pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Ramadhan 2

Written By @Adimin on 31 May, 2017 | May 31, 2017



Oleh. Irsyad Syafar, Lc, MEd

الحمد لله ربّ العالمين

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta Alam. Dialah satu-satunya yang berhak dipuji. Karena Dialah pemilik seluruh sifat-sifat kesempurnaan. Adapun makhlukNya, penuh dengan kelemahan dan kekurangan.

Dialah Allah Yang Maha Kaya, dan sebenar-benarnya kaya. Dia tidak butuh akan makhluknya. Secuilpun kekafiran makhluknya takkan mengurangi kemulianNya. Sebanyak apapun ibadah dan ketaatan hamba-hambaNya, takkan sedikitpun menambah kerajaanNya. Bahkan kekayaanNya takkan pernah berkurang bila Dia membagi-bagikannya kepada semua makhlukNya.

Rasulullah bersabda dari hadits Qudsi, bahwa Allah berfirman:

 يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا ضُرِّي فَتَضُرُّوْنِي، وَلَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِي فَتَنْفَعُوْنِي . يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِي مُلْكِي شَيْئاً . يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي شَيْئاً . يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِي صَعِيْدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُوْنِي فَأَعْطَيْتُ كُلَّ وَاحِدٍ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِي إِلاَّ كَمَا يَنْقُصُ الْمَخِيْطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ . (رواه مسلم)

Artinya: "Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian tidak akan bisa mendatangkan kemudharatan kepadaKu lalu menimpakannya kepadaKu, dan kalian takkan bisa memberikan manfaat kepadaKu lalu kalian memberikannya kepadaKu. Wahai hamba-hambaKu, seandainya generasi pertama kalian dan generasi akhir kalian, baik dari bangsa manusia dan jin, mereka semua berada pada taraf ketakwaan seorang paling tinggi tingkat ketakwaannya di antara kalian, hal itu takkan menambah kerajaanKu sedikit pun. Seandainya generasi pertama kalian dan generasi akhir kalian, baik dari kalangan bangsa jin dan manusia, mereka semua berada pada taraf kedurhakaan seorang yang paling tinggi tingkat kedurhakaannya di antara kalian, hal itu takkan mengurangi kerajaanKu sedikit pun. Wahai hambaKu, seandainya generasi pertama kalian dan generasi akhir kalian, baik dari bangsa manusia dan jin, semuanya berdiri di atas tanah yang tinggi, lalu mereka semua meminta kepadaKu, lalu aku penuhi permintaan mereka, untuk yang demikian itu, tidaklah mengurangi apa-apa yang Aku miliki, kecuali seperti berkurangnya jarum jika dimasukkan ke dalam lautan..." (HR Muslim, dari Abu Hurairah)

Adapun manusia semuanya miskin. Berapapun kekayaannya, maka dia butuh dan tergantung kepada orang lain. Dan kekyaannya bisa hilang sekejap mata tanpa mampu dia menjaganya.

Karenanya, bila seorang muslim berpuasa pada bulan ramadhan, shalat malam, berinfaq dsb, maka itu adalah untuk kebaikan dirinya sendiri. Tidak menambah kekayaan Allah. Sebaliknya bila dia engkar dan tidak mentaati Allah, maka dia sendiri yang akan merugi. Sama sekali tak merugikan Allah SWT.

Segala puji hanya bagi Allah, karena Dialah yang sebenar-benar mulia. Adapun manusia semuanya hina dan rendah, kecuali bila dimuliakan oleh Allah. Bahkan bila seorang hamba engkar dan kafir kepada Allah, maka dia lebih rendah dari binatang ternak. Allah berfirman:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Artinya: “Dan sesungguhnya telah kami sediakan untuk mereka jahannam banyak dari jin dan manusia; mereka mempunyai hati (tetapi) tidak mereka gunakan memahami, dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak mereka gunakan untuk melihat dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak mereka gunakan untuk mendengar, mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi, mereka itulah orang-orang yang lalai”. (QS Al A'raf: 179)

Dalam hadits Qudsi, Allah menggambarkan kerendahan dan kehinaan manusia, bahwa mereka sesat, telanjang, lapar, berbuat dosa siang dan malam, kecuali bila dimuliakan oleh Allah:

يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلاَّ مَنْ هَدَيْتُهُ، فَاسْتَهْدُوْنِي أَهْدِكُمْ . يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ إِلاَّ مَنْ أَطْعَمْتُهُ فَاسْتَطْعِمُوْنِي أَطْعِمْكُمْ . يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ إِلاَّ مَنْ كَسَوْتُهُ فَاسْتَكْسُوْنِي أَكْسُكُمْ . يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُوْنَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَناَ أَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعاً، فَاسْتَغْفِرُوْنِي أَغْفِرْ لَكُمْ... (رواه مسلم)

Artinya: "Wahai hamba-hambaKu, kalian semua sesat, kecuali orang yang Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepadaKu, niscaya Aku akan memberikannya kepada kalian. Wahai hambaKu, kalian semua lapar, kecuali orang yang Aku beri makan, maka mintalah makan kepadaKu, niscaya Aku akan memberikannya untuk kalian. Wahai hambaKu, kalian semua telanjang, kecuali orang yang Aku beri pakaian, maka mintalah pakaian kepadaKu, niscaya Aku akan memberikannya untuk kalian. Wahai hambaKu, sesungguhnya kalian berbuat salah di siang dan di malam hari, sedangkan Aku mengampuni dosa-dosa seluruhnya, maka minta ampunlah kepadaKu, niscaya Aku akan mengampuni kalian..." (HR Muslim dari Abu Hurairah).

Orang-orang beriman sangat wajib bersyukur memuji Allah atas berbagai ibadah yang disyariatkanNya selama bulan Ramadhan. Sebab semua ibadah tersebut akan mengangkat derjatnya menjadi mulia.

Disamping itu, Alhamdulillah adalah pujian universal. Mencakup segala pujian dan penghormatan. Tidak dibatasi oleh sekat waktu dan ruang. Pujian yang berlaku untuk masa lalu, masa sekarang ini dan masa yang akan datang sampai akhir zaman. Alhamdulillah juga pujian yang mencakup seluruh Nama-Nama Allah Yang Mulia dan Sifat-sifatNya Yang Agung serta pujian atas nikmat-nikmaNya yang tidak terhingga.

Allah ta'alaa memuliakan dan memuji hamba-hamba yang memujiNya. Sebagaimana dalam hadits Qudsi, Allah berfirman:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله - صلى الله عليه وسلم - يقول : قال الله تعالى : ( قسمت الصلاة بيني وبين عبدي نصفين ولعبدي ما سأل ، فإذا قال العبد : الحمد لله رب العالمين ، قال الله تعالى : حمدني عبدي.... (رواه مسلم)

Artinya: Diriwayatkan dari  Abu Hurairah, dia mendengar Rasulullah saw telah bersabda, Allah telah berfirman: "Aku telah membagi dua Alfatihah antara Aku dan HambaKu. Bila seorang hamba mengucapkan "alhamdulillahi rabbil 'aalamin", maka Allah akan menjawab: "Aku dipuji oleh hambaKu...". (HR Muslim).

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa "Alhamdulillah" merupakan salah satu wujud kesyukuran kepada Allah. Yaitu syukur dalam bentuk lisan. Ada dua lagi bentuk kesyukuran yang "wajib" dipenuhi seorang hamba kepada Allah SWT:

Pertama syukur hati, yaitu dalam bentuk iman dan ketundukan kepada Allah, rasa khusyuk saat menyembahNya, rasa harap akan karuniaNya dan rasa khawatir akan siksaNya.

Kedua, syukur anggota badan. Yaitu berupa amal shaleh dengan seluruh anggota dan organ tubuh. Syukur mata dengan menggunakannya untuk melihat kebaikan dan menjauhi dari melihat yang haram. Syukur telinga dalam bentuk mendengar yang diredhaiNya dan menjauhi pendengaran yang dimurkaiNya. Syukur mulut adalah memakan yang halal dan menjauhi yang haram. Syukur tangan adalah menggerakkannya untuk kebaikan dan menjauhkannya dari menganiaya orang lain. Syukur kaki adalah melangkah menuju ketaatan dan menghindari perbuatan dosa, dan seterusnya.

Dengan cara itulah maka hati dan anggota tubuh  telah melakukan "alhamdulillah". Namun, bila lidah telah berucap alhamdulillah, akan tetapi hati belum tunduk dan patuh kepadaNya, atau anggota tubuh masih melakukan maksiat dan dosa, tentu alhamdulillahnya hanyalah palsu dan berpura-pura. Maha Agung Allah dari segala kepalsuan dan kepura-puraan.

Mari kita hidangkan ibadah-ibadah yang "asli" (tidak palsu dan pura-pura) kepada Allah selama ramadhan ini.
Wallahu A'laa wa A'lam.
 

posted by @Adimin

Ramadhan 1

Written By @Adimin on 29 May, 2017 | May 29, 2017


Ramadhan 1

(Oleh: Ustad Irsyad Syafar)



بسم الله الرحمن الرحيم
 
Dengan Nama Allah..

Kita awali hari-hari kita bersama Ramadhan. Semoga menjadi hari-hari terbaik kita seumur hidup.


Dengan Bismillah kita memulai berbagai amal shaleh kita di bulan mulia ini. Sebab, Rasulullah saw menganjurkan kita untuk mengawali setiap kebaikan dengan bismillah. Sebelum makan, menjelang tidur, ketika memakai pakaian, hendak keluar rumah dan  kembali masuk ke rumah, saat akan menyembelih hewan qurban, ketika akan memulai thawaf di Ka'bah, dan lain-lain.


Dari ‘Umar bin [Abi] Salamah Radhiyallahu anhu, bahwasanya ia mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , dan di sisinya ada makanan. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:



سَمِّ اللهَ وَكُلْ بِيِمِيْنِكِ وَكُلْ مِمَّ يَليْكَ

Sebutlah nama Allah Ta’ala, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang ada di dekatmu. [Muttafaqun ‘alaih].


Pentingnya tasmiyah (membaca bismillah) ini semakin jelas dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi orang yang lupa membacanya. Disebutkan dalam satu hadits dari ‘Aisyah, ia berkata: Rasulullah bersabda, yang artinya: “Jika salah seorang dari kalian akan makan, hendaklah menyebut nama Allah Ta’ala. Apabila lupa menyebut nama Allah Ta’ala, hendaklah mengucapkan: ‘Bismillah awwalahu wa akhirahu’.” [HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi dan dishahîhkan oleh Syaikh al-Albâni].


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.


إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرْ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ أَدْرَكْتُمْ الْمَبِيتَ وَإِذَا لَمْ يَذْكُرْ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمْ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ



Artinya: "Apabila salah seorang masuk ke rumahnya dan mengingat Allah (berdzikir) ketika masuknya dan ketika makan, maka setan berkata : “Tidak ada tempat istirahat dan makan malam untuk kalian”. Dan apabila ia masuk dan tidak mengingat Allah ketika masuk, maka setan berkata :”Kalian telah mendapatkan tempat istirahat dan makan malam". (HR. Muslim)



Maka, dengan bismillah akan dapat menyempurnakan keberkahan pada berbagai amal. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.



كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيْهِ بِبِسْمِ اللَّهِ (وفي رواية بِذِكْرِاللّه) فَهُوَ أَ قْطَع (وفي رواية فَهُوَ أبتر)



Artinya: "Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan bismillah (dalam riwayat lain : dengan mengingat Allah) maka amalan tersebut terputus (kurang) keberkahannya". (HR Ibnu Hibban, hadits hasan).



Mengawali Ramadhan ini dengan nama Allah adalah merupakan upaya serius kita untuk menghadirkan niat yang benar dan husnul bidayah. Sebab, "....setiap amalan itu tergantung dengan niat. Dan seseorang hanya akan memperoleh apa yang di niatkannya". (Dari HR Bukhari Muslim).



Awal yang baik dengan niat yang baik, akan menjadi modal yang kuat untuk meraih akhir yang baik (husnul khaatimah). Karena kemudian, setiap amalan akan tergantung dengan akhirnya.



Rasulullah saw bersabda:



 عن سهل بن سعد رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال:  إن العبد ليعمل عمل أهل النار وإنه من أهل الجنة، ويعمل عمل أهل الجنة وإنه من أهل النار. الأعمال بالخواتيم.



Artinya: diriwayatkan dari Sahal bin Sa'ad bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Sesungguhnya seorang hamba melakukan perbuatan penduduk neraka, tetapi dia penduduk sorga. Dan seseorang melakukan perbuatan penduduk sorga, tetapi dia penduduk neraka. Sesungguhnya amalan itu tergantung saat di akhirnya". (HR. Bukhari).



Memulai Ramadhan ini dengan Nama Allah, berarti mengawalinya dengan Nama Allah yang paling agung dan mulia. Yang bila Allah diminta dan diseru dengan nama tersebut, niscaya Dia akan mengabulkannya.


Suatu hari Rasulullah saw mendengar seorang lelaki berdoa kepada Allah dengan lafadz berikut:



اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِأَنِّى أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِى لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu karena aku bersaksi bahwa Engkau adalah Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Maha Esa, yang menjadi tempat bergantung semua makhluk-Nya, tidak beranak dan tidak dilahirkan. Dan tidak ada seorangpun yang sepadan dengan-Nya".



Mendengar doa teraebut,  Beliau bersabda menyebutkan keutamaannya:



وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَقَدْ سَأَلَ اللَّهَ بِاسْمِهِ الأَعْظَمِ الَّذِى إِذَا دُعِىَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى



Artinya: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh orang ini telah meminta kepada Allah dengan ismullah al-a’dzam (nama Allah yang paling agung), dimana, ketika seseorang berdoa dengan menyebut nama itu, maka doanya akan diijabahi. Daan apabila dia meminta kepada Allah dengan menyebut nama itu, maka dia akan diberi".

(HR. Ahmad 23654, Abu Daud 1495, Turmudzi 3812,  dan disahihkan Syuaib al-Arnauth).


Sesungguhnya, memulai ramadhan ini, dengan niat yang baik, menyebut Nama Allah yang paling agung, menyandarkan harapan pahala dariNya semata, merupakan sebuah modal untuk maksimalnya kita beribadah selama Ramadhan nanti.


Mari, Bismillah....

Wallahu A'laa wa A'lam.
 

 
posted by @Adimin

DPC Pauh Selenggarakan Pawai Sambut Ramadhan

Written By NeoBee on 22 May, 2017 | May 22, 2017


pkspadang.com : Ramadhan datang menjelang, bulan penuh ampunan bulan penuh berkah akan memasuki hari hari ummat Islam kedepan. Untuk menyambut kedatangan bulan yang senantiasa dinanti nantikan kaum Muslimin seluruh dunia, maka DPC Pauh menyelenggarakan pawai sambut ramadhan.


Meskipun cuaca kurang bersahabat dengan turunnya hujan rintik-rintik, pawai tetap berlangsung dengan meriah. Pawai sambut ramadhan dikuti pengurus DPC Pauh, kader dan simpatisan, ibu-ibu, remaja, bapak-bapak, ibu ibu, dengan semangat dan wajah wajah optimis dan penuh harap akan datangnya ramadhan. karena memang tidak semua ummat Islam diberi kesempatan untuk mendapatkan bulan Ramadhan.

Pawai dilanjutkan dengan pembagian pamflet Imsakiyah 1438 H untuk kader simpatisan dan masyarakat sekitar. Rafdi sebagai pemegang amanah Ketua DPC Pauh menyampaikan terimakasih sebesar besarnya kepada semua pihak yang telah membantu acara pawai sambut Ramadhan 1438 H.
 
posted by @Adimin

Jejak Intelektual Muslim dan Ulama Membangun Indonesia [1]

Written By NeoBee on 20 May, 2017 | May 20, 2017

Para pendakwah Islam sengaja memilih bahasa Melayu untuk diislamkan. Banyak sekali istilah-istilah bahasa Melayu yang diambil dari bahasa Arab


SEJARAH pendirian negara Indonesia menjadi spirit anak bangsa dalam membangun negeri tercinta, Republik Indonesia. Permasalahanya, kesadaran akan sejarah bangsa masih minim. Di lain pihak, masih menyisakan kontroversi.

Padahal, sejarah bangsa adalah inspirasi generasi terpelajar anak negeri untuk menentukan masa depan. Tentu saja, berdirinya sebuah negara bernama Indonesia tidak bisa terpisahkan dengan prestasi-prestasi umat Islam di Nusantara ini dalam intelektualisme, ekonomi dan politik.

Adanya deislamisasi sejarah Indonesia terhadap prestasi ulama dan santri mengakibatkan sejarah nasionalisme ulama dan santri menjadi tertutup. Sejarah perjuagan aslinya ditiadakan atau tetap ada tetapi dimaknai dengan pengertian yang lain.

Salah satu contohnya, Wali Songo,  tokoh penyebar Islam di bumi Nusantara ini,  diselewengkan sejarahnya dengan penuturan dongeng seperti tokoh yang jauh dari syariat Islam, seperti bertapa, masih menjalankan ajaran Hindu dan lain sebagainya.

Padahal, mereka memimpin perang sengit melawan penjajahan Barat yang membawa misi Gospel. Salah satu contohnya seperti Sunan Gunung jati atau Syarif Hidayatullah, memimpin perlawanan bersenjata terhadap Imprealis Kerajaan Katolik Protugis guna merebut kembali pelabuhan niaga Jayakarta bersama Fatahillah.

Karena itulah,  kota tersebut diberi nama  Jayakarta, diangkat dari Al Quran Surat Al Fath (48:1), “inna fattahna laka fathan mubina.” Makna fathan mubina adalah kememnangan paripurna atau Jayakarta. (Ahmad Mansyur Suryanegara,Api Sejarah, viii )

Begitu pula yang terjadi di daerah-daerah lain mulai Aceh, Palembang, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Sejak semula di masa revolusi, perlawanan terhadap penjajah didominasi oleh komunitas kaum pesantren.

Identitas Bangsa

Bangsa yang kini disebut bangsa Indonesia yang tergabung dalam negara bernama NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dahulunya sebelum ada NKRI adalah bangsa yang pernah disatukan oleh satu bahasa, dan budaya.

Bahasa yang menyatukan dulu adalah bahasa Melayu. Khususnya ketika Nusantara berada dalam kerajaan-kerajaan atau kesultanan Islam.

Meski tidak ada catatan konsensus  di antara kerajaan tersebut, namun semua menggunakan bahasa Melayu.

Dai-dai Islam memilih menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa dakwah karena karakter bahasa Melayu pada zaman itu belum tercampur dengan pandangan dan pikiran apapun. Bahasa Melayu bukan saja menjadi bahasa persatuan kepulauan Nusantara, tetapi juga mengangkat derajatnya menjadi bahasa ilmu pengetahuan, komunikasi, perdagangan dan sebagai bahasa yang digunakan dalam penulisan resmi.

Termasuk penulisannya menggunakan huruf-huruf Arab tetapi bahasa dan bunyinya Melayu. Huruf-huruf ini disebut huruf Arab-Melayu atau perso (Syed Muhammad Naquib al-Attas, Historical Fact and Fiction, hal. xvi). Di Indonesia huruf ini kemudian dikenal dengan nama pegon (pego).

Salah satu kontribusi nyata di Nusantara adalah penggunaan bahasa Melayu, sehingga menjadi bahasa pemersatu Nusantara. Ia menjadi lingua franca penduduk Melayu-Indonesia, bahkan sampai kepada daerah Filipina dan Thailand.

Para pendakwah Islam sengaja memilih bahasa Melayu untuk diislamkan. Banyak sekali istilah-istilah bahasa Melayu yang diambil dari bahasa Arab. Misalnya, kata akal, musyawarah, mukadimah, adil, adab, dan lain-lain.

Tulisan pegon (pego)  populer di pesantren tradisional yang diajarkan berabad-abad lamanya, sejak kedatangan Islam. Namun, sayang jenis tulisan ini tidak lagi populer di Indonesia – hanya dikenal oleh anak-anak Pesantren. Tapi di Malaysia masih digunakan dalam tulisan-tulisan di ruang publik.

Pengislaman bahasa ini berlanjut kepada pengislaman konsep-konsep kehidupan masyarakat Melayu-Nusantara. Sehingga sedari dulu, bahasa Melayu identik dengan Islam. Para mubaligh Arab juga mengenalnya sebagai salah satu bahasa dunia Islam waktu itu, bahkan tercatat sebagai bahasa Islam nomor dua terbesar setelah bahasa Arab.

Pengaruh besar itu adalah bahwa ada informasi sejarah yang jarang diketahui publik. Prof. Mansur Suryanegara berpendapat dalam bukunya Api Sejarah bahwa para ulama yang aktif dalam BPUPKI biasa menulis rapat  dalam tulisan pegon.

Oleh karena itu, satu satunya bangsa terjajah di asia tengara  promlamisnya menggunakan teks bahasa sendiri, bukan bahasa penjajah adalah Indonesia.
Dengan kata lain, karena prestasi ulama dan santri bangsa Indonesia memiliki bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia  merupakan satu rumpun dengan Melayu dan Bahasa Indonesia termasuk dari bahasa Melayu juga.

Sebagian peneliti mengatakan bahasa Indonesia dulu merupakan bahasa Melayu. Pesantren-pesantren yang berdiri di Sumatera dan Jawa menggunakan bahasa ini sebagai pengantar dalam belajar Islam. Tulisan yang digunakan dimodifikasi antara bahaya lokal dengan Arab. Tulisan yang disebut pegon itu adalah bahasa lokal tetapi huruf yang digunakan untuk menuliskannya adalah Arab. Prof. Naquib al-Attas menyatakan para ulama dan santri berhasil mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan di kepulauan Nusantara.

Karena itu ketika penjajah asing masuk Indonesia, maka yang diangkat oleh para pejuang adalah Islam. Karena berabad-abad lamanya, bumi budaya Indonesia dibentuk dan dibina oleh kebudayaan Islam. Pribumi telah merasakan Islam sebagai identitas tepat untuk melawan penjajah.

Tatanan kebudayaan Islam dalam naungan kesultanan Islam telah membentuk tatanan budaya, ekonomi dan politik yang stabil selama berabad-abad.


Oleh: Umma Muhammad
 
posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger