pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Salim Segaf: Akhir Munas Awal Kerja Keras

Written By Anonymous on 15 September, 2015 | September 15, 2015


DEPOK (15/9) - Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al Jufri menutup acara Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 yang berlangsung di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Selasa (15/9).

Dalam kesempatan tersebut Salim menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT atas lancarnya estafet dakwah dari satu tokoh ke tokoh lainnya dalam kepengurusan PKS.

"Semuanya smooth, lancar. Karena kekuatan kita adalah kebersamaan, bersama dengan masyarakat tentunya," tutur Salim yang langsung disambut takbir dari ribuan peserta Munas.

Selain itu, Salim menyampaikan setelah Munas, kader mesti lebih banyak melakukan kerja-kerja yang riil di masyarakat, sesuai dengan tagline "Berkhidmat untuk Rakyat".

Salim Segaf Al Jufri menegaskan berakhirnya Munas menandakan kerja keras kader PKS di seluruh Indonesia maupun luar negeri segera dimulai.

"Ini (Munas) bukan akhir kerja keras kita. Besok atau lusa kita akan merumuskan Amanat Munas menjadi program-program kita, apakah jangka pendek, menengah, atau jangka panjang," kata Salim.

Menteri Sosial RI periode 2009-2014 itu mengingatkan para kader jika kewajiban-kewajiban yang diemban jauh lebih banyak daripada waktu yang dimiliki.

"Persoalan yang dihadapi umat ini begitu berat, dan sedikit sekali dari mereka yang Allah SWT tugaskan untuk memikul beban dakwah ini, menjadi dai merupakan kenikmatan yang luar biasa. Sungguh beruntung mereka yang bergabung di jalan Rasulullah SAW," pesannya.

Kekuatan perjuangan kader-kader PKS, tambah Salim, terdapat dalam kekuatan rakyat. Mantan duta besar Indonesia untuk Arab Saudi itu mengimbau seluruh kader untuk selalu meniatkan setiap perjuangan karena Allah SWT.

"Sampaikanlah salam, kedamaian untuk semua orang. Tahajudlah di malam hari, dan berilah makan untuk orang miskin," lirih Salim dengan gaya khas lembutnya.

Salim mengingatkan kembali seluruh kader PKS yang menjadi tokoh publik, untuk senantiasa berikrar di jalan Allah. Bekerja dengan profesional dan penuh amanah, menurut Salim, itulah yang diharapkan masyarakat dari PKS

"Godaan kekayaan dan jabatan bisa membayangi siapa saja yang menjadi tokoh publik. Kuncinya adalah ingat selalu dengan kematian," pesan Salim.

Terakhir, Salim berpesan jika PKS konsisten melayani masyarakat, akan banyak keajaiban yang terjadi di 2019."Bangun kebersamaan dengan saling mencintai satu sama lain, bersama dengan masyarakat. Insya Allah, di 2019 akan banyak keajaiban yang akan terjadi!" teriak Salim menyemangati hadirin sembari menutup pidatonya. [pks.id]


posted by @Adimin

PKS, Bekerja dalam Sunyi


Oleh: Rika Januarita Haryati

Satu partai yang menarik perhatian saya sejak SMA adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). PKS unik dan energik. Unik karena berbasis Islam modern. Kehadirannya mengingatkan kita pada Masyumi yang digawangi Muhammad Natsir  di era Orde Lama. Enegik karena digerakkan oleh orang-orang muda dan atau yang berjiwa muda.  Memang sempat ada cemas, karena yang namanya pemuda biasanya suka euphoria semangat di awal. Ibarat api yang berkorbar, lama-lama padam ketika semua kayu habis terbakar. Tapi ternyata PKS ini tetap melaju hingga hari ini, meski sempat tersandung Electoral Threshold (ET) yang sebesar 2%, sehingga mengubah namanya yang dulunya adalah Partai Keadilan (PK) menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dulu juga pernah ada PRD yang digerakkan oleh kaum muda, tapi sekarang tinggal dalam kenangan. Para elitnya sudah merapat ke partai yang telah mapan dan besar.

Tentu, sebagai anak SMA di tahun 2004, saya masih ingat dengan perkataan Anis Matta yaitu jika di tahun berikutnya PKS mengalami kegagalan elektoral lagi, maka PKS akan mengubah namanya menjadi Partai Keadilan Sejahtera dan Perjuangan dan Persaudaraan dan Kerakyatan, dst.

Tentu saja kita mafhum, jangankan PKS, PDI yang para elitnya adalah orang-orang yang notabene mapan dalam  politik, uang, dan massa pun juga pernah mengalami kegagalan kan? Sehingga sekarang menjadi PDIP.

September kali ini menjadi ajang perhelatan bagi PKS untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa PKS akan mengukuhkan konsistensinya dalam melayani rakyat. Di medio bulan September 2015, internal PKS akan melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 pada 14 dan 15 September 2015 di Depok, Jawa Barat. Tema besar yang diusung kali ini adalah Berkhidmat untuk Rakyat. 

Sebagai anak muda, saya melihat PKS memiliki cita-cita besar untuk Indonesia. Bukan sekedar kendaraan politik. PKS adalah dakwah. Meskipun aral halangan menghadang, PKS akan terus berdakwah. Kader-kadernya adalah dai sebelum ia menjadi apapun. Jika PKS kalah, lihatlah, dakwahnya tetap berjalan. 

Saya juga melihat bahwa PKS adalah satu-satunya partai yang mengkader. Kaderisasinya berjalan. Sehingga siapapun bisa menjadi pemimpin jika memenuhi kualifikasi kepemimpinan yang telah ditetapkan. Ini berbeda dengan partai lain yang mengandalkan popularitas dan uang. Karena, seperti kita ketahui bersama, bahwa yang dilihat masyarakat sebagai konstituen bukanlah kompetensi tapi dua hal tadi (popularitas dan uang). 

Pencapaian PKS di tahun 2014 meningkat terutama untuk DPRD, tapi yang terlihat seolah-olah PKS menurun. Ini dikarenakan PKS belum memiliki media yang menceritakan perkembangan perolehan suara di PKS. PKS masih bekerja dalam sunyi. Merevolusi dalam sunyi. Tanpa hingar bingar media. Sehingga mau kompetensi kader-kadernya lebih mumpuni sekalipun, masyarakat tidak akan melihatnya. Kita ambil contoh, jika berbicara pemimpin berprestasi, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), memilikiseabreg prestasi, tapi jarang tersorot kamera media. Bekerja banyak, pencapaiannya pun banyak, tapi media tidak meliputnya. 

Saya benar-benar ingin melihat mulai di tahun ini, media yang memiliki cita-cita besar untuk Indonesia. Tidak hanya sekedar memberitakan karena dibayar. Tapi memberitakan karena memang fakta. Agar  masyarakat melihat, partai mana yang benar-benar akan melayani mereka. 

Sampai sekarang, saya tetap salut dengan PKS. Di PKS, suksesi kepemimpinan selalu berjalan aman dan damai. Tanpa ricuh dan kisruh. Tidak ada money politic. Tapi, masyarakat tidak melihat ini. Padahal ini merupakan poin penting bahwa pemimpin yang dihasilkan dengan jalan damai biasanya akan membawa kedamaian. Salutnya lagi, citra PKS yang masih melekat hingga saat ini adalah bersih dan peduli. Menurut saya, partai yang lain belum punya citra ini.

Hal yang harus diingat, dalam memilih, masyarakat masih melihat partai mana yang memberi logisticpaling besar dan partai mana yang memenangkan polling di media. Padahal, polling bisa direkayasa. Tinggal siapa yang paling besar bisa membayar mobilisasi untuk memenangkan polling tersebut. 

Maka, PR besar bagi PKS, dengan kepemimpinan yang baru ini, ada baiknya PKS mulai menggandeng media sebagai partner dalam bekerja. Saya yakin, masih ada media yang memiliki cita-cita yang sama besarnya dengan PKS untuk Indonesia. Saya juga yakin masih ada media yang juga siap Berkhidmat untuk Rakyat.

Selamat berkhidmah kepada para pemimpin baru PKS. Selamat berkarya kepada presiden PKS yang baru, Muhammad Sohibul Iman. Selamat bekerja kepada Ketua Majelis Syuro yang baru, Salim Segaf Al Jufri. Selamat Munas kepada PKS. Semoga tetap menjadi anugrah untuk Indonesia. [kabarpks.com]


posted by @Adimin

Belajar dari Galibu



Tak perlu riuh
Tak perlu banyak dipandang

Begitulah galibu bekerja
Bekerja dan alirkan darah segar
Berbuat dan berkarya
Agar menjadi ruh baru

Sekeping dua keping
Selembar dua lembar
Receh kepedulian
Dari ranting hingga pusat
Terus banjiri rekening galibu

Dana dari kantong sendiri
Adalah jalan senyap
Yang terus mengalir
Dalam hitungan hari
Terkumpul sekian ratus juta

Tak sekadar berkumpul dan berdiri di atas kehebatan pemimpinnya
Namun kekuatan yang dibangun pada tiap individu yang bergabung
Adalah cara kita untuk terus meninggalkan jejak kebaikan

Galibu
Gerakan kebaikan yang tak pernah libur
Ini bukan semata soal terkumpulnya dana
Tapi...
harus bisa menjadi kekuatan untuk Indonesia
Ya...untuk Indonesia

Jika hari ini Indonesia tengah terpuruk kondisi keuangannya
Jangan malu untuk mencontoh galibu
Galibu bukan semata gerakan mengumpulkan uang
Ini adalah gerakan kebaikan yang tak pernah libur
Galibu hanya satu diantara sejuta kebaikan yang pernah ditebar

Tak perlu tangan ini merengek pada IMF
Sebab, Indonesia punya jutaan anak bangsa yang masih peduli
Belajarlah dari galibu
Amati
Tiru
Modifikasi
Ciptakan nama baru
Lahirkan inspirasi untuk bangkit
Demi merah putih

Ohhhh....bapak Jokowi yang kami hormati
Mari kita bersama belajar pada Galibu
Sebuah gerakan kebaikan yang tak pernah libur

Sahabatmu,
Bang Joy
#KramatJati, pena diri untuk negeri



posted by @Adimin

Ini Tawaran Solusi PKS Atasi Krisis Ekonomi RI


DEPOK (14/9) – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan Indonesia menghadapi hari-hari depan yang cukup berat. Krisis ekonomi yang menerpa bangsa ini membuat kehidupan rakyat semakin tertekan.

“Menghadapi situasi terkini dan tantangan ke depan, PKS mendorong pemerintah dan segenap komponen bangsa untuk segera menyelamatkan daya beli rakyat, khususnya masyarakat miskin,” ujar Sohibul dalam pidato politik pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Senin (14/9).

Sohibul Iman melanjutkan, salah satu solusi penyelamatan daya beli rakyat di tengah situasi krisis saat ini adalah melalui kebijakan afirmatif jangka pendek seperti cash transfer, pembangunan infrastruktur dasar masyarakat skala kecil, dan pemberian insentif bagi perusahaan padat karya yang tidak melakukan PHK.

“PKS memandang penting-penting bagi pemerintah untuk melakukan kebijakan jangka pendek yang memberi sinyal kredibel ke pasar untuk penguatan nilai tukar rupiah,” imbuh doktor lulusan Jepang ini.

Langkahnya, kata Sohibul Iman, seperti mempercepat penyerapan anggaran pembangunan, termasuk anggaran di daerah, repatriasi valas hasil ekspor, diversifikasi pasar ekspor baru termasuk pembiayaan eksportir yang selama ini belum tersentuh, serta koordinasi BUMN untuk mempengaruhi pasar valas.

“Jika tidak diantisipasi lebih baik, di masa-masa mendatang bangsa kita akan menghadapi krisis lebih berat dari krisis nilai tukar. Para ahli menyebutnya triple crisis, yaitu food, energy and water,” pungkasnya. [pks.id]


posted by @Adimin

Fadli Zon: Munas PKS Lancar



DEPOK (14/9) – Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengucapkan selamat atas terselenggaranya Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Demikian disampaikan Fadli di arena Munas ke-4 PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Senin (14/9).

“Selamat, Munasnya sudah selesai dengan lancar. Ini prestasi yang bisa dibanggakan dan bisa menjadi contoh bagi partai lain,” ujarnya.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ini juga mendoakan agar pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS yang baru ini dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Ia menilai baiknya kepengurusan suatu partai akan berdampak positif bagi demokrasi di Indonesia.

“Mudah-mudahan pengurus yang baru bisa menjalankan program-program di PKS sesuai harapan dan berkontribusi positif bagi bangsa dan negara,” kata Fadli. [pks.id]


Foto: Istimewa

posted by @Adimin

Jimly: PKS Partai yang Kompak



DEPOK (14/9) – Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie menilai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai yang kompak. Demikian disampaikan Jimly di arena Munas ke-4 PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Senin (14/9).

“(PKS-red) partai yang kompak, pelembagaannya bisa dijadikan salah satu contoh untuk partai-partai yang tidak punya tokoh. Mereka punya basis ideologi yang kuat,” kata Jimly.

Jimly juga menyorot kesuksesan PKS sebagai partai yang mengusung ideologi Islam. “Ini satu contoh partai yang baik. Mereka berhasil menggabungkan keislaman, Pancasila, dan keindonesiaan,” ujarnya.

Mantan ketua mahkamah kontitusi (MK) ini juga mengapresiasi sikap politik PKS yang konsisten di koalisi merah putih (KMP). Ia menilai apa yang sudah dilakukan PKS baik bagi demokrasi di Indonesia. 

"Di tengah dinamika politik nasional, partai ini berani menegaskan posisi politiknya dan itu sehat untuk demokrasi kita. Daripada partai politik itu berlomba masuk ke dalam kekuasaan, itu tidak sehat,” sebut Jimly.

Jimly berharap PKS di dalam kepengurusannya yang baru, dapat lebih terkonsolidasi dan mampu belajar dari pengalaman."Misalnya slogan Bersih, Peduli, dan Profesional yang ada di dalam AD/ART PKS, itu tiga kata kunci untuk menjadikan partai ini menjadi partai yang terpercaya," tutur Jimly. 

Jimly juga yakin optimisme Presiden PKS Sohibul Iman untuk menjadikan partai dakwah ini mendapatkan perolehan suara lebih dari 10 persen adalah sebuah keniscayaan. "Saya rasa optimisme presiden PKS itu masuk akal, karena selama tiga periode ini, PKS memperoleh suara sekitar 9 persen, maka di atas 10 persen itu realistis." [pks.id]

Foto: Istimewa

posted by @Adimin

PKS Tegaskan Sebagai Partai Oposisi Loyal


DEPOK (14/9) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan posisi politik sebagai oposisi loyal. Sikap politik ini akan tetap selama lima tahun ke depan. 

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengatakan, oposisi dimaksud PKS tetap akan berada di luar pemerintahan. Namun tetap kritis dan positif terhadap kebijakan pemerintah.

"Pertama, kita harus berpikir bahwa di dalam atau di luar pemerintahan adalah hal yang sama. Oposisi yang loyal. Maksudnya, PKS akan tetap loyal kepada kepentingan bangsa, kalau KIH bagus programnya, kita dukung," jelas Sohibul dalam konferensi pers di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Senin (14/9)

Mantan Wakil Ketua DPR RI ini juga mengatakan eksistensi Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) masih diperlukan. "Namun perlu juga diingat bahwa koalisi tersebut harus didasarkan pada agenda reformasi struktural, harus pada agenda yang berpihak kepada masyarakat," tambahnya.

Sohibul Iman berharap semua pengurus PKS, baik di pusat hingga level daerah, membuka kembali AD/ART partai. "Yaitu terkait slogan Bersih, Persih Peduli Profesional (BPP). Karena BTP itu ciri partai. Visi partai dakwah yang punya prinsip nilai yang disesuaikan dengan kondisi zaman," tutup Sohibul. [pks.id]


Foto: Wicakz Relawan PKS Foto

posted by @Adimin

Peserta Munas PKS Doakan Indonesia Segera Turun Hujan


DEPOK (14/9) – Musibah asap dan kekeringan melanda sejumlah wilayah di Tanah Air beberapa bulan terakhir. Musyawarah Nasional (Munas) yang digelar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Depok menjadi sarana untuk mendoakan agar hujan yang penuh berkah segera turun.

"Mari kita doakan Saudara-saudara kita di seluruh Indonesia. Terlebih di Sumatera dan Kalimantan yang wilayahnya terkena asap. Semoga Allah segera turunkan hujan untuk meredakan ujian Saudara-saudara kita," kata Lajnah Hisbah Dewan Syariah Pusat (DSP) PKS, Muslih Abdul Karim yang memimpin doa dalam Pembukaan Munas ke-4 PKS di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Senin (14/9).

Muslih juga mengajak seluruh peserta Munas untuk mendoakan keselamatan para jamaah haji, terutama jamaah asal Indonesia yang menjadi korban jatuhnya alat berat crane di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat (11/9) lalu.

"Mari kita bayangkan Saudara-saudara di berbagai wilayah yang memgalami musibah. Kita doakan mereka, terutama Saudara-saudara kita di Makkah yang menjalankan ibadah haji dan tertimpa musibah," ujarnya.

Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 PKS diselenggarakan pada Senin-Selasa (14-15/9). Para peserta Munas berjumlah 1.200 orang dari perwakilan dari seluruh wilayah Indonesia dan 22 perwakilan Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) luar negeri.

Munas juga dihadiri sejumlah tokoh nasional antara lain Ketua MPR yang juga Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie , Ketua Bawaslu Muhammad, Waketum Gerindra Fadli Zon, Sekjen Golkar Idrus Marham, Ketum PPP Djan Faridz, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault, dan Wagub Jabar Deddy Mizwar. [pks.id]


posted by @Adimin

Visi PKS 2019: Menjadi Partai Papan Atas


DEPOK (14/9) – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman mengatakan salah satu visi partainya di masa mendatang. Pada pemilu 2019 akan datang, Sohibul bertekad membawa partainya menjadi partai papan atas. 

“PKS sebagai entitas partai politik tentunya ingin menjadi partai papan atas. Menjadi partai papan atas atau bahkan the ruling party adalah target setiap partai, termasuk PKS,” ujar Sohibul dalam pidato politik pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Senin (14/9). 

Cita-cita tersebut menurutnya, terkait dengan cita-cita PKS untuk mendorong Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi (high income country). Yaitu bangsa berperadaban yang mampu mewujudkan terbentuknya masyarakat adil, demokratis, aman, bermartabat, dan memiliki harga diri di hadapan bangsa lain.

Dia mengatakan, PKS pernah menjadi partai paling bawah dengan tidak lolos electoral threshold (ET) di pemilu 1999. Pada tiga pemilu berikutnya yaitu 2004, 2009 dan 2014 PKS selalu menjadi partai papan tengah. 

“Pada pemilu 2019 nanti, PKS akan berjuang menjadi partai papan atas target suara di atas 10 persen,” jelasnya.Ia menjelaskan struktur PKS di seluruh Indonesia bisa menerjemahkan target itu 12 persen, 20 persen atau lebih.

Mantan wakil ketua DPR ini juga mengatakan, pada pilkada serentak akhir tahun ini, PKS ikut serta di 210 pilkada dari 269 pilkada yang dikompetisikan. Dari 210 pilkada yang diikuti, ada 43 kader PKS yang maju sebagai kandidat.

“Pilkada serentak ini adalah pengalaman pertama kita semua, semoga hajatan besar bangsa ini berjalan damai, aman dan lancar,” pungkas doktor lulusan Jepang ini. [pks.id]


posted by @Adimin

Inilah Susunan Pengurus Pusat PKS 2015-2020


DEPOK (14/9) - Pelantikan Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masa khidmat 2015-2020 dilangsungkan pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 PKS di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Senin (14/9).
Ketua Majelis Syuro (MS) PKS Salim Segaf Al Jufri memimpin pembacaan sumpah pengurus pusat PKS dan diikuti oleh seluruh jajarannya.
"Kami, pengurus pusat PKS bersumpah menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dengan menegakkan perintah Allah SWT dan menjalankan suunah Rasulullah SAW," tegas Salim mengawali pembacaan sumpah.
Susunan pengurus DPTP PKS, yang terdiri dari Majelis Pertimbangan Pusat (MPP), Dewan Syariah Pusat (DSP), serta Dewan Pengurus Pusat (DPP), dibacakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKS, Mardani Ali Sera.
"Bismillahirohmanirrohiim, Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Surat Keputusan Nomor 5/SKEP/MSPKS/XI/1436H tentang Penetapan Struktur Tingkat Pusat Partai Keadilan Sejahtera menetapkan nama-nama berikut sebagai pengurus pusat," kata Mardani memulai pembacaan pengumuman.
Berikut ini susunan Pengurus Tingkat Pusat Partai Keadilan Sejahtera Masa Khidmad 2015-2020:

Ketua Majelis Syuro                      : Dr Salim Segaf Al Jufri
Wakil Ketua Majelis Syuro             : Dr Hidayat Nur Wahid
Sekretaris Majelis Syuro                : Ir. H. Untung Wahono, M.Si
Ketua Majelis Pertimbangan Pusat : Suharna Surapranata, MT
Ketua Dewan Syariah                    : Dr KH Surahman Hidayat
Presiden                                       : M Sohibul Iman, PhD
Sekretaris Jenderal                        : Dipl.Ing. Taufik Ridlo, Lc
Wakil Sekretaris Jenderal               : Dr Mardani Ali Sera
Bendahara Umum                          : Mahfudz Abdurrahman, S.Sos
Wakil Bendahara Umum                 : Dr Abdul Kharis Al Masyhari
Ketua Bidang Kerjasama Internasional                             : Anis Matta, Lc
Ketua Badan Penegak Disiplin Organisasi                        : H Abdul Muiz Saadih, MA
Ketua Badan Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri : Dr Taufik Ramlan Wijaya
Ketua Badan Perencanaan                                              : KH Bukhori Yusuf, Lc, MA
Ketua Badan Pembinaan Kepemimpinan Daerah               : H Ahmad Heryawan, Lc, M.Si
Ketua Bidang Wilayah Dakwah Sumatera Bagian Utara     : Dr Hermanto
Ketua Bidang Wilayah Dakwah Sumatera Bagian Selatan  : Drs.H. Gufron Azis Fuadi
Ketua Bidang Wilayah Dakwah Banjabar                          : Tate Qomarudin, Lc
Ketua Bidang Wilayah Dakwah Jatijaya                           : Ir.H Sigit Sosiantomo
Ketua Bidang Wilayah Dakwah Bali Nu Sra                      : Sugeng Susilo
Ketua Bidang Wilayah Dakwah Kalimantan                      : Hb Aboe Bakar Al-Habsi, SE
Ketua Bidang Wilayah Dakwah Sulawesi                         : Cahyadi Takariawan
Ketua Bidang Wilayah Dakwah Intim                               : Dr.H Muhammad Kasuba, MA
Ketua Bidang Kaderisasi                                                : Amang Syafruddin, Lc
Ketua Bidang Kepemudaan                                            : Mustafa Kamal, SS
Ketua Bidang Kepanduan dan Olahraga                          : Asep Saefullah Danu
Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga         : Dra Wirianingsih, Msi
Ketua Bidang Seni dan Budaya                                     : Muhammad Ridwan
Ketua Bidang Pemberdayaan SDM dan Lembaga Profesi  : Drs H Musholli
Ketua Bidang Pemberdayaan Jaringan Usaha dan Ekonomi Kader : Deni Tresnahadi
Ketua Bidang Pembangunan Keumatan dan Dakwah       : Hilman Rosyad, Lc
Ketua Bidang Polhukam                                                : Drs H Almuzammil Yusuf, M.Si
Ketua Bidang Kesra                                                      : Dr Fahmy Alaydroes, MM, MED
Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, Teknologi dan Lingkungan Hidup : Ir Memed Sosiawan, ME
Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Petani dan Nelayan        : Ledia Hanifah Amalia, Ssi, MPSiT
Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada              : Drs Khoirul Anwar, Apt
Ketua Bidang Hubungan Masyarakat                              : Dedi Supriyadi, S.Ikom


posted by @Adimin

Deddy Mizwar Bawakan Puisi Gus Mus dan Taufiq Ismail di Munas ke-4 PKS

Written By Anonymous on 14 September, 2015 | September 14, 2015

DEPOK (14/9) -- Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar membacakan puisi di depan 1.200 peserta Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 PKS di Hotel Bumi Wiyata, Jawa Barat.
Deddy berujar sebenarnya ia sudah lupa berakting. Namun karena ia diminta oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan maka aktor kawakan ini menyanggupinya. "Saya ini makmum, beliau yang imam," ujarnya.
Deddy membacakan tiga puisi. Yang pertama Deddy membacakan puisi karya tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus berjudul "Rasanya, Puisi Kemerdekaan".

Bagian kedua, Deddy membacakan puisi karya Taufiq Ismail yang ditulis tahun 1966 yang berjudul "Memang Selalu Demikian, Hadi". Dalam beberapa bagian, Deddy melakukan improvisasi mengganti kata Hadi dengan beberapa nama petinggi PKS seperti Presiden PKS Sohibul Iman, mantan Presiden PKS Anis Matta dan Ahmad Heryawan.Puisi ketiga yang dibawakan Deddy juga dari Taufiq Ismail yang ditulis tahun 1982 berjudul, "Membaca Tanda-Tanda".
Berikut Puisi-puisi yang dibacakan Deddy Mizwar dalam pembukaan Munas ke-4 PKS.
Rasanya, Puisi Kemerdekaan
Karya KH Mustofa Bisri

Rasanya...... Baru kemarin Bung Karno dan Bung Hatta atas nama kita menyiarkan dengan seksama Kemerdekaan kita di hadapan dunia.

Rasanya....... Baru kemarin, padahal sudah tujuh puluh tahun lamanya.

Pelaku-pelaku sejarah yang nista dan mulia Sudah banyak yang tiada. Penerus-penerusnya sudah banyak yang berkuasa atau berusaha. Tokoh-tokoh pujaan maupun cercaan bangsa sudah banyak yang turun tahta. Rasanya.... Baru kemarin, padahal sudah lebih setengah abad lamanya.

Petinggi-petinggi yang dulu suka korupsi Sudah banyak yang meneriakkan reformasi.

Tanpa merasa risi, Rasanya baru kemarin rakyat yang selama ini terdaulat sudah semakin pintar mendaulat. Pejabat yang tak kunjung merakyat pun terus dihujat dan dilaknat. 

Rasanya baru kemarin. Padahal sudah tujuh puluh tahun lamanya. Pembangunan jiwa masih tak kunjung tersentuh. Padahal pembangunan badan yang kemarin dibangga-banggakan sudah mulai runtuh. Daging yang selama ini terus dimanjakan kini sudah mulai kalap mengerikan. 

Ruh dan jiwa sudah semakin tak ada harganya. Masyarakat yang kemarin diam-diam menyaksikan para penguasa berlaku sewenang-wenang kini sudah pandai menirukan. Rasanya... Baru kemarin. Padahal sudah lebih setengah abad kita merdeka.

Pahlawan-pahlawan idola bangsa, seperti Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, dan Sisingamangraja sudah dikalahkan oleh Sinchan, Baja Hitam dan Kura-kura Ninja dan artis idola. 

Rasanya Baru kemarin. Tokoh-tokoh angkatan empatlima sudah banyak yang koma. Tokoh-tokoh angkatan enamenam sudah banyak yang terbenam. Tokoh-tokoh angkatan selanjutnya sudah banyak yang tak jelas maunya. 

Rasanya... Baru kemarin. Negeri zamrud khatulistiwaku yang manis. Sudah terbakar nyaris habis. Dilalap krisis dan anarkis. Mereka yang kemarin menikmati pembangunan sudah banyak yang bersembunyi meninggalkan beban. 

Mereka yang kemarin mencuri kekayaan negeri sudah meninggalkan utang dan lari mencari selamat sendiri. Mereka yang kemarin sudah terbiasa mendapat kemudahan banyak yang tak rela sendiri kesulitan. 

Rasanya baru kemarin. Ternyata sudah tujuh puluh tahun kita Merdeka. Ingin rasanya aku sekali menguak angkasa dengan pekik yang lebih perkasa: Merdeka!!!!!


Memang Selalu Demikian, Hadi
Karya Taufiq Ismail

Setiap perjuangan selalu melahirkan Sejumlah pengkhianat dan para penjilat Jangan kau gusar, Sohibul Iman

Setiap perjuangan selalu menghadapkan kita Pada kaum yang bimbang menghadapi gelombang Jangan kau kecewa, Anis Matta

Setiap perjuangan yang akan menang Selalu mendatangkan pahlawan jadi-jadian Dan para jagoan kesiangan

Memang demikianlah halnya, Ahmad Heryawan. 

   

Membaca Tanda-Tanda 
Karya Taufiq Ismail

Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas
dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari kita

Ada sesuatu yang mulanya
tak begitu jelas
tapi kini kita mulai merindukannya

Kita saksikan udara
abu-abu warnanya
Kita saksikan air danau
yang semakin surut jadinya
Burung-burung kecil
tak lagi berkicau pagi hari

Hutan      kehilangan ranting
Ranting    kehilangan daun
Daun       kehilangan dahan
Dahan      kehilangan hutan

Kita saksikan zat asam
didesak asam arang
dan karbon dioksid itu
menggilas paru-paru

Kita saksikan
Gunung   memompa abu
Abu      membawa batu
Batu     membawa lindu
Lindu    membawa longsor
Longsor  membawa air
Air      membawa banjir
Banjir   membawa air

airmata

Kita telah saksikan seribu tanda-tanda
Bisakah kita membaca tanda-tanda?

Allah
Kami telah membaca gempa
Kami telah disapu banjir
Kami telah dihalau api dan hama
Kami telah dihujani abu dan batu

Allah
Ampuni dosa-dosa kami

Beri kami kearifan membaca
Seribu tanda-tanda

Karena ada sesuatu yang rasanya
mulai lepas dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari

Karena ada sesuatu yang mulanya
tak begitu jelas
tapi kini kami
mulai
merindukannya.

posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger