Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
April 24, 2014
posted by @Adimin
Kabupaten Agam, PKS Berhasil Mendapat 6 Kursi di DPRD
Written By Anonymous on 24 April, 2014 | April 24, 2014
Dari 34 orang calon incumbent yang maju kembali sebagai calon anggota DPRD Agam, hanya 14 orang yang diprediksi kembali terpilih. Sisanya, sebanyak 20 caleg incumbent lainnya tersingkir. Banyaknya caleg incumbent yang rontok dalam pemilihan legislatif tahun ini, disinyalir masyarakat sudah tidak percaya lagi akibat terlalu banyak ingkar janji.
Untuk Dapil I (Tanjungmutiara dan Lubukbasung), diprediksi 3 caleg incumbent yang kembali terpilih, yaitu, Marga Indra Putra dan Fauzi dari Demokrat, Lazuardi Erman dari Golkar dan Masrizal dari PKS. Sedangkan di dapil II (Palembayan dan Ampeknagari), caleg incumbent yang berpeluang maju adalah Suharman dari Hanura (sebelumnya dari PPRN).
Kemudian di Dapil III (Tilatangkamang, Kamangmagek dan Palupuh), ada tiga caleg incumbent yang berpeluang kembali duduk, di antaranya Syafrudin dari PKS, Efendi RM dari Golkar, dan Ali Fuadi dari PAN. Dapil IV (Baso, Ampekangkek dan Candung), Arman J Piliang dari Golkar, dan Z Dt Pamuncak Majo Lelo dari Demokrat berpeluang kembali terpilih.
Selanjutnya, dapil V (IV Koto dan Banuhampu) dua caleg incumbent yang diprediksi kembali duduk di DPRD untuk periode 2014-2019 adalah Guswardi dari PKS dan Taslim dari PAN. Sementara, di Dapil VI (Tanjungraya dan Matur) hanya seorang caleg incumbent yang berpeluang, yaitu Muhammad Abrar dari PKS.
Dari pleno yang dilakukan KPU Agam beberapa hari lalu, dari 45 kursi di DPRD Agam, Partai Demokrat diperkirakan akan meraih 9 kursi periode ini. Perolehan ini berkurang dua kursi dari periode sekarang. Sedangkan Partai Golkar kemungkinan akan meraih 7 kursi, PKS 6 kursi, Hanura 3 kursi.
Kemudian, PAN diprediksi memperoleh 6 kursi, PPP 4 kursi, PBB 2 kursi, NasDem 4 kursi dan Gerindra 4 kursi. Dari hasil perolehan suara untuk DPRD Agam, pimpinan DPRD Agam juga tidak akan mengalami perubahan. Sama seperti periode sebelumnya, ketua berkemungkinan masih akan dijabat oleh calon dari Demokrat, wakil ketua Gokar dan PKS.
Untuk Demokrat, suara tertinggi di seluruh dapil diperoleh Marga Indra Putra 2.936. Sedangkan suara tertinggi Golkar diraih oleh Lazuardi Erman 1.947. Kemudian, partai pemenang ketiga adalah PKS suara tertinggi diraih oleh Guswardi dengan suara 2.242.
Untuk dua caleg incumbent perempuan, Zulfaidar dari Golkar dan Risma Hasni dari PAN perolehan suaranya kurang memuaskan. Untuk keterwakilan perempuan di DPRD Agam, hanya satu dari 176 caleg perempuan yang diprediksi terpilih, yaitu Aderia dari Partai Demokrat yang maju di dapil 5.
Namun begitu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Agam baru menetapkan nama 45 anggota DPRD Agam periode 2014-2019 setelah dilakukannya pleno di tingkat provinsi. ”Kita belum bisa menetapkan siapa saja calon yang akan duduk. Sebab, kita masih harus melalui tahapan rekapitulasi tingkat provinsi,” kata Ketua KPU Agam, Alhadi.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Koma Agam, Anizur mengungkapkan, banyaknya calegincumbent yang tidak terpilih lagi dinilai karena para caleg tidak menepati janjinya kepada konstituennya. Sehingga, masyarakat tidak mau lagi memilih caleg yang dinilai tidak tepat janji di periode selanjutnya.
”Masyarakat sekarang sudah cerdas. Mereka tahu siapa orang yang bisa memperjuangkan aspirasi rakyat saat duduk di dewan nanti. Belum lagi, sekarang semakin banyak caleg-caleg muda yang lebih berkualitas,” kata Anizur.
Hasil perolehan suara partai politik untuk DPRD Agam:
- NasDem 17,055 (7,80 %)
- PKB 6,922 (3,17 %)
- PKS 25,688 (11,74 %)
- PDI Perjuangan 5.559 (2,54 %)
- Golkar 32.188 (14,72 %)
- Gerindra 22.034 (10,08 % )
- Demokrat 35.888 (16,41 %)
- PAN 23.320 (10,66 %)
- PPP 18.756 (8,58 %)
- Hanura 14.641 (6,70 %)
- PBB 14.356 (6,56 %)
- PKPI 2.291 (1,05 %)
[http://padangekspres.co.id/]
Label:
KIPRAH KAMI,
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 24, 2014
posted by @Adimin
PKS PESSEL Raih 5 Kursi di DPRD
1. Beni Jovial 895 (PKS 2.712 suara) dari Dapil Pessel I (Koto XI Tarusan, Bayang dan Bayang Utara).
2. Efrianto 628 (PKS 2.442 suara) dari Dapil Pessel II (IV Jurai dan Batang Kapas)
3. Dalisman 1.392 (PKS 4.757 suara) Dapil III (Sutera dan Lengayang)
4. Pardis 1.206 (PKS 3.311 suara) dari Dapil IV (RAnah Pesisir dan Linggo Sari Baganti)
5. Igun Pradifta 587 (PKS 3.311 suara) dari Dapil V (Airpura, Pancung Soal, Ranah Ampek Hulu Tapan, Basa Ampek Bali Tapan, Lunang dan Silaut)
[http://spiritsumbar.com/]
posted by @Adimin
Label:
KIPRAH KAMI,
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 24, 2014
posted by @Adimin
Perolehan Kursi Sementara DPRD Sumbar
Kemungkinan Wakil Rakyat Sumbar Periode 2014-2019, dari 65 kursi DPRD Sumbar maka sementara yang mengisi kursi wakil rakyat Sumbar, Daerah Pemilihan:
Dapil Sumbar 1 (Kota Padang) 9 kursi:
1. Trinda Farhan S, (PKS)
2. Rahmat Saleh (PKS)
2. Afrizal (Golkar),
3. Suwirpen Suib (Demokrat),
4. Indra Dt Rajo Lelo (PAN),
5. Hidayat (Gerindra),
6. Yuliarman (PPP),
7. Taufik Hidayat (Hanura),
8. Apris (Nasdem)
9. Albert Indra Lukman (PDI Perjuangan).
Dapil Sumbar 2 (Padang Pariaman dan Kota Pariaman) 10 kursi:
1. Siti Izzati (Golkar),
2. Endarmy (Nasdem),
3. Eri Zulfian (Demokrat),
4. Jasma Juni Dt Gadang (Gerindra),
5. Komi Chaniago (PBB),
6. Zalman Zaunit (PPP),
7. Darmon (PAN).
Masih ada 3 kursi yang belum diketahui
Dapil Sumbar 3 (Agam dan Bukittinggi) 8 kursi :
1. Aristo Munandar (Golkar),
2. Nofrizon (Demokrat),
3. Martias Tanjung (PPP),
4. Asmiati (Hanura),
5. Rafdinal (PKS),
6. Ismunandi (Gerindra),
7. Murdani (NasDem),
8. Guspardi Gaus (PAN).
Dapil Sumbar 4 (Pasaman dan Pasaman Barat)
Rekapitulasi belum selesai
Dapil Sumbar 5 (Limapuluh Kota dan Payakumbuh) 6 kursi:
1. Darman Syahladi (Demokrat),
2. Supardi (Gerindra),
3. Yulfitni Djasiran (Golkar),
4. Irsyad Safar (PKS),
5. Novi Yuliasni (PPP),
6. Herman Mawardi (PAN).
Dapil Sumbar 6 (Kab. Sijunjung, Kab. Tanah Datar, Kab. Dharmasraya, Kota Sawahlunto, Kota Padang Panjang) 11 kursi:
Rekapitulasi belum selesai
Dapil Sumbar 7 (Kab. Solok, Kab. Solok Selatan dan Kota Solok) 7 Kursi:
1. Zigo Rolanda( Golkar),
2. Sabrana (Gerindra),
3. Asrul ( Demokrat),
4. Zulfadri Nurdin (PPP),
5. Irwan Afriadi (NasDem),
6. Nazar Bakri (PKS),
7. Ahmad Rius (PAN)
Dapil Sumbar 8 (Kab. Pesisir Selatan dan Kab. Kepulauan Mentawai)
Rekapitulasi belum selesai
[http://spiritsumbar.com/]
Label:
TOPIK PILIHAN
April 24, 2014
Menkominfo Tifatul Sembiring dipastikan lolos ke Senayan. Mantan Presiden PKS ini kembali melenggang ke Senayan dari Dapil Sumut I bersama beberapa nama beken yang lain seperti Ruhut Sitompul dari Demokrat dan Meutya Hafid dari Golkar.
Berikut Calon Anggota Legislatif Caleg DPR Pusat Daerah Pemilihan Dapil Sumatera Utara I yang Lolos, seperti dilansir dari JPNN:
Anggota DPR Periode 2014-2019 Dapil Sumut I
Dapil Sumut 1 Meliputi: Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Tebing Tinggi.
Jatah Kursi: 10 Kursi.
1. Leo Nababan (Golkar)
2. Meutya Hafid (Golkar)
3. Irmadi Lubis (PDIP)
4. Sofyan Tan (PDIP)
5. Tifatul Sembiring (PKS)
6. Ruhut Sitompul (Demokrat)
7. HR Muh. Syafi’i / Posma Sitompul (Gerindra)
8. Prananda Surya Paloh (Nasdem)
9. Nurdin Tampubolon (Hanura)
10. Hasrul Azwar (PPP)
[pyg]
posted by @Adimin
Tifatul Sembiring Lolos Ke Senayan
Menkominfo Tifatul Sembiring dipastikan lolos ke Senayan. Mantan Presiden PKS ini kembali melenggang ke Senayan dari Dapil Sumut I bersama beberapa nama beken yang lain seperti Ruhut Sitompul dari Demokrat dan Meutya Hafid dari Golkar.
Berikut Calon Anggota Legislatif Caleg DPR Pusat Daerah Pemilihan Dapil Sumatera Utara I yang Lolos, seperti dilansir dari JPNN:
Anggota DPR Periode 2014-2019 Dapil Sumut I
Dapil Sumut 1 Meliputi: Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Tebing Tinggi.
Jatah Kursi: 10 Kursi.
1. Leo Nababan (Golkar)
2. Meutya Hafid (Golkar)
3. Irmadi Lubis (PDIP)
4. Sofyan Tan (PDIP)
5. Tifatul Sembiring (PKS)
6. Ruhut Sitompul (Demokrat)
7. HR Muh. Syafi’i / Posma Sitompul (Gerindra)
8. Prananda Surya Paloh (Nasdem)
9. Nurdin Tampubolon (Hanura)
10. Hasrul Azwar (PPP)
[pyg]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 24, 2014
posted by @Adimin
Tifatul Sembiring Peraih Suara Terbanyak Kedua di Deli Serdang
Tifatul Sembiring calon legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berpeluang lolos maju ke Senayan dari dapil Deli Serdang. Tifatul Sembiring yang saat ini juga menjabat sebagai Menkominfo memperoleh 20.584 suara.
Seperti yang dikutip dari Harian Sumut Pos dari Hasil Pleno KPU Deli Serdang untuk DPR-RI, Senin (21/04) menunjukkan Tifatul Sembiring (PKS) unggul dengan perolehan 20.584 suara berada diurutan kedua. Diurutan pertama Prananda Surya Paloh (Nasdem) dengan perolehan suara 21.293 dan menyusul peringkat ketiga H. Irmadi Lubis (PDIP) sebesar 19.971 suara.
Suara PKS dari dapil Deli Serdang menempati peringkat kelima dengan perolehan sebesar 63.184 suara. Berikut rincian perolehan partai politik di Deli Serdang:
1. PDIP: 116.629 suara
2. GOLKAR: 110.544 suara
3. Gerindra: 81.358 suara
4. Demokrat: 80.080 suara
5. PKS: 63.184 suara
6. PAN: 49.322 suara
7. Hanura: 47.433 suara
8. NasDem: 42.051 suara
9. PPP: 36.589 suara
10. PKB: 33.948 suara
11. PKPI: 21.785 suara
12. PBB: 17.231 suara
Seperti yang dikutip dari Harian Sumut Pos dari Hasil Pleno KPU Deli Serdang untuk DPR-RI, Senin (21/04) menunjukkan Tifatul Sembiring (PKS) unggul dengan perolehan 20.584 suara berada diurutan kedua. Diurutan pertama Prananda Surya Paloh (Nasdem) dengan perolehan suara 21.293 dan menyusul peringkat ketiga H. Irmadi Lubis (PDIP) sebesar 19.971 suara.
Suara PKS dari dapil Deli Serdang menempati peringkat kelima dengan perolehan sebesar 63.184 suara. Berikut rincian perolehan partai politik di Deli Serdang:
1. PDIP: 116.629 suara
2. GOLKAR: 110.544 suara
3. Gerindra: 81.358 suara
4. Demokrat: 80.080 suara
5. PKS: 63.184 suara
6. PAN: 49.322 suara
7. Hanura: 47.433 suara
8. NasDem: 42.051 suara
9. PPP: 36.589 suara
10. PKB: 33.948 suara
11. PKPI: 21.785 suara
12. PBB: 17.231 suara
[pkssumut.or.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 24, 2014
Oleh: Jumardi Salam
Follow @mardiundercover on Twitter
posted by @Adimin
Sosok Pemimpin yang Satu Ini Membuatku Begitu Terkesima
Saya memiliki beragam idola. Jika tokoh yang dimaksud adalah seorang pemimpin, maka bisa jadi Presiden, Gubernur, Walikota, dan sejenisnya yang saya idolakan. Begitu pun dengan tokoh penulis, atlet, dosen, motivator, dan lain sebagainya.
Nah, berhubung masih banyak masyarakat yang sulit percaya lagi dengan pemimpin masa kini, saya ingin bercerita tentang sosok idola saya berkategori pemimpin. Menurut saya, hal ini perlu dijadikan pertimbangan.
Mulanya saya mengenal beliau ketika menjelang pesta Pemilihan Gubernur (Pilgub)di sebuah provinsi di Jawa. Saya mengenalnya melalui sebuah link (jika tak salah dari fesbuk) yang mengarah pada profil dan prestasi beliau.
Setelah membacanya, hati saya tiba-tiba tergugah. Luar biasa. Saya tak pernah mendengar seorang pemimpin yang memiliki segudang prestasi seperti beliau.
Duh, saya pun semakin penasaran. Siapa gerangan sosok pria yang sebenarnya jarang diliput media ini?
Melalui sebuah e-book yang kebetulan saya dapatkan dari situs tim suksesnya,ternyata mampu membuka mata saya, bahwa ia adalah sosok pemimpin yang benar-benar amazing. Perlu saya katakan, ini bukanlah sebuah pencitraan, tetapi sebuah realita. Fakta namanya.
Hati kecil berkata: “Insya Allah pilgub kali ini pasti menang lagi”. Setelah penghitungan suara di umumkan ke publik, ternyata dugaan saya betul. Ia menjuarai kembali pilgub di provinsi itu dengan perolehan suara cukup besar. Satu putaran pula. Ia memproleh suara sebanyak 6.515.313, disusul pula dari pasangan kedua dengan suara 5.714.997.
Penasaran dengan sosok ini? Dialah kang Aher, sapaan akrab dari Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat (Jabar) yang terpilih sejak tahun 2008. Awalnya banyak yang tak percaya atas terpilih beliau sebagai Gubernur baru, tetapi lama kelamaan ia bisa membuktikannya dengan cara bekerja keras dan berprestasi (baca: ebook Aher Undercover). Warga Jabar pasti mengenal betul prestasi-prestasi beliau. Kini Indonesia sudah mulai meliriknya menjadi salah satu pemimpin berprestasi di negeri ini.
Nah, yang lebih menarik adalah
ketika saya berkomentar, di salah satu akun media sosial timsesnya: “Sebenarnya ia lebih pantas jadi presiden”. Opini tersebut bukan saja opini biasa, ternyata petinggi partainya, beberapa bulan yang lalu, menyatakan bahwa ia terpilih sebagai calon presiden (capres) bersama kedua rekannya, yaitu Anis Matta dan Nur Hidayat Wahid.
Harapan Indonesia kini semakin terbuka. Bila ia terpilih menjadi presiden, saya yakin Indonesia pasti bangkit dan berprestasi. Saya mengenal pula Anis Matta dan Hidayat Nur Wahid. Mereka juga punya track record yang bagus.
Semua kembali kepada petinggi partainya, yang akan diumumkan dalam waktu dekat ini. Apapun keputusannya, saya harus tetap tegar menerimanya, karena kang Aher dan rekannya memang layak memimpin Indonesia.
Samarinda, 04 Maret 2014
Nah, berhubung masih banyak masyarakat yang sulit percaya lagi dengan pemimpin masa kini, saya ingin bercerita tentang sosok idola saya berkategori pemimpin. Menurut saya, hal ini perlu dijadikan pertimbangan.
Mulanya saya mengenal beliau ketika menjelang pesta Pemilihan Gubernur (Pilgub)di sebuah provinsi di Jawa. Saya mengenalnya melalui sebuah link (jika tak salah dari fesbuk) yang mengarah pada profil dan prestasi beliau.
Setelah membacanya, hati saya tiba-tiba tergugah. Luar biasa. Saya tak pernah mendengar seorang pemimpin yang memiliki segudang prestasi seperti beliau.
Duh, saya pun semakin penasaran. Siapa gerangan sosok pria yang sebenarnya jarang diliput media ini?
Melalui sebuah e-book yang kebetulan saya dapatkan dari situs tim suksesnya,ternyata mampu membuka mata saya, bahwa ia adalah sosok pemimpin yang benar-benar amazing. Perlu saya katakan, ini bukanlah sebuah pencitraan, tetapi sebuah realita. Fakta namanya.
Hati kecil berkata: “Insya Allah pilgub kali ini pasti menang lagi”. Setelah penghitungan suara di umumkan ke publik, ternyata dugaan saya betul. Ia menjuarai kembali pilgub di provinsi itu dengan perolehan suara cukup besar. Satu putaran pula. Ia memproleh suara sebanyak 6.515.313, disusul pula dari pasangan kedua dengan suara 5.714.997.
Penasaran dengan sosok ini? Dialah kang Aher, sapaan akrab dari Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat (Jabar) yang terpilih sejak tahun 2008. Awalnya banyak yang tak percaya atas terpilih beliau sebagai Gubernur baru, tetapi lama kelamaan ia bisa membuktikannya dengan cara bekerja keras dan berprestasi (baca: ebook Aher Undercover). Warga Jabar pasti mengenal betul prestasi-prestasi beliau. Kini Indonesia sudah mulai meliriknya menjadi salah satu pemimpin berprestasi di negeri ini.
Nah, yang lebih menarik adalah
ketika saya berkomentar, di salah satu akun media sosial timsesnya: “Sebenarnya ia lebih pantas jadi presiden”. Opini tersebut bukan saja opini biasa, ternyata petinggi partainya, beberapa bulan yang lalu, menyatakan bahwa ia terpilih sebagai calon presiden (capres) bersama kedua rekannya, yaitu Anis Matta dan Nur Hidayat Wahid.
Harapan Indonesia kini semakin terbuka. Bila ia terpilih menjadi presiden, saya yakin Indonesia pasti bangkit dan berprestasi. Saya mengenal pula Anis Matta dan Hidayat Nur Wahid. Mereka juga punya track record yang bagus.
Semua kembali kepada petinggi partainya, yang akan diumumkan dalam waktu dekat ini. Apapun keputusannya, saya harus tetap tegar menerimanya, karena kang Aher dan rekannya memang layak memimpin Indonesia.
Samarinda, 04 Maret 2014
Oleh: Jumardi Salam
Follow @mardiundercover on Twitter
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 23, 2014
posted by @Adimin
Sikap Koalisi PKS Ditentukan di Rapat Majelis Syuro
Written By Anonymous on 23 April, 2014 | April 23, 2014
PADANG - Hasil hitung cepat (quick count) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapatkan suara 6,9 persen dalam pemilu legislatif. Dengan perolehan tersebut, PKS akan segera menentukan sikap untuk berkoalisi dengan partai lain.
Keputusan akan diambil dalam rapat majelis syuro 27 April mendatang. "Insya Allah tanggal 27 April, PKS akan ada majelis syuro. Disitu akan dibahas. Paling lambat tanggal 9-10 Mei," ujar Anggota Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri di sela pembukaan Rapat Koordinasi Pengembangan SDM dan Pembangunan Kesos III Tahun 2014 di Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (22/4/2014).
Kendati demikian, Menteri Sosial enggan menyebut partai mana yang akan menjadi pilihan PKS untuk berkoalisi. Menurutnya hasil tersebut akan segera diumumkan usai rapat.
"Belum tahu, nanti yang jelas akan dibahas salah satunya PKS akan berkoalisi dengan siapa, itu yang real yang akan dibahas," tegasnya.
Dia tak memungkiri kemungkinan koalisi dengan partai Islam lain dan membentuk poros tengah jilid II. Menurutnya, hal tersebut juga akan dibahas dalam majelis syuro. "Poros tengah bisa, poros samping bisa. Bisa semua. Tapi kan tidak sekarang, nanti dibahasnya," paparnya. [ded/okezone]
Keputusan akan diambil dalam rapat majelis syuro 27 April mendatang. "Insya Allah tanggal 27 April, PKS akan ada majelis syuro. Disitu akan dibahas. Paling lambat tanggal 9-10 Mei," ujar Anggota Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri di sela pembukaan Rapat Koordinasi Pengembangan SDM dan Pembangunan Kesos III Tahun 2014 di Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (22/4/2014).
Kendati demikian, Menteri Sosial enggan menyebut partai mana yang akan menjadi pilihan PKS untuk berkoalisi. Menurutnya hasil tersebut akan segera diumumkan usai rapat.
"Belum tahu, nanti yang jelas akan dibahas salah satunya PKS akan berkoalisi dengan siapa, itu yang real yang akan dibahas," tegasnya.
Dia tak memungkiri kemungkinan koalisi dengan partai Islam lain dan membentuk poros tengah jilid II. Menurutnya, hal tersebut juga akan dibahas dalam majelis syuro. "Poros tengah bisa, poros samping bisa. Bisa semua. Tapi kan tidak sekarang, nanti dibahasnya," paparnya. [ded/okezone]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 23, 2014
posted by @Adimin
Pleno Terbuka Padang Pariaman, PKS Dapat 4 Kursi di DPRD
PKS mendapat 4 kursi dari total 40 kursi di DPRD Padang Pariaman, ini di dapat dari hasil rapat pleno terbuka KPU di aula IKK, Parit Malintang, Kecamtan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, minggu (20/4) lalu.
Ke empat kursi yang di dapat masing-masing mewakili empat dapil yang ada. Berikut adalah nama aleg PKS yang di perkirakan duduk di DPRD Padang Pariaman periode 2014-2019.
Dapil 1: Jon Hendri daerah pemilihan (Sungai Limau, Sungai Geringging, IV Koto Aua Malintang dan Batang Gasan)
Dapil 2: Bahzar daerah pemilihan (V Koto Kampung Dalam, V Koto Timur, VII Koto Sungai Sariak, Patamuan dan Padang Sago)
Dapil 3: Hendrawati daerah pemilihan (Ulakan Tapakis, Nan Sabaris, Enam Lingkung, 2x11 Enam Lingkung dan 2x11 Kayu Tanam)
Dapil 4: Suryadi Zukri Ali daerah pemilihan (Sintuak Toboh Gadang, Lubuk Alung dan Batang Anai)
[al/sglg]
posted by @Adimin
Label:
KIPRAH KAMI,
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 23, 2014
posted by @Adimin
PKS Raih 5 Kursi di DPRD Padang
Setelah dilaksanakan rapat Pleno KPU 20-21 April 2014 lalu, maka berikut ini adalah perkiraan anggota DPRD Kota Padang 2014-2019 yang akan duduk di gedung DPRD Kota Padang selama 5 tahun kedepan berdasarkan nomor urut partai.
Nasdem: Mailinda Rose, Dian Anggraini Oktavia, Amrizal Hadi, Azirwan
PKB: Iswandi
PKS: Muharlion, Hadison, Budiman, Muhidi, Djunaidy Hendry
PDIP: Wilmar Panjaitan, Nuzul Putra, Iswanto Kwara
Golkar: Jumadi, Zulhardi Z. Latif, Dinul Akbar, Helmi Moesim, Wahyu Iramana Putra
Gerindra: Delma Putra, Muzni Zen, Dewi Susanti, Elly Thrisyanti*, Emmu Azamri, Erisman
Demokrat: Gustin Pramona, Usman Ismail, Surya Jufri Bitel, Ilham Maulana, Yulisman
PAN: Fakhri Bahar, Yandri, Asrizal, Masrul*, Amril Amin, Faisal Nasir
PPP: Yuhilda Darwis, Dasman, Nila Kartika, Maidestal Hari Mahesa
Hanura: Elvi Amri, Zaharman, Yendril, Rafli, Osman Ayub
PBB: Arpendi Dt Tan Bagindo
Label:
KIPRAH KAMI,
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 23, 2014
Terima Kasih atas "Suara Cinta" Untuk Partai Dakwah | Ketua DPP PKS Wilda Sumatera
PEKANBARU - Dalam bincang santai pksmarpoyan.org bersama Drs. H. Chairul Anwar, Apt, Ketua DPP PKS Wilayah Sumatera menyampaikan bahwa PKS merasa berbesar hati dan bersyukur setelah melihat hasil perolehan suara dan kursi usai Pileg 2014 di Riau.
Hal itu disampaikannya kepada pksmarpoyan.org Selasa pagi, (22/04/14), "Alhamdulillah, suara PKS di Riau ini grafiknya ada yang bertahan, ada yang naik, ada juga yang turun, inilah dinamika pemilu, kita syukuri semuanya," katanya.
Selanjutnya beliau menggaris bawahi pula, "Setelah melihat hasil ini (pleno KPUD di beberapa kab./kota di Riau) kita semakin percaya bahwa suara PKS adalah murni suara cinta dari masyarakat Riau untuk partai dakwah ini. Ini adalah hasil dari kerja kader dan relawan PKS yang bergerak bersama-sama," kata ustadz yang diprediksi lolos ke DPR RI ini.
Beliau menegaskan bahwa PKS di akar rumput telah berupaya bergaul dan bersosialisasi ke seluruh lapisan masyarakat sejak pemilu sebelumnya, baik melalui pendekatan dakwah maupun aksi sosial, yang merupakan inspirasi bagi semua kader PKS dengan slogan, "Apapun Yang Terjadi, Kami Tetap Melayani."
Karena itu Chairul Anwar, selaku Ketua DPP PKS dan anggota Majelis Syura PKS menyampaikan tiga hal, pertama, ucapan Terimakasih dari DPP PKS, dan memberikan apresiasi kepada seluruh kader dan relawan PKS di Riau atas usahanya memenangkan PKS di tengah dugaan derasnya money politic selama berlangsungnya pemilu legislatif 2014 kemarin.
Kedua, Terus bekerja melayani umat dan bangsa, diawali dengan kembali melakukan Konsolidasi pasca pemilu legislatif ini, dan bersiap melanjutkan perjuangan memenangkan pemilu-pemilu berikutnya. Yang terdekat tentunya Pilpres dan Pilkada di beberapa kabupaten/kota.
Ketiga, senantiasa menggantungkan harapan kepada Allah SWT agar dimudahkan dan diberikan jalan menuju kemenangan itu. "Harapan kita mudah-mudahan berikutnya di Pileg 2019 mendatang menjadi Era-nya PKS," kata Chairul dengan senyum optimisnya. [adn/pksmarpoyan]
posted by @Adimin
Hal itu disampaikannya kepada pksmarpoyan.org Selasa pagi, (22/04/14), "Alhamdulillah, suara PKS di Riau ini grafiknya ada yang bertahan, ada yang naik, ada juga yang turun, inilah dinamika pemilu, kita syukuri semuanya," katanya.
Selanjutnya beliau menggaris bawahi pula, "Setelah melihat hasil ini (pleno KPUD di beberapa kab./kota di Riau) kita semakin percaya bahwa suara PKS adalah murni suara cinta dari masyarakat Riau untuk partai dakwah ini. Ini adalah hasil dari kerja kader dan relawan PKS yang bergerak bersama-sama," kata ustadz yang diprediksi lolos ke DPR RI ini.
Beliau menegaskan bahwa PKS di akar rumput telah berupaya bergaul dan bersosialisasi ke seluruh lapisan masyarakat sejak pemilu sebelumnya, baik melalui pendekatan dakwah maupun aksi sosial, yang merupakan inspirasi bagi semua kader PKS dengan slogan, "Apapun Yang Terjadi, Kami Tetap Melayani."
Karena itu Chairul Anwar, selaku Ketua DPP PKS dan anggota Majelis Syura PKS menyampaikan tiga hal, pertama, ucapan Terimakasih dari DPP PKS, dan memberikan apresiasi kepada seluruh kader dan relawan PKS di Riau atas usahanya memenangkan PKS di tengah dugaan derasnya money politic selama berlangsungnya pemilu legislatif 2014 kemarin.
Kedua, Terus bekerja melayani umat dan bangsa, diawali dengan kembali melakukan Konsolidasi pasca pemilu legislatif ini, dan bersiap melanjutkan perjuangan memenangkan pemilu-pemilu berikutnya. Yang terdekat tentunya Pilpres dan Pilkada di beberapa kabupaten/kota.
Ketiga, senantiasa menggantungkan harapan kepada Allah SWT agar dimudahkan dan diberikan jalan menuju kemenangan itu. "Harapan kita mudah-mudahan berikutnya di Pileg 2019 mendatang menjadi Era-nya PKS," kata Chairul dengan senyum optimisnya. [adn/pksmarpoyan]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 23, 2014
posted by @Adimin
Pengamat: Saatnya Partai Islam Jawab Tantangan Bung Karno
Partai-partai Islam dan berbasis massa Islam dinilai berada dalam momentum tepat untuk meraih tampuk kekuasaan politik di pemerintahan, baik eksekutif maupun legislatif.
Pengamat politik Islam Universitas Indonesia, Dr. Abdul Muta'ali menegaskan, saat ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk mengejawantahkan politik Islam yang harmonis dan akomodatif.
"Setelah dunia tidak mendapatkan jawabannya dari politik Islam di Mesir atas kemenangan Partai Ikhwanul Muslimin (IM), saatnya Indonesia menunjukkan politik Islam yang rahmatan lil a'lamin," tutur Abdul Muta'ali saat dihubungi Republika, Senin malam (21/4), melalui layanan pesan singkat (sms).
Sejatinya, ujar Abdul Muta'ali, partai-partai politik Islam di Indonesia telah memperoleh suara sangat signifikan dalam pemilihan umum (pemilu) legislatif pada April 2014 lalu.
Abdul Muta'ali menjelaskan, sudah sepatutnya dan sewajarnya parpol-parpol Islam itu sanggup membangun identitas politiknya dengan cara berkoalisi. Apalagi jika perolehan suara mereka digabung, perolehannya tembus di angka 31%.
Dalam dialog antara Soekarno dan Muhammat Natsir, lanjut Abdul Muta'ali, Soekarno pernah menyatakan: "Kalian boleh mayoritas dalam jumlah, namun kalian tidak akan pernah sanggup melawanku secara politik di Parlemen".
Seharusnya, jelas Abdul Muta'ali, ucapan Soekarno itu menjadi tantangan yang harus dijawab parpol-parpol Islam saat ini.
"Pemilu legislatif 2014 ini jelas merupakan aspirasi suara 'pulang kampung' untuk Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Joko Widodo. Pasalnya, 'Jokowi Effect' terbukti tidak ngefek," tegas Abdul Muta'ali yang juga Direktur Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam (PKTTI) UI.
Mengapa hal itu terjadi? Karena pada saat yang bersamaan, terang Abdul Muta'ali, masyarakat Muslim Indonesia sudah mengendus perihal Partai Banteng yang sedang menghipnotis mereka.
Jadi, ujar Abdul Muta'ali, hasil pemilu legislatif 2014 menunjukkan masyarakat muslim Indonesia sudah tidak mau dikibuli lagi setelah kasus Solo dan Jakarta.[rol]
Pengamat politik Islam Universitas Indonesia, Dr. Abdul Muta'ali menegaskan, saat ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk mengejawantahkan politik Islam yang harmonis dan akomodatif.
"Setelah dunia tidak mendapatkan jawabannya dari politik Islam di Mesir atas kemenangan Partai Ikhwanul Muslimin (IM), saatnya Indonesia menunjukkan politik Islam yang rahmatan lil a'lamin," tutur Abdul Muta'ali saat dihubungi Republika, Senin malam (21/4), melalui layanan pesan singkat (sms).
Sejatinya, ujar Abdul Muta'ali, partai-partai politik Islam di Indonesia telah memperoleh suara sangat signifikan dalam pemilihan umum (pemilu) legislatif pada April 2014 lalu.
Abdul Muta'ali menjelaskan, sudah sepatutnya dan sewajarnya parpol-parpol Islam itu sanggup membangun identitas politiknya dengan cara berkoalisi. Apalagi jika perolehan suara mereka digabung, perolehannya tembus di angka 31%.
Dalam dialog antara Soekarno dan Muhammat Natsir, lanjut Abdul Muta'ali, Soekarno pernah menyatakan: "Kalian boleh mayoritas dalam jumlah, namun kalian tidak akan pernah sanggup melawanku secara politik di Parlemen".
Seharusnya, jelas Abdul Muta'ali, ucapan Soekarno itu menjadi tantangan yang harus dijawab parpol-parpol Islam saat ini.
"Pemilu legislatif 2014 ini jelas merupakan aspirasi suara 'pulang kampung' untuk Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Joko Widodo. Pasalnya, 'Jokowi Effect' terbukti tidak ngefek," tegas Abdul Muta'ali yang juga Direktur Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam (PKTTI) UI.
Mengapa hal itu terjadi? Karena pada saat yang bersamaan, terang Abdul Muta'ali, masyarakat Muslim Indonesia sudah mengendus perihal Partai Banteng yang sedang menghipnotis mereka.
Jadi, ujar Abdul Muta'ali, hasil pemilu legislatif 2014 menunjukkan masyarakat muslim Indonesia sudah tidak mau dikibuli lagi setelah kasus Solo dan Jakarta.[rol]
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN








