pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Anis Matta: "Alhamdulillah, Kita Bisa Mengalahkan Musuh Terbesar Yaitu Diri Sendiri"

Written By Anonymous on 12 May, 2014 | May 12, 2014

Presiden PKS, Anis Matta usai memberikan kajian politik di Mesjid Al-Azhar

Pemilu 2014 selesai dan KPU Pusat telah mengumumkan hasil rekapitulasi perolehan suara secara nasional pada Jumat malam (9/5). Presiden PKS Anis Matta secara khusus memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP atas kesuksesan penyelenggaraan Pemilu.



Tidak lupa Anis juga mengucapkan selamat kepada Partai pemenang Pemilu, yaitu PDIP, Golkar dan Gerindra sebagai 3 besar dalam perolehan suara Nasional. 



Kepada para kader PKS secara khusus beliau mengajak untuk tetap bersyukur atas perolehan suara yang diraih. Meskipun tidak mencapai target 3 besar sebagaimana dicanangkan pada tahun 2011 yang lalu, namun perolehan ini adalah pembuktian bahwa seluruh kader mampu mengalahkan musuh mereka yang terbesar yaitu diri sendiri.




Terakhir beliau mengingatkan untuk melakukan pembenahan agar ke depan dapat berlari lebih kencang lagi dan memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara Indonesia.

[abuhuz/pkssumut]




posted by @Adimin

PKS Ajukan 6 Gugatan ke Mahkamah Konstitusi

Written By Anonymous on 11 May, 2014 | May 11, 2014

Sekretaris Jenderal DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Taufik Ridho mengatakan, keputusan KPU sudah disepakati. Namun, ia mengatakan, masih perlu banyak pembenahan. Ia menyoroti persoalan utama berada pada kinerja penyelenggara pemilu di daerah. Ia mencontohkan adanya indikasi penggelembungan suara dan penggunaan surat suara ilegal.

"Sisa-sisa permasalahan ini akan diselesaikan ke MK," kata dia.

Taufik mengatakan, partainya akan mengajukan sekitar enam gugatan ke MK. Antara lain, gugatan itu terkait dapil di Aceh II, Sulawesi Selatan III, dan Jawa Tengah X. Ia mengatakan, permasalahan terbesar adalah mengenai hilangnya perolehan kursi karena ada indikasi penggelembungan suara. Dari hasil rekapitulasi nasional, PKS memeroleh 6,79 persen suara.

Dilihat dari perolehan suara nasional PKS, Taufik menilai, jumlahnya mengalami peningkatan, bahkan menjadi yang tertinggi dari beberapa pemilu sebelumnya.

Meskipun, ia mengatakan, kenaikan itu tidak signifikan. Dengan hasil ini, menurut dia, PKS pun akan melakukan introspeksi diri. Namun Taufik tetap bersyukur prediksi-prediksi sebelumnya terhadap PKS tidak terbukti.

"Kita bersyukur, karena setelah badai luar biasa kemarin itu, orang menganggap kita game out, tidak lolos parliamentary threshold," kata dia.[rol/dm/pksnongsa.org]


posted by @Adimin

Hasil Lengkap Perolehan Suara PKS Untuk 77 Dapil Nasional



Hasil Rekapitulasi KPU berdasarkan situs kpu.go.id
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menyelesaikan proses rekap suara nasional hasil Pemilu Legislatif 2014 yang berlangsung di Ruang Sidang Utama KPU, Jumat (9/5), pukul 23.30 WIB.

Selanjutnya, setelah menutup rapat pleno terbuka rekapitulasi suara, pada pukul 23.40 WIB, Ketua KPU RI Husni Kamil Manik menggelar rapat penetapan hasil Pemilu 2014 secara nasional dengan membacakan Surat Keputusan KPU Nomor 441/kpts/KPU/2014 tentang Penetapan Hasil Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota tahun 2014.

Keputusan tersebut selesai dibacakan Ketua KPU pada pukul 23.50 WIB. Hal ini berarti, KPU RI berhasil memenuhi target penyelesaian rekapitulasi suara nasional sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 tahun 2014 tentang Pemilihan Umum.

Dari hasil rekapitulasi tersebut, PDIP mendapatkan suara terbesar dengan prosentase 18,95% dan PKS berada di posisi ketujuh dengan perolehan suara sebesar 8,4 juta atau 6,79%. Berikut hasil perolehan suara untuk Partai Keadilan Sejahtera dari seluruh 77 dapil di Indonesia.


  [abuhu pkssumutz/kpu.go.id]


posted by @Adimin

Tokoh Masyarakat: "Cuma PKS yang bisa seperti ini"


Salam Cinta, Kerja dan Harmoni…..!

Kemarin, 4 Mei 2014 DPRa PKS Sudimara Barat Ciledug Tangerang, Alhamdulillah telah melaksanakan kegiatan Pelayanan Kesehatan kepada warganya.

Sebetulnya acara tersebut merupakan agenda rutin PKS DPC Ciledug, yang seharusnya acara tersebut berlangsung Bulan Maret (Sebelum Pemilu) namun baru bisa saat ini, bahkan ada warga yang bertanya: “Kenapa baru dilaksanakan saat ini setelah Pemilu? Apa untungnya buat PKS?”

Inilah "keanehan" PKS. Di saat partai lain sudah pada tiarap usai pemilu, PKS malah terus melaju bekerja dan menebar manfaat untuk masyarakat.

Dengan dana yang sangat minim bahkan bisa dikatakan Nol, dalam waktu satu minggu, kami berusaha mengumpulkan semua kebutuhan dari acara tersebut. Alhadulillah bisa berlangsung dengan sangat sukses, Bahkan tenda dan untuk acara tersebut adalah standar untuk Pesta dan Konser Artis yang itu  merupakan sumbangsih dari salah satu simpatisan yang mempunyai Event Organizer. (Terima Kasih Pak Firmansyah)

Yang membuat kami tambah semangat dan bahagia adalah antusias warga. Mereka berduyun duyun datang untuk mendapat pelayanan. Bahkan setelah acara ditutup ada warga yang masih mendaftarkan diri untuk berobat dan masih tetap kami layani, walaupun saat itu dokter kami sudah terlihat sangat lelah” (Terima kasih dr. Akmal Yadi ).

Saat acara sambutan, tokoh masyarakat setempat Ustadz Rafe’i menyampaikan  ucapan terima kasih atas layanan PKS. "Cuma PKS yang bisa seperti ini, masih melakukan ini disaat para caleg dan hamper semua partai lain meninggalkan masyarakat," ujarnya.

Alhamdulillah Acara tersebut berlangsung dengan sukses melalui kerja sama antara Kader, simpatisan dan warga masyarakat di lokasi acara.

Terima kasih untuk semua kader, simpatisan, warga dan semua yang terlibat dalam acara ini. Hanya Allah yang dapat membalas semua yang terlah diberikan. (Panitia) 


[pkspiyungan]


posted by @Adimin

Terkait Cawapres Prabowo, Masyarakat Bawah Lebih Suka Calon PKS

Capres PKS
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ansori Siregar, mengklaim masyarakat lebih mendukung calon dari PKS ketimbang Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa untuk menjadi calon wakil presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Kita dapat bocoran dari Gerindra kalau masyarakat di bawah lebih suka salah satu dari tiga calon PKS," katanya seusai sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (10/5/2014).

Meski demikian, PKS tetap menyerahkan keputusan untuk menentukan cawapres kepada Prabowo. 
Yang jelas, kata Ansori, Tim Lima PKS akan terus menjajaki kemungkinan koalisi, termasuk dengan partai lain selain Gerindra. Bagi PKS, menurut Ansori, partainya saat ini fokus akan pemenangan pilpres daripada memperebutkan posisi RI 1 atau RI 2.

"Dua kali dengan pemerintahan SBY saja kita tak dapat posisi itu tak masalah," katanya. 
Tim Lima PKS mengadakan pertemuan tertutup dengan Partai Gerindra, Jumat (9/5/2014) kemarin, untuk menentukan prinsip koalisi bersama. Tim Lima juga membahas nama-nama cawapres yang akan diusung, yakni Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriyawan, Presiden PKS Anis Matta, dan anggota Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid.

Sementara itu, berembus juga wacana untuk menyandingkan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa dengan Prabowo setelah PAN dan Partai Gerindra merapat.

Sebaliknya, kemungkinan bahwa Partai Golkar berkoalisi dengan Partai Gerindra pun memudar, setelah adanya kabar mengenai kemungkinan bahwa Partai Golkar tetap mengusung Aburizal Bakrie untuk menjadi calon presiden bersama PPP. [abuhuz pkssumut/indonesiasatu]


posted by @Adimin

"Jangan Pilih Capres Kaki Tangan #PredatorNKRI" | By @Hamy1968


Ada yg menarik dr pernyataan komisioner KPU AS sesaat jelang pemilu th 2012 di negara yg srg mengklaim sbg kampiun demokrasi #PredatorNKRI

Perempuan paro baya yg didapuk sbg wakil ketua KPU AS itu bilang," Sy tdk merekomendasikan anda mengikuti sistem demokrasi AS."#PredatorNKRI

Salah satu penyebabnya adalah sdh 4 kali terjadi capres dari partai dg popular vote lebih tinggi akhirnya gagal terpilih #PredatorNKRI

Pemilu langsung oleh rakyat di AS hanya tuk memilih legislator & senator. Rakyat AS tak pernah bs memilih langsung presidennya #PredatorNKRI

Bahkan hingga jelang awal th 1970, perempuan AS tidak mempunyai hak pilih ! #PredatorNKRI

Itulah yg menyebabkan hingga kini sejarah tak pernah mencatat seorang perempuan jadi presiden negara yg jd kiblat demokrasi itu#PredatorNKRI

Bandingkan dg sistem demokrasi bangsa yg mendiami gugusan pulau yg terbentang indah dari Sabang sampai Merauke #PredatorNKRI

Semua rakyat Nusantara yg telah berumur 17 tahun punya hak pilih. Laki perempuan, profesor atau bukan punya hak suara sama #PredatorNKRI

Bahkan bangsa besar ini mampu menyajikan pertunjukkan demokrasi yg belum pernah ada di muka bumi ini #PredatorNKRI

Di bumi Pertiwi ini rakyat memilih langsung seluruh pemimpin mereka. Mereka memilih langsung para legislator #PredatorNKRI

Di persada Nusantara ini rakyat juga langsung memilih kades, bupati, walikota, gubernur hingga presiden #PredatorNKRI

Pertunjukkan demokrasi di atas tak akan bisa anda temukan di negara manapun, termasuk di AS sekalipun ! #PredatorNKRI

Karena itulah saya gagal paham ketika ada capres munduk-munduk minta restu kpd dubes AS menjelang pilpres 2014 ini #PredatorNKRI

Namun mungkin kita bisa sedikit mengerti saat mengetahui siapa yg mengusung capres itu #PredatorNKRI

Saat berkuasa dulu mereka inilah yg melakukan divestasi Indosat kpd para predator NKRI #PredatorNKRI

Mereka juga yg menjual gas tangguh dan asset BUMN dg harga yg sangat murah kpd predator NKRI #PredatorNKRI

Mereka juga yg membuat para konglomerat hitam leluasa merampok lebih dari 600 T uang bangsa ini melalui skema BLBI #PredatorNKRI

Karena itu jangan memilih capres yg memungkinkan para predator kembali leluasa merampok kekayaan NKRI #PredatorNKRI

Semoga Allah melindungi kita dari kejahatan para predator NKRI dan seluruh kaki tangan mereka. Amin ! #PredatorNKRI

Hamy Wahjunianto
Ketua DPW PKS Jatim
Follow @Hamy1968 on Twitter



[pksnongsa]


posted by @Adimin

"Capaian di Tengah Badai, PKS Bersyukur Raih 41 Kursi DPR" | By @Fahrihamzah

Written By Anonymous on 10 May, 2014 | May 10, 2014


Alhamdullilah, semalam tabulasi suara nasional sudah selesai. Apapun yg terjadi kita tetap harus bersyukur. #PKSbersyukur

Kali ini PKS memperoleh suara: 8.480.204 (6,79%), alhamdulillah. Naik dari perolehan pemilu sebelumnya. #PKSbersyukur

Tetapi kursi rupanya tergerus cukup signifikan dari 57 menjadi 41 (sebelum sengketa MK). #PKSbersyukur

Data perolehan Suara PKS tiga tahun adalah: 8.325.020 (2004), 8.206.955 (2009), 8.480.204 (2014). #PKSbersyukur

Adapun persentase perolehan suara PKS 2004 (7,34%), 2009: (7,88%), 2014: (6,79%). #PKSbersyukur

Sementara kursi DPR pusat: 2004 (45 kursi), 2009 (57 kursi) dan 2014 (41 kursi sebelum MK). #PKSbersyukur

Jadi, meski memperoleh tambahan suara hampir 300.000 justru PKS mengalami penurunan kursi. #PKSbersyukur

Meski mengalami kenaikan jumlah suara, tetapi PKS mengalami penurunan tangga ke nomor 7.#PKSbersyukur

Kebalikan dari pemilu 2009, PKS mengalami penurunan suara tetapi mengalami kenaikan kursi dan tangga. #PKSbersyukur

Target #PKS3Besar yang dicanangkan pada saat Mukernas Yogyakarta 2011 ternyata memang terhempas. #PKSbersyukur

Saya ingat Mukernas jogja kita canangkan sebagai akhir konsolidasi mesin dan awal ekspansi. #PKSbersyukur

Tapi ternyata, awal 2013 partai justru mengalami serangan telak yang hampir mematikan. #PKSbersyukur

Kasus LHI, yang dituduh menerima suap sepanjang 2013 telah menjadi kampanye hitam luar bisa. #PKSbersyukur

#PKSbersyukur masih memiliki kesempatan selama 2013 dalam masa kita diserang kita memiliki panglima perang.

Saya merasakan betul, setelah dilantik Jumat Februari 2013, Presiden @anismatta nyaris tak pernah berhenti. #PKSbersyukur

Hampir semua dari 33 Propinsi dikunjungi dalam tempo setahun itu dan hampir semua kota di Jawa. #PKSbersyukur

Ratusan pidato telah disampaikan dan ribuan silaturahmi telah diselenggarakan. #PKSbersyukur

Kita merasa sudah melakukan semua yang kami lalui. Dan sepertinya kita akan mendapatkan yg kita mau. #PKSbersyukur

Dan kalau hasil yang kita saksikan sekarang nyata, inilah kenyataannya. Suara kita naik tapi kursi kita turun. #PKSbersyukur

Capaian ini adalah capaian di tengah badai...tidak adil jika kita banding dengan capaian partai yg lain. #PKSbersyukur

Saya terus mengingat kalimat yang senantiasa diulang oleh Presiden @anismatta dalam pidatonya. #PKSbersyukur

Pukulan yang tak mematikan maka akan menguatkan. Nyatanya kita tak mati maka kita akan kuat. #PKSbersyukur

Tugas partai ke depan adalah memperbaiki sistem dalam mengelola sumber daya yang kita miliki sekarang. #PKSbersyukur

Seperti sekarang terus dirintis oleh Presiden @anismatta dan DPP secara umum, kerja harus terencana.#PKSbersyukur

Memang permainan belum selesai, karena pekan dan calon Presiden dan wakilnya harus segera ditetapkan. #PKSbersyukur

Sebagai salah satu peserta koalisi, PKS perlu membangun kesepahaman untuk memenangkan dan memerintah.#PKSbersyukur

Atau jika kehendak Ilahi berkata lain, maka harus juga kesepahaman untuk membangun oposisi yang loyal. #PKSbersyukur

Itulah jalan yang terbentang. Dan dalam keadaan apapun, posisi PKS masih baik dan kita harus siap selalu, #PKSbersyukur

Kita ingin merobak banyak sistem yg buruk, tetapi rupanya jalan masih panjang. #PKSbersyukur

Meski demikian, jalan untuk memperbaiki keadaan selalu ada. Karena itulah kita ikut ikhtiar dalam Pilpres. #PKSbersyukur

Berharap seorang Presiden memahami apa yg ingin kita wujudkan dan berkemampuan melaksanakan terpilih. #PKSbersyukur

Demikianlah politik kita selalu menyimpan harapan, bagi itikad dan keinginan baik kita. #PKSbersyukur

Tapi jalan selalu panjang bagi bangsa yang tidak pernah mau mengambil jalan pintas. #PKSbersyukur

Maka teruslah berjalan, menyalakan harapan dan mencari cara untuk membangun kesejahteraan. #PKSbersyukur

Teruslah jalan, menggelorakan semangat untuk terus berjuang sampai tercipta keadilan, #PKSbersyukur

Terima kasih kepada yang telah bersama mewujudkan cita dan harapan. #PKSbersyukur

Terima kasih kepada rakyat Indonesia yang telah memungkinkan semua berjalan sesuai harapan. #PKSbersyukur

Terima kasih kepada aparat yang telah setia bekerja dalam diam dan terkadang di bawah makian. #PKSbersyukur

Terima kasih kepada yang tak terduga, tak terbaca dan tak tereja. Terima kasih tak terhingga. #PKSbersyukur

Semoga Allah SWT menjayakan bangsa Indonesia. Amiin. #PKSbersyukur

_____
https://twitter.com/Fahrihamzah


[pksnongsa]


posted by @Adimin

Mencipta Sekolah Kehidupan


“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.”
(QS Al ‘Alaq: 1-3).

 
Pendaftaran masuk sekolah sudah dimulai. Jika Anda termasuk orang tua yang sempat harap-harap cemas dengan sekolah baru anak Anda, buku Totto-chan, Gadis Cilik di Jendela karya Tetsuko Kuroyanagi rasanya penting dibaca. Saya sendiri merasa perlu menghadiahkan buku tersebut kepada sahabat saya yang menjadi guru.
SD Tomoe, sekolah yang dikisahkan dalam buku tersebut, bangunannya tak meyakinkan. Seluruh gedung kelas terbuat dari bangkai gerbong kereta api. Tak ada muridnya yang menjadi juara lomba antarsekolah. Tak ada medali emas karena juara olimpiade sains. Usia sekolah inipun tak lama—bangunannya musnah saat jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki (1945). Namun, situasi belajar yang menarik dan menyenangkan di sekolah tersebut mempunyai pengaruh luar biasa bagi para alumninya. Dengan gaya kisahan yang ringan, buku tersebut mampu menggambarkan filosofi seperti apa sesungguhnya “sekolah bermutu.” Walhasil, buku yang laris (best seller) di Jepang ini bisa mengubah cara pandang terhadap pendidikan buah hati kita. Tidak ada yang perlu diratapi atas kegagalan UN dan masuk sekolah (atau kelas) favorit. Bahkan, kita perlu waspada dengan sistem pendidikan saat ini yang bisa jadi malah membodohi dan mengancam masa depan buah hati kita.

Kenyamanan

Pada 2003, Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) pernah mengadakan survei internasional—dengan tes yang disebut PISA—untuk mengukur kemampuan siswa di bidang sains, membaca, dan juga matematika. Hasilnya, Finlandia ditetapkan sebagai peringkat pertama dunia dalam kualitas pendidikan.

Bagaimana sistem pendidikan Finlandia? Finlandia tidak membebani siswanya dengan tambahan jam-jam belajar, memberi PR tambahan, menerapkan disiplin ala tentara, atau menteror siswa dengan tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia agak lambat, pada usia 7 tahun. Jam sekolah merekapun hanya sedikit, 30 jam per minggu. Siswa diajar mengevaluasi dirinya sendiri. Mereka belajar bertanggung jawab. Rasa tanggung jawab itu membuat mereka lebih bebas untuk maju. Guru tinggal memotivasi, tidak harus selalu mengontrol mereka. Minimnya rasa tertekan inilah yang memungkinkan belajar menjadi sesuatu yang menyenangkan dan dinamis.

Beban kurikulum yang terlalu besar adalah perkara yang merisaukan dalam pendidikan di Indonesia. Ketetapan passing grade untuk kelulusan, membuat semua sekolah dihantui rasa takut kalau tidak dapat melampauinya. Demi target lulus, sekolah lebih mirip bimbingan belajar. Ada tambahan waktu untuk mengerjakan soal-soal. Selalu ada PR yang dibawa siswa ke rumah. Tak cukup itu, sebagian besar anak masih harus ikut les di luar sekolah. Lacur, siswa laksana mesin robot penghafal dan penghitung par excellence!

Seto Mulyadi (Ketua Komnas Perlindungan Anak) dan Neno Warisman (da’iyah, mantan artis) adalah sebagian orang tua yang menyadari kelemahan sistem pendidikan kita. Sebagaimana Seto, Neno Warisman menarik anaknya dari sekolah formal. Menurutnya, sesuai fitrah otak mau belajar kalau ada perasaan nyaman. Bismillah, ia mengajari sendiri anaknya di rumah.

Apa yang dilakukan oleh Neno Warisman kita kenal saat sebagai ‘sekolah rumah’ (home schooling). Sekolah alternatif—yang saat ini telah diakui legalitasnya--ini mengingatkan kita pada Ki Hajar Dewantara. Jika kita tilik sejarah Ki Hajar Dewantara, tidak ada anak-anaknya mengikuti sekolah Belanda. Mereka belajar sendiri di rumah. Ini juga dilakukan oleh Haji Agus Salim. Bimbingan tersebut mengantarkan sukses seluruh anaknya. Di luar negeri kisah serupa juga kita dapati pada Bill Gates (pemilik Microsoft) dan Thomas Alfa Edison. Mereka tidak belajar di sekolah formal. Mereka banyak sekali melakukan eksperimen di rumahnya. Sukses besar pun dapat diraih dua orang tersebut.

Pemahaman

Salah satu hak anak yang harus dipenuhi oleh orangtuanya ialah memberikan pendidikan yang baik. Abul Hasan meriwayatkan bahwa suatu hari seseorang bertanya kepada Nabi Muhammad saw.: ”Ya Rasulullah, apakah hak anakku terhadap diriku?” Rasulullah menjawab, ”Engkau baguskan nama dan pendidikannya, kemudian engkau tempatkan (pelihara) ia di tempat yang baik.”

Pendidikan yang baik tentunya tidak bisa disederhanakan dengan nilai rangking atau kelulusan UN dari sekolah favorit. Sahabat Rasulullah sendiri, tidak ada yang mengenyam sekolah formal. Tetapi, lewat didikan akhlak Rasulullah, mereka menjadi orang-orang yang mempunyai prestasi raksasa dalam sejarah.

Yang harus kita sadari, banyak sekali masalah kehidupan yang tidak ditemui dalam pelajaran berhitung dan hafalan di sekolah. Berhitung dan menghafal hanyalah sebagian kecil dari cara melatih berfikir sistematis. Fungsi utama sekolah semestinya adalah membentuk pola fikir dan perilaku positif anak-anak. Inilah yang kemudian akan membuat anak didik siap menjawab masalah dalam kehidupan nyata. Inilah yang dalam bahasa Al Qur’an, pendidikan itu diartikan sebagai sarana mensucikan diri. “Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.”(QS Al Baqarah: 151)

Mensucikan diri sama artinya dengan tumbuhnya perilaku positif dalam belajar. Belajar bukan diniatkan untuk sekadar mendapat angka tinggi dalam rapor. Belajar adalah aktivitas mulia untuk meraih derajat tinggi di sisi Allah dan memberi manfaat kepada sesama. Pengertian inilah yang kemudian secara otomatis memotivasi anak didik untuk terus belajar. Inilah yang mengarahkan anak didik pada kepahaman.

Islam sendiri menempatkan derajat orang yang mengerti dan memahami (“faqih”) lebih tinggi dari pada orang yang menghafal (“hafizh”). Pada kurun terbaik dalam Islam—yaitu pada tiga abad pertama Islam—kedudukan dan kepeloporan berada di tangan para faqih, sedangkan pada masa-masa kemunduran, kedudukan dan kepeloporan itu ada pada para hafizh.

Tentu bukan berarti hafalan itu tidak perlu.. Namun, kita penting memahami bahwa hafalan hanyalah sebagai gudang data dan ilmu pengetahuan; untuk kemudian dimanfaatkan. Menghafal bukanlah tujuan itu sendiri, tetapi ia adalah sarana untuk mencapai tujuan yang lain. Apalagi saat ini, gudang data itu banyak digantikan oleh kaset/ disket—atau program penyimpan data digital lain yang saat ini begitu mudah didapat dan dipakai. Menurut Yusuf Qardhawi, kesalahan yang banyak dilakukan oleh kaum Muslimin saat ini adalah perhatian mereka kepada hafalan yang lebih tinggi daripada pemahaman. Sampai tingkat tertentu, menurut Qardhawi, ini menjadi persoalan yang sangat memalukan dalam dunia pendidikan di negeri-negeri Muslim. Sistem pendidikan itu kebanyakan didasarkan pada hafalan dan ”kebisuan,” serta tidak didasarkan pada pemahaman dan pencernaan. Kalau apa yang mereka pelajari didasarkan atas pemahaman dan contoh yang nyata, maka hal itu akan masuk kedalam otak mereka dan tidak mudah hilang dari ingatan. (Yusuf Qardhawi, Fiqh Aulawiyat).

Jadi, tak perlu ada yang dirisaukan bila anak kita tidak berada di sekolah favorit. Yang penting dilakukan adalah mengimbangi ketimpangan dalam sistem pendidikan negeri ini dengan pendidikan sebenarnya di rumah. Rumah dan keluarga adalah sekolah informal penentu sukses sejati. Orang tualah guru besarnya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw.: "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanya lah yang menjadikannya nasrani, yahudi, atau majusi.” (HR. Bukhari). Dalam bahasa kita saat ini, orang tualah pemberi saham terbesar sebagai penentu sukses hidup seseorang. 

Kholid

posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger