Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
December 18, 2014
hidayatullah
posted by @Adimin
Sudah 400 Ribu Orang Download “Aplikasi Boikot Yahudi”
Written By Sjam Deddy on 18 December, 2014 | December 18, 2014
Aliansi Organisasi Boycot Israel di Amerika meluncurkan generasi baru
aplikasi smart phone untuk digunakan mendeteksi barang-barang asal
zionis-israel maupun produk perusahaan internasional yang bekerjasama
dengan pihak penjajah Israel.
Dalam siaran persnya, Selasa (16/12/2014) dikutip PIC, aplikasi
dengan nama “Buycott App” ini mengalami pengembangan baru, terdapat alat
pencari nama perusahaan dimaksud, yang menjual produk zionis, dan
melihat barkode perusahaan tersebut dengan sangat cepat.
Aplikasi ini dilakukan Lembaga Manajemen Aliansi Boycot penjajah
israel di Amerika ini berisikan keterangan yang rapi tentang perusahaan
yang dimaksud, dengan tiga tahapan: pertama kelompok perusahaan zionis,
kedua perusahaan internasional yang mendukung zionis dan ketiga
perusahaan internasional yang bekerjasama dengan penjajah.
Aplikasi juga berisi informasi mengenai sebab ditempatkannya
perusahaan dalam organisasi boikot, yang bisa digunakan pada perangkat
Iphone maupun Android, termasuk bisa dipakai untuk mengirimkan pesan
kepada perusahaan yang diboikot.
Tokoh gerakan pemboicotan, Dr. Ghassan Barkat, yang juga anggota
Majelis Nasional Palestina menyebutkan, acara deklarasi bagi aplikasi
baru ini ditujukan untuk merespon kejahatan penjajah israel yang telah
membunuh Menteri Ziyad Abu Ain, saat melakukan demonstrasi damai
menentang pemukiman zionis.
Barkat menegaskan, gerakan boikot Israel merupakan gerakan rakyat
internasional, dan bagian dari perlawanan melawan penjajah israel,
melalui perangkat hukum yang legal di luar wilayah Palestina.
Sementara itu, menurut Sky News, lebih dari 400.000 orang telah
mendownload aplikasi Buycott sejak diunggah pada 30 Juli 2014 ini.
posted by @Adimin
Label:
Palestina,
TOPIK PILIHAN
December 18, 2014
DPP
posted by @Adimin
MPR: Menteri BUMN Harus Klarifikasi Larangan Berjilbab Panjang
Wakil Ketua MPR,
Hidayat Nur Wahid meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini
Soewandi mengklarifikasi informasi tentang pelarangan menggunakan jilbab
melebihi batas leher dan janggut bagi pegawai di kementeriannya.
"Harus diklarifikasi apa benar ada pelarangan seperti itu," kata
Hidayat kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (17/12).
Hidayat mengatakan jika larangan itu benar maka DPR harus memanggil
Rini. Menurutnya larangan yang dibuat Rini tidak sesuai dengan semangat
kerja yang dicanangkan Presiden Jokowi. "Apa relevansi larangan
berjilbab, janggut, dan celana dalam bekerja?," tanya Hidayat.
Rini mestinya membuat larangan yang mendorong produktifitas kinerja
BUMN. Seperti larangan untuk tidak membolos, bekerja secara produktif,
tidak korupsi, dan kewajiban mencapai target-target yang dicanakan
Kementerian BUMN.
Hidayat khawatir larangan menggunakan jilbab panjang dan janggut akan
menimbulkan stigma negatif yang berujung pada perlakuan diskriminatif.
Padahal menurutnya saat ini jilbab justru tengah menjadi trend yang
popular di masyarakat.
Pada akhirnya Hidayat berharap informasi larangan berjilbab melebihi
batas leher tidak benar. Menurutnya rakyat sudah terlalu lelah dengan
berbagai kebijakan yang dibuat pemerintahan Jokowi. "Saya harap itu
tidak benar. Karena tidak sesuai prinsip ketuhanan dan hak azasi
manusia," katanya.
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
December 15, 2014
posted by @Adimin
PKS . . . Pasti Partai Nasionalis
Written By Sjam Deddy on 15 December, 2014 | December 15, 2014
Sangat salah jika ada sebagian orang yang menganggap PKS sebagai
partai yang jauh dari nilai-nilai nasionalisme dan partai eksklusif
untuk umat muslim.
Ketua Fraksi PKS MPR RI Sunmanjaya Rukmandis mengatakan sesuai AD/ART
PKS Pasal 9 disebutkan bahwa semua warga negara Indonesia sesuai dengan
perundang-undangan yang berlaku dapat menjadi anggota PKS. “Artinya PKS
partai terbuka untuk WNI, hanya selian WNI dan WNI yang dilarang
menjadi anggota parpol oleh undang-undang yang tidak boleh menjadi
anggota partai. Itu soal keanggotaan, kalau pengabdian PKS untuk siapa
saja tanpa terkecuali,” kata Sunmanjaya.
Selain itu, hal lain yang membuat PKS tidak perlu diragukan lagi
nasionalismenya adalah tujuan PKS untuk menjadi partai pelopor dalam
mewujudkan cita-cita pembangunan bangsa sesuai pembukaan UUD 1945 Visi.
Tujuan tersebut terermin dalam visi Terwujudnya Masyarakat madani yang adil, sejahtera, dan bermartabat.
“Justru PKS ini sudah sangat sesuai dengan cita-cita bangsa, jadi
jangan lagi ada yang meragukan apa betul PKS punya bendera Merah Putih,”
ujarnya.
Sunmanjaya melanjutkan hanya ada satu yang membedakan PKS dengan
partai lainnya, yaitu PKS adalah partai dakwah yang memiliki tiga tugas.
Yang pertama mengajak dan tidak pernah mengejek, kedua merangkul bukan
mengukur, dan Ketiga tidak boleh ekstrim tapi harus seperti eskrim yang
disukai banyak orang.
Kader PKS memiliki tugas yang mulia untuk mengajak ke jalan kebaikan,
seperti yang tercantum dalam Qur’an surat An-Nahl ayat 125, yang
artinya “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan
pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.
Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang
tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang
yang mendapat petunjuk.”
Seperti ajaran Islam yang menjadi dasar PKS, menjadi rahmat bagi
seluruh alam begitupulalah kehadiran PKS. Menjadi rahmat bagi semua
mahluk di dunia baik manusia, flora, maupun fauna.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
December 12, 2014
Tentu saja hal ini mudah ditebak, bahwa “satu agama saja” yang dimaksud adalah Islam, mengingat jumlah pemeluknya mayoritas di Indonesia, kecuali Bali, Papua, dan beberapa daerah di Indonesia bagian timur.
Wacana Pengaturan Doa di Sekolah: Mengetes Reaksi Publik?
Written By Sjam Deddy on 12 December, 2014 | December 12, 2014
“Kenapa muncul sekarang?” pertanyaan itu lebih tepat untuk Anies Baswedan sendiri, bukan pada publik
SEJAK berita mengenai wacana pengaturan doa di
sekolah dimuat oleh detik.com pada 1 Desember 2014, pro dan kontra
mengalir tajam. Hal ini sangatlah wajar mengingat semangat keberagamaan
di Indonesia boleh dibilang sangat kental. Dunia pendidikan sekalipun
tak lepas dari nuansa agamis, seperti tercantumnya faktor iman dan taqwa
pada visi atau misi sekolah.
Seperti diketahui, dua hari ini berita di Indonesia disibukkan dengan
isu Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah Anies Baswedan
yang akan mengevaluasi doa dalam proses belajar mengajar yang selama ini
telah berlangsung di sekolah-sekolah negeri.
Yang menarik ialah, salah satu permasalahan yang sedang dievaluasi
berkenaan dengan tata cara membuka dan menutup proses belajar.
Persoalan ini dimunculkan oleh sejumlah orangtua murid yang
mengeluhkan tata cara agama tertentu yang mendominasi dalam proses
belajar mengajar. Hal itu membuat siswa penganut agama lain menjadi
tidak nyaman.
Berikut detik.com mengutip pernyataan mantan rektor Universitas
Paramadina ini, “Saat ini kita sedang menyusun, tatib soal aktivitas
ini, bagaimana memulai dan menutup sekolah, termasuk soal doa yang
memang menimbulkan masalah. Ini sedang direview dengan biro hukum,” ujar
Anies dalam jumpa pers di kantornya, Gedung Kemendikbud, Jalan Jend
Sudirman, Jakarta, Senin (1/12/2014).
“Sekolah di Indonesia mempromosikan anak-anak taat menjalankan agama,
tapi bukan melaksanakan praktik satu agama saja,” tuturnya.
Tentu saja hal ini mudah ditebak, bahwa “satu agama saja” yang dimaksud adalah Islam, mengingat jumlah pemeluknya mayoritas di Indonesia, kecuali Bali, Papua, dan beberapa daerah di Indonesia bagian timur.
Kenapa Baru Sekarang?
Banyak guru dan orangtua yang menampik isu tersebut sebagai suatu
ketidaknyamanan mengingat proses belajar-mengajar sudah diawali dan
diakhiri dengan doa sejak puluhan tahun republik ini berdiri, dan tidak
ada keluhan dari siswa yang beragama minoritas. Sekolah-sekolah negeri
selama ini menjadi pilihan netral bagi seluruh masyarakat Indonesia
karena mengakomodasi seluruh ummat beragama dengan baik.
Kekhawatiran kaum Muslim mengenai rencana “diaturnya” (baca:
dihapuskan) doa oleh pemerintah, khususnya, sangat beralasan, mengingat
mereka berharap bahwa pendidikan karakter dan keagamaan untuk
putra-putrinya dapat diperoleh di sekolah negeri. Sedangkan alternatif
sekolah Islam yang kebanyakan dikelola swasta, kendatipun menyediakan
pendidikan agama yang lebih berkualitas masih belum terjangkau oleh
sebagian kalangan.
Pertama, kalau guru dilarang meneladankan doa dalam
secara Islam, maka yang terjadi adalah sekulerisasi, yakni menjauhkan
kaum Muslimin dari ruh ibadah.
Selama ini, siswa Muslim yang belajar di sekolah non-Muslim juga
dibimbing doa menggunakan tata cara non-Islam, dan hal tersebut
dimaklumi oleh kaum Muslimin mengingat fungsi kelembagaan mereka memang
untuk mendidik sesuai ajaran agamanya. Jadi, toleransi beragama kaum
Muslimin sudah berjalan cukup baik dalam dunia pendidikan Indonesia.
Kedua, bila guru dituntut berdoa secara semua agama, maka itu pluralisasi.
Sebelumnya, Pjs Ketua bidang Pendidikan MUI Anwar Abbas di Jakarta,
Selasa (09/12/2014), menghimbau, “Jangan dibuat cara berdoa dengan
mengganti kata Allah menjadi Tuhan Yang Maha Esa” karena akan
mengaburkan identitas agama yang pada akhirnya pasti akan membuat ummat
Islam merasa tidak nyaman. Bila faktor dominasi agama tertentu menjadi
landasan bagi pemerintah untuk menetralisirnya, maka subyektivitas akan
menjadi liar, bisa-bisa akan muncul aturan untuk mengganti
“Assalaamualaykum” dengan “Selamat Pagi” sebagaimana yang pernah
diusulkan “Bapak Pluralisme Indonesia”.
Beginilah semestinya, pendidikan bagi ummat Islam merupakan bagian
dari ibadah, tak (boleh) terpisahkan. Selama ini umat beragama lain
diperbolehkan berdoa sendiri menurut keyakinannya, tanpa paksaan. Maka
biarlah tetap begitu. Sebagaimana bila dalam sekolah Nasrani,
murid-murid Muslim juga seharusnya diperbolehkan berdoa menurut
keyakinannya, tanpa tekanan.
Mengenali perbedaan itu upaya awal untuk saling menghargai. Kalau
identitas tidak boleh ditunjukkan, maka keberagaman akan menjadi tabu,
dan itu menghilangkan motto Indonesia “Bhineka Tunggal Ika”.
Klarifikasi atau Pembatalan?
Namun kita bersyukur, bahwa Anies Baswedan menampik akan mengatur doa
di sekolah sebagaimana yang diberitakan di media massa. Dia menyebut
itu hanya wacana. Bahkan sebaliknya, beliau malah akan mendorong
semangat religiusitas.
“Kita menganjurkan agar sekolah itu dimulai dengan doa diakhiri
dengan doa. Ini baru wacana, dan kita ingin ini didorong,” ungkap
lulusan Universitas Maryland tersebut kepada ROL, Selasa (09/12/2014)
kemarin. Beliau akan mendiskusikan hal ini kepada kementerian agama.
Seandainya beliau lebih terbuka, mengenai materi apa yang hendak
didiskusikan dengan Kemenag, mungkin akan lebih jelas lagi. Sebab
memulai dan mengakhiri pelajaran dengan doa bukanlah wacana, melainkan
sudah diterapkan di sekolah-sekolah. Sehingga ketika beliau bertanya,
“Kenapa muncul sekarang?” pertanyaan itu lebih tepat beliau jawab
sendiri, bukan pada publik.
Lepas dari spekulasi apakah pernyataan beliau tersebut adalah
klarifikasi ataukah sebetulnya adalah pembatalan dari sencana
sebelumnya, masyarakat dapat kembali tenang dan melanjutkan proses
belajar mengajar sebagaimana biasanya. Yang menarik ialah reaksi publik
yang seolah terbagi secara dikotomis, ini tetap perlu untuk
ditindaklanjuti, terutama latar belakang yang mendukung, meskipun
jumlahnya tidak mewakili. Dalam rangka melindungi kebebasan beribadah
kaum minoritas, tanpa harus mengorbankan kebebasan beribadah kaum
mayoritas.
Di lain pihak, Ustadz Yusuf Mansur yang sempat mempertanyakan dan
mengklarifikasi kebijakan ini menekankan bahwa beliau (yang cukup
representatif di kalangan ummat Islam) akan tetap menegur pihak yang
meresahkan umat, khususnya pemerintah. Dalam tweet-nya, pimpinan Pondok
Pesantren Daarul Quran Bulak Santri ini mengapresiasi kaum Muslimin yang
telah melakukan peran pengawasan terhadap pemerintah, media massa, dan
masyarakat sendiri.
Begitulah seharunya tokoh masyarakat dan publik (khususnya kaum
Muslim). Dengan fenomena media sosial, sesungguhnya fungsi pengawasan
juga bisa lebih cepat dan efesien. Wallahu a’lam
oleh Gilig Pradhana
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
December 11, 2014
PKS Kecewa Rencana Evaluasi Doa Di Sekolah, Anis Anggap Baru Wacana
Written By Sjam Deddy on 11 December, 2014 | December 11, 2014
Politisi senior dari Fraksi PKS yang juga anggota Komisi X DPR RI,
Surahman Hidayat mengaku kecewa rencana Menteri Kebudayaan dan
Pendidikan Dasar Menengah Anies Baswedan mengevaluasi tata cara doa.
Sebelumnya santer diberitakan rencana Anies Baswedan mengevaluasi
tata cara doa pembuka dan penutup dalam proses belajar mengajar di
sekolah-sekolah negeri.
“Anies Baswedan harus berhati-hati membuat kebijakan, apalagi
berkaitan dengan sesuatu budaya yang baik dan sudah berjalan sejak lama
di sekolah. Tidak ada sifat ajakan ke Islam; makna do’a untuk kebaikan
kemanusiaan yang bermartabat, ingat sebelum dan sesudah jadi menteri dia
seorang Muslim yang humanis,” demikian jelasnya Surahman Hidayat dalam
rilisnya yang dikirim ke redaksi Selasa (09/12/2014).
Menurut Surahman, selama ini di sekolah negeri sudah terbiasa membuka
dan menutup proses belajar dan mengajar dengan do’a. Kalau ada agama
yang berbeda dengan guru yang memimpin, silahkan berdoa dengan agama dan
keyakinannya, tidak ada unsur paksaan, ujar Ketua MKD DPR RI.
Kebiasaan seperti itu lanjut Surahman sudah menjadi keumuman, tidak
hanya di sekolah-sekolah negeri, di semua instansi pemerintah juga
menjadi hal yang biasa.
“Anies Baswedan lebih baik berfokus, mengevaluasi kebijakan yang
lebih strategis, seperti kurikulum, masalah peningkatan kualitas guru,
sarana prasarana pendidikan,” tutup Surahman.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah Anis
Baswedan mengatakan, tidak berencana melanjutkan penyusunan tata tertib
(tatib) terkait tata cara membuka dan menutup proses belajar mengajar
di sekolah dengan berdoa.
Tatib itu disusun terkait banyaknya keluhan orangtua murid terhadap tata cara berdoa yang dinilai medominasi agama tertentu.
“Tidak tahu tatib itu akan dibikin apa tidak. Itu baru wacana,” kata
Anis sebagaimana dimuat Republika Online, Selasa (09/12/2014).
Anis menjelaskan, penyusunan tatib itu baru wacana dan tidak akan
dilanjutkan. Karenanya, pemberitaan mengenai penyusunan tatib untuk
mengatur tata cara berdoa yang dibuat kementeriannya itu dinilai
berlebihan.
Malah, kata Anis, kementerian mendorong agar semua anak-anak sekolah
menjadi anak yang bertaqwa. Yaitu, dengan memulai dan menutup aktivitas
belajar dengan berdoa. Karena proses belajar itu merupakan bentuk ibadah
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
December 11, 2014
posted by @Adimin
Renungan Dakwah Parlemen | oleh: Al Muzzammil Yusuf
Assalamu’alaikum Twips, apakabar? berikut ini saya sampaikan RENUNGAN DAKWAH PARLEMEN 2014-2019.
- Apa saja kegelisahan jiwa yang tidak terkait dengan upaya pencarian ridho Ilahi adalah berhala-berhala kehidupan.#renungan20142019
- Untuk melenyapkannya fokuslah pada fikir- dzikir- kerja apa saja yang bisa membahagiakan jiwa di atas ridho Ilahi. .#renungan20142019
- Di situlah hakikat kebahagiaan. Pantulan ketentraman wajah orang-orang beriman tidak bisa diraih dgn kosmetik duniawi..#renungan20142019
- Legislasi untuk wujudkan visi misi rahmatan lil ‘alamin. .#renungan20142019
- Rencana Anggaran untuk kemaslahatan sesama , ummat dan bangsa. #renungan20142019
- Pengawasan untuk lahirkan para pemimpin teladan.#renungan20142019
- Advokasi untuk membela fakir miskin dan rakyat yang terzholimi .#renungan20142019
- Rapat-rapat, tempat pergumulan pemikiran dan wacana untuk wujudkan cita-cita mulia pejabat negara.#renungan20142019
- Pertemanan, lobby dan jaringan untuk merubah gelombang cita-cita menjadi tsunami realita.#renungan20142019
- Expose media menjadi wilayah pertanggungjawaban dunia sebelum akhirat ditanya.#renungan20142019
- Berdoa, jujur, amanah, jihad dan tawakal akan menghadirkan pertolongan AllahuAkbar.#renungan20142019
- Kesuksesan hakiki hanyalah milik mukminin muttaqiin pengikut para Nabi.#renungan20142019
- Hasbunallohu wa ni’mal wakiil…. Laa haula wa laa quwwata illa billah. .#renungan20142019
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
December 10, 2014
posted by @Adimin
Skuad Polwan Malaysia Berjilbab Rapi, Indonesia kapan ?
Written By Sjam Deddy on 10 December, 2014 | December 10, 2014
Skuad
Amanita terbukti efektif meraih kepercayaan masyarakat terutama kaum wanita dan
ibu rumah tangga dalam membantu mengurangi tingkat kejahatan
Petugas
Amanita Polis DiRaja Malaysia (PDRM) bersama skuter
listriknya
Skuad
Aman Wanita (Amanita) yang didirikan Polis Diraja Malaysia (PDRM) pada Maret
tahun lalu terus diperkuat saat menerima tambahan aset 33 skuter listrik yang
berkonsepkan teknologi hijau baru-baru ini.
Penambahan
aset tersebut diyakini mampu meningkatkan kemampuan Skuad Amanita agar
bertindak cepat dan lebih fit dalam menjalankan program pencegahan kejahatan.
Di saat yang sama, mampu mendukung Program Amalan Hijau dan Teknologi
Hijau PDRM.
Ketua
Polisi Negara, Tan Sri Khalid Abu Bakar, mengatakan sebagai awal 33 unit skuter
akan digunakan Skuad Amanita di sekitar Lembah Klang sebelum diperluas
penggunaannya ke seluruh Negara.
“Penambahan
aset ini adalah bagian dari Program Amalan Hijau dan Teknologi Hijau PDRM. Kita
yakin penggunaan aset ini mampu memberdayakan kemampuan Skuad ini terutama
dalam patroli pencegahan kejahatan,” ujarnya dikutip Berita Harian Malaysia.
Hemat
23% bahan bakar
Menurut
Sri Khalid teknologi yang digunakan dalam skuter menurutnya juga ramah bahan
bakar.
“Pada
saat sama, penggunaan teknologi hijau dengan kerjasama GreenTech Malaysia ini
mampu memberikan penghematan hingga 23 persen penggunaan bahan bakar.
“Ia
bias mengurangi emisi karbon dioksida hingga 19 persen, sekaligus meminimalkan
dampak negatif terhadap lingkungan,” katanya saat ditemui wartawan pada Seminar
Pelaksanaan Pengadaan Hijau Pemerintah (GGP) PDRM, di Malaysia baru-baru ini.
Skuad
Amanita adalah inisiatif PDRM di bawah Strategi Lautan Biru Kebangsaan (NBOS)
yang diluncurkan Maret tahun lalu, di mana polisi wanita dikerahkan mendekati
setiap lapisan, khususnya kelompok wanita dan ibu rumah tangga untuk mengetahui
permasalahan terkait kejahatan di daerah lingkungan tempat tinggal mereka.
Khalid
mengatakan, Skuad Amanita yang didirikan PDRM sejauh ini mendapat tanggapan
yang baik dari masyarakat umum terutama kalangan ibu rumah tangga.
Berdasarkan
statistik PDRM, saat ini ada 11.571 anggota polisi wanita (polwan) yaitu
sekitar 10 persen dari jumlah keseluruhan anggota polisi di Malaysia ini dan
Khalid menetapkan target untuk menambahkannya sehingga menjadi 30 persen.
Skuad
Terpercaya
Skuad
Amanita terbukti efektif karena mudah meraih kepercayaan masyarakat setempat
terutama kaum wanita dan ibu rumah tangga dan banyak membantu mengurangi
tingkat kejahatan di lingkungan masing-masing.
Dengan
kata lain, ibu rumah tangga menjadi mata dan telinga polisi sementara semua
polisi wanita adalah anggota Skuad Amanita yang perlu menjalin jaringan
kerjasama antara masyarakat setempat dan polisi.
Malaysia
tak ada perdebatan penggunaan seragam Polwan berjilbab, sementara Indonesia
dengan penduduk Muslim sekitar 245 juta hak polisi wanita menjalankan
keyakinannya masih belum diberi tempat.
posted by @Adimin
Label:
FAKTA,
TOPIK PILIHAN
December 08, 2014
bersamadakwah
posted by @Adimin
Inilah yang Lebih Dikhawatirkan Rasulullah atas Umatnya daripada Dajjal
Written By Sjam Deddy on 08 December, 2014 | December 08, 2014
Dajjal adalah fitnah yang besar bagi manusia di akhir zaman, tidak
terkecuali bagi umat Islam. Dengan kemampuan dan kekuatannya yang aneh,
banyak manusia akan menjadi pengikutnya.
Dari hadits-hadits shahih yang menerangkan tentang Dajjal, disebutkan
bahwa Dajjal bisa berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain secara
cepat. Dajjal bisa memanggil syetan agar menyerupai orang yang telah
meninggal untuk bertemu dengan anaknya agar mengakui Dajjal sebagai
Tuhan. Dajjal juga bisa ‘mendatangkan’ hujan dan memerintahkan benda
mati menuruti keinginannya. Banyak orang yang tertipu dengan kehebatan
Dajjal. Karenanya, Rasulullah mengkhawatirkan umatnya atas fitnah Dajjal
ini.
Namun, ada hal yang lebih dikhawatirkan Rasulullah atas umatnya
daripada fitnah Dajjal. Apa itu? Abu Sa’id Al Khudri meriwayatkan:
خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ فَقَالَ أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِنْدِى مِنَ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ. قَالَ قُلْنَا بَلَى. فَقَالَ الشِّرْكُ الْخَفِىُّ أَنْ يَقُومَ الرَّجُلُ يُصَلِّى فَيُزَيِّنُ صَلاَتَهُ لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ
“Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam mendatangi kami sedangkan kami masih membicarakan al
Masih ad Dajjal. Maka beliau bersabda, ‘Maukah kalian aku beritahu
sesuatu yang lebih aku khawatirkan atas kalian daripada al Masih ad
Dajjal?’ Kami menjawab, ‘Mau, ya Rasulallah.’ Beliau bersabda, ‘Syirik
khafi. Yakni seseorang mendirikan shalat, lalu dia memperindah shalatnya
karena merasa ada orang yang melihat shalatnya.’” (HR. Ibnu Majah; shahih)
Inilah hal yang lebih dikhawatirkan Rasulullah menimpa umatnya
daripada datangnya Dajjal. Sririk khafi. Syirik yang samar. Begitu samar
bisa jadi orang tidak menyadari bahwa dirinya telah berbuat demikian.
Salah satu contohnya adalah memperindah shalat karena merasa dilihat
orang.
Pada surat Al Ma’un disebutkan bahwa ada orang yang menunaikan shalat
tapi celaka. Yakni orang yang lalai dalam shalatnya. Diantara bentuk
kelalaian itu adalah ia melalaikan Allah, tetapi justru memikirkan orang
yang melihat shalatnya. Ia tidak ingat Allah, tetapi ingat betul
terhadap manusia yang melihat dirinya.
Seberapapun bahaya Dajjal, ia kelihatan dan dapat diketahui
tanda-tandanya secara fisik. Namun soal syirik khafi ini, ia begitu
halus sehingga orang yang tengah shalat pun bisa terkena.
Seberapapun bahaya Dajjal, ia tidak bisa memasuki Makkah dan Madinah.
Namun soal syirik khafi ini, ia bisa menimpa muslim mana pun termasuk
yang tinggal di Makkah dan Madinah.
Mari kita berdoa semoga dilindungi Allah dari seluruh syirik, baik
syirik yang terang-terangan (syirik jali) maupun syirik yang samar-samar
(syirik khafi):
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku berlindung
kepada-Mu dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun
kepada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.
Wallahu a’lam bish shawab.
bersamadakwah
posted by @Adimin
Label:
OASE,
TOPIK PILIHAN
December 08, 2014
posted by @Adimin
Tidur Lebih Awal Menyehatkan Pikiran
Mereka yang suka begadang, dengan jangka waktu tidur pendek dan tidur
larut malam, dilaporkan mengalami pikiran negatif berulang kali daripada
mereka yang punya jadwal tidur teratur.
TIDUR lebih awal dan menjaga jam tidur yang teratur
dapat mengurangi pikiran negatif dan kecemasan, menurut penelitian
terbaru di Binghamton University (BU) di New York.
Penelitian ini melibatkan 100 mahasiswa BU yang diminta untuk mengisi
beberapa kuesioner dan melakukan dua tugas komputerisasi untuk menilai
tingkat berpikir negatif mereka yang terus muncul berulang, dengan
mengukur tingkat kecemasan, pikiran, dan obsesi.
Mereka juga diminta untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan
kebiasaan tidur, jam berapa, apakah dilakukan teratur, atau kebiasaan
itu bergantung pada saat ujian dan kegiatan sosial.
Mereka yang menggambarkan diri sebagai manusia suka begadang, dengan
jangka waktu tidur pendek dan tidur larut malam, dilaporkan mengalami
pikiran negatif berulang kali daripada mereka yang punya jadwal tidur
teratur dan masa tidur yang lebih panjang, kata para peneliti.
Temuan mereka juga menunjukkan, pikiran negatif yang berulang terkait
dengan kurangnya tidur. Persoalan ini dapat berisiko terkena gangguan
kesehatan mental.
“Jika temuan lebih lanjut mendukung hubungan antara waktu tidur dan
berpikir negatif yang berulang, bisa dijadikan langkah pengobatan bagi
individu yang mengalami gangguan internal,” kata seorang peneliti,
Meredith Coles.
Inspirasi melakukan penelitian ini berawal dari hubungan antara
masalah tidur dan kesehatan mental, baik kecil dan besar, menurut para
peneliti.
Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Cognitive Therapy and Research dan dimuat di New York Daily News, Jumat (5/12/2014)
posted by @Adimin
Label:
Keluarga,
Kesehatan,
TOPIK PILIHAN
December 08, 2014
KEJAHATAN, perilaku tak senonoh yang termasuk dalam
maksiat akhir-akhir seolah menjadi suguhan masyarakat. Para pelakunya
tak hanya orang dewasa dan orang tak terdidik. Maksiat bahkan dilakukan
usia anak-anak hingga abdi negara, petugas hukum bahkan ahli agama.
hidayatulah
posted by @Adimin
20 Alasan Bahaya Maksiat (Bagian Pertama)
Larangan dalam agama dapat dijalankan dengan dasar ta’abbudikepatuhan
sebagai hamba Allah tanpa banyak bicara dan ta’aqquli—dapat dinalar oleh
akal
Di media sosial diramaikan dengan peristiwa cukup menyedihahkan,
seorang pelajar berpakaian seragam sekolah tertangkap masyarakat karena
melahirkan di kebun.
Belum lama ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPP) menangkap mantan
bupati Bangkalan-Madura yang dikenal seorang abdi pemerintah sekaligus
tokoh agama setempat.
Bagi orang Bugis Bone, dikenal istilah menjunjung tinggi siri’—harga
diri—serta sangat mencela perbuatan biadab dan memalukan. Masyarakat
Bone percaya bahwa jika maksiat telah merajalela, maka bencana (bala’)
hanya menunggu waktu. Padahal itu hanya ditinjau dari segi adat,
bagaimana agama?
Maksiat dari segi bahasa bermakna durhaka dari segi istilah ialah
perbuatan yang membawa dosa yaitu yang bertentangan dengan akidah,
syariat dan ajaran Islam karena melakukan larangan Allah dan Rasulnya.
Maksiat bisa merusak agama, iman, akhlak, kemuliaan diri dan
kesejahteraan individu, keluarga, masyarakat, negara dan umat secara
keseluruhan.
Umat Islam memiliki satu konsep yang dipahami secara konsensus bahwa
perintah dan larangan dalam agama dapat dijalankan dengan dasar ta’abbudi—kepatuhan sebagai hamba Allah (abdullah) tanpa banyak bicara —dan ta’aqquli—dapat
dinalar oleh akal. Oleh karena itu,bahaya maksiat ditinjau dari dua
segi di atas, ta’abbudi maupun ta’aqquli sangat jelas dan terang.
Sebagai contoh, adanya larangan untuk mengkonsumsi daging babi, bagi
segenap umat Muhammad, mematuhi larangan tersebut adalah sebuah
keniscayaan tanpa ada protes, mengapa dan bagaimana hal itu terlarang,
inilah bentuk ta’abbudi. Belakangan didapati bahwa ternyata memakan
daging babi akan mendatangkan penyakit tertentu karena pada daging
tersebut mengandung cacing pita.
Itu berarti menghindari daging babi akan mendatangkan kemaslahatan,
inilah bentuk ta’aqquli. Kecuali itu, ada pula ta’abbudi dan ta’aqquli
sekaligus, seperti larangan berzina dengan menghukum pelakunya seberat
mungkin, karena memang telah terdapat larangan untuk
mendekatinya—apalagi melakukannya—dalam bentuk wahyu Al-Qur’an dan hadis
Nabi juga telah dipaparkan cara-cara pelaksanaan hukumannya dengan
gamblang, tidak ada ruang untuk mengingkarinya, ini dipandang dari
ta’abbudi sedang dari ta’aqquli jelas-jelas bahwa zina adalah perbuatan
yang dapat merugikan kedua belah pihak, terutama wanita yang menjadi
korban, dan dalam tahap tertentu—jika terlalu bebas—dapat mendatangkan
penyakit (kutukan) seperti HIV/AIDS.
Perbuatan maksiat, jika ditinjau dari segi sosial akan merugikan
masyarakat karena jika musibah datang tidak hanya menimpa pada pelakunya
seorang, akan tetapi pada segenap masyarakat yang ada di sekitar pelaku
maksiat, sebagaimana disitir Al-Qur’an, Wattaqu fitnatan la tushibanna
al-ladzina dzalamu minkum khassah. Takutlah akan musibah–akibat
maksiat–yang jika turun tidak hanya menimpa para pelaku maksiat, (QS.
Al-Anfal: 25).
Sedang jika ditinjau dari segi personal, pelaku maksiat akan
mendatangkan banyak kehinaan. Berikut, beberapa implikasi yang
ditimbulkan oleh maksiat.
Pertama. Maksiat Menghalangi Ilmu Pengetahuan
Ilmu adalah cahaya yang dipancarkan ke dalam hati. Namun, kemaksiatan
dalam diri kita dapat menghalangi dan memadamkan cahaya tersebut.
Karena itu, tatkala Imam Syafi’i rahimahullah duduk di hadapan Imam
Malik untuk belajar, Imam Malik sangat kagum akan kecerdasan dan daya
hafalnya hingga beliau bertutur, “Aku melihat Allah telah menyiratkan
cahaya di hatimu, wahai anakku. Janganlah engkau padamkan cahaya itu
dengan maksiat. “Imam Syafi’i bertutur, Aku mengadu tentang kelemahan
hafalanku yang buruk. Dia memberiku bimbingan untuk meninggalkan
kemaksiatan seraya berkata, ‘Ketahuilah, ilmu adalah cahaya. Dan cahaya
Allah tidak diberikan kepada si pelaku dosa dan kemaksiatan’[Syakautu
ila waqi’i ‘an su’a hifdzi. Fa’arsyadani ila tarkil-ma’ashi. Fa
akhbarani biannal-‘ilma nurun wa nurullah la yuhda lil ‘ashy!].
Kedua; Maksiat Menghalangi Rezeki
Dalam kitab “Musnad Ahmad” disebutkan, “Seorang hamba dicegah dari
rezki akibat dosa yang diperbuatnya”. Jika ketakwaan merupakan penyebab
datangnya rezeki, maka meninggalkannya dapat menimbulkan kekafiran.
Tidak ada satupun yang dapat memudahkan rezeki Allah kecuali dengan
meninggalkan maksiat.
Ketiga, Maksiat Menimbulkan Jarak dengan Allah
Jauh atau sunyinya hati seorang manusia dari cahaya Allah disebabkan
oleh perbuatan maksiatnya. Tidak ada perbuatan meninggalkan dosa yang
dapat menghilangkan kesunyian tersebut kecuali berwaspada dari perbuatan
maksiat. Seseorang yang berakal tentu akan dengan mudah meninggalkan
kesunyian itu. Diriwayatkan, bahwa ada seorang laki-laki yang mengeluh
kepada seorang yang arif tentang kesunyian jiwanya. Sang Arif berpesan,
Jika kegersangan hatimu akibat dosa-dosa , maka tinggalkanlah. Dalam
hati, tak ada perkara yang lebih pahit daripada kegersangan dosa di atas
dosa.
Keempat; Maksiat Menjauhkan Pelakunya dengan Orang Lain
Kemaksiatan dapat menjauhkan seorang manusia dengan manusia yang
lain, lebih-lebih dengan golongan yang baik. Semakin kuat tekanan
perasaan tersebut, semakin jauhlah ia dari mereka dan semakin
terhalangilah berbagai manfaat dari mereka; akhirnya dia semakin
mendekati setan. Kesunyian dan kegersangan itu semakin menguat hingga
berpengaruh pada hubungan dia dengan istri dan anak-anaknya, juga antara
dia dengan nuraninya sendiri. Seorang salaf berkata, Sesungguhnya aku
bermaksiat kepada Allah, maka aku lihat pengaruhnya pada perilaku
binatang dan istriku.
Kelima; Maksiat Menyulitkan Urusan
Pelaku maksiat akan menghadapi kesulitan dalam mengatasi segala
masalahnya sebagaimana ketakwaan dapat memudahkan segala urusan.
Karenanya, sungguh mengherankan jika seorang hamba sulit menghampiri
pintu-pintu kebenaran sementara penyebabnya tidak ia ketahui.
Keenam, Maksiat Menggelapkan Hati
Pelaku maksiat akan senantiasa mengalami kegelapan hati seperti
gelapnya malam. Ketaatan itu adalah cahaya sebagaimana sinar matahari,
sedangkan kemaksiatan adalah gelap gulita di malam hari. Ibnu Abbas r.a
berkata, Sesungguhnya perbuatan baik itu mendatangkan pencerahan pada
wajah dan cahaya pada hati, kelapangan rezeki, kekuatan badan, dan
kecintaan. Sebaliknya, perbuatan buruk itu mengandung ketidakceriaan
pada raut muka, kegelapan di kubur dan di hati, kelemahan badan,
susutnya rezeki, dan kebencian makhluk
posted by @Adimin
Label:
MUHASABAH,
OASE,
TOPIK PILIHAN
December 03, 2014
hidayatullah
posted by @Adimin
Ormas Islam Konsolidasi Tolak Kriminalisasi Dai Mentawai
Written By Sjam Deddy on 03 December, 2014 | December 03, 2014
Fitri Yeni, dari Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM)
Sumatra Barat menyampaikan proses hukum yang dikenakan para terdakwa
dipaksakan
Berita kriminalisasi atas dai Muda Farhan Muhammad dan
Mayarni Mzen akhirnya menyadarkan umat Islam untuk memberikan dukungan kepada
para terdakwa.
Belum lama ini, beberapa ormas di Sumatra Barat melakukan
konsolidasi untuk rencana aksi yang akan dilangsungkan di depan Pengadilan
Negri Padang bersamaan dengan persidangan lanjutan para terdakwa.
Aksi ini merupakan bentuk dukungan bagi terdakwa dan para
saksi-saksi yang dikhawatirkan berada dibawah tekanan sehingga tidak memberikan
kesaksian yang sesungguhnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya dai muda Farhan
Muhammad dan Mayarni Mzen ditangkap karena membawa anak-anak dari Mentawai,
Sumatra Barat yang direncananya akan disekolahkan di Jakarta.
Awalnya, Farhan Muhammad membawa anak-anak agar
mendapatkan pendidikan terbaik, sedangkan Mayarni Mzen mencari penderma yang
bisa mendanai pendidikan mereka. Namun ujungnya mereka ditangkap dan
dijebloskan ke penjara.
Hadir dalam konsolidasi tersebut Penasihat Hukum para
terdakwa, Fitri Yeni, dari Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM)
Sumatra Barat.
Dalam kesempatan ini Fitri menyampaikan proses hukum yang
dikenakan terhadap para terdakwa adalah prematur dan dipaksakan. Salah satu
contohnya adalah kesaksian kepala dusun yang meminta terdakwa Farhan ini untuk
membawa adik-adiknya (anak-anak, red) agar bersekolah di Jakarta. Sang kepala
dusun, kata Fitri, tahu bahwa terdakwa adalah seorang Muslim dan kepala
dusunnya seorang non Muslim.
“Artinya kepala dusun ini memang membiarkan Farhan
membawa keluarganya untuk sekolah dimana saja, bahkan dipesantren sekalipun,
karena kepala dusun dan orangtua anak anak ini sudah mempercayakan anak-anaknya
ke Farhan yang seorang Muslim,” ujar Fitri.
Menurut Fitri, kasus ini seharusnya tidak perlu berlanjut
apabila ada pemahaman yang utuh dari aparatur penegak hukum tanpa ada
intervensi dari pihak-pihak tertentu dan peranserta Forum Kerukunan Umat
Beragama (FKUB) dalam kasus ini harusnya bisa lebih optimal di mana secara
sederhana keinginan terdakwa sudah jelas semata-mata untuk meningkatkan sumber
daya manusia di tanah kelahiranya yakni mentawai.
posted by @Adimin
Label:
FAKTA,
TOPIK PILIHAN










