pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Belajar dari Air Putih, Bekerja Tanpa “Buih”

Written By Anonymous on 20 February, 2014 | February 20, 2014


Nusa Tenggara Timur – Untuk membedakan pekerjaan kecil dan besar, Anis Matta mengambil perumpamaan air putih dan air berkarbonasi. Dua jenis air ini sama-sama populer di masyarakat. Namun, ada perbedaan karakteristik antara dua jenis air ini.

“Kalau air berkarbonasi kita tuangkan ke dalam gelas, apalagi kalau dingin, yang pertama memenuhi gelas adalah busanya. Begitu didiamkan, busanya akan turun. Ternyata airnya cuma sedikit. Waktu kita minum, enak, tapi dalam jangka panjang tidak sehat bagi tubuh,” kata presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu saat mengisi acara Dialog Kebangsaan bertema “Membangkitkan Semangat Kepahlawanan”, Sabtu (15/2), di Ende, Nusa Tenggara Timur.

Sedangkan air putih, tutur Anis, memiliki karakteristik apa adanya. “Kalau dituangkan ke dalam gelas, yang tampak adalah yang sebenarnya. Waktu diminum, rasanya hambar. Tapi kalau diminum dalam jangka panjang, itu sangat sehat bagi tubuh,” ungkapnya.

Pekerjaan yang dilakukan oleh pahlawan, dalam sudut pandang Anis, bisa diumpamakan seperti memberi air putih kepada manusia. Hal ini karena air putih sangat bermanfaat untuk tubuh manusia. Apalagi kalau diminum sesuai dengan anjuran kesehatan.

“Saat bangun tidur, cara terbaik untuk mengaktifkan sel-sel syaraf adalah minum air putih, bukan kopi, bukan juga merokok. Minumlah kira-kira setengah liter. Anda akan merasakan adanya aktivasi otak. Dan itu membuat daya tahan tubuh lebih kuat. Apalagi kalau dalam sehari Anda mengonsumsi sekitar tiga liter,” terang Anis.

Kemudian Anis melanjutkan, “Ada orang yang populer sesaat. Orang itu mengerjakan pekerjaan kecil yang dibesar-besarkan. Walhasil, kelihatan ramai. Tapi kita tidak dapat membohongi sejarah. Ada waktunya ketika orang ini pergi, pekerjaannya dinilai tanpa pertanggungjawaban yang bersangkutan. Setelah busanya pergi, kita mulai bisa melakukan penilaian secara objektif.”

Selanjutnya, Anis menyampaikan harapan terhadap kader dan simpatisan PKS di seluruh dunia. “Saya ingin kita berorientasi pada kerja-kerja yang sebenarnya. Saya ingin kita memberikan air putih kepada masyarakat, bukan air berkarbonasi. Kalau lihat orang minum air putih, jarang yang beri komentar. Tapi sebenarnya air putih itu menyehatkan tubuh. Seperti itulah makna menjadi pahlawan!” pungkasnya. (DLS/MFS/Anismatta.net)


posted by @Adimin

Dirigen Spiritus Santos: Anis Matta Punya Karisma Seorang Pemimpin


Nusa Tenggara Timur – Iros menyatakan setuju terhadap gagasan toleransi yang disampaikan oleh Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta. Hal tersebut disampaikan dirigen Paduan Suara Spiritus Santos itu usai memimpin kelompok paduan suaranya menyanyikan Mars PKS di acara Dialog Kebangsaan bertema “Membangkitkan Semangat Kepahlawanan” pada Sabtu (15/2), di Ruang Kalimutu, Grand Wisata Hotel, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Saya sangat setuju sekali dengan Pak Anis Matta. Itu merupakan nilai-nilai positif yang harus didukung di negara Indonesia. Beliau punya prinsip untuk Indonesia masa depan,” tutur Iros.

Tentang sosok pemimpin Indonesia, Iros punya kriteria tersendiri. “Kita mencari sosok yang benar-benar bisa melaksanakan demokrasi,” harapnya.

Anis Matta, menurut Iros, merupakan sosok yang pantas untuk menjadi pemimpin Indonesia. “Pak Anis pantas sekali menjadi pemimpin Indonesia. Beliau bagus sekali dalam berpikir, berbicara, dan bertindak. Beliau punya karisma untuk memimpin,” jelasnya.

Tentang penampilan paduan suara yang dipimpinnya, Iros mengaku puas. Meski waktu latihannya cukup singkat, tapi paduan suara yang dipimpinnya dapat memberikan yang terbaik untuk PKS.

“Ini baru pertama kali diundang. Puji Tuhan, baru dua hari kita latihan, kita bisa membawakan yang terbaik untuk PKS. Kita bangga,” ungkap Iros.

Ketika ditanya bagaimana kalau DPP PKS mengundang tim paduan suara yang dipimpinnya untuk tampil di Jakarta, Iros langsung menyatakan kesanggupannya. “Kami akan senang hati menerimanya. Kapan pun itu, kami akan terima dengan senang hati!” pungkasnya. (DLS/MFS/Anismatta.net)



posted by @Adimin

Menciptakan Kemenangan di Alam Jiwa


Jakarta – Sebelum sebuah kemenangan benar-benar terjadi di alam nyata, sebenarnya kemenangan itu sudah terjadi di alam jiwa. Kemenangan di alam jiwa itu tampak dari kemantapan hati orang-orang yang akan bertarung. Hal tersebut disampaikan Anis Matta pada acara “Election Update” yang diselenggarakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), pada Selasa (18/2), di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.

Dalam konteks kemantapan hati itu, menurut Anis, ada tiga poin penting yang harus diingat. Tiga poin ini akan mendatangkan kekuatan dan ketenangan. Dengan demikian, tiga poin ini perlu ditanamkan di dalam diri.

“Pertama, keikhlasan. Kita semua telah mengorbankan umur, harta, tenaga, dan kita masih akan berkorban lebih banyak lagi pada hari-hari yang akan datang. Kita berharap bahwa itu semua diterima oleh Allah. Kita tanamkan keikhlasan di dalam hati. Kita berharap, mudah-mudahan apa yang telah kita lakukan diterima oleh Allah,” kata Anis.

Setelah poin tentang keikhlasan, Anis menekankan pentingnya pengorbanan. Anis bertutur, “Kita semua hidup dalam kondisi yang sangat sulit, jauh berbeda dari pemilu 2009 lalu. Keadaan kita ini mirip kisah sahabat masa lalu, yang ingin pergi berperang, namun tidak punya sarana untuk pergi berperang. Tapi kita tetap berusaha semaksimal mungkin. Karena kata Allah, tidak akan pernah kita menerima kebaikan, kecuali kita mengorbankan apa yang kita cintai. Maka kita harus mengorbankan apa yang masih mungkin untuk kita korbankan.”

Poin ketiga, lanjut Anis, adalah ma’rifatullah atau mengenal Allah. “Kadang-kadang, ketika kita kerja di lapangan dan menghadapi situasi yang sulit, kita kehilangan persepsi yang benar terhadap Allah. Manusia sering tidak menakar Allah dengan takaran yang sebenarnya. Kita melupakan bahwa semua situasi ini masih dalam kendali Allah,” terangnya.

Presiden PKS itu lalu menyitir hadist qudsi yang menyatakan bahwa Allah sesuai sangkaan hamba-Nya. “Untuk itu, prasangka baik terhadap Allah harus terus dihadirkan. Dalam saat-saat seperti ini, selain kerja keras, kita perlu mengirim lebih banyak doa kepada Allah melebihi hari-hari sebelumnya,”

Anis juga mengingatkan bahwa prasangka baik terhadap Allah merupakan bagian dari akidah. “Cara kita menafsirkan hasil pemilu, itu merupakan bagian dari akidah kita. Dari sekarang kita harus punya tafsir tunggal bahwa apapun hasil pemilu nanti, itu karena memang Allah menginginkan hasil itu!” tegasnya. (DLS/MFS/Anismatta.net)



posted by @Adimin

Ahmad Heryawan Bersilaturahim Ke Harian Singgalang


Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, mengatakan, daftar nama-nama presiden di negara yang telah matang berdemokrasi kebanyakan berasal dari kepala daerah dan senator, seperti Amerika Serikat.

“Presiden Amerika Serikat kebanyakan dari gubernur, kemudian dari senator,” kata Ahmad Heryawan yang lebih populer dengan panggilan Aher (singkatan Ahmad Heryawan) itu.

Kalau pun ada dari tentara, itu hanya pada saat-saat tertentu saja. Terutama saat keamanan Amerika sedang terancam.

Hal itu disampaikan Aher saat bersilaturrahmi ke Redaksi Harian Singgalang, Selasa (18/2). Rombongan Aher disambut awak redaksi. Diskusi dibuka Pemimpin Redaksi (Pemred) Khairul Jasmi.

Keutamaan presiden yang berasal dari kepala daerah, kata Aher, menguasai dan memahami dan tahu solusinya tentang persoalan masyarakat dari bawah. Hanya saja ketika menjabat sebagai kepala daerah, kurang kekuatan (anggaran) untuk menyelesaikannya. Apapun persoalannya, baik tentang ekonomi atau kesejahteraan, sosial, pengelolaan alam, dan lainnya.

Banyak yang dijadikan con toh oleh Aher. Salah satunya tentang sungai di Bandung.

Bahwa sebenarnya air sungai tersebut bisa disterilkan sehingga layak minum. Tentunya ini membutuhkan anggaran yang besar. Walau demikian, keuntungan yang diperoleh selain bisa diminum, juga bisa jadi objek wisata, irigasi pertanian lancar, dan lainnya. Hal ini bukanlah sesuatu yang mustahil. Ia telah membuktikan di sebuah kota di negara luar yang geografisnya sama dengan Bandung (melengkung) bisa melakukan ini.

“Begitu pun dengan persoalan-persoalan bawah lainnya (masyarakat bawah) yang hanya kepala daerah yang lebih paham,” kata kader PKS itu.

Ketika ditanya tentang kesiapannya menjadi presiden RI, Aher menjawab siap-siap saja jika masyarakat mempercayakannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui rapat musyawarah ke-11, memutuskan tiga kandidat calon presiden 2014. Mereka adalah Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, dan Ahmad Heryawan atau Aher.

Ketiga nama tersebut nantinya akan menjalani uji publik untuk melihat penilaian masyarakat. Setelah itu, PKS akan menentukan satu orang kandidat yang diusung pada Pilpres 2014.

Majelis Syuro juga memutuskan agar Lembaga Penyiapan dan Penokohan Kader (LPPK) PKS membentuk tim pendamping bagi masing-masing kandidat capres. Selain itu menurut Hilmi, ketiganya adalah kader terbaik PKS. Keputusan Majelis Syuro PKS ini pun berdasarkan hasil Pemilihan Raya (Pemira) PKS.

Adapun, Pemira PKS dilakukan pada akhir November 2013 lalu oleh masing-masing Dewan Pimpinan Wilayah di 33 provinsi. Dalam pemira, Hidayat Nur Wahid unggul dukungan sebagai bakal capres.

Perolehan suara Hidayat mengalahkan empat kandidat kuat lainnya, yakni Anis Matta, Aher, Tifatul Sembiring, dan Nur Mahmudi Ismail. Hidayat memperoleh 18,34 persen suara, Anis Matta 17,46 persen, Ahmad Heryawan 16,69 persen, Tifatul 11,5 persen, dan Nur Mahmudi 7,41 persen

posted by @Adimin

[Video] Terus Berjuang, PKS Sambut Pemilu 2014

Written By Anonymous on 19 February, 2014 | February 19, 2014

JAKARTA -- Partai pada hakikatnya adalah alat perjuangan rakyat. Maka dari itu setiap partai juga harus tetap memberikan sumbangsih dan hasil nyata terhadap masyarakat.

Melihat hal tersebut, PKS melalui Humas DPP (Dewan Perwakilan Pusat) PKS (Partai Keadilan Sejahtera), Dedi Supriadi menerangkan akan terus berjuang untuk rakyat.

Terlebih sebelum pemilu (pemilahan umum) 2014 Indonesia mengalami beberapa bencana alam yang menimbulkan banyak korban. PKS pun menyiapkan beberapa langkah terkait hal tersebut dan menyambut pemilu 2014. Berikut video lengkapnya. [Republika.co.id]


>



posted by @Adimin

Dimaki-maki, PKS suruh wali kota Padang belajar politik lagi

Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) menanggapi santai tudingan Wali Kota Padang Fauzi Bahar terhadap Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno. Irwan yang merupakan kader partai dakwah itu disebut berada di balik demo menolak investasi Grup Lippo.

Juru Bicara PKS Mardani Ali Sera menilai ucapan Fauzi sangat emosional tanpa didasarkan bukti. Seharusnya, kata Mardani, seorang pemimpin tak boleh berbicara kasar apalagi di hadapan masyarakat. 

"Pertama pimpinan enggak boleh emosional. Kedua pimpinan itu harus cek and ricek jangan sembarangan menuduh. Kalau peribahasa air ditepak kena muka sendiri," kata Mardani kepadamerdeka.com, Rabu (19/2).

Anggota Komisi I DPR itu menyarankan agar sesama politikus tidak menyebarkan benih-benih kebencian. Dia menyarankan agar Fauzi yang juga kader Partai Amanat Nasional ( PAN ) belajar lagi soal politik.

"Politik yang sejuk, santun. Lihat Pak Akbar Tandjung, tokoh besar enggak pernah marah hadapi dengan tenang. Kalau main tuduh suruh belajar saja lagi," katanya.

Dalam hal ini, menurut Mardani, partai menyerahkan sepenuhnya kepada gubernur Sumatera Barat untuk melakukan klarifikasi. Dia yakin tak mungkin Irwan memfasilitasi pendemo berupa mobil PKS dan singgah di kantor gubernur. 

"Nanti gubernur akan klarifikasi, kita serahkan ke gubernur," katanya yang mengaku sudah menerima SMS dari kader PKS Jambi, Batam dan Sulsel soal tudingan itu.

Ditanya apakah sudah melihat video tersebut? "Saya tidak minat lihat videonya. Ngapain lihat orang lagi emosi. Suruh belajar politik lagi," tandasnya sambil tersenyum.

Sebelumnya, Wali Kota Padang Fauzi Bahar kesal dengan unjuk rasa Forum Masyarakat Minangkabau menolak investasi Grup Lippo. Secara terang-terangan dia menuding demo itu difasilitasi oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

"Terang-terangan demo saya ke sini ditampung di kantor gubernur, titik kumpul di sana di kantor gubernur, mobil lambang PKS ," kata Fauzi dalam youtube.

Letkol (Purnawirawan) TNI itu juga berpesan agar warga dapat lebih jernih memilih pemimpin selanjutnya. "Saya sampaikan ada di handphone ibu-ibu, sampaikan ke sanak saudara kita semua, kalau PKS lagi anda ingin kacau negeri ini," ujarnya. [Merdeka.com]


posted by @Adimin

PKS akan biaya sendiri saksi pemilunya


Palembang - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Selatan menyiapkan biaya sendiri untuk mendanai para saksi di tempat pemungutan suara pada Pemilu Legislatif 9 April 2014.

"Untuk para saksi itu kita biayai sendiri dari partai," kata Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Sumatera Selatan Yuswar Hidayatullah di Palembang, Rabu.

Ia mengatakan biaya saksi itu disiapkan sekitar Rp100 ribu-Rp200 ribu per orang, tergantung pada jauh dekatnya lokasi TPS. 

Dana itu, katanya, disiapkan untuk ongkos transportasi para saksi, sedangkan makanan akan disiapkan atau bisa saja membawa bekal sendiri.

"Anggarannya sudah kita siapkan dari tabungan partai selama ini," ujar Yuswar tanpa merinci total dana dimaksud.

Mengenai persiapan para saksi PKS itu, ia menyatakan, sampai saat ini persiapan saksi sudah mencapai 80 persen dan para saksi yang disiapkan ada yang berasal dari luar kader PKS. [Antara]


posted by @Adimin

PKS Incar 1 Kursi DPR dari Provinsi Mayoritas Non-Muslim

Written By Anonymous on 18 February, 2014 | February 18, 2014


JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berusaha memperluas basis dukungan. Meski menahbiskan diri sebagai partai islam, namun PKS bukan hanya menyasar pemilih muslim, tetapi juga non-muslim. Bahkan, PKS berani menargetkan perolehan satu kursi di provinsi-provinsi dengan mayoritas non-muslim pada Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April mendatang.

Presiden PKS Anis Matta mengatakan, ada empat provinsi non-muslim yang menjadi target partainya, yakni Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara dan Papua. "Di empat provinsi ini PKS belum pernah mendapat kursi DPR RI," kata Anis saat membuka Election Update ke-4 PKS di Hotel Kartika Candra, Jakarta, Senin (17/2).

Pada pemilu tahun ini, lanjutnya, PKS juga mencalonkan sejumlah caleg non-muslim. Bahkan, untuk pertama kalinya, PKS mempunyai caleg beragama Hindu. Menurutnya, caleg-caleg non-muslim ini tidak kalah militan adalam mendulang suara bagi partai berlambang bulan sabit kembar tersebut.

"Kemarin dalam dialog di Ende, ada caleg Katolik tanya, kami di sini punya tenaga dan semangat untuk kerja demi kemenangan PKS, tapi kami tak punya banyak sarana. Tapi di tengah semua kesulitan saya tak akan tinggalkan PKS dan saya akakn berjuang memenangkan PKS," tutur Anis menirukan perkataan caleg PKS non-Muslim.

Lebih lanjut disampaikannya, jika target ini tercapai, maka etalase demokrasi PKS menjadi lengkap. Sehingga tidak ada lagi stigma negatif bahwa partai Islam itu tidak toleran terhadap warga non-Muslim.

"Sehingga kita tidak perlu lagi bicara terlalu banyak tentang pluralisme, hak minoritas dan keterbukaan. Tapi kita bicara dengan fakta," tandasnya. [dil/jpnn]

posted by @Adimin

Gubernur: Silakan saja tanya ke yang demo, Farhan: PKS gunakan jalur politik di DPRD Padang dan bukan demo

PADANG — Walikota Padang Fauzi Bahar menyebut aksi demo menolak pembangunan Super Blok Lippo Grup, Senin (17/2) disponsori oleh gubernur Sumbar. Ia berani menyatakan begitu, karena melihat indikasi dari kendaraan yang dibawa pendemo berlogo PKS. Selain itu, titik kumpul aksi itu juga di Gubernuran.

“Saya melihat mobil yang parkir berlogo PKS. Titik kumpulnya juga di kantor gubernur. Setelah dikumpulkan, lalu mereka datang kemari (rumah dinas walikota-red),” kata Fauzi Bahar di atas pentas perpisahan dirinya dengan majelis taklim dan ibu-ibu PKK.Ia mempertanyakan, kenapa gubernur melakukan itu. “Gubernur tidak boleh pro terhadap satu partai saja. Kalau bicara partai, wakil saya dari PKS. Ini kan tidak bagus,” katanya.

Selain itu, Fauzi juga menilai para pendemo juga bukan warga Kota Padang. “Kalau warga Padang boleh jugalah, tapi mereka datang dari luar. Tidak mengerti saya,” lanjutnya.

Dikatakan, seharusnya gubernur tidak boleh secara terang-terangan menyuruh orang berdemo. “Titik kumpulnya di kantor gubernur. Mobil yang membawa berlambang PKS. Harusnya gubernur melarang orang berdemo. Jangan begitulah. Di akhir-akhir saya menjabat ini, dikasi jugalah kesan yang baik kepada saya. Hanya sehari ini lagi saya menjadi walikota,” katanya.

Fauzi menjelaskan, soal pembangunan Super Blok Lippo, tanah yang dipakai adalah dibeli oleh investor itu. “Bukan tanah dirampok. Disebut pula saya mendapat Rp4 juta per meter. Dari mana pula itu, harga tanahnya saja tidak sampai segitu,” katanya.

Ia menjelaskan, usai gempa 2009 lalu, 30 ribu warga Padang kehilangan lapangan pekerjaan. Sebagai walikota ia harus bertanggung jawab dan ia berupaya mencarikan investor untuk membuka lapangan pekerjaan.

Para pengunjuk rasa yang datang dari berbagai daerah awalnya berunjuk rasa di kantor gubernur Sumatera Barat dan melanjutkan ke rumah dinas Walikota Padang di Jalan A. Yani.

Kedatangan pengunjuk rasa disambut barikade pengamanan dari Polresta Padang dan Satuan Polisi Pamong Praja. Sementara acara perpisahan yang diisi dengan penampilan-penampilan majelis taklim dan lantunan ayat Alquran tetap berjalan.

Pengunjuk rasa menuntut Fauzi Bahar di akhir masa jabatannya untuk mencabut izin pembangunan Super Block Lippo di Kota Padang. Menurut mereka investasi dari perusahaan Lippo Group tersebut bermuatan misi pemurtadan dan dikhawatirkan akan merusak tata nilai masyarakat Minangkabau.

Massa pengunjuk rasa tidak berhasil melewati barisan barikade ratusan personel keamanan. Mereka hanya menyampaikan orasi di persimpangan lampu merah Ahmad Yani. Kemudian membubarkan diri pada pukul 12.00 WIB kembali lagi ke kantor gubernur.

Tanya yang demo

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang ketika dikonfirmasi soal tudingan keterlibatannya mensponsori demo untuk menolak Siloam sebagaimana disebut Fauzi Bahar di muka umum itu hanya menjawab singkat. Melalui pesan Blackberry Messenger (BBM) ia mengatakan “Silahkan saja tanya ke yang demo”.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Sumbar, Trinda Farhan Satria menegaskan PKS tak pernah menjadi dalang di balik demo investasi Lippo Group. Sebagai partai politik PKS hanya menggunakan cara politik pula untuk menanggapi tentang isu permutadan berkedok investasi itu.

“Sejauh ini kami (PKS—red) tak pernah mendalangi demo atau aksi apapun. Kami hanya menggunakan jalur politik yakni melalui Fraksi PKS di DPRD Kota Padang yang sudah menyatakan menolak investasi itu,” ujar Farhan, Senin (17/2).

Bahkan, kata dia, sebagian besar pemimpin partai PKS mulai dari DPW hingga cabang, kecamatan termasuk dirinya berada di Jakarta, saat demo di Padang berlangsung. Mereka menghadiri acara ‘election update’ yang digelar PKS secara rutin untuk menghadapi Pemilu Legislatis April mendatang.

Tentang adanya mobil berlogo PKS, Farhan mengatakan mungkin ada simpatisan PKS yang ikut bergabung dalam aksi demo dengan menggunakan mobil milik partai. Namun, ia menegaskan PKS tak pernah memberikan instruksi atau komando pada kader ataupun simpatisan untuk mengikuti aksi demo.

“Saya sebagai ketua DPW PKS Sumbar dan pimpinan PKS hingga ke ranting-ranting kecamatan tak pernah memberikan komando apapun pada kader atau simpatisan untuk berdemo,” ujarnya.

Tentang tudingan Walikota Padang, Fauzi Bahar yang menuding PKS sebagai Parpol di balik aksi penolakan investasi Farhan enggan berkomentar banyak. Terutama terhadap kata-kata vonis yang cenderung kasar diungkapkan Fauzi Bahar. “Saya rasa komentar Pak Fauzi tak perlu ditanggapi. Masyarakat tentu bisa cerdas menilai,” ujarnya. (105/403)

Singgalang 18 Februari 2014

posted by @Adimin

Anis Matta Incar Bali Jadi Etalase Demokrasi PKS


JAKARTA — Partai Keadilan Sejahtera mengincar kemenangan di empat provinsi yang didominasi penduduk yang beragama non-Islam, yaitu Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua. Presiden PKS Anis Matta menyatakan akan menjadikan empat provinsi itu sebagai etalase demokrasi PKS. 

Anis mengatakan, PKS belum pernah meraih satu pun kursi untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di empat provinsi tersebut. Ia berharap empat provinsi tersebut akan "pecah telur" dalam Pemilu Legislatif 2014. 

"Di empat provinsi ini kita belum pernah dapat kursi. Empat wilayah ini akan 'pecah telur', Insya Allah. Kalo kita 'pecah telur', PKS akan mempunyai etalase demokrasi," kata Anis saat memberikan sambutan di acara Election Update Ke-4 PKS, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Senin (17/2/2014). 

Mantan Wakil Ketua DPR itu mengatakan, berkuasanya PKS di wilayah itu akan melunturkan kekhawatiran masyarakat Indonesia terhadap partainya yang kerap dicitrakan sebagai antidemokrasi, antitoleransi dan antipluralisme. Nantinya, kata dia, fakta yang akan membuktikan sikap PKS terhadap isu-isu semacam itu. 

"Kita tidak perlu lagi terlalu banyak bicara tentang pluralisme, keragaman, toleransi, hak-hak minoritas, dan tentang keterbukaan seperti yang kita tunjukkan kepada publik selama ini," ucap Anis. 

Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, itu juga menuturkan, dirinya selama ini sudah berkunjung ke empat provinsi tersebut, kecuali Papua. Terakhir, Anis berkunjung ke Ende, Nusa Tenggara Timur. 

"Yang mengharukan, saat saya berkunjung ke sana, saya disambut oleh para pendeta di bandara. Yang lebih mengharukan lagi buat saya, lagu mars PKS dinyanyikan oleh paduan suara gereja," imbuhnya. [KOMPAS.com ]


posted by @Adimin

Tentukan Capres Pasca-Pileg, PKS Pertimbangkan Kepentingan Koalisi


JAKARTA  - Partai Keadilan Sejahtera akan memutuskan bakal calon presiden berdasarkan hasil pemilu legislatif. Artinya, menurut Wakil Sekretaris Jenderal PKS Fahri Hamzah, bakal calon presiden PKS yang terpilih akan ditentukan berdasarkan pada kepentingan koalisi.

"Sekitar tanggal 10 atau 11 april, sehari atau dua hari setelah pemilu. (LPPK) melaporkan perkembangan. Dua yang dilaporkan. Pertama, perkembangan dari tiga capres itu. Yang kedua adalah perkembangan hasil pemilu," ujarnya di Jakarta, Senin (17/2/2014).

Penilaian akan dilakukan oleh Tim Lembaga Pelaksana dan Penokohan Kader (LPPK) yang dipimpin Sekjen PKS Taufik Ridho. Tim LPPK bersama DPP PKS akan melaporkan dua laporan di atas kepada Majelis Syuro PKS. Ia pun mengatakan ketiga calon tersebut dinilai bukan berdasarkan survei, melainkan sepenuhnya wewenang Tim LPPK.

Anggota Komisi III DPR RI itu mengatakan, ketiga bakal capres PKS akan memperkenalkan dan menyosialisasikan diri, termasuk ide dan gagasannya. Saat ditanya tentang peluang ketiga nama itu, Fahri mengatakan ketiganya memiliki peluang yang relatif sama.

"Pak Hidayat kan dari suku yg paling besar (suku Jawa), Pak Heryawan kan dia punya massa karena dia Gubernur Jawa Barat. Pak Anis kan dia paling banyak keliling (daerah). Jadi, sama-sama (kuat)lah," katanya. 

Sebelumnya, PKS melakukan Pemira pada akhir November 2013 oleh masing-masing dewan pimpinan wilayah di 33 provinsi. Dalam Pemira itu, Hidayat Nur Wahid unggul dalam Pemira. Perolehan suara Hidayat mengalahkan empat kandidat kuat lainnya, yakni Anis Matta, Ahmad Heryawan, Tifatul Sembiring, dan Nur Mahmudi Ismail. Hidayat memperoleh 18,34 persen suara, Anis Matta 17,46 persen, Ahmad Heryawan 16,69 persen, Tifatul 11,5 persen, dan Nur Mahmudi 7,41 persen. 

Meskipun unggul dalam Pemira, Hidayat tidak serta-merta menjadi capres yang diusung PKS karena ditentukan Majelis Syuro. Berdasarkan pemira pula, tiga nama bakal calon presiden ditetapkan, yaitu Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, dan Ahmad Heryawan. [Kompas.com]


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger