pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Hidup Mati Pilih PKS

Written By Anonymous on 29 January, 2014 | January 29, 2014

Cerita ini bukan narasi, bukan juga non fiksi tapi reaksi. Reaksi seorang warga Samarinda Seberang, yang 100% bukan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), bukan juga partisan. Dia hanya seorang warga yang tinggal di kawasan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, dan kebetulan sedang bertamu di rumah yang saya datangi. Saya sendiri saat itu sedang bersilaturahmi dengan pemilik rumah, di Jalan Hasan Basri (eks Jalan Merak), Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Minggu (26/1) siang lalu.

Awalnya agak cangung. Bukan karena tamu tadi seorang pria dan saya perempuan. Namun rokok di tangannya benar-benar membuat saya kurang nyaman berada di sekitarnya. Apa mau dikata, pintu sudah dibuka dan saya tidak mungkin buru-buru pergi tanpa dapat kepastian, apakah keluarga yang saya datangi ini menerima PKS di tengah-tengah keluarganya atau tidak.

Dengan perasaan campur aduk, saya membuka percakapan dengan sang empunya rumah. Di tengah obrolan kami, tiba-tiba dia ikut nimbrung. Akhirnya dari sana saya tahu tamu tersebut bernama Rusli. Dari logat bicaranya saya bisa menebak kalau ia bersuku Bugis.

“Saya tinggal di Simpang Pasir Palaran,” katanya memperkenalkan diri.

Lama kelamaan saya merasa nyaman berbincang dengan Rusli dan keluarga, yang baru saya kenal beberapa menit yang lalu. Bahkan kami terlibat obrolan panjang, sampai akhirnya dia membanding-bandingkan PKS dan partai lain.

Bagi-Bagi Duit
“Ada caleg dari Partai X (sensor), masuk ke daerah saya dan mau bagi-bagi uang Rp 250 ribu per orang. Dia minta agar dipilih,” kata Rusli dengan sesekali menghisap rokok di tangannya.
Bukannya menerima tawaran tersebut, Rusli justru melarang warga menerima uang itu. Sebab suara yang akan diberikan warga pada Pemilu Legislatif (Pileg) April tahun ini, dinilai terlalu murah jika dibandingkan nasib mereka lima tahun mendatang. Sebaliknya, Rusli menilai pemberian itu sebagai bentuk sogok dan merendahkan harga diri warga.

“Jangan mau pilih caleg yang ngasih uang dimana-mana. Setelah terpilih mereka bakal setengah mati balikin modal yang sudah dibagiin, termasuk menghalalkan segala cara,” ujar Rusli.

Harus Milih PKS
Rusli pun berpesan kepada saya dan kader-kader PKS yang lain agar rajin turun ke masyarakat dan mendengarkan keluh kesah mereka. Tidak perlu jualan wajah di baliho. Asalkan sering menemui warga dan bersilaturahmi, Rusli yakin PKS akan mendapat banyak dukungan suara. 

“Masyarakat itu maunya di dengar keluhannya. Kalau masyarakat puas, mereka pasti nyoblos PKS. Seperti saya, pokoknya saya hidup mati pilih PKS lah biar bisa nyapres(mencalonkan presiden) sendiri,” lanjutnya.

Agak eskstrem sebenarnya mendengar penuturan Rusli. Namun rupanya ada yang lebih ekstrem, yakni seluruh warga yang menyewa rumah kontrakannya harus memilih PKS. Kalau tidak pilih PKS, Rusli akan minta warga mencari tempat kontrakan yang lain. 

“Gak usah nyewa kalau gak pilih PKS,” ucapnya bernada canda.

Semakin jauh dia bercerita, semakin penasaran saya dibuatnya. Karena itu, saya tanya siapa orang di PKS yang dia sukai. Tanpa ragu Rusli mengatakan dia suka Ustadz Hadi Mulyadi. Katanya, Ustaz Hadi, panggilan akrab Hadi Mulyadi, mirip Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Tifatul Sembiring. 

“Ramah dan humoris. Tipe pemimpin idaman deh. Masyarakat itu maunya pemimpin yang Islami, paham agama dan malu berbuat dosa. Ini sepertinya yang punya cuma PKS,” ungkapnya serius.

Yang membuat Rusli benar-benar salut dengan PKS dan politisi-politisinya, ketika Bahan Bakar Minyak (BBM) akan dinaikkan. PKS dinilai benar-benar pro pada rakyat dengan tegas menolak kenaikan harga BBM bersubsidi, dan tidak takut dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Padahal SBY bisa kapan saja mencopot mentri yang sekarang menjabat di kabinetnya. 

“Salut, PKS tidak takut jabatannya dicopot,” tambahnya.

Pertemuan dengan Rusli benar-benar membuatku bangga, berada dalam barisan dakwah bersama PKS. Apalagi keluarga yang saya datangi termasuk Rusli menyatakan menyambut PKS dan siap memilih PKS. Karena itu, saya sangat yakin masih banyak Rusli-Rusli yang lain, yang punya pandangan cerdas meski tampak seperti orang awam di luar sana.

“Terus berjuang”


Itulah kata penutup pertemuan itu yang benar-benar membuat air mataku hampir tumpah. Saya melihat ada segudang harapan warga terhadap PKS. Harapan yang selama ini tumpul akibat kelakuan para pemimpin negeri ini yang tidak amanah. “Doakan dan dukung kami. Insya Allah bersama PKS, harapan warga akan terwujud,” terangku lalu pamit dan salam. 

[Kiriman dari Nastarita]

posted by @Adimin

Aneh! Banjir Datang Lagi, Warga Malah Lapor PKS


JAKARTA - Selasa dini hari (29/1) hujan cukup deras mengguyur wilayah Lubang Buaya menyisakan gerimis hingga pagi hari. Sembari menunggu gerimis reda, Saya panaskan sepeda motor bersiap berangkat kerja. Khawatir jalanan banjir Saya sempatkan bertanya ke grup whatsapp DPRa PKS Lubang Buaya;

"Semalam hujan deras, ada yang tahu kondisi molek pagi ini?".

Kebetulan rumah Saya berada jauh dari molek, padahal setiap berangkat kerja Saya harus melalui jembatan yang sering meluap tersebut. Alhamdulillah, beberapa saat kemudian Pak Ari menanggapi;

"Molek aman"

Saya tahu setiap pagi beliau juga melalui jembatan molek untuk mengantar anak-anaknya sekolah.

Molek sebenarnya adalah nama jembatan diatas kali sunter, dinamakan molek karena didekatnya ada perumahan bernama Molek Raya Housing. Jembatan molek selama ini menjadi patokan warga Lubang Buaya, jika molek meluap maka wilayah Rw.3 dan Rw.12 pasti banjir.

Setelah hujan reda, Saya pun berangkat kerja. Syukurlah molek tidak banjir pagi itu hanya arus kalinya saja yang lumayan deras. Baru saja sampai tempat kerja, tetiba grup whatsapp DPRa PKS kembali ramai. Rupanya penyebabnya dimulai dari pesan masuk dari Pak Lutfi;

"Pak ari sy dapat sms dari ibu RT 1 RW 12, mereka kebanjiran lagi.."

Kemudian tak lama berselang Abu Ali menimpali;

"info buyung : rt02 dan rt 03 juga banjir lagi seperti hari senin yang lalu".

Rupanya beberapa kader mendapat SMS dari warga yang melaporkan rumah mereka mendadak kebanjiran. Mulai dari simpatisan sampai Bu RT ramai-ramai melaporkan kondisi wilayahnya ke kader PKS. Beberapa kader yang berdekatan dengan lokasi yang dimaksud pun kemudian langsung memberikan update kondisi di lapangan. Ternyata benar, wilayah yang 2 pekan lalu terendam kembali kebanjiran lagi. Dari informasi warga diketahui, banjir datang tiba-tiba sekitar jam 7 s.d jam 9 pagi tadi.

Beberapa rumah yang terendam kosong, karena penghuninya sudah pergi beraktifitas. Warga yang mengungsi pun tidak sempat mengamankan barang-barang mereka ke tempat yang lebih tinggi termasuk kompor untuk memasak.

Menanggapi laporan dari warga, Ketua DPRa pun dengan sigap langsung memberi instruksi untuk mengumpulkan nasi bungkus masing-masing 5 tiap kader dan segera menghidupkan posko banjir kembali.

Cepatnya laporan yang Kami terima dari warga menginsyaratkan bahwa warga percaya pada kesigapan PKS yang selama ini selalu turun membantu mereka dalam setiap musibah. (ss/pks-lubangbuaya)


posted by @Adimin

Ketua Komisi I DPR RI makan di pengungsian bersama korban banjir

Written By Anonymous on 28 January, 2014 | January 28, 2014

JAKARTA - Kehadiran Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq di Posko Bantuan Bencana Banjir, Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (25/1) disambut hangat para pengungsi. Setidaknya, kedatangan politikus PKS itu memberikan semangat para korban banjir yang menderita.

"Kami senang Pak Mahfudz datang jenguk kami. Karena belum ada pejabat tinggi yang peduli sama kami saat ini," kata Amu, salah seorang korban banjir di Indramayu di sela-sela pertemuan.

Mahfudz mendatangi korban banjir tidak sendiri. Ia bersama dengan Dandim 0616 Indramayu, Letkol CPN Asyik Rudianto S.Minute. Menurut Subkhi, kehadiran Mahfudz bersama rombongan sangat berharga karena sampai saat ini, korban belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Indramayu.

"Bantuan dari Pemkab belum datang pak. Kami butuh makanan dan obat-obatan," kata Subkhi, korban banjir lainnya.

Kedatangan Mahfudz yang juga anggota DPR dari daerah pemilihan Indramayu-Cirebon disambut hangat. Tidak hanya sekadar hadir, ia juga memberikan bantuan berupa beras, mie instan dan biskuit. "Saya berharap warga di sini mau menerima sedikit bantuan dari saya," katanya.

Selain memberikan bantuan para warga, Waskjen DPP PKS itu juga memotivasi agar tetap sabar dan semangat. Sebelum meninggalkan lokasi banjir, Mahfudz beserta rombongan menyempatkan makan bersama warga di posko bantuan. [FPKS]

posted by @Adimin

PKS Tak Tergesa Terima Dana APBN untuk Biayai Saksi di TPS

JAKARTA - Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyatakan pihaknya menolak pendanaan saksi di tiap tempat pemungutan suara (TPS) oleh negara bila aturan dan landasan hukumnya belum jelas. Ia mengungkapkan, tak ada alasan partai politik meminta negara menggelontorkan dana guna membiayai saksi di TPS.

"Saya pribadi, kalau tidak jelas, PKS lebih baik menolak dana saksi parpol dari negara," kata Mardani, di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (27/1/2014).

Anggota Komisi I DPR itu menuturkan, negara bisa membiayai ongkos pemilu demi menjaga kredibilitas pelaksanaan, hasil, dan menutup celah penyelewengan. Akan tetapi, demokrasi yang murah harus menjadi pertimbangan utamanya. Ia mengusulkan agar anggaran dari pemerintah ke partai politik diberikan melalui mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun 2011 tentang Partai Politik.

Dalam UU tersebut dinyatakan bahwa negara memberikan bantuan kepada partai yang mempunyai kursi di parlemen sesuai perolehan suara sah dalam pileg. Aturan itu mengacu pada PP Nomor 5 tahun 2009, Keputusan Mendagri Nomor 212 tahun 2009, yang menetapkan harga Rp 108 per suara partai politik yang mendapatkan kursi di parlemen.

"Ketimbang menimbulkan berbagai macam kerumitan sebaiknya pakai meknisme biasa saja," ujarnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPR Hakam Naja menjelaskan, keputusan membiayai saksi partai politik oleh negara merupakan keputusan bersama antara DPR, KPU, Bawaslu, dan pemerintah. Anggaran untuk membiayai saksi tersebut diambil dari APBN di pos anggaran 99.

"Kami setuju, agar orang (saksi) tak dibiayai orang per orang dan dia mengendalikan. Kalau negara bisa memberikan alokasi yang cukup, partai akan lebih fokus melakukan pengaderan, pendidikan, advokasi, tapi tidak di wilayah menggalang dana," pungkasnya.

Seperti diketahui, pemerintah memutuskan untuk membayar saksi partai politik yang akan ditempatkan di setiap TPS. Hal itu untuk mengantisipasi kekurangan dana yang kerap dikeluhkan partai politik. Setiap saksi dibayar Rp 100.000 untuk mengawasi pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS.

Keputusan itu menuai penolakan dari beberapa partai. Salah satunya adalah Partai Nasdem yang dengan tegas menolak anggaran tersebut dan mengusulkan agar dananya diberikan kepada korban bencana alam.
[KOMPAS.COM]


posted by @Adimin

Juan Mata ke Old Trafford, Anis Matta Nyusul?

Foto Anis Matta yang beredar di BlackBerry Messenger
JAKARTA -- Juan Mata resmi bergabung dengan Manchester United sejak Sabtu (25/1) lalu. Dunia pun ramai membicarakan kepindahan mantan pemain Chelsea itu ke Old Trafford.

Di Indonesia kehebohan juga terjadi, tapi kali ini bukan karena Juan Mata melainkan Anis Matta. Presiden Partai Keadilan Sosial (PKS) yang juga maju untuk calon presiden ini menghebohkan BlackBerry Messenger (BBM) hari ini, Senin (27/1).

Ramai beredar di BBM foto Anis Matta yang sedang memegang jersey warna merah bertuliskan MATTA dengan latar belakang stadion Old Trafford yang merupakan kandang MU. Entah dari mana sumber beredarnya foto Anis Matta yang sedang nampang di Old Traffrod ini. Mungkin foto ini sekadar plesetan terkait kehebohan penggila sepak bola atas kepindahan Juan Mata ke MU. [ROL]


posted by @Adimin

Hasil Pemungutan Suara Ulang Pilgub Malut, AGK-Manthab Menang

Anis Matta dan Pasangan AGK-Manthab saat deklarasi

Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Maluku Utara telah berlangsung kemarin, Senin 27 Januari 2014.

Berdasar Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), pilgub Maluku Utara putaran dua antara pasangan Abdul Gani Kasuba - M. Nashir Thaib (AGK-Manthab) dan pasangan Ahmad Hidayat Mus-Hasan Doa (AHM-Doa) harus dilakukan Pemungutan Suara Ulang di 8 kecamatan karena adanya kecurangan. 

Berikut ini hasil Pemungutan Suara Ulang di 8 kecamatan tersebut yang berlangsung Senin kemarin (27/1):

AGK-Manthab memperoleh 4.165 suara
AHM-Doa memperoleh 21.954 suara

Hasil Pilgub putaran dua (tanpa 8 kecamatan yang dilakukan PSU):

AGK-Manthab memperoleh 256.840 suara
AHM-Doa memperoleh 235.839 suara

Jadi HASIL AKHIR Pilgub Malut putaran dua:

AGK-Manthab memperoleh 261.005 suara (256.840 + 4.165)
AHM-Doa memperoleh 257.793 suara (235.839 + 21.954)

Alhamdulillah... dengan hasil akhir itu, pasangan AGK-Manthab yang diusung PKS dan beberapa partai lain telah menjadi pemenang Pilgub Maluku Utara dengan selisih suara 3212.

Data-data diatas kami peroleh dari Ketua DPW PKS Maluku Utara.

Walaupun masih belum merupakan hasil resmi, tetapi dari informasi disebutkan bahwa Ketua KPU Propinsi Maluku Utara telah memberikan ucapan selamat atas kemenangan AGK-Manthab. [pyg]


posted by @Adimin

Kunci Sukses dan Bahagia Para Sahabat Nabi



Menyerahkan segala permasalahan kepada-Nya,pasrah kepada-Nya dengan segala ketulusan iman di dalam hati. Niscaya Allah akan menyibakkan mendung-mendung itu
 
ADAKAH orang yang paling layak diteladani dalam kehidupan ini selain daripada sahabat-sahabat Rasulullah? Adakah orang yang paling bahagia di dunia ini selain dari pada sahabat-sahabat Rasulullah?

Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah zamanku, dan kemudian setelahnya, dan kemudian setelahnya.” (HR. Bukhari).

Secara aqliyah, hadits ini memberikan penegasan yang sangat jelas bahwa umat Islam dimana dan kapan pun harus meneladani para sahabatnya dalam menjalani kehidupan ini. Karena para sahabat itu adalah profil sebaik-baik manusia.

Di antara sahabat ada yang hidup kaya raya tetapi tetap dalam keimanan. Ada yang hidup sederhana tetapi sangat gemar dalam sedekah. Bahkan ada yang hidup sangat susah, tetapi tetap bahagia dalam ketaatan dan ketakwaan. Mereka tidak meratapi kemiskinannya, tetapi malah berpikir bagaimana tidak kalah dalam beramal dengan sahabat-sahabat lain yang memiliki kemampuan sedekah.

Abu Dzar berkata, beberapa shahabat berkata kepada Rasulullah. “Wahai Rasulallah, orang-orang kaya itu mengumpulkan banyak pahala. Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa, dan mereka bershadaqah dengan kelebihan harta mereka (sementara kami tidak bisa bershadaqah).”

Beliau bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan sesuatu yang bisa kalian shadaqahkan? Sesungguhnya setiap tasbih (subhanallah) adalah shadaqah, setiap takbir (Allahu Akbar) adalah shadaqah, setiap tahmid (alhamdulillah) adalah shadaqah, setiap tahlil (laa ilaaha illallaah) adalah shadaqah, menyeru kepada kebaikan adalah shadaqah, mencegah kemungkaran adalah shadaqah, dan bersetubuh dengan istri juga shadaqah.”

Mereka bertanya, “Wahai Rasulallah, apakah jika di antara kami menyalurkan hasrat biologisnya (kepada istrinya) juga mendapat pahala?” Beliau menjawab: “Bukankah jika disalurkan pada yang haram dia berdosa? Maka demikian pula jika disalurkan pada yang halal, dia mendapatkan pahala.” (HR Muslim).

Demikian indah cara pandang para sahabat dalam menjalani kehidupan dunia ini. Mereka tidak pernah iri dengan harta benda atau kekayaan sahabat yang lain. Yang mereka khawatirkan justu bagaimana tidak kalah dalam amal sholeh dengan sahabat-sahabat Nabi yang memiliki kekayaan.

Lima Kepibadian Sahabat

Dr. Aidh Al-Qarni dalam buku fenomenalnya “La Tahzan” menuliskan bahwa ada lima hal yang menyebabkan para sahabat disebut sebagai sebaik-baik manusia.

Pertama, mereka menerapkan pola hidup sederhana dan tidak memaksakan diri. Para sahabat selalu menghadapi permasalahan hidup secara wajar, tidak terlalu berlebihan dan tidak terlalu terbebani. “Dan Kami akan memberi kamu taufik ke jalan yang mudah.” (QS. 87: 8).

Kedua, para sahabat memiliki ilmu yang luas, penuh berkah, dan praktis. Ilmu mereka bukan retorika belaka dan amat jelas – tidak berbelit-belit. “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” (QS. 35: 28).

Ketiga, bagi para sahabat, amalan hati jauh lebih berat daripada ibadah fisik. Di hati mereka ada keikhlasan, inabah, tawakal, kecintaan yang mendalam kepada Allah, serta raghbah (keinginan dekat dengan Allah yang memuncak). Hati mereka juga selalu diliputi rahbah (rasa khawatir amal-amal yang dilakukan tidak berkenan di sisi Allah), khasyyah (perasaan takut jika siksa Allah menipanya), dan masih banyak lagi yang lainnya.

Keempat, mereka sengaja mengurangi kenikmatan dunia. Menjaga jarak serta menjauhkan diri dari godaan dan kemewahan duniawi. Semua ini membuat mereka berada dalam ketenangan, thuma’ninah, dan sakinah.

وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُم مَّشْكُوراً
“Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.” (QS. Al Israa’ [17]: 19).

Kelima, mereka menempatkan jihad sebagai amalan di atas amalan yang lain. Sampai-sampai jihad menjadi tanda, karakter dan motto hidup para sahabat. Dengan jihad para sahabat mampu menghilangkan kegundahan, keresahan dan kesedihan. Sebab, di dalamnya ada dzikir, amal, pengorbanan dan gerak tubuh.
Semua itu karena jihad merupakan jalan terbaik seorang hamba merasakan kebahagiaan sejati.

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-ankabut [29]: 69).

Demikianlah para sahabat dalam menjalani kehidupan ini, sehingga pantas jika mereka disebut Rasulullah sebagai sebaik-baik manusia.

Hidup memang tidak selamanya indah, kadang duka nestapa menghampiri kehidupan kita. Akan tetapi, segelap apa pun mendung tebal bergelayut di dalam hati dan pikiran kita, sebagai Muslim kita harus tetap kembali kepada Allah.
 
Menyerahkan segala permasalahan kepada-Nya,pasrah kepada-Nya dengan segala ketulusan iman di dalam hati. Niscaya Allah akan menyibakkan mendung-mendung itu dan mengembalikan ketenangan dan ketentraman di dalam hati dan pikiran kita.
 
Inilah kunci sukses dan bahagia para sahabat dalam menjalani kehidupan dunia yang sementara ini. Oleh karena itu, mari kita latih diri ini, secara perlahan dan bertahap untuk bisa meneladai pribadi-pribadi mereka yang mulia di sisi Allah dan Rasul-Nya


posted by @Adimin

Apel Siaga PKS Sumatera Barat


Padang - Ribuan kader PKS Sumatera Barat yang tergabung dalam titik satu (Pesisir Selatan, Padang, Pariaman dan Pasaman) berkumpul di GOR Agus Salim Kota Padang dalam rangka melaksanakan Apel Siaga, Minggu (26/1). hal ini dilakukan untuk menyiapkan para kader PKS menyamput masa-masa Pemilu. 

Anggota Syuro PKS yang saat ini diamanahkan sebagai Gubernur Sumatera Barat, Prof. Irwan Prayitno dalam sambutannya mengatakan "dalam menyambut tahun politik banyak partai politik mencoba untuk saling menjatuhkan dengan berbagai cara dan tipu daya," katanya.

"kita sebagai partai yang berkomitmen dengan kerja-kerja dakwah tidak perlu ikut melakukan hal-hal yang buruk untuk membela partai ataupun menjatuhkan partai lain." kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, kita harus berkomitmen dengan kerja kita dan lawan setiap fitnah yang dibuat untuk menjatuhkan semangat kita dengan pelayanan kepada masyarakat. dengan atribut pandu keadilan bagi peserta pria dan juga pakaian putih bagi peserta wanita, mereka semangat mengikuti acara hingga selesai meskipun dalam keadaan panas terik. 

Usai apel siaga, kader PKS menutup kegiatan dengan longmarch menyusuri jalan-jalan besar di Kota Padang dan berakhir di titik awal. (An)

Foto - Foto Apel Siaga PKS Sumatera Barat








posted by @Adimin

Sepotong Cerita Buat Bujanghidin dan Bujangidah

Written By Sjam Deddy on 27 January, 2014 | January 27, 2014

 


Alkisah, ada sepasang anak muda yang telah berkomitmen dengan agamanya. Setelah menjalani proses ta'aruf mereka telah merasakan siap untuk menuju jenjang yang lebih terhormat. yaitu Lamaran (khitbah).

Sang lelaki harus menghadapi lelaki lain, yakni ayah dari wanita tersebut. Hal inilah yang mejadi tantangan yang sesungguhnya bagi lelaki tersebut. Akan tetapi, walaupun semua itu lebih berat dari pada aktivitas2 yang pernah ia jalani selama menjadi aktivis dakwah di kampusnya dulu. Ia tetap maju karena semua ini menyangkut masa depannya.

Sang perempuan pun siap membantu untuk memuluskan langkah mereka untuk mengenapkan agama mereka.
Maka, pada suatu pagi di ruang tamu suatu rumah . Ada seorang anak muda dan seorang lelaki setengah baya yang sedang berdiskusi tentang suatu perkara.  berikut cuplikannya :

"Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?" tanya sang lelaki setengah baya.
 
"Iya, Pak," jawab sang muda.

"Apakah engkau telah mengenal anak ku dalam2 ?" tanya si bapak..

"Ia pak, sangat mengenalnya." jawab sang anak muda,

"kalau begitu lamaran mu kutolak !!!!
Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya kan? Tidak bisa.!, Aku mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model seperti itu!" balas sang setengah baya.

Si pemuda tergagap, "Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu."

"Lamaranmu kutolak. Itu seperti membeli kucing dalam karung kan? aku tak mau. karena kau akan gampang menceraikan anakku karena kau tak mengenalnya. Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?" balas sang setengah baya dengan lebih keras.

Ini situasi yang amat sulit bagi sang pemuda. Sang perempuan pun mencoba membantu sang lelaki muda.

Bisiknya, "Ayah, dia dulu aktivis lho."

"Kamu dulu aktivis ya?" tanya sang setengah baya.

"Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi di Kampus,bahkan digedung dewan pak" jawab sang muda dengan percaya diri.

"Lamaranmu kutolak. Nanti kalau kamu lagi kecewa dan marah sama istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk mendemo rumahku ini kan?"


"Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuman kecil-kecilan. Banyak yang nggak datang kalau saya suruh berangkat, susah sekali lho pak"
 
"Lamaranmu kutolak. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok mau ngatur isterimu, keluargamu, piye tho?"

Bisikan itu datang lagi, "Ayah dia sudah bekerja lho."

"Jadi kamu sudah bekerja?" tanya sang lelaki setengah baya

"Iya Pak. Saya bekerja sebagai tenaga marketing. Keliling Indonesia, bahkan luar negeri untuk jualan produk saya Pak."

"Lamaranmu kutolak! Kalau kamu keliling dan jalan-jalan begitu, kamu nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu nanti"

"Mmmmhh....anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang. Wong produknya saja nggak terlalu laku."

"Lamaranmu tetap kutolak. Lha kamu mau kasih makan apa keluargamu, kalau kerja saja nggak becus begitu?"

sang anak pun terus berusaha membantu, "Ayah, yang penting kan ia bisa membayar maharnya."

"Rencananya maharmu apa?" tanya sang ayah

"Seperangkat alat shalat Pak."

"Lamaranmu kutolak. Kami sudah punya banyak. Maaf sekali!"

"Tapi saya siapkan juga emas setengah kilogram dan uang limapuluh juta Pak." balas sang pemuda

"Lamaranmu kutolak. Kau pikir aku itu matre, dan menukar anakku dengan uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan caraku."

Bisikan, dari sang perempuan, "Dia jago IT lho Pak"

"Apa kamu bisa , internet?" tanya sang ayah

"Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir setiap hari lho Pak saya nge-net biar gak mati gaya"

"Lamaranmu kutolak. Nanti kamu cuma nge-net thok tiap hari didunia maya. Menghabiskan anggaran tuk internet dan nggak ngurus anak istrimu di dunia nyata."

"Tapi saya ngenet cuma ngecek imel saja kok Pak." tandas sang pemuda
 
"Lamaranmu kutolak. Jadi kamu nggak ngerti Friendster, Facebook, Blog, Twitter, Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek gitu ahh"

sang bapak pun terus membombardir sang pemuda dengan pertanyaan2..

"Kamu merasa ganteng ya?"

"Nggak Pak. Biasa saja kok"

"Lamaranmu kutolak. Mbok kamu ngaca dulu sebelum melamar anakku yang cantik ini."

"Tapi pak, di kampung, sebenarnya banyak pula yang naksir saya lho Pak."
 
"Lamaranmu kutolak. Kamu berpotensi playboy. Nanti kamu bakal selingkuh!"

Sang perempuan kini berkaca-kaca, "Ayah, tak bisakah engkau tanyakan soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?"

Sang setengah baya menatap wajah sang anak, lalu menatap sang muda yang sudah menyerah pasrah.


"Nak, Bagaimana kondisi sholatmu dan apakah ada yang engkau hapal dari Al Qur'an dan Sunnah?"

Si pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu yang berharga.
 
Soal ini pun ia menyerah agak putus asa, jawabnya, "Pak kalau sholat insyaALLAH saya senantiasa berusaha tepat waktu dan gak pernah tinggal (dan dengan sedikit suara berat dan mendesah), Pak.. dari tiga puluh juz saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek saja. Hadits-pun cuma dari Arba'in yang terpendek pula." dan juga beberapa hadist dari kitab Riyadus Shalihin

Sang setengah baya tersenyum

"Lamaranmu kuterima anak muda. Itu cukup. Kau lebih hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya saja pun, aku masih tertatih." komentar sang setengah baya

Maka mata sang lelaki muda pun ikut berkaca-kaca rasa bahagia..........

Perjalanan kehidupan pun berlanjut... hehehehe (kalau calon mertuanya ustadz habislah pemuda itu.... ^_^)

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah,niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.

Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (An-Nahl QS 16:18)

semga kita mengambil sedikit manfaat dari sepotong cerita ini... 


forbes


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger