Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
June 27, 2016
posted by @Adimin
Gubernur Sumbar Ajak Masyarakat Berantas Narkoba
Written By Anonymous on 27 June, 2016 | June 27, 2016
PADANG – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno meminta kepada masyarakat khususnya Sumbar untuk memberantas peredaran narkotika dan obat terlarang (narkoba) yang telah merusak generasi bangsa kita.
“Baik itu BNNP, BNNK, Polisi, kejaksaan dan penegak hukum lainnya maupun semua masyarakat bersama melawan narkoba dan jadikanlah narkoba sebagai musuh bersama,” katanya usai mengikuti acara Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di Padang, Minggu.
Menurutnya pada hari Anti Narkoba ini dapat menjadi momen memunculkan semangat dan tekad untuk memberantas narkoba yang terus mengintai anak-anak kita dan merusak masa depanya.
Kepala Badan narkoba Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat (Sumbar) Mohammad Ali Azhar mengatakan kita akan melakukan pencegahan dangan langkah-langkah yang semaksimal mungkin untuk memberi tidak memberi ruang kepada pengedar narkoba.
“Dan kita akan memberikan informasi kepada para pelajar, mahasiswa dan masyarakat khususnya keluarga, jika ada anggota keluarganya memakai narkoba kita akan lakukan rehabilitasi.” tambahnya. [hariansinggalang.co.id]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 27, 2016
posted by @Adimin
Jazuli Juwaini: Pemimpin Harus Punya Sensitivitas
Ciputat (26/6) - Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menyatakan pemimpin harus punya sensitivitas dalam menghadapi masalah bangsa. Hal ini ia sampaikan dalam acara temu konstituen di rumahnya di Ciputat, Tangsel, Minggu (26/6).
"Bangsa ini didera banyak masalah, pemimpin harus punya sensitivitas. Ramadhan mengajarkan kita untuk berempati," kata Jazuli.
Pada kesempatan ini, Anggota Komisi I DPR RI ini juga menyampaikan pengerahan kekuatan militer bukan pilihan ideal untuk membebaskan WNI yang disandera Abu Sayyaf. Ia melihat ada opsi lain yang lebih memungkinkan.
"Menurut saya kita tidak perlu angkat senjata, ada pendekatan lain yang lebih humanis," kata Jazuli.
Politisi PKS ini menyelenggarakan temu konstituen sekaligus santunan untuk anak yatim dan buka puasa bersama di rumahnya di Ciputat, Tangsel. Acara ini dihadiri oleh Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufrie, jajaran kepolisian, dan tokoh masyarakat setempat. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 23, 2016
posted by @Adimin
Aboebakar: Tito Harus Jalankan Amanah dengan Sebaik-baiknya
Written By Anonymous on 23 June, 2016 | June 23, 2016
Jakarta (23/6) – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS Aboebakar Alhabsyi meminta calon Kapolri Komjen Pol. Tito Karnavian untuk menjalankan amanah yang akan diembannya dengan sebaik-baiknya.
“Peganglah amanah ini sebaik-baiknya,” kata Aboebakar dalam uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (23/6).
Politisi PKS ini memuji Tito yang berhasil menghadirkan personil Polri dari berbagai angkatan dalam uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri kali ini.
“Pak Tito, saya lihat di belakang personil Polri dari angkatan di atas dan di bawah Anda. Ini adalah sebuah peristiwa sejarah dalam Polri, ini momentum pembenahan Polri,” kata Aboebakar.
Ia juga mengajukan beberapa pertanyaan dalam uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri kali ini. Menurutnya Tito memiliki beban psikologis karena akan menggantikan Badrodin Haiti yang berasal dari Akpol angkatan 82, sedangkan Tito Karnavian dari angkatan 87.
“Anda punya tugas konsolidasi, jenjang, dan kepangkatan. Bagaimana langkah Anda menjaga konsolidasi dan soliditas korps? Bagaimana Anda akan menempatkan para senior?” kata Ketua Kelompok Komisi (Kapoksi) III Fraksi PKS DPR RI ini.
Anggota DPR dari dapil Kalimantan Selatan I ini juga mempertanyakan strategi Tito untuk mempertahankan hubungan baik antar lembaga penegak hukum.
“Apa langkah Anda untuk menghindari overlaps antar lembaga penegak hukum? Sesekali ada gesekan dengan personil TNI di daerah, bagaimana ada akan mengatasinya?” kata Aboebakar.
Aboebakar juga mempertanyakan bagaimana tanggapan Tito mengenai reformasi dalam tubuh Polri.
“Ada tuntutan untuk menuntaskan reformasi dalam tubuh Polri, apakah sudah sesuai harapan?Apakah Anda mempunyai strategi khusus?” kata Aboebakar.
Sebagai kepala BNPT, cara Tito menangani terorisme diduga diwarnai pelanggaran HAM. Aboebakar meminta Tito berkomunikasi dengan baik, sehingga dugaan-dugaan tersebut bisa terklarifikasi.
“Dalam Penanganan terorisme, ada banyak dugaan pelanggaran HAM. Bagaimana kebijakan bapak kalo jadi Kapolri terkait Densus?” kata Aboebakar. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
Berita Fraksi,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 23, 2016
posted by @Adimin
DPP Selenggarakan Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ)
Jakarta (23/6) -- Derysmono duduk sambil memegang mushaf Al-Qur’an. Laki-laki dari Bidang Kepemudaan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS itu sedang menunggu panggilan untuk memasuki ruangan perlombaan.
“Suara saya sebenarnya habis, serak. Tapi bagaimana pun harus ikut (lomba),” kata Derys, begitu ia disapa, Kamis (23/6).
Di ruang tunggu yang sama di lantai lima MD Building, Jakarta Selatan, tampak beberapa beserta sedang murajaah (mengulang-ulang) hafalan Al-Qur’an. Wajah mereka penuh harap-harap cemas.
Tak lama Derys dipanggil dewan juri untuk mengikuti lomba.
Di bulan Ramadhan ini, DPP PKS memang sedang menyelenggarakan Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) bagi para pegawai yang bertugas di MD Building. Ada pun juz yang diperlombakan adalah juz 30.
Penanggungjawab MHQ Muhammad Syarifuddin mengatakan bahwa kompetisi yang pertama kali diadakan ini untuk menguatkan kecintaan kader terhadap Al-Qur’an.
“Tujuannya menguatkan kecintaan kepada Al-Qur’an. Yang kedua di PKS sendiri sudah tercipta tradisi yang baik terhadap Al-Qur’an karena Al-Qur’an merupakan sumber referensi yang utama dalam segala hal,” jelas Syarifuddin.
Yang ketiga, lanjutnya, agar para kader makin paham juga untuk menghafalkan dan berinteraksi dengan Al-Qur’an.
“Sebenarnya bukan program khusus dari Bidang Kaderisasi tapi dari ansyithoh kepanitiaan Ramadhan kumpulan semua bidang badan. Sementara untuk kaderisasinya memang diberikan amanat untuk menjalankan dan mengelola kegiatan ini,” terangnya
Program MHQ ini, katanya, berjumlah 19 peserta dari beberapa bidang yang diwakili ikhwan (laki-laki) dan akhwat (perempuan). Adapun dewan jurinya didatangkan khusus dari Markaz Quran yang diketuai oleh Ustadz Riyadhussholihin, Ustadz Fery Bagus, dan Ustadz Ahmad Nur Hadi. Sementara pengumuman pemenang akan diumumkan ketika buka bersama dengan Ketua Majelis Syuro Habib Salim Segaf Aljufri. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 22, 2016
posted by @Adimin
Bukber Bareng Jurnalis, Presiden PKS Bicara Soal Musibah Jateng Hingga Kasus FH
Written By Anonymous on 22 June, 2016 | June 22, 2016
Jakarta (21/6) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman buka puasa bersama sejumlah jurnalis di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2016) sore. Sohibul Iman berbicara banyak isu nasional mulai dari bencana alam di Jateng hingga kasus gugatan bekas kader PKS Fahri Hamzah.
Sohibul Iman didampingi beberapa pengurus DPP PKS, antara lain Ketua Bidang Humas Dedi Supriadi, Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat Naharus Surur, Ketua Bidang Polhukam Almuzammil Yusuf, dan Ketua Departemen Hukum Zainuddin Paru.
Pada kesempatan itu, Sohibul Iman menyesalkan sikap Fahri Hamzah yang menggugat PKS. Langkah Fahri, sebut Sohibul Iman, tidak mencerminkan etika politik yang baik.
"Kita menghormati apa yang dilakukan MKD. Hal yang perlu dikritisi, keterlibatan yang bersangkutan untuk memutuskan mengajukan itu ke MKD. Itu sesuatu yang tidak baik ya, menurut saya tidak etis," jelas politisi yang akrab dipanggil Kang Iman.
Ketua Tim Kuasa Hukum PKS Zainuddin Paru menambahkan, etika politik buruk Fahri Hamzah yang ikut intervensi dalam kapasitasnya sebagai pimpinan DPR versi putusan PN Jaksel menggugat pimpinan PKS ke MKD.
"Kami perlu memberikan catatan. Fahri sebagai pimpinan DPR bersama Ade Komarudin ikut memutuskan meneruskan surat ke MKD. Ada perbuatan yang tidak etis dalam tuntutan ke MKD itu," ungkapnya.
Selain itu, Wakil Ketua Bidang Kesra DPP PKS Naharus Surur menambahkan kondisi terkini terkait relawan PKS yang bekerja melakukan proses evakuasi di lokasi bencana banjir dan tanah longsor di Jawa Tengah.
"Relawan bersama TNI dan lembaga sosial lainnya kerjasama. Posko Siaga Banjir di Banjarnegara masih akan terus hadir kira-kira seminggu sampai setengah bulan ke depan tergantung kondisi," papar Naharus.
Sementara Ketua Bidang Humas Dedi Supriadi menjelaskan bahwa acara tersebut bentuk khidmat PKS untuk seluruh elemen rakyat, tidak terkecuali kalangan jurnalis. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 22, 2016
posted by @Adimin
Legislator PKS Dorong Adanya Penambahan Rumah Sakit Kanker Milik Pemerintah
Kabupaten Bandung (22/6) – Anggota Komisi IX DPR RI Adang Sudrajat menyoroti minimnya rumah sakit kanker milik pemerintah yang hanya berjumlah satu, yakni Rumah Sakit Dharmais di Jakarta.
Adang menegaskan jumlah rumah sakit khusus kanker tersebut perlu ditambah jumlahnya. Sebab, saat ini kanker adalah penyakit urutan pertama yang menjadi penyebab kematian di seluruh dunia.
“Masyarakat saat ini jika wilayahnya jauh dari Jakarta, akan sangat kesulitan menjangkau RS Darmais sebagai satu-satunya rumah sakit milik pemerintah tempat rujukan penderita penyakit kanker,” jelas Adang di sela-sela Sosialisasi MPR RI di Kabupaten Bandung, Selasa (21/6).
Adang prihatin dengan jauhnya jarak tersebut, akan membuat pasien kanker perlu mengeluarkan biaya lebih, terlebih yang berasal dari luar Pulau Jawa.
“Kami sangat prihatin dengan biaya yang dikeluarkan masyarakat luar Jakarta, apalagi luar jawa yang dengan gigih demi kesembuhan mendatangi RS Darmais mulai dari pemerikasaan baru hingga sekedar kontrol”, ungkap dokter lulusan Universitas Padjajaran ini.
Adang menerangkan jenis makanan dan lingkungan yang cepat berubah saat ini, sangat berpengaruh terhadap tingginya pertumbuhan penyakit kanker. Tahun 2012, berdasar data dari WHO, terdapat 14 juta kasus kanker baru di seluruh dunia. Bahkan tahun 2015, WHO merilis adanya 6,25 juta penderiata baru penyakit kanker.
Oleh karena itu, Adang mendorong adanya penambahan rumah sakit khusus kanker di beberapa pulai di Indonesia, untuk melayani pasien lebih dari 400 ribu.
“Untuk kasus Indonesia, dengan hanya satu rumah sakit pemerintah untuk pelayanan lebih dari 400 ribu penderita kanker sangat tidak memadai. Setidaknya diperlukan dua lagi rumah sakit pemerintah di pulau jawa yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan masing-masing satu di pulau-pulau besar Indonesia, seperti Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi,” harap Adang. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
Berita Fraksi,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 18, 2016
posted by @Adimin
PKS Padang Berbuka Bersama Warga Sekitar
Written By Anonymous on 18 June, 2016 | June 18, 2016
Padang, Jati Baru (17/6) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Padang menggelar acara berbuka bersama di Kis Mangunsarkoro kantor DPD PKS Padang jalan anggur no 34B, jumat (17/6). Kegiatan ini dalam rangka menyambung silaturahim pengurus partai dengan warga sekitar.
Dalam sambutannya ketua DPD PKS Padang Gufron, SS mengatakan ucapan terimakasih kepada warga sekitar karena PKS sudah di terima dengan baik di tengah masyarakat.
“Saya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat karena PKS sudah di terima dengan baik disini, keberadaan kantor PKS tak terasa sudah lebih dari 4 tahun,” katanya.
“hari ini kami mengundang bapak dan ibu hadir disini dalam acara berbuka bersama tujuannya adalah kami (PKS) ingin lebih dekat lagi dengan masyarakat,” lanjut gufron.
“Saya mewakili pengurus yang lain juga meminta maaf jika selama kantor PKS berada disini ada mengganggu bagi masyarakat, kami siap menerima masukan dari bapak ibu semua,” tambahnya.
Acara berbuka bersama juga di hadiri oleh tokoh masyarakat, dalam sambutanya Pak Aspar tokoh masyarakat yang hadir menyampaikan rasa senang dan bahagia kantor PKS berada disini.
“kami merasa senang semenjak kantor PKS berada disini, yang kami membuat senang adalah semenjak adanya kantor PKS disini masjid kami selalu ramai setiap sholat lima waktu,” katanya.
Pas Aspar juga mendoakan agar PKS selalu kompak dan berharap terus berbuat untuk masyarakat.
“saya mewakili tokoh masyarakat disini mendoakan agara PKS selalu kompak dan juga terus berbuat kebaikan untuk masyarakat,” ujar Pak Aspar.
posted by @Adimin
Label:
Bingkai Berita,
Ramadhan,
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
June 17, 2016
posted by @Adimin
Mendagri Harus Umumkan Perda Mana Saja yang Dibatalkan Pemerintah
Written By Anonymous on 17 June, 2016 | June 17, 2016
Jakarta (16/6) - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Almuzzammil Yusuf mendesak Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk mengumumkan kepada masyarakat peraturan daerah (Perda) mana saja yang dibatalkan oleh Pemerintah.
“Pemerintah harus transparan karena Pemda, DPRD, dan masyarakat ingin mengetahui perda mana saja yang telah dibatalkan. Mereka juga ingin mengetahui argumentasi dan hasil kajian dari pembatalan 3.143 perda oleh Kemendagri,” jelas Almuzzammil Yusuf di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/6).
Almuzzammil menambahkan Pemda dan DPRD perlu mengetahui perda-perda yang dibatalkan tersebut. Hal itu dikarenakan dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, mereka hanya memiliki waktu 14 hari untuk mengajukan keberatan kepada Pemerintah Pusat.
“Pada Pasal 251 ayat 7 dan 8 disebutkan jika Pemda menolak keputusan Perda yang dibatalkan oleh Pemerintah dengan alasan yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan, maka Pemda dapat mengajukan keberatan kepada Presiden dan Menteri paling lambat 14 hari sejak keputusan perda itu diterima,” jelas Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) DPP PKS ini.
Selain itu, kata Almuzzammil, informasi perda mana saja yang dibatalkan perlu segera diketahui dan direspon segera oleh Pemda. Oleh karena, jika Perda yang dibatalkan tersebut tetap diberlakukan, maka menurut Pasal 252 UU Pemda tersebut, akan diberikan sanksi penundaan evaluasi rancangan Perda dan sanksi administratif berupa tidak dibayarkan selama tiga bulan hak-hak keuangan bagi kepala daerah dan DPRD terkait.
“Sanksi berat lainnya adalah penundaan atau pemotongan DAU dan/atau DBH bagi Daerah bersangkutan. Jadi, Pemda dan DPRD terkait sangat berkepentingan dan memiliki hak untuk mengetahui lebih awal perda yang dibatalkan,” ujar Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Lampung ini.
Oleh karena itu, Almuzzammil menilai seharusnya Pemerintah Pusat tidak boleh semena-mena dalam mencabut perda. Hal itu karena dalam melihat kualitas perda, tidak boleh hanya menyalahkan pemda dan DPRD, tapi perlu juga mengevaluasi kerja Kemenkumham yang memiliki tugas pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang fasilitasi perancangan perda.
“Jadi perlu ada evaluasi ke dalam apakah semua Kementerian sudah bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing,” tegasnya.
Menurut Muzzammil, saat ini Pemda, DPRD, dan masyarakat mempertanyakan informasi yang beredar bahwa perda yang dicabut termasuk perda yang berisi tentang moralitas, religiusitas, dan yang sesuai dengan kearifan lokal.
“Jika kita menghormati kekhasan Bali untuk nyepi sebagai bagian dari Bhinneka Tunggal Ika, maka kita harus hormati juga fenomena kearifan lokal di daerah-daerah lain,” tegas Alumni Ilmu Politik UI ini. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 17, 2016
posted by @Adimin
Hidayat: Pemerintah Jangan Terlambat Beri Gelar Pahlawan kepada Kasman Singodimedjo
Jakarta (16/6) – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid berharap pemerintah tidak terlambat untuk menyematkan gelar Pahlawan Nasional kepada Ketua Parlemen pertama Indonesia, yaitu Kasman Singodimedjo.
Hal itu disampaikan Hidayat pasca acara Seminar “Berguru kepada Kepahlawanan Kasman Singodimedjo” di Aula Rumah Jabatan Anggota (RJA) DPR RI, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (16/6).
“Fraksi PKS, tercatat dalam sejarah, sebagai satu-satunya fraksi di DPR yang mengusulkan untuk memperjuangkan Kasman Singodimedjo untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Sekali lagi, ini membuktikan bahwa PKS komitmen untuk Berkhidmat kepada Umat, Bangsa, dan Negara, termasuk kepada orang yang telah berjasa kepada republik,” jelas Politisi PKS dari Daerah Pemilihan Jakarta II ini.
Diketahui, Kasman Singodimedjo adalah Jaksa Agung Indonesia periode 1945 sampai 1946, dan juga sebagai Menteri Muda Kehakiman pada Kabinet Amir Sjarifuddin II. Kasman Singodimedjo juga tercatat sebagai Ketua KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) yang menjadi cikal bakal dari DPR/ MPR RI saat ini.
Dalam konteks kenegarawanan, khususnya pada masa pendudukan Jepang, Kasman menjadi Komandan PETA Jakarta. Kasman merupakan salah satu tokoh yang berperan dalam mengamankan pelaksanaan upacara pembacaan Proklamasi 17 Agustus 1945 dan rapat umum IKADA. Setelah proklamasi, Mr. Kasman Singodimedjo diangkat menjadi anggota PPKI. Dalam upaya perubahan Piagam Jakarta pun, Kasman Singodimedjo adalah yang meyakinkan untuk menghapus tujuh kata, yaitu ” kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”.
Oleh karena itu, menurut Hidayat, Fraksi PKS akan terus mendorong agar pemerintah, khususnya Kementerian Sosial, dapat menjadikan Kasman Singodimedjo bergelar Pahlawan Nasional.
“Sampai hari ini malah belum mendapatkan gelar pahlawan. Padahal, Indonesia adalah negara demokrasi. Harusnya, sudah dari dulu, Kasman Singodimedjo sudah mendapatkan gelar pahlawan,” jelas Hidayat. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 17, 2016
posted by @Adimin
Fraksi PKS Usulkan Raden Kasman Singodimedjo Menjadi Pahlawan Nasional
Jakarta (16/6) - Fraksi PKS DPR RI menyelenggarakan Seminar "Berguru pada Kepahlawanan Kasman Singodimedjo", di Aula Rumah Jabatan Anggota (RJA), Kalibata, Jakarta, Kamis (16/6).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini, menilai Kasman Singodimedjo layak agar dipertimbangkan untuk memperoleh Gelar Pahlawan Nasional.
"Kasman Singodimedjo memiliki catatan perjuangan kemerdekaan baik secara militer maupun secara politik. Terlebih, Kasman adalah tokoh yang memiliki peran penting dalam perkembangan kesejarahan bangsa Indonesia. Olej karena itu, tidak salah bila Kasman Singodimedjo mendapatkan gelar Pahlawan Nasional," jelas Jazuli saat berlangsungnya acara seminar tersebut.
Diketahui, Kasman Singodimedjo adalah Jaksa Agung Indonesia periode 1945 sampai 1946 dan juga mantan Menteri Muda Kehakiman pada Kabinet Amir Sjarifuddin II. Beliau juga tercatat sebagai Ketua KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) yang menjadi cikal bakal dari DPR.
Selain itu, sejak 1935, Kasma telah aktif dalam perjuangan pergerakan nasional.
"Bahkan, Pada 1938, Kasman Singodimedjo ikut membentuk Partai Islam Indonesia di Surakarta bersama KH Mas Mansur, Farid Ma’ruf, Soekiman, dan Wiwoho Purbohadiwdjojo. Pada Muktamar 7 November 1945 Kasmanterpilih menjadi Ketua Muda III Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi)," tambah Jazuli.
Dalam konteks kenegarawanan, khususnya pada masa pendudukan Jepang, Kasman menjadi Komandan PETA Jakarta. Kasman merupakan salah satu tokoh yang berperan dalam mengamankan pelaksanaan upacara pembacaan Proklamasi 17 Agustus 1945 dan rapat umum IKADA. Setelah proklamasi, Mr. KasmanSingodimedjo diangkat menjadi anggota PPKI. Dalam upaya perubahan Piagam Jakarta yang menghapus tujuh kata“ yaitu " kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”.
"Kasman Singodimedjo menjadi salah satu tokoh yang meyakinkan Ki Bagus Hadikusumo untuk menerima penghapusan tersebut “demi tercapainya Indonesia Merdeka sebagai negara yang berdaulat, adil, makmur, tenang tenteram, diredloi Allah”," tegas Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Tangerang Raya ini.
Diketahui, dalam Pasal 1, 24 UU No. 20 Tahun 2009 tersebut telah jelas disebutkan bahwaPahlawan Nasional adalah gelar yang diberikan kepada warganegara Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang sekarang menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang gugur atau meninggaldunia demi membela bangsa dan negara,
"Atau yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan ataumenghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia," nilai Jazuli.
Karena itu secara resmi Fraksi PKS dengan bangga mengusulkan Raden Kasman Singodimedjo menjadi Pahlawan Nasional.
Hadir dalam kesempatan ini sebagai pembicara pula yaitu Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Anggota DPD RI AM Fatwa, dan Dosen Ilmu Sejarah UI Mohammad Iskandar. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
Berita Fraksi,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 16, 2016
posted by @Adimin
Salah Kaprah Impor Ikan Konsumsi
Written By Anonymous on 16 June, 2016 | June 16, 2016
Jakarta (16/6) – Anggota Komisi IV DPR RI Akmal Pasluddin menilai kebijakan impor ikan yang dikeluarkan oleh pemerintah belakangan ini, adalah tindakan yang salah kaprah.
Sebab, dengan adanya kebijakan yang semakin besar tersebut, menumbuhkan luka yang sangat mendalam bagi nelayan kecil, yang menaruh harapan begitu besar terhadap perlindungan dan pemberdayaan dari pemerintah.
“Kebijakan importasi ikan ini salah kaprah. Janggal dimana-mana. Sektor perikanan yang seharusnya sebagai penyangga kebutuhan pangan pertanian, malah ikut latah untuk ikut-ikutan impor,” papar Akmal di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/6/2016).
Akmal menambahkan kejanggalan kebijakan importasi ikan ini tampak pada rujukan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2014, yang menyebutkan bahwa total produksi perikanan tangkap di laut menunjukkan tren yang meningkat.
Data tersebut menyebutkan pada tahun 2009, tangkapan ikan hanya 4.812.235 ton. Tetapi, melonjak drastis pada tahun 2014 menjadi 5.779.990 ton.
“Pemerintah membuat dalih bahwa selama ini hasil tangkapan nelayan tidak memenuhi syarat industri. Padahal, produksi ikan nelayan Indonesia sangat tinggi, misalnya, jenis ikan makarel, tuna, tongkol dan cakalang, juga dengan kualitas yang sangat baik, terutama hasil tangkapan nelayan di Indonesia Timur,” jelas Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II ini.
Akmal menambahkan beberapa daerah di Indonesia Timur yang memiliki produksi ikan cukup tinggi tersebut, misalnya di Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Di sisi lain, kebutuhan yang cukup besar, berada pada kota-kota besar di pulau Jawa. Selain keterbatasan sarana dan prasarana logistik untuk produk segar, pemerintah, nilai Akmal, terlalu malas untuk mengangkut ikan yang baik dari wilayah timur ke pulau Jawa.
“Bukti yang sangat nyata dapat kita peroleh dari data KKP sendiri pada besarnya tangkapan ikan tuna. Pada tahun 2009, hasil tangkapan tuna secara nasional sebesar 163.965 ton. Sedangkan tahun 2014 meningkat menjadi 310.560 ton. Sedangkan tahun 2015, tuna kita bersaing ketat dengan Australia dan lebih tinggi dari tangkapan negara China,” jelas Akmal.
Selain itu, Akmal juga menilai setidaknya terdapat tiga isu krusial yang perlu menjadi perhatian pemerintah terharap buruknya regulasi perikanan. Pertama,pemerintah belum fokus pada alur distribusi produk perikanan, dimana masih terjadi gap antara daerah produksi dan pasar. Kedua, masih saja terjadi lambannya perizinan pengoperasian kapal. Ketiga, sistem logistik produk perikanan tangkap yang masih primitif sehingga sulit menstabilkan suplai ikan pada industri pengolahan.
"Pemerintah harus memaksimalkan konsep SLIN (Sistem Logistik Ikan Nasional) yang telah diluncurkan tahun 2014 lalu. Jika ikan makarel yang di impor itu masih wajar. Namun untuk tongkol, cakalang dan baby tuna jika masih diimpor juga menjadi suatu yang lucu dan tidak masuk akal,” tutup Akmal. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN









