Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
June 28, 2013
Wakil Walikota Padang Mahyeldi, melepas keberangkatan 400 orang anak yatim dalam program Wisata 1001 Yatim ke Mifan Kota Padangpanjang di halaman Masjid Jamiatul Huda Ketaping Kecamatan Kuranji Padang, Kamis (27/6). Program Wisata 1001 Anak Yatim merupakan agenda tahunan PKPU Kota Padang.
Sebelumnya, di tahun 2012, Mahyeldi juga melepas keberangkatan program Wisata 1001 Yatim ke Kota Pariaman di stasiun Kereta Api Simpang Haru, yang pada saat itu hanya diikuti 250 orang anak yatim. “Kita menargetkan 2000 orang anak yatim untuk diberangkatkan mengikuti Wisata 1001 Yatim pada tahun 2014,” ujar Mahyeldi saat melepas keberangkatan program Wisata 1001 Yatim tersebut.
Lebih lanjut dijelaskan, untuk mensukseskan program Wisata 1001 Yatim, diperlukan dukungan seluruh masyarakat dengan meningkatkan kesadaran membayar zakat dan memberikan donasi-donasi melalui PKPU. “Dengan berwisata disaat libur sekolah, merupakan momen yang sangat tepat untuk membahagiakan anak yatim,” kata Mahyeldi.
“Apalagi kita mau memasuki bulan suci Ramadhan, tentunya kebahagian anak yatim menjadi perhatian kita bersama,” terangnya lagi.
Sementara itu, Kepala Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) Kota Padang Fatih Abdul Aziez menjelaskan, program Wisata 1001 Yatim Kota Padang tahun ini memberangkatkan 400 orang anak yatim yang berasal dari panti asuhan–panti asuhan yang berada di Kota Padang, serta anak-anak yatim yang terdata di tengah-tengah masyarakat.
“Masih banyak program-program PKPU lainnya untuk membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan kemiskinan dan masalah sosial lainnya, termasuk salah satunya program Wisata 1001 Yatim yang bertemakan “Senyum Mereka Kebahagian Kami,” terang Fatih.
Ditambahkan, pada program Wisata 1001 Yatim kali ini, berbagai kegiatan akan digelar di Mifan Kota Padang Panjang, di antaranya outbond, dan permainan-permainan lainnya. “Direncanakan ke depannya, untuk lebih semaraknya program Wisata 1001 Yatim, kita akan menggabungkan program tersebut dengan PKPU yang berada didaerah lain,” tutur Fatih.[padang-today.com]
posted by @A.history
Mahyeldi Lepas Wisata 1001 Anak Yatim
Written By Unknown on 28 June, 2013 | June 28, 2013
Wakil Walikota Padang Mahyeldi, melepas keberangkatan 400 orang anak yatim dalam program Wisata 1001 Yatim ke Mifan Kota Padangpanjang di halaman Masjid Jamiatul Huda Ketaping Kecamatan Kuranji Padang, Kamis (27/6). Program Wisata 1001 Anak Yatim merupakan agenda tahunan PKPU Kota Padang.
Sebelumnya, di tahun 2012, Mahyeldi juga melepas keberangkatan program Wisata 1001 Yatim ke Kota Pariaman di stasiun Kereta Api Simpang Haru, yang pada saat itu hanya diikuti 250 orang anak yatim. “Kita menargetkan 2000 orang anak yatim untuk diberangkatkan mengikuti Wisata 1001 Yatim pada tahun 2014,” ujar Mahyeldi saat melepas keberangkatan program Wisata 1001 Yatim tersebut.
Lebih lanjut dijelaskan, untuk mensukseskan program Wisata 1001 Yatim, diperlukan dukungan seluruh masyarakat dengan meningkatkan kesadaran membayar zakat dan memberikan donasi-donasi melalui PKPU. “Dengan berwisata disaat libur sekolah, merupakan momen yang sangat tepat untuk membahagiakan anak yatim,” kata Mahyeldi.
“Apalagi kita mau memasuki bulan suci Ramadhan, tentunya kebahagian anak yatim menjadi perhatian kita bersama,” terangnya lagi.
Sementara itu, Kepala Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) Kota Padang Fatih Abdul Aziez menjelaskan, program Wisata 1001 Yatim Kota Padang tahun ini memberangkatkan 400 orang anak yatim yang berasal dari panti asuhan–panti asuhan yang berada di Kota Padang, serta anak-anak yatim yang terdata di tengah-tengah masyarakat.
“Masih banyak program-program PKPU lainnya untuk membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan kemiskinan dan masalah sosial lainnya, termasuk salah satunya program Wisata 1001 Yatim yang bertemakan “Senyum Mereka Kebahagian Kami,” terang Fatih.
Ditambahkan, pada program Wisata 1001 Yatim kali ini, berbagai kegiatan akan digelar di Mifan Kota Padang Panjang, di antaranya outbond, dan permainan-permainan lainnya. “Direncanakan ke depannya, untuk lebih semaraknya program Wisata 1001 Yatim, kita akan menggabungkan program tersebut dengan PKPU yang berada didaerah lain,” tutur Fatih.[padang-today.com]
posted by @A.history
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 28, 2013
Pelaksanaan Pesantren Ramadhan di Kota Padang yang memasuki tahun kesembilan terus dievaluasi dan disempurnakan, baik dari sisi kualitas bahan ajar maupun sinergitas keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat, orang tua dan pemerintah.
Hal itu dikarenakan, Pesantren Ramadhan sebagai wadah pembinaan generasi muda telah menjadi kebutuhan bersama terutama bagi pelajar Kota Padang dalam menciptakan generasi yang berkarakter di masa yang akan datang.
Demikian dikatakan Wakil Walikota Padang Mahyeldi, saat membuka Pelatihan Instruktur Pesantren Ramadhan se Kecamatan Koto Tangah di Aula kantor Camat Koto Tangah, Kamis (27/6). Diikuti 200 orang instruktur dari 236 masjid dan mushalla penyelenggara Pesantren Ramadhan.
Lebih lanjut Mahyeldi menjelaskan, pola pelaksanaan Pesantren Ramadhan Kota Padang adalah memindahkan proses belajar mengajar dari sekolah ke masjid dan musholla bagi siswa yang beragama Islam, ke Gereja bagi siswa yang beragama Kristen, dan siswa yang beragama Budha dan Hindu ke tempat ibadahnya masing-masing.
“Oleh sebab itu, guru-guru sekolah tidak ada yang libur selama pelaksanaan Pesantren Ramadhan, dan mereka itu juga ikut terlibat secara aktif selama pelaksanaan Pesantren Ramadhan,” terang Mahyeldi.
Diungkapkan Mahyeldi, hasil dari evaluasi pelaksanaan Pesantren Ramadhan tahun lalu, didapatkan guru-guru sekolah kurang terdistribusi dengan baik ke masjid dan mushalla tempat pelaksanaan Pesantren Ramadhan.
“Hal itu dikarenakan, banyak dari guru-guru tersebut bermukim di wilayah yang sama, dan di tempat yang lain, malahan tidak ada guru atau hanya ada satu dan dua orang guru yang bermukim di sekitar tempat pelaksanaan Pesantren Ramadhan,” terang Mahyeldi.
Ditambahkan, pelaksanaan Pesantren Ramadhan secara bersama-sama akan dijalankan oleh instruktur Pesantren Ramadhan yang berasal dari pengurus masjid, remaja masjid, tokoh masyarakat, pemuda, guru sekolah, dan mahasiswa.
“Saya berharap kepada lurah untuk mendata guru-guru yang berada di wilayahnya, agar tidak terjadi penumpukkan guru di salah satu masjid dan mushalla,” kata Mahyeldi.
“Pesantren Ramadhan tidak bisa dipisahkan dari masyarakat, karena Pesantren Ramadhan merupakan program kita bersama, jadi keterlibatan semua pihak menentukan kesuksesaan pelaksanaan Pesantren Ramadhan,” tambahnya lagi.
Sementara itu, Camat Koto Tangah Amrita Luthan menjelaskan, Kecamatan Koto Tangah juga telah mengirimkan 40 orang instruktur Pesantren Ramadhan untuk mengikuti pelatihan instruktur tingkat Kota Padang beberapa waktu yang lalu. “Jadi jumlah keseluruhan instruktur Pesantren Ramadhan di Kecamatan Koto Tangah yang mengikuti pelatihan sebanyak 240 orang,” terang Amrita. [padang-today.com]
posted by @A.history
Mahyeldi: Pesantren Ramadhan Tidak Terpisahkan dari Masyarakat
Pelaksanaan Pesantren Ramadhan di Kota Padang yang memasuki tahun kesembilan terus dievaluasi dan disempurnakan, baik dari sisi kualitas bahan ajar maupun sinergitas keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat, orang tua dan pemerintah.
Hal itu dikarenakan, Pesantren Ramadhan sebagai wadah pembinaan generasi muda telah menjadi kebutuhan bersama terutama bagi pelajar Kota Padang dalam menciptakan generasi yang berkarakter di masa yang akan datang.
Demikian dikatakan Wakil Walikota Padang Mahyeldi, saat membuka Pelatihan Instruktur Pesantren Ramadhan se Kecamatan Koto Tangah di Aula kantor Camat Koto Tangah, Kamis (27/6). Diikuti 200 orang instruktur dari 236 masjid dan mushalla penyelenggara Pesantren Ramadhan.
Lebih lanjut Mahyeldi menjelaskan, pola pelaksanaan Pesantren Ramadhan Kota Padang adalah memindahkan proses belajar mengajar dari sekolah ke masjid dan musholla bagi siswa yang beragama Islam, ke Gereja bagi siswa yang beragama Kristen, dan siswa yang beragama Budha dan Hindu ke tempat ibadahnya masing-masing.
“Oleh sebab itu, guru-guru sekolah tidak ada yang libur selama pelaksanaan Pesantren Ramadhan, dan mereka itu juga ikut terlibat secara aktif selama pelaksanaan Pesantren Ramadhan,” terang Mahyeldi.
Diungkapkan Mahyeldi, hasil dari evaluasi pelaksanaan Pesantren Ramadhan tahun lalu, didapatkan guru-guru sekolah kurang terdistribusi dengan baik ke masjid dan mushalla tempat pelaksanaan Pesantren Ramadhan.
“Hal itu dikarenakan, banyak dari guru-guru tersebut bermukim di wilayah yang sama, dan di tempat yang lain, malahan tidak ada guru atau hanya ada satu dan dua orang guru yang bermukim di sekitar tempat pelaksanaan Pesantren Ramadhan,” terang Mahyeldi.
Ditambahkan, pelaksanaan Pesantren Ramadhan secara bersama-sama akan dijalankan oleh instruktur Pesantren Ramadhan yang berasal dari pengurus masjid, remaja masjid, tokoh masyarakat, pemuda, guru sekolah, dan mahasiswa.
“Saya berharap kepada lurah untuk mendata guru-guru yang berada di wilayahnya, agar tidak terjadi penumpukkan guru di salah satu masjid dan mushalla,” kata Mahyeldi.
“Pesantren Ramadhan tidak bisa dipisahkan dari masyarakat, karena Pesantren Ramadhan merupakan program kita bersama, jadi keterlibatan semua pihak menentukan kesuksesaan pelaksanaan Pesantren Ramadhan,” tambahnya lagi.
Sementara itu, Camat Koto Tangah Amrita Luthan menjelaskan, Kecamatan Koto Tangah juga telah mengirimkan 40 orang instruktur Pesantren Ramadhan untuk mengikuti pelatihan instruktur tingkat Kota Padang beberapa waktu yang lalu. “Jadi jumlah keseluruhan instruktur Pesantren Ramadhan di Kecamatan Koto Tangah yang mengikuti pelatihan sebanyak 240 orang,” terang Amrita. [padang-today.com]
posted by @A.history
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 28, 2013
posted by @A.history
Aboebakar: Penerapan Penyadapan oleh KPK Harus Diatur Setingkat UU bukan SOP
Jakarta - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al-Habsy mengkritik keras kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bawah pimpinan Abraham Samad. Dia tidak sepakat jika KPK menerapkan penyadapan dalam sistem pemberantasan korupsi.
Menurut dia, penyadapan KPK harus diatur dalam ketentuan setingkat undang-undang (UU), bukan hanya SOP seperti yang ada di KPK. Apalagi, dia melanjutkan, MK pernah membatalkan sebagian UU ITE karena penyadapan yang belum diatur setingkat UU.
"Kenapa UU ITE dibatalkan oleh MK, ini serius saya pikir. UU KPK harus diubah bukan kita anti pemberantasan korupsi. Maksud saya UU penyadapan itu perlu khusus. Sekarang ini penyadapan antar lembaga, repot juga kita. Jangan sampai penyadapan itu bukan pencegahan tapi penjebakan," kata Aboe Bakar saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama KPK di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/6).
Seperti diketahui, sekarang KPK dengan sangat mudahnya dan semau-maunya menyadap HP seseorang tanpa memperhatikan hak pribadi pemilik HP. Misalnya seperti yang sudah dialami oleh Politikus PPP, Ahmad Yani.
Ahmad Yani mendapatkan informasi bahwa HP-nya telah disadap oleh KPK, dia pun protes keras. “Saya mendapat informasi HP-saya disadap. Apa salah saya,” kata Yani saat rapat dengan pimpinan KPK, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/6/2013).
Menurut dia, penyadapan perlu diatur dalam undang-undang. Dia meminta agar memperjelas maksud dan tujuan KPK dalam penyadapan. “Sejak kapan orang itu mau disadap, Soal penyadapan ini saya kira perlu diklarifikasi,” tegas politikus PPP itu. [mtf/merdeka/KBRarin]
posted by @A.history
Label:
TOPIK PILIHAN
June 28, 2013
by @Eli_Dwina
by @ainulsyamsu
Founder & Senior Partner of Syamsu Hamid & Partners: Attorneys and Counsellors at Law
Anggota Majelis Hukum & HAM PP Muhammadiyah
_____
Untuk berdiskusi dengan dua narasumber diatas silakan folow dan pantengin TL twiter Bu @Eli_Dwina dan Pak @ainulsyamsu
*pkspiyungan
posted by @A.history
Bedah Dakwaan Kasus LHI: "Peluang Besar LHI Bebas Murni"
Bagian I
"PEMAPARAN DAKWAAN"
by @Eli_Dwina
Tentang Yudi Setiawan...
Disebutkan bhw Yudi Setiawan itu bla... bla.. bla... Gitu ya?
Begini. Faktanya nama Yudi Setiawan tidak masuk ke dalam Dakwaan LHI. Nama ini masuk dlm Dakwaan ke-2 utk AF.
Menarik memang. Dlm kasus LHI-AF ini, keduanya didakwa dg 2 Dakwaan: Tipikor (Tindak Pidana Korupsi/TPK) & TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang), dimana Dak-TPK berbentuk alternatif dg 3 lapis pasal.
Utk Dakwaan TPK, LHI-AF didakwa bersama-sama/turut serta dg penuntutan dilakukan terpisah. Sidang di hari sama. Irit. Hihi..
Dakwaan-TPK LHI-AF, terkait dg menerima hadiah/janji pdhl patut diduga berkaitan dg jabatan. Jelas ya, gak ada kaitaninflasi daging, hihi..
Sekarang kita masuk ke konstruksi yg disusun dalam Dakwaan.
1. PU mengkonstruksi bhw LHI-AF saling kenal dan bersahabat sejak 1985 di Arab. Pernah mendirikan PT bersama.
2. PT yg didirikan LHI-AF, tidak aktif sejak 2005. Th 2007-2009, AF malah tdk di Indonesia krn dihukum di luar negri.
3. PU "tiba-tiba" mengkonstruksi bhw AF memdampingi LHI di berbagai kegiatan dan disebutkan sbg orang kepercayaan LHI.
4. Ini penting: 5 Okt 2011, di Grand Hyatt, Elda melakukan pertemuan dg Maria Elizabeth membahas upaya penambahan kuota impor daging sapi.
Terkait angka 4 tadi, jelas kan siapa yg berinisiatif menambah kuota impor? Nah, yg satu masih saksi, satunya sudah TSK.
5. Selanjutnya, Nov 2012, Elda mempertemukan Maria dg AF di Angus Steak. Di situ, Maria menyampaikan permintaan bantuan.
6. AF mengarahkan Maria utk membuat surat permohanan yg ditujukan ke Mentan, yg prosesnya akan dipantau AF.
7. Tgl 8 Nov 2012, Indoguna mengajukan permohonan ke Mentan utk penambahan kuota 500 ton. Hasilnya: Ditolak!
8. Krn penolakan ini, AF minta ke Elda agar Maria kembali mengajukan permohonan kuota dg mengikutsertakan 3 anak perusahaannya.
9. Tgl 27 Nov 2013, Indoguna dan 3 anak perusahaannya, mengajukan kembali ke Mentan utk penambahan kuota impor 5.150 ton.
10. Apa hasil pengajuan kedua ini? Sama. Ditolak juga...
11. Krn penolakan kedua ini, AF, Elda dan Maria bertemu membahas pengajuan kembali. Kali ini lebih besar, 8000 ton.
12. Tgl 18 Des 2012, Maria memerintahkan Juard selalu Direktur Indoguna dan Ketua Aspidi mengajukan 5 surat permohonan penambahan kuota.
Betul. Maaf, typo. “@Kasimjr: 2012 "@eli_dwina: 9. Tgl 27 Nov 2013, Indoguna dan 3 anak perusahaannya, mengajukan kembali ke Mentan
13. Ke-5 surat permohonan diajukan ke Kementan. Lalu, Maria perintahkan Juard buat surat atas nama Aspidi ditujukan ke Menko Perekonomian.
14. Saat itu, belum ada SK Menko Perekonomian penetapan penambahan kuota impor. Jelas kan, siapa yg menetapkan kuota impor daging?
Tambahan utk poin 13-14, pd sidang Juard, terungkap bhw yg menyuruh membuat surat permohonan ke Menko Perekonomian adlh Elda.
15. Utk meloloskan permohonan, AF minta LHI bertemu Maria dan Elda. LHI mengarahkan Maria utk menyiapkan data sbg bahan diskusi.
Tidak ada penambahan apapun. “@IrwanDion: @eli_dwina jadi kuota untuk indoguna bertambah berapa?”
Baik, dilanjutkan ya. Oh ya.. Ini dakwaan lho. Asli. Sesuai yg dibacakan PU di sidang LHI dan AF utk Dak pertama.
16. Tg 28 Des 2012, AF kembali melakukan pertemuan dg Maria dan Elda. Di situ AF berjanji akan membantu pengurusab penambahan kuota.
17. Tgl 8 Jan 2013, AF menelepon Zaky, minta supaya LHI diberitahu bhw info de Elda, Indoguna sudah memasukkan permohonan.
18. Tgl 9 Jan 2013, AF menelepon LHI menanyakan rencana mempertemukan Mariandg Mentan.
19. LHI minta kpd AF agar Maria menyiapkan data yg meyakinkan Menteri bhw data BPS tidak benar.
20. LHI kemudian memberitahu AF akan adanya acara di Medan, tgl 11 Jan 2013. Maria juga diberitahu bhw ada Mentan dlm acara itu.
21. AF meminta kpd Elda biaya transportasi dan akomodasi, yg kemudian oleh Elda dimintakan ke Maria.
22. Tgl 10 Jan 2013, LHI menghadirk tu tokoh di Medan. Termasuk di acara itu hadir Mentan.
23. AF, Elda, Maria menginap di Aryaduta, Medan. Maria kemudian menitipkan data itu ke Soewarso.
24. Thl 11 Jan 2013, dilakukan pertuan di Aryaduta, hadir LHI, Mentan, AF, Maria dan Suwarso.
25. LHI menyampaikan pd Mentan bhw Maria akan menyampaikan data terkait krisis daging sapi yg menyebabkan harga tinggi.
26. Suswono memanggapi paparan Maria dg menyatakan data itu tidak valid. Suswonointa dilakukan uji publik.
27. Maria juga menyampaikan pd Suswono bhw telah terjadi jual-beli Surat Persetujuan Impor (SPI).
28. Suswono langsung minta agar Maria menyerahkan data perusahaan yg melakukan jual-beli SPI itu.
29. Selanjutnya, Elda dan Maria bertemu dg Suharyono, Kepala PPVTPP Kementan utk minta data Rekapitulasi Permohonan Penerbitan (RPP)...
30. ... terkait perusahaan yg melakukan praktik jual-beli SPI.
31. Melalui Achdiat Basari, data itu diserahkan ke LHI berikut surat permohonan dr Indoguna.
32. Tgl 18 Jan 2013, LHI menyampaikan akan menemui Suswono, dan bertanya ttg perusahaan yg ditandai lingkaran merah.
33. AF menghubungi Elda dan menanyakan maksud lingkaran merah itu. Dijawab bhw itu tanda importir seperti yg pernah diceritakan.
34. Tgl 28 Jan 2013, AF melakukan pertemuan dg Maria dan Juard di Sency. AF minta Maria mewujudkan komitmennya utk pengurusan itu.
35. Tgl 29 Jan 2013, AF menemui Juard dan Arya Abdi di kantor Indoguna dan menerima uang Rp 1 M yg disimpan di mobil.
36. Selanjutnya AF ke Hotel Le Meridien bertemu dg Mhr. Mobil ada di tempat parkir.
37. Pada saat itulah AF ditangkap...
38. Pada hari yg sama, LHI menghubungi Rozi utk meminta data update ttg kebutuhan impor pada Elda dan memberikan pd Soewarso.
39. Setelah itu, LHI diperiksa dan langsung ditahan.
Ini konstruksi Dakwaan Kesatu utk LHI dan AF, yg disusun dg model alternatif menggunakan tiga pasal berlapis utk LHI.
Selanjutnya, Dakwaan Kedua terkait dg TPPU (Pencucian Uang)...
Tapi, banyak banget deh... Hihihi...
Emmm, cuma karena ada Pak @ainulsyamsu, saya tulis konstruksi awalnya saja ya, Pak...
1. Dakwaan Kedua utk TPPU, dikonstruksi dari masa LHI menjabat sbg pejabat negara, yaitu September 2004-Oktober 2009.
2. Bhw LHI sbg org dinilai telah melakukan beberapa perbuatan yg harus dipandang sbg perbuatan berdiri sendiri...
3.... sehingga merupakan kejahatan, yg dengan sengaja menempatkan, memtransfer, membayar/membelanjakan, menghibahkan...
4... menitipkan harta kekayaan yg diketahuinya atau patut diduga merupakan Tipikor, baik atas namanya atau pihak lain.
5. Berdasarkan Berita Negara th 2003, diketahui bhw LHI sbg anggota DPR memiliki harta Rp 300 jutaan.
Sudah dibacakan di sidang terbuka. “@TavipGanefo: Dakwaan ini termasuk dokumen terbuka untuk publik bukan? @febridiansyah”
6. Juga harta tidak bergerak, harta bergerak, Giro dan setara kas, piutan dan hutang.
7. Disebutkan juga ttg sumber penghasilan sbg anggota DPR dan tunjangan sbg Presiden partai.
8. Nah, konstruksi TPPU disusun dari adanya transaksi pd Maret 2007-Desember 2008, dlm bentuk pembelian mobil dan tanah...
9... yg kemudian diserahkan kpd orang lain. Dimana, nilai transaksi tidak tercatat dlm LHKPN.
10. Daei transaksi2 tsb, LHI diketahui atau patut diduga sbg hasil tindak pidana korupsi berkaitan dg tugas dan jabatannya sbg anggota DPR.
Untuk TPPU-nya segitu saja. Karena soal transaksi, nanti di persidangan saja.
Bagian II
"MEMBEDAH DAKWAAN LHI"
by @ainulsyamsu
Founder & Senior Partner of Syamsu Hamid & Partners: Attorneys and Counsellors at Law
Anggota Majelis Hukum & HAM PP Muhammadiyah
Setelah membaca twit Bu @eli_dwina tentang dakwaan LHI, saya jadi bertanya2 kemana arah dari dakwaan itu?
(@eli_dwina: Memaksimalkan ancaman pidana. )
Hukum pidana seperti mundur ke belakang ya karena berorientasi kepada pidana berat saja...
(@eli_dwina: Kan declare-nya: "Miskinkan koruptor, bukan berantas korupsi utk keadilan")
Sedih ya Bu @eli_dwina karena melanggar asas proporsional dan melampaui batas kesalahannya...
(@eli_dwina: Saya berusaha mencari jawabnya juga, pak… @ainulsyamsu: Sedih ya, karena melanggar asas proporsional dan melampaui batas kesalahannya...”)
Apakah hanya LHI dan AF yang target dari dakwaan tersebut ataukah juga akan melibatkan pejabat Kementan?
Jika hanya LHI dan AF, kenapa peran LHI yang begitu kecil bisa dijadikan sandaran dakwaan PU?
Secara umum, pasal TPK yang didakwakan mensyaratkan status sbg penyelenggara negara dg kewenangannya, baik disalahgunakan maupun tidak...
Meski tidak disalahgunakan, keterkaitan antara status sebagai penyelenggara negara & kewenangannya harus tetap ada bahkan menjadi keharusan
Contoh sederhana pasal 11 itu adalah seorang polisi yang menerima duit untuk tertibkan lalu lintas..
Meski kewenangan dan kewajiban dilaksanakan, itu tetap keliru dan memenuhi rumusan delik Pasal 11 karena...
Statusnya sebagai polisi berhubungan dengan kewenangan, di mana ia menerima uang untuk itu. Jika tidak ada hubungan, maka bukan strafbaar...
Jadi yang menjadi catatan penting adalah hubungan status dg kewenangan.
Nah yang saya heran, hubungan status dengan kewenangan itu sama sekali tidak nampak dalam dakwaan (LHI)...
Bagaimana bisa nampak kalo yang bersangkutan saja tidak berwenang? Jadi hubungan status dan kewenangan ya mustahil...
Apalagi peristiwanya hanya "berjalan di tempat" karena selalu ditolak. Dan proses sebelum penolakan pun, LHI tidak punya peran suap...
(@kusuma_putri99: dalam dakwaan, pengajuan penambahan kuota ditolak kementan. Jd siapa penguasa penambahan kuota daging?)
nah itu, kenapa dua "penguasa" yang lain juga gak diproses? (menteri perdagangan + menkoperekonomian)
Sekali lagi jika pihaknya hanya LHI dan AF, maka sama sekali tidak strafbaar... Tapi kenapa fakta itu ttp digunakan dalam dakwaan??
Jika pihaknya adalah LHI+AF dan Kementan juga tidak terpenuhi. Kan ditolak beberapa kali...
Jika keduanya (Maksud saya dua konstruksi hukum) tidak terpenuhi, lantas apa sebenarnya tujuan dakwaan itu? Jangankan tindak pidana, percobaan pun tidak terpenuhi..
Percobaan itu harus penuhi 3 syarat: niat (subyektif), permulaan pelaksanaan yg secara obyektif dekat dg tujuan, perbuatan itu melawan hukum.
Nah dari konstruksi dakwaan PU ada nggak yang penuhi 3 syarat itu? Nggak ada. Lagi pula percobaan bukan tindak pidana asal.
Predicate crime itu delik selesai...
(@eli_dwina: Semoga hakimnya berani.)
Betul Bu. Sangat diharapkan.
Nah tentang dakwaan TPPU juga ada pertanyaan besar...
Sebelum ke TPPU, saya mau tanya: rapat, telponan itu melanggar hukum nggak? Nggaklah...
Nah fakta dalam dakwaan TPPU ini tidak berhubungan sama sekali dg TPK yg didakwakan dlm dakwaan I ... Aneh... *kening berkerut
Tujuan dakwaan kumulasi TPPU supaya keduanya dapat dibuktikan dalam rangkaian yg berkisambungan...
Keanehan hukum lainnya adalah bahwa TPPU didasarkan jabatan dan perolehan dana yang sah menurut hukum...
Sejak kapan jadi anggota DPR, nggak boleh? Dapat gaji anggota dewan, nggak boleh? Digaji partai, nggak boleh? Digaji LSM aja boleh kok..
Keanehan lain, bagaimana mungkin TPPU disandarkan kepada proses administratif, LHKPN? Gak sesuai LHKPN sudah pasti salah tanpa menelusuri ..
Tanpa menelusuri sumber perolehan dana sesungguhnya untuk pastikan melanggar hukum atau tidak...
Inilah efek buruk jika "hasil tindak pidana" tidak dibuktikan... Anda punya uang banyak dan ditaro di bank akan jadi tindak pidana.
Itulah pentingnya unsur "hasil tindak pidana" untuk membatasi agar orang yg berhak tidak terkena pasal TPPU...
(Dak I penambahan kuota sapi ditolak, tidak terjadi. Dak II asal uang disangkakan dari gaji DPR dan gaji partai.)
Kesimpulannya: Dakwaan I (Suap) rusak. Dakwaan II (TPPU) lebih rusak lagi...
Dakwaan TPPU lebih parah karena yg banyak dibahas adalah gaji DPR, gaji partai dan LHKPN....
(@IrwanDion: jika PU (Penuntut Umum) tidak dapat membuktikan secara sah dan meyakinkan hanya mendakwa patut diduga atau diketahui, gimana mas?)
Tidak bisa buktikan: bebas.
Dakwaan bukanlah kebenenaran hukum, tetapi hanya kebenaran informatif versi PU, sebagaimana pleidoi bagi Penasihat Hukum...
Kebenaran informatif akan dipilah dan dibuktikan untuk mencapai kebenaran hukum berdasarkan putusan pengadilan...
Oleh karena itu, peradilan tidak hanya "mencari kebenaran" tetapi harus "menentukan kebenaran" diantara kebenaran subyektif lainnya...
_____
Untuk berdiskusi dengan dua narasumber diatas silakan folow dan pantengin TL twiter Bu @Eli_Dwina dan Pak @ainulsyamsu
*pkspiyungan
posted by @A.history
Label:
TOPIK PILIHAN
June 28, 2013
*http://www.dakwatuna.com/2013/06/27/35865/metamorfosis-perjuangan-pks-telah-sempurna/#axzz2XQHWA1wk
posted by @A.history
Metamorfosis Perjuangan PKS Telah Sempurna
Akhirnya masa-masa yang meneganggkan di tubuh Partai Keadilan sejahtera telah dilewati. Berbagai persepsi dan gerakan yang dilancarkan lawan politik pupus di tengah jalan. Opini yang digulirkan oleh haters PKS tentang wanita-wanita cantik juga tak terbukti. Ancaman PKS “ditendang” dari koalisi juga sampai saat ini belum berkicau. Cacian dan makian para haters PKS di media saat ini juga telah usang. Singkat kata lengkap lah sudah perjalanan PKS menuju kemenangan.
Mungkin Anda adalah banyak menonton film. Sebuah skenario film yang bagus harus mendesain tantangan dan rintangan yang berat bagi pemeran utama. Biasanya tokoh utama dalam film benar-benar dihantam oleh berbagai polemik. Namun, pada akhir cerita, semuanya akan terharau atas ketabahan dan kesabarannya dalam menjalani metamorfosis perjuangan. Jika manusia saja sehebat itu membuat skenario film, lalu mengapa skenario “Film” Allah dalam proyek film kehidupan dengan judul ” Metamofosis PKS” tidaklah lebih baik? Pasti jauh lebih baik dari yang manusia bayang kan. Ujian yang bertubi- tubi menghantam tubuh PKS adalah bagian dari skenario itu. Semakin tokoh utama menderita, semakin indah perjuangan dan petualangannya. Maka wajar, sebelum luka PKS sembuh, luka baru segera dikirimkan. Meskipun demikian, PKS tak mengeluh. Selalu ada saja jalan bagi PKS menghibur segala sakit yang diderita. Banyak alasan yang membuat mereka tak meneteskan air mata, banyak alasan yang membuat mereka menggerutu ketika sakit. Sebab mereka percaya, tak ada segenggam kemenangan yang dibayar dengan kenikmatan. Semuanya harus dibayar dengan tangisan dan air mata.
Dari rentetan perjuangan PKS ini, saya membuatkan mereka secangkir kata pelipur kesedihan. Semoga ini bisa memenuhi dahaga mereka dalam perjalanan politik.
Sudah cukup PKS di caci maki oleh lawan politik !
Sudah cukup PKS di hajar oleh media !
Sudah cukup PKS dipermainkan oleh Pemerintah !
Saatnya kepal kan tangan dan teriakan “Lawan dan lawan”
Gimana kawan PKS, sudah siapkah kalian untuk melengkapi metamorfosis dakwah ini? Sekarang saatnya PKS “melawan” tanpa harus takut pada siapa pun. Tokoh dan amunisi perang telah dipersiapkan. Kuda-kuda petarung telah menunggu untuk kau tunggangi. Apalagi yang membuatmu takut? Kalau bicara kualitas kader sudah mapan. Dari pengamatan saya, tokoh –tokoh intelektual yang lahir dari “Rahim PKS” sudah mampu berlari mengejar kejayaan Indonesia. Mereka telah dewasa membedakan mana yang salah dan mana yang benar. Mereka pun sudah biasa bertarung di berbagai medan politik. Lalu apalagi yang membuat kalian bisu? Apakah kalian takut dengan lawan? Saatnya kepal kan tangan untuk melawan dan melawan.
Jangan pernah simpan lagi rasa pesimis. Kalian berada dalam barisan intelektual. Katakanlah Fahri Hamzah si Umar Bin Khathab nya PKS yang siap menjulurkan pedang perlawanan, katakanlah Anis Matta si pewaris cinta Muhammad. Tokoh yang dalam setiap pidato mengoyak perasaan. Katakanlah si Andi Rahmat, Ahli ekonomi dari PKS. Sosok politis yang berani mengajak menteri keuangan berdebat masalah ekonomi kenegaraan. Bahkan Sri Mulyani saja acungkan Jempol atas kehebatan analisis ekonominya. Katakanlah si Indra, Caretaker UU kenegaraan. Sosok kader yang suka memutilasi setiap pasal. Katakanlah si Salim A Fillah, tokoh yang dikenal di tubuh PKS sebagai kader julukan “si mata pena PKS”. Masih banyak lagi ngak usah dipaparkan satu persatu. Lalu Apa yang membuat kalian duduk nyenyak? sekarang berdiri dan buatlah satu komitmen dalam diri kader PKS bahwa;
Ketika Bendera perlawanan PKS telah berkibar !
Ketika Sirene Megaphone perjuangan telah berbunyi !
Ketika air mata penderitaan rakyat Indonesia tumpah membanjiri tanah Air !
Ketika ratapan anak negeri telah menggema di setiap sudut kota !
Maka perlawanan harga mati !
Jumlah kader Partai keadilan Sejahtera memanglah sedikit. Tetapi jumlah kader bukan ukuran untuk meraih kemenangan. Dalam perang Ahzab saja, jumlah pasukan lawan 10 ribu, sementara umat Islam hanya ada 700 -an. Toh sejarah mencatat, Islam memukul mundur pasukan lawan. Bahkan Konstantinopel yang katanya kokoh, toh akhirnya bertekuk lutut di bawah komando Al fatih. Bahkan hari ini, kondisimu tidaklah lebih buruk dari kondisi perang di zaman Rasul. Para sahabat yang berjuang menahan lapar dengan mengganjal perutnya dengan batu. Dengan harapan, rasa lapar tidak terasa menyiksa perut mereka.
Fenomena ini juga telah dilalui oleh PKS. Coba Anda perhatikan, cacian dan makian para haters PKS sudah, konspirasi media dalam upaya “menampar” wajah PKS juga sudah, Ancaman Penguasa juga sudah, bahkan dituduh korupsi pun sudah. Singkatnya, metamorfosis dakwah PKS telah sempurna.
Lalu apa lagi yang membuat PKS diam?
Bangkitlah….bangunkan negeri ini dari mimpi buruknya. Jangan biarkan negeri ini terninabobokan terlalu lama. Rakyat akan terlena dengan mimpi yang semakin tak pasti. Berikan rakyat harapan yang nyata bukan sekedar mimpi. Yakinlah, suatu saat usahamu akan berharga bagi rakyat Indonesia.
Terakhir sebagai penutup, saya titipkan kata-kata motivasi dari para mahasiswa untuk PKS. Semoga ini bisa menjadi titik kebangkitan PKS di Indonesia.
“Jatuh tertindas, bangkit melawan! Sebab diam adalah sebuah penghianatan”
Salam Cinta
Idrus Dama Gorontalo
*http://www.dakwatuna.com/2013/06/27/35865/metamorfosis-perjuangan-pks-telah-sempurna/#axzz2XQHWA1wk
posted by @A.history
Label:
TOPIK PILIHAN
June 27, 2013
Ini Fakta Medis di Balik Sembelihan Syar'i
Written By Sjam Deddy on 27 June, 2013 | June 27, 2013
Alhikmatu dhalatul mu'min,
hikmah itu pada hakikatnya ada di tiap lini kehidupan manusia, tak
terkecuali dalam tata cara penyembelihan hewan. Menurut Staf Khusus
Bidang Efisiensi Pembangunan Pertanian Kementerian Pertanian Dr Hasim
Danuri DEA, perlakuan baik saat menyembelih, ihsan adz-dzabh, manfaatnya akan kembali kepada kesehatan manusia itu sendiri.
Tenaga Ahli LPPOM MUI ini mencontohkan, berkaitan dengan tuntunan agar darah dari hewan tersebut mesti dikeluarkan, iraqat ad dam. Maka saat penyembelihan, penting memastikan bahwa darah telah keluar dengan sempurna dan proses tersebut tidak terlewatkan. Ia mengutip Surah al-Maidah ayat ketiga dan al-An'am ayat 145.
Sebaiknya setelah disembelih, ayam, misalnya, didiamkan 5-10 menit hingga darahnya keluar semua, baru dimasukkan ke dalam air panas untuk dicabut bulunya. Jika proses itu tidak dilakukan, kualitas daging akan buruk. Darah yang tidak keluar dari tubuh hewan menjadi media tumbuhnya bakteri sehingga berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi.
Demikian pula bila memantik trauma atau stres hewan yang akan disembelih. Stres pada hewan bisa membuat daging mengandung asam laktat yang mampu membuat PH daging menjadi rendah.
Dosen Biokimia FMIPA Institut Pertanian Bogor ini menjelaskan, ada sejumlah metode kontemporer yang telah mendapat persetujuan MUI karena dinilai praktis dan mengurangi rasa sakit hewan. Pertama, secara kimia, yaitu pemberian eter atau bius pada hewan, cara ini sudah jarang lagi dipakai. Kedua, dengan listrik atau setrum, ini biasanya digunakan pada ayam dan sapi. Ketiga dengan mekanik, atau captive ball pistol, yaitu dengan cara mengetok kepala sapi dengan pistol bola.
Metode-metode ini bertujuan untuk memingsankan hewan lebih dahulu, baru disembelih. Namun, begitu dipingsankan, harus segera disembelih untuk mencegah terjadinya blood splashing, yaitu pembuluh darah pecah akibat trauma mekanik atau setrum. Jika tidak, akan muncul bercak darah di daging yang membuat kualitas daging berkurang.
Tetapi, ia menegaskan cara yang paling baik tetap saja seperti sunah yang telah diajarkan Rasulullah. Ini merupakan cara yang paling baik. Terbukti dengan selarasnya riset-riset tentang kualitas daging yang disembelih dengan darah hewan keluar sempurna. Ini merupakan hikmah penyembelihan hewan sesuai syariat Islam. Islam merupakan agama yang membawa hanya kebaikan.
Dosen IPB Dr Anna P Roswiem mengatakan cara penyembelihan hewan dengan memotong tiga urat, termasuk urat napas, kerongkongan (makan), dan darah. Hewan tersebut ada yang dipotong dengan pisau tajam, ada juga yang dipotong dengan mesin.
Memang, imbuhnya, akan ada kualitas perbedaan daging. Namun, itu terjadi jika hewannya tidak dipelihara dan diurus dengan baik. Terutama, jika hewan-hewan tersebut berasal dari daerah yang jauh, yang harus berada di jalan berhari-hari. Hewan tersebut bisa stres dan dagingnya pun kurang berkualitas lagi.
Membedakan daging
Lebih lanjut, Hasim Danuri menjelaskan kiat membedakan antara daging bangkai dan daging yang disembelih. Pertama dengan melihat warnanya. Warna daging yang disembelih, misalnya ayam, berwarna putih. Jika sapi, berwarna merah muda cerah. Sedangkan yang tidak disembelih, dagingnya berwarna merah tua. Selain itu, daging hewan yang disembelih jika dipegang terasa kenyal, tidak lunak seperti daging yang tidak disembelih sempurna
Tenaga Ahli LPPOM MUI ini mencontohkan, berkaitan dengan tuntunan agar darah dari hewan tersebut mesti dikeluarkan, iraqat ad dam. Maka saat penyembelihan, penting memastikan bahwa darah telah keluar dengan sempurna dan proses tersebut tidak terlewatkan. Ia mengutip Surah al-Maidah ayat ketiga dan al-An'am ayat 145.
Sebaiknya setelah disembelih, ayam, misalnya, didiamkan 5-10 menit hingga darahnya keluar semua, baru dimasukkan ke dalam air panas untuk dicabut bulunya. Jika proses itu tidak dilakukan, kualitas daging akan buruk. Darah yang tidak keluar dari tubuh hewan menjadi media tumbuhnya bakteri sehingga berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi.
Demikian pula bila memantik trauma atau stres hewan yang akan disembelih. Stres pada hewan bisa membuat daging mengandung asam laktat yang mampu membuat PH daging menjadi rendah.
Dosen Biokimia FMIPA Institut Pertanian Bogor ini menjelaskan, ada sejumlah metode kontemporer yang telah mendapat persetujuan MUI karena dinilai praktis dan mengurangi rasa sakit hewan. Pertama, secara kimia, yaitu pemberian eter atau bius pada hewan, cara ini sudah jarang lagi dipakai. Kedua, dengan listrik atau setrum, ini biasanya digunakan pada ayam dan sapi. Ketiga dengan mekanik, atau captive ball pistol, yaitu dengan cara mengetok kepala sapi dengan pistol bola.
Metode-metode ini bertujuan untuk memingsankan hewan lebih dahulu, baru disembelih. Namun, begitu dipingsankan, harus segera disembelih untuk mencegah terjadinya blood splashing, yaitu pembuluh darah pecah akibat trauma mekanik atau setrum. Jika tidak, akan muncul bercak darah di daging yang membuat kualitas daging berkurang.
Tetapi, ia menegaskan cara yang paling baik tetap saja seperti sunah yang telah diajarkan Rasulullah. Ini merupakan cara yang paling baik. Terbukti dengan selarasnya riset-riset tentang kualitas daging yang disembelih dengan darah hewan keluar sempurna. Ini merupakan hikmah penyembelihan hewan sesuai syariat Islam. Islam merupakan agama yang membawa hanya kebaikan.
Dosen IPB Dr Anna P Roswiem mengatakan cara penyembelihan hewan dengan memotong tiga urat, termasuk urat napas, kerongkongan (makan), dan darah. Hewan tersebut ada yang dipotong dengan pisau tajam, ada juga yang dipotong dengan mesin.
Memang, imbuhnya, akan ada kualitas perbedaan daging. Namun, itu terjadi jika hewannya tidak dipelihara dan diurus dengan baik. Terutama, jika hewan-hewan tersebut berasal dari daerah yang jauh, yang harus berada di jalan berhari-hari. Hewan tersebut bisa stres dan dagingnya pun kurang berkualitas lagi.
Membedakan daging
Lebih lanjut, Hasim Danuri menjelaskan kiat membedakan antara daging bangkai dan daging yang disembelih. Pertama dengan melihat warnanya. Warna daging yang disembelih, misalnya ayam, berwarna putih. Jika sapi, berwarna merah muda cerah. Sedangkan yang tidak disembelih, dagingnya berwarna merah tua. Selain itu, daging hewan yang disembelih jika dipegang terasa kenyal, tidak lunak seperti daging yang tidak disembelih sempurna
Oleh Nasih Nashrullah
posted by @Adimin
Label:
Ilmu dan Islam,
TOPIK PILIHAN
June 27, 2013
posted by @A.history
KPK Masukkan Sampah dalam Dakwaan Luthfi Hasan
JAKARTA — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah mengaku geram dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengusik partainya dalam kasus dugaan suap kuota impor daging sapi. Menurutnya, KPK terlalu mengada-ada membuat surat dakwaan untuk kasus yang menyeret mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan orang terdekatnya Ahmad Fathanah itu.
"KPK itu memasukkan sampah ke dalam dakwaan. Siapa itu Yudi Setiawan?" kata Fahri di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (26/6/2013).
Anggota Komisi III DPR ini mengungkapkan kegeramannya karena kasus itu turut mengganggu dinamika partainya. Ia juga menilai, dakwaan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas.
Fahri pun menantang KPK untuk mempertemukan Luthfi, Fathanah, dan Yudi Setiawan secara langsung di pengadilan agar semuanya terbuka jelas. Ia juga mengaku siap beradu argumen dan fakta dengan KPK serta Yudi Setiawan.
"Partai ini dibangun dengan susah payah, enak saja mau diganggu-ganggu," ujarnya.
Dalam surat dakwaan, Luthfi mengungkapkan adanya kongkalikong antara dirinya dengan orang dekatnya, Fathanah, dan pengusaha Yudi Setiawan, dalam mengumpulkan dana untuk PKS. Menurut surat dakwaan, Luthfi pernah membahas rencana konsolidasi perolehan dana Rp 2 triliun dalam rangka pemenuhan target PKS pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.
"KPK itu memasukkan sampah ke dalam dakwaan. Siapa itu Yudi Setiawan?" kata Fahri di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (26/6/2013).
Anggota Komisi III DPR ini mengungkapkan kegeramannya karena kasus itu turut mengganggu dinamika partainya. Ia juga menilai, dakwaan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas.
Fahri pun menantang KPK untuk mempertemukan Luthfi, Fathanah, dan Yudi Setiawan secara langsung di pengadilan agar semuanya terbuka jelas. Ia juga mengaku siap beradu argumen dan fakta dengan KPK serta Yudi Setiawan.
"Partai ini dibangun dengan susah payah, enak saja mau diganggu-ganggu," ujarnya.
Dalam surat dakwaan, Luthfi mengungkapkan adanya kongkalikong antara dirinya dengan orang dekatnya, Fathanah, dan pengusaha Yudi Setiawan, dalam mengumpulkan dana untuk PKS. Menurut surat dakwaan, Luthfi pernah membahas rencana konsolidasi perolehan dana Rp 2 triliun dalam rangka pemenuhan target PKS pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.
posted by @A.history
Label:
TOPIK PILIHAN
June 27, 2013

* https://twitter.com/Fahrihamzah
posted by @A.history
"Politisi Muda, Jangan Takut Gelap, Arus dan Gelombang" | By @Fahrihamzah

sebelum tidur, jangan biarkan siapapun menantang moralmu. hadapi dengan jujur terbuka.
orang2 ini melakukan distorsi, tampil lah. apakah yang kau ragukan. karakter adalah soal keberanian melihat darah.
politik yang kita jalani sebagai amal adalah ibadah karenanya Ia tak boleh menjadi kebanggaan atau sumber kesombongan.
orang2 perlu waktu untuk mengenal kita dan oarang2 perlu waktu untuk membedakan siapa2 di antara kita. kita tak pernah sama.
tapi jangan biarkan orang ini menganggap diri mereka boleh menantang moralmu...sebab jika moralmu tak ada kau tak perlu ada.
orang2 ini melakukan distorsi, tampil lah. apakah yang kau ragukan. karakter adalah soal keberanian melihat darah.
politik yang kita jalani sebagai amal adalah ibadah karenanya Ia tak boleh menjadi kebanggaan atau sumber kesombongan.
orang2 perlu waktu untuk mengenal kita dan oarang2 perlu waktu untuk membedakan siapa2 di antara kita. kita tak pernah sama.
tapi jangan biarkan orang ini menganggap diri mereka boleh menantang moralmu...sebab jika moralmu tak ada kau tak perlu ada.
orang2 tidak perduli dengan diri mereka, mereka hanya perlu menguji pemimpin mereka. berani jadi pemimpin adalah berani diuji.
dalam politik, kita akan menghabiskan banyak waktu untuk membuktikan mana yang asli dan mana yang palsu.
publik sudah berkali tertipu dan karena itu sekali lagi, publik perlu melakukan uji atas karakter para pemimpin.
jika pujian selalu dinanti dan hujatan selalu dihindari Maka sebaiknya jangan jadi politisi. jadi comedian saja.
kawan2 politisi muda, yang penting moral kita tak boleh ditantang. meski mereka selalu mencoba. kepala harus terus tegak.
sering aku katakan, aku akan tahu waktuku. aku akan tahu kapan aku SDh menjadi bagian dari masalah. saat itu aku berhenti,
tapi, tugas terbesar kita dalam jihad politik adalah membuktikan bahwa kita tulus dan kita berani. kita tak boleh mudah patah.
jangan takut gelap, jangan takut arus, jangan takut gelombang takutlah kepada Allah atas kejahatan yang kau sembunyikan.
bangsamu sedang menunggu kesejatian. dan aku akan lawan kepalsuan. sampai titik darah penghabisan. END.
dalam politik, kita akan menghabiskan banyak waktu untuk membuktikan mana yang asli dan mana yang palsu.
publik sudah berkali tertipu dan karena itu sekali lagi, publik perlu melakukan uji atas karakter para pemimpin.
jika pujian selalu dinanti dan hujatan selalu dihindari Maka sebaiknya jangan jadi politisi. jadi comedian saja.
kawan2 politisi muda, yang penting moral kita tak boleh ditantang. meski mereka selalu mencoba. kepala harus terus tegak.
sering aku katakan, aku akan tahu waktuku. aku akan tahu kapan aku SDh menjadi bagian dari masalah. saat itu aku berhenti,
tapi, tugas terbesar kita dalam jihad politik adalah membuktikan bahwa kita tulus dan kita berani. kita tak boleh mudah patah.
jangan takut gelap, jangan takut arus, jangan takut gelombang takutlah kepada Allah atas kejahatan yang kau sembunyikan.
bangsamu sedang menunggu kesejatian. dan aku akan lawan kepalsuan. sampai titik darah penghabisan. END.
posted by @A.history
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
June 27, 2013
*http://politik.kompasiana.com/2013/06/26/apa-salah-pks-2-572219.html
posted by @A.history
Apa Salah PKS? (2)
Oleh: A Zaki/ Kompasianer
Sebagaimana tulisan saya beberapa waktu lalu, saya berusaha menelisik apa sebenarnya salah PKS di mata banyak pihak.
Saya kebetulan punya beberapa kawan anggota DPR, DPRD I & II dari berbagai partai. Saya seringkali bertukar pikiran mengenai beberapa hal termasuk dunia politik. Ada beberapa obrolan yang menarik bagi saya untuk dicermati. Mereka rata-rata kurang suka dengan anggota dewan dari PKS karena susah diajak kompromi untuk menerima dana-dana yang tidak jelas asal usulnya.
Untuk menolak dana-dana yang tidak jelas itu, anggota dewan dari PKS selalu mengatakan: “Dewan Syariah kami belum ada fatwa untuk itu jadi kami tidak bisa menerima dana tersebut” Kebanyakan mereka merasa terganggu atas sikap anggota dewan dari PKS ini. Sedikit-sedikit dewan syariah, sedikit-sedikit dewan syariah. Mungkin saja anggota dewan dari PKS yang lain ada yang mudah-mudah saja menerima sesuatu yang belum jelas urusannya, namanya juga manusia. Akan tetapi, yang ingin saya sampaikan adalah bahwa sistem di PKS secara keseluruhan diawasi oleh dewan syariah yang ada di tingkat pusat dan wilayah.
Jadi perilaku-perilaku yang mengarah pada pelencengan sistem akan dengan mudah di deteksi dan diambil tindakan. Saya teringat dengan kejadian dikeluarkannya mantan Ketua DPD PKS di salah satu kota di jawa barat. Beliau di keluarkan dari PKS gara-gara bermasalah dengan korupsi, dan hal itu juga dilakukan PKS bahkan untuk mantan ketua dewan syariah pusat itu sendiri.
Kembali lagi, saya menggaris bawahi bagaimana PKS bergerak di atas sistem yang dibangun untuk survival gerakan kepartaiannya. Ayoo kita meminta fatwa kepada hati kita…karena hati kita kita tidak pernah menyemunyikan kebenaran, beda dengan otak kita.
Saya kebetulan punya beberapa kawan anggota DPR, DPRD I & II dari berbagai partai. Saya seringkali bertukar pikiran mengenai beberapa hal termasuk dunia politik. Ada beberapa obrolan yang menarik bagi saya untuk dicermati. Mereka rata-rata kurang suka dengan anggota dewan dari PKS karena susah diajak kompromi untuk menerima dana-dana yang tidak jelas asal usulnya.
Untuk menolak dana-dana yang tidak jelas itu, anggota dewan dari PKS selalu mengatakan: “Dewan Syariah kami belum ada fatwa untuk itu jadi kami tidak bisa menerima dana tersebut” Kebanyakan mereka merasa terganggu atas sikap anggota dewan dari PKS ini. Sedikit-sedikit dewan syariah, sedikit-sedikit dewan syariah. Mungkin saja anggota dewan dari PKS yang lain ada yang mudah-mudah saja menerima sesuatu yang belum jelas urusannya, namanya juga manusia. Akan tetapi, yang ingin saya sampaikan adalah bahwa sistem di PKS secara keseluruhan diawasi oleh dewan syariah yang ada di tingkat pusat dan wilayah.
Jadi perilaku-perilaku yang mengarah pada pelencengan sistem akan dengan mudah di deteksi dan diambil tindakan. Saya teringat dengan kejadian dikeluarkannya mantan Ketua DPD PKS di salah satu kota di jawa barat. Beliau di keluarkan dari PKS gara-gara bermasalah dengan korupsi, dan hal itu juga dilakukan PKS bahkan untuk mantan ketua dewan syariah pusat itu sendiri.
Kembali lagi, saya menggaris bawahi bagaimana PKS bergerak di atas sistem yang dibangun untuk survival gerakan kepartaiannya. Ayoo kita meminta fatwa kepada hati kita…karena hati kita kita tidak pernah menyemunyikan kebenaran, beda dengan otak kita.
*http://politik.kompasiana.com/2013/06/26/apa-salah-pks-2-572219.html
posted by @A.history
Label:
TOPIK PILIHAN
June 27, 2013
posted by @A.history
Salah Apa PKS?
Oleh : A Zaki/Kompasianer
Membaca dan memperhatikan berita-berita di media belakangan ini luar biasa bisingnya. Apalagi apabila menyangkut PKS. Sebagai orang yang sering berinterksi dengan para kader PKS, saya sungguh prihatin dengan kondisi PKS saat ini.
Terkadang, saya bertanya dalam diri, salah apa PKS dan kader-kadernya? Sebagai orang luar dan tidak berkepentingan dengan PKS sehingga orang-orang begitu bersemangat ‘membantai’ habis-habisan. Saya teramat heran dengan beberapa pihak yang begitu bernafsu ingin menghabisi riwayat PKS. Padahal saya menyaksikan sendiri amal kegiatan yang dilakukan oleh para kader PKS dari mulai tingkat DPD, DPC dan Ranting bahkan tingkat RT/RW.
Kebetulan saya tinggal di Cikarang. Saya sering melihat sendiri kegiatan-kegiatan kader-kader PKS yang begitu ikhlas disela-sela waktu setelah pulang kerja dan hari libur. Pembagian sembako, pengobatan gratis, pengecekan tensi darah, membantu korban banjir, penyuluhan ibu-ibu PKK, pengajian rutin dan masih banyak lagi kegiatan yang dilakukan hampir tiap pekan/bulan, padahal PEMILU masih cukup jauh pelaksanaannya. Partai lain mana aksi-aksinya untuk masyarakat?
Saat ini PKS ‘dihajar’ oleh beberapa pihak yang seolah kompakan. Pertama, oleh partai pemerintah, mereka begitu ngotot untuk mendepak PKS dari setgab. Kedua KPK, KPK begitu bersemangat ‘melucuti’ PKS. Padahal sebagaimana dibicarakan banyak pihak, KPK begitu loyo menyelesaikan skandal mega korupsi di negeri ini. Ketiga Media. Media begitu seragam untuk secara bersama-sama menyerang PKS dari berbagai sudut. Bahkan media tidak segan untuk ‘memelintir’ berita dari berbagai narasumber termasuk dari pengurus PKS sendiri.
Terkadang, saya bertanya dalam diri, salah apa PKS dan kader-kadernya? Sebagai orang luar dan tidak berkepentingan dengan PKS sehingga orang-orang begitu bersemangat ‘membantai’ habis-habisan. Saya teramat heran dengan beberapa pihak yang begitu bernafsu ingin menghabisi riwayat PKS. Padahal saya menyaksikan sendiri amal kegiatan yang dilakukan oleh para kader PKS dari mulai tingkat DPD, DPC dan Ranting bahkan tingkat RT/RW.
Kebetulan saya tinggal di Cikarang. Saya sering melihat sendiri kegiatan-kegiatan kader-kader PKS yang begitu ikhlas disela-sela waktu setelah pulang kerja dan hari libur. Pembagian sembako, pengobatan gratis, pengecekan tensi darah, membantu korban banjir, penyuluhan ibu-ibu PKK, pengajian rutin dan masih banyak lagi kegiatan yang dilakukan hampir tiap pekan/bulan, padahal PEMILU masih cukup jauh pelaksanaannya. Partai lain mana aksi-aksinya untuk masyarakat?
Saat ini PKS ‘dihajar’ oleh beberapa pihak yang seolah kompakan. Pertama, oleh partai pemerintah, mereka begitu ngotot untuk mendepak PKS dari setgab. Kedua KPK, KPK begitu bersemangat ‘melucuti’ PKS. Padahal sebagaimana dibicarakan banyak pihak, KPK begitu loyo menyelesaikan skandal mega korupsi di negeri ini. Ketiga Media. Media begitu seragam untuk secara bersama-sama menyerang PKS dari berbagai sudut. Bahkan media tidak segan untuk ‘memelintir’ berita dari berbagai narasumber termasuk dari pengurus PKS sendiri.
Dari ketga pihak tersebut, kalau kita analisa maka akan mengerucut pada satu pihak, yaitu pihak yang merasa dirugikan dengan adanya PKS, silakan pembaca meneban sendiri.
Kembali saya bertanda pada diri sendiri. Apakah hati nurani kita sudah hilang dari sanubari sehingga kita dengan mudahnya memperdaya pihak lain. Kata Rasulullah SAW, “istaqfi qolbak”, memintalah fatwa dari hati mu. Hati kita adalah satu-satunya pihak yang seharusnya menjadi rujukan terakhir manakala otak kita sudah tidak bisa dijadikan rujukan atas berbagai tindakan kita. Otak kita memang mudah silau oleh ‘upah’ yang ditawarkan oleh pihak lain, apalagi upah tersebut berilai ratus juta, m-m-an dan mungkin jabatan menggiurkan.
Akhir kata, ayo kita menggunakan hati kita untuk memperbaiki perilaku kita..sebelum terlambat.
Kembali saya bertanda pada diri sendiri. Apakah hati nurani kita sudah hilang dari sanubari sehingga kita dengan mudahnya memperdaya pihak lain. Kata Rasulullah SAW, “istaqfi qolbak”, memintalah fatwa dari hati mu. Hati kita adalah satu-satunya pihak yang seharusnya menjadi rujukan terakhir manakala otak kita sudah tidak bisa dijadikan rujukan atas berbagai tindakan kita. Otak kita memang mudah silau oleh ‘upah’ yang ditawarkan oleh pihak lain, apalagi upah tersebut berilai ratus juta, m-m-an dan mungkin jabatan menggiurkan.
Akhir kata, ayo kita menggunakan hati kita untuk memperbaiki perilaku kita..sebelum terlambat.
*http://politik.kompasiana.com/2013/06/26/salah-apa-pks-572197.html
posted by @A.history
Label:
TOPIK PILIHAN
June 27, 2013
posted by @A.history
Isu Reshuffle, PKS: Kami Pegang Ucapan SBY
Tiga menteri asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah menyatakan siap diberhentikan dari Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Meski demikian, anggota Majelis Syura PKS, Sohibul Iman mengingat janji Susilo Bambang Yudhoyono. Apa itu?
Sohibul mengatakan, politik itu pada dasarnya komunikasi. "Saat membentuk koalisi, Pak SBY katakan komunikasi resmi itu dari saya (SBY). Kami berpegangan pada ucapan Pak SBY," kata dia di Gedung DPR, Rabu 26 Juni 2013.
Pada saatnya nanti, semua menteri pasti akan berhenti menjabat. Namun, para menteri tidak bisa begitu saja berhenti di tengah jalan. "Tidak perlu pernyataan dari menteri. Itu hak prerogatif presiden," kata dia.
Diberitakan sebelumnya, posisi PKS di koalisi berada di ujung tanduk setelah menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan kompensasinya. Di Paripurna, suara PKS dan partai di luar koalisi--PDI Perjuangan, Hanura, dan Gerindra-- kalah.
Pemerintah akhirnya menaikkan harga BBM dan membagikan kompensasi yang dinamai bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM). [umi/vivanews]
Sohibul mengatakan, politik itu pada dasarnya komunikasi. "Saat membentuk koalisi, Pak SBY katakan komunikasi resmi itu dari saya (SBY). Kami berpegangan pada ucapan Pak SBY," kata dia di Gedung DPR, Rabu 26 Juni 2013.
Pada saatnya nanti, semua menteri pasti akan berhenti menjabat. Namun, para menteri tidak bisa begitu saja berhenti di tengah jalan. "Tidak perlu pernyataan dari menteri. Itu hak prerogatif presiden," kata dia.
Diberitakan sebelumnya, posisi PKS di koalisi berada di ujung tanduk setelah menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan kompensasinya. Di Paripurna, suara PKS dan partai di luar koalisi--PDI Perjuangan, Hanura, dan Gerindra-- kalah.
Pemerintah akhirnya menaikkan harga BBM dan membagikan kompensasi yang dinamai bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM). [umi/vivanews]
posted by @A.history
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN









