pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Fraksi PKS Dorong Pemerintah untuk Memerhatikan Lembaga Pendidikan Guru

Written By Anonymous on 02 September, 2015 | September 02, 2015



JAKARTA (31/8) – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI Jazuli Juwaini mendorong Pemerintah untuk memerhatikan lembaga pendidikan guru. Menurutnya, lembaga pendidikan guru berperan sangat signifikan dalam pendidikan karakter bangsa.

“Pendidikan karakter bangsa didengungkan terus, tetapi lembaga pendidikan guru tidak mendapat perhatian yang serius. Kemenristekdikti (Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi-red) harus memperhatikan masalah ini,” kata jazuli ketika menerima kunjungan Forum Rektor dari 12 universitas negeri di ruang tamu pimpinan Fraksi PKS Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (31/8).

Anggota DPR dari daerah pemilihan Banten III yang meliputi Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerag Selatan (Tangsel) ini mensinyalir bahwa maraknya tindakan kekerasan di sekolah oleh guru kepada murid karena minimnya bimbingan dan pembinaan. 

“Bagaimana mereka akan menjadi pendidik yang baik, guru-guru ini tidak mendapat bimbingan dan pembinaan ketika akan menjadi guru,” ujar Jazuli.

Ia juga menyatakan komitmen Fraksi PKS untuk memperjuangkan aspirasi rektor-rektor ini agar pemerintah memerhatikan lembaga pendidikan guru. “Kalau kita abai tentang pendidikan, tidak mempersiapkan guru-guru yang berkualitas, jangan berharap anak-anak kita kedepannya bisa berkualitas,” imbuh Jazuli.

Sementara itu, ketua asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan se-Indonesia (LPTKI) Prof Djaali menegaskan bahwa LPTK adalah usaha untuk menghasilkan guru yang berkarakter. “Pendidikan karakter di sekolah harus didukung oleh guru yang berkarakter,” kata rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini.

Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI


posted by @Adimin

2 Catatan Penting PKS atas LPJP APBN 2014



JAKARTA (1/9) – Anggota Badan Anggaran DPR RI Iskan Qolba Lubis, menegaskan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera menerima Laporan Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan (LPJP) Anggaran dan Belanja Negara (APBN) pada Tahun Anggaran 2014 dengan beberapa catatan. Hal tersebut disampaikan Iskan di Ruang Sidang Badan Anggaran (Banggar), Kompleks Senayan, Jakarta, pada Senin (31/8).

"Pada prinsipnya, Fraksi PKS menerima laporan tersebut dengan memberikan beberapa catatan," jelas Iskan yang mewakili pandangan Fraksi PKS DPR RI tersebut.

Beberapa catatan dari Fraksi PKS, yaitu, pertama, optimalisasi anggaran khususnya dari perpajakan belum optimal. Sehingga, hal tersebut membuat banyaknya defisit anggaran hingga mencapai Rp226,69 Triliun atau 93,87 persen dari APBN-P Tahun Anggaran 2014, "ini yang membuat kurangnya anggaran pemerintah untuk menyejahterakan rakyat," jelas Iskan.

Kedua, masih adanya pengulangan kesalahan sebagaimana yang terjadi di pemerintahan sebelumnya. Hal itu tercermin dari opini Badan Pemeriksa Keuangan yang masih memberikan predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2014, "Seharusnya kan bisa meningkat dari tahun-tahun sebelumnya," tutur Politisi PKS dari daerah pemilihan Sumatera Utara II ini.

Iskan menegaskan predikat WDP dari BPK tersebut bisa terjadi karena beberapa hal, misalnya, lemahnya pengawasan internal yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal (Irjen) dan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, "Kalau pemerintah serius mengontrol, tidak akan terjadi hal tersebut," jelas Anggota Komisi VII DPR RI ini.

Namun demikian, Fraksi PKS DPR RI tetap berharap pemerintahan Jokowi ke depan lebih dinamis dan inovatif untuk mencari sumber-sumber penerimaan negara dari sektor strategis lainnya, "Karena hal itu ditujukan untuk membangun kesejahteraan rakyat," tutup Iskan.

Sebagaimana diketahui, pandangan dari masing-masing fraksi ini, selanjutnya akan dijadikan dasar bagi pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2014.

Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI


posted by @Adimin

PKS: Guru adalah Pilarnya 4 Pilar MPR RI



CIREBON (31/8) - Kehadiran guru sangat penting untuk menguatkan semangat nasionalisme di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, guru harus mengajarkan nilai-nilai dasar tentang konstitusi, ideologi, dan falsafah bangsa. 

Menurut Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Ahmad Zainuddin, 4 pilar dasar yaitu Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika harus diajarkan secara komprehensif kepada setiap warga negara sejak dini. 

"Di sinilah pentingnya peran guru sebagai pengajar sekaligus teladan bagi siswa. Menguatkan semangat nasionalisme dan cinta Tanah Air kepada anak didik sejak kecil," ujar Zainuddin dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di depan sekitar 100 guru se-Kabupaten Cirebon, di Gedung PGRI Cirebon, Jawa Barat, Ahad (30/8/2015). 

Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) MRP RI ini mengatakan, NKRI perlu dijaga bersama oleh setiap komponen anak bangsa. Bangsa yang besar ini, lanjut dia, tidak pernah sepi dari ancaman yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa. 

"Kita harus mencurahkan tenaga untuk mencegah setiap upaya munculnya separatisme. Guru harus menjadi perekat," jelasnya. 

Zainuddin mengatakan, kewajiban tersebut tertulis dalam UUD 1945 pasal 30 ayat 1 dan 2 yang menyebutkan setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh TNI dan Polri sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendukung. 

Pada pasal 31 ayat 2, lanjut Zainuddin, pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan undang-undang.

"Pertahanan semesta dimaksud di sini, sesuai profesi dan peran masing-masing. Apa yang harus dilakukan. Pertahanan yang dilakukan guru, dengan mengajarkan 4 Pilar tersebut," imbuh Anggota Komisi I Bidang Pertahanan dan Luar Negeri ini.

Sosialisasi Empat Pilar ini diselenggarakan MPR RI bekerjasama dengan PGRI Kabupaten Cirebon.


posted by @Adimin

Ribuan Kader Siap Ramaikan Munas ke-4 PKS

Written By Anonymous on 01 September, 2015 | September 01, 2015


JAKARTA (1/9) – Ribuan kader siap meramaikan Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kader-kader tersebut merupakan perwakilan dari seluruh wilayah di Indonesia.

“Jumlahnya cukup besar sekitar seribu lebih,” ujar Ketua Panitia Pengarah Munas ke-4 PKS, Dr Suswono di Kantor DPP PKS, MD Building Jakarta, Selasa (1/9).

Suswono menjelaskan, sebagaimana yang tertulis dalam AD/ART PKS, peserta Munas partai terdiri dari unsur Anggota Majelis Syuro (MS), unsur Majelis Pertimbangan Pusat (MPP), unsur Dewan Syariah Pusat (DSP), unsur Dewan Pengurus Pusat (DPP), Dewan Pengurus Wilayah (DPW), serta Dewan Pengurus Daerah (DPD).

“Munas nanti akan dihadiri Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP), unsur wilayah, dan kabupaten/kota dari seluruh Indonesia,” terang Suswono.

Ketua Bidang Humas Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Kalimantan Selatan, Hendra mengungkapkan wilayahnya akan diwakili ketua, sekretaris, bendahara, serta satu orang unsur bidang perempuan dalam Munas ke-4 PKS tersebut.

Tak hanya unsur DPW Kalimantan Selatan, Hendra juga menuturkan tim DPD PKS Kota Banjarmasin pun akan turut serta dalam perhelatan Munas tersebut.

“Tim dari DPD PKS Kota Banjarmasin akan turut serta sebagai penggembira karena DPD Banjarmasin sedang berjuang dalam Pilkada Kota Banjarmasin. Kali ini kami mengusung Ketua DPW Kalimantan Selatan, Ibnu Sina sebagai Calon Wali Kota Banjarmasin,” terang Hendra.

Ketua DPW PKS Gorontalo, Helmi Adam menambahkan delegasi Gorontalo akan hadir 10 orang pada Munas ke-4 PKS tersebut.

“Akan ada 6 orang dari perwakilan DPD di Provinsi Gorontalo, 3 orang unsur DPTW (DPW, MPW, DSW), dan satu orang unsur bidang perempuan,” jelas Helmi.

Helmi pun berharap Munas PKS kali ini dapat terlaksana dengan baik dan bisa merumuskan arah kebijakan yang terbaik untuk perjalanan PKS lima tahun yang akan datang.

“Munas kali ini adalah tempat bersinggah sementara, dimana bahan bakar dan pembekalan diisi supaya cukup hingga sampai di tempat persinggahan selanjutnya,” tutur Helmi.

Tak hanya kader dari seluruh penjuru Indonesia yang akan menghadiri Munas kali ini, Suswono menambahkan para utusan kader PKS di luar negeri yang terhimpun dalam Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) PKS pun akan turut menghadiri perhelatan akbar tersebut.

“Kader yang ada di luar negeri termasuk yang akan diundang pada Munas kali ini, bahkan sangat terasa antusias mereka untuk hadir,” lanjut Suswono.

Suswono menambahkan, acara akan bertambah meriah karena dalam rangkaian Munas ke-4 PKS tersebut akan diadakan kegiatan bersama masyarakat dan aksi sosial serempak di seluruh wilayah yang digarap para kader PKS.

“Kita sengaja buat rangkaian Munas seperti itu, agar silaturahim dengan masyarakat juga terbangun. Agar tercipta dialog antara masyarakat dengan pimpinan partai,” pungkas mantan menteri pertanian tersebut. [pks.id]

Ilustrasi: Ribuan Kader PKS oleh Imam Saefuddin (Relawan PKS Foto)



posted by @Adimin

Presiden PKS akan Soroti Permasalahan Bangsa di Munas



JAKARTA (31/8) – Musyawarah Nasional (Munas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke-4 bukan saja membahas internal partai, namun dalam Munas tersebut juga akan diagendakan pembahasan tentang permasalahan bangsa dari segi politik, ekonomi, dan sosial.

“PKS berkiprah untuk ikut berkontribusi bagi pembangunan bangsa. Munas nanti akan menghasilkan Amanat Munas, berupa kebijakan yang bertujuan untuk mencapai cita-cita masyarakat yang adil dan bermartabat,” ujar Ketua Panitia Pengarah Munas ke-4 PKS, Dr Suswono di Jakarta, Senin (31/8).

Amanat Munas ini, ujar Suswono, akan dituangkan dalam pidato politik yang akan disampaikan Ketua Majelis Syuro PKS Dr Salim Segaf Al Jufri dan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman.

Suswono juga menjelaskan, sebelum Munas pada tanggal 14-15 September mendatang, terlebih dahulu akan digelar Sidang Majelis Syuro kedua pada tanggal 12-13 September.

“Hasil rapat Majelis Syuro tersebut menghasilkan visi, misi, dan arah kebijakan yang akan disosialisasikan di Munas ke-4 PKS," lanjut Suswono.

Mantan Menteri Pertanian ini menjelaskan Amanat Munas ke-4 PKS akan diturunkan dalam program kerja Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS hingga daerah.

“Seusai pidato Ketua Majelis Syuro dan Presiden PKS, akan diadakan dialog dengan para pengurus di wilayah dan daerah yang kita harapkan dapat menjawab persoalan bangsa,” jelasnya.

Sementara Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKS, Taufik Ridlo membenarkan masalah-masalah bangsa juga akan dibahas, namun tetap berfokus pada perumusan Amanat Munas.

“Masalah-masalah bangsa dibahas dalam Munas, tetapi bahasan-bahasan khusus tidak akan terlalu menjadi fokus. Kami fokusnya dalam Amanat Munas,” tutup Ketua Panitia Penyelenggara Munas ke-4 PKS tersebut. [pks.id]

Keterangan Foto: Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman.  


posted by @Adimin

Filosofi Padi, Makna Logo Munas ke-4 PKS

Jakarta (31/8) - Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Taufik Ridlo mengemukakan makna logo Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 PKS yang diinspirasi dari filosofi padi.

"Seperti padi, semakin berisi semakin merunduk. Simbol ini menunjukkan kerendahan hati, dengan kerendahan hati itu kita berkhidmat untuk rakyat," kata Taufik di Jakarta, Senin (31/8).

Ketua Panitia Penyelenggara Munas ke-4 PKS ini mengemukakan Panitia mengadakan sayembara untuk memilih logo Munas ke- 4 PKS. "Kita ingin libatkan kader, simpatisan dan masyarakat menyukseskan Munas ke-4 PKS," ujar dia.

Dari sekian banyak karya yang masuk ke meja panitia, kata Taufik, akhirnya dipilihlah logo dengan simbol padi ini. "Kreasi dari kader ada tiga puluhan dan dipilih logo padi ini," kata Taufik.

PKS akan menggelar Munas ke-4 pada 14-15 September 2015 di Depok, Jawa Barat. Salah satu agenda penting Munas ke-4 PKS adalah pengukuhan struktur Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS masa bakti 2015-2020. [pks.id]


Keterangan Foto: Logo Musyawarah Nasional ke-4 Partai Keadilan Sejahtera.



posted by @Adimin

'PKS Masih yang Terbersih dari Korupsi Dibanding Parpol Lain'

Written By Anonymous on 30 August, 2015 | August 30, 2015

Partai Keadilan dan Sejahtera (PKS).

JAKARTA -- Sekjen DPP PKS, Taufik Ridlo mengakui jika kasus korupsi yang menyeret beberapa petinggi dan kader, telah mencoreng citra positif PKS.

Namun ia mengungkapkan, berdasarkan data yang ada, indeks korupsi PKS itu masih paling bawah dan terendah dibanding Parpol lain

"Kami tak memungkiri, kami hanya manusia yang ada kesalahan, kami bukan malaikat tapi opini kadang juga terlalu membalikkan fakta, kalau PKS masih yang terbersih dari korupsi dibanding parpol lain," katanya, Sabtu (29/8).

Kalau PKS ada satu kesalahan seolah kesalahannya dinilai 10. Sedikit kesalahan, nilainya dibesarkan. "Sebab kalau bukan PKS tak seksi. Sebenarnya dari dulu kami seperti itu, ikut aturan saja tak ada upaya perbaikan citra."

Ia menambahkan, PKS mempunyai pakem-pakem yang harus dilakukan. Selama memenuhi pakem-pakem itu tidak masalah. "Saya kira semua partai ada pakem positif yang dilakukan," ujarnya. [ROL]


posted by @Adimin

Pelayanan Terbaik, Makna Tema Munas ke-4 PKS

Written By Anonymous on 28 August, 2015 | August 28, 2015



JAKARTA (27/8) - Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang diselenggarakan pada 14 dan 15 September 2015, mengangkat tema “Berkhidmat untuk Rakyat.”

Tema tersebut mengandung filosofi spirit dan bagian yang tak terpisahkan dari PKS untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Mengapa yang kita tonjolkan ini berkhidmat? Karena kami ingin memberikan pelayanan yang tulus supaya keberadaan PKS dapat dirasakan oleh rakyat,” kata Ketua Panitia Pengarah Munas ke-4 PKS, DR Suswono di Kantor DPP PKS, MD Building Jakarta, Kamis (27/8).

Suswono menjelaskan tema Munas juga merupakan penjabaran dari visi pengurus PKS periode 2015-2020, yaitu menjadi partai dakwah yang kokoh serta berkhidmat untuk rakyat, bangsa, dan negara.

“Di dalam Munas tidak hanya pengukuhan pengurus baru, tetapi juga sosialisasi visi, misi, serta rencana strategis partai. Dari situlah kami fokuskan pada berkhidmat untuk rakyat sebagai tema Munas kali ini,” jelasnya.

Senada dengan Suswono, Ketua Panitia Penyelenggara Munas ke-4 PKS Taufik Ridlo mengungkapkan setelah sekian lama berkiprah, PKS ingin meningkatkan pelayanan kepada rakyat Indonesia.

“Kiprah PKS dalam melayani masyarakat masih banyak kekurangan. Kami juga merasa belum maksimal dan ingin memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sekretaris Jenderal DPP PKS itu menegaskan tema Munas ke-4 akan menjadi ruh bagi kerja-kerja PKS ke depan.

“Tema ini akan diinternalisasikan dalam program kerja ke depan yang sedang dirumuskan,” pungkasnya. [pks.id]

Keterangan Foto: Ketua Panitia Pengarah Munas ke-4 PKS, DR Suswono. 


posted by @Adimin

Wako Mahyeldi Respon Keluhan Pedagang Pasar Raya



PADANG – Setelah menerima laporan adanya keluhan dari beberapa pedagang di Pasar Raya Padang, Walikota Padang, H Mahyeldi Dt Marajo langsung mendatangi lokasi. Setiba di lokasi tepatnya di Blok A Pasar Raya Padang ini, wako memang melihat benar adanya, seperti saluran drainase yang tersumbat disebabkan tertutup oleh saluran di atas.

“Sehingga, dengan tersumbatnya saluran air tersebut, dikeluhkan beberapa pedagang yang menyebabkan bau busuk dan air tidak mengalir. Ini dikarenakan, kontraktor dan pengawas pengerjaanny memang tidak bekerja dengan baik,” ujar wako di sela peninjauan.

Mahyeldi mengharapkan, agar seluruh kontraktor dan pengawas dalam membangun harus memperhatikan kualitas kerjanya dan sesuai harapkan. Dengan kondisi yang ditemukan kali ini, diminta kepada asosiasi kontraktor lokal untuk bisa membinanya.

“Jangan memperhatikan pendapatannya saja, tapi juga wajib memperhatikan kualitas kerja. Ingat juga pedagang dan jangan sampai merugikan mereka. Untuk itu, saya minta kejadian ini tidak terulang lagi,” tegas wako.

Sementara itu, wako mengapresiasi pedagang di Pasar Raya Padang yang bekerja sama luar biasa serta terbangunnya komunikasi yang baik sejauh ini. Ke depan, pemerintah akan terus berupaya dengan memperbaiki seluruh titik drainase di Pasar Raya Padang.

“Sesuai komitmen kita dengan muspida, pada 2016 nanti kita akan mengadakan manunggal ke pasar-pasar yang ada di Kota Padang. Jadi, pada kegiatan tersebut, kita akan memeriksa gorong gorong, drainase dan membersihkan pasar ini. Sehingga, pasar sebagai gerbang ekonominya warga kota, memang harus tertata dengan baik dan bersih,” tutup wako. [humas dan protokol kota Padang]


posted by @Adimin

Upgrading Camp GK Sumatera, Siapkan Pemimpin Muda Berkarakter



PADANG (23/8) – Garuda Keadilan (GK) adalah organisasi yang diramaikan oleh generasi kedua para pegiat partai dakwah, Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Organisasi yang pioner penggeraknya adalah anak-anak kader dakwah, petarung yang tangguh, pemikir yang tepat lagi kreatif.

Tak ingin kalah oleh gerakan-gerakan dakwah para orangtua nya, GK Se-Sumatera kembali hadir meramaikan kancah pergerakan. Upgrading Camp2015 angkatan pertama yang diadakan oleh GK Wilayah Dakwah (Wilda) Sumatera adalah salah satu kegiatan untuk mendidik dan mencetak anak kader yang militan dan tangguh. Anak kader yang tidak sekedar berlabel anak kader, namun yang juga memiliki keteguhan dan kegigihan dalam memenangkan perjuangan dakwah Islam.

Dikemas dengan berbagai kegiatan inspiratif serta dimonitori oleh instruktur-instruktur langsung dari KORSAD Partai Keadilan Sejahtera, Upgrading Camp 2015 yang diadakan pada tanggal 19-22 Agustus 2015 ini terlaksana dengan baik dan luar biasa. Berbagai motivasi disampaikan, berbagai rintangan dibentangkan, berbagai tantangan dihadapkan. Ini adalah upaya dalam terus menumbuhkan jiwa-jiwa petarung kepada seluruh anak kader di wilayah Sumatera khususnya.

Berbagai pernyataan keluar dari mulut para anak kader ini ketika ditanya soal kesan dan pesan mereka. “Kamilah kader dakwah, penerus dakwah umi dan abi. Di pundak kita, amanah dakwah kita panggul. Jangan berhenti di detik ini, teruslah bergerak memberikan kontribusi terbaik,” ungkap Ahmad Muzakkir, salah satu pegiat Garuda Keadilan.

“Kita banyak diajarkan bagaimana menjadi anak-anak kader dakwah yang sesungguhnya. Yang berkualitas dan tidak sekedar menguap tetapi harus terus mengkristal,” papar Ihsan di lain kesempatan.

Di upacara penutupan Upgrading Camp Garuda Keadilan Sumatera, Ustadz Syaurium selaku koordinator PKS wilayah Sumatera Barat juga menegaskan, bahwa Garuda Keadilan ini adalah Abnaa-ul harokah, dilahirkan dari rahim tarbiyyah untuk negri ini. Dengan tarbiyyah ini GK harus menjadi pelopor di tengah-tengah ummat.


“Keberhasilan untuk menjadi pelopor ini indikasi pertamanya adalah adanya kecintaan. Cinta kepada Islam, kepada Allah, kepada dakwah, kepada harokah. Cinta awal dari segalanya. Tanpa cinta tidak akan terjadi apa-apa. Makin dipelajari makin cinta. Maka bangunlah cinta kepada Allah. Bangunlah cinta kepada dakwah,” papar beliau di dalam taujihnya. 

Sumber: Humas GK Sumatera


posted by @Adimin

Indonesia Miliki Modal Jadi Kekuatan Baru di Dunia

Written By Anonymous on 27 August, 2015 | August 27, 2015



Jakarta (26/8) - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, Indonesia memiliki tiga modal untuk menjadi kekuatan baru di dunia, yaitu gotong royong, jumlah demografi, dan letak geografis. 

Hal itu disampaikan Gatot saat menjadi pembicara Seminar Kebangsaan 'Refleksi 70 Tahun Indonesia Merdeka', yang diselenggarakan oleh Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di Gedung Nusantara 1, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8).

"Kita punya modal bangsa yakni gotong-royong, demografi yang besar, dan geografis yang strategis. Sehingga, semestinya Indonesia bisa menjadi kekuatan baru di dunia," kata Gatot.

Terkait mengantisipasi adanya ancaman terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tambah Gatot, sudah seharusnya lembaga-lembaga negara di Indonesia bersatu, tidak saling menuding, bahkan saling menjatuhkan.

Gatot berharap, PKS melalui kadernya di DPR RI, bisa turut membantu menyelesaikan persoalan bangsa dalam menghadapi ancaman NKRI. "Fraksi PKS DPR RI, saya titipkan bagaimana menyelesaikan persoalan bangsa ini ke depannya menuju Indonesia Emas tahun 2045," imbuh Gatot.

Senada dengan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Presiden PKS M Sohibul Iman mengatakan ada tiga modal sosial yang membuat Indonesia tetap bisa bersatu di tengah segala kemajemukan. Pertama, modal sosial Sense of Belonging (rasa kepemilikan) sebagai bangsa. 

"Semua harus merasa memiliki sebagai warga negara," ujar Sohibul Iman.

Kedua, lanjut Sohibul Iman, Sense of Togetherness (rasa kebersamaan) untuk bisa melakukan kerjasama tanpa memandang perbedaan suku, ras, agama, dan antar golongan. Ketiga, masih kata Sohibul Iman, Sense of Trustworthiness (rasa saling percaya), yaitu rasa percaya satu sama lain untuk menjaga agar tidak berkembang bibit radikalisme.

"Kami, PKS bertekad untuk menjadi terdepan dalam memelihara modal sosial bangsa Indonesia tersebut. Tidak perlu menunggu 2045 untuk mencapai Indonesia Emas, kita percepat 2035!" imbuh Wakil Ketua Komisi X DPR RI itu.

Turut hadir sebagai pembicara, yaitu Ketua Majelis Syuro PKS KH Salim Segaf Aljufri, Presiden PKS M. Sohibul Iman, Pakar Komunikasi Politik Tjipta Lesmana, Sejarawan Anhar Gonggong, serta Staf Ahli Badan Intelijen Negara (BIN) bidang Ideologi dan Politik, Kaharuddin Wahab.

Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger