Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
August 12, 2016
posted by @Adimin
PKS akan Meriahkan HUT 71 RI dengan Lomba Mural
Written By Anonymous on 12 August, 2016 | August 12, 2016
Jakarta (11/8) - Ketua Bidang Kepemudaan Mardani DPP PKS Ali Sera menjelaskan bahwa DPP akan menyiapkan berbagai lomba menarik untuk memeriahkan peringatan HUT-RI ke 71, salah satunya adalah lomba mural.
"Karena kita mengusung tema Berkhidmat untuk Indonesia Berdaulat, maka kita coba adakan salah satunya lomba mural terkait logo Kemerdekaan DPP PKS," terangnya di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang no 82, Jakarta Selatan, Kamis (11/8/2016).
Menurutnya, dengan lomba mural ini dapat mewadahi kreativitas masyarakat agar bisa sinergi membangunan lingkungan yang memiliki nilai.
"Mural ini mewadahi kreativitas masyarakat, khususnya anak muda, agar bisa sinergi membangun lingkungan yang nyeni tapi punya nilai," terangnya.
Mardani menyampaikan, konsep dari lomba ini sederhana, yaitu tiap peserta yang terdiri dari seluruh DPW dan DPD PKS di Indonesia dapat mengirimkan foto dari hasil mural tersebut kepada panitia, serta menyebarkannya di media sosial.
"Bahkan kalau bisa kirim video time lapse, dan upload ke facebook atau instagram maupun website masing-masing daerah, atau tag/mention akun DPP PKS pada media sosial lainnya seperti twitter," ujar Mardani.
Selain itu, Mardani juga menjelaskan beberapa persyaratan terkait lomba mural ini.
"Logonya tentang 17 tahun kemerdekaan PKS, tidak boleh mengandung SARA dan tidak berbau pornografi atau hal-hal negatif lainnya," pungkasnya. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 10, 2016
posted by @Adimin
Syekh Chalid Al Hamudi Tepati Janji, Walikota Padang dan Istri Beribadah Haji Tahun Ini
Written By Anonymous on 10 August, 2016 | August 10, 2016
PADANG – Syekh Chalid Al Hamudi yang berkunjung ke Padang beberapa waktu lalu akhirnya menepati janjinya. Pemuka agama Islam asal Arab Saudi sekaligus penasehat badan dakwah internasional ini mengundang Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo beserta istri untuk melaksanakan ibadah haji pada tahun ini.
“Tadi Syekh Chalid Al Hamudi menelpon saya dan menyampaikan bahwa Insya Allah saya dan istri diundang untuk beribadah haji tahun ini,” terang Mahyeldi di ruang kerjanya di Balaikota Padang, Selasa (9/8) sore.
Dalam percakapan pertelepon itu, Syekh Chalid Al Hamudi meminta langsung kepada Walikota Padang untuk mengirimkan fotocopy paspor yang dimiliki. Walikota Padang kemudian menyanggupi dan akan mengirimkannya secepatnya.
“Mohon doa dari warga Kota Padang dan Sumatera Barat, mudah-mudahan keberangkatan kami bisa memantapkan diri kami dalam meningkatkan keimanan dan memantapkan langkah pembangunan Kota Padang ke depan,” harap walikota.
Walikota Padang mengucapkan terimakasih tak terhingga kepada Syekh Chalid Al Hamudi beserta para ustad di LIPIA, ulama, termasuk kedutaan besar Arab Saudi yang selama ini telah berperan besar dalam memuluskan niat mulia tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kota Padang dan keluarga, kami mengucapkan terimakasih kepada Syekh Chalid Al Hamudi yang telah memberi peluang saya dan istri untuk melaksanakan ibadah haji,” sebutnya.
Jadi Imam Shalat di Arab Saudi.
Disinggung tentang peluang menjadi imam shalat di Arab Saudi, Walikota Padang menyebut bahwa hal ini bisa saja terjadi. Namun begitu, Mahyeldi menyebut bahwa untuk menjadi imam di Masjidil Haram maupun Makkah atau salah satu masjid di Arab Saudi bukanlah orang yang sembarangan.
“Untuk jadi imam di sana mesti punya kelebihan, ilmu, syariah, akhlak kepribadian dan penguasaan ilmu Alquran. Saya belum penuhi itu. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan yang terbaik bagi kita semua,” pungkasnya. [humas dan protokol kota padang]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 09, 2016
posted by @Adimin
Agar Tak Jadi Bumerang, Full Day School Harus Penuhi Lima Syarat Ini
Written By Anonymous on 09 August, 2016 | August 09, 2016
Jakarta (9/8) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy telah menggagas pola sekolah sepanjang hari(full day school). Gagasan tersebut dinilai cukup berani dan terkesan sebagai 'terobosan' baru di jagat pendidikan nasional.
Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPP PKS Fahmy Alaydroes mengatakan bahwa pola sekolah sepanjang hari sudah diterapkan oleh sekolah-sekolah swasta. Oleh sebab perlu syarat-syarat yang harus dipenuhi.
"Sebenarnya pola full day school sudah lama diterapkan di sekolah-sekolah swasta. Sekolah Islam Terpadu (SD, SMP dan SMA) sudah sejak tahun 1993 menerapkannya. Substansinya, menyediakan dan memberikan lingkungan dan iklim belajar sepanjang hari, agar pengalaman dan interaksi dengan hal-hal yang kondusif dan efektif. Sepanjang pengalaman, Sekolah Islam Terpadu mendapat tanggapan yang positif dari orang tua. Jumlah Sekolah Islam Terpadu berkembang pesat dan menjadi tren di kalangan sekolah swasta Islam," kata Fahmy di Jakarta, Selasa (9/8).
Hanya saja, kata dia, penerapan sekolah full day menuntut persyaratan yang ketat dan bersifat imperatif. Bila syarat-syarat berikut tidak atau kurang terpenuhi, niscaya akan menjadi bumerang yang buruk bagi anak didik.
"Syarat-syarat yang paling utama adalah pertama, kesiapan moral dan kemampuan guru mengawal dan menjalankan amanah profesinya sepanjang hari. Diperlukan Guru yang berjiwa tulus dalam mendidik dan memiliki kemampuan yang cakap dalam mengembangkan pembelajaran," ucap dia.
Kedua, lanjut Fahmy, kurikulum dan program pembelajaran yang efektif dan atraktif, agar siswa merasakan asyiknya mengikuti setiap program. Menarik, menantang, dan sekaligus memicu prestasi.
"Ketiga, harus memberikan perhatian yang cukup kepada pembentukan karakter atau akhlak. Sekolah sepanjang hari harus didesain sedemikian rupa sehingga menjadi semacam 'real life' bagi siswa. Lingkungan belajar, sekaligus menjadi lingkungan komunitas yang sarat dengan norma, hak dan kewajiban bagi setiap warganya," kata dia.
Yang keempat, Fahmy menekankan tentang fasilitas yang memadai, yang memberikan ruang gerak yang cukup, ketersedian sumber belajar, alat dan media yang memadai, keamanan dan kenyamanan lingkungan.
Dan yang kelima tentang kerjasama yang baik, antara pihak sekolah, orangtua dan masyarakat. Kerjasama yang efektif akan memperkaya dan memperkuat proses pendidikan yang berjalan.
"Nah, masalahnya adalah di tataran sekolah negeri, masih banyak persoalan yang muncul. Kurikulum yang masih belum konsisten, kemampuan guru yang masih rendah, dan fasilitas sekolah yang terbatas dan pola lingkungan yang rigid. Gagasan Pak Menteri, yang konon disetujui oleh Pak Jokowi ataupun Pak Jusuf Kala, seharusnya dilakukan secara rasional, bertahap dan melibatkan banyak pihak. Jangan lagi terulang pameo "ganti menteri, ganti kebijakan". Kasihan guru dan siswa Indonesia," pungkasnya. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 09, 2016
posted by @Adimin
5 Instruksi Presiden PKS kepada Seluruh Kader Sambut HUT ke 71 RI
Jakarta (9/8) - Hari ulang tahun (HUT) ke 71 Republik Indonesia akan diperingati pada 17 Agustus mendatang. Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengintruksikan kadernya untuk ikut memeriahkan HUT RI dengan beragam kegiatan berjiwa nasionalisme.
Dalam surat edaran Presiden PKS tertanggal 8 Agustus 2016, Sohibul Iman mengeluarkan lima intruksi yang harus dijalankan para kadernya dalam rangka menyambut HUT ke 71 Republik Indonesia.
"Pertama, seluruh kader untuk berperan aktif di masyarakat dan lingkungan kerja untuk memeriahkan kegiatan-kegiatan Hari Kemerdakaan RI yang ke-71," ujar Sohibul Iman.
Dia mencontohkan, kegiatan seperti upacara peringatan detik-detik Proklamasi, lomba-lomba, ziarah ke taman makam pahlawan, kegiatan bakti sosial, napak tilas perjuangan kemerdekaan, remaja berbicara untuk Indonesia berdaulat, menulis opini di media massa tentang kemerdekaan, dan memeriahkan sosial media tentang kegiatan-kegiatan agustusan.
Kedua, lanjut Sohibul Iman, seluruh kader PKS agar memasang bendera Merah Putih di halaman rumahnya masing-masing selama bulan Agustus 2016 ini.
"Ketiga, kader PKS untuk mengadakan upacara peringatan detik-detik Proklamasi di kantor-kantor partai," imbuhnya
Sohibul juga menginstruksikan seluruh kader PKS yang ingin memeriahkan kemerdekaan dengan spanduk bertema Hari Kemerdekaan RI ke-71 sesuai dengan tema, logo, tagline, dan template spanduk yang sudah distandarisasi di tingkat pusat.
"Terakhir, kader PKS untuk melaksanakan semua instruksi di atas dengan penuh tanggungjawab," tegasnya. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 08, 2016
posted by @Adimin
Warga Nilai Pembangunan Padang Berjalan Lancar
Written By Anonymous on 08 August, 2016 | August 08, 2016
Padang, (Antara Sumbar) - Sejumlah warga di beberapa daerah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menilai pembangunan berbagai di wilayahnya dalam satu tahun ke belakang berjalan lancar.
"Baik itu pembangunan secara fisik dan mental, secara bertahap pimpinan kota sukses melakukannya," kata Salah satu tokoh masyarakat Sunda di Sumbar, Kang Ade di Padang, Minggu.
Menurutnya pembangunan secara fisik seperti infrastruktur jalan, Pasar Raya, pertokoan hingga objek wisata, terlihat nyata terealisasi.
Sebagai contoh pantai Purus Padang yang dahulunya semrawut dengan tenda "ceper" kali ini terlihat beraturan dengan dua objek populer Menara IORA dan Menara Perdamaian.
Di samping itu penertiban pedagang kaki lima di sepanjang pantai hingga kebersihan sekitar pantai menjadi kesuksesan tambahan dari pemerintah.
Terlebih dengan peningkatan wisatawan yang memaksa penambahan bangunan hotel, menjadi gairah pertumbuhan dalam bidang ekonomi dan pariwisata yang baik bagi Padang, ujarnya.
"Renovasi jalan dan pembenahan pasar dalam waktu singkat menjadi bukti lain konsistensinya pembangunan di Padang," tambahnya.
Dalam hal pembangunan mental masyarakat beberapa program juga dinilai sukses dan baik diterima masyarakat.
Mulai dari program keagamaan seperti Hafal Al Quran, wirid mingguan, pejuang subuh dinilai membangkitkan optimisme di tengah masyarakat untuk memajukan kota.
Ditambah dengan respon pemerintah yang cukup aktif serta dibarengi tindakan menjadi jalan penghubung dengan masyarakat semakin dekat, terlebih dengan dibukanya saluran langsung antara pemerintah dan masyarakat melalui telepon langsung.
"Kami berharap hal ini jadi sesuatu yang konsisten dilakukan secara berkelanjutan, sekalipun nantinya akan berganti pimpinan atau tidak," tambah dia.
Warga lain yang merupakan pengamat politik Asrinaldi juga menilai pembangunan kota Padang telah cukup terlihat.
Akan tetapi hal ini masih belum terlihat dari peranan dewan legislatifnya.
Menurutnya, bila dewan legislatif memberikan dukungan sepenuhnya pada pembangunan kota, prosesnya semakin berjalan dengan baik.
Meskipun saat ini secara perlahan telah terlihat hubungan baik antara kedua belah pihak, koordinasi lebih mendalam harus tetap dilakukan, ujarnya.
Warga lain yang merupakan pengamat tata kota Eko Alvares juga menilai pembangunan berjalan lancar.
Sebagai contoh bertambahnya pengembang yang melakukan pembangunan dan membuat suatu pemukiman baru.
Akan tetapi menurutnya pada setiap kemajuan tentu akan dibarengi risiko, hal inilah yang harus dicarikan solusinya.
Seperti tingginya pembangunan infrastruktur mengakibatkan tingginya risiko bencana yang terjadi, seyogyanya pemerintah telah menemukan formula yang tepat untuk menyeimbangkan hal tersebut.
Sedangkan warga yang juga pengamat sejarah dan budaya Gusti Asnan menambahkan selain pembangunan di bidang infrastruktur dan mental, Padang juga harus mempertahankan khasanah budaya Minangnya.
Menurut dia sebagai simbol kebanggaan masyarakat Minang sudah seharusnya pimpinan mengakomodasi lebih berkembangkan kearifan lokal yang ada di Sumbar.
Dengan begitu pembangunan akan berjalan seimbang baik itu fisiknya, mentalnya dan budayanya.
Terpisah Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah meyakini program yang telah dicanangkannya dapat berhasil karena adanya dukungan dari masyarakat.
Menurutnya lancar atau tidaknya pembangunan dalam satu kota sangat bergantung pada penerimaan masyarakatnya terhadap kinerja pemerintah.
"Sebab dukungan ini menjadi motivasi kami untuk berbuat dan melayani lebih baik," ujarnya. [antarasumbar.com]
posted by @Adimin
Label:
Kutipan media,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 08, 2016
posted by @Adimin
Mahyeldi: Pemkot Tuntaskan Betonisasi Jalan Hingga Akhir Tahun
Padang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), akan selesaikan 241,35 Kilometer jalan hingga akhir tahun 2016 melalui program betonisasi jalan guna mempermudah akses ke sentra Usaha Kecil Menengah dan pemungkiman di kota itu.
"Sampai tahun lalu betonisasi jalan telah mencapai 153,04 Kilometer dan hingga akhir tahun ini kami akan membeton jalan 88,31 Kilometer," kata Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, saat pidato rapat paripurna istemewa dengan DPRD Kota Padang, di Padang, Minggu.
Jadi hingga akhir tahun ini betonisasi jalan di Kota Padang akan selesai 241,35 Kilometer (73,77 persen) dari 325,288 Kilometer yang telah direncanakan.
Ia mengharapkan betonisasi jalan dapat diselesaikan sampai tahun 2018 sehingga masyarakat merasa lega dan nyaman berjalan dan berkendara di jalan tersebut karena selama ini jalan yang biasa mereka tempuh menjadi jalan yang layak.
Mahyeldi Ansharullah juga berharap setelah betonisasi selesai maka perekonomian warga Padang akan meningkat karena akses jalan mereka menjadi lebih mudah.
"Sementara itu pembersihan sedimen, perbaikan, peningkatan kapasitas daya tampung, dan pembangunan dreinase baru sehingga 22,63 persen genangan air dapat diminimalisisasi," ujarnya.
Ia mengatakan pembersihan, perabaikan, dan pembangunan drainase baru tersebut merupakan program pemerintah kota tersebut untuk pengendalian bajir dan genangan air di kota tersebut.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang, Erisman mengatakan pembangunan infrastruktur seperti jalan di kota tersebut terus meningkat sehingga mempermudah masyarakat dalam menjalankan aktivitas.
"Kami sebagai mitra Pemerintah Kota Padang akan terus mendorong pemkot untuk komit dan konsisten dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat," katanya saat membuka rapat paripurna istemewa dengan DPRD Kota Padang, di Padang, Minggu.
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, mengapresiasi laju pembangunan Kota Padang karena kerjasama antara pemerintah kota, DPRD, Camat serta masyarakat sehingga daerah tersebut dapat meningkatkan pembangunan infrastrukturnya.
"Saya berharap kerjasama itu dapat ditingkatkan dan dipertahankan sehingga menjadikan Kota Padang sebagai kota metropolitan," katanya
Ia mengatakan pihaknya juga akan siap membantu Pemerintah Kota Padang untuk meningkatkan pembangunan di kota tersebut. [antarasumbar.com]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 05, 2016
posted by @Adimin
Masjid Ajarkan Nilai Keragaman seperti Prinsip Bhinneka Tunggal Ika
Written By Anonymous on 05 August, 2016 | August 05, 2016
Jakarta (4/8) - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menegaskan keragaman arsitektur dan ornamen masjid di beberapa daerah di Indonesia, sebenarnya mirip dengan dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Yaitu, meskipun memiliki bentuk bangunan yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama untuk beribadah.
Hal itu sebagaimana disampaikan Hidayat dalam Seminar Internasional “Peran masjid dalam Membentengi Umat dari Pemikiran Menyimpang”, di Aula Buya Hamka, Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan, Kamis (4/8).
“Seperti Bhinneka Tunggal Ika, memiliki bentuk bangunan yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama. Dari keragaman bangunan masjid tersebut, sesungguhnya menegaskan bahwa Islam mampu menangkap keragaman di masyarakat,” tutur alumus Ponpes Modern Gontor ini.
Corak bangunan yang berbeda tersebut, tambah Hidayat, berbeda dengan masjid yang ditemui di Turki, negara-negara Timur Tengah, Asia Timur, serta Eropa, yang relatif memiliki kesamaan dalam arsitektur serta ornamen masjid.
Oleh karena itu, Hidayat berharap dari nilai-nilai yang diajarkan Masjid tersebut, masyarakat Indonesia dapat belajar hidup berjamaah, daripada individualis. Karena dengan berjamaah, masyarakat Indonesia bisa melakukan koreksi atas paham-paham yang menyimpang, seperti radikalisme, terorisme, dan liberalisme serta paham-paham lain yang tak sesuai.
"Dari perilaku individualisme tadi bisa membuat seseorang menjadi radikal dan terorisme," ujar Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Jakarta Utara II ini.
Dengan demikian, Hidayat berharap masjid hendaknya tidak hanya menjadi tempat sujud semata. Melainkan, harus menjadi pusat segala aktivitas untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya kepada generasi muda.
“Masjid jangan hanya dijadikan tempat sujud saja namun juga harus dijadikan segala kegiatan yang bermanfaat terutama untuk generasi muda dan meningkatkan sumber daya manusia,” jelas Hidayat.
Sebab, dengan banyak melakukan aktivitas di masjid, maka kualitas masyarakat akan menjadi lebih baik. “Sebaliknya, bila dijauhkan dengan masjid, kehidupan masyarakat akan menjadi gelap gulita, penuh perilaku menyimpang,” tutup Hidayat. [pks.id]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 04, 2016
posted by @Adimin
Snack Bihun Kekinian Membuat Lingkungan Anak Makin Tidak Aman, Harus Dilawan
Written By Anonymous on 04 August, 2016 | August 04, 2016
Jakarta (4/8) - Peredaran makanan ringan (snack) Bihun Kekinian di masyarakat membuat kondisi lingkungan untuk anak-anak makin tidak aman. Pasalnya, kemasan makanan ringan produksi kota Bandung itu mengandung unsur pornografi.
"Sungguh memprihatinkan dengan adanya makanan ringan yang tidak layak itu, anak kita sedang dalam kondisi yang semakin tidak aman," ucap Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS Wirianingsih di Jakarta, Kamis (4/8).
Karena itu menurutnya, produsen yang sengaja berniat menghancurkan masa depan bangsa Indonesia harus dilawan.
"Dilawan dengan edukasi yang tiada henti kepada orangtua hati-hati mendidik, mengasuh, dan menjaga anak-anaknya. Selain itu juga harus memberi batasan jajanan pada anak dengan memenuhi dua syarat yakni baik dan halal," terang Wirianingsih.
PKS menurut Wirianingsih, sangat mendukung dorongan publik agar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendesak produsen Bihun Kekinian snack menarik produknya yang dianggap tidak layak karena menampilkan gambar pornografi dan memasang tagline yang sangat tidak baik.
"Kami sangat mendukung sekali keputusan YLKI untuk menarik makanan ringan itu," ucapnya.
Wirianingsih mendesak kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) harus bersatu dan bekerja sama untuk menyelamatkan anak Indonesia dari ancaman pornografi.
"Sekarang seluruh pemangku kepentingan anak harus bersatu dan bekerja sama serta bergandengan tangan untuk menyelamatkan anak Indonesia. Masyarakat harus betul-betul peduli dan mengawasi lingkungan yang memberi dampak buruk pada perkembanhan anak. Anak adalah sumber daya paling potensial terhadap masa depan negara dan bangsa," ucap Wirianingsih.
Diketahui Kepala Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Ngargono memprotes camila bermerk Bihun Kekinian Snack. Produk Bihun Kekinian Snack dinilai tidak layak diedarkan karena jajanan ini memiliki kemasan berbau pornografi. Kemasan itu bisa meracuni pikiran anak-anak terkait tindakan tidak senonoh. Produk itu juga dinilai melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. Dalam peraturan itu diatur bahwa produk makanan harus dikemas secara benar dan tidak menyesatkan masyarakat.
Kepala Dinas Perindustridan dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat Hening Widiatmoko bahkan menegaskan snack Bihun Kekinian akan ditarik dari peredaran. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 04, 2016
posted by @Adimin
HNW: Semua Fraksi MPR Setujui GBHN
JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahdi mengatakan, fraksi di MPR sudah menyetujui penerapan Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Persetujuan ini didasari atas keinginan agar proses pembangunan berjalan terarah.
“Menyangkut haluan negara, wacana ini sudah disetujui seluruh fraksi dan kelompok DPD di MPR. Bahkan, masyarakat kampus dan organisasi kemasyarakatan, seperti Muhammadiyah dan NU, juga ikut mendukungan,” kata Hidayat usai menerima kunjungan Lembaga Pengkajian MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Snin (1/8).
Wacana menyangkut kembalinya GBHN, lanjut Hidayat oleh sebagian masyarakat dikaitkan dengan keinginan memperkuat kewenangan MPR ini dilakukan agar kewenangan MPR membuat haluan negara juga diikuti kewenangannya dalam mengawasai pelaksanaan haluan negara.
Namun, rencana tersebut tidak akan mudah terwujud karena sebagian masyarakat juga menghendaki kewenangan MPR tetap seperti sekarangan. Persetujuan para fraksi diharapkan dapat segera diproses lebih lanjut.
editor: erdy nasrul
Sumber: Harian Republika, 3 Agustus 2016posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 04, 2016
posted by @Adimin
Iklim Menahan Diri dan Menghormati Harus Diperkuat
Jakarta (4/8) - Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPP PKS Fahmi Alaydroes mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan iklim menahan diri dan saling menghormati. Hal tersebut berkaitan dengan kasus ujaran kebencian dari salah seorang warga Tanjungbalai yang memicu konflik.
"Hendaknya, kita semua berkewajiban menumbuhkan iklim menahan diri dan saling menghormati. Melarang supaya tidak ada tindakan satu pihak menzhalimi, melukai, menghina, mengganggu pihak lain. Terlebih dalam konteks SARA," ujarnya di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang no 82, Jakarta Selatan, Kamis (4/8/2016).
Menurutnya, sikap menahan diri menjadi penting karena peluang gesekan ditengah perbedaan sangat terbuka lebar.
"Alangkah indahnya apabila semua kita yang berbeda ini saling menahan diri dan saling menghormati. Menahan diri menjadi penting karena peluang gesekan dan konflik di tengah-tengah perbedaan sangat terbuka lebar, apalagi bila ada pihak ketiga yang memang sengaja hendak membuat onar," terangnya.
Selain itu, Fahmi juga menekankan pentingnya sikap saling menghormati antarsesama, terutama bagi seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir.
"Sementara itu, sikap saling menghormati, saling menjaga dan saling memahami merupakan keniscayaan dalam hidup berdampingan. Bila kita saling menghormati, pasti akan melahirkan suasana damai. Islam sangat menekankan pentingnya toleransi dan interaksi yang penuh kedamaian dan saling menjaga dan menghormati. Dalam hadits lain, baginda Nabi SAW juga berpesan berbicaralah yang baik atau diam," papar Fahmi.
Dirinya juga mengimbau kepada seluruh pemuka agama untuk memberikan pendidikan dan keteladanan yang baik mengenai hidup berdampingan dengan kelompok lain.
"Setiap pemuka agama, pemuka suku dan tokoh-tokoh masyarakat hendaknya selalu memberikan pendidikan dan keteladanan bagaimana kita hidup berdampingan dengan kelompok lain yang berbeda. Harus saling menghormati, dan menjunjung tinggi toleransi," pungkasnya. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 02, 2016
posted by @Adimin
Hermanto: Kerusuhan Tanjungbalai Akibat Kurangnya Pemahaman Peran Sosial
Written By Anonymous on 02 August, 2016 | August 02, 2016
Jakarta (2/8) - Ketua Wilayah Dakwah Sumatera Bagian Utara (Wilda Sumbagut) DPP PKS Hermanto menilai kerusuhan di Tanjungbalai, Sumatera Utara karena ketidakmengertian peran sosial.
“Hal tersebut terjadi karena ketidak mengertian peran sosial. Akar masalah kerusuhan bersumber dari perbedaan paham dalam interaksi sosial yang sebenarnya tidak perlu terjadi karena selama ini masyarakat Tanjungbalai hidup rukun dan berdampingan,” kata Hermanto di Jakarta, Selasa (2/8/2016).
Ia meminta agar aparat menjaga situasi yang berangsur kondusif. Jangan sampai kerusuhan yang telah mengakibatkan kerugian materil dan imateril itu kembali meluas.
“Masyarakat Tanjungbalai sangat multietnik di mana para pihak sangat penting menyadari peran sosialnya masing-masing untuk menghindari konflik,” ujar Hermanto.
Kerukunan selama ini, lanjutnya, sebenarnya sudah sangat bagus hanya perlu lebih intensif menumbuh kembangkan nilai-nilai etika sosial, toleransi dan kebangsaan.
“Pemerintah dan tokoh masyarakat perlu kerjasama lebih kuat untuk menjamin nilai-nilai tersebut dapat direalisasikan lebih nyata,” pungkas Hermanto. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
Berita Fraksi,
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN







