Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
July 08, 2015
posted by @Adimin
Wako Ingin Padang Jadi Kota Penghafal Alquran
Written By Anonymous on 08 July, 2015 | July 08, 2015

PADANG – Kota Padang tidak hanya diharapkan sebagai kota yang sukses dalam pembangunan dan masyarakatnya, akan tetapi juga sebagai kota yang sukses dalam keagamaan. Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah bertekad Padang ke depannya menjadi kota penghafal Alquran.
“Mudah-mudahan Padang ke depan menjadi kota penghafal Alquran, kita berharap masyarakat senantiasa memberi dukungan,” kata Wako saat membuka Mukhayam Quran Terpadu (MQT) I yang diselenggarakan Rumah Tahfidz Baitul Quran di jalan Jakarta, Siteba, Padang, Senin (6/7).
Langkah untuk menjadikan Padang sebagai kota penghafal Alquran sudah terlihat sejak beberapa tahun ini. Dimulai dengan digelarnya Pesantren Ramadhan serta menjadikan seluruh siswa didik di Padang hafal Alquran sejak dini. Wako mengaku cukup senang melihat perkembangan Kota Padang. Langkah dan upaya untuk menjadikan Padang sebagai kota melek Alquran telah dilakukan seperti kegiatan ‘one day one juz’ dan sebagainya. “Target kita setiap siswa tamat Sekolah Dasar (SD) mampu hafal satu juz Alquran. Sebab kita ingin di Padang ini hadir para penghafal Alquran dan penghafal Alquran itu adalah calon penghuni surga,” ujar Wako Mahyeldi.
Seperti diketahui selama ini, Alquran telah menjadi variabel prestasi bagi siswa untuk diterima di sekolah-sekolah. Mereka yang mampu membaca dan hafal Alquran sebanyak 30 juz diberi kesempatan memilih sekolah yang diinginkan. “Pada umumnya anak yang cerdas adalah anak yang hafal Alquran,” tambah Wako.
Terkait Mukhayam Quran Terpadu (MQT) I yang diselenggarakan Rumah Tahfidz Baitul Quran, Wako Mahyeldi cukup menyambut baik kegiatan tersebut. “Mudah-mudahan ini bagian untuk mendorong masyarakat baca, hafal dan pahami Alquran,” katanya.
Sementara, Kepala Rumah Tahfidz Baitul Quran Rezki Rahmadani menyebut kegiatan Mukhayam Quran Terpadu (MQT) I merupakan upaya untuk menjadikan santri hafal Alquran. Pada MQT I ini sebanyak 24 santri ikut terlibat. “Kita berharap selama tiga hari pelaksanaan MQT ini seluruh santri hafal setengah juz Alquran,” terangnya. [Humas dan Protokol Kota Padang]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 24, 2015
posted by @Adimin
Di Hadapan Politisi Anis Matta Bicara Relasi Agama dan Negara
Written By Anonymous on 24 June, 2015 | June 24, 2015
JAKARTA (23/6) - Hari ini milyaran Umat Islam di dunia menjalankan ibadah puasa walau tidak ada satupun undang-undang yang memaksa, tidak ada satupun negara yang mewajibkan warganya untuk berpuasa, tidak ada polisi yang ditugaskan untuk mengawasi orang-orang yang tidak berpuasa. Mengapa hal demikian bisa terjadi?
Pertanyaan itu dilontarkan oleh Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta ketika mengawali ceramahnya dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh Aburizal Bakrie di Grand Ballroom Shangri-La Hotel, Ahad (21/06). Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah politisi lainnya.
“Agama memiliki wibawa spiritual yang hidup dalam hati manusia yang tidak dimiliki oleh negara. Karena itu, ada atau tidak ada negara, agama tetap akan dijalankan oleh manusia,” terangnya.
Anis menekankan bahwa perbedaan paling fundamental antara agama dan negara adalah sisi manusia yang mereka atur. Agama memandang manusia secara individu sedangkan negara memandang manusia dalam bentuk kelompok.
“Agama masuk kedalam kehidupan individu, mengintegrasikan tujuan hidup individu dengan kelompoknya, sementara negara tidak pernah peduli pada urusan manusia sebagai individu. Ini yang menjadi penyebab mengapa agama lebih abadi dibanding negara, bagaimana imperium dan negara bisa hilang silih berganti, namun pemeluk agama justru semakin bertambah,” ujarnya.
Meskipun demikian, lanjut Anis, negara tetap memiliki peran dalam kehidupan beragama seseorang. Negara punya peranan penting dalam mendekatkan individu pada agama, yakni dengan cara memberi kebebasan untuk memeluk dan menjalankan agama tanpa rasa takut, serta menjamin kesejahteraan warganya.
“Kesejahteraan memang tidak serta merta mendekatkan manusia pada agama, namun dengan kesejahteraan, manusia akan mampu berfikir tentang kebutuhannya sebagai individu, jauh melampaui kebutuhan secara fisik," katanya.
Menurut Anis, kesejahteraan tidak akan pernah terjadi jika kebutuhan dasar manusia (sandang dan pangan) tidak terpenuhi,” tegasnya sambil menambahkan bahwa kemiskinan bisa mendekatkan manusia pada kekufuran.
Pada kesempatan itu, Anis juga menyampaikan sebuah analisa tentang fenomena gaya hidup penduduk Eropa saat ini yang seolah semakin kehilangan arah.
”Penduduk Eropa saat ini mulai kehilangan tujuan hidup, dan tujuan hidup ini tidak bisa dijelaskan oleh negara,” pungkasnya.
Sumber: http://www.anismatta.netposted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 22, 2015
posted by @Adimin
Didatangi Walikota Padang saat Sahur, Warga Terharu
Written By Anonymous on 22 June, 2015 | June 22, 2015
Program “Singgah Sahur” yang dilakukan Walikota Padang, Sumatera Barat, Mahyeldi Ansyarullah, setiap Bulan Ramadhan dengan mendatangi rumah warga miskin, secara diam-diam tanpa pemberitahuan, masih dilanjutkan pada Ramadhan 1436H tahun ini.
Dalam aksi itu, didalam rumah warga, sang wali Kota makan sahur bersama dengan nasi bungkus yang ia bawa, sambil berbincang-bincang dan mendengar aspirasi. Kemudian, dia memberikan bantuan bedah rumah.
Seperti dilansir vivanews, untuk menuju rumah warga miskin agar bisa ikut makan sahur bersama, Mahyeldi harus berjalan kaki menyusuri jalan kampung. Dari jalan raya, Mahyeldi dan rombongan berjalan di pinggiran sungai dan pematang sawah. Rombongan ini akan melakukan sahur bersama dengan masyarakat dari keluarga miskin.
Mahyeldi ingin mengetahui bagaimana kondisi warganya di saat bulan Ramadhan, sembari menyerap aspirasi mereka.
Sesampai di salah satu rumah di kampung Tabek Batu, kelurahan Air Pacah, kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Mahyeldi langsung menemui keluarga tersebut. Tak ayal lagi, Syafril Rajo Basa dan istrinya kaget bukan kepalang karena di pagi buta, Wali Kota Padang datang ke rumahnya.
Awalnya, istri dan anak anak Syafril bingung, kenapa rombongan wali kota mendatangi rumahnya. Setelah diberi penjelasan, mereka sangat senang dan terharu bisa sahur bersama dengan orang nomor satu di kota Padang tersebut.
Makan sahur dengan nasi bungkus pun berjalan dengan khidmat. Tampak anak-anak Syafril dengan lahap makan dengan nasi bawaan Mahyeldi. Usai makan, Mahyeldi langsung menyampaikan rencana bedah rumah yang akan dilakukan di rumah Syafril tersebut, mengingat kondisi rumah yang sudah tidak layak.
Mahyeldi mengatakan, selama Ramadhan tahun ini terdapat 12 rumah keluarga miskin yang akan dikunjungi untuk dilakukan makan sahur bersama, sekaligus survei dalam rangka memberikan bantuan bedah rumah.
Perlu diketahui, program “Singgah Sahur” yang dilakukan oleh Walikota Padang ini tahun lalu sempat menjadi buah bibir.
Pasalnya, program tersebut terbilang tidak lazim dilakukan terutama ketika yang melakukannya adalah pejabat sekelas walikota. Apalagi, kegiatan sahur tersebut tidak dilakukan di rumah dinas atau hotel, tetapi datang langsung ke pemukiman warga tidak mampu yang ada di seantero Kota Padang. [viva/islamedia/YL]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 20, 2015
Pentingnya Menuntut Ilmu
Written By Sjam Deddy on 20 June, 2015 | June 20, 2015
Majelis ilmu itu
adalah majelis yang memudahkan jalan ke surga. Menuntut ilmu hukumnya wajib
baik bagi laki-laki maupun perempuan. Ilmu akan menuntut untuk membentuk akhlak
yang mulia. Allah sangat memuliakan orang yang berilmu. Dengan ilmu kita bisa
melaksanakan amal ibadah dengan sempurna. Ada sebuah istilah yang mengungkapkan
“tidak sempurnanya kewajiban karena sesuatu, maka sesuatu itu menjadi wajib”
sesuatu itu diartikan dengan ilmu, di mana sebuah kegiatan wajib, tidak akan
sempurna tanpa mengetahui ilmunya. Contoh: Shalat merupakan ibadah wajib yang
harus dilakukan oleh umat Islam. Shalat mempunyai rukun dan syarat sah shalat
yang wajib dipenuhi oleh setiap orang yang mendirikan shalat. Maka agar shalat
menjadi sempurna, rukun shalat, syarat sah shalat, dan ilmu mengenai tata cara
shalat wajib dipelajari, sehingga kewajiban untuk melaksanakan shalat bisa
dilakukan dengan baik sesuai ilmunya.
Ilmu menjadi
konteks utama dalam suatu peradaban. Contohnya: Nabi Adam AS lebih dimuliakan
dibanding malaikat karena ilmu yang dimilikinya. Allah mengajarkan nama-nama
benda kepada Nabi Adam sehingga ia bisa menjawab benda-benda yang diperintahkan
oleh Allah untuk menyebutnya, sementara malaikat tidak bisa menyebut nama-nama
benda itu. Dengan ketinggian ilmu yang dimiliki oleh nabi Adam, Allah menyuruh
malaikat untuk memuliakan Nabi Adam dengan bersujud kepadanya. Ini membuktikan
bahwa Allah memuliakan orang-orang yang berilmu. Peristiwa ini diabadikan oleh
Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 31-35.
Sebelum Rasulullah
hadir di muka bumi, manusia berada pada masa kejahaliyaan. Hidup manusia berada
pada kondisi yang suram. Banyak terjadi pembunuhan terhadap anak perempuan,
minum-minuman, khamar, perendahan terhadap kaum wanita, menyembah berhala, dan
lain sebagainya. Allah mengutus Nabi Muhammad untuk menyempurnakan akhlak
manusia. Dalam pengangkatan Nabi Muhammad menjadi nabi, ayat yang pertama
diturunkan adalah QS. Al-‘alaq ayat 1-5. Ayat pertama artinya “bacalah”, di
mana malaikat Jibril memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk membaca. Hal ini
menunjukkan betapa Islam sangat mendorong manusia untuk menuntut ilmu.
Allah mengangkat
derajat orang yang beriman dan berilmu, sesuai dengan firman-Nya dalam QS.
Al-Mujaadilah ayat 11:
“Wahai orang-orang
yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam
majelis-majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan
untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, nisacaya
Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan
orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti terhadap
apa yang kamu kerjakan”.
Barangsiapa yang
keluar meninggalkan kampung halamannya untuk menuntut ilmu maka ia akan berada
di jalan Allah asalkan niatnya untuk mencari keridhaan Allah. Jadi jelaslah
bahwa setiap muslim wajib untuk menuntut ilmu karena ilmu sangat penting untuk
kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
dakwatuna
posted by @Adimin
Label:
HIKMAH,
TOPIK PILIHAN
June 19, 2015
posted by @Adimin
3 Kader PKS Raih WTP di Sumatera Barat
Written By Anonymous on 19 June, 2015 | June 19, 2015
PADANG (18/6) - Hasil menggembirakan diraih oleh 3 kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menjadi Kepala Daerah di Sumatera Barat. 3 kader PKS raih WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK RI atas Laporan Kauangan dan Aset pada tahun 2014.
3 kader PKS raih WTP diantaranya Irwan Prayitno, Gubernur Sumatera Barat; Mahyeldi Ansharullah, Walikota Padang; dan Riza Falepi, Walikota Payakumbuh.
Untuk Padang dan Payakumbuh, raihan WTP masih dengan adanya paragraf penjelasan dimana masih ada beberapa hal yang masih harus diperbaiki, seperti laporan keuangan dan aset pemeirntah.
Namun berbeda dengan Irwan Prayitno, Gubernur Sumatera Barat yang berhasil meraih WTP Penuh tanpa ada catatan dan paragraf. Dimana 2 tahun sebelumnya Provinsi Sumatera Barat juga meraih WTP namun masih memiliki catatan dan paragraf.
Ini adalah raihan tertinggi dari seorang Iwan Prayitno dalam memimpin Sumatera Barat. Dimana WTP Penuh menandakan adanya pengelolaan keuangan daerah yang terlaksana dengan baik dan hal ini termaktub dalam LKPJ akhir masa jabatan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.
Sementara untuk Payakumbuh, yang dipimpin oleh Riza Falepi, raihan WTP kali ini adalah untuk yang pertama kalinya setelah lima tahun berturut-turut meraih WDP (Wajar Dengan Pengecualian).
Raihan ini juga sama dengan yang dialami oleh Mahyeldi Ansharullah, Walikota Padang. Dimana pada tahun ini,di bawah kepemimpinan beliau, Kota Padang mengalami perbaikan dalam hal Laporan Keuangan dan Aset sehingga bisa meraih WTP.
3 kader PKS raih WTP ini adalah prestasi yang sangat luar biasa dan membanggakan dalam memimpin daerahnya masing-masing. Sebagai partai islam yang mengusung tagline Cinta, Kerja, dan Harmoni, PKS mengantarkan kader-kadernya berhasil mengelola keuangan daerah secara baik dan bersih.
Sumber: http://serambiminang.composted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 17, 2015
posted by @Adimin
Demografi & Agama
Written By Anonymous on 17 June, 2015 | June 17, 2015
Demografi & Agama, Oleh Anis Matta (Presiden Partai Keadilan sejahtera)
Dimuat di Koran SINDO 17 Juni 2015
Agama salah satu faktor yang memengaruhi perilaku individu. Ketika individu- individu berkembang menjadi kelompok, tentu ia akan memengaruhi wajah suatu masyarakat.
Sejumlah orang menganut agama tertentu, dengan identitas dan perilaku tertentu, adalah fakta demografis dan sosiologis yang membentuk peta sosial-politik. Bagaimana pada tataran global? Pada April lalu Pew Research Centre di Amerika Serikat melansir laporan prediksi pertumbuhan agama-agama di dunia. Dalam laporan itu diperkirakan pada 2050 jumlah muslim akan sama dengan pemeluk agama Kristen di dunia.
Sebagai perbandingan, pada 2010 Kristen adalah agama terbesar di dunia dengan estimasi pemeluk 2,2 miliar (31%) dari 6,9 miliar penduduk Bumi. Islam berikutnya, dengan jumlah 1,6 miliar atau 23%. Lebih lanjut Pew memprediksi muslim akan mengisi 10% populasi Eropa dan menggeser Yahudi sebagai agama non-Kristen terbesar di Amerika. Di negeri Paman Sam, pemeluk Kristen akan turun dari tiga perempat menjadi dua pertiga pada 2050. Yang menarik India. Hindu akan tetap menjadi agama mayoritas.
Namun, karena penduduk yang begitu banyak, jumlah muslim di India akan melewati negara mana pun, termasuk Indonesia. Atheis, agnostik, dan orang yang tidak berafiliasi dengan agama, walaupun meningkat di sejumlah negara seperti AS dan Prancis, akan menurun pangsanya dalam komposisi populasi global. Buddha akan berjumlah sama dengan jumlahnya pada 2010, sementara Hindu dan Yahudi akan tumbuh.
Di Afrika diperkirakan Kristen akan tumbuh mencapai 40% dari jumlah penduduk benua itu. Nigeria akan menjadi negara dengan jumlah umat Kristen terbanyak dibanding semua negara, kecuali AS dan Brasil. Inilah prediksi wajah demografi agama di dunia pada 2050. Setiap prediksi tentu punya kelemahan dan ruang untuk kesalahan ( margin of errors ), namun laporan Pew ini menarik untuk kita jadikan sebagai referensi secara kritis.
Selain potret demografis, kita juga menyaksikan tokoh-tokoh berbagai agama muncul di berbagai bidang. Ambil contoh di Amerika. CEO Microsoft Satya Nadella adalah warga negara AS beragama Hindu kelahiran Hyderabad, India. Co-founder YouTube Jawed Karim adalah muslim keturunan Bangladesh kelahiran Jerman Timur (waktu itu) yang melintas ke Jerman Barat dan pindah ke Amerika setelah reunifikasi Jerman.
Di negeri Paman Sam sudah ada dua orang muslim menjadi anggota Kongres. Di Belanda, wali kota Rotterdam adalah muslim kelahiran Maroko dan di Inggris sudah ada beberapa wali kota muslim. Masih banyak contoh di berbagai negara.
Keseimbangan Baru
Fenomena di atas dan prediksi Pew menunjukkan dunia sedang bergerak ke arah keseimbangan baru—dengan segala harapan dan kecemasannya. Dalam berbagai kesempatan berdiskusi di negara-negara dunia Islam, seperti Turki, Mesir, atau Aljazair, saya kerap mendapat pertanyaan bagaimana Indonesia melewati transisi demokrasi dalam ketegangan hubungan antara Islam dan negara serta Islam vis-a-vis modernitas.
Di Indonesia sendiri ini diskusi panjang yang telah dibuka Tjokroaminoto dan Sutan Takdir Alisjahbana sebelum kemerdekaan, dilanjutkan Nurcholish Madjid mulai 1970-an, hingga sekarang. Yang juga banyak dibahas adalah betapa benturan budaya yang belum sepenuhnya selesai menjadi masalah bagi modernisasi di dunia Islam. Basis keagamaan yang kental di suatu masyarakat tidak dapat dicerabut begitu saja oleh proyek besar modernisasi. Pada saat yang sama, negara tidak dapat menyelesaikan benturan ini dengan pendekatan struktural.
Dalam hal relasi agama (Islam) dan negara, dari pengalaman banyak negara, ketegangan yang muncul malah berujung pada pertempuran yang merugikan kedua belah pihak ( lose-lose battle). Jika kita membaca data Pew di atas, kita melihat keseimbangan geopolitik baru di masa depan dimulai dari perubahan lanskap demografis. Negara tidak lagi menjadi ”lawan bicara” tunggal agama dalam berinteraksi. Masyarakat sipil dan pasar kini berperan untuk menjadi ruang aktualisasi agama-agama.
Negara akan surut menjadi penjaga ketertiban administrasi penduduk global yang dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Negara akan menjadi makin netral dan tak ”berwarna”. Agama pernah menjadi faktor pemicu globalisasi sejak lebih dari seribu tahun lalu, ketika terjadi penyebaran agama dari pusat-pusat agama ke berbagai penjuru dunia, baik Buddha, Hindu, Islam, dan Kristen. Namun, konteks penyebaran agama pada saat itu adalah ekstensifikasi basis pengikut secara kuantitatif yang kerap berkelindan dengan motif-motif politik dan ekonomi.
Globalisasi agama yang sekarang berlangsung adalah rasa pertautan orang-orang di seluruh dunia oleh ajaran, referensi dan perilaku dari ajaran agama yang sama. Pertumbuhan agama bukan lagi disebabkan ekspansi wilayah dan penaklukan, tetapi akibat ”pertumbuhan organik” di dalam umat beragama tersebut dan akseptabilitas agama oleh individu yang makin atomistik. Daya globalisasi agama kini dalam beberapa hal mengaburkan negara-bangsa.
Globalisasi punya sisi gelap membuat orang teralienasi, merasa asing, dan sendiri di tengah dunia yang hiruk-pikuk. Maka tak heran jika globalisasi, selain menghasilkan keterbukaan, juga memicu lahirnya ”ketertutupan”. Fenomena ekstremisme dan primodialisme merupakan pantulan balik dari globalisasi yang menjangkau hingga ke relung-relung privat kehidupan. Kita beruntung karena semua umat beragama merupakan bagian yang tak terpisahkan dari terbentuknya negara-bangsa Indonesia.
Perdebatan Piagam Jakarta dalam proses pembentukan negara Indonesia adalah referensi sejarah yang berharga. Saya memandang peristiwa itu secara positif. Itulah bentuk kompromi dan jiwa besar para pendiri bangsa dalam menyusun suatu cetak biru yang dapat memayungi seluruh warga dari berbagai agama. Karena itu, untuk konteks Indonesia, globalisasi agama (atau agama-agama) dan negara-bangsa dapat diarahkan untuk saling memberi manfaat dan menguatkan satu sama lain. Keseimbangan baru di tataran global tidak boleh dimaknai karena ”kuat sama kuat, mari kita bertarung”.
Sebaliknya, spirit yang harus dikedepankan adalah ”karena kita sama kuat, mari bekerja sama”. Koeksistensi damai antaragama adalah proyek besar berikutnya untuk meredam kekerasan berkedok agama yang dimainkan sekelompok kecil tertentu. Dunia kini diliputi kecemasan akibat terorisme karena siapa pun kita dan apa pun agama kita dapat saja tiba-tiba terluka bahkan terbunuh oleh alasan yang tidak kita mengerti.
Rasa sakit akibat luka itu sama. Karena itu, sebenarnya umat manusia di dunia dipersatukan oleh ketakutan yang sama. Terciptanya perimbangan demografis baru pada 2050 itu harus menjadi momentum keseimbangan perdamaian global yang diusahakan oleh semua pihak, baik dari negara maupun komunitas agama global. Keseimbangan baru itu juga menjadi peluang Indonesia berperan sebagai referensi dalam transisi demokrasi dan pengelolaan relasi agama dan negara— khususnya bagi negara-negara dunia Islam.
Tentu itu memberi tantangan yang lebih berat lagi bagi kita sendiri untuk merawat demokrasi dan perdamaian antarumat beragama di negeri kita. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan. [Koran SINDO 17 Juni 2015]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 17, 2015
posted by @Adimin
Sumbar Menjadi Lokasi Pencanangan Gerakan Remaja Melek Media
PADANG (15/6) – Melalui kegiatan pencanangan Gerakan Remaja Melek Media diharapkan para siswa tidak lagi sekedar menjadi konsumen berita, melainkan menjadi produsen informasi dan kritis terhadap berita yang dimuat pada berbagai media.
“Berbeda dengan dahulu, saat ini kita hidup di era informasi yang luar biasa banyaknya. Informasi yang banyak itu mengharuskan anak-anak harus bisa memilah, memilih, memanfaatkan, dan mengkritisi,” ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan usai membuka Gerakan Remaja Melek Media di Auditorium Gubernuran, Sumatera Barat, Senin (15/6).
Dalam merealisasikan gerakan dimaksud, Kemendikbud menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang telah menjalankan kegiatan itu, melalui pemberian pelatihan bagi guru dan siswa secara berkelanjutan.
“Nantinya kawan-kawan di PWI akan datang ke sekolah-sekolah memberikan pelatihan, tidak hanya bagi siswa tapi juga untuk guru. Kalau guru malas membaca, menulis, dan menganalisa informasi, maka siswanya juga malas. Untuk itu keduanya dilatih, agar di fase berikutnya mereka justru bisa menjadi produsen informasi,” terangnya.
Menurut Anies, dipilihnya Sumatera Barat (Sumbar) sebagai lokasi pencanangan Gerakan Remaja Melek Media, karena tanah Minangkabau memiliki potensi untuk melahirkan jurnalis dan tokoh intelektual yang berkontribusi terhadap berdirinya Republik Indonesia ini.
“Sumatera Barat melahirkan Adinegoro, Rasuna Said, mereka jurnalis hebat yang berkontribusi besar terhadap lahirnya bangsa ini. Ke depan, bukan tidak mungkin, Sumatera Barat melahirkan kembali tokoh serupa melalui gerakan ini,” harapnya.
Sementara itu, untuk mendukung suksesnya gerakan ini, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengaku akan mengeluarkan surat edaran ke seluruh Kabupaten/Kota, yang meminta setiap sekolah berlangganan koran lokal, nasional, ataupun internasional.
“Sekolah harus langganan koran, lalu diletakkan di perpustakaan agar siswa memiliki akses untuk mendapatkan informasi yang luas. Dari situ mereka memahami informasi. Selanjutnya melalui bimbingan PWI, mereka bisa menghasilkan karya juga,” terang Irwan. [humas pemprov]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 17, 2015
posted by @Adimin
Presiden PKS di 7th International Economic Summit of Russia: Tingkatkan Kerjasama Ekonomi Rusia dan Negara-Negara Muslim 16 Jun 2015 | 09:47 WIB
KAZAN (15/6) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menyebut share (bagian) ekonomi syariah di Indonesia masih terlalu kecil. Hal ini disebabkan kurangnya dukungan politik terhadap sistem syariah yang non-ribawi.
Demikian di antara isi pidato Anis Matta di 7th International Economic Summit of Russia and Organization of Islamic Cooperation (OIC) Countries, di Kazan, Rusia, Senin (15/6).
Anis Matta menjadi satu-satunya pembicara dari partai politik asal Indonesia di acara yang bertajuk Strategic Forum Islamic Finance for Constructive Global Trade and Investmens tersebut.
Menurut Anis, kini saatnya Rusia melirik kerjasama dengan negara-negara dengan penduduk mayoritas muslim seperti Indonesia. Secara khusus, Anis juga menyoroti angka kerjasama ekonomi Rusia yang masih dalam skala kecil.
"Berbeda dengan Malaysia yang skala kue ekonomi islam-nya mencapai 20% lebih, karena didukung oleh political willpemerintahnya," tutur Anis.
Lebih jauh ia mengajak Rusia dan negara-negara pecahan Uni Sovyet untuk memperluas kerjasama dengan Indonesia.
"Strategisnya kerjasama ekonomi dengan Rusia juga bisa ditingkatkan pada skala politik, karena political willmenjadi faktor yang penting dalam mengembangkan skala Islamic Finance di dunia Islam khususnya," ujar pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan 47 tahun lalu ini.
Selanjutnya, Anis mendorong peran lembaga parlemen di kedua belahan bumi ini agar aktif mengampanyekanIslamic Finance agar lebih bisa memberikan kontribusi Islam bagi umat manusia. [pks.id]
Keterangan Foto: Presiden PKS Anis Matta saat berbicara di hadapan forum dalam 7th International Economic Summit of Russia and Organization of Islamic Cooperation (OIC) Countries, Kaza, Russia, Senin (15/6).
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 13, 2015
Kota Padang Raih Penghargaan Kota Terbaik & Kota Potensial Kategori Pariwisata
Written By Sjam Deddy on 13 June, 2015 | June 13, 2015
Sejak di Pimpin oleh Mahyeldi Ansharullah, Kota Padang semakin
terlihat perubahannya. Hal ini dibuktikan dengan Kota Padang raih
penghargaan Kota Terbaik dan Kota Potensial untuk kategori Pariwisata
yang digagas oleh Tempo Media Group.
Kota Padang raih penghargaan
Kota Terbaik dan Kota Potensial untuk kategori Pariwisata diberikan
dalam acara yang bertajuk malam penganugerahaan ‘Indonesia’s
Attractiveness Award 2015’ di Ballroom I Hotel Mulia Senayan, Jakarta,
Jumat (12/6) malam. Acara ini dibuka Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.
Tampak hadir Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri PAN RB Yudhi
Chrisnandy, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Kepala BKPM Frankie Sibarani,
dan Direktur Utama Tempo Media Group Bambang Harymurti.
Dua
penghargaan yang diterima Kota Padang yakni Kota Terbaik kedelapan
se-Indonesia dengan peringkat Platinum serta Kota Potensial untuk
Kategori Pariwisata. Penghargaan Kota Terbaik kedelapan se-Indonesia
diserahkan Menteri PAN dan RB Yudhi Chrisnandy kepada Walikota Padang,
H. Mahyeldi Ansharullah. Sedangkan penghargaan Kota Potensial Kategori
Pariwisata diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata Arif Yahya.
Walikota
Padang, H. Mahyeldi Ansharullah, mengatakan perolehan penghargaan ini
sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Padang
tahun 2014 sampai dengan 2019.
“Memang kita saat ini fokus
mengarahkan dan mengoptimalkan potensi-potensi wisata. Kita sudah
siapkan perencanaannya dan sekarang melangkah kepada FS dari Kawasan
Wisata Terpadu (KWT) Kota Padang. Dimana KWT ini meliputi Pantai Air
Manis dengan Batu Malin Kundangnya, Kawasan Gunung Padang, Padang Kota
Lama Heritage, dan Pantai Padang. Jadi Padang adalah kota yang memiliki
kelengkapan dari segi objek wisatanya. Karena di situ ada budaya, seni,
pantai, dan juga ada pulau-pulaunya,” kata Wako Mahyeldi kutip
serambiminang.com dari facebook humas dan protokol kota padang, usai
menerima penghargaan.
Mahyeldi juga mengucapkan terimakasih yang
sebesar-besarnya kepada Tempo Media Group dan Frontier Consulting Group
yang telah melakukan penilaian terhadap pariwisata Kota Padang, serta
penilaian terhadap infrastruktur, pelayanan publik dan lainnya.
“Tentu
harapan kami penghargaan ini menjadi motivasi bagi pemerintah kota dan
masyarakat Kota Padang untuk bisa lebih baik lagi. Karena diakui masih
banyak kekurangan-kekurangan dari kota lain yang ada di indonesia.
Dengan meraih peringkat delapan, berarti masih ada tujuh kota lagi di
atas kita dan perlu belajar banyak dengan kota lain itu. Hal ini tentu
dengan semangat saling kolaborasi dalam rangka kemajuan pariwisata kota
untuk memajukan Republik Indonesia,” tambah Walikota Padang, Mahyeldi.
Kota
Padang raih penghargaan Kota Terbaik dan Kota Potensial adalah disaat
momen yang tepat. Karena Kota Padang saat ini sedang berbenah untuk
menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sebelumnya Kota Padang juga menerima
hasil pemeriksaan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK
serambiminang
posted by @Adimin
Label:
FAKTA,
TOPIK PILIHAN
June 11, 2015
posted by @Adimin
Walikota Padang Launching Satu Hari Tanpa Kendaraan
Written By Anonymous on 11 June, 2015 | June 11, 2015
PADANG – Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah didampingi Kadishubkominfo Rudy Rinaldy, Kabid Laut Richardi Akbar, Kabid Lalin Eri Surya Jaya, Kabid Angkutan Jovi Satrios, Rabu (10/6), melaunching kegiatan bersepeda ke kantor satu kali sebulan (un-motorized). Peluncuran program tersebut di prakarsai Dishubkominfo selaku penggas kegiatan “Satu Hari Tanpa Kendaraan” tersebut.
Bersepeda ke kantor itu juga diikuti oleh Walikota Mahyeldi, unsur pimpinan dan para staf Dishubkominfo Kota Padang, dan finish di kawasan kantor Dishubkominfo Kota Padang di Mata Air.
Mahyeldi mengharapkan kepada seluruh SKPD yang ada di Pemko agar mengikuti kegiatan ini. “Kita tinggalkan kendaraan bermotor di rumah dan berjalan kakilah atau gunakan kendaraan umum untuk perjalanan panjang,” katanya.
Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menurunkan kertergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor. Kegiatan ini biasanya didorong oleh aktivitas yang bergerak dalam bidang lingkungan dan transportasi.
Disamping itu, Wako Mahyeldi juga mengharapkan kepada seluruh pegawai Pemko Padang beserta masyarakat, awalilah seluruh kegiatan mulai hari subuh. Karena rezeki itu terbukanya di subuh hari.
Rudy Rinaldy juga mengharapkan kepada seluruh pegawai Dishubkominfo agar kegiatan bersepeda ke kantor satu kali sebulan ini, terus diterapkan. “Jangan sampai terputus. Kita menjadi contoh bagi masyarakat, terutama di sekeliling tempat tinggal kita di rumah,” terangnya.
Adapun kegiatan ini diawali dari rumah dinas sampai ke kantor Disbuhkominfo Kota Padang yang dipimpin Walikota, Kadishubkominfo beserta pegawai Dishubkominfo. Yang lebih serunya lagi juga diiringi klub sepeda Dishubkominfo ‘Jokodomi’. [harian singgalang]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 11, 2015
Pemerintah Harus Tegas Tindak Tegas Praktik Maksiat
Wakil ketua komisi I DPRD Padang, Budiman meminta Pemko Padang menindak tegas segala bentuk praktik maksiat, serta menutup setiap tempat hiburan malam (THM) yang ada di Kota Padang selama Ramadhan. Selaian itu dia juga berharap perdagangan minuman keras jelang ramadhan ditertibkan.
“Kita berharap ibadah umat muslim selama Ramadhan tidak di ganggu dengan praktik maksiat dan operasional tempat hiburan malam. Kita minta Pemko melalui Satpol PP untuk bertindak tegas menertibkannya,” kata Budiman rabu (10/6).
Dia meminta satpol PP untuk menutup semua lokasi yang rentan di gunakan sebagai tempat praktik maksiat seperti kafe-kafe, klub malam dan lokasi hiburan malam lain. “Tempat hiburan malam tidak boleh beroperasi dan tidak ada tempat bagi maksiat pada bulan Rmadhan termasuk tempat penjual minuman miras,” kata Politisi PKS itu.
Budiman juga mengimbau agar pemilik dan pengelola tempat hiburan tersebut untuk menghormati umat muslim beribadah. “Ini adalah komitment kita bersama, hendaknya owner tempat hiburan juga menghormati bulan Ramadhan sebagai bulan penuh berkah. Mari kita perbanyak ibadah dan mencegah kemungkaran,” katanya.
Mulai saat ini, kegiatan-kegiatan penertiban harus sudah dilaksanakan. Kemudian juga mengenai razia hotel, kalau memang ada pelanggaran pihak terkait bisa memberikan sangsi tegas.
Sementara itu, Plt Kepala Santpol PP Kota Padang Firdaus Ilyas menjelaskan, pihaknya sudah mulai melakukan sosialisasi, selama bulan Ramadhan 1436 hijriah, aktivitas klub, kafe atau tempat hiburan lainnya yang tersebar di Kota Padang diimbau untuk ditutup.
Imbauan tersebut disampaikan Pemko untuk menjaga harmonisasi antar umat bergama. Untuk mengawalinya, satpol PP Kota akan melakukan sosialisasi serta membagikan surat edaran Wali Kota Padang Mahyeldi terkait penutupan tempat hiburan malam selama bulan Ramadhan.
Dia mengatakan, sebelum masuk bulan Ramadhan tahun ini, petugas penegak perda akan mensosialisasikan penutupan rumah makan (siang hari), kafe, dan klub malam. “Ini kita lakukan untuk mewujudkan ketertiban dan kenyamanan selama umat muslim di Padang menjalankan ibadah puasa,” kata Firdaus Ilyas.
Dia juga mengatakan, bagi kawasan Pondok, kecamtan Padang Selatan diberi pengecualian. Kedai nasi dikawasan dapat di buka siang hari, akan tetapi di depan warung tersebut dipajang imbauan rumaah makan bagi non muslim. Kegiatan seperti ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya saat memasuki bulan suci Ramadhan. Hal itu juga dilakukan untuk menghormati saudara yang beragama non muslim.
“Akan tetapi jika ada rumah makan yang beraktifitas di siang hari selain dari kawasan yang telah di tentukan, kita paksa tutup,” terangnya.
Selama bulan Ramadhan berjalan, Satpol PP juga akan melakukan pengawasan dan merazia lokasi hiburan malam yang tidak mengindahkan surat edaran yang telah diedarkan. Demikian juga dengan penyedia jasa warnet, akan dilayangkan imbauan untuk menutup dan membuka warnetnya dala jadwal yang telah ditentukan.
“sebanyak 250 petugas Pol PP dibantu dari Polri dan TNI akan beroperasi selama Ramadhan untuk melakukan penertiban ketika imbauan benar-banar tidak diindahkan, hal serupa berlaku bagi para penyedia jasa warnet,” katanya. [harian pagi posmetro padang]
posted by @Adimin
Label:
Berita Fraksi,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN


