Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
January 23, 2017
سَيَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ وَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَيْسَ يَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ وَهُوَ وَارِدٌ عَلَيَّ الْحَوْضَ
oleh: Abu Fatiah Al-Adnani
posted by @Adimin
Mewaspadai Fitnah Penguasa di Akhir Zaman
Written By @Adimin on 23 January, 2017 | January 23, 2017
سَيَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ وَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَيْسَ يَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ وَهُوَ وَارِدٌ عَلَيَّ الْحَوْضَ
“Akan ada sepeninggalku nanti sejumlah
pemimpin.Barangsiapa yang masuk menemui mereka, lalu dia membenarkan kedustaan
mereka, dan membantu mereka dalam kezhaliman mereka maka dia bukan bagian
dariku, aku juga bukan bagian darinya, dan dia tidak akan menemuiku di telaga
Surga. Barangsiapa yang tidak membenarkan kebohongan mereka dan tidak membantu
mereka dalam kezhaliman mereka maka dia adalah bagian dari diriku, aku juga
bagian darinya, dan dia akan dating menemuiku di telaga Surga. [HR. At-Tirmidzi, kitab Al-Fitan, hadits no.
2360]
Inilah zaman yang paling tepat untuk menggambarkan bagaimana para pemimpinnya menjadikan penjahat dan preman sebagai teman dekat
DALAM
Islam, masalah
imamah merupakan bagian yang teramat penting untuk terjaminnya kemaslahatan
manusia. Karenanya Islam memberikan perhatian yang sangat serius agar ia tidak
jatuh ke tangan orang yang salah. Saat nabi Shalallahu
‘Alaihi Wasallam wafat, maka bukan perkara jenazah nabi yang
menjadi perhatian terpenting, melainkan siapakah yang lebih berhak menjadi
penggantibeliau. Baru setelah kaum muslimin sepakat atas terpilihnya Abu Bakar
ra, mereka kembali merampungkan urusan jenazah nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Atas petunjuk
pemimpin baru yang telah disepakati pula tempat penguburan nabi ditetapkan.
Sehingga tidak ada perselisihan di antara mereka.
Saat
nabi Shalallahu ‘Alaihi
Wasallam menyampaikan pesan tentang munculnya model baru dalam
kepemimpinan, barangkali tidak terbayang seperti apa yang akan terjadi pada
manusia sepeninggal beliau. Para sahabat adalah manusia-manusia bersih yang
diakui kejujuran dan ketulusannya dalam mengemban amanah.Mereka tidak memiliki
ambisi duniawi atau mengejar kedudukan dan kekuasaan. Allah Subhanahu wa Ta’ala
telahmemuji mereka di dalam kitab-Nya, juga telah meridhai mereka.
Dalam
kondisi seperti itu, ternyata Rasulullah Shalallahu
‘Alaihi Wasallam telah menubuwatkan
akan berlangsungnya suatu zaman yang amat sangat kontras dengan apa yang
disaksikan oleh para sahabat; para
pemimpinnya adalah manusia-manusia jahat, bahkan lebih jahat dari kaum Majusi.
Akhir
Zaman; Ketika Parameter Menilai Kebenaran Telah Berubah
Hingga
datangnya era khulafaur
rasyidin, apa yang beliau nubuwatkan
juga masih belum terbayang. Namun, nubuwat
itu terus berlanjut dan diriwayatkan secara turun-temurun.Hingga akhirnya kita
–sebagai manusia akhir zaman- mendengar dan menyaksikan kebenaran nubuwat
tersebut.Sebagian kita menyimpulkan, boleh jadi inilah zaman yang telah dinubuwatkan, zaman yang
para penguasanya berkata
bukan berdasar landasan ilmu dan berbuat bukan berdasar landasan ilmu. Bagaimana
bisa disebut berilmu jika mereka menolak hukum Allah dan Rasul-Nya sebagai
sumber dari segala sumber ilmu.Bukankah hanya orang yang takut kepada Allah
saja yang layak mendapat predikat berilmu (ulama)?.
Nampaknya,
inilah zaman yang paling tepat untuk menggambarkan bagaimana para pemimpinnya
menjadikan penjahat dan preman sebagai teman dekat.Menjadikan pembunuh berdarah
dingin sebagai backing dan pada saat yang sama menjadikan para ulama sebagai
objek buruan. Mereka juga melarang yang makruf dan memerintah yang munkar;
jilbab dilarang sementara minuman kerasdi legalkan.Inilah masa yang kita
diingatkan oleh Rasulullah Shalallahu
‘Alaihi Wasallam untuk menjauhi mereka. Rasul saw bersabda, ”Benar-benarakan datang kepada
kalian suatu zaman yang para penguasanya menjadikan orang-orang jahat sebagai
orang-orang kepercayaan mereka dan mereka menunda-nunda pelaksanaan shalat dari
awal waktunya. Barangsiapa mendapati masa mereka, janganlah sekali-kali ia
menjadi seorang penasehat, polisi, penarik pajak, atau bendahara bagi mereka.”
Dalam riwayat lain disebutkan, “Barangsiapa
menjadi penasehat mereka, pembantu mereka, dan pendukung mereka, berarti ia
telah binasa dan membinasakan orang lain. “ [ HR. Ibnu Hibban, Silsilah
al-Ahadits al-Shahihah no. 360]
Terjadi
di era pemimpin yang menggigit atau penguasa diktator?
Banyak
ulama yang menjelaskan bahwa kaum muslimin yang mengalami zaman fitnah itu
hendaklah bersabar dan tetap mentaati para pemimpinnya selama bukan dalam
kemaksiatan. Hal itu sebagaimana yang disebutkan dalam riwayatSalamah bin Yazid Al-Ju‘fi, Rasulullah
bersabda, “Kalian
dengarkan dan taati
perintah para pemimpin itu. Mereka hanya bertanggungjawab atas dosa merekadan kalian juga hanya bertanggung jawab atas dosa kalian.” [HR.
Muslim, hadits no. 1846]
Ketika
Umat Islam Mengadopsi Sistem Persi dan Romawi
Muncul
persoalan baru tentang status penguasa saat ini, apakah mereka yang dimaksud
dengan hadits-hadits di atas ataukah riwayat tersebut mengacu pada masa
kepemimpinan sebelumnya? Seperti yang termuat dalam riwayat Ahmad bahwa fase
kaum muslimin akan berlangsung dalam lima periode; nubuwah, khilafah rasyidah, mulkan adhan, mulkan jabriyah
dan terakhir khilafah rasyidah. Kita pasti sepakat bahwa saat ini kita hidup di
era mulkan jabriyah,
era penguasa diktator yang tidak lagi menjalankan syari’at Islam sebagai dasar
hukum bernegara.
Lebih
tepatnya, para penguasanya menolak kalau negerinya disebut dengan negara Islam.
Sementara para salaf yang berbicara tentang keharusan taat –dalam hal makruf-
kepada penguasa dzalim, selalunya dalam kontek penguasa mulkan adhan, dimana mereka
semua menjadikan syari’at Allah sebagai dasar hukum bernegaranya.
Ringkasnya,
jika terhadap penguasa dzalim yang menjadikan syari’at Islam sebagai dasar
negaranya kita diperintahkan untuk menjauhinya dan waspada akan bahaya
fitnahnya. Lalu, bagaimana sikap seorang muslim terhadap penguasa diktator yang
menolak syari’at Islam bahkan memeranginya? *
Penulis
buku-buku akhir zaman
oleh: Abu Fatiah Al-Adnani
posted by @Adimin
Label:
OASE,
TOPIK PILIHAN
January 23, 2017
posted by @Adimin
Ketua Majelis Syuro : Pentingnya Ukhuwah dalam Bekhidmat Untuk Rakyat
Solo
(21/1) – Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Salim Segaf Al
Jufri menyampaikan bahwa pondasi utama perjuangan PKS adalah ukhuwah serta
kebersamaan.
“Kita
ini bukan siapa-siapa, yang menjadikan kita besar adalah karena ukhuwah dan
kebersamaan kita semua,” kata Salim Segaf Al Jufri saat menghadiri acara
silaturahim dengan kader di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis
(19/1/2017).
Salim
Segaf Al Jufri Juga menambahkan bahwa berkhidmat untuk rakyat bukan hanya tagline saja, diperlukan
kerja semua struktur dari tingkat pusat sampai ranting untuk dapat
mewujudkanya.
“Ibarat
sebuah tubuh, dari kepala hingga kaki memilki peranan penting sehingga tubuh
kita bisa bekerja dengan normal, begitu juga partai ini mulai dari pimpinan
tingkat pusat sampai ranting memiliki peranan yang penting dalam setiap
tugasnya,” ujarnya.
Silaturahim
dan bertemu langsung dengan masyarakat juga menjadi hal yang penting yang
disampaikan Salim Segaf Al Jufri dalam tausiyahnya, karena menurutnya dengan
bertemu langsung, masyarakat bisa menilai dan merasakan kerja-kerja kader di
tengah-tengah mereka.
Acara
yang diselenggarakan di rumah dinas wakil bupati Karanganyar ini dihadiri oleh
Aggota DPR RI Dapil 5 Jawa Tengah Abdul Kharis, wakil Bupati Karanganyar
yang juga kader PKS Rohadi Widodo, Ketua DPD Karanganyar Joko Tri Susilo, serta
ratusan kader PKS Se-Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
January 09, 2017
Wako Mahyeldi Bicara Padang di Seminar Internasional Wisata Syariah
Written By Anonymous on 09 January, 2017 | January 09, 2017
PADANG - Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo akan bertindak sebagai pembicara dalam seminar internasional wisata syariah. Seminar yang diselenggarakan dalam rangka Musyawarah Nasional (Munas) II Asosiasi Penyelenggara Haji Umroh dan In-Bound Indonesia (Asphurindo) itu dilaksanakan, Selasa (10/1) di Bogor.
"Ya, Bapak Walikota Padang ditunjuk sebagai pembicara dalam acara tersebut," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang Medi Iswandi membenarkan, Senin (9/1) siang.
Ditunjuknya Walikota Padang sebagai pembicara dalam seminar itu sesuai surat yang dikirimkan Ketua Umum DPP Asphurindo H Hafidz Taftazani. Surat tersebut bertanggal 14 Desember 2016 dengan nomor OB/DPPASPHURINDO/XII/2016.
"Acara seminar digelar di Ballroom Royal Tulip Hotel Gunung Geulis Bogor," sebut Medi.
Seminar internasional wisata syariah ini mengangkat tema "Wisata Syariah Sebagai Lokomotif Inbound Bagi Indonesia". Seminar dimulai pukul 08.00 Wib.
"Kita sudah siapkan materi yang akan disampaikan Bapak Walikota di acara tersebut," jelas Medi.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Seminar dan Munas II Asphurindo ini akan diikuti sejumlah undangan. Termasuk 10 duta besar serta 100 travel penyelenggara haji dan umrah seluruh Indonesia.
sumber: humas kota padang
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 09, 2017
Walikota Resmikan Jembatan Lasuang, Mimpi Warga Menjadi Kenyataan
PADANG – Sekian lama menunggu, akhirnya mimpi warga Lasuang Kampuang Pinang jalan Akhirat Kelurahan Bungus Timur Kecamatan Bungus Teluk Kabung (Bungtekab) untuk memiliki sebuah jembatan telah menjadi kenyataan. Jembatan yang dialiri sungai Batang Timbalun itu telah selesai dibangun oleh Pemko Padang dan diresmikan Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt. Marajo, Sabtu (7/1).
“Alhamdulillah, kita sangat bersyukur jembatan Lasuang jalan Akhirat telah selesai dibangun. Keberadaan jembatan ini sangat penting, karena merupakan akses penghubung yang didambakan warga selama ini,” sebut Walikota pada kesempatan itu.
Mahyeldi melanjutkan, ia pun mengapresiasi dukungan dan semangat kebersamaan yang dilihatkan seluruh elemen masyarakat di daerah tersebut. Dengan semangat kegotongroyongan itulah jembatan Lasuang dapat dibangun secara baik.
“Jika kita bersama-sama membangun daerah ini tidak ada yang tidak mungkin. Dimana yang susah akan menjadi mudah dan yang berat pun pasti akan terasa ringan. Untuk itu atas nama Pemerintah Kota Padang, kita berterima kasih atas partisipasi dan kerja sama warga yang telah mendukung pembangunan jembatan ini,” ungkapnya.
Sementara itu Arpendi Dt. Tan Bagindo anggota DPRD Padang dapil setempat yang juga Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bungus menyampaikan, keberadaan jembatan Lasuang jalan Akhirat ini diyakini akan berdampak bagi kemajuan ekonomi di daerah tersebut ke depan. Dimana daerah yang dikelilingi persawahan dan perbukitan itu sekarang telah memiliki jembatan yang representatif, Akses transportasi yang sebelumnya terhambat pun sekarang menjadi lancar dan sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.
“Pembangunan jembatan ini terwujud berkat kegigihan warga semua. Alhamdulillah Pemko Padang mendukungnya,” tukas Arpendi.
Dalam peresmian jembatan Lasuang itu juga dihadiri Camat Bungus Zulkadri, unsur Forkopimka Bungtekab, lurah se-Bungtekab, ninik mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat dan seluruh unsur masyarakat setempat.
sumber: humas kota padang
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 09, 2017
posted by @Adimin
PKS Tetap di Luar Pemerintahan
Jakarta (9/1) - Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan bahwa partai akan tetap berada di luar pemerintahan. Hal tersebut, kata Jazuli, sesuai dengan keputusan Majelis Syuro agar tetap berada di luar pemerintahan dengan berbagai alasan.
"Alasan pertama, PKS sadar tidak ikut berkeringat dalam memenangkan pasangan Jokowi-JK sehingga rasanya tidak etis begitu Jokowi-JK menang, lalu PKS mengambil jatah teman-teman yang sudah berkeringat," ujar Jazuli di Jakarta, Senin (9/1).
Kedua, kata dia, agar tetap terjadi check and balances dalam menjalankan pemerintahan. Namun, Jazuli menegaskan bahwa PKS tidak akan mengganggu jalannya roda pemerintahan selama kebijakannya sejalan kepentingan rakyat.
"Jika kebijakan pemerintah tidak sejalan dengan keinginan rakyat terutama rakyat kecil, maka PKS akan memberikan tusiyah atau mengingatkan, bukan menganggu, demi bangsa dan Negara. Dalam konteks ini, PKS ini menjadi oposisi yang konstruktif," tandas dia.
Hal senada diungkapkan juga oleh Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid. Menurut dia, di luar kabinet merupakan bagian dari demokrasi. Bila, PKS memenangkan pemilu maka berada di dalam kabinet.
"Majelis syuro sudah memutuskan, kami akan istiqomah di luar kabinet, istiqomah di luar kabinet itu bukan menjadi asal beda, asal mengkritik. Jadi, Kalau kita kalah ya di luar kabinet, kami hormati pilihan politik kawan-kawan yang lain silakan, kami sudah memutuskan itu dan hormatilah sikap kami," kata Hidayat di Kantor DPP PKS, Jakarta, Minggu (8/1).
PKS, kata Hidayat, akan mengawasi kinerja pemerintahan dalam membangun Indonesia dari luar kabinet. Hidayat menegaskan pihaknya tidak akan goyah terkait keputusan tersebut.
"Kami sudah punya pengalaman dua-duanya, zaman SBY-JK kami di dalam kabinet, era gusdur kami dalam kabinet, zaman Mega kami di luar kabinet dan baik-baik saja. Itu kan hal biasa dalam demokrasi," pungkas dia.
Sumber: beritasatu.com
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 08, 2017
posted by @Adimin
Wako Mahyeldi Bertekad Kembalikan Kejayaan Pasar Raya
Written By Anonymous on 08 January, 2017 | January 08, 2017
VALORAnews - Walikota Padang, H Mahyeldi Dt Marajo ingin mengembalikan kejayaan Pasar Raya seperti tempo dulu. Dimana, pasar ini jadi pusat perdagangan terbesar di Ranah Minang sekaligus jadi destinasi wisata belanja yang ramai dikunjungi masayarakat Sumatera Barat dan provinsi lainnya di Sumatera.
"Pasar Raya Padang mesti kembali bangkit seperti kejayaannya di masa lampau. Disini juga akan menjadi destinasi wisata belanja yang nyaman dikunjungi," kata Mahyeldi kepada wartawan, usai serah terima gedung Pasar Raya Blok II, Blok IV dan Pasar Tradisional Lubuk Buaya, di Pasar Raya Padang, Kamis (5/1/2017) malam.
Menurut Mahyeldi, semua itu tergantung kemauan para pedagang untuk menjaga kebersihan dan ketertiban sehingga memberikan kenyamanan kepada pengunjung.
"Jika ingin ramai dikunjungi pembeli, pedagang disini harus menjaga ketertiban dan kebersihan supaya nyaman," ingat Mahyeldi.
Dia menambahkan, pembangunan Pasar Raya ditargetkan tuntas hingga 2018. Secara bertahap sejak 2015, beberapa blok dari Pasar Raya atau Pasar Inpres I, II dan IV sudah selesai dan dapat mengakomodir pedagang yang menempati lokasi sementara pascagempa 2009 lalu.
"Dengan demikian, fungsi jalan atau lorong di sekitar kawasan Pasar Raya mulai rapi dan kondusif untuk akses jalan," sebutnya.
Pedagang pun menumpangkan harapan kepada Pemko Padang, agar bisa menyelesaikan pembangunan pasar legendaris ini. Hampir 7 tahun para pedagang mengalami kondisi darurat, sejak gempa 2009.
"Kami berharap, Pemko secepatnya menyelesaikan pembangunan Pasar Raya, karena cukup lama kami berdagang dalam kondisi memprihatinkan," ungkap Eman, salah seorang pedagang yang hadir malam itu.
Acara serah terima gedung pasar yang selesai dibangun ini, dihadiri Wakil Ketua DPRD Padang, Wahyu Iramana Putra, anggota Komisi II DPRD Padang, Yandri Hanafi dan Masrul serta jajaran SKPD terkait dan pihak kontraktor serta puluhan pedagang.
sumber: www.valora.co.id
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 07, 2017
Bantu Korban Gempa Aceh, Wako Mahyeldi Ajak Warganya Meraih Surga
Written By Anonymous on 07 January, 2017 | January 07, 2017
PADANG - Kota Padang peduli gempa Aceh. Sejak gempa melanda Aceh pada Desember 2016 lalu, warga masyarakat Kota Padang menggalang dana bantuan. Hingga kini bantuan tersebut sudah mencapai ratusan juta rupiah.
"Dana bantuan gempa Aceh sudah Rp 224 juta," kata Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo, kemarin.
Walikota berharap bantuan gempa terus bertambah. Karena membantu saudara yang tertimpa musibah wajib hukumnya.
"Saya berharap dana bantuan terkumpul Rp 1 miliar atau lebih," ungkap Mahyeldi.
Jika bantuan terkumpul hingga Rp 1 miliar, walikota berencana membangun rumah dan kampung bagi korban gempa.
"Paling kurang kita bangun 100 rumah bagi mereka," terang Mahyeldi.
Walikota mengajak warganya untuk menolong saudaranya yang tertimpa musibah di Aceh. Walikota mengajak warganya meraih surga.
"Uang yang menolong kita nantinya bukan yang ada di kantong, tetapi yang kita sedekahkan," imbaunya.
Sementara itu, Pemko Padang melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja, Bagian Kesra, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang akan membangun rumah bagi korban gempa Aceh. Seperti yang pernah dilakukan di Padang, rumah yang dibangun untuk korban gempa Aceh itu senilai Rp 20 - 25 juta perunitnya.
"Saya sudah bertemu Sekda serta jajaran kerja setempat dan menyampaikan maksud tersebut, rencana Rabu depan Dinsosnaker, Bagian Kesra, dan Baznas berangkat ke Aceh," ungkap Mahyeldi.
sumber: humas dan protokol kota padang
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 07, 2017
Walikota: Pemuda Hari Ini Pemimpin Masa Datang
PADANG - Pada saat berusia 100 tahun nanti, Indonesia mendapat berkah dari Allah SWT. Berkah itu yakni bonus demografi. Dimana penduduk Indonesia didominasi generasi muda yang produktif.
"Lebih 60 persen penduduk Indonesia berusia produktif saat itu," kata Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo saat menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Agung Nurul Iman, Jumat (6/1).
Tepat 100 tahun usia Indonesia nanti, Indonesia dijuluki sebagai "Negara Muda". Saat itulah kesempatan bagi Indonesia untuk menjadi bangsa yang besar.
"Itulah saat kita menunjukkan bahwa kita bangsa besar dan tidak bisa disepelekan bangsa lain," ujarnya.
Karena itu Mahyeldi mengajak seluruh jamaah masjid dan orangtua di Kota Padang untuk membekali anaknya dengan perhatian serius. Memberi pendidikan yang baik.
"Termasuk menanamkan keimanan. Sebab pemuda saat ini adalah pemimpin di masa datang," terang Walikota Padang.
Setelah memberi bekal kepada anak, orangtua diharapkan dapat menanamkan semangat kesatuan dan persatuan. Sebab, pemuda merupakan tonggak persatuan dan kesatuan bangsa.
"Itu makanya, jika ada yang ingin menghancurkan sebuah bangsa, caranya mudah, hancurkan pemudanya," ungkapnya.
Walikota menyebut, tercapainya kemerdekaan Indonesia tak terlepas dari kekompakkan pemuda di seluruh Tanah Air. Setelah Sumpah Pemuda pada tahun 1928, beberapa tahun kemudian Indonesia merdeka.
"Kenapa ketika di zaman Belanda belum juga merdeka? Karena waktu itu kita belum menghadirkan pemuda beriman yang memiliki pengetahuan dan kekompakkan," sebut Mahyeldi.
Di penghujung khutbahnya, Mahyeldi berpesan kepada seluruh jamaah untuk memproteksi anak muda dari bahaya narkoba, tontonan porno dan lainnya yang merusak. Dengan itu nantinya Indonesia akan menjadi bangsa yang besar dengan pemimpin yang bertakwa, berilmu pengetahuan, serta disegani.
sumber: humas dan protokol kota padang
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 07, 2017
Wako Mahyeldi: Islam Tidak Pernah Cederai Agama Lain
PADANG - Islam merupakan agama yang toleran. Islam selalu mengajarkan yang baik. Karena seluruh umat Islam berpedoman hidup kepada Alquran.
Demikian antara lain disampaikan Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo saat di depan puluhan santri Al Ihsan Boarding School asal Kampar, Riau, yang hadir dan bertatap muka di ruang Abu Bakar Jaar, Balaikota Padang, Rabu (4/1).
"Karena itu Islam tidak pernah mencederai agama lain," tegas Mahyeldi.
Dalam pertemuan dengan santri itu, Walikota Padang sempat berpesan kepada seluruh santri agar menjadi pemuda dan pemudi yang berkualitas. Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Sejak dulu sudah cukup banyak yang mencoba untuk menghancurkan NKRI. Kita wajib merawat NKRI, jika kita terpecah, orang lain akan masuk. Sebab mereka yang ingin memecah belah NKRI tahu bahwa keberadaan Indonesia sangat strategis dalam kemajuan Islam," ungkap Walikota Padang.
Walikota Padang juga sempat menyampaikan harapan besarnya kepada seluruh santri yang hadir. Walikota berharap seluruh pemuda-pemudi menjauhi hal negatif seperti narkoba, pergaulan bebas, dan lainnya. Walikota mengingatkan agar generasi muda bergaul dengan orang yang baik-baik.
"Kalau berteman dengan orang baik, kita juga akan terbawa baik. Demikian juga sebaliknya, berteman dengan orang tidak baik, kita juga terbawa begitu. Jika kita berada di lingkungan yang baik, insya Allah kita akan baik juga," sebutnya.
Seperti diketahui, Indonesia akan meraih bonus demografi. Dimana sekitar 15 atau 20 tahun mendatang penduduk Indonesia akan diisi oleh usia produktif. Walikota Padang berharap, penduduk berusia muda saat ini dapat menjadi pemimpin bangsa pada 20 tahun mendatang.
"Kita berharap peranan orangtua dalam mendidik dan menjaga anak-anaknya. Sehingga nanti dapat menjadi pemimpin bangsa yang agamais dan berkarakter tanpa tersentuh narkoba dan pergaulan bebas," ucap Mahyeldi.
sumber: humas kota padang
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 06, 2017
PKS Minta Pemerintah Jokowi Tunda Kenaikan TDL dan BBM
Written By Anonymous on 06 January, 2017 | January 06, 2017
Jakarta (5/1) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mempertanyakan kebijakan Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang menaikkan biaya kebutuhan masyarakat.
Kenaikan itu meliputi biaya pengurusan surat-surat kendaraan bermotor, tarif dasar listrik (TDL) untuk pelanggan listrik 900 watt, serta bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax.
PKS meminta pemerintah mengkaji kembali kebijakan tersebut dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.
"Fraksi PKS menilai dari berbagai indikator ekonomi dan kesejahteraan, rakyat masih sulit secara ekonomi, angka pengangguran masih tinggi, sementara daya beli masyarakat masih rendah," kata Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (5/1/2017).
Menurut dia, sikap tersebut menunjukkan konsistensi Fraksi PKS saat pembahasan Rancangan APBN 2017. Berdasarkan atas realitas tersebut, lanjut Jazuli, tidak bijak jika pemerintah menambah beban ekonomi rakyat dengan menaikkan harga BBM dan TDL.
"Untuk itu Fraksi PKS meminta Presiden untuk membatalkan atau menunda kenaikan harga BBM dan TDL karena hal ini akan menambah kesulitan dan penderitaan rakyat, khususnya rakyat kecil," tuturnya.
Dia menyarankan agar pemerintah lebih memfokuslan upaya peningkatan fundamental kesejahteraan rakyat sebelum mengambil kebijakan menaikkan sejumlah kebutuhan masyarakat.
Jazuli mengatakan, seharusnya pemerintah aktif menciptakan lapangan kerja untuk mengurangi jumlah pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Apabila langkah itu sudah ditempuh, kata dia, kebijakan menaikkan BBM dan TDL tidak terlalu membebani masyarakat.
"Kalau diterapkan dalam kondisi ekonomi rakyat yang sulit saat ini, jelas ini akan menjadi 'kado pahit' tahun baru 2017," kata anggota DPR dari Banten ini.
sumber: www.pks.id
posted by @Adimin
Label:
Berita Fraksi,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 06, 2017
FPKS Keberatan dengan Kenaikan BBM dan TDL
Jakarta (5/1) -- Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini tegas menyatakan keberatan dan meminta pemerintah untuk mengevaluasi kembali kenaikan harga untuk semua jenis BBM dan Tarif Dasar Listrik (TDL).
Hal itu ditegaskan Jazuli sebab saat ini masyarakat berada dalam kondisi ekonomi yang sulit, daya beli masyarakat yang rendah, dan angka pengangguran yang masih tinggi.
“Sikap Fraksi PKS ini konsisten dengan pandangan Fraksi saat pembahasan RAPBN 2017. Fraksi PKS menilai dari berbagai indikator ekonomi dan kesejahteraan, rakyat masih sulit secara ekonomi, angka pengangguran masih tinggi, sementara daya beli masyarakat masih rendah,” tegas Jazuli di Jakarta, Kamis (5/1/2017).
Diketahui, pemerintah mengeluarkan kebijakan kenaikan harga BBM dan TDL pada awal tahun 2017 ini. Penaikan harga BBM mulai berlaku hari ini, 5 Januari 2017, untuk semua jenis BBM dengan nilai kenaikan 300 rupiah per liter di semua daerah. Sementara penaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) telah berlaku lebih dulu mulai 1 Januari 2017 lalu.
Terkait TDL, terdapat penambahan satu golongan tarif baru, yaitu rumah tangga mampu dengan daya 900 VA. Golongan tarif ini dahulu merupakan golongan tarif R-1/900 VA. Akibatnya, sebanyak 18,9 juta pelanggan listrik 900 VA yang masuk dalam kategori Rumah Tangga Mampu (RTM) akan mengalami pencabutan subsidi secara bertahap mulai 1 Januari 2017
Dengan realitas tersebut, Jazuli menilai tidak bijak jika pemerintah menambah beban ekonomi rakyat dengan menaikkan harga BBM dan TDL.
“Untuk itu, Fraksi PKS meminta kepada Presiden untuk membatalkan atau menunda kenaikan harga BBM dan TDL karena hal ini akan menambah kesulitan dan penderitaan rakyat khususnya rakyat kecil,” kata wakil rakyat dari Banten sejak tahun 2004 ini.
Doktor Bidang Manajemen ini juga menyarankan agar Pemerintah fokus terlebih dahulu pada upaya peningkatan fundamental kesejahteraan rakyat sebelum mengambil kebijakan penaikan harga-harga.
“Harusnya pemerintah aktif menciptakan lapangan kerja dulu agar pengangguran bisa dikurangi drastis dan daya beli masyarakat meningkat signifikan, baru kalau mau menaikan BBM dan TDL pun rakyat tidak akan terlalu terpukul dan terbebani,” kata Anggota Komisi I DPR RI ini.
Kalau diterapkan dalam kondisi ekonomi rakyat yang sulit saat ini, lanjut Jazuli, jelas ini akan menjadi “kado pahit” tahun baru 2017.
sumber: www.pks.id
posted by @Adimin
Label:
Berita Fraksi,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN









