pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Mahyeldi : “Perhatian Qatar pada Pendidikan Kota Padang Patut Diapresiasi”

Written By @Adimin on 11 October, 2013 | October 11, 2013



pkspadang.com, -- Madrasyah Aliyah Negeri (MTsN) Kuranji Kecamatan Kuranji Kota Padang, mendapat bantuan pembangunan sebuah Masjid dari pemerintah Qatar melalui Yayasan Fajar Hidiyah, peletakan batu pertamanya di laksanakan Wakil Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah dan Ketua Yayasan Fajar Hidayah Mirdas Eka Yora, Kadepag Kota Padang serta kadepag Propinsi, Rabu (9/10).
 
Acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid bantuan dari Qatar untuk MTsN kuranji di hadiri oleh Suardi, M Lurah Kuranji, orang dituakan di Kuranji Kamaruddin, Ketua komite sekolah MTsN Syamsuar Makmur, Ormas kepemudaan Kuranji Peduli Japrizal dan Ketua Pemuda Ando serta seluruh guru-guru MTsn Kuranji dan masyarakat di sekitarnya.
 
Wakil Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan pembangunan Masjid MTsN adalah bantuan yang ke empatnya dari yayasan Fajar Hidayah di Kota Padang, ini suatu kebanggaan buat kita bersama atas perhatian di dunia pendidikan Agama Islam yang di berikan oleh Pemerintah Qatar kepada Pemko Padang.
 
Saat ini masyarakat menginginkan anak-anak sekolah, disekolah unggul dan memiliki kelebihan, tapi tidak mengurangi mata pelajaran tentang ajaran Agama Islam, sehingga sekolah MTsN kedepannya menjadi sekolah di idamkan oleh para orang tua murid karena mutu pendidikan sejalan dengan ajaran Agama Islam, ujar Mahyeldi.
 
Di samping itu, para orang tua akan bangga dan senang bila anak-anaknya di didik disekolah dengan keras serta di terpa ilmu ajaran Agama Islam, anak-anak kita akan menjadi orang yang kuat, lembut dan ramah kelaknya.
 
Mahyeldi katakan bahwa MTsN Kuranji sangat membutuhkan kehadiran sebuah bangunan Masjid, mengingat jumlah anak didiknya sudah melebahi 1.200 orang, jumlah siswa sekolah Agama yang luar biasa peminatnya.
 
Tentu kita berharap, pembangunan Masjid ini segera di laksanakan oleh Yayasan Fajar Hidayah, tidak menuggu-nunggu terlalu lama. jika perlu sekarang di resmikan besok langsung di kerjakan, begitulah yang kita harapkan, lanjut Mahyeldi mengakhiri pembicaraanya.
 
Selanjutnya Ketua Yayasan Fajar Hidayah Mirdas kaki tangan Pemerintah Qatar dalam pemberikan bantuan pembangunan Masjid di Kota Padang katakan bahwa untuk pembangunan Masjid di MTsN Kuranji, besok akan segera di kerjakan karena kami sangat serius sekali tentang dunia pendidikan keagamaan Islam di sekolah-sekolah yang berkembang begitu pesat di Kota Padang.
 
Semua kita tahu bahwa Kota Padang dahulu terkenal dengan lokomotif pendidikan di Indonesia, banyak orang datang belajar ke Kota Padang bahkan para siswanya berasal dari luar negeri, seperti dari Malaysia, Singapura, Thailand dan Pilifina.
 
Kenapa dia ingin belajar ke Kota Padang, tentu salah satunya, mutu pendidikan sangat baik dan sesuai dengan standar pendidikan dunia, di samping itu mata pelajaran ajaran Agama Islam sangat di tonjolkan.
 
Sehingga lahirlah para siswa yang mempunyai krakter yang Islamiyah, tentu nanti kita berharap di MTsN Kuranji akan lahir pemimpin-pemimpin untuk bangsa dan Negara yang Islamiyah, mempunyai kepribadian yang tangguh, kokoh, ulet dan cerdas, ujar Amirdas.
 
Dalam waktu bersamaan Kepala Sekolah MTsN Kuranji, Marlina katakan bahwa selama ini yang menjadi persoalan di sekolah kami tentang sebuah bangunan tempat ibadah yakni mushalla tidak memadai dengan jumlah anak didik kami saat ini, bila hari Jum’at, anak-anak pergi shalat jum’at lokasi sangat jauh dari sekolah, sehingga memakan waktu belajarnya.
 
Dengan ada bantuan dari Yayasan Fajar Hidayah ini, kami sungguh merasa, bangga, bahagia dan senang sekali karena keberadaan Masjid sudah lingkungan sekolah, setiap saat anak-anak bisa shalat secara berjamaah nantinya, ujar Kepsek.
 
Marlina juga katakan bahwa bangunan Masjid yang di bangun Yayasan Fajar Hidayah sendiri, kami dari pihak sekolah nantinya menerima kunci bila pekerjaan bangunan selesai di kerjakan.
 
Jadi, kami dari pihak sekolah memperikan perioritas agar pekerjaan pembangunan Masjid cepat selesai sesuai dengan waktu yang sudah di sepakati dengan kami, menurut informasi kami terima, selesai peresmian meletakan batu pertama Rabu tanggal 9 Oktober 2013, besoknya akan langsung di kerjakan oleh Yayasan Fajar Hidiyah, ujar Marlina Kepsek MTsN Kuranji Padang

sumber :  http://minangkabaunews.com/artikel-4168-mahyeldi--%E2%80%9Cperhatian-qatar-pada-pendidikan-kota-padang-patut-diapresiasi%E2%80%9D.html 


posted by @Adimin

Kisah Taubatnya Fudhail bin Iyadh

Written By Sjam Deddy on 08 October, 2013 | October 08, 2013


Kisah taubat Fudhail bin Iyadh merupakan sebuah kisah yang luar biasa. Bagaimana seorang perampok yang ditakuti, bisa menjadi takut dan kembali ingat kepada Allah setelah mendengar percakapan kafilah dagang yang takut kepadanya dan mendengarkan ayat Alquran. Padahal hari ini, banyak manusia –mungkin termasuk kita di dalamnya- adalah bukan seorang perampok, bukan juga orang yang dikenal sebagai penjahat atau orang yang terbiasa melakukan dosa secara terang-terangan, tetapi ketika mendengar ayat Alquran hati kita tidak bergetar, tidak mengingat dan mengagungkan Allah, nas’alullaha at-taufiq. Bagaimana kisah taubat seorang yang kemudian menjadi ulama besar ini.
Seorang tetangga Fudhail bin Iyadh berkata, “Fudhail bin Iyadh adalah perampok (hebat) sehingga tidak memerlukan partner atau tim dalam merampok. Suatu malam dia pergi untuk merampok. Tak berapa lama ia pun bertemu dengan rombongan kafilah. Sebagian anggota kafilah itu berkata kepada yang lain, “Jangan masuk ke desa itu, karena di depan kita terdapat seorang perampok yang bernama Fudhail.”

Fudhail yang mendengar percakapan anggota kafilah itu ternyata gemetar, dia tidak mengira bahwa orang-orang sampai setakut itu terhadap gangguan darinya, ia merasa betapa dirinya ini memberi mudharat dan bahaya bagi orang lain. Fudhail pun berkata, “Wahai kafilah, akulah Fudhail, lewatlah kalian. Demi Allah, aku berjanji (berusaha) tidak lagi bermaksiat kepada Allah selama-lamanya.” Sejak saat itu Fudhail meninggalkan dunia hitam yang telah ia geluti itu.

Dikisahkan dari jalur riwayat yang lain, ada tambahan kisah bahwa Fudhail menerima kafilah tersebut sebagai tamunya pada malam itu. Dia berkata, “Kalian aman dari Fudhail.” Lalu Fudhail mencari makanan untuk
 ternak mereka. Manakala dia pulang, dia mendengar seseorang membaca ayat,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَا أَخْبَارِكُمْ

Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami mengabarkan tentang keadaan (amalan) kalian.” (QS. Muhammad: 31)

Mendengar ayat tersebut Fudhail berkomentar, “Berita-berita kami ditampakkan! Jika Engkau menampakkan keadaan kami, maka apa yang kami sembunyikan pasti akan terlihat dan kami akan malu. Jika Engkau menampakkan amalan kami, maka kami akan celaka karena adzab-Mu.”

Dan aku (tetangga Fudhail) mendengarnya mengatakan, “Kamu berhias untuk manusia, berdandan untuk mereka, dan kamu terus berbuat riya’, sehingga mereka mengenalmu sebagai seorang yang shaleh. Mereka menunaikan kebutuhanmu, melapangkan tempat dudukmu (menyambutmu), dan bermuamalah denganmu karena mereka salah duga. Keadaanmu benar-benar buruk jika demikian adanya.”

Aku juga mendengarnya mengatakan, “Jika kamu mampu untuk tidak dikenal, maka lakukanlah. Kamu tidak rugi walaupun tidak dikenal, dan kamu tidak rugi walaupun kamu tidak dipuji. Kamu tidak rugi walaupun kamu tercela di mata manusia, asalkan di mata Allah kamu selalu terpuji.”

Pelajaran:
Seorang yang terbiasa melakukan perbuatan dosa, maka hatinya akan menghitam sehingga sulit menerima hidayah. Namun terkadang, ada sedikit celah di hatinya yang belum tertutup dengan gelapnya maksiat. Apabila ia gunakan bagian kecil ini untuk merenungkan dan mengingat kekuasaan Allah, maka Allah akan bersihkan hatinya dari noda-noda hitam dosa kemaksiatan. Sebaliknya, apabila ia tetap menuruti hawa nafsunya, maka hati tersebut semakin menghitam dan lama-kelamaan akan mati dan tidak menerima hidayah.
 
posted by @Adimin

P4IP Dilaksanakan pada 15 Kelurahan

Written By Sjam Deddy on 07 October, 2013 | October 07, 2013


pkspadang.com –  Satu lagi cara yang juga mulai digerakkan Pemko Padang sebagai kompensasi pasca kenaikan BBM, yakni Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Pemukiman (P4IP). Program ini ditujukan sebagai upaya mendorong roda perekonomian masyarakat.
“P4IP di perkotaan yang dilaksanakan Kementerian PU adalah pendukung PNPM Mandiri Perkotaan. Hal ini sebagai upaya memberikan kemudahan akses penyediaan infrastruktur pemukiman perkotaan, terutama bagi masyarakat miskin yang berbasis pemberdayaan masyarakat,” sebut Wakil Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah pada kegiatan sosialisasi P4IP pada para lurah dan LPM di Palanta kediaman Walikota Padang, Kamis (3/10).
Untuk Kota Padang, P4IP dilaksanakan di 15 kelurahan, Bungus Timur, Air Pacah, Batang Kabung Gantiang, Batipuh Panjang, Bungo Pasang, Lubuak Buaya, Korong Gadang, Pasar Ambacang, Pengambiran Ampalu Nan XX, Pampangan Nan XX, Gurun Laweh, Tabiang Banda Gadang, Gunung Pangilun, Kapalo Koto dan Limau Manis Selatan.
Melalui penyediaan infrastruktur pemukiman di perkotaan, diharapkan masyarakat miskin di wilayah sasaran dengan cepat memulihkan kembali kondisi kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi di wilayahnya. P4IP di perkotaan juga akan dilaksanakan pada 218 kota dan kabupaten.
Tujuannya, lanjut Mahyeldi, memberikan kemudahan akses terhadap infrastruktur dasar pemukiman serta mendorong roda perekonomian masyarakat. (wahyu)


posted by @Adimin

Pakar Branding: "PKS Punya Modal Luar Biasa; Relawan Militan Bak Berbayar"

Written By Sjam Deddy on 06 October, 2013 | October 06, 2013


pkspadang.com, Partai Keadilan Sejahtera optimis isu-isu negatif yang susul menyusul partainya akan terbantahkan dengan keseharian para kader PKS di akar rumput maupun kontribusi nyata yang diberikan kepada masya- rakat.

“Saya ingat pasca tsunami Aceh semua wartawan bisa melihat sendiri bahwa yang bertahan menjadi relawan, mengangkat mayat-mayat yang sudah berbau busuk itu hanya (relawan) PKS," kisah pakar branding Silih Agung Wasesa dalam Pembekalan Calon Anggota Dewan PKS se-Provinsi Lampung di Graha Mandala Alam Bandar Lampung seperti tertulis dalam siaran pers Media Center PKS kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu (28/7).
Agung mengaku kisah ini dikutipnya dari salah seorang wartawan media nasional. Ia kemudian membandingkan dengan relawan lain yang datang dengan konsep branding, menggunakan helikopter, dan menyertakan wartawan namun mabuk bahkan pingsan saat mencium bau mayat.

 "PKS punya modal luar biasa yaitu relawan militan tak berbayar. Ayo PKS mengembalikan lagi masa-masa kontribusi riil seperti itu," seru konsultan branding yang berpengalaman menangani brand komersial multinasional ini.

Agung mengamini bahwa berita-berita negatif terkait petinggi-petinggi PKS sudah over exposed. Sedangkan konsultan media Firtra Ratory mengatakan, walaupun arus utama media sedang tidak berpihak pada PKS namun akhlak para kader dan caleg PKS serta kerja nyata akan membuahkan buah bibir (word of mouth) di masyarakat.

"Mereka akan melihat faktanya ada yang tidak sinkron antara akhlak para kader PKS yang soleh dan suka menolong dengan pemberitaan di media,” jelas Producer Executive TV One ini.

DPW PKS Lampung mengadakan pembekalan ini menghadirkan kurang lebih 700 bacaleg level kabupaten/kota, provinsi maupun pusat beserta para manajer dapil di level masing-masing. Selain Silih Agung dan Firtra Ratory, hadir pula narasumber lain yaitu Almuzzammil Yusuf dan Firman Seponada.[wid]

*http://m.rmol.co/news.php?id=120050





posted by @Adimin

Mahyeldi Ajak Warga Kota Tetap Mengamalkan Nilai-nilai Pancasila

Written By @Adimin on 02 October, 2013 | October 02, 2013


pkspadangcom, - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati pada 1 Oktober hari ini, Wakil Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah,SP mengajak seluruh pihak untuk tetap mempertahankan nilai-nilai yang terkandung pada Pancasila.
 
Mahyeldi yang juga Calon Walikota Padang ini menegaskan, dengan mengamalkan Pancasila yang merupakan pilar kebangsaan sebagai bentuk perlawanan terhadap ancaman disentegrasi bangsa.
 
“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati hari ini, sebagai warga negara, kita harus tetap mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara serta mengamalkan nilai-nilainya dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa/NKRI yang semakin besar sekarang ini,” ajaknya. (007) 
 
 
Sumber : http://minangkabaunews.com/artikel-4144-mahyeldi-ajak-warga-kota-tetap--mengamalkan-nilainilai-pancasila-.html 




posted by @Adimin

Dialog Politik

Written By @Adimin on 01 October, 2013 | October 01, 2013


NeoBee : Broo besok pilkada pilih siapa
Fulan : Ngapain ikut pilkada, mereka semua sama saja....

NeoBee : Nggak juga bro, dari semua calon pasti ada yg terbaik diantara mereka

Fulan : Nggak juga, mereka hanya mementingkan diri sendiri, kalau terpilih mereka sudah lupa dengan rakyat dan lupa dengan janji2 mereka

NeoBee : jangan hantam kromo broo, boleh kita mengeluh terkait calon pemimpin kita, tetapi kita harus berpikir jernih dan kita bisa melihat track record dari calon2 yg ada, misalnya gimana akhlaknya, ibadahnya, dll

Fulan : apa hubungannya dengan ibadah kan ini masalah politik...???

NeoBee : sangat erat broo..  orang yg taat kepada TUHANNYA biasanya akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan menghindari yg subhat apalagi yg haram...

Fulan : gitu yaaaa, emang siih saya melihat ada satu calon yg selalu melakukan sholat dengan ikhlas, saya lihat dimanapun beliau berada selalu sholat dan tanpa publikasi.... tapi beliaukan berasal dari partai yg tersangkut korupsi...!!


NeoBee : coba cermati brooo, partai itu sebenarnya hanya dijadikan sasaran tembak pihak2 tertentu, karena terbukti sejak berdirinya tidakada satupun kadernya yg terkena korupsi. Coba lihat sekarang hakimnya saja bingung bagaimana mantan pimpinan partai tersebut bisa dijerat, tambah lagi pendapat para pakar yg menyatakan bahwa pimpinan partai tersebut tidak bersalah....

Fulan : ooo gitu ya ternyata....iya siiih banyak janggalnya, itu ada pimpinan partai lain yg tersangka sampai sekarang juga gak ditangkap tangkap.... aneh tapi nyata....

NeoBee : jadi gimana masih golput..??

Fulan : eeeng.. gimana yaaa
NeoBee : kalau golput, dilarang protes seandainya nantinya ada ketidakpuasan dalam pemerintahan. Lagian dalam agama kita memerintahkan agar memilih pemimpin yg sholeh, berwibawa, dan baik akhlaknya.....

Fulan : rasa-rasanya saya dah tahu pilihan saya besok
NeoBee : No berapa Brooo
Fulan : kalau dari paparan Bro tadi saya yaqin bahwa yg paling baik diantara sepuluh calon itu, yaaa.. No sepuluh (10) MAHYELDI-EMZALMI
NeoBee : yaqiiin...??
Fulan : yaa  yaqin banget....
NeoBee  : alhamdulillah... saya nanti juga akan coblos No Sepuluh (10) MAHYELDI-EMZALMI ayo kita sebarkan keyaqinan kita ini...
Fulan  : siapa takut....

Oleh : AS

posted by @Adimin

Perbuatan Tidak Terpuji Seorang Narapidana

Written By @Adimin on 30 September, 2013 | September 30, 2013


Perbuatan Tidak Terpuji Seorang Narapidana

Saat melakukan inspeksi ke sebuah penjara, seorang anggota DPR bertanya kepada seorang penjahat: "Kamu dulu pernah melakukan perbuatan yang tak terpuji apa saja?"
"Aku telah menjambret seuntai kalung emas seorang nenek, dan aku juga pernah melecehkan seorang gadis di tengah jalan dengan kata-kata yang tak senonoh."

"itu saja, Lalu apa lagi perbuatan  yang lain ?"

"Saat pemilihan anggota parlemen pada 2 tahun yang lalu, aku telah memasukkan surat suara untuk mendukung Bapak."

Sumber: http://www.ketawa.com/2013/06/8922-perbuatan-tidak-terpuji-seorang-narapidana.html#ixzz2gLdk8xsx



posted by @Adimin

Pilkada Padang Cukup Satu Putaran


pkspadang.com, – Pilkada Padang harus didorong untuk bisa berlangsung hanya satu putaran saja. Di samping menghemat APBD, pilkada satu putaran akan bisa menekan tingkat kejenuhan masyarakat Padang akan pesta demokrasi.
Karena beberapa bulan setelah itu, akan ada Pemilu legislatif pada April 2014, dilanjutkan Pilpres. Belum cukup, masih akan disusul dengan pemilihan gubernur pada awal 2015.
Proses demokrasi yang tidak hentinya akan membuat masyarakat jenuh, sehingga mengakibatkan rendahnya pastisipasi pemilih. Hal itu jelas akan berdampak pada kualitas pemilu akan menurun pula. “Dengan pilkada satu putaran, mudah-mudahan bisa menekan tingkat kejenuhan masyarakat tersebut,” kata Koordinator Relawan Mahyeldi-Emzalmi (RAME), Isa Kurniawan, kepada wartawan, Kamis (26/9).
Ia mengatakan, dari beberapa pilkada yang sudah dilaksanakan di Sumbar seperti Payakumbuh, Sawahlunto, Padangpanjang dan terakhir di Pariaman, semua terlaksana hanya satu putaran. Bercermin dari itu, maka Pilkada Padang harus pula didorong untuk bisa satu putaran, tanpa mengurangi esensi demokrasi.
Dari pemikiran itu, maka beberapa tokoh masyarakat Padang yang tergabung dalam RAME mengimbau dan mengajak masyarakat yang memiliki hak pilih untuk mendorong pilkada satu putaran.
Menurut Isa, kebanyakan anggota RAME adalah tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang etnis, termasuk juga tokoh-tokoh perantau Limapuluh Kota/Payakumbuh (Gonjong Limo) dan Agam/Bukittinggi, serta Pauh Kuranji. Bergabung juga para pensiunan birokrat Padang dan Sumbar.
“Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada calon walikota dan wakil walikota lain, keberpihakan kepada pasangan Mahyeldi-Emzalmi karena kami menilai mereka telah berpengalaman dalam memimpin Kota Padang. Mahyeldi adalah sosok pekerja keras dan agamis,” kata dia.
Sementara Emzalmi diyakini mampu mengorganisir birokrat Pemko Padang untuk melayani masyarakat dengan semaksimal. Itu dikarenakan ia telah malang melintang di pemerintahan dengan jabatan terakhir, Sekda Padang.
Sementara Ketua Tim Pemenangan Mahyeldi-Emzalmi, Muharlion mengatakan mendapat dukungan dari relawan tersebut, jelas membuat semangat dan kepercayaan diri mereka semakin tinggi.
“Ini bukti kecintaan masyarakat kepada pasangan yang kami usung. Semoga bisa membawa Padang ke arah yang lebih baik,” katanya.
Terkait pilkada satu putaran, ia mengatakan jiga hanya berlangsung satu putaran, maka akan bisa dihemat anggaran mencapai Rp8,5 sampai Rp10 miliar. “Makanya kita juga berharap Pilkada Padang cukup satu putaran saja,” pungkasnya. (105)
 Sumber :  http://hariansinggalang.co.id/pilkada-padang-cukup-satu-putaran/

posted by @Adimin

DPRa PKS Batang Kabung Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis


pkspadang.com, Ratusan warga Batang Kabung Ganting antusias terlibat dalam program pemeriksaan kese- hatan secara gratis yang diadakan oleh DPRa (Dewan Pimpinan Ranting) PKS Batang Kabung Ganting. Acara ini digelar di Kantor DPC PKS Koto Tangah Jl Adinegoro Perum. Pondok Karya Batang Kabung Ganting dalam rangka turut mensukseskan program pemerintah kota Padang. Acara yang berlangsung setengah hari ini dihadiri oleh ketua DPC Koto Tangah Zulfadri A.Md, Pun Ardi, Muharlion S.Pd dan juga beberapa Ketua DPRa Koto tangah.

Menurut Sekretaris Umum DPD PKS Sumbar, Muharlion S.Pd, “Kegiatan ini adalah agenda rutin dari PKS Kota Padang, ini merupakan layanan akses kesehatan bagi masyarakatyang kurang mampu dari segi ekonomi. Alasan dibatang kabung karena pembangunan Puskesmas yang sampai sekrang belum bisa beroperasi secara optimal pasca gempa.”

Muharlion menambahkan “kegiatan ini bisa sekaligus menjadi wadah menampung aspirasi masyarakat sekaligus akan menjadi program tetap pemerintahan jika pak Mahyeldi terpilih sebagai walikota.”
“Terima kasih PKS yang telah peduli akan kesehatan masyarakat Batang Kabung, Alhamdulillah saya bisa mengecek kesehatan secara gratis karena kalau kerumah sakit bias mengeluarkan biaya.” Tutur salah satu warga.

Program ini selain dukungan terhadap pemerintah kota Padang juga sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Kesehatan merupakan modal dasar jasmani kita untuk terus bekerja. Semoga ini bias kita rutinkan agar masyrakat bias menikmati kesehatan gratis, tutur Edi Kurniawan S.Hum selaku Ketua Panitia sekaligus Ketua DPRa PKS Batang Kabung Ganting.(Rm/Adm)

sumber : mahyeldi-emzalmi.com

posted by @Adimin

Jangan Menguap, Tahan Saja

Written By @Adimin on 27 September, 2013 | September 27, 2013



Fenomena menguap ini merebak di masyaraayakat, ada yang bilang menguap itu menular, kayak penyakit saja ya..bisa menular. Percaya tidak percaya perhatikan saja jika ada salah satu dari teman kita yang menguap biasanya yang di sampingnyapun ikutan menguap dengan refleks.
 
Lalu apakah menguap itu? Sejanis penyakit atau hanya sebuah kebiasan atau sudah dari sononya kalau orang mengantuk ya pasti menguap, sampai – sampai masalah menguap ini di atur oleh Islam lewat sabda Rosulullah:
Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Karenanya apabila salah seorang dari kalian bersin lalu dia memuji Allah, maka kewajiban atas setiap muslim yang mendengarnya untuk mentasymitnya (mengucapkan yarhamukallah). Adapun menguap, maka dia tidaklah datang kecuali dari setan. Karenanya hendaklah menahan menguap semampunya. Jika dia sampai mengucapkan ‘haaah’, maka setan akan menertawainya.” (HR. Bukhari no. 6223 dan Muslim no. 2994)

Rosulullah tegas menyuruh kita untuk menahan menguap semampunya karena menguap berasal dari setan, menurut   Ibnu Hajar  bersin bisa menggerakkan orang untuk bisa beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang itu malas (Fathul Baari, 10/607).

Sedangkan para Dokter mengatakan bahwa menguap adalah gejala kurangnya oksigen di dalam otak dan tubuh, karenanya menguap sering terjadi ketika tubuh sedang dalam keadaan letih, lesu dan bisa juga di hadapi oleh orang yang akan meninggal.

Menguap juga akan memberikan ruang kepada para bakteri, kuman, mikroba, dan debu masuk ke dalam tubuh kita, karena ketika mulut terbuka udara akan bebas masuk sedangkan di dalam mulut sendiri tidak ada sistem penyaringan seperti yang di miliki oleh hidung. Maka jika anda mneguap tahanlah atau tutup menggunakan punggung tangan anda.

Oleh: Kanza Ayasophia


posted by @Adimin

Bagaimana Seharusnya Memilih Pemimpin

Written By @Adimin on 26 September, 2013 | September 26, 2013


pkspadang.com, Ketika kita umat Islam dihadap kan pada pilihan-pilihan yang sulit terkait dengan pemilihan calon pemimpin ummat ini maka seharus nyalah kita sebagai ummat Islam yang sudah mem- punyai acuan abadi yaitu Al qur'an dan Sunnah maka tulisan ini ungkin bisa sedikiit membantu kita untuk menganalisa pemim- pin yang seperti apa yang mesti kita dukung ber- dasarkan tuntutan ilahiyah yang berdasarkan Al Qur'an dan Sunnah dan juga pendapat ulama-ulama Salaf yang muktabar.

1. Tentang memilih orang kafir sebagai pemimpin selain Imamatul ‘uzhma.

Hal itu tetap terlarang secara mutlak, sesuai keumuman ayat:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. Al Maidah: 51)

Larangan dalam ayat ini umum, tidak mengkhususkan pada satu jenis dan level kepemimpinan. Dan, tidak ada keterangan dalam Al Quran dan As Sunnah bahwa larangan mengangkat orang kafir sebagai pemimpin hanya khusus berlaku  bagi imamatul ‘uzhma saja. Maka, berlakulah larangan ini secara umum; bahwa orang-orang beriman dilarang memilih orang kafir sebagai waliyul amri bagi mereka di semua level kepemimpinan.

وَلِيُّ  (Waliy) jamaknya adalah أَوْلِيَاء  (Auliyaa’) yang artinya –sebagaimana kata Imam Ibnu Jarir Ath Thabari- adalah para penolong (Anshar) dan kekasih (Akhilla). (Jami’ul Bayan, 9/319)
Bisa juga bermakna teman dekat, yang mengurus urusan, dan yang mengusai (pemimpin). (Ahmad Warson, Kamus Al Munawwir, Hal. 1582)

Dalam Lisanul ‘Arab disebutkan bahwa Al Waliy adalah An Naashir (penolong/pembantu). (Ibnu Manzhur, Lisanul ‘Arab, 15/405)

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdoa untuk Ali Radhilallahu ‘Anhu:

اللهم والِ مَنْ والاه

“Allahumma waali man waalaahu.” (HR. Ibnu Majah No. 116, Al Hakim No. 4576, Abu Ya’la No. 6423, 6951, Ibnu Hibban No. 6931, Ahmad No. 950, Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Ta’liq Musnad Ahmad mengatakan: shahih lighairih)

Apa artinya? Syaikh Ibnu Manzhur mengatakan tentang makna terhadap doa ini:

أَي أَحْبِبْ مَنْ أَحَبَّه وانْصُرْ من نصره

“Yaitu cintailah orang yang mencintainya dan tolonglah orang yang menolongnya.” (Ibnu Manzhur, Lisanul ‘Arab, 15/405)

Dengan demikian Waliy adalah sesuatu tempat kita berteman dekat, minta bantuan dan pertolongan, kekasih, pemimpin, dan yang mengurus urusan kita.
       
Imam Ibnu Katsir Rahimahullah memberikan keterangan dengan sebuah kisah Abu Musa Al Asy'ari Radhiallahu ‘Anhu yang mengangkat seorang sekretaris dari Syam yang beragama Nashrani, lalu Umar Radhiallahu 'anhu merasa heran dan mencegah pengangkatan itu, lalu Umar Radhiallahu 'Anhu mengutip ayat di atas. (Tafsir Al Quran Al 'Azhim, 3/123)

Allah Ta'ala menyebut munafik kepada orang yang sengaja memilih orang kafir sebagai pemimpin, padahal dia tahu ada orang beriman yang seharusnya diangkat menjadi pemimpin:

بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (138  (الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا (139(

Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih
(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi waliy dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. (QS. An Nisa: 138-139)

Lalu bagaimana dengan umat Islam yang terlahir di negeri mayoritas non muslim seperti di Eropa atau Amerika, atau sebagian kecil di tanah air kita? Maka, untuk mereka boleh saja memilih atau tidak memilih tergantung kondisinya. Jika calon yang ada adalah sama-sama kafir dan membenci Islam, dan semua calon yang ada sama-sama memusuhi kaum muslimin, maka hendaknya golput saja. Tetapi, jika dari calon yang ada terdapat orang yang lebih ringan permusuhannya dengan Islam, maka dia boleh saja dipilih dengan asumsi dan harapan potensi kezaliman yang akan menimpa umat Islam juga lebih ringan jika dia yang menjadi pemimpin.  Sesuai kaidah Al Irtikab Akhafu Dharurain, menjalankan mudharat yang lebih ringan untuk menghindari mudharat yang lebih besar. Saat itu tidak bisa dikatakan mereka telah memberikan wala’ (loyalitas) kepada orang kafir, sebab mereka melakukan itu secara terpaksa.

2. Bolehkah memilih pemimpin orang munafik?

Memilih orang munafik sebagai pemimpin, kawan dekat, dan penolong kita, juga terlarang dalam syariat. Hal itu ditegaskan dalam ayat berikut:

فَمَا لَكُمْ فِي الْمُنَافِقِينَ فِئَتَيْنِ وَاللَّهُ أَرْكَسَهُمْ بِمَا كَسَبُوا أَتُرِيدُونَ أَنْ تَهْدُوا مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلًا (88) وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً فَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ أَوْلِيَاءَ حَتَّى يُهَاجِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا (89)

Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan  dalam (menghadapi) orang-orang munafik, Padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri ? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya. Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka  sebagai waliy (pemimpin), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong. (QS. An Nisa: 88-89)

Maka, larangan menjadikan orang munafik sebagai pemimpin adalah jelas dan gamblang, sebab hakikatnya mereka adalah kafir sebagaimana yang disebutkan oleh ayat di atas. Namun, yang menjadi masalah adalah siapakah orang munafik itu? Apakah dengan seenaknya seorang muslim menyebut muslim lainnya adalah munafik? Misal dengan ringan kita berkata: “Si Fulan munafik karena dia telah begini dan begitu ....,” apakah semudah itu? Tentu tidak. Selama belum ada bukti kuat bahwa orang tersebut adalah musuh dalam selimut yang berpura-pura sebagai seorang muslim yang baik, padahal dia merusak Islam dan kaum muslimin. Maka, selama itu pula kita menilai mereka sesuai zhahirnya, bahwa dia seorang muslim.

3.Bolehkah mengangkat orang fasik dan ahli maksiat sebagai pemimpin?

Pertanyaan nomor dua (memilih orang fasik sebagai pemimpin) dan nomor empat (memilih ahli maksiat sebagai pemimpin), kami gabungkan saja, karena orang dikatakan fasik  disebabkan maksiat yang dilakukannya.

Semua bentuk kefasikan dan maksiat adalah penghalang seseorang diangkat menjadi pemimpin, sebab pemimpin kaum beriman adalah juga kaum beriman yang sejati; mereka shalat, zakat, dan tunduk kepada aturan-aturan Allah Ta’ala.  Sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan:

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آَمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ

Sesungguhnya waliy kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). (QS. Al Maidah: 55)

Bahkan jika seorang yang menjadi pemimpin, dalam perjalanan kepemimpinannya mengalami perubahan, dia menjadi fasik dan berbuat maksiat, hal itu membuatnya boleh dicopot dari jabatannya menurut sebagian ulama.
Berikut ini pandangan Imam Abul Hasan Al Mawardi dalam Al Ahkam As Sulthaniyah  tentang keadaan yang membuat dibolehkannya dicopotnya seorang pemimpin:

وإذا قام الإمام بما ذكرناه من حقوق الأمة فقد أدى حق الله تعالى فيما لهم وعليهم ، ووجب له عليهم حقان الطاعة والنصرة ما لم يتغير حاله والذي يتغير به حاله فيخرج به عن الإمامة شيئان : أحدهما جرح في عدالته والثاني نقص في بدنه .
فأما الجرح في عدالته وهو الفسق فهو على ضربين : أحدهما ما تابع فيه الشهوة .
والثاني ما تعلق فيه بشبهة ، فأما الأول منهما فمتعلق بأفعال الجوارح وهو ارتكابه للمحظورات وإقدامه على المنكرات تحكيما للشهوة وانقيادا للهوى ، فهذا فسق يمنع من انعقاد الإمامة ومن استدامتها ، فإذا طرأ على من انعقدت إمامته خرج منها ، فلو عاد إلى العدالة لم يعد إلى الإمامة إلا بعقد جديد .....

Jika imam (pemimpin) sudah menunaikan hak-hak umat seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, maka otomatis ia telah menunaikan hak-hak Allah Ta’ala, hak-hak mereka, dan kewajiban-kewajiban mereka. Jika itu telah dia lakukan, maka dia punya dua hak dari umatnya. Pertama, ketaatan kepadanya. Kedua, membelanya selama keadaan dirinya belum berubah.

Ada dua hal yang dapat merubah keadaan dirinya, yang dengan berubahnya kedua hal itu dia  mesti mundur dari kepemimpinannya:

1.Adanya cacat dalam ke- ’adalah-annya.

2.Cacat tubuhnya
 
Ada pun cacat dalam ‘adalah (keadilan) yaitu kefasikan, ini pun ada dua macam; Pertama, dia mengikuti syahwat; Kedua, terkait dengan syubhat.

Bagian pertama (fasik karena syahwat) terkait dengan perbuatan anggota badan, yaitu dia menjalankan berbagai larangan dan kemungkaran, baik karena menuruti hawa syahwat, dan tunduk kepada hawa nafsu. Kefasikan ini membuat seseorang tidak boleh diangkat menjadi imam (pemimpin), dan juga sebagai pemutus kelangsungan imamah (kepemimpinan)-nya. Jika sifat tersebut terjadi pada seorang pemimpin, maka dia harus mengundurkan diri dari imamah-nya. Jika ia kembali adil (tidak fasik), maka imamah tidak otomatis kembali kepadanya, kecuali dengan pengangkatan baru. .......... (Imam Abul Hasan Al Mawardi, Al Ahkam As Sulthaniyah, Hal. 28. Mawqi’ Al Islam)

Namun demikian, jika tidak ada pilihan  lain kecuali pemimpin muslim tapi   fasik, itu masih lebih baik dibanding memilih orang kafir walau nampaknya baik hati kepada kaum muslimin. Hal ini sesuai kaidah Al Irtikab Akhafu Dharurain (memilih mudharat paling ringan di antara dua mudharat). Sebab, seorang muslim  yang fasik tetaplah dia masih memiliki tauhid yang dengannya merupakan modal untuk kembali ke jalan yang benar, ada pun orang kafir walau pun adil, dia memiliki pondasi dan modal untuk memusuhi kaum muslimin, sebab apa yang di hati lebih besar kebenciannya dibanding apa yang mereka tampakkan.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآَيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (QS. Ali ‘Imran: 118)

3.Memilih pemimpin wanita yang tidak bagus akhlaknya

Tidak ada perselisihan pendapat, bahwa buruknya akhlak adalah penghalang seseorang diangkat menjadi pemimpin, terlebih lagi jika dia seorang wanita.

Perselisihan yang terjadi adalah jika wanita itu shalihah, adil, cakap dalam memimpin; di sisi lain tak ada laki-laki yang kualitasnya sama sepertinya. Apakah saat itu wanita lebih baik dijadikan pemimpin? Ataukah tetap memaksakan laki-laki menjadi pemimpin betapa pun bengis dan bodohnya dia? Ataukah ini termasuk keadaan yang dikecualikan? Dalam hal ini para ulama terbagi menjadi tiga kelompok.

Pertama, melarang secara mutlak, ini adalah pendapat imam empat madzhab dan  jumhur (mayoritas). Mereka berdalil dengan keumuman ayat Al Quran:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. ... (QS. An Nisa: 34)

Ayat ini tentang kepempimpinan laki-laki di rumah tangga, namun juga berlaku umum dalam semua level kepemimpinan, sesuai kaidah qiyas aula, yakni jika wanita bukan pemimpin di dalam keluarga, maka ditingkatan yang lebih besar dari itu dia  lebih bukan lagi sebagai pemimpin.


Dalil dari Sunah adalah:

عَنْ أَبِي بَكْرَةَ قَالَ
لَقَدْ نَفَعَنِي اللَّهُ بِكَلِمَةٍ سَمِعْتُهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَّامَ الْجَمَلِ بَعْدَ مَا كِدْتُ أَنْ أَلْحَقَ بِأَصْحَابِ الْجَمَلِ فَأُقَاتِلَ مَعَهُمْ قَالَ لَمَّا بَلَغَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ أَهْلَ فَارِسَ قَدْ مَلَّكُوا عَلَيْهِمْ بِنْتَ كِسْرَى قَالَ لَنْ يُفْلِحَ قَوْمٌ وَلَّوْا أَمْرَهُمْ امْرَأَةً

Dari Abu Bakrah, katanya: Sungguh Allah telah memberikan manfaat  dengan kata-kata yang pernah  kudengar dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  pada saat perang Jamal, setelah  sebelumnya hampir saja aku mengikuti tentara Jamal (yaitu pasukan yang dipimpin oleh Aisyah yang  mengendarai unta) dan berperang  mendukung mereka. Lalu dia mengatakan:  Ketika sampai berita kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa bangsa Persia telah  mengangkat putri Kisra sebagai pemimpin, maka beliau bersabda: “Tidak akan pernah beruntung suatu kaum yang menyerahkan kekuasaan  (pemerintahan) mereka kepada seorang wanita.” (HR. Bukhari No. 4425)

Hadits ini sangat jelas mengecam kaum yang mengangkat wanita sebagai pemimpin mereka.

Kedua, melarang hanya pada level imamatul ‘uzhma  (imam tertinggi seperti jabatan khalifah atau presiden untuk zaman sekarang), sedangkan kepemimpinan di bawah level itu tidak apa-apa. Sebab, saat itu wanita tetap masih di bawah komando laki-laki. Mereka yang mendukung pendapat ini adalah Imam Abu Hanifah, Imam Ibnu Hazm, Syaikh Al Qaradhawi, Syaikh Muhammad Al Ghazali, dan lain-lain.

Alasan kelompok ini adalah karena Khalifah Umar bin Al Khathab Radhiallahu ‘Anhu pernah mengangkat seorang wanita menjadi kepala pasar, padahal kaum laki-laki masih banyak yang mampu. Maka, kedudukan wanita tersebut sebagai pemimpin masih di bawah kendali Khalifah Umar. Saat itu tidak ada sahabat nabi lainnya yang menentang hal ini. Ada pun hadits dari Abu Bakrah di atas, adalah kepemimpinan wanita dalam urusan pemerintahan dan kenegaraan tertinggi, seperti khalifah atau presiden untuk zaman tidak ada khalifah seperti saat ini, karena hadits itu menggunakan kata wallau amrahum (menyerahkan urusan kekuasaan mereka). Dan, latar belakang hadits ini juga disebabkan karena terpilihnya seorang wanita sebagai pemimpin negara   di Persia. Sehingga kepemimpinan di bawah level  itu tidak mengapa, seperti pemimpin sebuah departemen, kepala daerah, kepala sekolah, ketua senat, dan lainnya. Imam Abu Hanifah membolehkan wanita menjadi  Qadhi (Hakim) untuk masalah-masalah khusus wanita.

Ketiga, melarang  kepemimpinan wanita kecuali  calon-calon lainnya adalah laki-laki yang dikenal zalim, maka keadaan itu adalah situasi khusus yang membolehkan wanita –yang layak-  menjadi pemimpin. Sebab kezaliman laki-laki tersebut –yang dapat mendatangkan petaka bagi rakyatnya- bisa dicegah dengan tidak memilihnya. Itu pun sifatnya sementara, jika dalam perjalanannya bisa diketahui adanya laki-laki shalih yang cakap sebagai pemimpin, maka wanita itu dapat dicopot lalu digantikan oleh laki-laki tersebut. Inilah pendapat Al ‘Allamah Abul A’la Al Maududi Rahimahullah.

Kami memandang, jika suatu tempat, zaman, dan situasi, tak ditemukan satu pun figur laki-laki yang cakap menjadi pemimpin –kuat, amanah, terjaga, dan berilmu- maka itu adalah berita duka cita bagi kaum laki-laki. Bagaimana bisa dari sekian banyak laki-laki di sebuah negeri tidak ada laki-laki pantas memimpin negaranya? Walau pun di level terendah ?!

Jika masih bisa diusahakan dan ditemukan adanya laki-laki yang layak menjadi pemimpin, walau dia sekadar yang terbaik di antara yang terburuk,  maka mendahulukan mereka adalah lebih utama dalam rangka menjalankan perintah Allah Ta’ala secara wajar.

Demikian. Wallahu A’lam.


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger