Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
April 15, 2014
KOMPOSISI KURSI DI DPRD PADANG | Drs.Muhidi, MM Ketua DPD PKS Kota Padang
Written By Anonymous on 15 April, 2014 | April 15, 2014
Perhelatan demokrasi pemilu legislative sudah terlaksana secara aman dan damai. Partisipasi masyarakat cukup tinggi bila dibandingkan dengan pilkada sebelumnya. Saat ini sedang berhjalan proses penghitungan ditingkat Kelurahan dan Kecamatan. Berdasarkan hitungan sementara tim Tabulasi DPD PKS Kota Padang, bisa dipastikan bahwa tidak ada satu partaipun yang mampu menjadi pemenang telak (mendapat kursi mayoritas) di DPRD.
Dari jatah kursi sebanyak empat puluh lima kursi akan terbagi rata ke sembilan partai dengan jatah kursi masing-masing yang sangat dinamis untuk setiap dapil karena tidak seberapa partai yang mendapat suara penuh. Kesembilan partai yang diprediksi akan melangkah ke sawahan adalah Nasdem mendapat tiga kursi, PKS lima kursi, PDIP tiga kursi, Golkar lima kursi, Gerindra enam kursi, PD lima kursi , PAN lima kursi, PPP empat kursi, Hanura lima kursi, PBB dua kursi dan PKB dua kursi. PKB diprediksi akan mendapat kursi di Dapil dua dan tiga , sementara PBB diprediksi akan dapat kursi di dapil tiga dan empat .
Perincian persentase suara adalah sebagai berikut. Dapil Satu (Koto Tangah) dengan jumlah suara sah 69.267 suara, maka Nasdem 8,54%, PKB 3,78%, PKS 11,05%, PDIP 6,02%, Golkar 11,17%, Gerindra 11,19%, PD 10,43%, PAN 9,73%, PPP 14,30%, Hanura 8,08%, PBB 2,95% dan PKPI 2,77%. Maka dengan demikian Gerindra mendapat suara terbanyak, kemudian Golkar dan ketiga PKS. Dapil II(Kuranji dan Pauh) dengan jumlah suara sah sebanyak 56.475 suara, maka Nasdem 7,12%, PKB 8,20%, PKS 12,44%, PDIP 6,51%, Golkar 13,33%, Gerindra 10,37%, PD 10,05%, PAN 8,82%, PPP 9,93%, Hanura 7, 74%, PBB 4,93% dan PKPI 0,20%. Maka secara jumlah suara Golkar urut satu, PKS nomor dua dan Gerindra urut tiga.
Dapil III( Lubeg, Luki dan Butekab) dengan jumlah suara sah 74.540 suara, maka Nasdem 4,35%, PKB 4,71%, PKS 9,68%, PDIP 4,11%, Golkar 9,17%, Gerindra 16,81%, PD 10,78%, PAN 14,73%, PPP 9,60%, Hanura 9,57%, PBB 4,88% dan PKPI 1,63%. Maka dengan demikian Gerindra meraih suara terbanyak di Dapil III, kemudian PAN dan Demokrat. Karena jumlah kursi yang ada di dapil ini hanya 10 kursi, maka delapan partai mendapat jatah satu kursi masing-masing, satu kursi(kesembilan) didapatkan oleh Gerindra, sementara kursi ke sepuluh akan diperebutkan oleh PBB, PAN dan PKB. Dapil IV (Padang Timur dan Padang Selatan) dengan jumlah suara sah sebanyak 43.339 suara. Maka Nasdem 4,02%, PKB 3,07%, PKS 12,91%, PDIP 6,48%, Golkar 16,46%, Gerindra 11,70%, PD 16,52%, PAN 7,38%, PPP 3,68%, Hanura 10,66%, PBB 4,64% dan PKPI 2,49%. Maka peraih suara terbanyak adalah Demokrat, Golkar dan PKS.
Kemudian Dapil V(Padang Barat, Padang Utara dan Naggalo) dengan jumlah suara sah sebanyak 59.101 suara. Maka Nasdem 5,49%, PKB 3,32%, PKS 13,35%, PDIP 7,10%, Golkar 10,38%, Gerindra 14,21%, PD 9,45%, PAN 8,66%, PPP 10,96%, Hanura 9,20%, PBB 4,52% dan PKPI 3,36%. Maka suara terbanyak diraih oleh Gerindra, PKS dan Golkar. Dapat disimpulkan akan terjadi perebutan penghitugan kursi sisa anatara suara PBB dengan Golkar atau PAN. Kemudian peraih suara terbanyak untuk pileg Kota Padang adalah Gerindra sebesar 13,08%, PKS 11, 69% dan Golkar sebesar 11,68%.dan ini artinya target PKS yang diamanahkan DPP masuk tiga besar bisa terealisasi.
Bila dilihat caleg yang akan duduk di Sawahan, mayoritas akan diisi oleh wajah - wajah baru, sebaliknya wajah lama bannyak yang akan tumbang. Dengan hasil capaian seperti diatas, maka bisa diprediksi bahwa proses pemilihan Ketua dan Wakil- Wakil Ketua di DPRD akan sangat dinamis. Dapat diprediksi sementara Ketua DPRD dari Gerindra kemudian Wakil-Wakil Ketua akan berasal dari PKS, Golkar dan Demokrat. Kita juga memprediksi akan terjadi “jual beli suara” antar sesama caleg dalam satu partai.. Oleh karenanya kita menghimbau kepada semua saksi PKS untuk menjaga suara partai dan caleg PKS serta suara caleg partai lainnya. Sehingga dengan demikian PKS telah ikut mengawal proses demokrasi dari awal sampai akhir sehingga bisa berjalan secara aman, damai, dan jujur.
Bagi PKS sendiri keberhasilan ini memberikan arti penting akan eksistensi PKS sebagai salah satu partai di Kota Padang secara khusus ataupun Sumatera Barat secara umum. Adanya isu nasional yang menyebabkan sebagian besar kader-kader PKS dan simpatisan merasa bersedih, merasa bersalah. Kemudian ditambah lagi dengan relis hasil –hasil survey yang memprediksikan PKS tidak akan mampu memenuhi target suara minimal sudah terjawab dengan sendirinya. Saatnya semua kader PKS untuk mengangkat wajahnya, terus tersenyum, membagi kepedulian kepada masyarakat. Kita siapkan diri bersama Walikota dan Wakil Walikota terpilih untuk membagun Kota Padang secara bersama, saling bahu membahu dengan semangat gotong royong. Kita bangkit dari keterpurukan, kita kejar semua ketertinggalan demi terwujudnya kesejahteraan dan masa depan Kota yang lebih baik.Salam hangat dan terimaksih untuk semua kader PKS Kota Padang dan semua warga kota Padang.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 15, 2014
Sepekan terakhir menjelang pencoblosan, frekuensi seliweran isu menderas. Tak hanya di udara, namun juga berkarung-karung selebaran. Hitam maupun putih. Kertas-kertas putih yang isinya tetap sangat hitam.
Sepekan terakhir saat perhitungan suara belum lagi usai, kesabaran harus berkejaran dengan kejelian. Dalam sehari bisa lebih dari dua digit pertanyaan tentang ini pun itu. Benarkah isu caleg non muslim? Juga isu syiah nun di sana? Apalagi itu, caleg yang minta kembali dana politik? Masak iya ada caleg PKS begitu? Pasti fitnah. Gara-gara berita ini ada teman saya sekeluarga mau golput atau minimal tidak bakal pilih PKS ... etc, etc.
Bukan cuma soal isu, namun nomor telepon ketua DPD atau ketua advokasi, juga tanya soal transfer liqo atau komplain kelakuan binaan (:D). Di saat-saat sedemikian. Semua tanya, baik yang menanti jawaban dengan tabah maupun yang marah-marah berprasangka BBM di-endchat atau left group karena kesal :)
Mungkin sudah resiko humas dianggap tahu segala. Haha ... Melalui posting ini, pada ustadz/ustadzah dan kawan-kawan yang bertanya sekali lagi mohon maaf bila tak semua tanya bisa direspon.
***
Bukan sekedar klaim bahwa kader PKS rerata well-informed. Isu dan berita bersisian dengan minimal satu juz sehari plus mawad liqo. Menimbang gempuran selalu dan utamanya berhembus lewat isu, di sebuah forum, saya sempat usulkan agar *literasi media* menjadi salah satu bagian kurikulum tarbiyah.
Bayanat atau klarifikasi dalam tempo cepat tentu akan sangat membantu kader meneruskan isu-isu - khususnya yang negatif - ke siapapun yang bertanya. Namun situasi tentu tak bisa selalu se-ideal itu. Klarifikasi tak selalu bisa diharap secepat apdetan web piyungan.
Bijak Jawa 'ojo kagetan, ojo gumunan' penting diadopsi apalagi mengingat pengalaman kader PKS yang sudah menghadapi isu-isu lain yang jauh lebih dahsyat.
Demikianlah maka kader bukan hanya harus diajari bersabar menunggu klarifikasi, namun sekaligus secara mandiri pandai menglasifikasi dan menyeleksi berita.
Terkejut dengan berita caleg divonis pidana karena money politic? Juga bersegera gembira membaca brodkes vonis bebas LHI? Atau misalnya kebiasaan syahwatul brodkes, dengan ceroboh setiap brodkes beranak pinak tanpa sebelumnya mencari tahu kebenarannya?
***
Berusaha meletakkan diri selalu berada di depan isu. Berikut tiga prinsip ringkas yang sebaiknya dilakukan setiap menerima berita.
Pertama, selalu kedepankan prinsip tabayyun. Tak sulit untuk mengetahui apakah sebuah isu hoax atau nyata. Senantiasalah mencari link beritanya. Darimana berasal? Apakah sumbernya kredibel? Obyektif dan adil kepada siapapun - bahkan kepada lawan politik.
Kedua, jika sumbernya -dianggap- kredibel, perhatikan dan teliti ulang konten beritanya. Bagaimana konteks situasinya? Apakah pihak yang terberitakan diberi ruang jawab yang sama? Media massa yang dianggap kredibelpun masih punya peluang melakukan 'kesalahan'. Ihwal pengambilan keputusan suatu berita tayang atau tidak di suatu media, bagaimana tone yang dipilih dan lebih luas lagi apa itu konsep framing (pembingkaian), dst, semoga bisa kita diskusikan di kesempatan lain.
Singkatnya, sulit menemukan presume of innocence ditegakkan dalam pemberitaan (mohon saya dikoreksi). Seseorang bersalah sebelum terbukti tak bersalah. Terbukti tak bersalahpun, opini telanjur terbentuk negatif. Sebaliknya Anda pun patut curiga bila seseorang - secara berlebihan - diberitakan dengan citra yang selalu positif.
Itulah salah satu prinsip literasi media: kritisi, jangan telan bulat-bulat. Katanya kader PKS well informed, masak tiap baca berita dengan judul provokatif yang didahulukan sikap mudah terprovokasi-nya?
Ketiga, mulailah berpikiran terbuka. Publik telanjur punya stempel PKS sebagai partai yang harus tanpa cela. It's OK jika politik uang dilakukan partai lain, sekotor apapun, sekasar apapun. Tapi tidak boleh terjadi di PKS. PKS harus fairplay. Partai lain boleh unfair - dan tetap menang pemilu.
Mulailah berpikir terbuka bahwa kita dididik jadi orang baik, tapi peluang salah menunjukkan bahwa kita masih manusia. Jika tidak puas berada di jamaah manusia yang mencoba baik ini, saya akan sangat senang jika antum bisa menunjukkan komunitas mana yang bisa menegakkan mekanisme baik-buruk, reward-punishment yang jauh lebih baik, sempurna melampaui standar manusia ... jika ada :).
Untuk para ikhwan pun akhwat, berita-berita lain masih akan beterbangan di hadapan. Maafkan jika ada qiyadah yang tak selalu segera mampu menjawab isu demi isu. Setidaknya upgrade diri menjadi lebih literatif. (Mengapa juga harus tiga langkah? Boleh diganti lima atau sepuluh atau berapapun. Bukan apa-apa. Sekedar bentuk takzim pada "tiga" yang masih berjuang #menjagasuara ^^).
Dan sebagaimana posting-posting naif sebelumnya, posting inipun sangat membuka diri pada dialog dan kritik. Afwan atas keterbatasan.
"Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan." (QS Huud: 88)
By: Detti Febrina
On Twitter @dettife
[pkssumut]
posted by @Adimin
3 Langkah di Depan Isu | by @dettife
Sepekan terakhir menjelang pencoblosan, frekuensi seliweran isu menderas. Tak hanya di udara, namun juga berkarung-karung selebaran. Hitam maupun putih. Kertas-kertas putih yang isinya tetap sangat hitam.
Sepekan terakhir saat perhitungan suara belum lagi usai, kesabaran harus berkejaran dengan kejelian. Dalam sehari bisa lebih dari dua digit pertanyaan tentang ini pun itu. Benarkah isu caleg non muslim? Juga isu syiah nun di sana? Apalagi itu, caleg yang minta kembali dana politik? Masak iya ada caleg PKS begitu? Pasti fitnah. Gara-gara berita ini ada teman saya sekeluarga mau golput atau minimal tidak bakal pilih PKS ... etc, etc.
Bukan cuma soal isu, namun nomor telepon ketua DPD atau ketua advokasi, juga tanya soal transfer liqo atau komplain kelakuan binaan (:D). Di saat-saat sedemikian. Semua tanya, baik yang menanti jawaban dengan tabah maupun yang marah-marah berprasangka BBM di-endchat atau left group karena kesal :)
Mungkin sudah resiko humas dianggap tahu segala. Haha ... Melalui posting ini, pada ustadz/ustadzah dan kawan-kawan yang bertanya sekali lagi mohon maaf bila tak semua tanya bisa direspon.
***
Bukan sekedar klaim bahwa kader PKS rerata well-informed. Isu dan berita bersisian dengan minimal satu juz sehari plus mawad liqo. Menimbang gempuran selalu dan utamanya berhembus lewat isu, di sebuah forum, saya sempat usulkan agar *literasi media* menjadi salah satu bagian kurikulum tarbiyah.
Bayanat atau klarifikasi dalam tempo cepat tentu akan sangat membantu kader meneruskan isu-isu - khususnya yang negatif - ke siapapun yang bertanya. Namun situasi tentu tak bisa selalu se-ideal itu. Klarifikasi tak selalu bisa diharap secepat apdetan web piyungan.
Bijak Jawa 'ojo kagetan, ojo gumunan' penting diadopsi apalagi mengingat pengalaman kader PKS yang sudah menghadapi isu-isu lain yang jauh lebih dahsyat.
Demikianlah maka kader bukan hanya harus diajari bersabar menunggu klarifikasi, namun sekaligus secara mandiri pandai menglasifikasi dan menyeleksi berita.
Terkejut dengan berita caleg divonis pidana karena money politic? Juga bersegera gembira membaca brodkes vonis bebas LHI? Atau misalnya kebiasaan syahwatul brodkes, dengan ceroboh setiap brodkes beranak pinak tanpa sebelumnya mencari tahu kebenarannya?
***
Berusaha meletakkan diri selalu berada di depan isu. Berikut tiga prinsip ringkas yang sebaiknya dilakukan setiap menerima berita.
Pertama, selalu kedepankan prinsip tabayyun. Tak sulit untuk mengetahui apakah sebuah isu hoax atau nyata. Senantiasalah mencari link beritanya. Darimana berasal? Apakah sumbernya kredibel? Obyektif dan adil kepada siapapun - bahkan kepada lawan politik.
Kedua, jika sumbernya -dianggap- kredibel, perhatikan dan teliti ulang konten beritanya. Bagaimana konteks situasinya? Apakah pihak yang terberitakan diberi ruang jawab yang sama? Media massa yang dianggap kredibelpun masih punya peluang melakukan 'kesalahan'. Ihwal pengambilan keputusan suatu berita tayang atau tidak di suatu media, bagaimana tone yang dipilih dan lebih luas lagi apa itu konsep framing (pembingkaian), dst, semoga bisa kita diskusikan di kesempatan lain.
Singkatnya, sulit menemukan presume of innocence ditegakkan dalam pemberitaan (mohon saya dikoreksi). Seseorang bersalah sebelum terbukti tak bersalah. Terbukti tak bersalahpun, opini telanjur terbentuk negatif. Sebaliknya Anda pun patut curiga bila seseorang - secara berlebihan - diberitakan dengan citra yang selalu positif.
Itulah salah satu prinsip literasi media: kritisi, jangan telan bulat-bulat. Katanya kader PKS well informed, masak tiap baca berita dengan judul provokatif yang didahulukan sikap mudah terprovokasi-nya?
Ketiga, mulailah berpikiran terbuka. Publik telanjur punya stempel PKS sebagai partai yang harus tanpa cela. It's OK jika politik uang dilakukan partai lain, sekotor apapun, sekasar apapun. Tapi tidak boleh terjadi di PKS. PKS harus fairplay. Partai lain boleh unfair - dan tetap menang pemilu.
Mulailah berpikir terbuka bahwa kita dididik jadi orang baik, tapi peluang salah menunjukkan bahwa kita masih manusia. Jika tidak puas berada di jamaah manusia yang mencoba baik ini, saya akan sangat senang jika antum bisa menunjukkan komunitas mana yang bisa menegakkan mekanisme baik-buruk, reward-punishment yang jauh lebih baik, sempurna melampaui standar manusia ... jika ada :).
Untuk para ikhwan pun akhwat, berita-berita lain masih akan beterbangan di hadapan. Maafkan jika ada qiyadah yang tak selalu segera mampu menjawab isu demi isu. Setidaknya upgrade diri menjadi lebih literatif. (Mengapa juga harus tiga langkah? Boleh diganti lima atau sepuluh atau berapapun. Bukan apa-apa. Sekedar bentuk takzim pada "tiga" yang masih berjuang #menjagasuara ^^).
Dan sebagaimana posting-posting naif sebelumnya, posting inipun sangat membuka diri pada dialog dan kritik. Afwan atas keterbatasan.
"Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan." (QS Huud: 88)
By: Detti Febrina
On Twitter @dettife
[pkssumut]
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
April 15, 2014
Twit @Fahrihamzah
(13/4/2014)
Saya ingin lanju Tweet: #PKSbersyukur melanjutkan #PadaKemanaSekarang ...
Pandangan saya tentang apa yang PKS hadapi itu netral..
Netral dalam pengertian bahwa wajar kalau kelompok saling serang..
Dalam demokrasi, itu kesadaran kunci bahwa manusia itu kompleks dan konflik..
Bahkan manusia konflik dengan dirinya sendiri apalagi antar kelompok..
Karena itu demokrasi menawarkan cara mengatasi konflik secara dewasa...
Karena itu PKS sadar kalau diserang atau bahkan ingin ditiadakan..
Karena itu wajar kalau PKS juga punya musuh...
Dari yang salah paham sampai yang salah jalan...
Saya tidak maksudkan itu adalah sebuah korporasi media...
Saya tak maksudkan itu sebuah kelompok peneliti...
Saya tak maksudkan juga partai politik atau negara...
Tapi kalau ada yang merasa dipojokkan saya minta maaf..
Kalau ada yang merasa dipojokkan mungkin benar...
Tapi seperti itulah perasaan sebagian kami juga di PKS...
Kami tidak anti ilmuwan sosial...
Justru ilmuwan sosial perlu menengok sedikit bagaimana dapur kami...
PKS bekerja dengan prinsip yang sangat ilmiah....
Dapur kami meracik teori2 baru tentang fakta sosial..
Para ilmuwan di Indonesia perlu membaca buku #gelombangke3..
Karya Presiden PKS @anismatta ini salah satu landasan kami bergerak..
Kami sangat sadar dengan realitas baru Indonesia...
Dan dalam terobosan kampanye kami ini sudah diaplikasikan...
Tapi yang sangat disayangkan dari mereka yang berkeyakinan PKS akan berakhir..
Mereka tidak saja salah tetapi melakukan tindakan penggalangan yg curang..
Dalam masa2 sulit itulah kepemimpinan baru bangkit..
Presiden @anismatta yang ditunjuk Aklamasi mengganti LHI menyusun rencana..
Pesimisme luar biasa...moral kader berada di titik terendah...
Kita tahu PKS adalah partai kader...jika kader hancur maka habislah PKS...
Moral inilah yang ambruk yang dicoba bangun kembali oleh Presiden @anismatta..
Kenyataan ini juga dipahami oleh mereka yang berkehendak tidak baik...
Dan akhirnya merata perasaan terpukul itu oleh kampanye hitam yang gelap..
Bukan cuman kader PKS, kami merasa bahkan akibatnya juga ke simpatisan..
Basis Islam secara umum termakan oleh sentimen negatif...
Dapat dibayangkan bagaimana membangkitkan semua yang sudah tumbang?
Dan kerja ini dibawah komandan Presiden @anismatta sukses..
Bagaimana @anismatta melakukannya nanti saya lanjutkan...
***
(Twit 14/4/2014)
Saya lanjutkan lagi Tweet: #PKSbersyukur. Kali ini tentang bagaimana @anismatta memimpin krisis.
Rabu, 30 Januari 2013 adalah waktu yang tak saya duga.
Saya sedang bersama beberapa anggota DPR mengikuti pertemuan GOPAC di Manila.
GOPAC adalah Global organization of parliamentarian Against corruption.
Ini adalah organisasi yang di Indonesia dipimpin oleh bapak @pramonoanung
Di tengah diskusi tentang bagaimana mengakhiri korupsi saya menerima kabar.
Presiden PKS, Lutfi Hasan ditangkap KPK.
Saya tidak mengerti mesti bereaksi apa. Karena jauh. Tapi malam hari, saya menerima perintah untuk balik.
Besok @anismatta akan dilantik menjadi Presiden PKS yang baru.
Saya meminta izin kepada panitia bahwa saya akan pulang lebih awal.
Dan saya tiba di DPP PKS persis saat Presiden baru @anismatta akan berpidato.
Itu adalah pidato berkesan dan semua orang di ruangan itu menangis.
Sampai sekarang, saya tidak mengerti kenapa kami terharu.
Mungkin karena kami di PKS mengalami sesuatu yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
Seperti orang ditinggal kematian atau perpisahan. Ada kepedihan. Entah dimana.
Karena ini Sesuatu yang langka dan mustahil bagi PKS terjadi.
Jarak moral kader dengan apa yang terjadi memang sangat jauh.
Bayangkan Presiden partai ditangkap dengan tuduhan korupsi.
Inilah yang membuat shock dan memukul sangat keras. Hari-hari itu adalah hari-hari malu.
Malu kepada semua yang pernah kita katakan. Bukankah partai ini sangat sarat dengan ajaran moral?
Justru itulah masalahnya. Apalagi setelah kasus pemeriksaan berjalan. Mengalir sampai jauh...
Tentang asmara dan percintaan yang tak ada kaitannya dengan perkara.
Tentang nafkah keluarga yang disiarkan sebagai aliran dana haram.
Tentang percakapan rahasia suami-isteri yang menjadi menu sarapan.
Inilah sandiwara yang Adalah pukulan bertubi-tubi yang hampir mematikan.
Tetapi Alhamdullilah, Aklamasi memutuskan @anismatta sebagai Presiden PKS adalah tepat.
Presiden @anismatta adalah sekjen sejak awal partai berdiri.
Secara organisasi dialah yang paling paham jeroan partai.
Tapi selama jadi sekjen, @anismatta sangat menikmati kerja di dapur.
Baginya amanah jabatan jangan dikejar dan Baginya kapasitas lebih penting dari posisi jabatan.
Maka, ketika secara Aklamasi dia ditunjuk, dia mengingatkan yang memilih.
"Saya juga ada masalah, apakah saya tidak akan jadi beban?" Tanyanya.
Semua yang hadir meyakinkannya. Dan bismillah ia dilantik.
Dalam pidatonya ia mengajukan 3 syarat jika ingin lulus ujian ini.
Tawakal kepada Allah, Soliditas ukhuwwah dan kerja keras.
"Hari ini, tidak ada lagi waktu untuk tidur", teriaknya. Tatajafa junubuhum anil madhoji'...!!
Pidatonya menggelegar di seluruh negeri. Moral kader dibangkitkan dengan ayat-ayat ilahi.
Kisah-kisah ilahiyah diangkat ke permukaan menjadi hikmah .
Dan kader serta simpatisan diajak dalam kesadaran yang penuh.
"Inilah saat kita memandang diri kita dengan cara baru." "Jangan2 memang kita banyak salah dan perlu evaluasi."
"Pelajaran ini sangat berharga dan merupakan sayang Allah pada kita." "Sekarang mari mengubah strategi."
"Pencitraan takkan lagi berfungsi. Kita perlu masuk ke hati publik."
"Datanglah dan jadikanlah rumah masyarakat sebagai rumah kita."
"Tampil lah apa adanya karena memang kita apa adanya."
"Dari dulu kita begini dan tidak ada yang berubah kecuali Kemampuan melayani."
"Rasakan respon publik kepada kita lalu pegang lah dada kita."
"Sekarang, apakah ada gemuruh kemenangan di dada kita?"
Itulah akhir pidato yang selalu didengungkan... Kader bangkit dan mesin partai menggeliat.
Hanya dalam setahun, @anismatta memimpin sebuah rute yang rumit.
Ia mengumpamakan dengan kisah nabi yusuf :masuk sumur dan dari keluar sumur menuju istana.
Sekarang, setelah pemilu dan ketika suara sedang dihitung. Kita bersyukur bahwa PKS bertahan. #PKStidakMati #PKSbersyukur
Semuanya karena karunia Allah penguasa alam semesta. #PKSbersyukur#PKStidakMati
Tak ada rencana yang jalan. Kecuali mendapat ijin dan restu dariNya. #PKSbersyukur
DPP PKS dibawah Presiden @anismatta telah berupaya keras.
Dalam keadaan sulit ketika semua orang diyakinkan bahwa PKS habis.
Maka capaian yang ada sekarang adalah prestasi di bawah cibiran.
Saya merasa bagaimana kawan-kawan pergi meninggalkan kita.
Kita seperti terpojok sendiri tanpa kawan.
Dalam keadaan seperti itu pimpinan kita membesarkan jiwa kita.
Orang2 yang paham organisasi akan paham apa yg PKS lakukan.
Persis setelah #PutihkanGBK seorang kawan saya mengabarkan.
"Ri, orang2 kaget mereka kira partai lo akan mati."
Dan betul #PKStidakMati bahkan bikin kejutan. Ke depan PKS akan terus bikin kejutan. Insya Allah.
[pyg]
posted by @Adimin
"Bagaimana Anis Matta Memimpin PKS di saat Krisis" by @Fahrihamzah
Twit @Fahrihamzah
(13/4/2014)
Saya ingin lanju Tweet: #PKSbersyukur melanjutkan #PadaKemanaSekarang ...
Pandangan saya tentang apa yang PKS hadapi itu netral..
Netral dalam pengertian bahwa wajar kalau kelompok saling serang..
Dalam demokrasi, itu kesadaran kunci bahwa manusia itu kompleks dan konflik..
Bahkan manusia konflik dengan dirinya sendiri apalagi antar kelompok..
Karena itu demokrasi menawarkan cara mengatasi konflik secara dewasa...
Karena itu PKS sadar kalau diserang atau bahkan ingin ditiadakan..
Karena itu wajar kalau PKS juga punya musuh...
Dari yang salah paham sampai yang salah jalan...
Saya tidak maksudkan itu adalah sebuah korporasi media...
Saya tak maksudkan itu sebuah kelompok peneliti...
Saya tak maksudkan juga partai politik atau negara...
Tapi kalau ada yang merasa dipojokkan saya minta maaf..
Kalau ada yang merasa dipojokkan mungkin benar...
Tapi seperti itulah perasaan sebagian kami juga di PKS...
Kami tidak anti ilmuwan sosial...
Justru ilmuwan sosial perlu menengok sedikit bagaimana dapur kami...
PKS bekerja dengan prinsip yang sangat ilmiah....
Dapur kami meracik teori2 baru tentang fakta sosial..
Para ilmuwan di Indonesia perlu membaca buku #gelombangke3..
Karya Presiden PKS @anismatta ini salah satu landasan kami bergerak..
Kami sangat sadar dengan realitas baru Indonesia...
Dan dalam terobosan kampanye kami ini sudah diaplikasikan...
Tapi yang sangat disayangkan dari mereka yang berkeyakinan PKS akan berakhir..
Mereka tidak saja salah tetapi melakukan tindakan penggalangan yg curang..
Dalam masa2 sulit itulah kepemimpinan baru bangkit..
Presiden @anismatta yang ditunjuk Aklamasi mengganti LHI menyusun rencana..
Pesimisme luar biasa...moral kader berada di titik terendah...
Kita tahu PKS adalah partai kader...jika kader hancur maka habislah PKS...
Moral inilah yang ambruk yang dicoba bangun kembali oleh Presiden @anismatta..
Kenyataan ini juga dipahami oleh mereka yang berkehendak tidak baik...
Dan akhirnya merata perasaan terpukul itu oleh kampanye hitam yang gelap..
Bukan cuman kader PKS, kami merasa bahkan akibatnya juga ke simpatisan..
Basis Islam secara umum termakan oleh sentimen negatif...
Dapat dibayangkan bagaimana membangkitkan semua yang sudah tumbang?
Dan kerja ini dibawah komandan Presiden @anismatta sukses..
Bagaimana @anismatta melakukannya nanti saya lanjutkan...
***
(Twit 14/4/2014)
Saya lanjutkan lagi Tweet: #PKSbersyukur. Kali ini tentang bagaimana @anismatta memimpin krisis.
Rabu, 30 Januari 2013 adalah waktu yang tak saya duga.
Saya sedang bersama beberapa anggota DPR mengikuti pertemuan GOPAC di Manila.
GOPAC adalah Global organization of parliamentarian Against corruption.
Ini adalah organisasi yang di Indonesia dipimpin oleh bapak @pramonoanung
Di tengah diskusi tentang bagaimana mengakhiri korupsi saya menerima kabar.
Presiden PKS, Lutfi Hasan ditangkap KPK.
Saya tidak mengerti mesti bereaksi apa. Karena jauh. Tapi malam hari, saya menerima perintah untuk balik.
Besok @anismatta akan dilantik menjadi Presiden PKS yang baru.
Saya meminta izin kepada panitia bahwa saya akan pulang lebih awal.
Dan saya tiba di DPP PKS persis saat Presiden baru @anismatta akan berpidato.
Itu adalah pidato berkesan dan semua orang di ruangan itu menangis.
Sampai sekarang, saya tidak mengerti kenapa kami terharu.
Mungkin karena kami di PKS mengalami sesuatu yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
Seperti orang ditinggal kematian atau perpisahan. Ada kepedihan. Entah dimana.
Karena ini Sesuatu yang langka dan mustahil bagi PKS terjadi.
Jarak moral kader dengan apa yang terjadi memang sangat jauh.
Bayangkan Presiden partai ditangkap dengan tuduhan korupsi.
Inilah yang membuat shock dan memukul sangat keras. Hari-hari itu adalah hari-hari malu.
Malu kepada semua yang pernah kita katakan. Bukankah partai ini sangat sarat dengan ajaran moral?
Justru itulah masalahnya. Apalagi setelah kasus pemeriksaan berjalan. Mengalir sampai jauh...
Tentang asmara dan percintaan yang tak ada kaitannya dengan perkara.
Tentang nafkah keluarga yang disiarkan sebagai aliran dana haram.
Tentang percakapan rahasia suami-isteri yang menjadi menu sarapan.
Inilah sandiwara yang Adalah pukulan bertubi-tubi yang hampir mematikan.
Tetapi Alhamdullilah, Aklamasi memutuskan @anismatta sebagai Presiden PKS adalah tepat.
Presiden @anismatta adalah sekjen sejak awal partai berdiri.
Secara organisasi dialah yang paling paham jeroan partai.
Tapi selama jadi sekjen, @anismatta sangat menikmati kerja di dapur.
Baginya amanah jabatan jangan dikejar dan Baginya kapasitas lebih penting dari posisi jabatan.
Maka, ketika secara Aklamasi dia ditunjuk, dia mengingatkan yang memilih.
"Saya juga ada masalah, apakah saya tidak akan jadi beban?" Tanyanya.
Semua yang hadir meyakinkannya. Dan bismillah ia dilantik.
Dalam pidatonya ia mengajukan 3 syarat jika ingin lulus ujian ini.
Tawakal kepada Allah, Soliditas ukhuwwah dan kerja keras.
"Hari ini, tidak ada lagi waktu untuk tidur", teriaknya. Tatajafa junubuhum anil madhoji'...!!
Pidatonya menggelegar di seluruh negeri. Moral kader dibangkitkan dengan ayat-ayat ilahi.
Kisah-kisah ilahiyah diangkat ke permukaan menjadi hikmah .
Dan kader serta simpatisan diajak dalam kesadaran yang penuh.
"Inilah saat kita memandang diri kita dengan cara baru." "Jangan2 memang kita banyak salah dan perlu evaluasi."
"Pelajaran ini sangat berharga dan merupakan sayang Allah pada kita." "Sekarang mari mengubah strategi."
"Pencitraan takkan lagi berfungsi. Kita perlu masuk ke hati publik."
"Datanglah dan jadikanlah rumah masyarakat sebagai rumah kita."
"Tampil lah apa adanya karena memang kita apa adanya."
"Dari dulu kita begini dan tidak ada yang berubah kecuali Kemampuan melayani."
"Rasakan respon publik kepada kita lalu pegang lah dada kita."
"Sekarang, apakah ada gemuruh kemenangan di dada kita?"
Itulah akhir pidato yang selalu didengungkan... Kader bangkit dan mesin partai menggeliat.
Hanya dalam setahun, @anismatta memimpin sebuah rute yang rumit.
Ia mengumpamakan dengan kisah nabi yusuf :masuk sumur dan dari keluar sumur menuju istana.
Sekarang, setelah pemilu dan ketika suara sedang dihitung. Kita bersyukur bahwa PKS bertahan. #PKStidakMati #PKSbersyukur
Semuanya karena karunia Allah penguasa alam semesta. #PKSbersyukur#PKStidakMati
Tak ada rencana yang jalan. Kecuali mendapat ijin dan restu dariNya. #PKSbersyukur
DPP PKS dibawah Presiden @anismatta telah berupaya keras.
Dalam keadaan sulit ketika semua orang diyakinkan bahwa PKS habis.
Maka capaian yang ada sekarang adalah prestasi di bawah cibiran.
Saya merasa bagaimana kawan-kawan pergi meninggalkan kita.
Kita seperti terpojok sendiri tanpa kawan.
Dalam keadaan seperti itu pimpinan kita membesarkan jiwa kita.
Orang2 yang paham organisasi akan paham apa yg PKS lakukan.
Persis setelah #PutihkanGBK seorang kawan saya mengabarkan.
"Ri, orang2 kaget mereka kira partai lo akan mati."
Dan betul #PKStidakMati bahkan bikin kejutan. Ke depan PKS akan terus bikin kejutan. Insya Allah.
[pyg]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 14, 2014
Partai politik berbasis massa Islam masih punya peluang untuk memenangkan pemilihan presiden. peluang tersebut dapat ditempuh apabila partai Islam berkoalisi.
"Andai saja PKB, PAN, PKS, PPP dan PBB mau berkoalisi, maka partai-partai berbasis massa Islam itu tidak sekadar mampu memenuhi syarat Presidential Threshold (PT) untuk mengusung capres-cawapres sendiri, tetapi juga potensial memenangkan Pilpres 2014," kata Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat Untuk Demokrasi (Sigma) Sahid Salahudin kepada merdeka.com, Jakarta, Senin (14/4).
Dia menambahkan, jika hal ini dapat terjadi, maka peta politik jelang pemilu presiden akan berubah. Koalisi partai Islam dalam membuat repot tiga partai besar.
"Jika koalisi PKB, PAN, PKS, PPP dan PBB benar-benar terealisasi, ini bisa merepotkan dan membuat kelimpungan partai-partai nasionalis. Peta koalisi juga akan menjadi berantakan. Katakanlah PDIP tetap bisa berkoalisi dengan NasDem untuk mengusung Jokowi, tetapi mereka menjadi tidak mudah untuk mencari pendamping yang bisa mendongkrak Jokowi karena tokoh-tokoh Islam tadi sudah serempak menggelengkan kepala," tutur dia.
"Hal yang sama akan dialami oleh Gerindra dan Golkar. Kedua parpol itu akan kepusingan juga. Karena Prabowo dan ARB terancam kehilangan peluang menjadi capres. Penentunya kan tinggal Demokrat dan Hanura," tambahnya.[mdk/pksnongsa]
posted by @Adimin
Koalisi Partai Islam Bisa Repotkan Partai Nasionalis
Written By Anonymous on 14 April, 2014 | April 14, 2014
Partai politik berbasis massa Islam masih punya peluang untuk memenangkan pemilihan presiden. peluang tersebut dapat ditempuh apabila partai Islam berkoalisi.
"Andai saja PKB, PAN, PKS, PPP dan PBB mau berkoalisi, maka partai-partai berbasis massa Islam itu tidak sekadar mampu memenuhi syarat Presidential Threshold (PT) untuk mengusung capres-cawapres sendiri, tetapi juga potensial memenangkan Pilpres 2014," kata Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat Untuk Demokrasi (Sigma) Sahid Salahudin kepada merdeka.com, Jakarta, Senin (14/4).
Dia menambahkan, jika hal ini dapat terjadi, maka peta politik jelang pemilu presiden akan berubah. Koalisi partai Islam dalam membuat repot tiga partai besar.
"Jika koalisi PKB, PAN, PKS, PPP dan PBB benar-benar terealisasi, ini bisa merepotkan dan membuat kelimpungan partai-partai nasionalis. Peta koalisi juga akan menjadi berantakan. Katakanlah PDIP tetap bisa berkoalisi dengan NasDem untuk mengusung Jokowi, tetapi mereka menjadi tidak mudah untuk mencari pendamping yang bisa mendongkrak Jokowi karena tokoh-tokoh Islam tadi sudah serempak menggelengkan kepala," tutur dia.
"Hal yang sama akan dialami oleh Gerindra dan Golkar. Kedua parpol itu akan kepusingan juga. Karena Prabowo dan ARB terancam kehilangan peluang menjadi capres. Penentunya kan tinggal Demokrat dan Hanura," tambahnya.[mdk/pksnongsa]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 14, 2014
posted by @Adimin
Langkah PKS Untuk Membongkar Kecurangan Perlu Didukung
Berikut ini siaran pers dari Jaringan Pemantau Pemilu Independen (JPPI)#kecurangan
1.Gubenur Kalbar Cornelis disinyalir telah melakukan kecurangan dalam pemilu legislatif di Kalimantan Barat #JPPI
2.Dengan mengunakan money politic untuk berusaha menaikan suara PDIP agar optima suara PDIP optimal mencapai real suara hingga 20 persen.
3.a. seperti di Kabupaten Landak pada hari Jumat, Wakil Bupati Kabupaten Landak atas perintah Cornelis (Gubenur Kalbar)#JPPI
3.b. mencairkan anggaran Rp. 1.6 milyar untuk menghilangkan suara partai lainya di setiap TPS-TPS di Landak#JPPI
3.c.Seperti suara PAN hilang 4.000 suara, suara Golkar lenyap 6.000 suara, suara Patai Demokrat hilang 1.8901 suara, #JPPI
3.d.suara Partai Gerindra lenyap 7.845 suara, suara P Nasdem dicuri 9.089 suara n suara partai lainya dicuri hingga mencapai 14.356 suara.
4a.Di Kabupaten Sanggau, Bupati terpilih juga pada hari yang sama mencairkan dana Pemda sebesar Rp. 1,9 milyar #JPPI
4b.dan menyebabkan kenaikan suara PDIP hingga mencapai 75.987 suara #JPPI
- Di Kabupaten Ketapang terjadi pengeluaran dana Bansos Rp. 2,8 milyar yang merubah suara PDIP hingga naik menjadi 125.682 suara.#JPPI
- Fakta di atas adalah hasil pemantauan dari Jaringan Pemantau Pemilu Independent (JPPI)
Fokus PKS pada hasil penghitungan sudah tepat. Selain u memastikan suara sendiri, juga u mengetahui adanya kecurangan partai lain.#curang
Selama ini sepertix hanya PKS yg fokus pada penghitungan suara, sementara partai lain sibuk dagang politik n konsensi pd parpol lain#curang
Ada adagium:suara rakyat suara Tuhan. Sehingga satu suara pun berharga dlm ranah demokrasi elektoral. Mesti dijaga#curang
PKS selama ini ketat dengan adminitrasi Pemilu, dg formulir C1 yg lengkap, ini juga penting u membongkar kecurangan partai lain.
Sejauh ini baru PKS yg membongkar kecurangan PDIP dalam penggelembungan suara. Partai lain sepertinya menganggap hal biasa saja.
Berdasarkan pres reale dari Jaringan Pemantau Pemilu Independen, di Kalbar yg gubenurx dari PDIP, banyak melakukan penggelembungan.#curang
Daerah2 yang kepala daerahnya PDIP ini yang patut terus menerus dipantau agar klu terjadi penggelembungan suara bisa dicegah.#curang
Jangan sampai dilenakan dengan hiruk pikuk koalisi sehingga kecurangan pemilu dibiarkan begitu saja. #curang
Pemilu kali ini menarik, justru PDIP yang mengaku oposisi yg diduga banyak melakukan kecurangan. #curang
Taktik yg dipakai PDIP agar kecurangan tidak terekspos adalah menciptakan kegaduhan koalisi. Partai lain kecuali PKS terpancing.#curang
Media massa hampir semua tersedot o sirkus koalisi yang diperankan Jokowi, sementara kecurangan pemilu hy menjadi berita sambil lalu#curang
Peran PKS sdh tepat tetap memantau hasil pemilu tanpa terpancing sirkus koalisi Jokowi.#curang
Apalagi sekarang Jokowi sdh mendapatkan tivi nasional, sehingga sirkus koalisinya akan smakin masif digoreng, n kecurangan PDIP aman#curang
Jangan sampai kita terkecoh o akrobat koalisi Jokowi sehingga melupakan kecurangan PDIP. Langkah PKS u membongkar kecurangan perlu didukung
@RagilNugroho1
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
April 14, 2014
posted by @Adimin
Saatnya Poros Keummatan dan Kenegaraan Menentukan Arah Baru Indonesia
Pengamat politik Islam dari Universitas Indonesia, Dr Yon Mahmudi memprediksi partai-partai politik yang berbasis keummatan (Islam) berpeluang membangun koalisi membangun pemerintahan yang kuat dengan memajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2014. Lebih jauh Yon Machmudi mengatakan koalisi partai keummatan bisa menjadi salah satu alternative koalisi dan yang terpenting memiliki kedekatan ideologis. Serta konstituen partai-partai ini cenderung mudah dimobilisasi karena adanya ikatan emosional dan ideologis dengan partai.
Mencermati koalisi yang akan terjadi, aspek-aspek teoritis pun wajib dicermati oleh beberapa partai politik pelaku koalisi, menyandingkan aspek teoritis bersama latar belakang koalisi strategis tadi, akan membentuk koalisi yang kuat, bertahan lama dan berorientasi kepada kebijakan yang memihak rakyat. Menurut Arend Lijphart (1984:48-49) di Indonesia ini ada empat teori yang memungkinkan untuk diterapkan, yaitu:
1. Minimal Winning Coalitions, Prinsip dasar dari koalisi ini adalah maksimalisasi kekuasaan atau sebanyak mungkin memperoleh kursi di cabinet dan mengabaikan partai yang tidak perlu. Koalisi tersebut dibentuk tanpa terlalu memperdulikan posisi partai dalam spectrum ideologi (Cipto, 2000 : 25)
2. Minimum Size Coalitions, koalisi ini terbentuk bila suatu partai yang memperoleh suara terbanyak akan mencari partai yang lebih kecil untuk sekedar mencapai suara mayoritas (Cipto, 2000 : 25)
3. Bargaining Proportion Coalitions, prinsip koalisi ini adalah memudahkan proses negoisasi dan tawar menawar karena anggota atau rekanan koalisi hanya sedikit. Akan tetapi jumlah rekanan koalisiyang sedikit bukan merupakan jaminanan bahwa koalisi akan berjalan lancar tanpa gangguan (Cipto, 2000 : 26)
4. Minimal Range Coalitions, dasar dari koalisi ini adalah kedekatan pada kecenderungan ideologis memudahkan partai-partai berkoalisi membentuk kabinet (Cipto, 2000 : 26)
Prediksi para pengamat paling tidak ada tiga koalisi yang paling yang akan terbentuk pada pilpres 2014 yaitu:
1. Koalisi Pertama: PDIP (19.0%) dan Gerindra (11,80%) koalisi partai oposisi
2. Koalisi Kedua: Golkar (14,30%), Demokrat (9,60%) Hanura (5,50%) dan Nasdem (6,90%) koalisi partai besar
3. Koalisi Ketiga yaitu PKS (6,90%), PKB (9,20%), PAN (7,50%) dan PPP (6,70%)koalisi partai tengah (Poros Keummatan)
*(Catatan: data perolehan suara sifatnya sementara yang bersumber dari detik.com (quick count) per 10 April 2014.)
tiga bentuk koalisi ini sangat menarik dan proporsional jika berlanjut pada Pilpres mendatang karena didukung oleh candidat capres masing masing partai yang kredibel dan kuat. Koalisi partai oposisi memilki Jokowi dan Prabowo yang sudah lama digadang-gadang. Koalisi partai besar memiliki Abu Rizal Bakrie, Dahlan Iskan, Wiranto dan Surya Paloh yang juga sudah diorbitkan sejak lama.Koalisi partai tengah tidak kalah kuatnya karena telah memiliki calon calon presiden yang tidak kalah polpulernya yaitu Anis Matta/Hidayat Nur Wahid/Ahmad Heryawan, Mahfudz MD dan Hatta Rajasa dan yang lainya.
Secara garis besar hanya akan ada dua poros strategis yaitu poros keummatan dan poros nasionalis sekuler. Pembentukan koalisi tidak ubahnya peristiwa lamar-melamar dalam proses pernikahan. Harus ada pelamar dan harus ada yang dilamar. Pelamar biasanya lebih aktif dan akan memimpin bahtera rumah tangga nantinya, sedangkan yang dilamar selalu dikondisikan pasif dan lebih banyak menunggu. Pelamar adalah sosok yang akan menjadi tulang punggung sedangkan yang dilamar akan menjadi tulang rusuk.
Selama ini poros keummatan selalu digambarkan sebagai gadis cantik yang siap untuk dilamar oleh poros nasionalis sekuler. Sehingga poros keummatan hanya dijadikan pendamping saja. Bila kurang diperlukan dapat ditalak kapan saja.Fenomena ini dapat kita saksikan pada koalisi poros keummatan ketika partai demokrat memimipin setgab koalisi. Salah partai poros keummatan yang sangat kritis dan menyadari ini barulah PKS. Sehingga PKS menyatakan pada pilpres 2014 siap memimpin koalisi atau siap memimpin oposisi.
Poros Keummatan dan kenegaraan harus menjadi otak, hati dan tulang pungung Indonesia Indonesia adalah Negara yang majemuk. Negara yang besar dan mempunyai keanekaragaman potensi apabila bisa disatukan dalam satu barisan yang kuat dan stabil. Indonesia ini besar, tidak hanya bisa dipimpin oleh satu kelompok saja semua anak bangsa harus bergandeng tangan saling bekerjasama dengan rasa cinta, kerja cerdas dan keras dalam harmoni dalam kebersamaan.
Kita adalah suatu bangsa yang bernama Indonesia. Bangsa ini telah melampaui identitas-identas kelokalannya memilih satu identitas Indonesia. Kita sedang merancang nasib kita sendiri. Kita sedang menentukan peta jalan sejarah hidup kita sendiri. Indonesia saat sekarang ini harus bisa memberikan sumbangsih bagi peradaban dunia. Indonesia adalah salah satu dari sedikit bangsa yang lahir dari klaim-klaim primordialnya. Karena beban berat tidak bisa kita pikul sendiri.
Pemilu 2014 secara umum semua partai tidak ada yang mendapatkan suara yang dominan. Rata-rata perolehan partai 7-15%, rata-rata merupakan partai menengah. Sehingga dalam pemilihan presiden mau tidak mau partai-partai harus mengadakan koalisi dalam system presidensial agar kuat diparlemen untuk menjalankan agenda-agenda pemerintahannya.
Selain itu, koalisi ini harus mampu menghilangkan kegalauan Indonesia. Mengajak rakyat untuk tetap optimis, tidak menjual kecemasan walau masih banyak masalah yang belum kita selesaikan. Indonesia bukanlah Negara yang teramat miskin dan porak-poranda. Secara umum kita telah menyelesaikan besar masalah kebutuhan hidup yang layak rakyat kita. Indonesia adalah Negara menengah yang harus bisa melompat lebih tinggi yang akan membawakan kesejahteraan dan mewujudkan keadilan dan kesejahteraan yang lebih luas dan merata.
Perkembangan dunia yang yang semakin flat (datar) dan pasar bebas, dalam waktu dekat ini AFTA (ASEAN Community 2015).Indonesia harus bisa berperan dalam perkembangan peradaban dunia. Menentukan arah pertumbuhan ekonomi, mempengaruhi dan menjadi teladan dalam mengatur aktivitas sosial politik dan kebudayaan serta ikut menjaga stabilitas keamanan dunia.
Intinya Indonesia harus menjadi pemimpin negerinya sendiri dan berperan aktif dalam pergaulan dunia baik regional maupun internasional. Indonesia harus bisa membagi berkah dan rahmah bagi dunia internasional.
Poros koalisi keummatan dan kenegaraan ini harus mampu menjadi otak, hati dan tulang punggung Indonesia. Kita perlu memiliki mimpi besar dan menulis peristiwa besar dalam sejarah kebangsaan kita. Maka poros keummatan dan kenegaraan inilah yang akan menulis, menentukan sejarah dan masa depan Indonesia serta bertanggungjawab mengeksekusinya. Koalisi inilah yang akan bergandeng tangan dan memikul beban berat keindonesiaan bagi kontribusi kebaikan dunia.
Syarat-Syarat terbentuknya poros keummatan dan kenegaraan yang kuat ada beberapa persyaratan yang harus dipunyai poros keummatan untuk menjadi otak, hati dan tulang punggung Indonesia:
1. Lapang dada untuk menentukan tokoh yang akan diusung menjadi calon presiden dan wakil presiden.
2. Ada minoritas kreatif di parlemen
3. Pandai membangun hubungan dengan kelompok kepentingan (corparatist group relations) aktor ekonomi, buruh, pebisnis, pengambil kebijakan.
4. Memberikan ruang perbedaan untuk kompetisi antar kelompok kepentingan (pluralist interest group relations)
5. Mempunyai basis massa yang jelas, mudah dimobilisasi sesuai dengan bahasa zaman dan tuntutannya.
Geopolitik Partai-partai di Indonesia
Pemilu 2004 telah mengikis kuatnya polarisasi politik aliran di Indonesia. Polarisasi politik berdasarkan ideology tidak lagi menyebabkan ketegangan di Indonesia. Karena hampir seluruh partai di Indonesia berbasis umat Islam. Jadi ketegangan antara Islam, Modernitas dan ke-Indonesiaan telah selesai.
Partai-partai semuanya menjadi lebih terbuka. Partai berbasis islam menjadi lebih terbuka dan partai berbasis nasionalis selalu mempunyai sayap keislaman. Secara umum geopolitik partai di Indonesia dibagi dalam tiga alur saja. Ada tiga kelompok kekuatan politik. Masih seperti di orde baru yaitu kelompok sayap kiri (bantengis) kelompok sayap kanan (Bintangis) dan kelompok menengah (beringinis).
Sayap kiri mempunyai sifat psikologis yang selalu was-was terhadap potensi munculnya perbedaan berdasarkan latarbelakang agama atau peletakan posisi agama khusus agama Islam dalam tatanan konstitusional Negara. Derivate dari kelompok ini adalah PDIP, Gerindra, Nasdem dan PKPI. Atau jamak mereka disebut nasionalis sekuler.
Sayap Kanan mempunyai sifat psikologis menilai kekuatan politik menyatakan bahwa agama merupakan bagian tidak terpisahkan dari roh dan semangatkebangsaan Indonesia maka harus menjadi pondasi konstitusional Negara. Derivate dari sayap kanan ini adalah PPP,PKS, PBB, PAN, dan PKB.
Sedangkan sayap menengah mempunyai sifat psikologis kekuatan politik dan agama merupakan bagian yang tidak terpisahkan yang diperlukan adalah negosiasi antara politik dan agama dalam membangun pondasi konstitusional Negara. Derivate sayap menengah ini adalah Golkar dan Hanura.
Sayap kanan dan sayap menengah ini biasa disebut dengan nasionalis religius. Sayap kanan dan menengah inilah yang berpotensi membentuk koalisi poros keumatan dan kenegaraan.
Sifat alamiah psikologis partai-partai ini secara spesifik bisa kita jelaskan sebagai berikut:
1. Golkar dengan jargon Golkar barunya sudah sangat berubah dengan sifat psikologis Golkar di zaman Orde Baru.
2. PKB merupakan intelektual muslim yang terfilter dari basis massa NU
3. PAN merupakan intelektual muslim yang terfilter dari basis massanya Muhammadiyah.
4. PKS adalah anak biologis dan anak ideologis reformasi 1998. (anak kandung reformasi)
5. PBB adalah basis massa dari partai masyumi modern yang mempunyai ide-ide yang brilian mengenai Islam dan kebangsaan.
6. Hanura adalah Inti dari hati nurani Golkar.
Analisis Rekomposisi koalisi besar Poros keummatan dan kenegaraan
Pertama, poros keummatan dan kenegaraan yang ideal. Golkar, PKB, PAN, PKSPBB, Hanura dan PBB. Sekitar 70% suara.
Kedua, PKS, PPP,PAN,PKB dan PBB sekitar 32%
Ketiga, Golkar, PKS dan Hanura sekitar 30%.
Formasi diatas adalah konfigurasi pendekatan ideal terbentuknya poros keummatan dan kenegaraan. Selain kemungkinan ini masih ada kemungkinan formasi lain yaitu tidak terkutubnya koalisi yang akan terjadi.
Epilog
Indonesia saat sekarang ini harus sudah menjemput takdirnya untuk menjadi lokomotif peradaban dunia. Kepentingan bangsa, ummat dan Negara diatas segalanya. Poros koalisi keummatan dan kenegaraan ini harus bisa berdiri diatas segala golongan. Tidak hanya menjadi payung, tenda besar tapi harus menjadi rumah besar bagi seluruh rakyat Indonesia. Politik adalah lapangan untuk bermain bukan untuk saling memerangi antar anak bangsa. Kekuatan riil politik saat sekarang ini bertumpu pada pelayanan kepada rakyat.
Hal yang menarik dari kemenangan meyakinkan dari AKP yang meraih 49% di Pemilu30 Maret 2014 lalu, adalah para pejabat publiknya yang berlomba-lomba menunjukkan kekonsistenan pelaksanaan kebijakannya selama memimpin, bukan sekadar menjalankan program yang sifatnya temporer menjelang pemilu saja. Contohnya adalah walikota Ankara, ibukota Turki, yang konsisten membangun metro sehingga saat ini terdapat 3 jalur metro selama masa kepemimpinannya. Istanbul bahkan memiliki 5 jalur.
Ketidakkonsistenan pejabat publik akan dimanfaatkan dengan cepat oleh lawan politiknya, bukan untuk dijatuhkan namanya, namun untuk dipraktekkan di daerah kepemimpinannya. Di sinilah terlihat, kompetisi dalam demokrasi membawa hikmah bagi masyarakat.
Salah satu partai yang sangat mungkin menjadi perekat dalam poros koalisi keummatan dan kenegaraan ini adalah PKS. Alasannya mereka adalah kelompok yang sangat berlapang dada dan terbukti mampu bertahan di tengah badai. Kepemimpinan ke depan memerlukan orang-orang yang teruji dalam kesulitan lalu mereka bisa melaluinya dengan baik. Mereka senantiasa memberikan berkah dan rahmat kepada semua orang. Mereka tidak besar. Karena peradaban besar tidak dibangun oleh banyak orang tapi oleh sedikit orang. Arnold Toynbee menyebutnya “Minoritas Kreatif”.
Esensi dari politik persis seperti yang dijalankan PKS, masuk ke bidang politik atau demokrasi adalah semata-mata menjadi pelayan masyarakat untuk meraih ridho Allah, insyaa Allah. Dan saat ini, dengan meratanya kekuatan partai politik, kartu truf pilpres RI ada di tangan PKS. Karena ketika menghadapi badai rekayasa politik, PKS berdiri sendirian. Sehingga saat seperti sekarang ini bagi PKS adalah masa yang paling tidak memiliki beban psikologis apapun untuk menentukan langkah ke depan. Bisa fokus amar ma’ruf nahi munkar di oposisi, namun jika kader terbaik PKS diajukan sebagai Capres* untuk membentuk koalisi, platform PKS yang menekankan AYTKTM (Apapun Yang Terjadi Kami Tetap melayani) sebagai harga mati, mutlak untuk di-bargain-kan baik ke luar maupun ke dalam.
Oleh: H. Sofyan Siroj, Lc, MM
Direktur Utama Qolbu Re-ngineering (QR) Foundation
Alamat: Jl Cipta Karya Gg. Hidayah No. 94 Panam- Pekanbaru Riau
[pksnongsa]
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
April 14, 2014
posted by @Adimin
Inilah Tiga Syarat Koalisi Dari PKS
Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfudz Siddiq kepada Detikcom mengungkapkan tiga syarat koalisi yang diajukan partainya. Pertama, mitra yang memberi peluang besar untuk menang; kedua, punya pandangan dan manajemen koalisi yang sama; dan ketiga, punya kedekatan agenda kepemimpinan lima tahun ke depan. Tapi partai mana yang disodori syarat tersebut belum terjawab.
Presiden PKS Anis Matta masih menjalin komunikasi dengan beberapa petinggi partai. Misalnya, bertemu dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie. Namun belum ada pembicaraan menyangkut koalisi. Alternatif datang dari Wasekjen lain PKS Refrizal untuk mengajak partai Islam bersatu membentuk koalisi. "Usulan saya adalah 'plus Gerindra', menindaklanjuti usulan Pak Tifatul Sembiring soal koalisi partai Islam," katanya.
Dalam hitung cepat PKS memperoleh suara 6,9%, ini penurunan sedikit dibanding Pemilu 2009 yang 7,88%. Dan ini membuktikan beberapa survey yang menyebut PKS bakal ketendang dari parlemen. "Selalu dianggap akan tenggelam dari panggung politik, tidak terbukti," Kata Anis Matta kepada Kompas. Bahkan dalah hitungan internal PKS, seperti dikutip Vivanews, perolehan suara PKS 9,44%.
Presiden PKS Anis Matta masih menjalin komunikasi dengan beberapa petinggi partai. Misalnya, bertemu dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie. Namun belum ada pembicaraan menyangkut koalisi. Alternatif datang dari Wasekjen lain PKS Refrizal untuk mengajak partai Islam bersatu membentuk koalisi. "Usulan saya adalah 'plus Gerindra', menindaklanjuti usulan Pak Tifatul Sembiring soal koalisi partai Islam," katanya.
Dalam hitung cepat PKS memperoleh suara 6,9%, ini penurunan sedikit dibanding Pemilu 2009 yang 7,88%. Dan ini membuktikan beberapa survey yang menyebut PKS bakal ketendang dari parlemen. "Selalu dianggap akan tenggelam dari panggung politik, tidak terbukti," Kata Anis Matta kepada Kompas. Bahkan dalah hitungan internal PKS, seperti dikutip Vivanews, perolehan suara PKS 9,44%.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN







