar. Protesnya
macam-macam, mulai dari cemberut, hilang gairah kerja, marah dan
"berceramah" entah kepada siapa lengkap dengan dalil-dalilnya.
Ada yang dengan lantang berkata: "Kata Rasulullah, upah itu harus dibayarkan sebelum keringat pekerja itu kering. Lha, ini sudah tiga bulan gak keluar-keluar. Katanya ummatnya Nabi, kok begini?"
Pegawai honorer yang belum sertifikasi menjawab enteng: "Ya mungkin karena kamu tidak keringatan, kerja di ruang ber AC, jadi bingung dikeluarnya harus kapan." Suasana mencekam, dan terdiam, sunyi dan senyap.
Sahabat dan saudaraku. Benar Rasulullah. Semua pekerja itu adalah manusia yang punya pengharapan dan perencanaan kehidupannya masing-masing. Apa yang menjadi haknya, berikanlah sebelum mereka menuntut. Membahagiakan mereka adalah membahagiakan diri kita dan orang lain di sekitar mereka. Bayangkan kalau hak kita yang tertahan, bagaimana perasaan kita.
Hak pekerja itu bukan hanya gaji yang telah ditetapkan sebagai bayaran kerja mereka, melainkan juga sejumlah janji (termasuk bonus) yang disampaikan kepada mereka.
Jangan mudah berjanji kalau tidak akan ditepati. Orang yang diberikan janji, sangat mungkin telah membangun angan dan rencana di atas janji-janji itu. Betapa sakit hati mereka jika harapan dan angan itu hancur karena pengingkaran janji.
Tirulah Rasulullah yang tidak pernah mengingkari janji. Menurutnya, salah satu ciri orang munafiq adalah orang yang suka mengingkari janji. Berbahagia bersama sungguh merupakan sesuatu yang mulia dan terhormat, berbahagia di atas derita orang lain sungguh merupakan sesuatu yang hina. Mari penuhi hak orang lain, janji kita pada orang lain
ADA
banyak yang protes ketika tunjangan sertifikasi tidak keluar-keluar.
Protesnya macam-macam, mulai dari cemberut, hilang gairah kerja, marah
dan "berceramah" entah kepada siapa lengkap dengan dalil-dalilnya.
Ada yang dengan lantang berkata: "Kata Rasulullah, upah itu harus dibayarkan sebelum keringat pekerja itu kering. Lha, ini sudah tiga bulan gak keluar-keluar. Katanya ummatnya Nabi, kok begini?"
Pegawai honorer yang belum sertifikasi menjawab enteng: "Ya mungkin karena kamu tidak keringatan, kerja di ruang ber AC, jadi bingung dikeluarnya harus kapan." Suasana mencekam, dan terdiam, sunyi dan senyap.
Sahabat dan saudaraku. Benar Rasulullah. Semua pekerja itu adalah manusia yang punya pengharapan dan perencanaan kehidupannya masing-masing. Apa yang menjadi haknya, berikanlah sebelum mereka menuntut. Membahagiakan mereka adalah membahagiakan diri kita dan orang lain di sekitar mereka. Bayangkan kalau hak kita yang tertahan, bagaimana perasaan kita.
Hak pekerja itu bukan hanya gaji yang telah ditetapkan sebagai bayaran kerja mereka, melainkan juga sejumlah janji (termasuk bonus) yang disampaikan kepada mereka.
Jangan mudah berjanji kalau tidak akan ditepati. Orang yang diberikan janji, sangat mungkin telah membangun angan dan rencana di atas janji-janji itu. Betapa sakit hati mereka jika harapan dan angan itu hancur karena pengingkaran janji.
Tirulah Rasulullah yang tidak pernah mengingkari janji. Menurutnya, salah satu ciri orang munafiq adalah orang yang suka mengingkari janji. Berbahagia bersama sungguh merupakan sesuatu yang mulia dan terhormat, berbahagia di atas derita orang lain sungguh merupakan sesuatu yang hina. Mari penuhi hak orang lain, janji kita pada orang lain - See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2151573/memenuhi-janji-melapangkan-jalan-ke-surga#sthash.8he6DGQY.dpuf
Ada yang dengan lantang berkata: "Kata Rasulullah, upah itu harus dibayarkan sebelum keringat pekerja itu kering. Lha, ini sudah tiga bulan gak keluar-keluar. Katanya ummatnya Nabi, kok begini?"
Pegawai honorer yang belum sertifikasi menjawab enteng: "Ya mungkin karena kamu tidak keringatan, kerja di ruang ber AC, jadi bingung dikeluarnya harus kapan." Suasana mencekam, dan terdiam, sunyi dan senyap.
Sahabat dan saudaraku. Benar Rasulullah. Semua pekerja itu adalah manusia yang punya pengharapan dan perencanaan kehidupannya masing-masing. Apa yang menjadi haknya, berikanlah sebelum mereka menuntut. Membahagiakan mereka adalah membahagiakan diri kita dan orang lain di sekitar mereka. Bayangkan kalau hak kita yang tertahan, bagaimana perasaan kita.
Hak pekerja itu bukan hanya gaji yang telah ditetapkan sebagai bayaran kerja mereka, melainkan juga sejumlah janji (termasuk bonus) yang disampaikan kepada mereka.
Jangan mudah berjanji kalau tidak akan ditepati. Orang yang diberikan janji, sangat mungkin telah membangun angan dan rencana di atas janji-janji itu. Betapa sakit hati mereka jika harapan dan angan itu hancur karena pengingkaran janji.
Tirulah Rasulullah yang tidak pernah mengingkari janji. Menurutnya, salah satu ciri orang munafiq adalah orang yang suka mengingkari janji. Berbahagia bersama sungguh merupakan sesuatu yang mulia dan terhormat, berbahagia di atas derita orang lain sungguh merupakan sesuatu yang hina. Mari penuhi hak orang lain, janji kita pada orang lain - See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2151573/memenuhi-janji-melapangkan-jalan-ke-surga#sthash.8he6DGQY.dpuf
posted by @Adimin
Label:
OASE,
TOPIK PILIHAN
January 02, 2015
Konon dengan satu ayat itu, presiden Korea meminta kaligrafi serupa untuk ia gantung di kantornya, dan menjadi sumber inspirasi, dalam suatu riawayat dikatakan bahwa kekuatan satu ayat inilah yang dapat mengubah Korea Selatan menjadi negara adi daya teknologi dan telah meninggalkan Jepang satu generasi ke depan.
posted by @Adimin
Islam, Politik dan Annus Mirabilis
Written By Sjam Deddy on 02 January, 2015 | January 02, 2015
PAHAM sekularisme
mengajarkan bahwa agama harus disingkirkan dari ruang publik menjadi
urusan privasi. Konsekwensinya, agama tidak dapat bahkan tidak boleh
turut campur dalam mewarnai politik dan ekonomi yang merupakan hajat
hidup setiap insan.
Pada abad pertengahan, ketika Barat yang
diatur ketat oleh agama (Kristen) di bawah institusi gereja yang
berpedoman pada kitab Bible, para ilmuan selalu mengalami pertentangan
dengan pihak gereja.
Betapa tidak, teori-teori sains hampir
selalu mengalami benturan dengan pihak gereja yang begitu kejam
melakukan inkuisisi terhadap ilmuan yang berani melakukan publikasi
ilmiah berpedoman pada teori sains.
Praktik-praktik seperti eks-komunikasi,
kondemnasi, persekusi, immurasi, inkuisisi, hingga eksekusi terhadap
para saintis terus berlangsung. Begitu banyak saintis yang dikucilkan,
diburu, dikurung, diintrogasi, lalu dijatuhi hukuman mati.
Kasus Giordano Bruno, Galileo Galilei, dan
Baruch Spinoza adalah bagian dari lembaran hitam perseteruan pihak
rasionalitas saintis dengan otoritas gereja. Saat itu, Barat dikenal
dengan zaman kegelapan (dark age). Pada akhirnya, para ilmuan, dan
rakyat luas dengan dukungan kaisar melakukan perceraian dengan talak
tiga pada otoritas gereja. Agama dan politik pun terpisah, inilah awal
mula sejarah sekularisme.
Setelah bebas dari jerat gereja, ilmu
filsafat yang melahirkan sains terapan dan bermuara pada teknologi terus
melaju pesat. Pada abad ke-17 kita kenal sebagai era kebangkitan dan
zaman pencerahan (renaisans) sebagai antitesa dari zaman kegelapan.
Jika Barat, yang diwakili Eropa-Kristen
melaju pesat karena meninggalkan kitab sucinya (Bible) dalam urusan
politik, maka, di saat yang sama, Timur yang diwakili Islam dengan
peradaban dan ajarannya, perlahan namun pasti, melakukan hal serupa,
meninggalkan kitab suci Al-Qur’an dengan maksud agar ikut bersaing
meraih kemajuan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, umat Islam
ketika meninggalkan kitab dan agamanya, justru terperosok dalam lubang
dan lembah kenistaan tak berujung.
Inilah yang dikeluhkan oleh Syeikh
Muhammad Banyumi Imran, Imam kerajaan Sambas, Kalimantan, dengan menulis
surat suatu saat pada Al-Amir Syakib Arsalan pada 1349 H. Surat itu
disampaikan lewat pemimpin Majalah Al-Manar Mesir, Sayid Muhammad Rasyid
Ridha.
Jawaban dari Arsalan yang panjang lebar itu diberi kata pengantar dan dicetak menjadi sebuah buku sederhana dengan judul, “Limadza Ta’akhkharal Muslimun wa Limadza Taqaddama Ghairuhum” (Kenapa Umat Islam Mundur dan Umat Lain Lebih Maju?).
Antara lain penjelasan Arsalan adalah;
“Apakah Tuan pernah melihat suatu bangsa yang tidak pernah beramal atau
berjuang lalu mereka diberi pertolongan oleh Allah dan diberi karunia
kebajikan oleh-Nya, sebagaimana yang pernah diberikan kepada leluhur dan
nenek moyang mereka, padahal keadaan mereka hanya duduk termenung,
malas bekerja dan jauh dari kemauan untuk beramal? Jika ada peristiwa
yang sedemikian itu menyalahi akan peraturan dan sunnatullah, padahal
Allah Maha Tinggi serta Maha Bijaksana. Apa yang Anda akan katakan jika
seorang mendapatkan kemuliaan padahal ia tidak berhak? Dapatlah ia
mengambil buah dengan tidak menanam, memanem dengan tidak bertani!
Patutkah kemenangan dicapai tanpa perjuangan, memperoleh kekuatan tanpa
ada sebab?”
Al-Qur’an dan Sains
Suatu ketika, Presiden Korea Selatan
berkunjung ke Saudi Arabia, untuk bertemu sang raja sebagai pemimpin
tertinggi negara itu. Di sela-sela pertemuan, pemimpin Korsel tersebut
tertarik dengan lukisan kaligrafi yang tergantung di ruang pertemuan, ia
pun menanyakan kepada Raja Saudi, apa arti tulisan itu. Maka
diterangkannya, bahwa kaligrafi itu diambil dari kitab suci Al-Qur’an
(QS: Ar-Ra’d: 11), “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu
bangsa sebelum mereka mengubah nasib mereka sendiri.”
Konon dengan satu ayat itu, presiden Korea meminta kaligrafi serupa untuk ia gantung di kantornya, dan menjadi sumber inspirasi, dalam suatu riawayat dikatakan bahwa kekuatan satu ayat inilah yang dapat mengubah Korea Selatan menjadi negara adi daya teknologi dan telah meninggalkan Jepang satu generasi ke depan.
Boleh dikata, saat ini rasanya susah
menemukan rumah yang bebas dari produk Korsel atau China di tempat kita.
Sebut saja produk seperti otomotif, elektornik, hingga tekstil.
Kebanyakan dari dua Negara tersebut.
Islam sebagai agama paripurna, tidak
pernah memiliki trauma masa lalu yang menjadikan sains dan Al-Qur’an via
a vis, bahkan justru dalam kitab suci umat Islam itu terdapat banyak
keterangan ilmiah yang hingga saat ini belum tersibak.
Dr. Maurice Bucaille seorang dokter ahli
bedah Prancis terpaksa tunduk pada Al-Qur’an bahkan masuk Islam setelah
menemukan berbagai kebenaran ilmiah di dalamnya. Ia pun melahirkan karya
penting, “La Bible, le Coran et la Science” (1976) .
Karena itu, Al-Qur’an (agama) semestinya
tidak bisa dicampakkan dalam segenap kehidupan, termasuk dalam ranah
politik dan ekonomi.
Jika politik penuh dengan intrik dan
tipu-tipu, maka fungsi agama adalah mengarahkan pelaku tipu-tipu agar
sadar dan kembali ke jalan yang benar, agama mengajarkan bahwa hidup di
dunia ini berbatas, sementara akhirat tanpa batas, dan celakanya,
seluruh tipu-tipu yang pernah diperbuat di dunia akan mendapatkan
siksaan di akhirat kelak.
Agama menekankan kepada pemeluknya agar
selalu menjaga diri dari hal-hal yang berbau haram seperti menipu,
khianat, berbohong, hingga korupsi. Itulah yang dimaksud pada sila
pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa. Selalu melibatkan Tuhan
dalam seluruh tingkah laku, merasa selalu diawasi “muraqabah” baik
ketika melakukan urusan pribadi, terlebih lagi ketika mengerjakan urusan
negara bagi pejabat publik.
Manusia yang diberi kepercayaan untuk
mengurus hajat hidup orang banyak, seperti para pemimpin, adalah manusia
pilihan yang di tangan mereka negara ini diserahkan untuk diatur dan
dijaga.
Karena itu, kebijakan-kebijakan mereka
seharusnya harus pro rakyat dan berdimensi spritual, atau selalu selaras
dengan ketetapan Tuhan, bukan hanya sekadar memuaskan nafsu syahwat
pribadi, atau menyenangkan para orang-orang tertentu di lingkarannya.
Tahun 2014 adalah tahun yang diawali
dengan hiruk-pikuk politik lalu diakhiri dengan amarah rakyat karena
naiknya harga bahan bakar minyak disertai rontoknya rupiah.
Tidak hanya itu, bahan-bahan kebutuhan
pokok pun ikut melambung, di lain pihak, akses untuk mendapat kerjaan
yang laik bagi generasi sarjana masih saja sulit.
Dalam situasi hiruk-pikuk peralihan tahun,
Inonesia dikejutkan dengan longsor Banjarnegara yang menewas dan
meneggemkan lusinan manusia, meletusnya Gunung Gamalama Ternate, ditutup
dengan jatuhnyanya pesawat Air Asia QZ 8501 di Selat Karimata, rute
Surabaya-Singapura.
Annus Mirabilis
Dalam bahasa Latin ada istilah “Annus
Mirabilis” artinya, tahun yang luar biasa. Istilah ini merujuk pada
priode mana terdapat tahun yang dianggap punya pengaruh besar dalam
kehidupan manusia. Misalnya, tahun 1666 ketika Isaac Newton mengguncang
dunia dalam beberapa temuannya di bidang ilmu pengetahuan, juga pada
tahun 1905 ketika Albert Einstein muncul dengan teori relativitasnya.
Umat Islam, sebagai penghuni mayoritas
jagad Indonesia Raya harus optimis bahwa tahun 2015 ini dapat menjadi
tahun Annus Mirabilis yang melahirkan temuan-temuan baru dalam dunia
teknologi, kebijakan-kebijakan pro rakyat dalam dunia politik, dan
pintu-pintu rezeki dalam dunia ekonomi, serta sarjana-sarjana ikhlas
berjuang demi agama dan bangsa dalam dunia pendidikan.
Tahun baru kali ini terasa spesial sebab
bertepatan dengan Hari Maulid Nabi Besar Muhammad Shallalhu ‘alaihi
Wassallam. Satu pertanda bahwa bangsa ini akan besar dan berjaya jika
kebijakan pemerintah dan undang-undangnya turut melibatkan ajaran
Rasulullah.
Islam tidak pernah memisahkan diri dengam
politik, karena agama dan politik laksana dua sisi mata uang yang tak
dapat dipisahkan.
Wallahu A’lam
Hidayatullah
Label:
TOPIK PILIHAN
January 01, 2015
posted by @Adimin
Anis Matta: 2015 Tahun Pemenuhan Janji-Janji
Written By Sjam Deddy on 01 January, 2015 | January 01, 2015
![]() |
| Add caption |
Tahun 2015
merupakan tahun pemenuhan janji-janji. Tidak hanya pemerintah, tapi juga
bagi Partai Politik dalam memenuhi janji-janjinya kepada konstituen.
Demikian dikatakan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta
dalam akun Twitternya @anismatta, Rabu (31/12).
"2015 adalah tahun pemenuhan janji-janji. Bukan saja janji pemerintah
yang menang pemilu, tapi juga janji PKS kepada konstituennya,"
tulisnya.
Anis mengimbau, Pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla (Jokowi-JK)
agar mengoptimalkan kinerjanya dalam menjalankan pemerintahan. Dia juga
menegaskan, Koalisi Merah Putih (KMP) akan terus mengawal Jokowi-JK
dalam menjalankan roda pemerintahan.
"Pemerintahan Jokowi-JK silakan bekerja. KMP akan mengimbangi dengan
kritik konstruktif dalam koridor checks & balances," tambahnya.
Sementara untuk PKS, lanjut Anis, pada 2015 partainya akan tetap
melayani Indonesia dengan cinta, kerja dan harmoni apa pun yang terjadi.
PKS, ujar Anis, akan terus membangun diri sebagai partai modern
berpilarkan kader-kader berkualitas untuk mewarnai ranah publik negeri.
"PKS juga akan terus hadir di tengah-tengah masyarakat, bekerja
bersama, mengatasi masalah-masalah nyata. Artinya, PKS juga harus
berbenah diri. Kita berhasil melewati badai. Saatnya membangun bahtera
yang lebih kokoh. Untuk umat, untuk Indonesia," tegasnya.
Selain itu, mantan Wakil Ketua DPR RI itu juga mengungkapkan, PKS
saat ini juga akan terus melanjutkan kaderisasi. "Banyak kerja-kerja
dakwah, sosial dan politik yang harus diisi di tahun depan," pungkasnya.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
December 26, 2014
SETIAP menjelang 25 Desember, propaganda ide toleransi umat beragama selalu nyaring terdengar, khususnya toleransi umat Islam terhadap kaum Nasrani, semisal semarak perayaan Natal bersama. Padahal, toleransi yang diwacanakan tersebut masih bias dan sarat kepentingan. Baik motif ekonomi demi meraup untung, motif politik, maupun motif penyebaran ide sinkretisme dan pluralisme agama.
Dalam masalah muamalah, Rasul Shallallahu ‘alaihi Wassallam pernah berbisnis dengan non-Muslim secara adil dan jujur, selama bukan jual-beli barang haram. An-Nawawi mengatakan, “Kaum Muslimin bersepakat bolehnya bermuamalah (jual beli, sewa, dll.) dengan non Muslim.” (Syarh Nawawi untuk Shahih Muslim, 10/218).
Rasulullah juga menjenguk tetangga non-Muslim beliau yang sakit (HR. Bukhari no. 2363 & Muslim no. 2244). Rasul juga bersikap dan berbuat baik kepada non-Muslim. Rasul Shallallhu ‘alaihi Wassallam bersabda:
posted by @Dd
posted by @Adimin
Inilah Hakekat Toleransi
Written By Sjam Deddy on 26 December, 2014 | December 26, 2014
Dengan demikian, umat Islam haram terlibat dalam peribadatan pemeluk agama lain
![]() |
| Gabriella Ayoub memberikan bunga para pengunjuk rasa yang menolak Islam dan syariah atas rencana pendirian masjid di Temlecula, California |
SETIAP menjelang 25 Desember, propaganda ide toleransi umat beragama selalu nyaring terdengar, khususnya toleransi umat Islam terhadap kaum Nasrani, semisal semarak perayaan Natal bersama. Padahal, toleransi yang diwacanakan tersebut masih bias dan sarat kepentingan. Baik motif ekonomi demi meraup untung, motif politik, maupun motif penyebaran ide sinkretisme dan pluralisme agama.
Dalam konteks politik, wajar jika kaum Nasharani ingin
unjuk kekuatan terkait dominasi mereka di negeri Muslim terbesar ini. Buktinya,
mereka mengadakan acara Natal bersama besar-besaran, mengundang penguasa dan
pejabat untuk menghadiri perayaan tersebut, tak peduli dengan agama penguasa
atau pejabat itu. Hal ini jelas menunjukan kuatnya pengaruh kaum Nasrani dan
lemahnya penguasa dan pejabat Muslim di hadapan mereka.
Dalam konteks ide, Natal juga dijadikan sebagai salah
satu cara menyebarkan virus pluralisme dan sinkretisme agama. Akibatnya, akidah
umat Islam secara perlahan terus dirusak. Ide pluralisme mengajarkan semua
agama sama dan mengajak umat Islam agar mengakui ‘kebenaran’ agama lain. Jika
virus pluralisme berhasil ditanamkan di tubuh umat Islam, maka berbagai
kemunkaran terkait masalah agama akan mudah masuk. Sebut saja ide pernikahan
beda agama.
Selain pluralisme, terdapat pula propaganda
sinkretisme, yakni pencampuradukan ajaran agama-agama. Spirit sinkretisme
adalah mengkompromikan hal-hal yang bertentangan. Dalam konteks ‘Natal Bersama
dan Tahun Baru’, sinkretisme terlihat jelas dalam seruan berpartisipasi
merayakan Natal dan Tahun Baru, termasuk mengucapkan selamat Natal. Padahal
dalam Islam batasan iman dan kafir, juga batasan halal dan haram, sudah sangat
jelas. (Al-Islam ed. 735, 19/12/2014).
Toleransi Yang Benar
Toleransi (tasamuh) artinya sikap membiarkan
(menghargai), lapang dada (Kamus Al-Munawir, hal. 702, cet. 14). Namun
toleransi tidak berarti seorang harus mengorbankan kepercayaan atau prinsip
yang dia anut (Ajad Sudrajat dkk, Din Al-Islam. UNY Press. 2009).
Islam memang mengajarkan sikap toleransi. Toleransi itu
membiarkan umat lain menjalankan ritual agamanya, termasuk perayaan agamanya.
Toleransi itu tidak memaksa umat lain untuk memeluk Islam.
Dalam masalah muamalah, Rasul Shallallahu ‘alaihi Wassallam pernah berbisnis dengan non-Muslim secara adil dan jujur, selama bukan jual-beli barang haram. An-Nawawi mengatakan, “Kaum Muslimin bersepakat bolehnya bermuamalah (jual beli, sewa, dll.) dengan non Muslim.” (Syarh Nawawi untuk Shahih Muslim, 10/218).
Rasulullah juga menjenguk tetangga non-Muslim beliau yang sakit (HR. Bukhari no. 2363 & Muslim no. 2244). Rasul juga bersikap dan berbuat baik kepada non-Muslim. Rasul Shallallhu ‘alaihi Wassallam bersabda:
“Barangsiapa
yang menyakiti kafir Dzimmi, maka aku berperkara dengannya, dan barangsiapa
berperkara denganku, maka aku akan memperkarakannya pada hari kiamat.”
(HR. As-Suyuthi, Al-Jâmi’ ash-Shagîr, no. 8270).
Toleransi yang dijalankan Islam ini, menjadi contoh
bagi masyarakat peradaban lain. Bahkan toleransi Islam, langgeng terasa hingga
era akhir Khilafah Utsmaniyah.
Seorang Orientalis Inggris, TW Arnold berkata: “The treatment of their Christian
subjects by the Ottoman emperors -at least for two centuries after their conquest
of Greece- exhibits a toleration such as was at that time quite unknown in the
rest of Europe…” [Perlakuan terhadap warga Kristen oleh
pemerintahan Khilafah Turki Utsmani –selama kurang lebih dua abad setelah
penaklukan Yunani– telah memberikan contoh toleransi keyakinan yang sebelumnya
tidak dikenal di daratan Eropa…] (The Preaching of Islam: A History of the
Propagation of the Muslim Faith, 1896, hal. 134).
Namun, toleransi Islam ini tidak bermakna menerima
keyakinan yang bertentangan dengan Islam. Imam asy-Syaukani dalam Tafsir Fath
al-Qadîr berkata: Abd ibn Humaid, Ibn al-Mundzir dan Ibn Mardawaih mengeluarkan
riwayat dari Ibn ‘Abbas bahwa orang Quraisy pernah meminta kepada Rasul
Shallallahu ‘alaihi Wassallam, “Andai engkau menerima tuhan-tuhan kami, niscaya
kami menyembah tuhanmu.” Menjawab itu, Allah Subhanahu Wata’ala menurunkan
firman-Nya, surat al-Kafirun, hingga ayat terakhir: “… Untuk kalian agama
kalian dan untukku agamaku.” (QS. al-Kafirun [109]: 6).
Ibn Jarir, Ibn Abi Hatim dan ath-Thabrani juga
mengeluarkan riwayat dari Ibn ‘Abbas, bahwa orang Quraisy pernah melobi
Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wassallam sambil menawarkan tahta, harta dan
wanita. Agar Rasul berhenti menyebutkan tuhan-tuhan mereka dengan keburukan.
Mereka pun menawarkan diri untuk menyembah Tuhan Muhammad asal berikutnya Rasul
gantian menyembah tuhan mereka. Sebagai jawabannya, Allah Subhanahu Wata’ala
menurunkan surat al-Kafirun. (asy-Syaukani, Fath al-Qadîr, juz 5/685).
Dengan demikian, umat Islam haram terlibat dalam
peribadatan terhadap pemeluk agama lain. Umat Islam juga haram merayakan hari
raya agama lain, apapun bentuknya, karena termasuk bagian dari aktivitas
keagamaan dan identik dengan peribadatan. Wallahu
A’lam.
posted by @Dd
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
December 23, 2014
PKS Si Putih Yang Dihakimi
Written By Sjam Deddy on 23 December, 2014 | December 23, 2014
MENGAPA MEMBENCI PKS
(Tulisan seorang Katolik) Daniel Heryanto, seorang katolik taat, selama
kurun waktu 2008-2013 Daniel melakukan observasi terkait Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan huru-hara yang menimpanya.
Daniel melakukan observasi PKS di ranah Jawa untuk sebuah media
internasional. Dia telisik struktur PKS mulai dari DPP, 5 DPW, 18 DPD
(Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, dan DIY), 84 DPC, dan 406
DPRa. Dia juga menelisik karakter orang-orang PKS.
Cara yang dilakukannya untuk mengetahui karakter orang-orang PKS adalah melihat dan mengamati kegiatan-kegiatan yang dilakukan PKS, mengadakan diskusi (obrolan) dengan pengurus PKS, para kader, serta masyarakat yang bersinggungan langsung dengan orang-orang PKS, termasuk Militer dan Kepolisian.
KESIMPULAN yang didapat oleh Daniel: “Partai ini unik, warna Islamnya enggak abangan, tapi nasionalismenya melampaui partai-partai nasionalis. Cerdas, iya. Sopan, iya. Modern, iya. Sosialis (peduli sosial), iya. Terbuka (gaul dengan pihak-pihak yang beragam), iya. Malah gue kaget, suatu waktu pas main ke DPP-nya (selagi masih di Mampang), gue ketemu sama ketua Walubi, terus dia bilang ‘Kami sering diskusi kebangsaan di sini bareng yang lain, dari Ormas Islam, DGI, dan budayawan’, karena penasaran, akhirnya gue masukin ke daftar ceklis.
Gue harus ngadain kunjungan ke daerah lain juga. Ternyata meeeen, dengan skala yang beragam , komunikasi antar unsur dan komunitas masyarakat terjadi juga di wilayah-wilayah lain se Jawa. Hal inilah yang sering menjadi bahan kecemburuan beberapa pihak terhadap PKS, baik Ormas Islam maupun non Islam.” Daniel menambahkan, “Dari hasil observasi gue, hal-hal negatif seperti radikal, garis keras, kaki tangan Timur Tengah, partai korup, itu cuma ‘stempel’. Maksudnya, partai ini dicap seperti itu, tapi tidak demikian dengan fakta di lapangan.
Masyarakat yang mengatakan bahwa partai ini jelek ternyata mendapat sumbernya dari televisi dan koran. Waktu gue tanya ’apakah orang-orang PKS di daerah sini begitu?’ dan ternyata 100% menjawab ‘Ya, enggak sih’.
Tentang kasus kuota impor sapi yang belum lama menimpa PKS. Daniel punya cerita sendiri. Bahkan dia diceritain sama media-media luar, “Gue kaget banget dengernya, Men. Jadi,temen-temen bule gue bilang kalau kasus sapi merupakan threatment untuk mencegah PKS menang pemilu 2014. Ada kajian dari luar afiliasi yang menyatakan bahwa PKS akan menang di 2014 jika tidak ‘dioprek’.
Kesimpulannya ‘OPREK PKS’ Pengoprekan ini melibatkan segitiga intelejen (*sensor). 20an nama pentolan PKS masuk daftar incaran, termasuk Aripinto dan Lutfi Hasan Ishaq (LHI). Kasus Aripinto yang beritanya buka-buka situs porno ketika sidang paripurna DPR, ternyata hanya jebakan semata. Wartawan yang menangkap aktivitas Aripinto membuka situs porno sudah datang ke PKS untuk minta maaf. Ia mengaku dipesan untuk mengirimkan situs porno ke email aleg PKS tersebut.”
Sedangkan kasus yang menimpa mantan Presiden PKS, LHI, dimulai dari kebijakan Menteri Pertanian, Siswono. Kebijakan Siswono ini terkait dengan pengurangan impor 6 jenis buah-buahan, 4 jenis sayuran, dan 3 jenis tanaman hias. Kebijakan ini bertujuan melakukan pemberdayaan dan memberikan kesempatan kepada para petani lokal dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik. Kebijakan ini membawa kerugian bagi tiga negara. Selain ‘merugikan’ tiga negara "adikuasa", kebijakan tersebut juga membuat cukong-cukong importir Indonesia berang. Mengapa? Karena dampak kebijakan menteri pertanian asal PKS membuat ratusan ribu ton produk mereka tidak dibeli oleh Indonesia. Akibatnya, devisa ekspor mereka ke Indonesia berkurang dan pengangguran bertambah.
Guna menanggulangi masalah ini, ada pihak yang menekan pihak istana agar mengubah kebijakan pertaniannya dengan ancaman akan mengemplang pajak keluarga istana (berita ini di harian The Jakarta Post). Akan tetapi, LHI lepas tangan. Menurut LHI, “Menteri itu pembantu presiden, bukan bawahan saya”. Alih-alih mengubah kebijakan pertanian, Siswono membuat lagi kebijakan pengurangan kuota impor daging sapi dengan alasan meningkatkan serapan produk lokal dan taraf hidup petani. Kebijakan baru ini membuat pihak-pihak tertentu semakin berang. Faktor inilah yang membuat PKS disikat.
Menurut teman-teman bulenya Daniel, kasus ini sudah ada dalam skenario. “Makanya, walaupun engga terbukti ada peningkatan kuota impor sapi karena Siswono menolak dasar pemikiran yang dipakai oleh pengusaha untuk menambah kuota impor sapi dari 500 ribu ton menjadi 550 ribu ton, LHI tetap divonis melakukan korupsi impor sapi dengan hukuman fantastis. Logikanya kalau kuotanya engga naik, apanya yang dikorupsi? Kalau kata professor hukum pidana, berdasarkan fakta-fakta persidangan, harusnya LHI divonis melakukan upaya tindak korupsi dan paling tinggi divonis 1 tahun penjara. Hal ini dikarenakan negara tidak ada mengalami kerugian sama sekali.”
Daniel juga menambahkan bahwa madia TV mainstream memang punya kepentingan menjeggal PKS karena pemimpin-pemimpinnya maju dalam Pilpers 2014. (Rf/ccm) Note: Korupsinya parte Islam jumlahnya ngga sampe 1% di banding kan korupsinya PDIP yang jumlah kasusnya lebih 80 kasus..jumlahnya nominalnya juga fantastis ratusan trilyun..tapi ngga ada meng expose di media..tapi korupsinya orang parte islam..di gembar gemborin, di blow up..terus menerus..kaya doktrin supaya orang islam benci sama tokoh2 islam..belum tahu duduk persoalanya ikut2an mengahkimi..
Kalau orang kafir yang begitu ya wajar itu kan cara mereka untuk menjelekan islam..la orang islam sendiri..asal ngomong ngga pake kroschek..ngga adil, harusnya prihatin agamanya lagi di acak2 eh ini malah ikut2an menghujat..sedangkan korupsinya juga banyak yang hasil konpisrasi untuk mengkriminalkan partai Islam...
Astaghfirullohaladzimmmm.
Cara yang dilakukannya untuk mengetahui karakter orang-orang PKS adalah melihat dan mengamati kegiatan-kegiatan yang dilakukan PKS, mengadakan diskusi (obrolan) dengan pengurus PKS, para kader, serta masyarakat yang bersinggungan langsung dengan orang-orang PKS, termasuk Militer dan Kepolisian.
KESIMPULAN yang didapat oleh Daniel: “Partai ini unik, warna Islamnya enggak abangan, tapi nasionalismenya melampaui partai-partai nasionalis. Cerdas, iya. Sopan, iya. Modern, iya. Sosialis (peduli sosial), iya. Terbuka (gaul dengan pihak-pihak yang beragam), iya. Malah gue kaget, suatu waktu pas main ke DPP-nya (selagi masih di Mampang), gue ketemu sama ketua Walubi, terus dia bilang ‘Kami sering diskusi kebangsaan di sini bareng yang lain, dari Ormas Islam, DGI, dan budayawan’, karena penasaran, akhirnya gue masukin ke daftar ceklis.
Gue harus ngadain kunjungan ke daerah lain juga. Ternyata meeeen, dengan skala yang beragam , komunikasi antar unsur dan komunitas masyarakat terjadi juga di wilayah-wilayah lain se Jawa. Hal inilah yang sering menjadi bahan kecemburuan beberapa pihak terhadap PKS, baik Ormas Islam maupun non Islam.” Daniel menambahkan, “Dari hasil observasi gue, hal-hal negatif seperti radikal, garis keras, kaki tangan Timur Tengah, partai korup, itu cuma ‘stempel’. Maksudnya, partai ini dicap seperti itu, tapi tidak demikian dengan fakta di lapangan.
Masyarakat yang mengatakan bahwa partai ini jelek ternyata mendapat sumbernya dari televisi dan koran. Waktu gue tanya ’apakah orang-orang PKS di daerah sini begitu?’ dan ternyata 100% menjawab ‘Ya, enggak sih’.
Tentang kasus kuota impor sapi yang belum lama menimpa PKS. Daniel punya cerita sendiri. Bahkan dia diceritain sama media-media luar, “Gue kaget banget dengernya, Men. Jadi,temen-temen bule gue bilang kalau kasus sapi merupakan threatment untuk mencegah PKS menang pemilu 2014. Ada kajian dari luar afiliasi yang menyatakan bahwa PKS akan menang di 2014 jika tidak ‘dioprek’.
Kesimpulannya ‘OPREK PKS’ Pengoprekan ini melibatkan segitiga intelejen (*sensor). 20an nama pentolan PKS masuk daftar incaran, termasuk Aripinto dan Lutfi Hasan Ishaq (LHI). Kasus Aripinto yang beritanya buka-buka situs porno ketika sidang paripurna DPR, ternyata hanya jebakan semata. Wartawan yang menangkap aktivitas Aripinto membuka situs porno sudah datang ke PKS untuk minta maaf. Ia mengaku dipesan untuk mengirimkan situs porno ke email aleg PKS tersebut.”
Sedangkan kasus yang menimpa mantan Presiden PKS, LHI, dimulai dari kebijakan Menteri Pertanian, Siswono. Kebijakan Siswono ini terkait dengan pengurangan impor 6 jenis buah-buahan, 4 jenis sayuran, dan 3 jenis tanaman hias. Kebijakan ini bertujuan melakukan pemberdayaan dan memberikan kesempatan kepada para petani lokal dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik. Kebijakan ini membawa kerugian bagi tiga negara. Selain ‘merugikan’ tiga negara "adikuasa", kebijakan tersebut juga membuat cukong-cukong importir Indonesia berang. Mengapa? Karena dampak kebijakan menteri pertanian asal PKS membuat ratusan ribu ton produk mereka tidak dibeli oleh Indonesia. Akibatnya, devisa ekspor mereka ke Indonesia berkurang dan pengangguran bertambah.
Guna menanggulangi masalah ini, ada pihak yang menekan pihak istana agar mengubah kebijakan pertaniannya dengan ancaman akan mengemplang pajak keluarga istana (berita ini di harian The Jakarta Post). Akan tetapi, LHI lepas tangan. Menurut LHI, “Menteri itu pembantu presiden, bukan bawahan saya”. Alih-alih mengubah kebijakan pertanian, Siswono membuat lagi kebijakan pengurangan kuota impor daging sapi dengan alasan meningkatkan serapan produk lokal dan taraf hidup petani. Kebijakan baru ini membuat pihak-pihak tertentu semakin berang. Faktor inilah yang membuat PKS disikat.
Menurut teman-teman bulenya Daniel, kasus ini sudah ada dalam skenario. “Makanya, walaupun engga terbukti ada peningkatan kuota impor sapi karena Siswono menolak dasar pemikiran yang dipakai oleh pengusaha untuk menambah kuota impor sapi dari 500 ribu ton menjadi 550 ribu ton, LHI tetap divonis melakukan korupsi impor sapi dengan hukuman fantastis. Logikanya kalau kuotanya engga naik, apanya yang dikorupsi? Kalau kata professor hukum pidana, berdasarkan fakta-fakta persidangan, harusnya LHI divonis melakukan upaya tindak korupsi dan paling tinggi divonis 1 tahun penjara. Hal ini dikarenakan negara tidak ada mengalami kerugian sama sekali.”
Daniel juga menambahkan bahwa madia TV mainstream memang punya kepentingan menjeggal PKS karena pemimpin-pemimpinnya maju dalam Pilpers 2014. (Rf/ccm) Note: Korupsinya parte Islam jumlahnya ngga sampe 1% di banding kan korupsinya PDIP yang jumlah kasusnya lebih 80 kasus..jumlahnya nominalnya juga fantastis ratusan trilyun..tapi ngga ada meng expose di media..tapi korupsinya orang parte islam..di gembar gemborin, di blow up..terus menerus..kaya doktrin supaya orang islam benci sama tokoh2 islam..belum tahu duduk persoalanya ikut2an mengahkimi..
Kalau orang kafir yang begitu ya wajar itu kan cara mereka untuk menjelekan islam..la orang islam sendiri..asal ngomong ngga pake kroschek..ngga adil, harusnya prihatin agamanya lagi di acak2 eh ini malah ikut2an menghujat..sedangkan korupsinya juga banyak yang hasil konpisrasi untuk mengkriminalkan partai Islam...
Astaghfirullohaladzimmmm.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
December 18, 2014
hidayatullah
posted by @Adimin
Sudah 400 Ribu Orang Download “Aplikasi Boikot Yahudi”
Written By Sjam Deddy on 18 December, 2014 | December 18, 2014
Aliansi Organisasi Boycot Israel di Amerika meluncurkan generasi baru
aplikasi smart phone untuk digunakan mendeteksi barang-barang asal
zionis-israel maupun produk perusahaan internasional yang bekerjasama
dengan pihak penjajah Israel.
Dalam siaran persnya, Selasa (16/12/2014) dikutip PIC, aplikasi
dengan nama “Buycott App” ini mengalami pengembangan baru, terdapat alat
pencari nama perusahaan dimaksud, yang menjual produk zionis, dan
melihat barkode perusahaan tersebut dengan sangat cepat.
Aplikasi ini dilakukan Lembaga Manajemen Aliansi Boycot penjajah
israel di Amerika ini berisikan keterangan yang rapi tentang perusahaan
yang dimaksud, dengan tiga tahapan: pertama kelompok perusahaan zionis,
kedua perusahaan internasional yang mendukung zionis dan ketiga
perusahaan internasional yang bekerjasama dengan penjajah.
Aplikasi juga berisi informasi mengenai sebab ditempatkannya
perusahaan dalam organisasi boikot, yang bisa digunakan pada perangkat
Iphone maupun Android, termasuk bisa dipakai untuk mengirimkan pesan
kepada perusahaan yang diboikot.
Tokoh gerakan pemboicotan, Dr. Ghassan Barkat, yang juga anggota
Majelis Nasional Palestina menyebutkan, acara deklarasi bagi aplikasi
baru ini ditujukan untuk merespon kejahatan penjajah israel yang telah
membunuh Menteri Ziyad Abu Ain, saat melakukan demonstrasi damai
menentang pemukiman zionis.
Barkat menegaskan, gerakan boikot Israel merupakan gerakan rakyat
internasional, dan bagian dari perlawanan melawan penjajah israel,
melalui perangkat hukum yang legal di luar wilayah Palestina.
Sementara itu, menurut Sky News, lebih dari 400.000 orang telah
mendownload aplikasi Buycott sejak diunggah pada 30 Juli 2014 ini.
posted by @Adimin
Label:
Palestina,
TOPIK PILIHAN










