pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Presiden PKS: Rangkul Semua Anak Bangsa dalam Penyelesaian Tolikara

Written By Anonymous on 20 July, 2015 | July 20, 2015

JAKARTA (19/7) – Insiden Tolikara, Papua, seperti dikirim Allah untuk menguji iman dan kebesaran hati Umat Islam di Indonesia pada Hari Raya Idul Fitri. Presiden PKS Anis Matta mendukung pendekatan hukum dibarengi usaha merangkul semua anak bangsa Indonesia dalam penyelesaian insiden tersebut.

“Saya sedih dan prihatin (atas insiden Tolikara), tetapi saya tidak akan mengomentari insiden ini dulu, mari kumpulkan informasi sampai semua jernih. Saya berdoa agar insiden ini dapat segera diselesaikan,” tulis Anis Matta melalui akun twitternya @anismatta, Sabtu (18/7).

Anis mengajak masyarakat Indonesia untuk memaknai dan mengambil hikmah Idul Fitri lebih dalam. Ia mengatakan makna Lebaran sebagai Hari Kemenangan bukanlah kemenangan manusia secara mutlak, melainkan semua karena izin Allah SWT.

“Hari Lebaran sering dimaknai sebagai Hari Kemenangan, tapi pada hari kemenangan itu kita kumandangkan takbir. Artinya ada yang lebih agung dan berkuasa dari usaha manusia, yaitu Allah Yang Maha Besar,” katanya.

Menurut Wakil Ketua DPR RI periode 2009-2013 itu, setelah berjuang dengan ibadah soliter (seperti puasa, tarawih, I’tikaf) kaum muslimin dan muslimat merayakannya dalam semangat kolektif, yaitu sholat di lapangan dan saling bermaafan.

“Artinya kesalehan individual kita perlu dikonfirmasikan dengan tindakan sosial kita. Sesaleh apapun kita, selalu ada kemungkinan kita berbuat dosa terhadap orang lain,” ujar politisi asal Bone, Sulawesi Selatan itu.

Idul Fitri, lanjut Anis, juga mengajarkan kegembiraan dalam beragama. Dalam kegembiraan itu pula sepatutnya Umat Islam mendoakan saudara-saudara yang belum sepenuhnya bergembira di Hari Raya. Anis mengingatkan kondisi kaum muslim Rohingya di Myanmar dan pengungsian, kaum Uyghur di China yang ditekan rezim berkuasa, serta saudara-saudara muslim di belahan dunia lainnya.

“Mari kita bagi sebagian hati gembira kita untuk mereka. Saudara kita di Palestina, Irak, Syria, Mesir, Yaman, Libya, dan masih banyak lagi. Juga kaum muslim Indonesia yang masih didera kemiskinan atau bencana. Teriring doa semoga Allah meridhoi langkah kita selepas Idul Fitri ini,” pesannya.

Keterangan Foto: Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta.
  

[sumber: pks.id]


posted by @Adimin

Minta Umat Islam Tidak Terprovokasi, Ketua Fraksi PKS: Hukum Harus Ditegakkan




Jakarta (18/7) - Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini menilai penyerangan terhadap para jamaah salat Idul Fitri dan pembakaran rumah ibadah di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua menciderai demokrasi dan kebebasan beragama yang dijamin konstitusi. Jika tidak segera diatasi oleh aparat penegak hukum, tindakan tersebut dikhawatirkan akan berpotensi menyulut konflik yang lebih besar.


"Kami sangat prihatin, di tengah momentum bahagia dan saling memaafkan, ada sekelompok orang yang menciderai suasana kerukunan antar umat beragama yang telah terbangun baik di Papua," kata Jazuli di Jakarta, Sabtu (18/7).

Jazuli meminta aparat keamanan menegakkan hukum secara serius untuk mencegah ekses negatif yang lebih luas. Ia mendesak aparat segera mencari aktor intelektualnya, dan menindak tegas para pelakunya. Selain itu, Jazuli mendorong pihak yang berwenang memberi perlindungan bagi pemeluk agama, khususnya umat Islam, untuk beribadah berikut fasilitas rumah ibadahnya di wilayah Papua.

"Sebaliknya, saya berharap tokoh dan umat Islam tetap tenang. Mari percayakan pada penegak hukum untuk mengusutnya hingga tuntas," imbaunya.

Menurut Ketua DPP PKS ini, kunci penyelesaian dan mitigasi insiden Tolikara ada pada penegakan hukum yang tegas oleh aparat dan negara. Dengan demikian, lanjutnya, umat Islam sebagai korban memiliki kepastian hukum dan tidak tersulut tindakan provokatif dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang merusak suasana damai di bumi Papua.

Keterangan Foto: Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini.

[sumber: Humas Fraksi DPR RI]


posted by @Adimin

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Tinjau Arus Mudik

Written By Anonymous on 16 July, 2015 | July 16, 2015


Padang, Pemudik yang masuk ke Sumatera Barat(Sumbar) melalui Bandar Udara Minangkabau(BIM), hingga H-3 sudah mencapai 10 ribu orang dan diprediksi akan terus meningkat. "10 ribu pemudik yang masuk melalui BIM itu dilayani oleh 38 penerbangan. Diprediksi, hingga hari H, arus mudik masih akan berlanjut," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat meninjau pos taktis(poskotis) lebaran di BIM, Selasa (14/7).

Ikut mendampingi rombongan itu, Polda Sumbar, Kadis Perhubungan, Kepala Cabang BI, Kepala Angkasa Pura II, Walikota Padang, Satpol PP Kota Padang. Menurut dia, untuk mengantisipasi arus mudik tersebut sejumlah maskapai telah menambah jumlah penerbangan menuju Sumbar.

"Informasi yang kita terima, Garuda Indonesia juga menambah penerbangan rute Jakarta-Padang dengan pesawat berbadan lebar yang daya angkutnya lebih banyak," katanya.
Dia berharap, penambahan jadwal penerbangan itu akan bisa memberikan pelayanan yang lebih baik pada pemudik asal Sumbar.

Irwan Prayitno juga meninjau harga tiket Jakarta-Padang dari sejumlah maskapai di BIM.
"Untuk harga tiket masih sesuai dengan aturan batas bawah dan batas atas yang ditetapkan pemerintah. Mudah-mudahan hingga arus balik nanti, harga tiket akan bisa bertahan sesuai aturan," katanya.

Irwan Prayitno juga menyampaikan bahwa, banyak para perantau yang mendatangi Poskotis dengan menanyakan arah dan jalan kemana mereka akan mengunjungi sanak keluarganya. Berarti fungsi Poskotis telah memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama para pemudik yang datang ke Sumatera Barat.

Kepada masyarakat kita juga mengingatkan jika berpergian keluar kota juga memperhatikan, apakah rumah sudah terkunci, listik dan kompor sudah dimatikan. Jikapun ada lampu yang hidup agar juga memperhatikan lampu yang mana agar aman rumah ditinggalkan. Masyarakat juga diharapkan saling menjaga keamanan dan ketentraman lingkungan masing-masing, jika ada yang mencurigakan agar melapor kepada pihak-pihak terkait, sehingga kondisi yang aman dan nyaman itu dapat terselenggara dengan baik. Tanpa dukungan partisipasi masyarakat, aparat tentu tidak mampu memberikan pelayanan keamanan secara maksimal, himbaunya.

Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Amran dalam kesempatan itu mengatakan, batas bawah harga tiket Jakarta-Padang tidak di bawah Rp. 600 ribu dan batas atas tidak lebih dari Rp. 1.8 juta.

Selain poskotis di BIM, gubernur yang didampingi Kapolda Sumbar Brigjen Pol Bambang Sri Herwanto, Wali kota Padang dan sejumlah instansi terkait juga meninjau tiga pos taktis(poskotis) lebaran di Kota Padang.

Kapolda Sumbar Brigjen Pol Bambang Sri Herwanto mengatakan, pihaknya telah menyiagakan 3600 personil di seluruh Sumatera Barat untuk pengamanan lebaran.
"Mereka akan terbagi menjadi tiga shift agar pelayanan bisa maksimal selama 24 jam setiap hari," katanya.

Tidak hanya melihat kesiapan petugas di poskotis, gubernur Irwan Prayitno juga menyerahkan bantuan operasional untuk petugas, sebagai bentuk apresiasi pada mereka yang tetap memberikan pelayanan pada masyarakat dalam suasana lebaran. [pks.id]


posted by @Adimin

Wako Mahyeldi Dianugerahi Tanda Kehormatan Satya Lencana Pembangunan

Written By Anonymous on 14 July, 2015 | July 14, 2015


KUPANG – Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah dianugerahi tanda kehormatan Satya Lencana Pembangunan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (12/7) kemarin. Tanda kehormatan ini diberikan langsung oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dalam acara puncak peringatan Hari Koperasi ke-68 di Halaman Rumah Jabatan Gubernur Nusa Tenggara Timur.

Diberikannya tanda kehormatan Satya Lencana Pembangunan itu karena Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah dianggap berhasil dan mampu memajukan serta mensejahterakan masyarakat di daerahnya. Selain itu, Wako Mahyeldi dinilai berhasil dalam mengurangi angka pengangguran lewat program-program di bidang koperasi yang akan dan sedang diterapkan.

Usai menerima tanda kehormatan itu, Wako Mahyeldi terlihat begitu haru dan berucap syukur. Menurutnya, Satya Lencana Pembangunan ini adalah hasil kerjakeras bersama antara Pemerintah Kota Padang, Dinas Koperasi dan UMKM serta masyarakat Kota Padang. “Koperasi telah mengajarkan kita semangat kebersamaan dan kolaborasi. Koperasi juga telah mengajarkan kita bagaimana mengembangkan pembangunan dan kesuksesan bernegara,” katanya.

Wako menyebut, dalam situasi saat ini tantangan begitu berat. Perekonomian juga menurun. Tentunya semangat kebersamaan yang diajarkan koperasi itu penting terus digelorakan dan ditumbuhkan dalam menghadapi situasi tersebut. Wako menilai, koperasi telah teruji selama ini. Saat terjadi krisis ekonomi tahun 1997 silam, koperasi mampu menjadikan perekonomian Indonesia bertahan. “Untuk itu tidak ada pilihan lain bagi kita ke depan bagaimana memperkuat dan memperkokoh koperasi dalam rangka menguatkan ekonomi masyarakat dan berjuang demi kesejahteraan bangsa. Dalam koperasi, dengan semangat kebersamaan, ekonomi dapat meningkat dan masyarakat sejahtera,” tambah Wako.

Sementara, Wapres Jusuf Kalla menyebut, koperasi menjadi bagian penting bagi bangsa Indonesia. Semangat kebersamaan yang diajarkan koperasi dibutuhkan bangsa Indonesia agar diperoleh efisiensi dan tumbuh dengan kebersamaan. “Kerjasama koperasi akan dapat memudahkan dan memajukan bangsa,” terangnya.

Pada peringatan Hari Koperasi ke 68 ini, Wapres menekankan perlunya evaluasi bagi koperasi yang tersebar di Indonesia. Jumlah koperasi terus berkembang pesat. Dari 200 ribu koperasi yang ada, hanya sekitar 70 persen yang aktif. “Tidak semua yang 200 ribu itu yang aktif, masih ada terdapat koperasi ‘stempel’,” ujarnya.

Wapres menyebut, koperasi merupakan kegiatan bersama. Usaha bersama dengan dasar kekeluargaan. Tentunya perlu upaya bagaiamana meningkatkan jumlah koperasi. “Koperasi punya tantangan besar, seperti tantangan waktu dalam hal pelayanan kepada masyarakat. Dalam ulangtahun ini kita patut mengevaluasi apa yang belum kita kerjakan, bukan apa yang kita dapat,” sebut Wapres yang disambut tepukan riuh seluruh undangan yang hadir.

Wapres mengimbau kepada seluruh pendiri koperasi untuk mengembangkan koperasi sesuai asas koperasi itu sendiri serta bekerjasama untuk kemajuan dan kesejahteraan semua. “Kebersamaan adalah kekuatan. Kekuatan itulah yang dapat bersaing dengan apapun,” tukuk Jusuf Kalla. Di Sumatera Barat, penerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Pembangunan tahun ini hanya didapat dua kepala daerah saja. Yakni Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah dan Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni. [humas dan protokol kota padang]


posted by @Adimin

Menengok Gubernur di Penghujung Ramadhan: Itikaf, Sahur Bareng Anak Cucu di Mushalla


Suara merdu melantun di mushalla kecil di belakang rumah dinas Gubernur Sumbar di Jalan Sudirman. Suara itu milik sang Gubernur, Irwan Prayitno. Tapi, IP, panggilan akrab Irwan tidak sedang berdendang. Album keduanya sudah di-launching beberapa pekan lalu. IP sedang mengaji. Ya, itulah aktivitas rutinnya di penghujung Ramadhan. 

Seperti Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, IP menghabiskan malam-malam di penghujung bulan suci dengan beritikaf. “Ya, sejak malam ke-20 Ramadhan. Sesuai yang dianjurkan Rasulullah saw untuk mengisi malam-malam di penghujung Ramadhan dengan memperbanyak ibadah,” ujar IP. 

IP tak sendiri beritikaf. Ia membawa serta anak, istri dan anggota keluarga lainnya. Jadi, setiap malam aktivitas keluarga gubernur itu berpindah dari rumah dinas ke mushala kecil di sebelahnya. Kebersamaan mereka larut dalam lantunan asma-asma Allah SWT. 

Kegiatan itikaf dimulai setelah salat Tarawih. Sepanjang malam, mushala kecil di rumah dinas gubernur atau yang lebih dikenal sebagai gubernuran itu penuh dengan aktivitas ibadah. Ada salat malam, zikir terutama sekali qira’ah Quran. Aktivitas ibadah di malam Ramadhan itu berakhir setelah ceramah subuh. 

Dipilihnya mushala kecil di rumah dinas gubernur itu sebagai tempat itikaf tak terlepas dari alasan efektivitas. Tempat itu yang terdekat dari keluarga IP. Biasanya, sebelum jadi gubernur, IP dan keluarga beritikaf di masjid yang ada dalam lingkungan Perguruan Islam Adzkia di Taratak Paneh, Paang. Itu kalau kebetulan IP berada di Padang dekat dengan rumah orang tuanya yang bersebelahan dengan komplek Adzkia. Ketika masih menjadi anggota DPR, ia lebih banyak beraktivitas di Jakarta, termasuk menjalani ibadah Ramadhan di sana.

Itikaf adalah aktivitas yang dianjurkan di penghujung Ramadhan. Irwan sendiri berharap Ramadhan kali ini setiap kaum muslimin mendapatkan rahmat, ampunan dari Allah dan predikat takwa. “Semoga Ramadhan kali ini kita mendapatkan maghfiroh, rahmat dan berkah takwa,” ujar Irwan.

Ketika menjadi gubernur, kebiasaan IP beritikaf di sepuluh malam terakhir Ramadhan tetap berlanjut. Sepanjang malam dihabiskan beritikaf di mushala, besoknya IP tetap melaksanakan kegiatan sebagai gubernur seperti biasanya. 

“Masih di perjalanan, sedang di Lembah Anai. Barusan dari Padangpanjang,” ujar IP suatu ketika mengabarkan keberadaannya. 

Tak ada gurat lelah di wajahnya. Dalam keadaan berpuasa dan sebelumnya beritikaf semalaman, langkah IP tetap agresif. Tak ada aktivitasnya berkurang.

Dalam sehari, ia bisa melaksanakan kegiatan di banyak tempat. Tak hanya kegiatan rutin pemerintahan, IP juga rajin memenuhi undangan masyarakat. Dari undangan organisasi, pengurus masjid, hingga undangan sekolah pun dipenuhi. 

“Kalau sedang mendampingi Pak IP mesti siapkan fisik yang prima,” ujar salah seorang staf yang biasa mendampingi Irwan. [Singgalang 14 Juli 2015]


posted by @Adimin

Islamisasi Pemikiran di Bulan Ramadhan

Written By Sjam Deddy on 12 July, 2015 | July 12, 2015


Bulan suci Ramadlan merupakan momentum tepat untuk membersihkan virus-virus pemikiran. Termasuk virus liberal dan pluralism agama

SALAH satu produk dari sekularisasi pemikiran adalah pemisahan antara ilmu dan agama. Ilmu pengetahuan tidak dikaitkan dengan agama. Agama tidak mendapatkan tempat dalam proses pengetahuan. Akibatnya adalah, agama tidak menjadi parameter untuk mengukur benar dan salahnya suatu pengetahuan. Inilah salah satu wujud liberalisasi pemikiran.

Liberalisasi pemikiran dan agama cenderung menggiring kepada penistaan dan desakralisasi agama. Sebab, sekularisasi membenci ajaran agama. Seseorang yang membenci agama hatinya terkotori oleh hawa nafsu dan jauh dari Allah. Bentuk-bentuk penghujatan itu bervariasi, mulai menghujat al-Qur’an hingga melegalkan perkawinan sejenis. Jika diamati, penistaan-penistaan terhadap ajaran Islam lebih terkesan emosional, mengumbar nafsu kebencian daripada kesan akademik dan intelek.

Banyak di antara hujatan aktivis liberal yang telah terekam media. Ada yang pernah mengatakan bahwa al-Qur’an telah mengalami copy-editing yang dilakukan sahabat. Wujud al-Qur’an bukan murni kalamullah. Seorang aktivis menulis bahwa Islam adalah ajaran oplosan, campuran berbagai ajaran agama-agama. Ada cendekiawan muda yang menista keagungan Allah sambil mengatakan “Memuja matahari itu jauh lebih penting dari memuja selainnya.  Dia selalu memberi kita pagi yang indah ini”.

Jadi, Liberalisasi dan sekularisasi sesungguhnya tidak menididik intelektual kaum Muslim, tapi membuka kran pemikiran yang tidak bermoral. Problemnya kembali kepada hati dan pikiran yang tidak bersih dari konsep-konsep pemikiran asing. Karena mereka berdiri menentang hukum Allah. Kadangkala umat Islam tidak tersadar mendukung kampanye sekularisasi. Oleh sebab itu, hati dan pemikiran yang sekular harus diobati dengan membersihkan dari hawa nafsu, untuk lebih dekat kepada Allah.

Bulan suci Ramadlan merupakan momentum tepat untuk membersihkan virus-virus pemikiran. Ramadlan merupakan ‘madrasah’ untuk membersihkan hati manusia dan membakar (ramadl) kotoran dosa dan nafsu. Ia juga disebut bulan ilmu. Di bulan suci ini Allah subhanahu wa ta’ala  untuk pertama kali menyeru manusia untuk membaca (iqra’) melalui ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammadshalallahu ‘alaihi wa sallam. Pembersihan hati diproses melalui aktifitas keilmuan.

Bulan ini layaknya madrasah yang dipersiapkan untuk mencetak individu-individu beradab (insan adabi). Suasana bulan suci dengan semarah ibadah dan mengaji sangat mendukung untuk melakukan proses islamisasi pemikiran. Masyarakat muslim biasanya lebih taat ibadah pada bulan ini. Kemaksiatan juga relatif berkurang. Oleh karena itu, aktifitas ini melibatkan pemikiran sekaligus hati. Karena dalam Islam, ilmu harus dikaitkan dengan iman. Proses pembersihan ini dapat disebut ‘Islamisasi’. Islamisasi adalah pembebasan jiwa dan pikiran manusia dari unsur kebudayaan dan ajaran yang berlawanan dengan Islam.

Jiwa yang Islami menurut Syed Naquib al-Attas adalah jiwa yang akal dan bahasanya tidak terkungkung oleh mitos, animisme dan budaya sekularisme. Setelah dilakukan pembersihan terhadap unsur asing itu, maka jiwa dan pikiran dimasuki unsur-unsur Islam. Mengembalikan hati untuk kembali beriman, membersihkan pemikiran untuk patuh kepada syariat Allah. Di bulan Ramadlan, umat Islam dilatih melawan hafwa nafsu. Terutama nafsu yang menentang hukum Allah.

Islamisasi pemikiran berarti memperbaiki iman. Ilmu yang dimiliki seorang Muslim harus berdimensi iman. Mindset pemikiran harus ditimbang dengan keyakinan asas dalam Islam, seperti faham tentang Allah, konsep manusia, konsep hidup, konsep jiwa dan faham-faham kunci lainnya. Karena berdimensi iman, maka epistemologi Islam selalu bertaut dengan teologi secara dinamis.

Problem-problem pemikiran seperti maraknya ideologi pluralisme, feminisme, relativisme, sekularisme, dan lain-lain merupakan problem keyakinan. Keyakinan dan hati yang rusak tidak mampu mengontrol pemikiran dan prilakuknya untuk menentang hukum Allah.

Oleh sebab itu, tazkiyatun nafs (pembersihan jiwa) dapat disebut juga proses tazkiyatu al-fikr (pembersihan pemikiran) sekaligus pembersihan iman. Dengan demikian, langkah mengislamkan pemikiran yang pertama-tama perlu dilakukan adalah dengan mengikuti petunjuk riyadlah al-nafs (melatih jiwa melawan hawa nafsu) seperti yang dijelaskan oleh imam al-Ghazali dalam kita Ihya’ Ulumuddin. Keyakinan-keyakinan materialistik dalam hati harus dibersihkan. Sebab, hati dan pikiran itu mengontrol dan membentuk perilaku. Beradab atau bi-adabnya perilaku dipengaruhi oleh bersih dan kotornya jiwa.

Jadi, Ramadlan adalah ‘madrasah’ untuk mengislamkan jiwa dan pikiran. Jiwa dan pikiran yang Islami,  yaitu yang bersih, selalu patuh dan tunduk kepada syariat Allah, beradab, bermoral dan terbebas dari kekuasaan nafsu untuk membenci agama. Jiwa dan pikiran yang patuh kepada-Nya terisi nilai-nilai suci, tiada nilai lain kecuali nilai Islam dan kebenaran.
 
Ramadhan sengaja menjadi tempat untuk mencetak jiwa-jiwa Islami, bukan jiwa yang sekular. Perbanyaklah ibadah, sering-seringlah mengikuti kajian ilmu. Sekali-kali jangan beri kesempatan nafsu untuk menguasai jiwa selama bulan puasa. Jika seusai Ramadlan jiwa kita tetap sekular, maka kita gagal beribadah puasa Ramadlan. Maka, siapkanlah diri sejak sekarang


Oleh: Ahmad Kholili Hasib
posted by @Adimin

Keluarga Besar PKS Rangkul Warga Padang

Written By Anonymous on 11 July, 2015 | July 11, 2015



Padang - Kelurga besar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Padang berbuka puasa bersama dengan warga di sekitar kantor DPD PKS Padang di Jalan Kis Mangunsarkoro Padang, kemarin (10/7). Hadir juga Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah yang merupakan kader PKS, serta anggota DPR RI Hermanto.

Ketua DPD PKS Padang, Muhidi menyebutkan, buka bersama yang di laksanakan, jumat (10/7) ini merupakan agenda rutin. "Ini wujud kebersamaan PKS dengar warga sekitar. Tak ada hubungan agenda politik," ujar Muhidi.

Muhidi yang juga wakil ketua DPRD Padang ini menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan warga selama ini. Dalam kebersamaan PKS dengan warga sekitar berjalan dengan baik.
Sehubungan dengan Idul Fitri yang sudah dekat, Muhidi juga menyampaikan permohonan maaf. "Mohon maaf lahir dan bathin. Semoga di penghujung Ramadhan ini kita mendapatkan keberkahan takwa,"tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Padang, Mahyeldi dalam kesempatan itu menginformasikan berbagai program-program Pemko Padang, terutama sepuluh program unggulan wali kota. Salah satu program tersebut adalah asuransi untuk warga miskin. "Banyak program yang memang diperuntukkan untuk masyarakat. Jadi masyarakat perlu tahu program-program yang dilaksanakan Pemko, "ujar Mahyeldi.

Buka bersama PKS dengan warga ini berlangsung penuh kekeluargaan. Sejumlah warga pun dalam kesempatan terbuka berdialog langsung dengan Wali Kota Mahyeldi. [padek]


posted by @Adimin

I’tikaf, Menemukan Kesejatian Diri

Written By Anonymous on 09 July, 2015 | July 09, 2015

Diambil dari Buku Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M. Anis Matta - Keajaiban I’tikaf (Menemukan Kesejatian Diri)
Kita sudah relatif jauh berjalan. Banyak yang sudah kita lihat dan yang kita raih. Tapi banyak yang masih kita keluhkan: rintangan yang menghambat, goncangan yang melelahkan fisik dan jiwa, suara-suara gaduh yang memekakkan telinga dari mereka yang mengobrol tanpa ilmu, dan tikungan-tikungan tajam yang menegangkan. Sementara, banyak pemandangan indah yang terlewatkan dan tak sempat kita potret. Dan masih banyak lagi.

Jadi, mari kita berhenti sejenak disini! Ber’itikaf. Kita memerlukan saat-saat itu: saat dimana kita membebaskan diri dari rutinitas yang mengurangi kepekaan spiritual; saat dimana kita melepaskan sejenak beban kehidupan yang selama ini kita pikul dan mungkin menguras stamina kita.

Kita memerlukan saat-saat seperti itu, karena kita perlu membuka kembali peta perjalanan kita; melihat-lihat jauhnya jarak yang telah kita tempuh dan sisa perjalanan yang masih harus kita lalui; menengok kembali hasil-hasil yang telah kita lalui; meneliti rintangan yang mungkin menghambat laju pertumbuhan kita; memandang ke alam sekitar karena banyak aspek dari lingkungan strategis kita telah berubah.

I’tikaf kita butuhkan untuk dua keperluan. Pertama, untuk memantau keseimbangan antara berbagai perubahan pada lingkungan strategis dengan kondisi internal dakwah serta laju pertumbuhannya. Yang ingin dicapai dari upaya ini adalah memperbarui dan mempertajam orientasi kita; melakukan penyelarasan dan penyeimbangan berkesinambungan antara kapasitas internal dakwah, peluang yang disediakan lingkungan eksternal, dan target-target yang dapat kita raih.

Kedua, untuk mengisi ulang hati kita dengan energi baru sekaligus membersihkan debu-debu yang melekat padanya selama menapaki jalan dakwah. Yang ingin kita raih adalah memperbarui komitmen dan janji setia kita kepada Allah SWT bahwa kita akan tetap tegar menghadapi semua tantangan; bahwa yang kita harap dari semua ini hanyalah ridha-Nya.

Karena itu, i’tikaf harus menjadi tradisi yang semakin kita butuhkan ketika perjalanan hidup sudah semakin jauh. Tradisi i’tikaf ini harus kita lakukan dalam dua tingkatan; individu atau jamaah. Pada tingkatan individu, tradisi ini dikukuhkan melalui kebiasaan merenungi, menghayati, dan menyelami telaga akal kita untuk menemukan gagasan baru yang kreatif, matang, dan aktual di samping kebiasaan muhasabah, memperbarui niat, menguatkan kesadaran dan motivasi, serta memelihara kesinambungan semangat jihad.

Kalau ada pemaknaan yang aplikatif terhadap hakikat kekhusyukan yang disebutkan Al-Qur’an, maka ini salah satunya. Penghentian seperti inilah yang mewariskan kemampuan berpikir strategis, penghayatan emosional yang menyatu secara kuat dengan kesadaran dan keterarahan yang senantiasa terjaga di sepanjang jalan dakwah yang berliku dan curam.

Maka, Allah SWT mengatakan, “Belumkah datang saat bagi orang-orang beriman untuk mengkhusyukan hati dalam mengingat Allah dan dalam (menjalankan) kebenaran yang diturunkan. Dan bahwa hendaklah mereka tidak menjadi seperti orang-orang yang telah diberikan Alkitab sebelumnya (dimana) ketika jarak antara mereka (dengan sang rasul) telah jauh, maka hati-hati mereka jadi keras, dan banyak dari mereka jadi fasik.” (QS Al Hadid: 16).

Di masa Islam, Allah mensyariatkan i’tikaf sepuluh hari terakhir pada setiap Bulan Ramadhan. Begini pula akhirnya kita memahami mengapa majelis-majelis kecil para sahabat Rasulullah SAW di masjid atau di rumah-rumah berubah menjadi wacana merawat kesinambungan iman dan semangat jihad. Maka ucapan mereka, kata Ali bin Abi Thalib, adalah dzikir, dan diam mereka adalah perenungan.

Tradisi inilah yang hilang di antara kita, sehingga diam kita berubah jadi imajinasi yang liar, ucapan kita kehilangan arah dan makna. Maka, dakwah kehilangan semua yang ia butuhkan berupa pikiran-pikiran baru yang matang dan brilian, kesadaran yang senantiasa melahirkan kepekaan, dan semangat jihad yang tak pernah padam di sepanjang jalan dakwah yang jauh dan berliku. [pks.id]

posted by @Adimin

Gubernur Sumbar Makan Sahur Bersama Keluarga Sederhana

PADANG (5/7) - Masrizal, salah seorang warga Kampung Tampat Durian, Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), terlihat kaget sekaligus gembira. Ia tidak menyangka dikunjungi orang nomor satu di Sumbar, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.
Bahkan, Gubernur bersama rombongan antara lain Wakil Walikota Padang, Emzalmi, Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedalda) Edi Hasymi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Ekal Lusti serta Camat Kuranji Salisma makan sahur bersama dengan keluarga yang dikaruniai tiga anak itu.
Di dalam rumah berlantai tanah berukuran 7 kali 8 meter, kelurga bersahaja itu menghabiskan waktu santap sahur bersama Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan rombongan singgah sahur Pemko Padang, meskipun sederhana dengan duduk bersila di teras rumah yang sangat sempit.
Singgah Sahur Pemerintah Kota Padang sudah menjadi program rutin sejak Ramadhan 1435 Hijriah. Namun, berbeda dengan pelaksanaan kegiatan singgah sahur sebelumnya. Singgah sahur Ahad (5/7) dini hari dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, yang sengaja menyempatkan diri untuk melihat kondisi warga.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, kegiatan singgah sahur bukan sekedar program mengunjungi masyarakat, melainkan juga menyalurkan bantuan berupa bedah rumah dengan nilai Rp20 juta, beserta sejumlah bantuan lain seperti uang bea siswa sekolah dan permodalan usaha.
“Kunjungan tim ini bukan sekedar membawa makan sahur untuk dimakan bersama-sama. Tim membawa bantuan berupa bedah rumah. Ada juga bantuan Kelompok Usaha Bersama (Kube) dari Dinas Sosial, yang diberikan untuk istri pak Masrizal ini,” kata Irwan Prayitno.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota Padang Emzalmi mengatakan, program bedah rumah telah dilaksanakan sejak tahun 2014 lalu. Sejak program berjalan sudah 600 unit rumah warga yang diperbaiki yang tersebar di sejumlah Kecamatan.
Tahun ini Pemerintah Kota Padang menargetkan program bedah rumah untuk 1000 unit yang tidak layak huni dan dilakukan secara bertahap.
“Kriteria tempat tinggal warga yang dibantu diperbaiki yakni rumah yang tidak layak ditinggali secara teknis maupun kesehatan, seperti lantai masih tanah dan dinding dari papan seadanya. Tahun ini kita akan bedah seribu rumah bertahap. Sampai 2019 program ini tetap dijalankan, hingga tidak ada lagi rumah tidak layak huni,” ujar Emzalmi.
Sementara itu, pasangan suami isteri itu mengaku terkejut dikunjungi Gubernur Sumbar bersama Wakil Walikota Padang Emzalmi beserta rombongan singgah sahur Pemko Padang, mengingat sebelumnya keluarga itu tidak mendapat pemberitahuan secara lisan maupun tulisan akan dikunjungi orang nomor satu di Sumbar. Laki-laki yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan dan isterinya Evayanti sebagai pedagang keripik, tidak mampu berucap banyak selain melontarkan kata senang dan bahagia, karena ternyata masih ada perhatian pemerintah terhadap warganya yang hidup dalam kondisi susah.
“Terkejut, kaget. Tiba-tiba datang Pak Gubernur. Alhadullilah ada bantuan bedah rumah ini. Saya hanya tukang, kadang dapat kerjaan, kadang liburnya panjang. Bagi saya mengumpulkan uang untuk memperbaiki rumah susah, apalagi ada kebutuhan untuk anak juga,” ujar Masrizal.
Pria berusia 39 tahun itu berharap, tempat tinggalnya akan selesai dibedah sebelum Idul Fitri, sehingga di hari Lebaran, keluarganya dapat merayakan hari kemenangan, tinggal di rumah yang layak, yang sejak lama diimpikan namun tak kunjung terwujud karena keterbatasan pembiayaan.
Sumber: http://obsessionnews.com

posted by @Adimin

Wako Ingin Padang Jadi Kota Penghafal Alquran

Written By Anonymous on 08 July, 2015 | July 08, 2015


PADANG – Kota Padang tidak hanya diharapkan sebagai kota yang sukses dalam pembangunan dan masyarakatnya, akan tetapi juga sebagai kota yang sukses dalam keagamaan. Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah bertekad Padang ke depannya menjadi kota penghafal Alquran.

“Mudah-mudahan Padang ke depan menjadi kota penghafal Alquran, kita berharap masyarakat senantiasa memberi dukungan,” kata Wako saat membuka Mukhayam Quran Terpadu (MQT) I yang diselenggarakan Rumah Tahfidz Baitul Quran di jalan Jakarta, Siteba, Padang, Senin (6/7).

Langkah untuk menjadikan Padang sebagai kota penghafal Alquran sudah terlihat sejak beberapa tahun ini. Dimulai dengan digelarnya Pesantren Ramadhan serta menjadikan seluruh siswa didik di Padang hafal Alquran sejak dini. Wako mengaku cukup senang melihat perkembangan Kota Padang. Langkah dan upaya untuk menjadikan Padang sebagai kota melek Alquran telah dilakukan seperti kegiatan ‘one day one juz’ dan sebagainya. “Target kita setiap siswa tamat Sekolah Dasar (SD) mampu hafal satu juz Alquran. Sebab kita ingin di Padang ini hadir para penghafal Alquran dan penghafal Alquran itu adalah calon penghuni surga,” ujar Wako Mahyeldi.

Seperti diketahui selama ini, Alquran telah menjadi variabel prestasi bagi siswa untuk diterima di sekolah-sekolah. Mereka yang mampu membaca dan hafal Alquran sebanyak 30 juz diberi kesempatan memilih sekolah yang diinginkan. “Pada umumnya anak yang cerdas adalah anak yang hafal Alquran,” tambah Wako.

Terkait Mukhayam Quran Terpadu (MQT) I yang diselenggarakan Rumah Tahfidz Baitul Quran, Wako Mahyeldi cukup menyambut baik kegiatan tersebut. “Mudah-mudahan ini bagian untuk mendorong masyarakat baca, hafal dan pahami Alquran,” katanya.

Sementara, Kepala Rumah Tahfidz Baitul Quran Rezki Rahmadani menyebut kegiatan Mukhayam Quran Terpadu (MQT) I merupakan upaya untuk menjadikan santri hafal Alquran. Pada MQT I ini sebanyak 24 santri ikut terlibat. “Kita berharap selama tiga hari pelaksanaan MQT ini seluruh santri hafal setengah juz Alquran,” terangnya. [Humas dan Protokol Kota Padang]


posted by @Adimin

Di Hadapan Politisi Anis Matta Bicara Relasi Agama dan Negara

Written By Anonymous on 24 June, 2015 | June 24, 2015

JAKARTA (23/6) - Hari ini milyaran Umat Islam di dunia menjalankan ibadah puasa walau tidak ada satupun undang-undang yang memaksa, tidak ada satupun negara yang mewajibkan warganya untuk berpuasa, tidak ada polisi yang ditugaskan untuk mengawasi orang-orang yang tidak berpuasa. Mengapa hal demikian bisa terjadi?
Pertanyaan itu dilontarkan oleh Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta ketika mengawali ceramahnya dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh Aburizal Bakrie di Grand Ballroom Shangri-La Hotel, Ahad (21/06). Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah politisi lainnya.
“Agama memiliki wibawa spiritual yang hidup dalam hati manusia yang tidak dimiliki oleh negara. Karena itu, ada atau tidak ada negara, agama tetap akan dijalankan oleh manusia,” terangnya.
Anis menekankan bahwa perbedaan paling fundamental antara agama dan negara adalah sisi manusia yang mereka atur. Agama memandang manusia secara individu sedangkan negara memandang manusia dalam bentuk kelompok.
“Agama masuk kedalam kehidupan individu, mengintegrasikan tujuan hidup individu dengan kelompoknya, sementara negara tidak pernah peduli pada urusan manusia sebagai individu. Ini yang menjadi penyebab mengapa agama lebih abadi dibanding negara, bagaimana imperium dan negara bisa hilang silih berganti, namun pemeluk agama justru semakin bertambah,” ujarnya.
Meskipun demikian, lanjut Anis, negara tetap memiliki peran dalam kehidupan beragama seseorang. Negara punya peranan penting dalam mendekatkan individu pada agama, yakni dengan cara memberi kebebasan untuk memeluk dan menjalankan agama tanpa rasa takut, serta menjamin kesejahteraan warganya.
“Kesejahteraan memang tidak serta merta mendekatkan manusia pada agama, namun dengan kesejahteraan, manusia akan mampu berfikir tentang kebutuhannya sebagai individu, jauh melampaui kebutuhan secara fisik," katanya.
Menurut Anis, kesejahteraan tidak akan pernah terjadi jika kebutuhan dasar manusia (sandang dan pangan) tidak terpenuhi,” tegasnya sambil menambahkan bahwa kemiskinan bisa mendekatkan manusia pada kekufuran.
Pada kesempatan itu, Anis juga menyampaikan sebuah analisa tentang fenomena gaya hidup penduduk Eropa saat ini yang seolah semakin kehilangan arah.
”Penduduk Eropa saat ini mulai kehilangan tujuan hidup, dan tujuan hidup ini tidak bisa dijelaskan oleh negara,” pungkasnya.
Sumber: http://www.anismatta.net


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger