pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

I’tikaf, Menemukan Kesejatian Diri

Written By Anonymous on 09 July, 2015 | July 09, 2015

Diambil dari Buku Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M. Anis Matta - Keajaiban I’tikaf (Menemukan Kesejatian Diri)
Kita sudah relatif jauh berjalan. Banyak yang sudah kita lihat dan yang kita raih. Tapi banyak yang masih kita keluhkan: rintangan yang menghambat, goncangan yang melelahkan fisik dan jiwa, suara-suara gaduh yang memekakkan telinga dari mereka yang mengobrol tanpa ilmu, dan tikungan-tikungan tajam yang menegangkan. Sementara, banyak pemandangan indah yang terlewatkan dan tak sempat kita potret. Dan masih banyak lagi.

Jadi, mari kita berhenti sejenak disini! Ber’itikaf. Kita memerlukan saat-saat itu: saat dimana kita membebaskan diri dari rutinitas yang mengurangi kepekaan spiritual; saat dimana kita melepaskan sejenak beban kehidupan yang selama ini kita pikul dan mungkin menguras stamina kita.

Kita memerlukan saat-saat seperti itu, karena kita perlu membuka kembali peta perjalanan kita; melihat-lihat jauhnya jarak yang telah kita tempuh dan sisa perjalanan yang masih harus kita lalui; menengok kembali hasil-hasil yang telah kita lalui; meneliti rintangan yang mungkin menghambat laju pertumbuhan kita; memandang ke alam sekitar karena banyak aspek dari lingkungan strategis kita telah berubah.

I’tikaf kita butuhkan untuk dua keperluan. Pertama, untuk memantau keseimbangan antara berbagai perubahan pada lingkungan strategis dengan kondisi internal dakwah serta laju pertumbuhannya. Yang ingin dicapai dari upaya ini adalah memperbarui dan mempertajam orientasi kita; melakukan penyelarasan dan penyeimbangan berkesinambungan antara kapasitas internal dakwah, peluang yang disediakan lingkungan eksternal, dan target-target yang dapat kita raih.

Kedua, untuk mengisi ulang hati kita dengan energi baru sekaligus membersihkan debu-debu yang melekat padanya selama menapaki jalan dakwah. Yang ingin kita raih adalah memperbarui komitmen dan janji setia kita kepada Allah SWT bahwa kita akan tetap tegar menghadapi semua tantangan; bahwa yang kita harap dari semua ini hanyalah ridha-Nya.

Karena itu, i’tikaf harus menjadi tradisi yang semakin kita butuhkan ketika perjalanan hidup sudah semakin jauh. Tradisi i’tikaf ini harus kita lakukan dalam dua tingkatan; individu atau jamaah. Pada tingkatan individu, tradisi ini dikukuhkan melalui kebiasaan merenungi, menghayati, dan menyelami telaga akal kita untuk menemukan gagasan baru yang kreatif, matang, dan aktual di samping kebiasaan muhasabah, memperbarui niat, menguatkan kesadaran dan motivasi, serta memelihara kesinambungan semangat jihad.

Kalau ada pemaknaan yang aplikatif terhadap hakikat kekhusyukan yang disebutkan Al-Qur’an, maka ini salah satunya. Penghentian seperti inilah yang mewariskan kemampuan berpikir strategis, penghayatan emosional yang menyatu secara kuat dengan kesadaran dan keterarahan yang senantiasa terjaga di sepanjang jalan dakwah yang berliku dan curam.

Maka, Allah SWT mengatakan, “Belumkah datang saat bagi orang-orang beriman untuk mengkhusyukan hati dalam mengingat Allah dan dalam (menjalankan) kebenaran yang diturunkan. Dan bahwa hendaklah mereka tidak menjadi seperti orang-orang yang telah diberikan Alkitab sebelumnya (dimana) ketika jarak antara mereka (dengan sang rasul) telah jauh, maka hati-hati mereka jadi keras, dan banyak dari mereka jadi fasik.” (QS Al Hadid: 16).

Di masa Islam, Allah mensyariatkan i’tikaf sepuluh hari terakhir pada setiap Bulan Ramadhan. Begini pula akhirnya kita memahami mengapa majelis-majelis kecil para sahabat Rasulullah SAW di masjid atau di rumah-rumah berubah menjadi wacana merawat kesinambungan iman dan semangat jihad. Maka ucapan mereka, kata Ali bin Abi Thalib, adalah dzikir, dan diam mereka adalah perenungan.

Tradisi inilah yang hilang di antara kita, sehingga diam kita berubah jadi imajinasi yang liar, ucapan kita kehilangan arah dan makna. Maka, dakwah kehilangan semua yang ia butuhkan berupa pikiran-pikiran baru yang matang dan brilian, kesadaran yang senantiasa melahirkan kepekaan, dan semangat jihad yang tak pernah padam di sepanjang jalan dakwah yang jauh dan berliku. [pks.id]

posted by @Adimin

Gubernur Sumbar Makan Sahur Bersama Keluarga Sederhana

PADANG (5/7) - Masrizal, salah seorang warga Kampung Tampat Durian, Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), terlihat kaget sekaligus gembira. Ia tidak menyangka dikunjungi orang nomor satu di Sumbar, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.
Bahkan, Gubernur bersama rombongan antara lain Wakil Walikota Padang, Emzalmi, Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedalda) Edi Hasymi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Ekal Lusti serta Camat Kuranji Salisma makan sahur bersama dengan keluarga yang dikaruniai tiga anak itu.
Di dalam rumah berlantai tanah berukuran 7 kali 8 meter, kelurga bersahaja itu menghabiskan waktu santap sahur bersama Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan rombongan singgah sahur Pemko Padang, meskipun sederhana dengan duduk bersila di teras rumah yang sangat sempit.
Singgah Sahur Pemerintah Kota Padang sudah menjadi program rutin sejak Ramadhan 1435 Hijriah. Namun, berbeda dengan pelaksanaan kegiatan singgah sahur sebelumnya. Singgah sahur Ahad (5/7) dini hari dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, yang sengaja menyempatkan diri untuk melihat kondisi warga.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, kegiatan singgah sahur bukan sekedar program mengunjungi masyarakat, melainkan juga menyalurkan bantuan berupa bedah rumah dengan nilai Rp20 juta, beserta sejumlah bantuan lain seperti uang bea siswa sekolah dan permodalan usaha.
“Kunjungan tim ini bukan sekedar membawa makan sahur untuk dimakan bersama-sama. Tim membawa bantuan berupa bedah rumah. Ada juga bantuan Kelompok Usaha Bersama (Kube) dari Dinas Sosial, yang diberikan untuk istri pak Masrizal ini,” kata Irwan Prayitno.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota Padang Emzalmi mengatakan, program bedah rumah telah dilaksanakan sejak tahun 2014 lalu. Sejak program berjalan sudah 600 unit rumah warga yang diperbaiki yang tersebar di sejumlah Kecamatan.
Tahun ini Pemerintah Kota Padang menargetkan program bedah rumah untuk 1000 unit yang tidak layak huni dan dilakukan secara bertahap.
“Kriteria tempat tinggal warga yang dibantu diperbaiki yakni rumah yang tidak layak ditinggali secara teknis maupun kesehatan, seperti lantai masih tanah dan dinding dari papan seadanya. Tahun ini kita akan bedah seribu rumah bertahap. Sampai 2019 program ini tetap dijalankan, hingga tidak ada lagi rumah tidak layak huni,” ujar Emzalmi.
Sementara itu, pasangan suami isteri itu mengaku terkejut dikunjungi Gubernur Sumbar bersama Wakil Walikota Padang Emzalmi beserta rombongan singgah sahur Pemko Padang, mengingat sebelumnya keluarga itu tidak mendapat pemberitahuan secara lisan maupun tulisan akan dikunjungi orang nomor satu di Sumbar. Laki-laki yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan dan isterinya Evayanti sebagai pedagang keripik, tidak mampu berucap banyak selain melontarkan kata senang dan bahagia, karena ternyata masih ada perhatian pemerintah terhadap warganya yang hidup dalam kondisi susah.
“Terkejut, kaget. Tiba-tiba datang Pak Gubernur. Alhadullilah ada bantuan bedah rumah ini. Saya hanya tukang, kadang dapat kerjaan, kadang liburnya panjang. Bagi saya mengumpulkan uang untuk memperbaiki rumah susah, apalagi ada kebutuhan untuk anak juga,” ujar Masrizal.
Pria berusia 39 tahun itu berharap, tempat tinggalnya akan selesai dibedah sebelum Idul Fitri, sehingga di hari Lebaran, keluarganya dapat merayakan hari kemenangan, tinggal di rumah yang layak, yang sejak lama diimpikan namun tak kunjung terwujud karena keterbatasan pembiayaan.
Sumber: http://obsessionnews.com

posted by @Adimin

Wako Ingin Padang Jadi Kota Penghafal Alquran

Written By Anonymous on 08 July, 2015 | July 08, 2015


PADANG – Kota Padang tidak hanya diharapkan sebagai kota yang sukses dalam pembangunan dan masyarakatnya, akan tetapi juga sebagai kota yang sukses dalam keagamaan. Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah bertekad Padang ke depannya menjadi kota penghafal Alquran.

“Mudah-mudahan Padang ke depan menjadi kota penghafal Alquran, kita berharap masyarakat senantiasa memberi dukungan,” kata Wako saat membuka Mukhayam Quran Terpadu (MQT) I yang diselenggarakan Rumah Tahfidz Baitul Quran di jalan Jakarta, Siteba, Padang, Senin (6/7).

Langkah untuk menjadikan Padang sebagai kota penghafal Alquran sudah terlihat sejak beberapa tahun ini. Dimulai dengan digelarnya Pesantren Ramadhan serta menjadikan seluruh siswa didik di Padang hafal Alquran sejak dini. Wako mengaku cukup senang melihat perkembangan Kota Padang. Langkah dan upaya untuk menjadikan Padang sebagai kota melek Alquran telah dilakukan seperti kegiatan ‘one day one juz’ dan sebagainya. “Target kita setiap siswa tamat Sekolah Dasar (SD) mampu hafal satu juz Alquran. Sebab kita ingin di Padang ini hadir para penghafal Alquran dan penghafal Alquran itu adalah calon penghuni surga,” ujar Wako Mahyeldi.

Seperti diketahui selama ini, Alquran telah menjadi variabel prestasi bagi siswa untuk diterima di sekolah-sekolah. Mereka yang mampu membaca dan hafal Alquran sebanyak 30 juz diberi kesempatan memilih sekolah yang diinginkan. “Pada umumnya anak yang cerdas adalah anak yang hafal Alquran,” tambah Wako.

Terkait Mukhayam Quran Terpadu (MQT) I yang diselenggarakan Rumah Tahfidz Baitul Quran, Wako Mahyeldi cukup menyambut baik kegiatan tersebut. “Mudah-mudahan ini bagian untuk mendorong masyarakat baca, hafal dan pahami Alquran,” katanya.

Sementara, Kepala Rumah Tahfidz Baitul Quran Rezki Rahmadani menyebut kegiatan Mukhayam Quran Terpadu (MQT) I merupakan upaya untuk menjadikan santri hafal Alquran. Pada MQT I ini sebanyak 24 santri ikut terlibat. “Kita berharap selama tiga hari pelaksanaan MQT ini seluruh santri hafal setengah juz Alquran,” terangnya. [Humas dan Protokol Kota Padang]


posted by @Adimin

Di Hadapan Politisi Anis Matta Bicara Relasi Agama dan Negara

Written By Anonymous on 24 June, 2015 | June 24, 2015

JAKARTA (23/6) - Hari ini milyaran Umat Islam di dunia menjalankan ibadah puasa walau tidak ada satupun undang-undang yang memaksa, tidak ada satupun negara yang mewajibkan warganya untuk berpuasa, tidak ada polisi yang ditugaskan untuk mengawasi orang-orang yang tidak berpuasa. Mengapa hal demikian bisa terjadi?
Pertanyaan itu dilontarkan oleh Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta ketika mengawali ceramahnya dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh Aburizal Bakrie di Grand Ballroom Shangri-La Hotel, Ahad (21/06). Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah politisi lainnya.
“Agama memiliki wibawa spiritual yang hidup dalam hati manusia yang tidak dimiliki oleh negara. Karena itu, ada atau tidak ada negara, agama tetap akan dijalankan oleh manusia,” terangnya.
Anis menekankan bahwa perbedaan paling fundamental antara agama dan negara adalah sisi manusia yang mereka atur. Agama memandang manusia secara individu sedangkan negara memandang manusia dalam bentuk kelompok.
“Agama masuk kedalam kehidupan individu, mengintegrasikan tujuan hidup individu dengan kelompoknya, sementara negara tidak pernah peduli pada urusan manusia sebagai individu. Ini yang menjadi penyebab mengapa agama lebih abadi dibanding negara, bagaimana imperium dan negara bisa hilang silih berganti, namun pemeluk agama justru semakin bertambah,” ujarnya.
Meskipun demikian, lanjut Anis, negara tetap memiliki peran dalam kehidupan beragama seseorang. Negara punya peranan penting dalam mendekatkan individu pada agama, yakni dengan cara memberi kebebasan untuk memeluk dan menjalankan agama tanpa rasa takut, serta menjamin kesejahteraan warganya.
“Kesejahteraan memang tidak serta merta mendekatkan manusia pada agama, namun dengan kesejahteraan, manusia akan mampu berfikir tentang kebutuhannya sebagai individu, jauh melampaui kebutuhan secara fisik," katanya.
Menurut Anis, kesejahteraan tidak akan pernah terjadi jika kebutuhan dasar manusia (sandang dan pangan) tidak terpenuhi,” tegasnya sambil menambahkan bahwa kemiskinan bisa mendekatkan manusia pada kekufuran.
Pada kesempatan itu, Anis juga menyampaikan sebuah analisa tentang fenomena gaya hidup penduduk Eropa saat ini yang seolah semakin kehilangan arah.
”Penduduk Eropa saat ini mulai kehilangan tujuan hidup, dan tujuan hidup ini tidak bisa dijelaskan oleh negara,” pungkasnya.
Sumber: http://www.anismatta.net


posted by @Adimin

Didatangi Walikota Padang saat Sahur, Warga Terharu

Written By Anonymous on 22 June, 2015 | June 22, 2015

walikota-padang-mahyeldi-singgah-sahur
Program “Singgah Sahur” yang dilakukan Walikota Padang, Sumatera Barat, Mahyeldi Ansyarullah, setiap Bulan Ramadhan dengan mendatangi rumah warga miskin, secara diam-diam tanpa pemberitahuan, masih dilanjutkan pada Ramadhan 1436H tahun ini.

Dalam aksi itu, didalam rumah warga, sang wali Kota makan sahur bersama dengan nasi bungkus yang ia bawa, sambil berbincang-bincang dan mendengar aspirasi. Kemudian, dia memberikan bantuan bedah rumah.

Seperti dilansir vivanews, untuk menuju rumah warga miskin agar bisa ikut makan sahur bersama, Mahyeldi harus berjalan kaki menyusuri jalan kampung. Dari jalan raya, Mahyeldi dan rombongan berjalan di pinggiran sungai dan pematang sawah. Rombongan ini akan melakukan sahur bersama dengan masyarakat dari keluarga miskin.

Mahyeldi ingin mengetahui bagaimana kondisi warganya di saat bulan Ramadhan, sembari menyerap aspirasi mereka.

Sesampai di salah satu rumah di kampung Tabek Batu, kelurahan Air Pacah, kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Mahyeldi langsung menemui keluarga tersebut. Tak ayal lagi, Syafril Rajo Basa dan istrinya kaget bukan kepalang karena di pagi buta, Wali Kota Padang datang ke rumahnya.

Awalnya, istri dan anak anak Syafril bingung, kenapa rombongan wali kota mendatangi rumahnya. Setelah diberi penjelasan, mereka sangat senang dan terharu bisa sahur bersama dengan orang nomor satu di kota Padang tersebut.

Makan sahur dengan nasi bungkus pun berjalan dengan khidmat. Tampak anak-anak Syafril dengan lahap makan dengan nasi bawaan Mahyeldi. Usai makan, Mahyeldi langsung menyampaikan rencana bedah rumah yang akan dilakukan di rumah Syafril tersebut, mengingat kondisi rumah yang sudah tidak layak.

Mahyeldi mengatakan, selama Ramadhan tahun ini terdapat 12 rumah keluarga miskin yang akan dikunjungi untuk dilakukan makan sahur bersama, sekaligus survei dalam rangka memberikan bantuan bedah rumah.

Perlu diketahui, program “Singgah Sahur” yang dilakukan oleh Walikota Padang ini tahun lalu sempat menjadi buah bibir.

Pasalnya, program tersebut terbilang tidak lazim dilakukan terutama ketika yang melakukannya adalah pejabat sekelas walikota. Apalagi, kegiatan sahur tersebut tidak dilakukan di rumah dinas atau hotel, tetapi datang langsung ke pemukiman warga tidak mampu yang ada di seantero Kota Padang. [viva/islamedia/YL] 

posted by @Adimin

Pentingnya Menuntut Ilmu

Written By Sjam Deddy on 20 June, 2015 | June 20, 2015


Majelis ilmu itu adalah majelis yang memudahkan jalan ke surga. Menuntut ilmu hukumnya wajib baik bagi laki-laki maupun perempuan. Ilmu akan menuntut untuk membentuk akhlak yang mulia. Allah sangat memuliakan orang yang berilmu. Dengan ilmu kita bisa melaksanakan amal ibadah dengan sempurna. Ada sebuah istilah yang mengungkapkan “tidak sempurnanya kewajiban karena sesuatu, maka sesuatu itu menjadi wajib” sesuatu itu diartikan dengan ilmu, di mana sebuah kegiatan wajib, tidak akan sempurna tanpa mengetahui ilmunya. Contoh: Shalat merupakan ibadah wajib yang harus dilakukan oleh umat Islam. Shalat mempunyai rukun dan syarat sah shalat yang wajib dipenuhi oleh setiap orang yang mendirikan shalat. Maka agar shalat menjadi sempurna, rukun shalat, syarat sah shalat, dan ilmu mengenai tata cara shalat wajib dipelajari, sehingga kewajiban untuk melaksanakan shalat bisa dilakukan dengan baik sesuai ilmunya.

Ilmu menjadi konteks utama dalam suatu peradaban. Contohnya: Nabi Adam AS lebih dimuliakan dibanding malaikat karena ilmu yang dimilikinya. Allah mengajarkan nama-nama benda kepada Nabi Adam sehingga ia bisa menjawab benda-benda yang diperintahkan oleh Allah untuk menyebutnya, sementara malaikat tidak bisa menyebut nama-nama benda itu. Dengan ketinggian ilmu yang dimiliki oleh nabi Adam, Allah menyuruh malaikat untuk memuliakan Nabi Adam dengan bersujud kepadanya. Ini membuktikan bahwa Allah memuliakan orang-orang yang berilmu. Peristiwa ini diabadikan oleh Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 31-35.

Sebelum Rasulullah hadir di muka bumi, manusia berada pada masa kejahaliyaan. Hidup manusia berada pada kondisi yang suram. Banyak terjadi pembunuhan terhadap anak perempuan, minum-minuman, khamar, perendahan terhadap kaum wanita, menyembah berhala, dan lain sebagainya. Allah mengutus Nabi Muhammad untuk menyempurnakan akhlak manusia. Dalam pengangkatan Nabi Muhammad menjadi nabi, ayat yang pertama diturunkan adalah QS. Al-‘alaq ayat 1-5. Ayat pertama artinya “bacalah”, di mana malaikat Jibril memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk membaca. Hal ini menunjukkan betapa Islam sangat mendorong manusia untuk menuntut ilmu.

Allah mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu, sesuai dengan firman-Nya dalam QS. Al-Mujaadilah ayat 11:

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, nisacaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan”.

Barangsiapa yang keluar meninggalkan kampung halamannya untuk menuntut ilmu maka ia akan berada di jalan Allah asalkan niatnya untuk mencari keridhaan Allah. Jadi jelaslah bahwa setiap muslim wajib untuk menuntut ilmu karena ilmu sangat penting untuk kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.


dakwatuna
 


posted by @Adimin

3 Kader PKS Raih WTP di Sumatera Barat

Written By Anonymous on 19 June, 2015 | June 19, 2015

PADANG (18/6) - Hasil menggembirakan diraih oleh 3 kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menjadi Kepala Daerah di Sumatera Barat. 3 kader PKS raih WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK RI atas Laporan Kauangan dan Aset pada tahun 2014.
3 kader PKS raih WTP diantaranya Irwan Prayitno, Gubernur Sumatera Barat; Mahyeldi Ansharullah, Walikota Padang; dan Riza Falepi, Walikota Payakumbuh.
Untuk Padang dan Payakumbuh, raihan WTP masih dengan adanya paragraf penjelasan dimana masih ada beberapa hal yang masih harus diperbaiki, seperti laporan keuangan dan aset pemeirntah.
Namun berbeda dengan Irwan Prayitno, Gubernur Sumatera Barat yang berhasil meraih WTP Penuh tanpa ada catatan dan paragraf. Dimana 2 tahun sebelumnya Provinsi Sumatera Barat juga meraih WTP namun masih memiliki catatan dan paragraf.
Ini adalah raihan tertinggi dari seorang Iwan Prayitno dalam memimpin Sumatera Barat. Dimana WTP Penuh menandakan adanya pengelolaan keuangan daerah yang terlaksana dengan baik dan hal ini termaktub dalam LKPJ akhir masa jabatan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.
Sementara untuk Payakumbuh, yang dipimpin oleh Riza Falepi, raihan WTP kali ini adalah untuk yang pertama kalinya setelah lima tahun berturut-turut meraih WDP (Wajar Dengan Pengecualian).
Raihan ini juga sama dengan yang dialami oleh Mahyeldi Ansharullah, Walikota Padang. Dimana pada tahun ini,di bawah kepemimpinan beliau, Kota Padang mengalami perbaikan dalam hal Laporan Keuangan dan Aset sehingga bisa meraih WTP.
3 kader PKS raih WTP ini adalah prestasi yang sangat luar biasa dan membanggakan dalam memimpin daerahnya masing-masing. Sebagai partai islam yang mengusung tagline Cinta, Kerja, dan Harmoni, PKS mengantarkan kader-kadernya berhasil mengelola keuangan daerah secara baik dan bersih.
Sumber: http://serambiminang.com


posted by @Adimin

Demografi & Agama

Written By Anonymous on 17 June, 2015 | June 17, 2015

Demografi & Agama, Oleh Anis Matta (Presiden Partai Keadilan sejahtera)
Dimuat di Koran SINDO 17 Juni 2015
Agama salah satu faktor yang memengaruhi perilaku individu. Ketika individu- individu berkembang menjadi kelompok, tentu ia akan memengaruhi wajah suatu masyarakat.
Sejumlah orang menganut agama tertentu, dengan identitas dan perilaku tertentu, adalah fakta demografis dan sosiologis yang membentuk peta sosial-politik. Bagaimana pada tataran global? Pada April lalu Pew Research Centre di Amerika Serikat melansir laporan prediksi pertumbuhan agama-agama di dunia. Dalam laporan itu diperkirakan pada 2050 jumlah muslim akan sama dengan pemeluk agama Kristen di dunia.
Sebagai perbandingan, pada 2010 Kristen adalah agama terbesar di dunia dengan estimasi pemeluk 2,2 miliar (31%) dari 6,9 miliar penduduk Bumi. Islam berikutnya, dengan jumlah 1,6 miliar atau 23%. Lebih lanjut Pew memprediksi muslim akan mengisi 10% populasi Eropa dan menggeser Yahudi sebagai agama non-Kristen terbesar di Amerika. Di negeri Paman Sam, pemeluk Kristen akan turun dari tiga perempat menjadi dua pertiga pada 2050. Yang menarik India. Hindu akan tetap menjadi agama mayoritas.
Namun, karena penduduk yang begitu banyak, jumlah muslim di India akan melewati negara mana pun, termasuk Indonesia. Atheis, agnostik, dan orang yang tidak berafiliasi dengan agama, walaupun meningkat di sejumlah negara seperti AS dan Prancis, akan menurun pangsanya dalam komposisi populasi global. Buddha akan berjumlah sama dengan jumlahnya pada 2010, sementara Hindu dan Yahudi akan tumbuh.
Di Afrika diperkirakan Kristen akan tumbuh mencapai 40% dari jumlah penduduk benua itu. Nigeria akan menjadi negara dengan jumlah umat Kristen terbanyak dibanding semua negara, kecuali AS dan Brasil. Inilah prediksi wajah demografi agama di dunia pada 2050. Setiap prediksi tentu punya kelemahan dan ruang untuk kesalahan ( margin of errors ), namun laporan Pew ini menarik untuk kita jadikan sebagai referensi secara kritis.
Selain potret demografis, kita juga menyaksikan tokoh-tokoh berbagai agama muncul di berbagai bidang. Ambil contoh di Amerika. CEO Microsoft Satya Nadella adalah warga negara AS beragama Hindu kelahiran Hyderabad, India. Co-founder YouTube Jawed Karim adalah muslim keturunan Bangladesh kelahiran Jerman Timur (waktu itu) yang melintas ke Jerman Barat dan pindah ke Amerika setelah reunifikasi Jerman.
Di negeri Paman Sam sudah ada dua orang muslim menjadi anggota Kongres. Di Belanda, wali kota Rotterdam adalah muslim kelahiran Maroko dan di Inggris sudah ada beberapa wali kota muslim. Masih banyak contoh di berbagai negara.
Keseimbangan Baru
Fenomena di atas dan prediksi Pew menunjukkan dunia sedang bergerak ke arah keseimbangan baru—dengan segala harapan dan kecemasannya. Dalam berbagai kesempatan berdiskusi di negara-negara dunia Islam, seperti Turki, Mesir, atau Aljazair, saya kerap mendapat pertanyaan bagaimana Indonesia melewati transisi demokrasi dalam ketegangan hubungan antara Islam dan negara serta Islam vis-a-vis modernitas.
Di Indonesia sendiri ini diskusi panjang yang telah dibuka Tjokroaminoto dan Sutan Takdir Alisjahbana sebelum kemerdekaan, dilanjutkan Nurcholish Madjid mulai 1970-an, hingga sekarang. Yang juga banyak dibahas adalah betapa benturan budaya yang belum sepenuhnya selesai menjadi masalah bagi modernisasi di dunia Islam. Basis keagamaan yang kental di suatu masyarakat tidak dapat dicerabut begitu saja oleh proyek besar modernisasi. Pada saat yang sama, negara tidak dapat menyelesaikan benturan ini dengan pendekatan struktural.
Dalam hal relasi agama (Islam) dan negara, dari pengalaman banyak negara, ketegangan yang muncul malah berujung pada pertempuran yang merugikan kedua belah pihak ( lose-lose battle). Jika kita membaca data Pew di atas, kita melihat keseimbangan geopolitik baru di masa depan dimulai dari perubahan lanskap demografis. Negara tidak lagi menjadi ”lawan bicara” tunggal agama dalam berinteraksi. Masyarakat sipil dan pasar kini berperan untuk menjadi ruang aktualisasi agama-agama.
Negara akan surut menjadi penjaga ketertiban administrasi penduduk global yang dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Negara akan menjadi makin netral dan tak ”berwarna”. Agama pernah menjadi faktor pemicu globalisasi sejak lebih dari seribu tahun lalu, ketika terjadi penyebaran agama dari pusat-pusat agama ke berbagai penjuru dunia, baik Buddha, Hindu, Islam, dan Kristen. Namun, konteks penyebaran agama pada saat itu adalah ekstensifikasi basis pengikut secara kuantitatif yang kerap berkelindan dengan motif-motif politik dan ekonomi.
Globalisasi agama yang sekarang berlangsung adalah rasa pertautan orang-orang di seluruh dunia oleh ajaran, referensi dan perilaku dari ajaran agama yang sama. Pertumbuhan agama bukan lagi disebabkan ekspansi wilayah dan penaklukan, tetapi akibat ”pertumbuhan organik” di dalam umat beragama tersebut dan akseptabilitas agama oleh individu yang makin atomistik. Daya globalisasi agama kini dalam beberapa hal mengaburkan negara-bangsa.
Globalisasi punya sisi gelap membuat orang teralienasi, merasa asing, dan sendiri di tengah dunia yang hiruk-pikuk. Maka tak heran jika globalisasi, selain menghasilkan keterbukaan, juga memicu lahirnya ”ketertutupan”. Fenomena ekstremisme dan primodialisme merupakan pantulan balik dari globalisasi yang menjangkau hingga ke relung-relung privat kehidupan. Kita beruntung karena semua umat beragama merupakan bagian yang tak terpisahkan dari terbentuknya negara-bangsa Indonesia.
Perdebatan Piagam Jakarta dalam proses pembentukan negara Indonesia adalah referensi sejarah yang berharga. Saya memandang peristiwa itu secara positif. Itulah bentuk kompromi dan jiwa besar para pendiri bangsa dalam menyusun suatu cetak biru yang dapat memayungi seluruh warga dari berbagai agama. Karena itu, untuk konteks Indonesia, globalisasi agama (atau agama-agama) dan negara-bangsa dapat diarahkan untuk saling memberi manfaat dan menguatkan satu sama lain. Keseimbangan baru di tataran global tidak boleh dimaknai karena ”kuat sama kuat, mari kita bertarung”.
Sebaliknya, spirit yang harus dikedepankan adalah ”karena kita sama kuat, mari bekerja sama”. Koeksistensi damai antaragama adalah proyek besar berikutnya untuk meredam kekerasan berkedok agama yang dimainkan sekelompok kecil tertentu. Dunia kini diliputi kecemasan akibat terorisme karena siapa pun kita dan apa pun agama kita dapat saja tiba-tiba terluka bahkan terbunuh oleh alasan yang tidak kita mengerti.
Rasa sakit akibat luka itu sama. Karena itu, sebenarnya umat manusia di dunia dipersatukan oleh ketakutan yang sama. Terciptanya perimbangan demografis baru pada 2050 itu harus menjadi momentum keseimbangan perdamaian global yang diusahakan oleh semua pihak, baik dari negara maupun komunitas agama global. Keseimbangan baru itu juga menjadi peluang Indonesia berperan sebagai referensi dalam transisi demokrasi dan pengelolaan relasi agama dan negara— khususnya bagi negara-negara dunia Islam.
Tentu itu memberi tantangan yang lebih berat lagi bagi kita sendiri untuk merawat demokrasi dan perdamaian antarumat beragama di negeri kita. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan. [Koran SINDO 17 Juni 2015]

posted by @Adimin

Sumbar Menjadi Lokasi Pencanangan Gerakan Remaja Melek Media

PADANG (15/6) – Melalui kegiatan pencanangan Gerakan Remaja Melek Media diharapkan para siswa tidak lagi sekedar menjadi konsumen berita, melainkan menjadi produsen informasi dan kritis terhadap berita yang dimuat pada berbagai media.
“Berbeda dengan dahulu, saat ini kita hidup di era informasi yang luar biasa banyaknya. Informasi yang banyak itu mengharuskan anak-anak harus bisa memilah, memilih, memanfaatkan, dan mengkritisi,” ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan usai membuka Gerakan Remaja Melek Media di Auditorium Gubernuran, Sumatera Barat, Senin (15/6).
Dalam merealisasikan gerakan dimaksud, Kemendikbud menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang telah menjalankan kegiatan itu, melalui pemberian pelatihan bagi guru dan siswa secara berkelanjutan.
“Nantinya kawan-kawan di PWI akan datang ke sekolah-sekolah memberikan pelatihan, tidak hanya bagi siswa tapi juga untuk guru. Kalau guru malas membaca, menulis, dan menganalisa informasi, maka siswanya juga malas. Untuk itu keduanya dilatih, agar di fase berikutnya mereka justru bisa menjadi produsen informasi,” terangnya.
Menurut Anies, dipilihnya Sumatera Barat (Sumbar) sebagai lokasi pencanangan Gerakan Remaja Melek Media, karena tanah Minangkabau memiliki potensi untuk melahirkan jurnalis dan tokoh intelektual yang berkontribusi terhadap berdirinya Republik Indonesia ini.
“Sumatera Barat melahirkan Adinegoro, Rasuna Said, mereka jurnalis hebat yang berkontribusi besar terhadap lahirnya bangsa ini. Ke depan, bukan tidak mungkin, Sumatera Barat melahirkan kembali tokoh serupa melalui gerakan ini,” harapnya.
Sementara itu, untuk mendukung suksesnya gerakan ini, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengaku akan mengeluarkan surat edaran ke seluruh Kabupaten/Kota, yang meminta setiap sekolah berlangganan koran lokal, nasional, ataupun internasional.
“Sekolah harus langganan koran, lalu diletakkan di perpustakaan agar siswa memiliki akses untuk mendapatkan informasi yang luas. Dari situ mereka memahami informasi. Selanjutnya melalui bimbingan PWI, mereka bisa menghasilkan karya juga,” terang Irwan. [humas pemprov]

posted by @Adimin

Presiden PKS di 7th International Economic Summit of Russia: Tingkatkan Kerjasama Ekonomi Rusia dan Negara-Negara Muslim 16 Jun 2015 | 09:47 WIB

KAZAN (15/6) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menyebut share (bagian) ekonomi syariah di Indonesia masih terlalu kecil. Hal ini disebabkan kurangnya dukungan politik terhadap sistem syariah yang non-ribawi.
Demikian di antara isi pidato Anis Matta di 7th International Economic Summit of Russia and Organization of Islamic Cooperation (OIC) Countries, di Kazan, Rusia, Senin (15/6).
Anis Matta menjadi satu-satunya pembicara dari partai politik asal Indonesia di acara yang bertajuk Strategic Forum Islamic Finance for Constructive Global Trade and Investmens tersebut.
Menurut Anis, kini saatnya Rusia melirik kerjasama dengan negara-negara dengan penduduk mayoritas muslim seperti Indonesia. Secara khusus, Anis juga menyoroti angka kerjasama ekonomi Rusia yang masih dalam skala kecil.
"Berbeda dengan Malaysia yang skala kue ekonomi islam-nya mencapai 20% lebih, karena didukung oleh political willpemerintahnya," tutur Anis.
Lebih jauh ia mengajak Rusia dan negara-negara pecahan Uni Sovyet untuk memperluas kerjasama dengan Indonesia.
"Strategisnya kerjasama ekonomi dengan Rusia juga bisa ditingkatkan pada skala politik, karena political willmenjadi faktor yang penting dalam mengembangkan skala Islamic Finance di dunia Islam khususnya," ujar pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan 47 tahun lalu ini.
Selanjutnya, Anis mendorong peran lembaga parlemen di kedua belahan bumi ini agar aktif mengampanyekanIslamic Finance agar lebih bisa memberikan kontribusi Islam bagi umat manusia. [pks.id]
Keterangan Foto: Presiden PKS Anis Matta saat berbicara di hadapan forum dalam 7th International Economic Summit of Russia and Organization of Islamic Cooperation (OIC) Countries, Kaza, Russia, Senin (15/6).

posted by @Adimin

Kota Padang Raih Penghargaan Kota Terbaik & Kota Potensial Kategori Pariwisata

Written By Sjam Deddy on 13 June, 2015 | June 13, 2015


Sejak di Pimpin oleh Mahyeldi Ansharullah, Kota Padang semakin terlihat perubahannya. Hal ini dibuktikan dengan Kota Padang raih penghargaan Kota Terbaik dan Kota Potensial untuk kategori Pariwisata yang digagas oleh Tempo Media Group.
 
Kota Padang raih penghargaan Kota Terbaik dan Kota Potensial untuk kategori Pariwisata diberikan dalam acara yang bertajuk malam penganugerahaan ‘Indonesia’s Attractiveness Award 2015’ di Ballroom I Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Jumat (12/6) malam. Acara ini dibuka Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Tampak hadir Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri PAN RB Yudhi Chrisnandy, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Kepala BKPM Frankie Sibarani, dan Direktur Utama Tempo Media Group Bambang Harymurti.

Dua penghargaan yang diterima Kota Padang yakni Kota Terbaik kedelapan se-Indonesia dengan peringkat Platinum serta Kota Potensial untuk Kategori Pariwisata. Penghargaan Kota Terbaik kedelapan se-Indonesia diserahkan Menteri PAN dan RB Yudhi Chrisnandy kepada Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah. Sedangkan penghargaan Kota Potensial Kategori Pariwisata diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata Arif Yahya.

Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah, mengatakan perolehan penghargaan ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Padang tahun 2014 sampai dengan 2019.

“Memang kita saat ini fokus mengarahkan dan mengoptimalkan potensi-potensi wisata. Kita sudah siapkan perencanaannya dan sekarang melangkah kepada FS dari Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Kota Padang. Dimana KWT ini meliputi Pantai Air Manis dengan Batu Malin Kundangnya, Kawasan Gunung Padang, Padang Kota Lama Heritage, dan Pantai Padang. Jadi Padang adalah kota yang memiliki kelengkapan dari segi objek wisatanya. Karena di situ ada budaya, seni, pantai, dan juga ada pulau-pulaunya,” kata Wako Mahyeldi kutip serambiminang.com dari facebook humas dan protokol kota padang, usai menerima penghargaan.

Mahyeldi juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Tempo Media Group dan Frontier Consulting Group yang telah melakukan penilaian terhadap pariwisata Kota Padang, serta penilaian terhadap infrastruktur, pelayanan publik dan lainnya.

“Tentu harapan kami penghargaan ini menjadi motivasi bagi pemerintah kota dan masyarakat Kota Padang untuk bisa lebih baik lagi. Karena diakui masih banyak kekurangan-kekurangan dari kota lain yang ada di indonesia. Dengan meraih peringkat delapan, berarti masih ada tujuh kota lagi di atas kita dan perlu belajar banyak dengan kota lain itu. Hal ini tentu dengan semangat saling kolaborasi dalam rangka kemajuan pariwisata kota untuk memajukan Republik Indonesia,” tambah Walikota Padang, Mahyeldi.

Kota Padang raih penghargaan Kota Terbaik dan Kota Potensial adalah disaat momen yang tepat. Karena Kota Padang saat ini sedang berbenah untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sebelumnya Kota Padang juga menerima hasil pemeriksaan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK

serambiminang
 
posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger