Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
November 13, 2015
posted by @Adimin
Sidak ke Pasar Indarung, Walikota Padang Masuk Selokan
Written By Anonymous on 13 November, 2015 | November 13, 2015
PADANG (12/11) - Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Indarung. Di sini, Walikota Padang masuk selokan dan membersihkan sampah yang menumpuk di dalam selokan tersebut. “Siapa yang membuang sampah ke dalam ini? Sampah ini bisa menjadi penyebab banjir,” tanya Walikota kepada pedagang yang berjualan di dekat selokan tersebut.
Melihat kondisi tersebut, Walikota langsung turun ke beberapa selokan yang dijadikan para pedagang untuk membuang sampah dagangannya. Ia mengeluarkan sampah yang telah menumpuk tersebut. Walikota kembali menegaskan, jika pedagang masih saja membuang sampah ke selokan akan dilarang berjualan di sekitar lokasi itu lagi.
“Ini tak bisa dibiarkan, pedagang harus bertanggung jawab dengan sampahnya. Banjir yang terjadi adalah karena kita tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Mari kita sama-sama menjaga agar sampah yang dihasilkan tak mengganggu lingkungan," ujar beliau.
Dikatakan Walikota, permasalahan sampah di pasar menjadi tanggung jawab petugas pasar dan lurah setempat. Barang dagangan yang ada sampahnya harus dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam karung, tidak dibuang keselokan karena akan menjadi penyebab banjir.
Ia mengatakan, semua pihak perlu saling mengingatkan. Sebab melihat kondisi saat ini, sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Pemerintah Kota Padang per 1 Januari 2015 mulai efektif menerapkan peraturan daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2012 tentang Sampah.
"Bagi yang melanggar dan membuang sampah sembarangan di Kota Padang, diberikan sanksi maksimal Rp 5 juta atau denda tiga bulan kurungan. Kita perlu saling mengingatkan. Termasuk soal sampah yang ada di pasar ini, jika tidak maka banjir ini akan selalu menghantui kita,” ungkapnya.
Peninjauan Pasar Indarung dilakukan disela-sela mengunjungi lokasi banjir dan longsor di Batu Gadang. Dalam kesempatan itu, Walikota didampingi Kepala BPBD Damkar Kota Padang Dedi Henidal, Camat Lubuk Kilangan Syafwan dan Kabag Humas dan Protokol Pemko Padang Mursalim.(Charlie / Yurizal / Tafrizal / Mursalim)
posted by @Adimin
Label:
HOT,
KIPRAH KAMI,
Kutipan media,
NEWS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 13, 2015
posted by @Adimin
Walikota Padang Tinjau Lokasi Longsor dan Banjir
PADANG – Rasa empati kepada warganya kembali ditunjukkan Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo. Musibah longsor dan banjir yang melanda Kota Padang, Rabu (11/11) malam membuat Walikota Padang yang sedang dinas di Jakarta langsung bertolak ke Padang.
Kamis (12/11) pagi, Walikota Padang langsung menuju lokasi yang terkena longsor dan banjir. Sekitar pukul 08.30 Wib, Mahyeldi sampai di Batu Gadang, Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan. Di sini Walikota melihat langsung korban longsor dan meninjau langsung penyebab longsor.
Walikota menyebut penyebab terjadinya longsor di daerah itu karena landainya kontur tebing dan ‘gundulnya’ di bagian atas tebing tersebut. Sehingga begitu hujan datang tanah tersebut turun dan langsung menghantam rumah, tempat ibadah dan mushalla.
“Saat diperiksa ke bagian atas tebing, pohon banyak ditebang dan dikuliti hingga mati, sedangkan di bagian bawah mereka rapikan dengan menambah tanah. Sebetulnya terjadinya longsor dan banjir karena penggundulan dan lainnya,” kata Wako.
Topografi tanah di Kota Padang memang cukup labil, curah hujan juga cukup tinggi. Karena itu Walikota Padang mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memotong kayu dan pembalakan hutan. Walikota juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan tingginya curah hujan yang diprediksi hingga akhir Desember.
Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh dari Camat Lubuk Kilangan Syafwan menyebut bencana longsor di Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, sebanyak dua rumah dihondoh longsor. Di dua rumah itu terdapat tiga Kepala Keluarga (KK) yakni Andi (29) bersama isteri dan dua anak. Kemudian Apriadi (31) beserta isteri dan dua anak. Serta Rosni (60) beserta tiga anak. Selain menghondoh dua rumah, longsor juga melanyau mushalla dan Sekolah Dasar (SD) 13 Batu Gadang.
“Korban longsor sudah diamankan ke rumah yang berada di dekat Kantor Lurah. Bantuan juga sudah diberikan,” ujar Syafwan.
Setelah itu, Walikota bertolak menuju Kampung Baru, Kecamatan Lubuak Bagaluang. Di sini Walikota juga melihat langsung rumah warga yang terendam banjir. Tidak hanya itu, Walikota juga menyambangi Batuang Taba XX, Kecamatan Lubuak Bagaluang. Di sini, Walikota juga melihat langsung rumah warga yang terendam banjir. Sebanyak 18 KK di lokasi ini terpaksa diungsikan.
Camat Lubuak Bagaluang Ances Kurniawan mengatakan sejumlah warga dilanyau banjir pada Rabu malam itu. Di Kelurahan Banuaran, 70 rumah terendam banjir. Sebanyak 425 jiwa dari 85 KK diungsikan ke SD 32. Di Kelurahan Parak Laweh, tujuh rumah dengan penghuni 30 jiwa ikut terendam.
Di Kelurahan Kampung Baru cukup parah lagi. Di sini, dua rumah hanyut terbawa air bah. Akan tetapi beruntung tidak ada korban jiwa. Sedangkan di Kelurahan Tanjung Saba, rumah yang dihuni 20 jiwa ikut terendam. Dan di Kelurahan Gurun Lawas, 41 KK menjadi korban banjir.
“Di kelurahan Batuang Taba sebanyak 18 KK yang diantaranya terdapat tiga ibu hamil dan 13 balita diungsikan ke SD 24,” tukas Ances.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Kota Padang Frisdawati Boer menyebut bantuan telah disebarkan ke tempat korban banjir dan longsor. Bantuan itu diantaranya perlatan masak, peralatan bayi, beras, panic dan kebutuhan lainnya.
“Untuk bantuan lain kita hitung dulu dan sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” sebut Frisdawati.
Hingga berita ini diturunkan belum bisa dipastikan berapa jumlah kerugian akibat bencana banjir dan longsor. Kepala BPBD-PK Dedi Henidal mengatakan pihaknya belum bisa memastikan berapa kerugian akibat banjir dan longsor. Namun pihaknya hanya bisa menaksir kerugian sementara di atas Rp 1 miliar.(Charlie / Yurizal / Tafrizal / Mursalim)
posted by @Adimin
Label:
INSPIRASI,
KIPRAH KAMI,
Kutipan media,
NEWS,
Sejarah,
TOPIK PILIHAN
November 13, 2015
posted by @Adimin
Tonton Teater Revolusi Burung, Kang Iman: PKS Dukung Seni Pertunjukan
JAKARTA (13/11) -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menyempatkan diri menikmati pertunjukan Teater Kanvas dengan naskah Revolusi Burung di Gedung Pertunjukan, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (12/11/2015) malam.
Sohibul yang datang dengan jajaran pengurus DPP PKS sengaja ingin menonton seni teater yang disutradarai Zak Sorga itu sebagai bentuk dukungan terhadap seni pertunjukan Tanah Air.
Berkemeja batik, pria yang akrab disapa Kang Iman ini menekankan jika PKS sebagai partai politik dan parai dakwah ingin menghidupkan seluruh sektor masyarakat, termasuk budaya. "Kita dukung penuh pertunjukan teater para budayawan dan seniman. Jadi tidak hanya politik saja," ujar Kang Iman.
Kang Iman larut dalam pertunjukan kritik sosial dengan judul naskah Revolusi Burung yang dipentaskan selama dua jam itu. Sebagai anggota Komisi X DPR RI, Kang Iman melihat ada beberapa dukungan pemerintah untuk seni pertunjukan yang belum memadai. "Meski sudah ada program namun saya lihat masih belum memadai," tandasnya.
Revolusi Burung sendiri adalah pertunjukan ke-100 teater Kanvas. Lakon dalam pertunjukan tersebut mengisahkan sekelompok merpati yang merupakan mayoritas dalam bangsa burung salah memilih pemimpin.
"Jangan sampai salah memilih pemimpin dalam karung," ungkap penulis naskah sekaligus sutradara, Zak Sorga pasca pertunjukan. [pks.id]
posted by @Adimin
November 12, 2015
posted by @Adimin
Pemerintah Harus Investigasi Beredarnya Beras Impor Ilegal
Written By Anonymous on 12 November, 2015 | November 12, 2015
JAKARTA (11/11) – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS Rofi Munawar meminta pemerintah serius melakukan investigasi terhadap beredarnya beras impor asal Vietnam yang masuk dan beredar secara ilegal di Sumatera. Jika tidak ada respon yang baik dari pemerintah, dipastikan beras ilegal ini akan membanjiri sentra-sentra beras utama di Sumatera.
“Sejatinya temuan beras Vietnam ilegal ini sudah diketahui pemerintah dan bulog sejak lama, namun mereka seakan enggan melakukan investigasi terhadap masalah ini. Jika saja ada keseriusan pemerintah, tentu saja masalah tata niaga beras tidak akan berlarut–larut,” kata Rofi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (11/11).
Kepala Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Jambi Laode Amijaya Kamaludin menyebutkan beras Vietnam ilegal yang masuk ke Indonesia mencapai 4 juta ton per tahun. Beras Vietnam ini ilegal karena importasinya tidak dilakukan oleh Perum Bulog dan tidak tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS).
Situasi ini ditegaskan oleh peneliti beras dari Universitas Cantho Vietnam yang menyebutkan produksi beras Vietnam mengalami surplus 6-7 juta ton per tahun. Kelebihan produksi tersebut diserap oleh Cina sebanyak 2 juta ton, Indonesia 1-1,5 juta ton, dan Filipina 0,5-1 juta ton.
“Pemerintah menegaskan tidak akan melakukan importasi beras di Tahun 2015, namun dalam perkembangannya wacana impor datang silih berganti dari pihak pemerintah sendiri. Sejalan dengan itu, proses audit kebutuhan data beras nasional tidak kunjung sinkron antara kementerian teknis, otoritas data, dan konsumen,” kata Rofi.
Politisi PKS ini menyatakan keberadaan beras impor ilegal telah meresahkan petani lokal karena komoditas ini harganya lebih murah, mudah disamarkan, dan sulit dideteksi perbedaannya dengan beras lokal. Melihat kondisi tersebut, ia menyarankan pemerintah untuk melakukan hal-hal berikut.
Pertama, secara teknis melakukan verifikasi dan identifikasi pintu-pintu masuk tidak resmi yang seringkali dijadikan tempat masuk beras impor ilegal. Kedua, penguatan regulasi dengan membangun sistem koordinasi yang efisien antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, Bulog dan aparat penegak hukum berbasis real time dan terintegrasi. Ketiga, penegakan hukum yang serius terhadap pelaku penyeludupan beras ilegal baik secara administratif maupun hukum positif agar mampu memberikan efek jera.
“Keberadaan beras impor ilegal dikhawatirkan menjadi salah satu basis data pemerintah terkait kesediaan cadangan beras nasional. Apa yang kita anggap beras lokal ternyata campuran beras impor ilegal, hal ini perlu diversifikasi secara serius,” kata legislator dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur VII yang meliputi Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan, dan Ngawi ini. [pks.id]
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RIposted by @Adimin
Label:
Berita Fraksi,
KIPRAH KAMI,
NEWS,
Opini,
TOPIK PILIHAN
November 11, 2015
posted by @Adimin
Presiden PKS: Pahlawan Bukan Gelar Bawaan atau Rekaan
Written By Anonymous on 11 November, 2015 | November 11, 2015
JAKARTA (11/11) - Hari Pahlawan Nasional di Indonesia diperingati setiap 10 November. Artinya, hari ini (Selasa, 20/11) rakyat Indonesia memperingati Hari Pahlawan.
Bagi Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman, pahlawan bukan gelar bawaan atau rekaan, tapi penghormatan atas jasa-jasa bagi nusa dan bangsa.
"Mari berkarya tuk rakyat dan negeri tercinta," kata dia lewat akun @msi_sohibuliman, Selasa (10/11).
Menurut anggota DPR ini, hakikat kepahlawanan adalah kontribusi dan dedikasi, bukan atribusi. Berkarya nyata lebih esensi daripada gelar itu sendiri. "Ayo berkarya!" ajaknya.
Ia menjelaskan, menjadi pahlawan tidak harus muluk-muluk. Mulailah dari hal-hal kecil. Berlaku jujur itu ciri seorang pahlawan. Tidak malas itu ciri seorang pahlawan. Tidak memgambil hak orang lain itu ciri seorang pahlawan. Mau memberi dan berbagi itu ciri seorang pahlawan.
"Dan menjaga kepentingan dan ketertiban umum itu juga ciri pahlawan," demikian Sohibul Iman. [pks.id]
Sumber: http://www.rmol.co/posted by @Adimin
November 11, 2015
Hari Pahlawan Momentum Inspirasi Bagi Generasi Muda
JAKARTA (11/11) - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid menegaskan momentum Hari Pahlawan harus menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Oleh karena itu, Hidayat menolak jika muncul anggapan bahwa hari yang biasa diperingati setiap tanggal 10 November ini peristiwa masa lalu semata.
"Abad 21 ini menantang. Banyak tokoh hebat yang menciptakan media sosial (twitter, facebook, whatsapp) yang memengaruhi pola hidup kita. Kalau anak-anak muda kita mengacu pada orang zaman dulu, orang Indonesia seperti sekarang adalah tokoh hebat. Orang di luar negeri itu sama dengan kita, sama-sama manusia," papar Hidayat saat talkshow Radio Republik Indonesia (RRI) di Ruang Presentasi Perpustakaan MPR RI, Selasa (10/11).
Anggota Komisi Pendidikan DPR ini juga menilai bahwa inspirasi yang berasal dari sejarah itu harus dibangun dari adanya perbaikan dalam sistem pendidikan sejarah di Indonesia. Mulai dari tingka Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah, hingga perguruan tinggi. Atas dasar ini, Hidayat mendorong buku-buku sejarah bermutu agar segera disebarluaskan hingga ke pelosok Indonesia, khususnya di daerah terpencil yang minim pendidikan sejarah, baik guru maupun bukunya.
“Kita tidak hidup di ruang kosong. Kita hidup dengan situasi di Indonesia. Daripada kita sekadar pelangkap data statistik,kita bisa jadi seorang pahlawan. Kita lihat sejarah, pahlawan berasal dari beragam suku dan latar profesi. Walaupun tidak harus dicita-citakan, kita bisa jadi pahlawan,” jelas doktor lulusan Universitas Islam Madinah Saudi Arabia ini. [pks.id]
posted by @Adimin
November 10, 2015
Salim Segaf: Kader PKS, Teruslah Berprestasi
Written By Anonymous on 10 November, 2015 | November 10, 2015
Tegal (10/11) - Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri berpesan kepada kader PKS untuk terus berkiprah di masyarakat. Terus mengukir prestasi dalam melayani umat.
"Tetap jaga semangat yang kuat dan terus berprestasi, lakukan pendekatan kepada umat dan tokoh-tokoh yang ada di daerah agar termotivasi untuk selalu bekerja keras," ujar Salim dalam silaturahmi dengan kader PKS Kabupaten/Kota Tegal di Gedung Politeknik Transportasi Kota Tegal, Ahad (8/11/2015).
Salim mengatakan PKS lahir untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negeri. Sehingga slogan baru PKS “Berkhidmat untuk Rakyat” memang sudah menjadi kerjaan PKS sejak dulu.
Hadir dalam pertemuan itu sekitar 500 kader PKS dari Tegal, Brebes, Pemalang dan Pekalongan. Selepas memberi motivasi dalam pertemuan itu, para kader PKS mengunjungi undangan Haul ke-83 Syekh Armia bin Kurdi di Pondok Pesantren Attauhidiyyah Syekh Armia, Cikura, Bojong. [pks.id]
Keterangan Foto: Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri dalam silaturahmi dengan kader PKS Kabupaten/Kota Tegal di Gedung Politeknik Transportasi Kota Tegal, Ahad (8/11/2015).
posted by @Adimin
Label:
INSPIRASI,
SEPUTAR PKS,
TOKOH
November 07, 2015
posted by @Adimin
Pantai Padang Semakin Rancak Tanpa Lapak-Lapak
Written By Anonymous on 07 November, 2015 | November 07, 2015
PADANG- Mulai sekarang dan seterusnya, kawasan Pantai Padang sebelah barat Danau Cimpago, Purus, telah bebas dari lapak-lapak pedagang yang semrawut. Pasalnya, ratusan personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dibantu Kepolisian dan TNI membongkar puluhan lapak-lapak di kawasan itu, Kamis (5/11). Pedagang juga dibantu memindahkan barang-barang mereka ke lokasi Lapau Panjang Cimpago (LPC) yang disediakan Pemerintah Kota Padang untuk menampung para pedagang yang selama ini berdagang di bibir pantai.
Menurut Walikota Padang H. Mahyeldi Dt. Marajo, pemindahan pedagang ke LPC dilakukan guna penataan Pantai Padang . ‘’Jika selama ini keberadaan lapak di bibir pantai menutupi pemandangan pengunjung ke laut lepas, sekarang pedagang lebih nyaman menikmati pemandangan Pantai Padang yang indah,’’ kata Mahyeldi.
Walikota Mahyeldi menambahkan, pembangunan LPC yang merupakan bantuan dari sejumlah perusahaan dan perbankan di Kota Padang disediakan bagi pedagang tersebut. Ada 11 blok yang terdiri dari 110 petak yang bias menampung 110 pedagang. ‘’Saat ini pembangunannya sudah hampir selesai semua dan sudah bisa ditempati pedagang. Tinggal 1 blok lagi yang dalam rencana pembangunan pada 2016 nanti,’’ imbuh Wako.
Ia berharap, dengan tidak ada lagi lapak-lapak di sepanjang bibir pantai tersebut akan membuat obyek wisata ini menjadi nyaman dikunjungi oleh keluarga baik dari Kota Padang sendiri maupun wisatawan dari luar. ‘’Kita merancang kawasan Pantai Padang sebagai lokasi wisata keluarga, untuk itu penataannya harus lebih mengacu pada konsep yang baik. Ada lokasi kuliner, jogging track dan olah raga lainnya,’’ sebutnya.
Lebih lanjut dikatakan, pada 2016 nanti akan dilanjutkan penataan Pantai Padang yang merupakan bagian dari konsep Kawasan Wisata Terpadu (KWT). ‘’Nantinya di sebelah pantai akan dibangun jalur baru sebagai akses jalan yang lebih baik,’’ kata Wako.
Terkait pembongkaran yang dilakukan siang ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Padang Medi Iswandi mengatakan, penertiban ini sudah dibicarakan dengan pedagang sehingga tidak ada lagi penolakan dari pedagang.
‘’Kendati demikian kita tetap mengantisipasi supaya tidak timbul penolakan yang disebabkan adanya oknum yang mencoba memprovokasi pedagang. Sebab, masih ada sebagian pedagang yang tidak merasa diakomodir lantaran sebelumnya mereka merupakan pedagang yang tidak termasuk daftar Disbudpar. Sedangkan pedagang yang sebelumnya merupakan pemilik tenda ceper, kita minta untuk berkomitmen dan terlebih dulu dibina agar tidak membuka praktik-praktik yang tidak benar,’’ ujar Kadis.
Ia cukup puas dengan penertiban yang dilaksanakan karena berhasil mengosongkan kawasan pantai dari bangunan-bangunan. Pada penertiban ini juga turun Camat Padang Barat Arfian dan Muspika serta Lurah Purus Salman. (DU-HumasKotaPadang)
Label:
BERITA FOTO,
KIPRAH KAMI,
TOPIK PILIHAN
November 07, 2015
Belajar Trendi Syari Tanpa Glamor di Arena Mukernas PKS
DEPOK (3/11) – Berbusana muslimah seringkali dikonotasikan dengan gaya pakaian perempuan Islam yang kuno dan jauh dari perkembangan zaman. Karena kerap tercitrakan demikian, muslimah yang bersemangat berpakaian Islami justru seringkali malah terjebak pada gaya pakaian 'menutup aurat' tapi glamor, mahal, bahkan tidak syari.
Menurut pelaku bisnis busana muslim brand Keke, Hartati Desi Yanti, muslimah memang sudah seharusnya berpakaian menutup aurat sesuai kewajiban yang disyariatkan Islam. Namun Desi menegaskan, berpakaian Islami tapi trendi tidak harus bersifat glamor dan menguras banyak uang dengan tetap memperhatikan unsur syariah.
“Siapapun sebenarnya, bisa bergaya trendi namun tetap syar’i," ujar Desi dalam talkshow bertema 'Yang Muda, Yang Bergaya: Hijab Style dan Perawatan Wajah' di arena Mukernas ke-4 PKS, di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Rabu (4/11/2015).
Desi mengatakan, busana perempuan sudah seharusnya menutup aurat. “Namun, pemilihan warna dapat bersifat trendi, cerah, dan coraknya yang floral”, tutur Desi.
Perwakilan dari Kosmetik Wardah Echa Novita pun menjelaskan tips untuk tetap terlihat cantik namun tetap natural. “Yaitu gunakan warna putih, krem, dipadukan dengan warna coklat. Untuk eye shadow dan blush on,usahakan jangan memakai warna-warna yang ngejreng,” tutur Echa.
Acara tutorial Hijab ini adalah bagian dari menyemarakkan acara Mukernas ke-4 PKS. Selain talkshowkemuslimahan ini, Mukernas juga dimeriahkan oleh talkshow “Let Your Hands Making Money” yang diisi dari Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI) Rendy Saputra. [kabarpks.com]
Keterangan Foto: Suasana Bazar di Mukernas ke-4 PKS
posted by @Adimin
Menurut pelaku bisnis busana muslim brand Keke, Hartati Desi Yanti, muslimah memang sudah seharusnya berpakaian menutup aurat sesuai kewajiban yang disyariatkan Islam. Namun Desi menegaskan, berpakaian Islami tapi trendi tidak harus bersifat glamor dan menguras banyak uang dengan tetap memperhatikan unsur syariah.
“Siapapun sebenarnya, bisa bergaya trendi namun tetap syar’i," ujar Desi dalam talkshow bertema 'Yang Muda, Yang Bergaya: Hijab Style dan Perawatan Wajah' di arena Mukernas ke-4 PKS, di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Rabu (4/11/2015).
Desi mengatakan, busana perempuan sudah seharusnya menutup aurat. “Namun, pemilihan warna dapat bersifat trendi, cerah, dan coraknya yang floral”, tutur Desi.
Perwakilan dari Kosmetik Wardah Echa Novita pun menjelaskan tips untuk tetap terlihat cantik namun tetap natural. “Yaitu gunakan warna putih, krem, dipadukan dengan warna coklat. Untuk eye shadow dan blush on,usahakan jangan memakai warna-warna yang ngejreng,” tutur Echa.
Acara tutorial Hijab ini adalah bagian dari menyemarakkan acara Mukernas ke-4 PKS. Selain talkshowkemuslimahan ini, Mukernas juga dimeriahkan oleh talkshow “Let Your Hands Making Money” yang diisi dari Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI) Rendy Saputra. [kabarpks.com]
Keterangan Foto: Suasana Bazar di Mukernas ke-4 PKS
posted by @Adimin
Label:
INSPIRASI,
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
November 06, 2015
posted by @Adimin
Habib Salim Segaf: Jangan Terburu Mengambil Buah Perjuangan
Written By Anonymous on 06 November, 2015 | November 06, 2015
DEPOK (5/11) --Ketua Majelis Syuro DPP PKS Habib Salim Segaf Al Jufri memberikan nasihat kepada kader-kader PKS yang hadir dalam Mukernas ke-4 di Depok, Jawa Barat, Rabu (4/11).
Habib Salim mengingatkan agar para kader betul-betul memperhatikan aspek yang pokok dalam agama. Jangan sampai demi kepentingan sesaat, kaidah pokok dalam agama dilanggar. "Jangan sekali-kali sesuatu yang fundamental dilanggar demi kepentingan sesaat," papar Habib Salim Segaf.
Habib Salim menekankan setiap perjuangan tak menghasilkan sesuatu yang instan. Amanah harus tetap dipegang erat-erat. "Jangan terburu buru mengambil buah perjuangan, semua pasti ada waktunya," ujar dia."Kalau mereka memperebutkan dunia, biarlah mereka ambil," tambah Habib Salim Segaf.
Habib Salim mengingatkan pengorbanan besar kaum Anshar setelah perang Hunain. Mereka tidak mendapat harta rampasan perang. Justru kaum Muslimin Makkah yang baru masuk Islam mendapatkan bagian tersebut.
Rasulullah SAW saat itu bersabda kepada kaum Anshar, "Apakah kalian tidak senang mereka pulang membawa harta sementara kalian pulang membawa Rasulullah. Sungguh jika bukan hijrah aku tentu bagian dari Anshar."
"Biarkan mereka mengambil harta, sementara kita hanya fokus pada keberkahan dan perjuangan," seru Habib Salim Segaf.
Habib Salim yakin barang siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan memenangkan golongan tersebut. "Menangkanlah Allah dalam akhlak, menangkan Allah dalam politik, menangkan Allah dalam seluruh aspek," urai Habib Salim Segaf. [pks.id]
Keterangan Foto: Ketua Majelis Syuro (MS) PKS, Habib Salim Segaf Aljufri sedang memberikan tausiyah kepada peserta Mukernas PKS, di Depok, Jawa Barat, Rabu, (4/11/2015). Fotografer: Asky Oktaria/HumasDPPPKS
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 06, 2015
posted by @Adimin
Tips Habib Salim Segaf Agar Rumah Tangga Makin Mesra
DEPOK (5/11) --Ketahanan keluarga menjadi salah satu sorotan Ketua Majelis Syuro DPP PKS Habib Salim Segaf Al Jufri saat menutup Mukernas PKS di Depok, Jawa Barat, Rabu (4/11).
Habib Salim berpesan kepada kader-kader PKS agar menjadi teladan dalam membangun rumah tangga. Kader PKS harus mendapat pengetahuan mengenai keluarga sakinah. Pelatihan-pelatihan untuk keluarga harus terus dilakukan. "Ketahanan keluarga kader adalah teladan bagi masyarakat," tutur Habib Salim.
Suami istri, papar Habib Salim, harus kembali merefleksikan apa saja hak dan kewajiban mereka. Ilmu tentang ketahanan keluarga ini diserukan Habib Salim untuk diberikan ke semua keluarga. "Baik yang baru menikah maupun yang sudah lama," ungkap dia.
Habib Salim pun lantas memberikan tips agar rumah tangga bisa benar-benar menjadi sakinah. "Sering-seringlah ungkapkan perkataan yang indah," kata Habib Salim memulai tipsnya.
"Jika suami pulang matikan lampu. Kalau suami tanya kenapa lampu dimatikan jawablah, 'sinar wajahmu sudah menerangi rumah ini'," papar Habib Salim yang disambut senyum merekah peserta Mukernas PKS. [pks.id]
Keterangan Foto: Ketua Majelis Syuro (MS) PKS, Habib Salim Segaf Aljufri sedang memberikan tausiyah kepada peserta Mukernas PKS, di Depok, Jawa Barat, Rabu, (4/11/2015). Fotografer: Asky Oktaria/HumasDPPPKS
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN





