pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Suasana Pilwako Memanas, Marak Aksi perusakan Alat Peraga

Written By Unknown on 21 September, 2013 | September 21, 2013


pkspadang.com, - Suasana politik memanas jelang dimulainya kampanye pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang pada 30 Oktober mendatang. Pilwako akan berlangsung pada 30 Oktober. Tampak semaraknya perang gambar sepuluh pasang kandidat yang akan bertarung, baik dalam bentuk baliho, spanduk, leflet, pamflet, stiker yang terlihat di setiap jalan, taman dan tempat-tempat umum lainnya.

Namun, sangat disayangkan pesta demokrasi yang sejatinya menjujung sikap damai dan anti kekerasan ini dinodai dengan aksi perusakan dan corat coret gambar beberapa pasangan calon, diantaranya gambar pasangan calon Mahyeldi Ansharullah,SP-Emzalmi.

”Banyak baliho kami yang rusak dan ada juga yang corat coret serta ditempeli gambar pasangan calon lain. Juga banyak spanduk serta pamflet kami yang hilang,” kata Wakil Walikota Padang yang juga calon Walikota nomor urut 10, Jumat (22/9).

Menurutnya, tindakan provokatif dan Black campaign ini menjadi tugas Panitia Pengawas Pemilu Panwaslu) untuk mengawasi dan mencegah agar dapat ditertibkan. ”Pihak kami tidak akan menanggapi dengan emosional dan tetap berpikir positif dengan menjujung tinggi politik santun. Dan Pilkada Damai,” tutur Mahyeldi yang akan berusaha keras meraih suara untuk menang satu putaran.

Mahyeldi menegaskan tidak mencurigai pasangan calon mana yang melakukan, karena kalau ditanggapi responsif justru akan jadi aura negatif. ”Sebaiknya para pasangan calon saling memberi energi positif. Siap menang, siap kalah,” tegas Wakil Walikota Padang ini.

Ketua Panwaslu Kota Padang, Lirna K. mengatakan akan memperketat pengawasan dan menindak para pelaku perusakan karena itu sudah termasuk ranah pidana. ”Kami menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban, keamanan, kenyamanan dan menjujung tinggi pemilukada damai,” harap Murti yang juga menegaskan agar Pilwako Padang dapat berjalan secara jujur dan adil. ”Juga jauhi politik uang,” tegasnya. (006)

*http://minangkabaunews.com/artikel-4102-suasana-pilwako-memanas-marak-aksi-perusakan-alat-peraga.html


posted by @A.history

Ajarkan Anak-anak Kita Dengan Metode Lukman al Hakim


pkspadang.com, KEMEROSOTAN akhlak nampaknya semakin merajarela dalam kehidupan sosial masyarakat Muslim hari ini, terutama di kalangan remaja. Pada mula nya kemerosotan akhlak ini hanya terjadi pada remaja-remaja yang tidak tersentuh dengan dunia pendidikan. Pada tahun  berikutnya dekandensi akhlak sudah merasuki remaja-remaja terpelajar.

Hal ini bisa dilihat dari pergaulan mereka sehari-hari. Mulai dari pergaulan bebas, mabuk-mabukan, berjudi, berzina, berpacaran, dan lain sebagainya. Kemorosotan ahklak kaum remaja semakin terlihat dengan banyaknya media-media yang mengekspos berbagai kasus negatif yang mereka lakukan.

Umumnya perbuatan buruk seseorang malu mengulangi. Dalam hal ini, seharusnya para remaja malu dengan kasus-kasus yang terkuak ke mata publik. Sekaligus timbul rasa penyesalan dan bercita-cita untuk tidak mengulangi lagi.

Tapi realitanya dengan benyaknya kasus yang terungkap, semakin semangat para remaja untuk melakukan hal-hal kejahatan. Naas!

Akibatnya sudah banyak dari remaja-remaja terpelajar yang kehilangan jati dirinya sebagai orang terdidik yang seharusnya berahklak terpuji.  Padahal ahklak inilah yang menjadi pembeda antara remaja terpelajar dengan remaja liar (baca: tidak terdidik).

Setelah terungkap kasus-kasus yang mereka lakukan, beragam kutukan pun dilemparkan atas mereka oleh berbagai pihak. Hal ini dilakukan untuk memberi arahan yang bahwa perbuatan itu tidak baik, bertentangan dengan norma agama dan sosial masyarakat. Sangat disayangkan pada hari berikutnya mereka kembali melakukan kejahatan yang sama.

Sebagai remaja terpelajar tentu bisa membedakan antara kejahatan dengan kebaikan. Sesudah melakukan kejahatan dan mendapat beragam kutukan, mereka pasti tidak akan melakukannya lagi. Mereka pasti merasa malu ketika kasus-kasus negatif terpampang ke mata publik. Namun kebanyakan remaja sekarang sama sekali tidak sadar.

Kelakuan mereka yang tak kunjung sadar itu terkadang menimbulkan beragam pertanyaan. Apakah remaja-remaja seperti itu hanya hadir sekolah untuk mengisi absensi kehadiran saja? Atau sekedar menampakan diri mereka ke mata masyarakat bahwa mereka pelajar? Ternyata tidak, kebanyakan dari mereka orang serius dalam belajar dan aktif dalam organisasi.

Sebagian orang menganggap kelakuan bejat mereka lahir dari diri mereka sendiri. Padahal jika diteliti ahklak remaja semacam ini terindikasi oleh pendidikan balianya. Karena pendidikan yang diberikan sejak kecil akan berpengaruh besar dalam pembentukan remaja seseorang.

Buruknya ahklak remaja sekarang berefek dari didikan balinya. Karena orangtua sekarang lebih memilih untuk memberikan pendidikan umum kepada anak-anaknya ketimbang pendidikan agama.

Yang kita saksikan, sejak lahir,  ilmu pertama kali yang terima anak-anak di lingkungan kita adalah cara main gadget. HP, laptop, main game, lalu cara berhitung, berbahasa Inggris, dan lain sebagainya. Karenanya jangan heran, saat ini anak-anak balita begitu lihat memainkan alat-alat komunikasi ini.

Apakah ini terlarang? Tentu tidak itu masalahnya.
Cara mendidik para orangtua zaman sekarang ini tidak seperti para orangtua zaman dahulu, di mana ketika anak lahir, sudah jauh hari ia dikenalkan dengan hakekat Tuhannya.

Para orangtua mengenalkan mereka agama dengan harapankelak akan membuatnya tidak salah arah.  

Bedanya, kebanyakan orangtua zaman sekarang dalam mendidik anak sudah meniru cara Barat. Sehingga tidak heran jika pada saat remaja, anak-anak mereka berkelakuan seperti remaja-remaja Barat.  

Sebagai ummat Islam pendidikan pertama yang harus diberikan kepada anak-anaknya adalah mengenalkan Allah سبحانه و تعالى  (Ilmu Tauhid). Ketika si anak sudah mengenal Allah, para orangtua yang bijak biasanya akan mengajarkan mereka cara-cara beribadat yang benar (Ilmu Fiqih). Selanjutnya diajarkan cara menjaga ibadat tersebut agar tidak sirna (Tasauf).

Jika ketiga pendidikan ini sudah ada pada diri si anak, ketika beranjak masa remaja anak-anak kita akan menjadi pribadi yang kuat. Baik baik budi pekertinya, lembut tutur katanya. Karena ketiga pendidikan di atas sudah merepresentasi bagaimana cara berintereaksi dengan Allah سبحانه و تعالى dan cara berintereaksi dengan manusia.

Pendidikan anak cara al-Quran

Dalam al-Qur’an sudah tertera cara mendidik anak serta ilmu apa pertama kali yang harus ditanamkan oleh orangtua. Banyak kisah-kisah para pendahulu kita yang sukses mendidik anak dengan metode Alquran. Sebut saja Lukmanul Hakim. Lalu pelajaran apa saja yang beliau berikan kepada anaknya?

Pertama, persoalan aqidah. Sebagaimana firman Allah," Wahai anak ku jangan sekali-kali engkau sekutukan Allah" (QS: Al-Lukman:13).

Kedua, rasa hormat kepada orangtua. Sebagai mana firman Allah;

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
" Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapakya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kepada ku dan ke dua ibu bapak mu, hanya kepada ku lah kembalimu." (QS: Al-Lukman: 14).

Ketiga, pendidikan moral.

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُن فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِي
" Wahai anakku bila ada kebaikan yang kamu kerjakan, kecil (tidak nampak oleh pandangan mata yang zahir), yang kecil itu tersembunyi dipuncak langit, di dasar bumi yang paling dalam atau di tengah-tengah batu hitam sekalipun, Allah pasti akan mengetahuinya dan pasti akan memberikan balasan yang sedail-adilnya" (QS: Al-Lukman: 16). 

Keempat, tatanan hidup si anak

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
"Wahai anakku dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar, dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu.Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah" (QS: Al-Lukman: 17). 

Inilah dasar-dasar agama dalam mendidik anak yang harus diaplikasikan oleh setiap orangtua sebelum memberikan berbagai disiplin ilmu lainnya. Mantapkan aqidah, tanamkan rasa hormat kepada orangtua, ajarkan ahklak dan tingkah laku yang baik, kemudian berikan tatanan hidup yang sesuai dengan Islam.

Kalau metode pendidikan Lukmanul Hakim sudah menjadi prioritas orang-orangtua sekarang dalam mendidik anak, insya Allah anak-anak kita nantinya akan tumbuh sebagai remaja yang taat kepada Allah, patuh kepada orangtua, dan jauh dari tingkah laku yang tercela. Kita lihat saja. *

Oleh: Abdul Hamid M Djamil  
posted by @Adimin

PKS Komitmen Lindungi Keluarga Indonesia

Written By @Adimin on 20 September, 2013 | September 20, 2013

pkspadang.com, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berkomitmen pada upaya upaya pengokohan keluarga Indonesia. Bidang Perem- puan PKS telah melaku- kan Gerakan Keluarga Berkualitas (GKB) di 33 provinsi di Indonesia. Sela- in itu Bidang Perempuan PKS menginisiasi berdirinya 400 Rumah Keluarga  Indonesia (RKI) di seluruh Indonesia.

Ketua Bidang Perempuan PKS Anis Byarwati mengatakan saat ini keluarga belum  menjadi basis pengambilan kebijakan publik. Di era globalisasi perlindungan keluarga sudah menjadi kebutuhan. "Untuk itu kita perkuat ketahanan keluarga melalui GKB dan RKI," ujarnya dalam pertemuan dengan perwakilan RKI di seluruh Indoneisa di Gedung DPP PKS, Jakarta, Rabu (18/9).

Anis menegaskan produk-produk konvensi internasional keluarga justru mengancam kekokohan sebuah keluarga. Ia mencontohkan hasil Konferensi Kependudukan di Kairo tahun 1993, menghasilkan konvensi yang mendefinisikan istilah couples (pasangan) tidak dikaitkan dengan keluarga secara umum. "Konvensi ini melindungi kelompok LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, and Transgender).  Artinya, terminologi keluarga tidak lagi terdiri dari ayah, ibu, dan anak," ungkap Anis.

Kondisi tersebut, ujar Anis, akan memberikan dampak negatif pada tatanan kehidupan masyarakat. Terminologi couples yang salah kembali berulang di konvensi lainnya, seperti Konvensi Perempuan keempat di Beijing 1995 dan Konvensi Istambul untuk kependudukan manusia 1996.

Selain itu,  Anis mencermati Konvensi Hak-Hak Anak (Convention On The Right Of The Child) 1989 telah menetapkan definisi anak adalah “setiap manusia yang berusia di bawah 18 tahun, kecuali, berdasarkan undang-undang menetapkan kedewasaan dicapai lebih awal”. Anis menilai definisi ini membawa konsekuensi ditetapkannya usia layak menikah di atas 18 tahun. Padahal, ungkap Anis, tak sedikit anak di bawah usia 18 tahun yang sudah aktif secara seksual. Dengan demikian, menurut PBB, remaja perlu dibekali kondom. "Saran PBB ini, bagi kami  bertentangan dengan nilai-nilai ketimuran dan agama yang dianut keluarga Indonesia dan mengancam sakralisasi ikatan keluarga yang mulia," papar Anis.

Fakta tersebut membuat tantangan keluarga Indonesia untuk membentuk keluarga harmonis sangat besar.

Anis memandang diperlukan kesatuan  gerak dari berbagai elemen bangsa yang bermuara pada paradigma bahwa  keluarga adalah basis terkecil pembentuk kekokohan negara. "Kami yakin jika keluarga kuat, bangsapun akan kokoh”, tutup Anis.

posted by @Adimin

10 Pesan DSP untuk Kader Dakwah

 

UNTUKMU KADER DAKWAH !

تِلْكَ الدَّارُ الْآَخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa” (QS Al-Qashash 83).

1. Hendaknya antum selalu berorientasi pada akhirat, karena akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. 
2. Jagalah amalan harian antum, khususnya sholat lima waktu berjamaah dan di masjid, lebih khusus lagi sholat Subuh.

3. Perbanyaklah bekal antum, bekal ilmu dan amal  sholih, sehingga dapat mengantarkan derajat ketaqwaan. Dan sebaik-baiknya bekal adalah ketaqwaan.

4. Hiasi dirimu dengan akhlak  mulia  terutama zuhud, karena dengan zuhud akan dicintai Allah dan manusia.

5. Berusahalah semaksimal mungkin untuk bisa itsar (mengutamakan ikhwah), kalau belum bisa jangan tinggalkan sikap salamatul qolb (lapang dada dan tidak hasad) pada mereka.

6. Gunakan jabatan publik yang diamanahkan kepada antum sebagai sarana ibadah, khidmah dan dakwah.

7. Janganlah mempertentangkan tarbiyah dengan siyasah (politik), karena keduanya sarana untuk meneggakan Syariah.

8. Jalan dakwah itu panjang dan berat, maka hendaknya senantiasa saling tolong menolong dan beramal jama’i, karena antum akan lemah jika sendiri, tetapi kuat  jika bersama saudara yang lain.

9. Bersiap siagalah, karena puncak ajaran Islam adalah jihad, maka hendaknya antum senantiasa menjaga kesehatan dan senantiasa berolah raga.

10. Bersemangatlah untuk meraih kemuliaan tertinggi berupa istiqomah di jalan dakwah, husnul khotomah dan mati fii sabilillah  sehingga meraih puncak kenikmatan yaitu dibebaskan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga Allah.
 Iman Santoso
Anggota DSP (Dewan Syariah Pusat) PKS



posted by @Adimin

Muliakanlah Anak Perempuanmu !

Written By @Adimin on 19 September, 2013 | September 19, 2013

pkspadang.com, “Barang siapa yang diberi cobaan dengan anak perempuan kemudian ia berbuat baik pada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka,” (HR. Al-Bukhari no. 1418 dan Muslim no. 2629).

ANAK laki-laki ataupun perempuan sama saja. Tetap tahukah Anda, Rasul menyebutkan sebuah kecen- derungan orang tua yang menyukai seorang anak laki-laki. Sebagaimana dikatakan Rasulullah dalam hadits ‘Aisyah :

Al-Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menyebutnya sebagai ibtila’ (cobaan), karena biasanya orang tidak menyukai keberadaan anak perempuan. (Syarh Shahih Muslim, 16/178)

Bahkan dulu pada masa jahiliyah, orang bisa merasa sangat terhina dengan lahirnya anak perempuan. Sehingga tergambarkan dalam firman Allah  SWT:
“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar gembira dengan kelahiran anak perempuan, merah padamlah wajahnya dan dia sangat marah. Dia menyembunyikan diri dari orang banyak karena buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memelihara anak itu dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya hidup-hidup di dalam tanah? Ketahuilah, betapa buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (An-Nahl: 58-59)

Islam sangat memuliakan anak perempuan. Allah SWT yang menganugerahkan anak perempuan telah menjanjikan surga bagi hamba-Nya yang berbuat kebaikan kepada anak perempuannya.

‘Aisyah pernah mengatakan: Seorang wanita miskin datang kepadaku membawa dua anak perempuannya, maka aku memberinya tiga butir kurma. Kemudian dia memberi setiap anaknya masing-masing sebuah kurma dan satu buah lagi diangkat ke mulutnya untuk dimakan. Namun  kedua anak itu meminta kurma tersebut, maka si ibu pun membagi dua kurma yang semula hendak dimakannya untuk kedua anaknya. Hal itu sangat menakjubkanku sehingga aku ceritakan apa yang diperbuat wanita itu kepada Rasulullah. Beliau  berkata: “Sesungguhnya Allah telah menetapkan baginya surga dan membebaskannya dari neraka.” (HR. Muslim no. 2630)

Dalam riwayat dari Anas bin Malik, Rasulullah juga menyebutkan kedekatannya dengan orang tua yang memelihara anak-anak perempuan mereka dengan baik kelak pada hari kiamat:

“Barangsiapa yang mencukupi kebutuhan dan mendidik dua anak perempuan hingga mereka dewasa, maka dia akan datang pada hari kiamat nanti dalam keadaan aku dan dia (seperti ini),” dan beliau mengumpulkan jari jemarinya. (HR. Muslim no. 2631).

Al-Imam An-Nawawi  menjelaskan, hadits-hadits ini menunjukkan keutamaan seseorang yang berbuat baik kepada anak-anak perempuannya, memberikan nafkah, dan bersabar terhadap mereka dan dalam segala urusannya. (Syarh Shahih Muslim, 16/178)
 
Masih berkenaan dengan keutamaan membesarkan dan mendidik anak perempuan, seorang shahabat, ‘Uqbah bin ‘Amir  pernah mendengar Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa yang memiliki tiga orang anak perempuan, lalu dia bersabar atas mereka, memberi mereka makan, minum, dan pakaian dari hartanya, maka mereka menjadi penghalang baginya dari api neraka kelak pada hari kiamat.” (Dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Adabil Mufrad no. 56: “Shahih”)

Seorang anak yang terlahir di atas fitrah ini siap menerima segala kebaikan dan keburukan. Sehingga dia membutuhkan pengajaran, pendidikan adab, serta pengarahan yang benar dan lurus di atas jalan Islam. Maka hendaknya kita berhati-hati agar tidak melalaikan anak perempuan yang tak berdaya ini, hingga nantinya dia hidup tak ubahnya binatang ternak. Tidak mengerti urusan agama maupun dunianya. Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagi kita. (Al-Intishar li Huquqil Mukminat, hal. 25)

Bahkan ketika anak perempuan ini telah dewasa, orang tua selayaknya tetap memberikan pengarahan dan nasehat yang baik. Ini dapat kita lihat dari kehidupan seseorang yang terbaik setelah Rasulullah, Abu Bakr Ash-Shiddiq , dalam peristiwa turunnya ayat tayammum. 

Diceritakan peristiwa ini oleh ‘Aisyah: “Kami pernah keluar bersama Rasulullah dalam salah satu safarnya. Ketika kami tiba di Al-Baida’ –atau di Dzatu Jaisy– tiba-tiba kalungku hilang. Rasulullah pun singgah di sana untuk mencarinya, dan orang-orang pun turut singgah bersama beliau dalam keadaan tidak ada air di situ. Lalu orang-orang menemui Abu Bakr sembari mengeluhkan, “Tidakkah engkau lihat perbuatan ‘Aisyah? Dia membuat Rasulullah dan orang-orang singgah di tempat yang tak ada air, sementara mereka pun tidak membawa air.” Abu Bakr segera mendatangi ‘Aisyah. Sementara itu Rasulullah sedang tidur sambil meletakkan kepalanya di pangkuanku. Abu Bakr berkata, “Engkau telah membuat Rasulullah dan orang-orang singgah di tempat yang tidak berair, padahal mereka juga tidak membawa air!” Aisyah melanjutkan, “Abu Bakr pun mencelaku dan mengatakan apa yang ia katakan, dan dia pun menusuk pinggangku dengan tangannya. Tidak ada yang mencegahku untuk bergerak karena rasa sakit, kecuali karena Rasulullah sedang tidur di pangkuanku. Keesokan harinya, Rasulullah bangun dalam keadaan tidak ada air. Maka Allah turunkan ayat tayammum sehingga orang-orang pun melakukan tayammum. Usaid ibnul Hudhair pun berkata, “Ini bukanlah barakah pertama yang ada pada kalian, wahai keluarga Abu Bakr.” ‘Aisyah berkata lagi, “Kemudian kami hela unta yang kunaiki, ternyata kami temukan kalung itu ada di bawahnya.” (HR. Al-Bukhari no. 224 dan Muslim no. 267)

Al-Imam An-Nawawi t mengatakan bahwa di dalam hadits ini terkandung ta`dib (pendidikan adab) seseorang terhadap anaknya, baik dengan ucapan, perbuatan, pukulan, dan sebagainya. Di dalamnya juga terkandung ta`dib terhadap anak perempuan walaupun dia telah dewasa, bahkan telah menikah dan tidak lagi tinggal di rumahnya. (Syarh Shahih Muslim, 4/58).
Jadi, punya anak perempuan? Bersyukur, dan muliakanlah ia


posted by @Adimin

Tujuh Orang Ini Layak Menjadi Capres Indonesia Masa Depan

Written By @Adimin on 18 September, 2013 | September 18, 2013


Ini adalah Pemimpin-pemimpin Bangsa yang sarat prestasi tapi kurang publikasi. Tidak seperti yang sering digembar-gemborkan oleh media yang doyan mempublish tokoh-tokoh bermodal popularitas, uang dan citra belaka. Dalam mengemban amanah negara dibutuhkan pemimpin yang religius, amanah, cerdas dan merakyat. sosok inilah yang sangat dinanti-nantikan rakyat di bumi kita tercinta ini. Maka inilah sosok yang diharapkan pantas untuk menjadi Presiden RI.

1. DR. Hidayat Nur Waahid

Siapa yang tidak kenal sosok santun dan tegas ini. Ia adalah politisi, ustadz dan cendekiawan “Lulusan S1, S2 dan S3 dari Universitas Islam Madinah ”yang bergaya lembut serta mengedepankan moral dan dakwah. Sosoknya semakin dikenal masyarakat luas setelah ia menjabat Presiden Partai Keadilan (PK), kemudian menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai ini memperoleh suara signifikan dalam Pemilu 2004 yang mengantarkannya menjadi Ketua MPR RI pertama yang Hafal Al-Qur’an. Kepemimpinannya memberi warna tersendiri dalam peta perpolitikan nasional. Dalam pemilu 2014 semua pihak meletakkan harapan ke pundak beliau untuk menjadi Pemimpin negeri Indonesia di masa yang akan datang.


2. Ir. Tifatul Sembiring

Dia salah seorang 'anak panah' (kader) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang siap diluncurkan ke mana saja oleh pemegang busur (Majelis Syura) selaku lembaga tinggi partai. Dia menjadi anak panah ketiga yang menerima estafet kepemimpinan PKS. Tifatul Sembiring dipercaya menjabat Presiden PKS menggantikan dan melanjutkan kepemimpinan Hidayat Nur Wahid yang mengundurkan diri setel ah terpilih menjadi Ketua MPR. Beliau juga sukses menjalankan amanah sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi pada kabinet pemerintahan SBY. Banyak terobosan dan prestasi yang beliau ukir selama menjabat sebagai Menkominfo.


3. Anis Matta Lc

Ia merupakan salah satu politisi muda berpengaruh dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sekjen DPP PKS dan Wakil Ketua DPR (2009-2013) yang kutu buku ini aktif menulis di berbagai media Islam dan sudah menghasilkan sejumlah buku. Anis matta juga menjadi Sekjen PK dan PKS selama 4 periode kepemimpinan. Walaupun akhirnya beliau menjabat sebagai Presiden PKS menggantikan Ustad Lutfi Hasan Ishak dalam kondisi penuh badai dan prahara fitnah. Tidak perlu disangsikan lagi, beliau adalah sosok arsitek sentral di PKS dalam menentukan kebijakan dan strategi politik partai walaupun semuanya tetap diputuskan oleh Majelis Syuro.


4. Ahmad Heryawan Lc


Ustadz Ahmad Heryawan sosok sederhana yang berasal dari keluarga biasa-biasa saja secara ekonomi adalah anak yang cerdas. Sebagai buktinya dia pernah diterima sebagai mahasiswa Kedokteran UI dan IPB akan tetapi dikarenakan terbelit ekonomi keluarga yang tidak mencukupi secara ekonomi. Beliau pun banting setir dan memutuskan menerima beasiswa kuliah di LIPIA di Jakarta. Di tempat inilah beliau ditempah menjadi Pemimpin Muslim yang cerdas, kuat dan beramal. Sekarang beliau menjabat sebagai gubernur Jawa Barat dua periode dengan torehan prestasi dan penghargaan melampaui nominal 120. Sungguh luar biasa, sangat pantas jika beliau menjadi Capres RI 2014


5. Prof. DR. Irwan Prayitno


Seorang politisi yang memiliki komitmen moral yang dilandasi ajaran agama yang dianutnya. Karir politik Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Reformasi (Partai Keadilan), ini memang berawal dari dakwah di kampus-kampus. Ketika pendirian PK, ia masih kuliah S-3 di Universitas Putra Malaysia (UPM), dan dipercaya menjadi Ketua Perwakilan PK di Malaysia. Kemudian dalam Pemilu 1999 terpilih menjadi anggota DPR dari Sumatera Barat.

Sekarang beliau diamanahi oleh rakyat Minang sebagai Gubernur Sumatera Barat. Banyak sekali kebijakan strategis yang berhasil beliau laksanakan. Seperti penanganan gempa yang melanda Pulau Mentawai dan sebagian wilayah Sumatra Barat yang beliau tangani secara efektif, efesien dan tepat sasaran. Bahkan beliau tidak segan-segan tidur dan makan bersama pengungsi di barak. Dengan kapasitas akademik, pengalaman beliau di DPR RI dan ketangkasan beliau menahkodai SumBar. Maka tidak salah jika kita menempatkan beliau sebagai Calon Alternatif potensial dalam Pilpres 2014.


6. Gatot Pujo Nugroho ST

Mungkin tidak banyak yang mengenal sosok beliau. Karena namanya mulai dikenal secara regional maupun nasional ketika secara mengejutkan beliau terpilih sebagai Wakil Gubernur Sumatera utara mendampingi Syamsul arifin. Latar belakang beliau seorang akademisi dan bukan Putra asli kelahiran Sumut menjadi hal menarik untuk dikaji. Walaupun pada akhirnya beliau menjabat sebagai Pjs Gubernur ketika Syamsul arifin harus ditahan karena kasus korupsi. Sekarang beliau membuat kejutan di Tanah batak dengan menjadi Gubernur Sumut pertama yang berasal dari suku jawa. Juga saat peninjauan Harta kekayaan CaGub Sumut. Beliau adalah calon termiskin dari diantara seluruh kandidiat. Maka dengan dedikasi tinggi dalam menjalankan amanah dan kredibilitas beliau selama ini. InsyaAllah beliau siap menjadi senjata rahasia PKS dalam Pilpres 2014 nanti.


7. Prof DR. Nur Mahmudi Ismail

Di akhir wacana ini. Saya kenalkan sosok yang terlupakan tapi tidak pernah melupakan amanah dakwah beliau sebagai Hamba Allah. Beliau mulai dikenal dalam dunia politik saat secara syuro dipilih menjadi Presiden Pertama Partai keadilan. Seorang professor lulusan Amerika ini sekarang menjabat sebagai Walikota Depok berjalan dua periode. Bagi para pengamat beliau adalah sosok fenomenal yang jauh dari publikasi media walaupun banyak prestasi yang beliau torehkan di Bumi depok. Infrastruktur jalan yang memadai, pendidikan layak dan mereta dan tatanan birokrasi yang jauh dari KKN. Sehingga wajar jika kita memberi gelar beliau sebagai Mursi Indonesia. Dikarenakan memiliki latar belakang yang sama secara akademis.


posted by @Adimin

Muslim Sejati Pantang Pikirkan Diri Sendiri


DI sebuah desa yang subur, hiduplah dua lelaki bersaudara. Sang kakak telah berkeluarga dengan dua orang anak, sedangkan si adik masih melajang. 

Mereka memiliki warisan sepetak sawah yang digarap berdua. Ketika panen tiba, hasilnya mereka bagi sama rata.
 
Di suatu malam usai panen, si adik duduk sendiri dan berfikir. "Pembagian ini sungguh tidak adil, seharusnya kakakku lah yang mendapat bagian lebih banyak karena dia hidup dengan istri dan kedua anaknya.
 
Maka di malam yang sunyi itu diam-diam dia menggotong satu karung padi miliknya dan meletakkanya di lumbung padi milik kakaknya.
 
Di tempat yang lain, sang kakak juga berfikir sama, "Pembagian ini adil jika adikku mendapat bagian yang lebih banyak, karena ia hidup sendiri, jika terjadi apa-apa dengannya tak ada yang mengurus, sedangkan aku ada anak dan istri yang kelak merawatku," begitu pikir sang kakak.
 
Maka sang kakakpun bergegas mengambil satu karung dari lumbungnya dan mengantarkan dengan diam-diam ke lumbung milik sang adik.
 
Kejadian ini terjadi bertahun-tahun. Namun diam-dia di benak mereka ada tanda tanya, kenapa lumbung padi mereka seperti tak berkurang meski telah menguranginya setiap kali panen?
 
Hingga suatu malam yang lengang setelah panen, mereka berdua tiba-tiba bertemu di tengah jalan. Masing-masing mereka sedang menggotong satu karung padi.
 
Akhirnya tanda tanya dalam benak mereka terjawab sudah, seketika itu juga mereka saling memeluk erat, terharu dan berurai air mata. Mereka menyadari betapa sesungguhnya mereka saling menyayangi.
Entah dari mana kisah ini berawal. Namun cerita inspiratif ini beredar luas di jejaring social Facebook dan Twitter.

***
 

Insan senantiasa berkeinginan membuktikan ketakwaannya dengan peduli untuk berbagi terhadap saudara Muslim lainnya. Saling membina persahabatan, persaudaraan dan persatuan dan berbagi pada sesama umat Islam cukup banyak disampaikan dalam al-Quran.

الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاء وَالضَّرَّاء وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imron [3]: 134).
 

Ayat ini panduan strategis Muslim untuk menjadi pribadi yang memiliki arti bagi agama dan kehidupan. Allah memberikan panduan praktis terkait apa yang mesti dilakukan setiap Muslim untuk menjadi insan takwa, yakni tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga saudaranya yang lain.
Sebaliknya berupaya memberikan yang terbaik bagi sesama, baik dalam kondisi lapang maupun sempit, suka maupun terpaksa, sehat maupun sakit dan dalam seluruh keadaan.
 

Ibn Katsir dalam tafsirnya mengatakan, orang yang bertakwa adalah orang yang tidak hanya memikirkan diri sendiri. Tetapi orang yang disibukkkan oleh perkara-perkara yang membuatnya tunduk dan taat kepada Allah Ta’ala, berinfak di jalan-Nya dan juga berbuat baik dengan segala macam kebajikan, kepada kerabat maupun kepada saudara seiman lainnya.
 

Dengan demikian, maka akan terbina kerukunan sesama Muslim yang persaudaraan, pemaafan dan hubungan baik lebih diutamakan daripada keegoisan dan kesombongan serta gengsi pribadi, sehingga terciptalah persatuan dan kesatuan umat Islam. Suatu modal paling penting bagi setiap Muslim untuk menjadi pribadi yang bertakwa.
 

Kepedulian dan Kebersamaan
 

Seperti kita ketahui, Ramadhan di tahun ini, sebagian umat Islam di negara-negara lain, menjalani puasa dengan situasi yang sangat buruk. Ada yang harus menderita karena pembantaian Zionis di Palestina, pembantaian Suku Rohingya serta kesewenang-wenangan penguasa tangan besi di Suriah.
 

Keberadaan mereka memang cukup jauh dari negeri kita. Tetapi, adalah kewajiban umat Islam Indonesia juga untuk turut serta membantu saudara seiman kita yang sedang mengalami kesulitan dan penderitaan?
Sesungguhnya umat Islam satu dengan umat Islam lainnya ibarat satu tubuh atau satu bangunan, kata Nabi. Sudah semestinya saling membantu dan saling melindungi. Karena setiap Muslim hakikatnya adalah bersuadara.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. (QS. Al Hujurat [49]: 10).
 

Oleh karena itu Allah sangat suka kepada Muslim yang mau membina persahabatan, persaudaraan dan persatuan layaknya bangunan yang kokoh, lebih-lebih dalam upaya membela agama Allah (QS. 61: 4).
Apabila hal itu terwujud, maka jaminan Allah akan menyertai kehidupan umat Islam. Rasul bersabda, “Allah akan terus menolong seorang hamba selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya. (HR. Bukhari).
Dalam hadits Nabi lain disebutkan,  “Jika seorang Muslim mendoakan saudaranya dari kejauhan, maka malaikat akan mengucapkan: ‘Amin, dan bagimu sepertinya,” (HR. Muslim).
Rasulullah mengecam umat Islam yang tidak peduli nasib saudara seiman.
من لا يهتم بأمر المسلمين فليس منهم
Barangsiapa yang tidak peduli urusan kaum Muslimin, Maka Dia bukan golonganku.” (Al-Hadits).
 

“Barangsiapa yang pada pagi harinya hasrat dunianya lebih besar maka itu tidak ada apa-apanya di sisi Allah, dan barangsiapa yang tidak takut kepada Allah maka itu tidak ada apa-apanya di sisi Allah, dan barang siapa yang tidak perhatian dengan urusan kaum muslimin semuanya maka dia bukan golongan mereka” (HR. Al-Hakim dan Baihaqi). 
 

Untuk itu mari kita tata kembali hati dan hidup kita untuk bermanfaat dan bermakna bagi sesama. Sungguh tidak artinya hidup ini, manakala hanya untuk kesenangan pribadi.*/Imam Nawawi


posted by @Adimin

Subhanallah, Baca al-Quran Turunkan Nyeri Pascamelahirkan

Written By @Adimin on 16 September, 2013 | September 16, 2013

Peneliti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Hasto Andi Irawan mengatakan membaca al-Quran secara tartil dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan skala nyeri pada ibu pascamelahirkan secara caesar.

"Penelitian yang saya lakukan menunjukkan setelah membaca al-Quran selama 10 menit, 16 dari 31 pasien yang dijadikan sampel di Rumah Sakit Nur Hidayah Yogyakarta mengalami penurunan dari berbagai skala nyeri setelah menjalani operasi caesar," katanya di Yogyakarta, dikutip Antara Ahad (16/09/2013).

Menurut mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 2009 itu, nyeri dapat dihambat oleh adanya rangsangan saraf lain yang lebih kuat.

"Ketika membaca al-Quran, tubuh melibatkan tiga jenis saraf yakni saraf untuk membaca ayat, menyuarakan, dan mendengarkan, sehingga rasa nyeri yang diterima otak berkurang," katanya.

Ia mengatakan, penelitian itu telah direprentasikan pada "International Conference on Cross Cultural Collaboration in Nursing for Sustainable Development" di Bangkok, Thailand, 9-10 September 2013.

"Penelitian itu mendapatkan reaksi positif dari para peserta konferensi yang mayoritas non-Muslim. Mereka tertarik, antusiasme mereka sangat tinggi karena mereka baru pertama mengetahui penelitian seperti itu," katanya.

Menurut dia, dirinya bangga dapat mempresentasikan hasil penelitiannya di luar negeri. Apalagi, konferensi itu diikuti peserta yang jenjang pendidikannya lebih tinggi.

"Sebagian besar peserta yang mempresentasikan hasil karyanya pada konferensi itu sudah S-2 dan S-3, bahkan ada yang profesor," katanya.
 
Ia mengatakan, konferensi itu diselenggarakan Christian University of Thailand didukung oleh Azusa Pacific University of California dan Kimyung University.

sumber : hidayatullah


posted by @Adimin

MAHYELDI termiskin, EMMA Terkaya

Written By @Adimin on 15 September, 2013 | September 15, 2013

 
pkspadang.com, Mahyeldi Ansharullah, menjadi calon walikota termiskin di antara 20 calon yang akan bertarung di Pilkada Padang, 30 Oktober mendatang. Ia hanya memiliki kekayaan sekitar Rp245 juta. Sementara, Emma Yohanna menjadi calon terkaya dengan jumlah harta mencapai Rp61 miliar. 
Hal itu diketahui dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) yang disampaikan Ketua KPU Padang, Alison, Jumat (13/9).
Meski telah menjabat sebagai wakil walikota selama lima tahun, kekayaan Mahyeldi hanya bertambah sekitar Rp112 juta. Peningkatan itu terlihat dari dua LHKPN yang pernah ia laporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 11 Agustus 2008 saat baru menjabat wakil walikota dan laporan pada 9 Juli 2013 sebagai syarat pencalonan ke KPU.
Pada 2008 lalu, total harta Mahyeldi hanya sebesar Rp132,6 juta. Sementara pada Juli 2013, kekayaannya menjadi Rp245,4 juta.
Dari rincian kekayaannya, ia memang memiliki harta tak bergerak berupa tanah dan bangunan Rp623,1 juta dan harta bergerak berupa kendaraan, perhiasan, surat berharga dan simpanan Rp495,7 juta. Namun calon nomor urut 10 itu justru menanggung hutang mencapai Rp873,5 juta.
Sementara yang paling tajir dipegang satu-satunya calon perempuan Emma Yohanna. Dia memiliki kekayaan mencapai Rp61 miliar lebih. Harta calon yang berpasangan dengan Wahyu Iramana Putra itu mengalami peningkatan cukup signifikan dari laporannya ke KPK pada 20 November 2009 lalu, ketika baru akan menjabat sebagai anggota DPD RI. Saat itu kekayaannya berada pada posisi Rp47 miliar.
Alison kepada wartawan mengatakan jumlah kekayaan itu diketahui dari LHKPN yang diserahkan KPK ke KPU sebagai syarat pencalonan. Total jumlah itu berdasarkan hasil rapat kelompok kerja (pokja) KPU Kota Padang terkait LHKPN yang telah diterima KPK.
Alison mengatakan hasil LHKPN baru berupa laporan bersifat administratif. Selanjutnya akan ditindaklanjuti KPK dalam bentuk klarifikasi langsung harta kekayaan yang dilaporkan di lapangan pada tanggal 23-26 September mendatang.
“LHKPN merupakan bagian dari tahapan yang ditetapkan dalam pencalonan walikota dan wakil walikota yang akan bertarung pada tanggal 30 Oktober mendatang. Setelah KPK melakukan klarifikasi ke pasangan calon (paslon) maka KPU akan mengumumkan kembali LHKPN ke masyarakat,” papar Alison
Kordinator Divisi Teknis dan Pencalonan Pemilu, M. Sjahbana Sjams mengatakan KPU juga akan bekerjasama dengan KPK untuk melaksanakan program Pemilu berintegritas. Program ini akan dilakukan pada 33 provinsi yang ada di Indonesia. Untuk Sumbar, Padang merupakan pilot project. Klarifikasi langsung ini merupakan bagian dari program pemilu berintegritas.
Selain itu, KPK melalui divisi lain juga akan melakukan kegiatan Pilkada berintegritas yang direncanakan 9 Oktober mendatang. Jadi akan dicanangkan pemilu bersih bagi tim sukses, calon, hingga masyrakat bersih dan bebas dari money politics. Selanjutnya akan ada deklarasi Pilkada damai dengan gelaran launching 10 Oktober mendatang. “Saat launching ini akan diumumkan LHKPN hasil klarifikasi ini. Bisa jadi bertambah atau sebaliknya berkurang,” kata Boim sapaan Sjahbana. (*)
 
Sumber : http://hariansinggalang.co.id/mahyeldi-termiskin-emma-terkaya/ 


posted by @Adimin

Mahyeldi Sosok yang Dinamis dan Supel

Written By @Adimin on 12 September, 2013 | September 12, 2013



pkspadang.com : Sosok Wakil Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansyarullah,SP yang ramah, lembut dalam berkomunikasi supel dan dinamis dalam setiap penampilannya, membuat mitra , kolega, sahabat dan wartawan media cetak dan elektronik menaruh simpatik pada tokoh ini, bahkan ketika menjadi Wakil Ketua DPRD Padang, pria ini dikenal ramah dengan semua kalangan dan bersedia hadir dalam setiap event di masyarakat baik itu berita duka ataupun berita sukacita.

Pria kelahiran Kota Bukittinggi itu, selalu menjawab ramah setiap pertanyaan wartawan sambil tersenyum kepada siapapun yang menyapa atau bertanya tentang berbagai hal yang terkait tanggung jawabnya sebagai Wakil Walikota Padang.

Saat ditanya soal kedekatannya dengan banyak wartawan, Mahyeldi hanya menjawab ramah, "wajar saya dekat dengan wartawan, karena saya orang lapangan dan biasa berurusan dengan wartawan," katanya

Baginya, jalinan silaturahmi yang baik dengan sesama manusia menjadi salah satu prioritas disamping senantiasa mendekatkan diri kepada Sang Khaliq. Meski disibukkan dengan beban kerja, jalinan silaturahmi dengan sesama jangan sampai terganggu.

Selaku Wakil Walikota Padang yang mendampingi Walikota Padang DR H. H Fauzi Bahar itu bukan urusan yang mudah, dan beban kerjanya tentu sangat berat. Dituntut kedisiplinan tinggi dan sikap bermasyarakat yang dinamis. Sebab, bidang kerja berkaitan dengan peningkatan pelayanan dan reformasi birokrasi sangat menyentuh kepentingan masyarakat luas.

Tak hanya itu, sambil berlalu menggunakan mobilnya meninggalkan halaman kediamannya di Ahmad Yani, Mahyeldi tetap menyapa wartawan yang masih mengelilinginya sambil tersenyum.

"InsyaAllah saya siap diminta untuk hadir kapanpun, apalagi untuk berita duka,” kata Mahyeldi

Mahyeldi,ingin memberikan pengabdian terbaiknya. Sebab, bila pekerjaan tuntas dan tanpa masalah, maka akan dirasakan kepuasan batin yang luar biasa. Apalagi masyarakat dan daerah merasakan azas manfaat dari apa yang dikerjakan. (004)

 
Sumber : http://minangkabaunews.com/artikel-4070-mahyeldi-sosok-yang-dinamis-dan-supel.html 
 



posted by @Adimin

Dua Karakter Da’i: “Cerdas dan Bersih”

Written By @Adimin on 10 September, 2013 | September 10, 2013



Agar da’wah kita berhasil maka seorang da’i harus memiliki dua sifat ini: “cerdas dan bersih.”

Yang saya maksud adalah cerdas akalnya dan bersih hatinya. Saya tidak mensyaratkan kecerdasan yang brilian. Cukuplah apabila dapat memandang segala sesuatu secara proporsional, tidak ditambah atau diku-rangi. Sebab, saya menyaksikan sebagian orang memiliki pola pikir yang kacau. Tidak tepat ketika mempersepsi realita, sehingga menganggap adat sebagai ibadah, sunah sebagai hal wajib, dan penampilan fisik sebagai hal yang utama. Hal inilah yang dapat mengacaukan terapi penyelesaian kasus-kasus yang timbul dan menyebabkan da’wah mengalami kegagalan yang serius.

Sifat “bersih” menyangkut kondisi hati yang saya kehendaki bukanlah seperti “bersihnya malaikat” tetapi hati yang dapat mencintai dan menyayangi orang lain. Tidak bersuka ria di atas kesalahan dan penderitaan orang lain. Bahkan, merasa sedih atas kesalahan mereka dan berharap agar mereka mendapat jalan kebenaran.

Saya pernah didatangi oleh seorang mahasiswa yang memberitahukan bahwa beberapa orang akan mengada-kan pentas musik. ia bersama teman-temannya akan mencegah pentas ini dengan jalan apa pun, termasuk dengan cara kekerasan. Saya katakan padanya, “Saya sepakat dengan kalian dalam menghentikan pesta ini.

Tetapi, sampaikanlah pendapat dan nasihatku ini kepada mereka. Tidak pantas bersuka ria di saat banyak peristiwa menyedihkan, baik lokal maupun internasional.

Bagaimana kita bernyanyi-nyanyi sementara puluhan ribu kaum Muslimin terbunuh, terluka, dan terusir. Bencana Palestina dan Afghanistan masih terus berlangsung dan masa depan Islam di kedua negara tersebut masih suram. Sementara itu perang saudara di Somalia telah menelan korban ratusan kali lipat daripada perang saudara di Yugoslavia. Musibah banjir besar telah merenggut korban di Iskan-daria, serta musibah-musibah lain di berbagai tempat. Lalu untuk apa kita bernyanyi-nyanyi?  Apakah hati kita sekeras batu?”
“Mereka tidak akan menerima saran ini!” ujar mahasiswa tersebut.

Lalu saya katakan, “Coba tanya mereka, apa yang akan dinyanyikan? Apakah syair cinta murahan dan lagu selera rendah? Kalau memang demikian berarti masyarakat ini sedang sakit perasaannya dan tidak akan memunculkan sesuatu kecuali keburukan. Seharusnya pada masa-masa krisis yang sedang mengepung kita ini, kita menjauhi suara-suara yang tidak berguna.”

“Saya tidak akan mengatakan seperti yang Anda anjurkan tadi, tetapi akan saya katakan kepada mereka, bahwa Allah telah mengharamkan nyanyian dan kami akan bubarkan pesta itu di depan panitia penyeleng-gara!” jawab mahasiswa tersebut.

Kemudian saya katakan kepadanya, “Kamu ini masih tergolong baru di kancah da’wah, mengapa tidak mengambil pelajaran dari pengalaman para pendahulumu? Apalagi Islam banyak mempunyai musuh yang sedang menanti, jadi jangan tunjukkan kepada mereka kekurangpahaman dan keburukan tmdakan kita!”

Ternyata ia menolak dan tetap pada prinsip semula. Akhirnya mereka ditangkap polisi dan sebagian masuk penjara.

Saya selalu memberi nasihat kepada aktivis Islam untuk senantiasa bersikap bijaksana dalam da’wah. Saya tekankan agar tidak memberi peluang kepada musuh-musuh Islam untuk menyerang dan memojok-kan Islam maupun para da’i hanya gara-gara semangat yang dibarengi sikap ceroboh.

Hendaklah tujuan utamanya adalah pembinaan aqidah, akhlak, dan ibadah. Adapun masalah-masalah khilafiyah, tidak ada hubungannya dengan da’wah dan prinsip amar ma’ruf nahi munkar. Nabi Daud ‘Alaihis Salam dan Sulaiman ‘Alaihis Salam saja tidak berselisih dalam masalah tanaman yang dirusak dan dimakan kambing.

Sebagian ulama, ada yang berpendapat bahwa menyusui sewaktu besar sama hukumnya dengan ketika masih kecil. Bila timbul khilaf, hendaknya dibahas pada bidangnya (pada masalah fiqihnya saja). Adapun menga-lihkannya ke bidang da’wah merupakan kesalahan besar.

Seorang da’i yang tidak memiliki kecerdasan akal dan kebersihan hati, akan membuat problem yang rumit di tengah perkembangan Islam. Saya pernah pergi ke Kanada dan Amerika Serikat —ketika saya menjadi utusan Rabithah Alam Islami— . Di sana banyak da’i yang meletakkan “bebatuan” di tengah-tengah jalan Islam, yang mereka ambil dari lingkungan hidup zaman dahulu agar laju perkembangan da’wah berhenti di tengah-tengah dunia baru. Mereka marah karena membela madzhab dan kepentingannya dengan mengatasnamakan Islam. Tetapi Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka memperlukan orang yang dapat menyinari akal pikiran mereka dan membersihkan hatinya.

Muhammad Al Ghazali

posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger