Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
July 19, 2014
posted by @Adimin
Pemungutan Suara Ulang di DKI, Jokowi Jadi Kalah
Written By Anonymous on 19 July, 2014 | July 19, 2014
JAKARTA - Pemungutan suara ulang pilpres di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 99 Lagoa, Koja Jakarta Utara, mengubah posisi capres nomor urut dua Joko Widodo. Bila pada 9 Juli 2014 lalu suara diungguli Jokowi-Jusuf Kalla, maka pada pemungutan suara hari ini dimenangi oleh pasangan nomor satu Prabowo-Hatta.
Pantauan Kompas.com, pasangan Prabowo-Hatta mengumpulkan 164 suara sedangkan pasangan Jokowi -Jusuf Kalla mengumpulkan 145 suara dengan suara tidak sah sebanyak 4.
Anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) TPS 99 Syamsudin mengatakan, pemungutan suara ulang hari ini terdaftar sebanyak 446 Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan 61 orang pemilih Daftar Pemilih Khusus dan Tambahan (DPKTb).
"Pada pelaksanaannya, hari ini diikuti oleh 313 pemilih," jelasnya, Sabtu (19/7/2014).
Adapun hasil ini berubah dengan hasil pemungutan suara 9 Juli 2014 lalu, yang dimenangkan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla memeroleh 240 suara sedangkan Prabowo Hatta 192 dengan suara tidak sah 1, dengan jumlah DPT 372 dan 61 DPKTb. [KOMPAS/pkspiyungan]
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
July 19, 2014
posted by @Adimin
Ini Alasan Tim Prabowo-Hatta Semakin Ragukan Hasil 'Quick Count'
JAKARTA - Kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa semakin meragukan hasil quick count yang dilansir lembaga survei pada 9 Juli lalu. Alasannya, mereka mengaku melihat keunggulan pasangan nomor urut satu dari penghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah.
"Mendekati rekapitulasi penghitungan suara oleh KPU pusat, semakin meragukan kredibilitas quick count yang dibayar Jokowi-JK," ujar penasehat Prabowo- Hatta, Letjen TNI Purn Suryo Prabowo saat menghadiri ibadah syukur atas kemenangan pasangan nomor urut satu di gedung JHCC, Jakarta, Jumat (18/7) malam.
Ia menyatakan, hal itu sekaligus menepis penghitungan klaim real count yang dilakukan tim Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
Suryo menjelaskan, setelah quick count mulai diketahui kejanggalannya oleh publik, kubu Jokowi-JK mulai beralih ke real count yang dilakukan secara internal.
"Setelah dimanipulasi agar hasilnya sama dengan quick count, hasil real count tersebut dimuat pada situs kawalpemilu.org. Jadi ini cuma ganti casing aja, isinya sama," jelasnya.
Menurutnya, hasil penghitungan quick count atau real count yang mereka lakukan, tujuannya untuk membentuk opini publik dan menekan KPU. Tujuan akhirnya yaitu untuk memaksakan kebenaran sekaligus meneror KPU supaya mengeluarkan penghitungan yang sama.
Dari awal, ujar dia, kubu Jokowi-JK sudah tahu kalau Prabowo-Hatta yang akan menang. Namun karena kemenangan itu tipis maka membuka peluang mereka untuk menang.
"Mereka memilih tiga cara untuk menang. Pertama melakukan kecurangan tapi menuduh kubu Prabowo-Hatta yang curang. Modusnya, mereka lakukan mark up suara melalui pemilih siluman seperti yang terjadi di DKI atau merusak kertas suara Prabowo-Hatta seperti yang terjadi di Sukoharjo," ujarnya.
Kedua, lanjutnya, kubu Jokowi-JK memanfaatkan media yang mayoritas mendukungnya untuk lakukan pembentukan opini. Antara lain melalui real count yang memenangkan Jokowi-JK.
Ketiga, papar dia, melakukan tekanan psikis untuk menjatuhkan moral dan mental KPU. Antara lain dengan menyatakan, kalau hasil resmi berbeda maka hitungan KPU yang salah.
"Ini modus tetor mental untuk KPU. Kami harap KPU tidak terpengaruh, kami dan TNI siap mendukung KPU agar tetap independen dalam menghitung rekapitulasi suara," ujar dia. [ROL]
posted by @Adimin
Label:
EDITORIAL,
TOPIK PILIHAN
July 18, 2014
posted by @Adimin
Ingin Berhasil, Hargailah Waktu | Oleh Emzalmi Wakil Walikota Padang
Written By Anonymous on 18 July, 2014 | July 18, 2014
“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)
Sebagai muslimin, kerap kita simak ceramah agama yang mengangkat konteks waktu berdasar kepada firman Allah SWT dalam Surah Al-’Ashr sebagaimana di atas. Melalui surah ini tampak Allah SWT menempatkan waktu di posisi yang mulia. Beliau mengingatkan, waktu terus berjalan, sementara manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati dengan kesabaran. Allah SWT memberi perhatian yang sangat besar terhadap waktu, agar tidak ada penyesalan dan kerugian bagi kita umat-Nya di kemudian hari.
Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda agar kita memperhatikan soal waktu ini, “Manfaatkanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara : masa mudamu sebelum masa pikunmu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, masa hidupmu sebelum kematianmu.” (HR Al Hakim).
Jelas dan terang di sini, Rasulullah SAW juga mengharapkan agar kita senantiasa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, sebelum tiba penyesalan, akibat waktu yang tak bisa diputar kembali. Namun sebanyak itu Allah SWT dan Rasul-Nya mengingatkan kita untuk menghargai waktu, sebanyak itu pula kita tidak menyadari dan tidak peduli telah kemana saja waktu kita tersia-siakan.
Padahal setiap kita memiliki bekal waktu yang sama diberikan Allah SWT, yakni 24 jam sehari. Tapi yang berbeda, pemanfaatan tiap-tiap orang. Ada yang menghabiskan banyak waktunya untuk meratapi nasib. Ada pula yang menggunakan waktunya, habis untuk berleha-leha. Ada juga yang membagi-bagi waktunya, untuk ibadah, bekerja dan beristirahat dan seterusnya. Masing-masing orang berbeda membagi porsi waktunya sehingga berbeda juga memperoleh hasilnya.
Cobalah tengok bangsa lain yang berhasil karena menerapkan menajemen waktu ini dalam sendi kehidupannya. Bangsa Jepang misalnya, yang terkenal sangat disiplin waktu. Tak heran banyak yang menilai orang Jepang seperti robot yang sudah diprogram untuk mengerjakan sesuatu sesuai jadwalnya. Positifnya, sikap ini memunculkan budaya hidup bersih, budaya antri, bertanggung jawab, serta berani mengakui kesalahan dan lain sebagainya. Seluruh efektivitas dan efisiensi yang terjadi ini, lahir hanya dari gaya hidup yang sangat menghargai waktu.
Bila orang Arab mengatakan “waktu adalah pedang,” maka orang Inggris juga memiliki pepatah mengenai waktu ini, yakni “time is money” yang berarti waktu sama bernilainya dengan uang. Setiap detik dalam hidup musti sebanding dengan nilai dolar yang akan diperolehnya. Terlambat masuk kantor, tidak menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, apalagi bolos kerja sudah pasti akan terkena pemotongan gaji atau malah bayar denda. Sedemikian rupa hingga mereka selalu melakukan kegiatan dengan terencana, terjadwal dan disiplin. Kesemuanya dilakukan agar waktu tidak terbuang percuma.
Tentu pernah kita saksikan, baik langsung maupun tak langsung bagaimana orang barat pergunakan waktu agar tak terbuang percuma. Sambil menunggu bis mereka baca buku atau baca koran di mana saja. Mereka selalu menghidupkan alarm untuk mengingatkan jadwal-jadwal pertemuan penting.
Coba disimak, kisah salah seorang yang dikenal menghargai waktu, yaitu Benjamin Franklin (1706-1790). Tokoh dari Amerika ini selalu mengatakan “Time is Money” guna memotivasi diri sekaligus pada karyawannya. Suatu ketika, Franklin yang merupakan pemilik toko buku sekaligus penerbit ini terlibat tawar-menawar dengan pembeli buku. Padahal Franklin saat itu sedang rapat, namun karena desakan pembeli yang ingin menawar buku langsung kepada Franklin, terpaksa pegawai toko melaporkannya padanya. Lalu pergilah Franklin menemui si pembeli.
“Ada yang bisa saya bantu?” tanya Franklin.
“Berapa harga buku ini Pak?” Si pembeli balik bertanya.
“Itu satu dolar dua puluh lima sen.”
“Loh.. tapi pegawai anda mengatakan hanya satu dolar.”
“25 sen karena Anda mengganggu waktu rapat saya.”
“Ayolah..Bisakah harganya lebih murah lagi?”
“Satu dolar lima puluh sen.”
“Hah..? mengapa bertambah mahal ?”
“Ini karena Anda telah menyita waktu saya untuk tawar menawar…”
Tanpa basa basi lagi, si pembeli buku langsung menyerahkan satu setengah dolar kepada Franklin.
Demikian kisah Benjamin Franklin. Baginya “time is money” tidak saja di bibir, namun benar-benar diaplikasikan dalam hidupnya. Bagi Franklin, orang yang menyita waktunya sama dengan mencuri uangnya. Artinya Franklin selalu menempa dirinya untuk selalu disiplin waktu.
Sebagai bangsa berpenduduk muslim terbesar di dunia, sebenarnya kita dapat menerapkan disiplin waktu dengan lebih baik. Islam telah mengajarkan kita shalat lima waktu yang dari sini diharapkan muncul kedisiplinan dalam kepribadian kita. Sehingga ketika kita bekerja, apapun profesi kita, maka kita dapat mengaplikasikannya demi meraih kesuksesan.
Soal waktu adalah sebuah misteri. Karena tidak ada seorang pun yang mampu memastikan apa yang akan terjadi satu detik yang akan datang karena jelas merupakan rahasia Allah. Manusia merencanakan, Allah SWT yang menentukan. Itulah makanya, kiranya tepat kalau di bulan suci Ramadan ini kita melakukan intropeksi diri. Merenungkan apakah waktu-waktu kita yang telah berlalu memberikan arti terhadap peningkatan kualitas diri kita? Atau justru sebaliknya, apakah waktu kita telah terbuang percuma dan tiada memberi manfaat dalam diri kita sehingga memunculkan penyesalan?
Namun yang jelas, jangan sampai hanyut dengan penyesalan, lebih baik lagi penyesalan dapat dikelola menjadi pelajaran, kata orang bijak “ambil hikmahnya” karena masih banyak detik-detik yang perlu kita isi dan jalani dengan sesuatu yang lebih baik lagi. Sadarlah waktu adalah modal utama, maka buatlah rencana-rencana dalam mengisi waktu. Sehingga waktu yang kita jalani akan menjadi lebih berkah, tidak saja bagi diri sendiri tetapi juga untuk orang-orang disekitar kita. [hariansinggalang.co.id]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
July 18, 2014
posted by @Adimin
Mahyeldi Memperoleh Penghargaan Gubernur
PADANG – Kendati baru dua bulan lebih menjabat Walikota Kota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah sudah mendapat penghargaan dari Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno atas keberhasilannya dalam memberikan dukungan dan penumbuhan Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) terbanyak di Provinsi Sumatera Barat.
Penghargaan yang diiberikan di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Kamis (17/7) itu juga sehubungan dalam peringatan Hari Koperasi Nasional pada setiap 12 Juli. Hingga kini sebanyak 74 unit KJKS atau 49,33 persen dari 104 kelurahan di Kota Padang telah tumbuh dan berkembang.
“Penghargaan ini diberikan kepada Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah sebagai bentuk prestasinya memacu pertumbuhan KJKS di Kota Padang. Saya berharap semoga perkembangannya semakin ditingkatkan di masa yang akan datang dan menjadi contoh bagi kota dan kabupaten lainnya di Sumatera Barat,” jelas gubernur.
Irwan Prayitno mengatakan, indikator keberhasilan Mahyeldi Ansharullah tersebut dalam pembinaan dan pengembangan koperasi. Mulai dari pembentukan Dinas Koperasi dan UKM melalui Perda No.16 Tahun 2008, adanya dukungan pembiayaan/dana pembangunan koperasi yang setiap tahunnya selalu meningkat dari Pemko Padang. Selain itu, pembuatan Perwako tentang Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) di setiap kelurahan telah memperkuat permodalan bagi perkembangan koperasi dan UMKM di tengah masyarakat.
Setelah menerima penghargaan, Mahyeldi menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraihnya bagi Kota Padang khususnya kali ini di bidang KJKS. Diakuinya, KJKS ini mulai terbentuk setelah melakukan evaluasi sewaktu menjadi Wakil Walikota Padang pada 2009 lalu. Ia menjelaskan, KJKS ini didirikan demi peningkatan ekonomi masyarakat melalui penyediaan modal usaha. Dimana dari awal terbentuk dengan pendukung dananya sebanyak Rp1,2 miliar. Ketika itu berhasil dengan berdirinya 54 KJKS dan sampai saat ini telah mencapai 74 KJKS yang tersebar di beberapa kelurahan di Kota Padang.
“Alhamdulillah saat ini aset KJKS tersebut mencapai Rp27 miliar. Untuk itu, target kita ke depan yaitu memaksimalkan 30 kelurahan lagi karena masih belum berbadan hukum. Mudah-mudahan dari 30 kelurahan yang akan kita maksimalkan secara bertahap ini bisa terbentuk pada 2014 ini. Untuk itu, Pemerintah Kota Padang akan lebih fokus sehingga memang kekuatan dari masyarakat pada koperasi yang bisa diandalkan ke depan,” ungkapnya.
Mahyeldi menjelaskan, peranan KJKS menjadi salah satu upaya agar masyarakat mudah mengakses di kelurahan untuk mendapatkan modal usahanya.
“Sekarang upaya KJKS ini yaitu dengan adanya koperasi yang mendekati masyarakat di setiap kelurahan. Jadi, Lembaganya yang mendekati masyarakat. Sehingga masyarakat mudah mengaksesnya tanpa melalui waktu yang panjang dan bisa mendapatkan modal untuk usaha-usaha jenis UMKM,” tutupnya.
Secara bertahap KJKS tengah melakukan prosesi badan hukum. Dari dana yang telah diputar Rp6,48 miliar itu telah mampu membantu usaha 10 ribu UMKM.
Pemko Padang berupaya keras bagaimana mensinergikan UMKM dengan pengusaha, yang salah satu dalam bentuk diberikan fasilitas outlet untuk pemasaran produk UMKM. UMKM tak bisa dibebankan dalam pemasaran dan mereka hanya difokuskan pada pembuatan produk. Persoalan pemasaran harus dibantu pengusaha.
Target KJKS, bagaimana UMKM yang dibantu dalam permodalan atau pembiayaan itu harus sukses, makanya diperlukan satu orang tambahan SDM di KJKS itu sebagai tenaga pendamping pembinaan UMKM. Permodalan yang diberikan kini sudah melalui dalam bentuk kelompok-kelompok dengan nama Fokusma.
Lebih jauh dijelaskan, pada awalnya modal KJKS itu berasal dari Kredit Mikro Nagari kelurahan dengan masing-masing Rp300 juta sebagai program Pemerintah Provinsi. Karena tersedat, maka Kota Padang mengambil inisiatif memanfaatkan dana kredit mikro nagari tersebut dikembangkan menjadi KJKS dan disetujui pemerintah provinsi.
Ke depan akan direncanakan KJKS akan bekerjasama dengan intansi-instansi yang memiliki program pengentasan kemiskinan. Dikatakannya saat ini, dana-dana program kementrian yang berhubungan dengan pengentasan kemiskinan sebanyak 17 item dan peluang besar bisa disinergikan dengan KJKS.
Setelah sukses kegiatan Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) tingkat kelurahan di Kota Padang, kini Pemko tengah mempersiapkan KJKS tingkat kecamatan dan Kota Padang. Direncanakan pada 2014 ini juga, KJKS kecamatan itu pun hadir pada semua kecamatan sehingga melayani masyarakat lebih luas dan dana pinjaman lebih besar. [hariansinggalang.co.id]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
July 18, 2014
Resmi, Prabowo-Hatta Menang di Luar Negeri
Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengungguli rivalnya Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam pemungutan suara Pilpres 2014 di luar negeri.
Kemenangan pasangan yang diusung poros koalisi Merah Putih itu berdasarkan rekapitulasi suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Kamis (17/7).
KPU telah merampungkan rekapitulasi perolehan suara di 16 Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN). Meski baru menerima 29 dokumen dalam bentuk fisik dari 130 PPLN yang ada di 96 negara. Proses rekapitulasi dijadwalkan berlangsung hingga Jumat besok.
Berikut rincian perolehan suara sementara masing-masing pasangan capres di 16 PPLN yang sudah direkapitulasi KPU;
1. PPLN Vientiane, Laos
Prabowo-Hatta 72 suara
Jokowi-JK 107 suara
Jumlah surat suara sah 179, suara tidak sah 4, total suara sah dan tidak sah 183.
2. PPLN Guangzou, China
Prabowo-Hatta 125 suara
Jokowi-JK 1.248 suara
Jumlah suara sah 1.373, jumlah suara tidak sah 1, total suara sah dan tidak sah 1.374.
3. PPLN Yangoon, Myanmar
Prabowo-Hatta 229 suara
Jokowi-JK 207 suara
Jumlah suara sah 436, jumlah suara tidak sah 2. Total Jumlah surat suara sah dan tidak sah 438
4. PPLN Kota Kinabalu, Malaysia
Prabowo-Hatta 20.790 suara
Jokowi-JK 28.905 suara
Jumlah pemilih 160.474, pengguna hak pilih 51.010, jumlah surat suara yang sah 49.694, tidak sah 1.315, suara sah dan tidak sah 51.010
5. PPLN Kuching, Malaysia
Prabowo-Hatta 33.633 suara
Jokowi-JK 40.091 suara
Jumlah suara sah 73.724, jumlah surat suara tidak sah 12.330. Total surat suara sah dan tidak sah sebesar 86.054.
6. PPLN Budapest, Hungaria
Prabowo-Hatta 18 suara
Jokowi-JK 82 suara
Jumlah surat suara sah 100. Tidak sah 1, total surat suara sah dan tidak sah 101.
7. PPLN Bucharest, Rumania
Prabowo-Hatta 27 suara
Jokowi-JK 40 suara
Jumlah surat suara sah 67, suara tidak sah 0. Jumlah surat suara sah dan tidak sah 67.
8. PPLN Zagreb, Kroasia
Prabowo-Hatta 6 suara
Jokowi-JK 29 suara
Surat suara sah 35, jumlah surat suara tidak sahnya 1. Total jumlah surat suara sah dan tidak sah 36.
9. PPLN Tokyo, Jepang
Prabowo-Hatta 2.103 suara
Jokowi-JK 3.245 suara
Jumlah surat suara sah 5.348, tidak sahnya 125. Total jumlah surat suara sah dan tidak sah 5.473.
10. PPLN Melbourne, Australia
Prabowo-Hatta 778 suara
Jokowi-JK 5.594 suara
Jumlah surat suara sah 6.372, surat suara tidak sah 42. Total jumlah surat suara sah dan tidak sah 6.414.
11. PPLN Vanimo, Papua New Guinea
Prabowo-Hatta 176 suara
Jokowi-JK 406 suara
Partisipasi pemilih 93,51 persen
12. PPLN Khartoum, Sudan
Prabowo-Hatta 268 suara
Jokowi-JK 95 suara
Partisipasi pemilih 55,09 persen
13. PPLN Taipei, Taiwan
Prab-Hatta17.525 suara
Jokowi-JK 47.692 suara
Partisipasi pemilih 33,63 persen
14. PPLN Jeddah, Arab Saudi
Prabowo-Hatta 5.626 suara
Jokowi-JK 5.357 suara
Partisipasi pemilih 1,75 persen
15. PPLN Dubai
Prabowo-Hatta 702 suara
Jokowi-JK 1.041 suara
16. PPLN Kuala Lumpur
Prabowo-Hatta 111.794 suara
Jokowi-JK 20.891
Partisipasi pemilih 31,09 persen
Dari 16 wilayah di luar negeri ini, pasangan Prabowo-Hatta unggul dengan memperoleh suara 193. 872, sedangkan Jokowi-JK memperoleh 155.030 suara. [dm/rmol]
posted by @Adimin
Kemenangan pasangan yang diusung poros koalisi Merah Putih itu berdasarkan rekapitulasi suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Kamis (17/7).
KPU telah merampungkan rekapitulasi perolehan suara di 16 Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN). Meski baru menerima 29 dokumen dalam bentuk fisik dari 130 PPLN yang ada di 96 negara. Proses rekapitulasi dijadwalkan berlangsung hingga Jumat besok.
Berikut rincian perolehan suara sementara masing-masing pasangan capres di 16 PPLN yang sudah direkapitulasi KPU;
1. PPLN Vientiane, Laos
Prabowo-Hatta 72 suara
Jokowi-JK 107 suara
Jumlah surat suara sah 179, suara tidak sah 4, total suara sah dan tidak sah 183.
2. PPLN Guangzou, China
Prabowo-Hatta 125 suara
Jokowi-JK 1.248 suara
Jumlah suara sah 1.373, jumlah suara tidak sah 1, total suara sah dan tidak sah 1.374.
3. PPLN Yangoon, Myanmar
Prabowo-Hatta 229 suara
Jokowi-JK 207 suara
Jumlah suara sah 436, jumlah suara tidak sah 2. Total Jumlah surat suara sah dan tidak sah 438
4. PPLN Kota Kinabalu, Malaysia
Prabowo-Hatta 20.790 suara
Jokowi-JK 28.905 suara
Jumlah pemilih 160.474, pengguna hak pilih 51.010, jumlah surat suara yang sah 49.694, tidak sah 1.315, suara sah dan tidak sah 51.010
5. PPLN Kuching, Malaysia
Prabowo-Hatta 33.633 suara
Jokowi-JK 40.091 suara
Jumlah suara sah 73.724, jumlah surat suara tidak sah 12.330. Total surat suara sah dan tidak sah sebesar 86.054.
6. PPLN Budapest, Hungaria
Prabowo-Hatta 18 suara
Jokowi-JK 82 suara
Jumlah surat suara sah 100. Tidak sah 1, total surat suara sah dan tidak sah 101.
7. PPLN Bucharest, Rumania
Prabowo-Hatta 27 suara
Jokowi-JK 40 suara
Jumlah surat suara sah 67, suara tidak sah 0. Jumlah surat suara sah dan tidak sah 67.
8. PPLN Zagreb, Kroasia
Prabowo-Hatta 6 suara
Jokowi-JK 29 suara
Surat suara sah 35, jumlah surat suara tidak sahnya 1. Total jumlah surat suara sah dan tidak sah 36.
9. PPLN Tokyo, Jepang
Prabowo-Hatta 2.103 suara
Jokowi-JK 3.245 suara
Jumlah surat suara sah 5.348, tidak sahnya 125. Total jumlah surat suara sah dan tidak sah 5.473.
10. PPLN Melbourne, Australia
Prabowo-Hatta 778 suara
Jokowi-JK 5.594 suara
Jumlah surat suara sah 6.372, surat suara tidak sah 42. Total jumlah surat suara sah dan tidak sah 6.414.
11. PPLN Vanimo, Papua New Guinea
Prabowo-Hatta 176 suara
Jokowi-JK 406 suara
Partisipasi pemilih 93,51 persen
12. PPLN Khartoum, Sudan
Prabowo-Hatta 268 suara
Jokowi-JK 95 suara
Partisipasi pemilih 55,09 persen
13. PPLN Taipei, Taiwan
Prab-Hatta17.525 suara
Jokowi-JK 47.692 suara
Partisipasi pemilih 33,63 persen
14. PPLN Jeddah, Arab Saudi
Prabowo-Hatta 5.626 suara
Jokowi-JK 5.357 suara
Partisipasi pemilih 1,75 persen
15. PPLN Dubai
Prabowo-Hatta 702 suara
Jokowi-JK 1.041 suara
16. PPLN Kuala Lumpur
Prabowo-Hatta 111.794 suara
Jokowi-JK 20.891
Partisipasi pemilih 31,09 persen
Dari 16 wilayah di luar negeri ini, pasangan Prabowo-Hatta unggul dengan memperoleh suara 193. 872, sedangkan Jokowi-JK memperoleh 155.030 suara. [dm/rmol]
posted by @Adimin
Label:
EDITORIAL,
TOPIK PILIHAN
July 18, 2014
posted by @Adimin
Ditantang Kubu Prabowo, Jokowi Enggan Nyatakan Siap Kalah Pilpres
Calon presiden nomor urut dua, Joko Widodo, menanggapi dengan santai tantangan dari pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, mengenai hasil pemilihan presiden 2014. Jokowi yang juga Gubernur DKI Jakarta non aktif ini menekankan dirinya hanya tunduk pada aturan dan keinginan rakyat.
"Saya sudah sampaikan berulang-ulang. Saya itu akan tunduk kepada konstitusi dan kehendak rakyat. Itu sudah jelas," kata Jokowi di Kantor Tim Pemenangan Jalan Subang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/7).
Mantan Walikota Solo itu enggan menanggapi secara khusus dengan menjawab dirinya siap kalah dalam hajat demokasi lima tahunan tersebut. Dengan nada bercanda, Jokowi justru menyebut jika jawabannya satu tema dengan Prabowo sebagai tindakan yang tidak kreatif. "Masak saya harus ngomong persis seperti itu. Enggak kreatif namanya," katanya.
Sebelumnya, politisi Partai Gerindra Pius Lustrilanang menantang Jokowi-Jusuf Kalla untuk menyatakan siap menerima keputusan KPU tanggal 22 Juli 2014. Pius ingin mendengar pernyataan itu langsung dari Jokowi. Alasannya, hingga kini Jokowi tidak pernah menyatakan demikian.
"Beda dengan Prabowo-Hatta yang sudah menyatakan komitmennya dan menyatakan siap menang siap kalah. Saat ini lebih banyak pihak Jokowi-JK melakukan pembangunan opini di media massa," ucap Pius di Jakarta, Kamis (17/7). [dm/aktual.co]
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
July 18, 2014
posted by @Adimin
Prabowo-Hatta Berjaya di Pesisir Selatan
PAINAN-- Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menang telak di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada Pemilihan Umum Presiden (Pemilu Presiden) 9 Juli 2014.
Koordinator Saksi Tim Pemenangan capres/cawapres Prabowo-Hatta Pesisir Selatan Feby Rifli di Painan, Kamis, mengatakan dari rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilpres di tingkat kabupaten setempat menunjukkan pasangan presiden nomor urut 1 unggul sebanyak 71,6 persen dan nomor urut 2 memperoleh 28,4 persen suara.
Sesuai dengan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilu Presiden 9 Juli 2014 yang dilaksanakan pada 16 Juli 2014 di Painan kabupaten setemnpat, pasangan presiden dan wakil presiden Prabowo-Hatta menang di 14 kecamatan dari 15 kecamatan yang ada di Pesisir Selatan.
Di Kecamatan Pancung Soal Prabowo-Hatta meraih 6.917 suara dan Jokowi-JK sebanyak 3.211 suara dari 10.128 jumlah suara sah. Kecamatan Ranah Pesisir Prabowo-Hatta sebanyak 9.987 suara dan Jokowo-JK 4188 suara dari suara sah 14.175 suara.
Di Lengayang Prabowo-Hatta sebanyak 16.625 suara dan Jokowi-JK sebanyak 7.014 suara dari suara sah sebanyak 23.639 suara. Batangkapas pasangan Prabowo-Hatta meraih 9.918 suara dan Jokowi-JK sebanyak 3.763 suara dari 13.681 suara.
Di IV Jurai Prabowo-Hatta sebanyak 17.408 suara dan Jokowi-JK sebanyak 5.299 suara dari suara sah sebanyak 22.707 suara. Kecamatan Bayang, pasangan Prabowo-Hatta sebanyak 16.018 suara dan Jokowi-JK sebanyak 3.220 suara dari suara sah sebanyak 19.238 suara.
Koto XI Tarusan, pasangan Prabowo-Hatta meraih suara sebanyak 16.477 suara dan Jokowi-JK sebanyak 5.388 suara dari suara sah sebanyak 21.865 suara. Sutera, pasangan Prabowo-Hatta meraih sebanyak 16.484 suara dan Jokowi-JK sebanyak 4.997 suara dari 21.481 suara sah.
Linggo Sari Baganti, Prabowo-Hatta sebanyak 13.824 suara dan Jokowi-JK sebanyak 5.574 suara dari sebanyak 19.398 suara sah. Lunang, Prabowo-Hatta meraih sebanyak 4.741 suara dan Jokowi-JK sebanyak 5.076 suara dari 9.817 suara sah.
Basa Ampek Balai Tapan, Prabowo-Hatta sebanyak 3.384 suara dan Jokowi-JK sebanyak 2.180 suara dari suara sah sebanyak 5.564. Di IV Nagari Bayang Utara, Prabowo-Hatta meraih sebanyak 3.711 suara dan Jokowi-JK sebanyak 549 suara dari 4.260 suara sah.
Airpura, Prabowo Hatta meraih sebanyak 3.805 suara dan Jokowi-JK sebanyak 2.483 suara dari sebanyak 6.288 suara sah. Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Prabowo-Hatta meraih sebanyak 4.143 suara dan Jokowi-JK sebanyak 1.864 suara dari 6.007 suara sah. Silaut, Prabowo-Hatta sebanyak 3.708 suara dan Jokowi-JK sebanyak 3.568 suara dari 7.276 suara sah.
Jumlah akhir yang diraih oleh masing-masing pasangan di seluruh kecamatan yang ada yakni Prabowo-Hatta meraih suara sebanyak 147.150 suara dan Jokowi-JK sebanyak 58.374 suara dari sebanyak 205.524 suara sah. [ROL]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
July 17, 2014
posted by @Adimin
2000 Advokat Pembela Merah Putih Siap Hadapi Jokowi-JK MK
Written By Anonymous on 17 July, 2014 | July 17, 2014
Tim Pembela Merah Putih alias tim advokasi pasangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menyatakan siap menghadapi gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 yang akan diajukan kubu Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) di Mahkamah Konstitusi (MK).
"Kami sangat siap menghadapi gugatan dari kubu Jokowi-JK di MK," ujar Anggota Tim Pembela Merah Putih, Habiburokhman saat jumpa pers di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Rabu (16/7/2014).
Terlebih, kata dia, pasangan Prabowo-Hatta telah memperkuat tim advokasi yang selama ini sudah bekerja. Ditambahkannya, nama tim yang semula tim advokasi Prabowo-Hatta sekarang dirubah menjadi Tim Pembela Merah Putih (TPMP).
"Sampai hari ini sudah bergabung bersama TPMP setidaknya 2.000 advokat dan paralegal yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia," tuturnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, ribuan advokat dan paralegal itu akan bekerja dengan penuh militansi. Karena, kata dia, memang selama ini para advokat dan paralegal itu adalah pendukung ideologis Prabowo-Hatta.
"Kami siap mengantisipasi apapun putusan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Jika pasangan Prabowo-Hatta dinyatakan menang oleh KPU, maka kami akan siap menghadapi gugatan Jokowi-JK sebagai pihak terkait di Mahkamah Konstitusi," jelasnya.
Sebaliknya, kata dia, jika pasangan Jokowi-JK dinyatakan menang, maka pihaknya siap menjadi pemohon dalam Perselisihan hasil Pilpres 2014.[dm/sindonews]
Label:
TOPIK PILIHAN
July 17, 2014
posted by @Adimin
Inilah Keanehan Data kawalpemilu.org yang Dipakai Metro TV
Ada pengakuan blogger bernama Indrawata Wardhana dihttp://indobanged.blogspot.sg soal hasil real count Pilpres 2014 yang dimuat diwww.kawalpemilu.org.
Hasil real count itu ramai dibicarakan, setidaknya, setelah situs www.metrotvnews.com ikut mempublikasikan. Pasangan Jokowi-JK disebut memenangkan pertarungan.
Indrawata Wardhana mengaku mengklik situs itu karena dapat pemberitahuan dari teman. Ia menelusuri situs itu menggunakan aplikasi JQUERY canggih, tetapi tanpa css atau atau tampilan yang menarik.
"Web yang katanya bersifat independen dan dikerjakan sampai 700 orang relawan (sumber : facebook KawalPemilu) ini selesai di-input dalam waktu 5 hari selesai hingga 99% tiap propinsi," tulisnya dalam blog.
Sangat hebat, lanjut Indrawata Wardhana, bahkan lengkap dengan data error yang katanya sudah terverifikasi dengan baik. Sang developer web mencoba untuk tidak merender data secara URL biasa, tapi menggunakan teknologi AJAX.
"Sebelum itu, saya mau lihatkan dulu kapan dan punya siapa nih web. Hasil cek di www.who.is, didapatkan bahwa web www.kawalpemilu.org hadir didunia pada tanggal 11 Juli 2014. server di dreamhost.com," ujarnya.
Sang blogger menjelaskan pemilik rupanya memilih opsi hidden register domain. Jadi kita hanya bisa melihat non register contact di who.is.
Dengan jumlah TPS sebanyak 472.672 yang ada di seluruh Indonesia, sungguh hal yang sangat luar biasa dikerjakan dalam waktu singkat apalagi mengerjakan dalam waktu lima hari.
Anehnya lagi, ketika mencoba menjadi relawan input. Semua bisa input, tidak peduli siapa pilihan presiden kita. Ada link ke facebook kehttps://www.facebook.com/.../Kawal.../1452601258341836.
"Tempat saya bisa suka dan bisa daftar katanya. Cuma yang paling anehnya lagi.. 14 Juli baru bergabung di facebook. Waduh. bukannya butuh waktu 2 hari 8 jam tiap orang untuk menginput? hari ini saja baru tanggal 15 Juli 2014 jam 23.00 WIB," imbuhnya.
Website ini ada akses lansung ke server KPU? Indrawata mengecek website http://pilpres2014.kpu.go.id/. Lansung cek ke unduhan per TPS. Tidak ada subdomain http://scanc1.kpu.go.id/ . Yang ada cuma link seperti ini :http://pilpres2014.kpu.go.id/c1.php?cmd=download&tps=1....
Pertanyaan paling besar adalah darimana para programmer mendapatkan domain http://scanc1.kpu.go.id/ apalagi mendapatkan file viewp.php . Url tersebut berguna untuk meload secara otomatis menggunakan skrip AJAX tampilan gambar C1 tanpa mendownload dahulu gambar C1. Apakah KPU tahu ini? [dm/inilah.com]
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
July 17, 2014
Kalau pegang data...pasti tidak panik. #TungguKPU
Kalau pegang data pasti yakin tidak gampang dicurangin. #TungguKPU
Kalau pegang data, gak bakalan grasa grusu kayak cacing tripping. #TungguKPU
Kalau punya data. Insya Allah kita kawal proses hukum Pilpres sampai selesai. Damai. #TungguKPU
Pemilu itu sifatnya rahasia bagi pribadi tapi terbuka bagi publik. #TungguKPU
Masih ingat LUBER dan Jurdil? Sejak ordebaru juga Sdh begitu. #TungguKPU
Bahwa kita masuk kota suara mencoblos tak ada yang tahu. Hanya aku dan Tuhan. Ini rahasia. #TungguKPU
Tapi cara suara kita dikumpulkan harus terbuka. Dan itu sudah jadi sistem dalam demokrasi kita. #TungguKPU
Jangan anggap remeh kekuatan sistem kita. 15 tahun kita membangun prosedur demokrasi yg makin kuat. #TungguKPU
Memang, Pak SBY pernah bikin sistem IT pemilu Tersentralisasi. Tapi dicurigai. Akhirnya balik lagi. #TungguKPU
Sistem kita makin manual lagi dan desentralisasi. Waktu itu kami usulkan agar saksi ditanggung negara. #TungguKPU
PDIP dan Nasdem paling ngotot. Kami dituduh mau memeras APBN padahal ini hanya demi keadilan. #TungguKPU
Kalau sistem semakin manual dan lokal maka kita memerlukan kekuatan saksi. Tapi ditolak. #TungguKPU
Pemilu legislatif kemarin membuktikan omongan dan sikap politik kami. Bahwa kehadiran saksi itu wajib. #TungguKPU
Coba tanya KPU, Bawaslu! MK dan semua penyelenggara pemilu. Akibat ketiadaan saksi? #TungguKPU
Negara dan kita semua akhirnya membayar biaya sengketa yang semakin besar. #TungguKPU
Tapi, sistem kita tetap aman bagi pengawalan publik. #TungguKPU
Coba lihat, dalam hitungan 4 hari, hampir 100% form C1 sudah diupload oleh KPU. #TungguKPU
Langsung setelah itu form D1 hasil rekap juga dapat diakses bebas. Sangat cepat. #TungguKPU
Dari TPS masuk Kelurahan ke Kecamatan lalu kabupaten dan provinsi berjalan lancar terbuka. #TungguKPU
Bukan kita nafikan kemungkinan ada kecurangan. Ada saja tetapi pilpres itu lebih ringkas. #TungguKPU
Kecurangan bisa saja terjadi tetapi kecepatan dan akurasi serta keterbukaan proses akan menghambatnya. #TungguKPU
Tapi, namanya juga pertandingan..akan ada gesekan. Dan gesekan itu sah jika sesuai ketentuan. #TungguKPU
Orang sering lupa bahwa demokrasi sejak awal membebaskan instink manusia dalam konflik. Makanya diatur. #TungguKPU
Tapi sebaliknya, sistem otoriter tidak menerima hasrat dasar konflik ini makanya negara mencabut kebebasan. #TungguKPU
Banyak orang ngaku Demokrat tapi takut bersaing secara fair. #TungguKPU
Padahal persaingan punya efek baik pada progres. Dan sejauh itu legal kita harus siap menang siap kalah. #TungguKPU
Tunggu saja hasil KPU. Percayakan lembaga negara. Apa sih susahnya. #TungguKPU
Kalau kalian menang kami ucap selamat tapi kalau kami menang ucapkan selamat juga dong. #TungguKPU
Gampang kan jin? #TungguKPU
*Twit @Fahrihamzah
(16/7/2014)
posted by @Adimin
"TIDAK USAH PANIK, TUNGGU KPU" by @Fahrihamzah
Kalau pegang data...pasti tidak panik. #TungguKPU
Kalau pegang data pasti yakin tidak gampang dicurangin. #TungguKPU
Kalau pegang data, gak bakalan grasa grusu kayak cacing tripping. #TungguKPU
Kalau punya data. Insya Allah kita kawal proses hukum Pilpres sampai selesai. Damai. #TungguKPU
Pemilu itu sifatnya rahasia bagi pribadi tapi terbuka bagi publik. #TungguKPU
Masih ingat LUBER dan Jurdil? Sejak ordebaru juga Sdh begitu. #TungguKPU
Bahwa kita masuk kota suara mencoblos tak ada yang tahu. Hanya aku dan Tuhan. Ini rahasia. #TungguKPU
Tapi cara suara kita dikumpulkan harus terbuka. Dan itu sudah jadi sistem dalam demokrasi kita. #TungguKPU
Jangan anggap remeh kekuatan sistem kita. 15 tahun kita membangun prosedur demokrasi yg makin kuat. #TungguKPU
Memang, Pak SBY pernah bikin sistem IT pemilu Tersentralisasi. Tapi dicurigai. Akhirnya balik lagi. #TungguKPU
Sistem kita makin manual lagi dan desentralisasi. Waktu itu kami usulkan agar saksi ditanggung negara. #TungguKPU
PDIP dan Nasdem paling ngotot. Kami dituduh mau memeras APBN padahal ini hanya demi keadilan. #TungguKPU
Kalau sistem semakin manual dan lokal maka kita memerlukan kekuatan saksi. Tapi ditolak. #TungguKPU
Pemilu legislatif kemarin membuktikan omongan dan sikap politik kami. Bahwa kehadiran saksi itu wajib. #TungguKPU
Coba tanya KPU, Bawaslu! MK dan semua penyelenggara pemilu. Akibat ketiadaan saksi? #TungguKPU
Negara dan kita semua akhirnya membayar biaya sengketa yang semakin besar. #TungguKPU
Tapi, sistem kita tetap aman bagi pengawalan publik. #TungguKPU
Coba lihat, dalam hitungan 4 hari, hampir 100% form C1 sudah diupload oleh KPU. #TungguKPU
Langsung setelah itu form D1 hasil rekap juga dapat diakses bebas. Sangat cepat. #TungguKPU
Dari TPS masuk Kelurahan ke Kecamatan lalu kabupaten dan provinsi berjalan lancar terbuka. #TungguKPU
Bukan kita nafikan kemungkinan ada kecurangan. Ada saja tetapi pilpres itu lebih ringkas. #TungguKPU
Kecurangan bisa saja terjadi tetapi kecepatan dan akurasi serta keterbukaan proses akan menghambatnya. #TungguKPU
Tapi, namanya juga pertandingan..akan ada gesekan. Dan gesekan itu sah jika sesuai ketentuan. #TungguKPU
Orang sering lupa bahwa demokrasi sejak awal membebaskan instink manusia dalam konflik. Makanya diatur. #TungguKPU
Tapi sebaliknya, sistem otoriter tidak menerima hasrat dasar konflik ini makanya negara mencabut kebebasan. #TungguKPU
Banyak orang ngaku Demokrat tapi takut bersaing secara fair. #TungguKPU
Padahal persaingan punya efek baik pada progres. Dan sejauh itu legal kita harus siap menang siap kalah. #TungguKPU
Tunggu saja hasil KPU. Percayakan lembaga negara. Apa sih susahnya. #TungguKPU
Kalau kalian menang kami ucap selamat tapi kalau kami menang ucapkan selamat juga dong. #TungguKPU
Gampang kan jin? #TungguKPU
*Twit @Fahrihamzah
(16/7/2014)
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
July 17, 2014
Firasat sy soal keanehan kawalpemilu sudah ada yg sependapat >>http://t.co/mtzWWD2DH4
Saya pernah beberapa kali kerjasama dengan kawan2 it, terutama yg pakai data base besar, pekerjaan seperti ini nggak gampang
Perlu ada trial error berapa kali sebelum bisa smooth dipakai, jd sy merasa aneh bila ada situs publik dgn data besar bs langsung jalan
Terakhir sy kerja dgn model datanya musti diinput, perlu persiapan panjang, baik situsnya, maupun inputernya
Lalu ada situs ini kawalpemilu, dengan inputer siapa saja, dan jalannya begitu mudah, terlalu mudah buat sy
Ini yg buat saya menduga ini situs aneh, segalanya dibuat terlalu mudah, terlalu hebat, dan terlalu gampang
Saya baca analisa bro indra, salah 1 keanehannya pemilik hostingnya disembunyikan, kalau ini milik publik, kenapa rahasia
Namun yg saya ingin tanya itu proses inputer data, bila melibatkan banyak orang, yg tak terlatih gimana bs menjamin data itu valid
Di analisa bro indra, terdapat keanehan soal scriptnya, cuma sy gak ahli utk bahas ini, bagusnya dibaca sendiri sj ya
Tadi di tl, saya baca yg buat partisan ke no 2, menurut sy sebagai upaya jaga oke, tp kalau cuma buat giring opini, sayang banget
Kesalahan mendasar timses no 2 menurut sy, mereka tak cekatan melengkapi saksi di semua tps, ini fatal, saat data mjd kunci
Ini ada kawan kirim gambar perbedaan data di kpu dgn kawalpemiluhttp://t.co/eD92oJasbe
Ini yg paling saya tanyakan bagaimana kawalpemilu menjaga datanya valid dan bagus, belum ada yg jawab http://t.co/yTEmrO1mpo
Yg pasti contoh di gambar ini menunjukkan perbedaan antara data kpu dgn kawal pemiluhttp://t.co/QxKB45hjvQ
Makin menarik "@a5p: @UdaIrfan @simpatisanPKS TPS Error ada 10rb lebih ...http://t.co/8z82jYL5YH"
Saya pernah tanya soal data pembanding, itu gunanya untuk melihat data yg masuk benar atau tidak, soal validitas
Saya juga menunggu kawan2 relawan utk bisa buka soal inputer, by name, by addres, dan coverage, ini agar data bs dipertanggung jawabkan
Data dari sistem informasi akan jadi tak berguna, bila inputernya gak oke, sehebat apapun pembuatnya
Nah cilakanya data ini dipakai utk klaim kemenangan, saya tadi amati sdh mulai ada selebtwit yg giring opini
Ada yg menyamakan data ini dengan hasil exit poll rri, menurut saya ini berlebihan, padahal di situs kawalpemilu sdh ada disclaimer
Sekarang bila anda lihat 2 gambar td, bagaimana mau dipakai kalau data banyak erorr atau berlebih selisih jauh
Maaf ya kalau di twit saya anda yg kurang pas, saya cuma mau jaga pemilu seperti anda kawal pemilu *salim
*https://twitter.com/udairfan
posted by @Adimin
"Mengupas Keanehan Data kawalpemilu.org" | By @UdaIrfan
Firasat sy soal keanehan kawalpemilu sudah ada yg sependapat >>http://t.co/mtzWWD2DH4
Saya pernah beberapa kali kerjasama dengan kawan2 it, terutama yg pakai data base besar, pekerjaan seperti ini nggak gampang
Perlu ada trial error berapa kali sebelum bisa smooth dipakai, jd sy merasa aneh bila ada situs publik dgn data besar bs langsung jalan
Terakhir sy kerja dgn model datanya musti diinput, perlu persiapan panjang, baik situsnya, maupun inputernya
Lalu ada situs ini kawalpemilu, dengan inputer siapa saja, dan jalannya begitu mudah, terlalu mudah buat sy
Ini yg buat saya menduga ini situs aneh, segalanya dibuat terlalu mudah, terlalu hebat, dan terlalu gampang
Saya baca analisa bro indra, salah 1 keanehannya pemilik hostingnya disembunyikan, kalau ini milik publik, kenapa rahasia
Namun yg saya ingin tanya itu proses inputer data, bila melibatkan banyak orang, yg tak terlatih gimana bs menjamin data itu valid
Di analisa bro indra, terdapat keanehan soal scriptnya, cuma sy gak ahli utk bahas ini, bagusnya dibaca sendiri sj ya
Tadi di tl, saya baca yg buat partisan ke no 2, menurut sy sebagai upaya jaga oke, tp kalau cuma buat giring opini, sayang banget
Kesalahan mendasar timses no 2 menurut sy, mereka tak cekatan melengkapi saksi di semua tps, ini fatal, saat data mjd kunci
Ini ada kawan kirim gambar perbedaan data di kpu dgn kawalpemiluhttp://t.co/eD92oJasbe
Ini yg paling saya tanyakan bagaimana kawalpemilu menjaga datanya valid dan bagus, belum ada yg jawab http://t.co/yTEmrO1mpo
Yg pasti contoh di gambar ini menunjukkan perbedaan antara data kpu dgn kawal pemiluhttp://t.co/QxKB45hjvQ
Makin menarik "@a5p: @UdaIrfan @simpatisanPKS TPS Error ada 10rb lebih ...http://t.co/8z82jYL5YH"
Saya pernah tanya soal data pembanding, itu gunanya untuk melihat data yg masuk benar atau tidak, soal validitas
Saya juga menunggu kawan2 relawan utk bisa buka soal inputer, by name, by addres, dan coverage, ini agar data bs dipertanggung jawabkan
Data dari sistem informasi akan jadi tak berguna, bila inputernya gak oke, sehebat apapun pembuatnya
Nah cilakanya data ini dipakai utk klaim kemenangan, saya tadi amati sdh mulai ada selebtwit yg giring opini
Ada yg menyamakan data ini dengan hasil exit poll rri, menurut saya ini berlebihan, padahal di situs kawalpemilu sdh ada disclaimer
Sekarang bila anda lihat 2 gambar td, bagaimana mau dipakai kalau data banyak erorr atau berlebih selisih jauh
Maaf ya kalau di twit saya anda yg kurang pas, saya cuma mau jaga pemilu seperti anda kawal pemilu *salim
*https://twitter.com/udairfan
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN






