Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
January 29, 2014
posted by @Adimin
Hidup Mati Pilih PKS
Written By Anonymous on 29 January, 2014 | January 29, 2014
Cerita ini bukan narasi, bukan juga non fiksi tapi reaksi. Reaksi seorang warga Samarinda Seberang, yang 100% bukan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), bukan juga partisan. Dia hanya seorang warga yang tinggal di kawasan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, dan kebetulan sedang bertamu di rumah yang saya datangi. Saya sendiri saat itu sedang bersilaturahmi dengan pemilik rumah, di Jalan Hasan Basri (eks Jalan Merak), Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Minggu (26/1) siang lalu.
Awalnya agak cangung. Bukan karena tamu tadi seorang pria dan saya perempuan. Namun rokok di tangannya benar-benar membuat saya kurang nyaman berada di sekitarnya. Apa mau dikata, pintu sudah dibuka dan saya tidak mungkin buru-buru pergi tanpa dapat kepastian, apakah keluarga yang saya datangi ini menerima PKS di tengah-tengah keluarganya atau tidak.
Dengan perasaan campur aduk, saya membuka percakapan dengan sang empunya rumah. Di tengah obrolan kami, tiba-tiba dia ikut nimbrung. Akhirnya dari sana saya tahu tamu tersebut bernama Rusli. Dari logat bicaranya saya bisa menebak kalau ia bersuku Bugis.
“Saya tinggal di Simpang Pasir Palaran,” katanya memperkenalkan diri.
Lama kelamaan saya merasa nyaman berbincang dengan Rusli dan keluarga, yang baru saya kenal beberapa menit yang lalu. Bahkan kami terlibat obrolan panjang, sampai akhirnya dia membanding-bandingkan PKS dan partai lain.
Bagi-Bagi Duit
“Ada caleg dari Partai X (sensor), masuk ke daerah saya dan mau bagi-bagi uang Rp 250 ribu per orang. Dia minta agar dipilih,” kata Rusli dengan sesekali menghisap rokok di tangannya.
Bukannya menerima tawaran tersebut, Rusli justru melarang warga menerima uang itu. Sebab suara yang akan diberikan warga pada Pemilu Legislatif (Pileg) April tahun ini, dinilai terlalu murah jika dibandingkan nasib mereka lima tahun mendatang. Sebaliknya, Rusli menilai pemberian itu sebagai bentuk sogok dan merendahkan harga diri warga.
“Jangan mau pilih caleg yang ngasih uang dimana-mana. Setelah terpilih mereka bakal setengah mati balikin modal yang sudah dibagiin, termasuk menghalalkan segala cara,” ujar Rusli.
Harus Milih PKS
Rusli pun berpesan kepada saya dan kader-kader PKS yang lain agar rajin turun ke masyarakat dan mendengarkan keluh kesah mereka. Tidak perlu jualan wajah di baliho. Asalkan sering menemui warga dan bersilaturahmi, Rusli yakin PKS akan mendapat banyak dukungan suara.
“Masyarakat itu maunya di dengar keluhannya. Kalau masyarakat puas, mereka pasti nyoblos PKS. Seperti saya, pokoknya saya hidup mati pilih PKS lah biar bisa nyapres(mencalonkan presiden) sendiri,” lanjutnya.
Agak eskstrem sebenarnya mendengar penuturan Rusli. Namun rupanya ada yang lebih ekstrem, yakni seluruh warga yang menyewa rumah kontrakannya harus memilih PKS. Kalau tidak pilih PKS, Rusli akan minta warga mencari tempat kontrakan yang lain.
“Gak usah nyewa kalau gak pilih PKS,” ucapnya bernada canda.
Semakin jauh dia bercerita, semakin penasaran saya dibuatnya. Karena itu, saya tanya siapa orang di PKS yang dia sukai. Tanpa ragu Rusli mengatakan dia suka Ustadz Hadi Mulyadi. Katanya, Ustaz Hadi, panggilan akrab Hadi Mulyadi, mirip Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Tifatul Sembiring.
“Ramah dan humoris. Tipe pemimpin idaman deh. Masyarakat itu maunya pemimpin yang Islami, paham agama dan malu berbuat dosa. Ini sepertinya yang punya cuma PKS,” ungkapnya serius.
Yang membuat Rusli benar-benar salut dengan PKS dan politisi-politisinya, ketika Bahan Bakar Minyak (BBM) akan dinaikkan. PKS dinilai benar-benar pro pada rakyat dengan tegas menolak kenaikan harga BBM bersubsidi, dan tidak takut dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Padahal SBY bisa kapan saja mencopot mentri yang sekarang menjabat di kabinetnya.
“Salut, PKS tidak takut jabatannya dicopot,” tambahnya.
Pertemuan dengan Rusli benar-benar membuatku bangga, berada dalam barisan dakwah bersama PKS. Apalagi keluarga yang saya datangi termasuk Rusli menyatakan menyambut PKS dan siap memilih PKS. Karena itu, saya sangat yakin masih banyak Rusli-Rusli yang lain, yang punya pandangan cerdas meski tampak seperti orang awam di luar sana.
“Terus berjuang”
Itulah kata penutup pertemuan itu yang benar-benar membuat air mataku hampir tumpah. Saya melihat ada segudang harapan warga terhadap PKS. Harapan yang selama ini tumpul akibat kelakuan para pemimpin negeri ini yang tidak amanah. “Doakan dan dukung kami. Insya Allah bersama PKS, harapan warga akan terwujud,” terangku lalu pamit dan salam.
[Kiriman dari Nastarita]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
January 29, 2014
posted by @Adimin
Aneh! Banjir Datang Lagi, Warga Malah Lapor PKS
JAKARTA - Selasa dini hari (29/1) hujan cukup deras mengguyur wilayah Lubang Buaya menyisakan gerimis hingga pagi hari. Sembari menunggu gerimis reda, Saya panaskan sepeda motor bersiap berangkat kerja. Khawatir jalanan banjir Saya sempatkan bertanya ke grup whatsapp DPRa PKS Lubang Buaya;
"Semalam hujan deras, ada yang tahu kondisi molek pagi ini?".
Kebetulan rumah Saya berada jauh dari molek, padahal setiap berangkat kerja Saya harus melalui jembatan yang sering meluap tersebut. Alhamdulillah, beberapa saat kemudian Pak Ari menanggapi;
"Molek aman"
Saya tahu setiap pagi beliau juga melalui jembatan molek untuk mengantar anak-anaknya sekolah.
Molek sebenarnya adalah nama jembatan diatas kali sunter, dinamakan molek karena didekatnya ada perumahan bernama Molek Raya Housing. Jembatan molek selama ini menjadi patokan warga Lubang Buaya, jika molek meluap maka wilayah Rw.3 dan Rw.12 pasti banjir.
Setelah hujan reda, Saya pun berangkat kerja. Syukurlah molek tidak banjir pagi itu hanya arus kalinya saja yang lumayan deras. Baru saja sampai tempat kerja, tetiba grup whatsapp DPRa PKS kembali ramai. Rupanya penyebabnya dimulai dari pesan masuk dari Pak Lutfi;
"Pak ari sy dapat sms dari ibu RT 1 RW 12, mereka kebanjiran lagi.."
Kemudian tak lama berselang Abu Ali menimpali;
"info buyung : rt02 dan rt 03 juga banjir lagi seperti hari senin yang lalu".
Rupanya beberapa kader mendapat SMS dari warga yang melaporkan rumah mereka mendadak kebanjiran. Mulai dari simpatisan sampai Bu RT ramai-ramai melaporkan kondisi wilayahnya ke kader PKS. Beberapa kader yang berdekatan dengan lokasi yang dimaksud pun kemudian langsung memberikan update kondisi di lapangan. Ternyata benar, wilayah yang 2 pekan lalu terendam kembali kebanjiran lagi. Dari informasi warga diketahui, banjir datang tiba-tiba sekitar jam 7 s.d jam 9 pagi tadi.
Beberapa rumah yang terendam kosong, karena penghuninya sudah pergi beraktifitas. Warga yang mengungsi pun tidak sempat mengamankan barang-barang mereka ke tempat yang lebih tinggi termasuk kompor untuk memasak.
Menanggapi laporan dari warga, Ketua DPRa pun dengan sigap langsung memberi instruksi untuk mengumpulkan nasi bungkus masing-masing 5 tiap kader dan segera menghidupkan posko banjir kembali.
Cepatnya laporan yang Kami terima dari warga menginsyaratkan bahwa warga percaya pada kesigapan PKS yang selama ini selalu turun membantu mereka dalam setiap musibah. (ss/pks-lubangbuaya)
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
January 28, 2014
JAKARTA - Kehadiran Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq di Posko Bantuan Bencana Banjir, Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (25/1) disambut hangat para pengungsi. Setidaknya, kedatangan politikus PKS itu memberikan semangat para korban banjir yang menderita.
"Kami senang Pak Mahfudz datang jenguk kami. Karena belum ada pejabat tinggi yang peduli sama kami saat ini," kata Amu, salah seorang korban banjir di Indramayu di sela-sela pertemuan.
Mahfudz mendatangi korban banjir tidak sendiri. Ia bersama dengan Dandim 0616 Indramayu, Letkol CPN Asyik Rudianto S.Minute. Menurut Subkhi, kehadiran Mahfudz bersama rombongan sangat berharga karena sampai saat ini, korban belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Indramayu.
"Bantuan dari Pemkab belum datang pak. Kami butuh makanan dan obat-obatan," kata Subkhi, korban banjir lainnya.
Kedatangan Mahfudz yang juga anggota DPR dari daerah pemilihan Indramayu-Cirebon disambut hangat. Tidak hanya sekadar hadir, ia juga memberikan bantuan berupa beras, mie instan dan biskuit. "Saya berharap warga di sini mau menerima sedikit bantuan dari saya," katanya.
Selain memberikan bantuan para warga, Waskjen DPP PKS itu juga memotivasi agar tetap sabar dan semangat. Sebelum meninggalkan lokasi banjir, Mahfudz beserta rombongan menyempatkan makan bersama warga di posko bantuan. [FPKS]
posted by @Adimin
Ketua Komisi I DPR RI makan di pengungsian bersama korban banjir
Written By Anonymous on 28 January, 2014 | January 28, 2014
JAKARTA - Kehadiran Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq di Posko Bantuan Bencana Banjir, Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (25/1) disambut hangat para pengungsi. Setidaknya, kedatangan politikus PKS itu memberikan semangat para korban banjir yang menderita. "Kami senang Pak Mahfudz datang jenguk kami. Karena belum ada pejabat tinggi yang peduli sama kami saat ini," kata Amu, salah seorang korban banjir di Indramayu di sela-sela pertemuan.
Mahfudz mendatangi korban banjir tidak sendiri. Ia bersama dengan Dandim 0616 Indramayu, Letkol CPN Asyik Rudianto S.Minute. Menurut Subkhi, kehadiran Mahfudz bersama rombongan sangat berharga karena sampai saat ini, korban belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Indramayu.
"Bantuan dari Pemkab belum datang pak. Kami butuh makanan dan obat-obatan," kata Subkhi, korban banjir lainnya.
Kedatangan Mahfudz yang juga anggota DPR dari daerah pemilihan Indramayu-Cirebon disambut hangat. Tidak hanya sekadar hadir, ia juga memberikan bantuan berupa beras, mie instan dan biskuit. "Saya berharap warga di sini mau menerima sedikit bantuan dari saya," katanya.
Selain memberikan bantuan para warga, Waskjen DPP PKS itu juga memotivasi agar tetap sabar dan semangat. Sebelum meninggalkan lokasi banjir, Mahfudz beserta rombongan menyempatkan makan bersama warga di posko bantuan. [FPKS]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 28, 2014
posted by @Adimin
PKS Tak Tergesa Terima Dana APBN untuk Biayai Saksi di TPS
JAKARTA - Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyatakan pihaknya menolak pendanaan saksi di tiap tempat pemungutan suara (TPS) oleh negara bila aturan dan landasan hukumnya belum jelas. Ia mengungkapkan, tak ada alasan partai politik meminta negara menggelontorkan dana guna membiayai saksi di TPS.
"Saya pribadi, kalau tidak jelas, PKS lebih baik menolak dana saksi parpol dari negara," kata Mardani, di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (27/1/2014).
Anggota Komisi I DPR itu menuturkan, negara bisa membiayai ongkos pemilu demi menjaga kredibilitas pelaksanaan, hasil, dan menutup celah penyelewengan. Akan tetapi, demokrasi yang murah harus menjadi pertimbangan utamanya. Ia mengusulkan agar anggaran dari pemerintah ke partai politik diberikan melalui mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun 2011 tentang Partai Politik.
Dalam UU tersebut dinyatakan bahwa negara memberikan bantuan kepada partai yang mempunyai kursi di parlemen sesuai perolehan suara sah dalam pileg. Aturan itu mengacu pada PP Nomor 5 tahun 2009, Keputusan Mendagri Nomor 212 tahun 2009, yang menetapkan harga Rp 108 per suara partai politik yang mendapatkan kursi di parlemen.
"Ketimbang menimbulkan berbagai macam kerumitan sebaiknya pakai meknisme biasa saja," ujarnya.
Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPR Hakam Naja menjelaskan, keputusan membiayai saksi partai politik oleh negara merupakan keputusan bersama antara DPR, KPU, Bawaslu, dan pemerintah. Anggaran untuk membiayai saksi tersebut diambil dari APBN di pos anggaran 99.
"Kami setuju, agar orang (saksi) tak dibiayai orang per orang dan dia mengendalikan. Kalau negara bisa memberikan alokasi yang cukup, partai akan lebih fokus melakukan pengaderan, pendidikan, advokasi, tapi tidak di wilayah menggalang dana," pungkasnya.
Seperti diketahui, pemerintah memutuskan untuk membayar saksi partai politik yang akan ditempatkan di setiap TPS. Hal itu untuk mengantisipasi kekurangan dana yang kerap dikeluhkan partai politik. Setiap saksi dibayar Rp 100.000 untuk mengawasi pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS.
Keputusan itu menuai penolakan dari beberapa partai. Salah satunya adalah Partai Nasdem yang dengan tegas menolak anggaran tersebut dan mengusulkan agar dananya diberikan kepada korban bencana alam. [KOMPAS.COM]
"Saya pribadi, kalau tidak jelas, PKS lebih baik menolak dana saksi parpol dari negara," kata Mardani, di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (27/1/2014).
Anggota Komisi I DPR itu menuturkan, negara bisa membiayai ongkos pemilu demi menjaga kredibilitas pelaksanaan, hasil, dan menutup celah penyelewengan. Akan tetapi, demokrasi yang murah harus menjadi pertimbangan utamanya. Ia mengusulkan agar anggaran dari pemerintah ke partai politik diberikan melalui mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun 2011 tentang Partai Politik.
Dalam UU tersebut dinyatakan bahwa negara memberikan bantuan kepada partai yang mempunyai kursi di parlemen sesuai perolehan suara sah dalam pileg. Aturan itu mengacu pada PP Nomor 5 tahun 2009, Keputusan Mendagri Nomor 212 tahun 2009, yang menetapkan harga Rp 108 per suara partai politik yang mendapatkan kursi di parlemen.
"Ketimbang menimbulkan berbagai macam kerumitan sebaiknya pakai meknisme biasa saja," ujarnya.
Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPR Hakam Naja menjelaskan, keputusan membiayai saksi partai politik oleh negara merupakan keputusan bersama antara DPR, KPU, Bawaslu, dan pemerintah. Anggaran untuk membiayai saksi tersebut diambil dari APBN di pos anggaran 99.
"Kami setuju, agar orang (saksi) tak dibiayai orang per orang dan dia mengendalikan. Kalau negara bisa memberikan alokasi yang cukup, partai akan lebih fokus melakukan pengaderan, pendidikan, advokasi, tapi tidak di wilayah menggalang dana," pungkasnya.
Seperti diketahui, pemerintah memutuskan untuk membayar saksi partai politik yang akan ditempatkan di setiap TPS. Hal itu untuk mengantisipasi kekurangan dana yang kerap dikeluhkan partai politik. Setiap saksi dibayar Rp 100.000 untuk mengawasi pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS.
Keputusan itu menuai penolakan dari beberapa partai. Salah satunya adalah Partai Nasdem yang dengan tegas menolak anggaran tersebut dan mengusulkan agar dananya diberikan kepada korban bencana alam. [KOMPAS.COM]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
January 28, 2014
posted by @Adimin
Juan Mata ke Old Trafford, Anis Matta Nyusul?
![]() |
| Foto Anis Matta yang beredar di BlackBerry Messenger |
JAKARTA -- Juan Mata resmi bergabung dengan Manchester United sejak Sabtu (25/1) lalu. Dunia pun ramai membicarakan kepindahan mantan pemain Chelsea itu ke Old Trafford.
Di Indonesia kehebohan juga terjadi, tapi kali ini bukan karena Juan Mata melainkan Anis Matta. Presiden Partai Keadilan Sosial (PKS) yang juga maju untuk calon presiden ini menghebohkan BlackBerry Messenger (BBM) hari ini, Senin (27/1).
Ramai beredar di BBM foto Anis Matta yang sedang memegang jersey warna merah bertuliskan MATTA dengan latar belakang stadion Old Trafford yang merupakan kandang MU. Entah dari mana sumber beredarnya foto Anis Matta yang sedang nampang di Old Traffrod ini. Mungkin foto ini sekadar plesetan terkait kehebohan penggila sepak bola atas kepindahan Juan Mata ke MU. [ROL]
Di Indonesia kehebohan juga terjadi, tapi kali ini bukan karena Juan Mata melainkan Anis Matta. Presiden Partai Keadilan Sosial (PKS) yang juga maju untuk calon presiden ini menghebohkan BlackBerry Messenger (BBM) hari ini, Senin (27/1).
Ramai beredar di BBM foto Anis Matta yang sedang memegang jersey warna merah bertuliskan MATTA dengan latar belakang stadion Old Trafford yang merupakan kandang MU. Entah dari mana sumber beredarnya foto Anis Matta yang sedang nampang di Old Traffrod ini. Mungkin foto ini sekadar plesetan terkait kehebohan penggila sepak bola atas kepindahan Juan Mata ke MU. [ROL]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 28, 2014
posted by @Adimin
Hasil Pemungutan Suara Ulang Pilgub Malut, AGK-Manthab Menang
![]() |
| Anis Matta dan Pasangan AGK-Manthab saat deklarasi |
Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Maluku Utara telah berlangsung kemarin, Senin 27 Januari 2014.
Berdasar Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), pilgub Maluku Utara putaran dua antara pasangan Abdul Gani Kasuba - M. Nashir Thaib (AGK-Manthab) dan pasangan Ahmad Hidayat Mus-Hasan Doa (AHM-Doa) harus dilakukan Pemungutan Suara Ulang di 8 kecamatan karena adanya kecurangan.
Berikut ini hasil Pemungutan Suara Ulang di 8 kecamatan tersebut yang berlangsung Senin kemarin (27/1):
AGK-Manthab memperoleh 4.165 suara
AHM-Doa memperoleh 21.954 suara
Hasil Pilgub putaran dua (tanpa 8 kecamatan yang dilakukan PSU):
AGK-Manthab memperoleh 256.840 suara
AHM-Doa memperoleh 235.839 suara
Jadi HASIL AKHIR Pilgub Malut putaran dua:
AGK-Manthab memperoleh 261.005 suara (256.840 + 4.165)
AHM-Doa memperoleh 257.793 suara (235.839 + 21.954)
Alhamdulillah... dengan hasil akhir itu, pasangan AGK-Manthab yang diusung PKS dan beberapa partai lain telah menjadi pemenang Pilgub Maluku Utara dengan selisih suara 3212.
Data-data diatas kami peroleh dari Ketua DPW PKS Maluku Utara.
Walaupun masih belum merupakan hasil resmi, tetapi dari informasi disebutkan bahwa Ketua KPU Propinsi Maluku Utara telah memberikan ucapan selamat atas kemenangan AGK-Manthab. [pyg]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
January 28, 2014
posted by @Adimin
Kunci Sukses dan Bahagia Para Sahabat Nabi
Menyerahkan segala permasalahan kepada-Nya,pasrah kepada-Nya dengan
segala ketulusan iman di dalam hati. Niscaya Allah akan menyibakkan
mendung-mendung itu
ADAKAH orang yang paling layak diteladani dalam
kehidupan ini selain daripada sahabat-sahabat Rasulullah? Adakah orang
yang paling bahagia di dunia ini selain dari pada sahabat-sahabat
Rasulullah?
Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah zamanku, dan kemudian setelahnya, dan kemudian setelahnya.” (HR. Bukhari).
Secara aqliyah, hadits ini memberikan penegasan yang sangat jelas
bahwa umat Islam dimana dan kapan pun harus meneladani para sahabatnya
dalam menjalani kehidupan ini. Karena para sahabat itu adalah profil
sebaik-baik manusia.
Di antara sahabat ada yang hidup kaya raya tetapi tetap dalam
keimanan. Ada yang hidup sederhana tetapi sangat gemar dalam sedekah.
Bahkan ada yang hidup sangat susah, tetapi tetap bahagia dalam ketaatan
dan ketakwaan. Mereka tidak meratapi kemiskinannya, tetapi malah
berpikir bagaimana tidak kalah dalam beramal dengan sahabat-sahabat lain
yang memiliki kemampuan sedekah.
Abu Dzar berkata, beberapa shahabat berkata kepada Rasulullah. “Wahai
Rasulallah, orang-orang kaya itu mengumpulkan banyak pahala. Mereka
shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa, dan
mereka bershadaqah dengan kelebihan harta mereka (sementara kami tidak
bisa bershadaqah).”
Beliau bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan sesuatu yang
bisa kalian shadaqahkan? Sesungguhnya setiap tasbih (subhanallah) adalah
shadaqah, setiap takbir (Allahu Akbar) adalah shadaqah, setiap tahmid
(alhamdulillah) adalah shadaqah, setiap tahlil (laa ilaaha illallaah)
adalah shadaqah, menyeru kepada kebaikan adalah shadaqah, mencegah
kemungkaran adalah shadaqah, dan bersetubuh dengan istri juga shadaqah.”
Mereka bertanya, “Wahai Rasulallah, apakah jika di antara kami
menyalurkan hasrat biologisnya (kepada istrinya) juga mendapat pahala?”
Beliau menjawab: “Bukankah jika disalurkan pada yang haram dia berdosa?
Maka demikian pula jika disalurkan pada yang halal, dia mendapatkan
pahala.” (HR Muslim).
Demikian indah cara pandang para sahabat dalam menjalani kehidupan
dunia ini. Mereka tidak pernah iri dengan harta benda atau kekayaan
sahabat yang lain. Yang mereka khawatirkan justu bagaimana tidak kalah
dalam amal sholeh dengan sahabat-sahabat Nabi yang memiliki kekayaan.
Lima Kepibadian Sahabat
Dr. Aidh Al-Qarni dalam buku fenomenalnya “La Tahzan” menuliskan bahwa ada lima hal yang menyebabkan para sahabat disebut sebagai sebaik-baik manusia.
Pertama, mereka menerapkan pola hidup sederhana dan
tidak memaksakan diri. Para sahabat selalu menghadapi permasalahan hidup
secara wajar, tidak terlalu berlebihan dan tidak terlalu terbebani.
“Dan Kami akan memberi kamu taufik ke jalan yang mudah.” (QS. 87: 8).
Kedua, para sahabat memiliki ilmu yang luas, penuh
berkah, dan praktis. Ilmu mereka bukan retorika belaka dan amat jelas –
tidak berbelit-belit. “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” (QS. 35: 28).
Ketiga, bagi para sahabat, amalan hati jauh lebih
berat daripada ibadah fisik. Di hati mereka ada keikhlasan, inabah,
tawakal, kecintaan yang mendalam kepada Allah, serta raghbah (keinginan dekat dengan Allah yang memuncak). Hati mereka juga selalu diliputi rahbah (rasa khawatir amal-amal yang dilakukan tidak berkenan di sisi Allah), khasyyah (perasaan takut jika siksa Allah menipanya), dan masih banyak lagi yang lainnya.
Keempat, mereka sengaja mengurangi kenikmatan dunia.
Menjaga jarak serta menjauhkan diri dari godaan dan kemewahan duniawi.
Semua ini membuat mereka berada dalam ketenangan, thuma’ninah, dan sakinah.
وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُم مَّشْكُوراً
“Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha
ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka
itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.” (QS. Al Israa’ [17]: 19).
Kelima, mereka menempatkan jihad sebagai amalan di
atas amalan yang lain. Sampai-sampai jihad menjadi tanda, karakter dan
motto hidup para sahabat. Dengan jihad para sahabat mampu menghilangkan
kegundahan, keresahan dan kesedihan. Sebab, di dalamnya ada dzikir,
amal, pengorbanan dan gerak tubuh.
Semua itu karena jihad merupakan jalan terbaik seorang hamba merasakan kebahagiaan sejati.
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami,
benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan
sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-ankabut [29]: 69).
Demikianlah para sahabat dalam menjalani kehidupan ini, sehingga
pantas jika mereka disebut Rasulullah sebagai sebaik-baik manusia.
Hidup memang tidak selamanya indah, kadang duka nestapa menghampiri
kehidupan kita. Akan tetapi, segelap apa pun mendung tebal bergelayut di
dalam hati dan pikiran kita, sebagai Muslim kita harus tetap kembali
kepada Allah.
Menyerahkan segala permasalahan kepada-Nya,pasrah kepada-Nya dengan
segala ketulusan iman di dalam hati. Niscaya Allah akan menyibakkan
mendung-mendung itu dan mengembalikan ketenangan dan ketentraman di
dalam hati dan pikiran kita.
Inilah kunci sukses dan bahagia para sahabat dalam menjalani kehidupan
dunia yang sementara ini. Oleh karena itu, mari kita latih diri ini,
secara perlahan dan bertahap untuk bisa meneladai pribadi-pribadi mereka
yang mulia di sisi Allah dan Rasul-Nya
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
January 28, 2014
Apel Siaga PKS Sumatera Barat
Padang - Ribuan kader PKS Sumatera Barat yang tergabung dalam titik satu (Pesisir Selatan, Padang, Pariaman dan Pasaman) berkumpul di GOR Agus Salim Kota Padang dalam rangka melaksanakan Apel Siaga, Minggu (26/1). hal ini dilakukan untuk menyiapkan para kader PKS menyamput masa-masa Pemilu.
Anggota Syuro PKS yang saat ini diamanahkan sebagai Gubernur Sumatera Barat, Prof. Irwan Prayitno dalam sambutannya mengatakan "dalam menyambut tahun politik banyak partai politik mencoba untuk saling menjatuhkan dengan berbagai cara dan tipu daya," katanya.
"kita sebagai partai yang berkomitmen dengan kerja-kerja dakwah tidak perlu ikut melakukan hal-hal yang buruk untuk membela partai ataupun menjatuhkan partai lain." kata dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, kita harus berkomitmen dengan kerja kita dan lawan setiap fitnah yang dibuat untuk menjatuhkan semangat kita dengan pelayanan kepada masyarakat. dengan atribut pandu keadilan bagi peserta pria dan juga pakaian putih bagi peserta wanita, mereka semangat mengikuti acara hingga selesai meskipun dalam keadaan panas terik.
Usai apel siaga, kader PKS menutup kegiatan dengan longmarch menyusuri jalan-jalan besar di Kota Padang dan berakhir di titik awal. (An)
Foto - Foto Apel Siaga PKS Sumatera Barat
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
January 27, 2014
Sang perempuan pun siap membantu untuk memuluskan langkah mereka untuk mengenapkan agama mereka.
semga kita mengambil sedikit manfaat dari sepotong cerita ini...
forbes
posted by @Adimin
Sepotong Cerita Buat Bujanghidin dan Bujangidah
Written By Sjam Deddy on 27 January, 2014 | January 27, 2014
Alkisah, ada sepasang anak muda yang telah berkomitmen
dengan agamanya. Setelah menjalani proses ta'aruf mereka telah merasakan siap
untuk menuju jenjang yang lebih terhormat. yaitu Lamaran (khitbah).
Sang lelaki harus menghadapi lelaki lain, yakni ayah dari wanita tersebut. Hal inilah yang mejadi tantangan yang sesungguhnya bagi lelaki tersebut. Akan tetapi, walaupun semua itu lebih berat dari pada aktivitas2 yang pernah ia jalani selama menjadi aktivis dakwah di kampusnya dulu. Ia tetap maju karena semua ini menyangkut masa depannya.
Sang lelaki harus menghadapi lelaki lain, yakni ayah dari wanita tersebut. Hal inilah yang mejadi tantangan yang sesungguhnya bagi lelaki tersebut. Akan tetapi, walaupun semua itu lebih berat dari pada aktivitas2 yang pernah ia jalani selama menjadi aktivis dakwah di kampusnya dulu. Ia tetap maju karena semua ini menyangkut masa depannya.
Sang perempuan pun siap membantu untuk memuluskan langkah mereka untuk mengenapkan agama mereka.
Maka, pada suatu pagi di ruang tamu suatu rumah . Ada
seorang anak muda dan seorang lelaki setengah baya yang sedang berdiskusi
tentang suatu perkara. berikut cuplikannya :
"Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?" tanya
sang lelaki setengah baya.
"Iya, Pak," jawab sang muda.
"Apakah engkau telah mengenal anak ku dalam2 ?"
tanya si bapak..
"Ia pak, sangat mengenalnya." jawab sang anak muda,
"kalau begitu lamaran mu kutolak !!!!
Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya kan? Tidak
bisa.!, Aku
mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model seperti itu!" balas sang
setengah baya.
Si pemuda tergagap, "Enggak kok pak, sebenarnya saya
hanya kenal sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu."
"Lamaranmu kutolak. Itu seperti membeli kucing dalam
karung kan? aku tak
mau. karena kau akan gampang menceraikan anakku karena kau tak mengenalnya.
Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?" balas sang setengah baya
dengan lebih keras.
Ini situasi yang amat sulit bagi sang pemuda. Sang
perempuan pun mencoba membantu sang lelaki muda.
Bisiknya, "Ayah, dia dulu aktivis lho."
"Kamu dulu aktivis ya?" tanya sang setengah
baya.
"Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi
di Kampus,bahkan digedung dewan pak" jawab sang muda dengan percaya diri.
"Lamaranmu kutolak. Nanti kalau kamu lagi kecewa dan
marah sama istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk
mendemo rumahku ini kan?"
"Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuman
kecil-kecilan. Banyak yang nggak datang kalau saya suruh berangkat, susah
sekali lho pak"
"Lamaranmu kutolak. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok mau
ngatur isterimu, keluargamu, piye tho?"
Bisikan itu datang lagi, "Ayah dia sudah bekerja
lho."
"Jadi kamu sudah bekerja?" tanya sang lelaki
setengah baya
"Iya Pak. Saya bekerja sebagai tenaga marketing.
Keliling Indonesia, bahkan luar negeri untuk jualan produk saya Pak."
"Lamaranmu kutolak! Kalau kamu keliling dan
jalan-jalan begitu, kamu nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu
nanti"
"Mmmmhh....anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang.
Wong produknya saja nggak terlalu laku."
"Lamaranmu tetap kutolak. Lha kamu mau kasih makan
apa keluargamu, kalau kerja saja nggak becus begitu?"
sang anak pun terus berusaha membantu, "Ayah, yang penting kan ia bisa
membayar maharnya."
"Rencananya maharmu apa?" tanya sang ayah
"Seperangkat alat shalat Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kami sudah punya banyak. Maaf
sekali!"
"Tapi saya siapkan juga emas setengah kilogram dan uang
limapuluh juta Pak." balas sang pemuda
"Lamaranmu kutolak. Kau pikir aku itu matre, dan
menukar anakku dengan uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan
caraku."
Bisikan, dari sang perempuan, "Dia jago IT lho
Pak"
"Apa kamu bisa , internet?" tanya sang ayah
"Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir
setiap hari lho Pak saya nge-net biar gak mati gaya"
"Lamaranmu kutolak. Nanti kamu cuma nge-net thok
tiap hari didunia maya. Menghabiskan anggaran tuk internet dan nggak ngurus
anak istrimu di dunia nyata."
"Tapi saya ngenet cuma ngecek imel saja kok Pak." tandas sang pemuda
"Lamaranmu kutolak. Jadi kamu nggak ngerti Friendster, Facebook, Blog,
Twitter, Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek gitu ahh"
sang bapak pun terus membombardir sang pemuda dengan
pertanyaan2..
"Kamu merasa ganteng ya?"
"Nggak Pak. Biasa saja kok"
"Lamaranmu kutolak. Mbok kamu ngaca dulu sebelum
melamar anakku yang cantik ini."
"Tapi pak, di kampung, sebenarnya banyak pula yang
naksir saya lho Pak."
"Lamaranmu kutolak. Kamu berpotensi playboy. Nanti kamu bakal
selingkuh!"
Sang perempuan kini berkaca-kaca, "Ayah, tak bisakah engkau tanyakan soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?"
Sang perempuan kini berkaca-kaca, "Ayah, tak bisakah engkau tanyakan soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?"
Sang setengah baya menatap wajah sang anak, lalu menatap
sang muda yang sudah menyerah pasrah.
"Nak, Bagaimana
kondisi sholatmu dan apakah ada
yang engkau hapal dari Al Qur'an dan Sunnah?"
Si pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu
yang berharga.
Soal ini pun ia menyerah agak putus asa, jawabnya, "Pak kalau sholat insyaALLAH saya
senantiasa berusaha tepat waktu dan gak pernah tinggal (dan dengan sedikit
suara berat dan mendesah), Pak.. dari
tiga puluh juz saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek
saja. Hadits-pun cuma dari Arba'in yang terpendek pula." dan juga beberapa hadist dari kitab Riyadus Shalihin
Sang setengah baya tersenyum
"Lamaranmu kuterima anak muda. Itu cukup. Kau lebih
hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya saja pun, aku masih
tertatih." komentar sang setengah baya
Maka mata sang lelaki muda pun ikut berkaca-kaca rasa bahagia..........
Perjalanan kehidupan pun berlanjut... hehehehe (kalau
calon mertuanya ustadz habislah pemuda itu.... ^_^)
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah,niscaya kamu
tak dapat menentukan jumlahnya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang (An-Nahl QS 16:18)
semga kita mengambil sedikit manfaat dari sepotong cerita ini...
forbes
posted by @Adimin
Label:
HUMOR,
TOPIK PILIHAN
.jpg)




