pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Siapakah Capres Peduli Pendidikan Itu?

Written By Sjam Deddy on 29 June, 2014 | June 29, 2014



Berpulun tahun lalu John F kennedy Presiden Amerika Serikat diminta agar pemerintahannya memberikan bantuan bagi pelajar kulit hitam untuk menimba ilmu disana, tapi hal itu tidak didukung oleh parlemen hingga akhirnya dia keluarkan uang pribadinya utk disumbangkan bagi para pelajar berprestasi, termasuk didalamnya Obama yang ketika itu juga mendapatkan bantuan beasiswa, hingga hari ini Obama bs menjadi presiden.

Hal yang sama terjadi, ketika dimana ada seorang Indonesia, yang tak pernah diliput media, ataupun tak pernah minta diliput media telah mengucurkan dana pribadinya utk membiayai peneliti-peneliti Indonesia, membiayai studi anak bangsa berprestasi hingga layak dapat beasiswa keluar negeri.


Sedikit juga yang tahu, karena memang tak pernah ada publikasi guna menarik simpati, bukan dilakukan hanya ketika menjelang kampanye saja. Bahwasanya seseorang dermawan itu ternyata juga mempunyai lebih dari 8000 anak asuh di papua. Begitu cintanya beliau pada papua, hingga ingin daerah itu maju krn memilki SDM asli papua yg handal utk mengelola daerah mereka sendiri. Bukan seperti skrg justru kekayaan mereka didominasi para pendatang bahkan bangsa asing, hingga masyarakat asli terpinggirkan.

Ini adalah capture (cuplikan) status facebook dari salah seorang Profesor kenamaan dari UI yang belakangan ramai dibicarakan. Namun beliau tak menyebutkan secara gamblang tentang siapa yg ia bicarakan dlm isi statusnya tersebut. Namun silahkan dinilai sendiri kira-kira capres mana yang beliau maksud. Saya juga tak akan menyebutkan nama biar anda analisa sendiri. Karena disini saya hanya ingin mengajak kita menjadi cerdas dengan memilih dgn menganalisa, bukan memilih berdasarkan pencitraan semata.

Pilih presiden yg ikhlas untuk rakyat, yang ingin memajukan pendidikan Indonesia. Semua kepala daerah dan kepala negara memang menurut amanat undang-undang harus memajukan pendidikan. Tapi sebagian besar menggunakan uang dari negara (APBN) untuk membiayai tetek bengek program pendidikan (gratis) mereka. Jangan terlampau bangga dengan slogan kerja, kerja, kerja, seolah menganggap yang lain belum berbuat apa-apa… karena semua diantara kita pada dasanya adalah manusia pekerja. Yuk kita buka mata, kalau ada seseorang yang tak diliput media, bahkan merogoh kantong pribadinya utk memajukan pendidikan demi kemajuan Indonesia.

salam perubahan untuk Indonesia  lebih bermartabat,

dr. Wahyu Triasmara

 

http://edukasi.kompasiana.com/2014/06/22/siapakah-capres-peduli-pendidikan-itu-663505.html

posted by @Adimin

Waktunya Rakyat Dibantu! | Testimoni Sandiaga Uno Kenapa Pilih Prabowo

Written By Anonymous on 28 June, 2014 | June 28, 2014


Waktunya Rakyat Dibantu!

Oleh Sandiaga Uno 

Banyak pihak menanyakan kepada saya sampai hari ini, kenapa saya memutuskan untuk mendukung Prabowo sebagai calon presiden Republik Indonesia 2014 - 2019. Padahal banyak dari kalangan masyarakat yang masih bingung akan memilih yang mana dari dua pasangan capres-cawapres yang ada. Terus terang, walaupun kecondongan ke arah memilih Prabowo sudah ada sejak 2012, diskusi saya dengan sosok tegas ini di awal tahun 2013 meneguhkan pilihan saya mendukung pebisnis berlatar belakang militer ini.

Kebingunan masyarakat sangat wajar karena kedua pasangan memang pantas dan berkualitas dengan platform pembangunan yang tidak terlalu berbeda. Karena kedua pasangan memang mendengarkan masukan rakyat, dan masyarakat yang didominasi kelas menengah memang menginginkan stabilitas.

Stabilitas artinya tidak mencari perubahan terlalu drastis,. Yang dicari masyarakat mungkin lebih pada kemajuan, pemerataan, dan percepatan hasil-hasil pembangunan yang konkrit.

Bagi mayoritas pemilih, yang mendasarkan perbedaan di antara keduanya adalah karakter. Prabowo tegas dan nasionalis, sedangkan Jokowi sederhana dan praktis.

Dalam satu pertemuan dan diskusi dengan Prabowo di awal 2013, ternyata ada satu pernyataan beliau yang saya tangkap sebagai perbedaan fundamental dan prinsipil, sehingga akhirnya mengukuhkan pilihan saya kepada Prabowo. Dalam pertemuan tersebut, kami berdiskusi mengenai semakin bertambahnya tantangan dan permasalahan masyarakat, di semua kelas, golongan dan daerah. Bukan hanya di masyarakat miskin, tapi juga di kalangan masyarakat yang mampu.

Bahkan bagi anak-anak Indonesia yang bersekolah di luar negeri, yang kebanyakan berasal dari golongan mampu pun tantangan dan permasalahan semakin meningkat. Mulai dari perlakuan dari negara tempat mereka belajar, sampai dengan kondisi perekonomian yang kurang stabil yang membuat mereka sulit berkonsentrasi memikirkan orang tuanya dan biaya pendidikan.

Kita masih ingat cerita mahasiswa Indonesia yang meninggal di Singapura tanpa penyebab yang jelas. Demikian juga kita sangat akrab dengan para tenaga kerja Indonesia di luar negeri yang sering menjadi korban penganiayaan dan ketidakadilan, baik sosial maupun hukum. Bahkan para taipan pemilik perusahaan kelapa sawit yang notabene masuk dalam jajaran pengusaha-pengusaha terbesar di Asia pun frustrasi karena produk minyak kelapa sawit kita dihalangi masuk ke pasar Eropa dan Amerika Serikat.

Pendek kata, masyarakat semakin merasa kurang ada daya dobrak, kurang ada rasa aman, dan kurang nyata rasa bangganya saat ini menjadi bagian dari warga negara Indonesia. Akibatnya semakin masyarakat berinteraksi dengan dunia luar, baik di dalam ataupun di luar negeri, semakin tajam masyarakat membandingkan enaknya jadi warga negara lain, atau hidup di negara lain, dibandingkan dengan menjadi warga negara Indonesia dan hidup di negeri sendiri.

Ini sangat mengkhawatirkan. Karena definisi sebuah bangsa selain memiliki batas wilayah yang jelas adalah memiliki identitas yang kuat dan rasa bangga yang meluap dari warganya.

Dalam diskusi tersebut, Prabowo menjawab dengan satu pernyataan pendek, tegas, dan jelas sekali artinya dengan mengatakan "Memang sudah waktunya rakyat dibantu negara. Sejak reformasi, rakyat membantu pemerintah dengan menyerap segala perubahan dengan baik walaupun dampaknya kepada individual mungkin memberatkan."

Eureka! Itulah jawaban yang membangunkan dan mengukuhkan hati saya. Pernyataan tersebut, "waktunya rakyat dibantu" menggarisbawahi perbedaan prinsip yang fundamental. Inilah menurut saya keistimewaan yang menekankan kejelasan visi dan misi Prabowo, bukan saja menggarisbawahi perbedaan karakter beliau dibandingkan Jokowi.

Hal ini penting untuk saya sampaikan karena selama ini masyarakat sepertinya bingung memilih berdasarkan perbedaan karakter di antara kedua pasangan. Padahal sudah jelas kedua pasangan adalah putra-putra terbaik bangsa.

Ketika memutuskan pilihan sepertinya kita belum mengajukan pertanyaan yang tepat. Pertanyaan yang tepat menurut saya bukan saja "Calon Presiden seperti apa yang ingin kita pilih?"

Yang seharusnya kita tanyakan adalah "Calon Presiden yang akan menghadirkan negara seperti apa yang harus kita pilih?"

"Waktunya rakyat dibantu" memiliki makna bahwa Prabowo akan menghadirkan negara yang tidak saja dekat dengan rakyat, tapi juga membantu rakyat memikul bebannya. Negara yang tidak saja hadir untuk rakyat, tapi tidak akan pernah meninggalkan rakyatnya. Kita bukan saja butuh pemimpin yang merakyat. Melainkan, yang berbuat untuk rakyat.

*http://m.kompasiana.com/post/read/663949/2/waktunya-rakyat-dibantu.html



posted by @Adimin

DSP PKS Putuskan Awal Ramadhan 29 Juni

Dewan Syari'ah Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DSP PKS) telah menetapkan awal Ramadhan 1435 H yakni pada Ahad 29 Juni 2014 seperti yang tertuang dalam kutipan Surat Keputusan DSP PKS dibawah ini:

Kutipan
SURAT KEPUTUSAN

DEWAN SYARI’AH PUSAT
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
Tentang
AWAL RAMADHAN 1435H
NOMOR : 41/B/K/DSP-PKS/1435

بسم الله الرحمن الرحيم



اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاةُ وَالسَّلامُ عَلَىسَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ إمَامِ المتقينَ وقائدِ المجاهدينَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ  {أما بعد} .


Dewan Syari’ah Pusat setelah,

MENIMBANG
1. Bahwa kaum muslimin dalam melaksanakan puasa bulan Ramadhan membutuhkan ketetapan tentang tanggal 1 Ramadhan.

2. Bahwa untuk menetapkan tanggal 1 Ramadhan disyariatkan adanya ru’yatul hilal.

3. Bahwa seluruh tim ru’yatul hilal Dewan Syari’ah yang bekerja sama dengan tim ru’yatul hilal Kementrian Agama RI bersama ormas-ormas Islam dan MUI telah melaksanakan ru’yat di berbagai wilayah Indonesia pada tanggal 27 Juni 2014, dan semua tim ru’yat tidak berhasil melihat hilal.

4. Bahwa dalam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan sangat mengutamakan persatuan dan kesatuan umat.

5. Bahwa penetapan 1 Ramadhan 1435H diperlukan adanya surat keputusan.


MENGINGAT

1. Firman Allah SWT:
Artinya: ….Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS Al Baqarah : 185)

Artinya: Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang Mengetahui. (QS Yunus : 5)

2. Sabda Rasulullah SAW:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : صُومُوا لِرُؤْيتِهِ وأَفْطِرُوا لِرُؤْيتِهِ فإِن غُمّ عَلَيْكُم فَأكْمِلُوا العِدة (متفق عليه)

Artinya: ”Puasalah kamu jika melihat bulan, dan berbukalah kamu jika melihat bulan. Jika terhalang (mendung) maka sempurnakan bilangannya.” (muttafaqun ‘alaihi).

Sabda Rasul SAW, “Janganlah kamu berpuasa (Ramadhan) sehingga melihat hilal. Dan janganlah kamu mengakhiri Ramadhan sehingga melihat hilal (1 Syawal). Jika dihalangi oleh awan maka perkirakanlah.” (HR Bukhari-Muslim)

إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ

Sabda Rasul SAW, “Jika kamu melihat hilal maka berpuasalah (Ramadhan), jika kamu melihat hilal maka berbukalah (mengakhiri Ramadhan). Jika dihalangi oleh awan maka perkirakanlah.” (HR Bukhari-Muslim)

الصَّومُ يومَ تصُومُونَ، والفِطرُ يومَ تُفطِرُون، والأَضحَى يومَ تُضَحُّونَ

“Puasa adalah di hari kalian berpuasa, berbuka adalah di hari kalian berbuka dan ‘Iedul Adha adalah di hari kalian berkurban” (HR At-Tirmidzi)


MEMPERHATIKAN

1. Rapat Dewan Syari’ah Pusat di Jakarta tanggal 27 Juni 2014M/29 Sya’ban 1435H pukul 19.00 WIB tentang penetapan tanggal 1 Ramadhan 1435H.


Dengan memohon taufiq Allah dan ridho-Nya...

M E M U T U S K A N

MENETAPKAN

1. Bulan Sya’ban 1435H digenapkan hitungannya menjadi 30 hari.

2. Tanggal 1 Ramadhan 1435H jatuh pada hari Ahad bertepatan tanggal 29 Juni 2014M.

3. Agar kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera menjaga ukhuwwah Islamiyyah.


Demikian ketetapan Dewan Syariah Pusat tentang awal Ramadhan 1434H agar dapat dijadikan pedoman oleh seluruh kader dan dapat dijadikan rujukan bagi kaum muslimin dalam menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1434H.


Ditetapkan di  : Jakarta

Pada tanggal : 29 Syaban 1435 H/27 Juni 2014 M

DEWAN SYARI’AH PUSAT
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA


DR. KH. SURAHMAN HIDAYAT, MA
(KETUA) 


posted by @Adimin

Pendukung Jokowi Diprediksi Beralih ke Prabowo, Mengapa?

Written By Sjam Deddy on 27 June, 2014 | June 27, 2014



Pendukung calon presiden (capres) Joko Widodo diprediksi mengalihkan dukungannya kepada capres koalisi Merah Putih. Penyebabnya, Jokowi beserta timses dinilai kerap melakukan blunder dalam menyikapi isu keagamaan.

Pengamat politik Pusat Kajian Politik Islam dan Pancasila, Yudha Firmansyah, menyatakan jika Jokowi dan timsesnya tidak mengubah gaya sosialisasinya, besar kemungkinan masyarakat pindah pilihan ke pasangan Prabowo-Hatta.

''Bisa saja. Apalagi partai Islam banyak di sana (koalisi Prabowo-Hatta),'' kata Yudha, di Jakarta, Rabu (25/6).‬

Perilaku dan pernyataan kubu Jokowi-JK soal aksi intelijen terhadap masjid-masjid, penghapusan kolom agama di KTP, penghapusan perda syariah termasuk kasus Gallery of Rogue Wimar telah mengusik ketenangan umat Islam.

''Umat Muslim yang jumlahnya mayoritas di Indonesia merasa terusik dan tersakiti. Harusnya mereka lebih hati-hati dengan isu ini. Ini sangat sensitif,'' katanya.‬

‪Menurut dia, perilaku dan pernyataan tersebut seolah membenarkan isu negatif yang beredar di media selama ini. Masyarakat seperti menemukan kebenaran tentang isu Jokowi yang mengambil jarak dengan Islam.

''Padahal mereka berusaha menentang habis-habisan isu itu. Isu Jokowi anti-Islam, gak komit dengan keislaman. Tapi kok seperti dibenarkan sendiri dengan perilaku mereka,'' ujarnya.‬

ROL

posted by @Adimin

Mendulang Pahala Selama Ramadhan (1)

 



Rasulullah SAW adalah figur yang taat. Ketaatan itu tampak nyata dalam kesehariannya. Namun, intensitas dan frekuensi ibadah tersebut bertambah selama Ramadhan.

Ini tak lain, sebagai bentuk peng hormatan sekaligus pemaksimalan atas keistimewaan yang ada pada Bulan Suci itu. Berbagai aktivitas yang digiatkan oleh Rasulullah selama Ramadhan dapat ditelusuri di banyak riwayat. Apa sajakah amalan-amalan Rasulullah selama Ramadhan?

Syekh Faishal bin Ali al-Bu’dani, dalam bukunya yang berjudul Hakadza Kana An Nabiyy fi Ramadhan, memaparkan keseharian Nabi Muhammad di sepanjang Ramadhan.

Hal yang utama tentunya ialah berpuasa. Seperti apakah puasa yang dijalani oleh Pamungkas Para Rasul itu? Rasulullah selalu berusaha untuk mendahulukan berbuka dan mengakhirkan sahur.

Rasulullah memilih berbuka ringan terlebih dahulu sebelum shalat Maghrib. Untuk waktu sahur, yakni sejam sebelum azan Shubuh. Baik berbuka maupun sahur dilakukan dengan sederhana dan tidak berlebihan.

Hadis dari Anas bin Malik, misalnya mengisahkan seperti apakah santapan Rasulullah saat berbuka. Dikisahkan, untuk berbuka Nabi Muhammad mengonsumsi beberapa biji kurma kering atau kurma basah. Jika keduanya tidak ada, cukup meneguk sejumlah tegukan air putih. Menu yang sama juga sering disantap kala sahur.

Agar lebih bertambah berkah, Rasulullah tak melewatkan detik-detik berbuka untuk memanjatkan doa. Waktu berbuka, termasuk masa tatkala doa sangat potensial untuk dikabulkan. Hadis Abdullah bin Umar dari Abu Daud menukil bahwasanya, Rasulullah selalu berdoa saat berbuka puasa.

Syekh Faishal mengungkapkan hikmah di balik tuntunan berbuka dan menyantap makan sahur. Kedua amalan sunah tersebut sangat ditekankan oleh Rasulullah, salah satunya sebagai batas perbedaan antara puasa dalam Islam dan tata cara puasa yang berlaku di kalangan Ahli Kitab.

Tradisi puasa Yahudi dan Nasrani, tidak dikenankan anjuran menyegerakan berbuka atau menyantap sahur. Ini tergambar dalam hadis riwayat Ibnu Majah dan Muslim.
 

Oleh: Nashih Nashrullah
 
posted by @Adimin

Menjemput Dua Kemenangan di Bulan Ramadhan



Alhamdulillah bulan Ramadhan Mubarok datang kembali. Ramadhan selalu membawa kemenangan bagi orang-orang beriman. Ramadhan adalah bulan puasa (Syahrus Siyam), bulan ibadah (Syahrul Ibadah), bulan Al-Qur’an (Syahrul Qur’an), bulan ampunan dan taubah (Syahrul Maghfirah wat Taubah) bulan kepedulian dan solidaritas (Syahrul Muwaasaah), bulan pembinaan (Syahrut Tarbiyah), bulan kesabaran (Syahru Shabr), bulan jihad (Syahrul Jihad) dan bulan kemenangan (Syahrun Nashr). Oleh karenanya umat muslim harus meningkatkan ibadah, dhara’ah, mujahadah dan munasharah di bulan Ramadhan.

Bulan Ramadhan pada tahun 1435 H ini umat muslim mendapat kesempatan untuk meraih dua bentuk kemenangan, yaitu kemenangan dalam jihad ibadah Ramadhan (al-intishor fil-jihad ar-ramadhani) dan kemenangan dalam jihad politik pemilihan presiden (al-intishor fil – jihad as-siyasi lil-intikhobi ar-riyasi ). Dan untuk meraih dua bentuk kemenangan tersebut, maka umat muslim di Indonesia harus menempuh tiga jalan, yaitu : 

1. Ad-Dhara’ah ( berdo’a dengan penuh ketundukan dan kekhusyuan kepada Allah).

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana do’a-do’a orang beriman yang berpuasa dikabulkan oleh Allah. Allah berfirman :

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ 

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS Al-Baqarah 186).

Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ: دَعْوَةُ الصَّائِمِ، وَدَعْوَة
ُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ "

“Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda ,”Tiga do’a yang akan dikabulkan: do’a orang yang berpuasa, do’a orang yang dizhalimi dan do’a musafir” (HR At-Tabrani, Ahmad dan Al-Baihaqi)

Umat muslim harus berdo’a memohon kemenangan kepada Allah Ta’ala, sebagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memohon kemenangan menjelang perang Badar dan itu terjadi di bulan Ramadhan. Oleh karena itu orang-orang beriman harus berdo’a kepada Allah, memohon kemenangan dalam perjuangan pemilihan presiden yang akan dilaksankan pada 9 Juli nanti. 

2. Mujahadah (bersungguh-sungguh dalam beribadah di bulan Ramadhan)
Umat muslim di bulan Ramadhan ini harus mujahadah dalam beribadah puasa, melaksanakan amaliyah Ramadhan seperti tilawah Al-Qur’an, Tarawih, shilaturahim, sedekah dll. Untuk meraih hidayah, ketaqwaan dan kemenangan umat muslim juga harus mujahadah. Allah Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik” (QS Al-Ankabuut 69).

3. Munasharoh (melakukan dukungan, pembelaan dan perjuangan) terhadap permasalahan umat dan dalam pemilihan presiden.

Umat muslim di bulan Ramadhan ini harus bersatu membela dan mendukung segala permasalahan umat, seperti pemberantasan korupsi, penenutupan lokalisasi, membantu orang yang terzhalimi dan memenangkan calon presiden pilihan mayoritas partai Islam, ormas Islam dan umat Islam. Allah Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدامَكُمْ 

"Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS Muhammad 7).

Semoga dua kemenangan tersebut betul-betul diraih umat muslim Indonesia sehingga membuka peluang bagi terwujudnya Indonesia yang lebih baik, lebih aman, lebih adil dan lebih sejahtera dengan mendapat ridha Allah.[dm/DSP PKS]



posted by @Adimin

Aktivis Mahasiswa Massifkan Gerakan Pemenangan Prabowo-Hatta


Hari ini (Kamis/ 26 Juni 2014), puluhan aktivis mahasiswa alumni KAMMI dari berbagai lintas generasi telah selesai merampungkan rapat konsolidasi guna mengevaluasi situasi nasional terkini, termasuk hasil survey Pilpres, sekaligus merampungkan beberapa program yang akan menjadi salah satu tulang punggung pemenangan Prabowo-Hatta. Para alumni petinggi KAMMI tersebut telah membuat tim kecil untuk melakukan pembagian kerja pada seluruh alumni KAMMI dari seluruh Indonesia.

Para alumni KAMMI memang sedari awal lebih condong untuk memberikan dukungan dan berjuang secara total bersama Prabowo-Hatta. Disamping karena ikatan sejarah dimana mereka secara pribadi-pribadi telah berkomunikasi secara intens dengan Prabowo dan Hatta sejak awal pasca Reformasi untuk membicarakan Indonesia masa depan pada saat itu, kohesifitas itu juga terbangun karena mereka merasa se-visi dengan Prabowo yang menyuarakan "lawan neo-kolonialisme dan neo-liberalisme", para alumni KAMMI ini juga melihat bahwa visi KAMMI tentang Indonesia yang madani, mandiri dan berdaulat ini juga telah menjadi garis utama perjuangan Prabowo-Hatta.

Bambang Prayitno, mantan Ketua PP KAMMI Teritorial Kalimantan, salah satu inisiator dan humas pertemuan, mengatakan bahwa mantan-mantan petinggi KAMMI yang berkumpul sejak hari Rabu hingga Kamis ini telah membentuk kepanitiaan kecil yang bertugas untuk; 1. Memassifkan gerakan pemenangan Prabowo-Hatta di seluruh pelosok nusantara, dan; 2. Membuat program advokasi suara Prabowo-Hatta 3. Membagi pola kerja gerakan berdasarkan peta suara dan basis

"Kita akan kumpulkan seluruh perwakilan tiap provinsi di Jakarta dalam pekan ini. Agenda konsolidasi ini diharapkan akan menghasilkan agenda jaringan advokasi pilpres dan relawan pemantau pilpres. Kita sudah berkomunikasi dan mendapatkan hasil menggembirakan bahwa elemen lain yang kami ajak, dari unsur mahasiswa, remaja masjid, aktivis pemuda islam, pemuda aktivis buruh-tani dan pemuda lintas partai ternyata mau bergabung di jaringan ini" sambungnya

Sementara Rahmantoha Budiarto, salah satu dari beberapa mantan Ketua Umum KAMMI Pusat yang hadir, mengatakan, bahwa tidak bisa dipungkiri, KAMMI adalah tulang punggung reformasi yang alumni-alumninya membawa tanggungjawab moral agar Indonesia bangkit menjadi negara besar yang maju ekonominya dan di segani di dunia. "Prabowo selalu mengatakan, kemakmuran adalah kunci kedaulatan dan kehormatan sebuah negara. Ini adalah kalimat visoner raksasa dari seorang pemimpin. Saya merangkumnya dalam dua kata; kedaulatan dan kemandirian. Dan ini luarbiasa sekali. Dimana setelah Soekarno, kita akhirnya mendapati lagi sosok (calon) Presiden yang kata-katanya menjadi suara yang menggema ke telinga rakyat, lalu dengan gagahnya kita bisa menegakkan kepala kita.

"Saya termasuk yang mendorong terus agar Prabowo dan program pemerintahannya nanti menjadi antitesa neo-liberalisme dan neo-kolonialisme, yang diam-diam menjalar di seluruh Nusantara terutama dalam hal pengelolaan ekonomi dan penguasaan SDA. Saya berharap tema besar kemandirian dan kedaulatan tidak hanya menjadi sekedar slogan sesaat, tapi ini harus di breakdown dalam program-program kerakyatan yang lebih menyentuh langsung ke kehidupan rakyat. Ini titik tolak kebangkitan Indonesia Abad 21. Tema besar itu harus menjadi semangat kita, anak-anak muda Indonesia. Makanya jaringan gerakan ini kami namai Gerakan Muda Indonesia Bangkit" tambahnya

"Adapun bentuk massifikasi gerakan yang akan dilakukan dengan cepat oleh jaringan kami, salah satunya dengan membuat diskusi di 40 kampus terkemuka di Indonesia. Dengan menghadirkan Ketua BEM, tokoh kampus, tokoh gerakan lokal dan unsur pimpinan pusat jaringan yang akan mengambil tema "Quo Vadis Kedaulatan dan Kemandirian Indonesia". Ini jadi tema besar kita yang kita harapkan bisa menjadi pemantik kesadaran kolektif kaum intelektual dan rakyat akan pentingnya memilih yang benar pada Pilpres kali ini. Program lainnya masih banyak, tapi tentunya itu akan dibicarakan pada saat konsolidasi akhir. Karena kita memang akan melihat kebutuhan program terkait peta suara terakhir di wilayah tersebut," pungkasnya. [pkspiyungan]


posted by @Adimin

Perempuan PKS Ajak Prabowo-Hatta Berjuang dengan Tulus


Jakarta (26/6) – Bidang Perempuan Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (Bidpuan DPP PKS) mengadakan Deklarasi Dukungan Perempuan PKS kepada Calon Presiden-Calon Wakil Presiden Prabowo-Hatta di Kantor DPP PKS pada Kamis (26/6).

“Perempuan PKS sudah bergerak dan akan terus bergerak untuk Prabowo-Hatta. Hari ini hanyalah gong. Pendeklarasian ini penting, karena lebih dari setengah anggota PKS itu perempuan,” ungkap Ketua Bidpuan PKS Anis Byarwati di halaman depan Kantor DPP PKS.

“Perempuan PKS hanya ingin sampaikan kepada Pak Prabowo dan Pak Hatta untuk berjuang dengan tulus. Kita akan dukung. Tak peduli sedikit atau banyak dukungan, kalau Allah bersama kita, kita akan menang,” ungkap Anis yang juga doktor ekonomi Islam tersebut.

Dalam kesempatan ini, turut hadir juga Ketua Perempuan Okke Rajasa dan tokoh-tokoh perempuan di Jabodetabek. Okke menyampaikan yel-yel dengan penuh percaya diri, “Pendukung Prabowo-Hatta, kalau bukan sekarang, kapan lagi! Kalau bukan Prabowo-Hatta, tidak ada lagi! Prabowo presidenku, Indonesia bangkit!”

“Setiap partai politik di Koalisi Merah Putih memiliki jaringan-jaringan yang tersebar di masyarakat. Jaringan-jaringan ini merupakan suatu kekuatan, potensi dan peran untuk pembangunan bangsa, karena perempuan adalahagent of change, key person di masyarakatnya. Sudah waktunya perempuan mengambil peran, berikan yang terbaik untuk Bangsa Indonesia,” ungkap Okke yang juga dokter gigi.

Anis mengungkapkan alasan perempuan PKS mendukung Prabowo-Hatta adalah pada visi dan misi mereka tentang perkembangan anak, keluarga, dan industri kreatif muslimah. Deklarasi dukungan ini diakhiri dengan pelepasan balon ke angkasa.

Pada hari sebelumnya, Rabu (25/6) di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Jawa Barat ibu-ibu rumah tangga menggelar deklarasi dukungan kepada Prabowo-Hatta yang dipimpin oleh Ketua Pengembangan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Netty Heryawan. Mereka yang hadir meliputi perempuan dari partai Koalisi Merah Putih dan dari organisasi masyarakat perempuan, termasuk Salimah (Persaudaraan Muslimah), SI (Serikat Islam), KPPI (Kaukus Perempuan Politik Indonesia), dan IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia). [pks.or.id]


posted by @Adimin

Hidayat: Prabowo Rela Mati Demi NKRI

Written By Anonymous on 26 June, 2014 | June 26, 2014


Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta, Hidayat Nurwahid menyatakan sosok calon Presiden Prabowo Subianto merupakan orang yang rela demi kedaulatan Bangsa Indonesia.

"Sosok rela mati di medan tempur, ini bukan teori," katanya saat kampanye di Lapangan Madugondo, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (26/6/2014).

Dikatakannya, Prabowo berpengalaman di medan tempur saat Timor Timur kemudian berjuang dari serbuan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Hidayat menyatakan kalau pemimpin kita lemah maka pihak luar akan semena-mena terhadap Indonesia.

Sebelumnya, calon presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak ada sejengkal pun wilayah Indonesia akan lepas karena kita mencintai Tanah Air. "Tidak setitik jengkal pun (wilayah) Indonesia akan lepas," katanya dalam acara debat capres

Kendati demikian, kata dia, bukan berarti dirinya tidak mau berhubungan dengan negara luar. "Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak," katanya. (ant//ugo/okezone)


*http://pemilu.okezone.com/read/2014/06/26/568/1004461/hidayat-prabowo-rela-mati-demi-nkri 


posted by @Adimin

F-PKS Bekerja Siang Malam Revisi UU Perlindungan Anak


Permasalahan anak yang ada di Indoneisa kian hari kian memprihatinkan. Dari segi hukum pun regulasi yang ada belum ideal. Karena itulah perlu segera dilakukan revisi Undang-undang Perlindungan Anak (UU PA). Hal ini disampaikan oleh para nara sumber pada Diskusi Publik dengan tema “Urgensi Revisi Undang-Undang Perlindungan Anak Demi Keselamatan Anak Indonesia” yang diselenggarakan oleh Poksi (kelompok komisi) VIII F-PKS DPR RI pada Rabu, 25 Juni 2014 di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan.

Ade Barkah, Anggota Komisi VIII DPR RI sekaligus nara sumber diskusi tersebut, menyatakan, "Permasalahan anak di Indonesia demikian memprihatinkan. Tidak hanya soal kekerasan seksual seperti yang terjadi pada kasus-kasus terakhir seperti JIS, Emon, dll. Namun juga soal kekerasan fisik dan psikis. Pada satu sisi ada kelemahan hukum di sini. Regulasi yang ada, yaitu UU Perlindungan Anak, belum secara tuntas mengatur tentang perlindungan anak. Sebagai contoh adalah hukuman bagi pelaku kekerasan terhadap anak masih sangat ringan, yaitu berkisar 3-15 tahun penjara. Perlu ada hukum yang memberi efek jera. Inilah salah 1 sisi mengapa sangat mendesak dilakukan revisi UU PA. Memang, revisi UU PA ini tidak masuk ke dalam Prolegnas, tapi dengan upaya teman-teman di DPR, alhamdulillah, revisi UU PA ini sudah masuk sebagai Prolegnas. Tapi waktu yg diberikan sangat singkat dan sempit. Waktu yg tersisa untuk menyelesaikan revisi ini hanya sekitar 2 pekan lagi (sebelum reses). Oleh karena itu, kami FPKS bersama Komisi VIII DPR RI siap untuk kerja siang-malam demi selesainya revisi UU Perlindungan Anak ini."

Sementara itu, Ledia Hanifa, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, selaku keynote speaker, menyatakan, "Perlu dilakukannya revisi UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak ini bukan hanya dikarenakan mencuatnya kasus kekerasan terhadap anak seperti JIS. Sebetulnya, tahun 2012, Komisi 8 DPR RI sudah mendorong agar revisi UU ini masuk ke Prolegnas. Namun saat itu Baleg tidak menyetujui usul tersebut. Sekarang, kasus-kasus seperti JIS menjadi momentum bagi DPR untuk merevisinya. Alhamdulillah, revisi ini sudah ditetapkan masuk dalam Prolegnas pada rapat Paripurna 18 Juni 2014 lalu."

Asrorun Ni'am, Ketua KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) yang juga menjadi nara sumber pada diskusi ini, mengibaratkan ditetapkannya revisi UU PA ini masuk Prolegnas seperti main bola, "Ibarat main bola, dengan masuknya Revisi UU PA ini tinggal menendang bola supaya goal. Ya kita harapkan revisi ini selesai sehingga tidak perlu estafet ke periode DPR yang baru karena dikhawatirkan pembahasan revisi UU PA ini akan dimulai lagi dari nol.” "

Ade Barkah, anggota DPR RI dari Fraksi PKS ini, menambahkan, "Ada beberapa hal penting yang harus diubah dari substansi UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pertama, kelembagaan perlindungan anak. Lembaga apa yg secara penuh dapat melaksanakan fungsi perlindungan anak. BKKBN juga terbatas fungsinya. KPAI juga hanya berfungsi sebatas mengawasi dan memberi masukan. Kedua, harus diatur dan diperbanyak upaya preventif dalam hal perlindungan anak. Usaha preventif (pencegahan) ini dapat meminimalisasi dana yang dikeluarkan daripada jika harus menghukum nantinya. Hal lainnya adalah soal kejelasan tugas dan tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah, koordinasi antar lembaga perlindungan anak, perlindungan dan rehabilitasi korban, alat bukti di pengadilan dan hukuman bagi pelaku kejahatan kepada anak yang perlu diperberat."

Terkait dengan kelembagaan, seperti yang disinggung oleh Ade Barkah di atas, Asrorun Ni’am juga menambahkan, “Ada 1 hal yang penting saya cermati adalah soal kelembagaan tentang perlindungan anak ini. KPAI sebagai komisi yang membidangi perlindungan anak ibarat tentara dengan seragam lengkap plus senjata canggih, tapi tidak ada pelurunya. Dalam UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 76 disebutkan bahwa tugas KPAI adalah melakukan sosialisasi dan memberikan laporan serta masukan tentang perlindungan anak. Sebatas itu.”

Sementara itu. AKBP Dwi Kornansiwaty, Kanit II/PPA Subdit III Dit Tipidum Bareskrim Polri, menyatakan bahwa sebetulnya pada prinsipnya UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak ini sudah bagus dan lengkap, namun pada beberapa pasal perlu dijelaskan secara rinci, khususnya pada penjelasan pasal per pasal. Sehingga tidak membuat masyarakat memiliki penafsiran sendiri-sendiri. Termasuk juga perlu dilakukan pemberatan ancaman pidana terhadap pelaku kekerasan terhadap anak. Selain perlu direvisi, UU ini juga sangat perlu untuk disosialisakan sampai tingkat paling bawah sehingga masyarakat lebih paham tentang perlindungan anak.

Heru Susetyo, pakar hukum Universitas Indonesia, juga menambahkan bahwa perlunya pasal dalam revisi UU perlindungan anak ini yang mengatur tentang pornografi anak dan sanksi pidana untuk pornografi anak. Selain itu perlu juga ada sanksi pidana untuk anak yang dipaksa menikah di bawah umur (bagi keluarga atau pria/wanita dewasa yg menikahinya). [pkspiyungan]


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger