pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

'PKS Masih yang Terbersih dari Korupsi Dibanding Parpol Lain'

Written By Anonymous on 30 August, 2015 | August 30, 2015

Partai Keadilan dan Sejahtera (PKS).

JAKARTA -- Sekjen DPP PKS, Taufik Ridlo mengakui jika kasus korupsi yang menyeret beberapa petinggi dan kader, telah mencoreng citra positif PKS.

Namun ia mengungkapkan, berdasarkan data yang ada, indeks korupsi PKS itu masih paling bawah dan terendah dibanding Parpol lain

"Kami tak memungkiri, kami hanya manusia yang ada kesalahan, kami bukan malaikat tapi opini kadang juga terlalu membalikkan fakta, kalau PKS masih yang terbersih dari korupsi dibanding parpol lain," katanya, Sabtu (29/8).

Kalau PKS ada satu kesalahan seolah kesalahannya dinilai 10. Sedikit kesalahan, nilainya dibesarkan. "Sebab kalau bukan PKS tak seksi. Sebenarnya dari dulu kami seperti itu, ikut aturan saja tak ada upaya perbaikan citra."

Ia menambahkan, PKS mempunyai pakem-pakem yang harus dilakukan. Selama memenuhi pakem-pakem itu tidak masalah. "Saya kira semua partai ada pakem positif yang dilakukan," ujarnya. [ROL]


posted by @Adimin

Pelayanan Terbaik, Makna Tema Munas ke-4 PKS

Written By Anonymous on 28 August, 2015 | August 28, 2015



JAKARTA (27/8) - Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang diselenggarakan pada 14 dan 15 September 2015, mengangkat tema “Berkhidmat untuk Rakyat.”

Tema tersebut mengandung filosofi spirit dan bagian yang tak terpisahkan dari PKS untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Mengapa yang kita tonjolkan ini berkhidmat? Karena kami ingin memberikan pelayanan yang tulus supaya keberadaan PKS dapat dirasakan oleh rakyat,” kata Ketua Panitia Pengarah Munas ke-4 PKS, DR Suswono di Kantor DPP PKS, MD Building Jakarta, Kamis (27/8).

Suswono menjelaskan tema Munas juga merupakan penjabaran dari visi pengurus PKS periode 2015-2020, yaitu menjadi partai dakwah yang kokoh serta berkhidmat untuk rakyat, bangsa, dan negara.

“Di dalam Munas tidak hanya pengukuhan pengurus baru, tetapi juga sosialisasi visi, misi, serta rencana strategis partai. Dari situlah kami fokuskan pada berkhidmat untuk rakyat sebagai tema Munas kali ini,” jelasnya.

Senada dengan Suswono, Ketua Panitia Penyelenggara Munas ke-4 PKS Taufik Ridlo mengungkapkan setelah sekian lama berkiprah, PKS ingin meningkatkan pelayanan kepada rakyat Indonesia.

“Kiprah PKS dalam melayani masyarakat masih banyak kekurangan. Kami juga merasa belum maksimal dan ingin memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sekretaris Jenderal DPP PKS itu menegaskan tema Munas ke-4 akan menjadi ruh bagi kerja-kerja PKS ke depan.

“Tema ini akan diinternalisasikan dalam program kerja ke depan yang sedang dirumuskan,” pungkasnya. [pks.id]

Keterangan Foto: Ketua Panitia Pengarah Munas ke-4 PKS, DR Suswono. 


posted by @Adimin

Wako Mahyeldi Respon Keluhan Pedagang Pasar Raya



PADANG – Setelah menerima laporan adanya keluhan dari beberapa pedagang di Pasar Raya Padang, Walikota Padang, H Mahyeldi Dt Marajo langsung mendatangi lokasi. Setiba di lokasi tepatnya di Blok A Pasar Raya Padang ini, wako memang melihat benar adanya, seperti saluran drainase yang tersumbat disebabkan tertutup oleh saluran di atas.

“Sehingga, dengan tersumbatnya saluran air tersebut, dikeluhkan beberapa pedagang yang menyebabkan bau busuk dan air tidak mengalir. Ini dikarenakan, kontraktor dan pengawas pengerjaanny memang tidak bekerja dengan baik,” ujar wako di sela peninjauan.

Mahyeldi mengharapkan, agar seluruh kontraktor dan pengawas dalam membangun harus memperhatikan kualitas kerjanya dan sesuai harapkan. Dengan kondisi yang ditemukan kali ini, diminta kepada asosiasi kontraktor lokal untuk bisa membinanya.

“Jangan memperhatikan pendapatannya saja, tapi juga wajib memperhatikan kualitas kerja. Ingat juga pedagang dan jangan sampai merugikan mereka. Untuk itu, saya minta kejadian ini tidak terulang lagi,” tegas wako.

Sementara itu, wako mengapresiasi pedagang di Pasar Raya Padang yang bekerja sama luar biasa serta terbangunnya komunikasi yang baik sejauh ini. Ke depan, pemerintah akan terus berupaya dengan memperbaiki seluruh titik drainase di Pasar Raya Padang.

“Sesuai komitmen kita dengan muspida, pada 2016 nanti kita akan mengadakan manunggal ke pasar-pasar yang ada di Kota Padang. Jadi, pada kegiatan tersebut, kita akan memeriksa gorong gorong, drainase dan membersihkan pasar ini. Sehingga, pasar sebagai gerbang ekonominya warga kota, memang harus tertata dengan baik dan bersih,” tutup wako. [humas dan protokol kota Padang]


posted by @Adimin

Upgrading Camp GK Sumatera, Siapkan Pemimpin Muda Berkarakter



PADANG (23/8) – Garuda Keadilan (GK) adalah organisasi yang diramaikan oleh generasi kedua para pegiat partai dakwah, Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Organisasi yang pioner penggeraknya adalah anak-anak kader dakwah, petarung yang tangguh, pemikir yang tepat lagi kreatif.

Tak ingin kalah oleh gerakan-gerakan dakwah para orangtua nya, GK Se-Sumatera kembali hadir meramaikan kancah pergerakan. Upgrading Camp2015 angkatan pertama yang diadakan oleh GK Wilayah Dakwah (Wilda) Sumatera adalah salah satu kegiatan untuk mendidik dan mencetak anak kader yang militan dan tangguh. Anak kader yang tidak sekedar berlabel anak kader, namun yang juga memiliki keteguhan dan kegigihan dalam memenangkan perjuangan dakwah Islam.

Dikemas dengan berbagai kegiatan inspiratif serta dimonitori oleh instruktur-instruktur langsung dari KORSAD Partai Keadilan Sejahtera, Upgrading Camp 2015 yang diadakan pada tanggal 19-22 Agustus 2015 ini terlaksana dengan baik dan luar biasa. Berbagai motivasi disampaikan, berbagai rintangan dibentangkan, berbagai tantangan dihadapkan. Ini adalah upaya dalam terus menumbuhkan jiwa-jiwa petarung kepada seluruh anak kader di wilayah Sumatera khususnya.

Berbagai pernyataan keluar dari mulut para anak kader ini ketika ditanya soal kesan dan pesan mereka. “Kamilah kader dakwah, penerus dakwah umi dan abi. Di pundak kita, amanah dakwah kita panggul. Jangan berhenti di detik ini, teruslah bergerak memberikan kontribusi terbaik,” ungkap Ahmad Muzakkir, salah satu pegiat Garuda Keadilan.

“Kita banyak diajarkan bagaimana menjadi anak-anak kader dakwah yang sesungguhnya. Yang berkualitas dan tidak sekedar menguap tetapi harus terus mengkristal,” papar Ihsan di lain kesempatan.

Di upacara penutupan Upgrading Camp Garuda Keadilan Sumatera, Ustadz Syaurium selaku koordinator PKS wilayah Sumatera Barat juga menegaskan, bahwa Garuda Keadilan ini adalah Abnaa-ul harokah, dilahirkan dari rahim tarbiyyah untuk negri ini. Dengan tarbiyyah ini GK harus menjadi pelopor di tengah-tengah ummat.


“Keberhasilan untuk menjadi pelopor ini indikasi pertamanya adalah adanya kecintaan. Cinta kepada Islam, kepada Allah, kepada dakwah, kepada harokah. Cinta awal dari segalanya. Tanpa cinta tidak akan terjadi apa-apa. Makin dipelajari makin cinta. Maka bangunlah cinta kepada Allah. Bangunlah cinta kepada dakwah,” papar beliau di dalam taujihnya. 

Sumber: Humas GK Sumatera


posted by @Adimin

Indonesia Miliki Modal Jadi Kekuatan Baru di Dunia

Written By Anonymous on 27 August, 2015 | August 27, 2015



Jakarta (26/8) - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, Indonesia memiliki tiga modal untuk menjadi kekuatan baru di dunia, yaitu gotong royong, jumlah demografi, dan letak geografis. 

Hal itu disampaikan Gatot saat menjadi pembicara Seminar Kebangsaan 'Refleksi 70 Tahun Indonesia Merdeka', yang diselenggarakan oleh Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di Gedung Nusantara 1, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8).

"Kita punya modal bangsa yakni gotong-royong, demografi yang besar, dan geografis yang strategis. Sehingga, semestinya Indonesia bisa menjadi kekuatan baru di dunia," kata Gatot.

Terkait mengantisipasi adanya ancaman terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tambah Gatot, sudah seharusnya lembaga-lembaga negara di Indonesia bersatu, tidak saling menuding, bahkan saling menjatuhkan.

Gatot berharap, PKS melalui kadernya di DPR RI, bisa turut membantu menyelesaikan persoalan bangsa dalam menghadapi ancaman NKRI. "Fraksi PKS DPR RI, saya titipkan bagaimana menyelesaikan persoalan bangsa ini ke depannya menuju Indonesia Emas tahun 2045," imbuh Gatot.

Senada dengan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Presiden PKS M Sohibul Iman mengatakan ada tiga modal sosial yang membuat Indonesia tetap bisa bersatu di tengah segala kemajemukan. Pertama, modal sosial Sense of Belonging (rasa kepemilikan) sebagai bangsa. 

"Semua harus merasa memiliki sebagai warga negara," ujar Sohibul Iman.

Kedua, lanjut Sohibul Iman, Sense of Togetherness (rasa kebersamaan) untuk bisa melakukan kerjasama tanpa memandang perbedaan suku, ras, agama, dan antar golongan. Ketiga, masih kata Sohibul Iman, Sense of Trustworthiness (rasa saling percaya), yaitu rasa percaya satu sama lain untuk menjaga agar tidak berkembang bibit radikalisme.

"Kami, PKS bertekad untuk menjadi terdepan dalam memelihara modal sosial bangsa Indonesia tersebut. Tidak perlu menunggu 2045 untuk mencapai Indonesia Emas, kita percepat 2035!" imbuh Wakil Ketua Komisi X DPR RI itu.

Turut hadir sebagai pembicara, yaitu Ketua Majelis Syuro PKS KH Salim Segaf Aljufri, Presiden PKS M. Sohibul Iman, Pakar Komunikasi Politik Tjipta Lesmana, Sejarawan Anhar Gonggong, serta Staf Ahli Badan Intelijen Negara (BIN) bidang Ideologi dan Politik, Kaharuddin Wahab.

Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI


posted by @Adimin

PKS Gelar Munas ke-4 September 2015



JAKARTA (26/8) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) siap menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 pada 14 dan 15 September 2015 di Depok Jawa Barat. Munas PKS kali ini mengangkat tema "Berkhidmat untuk Rakyat".

Ketua Penyelenggara Munas ke-4 PKS Taufik Ridlo menyampaikan hal ini di sela-sela Seminar Kebangsaan 'Refleksi 70 Tahun Indonesia Merdeka', yang diselenggarakan oleh Fraksi PKS DPR RI di Gedung Nusantara 1, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8).

“Munas akan membahas hasil dari sidang Majelis Syuro yang diselenggarakan dua hari sebelumnya, yaitu 12-13 September 2015," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS ini.

Salah satu pembahasan Munas adalah melengkapi struktur Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS masa khidmat 2015-2020.

Taufik Ridlo menyatakan ada sekitar 1100 orang kader PKS dari seluruh Indonesia berpartisipasi dalam Munas.

“Peserta Munas sesuai AD/ART partai, antara lain dari unsur Anggota Majelis Syuro (MS), unsur Majelis Pertimbangan Pusat (MPP), unsur Dewan Syariah Pusat (DSP), unsur Dewan Pengurus Pusat (DPP), Dewan Pengurus Wilayah (DPW), serta Dewan Pengurus Daerah (DPD),” jelasnya.

Sedangkan perwakilan dari Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) PKS di luar negeri, lanjut Taufik Ridlo, juga turut hadir dalam Munas kali ini.

“Ada sekitar 20-25 orang perwakilan PIP PKS dari luar negeri juga akan hadir dalam Munas,” ujar dia.

Munas ke-4 PKS juga akan menyajikan 'Syukuran Rakyat' yang diperuntukkan bagi masyarakat umum, kader, dan simpatisan PKS. Syukuran rakyat akan menampilkan berbagai barang kebutuhan sehari-hari yang dapat dinikmati warga.

Keterangan Foto: Sekretaris Jenderal DPP PKS yang juga Ketua Penyelenggara Munas ke-4, Taufik Ridlo. (Gilang Ramadhan/Relawan PKS Foto)

posted by @Adimin

Jokowi Diminta Ingat Pesan Bung Karno Soal Masalah Pangan



JAKARTA (26/8) – Refleksi 70 Tahun Indonesia Merdeka yang diadakan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI dengan menghadirkan Panglima TNI dan perwakilan dari Badan Intelejen Negara (BIN) menjadi sarana bagi Fraksi PKS dan seluruh jajarannya untuk lebih mendalami makna berbangsa dan bernegara.

Acara dalam bentuk seminar dan diskusi yang dimoderatori Anggota Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin, dilaksanakan di Ruang ex Badan Anggaran Gedung Nusantara 1 lantai 1 komplek DPR RI pada Rabu, 26 Agustus 2015, pukul 13.00 sd 16.00.

Andi Akmal mengantar seminar ini dengan mengajak seluruh rakyat indonesia untuk mengingat pada setiap kali kita merefleksikan diri terhadap kemerdekaan kita, negara Indonesia, ingatan kita tidak pernah terlepas pada sosok kuat Bung Karno sebagai tokoh utama kemerdekaan bangsa kita. Sosok kuat itu bukan sekedar penampakan fisik yang gagah perkasa, namun juga kegagahan beliau dalam berfikir dan melepaskan fikirannya untuk mempengaruhi seluruh rakyat Indonesia dan warga dunia.

Tolak ukur kekuatan pemikiran dalam berbangsa dan bernegara, siapa yang terkuat adalah sangat tergantung pada pemikiran siapa yang paling bertahan pada setiap pergantian zaman.

Politisi PKS ini meminta secara khusus kepada Bapak Presiden RI, Joko Widodo, agar mampu menerima pesan yang sangat penting dari pendiri bangsa akan sebuah peringatan penting pada persoalan pangan.

Ia menirukan pidato yang sangat fenomenal yang diucapkan pertamakali oleh pendiri bangsa Soekarno, yang berisi “Pidato saya ini mengenai hidup matinya bangsa kita di kemudian hari, Soal Pangan adalah Soal Hidup Matinya Bangsa!” pesan Bung Karno.

Tiga tahun setelah penyerahan kedaulatan oleh Belanda, tepatnya pada tahun 1952, ekonomi Indonesia masih terseok-seok. Warisan panjang kolonialisme sangat banyak menyimpan luka bagi bangsa yang tergolong muda ini. Termasuk dalam urusan pangan.

Koran-koran pada saat itu ramai memberitakan: harga beras naik berkali-kali lipat. Bahaya kelaparan terus mengintai rakyat. Bahkan di desa-desa ada rakyat yang makan bonggol pisang. Tak sedikit orang bunuh diri karena tak kuasa memberi makan keluarganya.

Lantas apa yang kita hadapi baru-baru ini adalah tidak terlepas pada masalah pangan. Kekeringan melanda negara ini cukup panjang sehingga menggagalkan sebagian panen dan menunda sebagian tanam. Persoalan nilai tukar, kebutuhan energi yang mahal, pertumbuhan ekonomi stagnan, komoditas tidak bergairah sehingga sektor riil begitu terpukul menjadi tantangan tersendiri pada wajah bangsa ini.

“Kita harus perkuat pemikiran kita, untuk meneguhkan pendirian kita akan nilai-nilai cara pandang kita terhadap bangsa dan negara ini. Kepada bapak Presiden RI, sangat tepat menerima pesan pendiri bangsa untuk segera menyelesaikan persoalan pangan yang tidak henti menjadi persoalan negeri ini,” pungkas Andi Akmal Pasluddin.

Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI


posted by @Adimin

Dapat Urutan 2, Irwan: Sama Saja Nomor Urut Itu

Written By Anonymous on 26 August, 2015 | August 26, 2015

PADANG (26/8) - Bagi Irwan Prayitno, tak ada makna khusus bagi dirinya terkait nomor urut 2 yang didapatkan saat pengundian dan penetapan nomor urut pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) 2016-2021, pada pleno terbuka yang digelar KPUD Sumbar, Selasa (25/8/2015) malam di sebuah hotel di Padang.

"Sama saja nomor urut itu, baik satu atau dua. Ya nggak ada masalah," ujar Irwan saat ditanya awak media terkait makna nomor urut usai pleno.

Menanggapi imbauan dari KPU untuk menurunkan baliho dan spanduk sebelum masa kampanye terbuka, 27 Agustus 2015 ini, Irwan berjanji, pihaknya sudah menugaskan pihak advertising, untuk menurunkan semua baliho dan spanduknya yang ada di semua titik.

Ia juga mengaku sudah menambah biaya, untuk penurunan baliho tersebut. "Palingan yang tinggal tidak banyak, hanya satu-satu saja. Kalau di Padang sudah hampir habis semuanya," ungkap Irwan.

Untuk rencana kerja pasangan calon Irwan Prayitno – Nasrul Abit (IP-NA) ke depannya, ia mengatakan, akan melakukan konsolidasi terlebih dulu. "Kita juga sudah melakukan beberapa pembicaraan dengan tim pemenangan," terangnya.

Keterangan Foto: Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno (kiri) - Nasrul Abit (kanan) mendapatkan nomor urut 2 dalam Pilkada pada Desember 2015. 
Sumber: http://www.valora.co.id


posted by @Adimin

PKS: Indonesia Inspirator Kemerdekaan Bangsa Asia-Afrika


JAKARTA - Indonesia merupakan inspirator bagi bangsa-bangsa di Asia dan Afrika untuk menuntut dan memperjuangkan kemerdekaannya. Presiden Soekarno telah berhasil menghadirkan kemerdekaan sebagai jembatan masa menghantarkan rakyat Indonesia kepada kesejahteraan, kedaulatan, dan kemandirian.

"Sebagai negara yang merdeka selepas berakhirnya Perang Dunia II tahun 1945, Indonesia merupakan inspirator bagi bangsa-bangsa di Asia dan Afrika untuk menuntut dan memperjuangkan kemerdekaannya," kata politikus PKS, Jazuli Juwaini di DPR, Jakarta, Rabu (26/8/2015).

Ketua Fraksi PKS itu mengatakan meski banyak diwarnai berbagai dinamika politik, ekonomi sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan, Indonesia telah begitu banyak melalui pencapaian positif sepanjang 70 tahun merdeka. Hal itu tentunya diiringi dengan berbagai beban pekerjaan rumah yang menunggu untuk diselesaikan oleh seluruh komponen bangsa.

"Seluruhnya mengacu pada upaya untuk mencapai tujuan kemerdekaan kita, yakni melindungi seluruh tumpah darah, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dan turut serta dalam perdamaian dunia," ujar Jazuli.

Jazuli berharap diselenggarakannya seminar refleksi kebangsaan oleh PKS dapat menjadi catatan penting bagi Indonesia di masa depan, khususnya, menyongsong 100 tahun Indonesia Merdeka di tahun 2045 mendatang. [tribunnews]


posted by @Adimin

Hidayat Nur Wahid: Pemerintah Harus Adil Terhadap Madrasah 25 Aug 2015 | 10:56 WIB



JAKARTA (24/8) – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid meminta Pemerintah adil dalam merumuskan anggaran untuk madrasah. Hidayat menyampaikan hal ini di sela-sela Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VIII DPR RI dengan Direktur Jendral (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kementrian Agama (Kemenag) di Ruang Rapat Komisi VIII DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (24/8).

“Kami menuntut keadilan anggaran karena undang-undang tidak membeda-bedakan. UUD 1945 Pasal 31 ayat 4 tidak membedakan antara pendidikan umum dan pendidikan agama,” kata Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Hidayat menjelaskan negara di dalam Pasal 31 UUD 1945 hasil amandemen ke IV, memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan nasional. Negara dalam hal ini tidak membedakan antara pendidikan umum dan pendidikan agama.

Menurut Hidayat, selama ini kinerja Dirjen Pendis Kemenag masih belum maksimal dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi)–nya. Ia memberikan contoh anggaran untuk satu universitas negeri seperti Universitas Indonesia (UI) sama dengan anggaran untuk 14 Universitas Islam Negeri (UIN).

“Kinerja Dirjen Pendis memang layak untuk dikritisi. Anggaran untuk madrasah dan perguruan tinggi agama jauh di bawah perguruan tinggi umum dan sekolah-sekolah umum,” ujar Hidayat.

Legislator dari Dapil Jakarta II yang meliputi luar negeri, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan ini memberikan dukungan terhadap Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI). Hidayat melihat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) begitu berdaya memperjuangkan nasib guru-guru, tentu saja hal ini bisa dilakukan PGMI.

“Pemerintah melalui Kemenag perlu mendukung PGMI agar nantinya guru-guru madrasah bisa terpenuhi hak-haknya dan meningkat kualitasnya,” pungkas Hidayat.

Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI


posted by @Adimin

Fraksi PKS Maksimalkan Potensi untuk Kemaslahatan Rakyat

Written By Anonymous on 25 August, 2015 | August 25, 2015


JAKARTA (21/8) – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini mengatakan, Fraksi PKS akan memaksimalkan segala potensi yang dimiliki agar melahirkan kemaslahatan rakyat Indonesia. Hal itu disampaikan Jazuli, saat membuka rapat kerja terbatas Fraksi PKS DPR RI, di Gedung Serbaguna, Wisma DPR, Kopo, Jawa Barat, Jumat (21/8).

"Agar potensi dari Fraksi PKS DPR benar-benar bisa dimaksimalkan bagi kemaslahatan rakyat," kata Jazuli.

Jazuli menambahkan, rapat yang bertajuk "Bersinergi Menuju Optimalisasi Peran Fraksi PKS DPR RI" ini, adalah upaya untuk mencapai target dengan kerja yang terukur. "Yang paling penting dari semua ini ada kesadaran dan tanggung jawab," ujar politisi PKS asal Banten itu.

Selain Jazuli, turut memberi sambutan raker, anggota Fraksi PKS Ledia Hanifa Amalia. Anggota DPR RI yang duduk di Komisi VIII itu, memaparkan visi dan misi Fraksi PKS. "Fraksi PKS ingin DPR menjadi lembaga yang kuat," ujar Ledia.

Raker yang akan berlangsung hingga Sabtu (22/8) itu dihadiri oleh seluruh tenaga ahli Fraksi (TAF) dan para pimpinan Fraksi PKS DPR RI.

Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger