Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
January 30, 2015
JAKARTA - Ketua DPP PKS Fahri Hamzah mengungkapkan hasil pertemuan petinggi Koalisi Merah Putih yang berkumpul di Bakrie Tower pada Kamis (30/1) malam WIB. Pertemuan itu sebagai tindak lanjut diskusi Presiden Jokowi dan Ketua Umum Prabowo Subianto di Istana Bogor pada siang harinya.
"Rapat KMP penuh keakraban...semua saling mendengar dan penuh perhatian," katanya melalui akun Twitter, @Fahrihamzah.
Wakil Ketua DPR tersebut menyatakan, KMP mendukung masa pemerintahan Jokowi-JK selama lima tahun. "KMP komit mendukung pemerintahan yang sah dan dipilih rakyat sampai selesai...#KMP2015," katanya.
Selama pemerintah menjalankan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, kata dia, KMP pasti mendukung. "KMP berharap agar Pak JOKOWI mantap...semoga keputusan2 yangpro rakyat segera diwujudkan."
Fahri pun mengungkap obrolan ringannya dengan Prabowo. Politikus PKS yang dikenal vokal tersebut mengajak capres 2014 tersebut untuk foto bersama.
Uniknya, keduanya saling tukar pakai peci. "FH: Pak, selfie yuk. PS: Boleh tapi pinjam peci-nya. FH: Dua kali dong...hehe."
[ROL]
posted by @Adimin
Ketika Fahri Hamzah Ajak Prabowo Ber-selfie Pakai Peci
Written By Anonymous on 30 January, 2015 | January 30, 2015
JAKARTA - Ketua DPP PKS Fahri Hamzah mengungkapkan hasil pertemuan petinggi Koalisi Merah Putih yang berkumpul di Bakrie Tower pada Kamis (30/1) malam WIB. Pertemuan itu sebagai tindak lanjut diskusi Presiden Jokowi dan Ketua Umum Prabowo Subianto di Istana Bogor pada siang harinya.
"Rapat KMP penuh keakraban...semua saling mendengar dan penuh perhatian," katanya melalui akun Twitter, @Fahrihamzah.
Wakil Ketua DPR tersebut menyatakan, KMP mendukung masa pemerintahan Jokowi-JK selama lima tahun. "KMP komit mendukung pemerintahan yang sah dan dipilih rakyat sampai selesai...#KMP2015," katanya.
Selama pemerintah menjalankan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, kata dia, KMP pasti mendukung. "KMP berharap agar Pak JOKOWI mantap...semoga keputusan2 yangpro rakyat segera diwujudkan."
Fahri pun mengungkap obrolan ringannya dengan Prabowo. Politikus PKS yang dikenal vokal tersebut mengajak capres 2014 tersebut untuk foto bersama.
Uniknya, keduanya saling tukar pakai peci. "FH: Pak, selfie yuk. PS: Boleh tapi pinjam peci-nya. FH: Dua kali dong...hehe."
[ROL]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 29, 2015
posted by @Adimin
PKS Nilai Pemerintahan Jokowi-JK Banyak Timbulkan Kegaduhan
Written By Anonymous on 29 January, 2015 | January 29, 2015
Meskipun
memiliki beberapa prestasi, pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam
seratus hari pertama pemerintahannya banyak menimbulkan kegaduhan.
Pandangan ini dikatakan oleh anggota DPRD Sumut Satria Yudha Wibowo dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, seperti dilansir tribunnews, Rabu (29/1/2015).
“100 hari pertama Pemerintahan Jokowi, kebijakannya banyak menimbulkan kegaduhan, terutama kebijakan menaikkan dan menurunkan harga BBM,” katanya.
Kebijakan lain yang membuat gaduh adalah pengangkatan terdakwa Hasban Ritonga sebagai Sekretaris daerah Provinsi Sumut.
Secara pribadi, ia mengaku bingung dengan pilihan Jokowi ini karena beresiko menjadi bom waktu bagi Sumut.
“Kalau sampai divonis bersalah kan nanti jadi repot. Harus memilih Sekda lagi. Kenapa dua calon lain ditolak sementara Hasban Ritonga yang bermasalah dengan hukum dipilih saja masih tanda Tanya,” ujarnya.
Mantan Wakil Sekretaris Tim Kampanye Prabowo-Hatta Radjasa pada Pilpres 2014 ini mengaku salut dengan beberapa kebijakan Jokowi terutama terkait peresmian beberapa proyek raksasa di Sumut seperti KEK Sei Mangke dan Jalan Tol Medan-Binjai.
“Tapi itu kan masih tahap awal. Harus terus dipantau. Jangan cuma berhenti disini,” katanya. [pksnongsa]
Pandangan ini dikatakan oleh anggota DPRD Sumut Satria Yudha Wibowo dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, seperti dilansir tribunnews, Rabu (29/1/2015).
“100 hari pertama Pemerintahan Jokowi, kebijakannya banyak menimbulkan kegaduhan, terutama kebijakan menaikkan dan menurunkan harga BBM,” katanya.
Kebijakan lain yang membuat gaduh adalah pengangkatan terdakwa Hasban Ritonga sebagai Sekretaris daerah Provinsi Sumut.
Secara pribadi, ia mengaku bingung dengan pilihan Jokowi ini karena beresiko menjadi bom waktu bagi Sumut.
“Kalau sampai divonis bersalah kan nanti jadi repot. Harus memilih Sekda lagi. Kenapa dua calon lain ditolak sementara Hasban Ritonga yang bermasalah dengan hukum dipilih saja masih tanda Tanya,” ujarnya.
Mantan Wakil Sekretaris Tim Kampanye Prabowo-Hatta Radjasa pada Pilpres 2014 ini mengaku salut dengan beberapa kebijakan Jokowi terutama terkait peresmian beberapa proyek raksasa di Sumut seperti KEK Sei Mangke dan Jalan Tol Medan-Binjai.
“Tapi itu kan masih tahap awal. Harus terus dipantau. Jangan cuma berhenti disini,” katanya. [pksnongsa]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
January 29, 2015
posted by @Adimin
PKS Optimistis Tim Independen Mampu Redam Ketegangan Polri-KPK, asal...
Presiden
Joko Widodo membentuk Tim Independen untuk menengahi kisruh Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri. Tim yang beranggotakan sembilan
orang perwakilan dari Polri dan akademisi itu diharapkan bisa tegas
memberikan rekomendasai kepada Presiden Jokowi.
"Tim independen/tim 9 akan sukses jika dapat memberikan rekomendasi yang jelas dan transparan. Jika tidak berani tegas diragukan dapat meredam masalah," kata juru bicara PKS Mardani Ali Sera dalam pesan singkat kepada Metrotvnews.com, Kamis (29/1/2015).
PKS optimistis tim Tim independen/tim 9 dapat menjalankan tugas meredam ketegangan Polri-KPK, asal tidak menghabiskan waktu selama tujuh hari. "Optimistis dulu, syaratnya tidak lebih dari seminggu," tukasnya.
Minggu, 25 Januari 2015, Presiden Jokowi mengumpulkan dan meminta saran dari sejumlah tokoh senior untuk menyelesaikan kisruh antara KPK dengan Kepolisian RI. Tim Independen terdiri dari mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, mantan Wakil Kepala Kepolisian RI Oegroseno, mantan Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, mantan anggota Tim-8 kasus Cicak-Buaya Hikmahanto Juwana, mantan pemimpin KPK Erry Riyana Hardjapamekas, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif, dan pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar.
Selasa 27 Januari lalu, tim menambah dua anggota, yaitu mantan Kapolri Jenderal (Purn) Sutanto dan Sosilog dari Universitas Indonesia Imam Prasodjo.(*)
"Tim independen/tim 9 akan sukses jika dapat memberikan rekomendasi yang jelas dan transparan. Jika tidak berani tegas diragukan dapat meredam masalah," kata juru bicara PKS Mardani Ali Sera dalam pesan singkat kepada Metrotvnews.com, Kamis (29/1/2015).
PKS optimistis tim Tim independen/tim 9 dapat menjalankan tugas meredam ketegangan Polri-KPK, asal tidak menghabiskan waktu selama tujuh hari. "Optimistis dulu, syaratnya tidak lebih dari seminggu," tukasnya.
Minggu, 25 Januari 2015, Presiden Jokowi mengumpulkan dan meminta saran dari sejumlah tokoh senior untuk menyelesaikan kisruh antara KPK dengan Kepolisian RI. Tim Independen terdiri dari mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, mantan Wakil Kepala Kepolisian RI Oegroseno, mantan Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, mantan anggota Tim-8 kasus Cicak-Buaya Hikmahanto Juwana, mantan pemimpin KPK Erry Riyana Hardjapamekas, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif, dan pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar.
Selasa 27 Januari lalu, tim menambah dua anggota, yaitu mantan Kapolri Jenderal (Purn) Sutanto dan Sosilog dari Universitas Indonesia Imam Prasodjo.(*)
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
January 29, 2015
posted by @Adimin
Mahyeldi: Dahulu Pejabat Publik Menghindari Sosmed, Sekarang Wajib
Wali Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengatakan, dahulu pejabat publik menghindari sosial media (sosmed), sekarang wajib. Karena ia bisa dengar langsung masalah publik tanpa filter birokrasi.
"Dahulu banyak kantor melarang karyawannya main internet, apalagi aktif di sosmed karena dianggap mengganggu kerja. Sekarang kantor malah menyuruh karyawan aktif di sosmed. Selain untuk bantu promosi kantor, juga bisa belajar atau update info dengan cepat," ujar Mahyeldi melalui akun Twitter @MahyeldiPadang, Kamis (29/1/2015).
Bahkan, lanjut Mahyeldi, ide dari publik pun bisa bermanfaat untuk pembangunan. Seperti yang dia lakukan kemarin dengan hashtag #citybranding.
"Seperti pak @ridwankamil di Bandung, mendapat dan mendistribusi ide pembangunan kota langsung dari netizen. Atau pak @basuki_btp di Prov Jakarta, beliau menggunakan sosmed untuk mendapat masukan dan melakukan kontrol kebijakan," katanya.
Mahyeldi juga mencontohkan seperti Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang sering membagikan kebijakan kepemimpinannya melalui akun Twitter @aheryawan saat #aherinteractweet tiap Senin. "Publik jadi dekat dengan beliau," imbuhnya.
Menurut Mahyeldi, sayang sekali jika ada yqng masih mengira bahwa "main internet" dianggap "tidak kerja".
"Itu ketinggalan 10 tahun pemikirannya. Bos Google bahkan berkata "nanti internet akan lenyap" maksudnya "dunia offline dan online" nanti akan menyatu tak terpisah-pisah," jelasnya.
Dia mengatakan, wakil rakyat di DPR sekarang makin aktif di dumay (dunia maya), tidak ada alasan mereka tidak mendengar aspirasi rakyat.
"Demikian juga tidak ada alasan rakyat bahwa "saya tidak didengar" - sampaikan saja langsung via akun sosmed anggota dewan. Pejabat publik juga perlu dikritik. Kontrol sosial berjalan baik justru dengan media sosial. Ingatkanlah kami ini," tambah Mahyeldi.
Menurut dia, pemimpin yang benar-benar bekerja untuk rakyat, malah akan berterimakasih jika diingatkan warganya, termasuk netizen.
"Dengan sosial media, pemimpin bisa mengukur respon publik tentang program kerjanya. Kalau ada resistensi, ia harus perbaiki. Kabarnya, film-film Hollywood tahu akan box office bisa diketahui dari apakah film itu trending topic di Twitter atau tidak," katanya.
Terakhir, kata Wali Kota asal PKS ini, dalam bersosialisasi tetap perlu etika. Kita bergaul dengan koridor agama dan kepatutan. Istilahnya Netiket.
"Demikian sekedar berbagi di pagi hari. Semoga memberi manfaat dan menyuntik semangat," ujar Mahyeldi menyudahi Twitnya yang diberi hashtag #katawako.(*)
"Dahulu banyak kantor melarang karyawannya main internet, apalagi aktif di sosmed karena dianggap mengganggu kerja. Sekarang kantor malah menyuruh karyawan aktif di sosmed. Selain untuk bantu promosi kantor, juga bisa belajar atau update info dengan cepat," ujar Mahyeldi melalui akun Twitter @MahyeldiPadang, Kamis (29/1/2015).
Bahkan, lanjut Mahyeldi, ide dari publik pun bisa bermanfaat untuk pembangunan. Seperti yang dia lakukan kemarin dengan hashtag #citybranding.
"Seperti pak @ridwankamil di Bandung, mendapat dan mendistribusi ide pembangunan kota langsung dari netizen. Atau pak @basuki_btp di Prov Jakarta, beliau menggunakan sosmed untuk mendapat masukan dan melakukan kontrol kebijakan," katanya.
Mahyeldi juga mencontohkan seperti Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang sering membagikan kebijakan kepemimpinannya melalui akun Twitter @aheryawan saat #aherinteractweet tiap Senin. "Publik jadi dekat dengan beliau," imbuhnya.
Menurut Mahyeldi, sayang sekali jika ada yqng masih mengira bahwa "main internet" dianggap "tidak kerja".
"Itu ketinggalan 10 tahun pemikirannya. Bos Google bahkan berkata "nanti internet akan lenyap" maksudnya "dunia offline dan online" nanti akan menyatu tak terpisah-pisah," jelasnya.
Dia mengatakan, wakil rakyat di DPR sekarang makin aktif di dumay (dunia maya), tidak ada alasan mereka tidak mendengar aspirasi rakyat.
"Demikian juga tidak ada alasan rakyat bahwa "saya tidak didengar" - sampaikan saja langsung via akun sosmed anggota dewan. Pejabat publik juga perlu dikritik. Kontrol sosial berjalan baik justru dengan media sosial. Ingatkanlah kami ini," tambah Mahyeldi.
Menurut dia, pemimpin yang benar-benar bekerja untuk rakyat, malah akan berterimakasih jika diingatkan warganya, termasuk netizen.
"Dengan sosial media, pemimpin bisa mengukur respon publik tentang program kerjanya. Kalau ada resistensi, ia harus perbaiki. Kabarnya, film-film Hollywood tahu akan box office bisa diketahui dari apakah film itu trending topic di Twitter atau tidak," katanya.
Terakhir, kata Wali Kota asal PKS ini, dalam bersosialisasi tetap perlu etika. Kita bergaul dengan koridor agama dan kepatutan. Istilahnya Netiket.
"Demikian sekedar berbagi di pagi hari. Semoga memberi manfaat dan menyuntik semangat," ujar Mahyeldi menyudahi Twitnya yang diberi hashtag #katawako.(*)
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
January 29, 2015
posted by @Adimin
Rapat Kerja PKS Padang 2015
PKS kota Padang menyelenggarakan Raker (Rapat Kerja) yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Januari 2015 di Aula SMK 6 padang. Hadir dalam rapat kerja tersebut para pengurus inti PKS Padang dan Ketua ketua Bidang dan Staff beserta pengurus inti DPC DPC sekota Padang.
Dalam rapat kerja tersebut dibicarakan agenda agenda program kerja PKS Kota padang dalam menghadapi tantangan dan peluang ke depan, terutama bagaimana mensikapi perkembangan perkembangan terkini dalam jagad politik nasional maupun regional atau daerah.
Hadir pula aleg aleg PKS Padang dalam raker tersebut untuk mensinergikan agenda agenda PKS Padang dengan kerja kerja agenda Anggota Legislatif PKS yang duduk di DPRD Padang.
Dengan semakin kompleksnya tantangan dan hambatan ke depan, DPD PKS Padang mencanangkan semboyan "PERBANYAK KADER, KOKOHKAN TARBIYAH, RAIH KEMENANGAN"
Dengan semakin kompleksnya tantangan dan hambatan ke depan, DPD PKS Padang mencanangkan semboyan "PERBANYAK KADER, KOKOHKAN TARBIYAH, RAIH KEMENANGAN"
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
January 29, 2015
Komisi II DPR Pertanyakan Efektifitas Pelaksanaan Uji Publik
Jakarta (28/1) - Anggota Komisi II DPR RI, Saduddin mempertanyakan efektifitas pelaksanaan uji publik menjadi bagian dari tahap penyelenggaraan pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota. Hal ini disampaikannya di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (28/01/15).
“Perlu dipikirkan secara matang, adanya pelaksanaan uji publik menjadi bagian dari tahapan penyelenggaraan pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, “ kata legislator daerah pemilihan Jabar VII ini.
Menurut Saduddin, dengan pelaksanaan Pilkada secara langsung, otomatis sudah memberikan ruang bagi publik untuk menguji kelayakan seorang calon. Publik bisa langsung melihat, mendengar dan menilai apakah calon memiliki kapabilitas, kapasitas dan integritas sehingga layak untuk menjadi Kepala Daerah di wilayahnya.
“Pilkada secara langsung, otomatis sudah memberikan ruang bagi publik untuk menguji kelayakan seorang calon. Publik bisa langsung melihat, mendengar dan menilai apakah calon memiliki kapabilitas, kapasitas dan integritas sehingga layak untuk menjadi Kepala Daerah," ujar politisi PKS ini.
Saduddin juga menambahkan bahwa dengan alokasi waktu yang cukup lama, sekitar 3 bulan lebih bagi proses uji publik dari awal hingga akhir, dinilai memakan waktu yang cukup panjang bagi tahapan penyelenggaraan Pilkada secara keseluruhan. Apalagi hasil uji publik tidak akan berpengaruh pada kelolosan pendaftaran calon kelapa daerah.
“Mengingat pelaksanaan uji publik ini membutuhkan waktu yang relatif lama dan hasil uji publik tidak akan berpengaruh pada kelolosan pendaftaran calon kelapa daerah, maka perlu dikaji ulang pelaksanaannya," pungkas mantan Bupati Bekasi ini. [pks.or.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
January 26, 2015
posted by @Adimin
Orang Optimistis Miliki Kardiovaskular Lebih Sehat
Written By Sjam Deddy on 26 January, 2015 | January 26, 2015
Orang yang optimis juga memiliki kadar gula darah dan kolesterol lebih baik secara signifikan dibandingkan mereka yang pesimis.
ORANG yang memiliki pandangan optimis dalam hidupnya memiliki kesehatan kardiovaskular lebih baik secara signifikan.
“Individu yang level optimisme tertinggi,
dua kali lebih sehat jantungnya, dibandingkan mereka yang pesimistis.
Hubungan ini signifikan pada karakteristik sosio-demografi dan kesehatan
mental yang buruk,” kata profesor kerja sosial dari Universitas
Illinois, Rosalba Hernandez.
Untuk sampai pada kesimpulan ini,
Hernandez dan tim meneliti sekitar 5.100 orang dewasa yang berada pada
rentang usia 45–84 tahun. Para partisipan terdiri atas 38 persen orang
kulit putih, 28 persen ras Afrika-Amerika, 22 persen orang Latin, dan 12
persen China.
Mereka ini menjalani tujuh pemeriksaan
kesehatan, yakni tekanan darah, indeks massa tubuh, kadar glukosa,
kolesterol, asupan diet, aktivitas fisik, dan konsumsi rokok.
Peneliti juga memeriksa kesehatan mental
para partisipan, level optimisme, kesehatan fisik, berdasarkan hasil tes
medis. Pada akhir penelitian, peneliti menjumlahkan semua hasil
pemeriksaan partisipan.
Hasil penelitian menunjukkan, total angka
kesehatan individu meningkat seiring naiknya level optimisme. Mereka
yang paling optimis, 50 dan 76 persen lebih cenderung memiliki angka
total kesehatan yang bagus, atau ideal.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Health Behavior and Policy
itu juga memperlihatkan, hubungan antara optimisme dan kesehatan
kardiovaskular lebih kuat terjadi saat karakteristik sosio-demografi,
misalnya usia, ras dan etnis, pendapatan serta status pendidikan
dimasukkan menjadi faktornya.
Orang yang optimis memiliki kadar gula
darah dan kolesterol lebih baik secara signifikan dibandingkan mereka
yang pesimis. Mereka juga lebih aktif secara fisik, memiliki indeks
massa tubuh, dan relatif jarang merokok.
“Temuan ini menunjukkan, strategi yang
menargetkan modifikasi kesejahteraan psikologis –misalnya optimisme–
mungkin sangat potensial untuk meningkatkan kesehatan jantung masyarakat
Amerika sebanyak 20 persen sebelum 2020,” kata Hernandez, demikian
seperti dilansir eurekalert.org
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
January 26, 2015
Kasus serupa pernah juga terjadi di Suriah. Rezim Adib Syisyakli yang tidak didukung rakyat berakhir dengan kemenangan lawan politiknya, Hasyim Al Attasi. Adib Syisyakli terpaksa melarikan diri sebelum 12 peluru di tubuhnya dikeluarkan. Dia meminta perlindungan kepada Riyadh. Setelah Ibnu Sa’ud mangkat, digantikan oleh putranya, Sa’ud, ia tetap teguh memegang tradisi ghirah (harga diri dan kebanggan) yang lebih kuat pengaruhnya dari masa ke masa.
hidayatullah
posted by @Adimin
Harga Diri Beragama
Jika agama dilecehkan, kemudian kita diam seribu bahasa, pasif, dan
tidak bereaksi, berarti alamat ghirah dan muruah dalam diri seseorang
sudah hilang
SUDAH menjadi adat antar
bangsa jika ada pelarian politik (minta suaka politik) kepada suatu
negara, maka negara itu tidak boleh menyerahkannya kepada negara yang
menuntutnya. Sebab, pelarian politik tidak identik dengan orang jahat
seperti koruptor.
Beberapa tokoh politik di negara-negara
jiran, pernah meminta suaka kepada Kerajaan Saudi Ibnu Sa’ud saat itu.
Menurut undang-undang antar bangsa, orang yang minta suaka politik tidak
boleh diserahkan. Tetapi, bagi Ibnu Sa’ud ada yang lebih tinggi dari
peraturan produk manusia, yaitu undang-undang yang inhern dengan fitrah manusia, ghirah (cemburu) beragama.
Bagi Bangsa Arab, betapa hinanya kalau muru’ah
(harga diri) dilanggar. Namanya akan jatuh, karena memperoleh sanksi
sosial (hukum tidak tertulis) dari komunitas Arab. Seorang yang meminta
keselamatan, akan dilindungi sekalipun harus mengorbankan nyawa.
Dalam sejarah Iraq, pernah tercatat kisah
Perdana Menteri Al Kailani, yang dikenal tokoh pro Jerman. Semasa ia
menjadi Perdana Menteri, Kailani telah memproklamirkan perang kepada
Inggris. Padahal bantuan Jerman yang diharapkannya tidak kunjung datang.
Kesudahannya, Inggris menghancurkan Iraq dibawah kepemimpinannya.
Bandara Habbaniyah diduduki. Al Kailani kalah dan melarikan diri.
Secara rahasia, dia datang ke Riyadh dan
meminta suaka pada Ibnu Saud. Sa’ud tidak menolak. Bagi Saud, menolak
orang yang meminta jaminan adalah kehinaan. Sekalipun, berkali-kali
utusan Iraq datang ke Riyadh untuk mendesak agar Al Kailani diserahkan.
Kasus serupa pernah juga terjadi di Suriah. Rezim Adib Syisyakli yang tidak didukung rakyat berakhir dengan kemenangan lawan politiknya, Hasyim Al Attasi. Adib Syisyakli terpaksa melarikan diri sebelum 12 peluru di tubuhnya dikeluarkan. Dia meminta perlindungan kepada Riyadh. Setelah Ibnu Sa’ud mangkat, digantikan oleh putranya, Sa’ud, ia tetap teguh memegang tradisi ghirah (harga diri dan kebanggan) yang lebih kuat pengaruhnya dari masa ke masa.
Sultan Pasya Atrasyi, seorang pemimpin
Suriah yang terkenal sebagai panglima laskar pembela Islam memberontak
kekuasaan Prancis tahun 1925. Awalnya, ia setia kepada pemerintah
penjajah. Ia tidak bisa berbuat banyak ketika Prancis menduduki tanah
airnya. Tetapi, tahun 1925 ia mengambil sikap sebagai pemimpin
pemberontak.
Pada suatu hari seorang pemimpin yang
ekstrim dikejar-kejar penjajah Prancis, namanya Idham Khan Jar. Pada
saat pencarian, sampailah ia di Jabal Druzz, kediaman Sultan Atrasyi
untuk minta perlindungan. Sayangnya, Sultan tidak di rumah. Hanya ada
para khadam (pembantu) dan keluarganya. Tapi tentara Prancis tetap
mengepung dan menangkap. Esoknya, Sultan gemetar mendengar kisah
penghinaan harga diri itu. Baginya, sungguh malu seorang tamu ditangkap
di rumah tuan rumah.
Sultan akhirnya mengirim surat permohonan
kepada Prancis supaya tawanan itu dikembalikan. Sayangnya, suratnya
hanya dibalas ejekan. Sultan akhirnya menulis surat selebaran kepada
seluruh pengikutnya. Baginya, rasa malu menyerahkan tamu kepada penjajah
tak bisa ditebus kecuali dengan nyawa.
Ia memulai selebaran dengan pepatah Arab, “An Naaru Al ‘Aaru” (api mesiu lebih baik daripada menanggung malu). Maka barangsiapa di antara para pengikutku yang masih memahami arti hidup, ghirah, muru’ah,
malu, silakan bergabung bersama, memberontak penjajah Prancis. Yang
takut mati, tidak memiliki rasa cemburu (dayus), silakan hidup terus
dengan berselimutkan kehinaan. Kehinaan identik dengan kematian,
sekalipun secara fisik terlihat gagah. Dalam hitungan menit,
berkumpullah beratus-ratus pahlawan lengkap dengan senjata.
Pemberontakan hebat akhirnya terjadi
terhadap Prancis. Itulah pemberontakan paling seru dalam sejarah bangsa
Arab setelah Perang Dunia I. Prancis mempertontonkan keganasan dan
kekejaman tiada tara terhadap penduduk. Kota Damaskus sendiri dihujani
dengan bom.
Karena kekuatan tak seimbang, Sultan
akhirnya kalah. Namun baginya, kekalahan tidak menjadi masalah dibanding
rasa malu dan kehormatan. Setelah tidak ada perlawanan lagi, Sultan
akhirnya mengundurkan diri ke padang pasir. Sampai tahun 1936, keluar
pengampunan massal dari Prancis. Saat itu pula pemimpin-pemimpin yang
dalam pengasingan muncul kembali di bumi Suriah.
Wanita, Ghirah dan Agama
Ghirah dan muruah bukan saja milik umat
Islam. Tetapi milik semua bangsa dan agama. Biasanya, ghirah dan harga
diri dikenal berkaitan dengan cinta dan wanita. Namun ada juga yang
berkaitan dengan agama. Jika adik perempuan kita atau istri kita
diganggu orang, lalu kita berbalik melawan, berarti dalam diri kita
masih ada ghirah. Tetapi membiarkan orang lain meniduri istri kita,
menunjukkan bahwa kita sudah kehilangan pegangan dan tuntunan agama.
Dalam catatan sejarah, disamping penjajah
merampas hasil rempah-rempah kita, juga mengusung program misionarisasi.
Program yang selalu diangkat oleh penasehat pemerintah Belanda Snouck
Hurgronje atau dikenal dengan nama Abdul Ghafur Al-Holandi adalah
menciptakan tasykik (keraguan), tasybih (salah paham) dan taghrib (pembaratan) terhadap Islam.
Dalam kitab “Tajul Muluk” (mahkota para
Sultan), sebelum Indonesia berdiri, pendahulu kita telah mewariskan
kepada bumi pertiwi ini kultur bernegara (civic culture),
persatuan, sosial kontrol dan spirit jihad. Warisan terakhir inilah yang
mengantarkan rakyat Indonesia berhasil mengusir penjajah. Kata Bung
Tomo, tak ada ruh tanpa ada suara takbir. Ia, bahkan mungkin kehilangan
inspirasi untuk menggerakkan arek-arek Suroboyo berjihad dengan bambu
runcing untuk melawan penjajah.
Akhir-akhir ini Barat dengan berbagai cara
yang canggih berupaya menghilangkan ghirah umat Islam melalui; makanan,
pakaian, hiburan, olah raga dan pemikiran. Sehingga sekalipun banyak
umat Islam yang memakai atribut Islam, tetapi pikiran dan jiwa Islam
telah mulai terkubur. Apa yang kita pikir dan apa yang kita kerjakan
adalah sekedar tiruan-tiruan mereka.
Pada zaman klasik, sekalipun secara fisik
penjajah mengeruk kekayaan alam kita, tetapi mereka berfikir seribu kali
untuk memasuki wilayah-wilayah keagamaan yang sangat personal.
Sekarang, berfikir bebas, melecehkan al-Qur’an, menghina Nabi,
menafsirkan seenaknya ayat-ayat, menuduh para ulama salaf dan menghina
ulama, seolah menjadi kebanggan kaum akademis. Tak perlu jauh-jauh orang
asing atau orientalis. Bahkan itu dilakukan orang-orang yang mengaku
cendekiawan Muslim sendiri.
Jika agama dilecehkan, kemudian kita diam
seribu bahasa, pasif, dan tidak bereaksi, berarti alamat ghirah dan
muruah dalam diri seseorang sudah hilang. Hidup yang kehilangan ghirah
dan muruah, sama dengan kematian.
Tanpa ghirah, beragama menjadi kosong,
kering, tidak berefek pada perubahan pola pikir dan kepribadian. Dan
jika ghirah telah hilang, indikator kita menyediakan diri untuk dijajah.
Seharusnya dengan ghirah dan muruah, kita tidak mungkin bisa
terkalahkan. Karena kening kita hanya bersedia ditundukkan kepada Zat
Yang Maha Perkasa.
hidayatullah
posted by @Adimin
Label:
OASE,
TOPIK PILIHAN
January 22, 2015
posted by @Adimin
Moeldoko: Prajurit TNI Harus Teladani Nabu Muhammad
Written By Sjam Deddy on 22 January, 2015 | January 22, 2015
Panglima TNI Moeldoko mengimbau para prajuritnya serta PNS yang berkerja
di lingkup TNI, menjadikan ketauladanan Nabi Muhammad SAW sebagai
motivasi kejuangan dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan
negara.
Demikian disampiakan Moeldoko, dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H, yang digelar TNI di GOR A.Yani Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Rabu , 21 Januari 2015.
Lebih lanjut Moeldoko mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum untuk menghidupkan kembali ketokohan Rasullulah SAW yang kita lakukan melalui uraian lembaran-lembaran sejarah Nabi Muhammad SAW.
"Kehadiran sejarah Rasullulah harus menjadi inspirasi yang paling sempurna bagi seorang muslim dalam menjalani apapun bagi realitas kehidupan manusia", katanya.
Selain itu dia mengimbau, agar para prajurit tidak takut berbuat baik dalam menjalankan tugas sehari-hari.
"Walaupun sebagian besar mencaci maki, mengkritisi dan lainnya. Sepanjang kita punya keyakinan penuh bahwa apa yang kita lakukan adalah baik menurut norma-norma agama, tidak usah peduli dengan seribu komentar yang ada", ujarnya.
"Hendaknya kita dapat menjadi tauladan bagi anak-anak kita di rumah, kepada istri kita dan kepada saudara-saudara kita. Kita juga harus bisa memberikan tauladan dan menjadi tauladan bagi anak buah dan masyarakat secara luas" lanjutnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H yang digelar TNI ini mengambil tema "Jadikan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai motivasi kejuangan prajurit TNI dalam melaksanakan pengabdian kepada bangsa dan negara."
Demikian disampiakan Moeldoko, dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H, yang digelar TNI di GOR A.Yani Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Rabu , 21 Januari 2015.
Lebih lanjut Moeldoko mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum untuk menghidupkan kembali ketokohan Rasullulah SAW yang kita lakukan melalui uraian lembaran-lembaran sejarah Nabi Muhammad SAW.
"Kehadiran sejarah Rasullulah harus menjadi inspirasi yang paling sempurna bagi seorang muslim dalam menjalani apapun bagi realitas kehidupan manusia", katanya.
Selain itu dia mengimbau, agar para prajurit tidak takut berbuat baik dalam menjalankan tugas sehari-hari.
"Walaupun sebagian besar mencaci maki, mengkritisi dan lainnya. Sepanjang kita punya keyakinan penuh bahwa apa yang kita lakukan adalah baik menurut norma-norma agama, tidak usah peduli dengan seribu komentar yang ada", ujarnya.
"Hendaknya kita dapat menjadi tauladan bagi anak-anak kita di rumah, kepada istri kita dan kepada saudara-saudara kita. Kita juga harus bisa memberikan tauladan dan menjadi tauladan bagi anak buah dan masyarakat secara luas" lanjutnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H yang digelar TNI ini mengambil tema "Jadikan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai motivasi kejuangan prajurit TNI dalam melaksanakan pengabdian kepada bangsa dan negara."
inilah
Label:
TOPIK PILIHAN
January 20, 2015
posted by @Adimin
PKS Setuju Pilkada Langsung dengan Revisi atas UU Penetapan Perppu
Written By Sjam Deddy on 20 January, 2015 | January 20, 2015
Fraksi
Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI menyetujui Pilkada Langsung dengan
revisi atas undang-undang penetapan Perppu tersebut. Jazuli menyatakan bahwa
secara subtansi Perppu 1/2014 masih perlu perbaikan dan penyempurnaan guna
menjamin peningkatan kualitas berdemokrasi. Demikian disampaikan Ketua FPKS DPR
RI, Jazuli Juwaini di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (19/1).
“Segera
setelah Perppu disetujui DPR, Fraksi PKS mendesak agar dilakukan revisi atas UU
Penetapan Perppu tersebut dan diharapkan selesai pada masa persidangan ini
juga,” kata Jazuli.
Pembahasan
Perppu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota
telah mencapai kesepakatan. Senin sore (19/1) Komisi II DPR RI menggelar Rapat
Pengambilan Keputusan Tingkat I/Penyampaian Pendapat Akhir Mini Fraksi-Fraksi
dan DPD.
Jazuli
yang juga Anggota Komisi II DPR RI menyatakan bahwa dalam perkembangan
pembahasan hingga jelang diambil keputusan sore ini Perppu tersebut bisa saja
ditolak, akan tetapi kemungkinan besar diterima. Ia juga menegaskan bahwa
pemilihan kepala daerah secara langsung lebih mengutkan sistem demokrasi.
“Fraksi
PKS akan menerima Perppu yang mengatur pemilihan kepala daerah secara langsung
tersebut. Alasan Fraksi PKS menyetujui pilkada langsung karena sistem demokrasi
akan semakin kuat jika rakyat terlibat langsung memilih pemimpinnya karena ada
ruang partisipasi dan interaksi di sana,” tegas Jazuli.
Catatan
Kritis Fraksi PKS
Fraksi
PKS memberikan sembilan catatan kritis atas isu strategis Perppu 1/2014,
sekaligus sebagai pengantar revisi atas UU Penetapan Perppu tersebut.
Kesembilan catatan kritis tersebut adalah:
1.
Desain umum penyelenggaraan pilkada yang berkualitas khususnya menyangkut
kualitas dan kapabilitas calon kepala daerah seharusnya dibahas secara mendalam
dengan dasar argumentasi yuridis, sosiologis, maupun filosofisnya. Mengingat
hal ini merupakan jantung penyelenggaraan pilkada. Sebagai contoh, bagaimana
merumuskan kriteria ideal calon kepala daerah dari aspek pendidikan/kompetensi,
pengalaman, karakter/moral, dan lain-lain. Hal ini perlu cermat karena kita
akan memilih pemimpin yang menentukan masa depan daerah.
Terkait
hal tersebut, Perppu, antara lain, mengatur adanya uji publik sebagai syarat
pencalonan, namun Perppu belum memberikan gambaran konsep yang memadai
bagaimana uji publik dilakukan, kriteria yang diacu, durasi waktu yang efektif
untuk uji publik, dan bagaimana hasil uji publik berdampak pada peningkatan
kualitas calon kepala daerah.
2.
Terkait syarat pencalonan kepala daerah, Perppu meningkatkan persentase
dukungan menjadi 20 persen dari jumlah kursi DPRD atau 25 persen dari akumulasi
perolehan suara sah dalam pemilu DPRD di daerah yang bersangkutan. Hal ini
perlu pendalaman terkait ruang partisipasi yang lebih luas bagi partai politik
dalam mengajukan calon sehingga lebih banyak pilihan calon berkualitas bagi
rakyat.
3.
Terkait ambang batas kemenangan, Perppu menetapkan calon kepala daerah harus
memperoleh suara lebih dari 30 persen suara sah, jika tidak maka
diselenggarakan pilkada putaran kedua. Perlu analisis dan kajian dalam rangka
efisiensi dan efektivitas dimungkinkannya pilkada hanya satu putaran saja,
dengan tetap mempertimbangkan derajat legitimasi. Hal ini juga dinilai dapat
mengatasi lamanya penyelenggaraan pilkada berikut implikasi sosial dan
politiknya.
4.
Pengaturan baru melalui Perppu juga perlu cermat dan mendalam berkenaan dengan
berbagai permasalahan penyelenggaraan pilkada selama ini, antara lain bagaimana
mencegah kecurangan pada setiap tahapan khususnya dalam proses rekapitulasi
bertingkat, politik uang, politisasi birokrasi, dan potensi kerusuhan/ gangguan
keamanan. Hal ini terkait erat dengan rumusan jenis-jenis pelanggaran dan sanksi/ancaman
hukumannya baik administratif maupun pidananya serta bagaimana sistem penegakan
hukum pilkada yang efektif dan memberi efek jera.
5.
Terkait pilkada serentak bertahap pada tahun 2015, 2018, 2020 (serentak
nasional) harus benar-benar mempertimbangkan dan mengukur kesiapan
penyelenggaraannya, mengingat jadwal/tahapan yang diatur Perppu terlalu sempit,
khususnya untuk penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2015.
Konsekuensi
dari pelaksanaan pilkada serentak adalah akan banyak daerah yang dipimpin oleh
Pelaksana Tugas Kepala Daerah (PLT) untuk mengisi masa transisi. Perlu kajian
dan pendalaman bagaimana akuntabilitasnya, bagaimana implikasinya bagi
pembangunan daerah karena akan terdapat PLT akan menjabat dalam jangka waktu
yang lama hingga 2-3 tahun, padahal PLT tidak dapat mengeluarkan kebijakan
strategis pembangunan daerah.
Konsep
pilkada serentak juga memerlukan analisa dan kajian yang cermat dalam teknis
penyelenggaraan termasuk penganggaran, potensi kecurangan, gangguan keamanan,
sengketa hasil, dan lain sebagainya karena besarnya hajat secara nasional.
6.
Perppu mengatur bahwa pilkada hanya untuk kepala daerah, sementara wakil kepala
daerah diajukan oleh kepala daerah terpilih untuk ditetapkan dan dilantik oleh
pejabat yang berwenang. Aturan ini sejalan dengan UUD dan mengatasi
permasalahan disharmoni antara kepala daerah dan wakilnya selama ini. Meski
demikian, perlu pendalaman dan pencermatan berkenaan dengan implikasi politik
dan administrasinya. Keberadaan wakil kepala daerah yang dipilih satu paket
dengan kepala daerah selama ini merupakan bentuk keseimbangan dan konsensus
politik dalam pilkada. Keberadaan wakil juga penting untuk menggantikan kepala
daerah dalam hal berhalangan tetap. Jika wakil kepala daerah tidak dipilih satu
paket bagaimana plus-minusnya secara politik serta apakah prosedur penggantian
kepada daerah dalam hal berhalangan tetap yang diatur Perppu telah efektif dan legitimate
dalam rangka melaksanakan roda pemerintahan daerah.
Perppu
juga mengatur jumlah wakil kepala daerah yang berbeda-beda untuk tiap daerah
disesuiakan dengan jumlah penduduk. Perlu pendalaman terkait relevansinya,
bagaimana akuntabilitasnya, karena alih-alih pengaturan ini bisa berdampak
pemborosan dan problem baru jika dalam prakteknya sekadar menjadi politik
akomodasi.
7.
Terkait penyelesaian sengketa hasil pilkada yang oleh Perppu dimandatkan kepada
Mahkamah Agung (MA) dan didelegasikan ke Pengadilan Tinggi (PT) serta
dimungkinkannya banding atas putusan PT. Perlu cermat mengukur kesiapaan MA/PT,
apalagi pilkada ke depan akan dilaksanakan serentak nasional, serta perlu
mencermati potensi masalah berlarutnya penyelesaian sengketa akibat upaya
banding.
8.
Terkait penganggaran pilkada yang bersumber dari APBN dan dapat didukung
melalui APBD perlu cermat dan teliti bagaimana konsep dan realisasinya
menyangkut perencanaan, pelaksanaan, hingga akuntabilitasnya. Harapannya
penganggaran pilkada dapat dilakukan secara efisien dan tepat
sasaran/kebutuhan.
9.
Terakhir berkenaan dengan implikasi legal Putusan MK bahwa pilkada tidak masuk
dalam rezim pemilu—dikaitkan kewenangan KPU dan Bawaslu menyelenggarakan
pilkada, padahal sesuai UUD penyelenggara pemilu hanya dimandatkan utk
menyelenggarakan Pemilu, dalam hal ini Pemilu Legislatif dan Pemilu
Presiden-Wapres. Berkenaan dengan hal ini perlu konsensus legal untuk
menetapkan penyelenggara pilkada sehingga tetap legal dan konstitusional.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
January 19, 2015
posted by @Adimin
PKS Akui Perppu Pilkada Perlu Diperbaiki
Written By Sjam Deddy on 19 January, 2015 | January 19, 2015
Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengakui, banyak hal dalam Perppu Pilkada yang harus diperbaiki.
"Jadi, banyak hal yang perlu diperbaiki dalam perppu tersebut," kata Ketua Fraksi PKS itu ketika dihubungi, Minggu 18 Januari 2015.
Menurut Jazuli, hal yang perlu direvisi di antaranya, mengenai banyaknya mandat Plt dan Pj yang akan menyedot birokrasi cukup banyak.
Hal ini dikhawatirkan akan mengganggu kinerja birokrasi dan pembangunan di daerah yang jumlahnya ratusan.
"Dan kepala daerah hasil pilkada yang cuma dua tahun di 2018-2020," jelasnya.
Oleh karena itu sambungnya, jika revisi ini disetujui dalam rapat paripurna akan ada banyak kemungkinan yang akan ditempuh oleh Komisi II.
Bisa melalui jalur tercepat tanpa melupakan substansi dari UU Pilkada itu sendiri. Seperti perubahan terbatas seperti revisi UU MD3 beberapa waktu lalu.
"Persoalan masuk atau tidak masuk prolegnas akan menjadi spesial, karena desakan waktu penyelenggaraan pilkada. Tergantung political will DPR," ucapnya.
Lebih dari itu Jazuli mengatakan, dalam persetujuan perppu, Koalisi Merah Putih (KMP) akan kompak.
"Kompak dong, memang hal apa KMP tidak kompak?" tandasnya.
"Jadi, banyak hal yang perlu diperbaiki dalam perppu tersebut," kata Ketua Fraksi PKS itu ketika dihubungi, Minggu 18 Januari 2015.
Menurut Jazuli, hal yang perlu direvisi di antaranya, mengenai banyaknya mandat Plt dan Pj yang akan menyedot birokrasi cukup banyak.
Hal ini dikhawatirkan akan mengganggu kinerja birokrasi dan pembangunan di daerah yang jumlahnya ratusan.
"Dan kepala daerah hasil pilkada yang cuma dua tahun di 2018-2020," jelasnya.
Oleh karena itu sambungnya, jika revisi ini disetujui dalam rapat paripurna akan ada banyak kemungkinan yang akan ditempuh oleh Komisi II.
Bisa melalui jalur tercepat tanpa melupakan substansi dari UU Pilkada itu sendiri. Seperti perubahan terbatas seperti revisi UU MD3 beberapa waktu lalu.
"Persoalan masuk atau tidak masuk prolegnas akan menjadi spesial, karena desakan waktu penyelenggaraan pilkada. Tergantung political will DPR," ucapnya.
Lebih dari itu Jazuli mengatakan, dalam persetujuan perppu, Koalisi Merah Putih (KMP) akan kompak.
"Kompak dong, memang hal apa KMP tidak kompak?" tandasnya.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN






