Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
April 13, 2014
posted by @Adimin
Antara PKS dan Partai Koalisi di Pilpres 2014
Written By Anonymous on 13 April, 2014 | April 13, 2014
"Lebih baik menjadi lawan dalam menolak kebatilan daripada berkoalisi dalam keburukan”
Saya
sangat bahagia melihat tensi pemilu 2014 kali ini. Masing-masing partai
politik memiliki strategi yang berbeda dalam mendulang suara. Hal
lainnya yang membuat saya patut bertepuk tangan adalah kemampuan
partai-partai islam yang berhasil menjungkirbalikan fakta survey yang
teramat percaya diri menempatkan parpol islam dalam posisi tidak layak
di hasil pemilu. Meskipun di ajang pilpres mendatang, parpol islam
sulit membangun koalisi.
Setelah
perhelatan pemilu anggota legislatif, tentu rakyat Indonesia akan
diperhadapkan pada pemilu presiden. Tentu, hasil pemilu saat ini menjadi
barometer pemetaan kekuatan parpol dalam mebangun koalisi. Berdasarkan
isu yang cukup populer di media, ada 3 partai yang telah siap menjadi RI
1 yakni PDI P, Golkar dan Gerinda. Sementara itu, partai lainnya telah
siap menunggu pinangan 3 partai di atas untuk menjadi pasangan pilpres
mendatang.
Saat
ini media media heboh mewacanakan paket capres Jokowi-Mahfud MD,
Aburizal Bakrie-Anis Matta dan Prabowo-Wiranto. Dari paket Pilpres ini,
saya menilai ada paket pilpres yang terlalu dipaksakan. Soal Anis Matta
disandingkan dengan Aburizal Bakrie. Secara peta kekuatan politik,
Golkar memang senior dalam ahli pemenangan di pemilu. Hanya saja,
Aburizal Bakrie memang belum layak disandingkan dengan Anis Matta.
Meskipun Aburizal Bakrie punya media besar dalam memoles pribadinya di
TV terkenal, tapi kenangan rakyat Indonesia dengan Lapindo sampai saat
ini belum luput. Selain itu, Aburizal Bakrie jauh berbeda dengan
karakter Anis Matta. Masa sih politisi Santun dan islamis seperti Anis
Matta disandingkan dengan Capres yang suka liburan dengan artis cantik
berduaan di luar negeri.
Jika
memang ARB benar-benar disandingkan dengan Anis Matta, tentu ada
pertimbangan politis. Tapi, secara pencitraan, Partai Keadilan Sejahtera
tidak selayaknya menjadi partai pendukung pemimpin dengan model
Aburizal Bakrie. Masih lebih mending menjadi partai oposisi saja.
Lagipula, Partai Keadilan Sejahtera tidak akan hancur dengan tidak
ikutan pilpres. Perlu diingat, ARB dan Golkar boleh besar, tapi belum
tentu menjadi pemenang. Sebab, rakyat saat ini akan melihat sosok, bukan
peta kekuatan partai pasca pemilu. Sehingga, Anis Matta harus
mendapatkan capres yang punya kesamaan visi dan tokoh yang sesuai dengan
Partai Keadilan Sejahtera.
Pasangan
kedua, Andai kata Anis Matta (PKS) disandingkan dengan Jokowi (PDI P),
tentu hal yang mustahil. Sebab, ada ideologi yang dijaga oleh PKS. Salah
satu soal harga diri rakyat Indonesia.Pertama, Jakarta adalah Ibu kota
negara ini. Jika Ibu kota dipimpin oleh rakyat bukan keturunan
Indonesia Asli. Maka akan Ada bebarapa kebijakan politis yang akan
merugikan rakyat Indonesia. Boleh jadi, perusahaan asing akan menjamur
di ibu kota. Walhasil, Indonesia jadi ladang proyek bagi non Indonesia.
Kedua, Ibu kota dimpimpin non Indonesia, berarti anak bangsa tidak ada
yang punya talenta memimpin.
Lalu
apakah negeri ini sudah kehabisan stok pemimpin? tentu tidak. Masih
banyak pemuda Indonesia yang layak jadi pemimpin. Hanya saja, Jokowi
butuh sedikit bersabar menunggu pemimpin muda Indonesia tumbuh
berkembang. Jangan meninggalkan Jakarta dulu. Menunggu sampai anak
bangsa ini siap menerima tampuk kepempininan. Jadi, Jokowi jangan
nyapres dulu, lah.
Antara
PDIP-Golkar, tentu keduanya tereliminasi dari kemungkinan koalisi
dengan Partai Keadilan Sejahtera. Yang tersisa adalah PKS pantas
mendampingi Gerindra (Prabowo). Meskipun memang, Pimpinan Gerinda punya
catatan hitam di sepanjang sejarah bangsa ini. Saya yakin, Gerinda punya
misi yang sama, mengembalikan kejayaan Indonesia di mata dunia. Selain
itu, nasionalisme Prabowo saat ini sangat dibutuhkan untuk mengembalikan
merebut kekayaan Indonesia dalam cengkeraman asing.
Kalau
koalisinya dengan PDI-P, ya takutnya semua Aset bangsa ini dijual.
Tanya tuh sama fahri Hamzah, berapa aset negara ini dijual di jaman Ibu
Megawati. Jadi, PKS ngak bakalan ikut-ikutan berkoalisi menjual aset
negeri ini.
Dilihat
dari kekuatan tokoh dan Politik, PKS dan Gerinda punya peluang besar
dalam memenangkan Pilpres. PKS punya masa real. Artinya, PKS punya basis
masa yang bisa diprediksi. Berbeda dengan partai lain. Meskipun hari
ini menang, besok bisa kalah lagi. Hal ini disebabkan pemilih PKS adalah
pemilih cerdas dan berkualitas. Sehingga tidak bisa digoyahkan dengan
money politics.
Kemenangan
partai lain hanya soal kekuatan finansial. Sehingga kemenangannya
hanyalah kemenangan semu. Bisa saja kondisi dan nasib partai pemenang
hari ini akan terpental jauh dan babak belur di dunia perpolitikan di
hari esok. Sehingga, kekuatan politiknya hanya bersifat semu. Jadi, PKS
benar-benar siap dan teliti memilih berkoalisi dengan partai yang
dituju.
Sahabat
Indonesia, saya kira itulah sedikit suara hati saya sebagai kader di
berada pelosok Gorontalo. Saya ingatkan lagi, catatan ini hanya sekadar
pandangan personal bukan institusional. Saya hanya berharap, catatan
kecil ini bisa menjadi batu kecil yang harusnya jadi referensi tambahan
dari suara kader di pelosok Indonesia untuk menentukan partai Koalisi.
Semoga saja Pimpinan PKS memtusukan Pilihannya kepada partai yang ideal.
Amin.[kabarpks.com]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 13, 2014

posted by @Adimin
Nggak Penting Belain PKS
Pendidikan politik pertama saya dapat dari Bapak. Doktrin yang SELALU Bapak berikan adalah doktrin apatis. Memprotes berbagai kerusakan bangsa. Ibaratnya, Indonesia sudah rusak sekaset. Jadi kalau mau benar, ganti kaset baru. Semuanya harus generasi baru.
Tapi Bapak belum pernah mendiskusikan solusi nyata atas semua protesnya. Kesimpulannya ada di satu kata. Golput. Untuk apa memilih, tidak ada perubahan nasib. Proklamasi Bapak, tidak akan milih sampai mati. Ekstrim kan?!
Saya sangat memahami pola pikir orang tua saya. Satu dari sekian banyak kasus golput sebagai pilihan di tanah air. Beberapa faktor mempengaruhi sikap demikian. Termasuk sepinya pendidikan politik yang benar dan santun.
Karena saya kenal karakter Bapak, akan sia-sia jika mendebatkan bahwa Pemilu sejatinya berhubungan dengan harga cabe, jumlah pengangguran, kebajiran, korupsi dan semua nasib bangsa. Maka lakukan sesuatu. Ganti dengan anggota dewan dan pemimpin yang amanah. Mewujudkan kecintaan pada Allah dengan melakukan yang terbaik bagi bangsanya. Bukan hanya golput dan orasi menghujat.
Untuk sementara, status saya dan Bapak. Bagi saya, sikap saya. Bagi Bapak, sikap Bapak. Bapak tidak akan ikut saya dan saya tidak akan ikut Bapak. Tapi kami saling menghormati. Lucunya…
Sejak 2004, Pemilu pertama yang saya ikuti, saya pilih PKS dan langsung jadi saksi TPS. Mengawal suara hingga ke PPK. Padahal ketika itu, saya masih sangat baru mengenal tarbiyah. Bahkan masih mempertayakan banyak hal di tarbiyah.
Pesan murobbi saya menjelang jihad syiashi, PKS hanyalah nama. Dan nama bisa apa saja. Maka seorang aktivis dakwah bisa dan boleh mengusung berbagai nama untuk misi dakwahnya. Bisa dan boleh masuk ke berbagai lini kehidupan. Tidak ada pengecualian termasuk di ranah politik. Kebetulan Keadilan dan Sejahtera disepakati sebagai nama dari gerakan dakwah di politik.
Kalau yang saya bela PKS, maka bisa jadi PKS mati. Seperti PK yang dipaksa mati oleh ketentuan parliamentary treshold. Tapi yang kita bela adalah dakwah yang diusung PKS. Dan dakwah tidak akan pernah mati.
Ketika berkesempatan buka-buka fb. Ada perdebatan cukup panjang karena status seseorang yang dulunya ADS. Salah satunya komentarnya, “kalau masih ada PK saya pilih PK, nggak pake’ S. Sayang PK sudah tamat riwayatnya.” Saya hanya ngomong sendiri, “mbak ini belain namanya.” Berubah nama, berubah juga sikapnya.
Kalau yang saya bela PKS, saya kemungkinan besar putus hubungan dengan banyak saudara seiman yang mati-matian bilang demokrasi tidak sesuai syariah Islam. Mereka yang sengit menulis komentar Islam hanya bisa diperjuangkan dengan cara yang diajarkan Rasulullah. Dan sistem partai dalam Pemilu adalah sistem kapitalis.
Sudah cukup saya harus menahan diri untuk tidak menyahut berbagai komentar tersebut. Paling maksimal saya curhat ke suami, menumpahkan ke-gregetan tersebut. Rasanya mau teriak, sadar nggak sich lho kalo musuh Islam sengaja mau mengadu domba kita biar banyak orang Islam nggak milih. Biar Indonesia dikuasai orang kafir, Biar Islam di Indonesia musnah. Halooo…! Tapi cuma neriakin suami. Kalau teriak di sosmed, khawatir khilaf.
Kalau yang saya bela PKS, dimana nurani keibuaan saya. Anak usia 11 bulan dalam kondisi demam diajak pergi seharian. Ada baksos dapil 1. Naik motor dengan lama perjalanan lebih dari satu jam. Pergi di terik mentari dan pulang di kala senja menutup hari. Tapi dengan bismillah saya tetap ikut ‘bantu’ baksos. Meski faktanya saya hanya mengurusi si kecil, tak apalah. Belum lagi tatapan iba dan protes dari banyak orang yang melihat.
Kalau yang saya bela PKS, saya akan stress di saat media ramai mengumumkan PKS hanya menduduki posisi 7 atau 8 dari 15 parpol peserta Pemilu. Bukan 3 besar yang selalu diteriakkan. Seolah kerja-kerja sepanjang tahun harus pupus oleh Pemilu satu hari.
Kalau yang saya bela PKS, saya kian tertekan mental dengan sikap orang tua saya. Sementara saya ‘jungkir balik’ mengenalkan PKS, melakukan pendidikan politik yang Islami. Mirisnya, orang terdekat saya justru antipati. Syukurnya, Bapak tidak pernah menghalangi saya aktif di partai. Do’a saya, semoga kerja dakwah kami turut dirasakan Bapak. Sindiran kecil dari Bapak, biasa. “Katanya anti korupsi. Presidennya kena tahan KPK!” Enjoy aja, saya kan nggak belain PKS.
Maaf, terlalu murah harga yang harus dibayar untuk semua perjuangan para aktivis dakwah jika hanya atas nama PKS. Maka, saudara-saudara sebangsa setanah air, ingat, nggak penting belain PKS!
Oleh: Umi Laila Sari
Tapi Bapak belum pernah mendiskusikan solusi nyata atas semua protesnya. Kesimpulannya ada di satu kata. Golput. Untuk apa memilih, tidak ada perubahan nasib. Proklamasi Bapak, tidak akan milih sampai mati. Ekstrim kan?!
Saya sangat memahami pola pikir orang tua saya. Satu dari sekian banyak kasus golput sebagai pilihan di tanah air. Beberapa faktor mempengaruhi sikap demikian. Termasuk sepinya pendidikan politik yang benar dan santun.
Karena saya kenal karakter Bapak, akan sia-sia jika mendebatkan bahwa Pemilu sejatinya berhubungan dengan harga cabe, jumlah pengangguran, kebajiran, korupsi dan semua nasib bangsa. Maka lakukan sesuatu. Ganti dengan anggota dewan dan pemimpin yang amanah. Mewujudkan kecintaan pada Allah dengan melakukan yang terbaik bagi bangsanya. Bukan hanya golput dan orasi menghujat.
Untuk sementara, status saya dan Bapak. Bagi saya, sikap saya. Bagi Bapak, sikap Bapak. Bapak tidak akan ikut saya dan saya tidak akan ikut Bapak. Tapi kami saling menghormati. Lucunya…
Sejak 2004, Pemilu pertama yang saya ikuti, saya pilih PKS dan langsung jadi saksi TPS. Mengawal suara hingga ke PPK. Padahal ketika itu, saya masih sangat baru mengenal tarbiyah. Bahkan masih mempertayakan banyak hal di tarbiyah.
Pesan murobbi saya menjelang jihad syiashi, PKS hanyalah nama. Dan nama bisa apa saja. Maka seorang aktivis dakwah bisa dan boleh mengusung berbagai nama untuk misi dakwahnya. Bisa dan boleh masuk ke berbagai lini kehidupan. Tidak ada pengecualian termasuk di ranah politik. Kebetulan Keadilan dan Sejahtera disepakati sebagai nama dari gerakan dakwah di politik.
Kalau yang saya bela PKS, maka bisa jadi PKS mati. Seperti PK yang dipaksa mati oleh ketentuan parliamentary treshold. Tapi yang kita bela adalah dakwah yang diusung PKS. Dan dakwah tidak akan pernah mati.
Ketika berkesempatan buka-buka fb. Ada perdebatan cukup panjang karena status seseorang yang dulunya ADS. Salah satunya komentarnya, “kalau masih ada PK saya pilih PK, nggak pake’ S. Sayang PK sudah tamat riwayatnya.” Saya hanya ngomong sendiri, “mbak ini belain namanya.” Berubah nama, berubah juga sikapnya.
Kalau yang saya bela PKS, saya kemungkinan besar putus hubungan dengan banyak saudara seiman yang mati-matian bilang demokrasi tidak sesuai syariah Islam. Mereka yang sengit menulis komentar Islam hanya bisa diperjuangkan dengan cara yang diajarkan Rasulullah. Dan sistem partai dalam Pemilu adalah sistem kapitalis.
Sudah cukup saya harus menahan diri untuk tidak menyahut berbagai komentar tersebut. Paling maksimal saya curhat ke suami, menumpahkan ke-gregetan tersebut. Rasanya mau teriak, sadar nggak sich lho kalo musuh Islam sengaja mau mengadu domba kita biar banyak orang Islam nggak milih. Biar Indonesia dikuasai orang kafir, Biar Islam di Indonesia musnah. Halooo…! Tapi cuma neriakin suami. Kalau teriak di sosmed, khawatir khilaf.
Kalau yang saya bela PKS, dimana nurani keibuaan saya. Anak usia 11 bulan dalam kondisi demam diajak pergi seharian. Ada baksos dapil 1. Naik motor dengan lama perjalanan lebih dari satu jam. Pergi di terik mentari dan pulang di kala senja menutup hari. Tapi dengan bismillah saya tetap ikut ‘bantu’ baksos. Meski faktanya saya hanya mengurusi si kecil, tak apalah. Belum lagi tatapan iba dan protes dari banyak orang yang melihat.
Kalau yang saya bela PKS, saya akan stress di saat media ramai mengumumkan PKS hanya menduduki posisi 7 atau 8 dari 15 parpol peserta Pemilu. Bukan 3 besar yang selalu diteriakkan. Seolah kerja-kerja sepanjang tahun harus pupus oleh Pemilu satu hari.
Kalau yang saya bela PKS, saya kian tertekan mental dengan sikap orang tua saya. Sementara saya ‘jungkir balik’ mengenalkan PKS, melakukan pendidikan politik yang Islami. Mirisnya, orang terdekat saya justru antipati. Syukurnya, Bapak tidak pernah menghalangi saya aktif di partai. Do’a saya, semoga kerja dakwah kami turut dirasakan Bapak. Sindiran kecil dari Bapak, biasa. “Katanya anti korupsi. Presidennya kena tahan KPK!” Enjoy aja, saya kan nggak belain PKS.
Maaf, terlalu murah harga yang harus dibayar untuk semua perjuangan para aktivis dakwah jika hanya atas nama PKS. Maka, saudara-saudara sebangsa setanah air, ingat, nggak penting belain PKS!
Oleh: Umi Laila Sari
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 13, 2014
Twit @Fahrihamzah
(Sabtu, 12/4/2014)
Dalam banyak diskusi, mereka bilang, "maaf ya PKS, kalian gak masuk Senayan..."... #PadaKemanaSekarang ????
Dengan Sinis mereka menyerang PKS sebagai partai paling korup dan tidak lagi punya legitimasi... #PadaKemanaSekarang ?
Dengan kasar mereka meyakinkan publik bahwa PKS hanya akan dapat 1-3% dan gagal treshold.. #PadaKemanaSekarang ?
Bertahun tahun lebih mereka meyakinkan dunia bahwa PKS akan berakhir tragis. Partai Islam akan mati. #PadaKemanaSekarang ?
Pendekatan yang paling halus dan ilmiah dilakukan..pendekatan paling kasar juga dilakukan...
Kesalahan kecil pada partai Islam didramatisasi seperti kejahatan luar biasa.
Partai Islam dituduh menjual agama dan mereka diam saja kalau partai lain jual negara..
Pesimisme pada PKS disebar melalui mulut mereka yang berkhotbah di atas mimbar Ilmiah.
Pesimisme pada PKS dikampanyekan 24 jam dan kami tak punya uang untuk melawan.
Dalam perdebatan kontent mereka tak bisa melawan PKS karena itu PKS harus diserang Ad hominen (*).
Betapa dalam pengaruh fitnah mereka gara2 satu kasus LHI itu.
Tapi, alhamdulillah....kita menolak kalah...menolak tertunduk dan menyerah..
Sambil saya terus berpikir....kenapa kebencian mereka besar sekali? Kenapa kebaikan kita dibenci?
PKS jika tidak ada kasus kemarin, saya yakin akan menjadi salah satu partai besar. #PKS3Besar seperti rencana.
Kenapa mereka takut sekali kalau PKS masuk 3 besar? Takut sekali kalau partai yg punya kader memimpin.
Kenapa mereka takut sekali kalau partai yang punya tradisi organisasi yang solid memimpin?
Kenapa mereka takut sekali kalau partai berdasar Islam memimpin?
Kenapa mereka takut sekali kalau anak2 muda yang baru masuk politik ini dengan bersih memimpin?
Kenapa keberanian kami berbicara dan berbeda pendapat dihukum? Ini kerja siapa?
Alhasil, mereka gagal. PKS tetap tegar. Hari2 ini mereka berbisik, "kenapa PKS tidak mati?"
Mereka berkata, "kenapa semua strategi membunuh PKS gagal?"
Dan kepada mereka, majikan mereka mengancam, "bantuan akan kami hentikan kalau PKS tdk mati!"
Perasaan murni karena aku tidak mengerti kenapa membenci maksud baik kami. #PadaKemanaSekarang ?
Tapi kami di PKS ingin mengambil hikmah ini ke dalam. Setelah kita kejutkan mereka sekali lagi. #PKSbersyukur
Kita rayakan ini sebagai ujian yang telah kita lalui. Dan kita lolos. #PKSbersyukur
Biarkan mereka dengan kebodohannya. #PKSbersyukur
Kita tatap masa depan kita dan negeri ini. #PKSbersyukur
___
(*) Ad hominem (yang berarti "tertuju pada pribadi atau karakter seseorang"), yang merupakan singkatan dari argumentum ad hominem, adalah upaya untuk menyerang kebenaran suatu klaim dengan menunjuk sifat negatif orang yang mendukung klaim tersebut. Penalaran ad hominem biasanya dipandang sebagai kesesatan logika.
Contoh dari ad hominem adalah:
- Carl Sagan adalah seorang pemakai ganja, maka karya-karyanya ngawur.
- Jimi Hendrix meninggal karena overdosis, jadi musiknya jelek.
- Karena dia hanya murid, maka semua pernyataannya pasti salah.
posted by @Adimin
"Kenapa semua strategi membunuh PKS gagal?" by @Fahrihamzah
Twit @Fahrihamzah
(Sabtu, 12/4/2014)
Dalam banyak diskusi, mereka bilang, "maaf ya PKS, kalian gak masuk Senayan..."... #PadaKemanaSekarang ????
Dengan Sinis mereka menyerang PKS sebagai partai paling korup dan tidak lagi punya legitimasi... #PadaKemanaSekarang ?
Dengan kasar mereka meyakinkan publik bahwa PKS hanya akan dapat 1-3% dan gagal treshold.. #PadaKemanaSekarang ?
Bertahun tahun lebih mereka meyakinkan dunia bahwa PKS akan berakhir tragis. Partai Islam akan mati. #PadaKemanaSekarang ?
Pendekatan yang paling halus dan ilmiah dilakukan..pendekatan paling kasar juga dilakukan...
Kesalahan kecil pada partai Islam didramatisasi seperti kejahatan luar biasa.
Partai Islam dituduh menjual agama dan mereka diam saja kalau partai lain jual negara..
Pesimisme pada PKS disebar melalui mulut mereka yang berkhotbah di atas mimbar Ilmiah.
Pesimisme pada PKS dikampanyekan 24 jam dan kami tak punya uang untuk melawan.
Dalam perdebatan kontent mereka tak bisa melawan PKS karena itu PKS harus diserang Ad hominen (*).
Betapa dalam pengaruh fitnah mereka gara2 satu kasus LHI itu.
Tapi, alhamdulillah....kita menolak kalah...menolak tertunduk dan menyerah..
Sambil saya terus berpikir....kenapa kebencian mereka besar sekali? Kenapa kebaikan kita dibenci?
PKS jika tidak ada kasus kemarin, saya yakin akan menjadi salah satu partai besar. #PKS3Besar seperti rencana.
Kenapa mereka takut sekali kalau PKS masuk 3 besar? Takut sekali kalau partai yg punya kader memimpin.
Kenapa mereka takut sekali kalau partai yang punya tradisi organisasi yang solid memimpin?
Kenapa mereka takut sekali kalau partai berdasar Islam memimpin?
Kenapa mereka takut sekali kalau anak2 muda yang baru masuk politik ini dengan bersih memimpin?
Kenapa keberanian kami berbicara dan berbeda pendapat dihukum? Ini kerja siapa?
Alhasil, mereka gagal. PKS tetap tegar. Hari2 ini mereka berbisik, "kenapa PKS tidak mati?"
Mereka berkata, "kenapa semua strategi membunuh PKS gagal?"
Dan kepada mereka, majikan mereka mengancam, "bantuan akan kami hentikan kalau PKS tdk mati!"
Perasaan murni karena aku tidak mengerti kenapa membenci maksud baik kami. #PadaKemanaSekarang ?
Tapi kami di PKS ingin mengambil hikmah ini ke dalam. Setelah kita kejutkan mereka sekali lagi. #PKSbersyukur
Kita rayakan ini sebagai ujian yang telah kita lalui. Dan kita lolos. #PKSbersyukur
Biarkan mereka dengan kebodohannya. #PKSbersyukur
Kita tatap masa depan kita dan negeri ini. #PKSbersyukur
___
(*) Ad hominem (yang berarti "tertuju pada pribadi atau karakter seseorang"), yang merupakan singkatan dari argumentum ad hominem, adalah upaya untuk menyerang kebenaran suatu klaim dengan menunjuk sifat negatif orang yang mendukung klaim tersebut. Penalaran ad hominem biasanya dipandang sebagai kesesatan logika.
Contoh dari ad hominem adalah:
- Carl Sagan adalah seorang pemakai ganja, maka karya-karyanya ngawur.
- Jimi Hendrix meninggal karena overdosis, jadi musiknya jelek.
- Karena dia hanya murid, maka semua pernyataannya pasti salah.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 13, 2014
by Rendy Saputra
@kangrendy on twitter
2 hari ini, saya melihat twitpic aktivitas para saksi, yang ngjagain C1.. luar biasa.. haru melihatnya, kader ngejagain suara rakyat..
Di tengah petinggi partai ngeributin koalisi atau oposisi, PKS fokus pada suara.. ini adab yang mahal menurut saya..
Bayangkan, rakyat memilih suara, setelah itu quick count, dan dari quick count mereka bergerak..
Seakan-akan.. rakyat hanya sample yang disurvey di tanggal 9 april. Prediksi itu jadi bahan tawar menawar.. tidak etis menurut saya..
Perhitungan suara gak diperhatikan.. saksi2 partai lain iri sama saksi dari PKS.. C1 lengkap, bawa printer.. bawa laptop.. serius, begadang
Sikap PKS dalam menjaga suara ini adalah buah dari adab politik yang tinggi: ini suara konstituen, harus dijaga, walau 1 suara..
1 suara, berarti 1 pilihan seseorang. Dia datang ke TPS sudah jauh2, mengeluarkan tenaga, mengalokasikan waktu.. PKS menghargainya..
400 lebih kota dan kabupaten.. terbayang berapa kelurahan yang tersebar.. brp PPS yang skrg sedang pleno.. thx my bro and sist..
Masuk ke topik.. kenapa saya katakan PKS ini kuat dan mahal.. karena kita punya intangible asset yg gk dimiliki oleh yang lai..
Tweet ini saya persembahkan untuk para kader PKS, saudara2 ku.. yang sedang menjaga suara kami para konstituen.. maaf gak bisa bantuin..
Moga tweet2 ku menyakakan api semangat di hatimu.. menajamkan kembali fikiranmu.. menguatkanmu berjibaku dengan lembaran yg harus diinput..
Rangkaian tweet berikut adalah upaya untuk menyemangati seluruh kader di indonesia.. bahwa Partai kita.. PKS.. kuat dan mahal..
Saya akan membahasnya dari sisi bisnis.. karena ini yang saya jalani sehari-hari.. ngejalanin perusahaan orang.. bertarung di pasar.
Saat 2 buah perusahaan mau dijual, lalu dilakukan valuasi.. atau penilaian atas perusahaan tersebut, maka tidak cukup anda melihat profit saja.
Profit memang mempengaruhi harga dari sebuah usaha. Biasanya 5 sd 6 kali EBITDA.. pemasukan sebelum pajak depresiasi dan amortisasi.
Tapi perusahaan yang punya profit 19M per tahun... bisa saja lebih murah dari yang punya profit 8M per tahun.. kenapa?
Karena.. gak cukup kita cuma lihat profitnya saja.. yang dilihat cukup banyak..
Itu 19 M nya konsisten tidak? Apa cuma tahun ini? Brp lama si perusahaan tersebut bisa bukukan 19 M terus menerus?
Itu profit 19M.. apa yang dijual.. produk yang sustain.. atau besok2 ambruk.. investor mikir panjang...
Makanya bisa aja si perusahaan 8M yang lebih mahal.. kalo mmg konsisten.. apalagi growth... PKS banget ini...
Pileg 2014.. ada 12 perusahaan, 2 keliatannya terbenam, walau saya masih hormati realcount KPU.. keliatannya udahan mereka..
Jadi ada 10 perusahaan... hehehe... PKS salah satunya.. dengan hit 8% kata QC.. dan 11%.. versi hitung tabnas PKS.. kalo hitung raihan kursi.
So.. PKS cenderung kuat... berikut tambahan analisa saya..
Waktu anda beli perusahaan, banyak inquiry question yang harus anda elaborasi...
- ini perusahaan dalam keadaan untung atau rugi...
- Selanjutnya.. kalo anda beli.. besok2 masih bisa jualan gak? Kali2.. ganti bos.. karyawannya bubar..
- Ini perusahaan.. bekerja diatas sistem.. atau diatas figur..
- Buyer atau pembeli dari produk perusahaan ini siapa? Kalo anda beli.. mereka masih belanja di perusahaan ini atau tidak? Kan beda owner
Kesemua itu.. merujuk pada intangible asset.. sesuatu asset yang tak terlihat.. manusia, sistem, nilai yang bekerja di dalam perusahaan..
PKS, insyaAllah mempunyai nilai2 intangible asset yang partai lain tidak punya.. insyaAllah..
Kita relatif memiliki SDM yang memang sadar bergabung di partai, dibentuk dalam jangka waktu yang lama, kokoh, mampu berkomunikasi dgn baik
Andai ada orang punya uang 10T, belum tentu dia bisa membuat infrastruktur SDM seperti PKS dalam waktu 1 tahun.. berikut ilustrasinya..
Saya kerja di industri busana, ada designer, penjahit, plasma, teman2 bordir, kompleks deh.. hadirkan 1 busana muslim itu rumit..
Apalagi produkai kami ratusan ribu pcs.. ndak main2.. distribusi deluruh indonesia.. saya karyawan disini.. dan mengamati..
Andai perusahaan punya 1T, dan pekerja kami hilang semua.. niscaya saya tidak akan sanggup hadirkan yang sama dalam waktu singkat..
Karena 400 tenaga yang terlibat.. relatif sudah bekerja cukup lama.. ada keterampilan.. budaya yang dianut.. kebiasaan gerak.. itu mahal..
Itu yang saya namakan intangible asset...
Intangible asset, berharganya PKS : saksi nya kader sendiri, bukan bayaran, tulus, movable, educated, fighters..
Intangible asset PKS : kalo rapat, ya kita rapat gak ada uang rapat de el el.. temen saya di partai tetangga, ngumpulin rapat aja 5 jt...
Partai tetangga.. apa2 mahal.. mungkin ada yg mirip2 PKS.. 1 partai.. hehehe.. anak2 muda juga.. tulus2.. moga kita ketemu.. #kode
Intangible asset : value, kita bergerak atas kultur politik yang senilai.. kita memahami politik sebagai jalan mengimplementasikan kebaikan.
Dan bahasan tambahan.. insyaAllah PKS yang siap menyongsong masa depan...
Mau cerita ttg bisnis lagi.. ttg menyongsong masa depan...
Kami punya supplier.. anggap PT A, mereka mulai produksi tahun 1952..
Dalam sebuah meeting dengan generasi ke 2 mereka.. si koko curhat ke saya.. dia kalah langkah sama PT B, akibat gak siap sama perubahan..
PT A, bisnis dari tahun 52, mesinnya 100, karyawan 400 | PT B, bisnis dari 80an, mesinnya 1600, karyawan 50.000, 170 ha, <~ beda gak?
Koko cerita sama saya, "rend, ayah saya, si om, selalu gak mau beli mesin baru, kemarin sih kekejar, skrg ketinggalan terus, cost mahal"
Gak panjang2 saya cerita, moga nangkap maknanya.. PKS adalah "perusahaan" dengan mesin2 yang siap untuk perubahan di masa depan..
2014.. coba bandingkan dengan 1994.. selang 20 tahun. Bagaiman teknologi mobile phone, email, telekomunikasi? Semua mahal..
2014.. tarik ke 2034.. bayangkan.. gadget sudah kayak pulpen.. murah.. semua mungkin pake smartphone.. koneksi sudah kayak oksigen.. free
Kemarin.. 1 kafe wifi.. ke depan.. 1 negara wifi... orang bebas akses informasi.. media besar tak lagi dominan.. rakyat punya pilihan
Data nielsen yang saya baca - mohon koreksi - dari 1000 TV yang dipasangin alat survey.. hanya 600an yang menyala di prime time..
Mohon koreksi ya.. 60 persen gitu rate nya.. orang sudah ninggalin TV.. perlahan..
Lihat aja di jabodetabek, orang macet2an, merunduk semua, baca ebook, twitter portal, world so flat..
Terbukti 2014 ini. Poolster jungkir balik. Survey berantakan, sstt.. anda gak bisa samakan market dengan yang dulu.. maybe..
Behaviour market makin liar.. hari ini selera.. besok gak selera.. hari ini outlet nya rame.. besok bubar.. market jadi flat..
Kita perlu figur, tapi politik masa depan bertopang pada figur2 yang riil, tokoh2 yang dekat dan kejangkau, para aleg tingakt 2 mungkin..
Gak ada lagi superstar kayak michael jackson.. norman kamaru pun bisa meledak.. shinta jojo pun bisa meledak..
Maka.. yuk temen2 kader PKS.. semuanya.. keep rollin ajah... jgn sampe temperatur kita turun.. 2014 ini babak baru..
Mudah2an, jika bener 60 kursi, moga 60 aleg di DPR RI nanti ya parle.. ngomong.. namanya juga parlemen...
Semoga 60 aleg PKS.. bener2 bekerja jadi jembatan bagi suara rakyat.. kerjanya terasa.. semua aleg yang terpilih deh..
itu aja analisa kiar dari audit pandang profesional.. moga kinerja perusahaan kita ttp oke.. dan bisa go double di market 2019.
[pyg]
posted by @Adimin
"Intangible Asset PKS, Kuat dan Mahal" by @kangrendy
by Rendy Saputra
@kangrendy on twitter
2 hari ini, saya melihat twitpic aktivitas para saksi, yang ngjagain C1.. luar biasa.. haru melihatnya, kader ngejagain suara rakyat..
Di tengah petinggi partai ngeributin koalisi atau oposisi, PKS fokus pada suara.. ini adab yang mahal menurut saya..
Bayangkan, rakyat memilih suara, setelah itu quick count, dan dari quick count mereka bergerak..
Seakan-akan.. rakyat hanya sample yang disurvey di tanggal 9 april. Prediksi itu jadi bahan tawar menawar.. tidak etis menurut saya..
Perhitungan suara gak diperhatikan.. saksi2 partai lain iri sama saksi dari PKS.. C1 lengkap, bawa printer.. bawa laptop.. serius, begadang
Sikap PKS dalam menjaga suara ini adalah buah dari adab politik yang tinggi: ini suara konstituen, harus dijaga, walau 1 suara..
1 suara, berarti 1 pilihan seseorang. Dia datang ke TPS sudah jauh2, mengeluarkan tenaga, mengalokasikan waktu.. PKS menghargainya..
400 lebih kota dan kabupaten.. terbayang berapa kelurahan yang tersebar.. brp PPS yang skrg sedang pleno.. thx my bro and sist..
Masuk ke topik.. kenapa saya katakan PKS ini kuat dan mahal.. karena kita punya intangible asset yg gk dimiliki oleh yang lai..
Tweet ini saya persembahkan untuk para kader PKS, saudara2 ku.. yang sedang menjaga suara kami para konstituen.. maaf gak bisa bantuin..
Moga tweet2 ku menyakakan api semangat di hatimu.. menajamkan kembali fikiranmu.. menguatkanmu berjibaku dengan lembaran yg harus diinput..
Rangkaian tweet berikut adalah upaya untuk menyemangati seluruh kader di indonesia.. bahwa Partai kita.. PKS.. kuat dan mahal..
Saya akan membahasnya dari sisi bisnis.. karena ini yang saya jalani sehari-hari.. ngejalanin perusahaan orang.. bertarung di pasar.
Saat 2 buah perusahaan mau dijual, lalu dilakukan valuasi.. atau penilaian atas perusahaan tersebut, maka tidak cukup anda melihat profit saja.
Profit memang mempengaruhi harga dari sebuah usaha. Biasanya 5 sd 6 kali EBITDA.. pemasukan sebelum pajak depresiasi dan amortisasi.
Tapi perusahaan yang punya profit 19M per tahun... bisa saja lebih murah dari yang punya profit 8M per tahun.. kenapa?
Karena.. gak cukup kita cuma lihat profitnya saja.. yang dilihat cukup banyak..
Itu 19 M nya konsisten tidak? Apa cuma tahun ini? Brp lama si perusahaan tersebut bisa bukukan 19 M terus menerus?
Itu profit 19M.. apa yang dijual.. produk yang sustain.. atau besok2 ambruk.. investor mikir panjang...
Makanya bisa aja si perusahaan 8M yang lebih mahal.. kalo mmg konsisten.. apalagi growth... PKS banget ini...
Pileg 2014.. ada 12 perusahaan, 2 keliatannya terbenam, walau saya masih hormati realcount KPU.. keliatannya udahan mereka..
Jadi ada 10 perusahaan... hehehe... PKS salah satunya.. dengan hit 8% kata QC.. dan 11%.. versi hitung tabnas PKS.. kalo hitung raihan kursi.
So.. PKS cenderung kuat... berikut tambahan analisa saya..
Waktu anda beli perusahaan, banyak inquiry question yang harus anda elaborasi...
- ini perusahaan dalam keadaan untung atau rugi...
- Selanjutnya.. kalo anda beli.. besok2 masih bisa jualan gak? Kali2.. ganti bos.. karyawannya bubar..
- Ini perusahaan.. bekerja diatas sistem.. atau diatas figur..
- Buyer atau pembeli dari produk perusahaan ini siapa? Kalo anda beli.. mereka masih belanja di perusahaan ini atau tidak? Kan beda owner
Kesemua itu.. merujuk pada intangible asset.. sesuatu asset yang tak terlihat.. manusia, sistem, nilai yang bekerja di dalam perusahaan..
PKS, insyaAllah mempunyai nilai2 intangible asset yang partai lain tidak punya.. insyaAllah..
Kita relatif memiliki SDM yang memang sadar bergabung di partai, dibentuk dalam jangka waktu yang lama, kokoh, mampu berkomunikasi dgn baik
Andai ada orang punya uang 10T, belum tentu dia bisa membuat infrastruktur SDM seperti PKS dalam waktu 1 tahun.. berikut ilustrasinya..
Saya kerja di industri busana, ada designer, penjahit, plasma, teman2 bordir, kompleks deh.. hadirkan 1 busana muslim itu rumit..
Apalagi produkai kami ratusan ribu pcs.. ndak main2.. distribusi deluruh indonesia.. saya karyawan disini.. dan mengamati..
Andai perusahaan punya 1T, dan pekerja kami hilang semua.. niscaya saya tidak akan sanggup hadirkan yang sama dalam waktu singkat..
Karena 400 tenaga yang terlibat.. relatif sudah bekerja cukup lama.. ada keterampilan.. budaya yang dianut.. kebiasaan gerak.. itu mahal..
Itu yang saya namakan intangible asset...
Intangible asset, berharganya PKS : saksi nya kader sendiri, bukan bayaran, tulus, movable, educated, fighters..
Intangible asset PKS : kalo rapat, ya kita rapat gak ada uang rapat de el el.. temen saya di partai tetangga, ngumpulin rapat aja 5 jt...
Partai tetangga.. apa2 mahal.. mungkin ada yg mirip2 PKS.. 1 partai.. hehehe.. anak2 muda juga.. tulus2.. moga kita ketemu.. #kode
Intangible asset : value, kita bergerak atas kultur politik yang senilai.. kita memahami politik sebagai jalan mengimplementasikan kebaikan.
Dan bahasan tambahan.. insyaAllah PKS yang siap menyongsong masa depan...
Mau cerita ttg bisnis lagi.. ttg menyongsong masa depan...
Kami punya supplier.. anggap PT A, mereka mulai produksi tahun 1952..
Dalam sebuah meeting dengan generasi ke 2 mereka.. si koko curhat ke saya.. dia kalah langkah sama PT B, akibat gak siap sama perubahan..
PT A, bisnis dari tahun 52, mesinnya 100, karyawan 400 | PT B, bisnis dari 80an, mesinnya 1600, karyawan 50.000, 170 ha, <~ beda gak?
Koko cerita sama saya, "rend, ayah saya, si om, selalu gak mau beli mesin baru, kemarin sih kekejar, skrg ketinggalan terus, cost mahal"
Gak panjang2 saya cerita, moga nangkap maknanya.. PKS adalah "perusahaan" dengan mesin2 yang siap untuk perubahan di masa depan..
2014.. coba bandingkan dengan 1994.. selang 20 tahun. Bagaiman teknologi mobile phone, email, telekomunikasi? Semua mahal..
2014.. tarik ke 2034.. bayangkan.. gadget sudah kayak pulpen.. murah.. semua mungkin pake smartphone.. koneksi sudah kayak oksigen.. free
Kemarin.. 1 kafe wifi.. ke depan.. 1 negara wifi... orang bebas akses informasi.. media besar tak lagi dominan.. rakyat punya pilihan
Data nielsen yang saya baca - mohon koreksi - dari 1000 TV yang dipasangin alat survey.. hanya 600an yang menyala di prime time..
Mohon koreksi ya.. 60 persen gitu rate nya.. orang sudah ninggalin TV.. perlahan..
Lihat aja di jabodetabek, orang macet2an, merunduk semua, baca ebook, twitter portal, world so flat..
Terbukti 2014 ini. Poolster jungkir balik. Survey berantakan, sstt.. anda gak bisa samakan market dengan yang dulu.. maybe..
Behaviour market makin liar.. hari ini selera.. besok gak selera.. hari ini outlet nya rame.. besok bubar.. market jadi flat..
Kita perlu figur, tapi politik masa depan bertopang pada figur2 yang riil, tokoh2 yang dekat dan kejangkau, para aleg tingakt 2 mungkin..
Gak ada lagi superstar kayak michael jackson.. norman kamaru pun bisa meledak.. shinta jojo pun bisa meledak..
Maka.. yuk temen2 kader PKS.. semuanya.. keep rollin ajah... jgn sampe temperatur kita turun.. 2014 ini babak baru..
Mudah2an, jika bener 60 kursi, moga 60 aleg di DPR RI nanti ya parle.. ngomong.. namanya juga parlemen...
Semoga 60 aleg PKS.. bener2 bekerja jadi jembatan bagi suara rakyat.. kerjanya terasa.. semua aleg yang terpilih deh..
itu aja analisa kiar dari audit pandang profesional.. moga kinerja perusahaan kita ttp oke.. dan bisa go double di market 2019.
[pyg]
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
April 13, 2014
posted by @Adimin
Fahri: PKS Tak Ikut Koalisi Tanpa Konsep yang Jelas
Wakil Sekjen DPP PKS, Fahri Hamzah mengatakan, pihaknya tidak akan ikut-ikutan seperti partai lain mencari pasangan koalisi untuk membentuk pemerintahan mendatang tanpa konsep yang jelas.
PKS, menurut dia kepada pers di Jakarta, Sabtu, telah belajar dari pengalaman masa transisi sejak 1998 yang menggambarkan koalisi selalu gagal dalam praktiknya.
"PKS sedang menyiapkan konsep koalisi yang baik dan benar serta sesuai dengan sistem pemerintahan yang ada. Sebab selama ini pemerintahan transisi semua koalisinya kurang berhasil.
"Karena itu kami tidak mau ikut-ikutan mencari partner koalisi sebelum jelas konsep koalisinya," ujar Fahri.
Atas dasar itu, menurut Fahri, partainya belum menggalang pertemuan dengan partai mana pun karena PKS tidak akan menemui mereka kalau partai yang mengundang PKS untuk berkoalisi belum menjabarkan konsep koalisi mereka."Saat ini kami masih fokus untuk perhitungan suara saja dan menjaga suara kami tetap utuh," katanya.
Menurut Fahri, karena tanpa konsep maka rencana membangun pemerintahan menjadi tidak jelas. Koalisi harus bisa menyiasati masalah yang secara teoritis akan selalu menghantui pembentukan pemerintahan, yaitu anomali sistem presidensial dan multipartai.
"Sistem di Indonesia itu anomali karena kalau kita memilih sistem presidensil harusnya hanya ada dua partai atau maksimal tiga. Sistem multipartai seharusnya hanya ada dalam sistem parlementer," katanya.
Dengan sistem dan kondisi saat ini, tanpa disiasati maka siapapun presiden yang berkuasa akan menghadapi instabilitas."Sayangnya tidak ada satu pun partai yang berbicara mengenai bagaimana cara menyiasati ini," katanya.
PKS saat ini memikirkan dengan tegas dua opsi, yaitu memimpin koalisi atau menjadi oposisi sekalian. Ini karena PKS tidak mau menjadi korban lagi.
"Kami selalu dituduh menjadi biang kerok dalam koalisi, padahal kami ini korban dari sistem koalisi yang tidak dipimpin secara baik," katanya.
Koalisi yang terbangun, menurut Fahri, seharusnya adalah koalisi yang sejak awal sudah menyepakati bersama-sama apapun yang terkait pemerintahan yang dijalankan bersama.
PKS tidak mau lagi ikut-ikutan membangun sesuatu yang akan hancur dalam waktu singkat. Jangan hanya karena popularitas tinggi, koalisi mendukung capres tertentu.
"Konsep yang ada sekarang cuma 'bagi-bagi kue' yang tidak ada untungnya buat rakyat. Harus jelas bagaimana misalnya pemberantasan korupsi akan dilakukan, bagaimana membangun infrastruktur pemerintahan yang benar dan sebagainya," katanya.[ant/rol]
PKS, menurut dia kepada pers di Jakarta, Sabtu, telah belajar dari pengalaman masa transisi sejak 1998 yang menggambarkan koalisi selalu gagal dalam praktiknya.
"PKS sedang menyiapkan konsep koalisi yang baik dan benar serta sesuai dengan sistem pemerintahan yang ada. Sebab selama ini pemerintahan transisi semua koalisinya kurang berhasil.
"Karena itu kami tidak mau ikut-ikutan mencari partner koalisi sebelum jelas konsep koalisinya," ujar Fahri.
Atas dasar itu, menurut Fahri, partainya belum menggalang pertemuan dengan partai mana pun karena PKS tidak akan menemui mereka kalau partai yang mengundang PKS untuk berkoalisi belum menjabarkan konsep koalisi mereka."Saat ini kami masih fokus untuk perhitungan suara saja dan menjaga suara kami tetap utuh," katanya.
Menurut Fahri, karena tanpa konsep maka rencana membangun pemerintahan menjadi tidak jelas. Koalisi harus bisa menyiasati masalah yang secara teoritis akan selalu menghantui pembentukan pemerintahan, yaitu anomali sistem presidensial dan multipartai.
"Sistem di Indonesia itu anomali karena kalau kita memilih sistem presidensil harusnya hanya ada dua partai atau maksimal tiga. Sistem multipartai seharusnya hanya ada dalam sistem parlementer," katanya.
Dengan sistem dan kondisi saat ini, tanpa disiasati maka siapapun presiden yang berkuasa akan menghadapi instabilitas."Sayangnya tidak ada satu pun partai yang berbicara mengenai bagaimana cara menyiasati ini," katanya.
PKS saat ini memikirkan dengan tegas dua opsi, yaitu memimpin koalisi atau menjadi oposisi sekalian. Ini karena PKS tidak mau menjadi korban lagi.
"Kami selalu dituduh menjadi biang kerok dalam koalisi, padahal kami ini korban dari sistem koalisi yang tidak dipimpin secara baik," katanya.
Koalisi yang terbangun, menurut Fahri, seharusnya adalah koalisi yang sejak awal sudah menyepakati bersama-sama apapun yang terkait pemerintahan yang dijalankan bersama.
PKS tidak mau lagi ikut-ikutan membangun sesuatu yang akan hancur dalam waktu singkat. Jangan hanya karena popularitas tinggi, koalisi mendukung capres tertentu.
"Konsep yang ada sekarang cuma 'bagi-bagi kue' yang tidak ada untungnya buat rakyat. Harus jelas bagaimana misalnya pemberantasan korupsi akan dilakukan, bagaimana membangun infrastruktur pemerintahan yang benar dan sebagainya," katanya.[ant/rol]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 13, 2014
Sudirman, Padek—Masa jabatan Erizal sebagai penjabat wali kota Padang, segera berakhir menyusul telah ditetapkannya jadwal pelantikan wali kota-wakil wali kota terpilih, Mahyeldi Ansharullah – Emzalmi.
Duet politisi dan birokrat ini segera menjadi pemimpin definitif pada 29 April nanti, setelah ibu kota Sumbar ini dipimpin seorang penjabat wako sejak 18 Februari 2014 lalu.
Kepala Biro Pemerintahan Setprov Sumbar, Syafrizal Ucok memastikan pelantikan Mahyeldi - Emzalmi sebagai wali kota dan wakil wali kota Padang periode 2014-2019 dilaksanakan 29 April 2014.
Disebutkan Syafrizal, penyerahan berkas administrasi untuk pemrosesan pengeluaran SK pelantikan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) direncanakan Senin (14/4). Berkas administrasi akan dikirim ke Kemendagri bila sudah ada surat pengantar dari DPRD Padang tentang pelantikan wako.
“Kalau surat pengantar itu telah ada, kami langsung teruskan ke Kemendagri. Rencananya pelantikan dilakukan pada 29 April,” ujarnya.
Ketua KPU Padang, Alison mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan berkas terkait hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan hasil rekapitulasi data kemenangan Mahyeldi – Emzalmi sebagai wali kota
dan wakil wali kota Padang terpilih pada Pilkada Padang putaran kedua.
“Pelantikan wali kota dan wakil wali kota tersebut, sepenuhnya kewenangan DPRD Padang,” kata Alison.
Ketua DPRD Padang, Zulherman mengakui sudah menerima berkas dari KPU Padang soal kemenangan Mahyeldi – Emzalmi sebagai wali kota dan wakil walikota terpilih. Berkas tersebut diterima DPRD Padang Kamis (10/4) lalu. “Kita masih mencek berkas tersebut apakah sudah lengkap atau belum,” ungkap Zulherman.
Jika lengkap, berkas tersebut dibahas dalam rapat pimpinan DPRD Padang sebelum diteruskan ke gubernur. Namun begitu, Zulherman menyadari belum bisa dibahas dalam minggu ini karena anggota DPRD sibuk menghadapi pemilu.
Terkait jadwal pelantikan, kata Zulherman, bergantung Mendagri mengeluarkan SK wali kota dan wakil wali kota. “Jika SK sudah keluar, kita bisa menetapkan kapan jadwal pelantikannya,” katanya.
Seperti diketahui, hasil rekapitulasi penghitungan suara dari 11 kecamatan oleh KPU Padang, pasangan Mahyeldi-Emzalmi (Mahem) memperoleh 148.864 suara atau 50,29 persen. Sedangkan pasangan calon independen Deje yang didukung banyak parpol, meraih 147.168 suara atau 49,71 persen.
Keputusan KPU tersebut digugat pasangan Deje ke MK. Upaya hukum yang diajukan pasangan nomor urut tiga ini pupus setelah MK menolak seluruh gugatan Deje.
Dalam amar putusannya, gugatan pasangan Deje tidak terbukti secara hukum. Sehingga, pasangan Mahem ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Padang periode 2014-2019. [padek]
posted by @Adimin
Walikota dan Wakil Walikota Padang, Mahyeldi - Emzalmi Dilantik 29 April 2014
Sudirman, Padek—Masa jabatan Erizal sebagai penjabat wali kota Padang, segera berakhir menyusul telah ditetapkannya jadwal pelantikan wali kota-wakil wali kota terpilih, Mahyeldi Ansharullah – Emzalmi.
Duet politisi dan birokrat ini segera menjadi pemimpin definitif pada 29 April nanti, setelah ibu kota Sumbar ini dipimpin seorang penjabat wako sejak 18 Februari 2014 lalu.
Kepala Biro Pemerintahan Setprov Sumbar, Syafrizal Ucok memastikan pelantikan Mahyeldi - Emzalmi sebagai wali kota dan wakil wali kota Padang periode 2014-2019 dilaksanakan 29 April 2014.
Disebutkan Syafrizal, penyerahan berkas administrasi untuk pemrosesan pengeluaran SK pelantikan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) direncanakan Senin (14/4). Berkas administrasi akan dikirim ke Kemendagri bila sudah ada surat pengantar dari DPRD Padang tentang pelantikan wako.
“Kalau surat pengantar itu telah ada, kami langsung teruskan ke Kemendagri. Rencananya pelantikan dilakukan pada 29 April,” ujarnya.
Ketua KPU Padang, Alison mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan berkas terkait hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan hasil rekapitulasi data kemenangan Mahyeldi – Emzalmi sebagai wali kota
dan wakil wali kota Padang terpilih pada Pilkada Padang putaran kedua.
“Pelantikan wali kota dan wakil wali kota tersebut, sepenuhnya kewenangan DPRD Padang,” kata Alison.
Ketua DPRD Padang, Zulherman mengakui sudah menerima berkas dari KPU Padang soal kemenangan Mahyeldi – Emzalmi sebagai wali kota dan wakil walikota terpilih. Berkas tersebut diterima DPRD Padang Kamis (10/4) lalu. “Kita masih mencek berkas tersebut apakah sudah lengkap atau belum,” ungkap Zulherman.
Jika lengkap, berkas tersebut dibahas dalam rapat pimpinan DPRD Padang sebelum diteruskan ke gubernur. Namun begitu, Zulherman menyadari belum bisa dibahas dalam minggu ini karena anggota DPRD sibuk menghadapi pemilu.
Terkait jadwal pelantikan, kata Zulherman, bergantung Mendagri mengeluarkan SK wali kota dan wakil wali kota. “Jika SK sudah keluar, kita bisa menetapkan kapan jadwal pelantikannya,” katanya.
Seperti diketahui, hasil rekapitulasi penghitungan suara dari 11 kecamatan oleh KPU Padang, pasangan Mahyeldi-Emzalmi (Mahem) memperoleh 148.864 suara atau 50,29 persen. Sedangkan pasangan calon independen Deje yang didukung banyak parpol, meraih 147.168 suara atau 49,71 persen.
Keputusan KPU tersebut digugat pasangan Deje ke MK. Upaya hukum yang diajukan pasangan nomor urut tiga ini pupus setelah MK menolak seluruh gugatan Deje.
Dalam amar putusannya, gugatan pasangan Deje tidak terbukti secara hukum. Sehingga, pasangan Mahem ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Padang periode 2014-2019. [padek]
posted by @Adimin
Label:
KIPRAH KAMI,
TOPIK PILIHAN
April 13, 2014
by @Roni_Akmal
1. Momen bersejarah, 9 April 2014, di mana rakyat Indonesia mengamanahkan suaranya kpd partai dan caleg pilihannya telah usai.
2. Sjumlah lembaga survei tlh merilis perhitungan cepat. Brbagai prediksi capaian suara parpol peserta pemilu tlh dimunculkan.
3. Walaupun demikian belum bisa dijamin hasil akhir sama dengan hasil hitung cepat tersebut…
4. Mengingat terdapat margin error yang masih memungkinkan capaian suara berkurang atau bertambah pada hasil akhirnya.
5. Di tengah hiruk-pikuk masyarakat, media & parpol2 merespon hasil quick count, di mana seolah hasil akhir telah ditentukan.
6. Bahkan bberapa parpol mulai kasak-kusuk bicarakan koalisi, penentuan capres-cawapres yg akn diusung hingga bagi2 kekuasaan.
7. Trnyt ada parpol yg msh sibuk kasak-kusuk dgn surat suara. Saksi2nya msh kerja nonstop smp hr ini, bahkan smp bbrp hr k dpn.
8. Bagi mereka perjuangan belum selesai. Mereka masih harus mengawal hasil perhitungan surat suara seluruh parpol.
9. Ini dilakukan demi mengantisipasi kecurangan yang dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab.
10. Mestinya para saksi istirahat stlh sharian brtugas di pemilu, asyik simak berita perhitungan suara & komentar2 pengamat.
11. Mestinya mereka sdh kembali ke rumah menyapa para istri dan anak2. Namun sampai hari ini mereka belum pulang!
12. Msh ada yg di kantor kelurahan, msh ada di kantor kecamatan, msh ada di posko pemenangan merekap jumlah suara masuk.
13. Kdng kalaupun pulang, hnya utk mandi & rebahan sjenak, lalu pergi lg kawal kotak suara (shifting dgn rekan saksi lainnya).
14. Merekalah saksi PKS, kader & simpatisan, yg bkrja dlm senyap, tiada liput media, tiada tepuk tangan & ucapan terima kasih.
15. Mereka rakyat biasa, mungkin jg bukan orang kaya, bukan tokoh, bukan pimpinan parpol, bukan caleg ataupun calon presiden.
16. Apa yg mereka kerjakan, bagi saya, adalah serangkaian kerja sederhana, namun penuh pengorbanan.
17. Mengingat sgl modus dilakukan oleh oknum2 tak brtnggungjawab utk curangi hasil pemilu, dr pnggelembungan hingga intimidasi.
18. Dr ancaman fisik, prampokan, pngrusakan. Sbuah kerja kecil penuh risiko, namun amat mulia nilainya: Amankan amanah rakyat! #MenjagaSuara
19. Suara rakyat dalam pemilu sejatinya adalah amanah yang mereka berikan kepada parpol atau caleg yang didukungnya.
20. Walau penuh harap dan cemas, mereka tetap memberikan suaranya.
21. Dengan cita-cita caleg pilihannya bisa menembus gedung parlemen untuk memperjuangkan aspirasi rakyat pemilihnya.
22. Maka hanya para pemimpin bermental khianatlah yang berani memanipulasi jumlah suara tersebut. #MenjagaSuara
23. Maka hanya parpol pengkhianat pulalah yang secara masif melakukan kecurangan terhadap amanah suara rakyat tersebut. #MenjagaSuara
24. Ketika mereka berani manipulasi suara rakyat, tiada jaminan kelak ktika menang & memimpin mereka tdk akn khianati rakyat. #MenjagaSuara
25. Meskipun kecil peluang PKS jd partai pemenang, tp pengorbanan para saksi demi selamatkan amanah suara rakyat begitu besar. #MenjagaSuara
26. Padahal bukan hanya suara parpolnya yang diamankan, tapi seluruh suara parpol peserta pemilu. #MenjagaSuara
27. Tampak bahwa mereka berjuang bukan semata-mata bertujuan memenangkan pemilu.
28. Tapi mereka juga menunjukkan betapa dalam cinta mereka kepada rakyatnya. #MenjagaSuara
29. Mereka tak ingin khianati dan sia-siakan rakyatnya yang telah amanahkan suara kepada partai dan caleg pilihannya. #MenjagaSuara
30. Kepada mereka para saksi yang masih berjuang, bergadang tiada tidur, meninggalkan anak istrinya di rumah...
31. Kepada mereka para saksi yg msh berjuang smp diintimidasi para oknum keji pelaku manipulasi, hingga ancam nyawa mereka...
32. Kepada mereka para saksi yang masih berjuang tuntaskan amanah suara rakyat.
33. ..saat di tempat lain masih saja banyak orang mencibir, memaki dan menghina kerja mereka... #MenjagaSuara
34. Kepada para saksi sang penjaga benteng terakhir amanah rakyat ini...
35. Atas setiap kuah peluh yang menetes...
36. Atas setiap mata yang terkantuk namun tiada sedikit pun berani tuk pejamkannya...
37. Atas setiap lapar dahaga yang tertahan...
38. Atas setiap lelah jiwa dan raga yang bersemayam...
39. Atas setiap perasaan yang tercabik lantaran hina dan caci yg tiada henti...
40. Atas setiap ceceran darah yang memancar dan mengalir...
41. Semoga Allah jaga keihklasanmu...
42. Semoga Allah senantiasa kuatkanmu...
43. Semoga Allah balas segala pengorbananmu dengan balasan yang sebaik-baiknya...
44. Dan semoga Allah hadiahkan segala perjuangan dan pengorbananmu dengan karunia kemenangan hakiki...
45. Salam cinta dan hormat kepada seluruh Saksi PKS di mana pun berada...Allaahuakbar!
*https://twitter.com/Roni_Akmal
posted by @Adimin
"Saksi-Saksi PKS: Balada Para Penjaga Suara"
by @Roni_Akmal
1. Momen bersejarah, 9 April 2014, di mana rakyat Indonesia mengamanahkan suaranya kpd partai dan caleg pilihannya telah usai.
2. Sjumlah lembaga survei tlh merilis perhitungan cepat. Brbagai prediksi capaian suara parpol peserta pemilu tlh dimunculkan.
3. Walaupun demikian belum bisa dijamin hasil akhir sama dengan hasil hitung cepat tersebut…
4. Mengingat terdapat margin error yang masih memungkinkan capaian suara berkurang atau bertambah pada hasil akhirnya.
5. Di tengah hiruk-pikuk masyarakat, media & parpol2 merespon hasil quick count, di mana seolah hasil akhir telah ditentukan.
6. Bahkan bberapa parpol mulai kasak-kusuk bicarakan koalisi, penentuan capres-cawapres yg akn diusung hingga bagi2 kekuasaan.
7. Trnyt ada parpol yg msh sibuk kasak-kusuk dgn surat suara. Saksi2nya msh kerja nonstop smp hr ini, bahkan smp bbrp hr k dpn.
8. Bagi mereka perjuangan belum selesai. Mereka masih harus mengawal hasil perhitungan surat suara seluruh parpol.
9. Ini dilakukan demi mengantisipasi kecurangan yang dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab.
10. Mestinya para saksi istirahat stlh sharian brtugas di pemilu, asyik simak berita perhitungan suara & komentar2 pengamat.
11. Mestinya mereka sdh kembali ke rumah menyapa para istri dan anak2. Namun sampai hari ini mereka belum pulang!
12. Msh ada yg di kantor kelurahan, msh ada di kantor kecamatan, msh ada di posko pemenangan merekap jumlah suara masuk.
13. Kdng kalaupun pulang, hnya utk mandi & rebahan sjenak, lalu pergi lg kawal kotak suara (shifting dgn rekan saksi lainnya).
14. Merekalah saksi PKS, kader & simpatisan, yg bkrja dlm senyap, tiada liput media, tiada tepuk tangan & ucapan terima kasih.
15. Mereka rakyat biasa, mungkin jg bukan orang kaya, bukan tokoh, bukan pimpinan parpol, bukan caleg ataupun calon presiden.
16. Apa yg mereka kerjakan, bagi saya, adalah serangkaian kerja sederhana, namun penuh pengorbanan.
17. Mengingat sgl modus dilakukan oleh oknum2 tak brtnggungjawab utk curangi hasil pemilu, dr pnggelembungan hingga intimidasi.
18. Dr ancaman fisik, prampokan, pngrusakan. Sbuah kerja kecil penuh risiko, namun amat mulia nilainya: Amankan amanah rakyat! #MenjagaSuara
19. Suara rakyat dalam pemilu sejatinya adalah amanah yang mereka berikan kepada parpol atau caleg yang didukungnya.
20. Walau penuh harap dan cemas, mereka tetap memberikan suaranya.
21. Dengan cita-cita caleg pilihannya bisa menembus gedung parlemen untuk memperjuangkan aspirasi rakyat pemilihnya.
22. Maka hanya para pemimpin bermental khianatlah yang berani memanipulasi jumlah suara tersebut. #MenjagaSuara
23. Maka hanya parpol pengkhianat pulalah yang secara masif melakukan kecurangan terhadap amanah suara rakyat tersebut. #MenjagaSuara
24. Ketika mereka berani manipulasi suara rakyat, tiada jaminan kelak ktika menang & memimpin mereka tdk akn khianati rakyat. #MenjagaSuara
25. Meskipun kecil peluang PKS jd partai pemenang, tp pengorbanan para saksi demi selamatkan amanah suara rakyat begitu besar. #MenjagaSuara
26. Padahal bukan hanya suara parpolnya yang diamankan, tapi seluruh suara parpol peserta pemilu. #MenjagaSuara
27. Tampak bahwa mereka berjuang bukan semata-mata bertujuan memenangkan pemilu.
28. Tapi mereka juga menunjukkan betapa dalam cinta mereka kepada rakyatnya. #MenjagaSuara
29. Mereka tak ingin khianati dan sia-siakan rakyatnya yang telah amanahkan suara kepada partai dan caleg pilihannya. #MenjagaSuara
30. Kepada mereka para saksi yang masih berjuang, bergadang tiada tidur, meninggalkan anak istrinya di rumah...
31. Kepada mereka para saksi yg msh berjuang smp diintimidasi para oknum keji pelaku manipulasi, hingga ancam nyawa mereka...
32. Kepada mereka para saksi yang masih berjuang tuntaskan amanah suara rakyat.
33. ..saat di tempat lain masih saja banyak orang mencibir, memaki dan menghina kerja mereka... #MenjagaSuara
34. Kepada para saksi sang penjaga benteng terakhir amanah rakyat ini...
35. Atas setiap kuah peluh yang menetes...
36. Atas setiap mata yang terkantuk namun tiada sedikit pun berani tuk pejamkannya...
37. Atas setiap lapar dahaga yang tertahan...
38. Atas setiap lelah jiwa dan raga yang bersemayam...
39. Atas setiap perasaan yang tercabik lantaran hina dan caci yg tiada henti...
40. Atas setiap ceceran darah yang memancar dan mengalir...
41. Semoga Allah jaga keihklasanmu...
42. Semoga Allah senantiasa kuatkanmu...
43. Semoga Allah balas segala pengorbananmu dengan balasan yang sebaik-baiknya...
44. Dan semoga Allah hadiahkan segala perjuangan dan pengorbananmu dengan karunia kemenangan hakiki...
45. Salam cinta dan hormat kepada seluruh Saksi PKS di mana pun berada...Allaahuakbar!
*https://twitter.com/Roni_Akmal
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 12, 2014
saya bukan kader PKS bahkan bukan pengurus PKS di tingkat manapun, tapi saya akui simpati kepada perjuangan PKS
berapa banyak anak muda di social media yang berkata hal yang sama dengan saya
puluhan? ratusan? jutaan?
tengoklah dengan kejujuran, berapa banyak wall (dinding) para anak muda di social media yang dihiasi dengan hal berbau PKS
baik itu di facebook maupun di twitterland
apakah mereka lakukan itu karena ada yang meminta? apa karena ada yang memerintahkan?
nama yang mereka buat di dalam akun socmed; adalah memakai nama asli bukan nama bohongan alias bukan seperti nama akun anonim bayaran yang hama demokrasi
jadi mereka memang 'diperintahkan' hati mereka untuk PKS
hati mereka lah yang telah memilih PKS dan itu tiada ada orang atau pihak yang meminta atau memetintahkan
kalau hati yang berbicara; maka militansi adalah hal yang pasti ada
tanpa dibayar dan tanpa diperintah
mereka para hati serta jantung PKS; bersedia siap siaga, siang dan malam dalam menjaga dan mengawal surat suara yang diperoleh PKS di TPS TPS sampai ke KPU pusat
ini sama persis ketika mereka tanpa dibayar dan diperintah; melakukan advokasi serta direct selling terhadap PKS di social media
generasi macam apakah itu?
ketika demokrasi memberi tontonan ketidakdewasaan lewat kecurangan kecurangan pemilu, serta praktek politik uang
fenomena anak muda simpatisan PKS bisa dijadikan sebuah patron pendidikan politik yang baik dan benar
bersama bersatu dalam jamaah untuk sebuah nama; PKS
dan ini urusan hati
panggilan hati menyebabkan mereka ikhlas melakukan apapun juga untuk PKS
karena mereka percaya masih memiliki harapan atas nasib bangsa ke depan
toh; yang mereka bela bukan partai paling korup di indonesia
toh; yang mereka perjuangkan bukan partai yang mengkhianati rakyatnya
bagi mereka; PKS adalah solusi kebangsaan
dan saya menganggap apa yang mereka perbuat dan lakukan adalah hal yang wajar dalam sebuah pilihan kehidupan
memilih sesuatu dengan logika mana pilihan terbaik buat bangsa ke depannya
yang justru ironis adalah adanya pihak pihak yang tidak suka dengan kebersamaan dan kesolidan mereka terhadap PKS
ironis; karena terkadang memakai logika berpikir negatif; dengan membawa kalimat kalimat kasar dan nama binatang
bukankah itu justru semakin memberi tanda yang jelas sebagai pemisah
yang satu adalah kubu memperjuangkan hati nuraninya atas pilihan ke PKS dan pantas lalu mereka bersama dan mensolidkan barisan
dan kubu yang lain adalah kubu yang benci dan dengki atas kebersamaan dan kesolidan para anak muda itu kepada PKS
harusnya publik bisa melihat dengan jelas; kubu mana yang benar dan kubu yang mana yang selalu termotivasi untuk menghancurkan
bravo PKS
"membangun barisan kuat itu kunci nya terletak pada hati, dan hati lah yang memanggil dan menyatukan pemikiran dan genggaman tangan mereka menjadi satu dalam barisan yang kuat dan kokoh; saling melengkapi satu sama lain dan tidak mudah terpisahkan"
-bang dw-
posted by @Adimin
BRAVO PKS !
Written By Anonymous on 12 April, 2014 | April 12, 2014
"BRAVO PKS"
saya bukan kader PKS bahkan bukan pengurus PKS di tingkat manapun, tapi saya akui simpati kepada perjuangan PKS
berapa banyak anak muda di social media yang berkata hal yang sama dengan saya
puluhan? ratusan? jutaan?
tengoklah dengan kejujuran, berapa banyak wall (dinding) para anak muda di social media yang dihiasi dengan hal berbau PKS
baik itu di facebook maupun di twitterland
apakah mereka lakukan itu karena ada yang meminta? apa karena ada yang memerintahkan?
nama yang mereka buat di dalam akun socmed; adalah memakai nama asli bukan nama bohongan alias bukan seperti nama akun anonim bayaran yang hama demokrasi
jadi mereka memang 'diperintahkan' hati mereka untuk PKS
hati mereka lah yang telah memilih PKS dan itu tiada ada orang atau pihak yang meminta atau memetintahkan
kalau hati yang berbicara; maka militansi adalah hal yang pasti ada
tanpa dibayar dan tanpa diperintah
mereka para hati serta jantung PKS; bersedia siap siaga, siang dan malam dalam menjaga dan mengawal surat suara yang diperoleh PKS di TPS TPS sampai ke KPU pusat
ini sama persis ketika mereka tanpa dibayar dan diperintah; melakukan advokasi serta direct selling terhadap PKS di social media
generasi macam apakah itu?
ketika demokrasi memberi tontonan ketidakdewasaan lewat kecurangan kecurangan pemilu, serta praktek politik uang
fenomena anak muda simpatisan PKS bisa dijadikan sebuah patron pendidikan politik yang baik dan benar
bersama bersatu dalam jamaah untuk sebuah nama; PKS
dan ini urusan hati
panggilan hati menyebabkan mereka ikhlas melakukan apapun juga untuk PKS
karena mereka percaya masih memiliki harapan atas nasib bangsa ke depan
toh; yang mereka bela bukan partai paling korup di indonesia
toh; yang mereka perjuangkan bukan partai yang mengkhianati rakyatnya
bagi mereka; PKS adalah solusi kebangsaan
dan saya menganggap apa yang mereka perbuat dan lakukan adalah hal yang wajar dalam sebuah pilihan kehidupan
memilih sesuatu dengan logika mana pilihan terbaik buat bangsa ke depannya
yang justru ironis adalah adanya pihak pihak yang tidak suka dengan kebersamaan dan kesolidan mereka terhadap PKS
ironis; karena terkadang memakai logika berpikir negatif; dengan membawa kalimat kalimat kasar dan nama binatang
bukankah itu justru semakin memberi tanda yang jelas sebagai pemisah
yang satu adalah kubu memperjuangkan hati nuraninya atas pilihan ke PKS dan pantas lalu mereka bersama dan mensolidkan barisan
dan kubu yang lain adalah kubu yang benci dan dengki atas kebersamaan dan kesolidan para anak muda itu kepada PKS
harusnya publik bisa melihat dengan jelas; kubu mana yang benar dan kubu yang mana yang selalu termotivasi untuk menghancurkan
bravo PKS
"membangun barisan kuat itu kunci nya terletak pada hati, dan hati lah yang memanggil dan menyatukan pemikiran dan genggaman tangan mereka menjadi satu dalam barisan yang kuat dan kokoh; saling melengkapi satu sama lain dan tidak mudah terpisahkan"
-bang dw-
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
April 12, 2014
posted by @Adimin
"Dia (PKS) Memang Pantas Disebut Partai Paling Tangguh" | By @MustofaNahra
PKS Nongsa - 01. Sebelum menembus kemacetan Jakarta, sedikit share ah. Judulnya "Dia Pantas Disebut Partai Paling Tangguh" #Tangguh
02. Barusan buka2 google, tak ada satupun Parpol yang sukses memenuhi targetnya. Termasuk Partainya Jokowi yg paling tragis. #Tangguh
03. Jokowi menargetkan perolehan 35% suara Partainya di Pileg 2014. Target terbesar dibanding yg lain. #Tangguh http://t.co/8hxAUkE3KC
04. Ngapusi DKI dgn berniat meninggalkan Jabatan Gubernur yg dijanjikannya selama 5 tahun mengabdi, Jokowi gagal raih target. #Tangguh
05. Partai Demokrat punya target 15% Suara Pileg 2014. Didukung SBY secara full, Demokrat juga gagal. #Tangguh http://t.co/4E5ZcicCzP
06. SBY yg menjadi pujaan ribuan Ibu2 karena kegagahannya (??) Serta menduduki Presiden 10 tahun, gak berefek positif. Gagal. #Tangguh
07. Partai Golkar narget 30% suara Pileg 2014. Didukung uang, televisi & pengalaman ORBA, ternyata gagal. #Tangguh http://t.co/8DDCCxfpRb
08. SDM yg dimiliki Golkar tidak ada yg menyangsikan. Kantor, kekayaan, dan program Golkar saling melengkapi. Hebat. Tapi gagal. #Tangguh
09. Iklan Kampanye Golkar berjubel di televisi tiap hari. Tokoh2 Golkar rata2 dikenal publik dan populer. Tapi gagal pula. #Tangguh
10. Partai Hanura. Ada Wiranto, serta Harry Tanoe konglomerat besar penguasa media. Target 20% juga gagal. #Tangguh http://t.co/ZxwCvnS9D3
11. Padahal Wiranto dan Hary Tanoe betapa all outnya menopang citra Hanura ampe pakai nyamar2 di reality show MNC Group. Gagal. #Tangguh
12. Strategi Pencitraan dan Program, ketokohan, didukung kehebatan bisnis media HT, ternyata tak menolong. Gagal. #Tangguh
13. Dan....bentar ada tamu.
14. Partai Gerindra yg mengusung Prabowo sebagai Capres juga gagal meraih target. Padahal iklan besar2an. #Tangguh http://t.co/nYBlWqtV4m
15. Ada rahasia umum yg beredar bahwa Prabowo sebagai mantan petinggi militer & ring satu ORBA, punya amunisi tak terbatas. Gagal. #Tangguh
16. Dalam Kampanye Nasionalnya di GBK, Gerindra berhasil mempercundangi Partai lain dgn bisa mengerahkan ribuan massa. Tapi gagal. #Tangguh
17. Nasdem punya target 20% suara. Didukung Televisi, SDM, & semangat restoasinya. Gagal pula raih target. #Tangguh http://t.co/qhW9TxgNbX
18. Nasibnya mirip Golkar dan Hanura yg sama-sama memiliki media massa besar, Nasdem pun tak kuasa raih target Pileg 2014. #Tangguh
19. Blow Up pidato Surya Paloh di MetroTV yg kadang overtime, pun tak kuasa meraih 20% suara. Kalah. #Tangguh
20. PKB juga gagal meraih target. Partai pimpinan Muhaimin Iskandar ini punya target suara 20% lho. #Tangguh http://t.co/jvxeb2AT0T
21. Ada Rhoma Irama yg mau manggung di kampanye, tidak sukses mengantar PKB raih target. Disokong Rusdi Kirana juga lho. Gagal. #Tangguh
22. Andai tak bikin Iklan yg NU banget, mungkin PKB akan lebih fatal. Karena bagaimanapun, tanpa NU, PKB lain cerita. Gagal. #Tangguh
23. PAN juga gagal raih target. Meskipun dijejali selebriti & artis, PAN gagal raih target 10% nasional. #Tangguh http://t.co/YcS3UPFXWt
24. Pak HR yang menjadi besan SBY, mungkin turut menjadi sebab masyarakat tidak mendukung PAN meraih target. Gagal. #Tangguh
25. PPP dengan semboyan "Rumah Besar Umat Islam" juga gagal raih targetnya. PPP punya target 15%. Gagal. #Tangguh http://t.co/8udR3KXF2M
26. Aura Surya Darma Ali (SDA) sebagai Menteri Agama tampaknya gagal membantu Partai Hijau ini raih target suara Pileg 2014. #Tangguh
27. PBB yg Calegnya dikabarkan banyak yang Syari'ah, juga gagal rebut hati Umat Islam. Pdhl target cuma 8%. #Tangguh http://t.co/ayuqOPp34j
28. Barangkali Om Yusril kurang serius menggarap PBB hehe sehingga terindikasi PBB tak akan lolos PT malah. Gagal. #Tangguh
29. PKPI nya Bang Yos apa kabar? Target 3,5% suara Pileg tampaknya sulit bagi PKPI. Gagal. Sabar aja.#Tangguh http://t.co/sTKH9XlT8I
30. Kalau kembali mau ikutan Pemilu 2019, PKPI bisa menambah nama partainya menjadi PKPI Perjuangan... hehe.. #Tangguh
31. PKS mungkin paling fenomenal. Targetnya sih sama dengan Partai lain 20%. PKS pun juga gagal raih target. #Tangguh http://t.co/SrmurBsXcr
32. Istilah "Menang 3 Besar" dikiranya bentuk kesombongan. Padahal itu bentuk optimisme keren kan? Mau tahu kenapa? #Tangguh
33. Bukankah Target tertinggi 35% PDIP? Target Tertinggi kedua 30% Golkar? Dan tentu yg target dibawahnya itu boleh 3 besar. #Tangguh
34. Buktinya Wiranto juga bilang Hanura target Menang 3 Besar tuh..kenapa tidak pada dengar? Mungkin pada konsentrasi ke PKS ya. #Tangguh
35. Mungkin ada yg pingin beritanya, ada. Wiranto pun optimis Menang 3 Besar. #Tangguh http://t.co/8MVaGX6TLj
36. Bahkan Nasdem juga punya tagline "Menang 3 Besar" kok. Ini ada beritanya. Clear ya, BUKAN hanya PKS. #Tangguh http://t.co/qjICrm98i9
37. Selain Hanura, Nasdem & PKS, ternyata PAN juga memasang target "Menang 3 Besar". Nah, ternyata banyak. #Tangguh http://t.co/eDjjPip1MZ
38. Tapi karena saking cintanya masyarakat kepada PKS, tampaknya mereka keberatan jika PKS pakai semangat "Menang 3 Besar". #Tangguh
39. Terbukti ketika semua Partai yg pakai tagline "Menang 3 Besar" gagal raih target, hanya PKS yg disorot. Hehe lucu ya. #Tangguh
40. PKS wajar belum berhasil "Menang 3 Besar" saat ini. Sentimen negatif eksternal thdp apapun yg dilakukan PKS slhsatu penyebab. #Tangguh
41. Sentimen Negatif itulah yg mungkin menyebabkan hampir seluruh hasil Lembaga Survey Seragam jatuhkan citra PKS. #Tangguh
42. Bahkan ada kesan kalau belum merilis jebloknya Suara PKS, Lembaga Survey itu seperti belum yakin sebagai Lembaga Survey yg SAH. #Tangguh
43. PKS scr tak sengaja mempermalukan para pembuat survey itu. Terbukti meski sudah distigmakan jatuh, tak terbukti. #Tangguh
45. Isu Korupsi, isu Poligami, Jual Agama, Sok Suci, Sombong, Pamer Massa, Sok Rajin Ibadah, Dll.. tak mengurangi ketangguhan PKS. #Tangguh
46. Wah poin 44 kelewat. Tapi gak papa. Angka serba 4 itu memang agak special bagi saya. Semoga anda tahu. #Tangguh
47. PKS tidak punya TV, Koran atau Portal Berita internet seperti Partai lain. Tak punya uang berjibun seperti Partai lain. Tapi #Tangguh.
48. Hampir setiap Media tidak berpihak pada PKS, sekalipun itu Media berbasis Islam. Tapi PKS insya Allah eksis dgn cara lain. #Tangguh
49. Ribuan Akun Twitter berisi Cacian, hinaan & Makian dibuat untuk menjatuhkan PKS, tapi insya Allah tidak menggoyahkannya. #Tangguh
50. Jadi, PKS gagal meraih target "Menang 3 Besar" tidak lantas menghentikanku mendukung Partai Dakwah ini. Anda #Tangguh. Selamat Jumatan.
_______
chirpstory.com
02. Barusan buka2 google, tak ada satupun Parpol yang sukses memenuhi targetnya. Termasuk Partainya Jokowi yg paling tragis. #Tangguh
03. Jokowi menargetkan perolehan 35% suara Partainya di Pileg 2014. Target terbesar dibanding yg lain. #Tangguh http://t.co/8hxAUkE3KC
04. Ngapusi DKI dgn berniat meninggalkan Jabatan Gubernur yg dijanjikannya selama 5 tahun mengabdi, Jokowi gagal raih target. #Tangguh
05. Partai Demokrat punya target 15% Suara Pileg 2014. Didukung SBY secara full, Demokrat juga gagal. #Tangguh http://t.co/4E5ZcicCzP
06. SBY yg menjadi pujaan ribuan Ibu2 karena kegagahannya (??) Serta menduduki Presiden 10 tahun, gak berefek positif. Gagal. #Tangguh
07. Partai Golkar narget 30% suara Pileg 2014. Didukung uang, televisi & pengalaman ORBA, ternyata gagal. #Tangguh http://t.co/8DDCCxfpRb
08. SDM yg dimiliki Golkar tidak ada yg menyangsikan. Kantor, kekayaan, dan program Golkar saling melengkapi. Hebat. Tapi gagal. #Tangguh
09. Iklan Kampanye Golkar berjubel di televisi tiap hari. Tokoh2 Golkar rata2 dikenal publik dan populer. Tapi gagal pula. #Tangguh
10. Partai Hanura. Ada Wiranto, serta Harry Tanoe konglomerat besar penguasa media. Target 20% juga gagal. #Tangguh http://t.co/ZxwCvnS9D3
11. Padahal Wiranto dan Hary Tanoe betapa all outnya menopang citra Hanura ampe pakai nyamar2 di reality show MNC Group. Gagal. #Tangguh
12. Strategi Pencitraan dan Program, ketokohan, didukung kehebatan bisnis media HT, ternyata tak menolong. Gagal. #Tangguh
13. Dan....bentar ada tamu.
14. Partai Gerindra yg mengusung Prabowo sebagai Capres juga gagal meraih target. Padahal iklan besar2an. #Tangguh http://t.co/nYBlWqtV4m
15. Ada rahasia umum yg beredar bahwa Prabowo sebagai mantan petinggi militer & ring satu ORBA, punya amunisi tak terbatas. Gagal. #Tangguh
16. Dalam Kampanye Nasionalnya di GBK, Gerindra berhasil mempercundangi Partai lain dgn bisa mengerahkan ribuan massa. Tapi gagal. #Tangguh
17. Nasdem punya target 20% suara. Didukung Televisi, SDM, & semangat restoasinya. Gagal pula raih target. #Tangguh http://t.co/qhW9TxgNbX
18. Nasibnya mirip Golkar dan Hanura yg sama-sama memiliki media massa besar, Nasdem pun tak kuasa raih target Pileg 2014. #Tangguh
19. Blow Up pidato Surya Paloh di MetroTV yg kadang overtime, pun tak kuasa meraih 20% suara. Kalah. #Tangguh
20. PKB juga gagal meraih target. Partai pimpinan Muhaimin Iskandar ini punya target suara 20% lho. #Tangguh http://t.co/jvxeb2AT0T
21. Ada Rhoma Irama yg mau manggung di kampanye, tidak sukses mengantar PKB raih target. Disokong Rusdi Kirana juga lho. Gagal. #Tangguh
22. Andai tak bikin Iklan yg NU banget, mungkin PKB akan lebih fatal. Karena bagaimanapun, tanpa NU, PKB lain cerita. Gagal. #Tangguh
23. PAN juga gagal raih target. Meskipun dijejali selebriti & artis, PAN gagal raih target 10% nasional. #Tangguh http://t.co/YcS3UPFXWt
24. Pak HR yang menjadi besan SBY, mungkin turut menjadi sebab masyarakat tidak mendukung PAN meraih target. Gagal. #Tangguh
25. PPP dengan semboyan "Rumah Besar Umat Islam" juga gagal raih targetnya. PPP punya target 15%. Gagal. #Tangguh http://t.co/8udR3KXF2M
26. Aura Surya Darma Ali (SDA) sebagai Menteri Agama tampaknya gagal membantu Partai Hijau ini raih target suara Pileg 2014. #Tangguh
27. PBB yg Calegnya dikabarkan banyak yang Syari'ah, juga gagal rebut hati Umat Islam. Pdhl target cuma 8%. #Tangguh http://t.co/ayuqOPp34j
28. Barangkali Om Yusril kurang serius menggarap PBB hehe sehingga terindikasi PBB tak akan lolos PT malah. Gagal. #Tangguh
29. PKPI nya Bang Yos apa kabar? Target 3,5% suara Pileg tampaknya sulit bagi PKPI. Gagal. Sabar aja.#Tangguh http://t.co/sTKH9XlT8I
30. Kalau kembali mau ikutan Pemilu 2019, PKPI bisa menambah nama partainya menjadi PKPI Perjuangan... hehe.. #Tangguh
31. PKS mungkin paling fenomenal. Targetnya sih sama dengan Partai lain 20%. PKS pun juga gagal raih target. #Tangguh http://t.co/SrmurBsXcr
32. Istilah "Menang 3 Besar" dikiranya bentuk kesombongan. Padahal itu bentuk optimisme keren kan? Mau tahu kenapa? #Tangguh
33. Bukankah Target tertinggi 35% PDIP? Target Tertinggi kedua 30% Golkar? Dan tentu yg target dibawahnya itu boleh 3 besar. #Tangguh
34. Buktinya Wiranto juga bilang Hanura target Menang 3 Besar tuh..kenapa tidak pada dengar? Mungkin pada konsentrasi ke PKS ya. #Tangguh
35. Mungkin ada yg pingin beritanya, ada. Wiranto pun optimis Menang 3 Besar. #Tangguh http://t.co/8MVaGX6TLj
36. Bahkan Nasdem juga punya tagline "Menang 3 Besar" kok. Ini ada beritanya. Clear ya, BUKAN hanya PKS. #Tangguh http://t.co/qjICrm98i9
37. Selain Hanura, Nasdem & PKS, ternyata PAN juga memasang target "Menang 3 Besar". Nah, ternyata banyak. #Tangguh http://t.co/eDjjPip1MZ
38. Tapi karena saking cintanya masyarakat kepada PKS, tampaknya mereka keberatan jika PKS pakai semangat "Menang 3 Besar". #Tangguh
39. Terbukti ketika semua Partai yg pakai tagline "Menang 3 Besar" gagal raih target, hanya PKS yg disorot. Hehe lucu ya. #Tangguh
40. PKS wajar belum berhasil "Menang 3 Besar" saat ini. Sentimen negatif eksternal thdp apapun yg dilakukan PKS slhsatu penyebab. #Tangguh
41. Sentimen Negatif itulah yg mungkin menyebabkan hampir seluruh hasil Lembaga Survey Seragam jatuhkan citra PKS. #Tangguh
42. Bahkan ada kesan kalau belum merilis jebloknya Suara PKS, Lembaga Survey itu seperti belum yakin sebagai Lembaga Survey yg SAH. #Tangguh
43. PKS scr tak sengaja mempermalukan para pembuat survey itu. Terbukti meski sudah distigmakan jatuh, tak terbukti. #Tangguh
45. Isu Korupsi, isu Poligami, Jual Agama, Sok Suci, Sombong, Pamer Massa, Sok Rajin Ibadah, Dll.. tak mengurangi ketangguhan PKS. #Tangguh
46. Wah poin 44 kelewat. Tapi gak papa. Angka serba 4 itu memang agak special bagi saya. Semoga anda tahu. #Tangguh
47. PKS tidak punya TV, Koran atau Portal Berita internet seperti Partai lain. Tak punya uang berjibun seperti Partai lain. Tapi #Tangguh.
48. Hampir setiap Media tidak berpihak pada PKS, sekalipun itu Media berbasis Islam. Tapi PKS insya Allah eksis dgn cara lain. #Tangguh
49. Ribuan Akun Twitter berisi Cacian, hinaan & Makian dibuat untuk menjatuhkan PKS, tapi insya Allah tidak menggoyahkannya. #Tangguh
50. Jadi, PKS gagal meraih target "Menang 3 Besar" tidak lantas menghentikanku mendukung Partai Dakwah ini. Anda #Tangguh. Selamat Jumatan.
_______
chirpstory.com
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 12, 2014
Jakarta, GATRAnews - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta optimistis perolehan suara partainya bisa melebihi 10% pada pemilihan legislatif kali ini. Hal tersebut mengacu kepada perhitungan real count yang dilakukan tim internal dimana untuk sementara angkanya mendekati 10%. "Angkanya masih fluktuatif dan belum stabil. Tapi kami optimis Insya Allah perolehan suara dan kursi PKS Akan lebih tinggi dibanding pemilu 2009," ungkapnya dalam pesan singkat yang diterima wartawan Jumat, (11/4).
Dari hasil perhitungan cepat (quick count) yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei, PKS hanya mampu memperoleh 7% suara. Namun hal itu tidak membuat Anis goyah. Menurutnya semua hal bisa terjadi hingga pengitungan Real Count selesai nantinya.
Dirinya pun tidak lupa memberikan sanjungan kepada kader dan simpatisan partai yang selalu mendukung visi dan misi dari PKS yang menjadikan partai ini tetap bisa eksis di dunia pilitik Indonesia. Maklum saja, belum lama ini partai Islam itu mendapatkan sorotan tajam lantaran mantan petingginya terkena kasus korupsi. "Kami sudah terbiasa dengan prediksi semacam itu. Hal itu bukan melemahkan, namun malah melecut kami untuk bekerja lebih keras," katanya. (*/WN/Gatra)
posted by @Adimin
Anis Matta: Real Count, Suara PKS Akan Lebih Tinggi Dibanding 2009
Jakarta, GATRAnews - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta optimistis perolehan suara partainya bisa melebihi 10% pada pemilihan legislatif kali ini. Hal tersebut mengacu kepada perhitungan real count yang dilakukan tim internal dimana untuk sementara angkanya mendekati 10%. "Angkanya masih fluktuatif dan belum stabil. Tapi kami optimis Insya Allah perolehan suara dan kursi PKS Akan lebih tinggi dibanding pemilu 2009," ungkapnya dalam pesan singkat yang diterima wartawan Jumat, (11/4).
Dari hasil perhitungan cepat (quick count) yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei, PKS hanya mampu memperoleh 7% suara. Namun hal itu tidak membuat Anis goyah. Menurutnya semua hal bisa terjadi hingga pengitungan Real Count selesai nantinya.
Dirinya pun tidak lupa memberikan sanjungan kepada kader dan simpatisan partai yang selalu mendukung visi dan misi dari PKS yang menjadikan partai ini tetap bisa eksis di dunia pilitik Indonesia. Maklum saja, belum lama ini partai Islam itu mendapatkan sorotan tajam lantaran mantan petingginya terkena kasus korupsi. "Kami sudah terbiasa dengan prediksi semacam itu. Hal itu bukan melemahkan, namun malah melecut kami untuk bekerja lebih keras," katanya. (*/WN/Gatra)
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 12, 2014
posted by @Adimin
"PKS Lega...." | Wawancara Hidayat Nurwahid
Jakarta – Partai Keadilan Sejatera (PKS) mendapatkan suara yang cukup mengejutkan di dalam hitung cepat pemilihan umum (Pemilu) legislatif 2014. PKS mendapat perolehan suara sebesar 7 persen.
Bekas Presiden PKS yang saat ini menjadi Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid mengaku lega dengan perolehan itu. Sebab selama ini survei menyebutkan suara PKS akan terpuruk.
Bagaimana rencana selanjutnya tentang perolehan suara PKS? Berikut wawancara Hidayat Nur Wahid dalam program Sarapan Pagi:
Anda kelihatannya agak lega ya?
Justru yang tidak lega itu rekan-rekan dari lembaga survei. Karena mereka semuanya memprediksi PKS tidak akan lebih dari 4 persen. Berkali-kali kami mengatakan bahwa kami sudah hafal dengan lembaga survei selalu salah memprediksi PKS terkait dengan pemilu dari 2004, 2009, 2014 terbukti salah lagi.
Memprediksi yang lain agak betul cuma memprediksi PKS yang susah diprediksi ya?
Saya berani mengatakan kalau mereka prediksi PKS selalu salah tapi kami enjoy saja. Tapi yang Anda sebutkan bahwa kami mengusulkan parliamentary threshold 3,5 persen sesungguhnya tidak begitu. Usulan kami rentang antara 3,5 persen sampai 4 persen kami siap saja tapi partai-partai lain menginginkan 3,5 persen.
Buat kami yang menarik adalah bahwa perolehan 6,7 persen dan kalau saja sisa suara ini kita bagi rata masih ada peluang PKS akan mendapatkan 8,5 persen dari hitung cepat ini. Sebetulnya apa yang terjadi di dalam partai? karena kita tahu pemberitaan media (seolah) banyak kasus yang menimpa kami.
Tidak banyak kasus, hanya ada satu kasus. Kalau Anda menyebut tentang kasus korupsi Anda akan tahu bahwa ternyata partai yang korupsinya paling banyak 1-3 bukan PKS, PKS adalah partai yang korupsinya paling sedikit. Kalau Anda kaitkan dengan data dari KPK yang terkait gratifikasi ternyata PKS adalah partai yang paling besar mengembalikan gratifikasi Rp 1,9 miliar dan ada partai-partai yang tidak pernah mengembalikan gratifikasi sama sekali padahal pasti mereka pernah menerima gratifikasi.
Jadi apa yang terjadi inilah sekali lagi saya katakan bahwa realita media, realita survei itu tidak sama dengan realita rakyat. Apa yang dihembuskan oleh media, diopinikan oleh media kemudian dibombardir oleh lembaga survei saya dari dulu selalu mengatakan bahwa realita yang memilih nanti adalah rakyat Indonesia bukan media dan lembaga survei.
Kembali terbukti bahwa rakyat telah memberikan kedaulatan, dari dulu saya selalu menyanggah bahwa seolah-olah PKS sudah terpuruk. Buktinya ada tiga kader PKS yang dimajukan sebagai calon gubernur 100 persen menang yaitu kader kami di Jawa Barat, Sumatera Utara, Maluku Utara menang.
Peserta pilgub pasti lebih banyak daripada mereka yang menjadi sample dalam survei dan itu bagian dari realita sepanjang Februari 2013 sampai Maret 2014 itu ada tiga peristiwa pilgub dan ternyata PKS melalui kader-kadernya tetap dipercaya dan akhirnya dimenangkan. Jadi saya sepakat dengan Anda bahwa mungkin bisa sampai angka 9-10 persen. Jadi kalau kemudian ternyata capaian PKS adalah jauh di atas dari yang diperkirakan media dan lembaga survei, karena memang media dan lembaga survei salah membaca realita publik.
Strateginya apa?
Kita tidak perlu strategi yang aneh-aneh kok, itu karena kesalahan membaca media dan lembaga survei.
Kita melihat banyak aktivis PKS yang sangat agresif terutama di media sosial ya?
Kalau itu dari dulu kita sudah biasa. Anda tahu bahwa Cak Nur tahun 1998 ketika beliau menjadi ketua seleksi partai-partai beliau sangat kaget dengan fenomena hadirnya komunitas politik baru di Indonesia, anak-anak muda yang kemudian berhimpun dalam Partai Keadilan dan mereka sangat menguasai bidang teknologi dan informasi. Karena mereka tamatan dari universitas terkemuka di Eropa, Amerika, dan Australia. Tapi kemudian kenapa jadi begini sekali lagi menurut saya itu hanya karena media dan lembaga survei salah membaca tentang realita publik dan PKS.
Bagaimana kemudian langkah PKS untuk Pak Anis Matta?
Siapapun tahu bahwa Undang-undang Dasar menegaskan syarat untuk ikut dalam pencapresan syaratnya sangat jelas. Kita semua paham hal itu dan karenanya keputusan akhir daripada partai akan diputuskan oleh Majelis Syura PKS, Majelis Syura PKS pasti akan bersidang setelah definitif hasil pileg diketahui. Karena sejak dulu kami sangat realistis kalau misalnya PKS tidak mencapai di atas 10 persen ya tentu tidak mudah mencapreskan kadernya, tapi kalau kami bisa mendapatkan 13 persen pasti kader kami dicapreskan.
Jatah menteri pun tidak apa-apa ya?
Bukan masalah jatah menteri tidak apa-apa oposisi pun juga bisa. Karena Anda harus ingat bahwa PKS itu punya pengalaman di seluruh kelompok politik, pernah kami sendirian di luar kabinet menjadi oposisi ketika Ibu Megawati sebagai presiden. Kami sendiri di luar kabinet sementara seluruh partai berada di dalam kabinet dan enjoy saja tidak ada masalah.
Kami juga pernah diajak berkoalisi atau mendukung dari kelompok partai Islam ketika kami mendukung Pak Amien Rais sebagai capres tahun 2004. Kami juga pernah diajak koalisi oleh Pak SBY-JK, jadi apapun posisinya kami pernah berada dalam posisi itu.
Soal perolehan suara, sebenarnya kalau dibandingkan tahun 2009 tidak ada perkembangan atau pertambahan cukup signifikan dalam perolehan suara PKS. Artinya sebenarnya stagnan atau berkurang?
Iya tapi Anda harus perhatikan dulu riil suara sah pemilih berapa. Kan beda antara DPT dengan pemilih sah yang berapa golput, tidak sah bandingkan juga dengan 2009 setelah itu baru bisa kita bandingkan. Sekarang pun kita belum tahu persis perolehan suara PKS, berapa pula sesungguhnya suara yang sah pada tingkat nasional. Masih terlalu dini untuk bicarakan itu, bahkan di luar negeri yang tadinya DPT diperkirakan ada 2,2 juta suara, di Malaysia sekitar 212 ribu suara ternyata yang memilih tidak lebih dari 20 persen.
Jadi masih terlalu dini untuk menyebut suara PKS kali ini lebih rendah atau lebih tinggi. Karena kita harus melihat data riil tentang DPT berapa, suara sahnya berapa, kemudian dari suara sah itu PKS dapat berapa baru setelah itu kita bisa bicara apakah suara PKS naik atau turun. Tapi ada varian baru yang dicoba untuk kemudian PKS rontok yaitu kasusnya Pak Luthfi, pemberitaan media massa, dan survei yang begitu dahsyat itu tidak terjadi pada tahun 2004 dan 2009 tapi 2014 ini ada pengaruh atau tidak nanti kita lihat secara konkret dalam hasil pemilu akhir. Tapi yang jelas kalau quick count ini dijadikan rujukan ternyata upaya untuk membonsai PKS dengan kasus itu ternyata gagal.
Kawan yang kira-kira sehati dengan PKS kalau partai Islam sepertinya tidak cukup untuk menuju Juli misalnya menggandeng PPP dan PKB, kelihatannya yang paling mungkin adalah dengan partai nasionalis. Apakah itu dimungkinkan oleh PKS?
Pertama definisi partai Islam ini harus disepakati. Kalau dengan PKB berarti lebih dari 20 persen, karena kalau Anda lihat dari quick count sekarang ini PKB hampir 9 persen, PAN 7 persen, PKS 6 persen itu sudah lebih dari cukup. Jadi kalau Anda pakai logika quick count dan formula yang Anda tawarkan itu ternyata bisa gagal, ternyata partai Islam kalau mau berkoalisi bersama-sama melebihi 20 persen.
Kalau partai Islam yang sejalan dengan PKS bagaimana?
Kami dengan PAN, PKB, PPP semuanya sejalan. Kemudian tentang partai nasionalis dengan Golkar dan Demokrat tahun 2004 pada putaran kedua kami mendukung SBY-JK. Jadi apakah dengan kelompok mana kami punya latar belakang yang pernah kami kerjakan, bahkan kalau kami diputuskan untuk oposisi kami juga punya pengalaman itu. Jadi PKS mempunyai pengalaman yang lengkap karena partai politik yang punya pengalaman di dalam kekuasaan pernah dan selalu ingin berkoallisi bagi kami tidak masalah.
Jadi kalau di luar kekuasaan lagi siap ya?
Iya.
*http://portalkbr.com/berita/perbincangan/3205465_4215.html
Bekas Presiden PKS yang saat ini menjadi Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid mengaku lega dengan perolehan itu. Sebab selama ini survei menyebutkan suara PKS akan terpuruk.
Bagaimana rencana selanjutnya tentang perolehan suara PKS? Berikut wawancara Hidayat Nur Wahid dalam program Sarapan Pagi:
Anda kelihatannya agak lega ya?
Justru yang tidak lega itu rekan-rekan dari lembaga survei. Karena mereka semuanya memprediksi PKS tidak akan lebih dari 4 persen. Berkali-kali kami mengatakan bahwa kami sudah hafal dengan lembaga survei selalu salah memprediksi PKS terkait dengan pemilu dari 2004, 2009, 2014 terbukti salah lagi.
Memprediksi yang lain agak betul cuma memprediksi PKS yang susah diprediksi ya?
Saya berani mengatakan kalau mereka prediksi PKS selalu salah tapi kami enjoy saja. Tapi yang Anda sebutkan bahwa kami mengusulkan parliamentary threshold 3,5 persen sesungguhnya tidak begitu. Usulan kami rentang antara 3,5 persen sampai 4 persen kami siap saja tapi partai-partai lain menginginkan 3,5 persen.
Buat kami yang menarik adalah bahwa perolehan 6,7 persen dan kalau saja sisa suara ini kita bagi rata masih ada peluang PKS akan mendapatkan 8,5 persen dari hitung cepat ini. Sebetulnya apa yang terjadi di dalam partai? karena kita tahu pemberitaan media (seolah) banyak kasus yang menimpa kami.
Tidak banyak kasus, hanya ada satu kasus. Kalau Anda menyebut tentang kasus korupsi Anda akan tahu bahwa ternyata partai yang korupsinya paling banyak 1-3 bukan PKS, PKS adalah partai yang korupsinya paling sedikit. Kalau Anda kaitkan dengan data dari KPK yang terkait gratifikasi ternyata PKS adalah partai yang paling besar mengembalikan gratifikasi Rp 1,9 miliar dan ada partai-partai yang tidak pernah mengembalikan gratifikasi sama sekali padahal pasti mereka pernah menerima gratifikasi.
Jadi apa yang terjadi inilah sekali lagi saya katakan bahwa realita media, realita survei itu tidak sama dengan realita rakyat. Apa yang dihembuskan oleh media, diopinikan oleh media kemudian dibombardir oleh lembaga survei saya dari dulu selalu mengatakan bahwa realita yang memilih nanti adalah rakyat Indonesia bukan media dan lembaga survei.
Kembali terbukti bahwa rakyat telah memberikan kedaulatan, dari dulu saya selalu menyanggah bahwa seolah-olah PKS sudah terpuruk. Buktinya ada tiga kader PKS yang dimajukan sebagai calon gubernur 100 persen menang yaitu kader kami di Jawa Barat, Sumatera Utara, Maluku Utara menang.
Peserta pilgub pasti lebih banyak daripada mereka yang menjadi sample dalam survei dan itu bagian dari realita sepanjang Februari 2013 sampai Maret 2014 itu ada tiga peristiwa pilgub dan ternyata PKS melalui kader-kadernya tetap dipercaya dan akhirnya dimenangkan. Jadi saya sepakat dengan Anda bahwa mungkin bisa sampai angka 9-10 persen. Jadi kalau kemudian ternyata capaian PKS adalah jauh di atas dari yang diperkirakan media dan lembaga survei, karena memang media dan lembaga survei salah membaca realita publik.
Strateginya apa?
Kita tidak perlu strategi yang aneh-aneh kok, itu karena kesalahan membaca media dan lembaga survei.
Kita melihat banyak aktivis PKS yang sangat agresif terutama di media sosial ya?
Kalau itu dari dulu kita sudah biasa. Anda tahu bahwa Cak Nur tahun 1998 ketika beliau menjadi ketua seleksi partai-partai beliau sangat kaget dengan fenomena hadirnya komunitas politik baru di Indonesia, anak-anak muda yang kemudian berhimpun dalam Partai Keadilan dan mereka sangat menguasai bidang teknologi dan informasi. Karena mereka tamatan dari universitas terkemuka di Eropa, Amerika, dan Australia. Tapi kemudian kenapa jadi begini sekali lagi menurut saya itu hanya karena media dan lembaga survei salah membaca tentang realita publik dan PKS.
Bagaimana kemudian langkah PKS untuk Pak Anis Matta?
Siapapun tahu bahwa Undang-undang Dasar menegaskan syarat untuk ikut dalam pencapresan syaratnya sangat jelas. Kita semua paham hal itu dan karenanya keputusan akhir daripada partai akan diputuskan oleh Majelis Syura PKS, Majelis Syura PKS pasti akan bersidang setelah definitif hasil pileg diketahui. Karena sejak dulu kami sangat realistis kalau misalnya PKS tidak mencapai di atas 10 persen ya tentu tidak mudah mencapreskan kadernya, tapi kalau kami bisa mendapatkan 13 persen pasti kader kami dicapreskan.
Jatah menteri pun tidak apa-apa ya?
Bukan masalah jatah menteri tidak apa-apa oposisi pun juga bisa. Karena Anda harus ingat bahwa PKS itu punya pengalaman di seluruh kelompok politik, pernah kami sendirian di luar kabinet menjadi oposisi ketika Ibu Megawati sebagai presiden. Kami sendiri di luar kabinet sementara seluruh partai berada di dalam kabinet dan enjoy saja tidak ada masalah.
Kami juga pernah diajak berkoalisi atau mendukung dari kelompok partai Islam ketika kami mendukung Pak Amien Rais sebagai capres tahun 2004. Kami juga pernah diajak koalisi oleh Pak SBY-JK, jadi apapun posisinya kami pernah berada dalam posisi itu.
Soal perolehan suara, sebenarnya kalau dibandingkan tahun 2009 tidak ada perkembangan atau pertambahan cukup signifikan dalam perolehan suara PKS. Artinya sebenarnya stagnan atau berkurang?
Iya tapi Anda harus perhatikan dulu riil suara sah pemilih berapa. Kan beda antara DPT dengan pemilih sah yang berapa golput, tidak sah bandingkan juga dengan 2009 setelah itu baru bisa kita bandingkan. Sekarang pun kita belum tahu persis perolehan suara PKS, berapa pula sesungguhnya suara yang sah pada tingkat nasional. Masih terlalu dini untuk bicarakan itu, bahkan di luar negeri yang tadinya DPT diperkirakan ada 2,2 juta suara, di Malaysia sekitar 212 ribu suara ternyata yang memilih tidak lebih dari 20 persen.
Jadi masih terlalu dini untuk menyebut suara PKS kali ini lebih rendah atau lebih tinggi. Karena kita harus melihat data riil tentang DPT berapa, suara sahnya berapa, kemudian dari suara sah itu PKS dapat berapa baru setelah itu kita bisa bicara apakah suara PKS naik atau turun. Tapi ada varian baru yang dicoba untuk kemudian PKS rontok yaitu kasusnya Pak Luthfi, pemberitaan media massa, dan survei yang begitu dahsyat itu tidak terjadi pada tahun 2004 dan 2009 tapi 2014 ini ada pengaruh atau tidak nanti kita lihat secara konkret dalam hasil pemilu akhir. Tapi yang jelas kalau quick count ini dijadikan rujukan ternyata upaya untuk membonsai PKS dengan kasus itu ternyata gagal.
Kawan yang kira-kira sehati dengan PKS kalau partai Islam sepertinya tidak cukup untuk menuju Juli misalnya menggandeng PPP dan PKB, kelihatannya yang paling mungkin adalah dengan partai nasionalis. Apakah itu dimungkinkan oleh PKS?
Pertama definisi partai Islam ini harus disepakati. Kalau dengan PKB berarti lebih dari 20 persen, karena kalau Anda lihat dari quick count sekarang ini PKB hampir 9 persen, PAN 7 persen, PKS 6 persen itu sudah lebih dari cukup. Jadi kalau Anda pakai logika quick count dan formula yang Anda tawarkan itu ternyata bisa gagal, ternyata partai Islam kalau mau berkoalisi bersama-sama melebihi 20 persen.
Kalau partai Islam yang sejalan dengan PKS bagaimana?
Kami dengan PAN, PKB, PPP semuanya sejalan. Kemudian tentang partai nasionalis dengan Golkar dan Demokrat tahun 2004 pada putaran kedua kami mendukung SBY-JK. Jadi apakah dengan kelompok mana kami punya latar belakang yang pernah kami kerjakan, bahkan kalau kami diputuskan untuk oposisi kami juga punya pengalaman itu. Jadi PKS mempunyai pengalaman yang lengkap karena partai politik yang punya pengalaman di dalam kekuasaan pernah dan selalu ingin berkoallisi bagi kami tidak masalah.
Jadi kalau di luar kekuasaan lagi siap ya?
Iya.
*http://portalkbr.com/berita/perbincangan/3205465_4215.html
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN













