Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
June 15, 2013
posted by @A.history
Kemenangan di Atas Badai | Kultwit @aboebakar15
Written By Unknown on 15 June, 2013 | June 15, 2013
Setelah tadi sy ngetweet soal berita duka selama perjalanan dgn rombongan @anismatta ,berikut beberapa berita ke #menang an di perjalanan
Pasca kasus LHI, banyak yg bilang PKS akan “nyungsep”, karir politiknya akan tamat
Pengamat ada yg mengatakan, kiamat sdh menimpa PKS, tidak ada lagi masa depannya
Perlu diingat, bahwa selama 15 tahun PKS berkiprah, ini adalah kasus pertama yang menimpa kader PKS
Itupun masih perlu dibuktikan, pakarpun bnyk yg yakin ada politisasi pada kasus ini
Pilgub yang Jabar yang dihelat 3 pekan setelah kasus LHI, membawa Aher kembali menjadi Gubernur Jabar
Ini menepis isu bahwa kemenangan Aher sblmnya karena faktor Dede Y, sekaligus mematahkan asumsi PKS sudah tamat
5 pekan setelah kasus LHI kader PKS berjaya di Pilkada Sumut, ini semakin mematahkan asumsi para pengamat
Kemenangan Aher dan Gatot membuktikan PKS masih solid dan mesin partainya masih berjalan dengan baik
Kembali ke Laptop, saat rombongan Pres @anismatta di Jogya kami mendapat kabar penetapan Musthofa- A Hamid sebagai Pas Bupati Kudus
Pasangan incumben ini diusung oleh PKS, PDIP, PAN,PPP, Pelopor, PPPI dan Gerindra
Pasangan Musthofa - Abdul Hamid mendapat no urut 4 dari 5 paslon Pilkada Kudus, yg kemudian meraih 220488 suara atau 48,33 % dari total suara
Berita gembira lain datang saat rombongan Presiden @anismatta berkunjung di Jawa timur, ada berita ke #menang an dari Kabupaten Jombang
Kabar gembira datang dari pasangan Nyono Suharli - Mundjidah Wahab (NOAH) yang sedang berlaga di Pilkada Kab Jombang
Pasanganan Nyono Suharli - Mundjidah Wahab (NOAH) yang diiusung oleh PKS Partai Golkar, PPP, Partai Demokrat, serta Partai Gerindra.
Menurut hasil Quick Count Pusdeham pasangan NOAH dg no urut 1 ini melejit dengan 58,47 persen suara
Hasil realcount PKS pada Pilkada Jombang 5 Juni NOAH meraup 59,37 persen suara
Kita tunggu sajahasil rekapitulasi dan penetapannya oleh KPU Jombang nanti tanggal 10 Juni
Saat perjalanan dari Kendari ke Makassar tadi siang, saya juga mendapat berita gembiraa dari @ibnusina Ketua DPW PKS Kalsel
Info dari @IbnuSina kader PKS menang pilkades Binjai Punggal Kec Halong-Kab Balangan-Kalsel.
Ini adalah bukti kepercayaan masyarakat terhadap kader PKS yang ada di lapangan
Kader PKS itu adalah Noripansyah (Sekretaris DPC PKS Halong) yang #menang pilkades Desa Binjai Punggal dg perolehan suara 57,1% (419 suara)
Satu lagi bukti kepercayaan masyarakat kpd kader PKS mengungguli 4 calon kades lainnya
Menurut @IbnuSina atas kemenangannya ini, dia harus mengundurkan diri sbg caleg PKS untuk DPRD Balangan dapil kec Halong-Juai.
Noripansyah adalah kader muda (24 tahun) PKS yang berprofesi sebagai petani karet
Pemuda Desa yang gigih berusaha sekaligus tetap sekolah sampai sekarang masih kuliah semester 5 di STIKOM
Panggilan kampung halaman untuk menjadi kades dan atas desakan tokoh masyarakat setempat menjadikan alumni MA ini ikut pilkades
@IbnuSina juga memberikan kabar gembira pelantikan pasangan H Achmad Fikry-H Ardiansyah (SEHATI) pada 17 Juni nanti di Kandangan
Pasangan Achmad Fikry-H Ardiansyah memenangi Pilkada HST pada 3 April 2013 dengan perolehan 65,35 persen
H Fikri adalah mantan ketua DPD PKS HST yang benar-benar telah mengakar di hati masyarakat
Berita-berita kemenangan itu sangat menginspirasi kita, profil kader merupakan faktor utama pergerakan mesin politik PKS
Sepanjang masyarakat setempat melihat kader adalah orang sholeh, hanif dan baik Insya Allah publik akan tetap percaya dengan PKS
PKS bukanlah sebelangga susu yang dapat rusak karena nila setitik
Kader PKS adalah sebelangga permata, sebiji saja sudah sangat berharga apalagi semangkuk
Mari terus beKERJA dengan CINTA untuk HARMONI negeri ini, ambil pelajaran dari persoalan yang ada, selebihnya LUPAKAN saja
Mari terus dan tetap beKERJA, biarlah Allah, Rasulnya dan orang-orang yang beriman yang melihat......
*Infopks.com
posted by @A.history
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 15, 2013
II. Kebijakan Energi yang Buruk
Kesimpulan Menolak
posted by @A.history
Penjelasan Lengkap PKS Menolak Kenaikan Harga BBM
Latar Belakang
Bahan bakar minyak (BBM) merupakan hajat hidup seluruh rakyat. BBM merupakan stimulus penggerak ekonomi rakyat. Pemerintah telah merencanakan untuk menaikkan harga BBM Bersubsidi pada pertengahan tahun 2013 ini. Disisi lain kenaikan harga BBM bersubsidi akan berpengaruh terhadap kehidupan dan kesejahteraan rakyat secara luas.
Mengapa Kita Menolak?
I. Kondisi Sosial dan Perekonomian Tidak Mendukung
1. Kenaikan harga BBM Bersubsidi akan meningkatkan jumlah rakyat miskin. Rakyat miskin akan bertambah 4 juta jiwa lebih.
a. Pemerintah memproyeksikan penambahan jumlah orang miskin yang meningkat akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 2.000 per liter untuk premium dan solar Rp 1.000 per liter mencapai 4 juta jiwa. Angka kemiskinan bisa bertambah menjadi 11,85%-12,1% sepanjang 2013. Sedangkan target tahun ini sebesar 9%-10,5%. Menurut Menteri Keuangan baseline jika tidak menaikkan harga BBM subsidi prosentase kemiskinan 10,5%, tetapi dengan kenaikan harga BBM Bersubisidi akan meningkat 12,1% atau naik 1,6% menjadi 4 juta jiwa.
b. Perhitungan pemerintah secara umum sangat konservatif, kemukinan dampak terhadap kemiskinan akan lebih besar dan bahkan juga akan menambah jumlah masyarakat yang mendekati miskin (near poor) semakin besar.
2. Kenaikan harga BBM Bersubsidi untuk seluruh segmen masyarakat apalagi dengan angka yang relatif cukup tinggi akan meningkatkan beban hidup sehari-hari rakyat secara signifikan. Dampak inflasi secara keseluruhan, baik pada ekspektasi inflasi yang terbentuk, inflasi first round saat kebijakan diambil maupun second round pasca kebijakan akan sangat besar mengingkat kebijakan ini sudah memasuki bulan-bulan dengan inflasi cukup tinggi karena memasuki tahun ajaran baru sekolah, Ramadhan dan Idul Fitri.
a. Bank Indonesia (BI) telah menyampaikan bahwa inflasi kedepan semakin berat. BI sedang mewaspadai tingkat inflasi ke depan yang semakin berat, apalagi inflasi tersebut masih dibayangi oleh perekonomian global yang masih bergejolak. BI juga telah menyampaikan bahwa inflasi selama Kuartal I 2013 telah lebih tinggi dari perkiraan semula. Bahkan untuk inflasi Maret 2013 sudah melebihi batas atas target bank sentral. Inflasi Maret 2013 sebesar 0,63 persen dan secara tahunan, inflasi sudah 5,9 persen, melebihi batas target inflasi dari bank sentral 5,5 persen. Laporan BPS terbaru juga menunjukan inflasi tahun kalender atau dari Januari-April 2013 mencapai 2,32 persen sehingga inflasi tahunannya telah mencapai 5,57 persen.
b. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan, kenaikan harga BBM bersubsidi akan mendorong inflasi hingga 7,76 persen. Sementara asumsi pemerintah dalam Rancangan RAPBN Perubahan 2013 hanya sebesar 7,2 persen. Proyeksi ini secara umum sangat konservatif. Karakter inflasi di Indonesia menunjukan bahwa inflasi IHK adalah fenomena kota, sehingga inflasi bagi masyarakat di pedesaan bisa tembus 10 persen. BI juga telah memproyeksikan inflasi harga pangan bergejolak (inflasi volatile food) termasuk karena kebijakan ini dapat mencapai 11,7 persen atau bahkan lebih tinggi.
c. Rencana menaikkan harga BBM bersubsidi akan dihadapkan pada risiko inflasi yang tinggi pada Juni, Juli dan Agustus karena merupakan bulan liburan sekolah dan tahun ajaran baru, sekaligus memasuki bulan Ramadhan dan persiapan lebaran atau Idul Fitri. Dan ini akan menjadi pengganda dampak yang serus dan akan memukul daya beli dan kesejahteraan rakyat. d. Dengan demikian dampak inflasi kenaikan harga BBM Bersubsidi menjadi berlipat dan akan membebani rakyat yang miskin, karena menurunnya daya beli, terpukulnya dunia usaha dan potensi munculnya pengangguran baru.
3. Kenaikan harga BBM Bersubsidi juga akan merusak prospek ekonomi yang sudah mengalami perlambatan serius.
a. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2013 sedang melambat menjadi hanya 6,02% atau terendah selama 3 tahun terakhir dengan tren yang terus menurun. Perlambatan pada 3 bulan pertama 2013 disebabkan oleh pelemahan pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dari 9,97% pada kuartal I/2012 menjadi 5,9% pada kuartal I/2013.
b. Pelemahan pertumbuhan ekonomi juga tidak lepas dari pengeluaran konsumsi pemerintah yang melambat dari 6,45% menjadi 0,42%. Meskipun tetap tumbuh, kinerja ekspor barang dan jasa melambat dari 8,23% menjadi 3,39%. Krisis global yang masih berlanjut membuat ekspor sejumlah komoditas juga melambat, seperti minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan bijih, kerak serta abu logam.
c. Satu-satunya komponen yang menunjukkan pertumbuhan yang masih cemerlang adalah konsumsi rumah tangga yakni dari 4,94% menjadi 5,17%. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga tetap melaju didorong oleh konsumsi masyarakat golongan menengah yang relatif kebal terhadap inflasi. Selain makanan, konsumsi produk otomotif, barang elektronik masih meningkat.
d. BPS mencatat PDB atas dasar harga berlaku pada kuartal I/2013 mencapai Rp2.146,4 triliun atau naik 8,65% dari periode sama 2012. Konsumsi rumah tangga member kontribusi 55,64%, diikuti PMTB 32%, konsumsi pemerintah 6,81%, perubahan inventori 3,41%, diskrepansi statistik 3,16% dan net ekspor minus 1,02%.
e. Hal ini menunjukkan bahwa Konsumsi rumah tangga sebagai penghela perekonomian masih sangat penting dan akan menjadi buruk ketika pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi secara keseluruhan.
4. Menjelang Pemilu 2014, rencana kenaikan harga BBM ini sangat bermotif politik, apalagi ditambah rencana menggelontorkan program BLT (Bantuan Langsung Tunai) atau BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat). Dilihat dari skenario 2008 yang dilakukan pemerintah, pada tanggal 24 Mei 2008 harga BBM dinaikan menjadi Rp.6.000/liter, lalu pada 1 Desember 2008 diturunkan menjadi Rp.5.500/liter, pada tanggal 15 Desember 2008 diturunkan lagi jadi Rp.5.000/liter, dan pada 15 Januari 2009 (persis 3 bulan sebelum Pemilu 2014) harga BBM diturunkan lagi menjadi Rp.4.500/liter. Sehingga ada 2 keuntungan politis yang dirampas pemerintah, pencitraan lewat pembagian BLT dan pencitraan dengan penurunan harga BBM hingga 3 kali.
1. Rencana menaikan harga BBM yang akan dilakukan pemerintah ditahun 2013 ini menimbulkan tanda tanya besar, karena tidak ada fluktuasi harga minyak dunia. Bahkan Indonesian Crude Price (ICP) dalam beberapa hari belakang justru menurun hingga 104US$/Barrel. Dalam rencana pemerintah menaikan harga BBM ditahun 2008 dan 2012 lalu, harga ICP melonjak menjadi 124,6 US$/Barrel (Mei 2008), dan 128,1 US$/Barrel (Maret 2012).
2. Saat ini tidak ada situasi eksternal yang mengharuskan pemerintah menaikan harga BBM, hanya faktor internal yang seharusnya sudah diantisipasi pemerintah sejak dahulu lewat berbagai program pengendalian konsumsi energi fosil dan pengembangan energi baru terbarukan.
3. Miskinnya alasan pemerintah dalam rencana menaikan harga BBM tahun 2013 diakibatkan kegagalan pengendalian kuota BBM dan pengembangan energi alternatif selain minyak bumi. Kuota BBM melonjak drastis selama 3 tahun terakhir, hingga 45 Juta Kiloliter ditahun 2013 ini. Bahkan kuota ini juga diprediksi akan terlewati hingga 50 Juta Kiloliter.
4. Kuota BBM yang semakin melonjak ini disebabkan karena kegagalan pengembangan energi alternatif baik untuk sektor transportasi, pembangkit listrik dan pabrik. Infrastuktur BBG tidak dibangun secara progressif, bahkan sejumlah SPBG ditutup karena kesulitan pasokan gas, sementara hasil gas bumi Indonesia di ekspor ke luar negeri. Pemerintah juga tidak pernah berkaca dari keberhasilan konversi kerosene ke gas, yang dapat mengatasi kelangkaan minyak tanah dan memperbaiki energi mix.
5. Selain itu, subsidi BBM yang terlalu besar juga diakibatkan oleh kelalaian impor BBM yang telah dilakukan pemerintah selama bertahun-tahun. BBM yang diimpor pemerintah adalah BBM berkualitas Pertamax (RON 90 dan 92) karena BBM RON 88 sudah jarang diproduksi Negara lain. Untuk menghasilkan BBM jenis Premium (sebagaimana jenis BBM yang disubsidi APBN), maka pemerintah harus menurunkan RON nya menjadi 88, yaitu dengan mencampurkan BBM Impor tersebut dengan Naptha (cairan perubah angka oktan). Praktik seperti ini justru meningkatkan cost BBM hingga harga keekonomian Premium menjadi lebih dari Rp.9.500/liter, bahkan disinyalir justru lebih mahal dari Pertamax, sehingga besaran subsidi BBM secara keseluruhan membengkak.
6. Kelalaian impor BBM yang telah bertahun-tahun ini seolah-olah dibiarkan pemerintah. Hal ini dapat dilihat dari arus minyak nasional yang tidak mengalami perubahan signifikan selama 5 tahun terakhir ini. Selain impor BBM meningkat, impor minyak mentah juga terus terjadi karena minyak mentah hasil perut bumi Indonesia di ekspor. Minyak mentah Indonesia di ekspor karena tidak sesuai dengan spesifikasi kilang minyak dalam negeri. Seandainya, pemerintah serius membenahi pengelolaan energi nasional, tentulah kilang-kilang minyak dalam negeri akan dibangun sesuai spesifikasi minyak mentah Indonesia, untuk menghindari impor BBM yang terus meningkat.
7. Kebijakan penghapusan subsidi BBM bukan kebijakan yang berdiri sendiri, melainkan terkait dengan kebijakan liberalisasi ekonomi yang tengah berlangsung di Indonesia. Penghapusan subsidi BBM merupakan bagian dari scenario besar memperbesar mekanisme pasar dalam ekonomi Indonesia, sejalan dengan pemisahan (unbundling) industri hilir Pertamina dan UU Migas No. 22/2001 yang semakin membuka peluang bagi perusahaan multi-nasional untuk memperluas pasar hingga tingkat distribusi dan ritel.
III. Masih Terdapat Alternatif Sumber Pembiayaan
1. PKS berpandangan bahwa ketika harga BBM tidak dinaikkan, maka anggaran subsidi BBM dalam APBNP akan kemungkinan besar akan membutuhkan tambahan. Namun dengan tidak ada kenaikan harga BBM maka tentunya tidak diperlukan dana untuk kompensasi yang berpotensi bermasalah.
2. Untuk menutupi kekurangan dana pemerintah masih mungkin mendisain postur APBNP 2013 agar tidak meningkatkan defist dengan beberapa cara, sehingga masih dibawah batas yang dibolehkan Undang-undang sebesar 3% dari PDB.
3. Alternatif untuk menutup kekurangan dana adalah dengan sedikit mengubah postur APBNP 2013, diantaranya dengan:
a. Pemerintah dapat memanfaatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) secara optimal. SAL tahun 2012 mencapai Rp69,77 triliun yang merupakan penjumlahan dari SAL 2011 sebesar Rp35,76 triliun dan SILPA tahun 2012 sebesar Rp34 triliun. Tentu saja SAL dapat dialokasikan untuk cadangan fiskal tetapi mengingat pengalaman tahun-tahun sebelumnya dimana penyerapan anggaran tidak optimal maka cadangan fiskal tidak harus terlalu besar, karena akan terdapat SILPA di tahun 2013.
b. Pemerintah dapat mempertahankan atau meningkatkan penerimaan pajak. Hal ini masih memungkinkan mengingat kondisi tax ratio yang masih potensial untuk bisa ditingkatkan. Pemerintah juga perlu serius untuk melakukan extra effort dalam rangka menghapus mafia perpajakan, meningkatkan tax compliance khususnya wajib pajak KPP large tax office dan KPP Khusus, serta menurunkan tingkat tax evasion melalui upaya transfer pricing khususnya oleh perusahaan asing. Kepatuhan perusahaan untuk membayar pajak secara benar harus terus ditingkatkan, saat ini baru sekitar 500 ribu perusahaan yang membayar pajak. Selain itu dengan struktur pendapatan penduduk di Indonesia (BPS, 2010): 8,8 juta berpenghasilan diatas USD 14.000 pertahun dan 25 juta berpenghasilan USD 5.500 pertahun, maka seharusnya penerimaan dari Wajib Pajak (WP) Pribadi juga bisa naik. Penerimaan pajak dari sektor-sektor yang diindikasi masih under tax, seperti pertambangan dan telekomunikasi masih potensial ditingkatkan.
c. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga masih potensial untuk ditingkatkan. Penerimaan royalti dan bagi hasil migas dan pertambangan perlu dioptimalisasi dengan mereview dan melakukan audit penentuan cost recovery, serta melakukan audit kinerja pertambangan. Kementerian terkait juga perlu melakukan upaya serius untuk mengolah minyak bagian pemerintah di kilang-kilang dalam negeri, sehingga nilai tambah sektor migas dapat optimal bagi perekonomian domestik.
d. Penghematan belanja barang dan pegawai yang masih banyak inefisiensi. Belanja barang (termasuk jasa) selama ini masih banyak yang tidak tepat dan bersifat pemborosan, termasuk biaya perjalanan dinas. Selain itu dengan remunerasi birokrasi yang sudah berjalan, seharusnya juga terjadi penghematan belanja pegawai melalui penggurangan honor-honor kegiatan birokrasi yang tidak tepat.
1. PKS secara tegas menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM Bersubsidi. PKS menolak kenaikan harga BBM bersubsidi karena akan berdampak pada kenaikan harga-harga barang, memukul daya beli rakyat, menambah jumlah rakyat miskin dan merusak prospek ekonomi sehingga semakin buruk. Selain itu PKS menilai pilihan terhadap kebijakan ini akan mendorong gejolak sosial dan resistensi publik serta merusak harmoni sosial.
2. PKS menilai kegagalan pemerintah melalui kementrian-kementrian terkait dalam berbagai kebijakan terkait tatakelola energi nasional sehingga masyarakat dapat mengakses energi yang relatif murah tidak selayaknya dibebankan kepada rakyat. Ketidaksungguhan pemerintah dalam pengembangan energy mix dan menyiapkan sistem serrta infrastruktur pengaturan BBM Bersubsidi berdasarkan roadmap yang telah disepakati dengan DPR tidak boleh diselesaikan dengan cara-cara yang instan dan mengambil langkah short cut. Jika cara ini yang diambil maka persoalan tidak akan selesai, sementara dalam jangka menengah sulit diharapkan mampu menuntaskan akar permasalahannya, sehingga rakyat akan terus menjadi korban.
3. Kedepan pemerintah perlu lebih serius dan komprehensif mendorong perbaikan arah kebijakan subsidi agar semakin tepat sasaran dan juga pengembangan energy mix yang semakin sehat dalam jangka menengah. Agar persoalan BBM subsidi tidak terus menerus menjadi permasalahan yang membelenggu maka Fraksi PKS meminta pemerintah agar:
- Membenahi kebijakan energi yang mengutamakan ketahanan energi nasional di atas kepentingan-kepentingan jangka pendek;
- Melakukan diversifikasi energi;
- Membangun infrastruktur energi secara kokoh;
- Memperbaiki sistem transportasi masal (termasuk konversi BBM ke BBG);
- Meningkatkan lifting minyak (di sini harus disertai audit terhadap lifting minyak oleh auditor independent);
- Melakukan audit efisiensi impor BBM dan hedging harga BBM;
- melakukan real-time monitoring terhadap lifting minyak nasional;
- melakukan upaya serius untuk mengolah minyak bagian pemerintah di kilang-kilang dalam negeri;
- Membuat target yang jelas dalam pembangunan kilang dan SPBU baru;
- Memperbaiki kinerja BUMN energi;
- Pemerintah perlu mendorong Pertamina dan PLN untuk memanfaatkan fasilitas hedging agar mendapatkan tingkat harga yang fixed; dan
- Meningkatkan lifting minyak bumi dengan mengoptimalkan reserve proven minyak bumi nasional melalui kegiatan eksplorasi disektor hulu. [DPP PKS/infoPKS.com]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
June 15, 2013
Jika engkau mencoba menghitung kesalahan dan kelemahannya, niscaya engkau menemui bahwa kesalahan dan kelemahan itu "tertelan" oleh kebaikan dan kekuatannya.
posted by @A.history
PENGORBANAN | Anis Matta
Seseorang disebut pahlawan karena timbangan kebaikannya jauh mengalahkan timbangan keburukannya, karena kekuatannya mengalahkan sisi kelemahannya.
Jika engkau mencoba menghitung kesalahan dan kelemahannya, niscaya engkau menemui bahwa kesalahan dan kelemahan itu "tertelan" oleh kebaikan dan kekuatannya.
Tapi kebaikan dan kekuatan itu bukanlah untuk dirinya sendiri, melainkan merupakan rangkaian amal yang menjadi jasanya bagi kehidupan masyarakat manusia. ltulah sebabnya tidak semua orang baik dan kuat menjadi pahlawan yang dikenang dalam ingatan kolektif masyarakat atau apa yang kita sebut sejarah. Hanya apabila kebaikan dan kekuatan menjelma jadi matahari yang menerangi kehidupan, atau purnama yang merubah malam jadi indah, atau mata air yang menghilangkan dahaga.
Nilai sosial setiap kita terletak pada apa yang kita berikan kepada masyarakat atau pada kadar manfaat yang dirasakan masyarakat dari keseluruhan perfomance kepribadian kita. Maka Rasulullah saw berkata:"Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain."
Demikian kita menobatkan seseorang menjadi pahlawan karena ada begitu banyak hal yang telah ia berikan kepada masyarakat. Maka takdir seorang pahlawan adalah bahwa ia tidak pemah hidup dan berpikir dalam lingkup dirinya sendiri. la telah melampui batas-batas kebutuhan psikologis dan biologisnya. Batas-batas kebutuhan itu bahkan telah hilang dan lebur dalam batas kebutuhan kolektif masyarakatnya dimana segenap pikiran dan jiwanya tercurahkan.
Dalam makna inilah pengorbanan menemukan dirinya sebagai kata kunci kepahlawan seseorang. Disini ia bertemu dengan pertanggungjawaban, keberanian, dan kesabaran. Tiga hal terakhir ini adalah wadah-wadah kepribadian yang hanya akan menemukan makna dan fungsi pahlawanannya apabila pengorbanan yang mengisi dan menggerakkannya. Pengorbananlah yang memberi arti dan fungsi kepahlawanan bagi sifat-sifat pertanggunjawaban, keberanian, dan kesabaran.
Maka keempat makna dan sifat ini -rasa tanggung jawab keagamaan, semangat pengorbanan, keberanian jiwa, dan kesabaran- adalah rangkaian dasar yang seluruhnya terkandung dalam ayat-ayat jihad. Dorongannya adalah tanggung jawab keagamaan (semacam semangat penyebaran dan pembelaan). Hakikat dan tabiatnya adalah pengorbanan. Perisainya keberanian jiwa. Tapi nafas panjangnya adalah kesabaran.
Begitulah kemudian menjadi benar apa yang dikatakan oleh Sayyid Quthb: "Orang yang hidup bagi dirinya sendiri akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Tapi orang yang hidup bagi orang lain akan hidup sebagai orang besar dan mati sebagai orang besar."
Kaidah itu tidak saja berlaku bagi kehidupan individu, tapi juga merupakan kaidah universal yang berlaku bagi komunitas manusia. Syakib Arselan, pemikir Muslim asal Syiria, yang menulis buku Mengapa Kaum Muslimin Mundur dan Orang Barat Maju, menjelaskan jawabannya dalam kalimat yang sederhana, "Karena," kata Syakib Arselan, "orang-orang Barat lebih banyak berkorban daripada kaum Muslimin. Mereka memberi lebih banyak demi agama mereka ketimbang apa yang diberikan kaum Muslimin bagi agamanya.”
Sekarang mengertilah kita, "Apakah yang dibutuhkan untuk menegakkan agama ini dalam realitas kehidupan?" Yaitu, hadirnya para pahlawan sejati yang tidak lagi hidup bagi dirinya sendiri, tapi hidup bagi orang lain dan agamanya serta mau mengorbankan semua yang ia miliki bagi agamanya itu. [pkspiyungan]
posted by @A.history
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 15, 2013
posted by @A.history
Bambang Soesatyo: Ditendang dari Koalisi, PKS Menang 2-0
JAKARTA - Partai Golkar menyayangkan rencana Sekretariat Gabungan yang akan menendang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari koalisi. Rencana itu dinilai akan lebih menguntungkan PKS untuk meningkatkan elektabilitasnya.
Demikian disampaikan Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (13/6/2013). "Kami menyayangkan sehingga kondisi politik menjadi gonjang-ganjing. Tapi, langkah politik yang diambil PKS ini tepat untuk meningkatkan elektabilitas PKS yang sedang dirundung masalah," ujar Bambang.
Bambang menilai jika PKS benar-benar ditendang dari koalisi, PKS mendapatkan dua nilai plus yang didapatnya. "PKS akan menang 2-0 kalau ditendang dari koalisi," kata anggota Komisi III DPR ini.
Poin pertama, kata Bambang, PKS berhasil bersikap teguh menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Poin kedua, lanjutnya, PKS mendapat citra dizalimi koalisi demi membela rakyat. "Kebijakan menaikkan harga BBM ini memang kebijakan yang merugikan semua partai koalisi secara elektabilitas. Tapi, ini sikap politik kami untuk menyelamatkan keuangan negara," imbuhnya.
Lebih lanjut, Bambang menyatakan, jika Presiden memberhentikan tiga menteri PKS, Golkar tak berminat mengisi pos tersebut. "Golkar tidak tepat mengisi kursi yang ditinggalkan oleh PKS karena itu akan memperburuk citra Golkar sendiri," kata Bambang.
Seperti diberitakan, PKS hingga kini menolak kebijakan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. Sikap PKS ini berseberangan dengan partai koalisi lain. Akibatnya, PKS pun mendapat kabar akan segera dikeluarkan dari koalisi oleh Presiden SBY. Tanda-tanda penyingkiran PKS dari koalisi terlihat ketika Presiden tak melibatkan partai dakwah tersebut dalam beberapa pertemuan.
Pada rapat Setgab Selasa (11/6/2013), Presiden PKS Anis Matta tidak diundang dalam rapat tersebut. Pada Rabu (12/6/2013), Presiden SBY menggelar rapat kabinet. Rapat itu juga tidak dihadiri menteri-menteri asal PKS seperti Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian Suswono, dan Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri.
*http://nasional.kompas.com/read/2013/06/13/21290485/Golkar.Ditendang.dari.Koalisi..PKS.Menang.20
posted by @A.history
Label:
TOPIK PILIHAN
June 15, 2013
Menunggangi agama untuk politik: agama cuma tunggangan, padahal biasanya anti terhadap nilai agama. contohnya mendadak pake kerudung pas jadi cagub.
Mati2an nolak UU pornografi tapi tiba2 pake kerudung saat jd cagub. agama tiba2 jd simbol untuk membohongi kaum muslimin.
*https://twitter.com/hafidz_ary
posted by @Adimin
“Menunggangi Agama utk Politik” vs “Menunggangi Politik utk Agama”
“Menunggangi agama untuk politik” berbeda dengan
“menunggangi politik untuk agama”.
“menunggangi politik untuk agama”.
Menunggangi agama untuk politik: agama cuma tunggangan, padahal biasanya anti terhadap nilai agama. contohnya mendadak pake kerudung pas jadi cagub.
Mati2an nolak UU pornografi tapi tiba2 pake kerudung saat jd cagub. agama tiba2 jd simbol untuk membohongi kaum muslimin.
"Menunggangi agama untuk politik" itu memanfaatkan simbol2 agama skedar
untuk capaian politik. contoh: mendadak pake kerudung saat jd cagub.
Sedangkan “menunggangi politik untuk agama”: memenangkan politik untuk melarang pornografi internet, untuk mensejahterakan masyarakat, untuk melarang maksiat.
Menunggangi agama untuk politik itu biasanya mengumbar simbol-simbol Islam, ayat-ayat, dsb untuk meraih politik.
Sedangkan mrk yg menunggangi politik untuk Islam biasanya Gak gembar gembor simbol, tp misi2 Islam terlaksana melalui politik.
PKS mendukung UU anti pornografi, tapi minim ngobral ayat saat berargumen di parlemen, ini namanya menunggangi politik untuk agama.
Caleg perempuan PKS pake jilbab sdh dari dulu. jadi caleg atau bukan, jilbab sdh jadi sikap. mereka bukan mendadak pake kerudung biar dipilih.
Yg menunggangi atau jualan agama biasanya kedepankan simbol, tp tak satu pun misi Islam dibawa, biasanya anti Islam.
Sudah kalah di pilkada gubernur ya dicopot kerudungnya, balik lagi anti Islam. ini namanya politisasi agama, ini namanya menjual agama.
Sedangkan mereka yang menunggangi politik untuk Islam biasanya justru minim simbol2 Islam, tapi full dg misi Islam.
Bedakan : "menunggangi agama untuk politik" dengan "menunggangi politik untuk agama" | yang diserang biasanya yg kedua.
Yang biasanya dituduh "jualan agama" adalah yg "menunggangi politik untuk misi agama" | karena aktivitas ini mengusik kebatilan.
Cagub yg tiba2 pake jualan simbol kerudung untuk suara, aman dari tuduhan jualan agama. padahal ini yg jualan agama.
Jadi yang jualan agama justru partai2 sekuler, biasanya anti thdp Islam tapi mendadak jualan simbol islam untuk dapat suara muslim.
Ada partai sekuler yang anti banget sama Islam, anti UU zakat, anti UU pornografi , tiba2 cagub nya pake kerudung :D
Tuduhan munafik, jualan agama lebih pas disematkan pada partai2 sekuler yg biasanya anti agama tapi ujug2 pake simbol agama saat kampanye.
Tiba-tiba cagub partai sekuler menyumbang masjid, padahal biasanya anti masjid. ini jualan agama.
Yang jualan agama sebenernya partai2 sekuler, mereka anti agama tapi sering jualan simbol agama. inget iklan salah satu capres sekuler :D
Si capres dari partai sekuler ini tiba2 fasih ceramah dan jadi selingan acara tv ini saat mendiskreditkan PKS.
(@Mrkoday: PDIP punya Baitul Muslimin,Demokrat punya Majelis Dzikir SBY. Msk kriteria menunggangi agama untuk politik ga?)
Yup.
Penjual agama itu partai yg menolak UU jaminan produk halal, tapi cagubnya mendadak pake kerudung u dpt suara muslim.
Sedangkan pejuang Islam, yg gak koar2 simbol islam tapi perjuangkan UU jaminan produk halal.
Kalo orasi pake takbir jualan agama gak? kami terbiasa bertakbir, ini irama yg mengiringi gerak kami di seluruh bidang. politik atau bukan.
PKS hari ini justru "jualan" jargon "partai tebuka", "NKRI harga mati" "demokratisasi" :D
“Presiden Turki Setujui RUU Larangan Penjualan & Iklan Alkohol”.. ini politik untuk agama apa agama u politik?
Sudah tau ya bedanya penjual agama demi politik dan pejuang agama yg memanfaatkan politik?
Jangan planga plongo denger kata2 "PKS jualan agama", direnungkan, baca argumen pembanding, komparasi, pilah pilih. Berfikir.
Kalo terminologinya "jualan agama", harusnya cagub anti agama yg mendadak pake kerudung yang anda serang :D
Politisasi Islam berbeda dengan Islamisasi politik.
Mendadak pake kerudung saat jd cagub padahal anti Islam, ini politisasi Islam | mendukung UU jaminan produk halal, ini islamisasi politik.
Islamisasi politik dan politisasi Islam itu jauh berbeda niatnya apalagi hasilnya.
Yang politisasi Islam jelas akan menghadang setiap usaha islamisasi politik.
Pelaku "politisasi islam" akan berlawanan dengan pelaku "islamisasi politik".
Sangat jelas dan ekstrim bedanya antara yg menjual Islam dengan pejuang Islam.
Yang membawa kebaikan agama jadi konstitusi itu bukan jualan agama namanya, tapi pejuang agama
Sedangkan “menunggangi politik untuk agama”: memenangkan politik untuk melarang pornografi internet, untuk mensejahterakan masyarakat, untuk melarang maksiat.
Menunggangi agama untuk politik itu biasanya mengumbar simbol-simbol Islam, ayat-ayat, dsb untuk meraih politik.
Sedangkan mrk yg menunggangi politik untuk Islam biasanya Gak gembar gembor simbol, tp misi2 Islam terlaksana melalui politik.
PKS mendukung UU anti pornografi, tapi minim ngobral ayat saat berargumen di parlemen, ini namanya menunggangi politik untuk agama.
Caleg perempuan PKS pake jilbab sdh dari dulu. jadi caleg atau bukan, jilbab sdh jadi sikap. mereka bukan mendadak pake kerudung biar dipilih.
Yg menunggangi atau jualan agama biasanya kedepankan simbol, tp tak satu pun misi Islam dibawa, biasanya anti Islam.
Sudah kalah di pilkada gubernur ya dicopot kerudungnya, balik lagi anti Islam. ini namanya politisasi agama, ini namanya menjual agama.
Sedangkan mereka yang menunggangi politik untuk Islam biasanya justru minim simbol2 Islam, tapi full dg misi Islam.
Bedakan : "menunggangi agama untuk politik" dengan "menunggangi politik untuk agama" | yang diserang biasanya yg kedua.
Yang biasanya dituduh "jualan agama" adalah yg "menunggangi politik untuk misi agama" | karena aktivitas ini mengusik kebatilan.
Cagub yg tiba2 pake jualan simbol kerudung untuk suara, aman dari tuduhan jualan agama. padahal ini yg jualan agama.
Jadi yang jualan agama justru partai2 sekuler, biasanya anti thdp Islam tapi mendadak jualan simbol islam untuk dapat suara muslim.
Ada partai sekuler yang anti banget sama Islam, anti UU zakat, anti UU pornografi , tiba2 cagub nya pake kerudung :D
Tuduhan munafik, jualan agama lebih pas disematkan pada partai2 sekuler yg biasanya anti agama tapi ujug2 pake simbol agama saat kampanye.
Tiba-tiba cagub partai sekuler menyumbang masjid, padahal biasanya anti masjid. ini jualan agama.
Yang jualan agama sebenernya partai2 sekuler, mereka anti agama tapi sering jualan simbol agama. inget iklan salah satu capres sekuler :D
Si capres dari partai sekuler ini tiba2 fasih ceramah dan jadi selingan acara tv ini saat mendiskreditkan PKS.
(@Mrkoday: PDIP punya Baitul Muslimin,Demokrat punya Majelis Dzikir SBY. Msk kriteria menunggangi agama untuk politik ga?)
Yup.
Penjual agama itu partai yg menolak UU jaminan produk halal, tapi cagubnya mendadak pake kerudung u dpt suara muslim.
Sedangkan pejuang Islam, yg gak koar2 simbol islam tapi perjuangkan UU jaminan produk halal.
Kalo orasi pake takbir jualan agama gak? kami terbiasa bertakbir, ini irama yg mengiringi gerak kami di seluruh bidang. politik atau bukan.
PKS hari ini justru "jualan" jargon "partai tebuka", "NKRI harga mati" "demokratisasi" :D
“Presiden Turki Setujui RUU Larangan Penjualan & Iklan Alkohol”.. ini politik untuk agama apa agama u politik?
Sudah tau ya bedanya penjual agama demi politik dan pejuang agama yg memanfaatkan politik?
Jangan planga plongo denger kata2 "PKS jualan agama", direnungkan, baca argumen pembanding, komparasi, pilah pilih. Berfikir.
Kalo terminologinya "jualan agama", harusnya cagub anti agama yg mendadak pake kerudung yang anda serang :D
Politisasi Islam berbeda dengan Islamisasi politik.
Mendadak pake kerudung saat jd cagub padahal anti Islam, ini politisasi Islam | mendukung UU jaminan produk halal, ini islamisasi politik.
Islamisasi politik dan politisasi Islam itu jauh berbeda niatnya apalagi hasilnya.
Yang politisasi Islam jelas akan menghadang setiap usaha islamisasi politik.
Pelaku "politisasi islam" akan berlawanan dengan pelaku "islamisasi politik".
Sangat jelas dan ekstrim bedanya antara yg menjual Islam dengan pejuang Islam.
Yang membawa kebaikan agama jadi konstitusi itu bukan jualan agama namanya, tapi pejuang agama
*https://twitter.com/hafidz_ary
posted by @Adimin
Label:
OASE,
TOPIK PILIHAN
June 14, 2013
http://news.detik.com/read/2013/06/13/080631/2272003/10/ini-kementerian-lembaga-yang-diduga-menyimpangkan-anggaran-total-rp-30-m?9911012
posted by @Adimin
PKS ternyata tetap Bersih . . . . .
Written By Sjam Deddy on 14 June, 2013 | June 14, 2013
Ini Kementerian & Lembaga yang Diduga Menyimpangkan Anggaran Total Rp 30 M
Penyimpangan anggaran perjalanan dinas senilai total Rp 30 miliar
diungkap oleh Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA).
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi juara satu dalam urusan
nominal penyimpangan ini.
Ada 36 kementerian dan lembaga negara yang melakukan penyimpangan anggaran. Berikut adalah 11 besar kementerian dan lembaga yang disebut oleh FITRA dalam rilisnya, Kamis (13/6/2013).
1. Kementerian Pendidikan dan kebudayaan dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.5.938.049.057
2. Kementerian Tenaga kerja dan Transmigarasi dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.4.515.281.738
3. Kementerian keuangaan dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.3.537.453.076
4. Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.3.470.846.383
5. Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.2.551.062.985
6. Kementerian Agama dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.792.895.663
7. Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.555.118.598
8. Badan Pertanahaan Nasional dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.420.884.887
9. Badan Nasional Penempatan Perlindungaan Tenaga kerja Indonesia dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.391.956.389
10. Kementerian Koperasi dan Usaha kecil dan menengah dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.033.809.400
11. Badan Narkotika Nasional dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.810.228.015
FITRA mendapatkan data tersebut dari Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) tahun 2012 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Penyimpangan sebesar itu dihasilkan lewat modus perjalanan dinas yang tak bisa dipertanggungjawabkan.
"Modus penyimpangan tersebut antara lain berupa ketidaksesuaian nama dan nomor tiket dengan manifest, perjalanan dinas Fiktif, perjalanan dinas rangkap, dan tidak ada bukti pertanggungjawaban," kata Direktur Investigasi dan Advokasi FITRA Uchok Sky Kadhafi.
Ada 36 kementerian dan lembaga negara yang melakukan penyimpangan anggaran. Berikut adalah 11 besar kementerian dan lembaga yang disebut oleh FITRA dalam rilisnya, Kamis (13/6/2013).
1. Kementerian Pendidikan dan kebudayaan dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.5.938.049.057
2. Kementerian Tenaga kerja dan Transmigarasi dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.4.515.281.738
3. Kementerian keuangaan dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.3.537.453.076
4. Kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.3.470.846.383
5. Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.2.551.062.985
6. Kementerian Agama dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.792.895.663
7. Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.555.118.598
8. Badan Pertanahaan Nasional dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.420.884.887
9. Badan Nasional Penempatan Perlindungaan Tenaga kerja Indonesia dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.391.956.389
10. Kementerian Koperasi dan Usaha kecil dan menengah dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.1.033.809.400
11. Badan Narkotika Nasional dengan penyimpangaan perjalanan dinas sebesar Rp.810.228.015
FITRA mendapatkan data tersebut dari Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) tahun 2012 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Penyimpangan sebesar itu dihasilkan lewat modus perjalanan dinas yang tak bisa dipertanggungjawabkan.
"Modus penyimpangan tersebut antara lain berupa ketidaksesuaian nama dan nomor tiket dengan manifest, perjalanan dinas Fiktif, perjalanan dinas rangkap, dan tidak ada bukti pertanggungjawaban," kata Direktur Investigasi dan Advokasi FITRA Uchok Sky Kadhafi.
http://news.detik.com/read/2013/06/13/080631/2272003/10/ini-kementerian-lembaga-yang-diduga-menyimpangkan-anggaran-total-rp-30-m?9911012
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
June 14, 2013
*dakwatuna
posted by @A.history
Peran Media Dalam Politik Konspirasi
Oleh: Zaenal Muttaqin
Sudah menjadi tabi’at dari sunnah dakwah yang benar dan mulia pasti akan menemui hambatan, rintangan, cobaan, fitnah, dan berbagai bentuk rintangan lainnya, sebagai ujian yang harus dilakoni para pelakunya. Disetiap zaman sejalan dengan diutusnya para Rasul Allah untuk menyelamatkan manusia dari kesesatan, meskipun para Rasul itu telah memiliki bukti-bukti kerasulan yang kuat dan tak terbantahkan, yaitu dengan membawa sifat-sifat terpuji, keteladanannya dalam kehidupan, diturunkannya mukjizat dan wahyu, untuk memperkuat sekaligus menjadi bukti kerasulannya, namun selalau saja banyak orang yang membantah, berpaling dari ajarannya.
Bentuk penolakan, permusuhan, dan perlawanan itu bermula dari sikap meragukan kerasulannya, membantah dalil dan hujjah kenabiannya, menolak ajarannya, menuduhnya sebagai pendusta, kurang akal, gila, munafik, pemecahbelah kaumnya, kemudian mereka mengusir dari negerinya, atau memenjarakannya, hingga upaya mencealakai dan membunuhnya. Namun kemudian sejarah membuktikan bahwa semua bentuk perlawanan kepada Rasul-Nya itu akan kandas dan berakhir dengan kerugian dan kekalahan mutlak.
Para Nabi dan Rasul itu kini telah tiada, namun sebagai muslim yang cerdas, maka sudah semestinya kita dapat mengambil pelajaran dari mata rantai perjuangan mereka yang panjang, yang telah dihadirkan oleh Allah SWTdi muka bumi ini dalam dinamika dakwah. Mereka laksana mutiara sejarah yang berkilauan mempesona, bertebaran dimuka bumi ini. Maka beruntunglah bagi orang-orang yang mampu mengenali dan kemudian menjadikan semua keteladanan itu merefleksi dalam hidupnya, mulai dari kehidupan pribadi dan rumah tangga, bermasyarakat, berpolitik, berbangsa dan bernegara. Dan merugilah bagi orang yang tak mampu menemukan butiran hikmah dari bertabur kemilaunya mutiara sejarah itu, hingga zaman kemudian menelannya menjadi manusia picik, penuduh dan pembuat fitnah, menggali kuburan buruknya sendiri. Nau‘udzubillaahi min dzaalik.
Hari ini, dibelahan bumi dimana kita hidup, nampaknya tengah menggambarkan bahwa bagian awal dari akhir zaman itu telah tiba, dimana para pendusta malah dibenarkan dan dipercaya, yang benar malah disalahkan dan didustakan, para pengkhianat diberi amanah, dan yang amanah malah dikhianati. Sebagaimana sabdanya:
“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh dusta, saat itu pendusta dipercaya, sedangkan orang benar justru didustakan, pengkhianat diberi amanah, dan orang yang amanah justru dikhianati, dan saat itu Ruwaibidhah berbicara. “ Ada yang bertanya : Apakah Ruwaibidhah itu…? Beliau bersabda: “ Seorang laki-laki yang bodoh/kurang akal, namun ia membicarakan urusan banyak orang.”
(Dari Abu Hurairah, diriwayatkan oleh; Ibnu Majah no. 4036, Ahmad no. 7812, Al-Bazzar no. 2740, At-Thabrani dalam musnad Asy-Syamiyyin no. 47, Al-Hakim dalam Mustadrak ‘Alash-shohihain no 8439 dalam lafaz yang berbeda.
Kita menyaksikan hari-hari belakangan ini, beberapa Media tertentu mudah memelintir perkataan seseorang, dan kemudian menggiringnya kearah yang salah, bahkan secara sengaja memuat berita yang salah, dilakukan secara salah atau tak lagi menjaga kode etik pemberitaan. Orang begitu mudah berbicara dusta dan bersumpah benar diatas kedustaannya. Orang begitu percaya dengan mudah kepada informasi media tanpa peduli benar atau salah, fitnah atau kebenaran. Generasi pembebek telah lahir dari lemahnya iman mereka, minimnya pengetahuan, dan busuknya permainan media, ditengah tirani yang korup, namun pandai menipu rakyatnya.
Padahal cukuplah hadis Rasulullah untuk mengingatkan kita, sabdanya:
“Cukuplah seseorang disebut berdusta jika selalu menceritakan apa-apa yang didengarkannya “ (H.R. Muslim, Nomor 5).
Sikap Positif
Bacalah Firman Allah yang artinya sbb:
“Dan sungguh Kami mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan, maka bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu dan jadilah engkau diantara orang yang bersujud (sholat) dan sembahlah Rabb-mu sampai ajal datang kepadamu”. (Al-Hir/15 ; 97 – 99).
Kilas balik kejadian ini mengingatkan kita akan sejarah perjuangan Rasulullah Muhammad SAW ketika beliau berhijrah ke Thaif dengan membawa tujuan yang baik, namun sesampai di Thaif, setelah keterusterangan beliau, justru beliau diusir, dituduh penyihir, seraya dilempari batu dengan sumpah serapah keji mereka, dan itulah drama menyedihkan akibat buruknya informasi dan fitnah media saat itu. Namun dalam kesedihan yang mendalam itu, disaat ada kesempatan untuk membalas datang, yang ditawarkan oleh Allah SWT melalui Malaikat Jabal untuk meluluhlantakkan penduduk Thaif, maka justru Rasulullah memilih mendo’akan, agar anak cucu mereka menjadi orang-orang yang beriman.
Kisah teladan ini seolah mengspirasi kita, agar kita tetap bekerja penuh cinta kepada dakwah dan ummat ini, hingga harmoni itu muncul sebagai bentuk hadiah dari Allah SWT, meskipun pelaku dakwah telah banyak mendapat perlakuan yang zalim, ditipu dan difitnah berbagai pihak. Berikut adalah pemaparan sedikit seputar Perang Ahzab (Pasukan Koalisi/partai-partai), atau juga sering disebut sebagai perang Khondaq (Parit).
AL-AHZAB, KONSPIRASI YANG AKHIRNYA GAGAL TOTAL
Paska kekalahan kaum muslimin dalam Perang Uhud, situasi dan kondisi keamanan kota Madinah dan sekitarnya menjadi tidak kondusif, bahkan sempat mengalami gangguan dan rongrongan pihak musuh. Rupanya hal ini merupakan dampak psikologis atas kekakalahan kaum muslimin pada perang uhud, yang kemudian orang-orang Arab Badui maupun Kelompok Yahudi yang sudah terikat dengan perjanjian damai bersama Rasulullah saw, berani melakukan manuver untuk merongrong dan menyerang kaum muslimin. Rasulullah bertindak lebih cepat untuk memerangi dan menundukkan mereka, dan kemudian situasi kemanan di jazirah arab dapat dikendalikan seperti semula.
Perang Ahzab terjadi setelah perang uhud, namun dalam rentang waktu menuju perang Ahzab tersebut, terjadi banyak peristiwa yang memilukan bagi Rasulullah SAW dan sahabatnya, misalnya peristiwa Bi’ru Raji atau Misi Raji’, misi damai dakwah yang menewaskan sepuluh sahabat terbaik Rasul, karena provokasi menyesatkan. Selain itu ada juga peristiwa atau tragedy Bi’ru Ma’unah, yaitu misi damai dakwah yang menewaskan 69 sahabat terbaik Rasul yang sebagiannya adalah para penghafal Al-Qur’an. Mereka dibunuh oleh Amir bin Thufail dan sekutunya, yang menolak berdamai dengan Rasulullah. Pembantaian yang amat memilukan dalam sejarah dakwah Rasulullah SAW, yang akibat dari peristiwa ini beliau sempat melakukan qunut dalam sholat subuh, meski akhirnya turun ayat untuk menghentikan qunut ini.
Pemicu perang Ahzab adalah akibat pengkhianatan Yahudi Bani Nadhir terhadap perjanjian yang telah dibuat bersama Rasulullah SAW, bahkan atas kelicikan mereka, hampir saja mereka berhasil membunuh Rasulullah SAW. Akibat dari peristiwa pengkhianatan ini, menyebabkan mereka terusir dari kota Madinah, sebagian dari mereka ada yang pergi ke Khaibar, dan sebagian lagi ke Syam. Peristiwa ini bagi mereka merupakan kekalahan yang sangat menyakitkan dan menumbuhkan dendam kesumat yang menyala-nyala.
Setelah perang Uhud usai, Abu Sufyan sebagai pemimpin tertinggi Mekkah pernah berjanji untuk bertemu dengan Rasulullah di sumur Badar untuk kembali berperang, namun pasukan Makkah tidak datang, dan itu mengakibatkan kekalahan psikologis yang amat berat buat mereka. Dalam kegalauan dan perasaan terhina seperti itu, berangkatlah dua puluh pemuka Bani Nadhir untuk memprovokasi mereka, kaum Qurays Makkah agar berangkat menyerang kaum muslimin di Madinah, dan Yahudi berjanji untuk membantu mereka sampai titik darah penghabisan. Ajakan tersebut tentu disambut dengan penuh semangat oleh Abu Sufyan dan pasukan Makkah, mereka ingin memanfaatkan momentum ini untuk menebus rasa malu mereka karena pernah bersifat pengecut, ketika tak datang dalam perang Badar kedua, atau yang sering disebut badar Sughra.
Setelah berhasil menghasut Makkah, maka Yahudi Bani Nadhir segera memprovokasi dan mengajak kelompok lain, seperti bani Ghathfan, Bani Murrah, Bani Salim, Bani Fazarah, Bani Asja’, Bani Asad, dll. Jumlah pasukan yang berhasil digalang dari berbagai kelompok, suku dan bani ini hingga berjumlah sepuluh ribu orang. Jumlah yang waktu itu diperkirakan melampaui jumlah seluruh penduduk Madinah. Ini adalah persekutuan ideologis, pragmatis, dan kepentingan yang bertemu dalam satu titik, yaitu menghancurkan kaum Muslimin di Madinah. Andai pasukan ini dapat segera masuk ke Madinah tanpa diketahui, maka sudah dapat dipastikan Madinah akan hancur luluh, dan kaum muslimin akan berhasil dibumihanguskan.
Dengan kehendak Allah SWT, serta kesigapan inteligen Madinah segera mengetahui misi jahat yang sangat membahayakan bagi dakwah dan kaum muslimin. Melihat situasi yang mengerikan ini, maka Rasulullah SAW segera melakukan rapat mendadak untuk mencari solusi peperangan yang terbaik.
PENGGALIAN PARIT SEBAGAI STRATEGI UTAMA
Salman Al-Farisi adalah seorang sahabat yang telah mengusulkan strategi perang ini, yaitu penggalian parit, sebagaimana ujarnya kepada Rasulullah SAW; “Wahai Rasulullah, dahulu kami adalah orang yang hidup di negeri Persia. Apabila kami dikepung musuh, kami membuat parit”. Dan strategi ini adalah strategi yang belum bernah dikenal oleh bangsa Arab sebelumnya (artinya adalah bukan cara cara biasa), sehingga mereka tidak sempat berfikir jernih untuk menemukan cara merontokkan pertahanan jenis ini. Inilah kecerdasan mengambil pengalaman tertentu untuk dipakai di medan perang dalam rangka memenangkan dakwah Islam.
Meskipun harus diakui bahwa penerapan strategi ini membutuhkan kerja keras, waktu yang singkat, dan mengerahkan semua potensi, kreativitas, kekayaan, dan cinta sesama kaum muslimin yang kala itu sedang dilanda krisis ekonomi.
Atas kesabaran dan keta’atan kaum muslimin kepada pimpinan mereka, Allah SWT memberikan beberapa keajaiban disaat penggalian parit tersebut, sebagai bentuk dukungan moril dan optimisme. Diantara keajaiban tersebut adalah kisah sembelihan seekor kambing dan segantang gandum, setelah dimasak dan kemudian disajikan, yang mestinya hanya cukup untuk sepuluh orang, dengan izin Allah akhirnya hidangan itu dapat dinikmati hingga kenyang oleh seribu pekerja atau pasukan penggali parit. Hanya segenggaam kurma yang kemudian atas izin Allah akhirnya cukup untuk mengganjal perut seluruh pekerja, para penggali parit hingga kenyang, dan bahkan bersisa dibawa pulang. Dan peristiwa yang amat menakjubkan terjadi, adalah saat episode penggalian parit akhirnya menemukan batu besar dan sangat keras, dan kemudian batu besar itu hanya dapat dilakukan pengahancurannya oleh Rasulullah SAW dengan izin-Nya.
Dalam episode pemecahan batu besar dan keras ini, Rasulullah SAW diberitahukan oleh Allah SWT tentang peristiwa yang sangat obsesif kala itu (artinya menumbuhkan optimisme setelah sebelumnya diberi banyak kemukjizatan) yaitu kelak beliau akan menguasai Syam dengan Istana Merahnya, dan Persia dengan Istana Putihnya, dan Yaman, yang kala itu adalah kekuasaan yang telah mapan. Persia adalah imperium besar sebagai salahsatu adidaya saat itu. Secara logika, penaklukan terhadap tiga kekuasaan tadi bukan saja hal yang sulit dibayangkan, bahkan sama sekali tak pernah terbayangkan sebelumnya, karena kondisi saat itu yang tak memungkinkan untuk sempat membayangkannya. Tapi rupanya inilah tabir Rabbani, menguak strategi jitu yang merupakan dari cara dalam rangka memenangkan pertempuran itu sendiri.
DI MEDAN PERTEMPURAN
Sikap Mukmin Sejati
Hal ini direkam dengan jelas oleh Al-Qur’an dalam Surat Al-Ahzab/33 ayat 22, yang artinya:
“Dan tatkala orang mukmin melihat golongan yang bersekutu itu, mereka berkata ; Inilah yang dijanjikan Allah SWT dan Rasul-NYa kepada kita. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukkan“.
Inilah sikap mukmin sejati dalam menghadapi tantangan terburukpun mereka tetap optimis dan bersangka baik kepada Allah dan Rasul-Nya, dan tak sedikitpun membuatnya gentar atau takut dan lari dari pertempuran atau menjadi pengkhianat dakwah.
Dengan strategi PENGGALIAN PARIT ini, laju pasukan besar musuh dapat ditekan secara efektif, dan kemudian musuh menjadi frustasi atas usaha yang mereka tempuh, namun selalu gagal dan dapat dipatahkan dengan baik oleh kaum muslimin.
Namun jumlah pasukan yang amat besar tersebut, yang kemudian Allah SWT menyebutnya sebagai Pasukan Ahzab (Partai-partai atau banyak golongan), sangat menyibukkan dan merepotkan Rasulullah SAW dan kaum muslimin. Kondisi semacam ini terlihat ketika beliau dengan para sahabatnya sempat hampir tertinggal beberapa waktu sholat. Faktor ancaman psikologisnya lebih berat dari perangnya itu sendiri, yang hal ini membuat situasinya menjadi sangat sulit bagi kubu kaum muslim. Hal ini terbukti bahwa di akhir peperangan, pihak yang gugur dari kedua belah pihak kurang lebih delapan belas orang, enam dari kaum muslimin gugur sebagai syuhada, dan dua belas dari pihak musuh. Oleh karenanya perang ini lebih bersifat perang urat syaraf, maka yang sangat dibutuhkan dalam perang ini diantaranya adalah menjaga soliditas structural, menata shaf, merapikan barisan, dan menjaga mentalitas dan moralitas pasukan.
FENOMENA PENGKHIANATAN
Perang belum lagi terlihat ada tanda-tanda akan usai, ditengah perjalanan perang yang tak seimbang dan sangat mencekam jiwa ini, Rasulullah mendapat isu pengkhianatan Bani Quraizhah. Menanggapi berita miring dan serius ini, Rasulullah SAW mengutus Sa’ad bin Mu’adz, Sa’ad bin Ubadah, Abdullah bin Rawahah, dan Khawat bin Jubair, untuk memastikan kabar tersebut, seraya bersabda:
“Berangkatlah sehingga kalian bisa melihat apakah berita yang sampai kepada kita itu benar atau salah. Bila hal itu benar, maka sampaikanlah kepadaku dan jangan kalian sebarkan kepada orang-orang agar tidak melemahkan kekuatan mereka. Dan jika mereka masih menepati perjanjian, sampaikanlah kepada orang-orang.” (Sirah Mubarakfuri)
Bani Nadhir setelah berulangkali membujuk Bani Quraizhah untuk bergabung bersama mereka memerangi Rasulullah, akhirnya mereka berhasil membuat Bani Quraizhah ikut bergabung bersama Bani Nadhir memerangi Rasulullah SAW, padahal mereka sesungguhnya sedang terikat perjanjian damai dengan Rasulullah serta mereka bersedia untuk membantu bila Rasulullah membutuhkan mereka. Pengkhinatan ini sempat membuat Rasulullah SAW shock berat, dan beliau sempat terbaring untuk beberapa saat sambil menutupi muka beliau. Meski kemudian setelah itu beliau bersabda :
“Allahu Akbar! Bergembiralah wahai kaum Muslimin, Allah akan memenangkan dan menolong kita” (Sirah Mubarakfuri)
STRATEGI PENYELAMAT
Setelah bergabungnya Bani Quraizhah dalam barisan mereka, membuat situasi makin runyam, yang artinya keselamatan Madinah sebagai representasi dakwah dan ummat ini akan mudah dihancurkan. Sebagai qiyadah Rasulullah berfikir keras untuk mencari strategi yang jitu agar dapat keluar dari perang dan konflik mematikan ini secara selamat, sebab diprediksi oleh belaiau bahwa perang ini akan berjalan cukup lama. Disinilah dibutuhkan kecerdasan dan aksi individu yang sejalan dengan pemenangan perang itu sangat dibutuhkan. Perang ini kemudian memaksa seluruh kaum muslimin, termasuk wanita dan anak-anaknya untuk ikut aktif berperang sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Konsolidasi dan pelibatan seluruh kekuatan menjadi sangat penting untuk menimbulkan efek psikologis bagi musuh yang dapat melemahkan kekuatan mereka.
Peristiwa pertama ditunjukkan oleh Shafiyyah binti Abdul Muthalib, bibi Rasulullah dan putranya Hasan yang ikut berperang dari balik benteng, untuk menimbulkan kesan bahwa benteng tersebut dijaga dan dilindungi pasukan. Bahkan dengan keberaniannya akhirnya Shafiyyah mampu membunuh pasukan musuh, dan ini menjadi tekanan yang sangat kuat bagi bani Quraizhah, yang akhirnya mereka lari menjauhi benteng. Sejalan dengan itu Rasulullah mengutus beberapa orang pilihan untuk melindungi mereka.
Strategi berikutnya adalah inisiatif yang kemudian disetujui oleh Rasulullah SAW dari seorang sahabat dari kalangan yahudi yang sudah masuk Islam, namun belum diketahui keIslamannya oleh mereka. Beliau adalah Nu’aim bin Mas’ud dari Bani Ghathfan, yang kemudian melancarkan strategi menimbulkan konflik internal pasukan musuh, membuat saling curiga diantara mereka, yang berujung pada batalnya kesepakatan koalisi.
Berbeda pula terhadap apa yang dilakukan oleh Khudzaifah Ibnul Yaman, atas perintah Rasulullah, untuk menjadi mata-mata dan menyusup masuk ke barisan musuh secara cerdas dan rahasia, menyerap informasi yang sangat berharga.
Disamping itu Rasulullah SAW berdo’a dengan amat serius, agar Allah SWT menolong kaum muslimin dan menyelamatkannya dari kehancuran, sebagaimana do’a beliau:
“Ya Allah, tutuplah kelemahan kami, dan hapuskanlah kelemahan kami”
“Ya Allah Yang Menurunkah Al-Kitab dan Maha Cepat Perhitungan-Nya, kalahkanlah pasukan Ahzab! Ya Allah, kalahkanlah mereka dan porakporandakan mereka“
BANTUAN TURUN SETELAH UPAYA MAKSIMAL
Setelah kaum muslimin berjuang bersma Rasul-Nya dengan semua semangat, strategi, dan pengorbanan yang tulus itu, akhirnya Allah SWT memberikan hadiah kemenangan itu. Allah SWT menjawab do’a Rasul-Nya dan do’a kaum Muslimin, akibatnya kekompakan dan kesatuan koalisi tercabik, semangat mereka menjadi hancur, dan bahkan saling mencurigai, dan saling mengancam, maka akhirnya Allah SWT menurunkan balatentaranya, berupa angin yang sangat besar sehingga memporakporandakan tenda-tenda dan periuk-periuk mereka, terbang berantakan. Dan perangpun usai, dengan kemenangan di pihak kaum muslimin.
Mengingat perang ini tidak banyak menimbulkan korban jiwa dan harta benda, maka perang ahzab sebenarnya lebih bernuansa perang urat syaraf (perang pembentukan opini public), dan inilah domain perang yang kemudian mengantarkan kaum muslimin mencapai kemenangan berikutnya secara spektakuler, yaitu Fathu Makkah. Isyarat ini sudah disampaikan oleh Rasulullah SAW dengan sabdanya:
“Sekarang kalianlah yang akan menyerang mereka, bukan mereka yang menyerang kita. Kitalah yang mendatangi mereka.”
KESIMPULAN:
- Perang Ahzab disebut juga perang khondaq, yakni Rasulullah menghadapi pasukan koalisi dengan strategi utamanya adalah pembuatan parit. Perang ini lebih bersifat perang opini atau perang urat syaraf. Perang ini dimenangkan oleh Kaum Muslimin, meskipun jumlah pasukan musuh jauh lebih besar dan lebih kuat.
- Latarbelakang perang ini adalah dendam Yahudi yang bertemu dengan keinginan atau obsesi politik Kaum Musyrikin untuk melenyapkan kaum muslimin dibantu orang-orang dari suku atau kabilah Arab Badui
- Pihak yang terlibat dalam perang Ahzab adalah Kaum Muslimin di satu sisi, berhadapan dengan Pasukan Koalisi yang terdiri dari Yahudi (sebagai aktor utama), kaum Musyrikin Makkah (sebagai status quo), dan Arab Badui (sebagai penumpang gelap, pihak yang memanfaatkan kesempatan untuk membalas sakit mereka kepada kaum muslimin.)
- Secara umum strategi perang ini menggunakan dua pendekatan sekaligus, yaitu yang pertama Defensif Aktif, dan yang kedua adalah Ofensif strategis.
- Berbagai strategi perang ini adalah sbb:
- Melancarkan strategi baru yang tidak dikenali sebelumnya oleh musuh, dilakukan dengan cepat, kerja keras, dan mengerahkan semua potensi pasukan dan kaum Muslimin
- Konsolidasi structural dan personal yang efektif, menjaga keutuhan saf
- Menjaga mentalitas dan moralitas pasukan
- Melakukan operasi politik kontra intelligent untuk memecah belah barisan musuh, dan mencari, menggali, dan mengumpulkan sumber informasi sebanyak mungkin dengan cara rahasia dan cerdas.
- Meyakini akan janji dan pertolongan Allah SWT seraya berdo’a dengan ikhlas
Wallaahu a’lam bish-showab.
*dakwatuna
posted by @A.history
Label:
TOPIK PILIHAN
June 14, 2013
posted by @A.history
Inilah Keputusan Final Majelis Syuro, PKS Tetap Tolak Kenaikan BBM
Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menggelar rapat untuk menentukan sikap partai terkait rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Tak hanya itu, rapat DPTP juga membahas mengenai posisi PKS dalam koalisi.
Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid menjelaskan, hasil rapat yang digelar di Bandung itu memutuskan bahwa PKS sepakat menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Sikap ini merupakan keputusan final karena diambil bersama DPTP yang merupakan Badan Pekerja Majelis Syuro.
"Sikap ini adalah sikap yang final karena diputuskan lembaga tertinggi di partai. Maka, DPP dan turunannya (fraksi) diamanahkan untuk mengelola keputusan ini dengan cara yang rasional. Ini bukan anti-pada kesejahteraan rakyat, kami mengoreksi kebijakan yang peduli pada rakyat," kata Hidayat, di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (13/6/2013).
Terkait urusan koalisi, anggota Majelis Syuro PKS ini mengatakan, partainya tak akan mengambil keputusan untuk hengkang dari koalisi. Menurutnya, berdasarkan kontrak koalisi, tak ada keharusan partai yang berbeda pendapat untuk hengkang dari koalisi.
Dalam kontrak koalisi, butir lima menyebutkan, "Bilamana terjadi ketidaksepakatan terhadap posisi bersama koalisi, terlebih menyangkut isu yang vital dan strategis, seperti yang tercantum dalam butir 2 tersebut di atas yang justru dituntut kebersamaan dalam koalisi, semaksimal mungkin tetap dilakukan komunikasi politik untuk menemukan solusi yang terbaik. Apabila pada akhirnya tidak ditemukan solusi yang disepakati bersama, parpol peserta koalisi yang bersangkutan dapat mengundurkan diri dari koalisi. Manakala parpol yang bersangkutan tidak mengundurkan diri, pada hakikatnya, kebersamaannya dalam koalisi parpol telah berakhir. Selanjutnya, Presiden mengambil keputusan dan tindakan menyangkut keberadaan parpol dalam koalisi dan perwakilan partai yang berada dalam kabinet."
"Itu kan bisa, bukan harus (keluar). Silakan kalau Presiden mau menggunakan hak prerogatifnya," ujar Hidayat.
Rapat DPTP dihadiri semua petinggi PKS, di antaranya Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin, Presiden PKS Anis Matta, Sekretaris Jenderal Taufik Ridho, dan tiga menteri Kabinet Indonesia Bersatu II asal PKS. Dari jajaran fraksi, Hidayat didampingi Sekretaris Fraksi PKS dan beberapa politisi lainnya.[kabarpks.com]
posted by @A.history
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
June 14, 2013
*https://www.facebook.com/photo.php?fbid=502137039859153&set=a.210013935738133.52599.100001885831854&type=1
posted by @A.history
Gubernur Sumbar Melakukan Pencanangan KRPL di Kota Sawahlunto
Sawahlunto - Gubernur Sumbar melakukan kunjungan ke Kawasan Rumah Pangan Lestari kelompok tani Arai Pinang desa Talawi Hilir Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto, Selasa sore (11/6). Kunjungan ini dalam rangka Pencanangan KRPL di Kota Sawahlunto. Ikut dalam rombongan Walikota Amran Nur, Ketua Kakao Indonesia Zulhefi Sikumbang, Ketua DPRD Sawahlunto, Sekdako, Kaban Ketahanan Pangan Ir. Effendi Arifin, Kadis Sosial, Abdul Gafar, SE, MM, Kabiro Humas Irwan, S.Sos, MM serta beberapa Kepala SKPD di lingkungan Pemko Sawahlunto.
Dalam sambutannya, Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan bahwa Walikota Amran Nur orang hebat, banyak hal yang patut kita pelajari dari perbuatan yang telah beliau kerjakan selama 10 tahun terakhir di Sawahlunto. Sayang beberapa hari ke depan beliau akan digantikan oleh, orang pilihan rakyat, mudah-mudahan juga mampu melanjukan visi dan misi Sawahlunto yang lebih baik.
Kita cukup bangga dan bahagia, halaman rumah penuh dengan tanaman, KRPL, dengan perkarangan rumah diisi dengan tanaman yang bermanfaat, terong, cabe, bawang, sayur-sayuran, selada, alhamdulliah dapat mengurangi belanja di pasar. Selain memenuhi kebutuhan keluarga juga dapat dijual untuk membantu ekonomi keluarga memenuhi kebutuhan lain.
Saat ini di Kementerian Pertanian ada 200 kelompok tani, dibantu dengan total sebesar Rp. 14 Miliar bantuan, serta juga bantuan Pemprov melalui APBD Sumbar ada dana untuk 90 kelompok tani dengan nilai masing-masing kelompok Rp. 47 juta. Dari dana tersebut juga dapat dibeli untuk beternak itik, satu rumah dengan 10 itik, yang tentunya juga menambah kegiatan KRPL sehingga kebutuhan telor setiap hari dari itik yang dapat dipelihara di halaman rumah dengan ukuran 2X2 meter, serta bisa juga kolam terpal dengan ikan lele, 3X4 meter, ujarnya.
Irwan Prayitno juga menyatakan salut dengan cara tanaman yang mempergunakan plastik, yang dilakukan Desa Talawi Hilir ini sesuatu yang bagus, yang tentunya dapat pula dikembangankan di daerah lain. Dengan ratusan kantong plastik di sekitar rumah kita, berbagai tanaman sayur, cabe dll, tentunya dapat tumbuh subur menghijaukan perkarangan rumah kita.
Tahun kemaren Kelompok Tani Lancek Manih dapat juara, tahun ini kelompok Tani Arai Pinang kita usung untuk mendapat penilaian oleh pemerintah pusat dalam Program P2KP (Penganekaragaman Pengembangan Konsumsi Pangan), mengurangi konsumsi beras, untuk ketahanan dan kelestarian pangan.
Menyikapi kondisi kebutuhan pangan yang semakin hari semakin besar terutama beras, perlu kita biasakan makanan penganti, sehingga jumlah beras tersedia tetap banyak, dan mengurangi mengeluarkan uang negara dalam pengadaan pangan beras.
Banyak cara yang bisa kita lakukan dari sekarang, dengan makan selain beras, karena makanan karbohidrat masih banyak dimakan yang lain. Seperti, strategi ibu-ibu: pakai panci kecil dalam menyiapkan makan keluarga, siapkan ubi, sayur, buah-buahan sehingga konsumsi nasi dapat berkurang, biaya bisa lebih ekonomis.
Mudah-mudah dapat terlatih keluarga dengan makanan selain beras, sehingga program ini dapat sukses untuk kelestarian pangan masa datang, himbaunya.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Irwan Prayitno menyerahkan Bansos KRPL- P2PK, kepada 8 kelompok tani wanita di kota Sawahlunto.
posted by @A.history
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 14, 2013
posted by @A.history
Wawako Serahkan Bantuan pada Keluarga Sugiono
PADANG -- Wakil Walikota Padang Mahyeldi, SP menyerahkan bantuan kepada keluarga Sugiono (33), tukang tangguak ikan yang diseret arus banjir kanal Andalas, Senin (10/6) malam.
Bantuan tersebut berupa 40 kg beras, 1 dus ikan sarden, 5 pack roti, 1 dus kecap, 1 paket food ware, 1 set alat masak, diantaranya; panci, tempat nasi, rantang, sendok penggorengan, dan kuali.
Bantuan itu diterima langsung istri Sugiono, Gusti (30), di kediamannya di RT 02 RW 2 Kelurahan Andalas Kecamatan Padang Timur tepatnya dibelakang Masjid Raya Andalas, setelah pemakamam Sugiono di TPU Aie Dingin Padang, Kamis (13/6).
Dikesempatan itu, Mahyeldi bersama Camat Padang Timur, Lurah Andalas, dan pegawai dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Padang mengucapkan belasungkawa kepada keluarga besar Sugiono yang sedang dilanda musibah.
“Kami atas nama Pemerintah Kota Padang turut berduka cita atas musibah yang sedang dialami keluarga Sugiono, kami berharap keluarga besar Sugiono tetap tabah dan bersabar menjalani semua ini,” ujar Mahyeldi.
Ditambahkan Mahyeldi, bantuan yang diserahkan kepada keluarga Sugiono merupakan tanda berduka cita dari Pemerintah Kota Padang. “Bantuan bagi korban bencana telah dianggarkan Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah,” terang Mahyeldi.
Mahyeldi berharap, bantuan yang diserahkan Pemerintah Kota Padang bisa meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Dikesempatan itu, Gusti (30) mengucapkan terima kasih atas kepedulian Pemerintah Kota Padang yang telah memberikan bantuan dan dukungan moral kepada keluarganya termasuk kepada ketiga anaknya yang masih kecil-kecil.
Sementara itu, Nurma, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kecamatan Padang Timur menjelaskan, PSM juga telah memberikan bantuan kepada keluarga Sugiono dalam bentuk menyiapkan mobil ambulance dan tempat pemakaman di TPU Aie Dingin Kecamatan Koto Tangah. [lil/Sumbaronline]
posted by @A.history
Label:
Bingkai Berita,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN





.jpg)


