pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

"Koalisi PKS Hasil Musyawarah Majlis Syuro" by @Fahrihamzah

Written By Anonymous on 28 April, 2014 | April 28, 2014


Twit @Fahrihamzah
(Ahad, 27/4/2014)

Kalau MS (Majlis Syuro) memutuskan Koalisi PKS artinya koalisi ini untuk bertarung dalam Pilpres.

Perlu diingat bahwa tidak ada satu partaipun yang menggapai presidential treshold (PT). Termasuk PKS.

PT adalah syarat mengajukan sepasang capres yaitu 25% suara dan 20% kursi setara 112 kursi DPR.

Kalau tak ada partai yang mencapai itu maka dia wajib cari pasangan. Inilah yg memaksanya 'berbagi' sejak awal.

Sayangnya, setiap partai yang ajukan capres ingin juga wapresnya dari partai yang sama tapi tidak bisa.

Inilah anomali pertama presidensialisme dalam multi partai. Jokowi bilang mau dimurnikan. Piye mas?

Maka, ada 3 tahapan yang dilalui: 1. Dengan siapa cukupkan PT 20%, 2. Bagaimana menang dan 3. Bagaimana berkuasa.

Ada yang mengatakan bahwa 3 tahap ini dipisah saja. Menurut saya tahap ini sulit dipisah.

Secara teknis, memperoleh tiket dan memenangkan pertarungan dan mengelola kabinet bisa dipisah.

Tetapi jika kita mulai pisahkan 3 proses yg berkelanjutan ini maka rohnya akan hilang sejak awal.

Semangat membangun Tim untuk menyelenggarakan pemerintahan yang solid harus diutamakan dari yang lain.

Sebab jika semangatnya adalah yang penting menang nanti berkuasa urusan belakang bisa bahaya.

Jika semangatnya yang penting berkuasa maka nanti partai2 akan berpikir yang penting dapat jatah kekuasaan.

Inilah akar dari munculnya pemerintahan yang tidak solid dan tidak bisa selesaikan masalah dalam diri sendiri.

Jika memutuskan 'Koalisi PKS' maka PKS juga memikirkan masalah itu sebagai masalah dasar.

Alangkah baiknya koalisi itu bahkan juga berkomitmen bahwa kalau menang berkuasa dan kalau kalah oposisi.

Jadi koalisi yang akan diputuskan ini adalah koalisi bertarung. Bukan koalisi berkuasa.

Selayaknya semua partai sekarang mulai berpikir demikian agar Dialektika makin tajam. pilihan publik tegas.

Akan sangat baik kalau partai Demokrat juga berpikir demikian, menawarkan tiga tahapan ini pada mitra sejak awal.

Akan menarik kalau ada 4 pilihan bagi rakyat dan sama sama jago sejak awal tawarkan program.

Akan seru kalau ada 4 pasang pemimpin yang berlomba tawarkan program dan berusaha menang.

Memang ada persoalan rumit karena UU Pilpres yang ada tidak berhasil mencegah uang masuk pertandingan.

Maka dapat dimengerti sejak sekarang bahwa yang akan bertarung adalah kandidat yang punya uang besar.

Sayangnya UU tidak membatasi spending dan juga tidak mengatur secara tegas sumber uang.

Maka koalisi untuk pertarungan Pilpres ini juga harus menyelamatkan martabat dan legitimasi.

Jangan sampai yang terpilih adalah yang paling penuh rekeningnya tapi paling kosong otaknya.

Btw, media salah artikan statemen Pak @aheryawan seolah PKS gak mau oposisi. Padahal ini baru mau tarung.

Maksud statement itu adalah kita koalisi perang dulu. Kalau menang koalisi Pemerintah. Kalah ya koalisi oposisi.

Koalisi PKS akan intensifkan komunikasi dengan Gerindra dan Prabowo. Itu salah satu keputusan MS.


[pkspiyungan]


posted by @Adimin

Posisi Tawar PKS dalam Koalisi | by @BroArdy

 





ARDY
Kultwit @BroArdy





Pake hestek #PosisiPKS ya..

1) Momen saat Presiden dan Sekjen PKS wawancara dgn media pasca Rapat Majelis Syuro semalam (27/4/14).

2) Beberapa point hasil MS PKS semalam yg saya tangkap adalah sbb: 1. PKS ingin koalisi permanen baik menang/kalah dlm pemilu.

3) Maksud dari koalisi permanen itu spt yg dijelaskan bang @Fahrihamzah, jika kalah-pun PKS siap dlm koalisi utk jadi oposisi.

4) 2. Belajar dr pengalaman, PKS tak ingin koalisi hanya jadi stempel, yg tak dilibatkan saat ambil putusan kebijakan strategis.

5) Info dari MS semalam Gerindra dan Golkar sudah merapat ke PKS dan mengajak koalisi, Prabowo bersurat dan Ical scr lisan.

6) Tindak lanjut dari itu, MS PKS merekomendasikan Tim Lobby yg ditugaskan utk membangun komunikasi intensif membangun koalisi.

7) Dan hasil penjajakan koalisi yg dibangun oleh Tim Lobby ini akan dibahas kemudian dlm Sidang MS selanjutnya pd bulan depan.

8) #PosisiPKS saat ini sudah tepat.. Langkah hati-hati saat mencari mitra koalisi adalah keharusan.. Taruhannnya masa depan bangsa!

9) Logika yg dibangun oleh PKS adalah bhw mitra koalisi bukan hanya utk hadapi Pilpres tapi juga 'as a dream team' dlm kabinet.

10) Bahkan jika kalah dlm Pilpres, mitra koalisi juga harus siap berperan 'as a dream team' dlm oposisi yg kritis thd pemerintah

11) Dan logika koalisi PKS ini harus disepakati didepan.. diawal.. sblm semua komitmen kerjasama pemenangan itu terjadi. Keren!

12) Wajar saja jika semua poros capres memperhatikan sikap politik PKS, saat ini kondisi internal PKS dlm fase paling solid.

13) Jadi kalo ada poros capres yg mengabaikan sikap politik PKS dan mengabaikannya, mk harus di periksa mental-nya! :))

14) Disaat PPP 'terguncang' dan PKB diancam gerbong si-Raja Dandut. Bersyukur.. kondisi PKS dlm kondisi paling sehat.

15) PKS sdh teruji dan terbukti punya imunitas menghadapi gempuran pemberitaan negatif, ini nilai tambah!

16) Perolehan suara PKS relatif stabil dan merata disetiap daerah pemilihan, ini juga nilai tambah!

17) Petugas Saksi PKS paling militan dan sangat paham aturan main pemilu. Ini aset mahal bro!

18) Berkoalisi dgn PKS bukan hanya dapatkan dukungan suara 7% nasional, tapi juga mendapatkan semua nilai tambah tadi.

19) Jadi wajar jika Prabowo dan Ical butuh dukungan PKS, mrk pasti perhatikan betul semua nilai tambah tadi.

20) Dan nilai tambah lainnya, menurut Kompas, tim Sosial Media PKS dianggap yg paling solid! Dan pastinya bukan 'PaNasBung' :)

21) Dgn segala nilai tambah itu, wajar jika Prabowo dan Ical jauh-jauh hari sudah merapat ke PKS.

22) Bahkan info-nya tingkat keseriusan Gerindra utk bangun koalisi dgn PKS sdh merambah ke setiap level pengurus. #kode :))

23) Tapi kematangan PKS dlm politik sudah teruji, hasil MS PKS semalam buktinya.. PKS ingin mendalami keseriusan Gerindra.

24) Menyamakan persepsi, menyelaraskan visi-misi dan tujuan dlm mengelola negara akan menjadi fokus bahasan utama Tim Lobby.

25) Yg dibutuhkan setiap mitra koalisi saat ini adalah komunikasi yg harmonis, pembagian tugas dan peran dlm mengelola negara.

26) Sedangkan 'Revolusi Mental' itu utk mereka yg terbelakang mental-nya.. Dan saya yakin, kita lebih baik dari itu..

27) Pilpres satu putaran walau sulit mungkin saja terjadi, apalagi jika Gerindra, Golkar, PD, PKS, PPP, PAN, Hanura gabung.

28) Dan jika harus memilih, saya lebih suka membangun optimisme dgn #KoalisiSaveRI dari gabungan semua parpol tadi.

29) Yg butuh diperhatikan dari setiap poros capres adalah bukan sekedar kandidat-nya. Tapi 'siapa' penyokong dibelakang mereka.

30) Jangan mudah terkesima dgn kemasan media, krn yg kita butuhkan adalah Pemimpin BUKAN Aktor bertopeng! #PosisiPKS [end]

[pkssumut]


posted by @Adimin

Memperlakukan Anak Perempuan


Selain sebagai amanah yang akan dipertanggungjawabkan, anak merupakan karunia dan hibah dari Allah SWT sebagai penyejuk pandangan mata, kebanggaan orang tua, dan sekaligus sebagai perhiasan dunia, serta belahan jiwa (QS al-Kahfi [18]: 46).

Karena itu, perlakukan anak dengan penuh cinta dan kasih sayang, lebih-lebih bagi anak perempuan. Terkait anak perempuan, secara khusus Rasulullah SAW melarang memperlakukannya dengan kasar.

Dari Uqbah bin Amir berkata Rasulullah SAW pernah bersabda, “Janganlah kalian memperlakukan anak-anak perempuan dengan kasar, karena sesungguhnya mereka adalah manusia yang berpembawaan lembut lagi peka perasaannya.” (HR Ahmad).

Hadis di atas menuntun kita, para orang tua, untuk mendidik anak-anak perempuan dengan baik dan bijak, serta tidak memperlakukannya dengan kasar. Sebab, perlakuan kasar dapat memicu rasa sakit hati dan dendam yang tidak mudah hilang dari ingatannya.

Bagaimana jika anak perempuan itu melakukan perbuatan yang menjengkelkan? Orang tua hendaknya dapat meluruskannya dengan baik dan bijak. Karena perlakuan kasar itu tidak dapat menyelesaikan masalah. Alih-alih meluruskan kesalahan anak, orang tua malah dijauhi.

Oleh karena itu, hindarkan tindakan menuduh, berburuk sangka, dan bermuka masam terhadap anak perempuan. Perlakukan anak perempuan dengan kelembutan dan kasih sayang.

Dan, sungguh beruntung orang tua yang dikaruniai anak perempuan dan ia dapat memperlakukannya dengan baik, bijak, dan penuh kesabaran. Maka, baginya balasan kemuliaan, yaitu surga. Subhanallah.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan, lalu bersikap sabar terhadap keluh-kesah, suka-duka, dan jerih-payah mengasuh (mendidik) mereka, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga berkat kasih sayangnya kepada mereka.

Dalam hadis yang lain, “Barang siapa mempunyai tiga orang anak perempuan atau tiga saudara perempuan, dua orang anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu ia memperlakukan mereka dengan baik dan bertakwa kepada Allah dalam mengasuh mereka, maka baginya surga.” (HR Tirmidzi).

Hadis lainnya, “Barang siapa menanggung tiga anak perempuan, lalu mendidiknya, menikahkannya, dan memperlakukannya dengan baik, maka baginya surga.” (HR Abu Dawud).

Semoga Allah mengaruniai kita, para orang tua, tambahan kesabaran dan ketakwaan dalam mendidik anak-anak, terutama anak perempuan dengan penuh cinta, kasih sayang, dan tanggung jawab. Aamiin.

Oleh: Hj Siti Mahmudah

Rol 

posted by @Adimin

Sayangi Anak Kita


Dalam hadis riwayat Imam Muslim, ada seseorang wanita yang datang kepada Aisyah. Lalu, Aisyah memberikan tiga buah kurma. Wanita itu kemudian memberikannya kepada setiap anak satu buah kurma dan satu kurma tinggal di tangannya.

Dua anak kecil sudah memakan dua buah kurma itu dan memandang pada ibunya. Si ibu lalu membelah yang satu kurma itu menjadi dua dan memberikan kepada kedua anak itu masing-masing separuh. Setelah Nabi Muhammad datang, Aisyah mengabarkan tentang kejadian itu.

Beliau lalu berkata, “Apa yang membuatmu takjub dengan kejadian itu, sungguh Allah telah memberi rahmat-Nya kepada si ibu itu atas kasih sayangnya kepada kedua anak kecil itu.'' (HR Imam Muslim).

Dalam kisah lain, seorang Arab Badui pernah bertanya kepada Nabi, ’’Apakah Anda mencium anak laki-laki? Kami tidak pernah mencium anak laki-laki.”  Nabi SAW bersabda, ’’Aku tak dapat berbuat apa-apa terhadap kamu jika Allah mencabut kasih sayang dari hatimu.” (HR Imam Al-Bukhari).

Aqra bin Habis pernah melihat Nabi sedang menciumi Al-Hasan. Aqra berkata, “Sesungguhnya, aku mempunyai sepuluh orang anak, tetapi aku belum pernah mencium seorangpun di antara mereka!”

Lalu Rasulullah SAW bersabda,’’Barang siapa tidak menyayangi, dia tidak akan disayangi.'' (HR Imam Muslim). Kasih sayang Rasulullah SAW kepada anak kecil selain senang menciumi mereka maka beliau juga seneng memangku anak-anak kecil.

Usamah bin Zaid mengungkapkan, Rasulullah SAW pernah mendudukkan seorang anak di atas salah satu pahanya dan mendudukkan al-Hasan di atas pahanya yang lain. Lalu, Rasul memeluk mereka berdua lalu berdoa, “Ya Allah! Sayangilah kedua anak ini, karena saya menyayangi keduanya.’’

Makna  hadis di atas paling tidak ada empat perilaku model dalam memberikan kasih sayang yang diajarkan dalam Islam kepada anak-anak yang masih kecil. Pertama, memberikan makanan ringan yang dia sukai seperti permen.

Membagi makanan-makanan itu dengan adil kepada anak-anak jika lebih dari satu dan jangan ada yang lebih banyak dibandingkan dengan yang lain sebab akan menimbulkan iri hati kepada yang lain. Kedua, memberikan ciuman sebagai bentuk kasih sayang.

Ketiga, memangku anak-anak dan dan keempat meletakkan mereka di atas pundak. Cara-cara di atas merupakan gambaran bagaimana memperlakukan anak-anak supaya tumbuh dengan baik dalam hal kecerdasan yakni kecerdasan emosional dan spiritual.

Kasih sayang terhadap anak akan memengaruhi perilaku dan karakternya. Tentu hasilnya akan berbeda jika yang muncul adalah kekerasan terhadap anak.

posted by @Adimin

PKS Putuskan berkoalisi

Written By Sjam Deddy on 27 April, 2014 | April 27, 2014


Hasil rapat Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera yang digelar sejak pagi tadi, Minggu 27 April 2014, memutuskan PKS akan tetap berada di jalur koalisi, bukan oposisi. Namun, PKS belum memutuskan dengan partai mana bakal berkoalisi.

“Kami masih terus membahas dengan siapa PKS akan berkoalisi. Diharapkan hasilnya sudah bisa diketahui malam ini,” kata anggota Majelis Syuro PKS, Ahmad Heryawan, dalam konferensi pers di kantor Dewan Pimpinan Pusat PKS, Jakarta.

Menurut Aher sapaan Ahmad Heryawan, PKS tak tergesa-gesa menentukan koalisi, namun telah memastikan akan berkoalisi. Sikap ini bisa memudahkan partai lain yang ingin mengajak PKS untuk menjadi mitra koalisi.

Alasan PKS tak memilih menjadi oposisi adalah agar bisa bersama-sama berjuang dalam Pemilihan Presiden 9 Juli 2014. “Keuntungannya apabila memenangkan pilpres, kami dapat mengelola Indonesia menjadi lebih maju secara bersama-sama,” ujar Aher.

Selain itu, kata Gubernur Jawa Barat itu, gagasan-gagasan PKS untuk memajukan bangsa dan negara lebih bisa diakomodasi lewat koalisi ketimbang oposisi.

Maka untuk menjajaki komunikasi politik dengan berbagai partai, Majelis Syuro PKS sepakat membentuk sebuah tim guna melakukan penjajakan lebih lanjut dengan calon-calon mitra yang ada dalam daftar PKS.

Sejauh ini, partai yang sudah secara resmi mengajak PKS berkoalisi adalah Gerindra. Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto, mengirimkan sebuah surat yang dia tulis sendiri, berisi lamaran untuk berkoalisi.

Surat Prabowo itu pun telah dibahas dalam rapat Majelis Syuro. Kendati begitu, PKS tak ingin gegabah dan masih menimbang partai mana yang dipandang bisa menjadi kandidat kuat mitra koalisi mereka.

“Tapi, tentu yang namanya berkomunikasi ada tahapan-tahapannya. Dengan Prabowo, komunikasi yang dijalin sudah lebih di atas itu,” kata Aher


posted by @Adimin

PKS Bahas Format Koalisi Ideal

Suasana Musyawarah XII Majlis Syuro PKS (27/4/2014)

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hingga saat ini belum menentukan siapa rekan koalisinya pada Pemilu Presiden 9 Juli mendatang. Musyawarah Majelis Syuro PKS, di Kantor DPP PKS Jakarta, Minggu (27/4), membahas format koalisi yang ideal.

"Kami tidak menginginkan kegagalan dalam berkoalisi seperti pada koalisi dua periode pemerintahan sebelumnya," kata Sekjen DPP PKS Taufik Ridho, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Jaringnews, Minggu (27/4).

Menurut Taufik, belajar dari pengalaman koalisi sebelumnya, PKS mementingkan kebersamaan.

“Misalnya kebijakan energi, jangan diputuskan sendiri, tetapi diputuskan bersama. Kalau kemarinkan, semua kebijakan diputuskan sendiri oleh pemimpin koalisi, dan PKS diminta dukung. Kita tidak mau (hal tersebut terulang),” imbuh Ketua Bidang Humas PKS Mardani Ali Sera.

“Intinya PKS tidak mementingkan kursi, tapi kita ingin menegaskan koalisi yang akan datang ini yang membawa manfaat bagi bangsa dan negara, serta ummat juga,” ungkap Mardani.

Taufik menegaskan bahwa PKS tidak akan terburu-buru memutuskan soal akan berkoalisi dengan partai atau calon presiden tertentu. Komunikasi, menurutnya, telah dan terus dibangun dengan berbagai pihak untuk menyamakan platform pemerintahan ke depan.

"Pimpinan PKS telah bertemu dengan Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie dan Wiranto, serta beberapa pimpinan partai lainnya," pungkasnya. [Hdy/jaringnews]


posted by @Adimin

Hari Ini PKS Gelar Musyawarah Majlis Syuro Tentukan Koalisi


JAKARTA (27/4) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hari ini akan menggelar Musyawarah Majlis Syuro (MMS) di Jakarta. Musyawarah ke-12 ini (MMS XII) akan diikuti 99 Anggota Majlis Syuro memiliki arti penting menentukan arah koalisi PKS dalam pemilihan presiden (pilpres) mendatang.

Menurut anggota Majelis Syuro PKS Almuzzammil Yusuf, kandidat capres dan cawapres yang diputuskan dalam pertemuan hari ini akan ditawarkan ke partai lain. Nama hasil keputusan majelis syuro itu akan menjadi pegangan juru runding PKS saat menjajaki koalisi dengan partai lain.

PKS selama ini sudah menjalin komunikasi dengan berbagai parpol, termasuk dengan kandidat presiden dari Gerindra, Prabowo Subianto. Ketua Dewan Pembina Gerindra ini telah melakukan pembicaraan dengan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin. Keduanya melakukan pertemuan di Bandung, Jawa Barat pada Rabu (23/4/2014) lalu.

Namun untuk menentukan arah koalisi dan siapa capres-cawapres yang akan diusung PKS sepenuhnya menjadi wewenang Majlis Syuro PKS sebagai lembaga tertinggi partai.

"Kita sedang buat laporan untuk Majelis Syuro 27, besok, sehingga akan diputuskan panduan bagi koalisi (PKS) itu akan bagaimana," kata Wasekjen PKS, Fahri Hamzah, di Jakarta kemarin, seperti dilansir media. 

"Mohon doa karena hari ini PKS menyelenggarakan Musyawarah Majelis Syuro untuk menentukan arah ke depan. #KoalisiPKS" tulis Fahri Hamzah di laman twitternya hari ini (27/4/2014).

Kita iringi dengan doa untuk para qiyadah yang akan bermusyawarah menentukan arah dan kebijakan dakwah untuk maslahat bangsa. Apapun keputusan Majlis Syuro itu adalah yang terbaik, dan kewajiban semua kader hanyalah taat.


*Foto: MMS PKS XI sebelum Pileg yang digelar 31 Januari-1 Februari 2014. Foto diambil dari tayangan Metro TV (23/4/2014) tentang arah koalisi PKS.


[pkspiyungan]


posted by @Adimin

Terkait Koalisi, Tifatul Sembiring Berkomentar Melalui Pantun


Selepas pemilu legislatif yang diadakan pada 9 April 2014 lalu, saat ini semua parpol heboh membahas soal koalisi yang bakal menentukan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2014 yang akan diadakan pada bulan Juli 2014 ini. Terkait hal tersebut, Majelis Syuro PKS akan membahasnya hari ini, Ahad (27/4).

Tifatul Sembiring, anggota Majelis Syuro PKS yang sekaligus menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia saat ini berkomentar mengenai kehebohan koalisi itu melalui akun Twitternya @tifsembiring.

Sebagaimana kegemarannya berpantun, komentar tersebut juga disampaikannya dengan cara berpantun. Berikut kutipan pantunnya:
"Kalau lemang masih dilemari/Kirimlah famili di ujung sana/Kalau memang mau berkoalisi/Kirimlah puisi bernada mesra," tulis Tifatul, Ahad (27/4).

Berikutnya...
"Maknan bisa lezat pakai terasi/Gak perlu pakai penyedap rasa/ Jangan bmesra hanya dengan yang berkoalisi/ Bermesralah dengan senusa dan sebangsa," lanjut Tifatul menjawab pantun dari sebuah akun Twitter @EllocoFani.

Sebelumnya terkait koalisi ini, wakil Sekjen PKS Fahri Hamzah mengatakan bahwa dalam hal koalisi PKS tidak mau mengadakan pertemuan yang sifatnya hanya basa-basi karena menurut Fahri koalisi akan kabur jika hanya membahas terkait siapa dapat apa dan berapa.

"PKS tidak mau sekedar basa basi pertemuan. Koalisi kabur jika hanya terkait siapa dapat apa dan berapa dan koalisi hanya akan jadi tipuan jika hanya terkait atraksi di depan layar kaca," tulis Fahri juga pada akun Twitternya @Fahrihamzah, Sabtu (26/4) malam.

Menurut pria yang juga Sejen PKS ini koalisi itu adalah pemerintahan itu sendiri. Koalisi paling bertanggung Jawab atas sukses gagalnya negara. [dm/pksnongsa.org]


posted by @Adimin

"Makna Koalisi Menurut PKS" | By @Fahrihamzah


Malam ini saya twit soal #KoalisiPKS....dan kenapa PKS tidak mau sekedar basa basi pertemuan...

Koalisi kabur jika hanya terkait siapa dapat apa dan berapa.

Koalisi hanya akan jadi tipuan jika hanya terkait atraksi di depan layar kaca.

Koalisi itu adalah pemerintahan itu sendiri. Koalisi paling berTanggung Jawab atas sukses gagal negara.

Koalisi adalah lima tahun Dan menentukan nasib bangsa 5 tahun.

Karena dia sangat penting maka kita jangan sederhanakan.

Koalisi tidak hanya soal kawin dua orang atau partai-partai.

Koalisi bukan soal Jawa-luar Jawanya pasangan. Koalisi bukan soal cocok tidaknya sepasang calon.

Koalisi bukan soal serasi atau tidaknya pasangan. Koalisi adalah pemerintahan dan segala kompleksitasnya.

Koalisi adalah rencana lima tahun rakyat mau diberi apa. Koalisi adalah sebuah wajah Pemerintah yang solid.

Koalisi adalah pertanggungjawaban politik. Koalisi adalah amanah yang berat. Menang atau kalah.

Inilah yang PKS selalu ingatkan. Tolong jagan disederhanakan.

PKS ingin ingatkan sejarah gagal dalam pemerintahan yang lalu.

PKS ingin sampaikan dilema sistem multipartai dalam presidensialisme.

PKS ingin ingatkan kompleksitas pemerintahan yang akan datang.

PKS ingatkan kemungkinan gagalnya koalisi menang atau kalah. PKS tidak mau terjebak euphoria.

Seolah pertemuan kiri kanan menjawab inti masalah.

Dalam setiap kesempatan jumpa tokoh partai. Kami ingatkan ini. Lebih baik kita jumpa diam-diam tapi mendalam.

Ini bukan soal amanat ketua umum atau kongres. Ini soal negara mau di bawa kemana.

Ayo mulai bicara. Tentang membuat sejarah.

Ayo mulai diskusi. Tentang transisi yang akan kita akhiri. Jadi demokrasi yg matang.

Kalau itu PKS siap terlibat. Demi maslahat rakyat.


_____
https://twitter.com/Fahrihamzah
[pksnongsa.org]



posted by @Adimin

Prabowo Ajukan Surat Resmi Ajakan Berkoalisi ke PKS


Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra sekaligus capres Partai Gerindra Prabowo Subianto telah secara resmi mengajukan surat permohonan koalisi kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Demikian diumumkan Sekjen PKS, Taufik Ridho kepada wartawan di sela-sela Rapat Majelis Syuro, di kantor DPP PKS, Jakarta, Minggu (27/4).

"Prabowo sudah resmi kirim surat untuk ajak PKS berkoalisi. Masuk suratnya per tanggal 25 April," kata Taufik.

Menurut Taufik, PKS terus menjajaki koalisi terhadap semua parpol termasuk dengan Gerindra. PKS dan Gerindra, kata Taufik, mempunyai visi misi yang sama.

Meski demikian, PKS tak mau buru-buru mengumumkan secara resmi untuk berkoalisi. Taufik beralasan, pihaknya masih menunggu perhitungan tetap jumlah kursi parlemen untuk PKS.

"Tunggu keputusan KPU. Nanti sebelum 18 Mei baru kita umumkan," demikian Taufik.[wid/rmol]



posted by @Adimin

"Kemenangan Kita Bersama" | Oleh: Cahyadi Takariawan


Oleh : Cahyadi Takariawan

Proses Pemilu 2014 belum selesai. Masih ada beberapa daerah yang melakukan penghitungan ulang, dan belum selesai melaksanakan pleno penetapan kursi. Namun hasil sudah mulai bisa dibaca, walaupun masih bersifat sementara. Alhamdulillah, Allah memberikan berkah dan rahmat-Nya kepada PKS, sehingga hasilnya tidak seperti yang diprediksi oleh banyak survai selama ini, dan banyak kalangan pengamat.

Banyak survai dan pengamat yang menyatakan PKS tidak akan mampu melewati parlementary treshold (PT), sehingga hilang dari Senayan. Alhamdulillah, PKS masih bertahan. Bahkan di berbagai daerah, kursi kabupaten dan kota justru meningkat cukup signifikan.

Oleh karena itulah sudah mulai beredar ucapan tahniah dari para kader atas hasil sementara yang sudah mulai terlihat. Sesiapa yang menjadi anggota dewan, dan sesiapa yang tidak menjadi dewan, sudah mulai tampak hasilnya. Di berbagai media sosial mulai marah ucapan-ucapan selamat, dan menyebut nama-nama kader yang berhasil menjadi anggota dewan.

Tahniah dan Doa untuk Siapa?

Saya terkejut membaca postingan di media sosial, tentang keberhasilan kader-kader dakwah meraih sejumlah kursi di sebuah daerah, pada Pemilu 2014 ini.  Satu sisi saya bersyukur, bahwa kader dakwah di daerah itu mengalami peningkatan perolehan kursi yang  signifikan. Namun yang membuat saya tercenung adalah, cara pemberitaan di media sosial tersebut.

Diberitakan, bahwa di dapil satu seorang kader dakwah bernama Fulan berhasil mendapatkan kursi. Di dapil dua, kursi berhasil didapatkan oleh si Falun. Dapil tiga, kursi berhasil didapatkan oleh sang penakluk bernama Falin. Dapil empat, sang penantang berhasil meraih kursi. Dan seterusnya. Seakan-akan kursi itu didapatkan oleh seseorang, sehingga kader tersebut menjadi sangat hebat dan sangat istimewa secara sendirian.

Saya juga membaca di jejaring sosial, beredarnya ucapan-ucapan selamat kepada para kader yang berhasil mendapatkan kursi di lembaga legislatif. Ucapan selamat disertai doa semoga mereka mampu mengemban amanah dengan istiqamah, demi kebaikan bangsa dan negara. Alhamdulillah, saya pun ikut memberikan ucapan tahniah tersebut. Sayapun mendoakan para kader yang mendapatkan kepercayaan masyarakat tersebut agar mereka selalu bekerja dengan lurus.

Bukan Kerja Individual

Ucapan selamat dan kisah-kisah heroik atas tercapainya kursi kita di berbagai daerah, tentu sangat wajar dan sudah semestinya kita semua bersyukur. Namun yang perlu kita ingatkan adalah, kerja yang kita lakukan untuk pemenangan Pemilu bukanlah kerja individual. Senyatanya kita melakukan kerja sebagai tim, sehingga hasil apapun yang kita dapatkan, adalah akumulasi dari kerja tim tersebut.

Oleh karena itu, kendatipun kita sangat pantas menyampaikan ucapan tahniah kepada para kader yang berhasil mendapatkan kursi, jangan sampai melupakan peran semua pihak dalam perjuangan hingga tercapainya kursi tersebut. Saya memberikan komentar di beberapa grup WhatsApp, grup BBM, maupun di milis grup, ketika bertebaran ucapan selamat kepada nama-nama tertentu yang berhasil terpilih sebagai anggota legislatif di seluruh levelnya, dengan komentar yang mengingatkan peran pihak-pihak lain yang sangat bayak.

“Sebut juga nama-nama caleg yag tidak berhasil mendapatkan kursi, dan ucapkan selamat kepada mereka atas kerja keras yang sudah mereka lakukan hingga berhasil mendapatkan kursi di dapilnya. Doakan juga mereka agar tetap istiqamah dan semangat melaksanakan amanah dakwah”.

“Doakan juga para kader yang bukan caleg. Mereka sudah bekerja keras dan ikhlas, siang malam mereka terus beraktivitas. Dengan kerja mereka itulah kursi bisa kita dapatkan. Doakan agar mereka selalu istiqamah dan tegar menunaikan amanah dakwah”.

“Doakan juga para pengurus partai di semua levelnya. Mereka sudah melaksanakan berbagai program dan kegiatan sejak penyiapan Pemilu, pelaksanaan dan penjagaan suara serta kursi. Doakan agar mereka selalu istiqamah menunaikan amanah dakwah”.

Demikian beberapa komentar saya di berbagai grup jejaring sosial. Saya hanya ingin supaya kita tidak melihat capaian kursi ini bukan sebagai kerja individu, namun sebagai kerja kolektif. Kita bekerja sebagai tim, dimana semua pihak ikut berkontribusi atas hasil apapun yang kita dapatkan. Berhasil mendapat kursi atau tidak berhasil, adalah akumulasi dari kerja kolektif yang kita lakukan.

Apabila berhasil mendapatkan kursi, itu bukanlah kinerja seseorang. Lihat saja selisih perolehan suara antara seorang caleg yang berhasil jadi anggota legislatif, dengan caleg lainnya yang tidak menjadi anggota legislatif. Di beberapa dapil, selisih itu sangat sedikit. Saya mendapatkan cerita bahwa ada dapil yang selisihnya hanya 7 suara saja, ada yang selisih belasan suara, ada yang selisih duapuluhan suara, dan seterusnya. Ini menunjukkan, kursi didapatkan dari kerja kolektif di satu dapil. Bukan hasil pekerjaan seseorang.

Berikan Tahniah dan Doa

Maka berikan ucapan tahniah dan doa untuk kerja kita semua. Selamat untuk para qiyadah, para kader, para pengurus, para caleg, bahkan para simpatisan dan tim-tim yang dibuat untuk membantu pemenangan Pemilu dari pihak eksternal. Semua telah bekerja dengan segenap daya dan upaya untuk memenangkan Pemilu, dan kita hanya berharap balasa kebaikan dari Allah Ta’ala. Hasil akhir, berapapun jumlah suara dan kursi kita dapatkan, kita bertawakal kepada Allah.

Semoga Allah berikan kekuatan kepada kita semua, semoga Allah berikan keberkahan kepada kita semua, atas kerja-kerja yang sudah kita lakukan selama ini. Semoga yang mendapatkan amanah kursi dewan, bisa melaksanakan tugas dengan penuh kesungguhan, bekerja dengan serius dan lurus, memperjuangkan aspirasi masyarakat, menjaga kebaikan bangsa dan negara.

Para caleg yang belum berhasil mendapatkan kursi, kita doakan bersama agar tetap istiqamah, selalu tegar dan sabar, dan tetap aktif melaksanakan amanah dakwah yang masih sagat panjang membentang. Para kader yang bukan caleg semoga tetap berada dalam barisan dakwah, konsisten memperjuangkan tercapainya misi dakwah. Para simpatisan dan relawan semoga tetap istiqamah berada di barisan dakwah.

Semoga Allah berikan kekuatan, kebaikan, keberkahan kepada kita semua. Aamiin.


Jakarta, 27 April 2014 
(Di sela acara Musyawarah Majlis Syuro PKS)



posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger