pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Pengamat: Jokowi Tak Paham Ketahanan Nasional

Written By Anonymous on 24 June, 2014 | June 24, 2014


Jakarta - Capres Jokowi dianggap tidak paham soal ketahanan negara. Keinginan membeli drone (pesawat tanpa awak), justru membuat blunder.

Karena, drone yang menggunakan teknologi tinggi, akhirnya menyeret Jokowi untuk membuka soal penjualan Indosat era Presiden Megawati.

Menurut Suko Widodo, pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Jokowi tidak mengerti permasalahan ketahanan nasional.

“Kita tahu dia selalu membawa hal mikro ke perdebatan. Tapi kali ini fatal karena dia malah mengambil hal yang tidak dikuasai dan akhirnya jadi blunder,” kata Suko saat dihubungi, Senin (23/6/2014).

Debat capres pada Minggu (22/6/2014), kata Suko, memperlihatkan kalau sebenarnya Jokowi tidak menguasai substansi debat. 

“Jika mau mengambil hal riil yang bisa diimplementasikan, harusnya Jokowi mengambil masalah Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata),” kata Suko.

Dia menjelaskan, Sishankamrata memang produk jaman Soeharto, tapi efektif membuat negara lain segan terhadap Indonesia.

Menurut dia, jika dibandingkan membeli drone yang tidak ia kuasai, lebih kongkrit dengan program ini.

”Harusnya ambil saja yang sudah ada, asal idenya baik dan bisa diaplikasikan,” katanya.

Sishankamrata adalah pertahanan secara menyeluruh terhadap bangsa Indonesia dan melibatkan dua komponen, yaitu TNI dan rakyat Indonesia sebagai cadangan.

“Ini jauh lebih strategis bagi Jokowi daripada ambil tema drone yang kemudian menyeretnya ke masalah satelit, penjualan Indosat oleh Megawati dan lain-lain. Ini blunder dan akhirnya diolok-olok di sosial media,” kata Direktur Pusat Komunikasi Surabaya ini.

Bagi dia, tanpa disadari sebenarnya Jokowi sudah blunder berkali-kali. Justru, keinginan dia untuk membuat sesuatu kalau terpilih, susah untuk dilaksanakan.

“Ini sama halnya ketika dia mengeluarkan kartu Indonesia Sehat dan Indonesia pintar. Masyarakat tak menemukan manfaat riil dari itu apalagi sudah ada BPJS,” kata Suko.[inilah.com]


posted by @Adimin

Mahfud MD: Secara Psikologis Prabowo-Hatta Sudah Menang


Jakarta (23/6) - Ketua Tim Kampanye Nasional (Timkamnas) Prabowo-Hatta, Mahfud MD mengatakan bahwa saat ini pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres/cawapres) Prabowo Subianto-Hatta Radjasa sudah menang secara psikologis.

"Hampir semua lembaga survey sudah menyatakan bahwa Prabowo-Hatta terus merangkak naik dan sudah menang. Ini harus dikawal agar kemenangan yuridis realistis terjadi pada 9 Juli mendatang," kata Mahfud MD dalam sambutannya di Konsolidasi Nasional Koodinator Saksi Prabowo-Hatta di Jakarta (23/6), Senin (23/6) siang.

Mahfud mengatakan bahwa elektabilitas pasangan Prabowo-Hatta terus naik hanya dalam waktu 3 pekan. Saat ini, ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini, posisi Prabowo sudah menang. "Adalah tugas para saksi untuk mengawal pemenangan dan kemenangan psikologis dan prediktif ini di tanggal 9 Juli nanti," ujarnya.

Dalam kesempatan ini Mahfud memberikan semangat kepada para koordinator saksi se-Indonesia yang hadir. Dia mengatakan tanggungjawab saksi diberikan kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan pesan langsung dari Prabowo Subianto.

"Tim ini sengaja diberikan kepada PKS karena kita tahu PKS itu kader-kadernya orang-orang pilihan, dan ini amanah dari koalisi bahwa PKS akan mengawal kemenangan ini," tegasnya.

Mahfud menambahkan bahwa Prabowo secara langsung mempercayakan saksinya pada 9 Juli nanti kepada PKS. "Percayakan saja kepada pks," pungkasnya mengulang pesan dari Prabowo.

Dalam acara pelatihan tersebut, sebanyak 1.200 koordinator saksi tingkat Kabupaten dan Kota dari 511 Kabupaten/Kota yang berada di 34 Provinsi se-Indonesia berkumpul untuk mendapatkan arahan teknis mengawal suara di Pilpres 9 Juli mendatang. Capres Prabowo Subianto juga dijadwalkan memberikan arahan pada acara tersebut pada Senin (23/6) malam.

Direktur Saksi dan Advokasi Jazuli Juwaeni menyatakan, PKS memang mendapatkan amanah dalam mengawal saksi karena partai-partai koalisi merah putih mengetahui kader-kader PKS sangat tangguh dalam mengawal suara di ajang Pemilu, baik legislatif, Kepala Daerah maupun Pemilihan Presiden sebelumnya. [pks.or.id]


posted by @Adimin

PKS akan Door to Door Kampanyekan Prabowo-Hatta


Jakarta (22/6) - Anggota Dewan Pakar Tim Sukses pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Prabowo-Hatta, Hidayat Nur Wahid menilai kampanye dengan cara tatap muka merupakan cara terbaik mendulang suara. Untuk itu, ia akan menggerakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berkampanye dengan bertemu langsung dengan masyarakat.

"Rekan-rekan kami terbiasa melaksanakan kampanye door to door campaign untuk ketemu langsung kepada publik untuk menerangkan hakikat dari Pak Prabowo," ujarnya usai Kampanye Akbar di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan, Ahad (22/6).

Menurut Dewan Majelis Syuro PKS itu, kader partainya sudah terbiasa melakukan kampanye semacam ini. Selain itu, lanjutnya, kader PKS telah memiliki jaringan kuat untuk melakukannya.

Ia berharap partai politik pendukung Prabowo-Hatta melakukan kampenye serupa. "Seluruh Parpol, seluruh organisasi massa kita berjuang bersama-sama. Perjuangan ini harus dilakukan dengan elegan," katanya.

Dengan cara ini, Ketua Fraksi PKS di parlemen ini yakin target enam puluh persen suara di pemilu presiden mendatang dapat tercapai. [pemilu.metrotvnews.com]


posted by @Adimin

Prabowo-Hatta Tren Positif, Jokowi-JK Negatif

Written By Anonymous on 23 June, 2014 | June 23, 2014

Headline

Jakarta - Menjelang pemungutan suara pilpres 9 Juli mendatang elektabilitas dari pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memasuki fase tren positif merangkak naik mengalahkan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) yang memasuki fase tren negatif.

Hal tersebut tertuang dalam hasil survei yang dirilis Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), Minggu, (22/6/2014).

Direktur Puskaptis Husin Yazid mengatakan, dari survei yang dilangsungkan di 33 provinsi di seluruh Indonesia, pasangan capres nomor urut satu itu memperoleh 45,60% suara sedangkan pasangan Jokowi-JK mendulang 43,21% suara.

"Dengan data ini menunjukan bahwa pasangan Prabowo-Hatta memasuki fase tren positif naik sementara Jokowi-JK mulai stagnan dan cenderung masuk fase tren negatif," kata Husin.

Survei yang dilakukan pada 16 hingga 21 Juni 2014 ini juga memetakan beberapa wilayah yang menjadi basis kekuatan dari pasangan koalisi Merah Putih.

"Wilayah yang menjadi keunggulan pasangan Prabowo-Hatta ada di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah (Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan), sedangkan. Pasangan Jokowi-JK unggul di tiga wilayah Indonesia timur ( Bali, Sulawesi, Papua-Maluku," jelasnya.

"Hal ini harus menjadi perhatian tim sukses mengingat wilayah Pulau Jawa dan Sumatera pendukuknya sekitar 59% dan 21% dari penduduk Indonesia, artinya mereka harus mengoptimalkan elektabilitasnya," tambahnya.

Tidak hanya itu, menurutnya, elektabilitas pasangan Prabowo-Hatta meningkat lantaran masyarakat sudah melihat mantan Danjen Kopasus tersebut dalam acara debat capres yang sudah digelar sebanyak dua kali.

"Yang mempengaruhi elektabilitas Prabowo-Hatta adalah masyarakat mampu melihat visi dan misinya secara jelas melalui acara debat capres, tidak bisa dipungkiri hal itu sangat berpengaruh pada elektabilitas Prabowo,"katanya.

Seperti diketahui, survei ini menggunakan tehnik multistage random sampling dengan responden sebanyak 2400 responden. Margin Error 1,8% serta melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner. [inilah.com]


posted by @Adimin

PKS : Jokowi Jangan Klaim Kemerdekaan Palestina

Headline

Jakarta - Presiden Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) Anis Matta menilai calon presiden Joko Widodo atau Jokowi hanya mengklaim politik luar negerinya dengan memerdekakan negara Palestina.

Pasalnya, memerdekakan suatu negara sudah menjadi kewajiban Indonesia sesuai dengan yang tertuang di dalam UUD 1945.

"Membantu kemerdekaan Palestina itu adalah tugas konstitusi kita, bagi siapa yang memimpin pemerintahan," kata Presiden PKS Anis Matta, usai menghadiri Debat Capres di Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta Utara, Minggu (22/6/2014) malam.

Menurutnya, program Jokowi itu tidak substansi. "Jadi itu bukan suatu yang spesifik. Itu sudah ada dalam konstitusi kita," ujarnya.

Sebelumnya, pada debat capres, Jokowi mengatakan akan memerdekakan Palestina dan mendukung menjadi anggota penuh PBB. Namun hal itu sudah tertuang dalam UUD 1945. [inilah.com]


posted by @Adimin

Inilah Lima Blunder Jokowi di Debat Capres Ketiga

Headline

Jakarta - Calon presiden bernomor urut dua Joko Widodo, sering terlihat gugup dalam setiap acara Debat Capres dan setiap berhadapan langsung dengan Capres nomor urut satu, Prabowo Subianto.

Dalam Debat Capres ketiga dengan tema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional, Jokowi sedikitnya melakukan blunder sebanyak lima kali. Hal ini dikatakan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon usai menghadiri Debat Capres Ketiga di Holiday Inn, Jakarta Utara.

Pertama saat ditanya Prabowo tentang laut Cina Selatan oleh Prabowo, Jokowi menjawab Indonesia tidak punya kepentingan berarti di laut yang strategis itu. "Tadi saya kira pak Jokowi tidak mampu menjawab itu. Saya kira Jokowi tidak mengerti masalah itu," katanya, Minggu (22/6/2014) malam.

Sementara itu, blunder yang kedua Jokowi yakni dijelaskan oleh Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta mengenai pertahan dan ketahanan. Saat itu Jokowi mengatakan ketahanan dan pertahanan adalah untuk merekrut TNI.

"Ketahanan itu seperti sumber daya air, alam, sedangkan pertahanan itu urusan TNI," kata ketua tim pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD dalam kesempatan yang sama.

Ketiga yaitu, Jokowi melakukan blunder tentang penjualan aset Indosat, oleh Megawati Soekarnoputri. Jokowi mengatakan, penjualan aset Indosat karena terjadi krisis, sedangkan krisis saat itu sudah berlalu. Seperti yang disampaikan Akbar Tandjung yang dinilai ada kepentingan dan bukan karena ada krisis, karena penjualan Indosat terjadi pada tahun 2001. Sedangkan krisis di Indonesia terjadi pada tahun 1998.

"Jadi sebetulnya nggak relevan krisis alasan utama, karena dibalik itu ada kepentingan kan. Jual beli bukan karena dia bayangkan karena ada krisis 98-99, peristiwanya (penjualan Indosat) 2001, Megawati (tahun) 2001," kata Akbar Tandjung.

Kemudian blunder keempat, soal kemerdekaan Palestina, kemerdekaan Palestina bukanlah program seorang capres, tetapi amanat konstitusi. Seperti halnya yang disampaikan Presiden Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) Anis Matta.

"Membantu kemerdekaan Palestina itu adalah tugas konstitusi kita, bagi siapa yang memimpin pemerintahan. Jadi itu bukan suatu yang spesifik. Itu sudah ada dalam konstitusi kita," pungkasnya.

Dan blunder kelima Jokowi adalah perihal Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI seperti Tank Leopard dan Anoa. Menurutnya Leopard tidak cocok untuk Indonesia.

"Menurut saya Leopard penting, mengingat wilayah Indonesia yang besar, dalam menjaga pertahanan. Kan itu sudah dikaji oleh pakar-pakarnya. Vietnam saja pada perang terakhir, menggunakan Leopard dari Vietnam. Bukan hanya tank, kita juga perlu jet tempur, helikopter dan kapal selam," jelas Prabowo dalam debatnya. [inilah.com]


posted by @Adimin

Anis Matta: Indonesia Butuh Pemimpin yang Otentik, Bukan Polesan

Written By Anonymous on 22 June, 2014 | June 22, 2014


Twit @anismatta
(Sabtu malam, 21/6/2014)

Alhamdulillah.. Baru saja mendarat di Jakarta..

Banyak pertanyaan via mention.. InsyaALLAH sebagian besar akan terjawab dalam kultwit saya sebentar lg..

Alhamdulillah, kampanye pilpres berjalan lancar.. Suasana mulai hangat, kedua pihak berlomba2 di dlm kebaikan..

Kedua tim capres sedang melakukan "total football", walau Belanda sendiri sudah tidak menerapkannya sbg akibat globalisasi..

Pd hari Ahad, 22 Juni besok, kita akan menegaskan sikap & pilihan kita di Gelora Bung Karno..

Tempat bersejarah yg dibangun Bung Karno utk menempatkan Indonesia sejajar dgn bangsa2 lain di dunia..

Pd hari Ahad nanti kita akan menyerap semangat yg diwariskan Bung Karno utk menolak jd bangsa kuli dan kuli bangsa2 lain..

Bagi saya, terbentuknya koalisi pendukung Prabowo adlh sebuah keniscayaan kristalisasi politik yg alamiah..

Sebelum ini, komposisi koalisi juga relatif sama.. Hanya skrg minus PKB, plus Gerindra.. Sisanya sama..

Inilah koalisi kanan-tengah yg terbangun secara alamiah, atas dasar spektrum ideologi yg berdekatan..

Koalisi ini juga mencerminkan spektrum ideologi politik rakyat kebanyakan, walau sebagian tdk diartikulasikan..

Krn itu koalisi Prabowo mendapat dukungan yg luas dr rakyat, krn persamaan spektrum itu.. Spt pemancar yg ditangkap oleh radio di rumah2..

Kepercayaan & dukungan kpd Prabowo semakin meningkat, itu terasa dlm acara di daerah2.. Dukungan yg tulus..

Juga ketika saya & Prabowo berdialog dgn warga masyarakat.. Dialog yg alami.. Bukan dirancang utk diliput TV..

Krn itu acara di Gelora Bung Karno nanti adlh konfirmasi & penegasan dukungan yg berdasarkan kesamaan gagasan..

Dukungan alamiah, bukan krn popularitas figur, apalagi krn polesan pencitraan media.. Dukungan terhadap pribadi yg otentik..

Saya mengundang para sahabat utk hadir di Gelora Bung Karno pd hari Ahad besok, utk berSATU, menyatakan sikap politik yg SATU..

Bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin otentik yg memberi harapan, bukan pemimpin polesan yg menyajikan hiburan..

Bahwa dukungan kpd Prabowo lahir dr kesamaan gagasan & cita2, Indonesia yg kuat, maju, adil & sejahtera..

Sekarang saatnya.. Kobarkan semangat Indonesia!!



posted by @Adimin

Sandiaga Uno: Prabowo Lepas Sekali...


JAKARTA - Perwakilan tim ekonomi Prabowo-Hatta, Sandiaga Salahudin Uno, puas dengan penampilan Prabowo malam ini dalam "Dialog Kadin dengan Capres-Cawapres", di Jakarta, Jumat (20/6/2014).

"Prabowo lepas sekali," katanya sambil tersenyum kepada wartawan. Bos PT Saratoga Investama Sedaya itu menambahkan, meskipun mantan orang militer, Prabowo juga seorang pengusaha.

Inilah yang menjadikan Prabowo terlihat luwes berdialog dengan pengusaha. "Pak Prabowo juga sudah menunjukkan bahwa Indonesia open for business. Sehingga kalau kemarin ada investor yang khawatir dengan kebijakan Prabowo, sekarang kekhawatiran itu hilang," katanya.

Dalam dialog yang digelar Kadin malam ini, Prabowo mendapatkan urutan pertama untuk memaparkan visi dan misinya. Setelah itu, giliran Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang memberikan pemaparan. [kompas]
 

posted by @Adimin

Lindungi Prabowo, PKS Terjunkan 20.000 Relawan


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Wilayah DIY menerjunkan 20.000 relawan PKS ke rumah-rumah warga untuk mengkampanyekan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 1. Upaya tersebut sekaligus menangkal “serangan” kepada Prabowo Subianto yang akhir-akhir ini gencar.

PKS menganggap serangan yang dilakukan lawan politik Prabowo sudah meresahkan. Isu penculikan aktivis 1998 masuk ranah hukum militer dan harus diselesaikan di internal sesuai mekanisme militer.

“Tidak perlu dibawa ke ranah politik,” kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sukamto di Warung Makan Cimoll Jalan Ipda Tut Harsono, Jumat (20/6/2014)

Menurut Sukamto, saat ini persaingan pemilihan presiden, bukan saatnya lagi mengungkit-ungkit masa lalu. Prabowo, kata Sukamto, pada 2009 lalu digandeng menjadi calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri. Kendati demikian, Sukamto menyerahkan persoalan personal prabowo kepada tim Prabowo yang mengetahui persis persoalan mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut.

“PKS DIY akan mengerahkan 20.000 kader lakukan kampanye door to door.” Kata Sukamto.

Sekretaris DPW PKS DIY Zuhrif Hudaya mengungkapkan model kampanye door to door yang dilakukan PKS adalah model kampanye yang menjadi ciri khas dan keunggulan PKS. Dengan model tersebut juga bisa menangkal isu-isu negatif yang selama ini digencarkan lawan politik Prabowo-Hatta.

“Dengan kampanye door to door melalui relawan ini bisa mencegah isu negatif tentang Prabowo,” ujar Zuhrif

Ditambahkan Zuhrif, PKS juga sudah menyiapkan ribuan kader untuk menjadi saksi sebagai upaya mengantisipasi kecurangan saat pencoblosan hingga penghitungan suara. Pola saksi yang diterapkan adalah saksi berlapis baik di Tempat Pemungutan Suara (TPS), PPS, PPK sampai di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten dan Kota.

“Kami komitmen akan mengawal suara secara ketat untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kecurangan,” kata dia.[solopos/dm/pksnongsa]



posted by @Adimin

Ini Alasan Elektabilitas Jokowi Tersalip Prabowo

Written By Anonymous on 21 June, 2014 | June 21, 2014


JAKARTA - Hasil survei belakangan ini yang ditunjukkan beberapa lembaga menunjukkan tren elektabiltas Joko Widodo terus melorot. Posisi Jokowi yang sebelumnya sangat mendominasi pertarungan, kini telah disalib Prabowo Subianto.

Data Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) terakhir menyebutkan elektabilitas Jokowi-JK turun menjadi 42,79 persen dan Prabowo meraih 44,69 persen. Direktur Puskaptis Husin Yazid mengatakan bahwa masyarakat menginginkan sosk pemimpin yang tegas, berani dan berwibawa. “Faktor keamanan adalah salah satu kebutuhan masyarakat,” kata Husin saat dihubungi wartawan, Jumat (20/6)

Dia menyatakan, keamanan yang dimaksud bukan hanya dari ancaman luar, tapi juga keamanan dalam hal bidang ekonomi. “Ekonomi Global sudah berlangsung, masyarakat butuh proteksi dalam bidang ekonomi. Dalam hal ini masyarakat mempercayai Prabowo bisa melakukan perlindungan tersebut,” ujarnya.   
Faktor kedua adalah masyarakat memilih Prabowo, lantaran presiden akan membawa nama Indonesia di mata dunia. Dalam hal ini, ketua dewan pembina Partai Gerindra itu lebih bisa dipercaya, untuk memberikan kewibawaan pada Tanah Air. Artinya, citra dan nilai Indonesia di mata dunia bisa dijaga oleh Prabowo.

Selain itu faktor yang juga banyak berpengaruh terhadap menurunnya elektabilitas Jokowi adalah serangan brutal yang bertubi-tubi alias menyerang tanpa dasar. "Masyarakat bisa melihat hal itu dan itu memberikan rasa simpati kepada Prabowo,” kata Husin.

Dia mengatakan selama ini banyak sekali rumor yang diembuskan untuk menjatuhkan Prabowo. Namun menurut Husein, saat ini masyarakat sudah jauh lebih cerdas karena derasnya arus informasi. Akibatnya rumor yang tidak berdasar sejatinya sudah mereka bisa pilah-pilah.

Penyebab lainnya adalah penguasaan daerah dari ketokohan cawapres. Keberadaan JK sebagai pendamping Jokowi tidak mendongkrak suara secara siginifikan. Berbeda dengan Hatta Rajasa yang menjadi wakil Prabowo, figur Hatta dinilai menjadi penopang suara.

"Sekitar 21 persen pemilih ada di pulau Sumatra dan Hatta Rajasa mampu menguasai daerah ini dengan baik. JK, meskipun menguasai daerah Sulawesi namun pemilih di sana hanya sekitar tuju persen," jelas Husin.

Husin menambahkan, bergabungnya mayoritas kader Demokrat dalam koalisi Prabowo-Hatta, juga turut berpengaruh. “Banyak masyarakat yang masih menyukai figur SBY." [ROL]



posted by @Adimin

Survei Vox Populi: Elektabilitas Prabowo-Hatta Lampaui Jokowi-JK Hingga 15,1%


JAKARTA - Vox Populi Survey merilis survei yang menunjukkan elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa lebih unggul dibanding capres-cawapres lainnya, yakni Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Dalam survei tersebut, Prabowo-Hatta memiliki elektabilitas 52,8 persen, sedangkan Jokowi-JK 37,7 persen. Yang tidak memberi jawaban dalam survei itu ialah sebesar 9,5 persen.

"Dari berbagai kelompok masyarakat yang ada, terlihat bahwa Prabowo-Hatta selalu unggul elektabilitasnya dibanding Jokowi-Kalla," ujar Direktur Eksekutif Vox Populi Survei, Basynursyah, saat memaparkan hasil survei di Whiz Hotel Cikini, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Jumat (20/6/2014).

Basynursyah mengatakan, unggulnya elektabilitas Prabowo-Hatta disebabkan oleh tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Prabowo-Hatta untuk memecahkan segala persoalan bangsa, seperti nasionalisme yang mulai pudar dan ekonomi kapitalis yang menyengsarakan bangsa.

Prabowo-Hatta juga dianggap memiliki ketegasan, integritas, kejujuran, dan moral yang tinggi untuk bisa memecahkan permasalahan tersebut. Sementara itu, menurunnya elektabilitas Jokowi-JK, lanjut Basynursyah, disebabkan Jokowi dianggap tidak mampu menyelesaikan masalah kemacetan dan banjir di Jakarta yang hingga kini masih terjadi.

Tak hanya itu, kasus bus transjakarta yang ditangani oleh Kejaksaan Agung, yang diduga melibatkan Jokowi, juga mempunyai pengaruh akan turunnya elektablilitas Jokowi-JK. Survei ini dilaksanakan pada tanggal 3-15 Juni 2014 dengan populasi warga Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum.

Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 5.226, tetapi yang berhasil dianalisis sebanyak 4.998 sampel. Toleransi kesalahan survei ini adalah sebesar /- 1,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei ini dibuat dan dibiayai oleh Vox Populi dan dibantu oleh Persatuan Wartawan Republik Indonesia. [kompas]



posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger