Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
March 16, 2015
PADANG – Sejak “dikutuk jadi batu” hingga melegenda ratusan tahun kemudian, baru sekarang kapal Malin Kundang dikeruk dari pasir yang sudah menimbun bagian badan dan geladaknya. Hal itu dilakukan Pemerintah Kota Padang agar kapal Malin Kundang ini persis seperti dahulu, yaitu tersandar di muara sungai Pantai Air Manis.
Revitalisasi Batu Malin Kundang Dapat Dukungan DPRD Padang
Written By Anonymous on 16 March, 2015 | March 16, 2015

PADANG – Sejak “dikutuk jadi batu” hingga melegenda ratusan tahun kemudian, baru sekarang kapal Malin Kundang dikeruk dari pasir yang sudah menimbun bagian badan dan geladaknya. Hal itu dilakukan Pemerintah Kota Padang agar kapal Malin Kundang ini persis seperti dahulu, yaitu tersandar di muara sungai Pantai Air Manis.
Jumat (13/3), Sekretaris Daerah Kota Padang Nasir Ahmad langsung turun tangan melakukan pengerukan sedimen, menandai dimulainya revitalisasi Batu Malin Kundang dan kawasan wisata Pantai Air Manis. Wakil Ketua DPRD Padang Muhidi, Dandim 0312 Letkol Wahyudi serta dari unsur Lantamal Teluk Bayur, langsung turun tangan menandai dimulainya pengerjaan pengerukan sedimen di Pantai Air Manis tersebut.
Penataan terhadap objek wisata Pantai Air Manis ini juga mendapat dukungan dari DPRD Kota Padang. Wakil Ketua DPRD, Muhidi mengungkapkan, bila konsep untuk pengembangan objek wisata ini sudah pas dari Pemko maka DPRD akan mendukung penganggarannya.
“Kita yakin, dengan penataan objek wisata Pantai Air Manis dan Batu Malin Kundang-nya akan mengundang lebih banyak pengunjung sehingga berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” ungkap Muhidi.
Seperti diketahui, lanjut politisi PKS ini, Batu Malin Kundang merupakan primadona dari objek wisata yang ada di Kota Padang. Bukan saja karena legendanya yang dikutuk menjadi batu sudah dikenal dunia, namun keelokan alam sekitarnya pun menjadi daya tarik. Disini pengunjung bisa melampiaskan hobi berselancar (surfing), berenang dan menikmati kuliner. Ataupun sekedar berpiknik bersama keluarga sambil menikmati pemandangan laut dengan angin pantai yang lembut.
“Sejauh ini potensi di kawasan Pantai Air Manis ini belum sepenuhnya terkelola dengan maksimal. Namun, dengan melibatkan semua unsur masyarakat melalui BPOW, maka penataan yang lebih baik bisa dilakukan agar primadona ini kembali menjadi magnet bagi wisatawan,”tukas Muhidi. [Humas]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 16, 2015
posted by @Adimin
Membuang Arogansi dan Kepongahan
Suatu ketika seorang musafir tiba di madinah. Laki yang baru pertama kali
menginjakkan kaki di madinah itu membawa barang dagangan yang sangat banyak. Kelelahan
setelah berjalan jauh musafir itu duduk beristirahat. Saat itulah muncul
seorang laki2 yang kelihatan miskin dengan baju penuh tambalan. Tanpa piker panjang
sang musafir meminta orang itu untuk
membawakan barnag dagangannya ke pasar. Orang itupun mengiyakan. Ditengah jalan
orang orang saling berbisik menyaksikan laki2 itu memanggul barang layaknya kuli
pasar.
“tahukah kamu siapakah yang membawakan barang barang daganganmu itu
..?? bisik seseorang pada musafir.
“tidak..”, jawabnya. “dia adalah Amirul
Mukminin Umar bin Khattab.
Alangkah terkejutnya sang musafir. Ia memang belum pernah bertemu dengan Umar
bin Khattab, tergopoh gopoh sang musafir meminta maaf dan membujuk Umar ra agar
mau meletakkan barang bawaannya. Tapi Umar bersikeras membawanya ketempat
tujuan sesuai dengan janjinya tanpa sedikitpun terbersit rasa marah atau kesal.
Diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab tarikhnya, dan Ibnu Mardawiyah dari
Tsumamah bin Hazan ra. Suatu hari ketika Umar sedang menunggang keledainya ia
berpapasan dengan seorang wanita tua. Wanita tua itu menghentikan langkah Umar
dan menegurnya dengan nada marah (tidak dijelaskan secara pasti apa yang dikeluhkan wanita itu kepada Umar). Mendapat
perlakuan seperti itu sedikitpun Umar tidak marah. Bahkan ia tetap menerima dan
menanggapinya dengan ramah tamah.
Melihat sikap Umar ada orang yang dengan penasaran bertanya,” wahai Amirtul
mukminin, mengapa engkau berlaku selemah lembut itu kepadanya……??. Umar tersenyum dan menjawab “ aku tidak berani
dengan wanita tua itu, sebab keluhannya pernah didengar oleh ALLAH swt dari
balik tujuh lapis langit sehingga ALLAH menurunkan ayat pertama dari surat Al
Mujadalah. Wanita itu adalah Khaulah binti Tsa’labah yang telah di dzihar oleh
suaminya Aus bin Shamit.
Apa yang dilakukan oleh Umar bin Khattab diatas adalah teladan yang sangat
berharga bagi siapa saja yang sedang berkuasa atau merasa memiliki kekuasaan
sebesar apapun. Bahkan kekuasaan seberapapun besarnya mestinya tidak harus
sampai melahirkan arogansi dan kepongahan. Tak bisa dipungkiri orang-orang yang memiliki
kekuasaan seringkali diliputi rasa
gengsi. Itulah sebabnya seandainya mereka diminta untuk melakukan pekerjaan “rendahan”
akan muncul rasa enggan. Bagaimana perasaan seorang ustadz dihadapan murid
muridnya bila diperintah orang yang tak kenal layaknya kuli saja. Padahal dia
begitu dihormati murid muridnya, bahkan oleh masyarakat umum..?? bagaimana
perasaan seorang camat, gubernur, menteri, jenderal atau presiden bila tiba
tiba diperintah oleh rakyat jelata..??
Sayangnya orang orang yang memiliki kedudukan tinggi, cenderung sulit menerima
nasehat apalagi teguran dari orang yang lebih rendah kedudukannya. Banyak alasan
yang enggan menerima koreksi bawahan. Kondisi ini akan semakin buruk bila
menimpa sebuah komunitas tertentu, organisasi tertentu atau kelompok tertentu. Artinya
arogansi pribadi sudah sangat buruk, apalagi bila dilakukan secara kolektif. Lebih
lebih bila arogansi itu berlindung dibalik payung agama.
Mengapa kita tidak belajar dari sikap Umar ketika diomeli perempuan tua
didepan umum..??. Padahal kelebihan wanita tersebut “hanya” menjadi sebab
turunnya satu ayat saja dari al qur’an. Bukankah bisa saja Umar berkata “ kau
ini siapa hai wanita tua, aku adalah Amirul Mukminin dan menjadi sebab turunnya
empat ayat al qur’an. Tapi Umar tidak melakukan hal itu.
Siapakah kita bila dibandingkan Umar ra…?? Dizaman ia menjadi khalifah
wilayah kekuasaannya meliputi dua pertiga dunia. Atas segala pribadi baiknya, Rasullullah
bersabda “ kalaulah ada seorang nabi sepeninggalku, tentulah Umar orangnya..”
Siapakah kita bila dibandingkan Umar ra…?? Sementara kita paling hanya
seorang ustadz, pimpinan partai, pemimpin ormas, atau segala macam jabatan
lainnya. Tanpa bermaksud merendahkan setinggi apapun kekuasaaan kita, tak ada yang
bisa menyamai kekuasaan Umar.
Ajaibnya sikap tawadhu dan
rendah hati justru sangat dominan pada diri Umar yang terkenal keras. Ia keras
dalam membela yang benar, tapi juga tunduk dan luluh menerima kebenaran. Pernah
terjadi di masa Umar para gadis mensyaratkan mahar yang amat tinggi. Tentu saja
hal itu menyulitkan banyak pemuda yang ingin menikah. Melihat keadaan itu Umar
mematok mahar tertinggi. Seorang wanita tua memprotes kebijakan Umar dihadapan
orang banyak.”Wahai Umar, apakah ketentuan itu dari ALLAH dan rasulnya ataukah
dari dirimu sendiri..??? Mendengar hal itu Umar langsung membatalkan keputusannya.
Keteladanan Umar adalah
hasil didikan langsung Rasulullah saw. Mereka memang para pemimpin agung yang mewarisi
akhlak yang mulia. Mereka mengajarkan bagaimana mencintai kebenaran, menjunjung
tinggi hokum dan keadilan. Selain itu mereka juga mengajarkan bahwa arogansi
dan kepongahan tidak akan menghasilkan dan menyelesaikan apapun, justru merendahkan
pelaku arogansi sendiri.
Tampaknya kita masih harus
banyak belajar. Siapapun kita, sebagai rakyat, sebagai penguasa, pemimpin ormas,
pemimpin keluarga, Kepala desa bahkan Presiden sekalipun, harus banyak
mencontoh akhlak mulia para pendahulu kita. Jangan sampai kekuasaan seberapapun
besarnya malah melahirkan sikap arogan dan kepongahan.
Baru dipanggil ustadz, syaikh,
buya atau sebutan terhormat lainnya, tidak mau menyapa dulu sebelum disapa
duluan, belum bentuk-bentuk arogansi lainnya.
Seharusnya semakin tinggi ilmu seseorang, semakin dianggap tinggi oleh masyarakat atau suatu komunitas, maka seharusnya semakin tawadhu, semakin rendah hati, dan semakin lebih mengerti dengan keadaan sekitar, bukan merasa lebih tinggi, semakin pongah… semoga kita tidak seperti itu.
Seharusnya semakin tinggi ilmu seseorang, semakin dianggap tinggi oleh masyarakat atau suatu komunitas, maka seharusnya semakin tawadhu, semakin rendah hati, dan semakin lebih mengerti dengan keadaan sekitar, bukan merasa lebih tinggi, semakin pongah… semoga kita tidak seperti itu.
Wallahualam bishawab
posted by @Adimin
Label:
OASE,
TOPIK PILIHAN
March 15, 2015
posted by @Adimin
PKS dan KMP Kompak Menyikapi Keputusan Menkumham atas Partai Golkar
Written By Anonymous on 15 March, 2015 | March 15, 2015
JAKARTA (13/3) - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Jazuli Juwaini mengatakan PKS tetap kompak mendukung keputusan Koalisi Merah Putih (KMP) di DPR, terkait keputusan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly terhadap dualisme Partai Golkar.
"PKS akan kompak mengikuti keputusan KMP," kata Jazuli usai konferensi pers KMP di press room DPR RI, Jakarta, Jumat (13/3/2015).
Jazuli menegaskan, PKS akan tetap mengikuti keputusan yang akan diambil KMP demi membangun kebersaman. "Demi membangun kebersamaan PKS akan kompak mendukung keputusan KMP," ujar Jazuli.
Sebelumnya, fraksi-fraksi dari KMP menggelar konferensi pers di press room Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (13/3/2015) siang. Dalam konferensi pers ini, KMP menyampaikan sikap bersama terkait sikap Menkumham Yasonna Laoly dalam menangani kisruh dualisme Partai Golkar dan PPP.
Sekretaris Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo dalam konferensi pers tersebut mengatakan, tindakan Menteri Yasonna Laoly tidak ubahnya adalah "begal politik" yang memasung dan menzalimi Golkar dan PPP.
"Ini harus diakhiri karena mengancam. Menteri harusnya berikan solusi, tetapi ini malah menambah masalah," ujar Bambang.
Dia menambahkan, agenda begal politik yang dilakukan Menteri Yasonna Laoly terhadap Golkar dan PPP hanyalah pintu masuk bagi agenda politik lain yang bisa mengancam kepentingan nasional.
Untuk itu, lanjut Bambang, bila dalam keadaan terpaksa KMP akan mempertimbangkan untuk menggunakan hak konstitusi yang diberikan oleh Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan UU yang berlaku, kepada pemerintah terhadap situasi dan kebijakan yang sudah diambil terkait dengan permasalahan yang dialami oleh PPP dan Partai Golkar.
"Ini untuk warning, apakah akan berlanjut angket atau interpelasi tergantung. Tapi, sekarang kita nyatakan dukungan bersama untuk mosi tidak percaya. Kita yakin kita masih solid. Ini inisiasi bersama," pungkas Bambang.
Hadir dalam pernyataan sikap tersebut selain Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini dan Sekretaris Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo, juga hadir Ketua Fraksi Golkar Ade Komaruddin, Fungsionaris Fraksi PPP kubu Djan Faridz Ahmad Dimyati Natakusumah dan Ketua Fraksi Gerindra Fary Djamy Francis. [ Humas Fraksi PKS DPR RI]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
March 14, 2015
Oleh: Yan S. Prasetiadi, M.Ag
hidayatullah
posted by @Adimin
‘Islam Moderat’ Sebuah Distorsi Istilah
Written By Sjam Deddy on 14 March, 2015 | March 14, 2015
Diciptakanlah istilah ‘Islam radikal’ untuk menggiring kaum Muslim agar menerima istilah ‘Islam moderat’dan barat akan memberi penghargaan "Islam Moderat' bagi yang mau bekerjasama
dengannya, dan cap 'radikal' bagi yang melawan (Ilustrasi)
SEBUAH istilah terkadang mampu menyihir dan
memperdaya siapa pun, terlebih jika dikatakan dengan penuh retorika oleh tokoh
terpandang. Hal ini nampaknya berlaku dalam wacana ‘Islam moderat’ yang
belakangan dikampanyekan kembali sebagian pihak, setelah sebelumnya gagasan ini
sempat diusung gerakan liberal, yang akhirnya kandas dan ditolak umat Islam.
Karenanya patut disayangkan jika beberapa tokoh negeri ini, malah mempropa gandakan
kembali gagasan basi ‘Islam moderat’ ini.
Masih hangat dalam memori kita, ketika
sambutan acara ta’aruf Kongres
Umat Islam Indonesia VI di Yogyakarta, Menteri Agama
menyatakan bahwa Islam Indonesia yang moderat adalah versi Islam yang
diharapkan dunia (08/02/2015). Di hari berikutnya, selasa (10/02/2015), pada
acara yang sama, Wapres mengatakan pemikiran Islam Indonesia diharapkan bisa
menjadi referensi terbesar di dunia, karena itu, umat Islam di Indonesia harus
bisa menunjukkan Islam yang moderat dan toleran, menjadi jalan tengah, serta
mampu menjaga kebersamaan dan kedamaian.
Apa yang disampaikan wapres dan menteri Agama
itu, sebetulnya sudah pernah diopinikan juga mantan presiden Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) dalam pidatonya di depan peserta APEC CEO Summit tahun 2011 di Honolulu,
Amerika Serikat (12/11/2011).
SBY mengatakan Indonesia akan menjadi model
Islam moderat yang berkomitmen menekan radikalisme dengan cara yang tidak
melanggar HAM dan menjujung demokrasi.
Di sini terlihat, tokoh politik di negeri ini
memiliki irama dan pandangan yang senada tentang Islam. Bahwa Islam harus
menjadi moderat, jalan tengah, damai, anti radikal, toleran, sesuai HAM,
menjunjung demokrasi dan dicintai ‘dunia’.
Sepintas gagasan ‘Islam moderat’ merupakan
gagasan yang seolah asli dan elegan. Akan tetapi, setelah ditelusuri, kampanye
‘Islam moderat’ tidak lepas dari peristiwa WTC 11 September 2001, di mana
kelompok Muslim dituduh bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Akhirnya umat
Islam menjadi tertuduh, dan diciptakanlah istilah ‘Islam radikal’ untuk
menggiring kaum Muslim agar menerima istilah ‘Islam moderat’.
Dari berbagai pernyataan para politisi dan
intelektual Barat terkait klasifikasi Islam menjadi ‘Islam moderat’ dan ‘Islam
Radikal’ atau Ekstrimis, kita akan menemukan bahwa yang mereka maksud ‘Islam
Moderat’ adalah Islam yang tidak anti Barat (baca: anti Kapitalisme); Islam
yang tidak bertentangan dengan sekularisme Barat, serta tidak menolak berbagai
kepentingan Barat. Substansinya, ‘Islam Moderat’ adalah Islam sekular, yang mau
menerima nilai-nilai Barat seperti demokrasi dan HAM, serta mau berkompromi
dengan imperialisme Barat dan tidak menentangnya. Kelompok yang disebut ‘Islam
Moderat’ ini mereka anggap sebagai ‘Islam yang ramah’ dan bisa jadi mitra
Barat.
Sebaliknya, menurut Barat, yang disebut ‘Islam
radikal’ atau ‘ekstrimis’ adalah Islam yang menolak ideologi
Kapitalisme-Sekular, anti demokrasi, dan tidak mau berkompromi dengan Barat.
Dengan kata lain, ‘Islam radikal’ adalah
Muslim yang setia dengan pandangan hidup dan nilai-nilai Islam, serta taat pada
ideologi dan syariat Islam. Atau, orang radikal adalah orang yang ingin menerap
kan Islam kaffah. Bagi Barat, kelompok Islam ini bukan saja dianggap sebagai
Islam yang ‘keras’ dan anti-Barat, tetapi juga dianggap sebagai ancaman buat
peradaban mereka.
Karena itu, Noam Chomsky dalam Pirates and
Emperors, Old and New International Terorism in
The Real World (new edition, 2002), mengatakan: “We note another pair of Newspeak concepts:
‘extremist’ and ‘moderate,’ the latter referring to those who accept the
position of the United States, the former to those who do not.”
(Kita mencatat sepasang konsep basabaru: ‘ekstrimis’ dan ‘moderat’; predikat
‘moderat’ disandangkan pada pihak-pihak yang mendukung kebijakan AS dan
sekutunya. Sementara predikat ‘ekstrimis’ disandangkan pada pihak-pihak yang
menantang, mengancam, mengusik kebijakan AS dan sekutunya).
Jelas, klasifikasi demikian menggambarkan cara
pandang Barat terhadap Islam dan kaum Muslim sesuai ideologi mereka. Karena
itu, umat Islam wajib menyadari, pemilahan Islam menjadi moderat dan radikal
adalah demi kepentingan Barat, yakni untuk memunculkan satu kelompok Islam dan
menekan kelompok Islam yang lain. Dengan begitu, Barat berambisi, hanya ada
satu Islam, yakni Islam yang mau menerima ideologi, nilai-nilai, dan peradaban
Barat serta berbagai kepentingan mereka.
Padahal dalam keilmuan Islam, tidak ada yang
namanya Islam moderat, Islam ramah, Islam radikal, ataupun Islam ekstrimis.
Karena Islam adalah agama (diin)
yang diturunkan oleh Allah swt kepada Nabi Muhammad saw. untuk mengatur
hubungan antara manusia dengan Allah, dengan sesamanya, dan dengan dirinya
sendiri.
Karena itu, Islam tidak cuma mengajarkan
akidah yang mengharuskan setiap pemeluknya mengimani rukun iman. Islam juga
mengharuskan setiap pemeluknya untuk terikat dengan syariat-Nya; baik yang
berkaitan dengan masalah ibadah, muamalat (seperti sistem ekonomi), munakahat
(seperti sistem pergaulan pria-wanita), hudud dan jinayat (seperti sistem
sanksi dan peradilan), jihad, maupun ahkam sulthaniyah (seperti sistem
pemerintahan), dsb. Inilah yang disebut Islam kaffah.
Inilah keberislaman yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala.
Itulah sejatinya hakikat Islam yang disepakati
para ulama. Akan tetapi dilapangan, pelaksanaan Islam oleh para pemeluknya
tidak selalu berbanding lurus dengan ajaran yang dipeluknya. Misal, korupsi
jelas diharamkan Islam, tetapi para koruptor di negeri ini ada yang Muslim.
Demikian pula dengan satu-dua aksi pengeboman
terhadap rakyat sipil, juga jelas dilarang Islam, meski pelakunya ternyata ada
yang Muslim. Jika kasus korupsi tersebut mewakili Muslim moderat, kemudian
kasus pengeboman mewakili Muslim radikal, apakah masuk akal jika kemudian Islam
yang disalahkan? Jelas tidak, karena kesalahan bukan pada Islam, tetapi pada
masing-masing oknum pelakunya.
Semua tindakan itu jelas bertentangan dengan
Islam dan tidak ada kaitan dengan Islam. Jika kemudian ada oknum Muslim yang
melakukan kesalahan, seharusnya ia dilihat sebagai orang yang melakukan
pelanggaran terhadap (hukum) Islam, dan bukan sedang mempraktikan ajaran Islam.
Wallahu A’lam
Oleh: Yan S. Prasetiadi, M.Ag
hidayatullah
posted by @Adimin
Label:
EDITORIAL,
FAKTA,
TOPIK PILIHAN
March 13, 2015
posted by @Adimin
Silaturrahim ke Pepeng, Jazuli: Kita Belajar Tentang Kesabarannya
Written By Anonymous on 13 March, 2015 | March 13, 2015
Depok (12/3) - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Jazuli Juwaini datang bersilaturrahim ke kediaman komedian senior, Ferrasta Soebardi alias Pepeng, di Perumahan Bumi Pusaka Cinere, Kota Depok, Kamis (12/3).
Jazuli mengatakan, maksud kedatangannya bukan untuk menjenguk Pepeng, melainkan ingin belajar atas kesabaran yang diterapkan Pepeng selama hidupnya. Terutama ketika di uji dengan sakit yang cukup panjang.
"Bukan menjenguk yah, belajar, yang pertama saya mau belajar tentang kesabarannya. Bayangkan, sepuluh tahun, siapa orang yang tidak kenal mas Pepeng dalam dunia seni dan budaya? Tiba-tiba Allah SWT tunjukkan cinta-Nya sama dia," kata Jazuli.
Jazuli menuturkan, bahwa dirinya sempat berbincang-bincang dengan Pepeng. Dalam perbincanganya Jazuli mengatakan, ada sesuatu yang irasional kalau Allah sudah berkehendak. Jazuli mengibaratkan, bagaimana dahulu Nabi Ayyub, selama 17 tahun hingga kering kerontang dalam sakitnya. Tetapi setelah teruji dan terbukti kesabarannya, tiba-tiba Allah perintahkan Nabi Ayyub menginjakkan kakinya ke tanah tiga kali, lalu dari tanah tersebut keluar air. Nabi Ayyub pun mandi dan sembuh seperti biasa.
"Dan insya Allah mudah-mudahan Allah kasih mukijizat buat mas Pepeng, yang terbaik buat dirinya, buat keluarganya," harap Jazuli.
Yang kedua, lanjut Jazuli, kunjungannya ini juga bertujuan untuk mengambil pelajaran yang berharga. Menurut Jazuli, Pepeng bisa kuat dalam kesabarannya karena faktor keimanannya.
"Ternyata beliau bisa tangguh itu, sama-sama kita tangkap tadi, yang berulang-ulang dia sebutkan tadi, keimanan itu yang membuat dia bisa luar biasa. Membuat semuanya menjadi ringan tidak ada beban. Bahkan, beliau bercerita, masuk rumah sakit tiba-tiba analisa dokternya sudah hilang, dan beliau diminta pulang setelah menyadari bahwa nanti kembali kepada keimanannya," papar Jazuli.
Lebih lanjut Jazuli berharap, pemahaman yang dimiliki oleh Pepeng juga harus dipahami oleh masyarakat tentang bagaimana mengelola keimanan dan diri. "Harus banyak belajar dari beliau, tentang kesabaran," ujar Jazuli.
Di akhir kunjungannya, Jazuli turut mendoakan agar Pepeng tetap diberi kesehatan lahir dan bathin. "Allah Maha Mendengar, Allah tidak pernah tidur, Allah akan nilai detik-detik yang kita lalui. Allah tidak akan sia-siakan hamba-Nya yang berbuat baik," pungkas Jazuli.
Diketahui, sejak 10 tahun terakhir, Pepeng menderita penyakit multiple sclerosis. Yakni, kelainan peradangan pada otak dan sumsum tulang belakang. Saat ini, ditemani leptop kesayangannya, Pepeng mengisi hari-harinya dengan menulis. Di antara karya terbaru Pepeng, yakni sebuah buku yang berjudul "Perempuan Disekelilingku". [pks.or.id]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 13, 2015
posted by @Adimin
Lagi, Pemko Padang Raih Penghargaan Inovasi Manajemen Perkotaan 2014
![]() |
| Wakil Walikota Padang, Emzalmi menerima penghargaan Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP) Bidang Jasa Layanan Perkotaan Tahun 2014 dari Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo di Kantor Walikota Surabaya, Kamis (12/3). [Humas] |
PADANG - Hanya berselang dua hari saja, Pemerintah Kota Padang lagi-lagi ketiban penghargaan. Kamis (12/3), Pemko Padang menyabet penghargaan Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP) Bidang Jasa Layanan Perkotaan Tahun 2014 dari Kementerian Dalam Negeri RI.
Penghargaan juara ketiga kategori bidang pengelolaan sanitasi dengan sub bidang pengelolaan air bersih ini diserahkan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo kepada Wakil Walikota Padang, Emzalmi di Kantor Walikota Surabaya, Kamis (12/3). Usai menerima penghargaan, Wawako Emzalmi berucap syukur dengan raihan penghargaan tersebut. “Alhamdulilah, lagi-lagi kita menyabet penghargaan setelah dua hari lalu meraih penghargaan Kota Langit Biru 2014 dari Kementerian LH dan Kehutanan,” ujarnya.
Emzalmi menyampaikan terimakasih banyak kepada seluruh panitia dan seluruh unsur masyarakat Kota Padang yang telah bekerjasama dan ikut terlibat dalam penilaian hingga diraihnya penghargaan. “Terimakasih banyak kepada masyarakat, mudah-mudahan ke depan kita akan terus meraih penghargaan,” ucapnya.
Penilaian lomba yang diadakan Kemendagri ini dimulai April 2014 lalu. Proposal dari Kota Padang yang dipresentasikan yakni “Inovasi Penurunan Kehilangan Air Pasca Bencana” serta “Pamsimas Limau Manis”. Usai menilai proposal yang dikirimkan, Tim Penilai dari ITB, UGM dan Depdagri lantas meluncur ke Kota Padang guna melakukan peninjauan lapangan. Peninjauan ini dilaksanakan November lalu.
Lokasi yang ditinjau yakni IPA Gunung Pangilun dan DMA Indarung. Dalam peninjauan itu, faktor-faktor yang mendapat perhatian Tim Penilai yakni, proses produksi, sampel contoh pekerjaan perbaikan kebocoran, IT, teknologi DMA distrik meter area, laporan keuangan 5 tahun terakhir, dan audit kinerja.
Selain itu, Tim Penilai juga meninjau Pamsimas Limau Manis dengan melihat langsung sumber air, sistem pengelolaan, jumlah pelanggan serta manajemen sistem pengelolaan dan kemandirian. Diakhir penilaian, juga dilakukan wawancara langsung dengan Walikota Padang.[Humas Pemko]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 13, 2015
posted by @Adimin
Kota Padang Raih Penghargaan Kota Langit Biru 2014

PADANG - Di awal tahun 2015 ini lagi-lagi Kota Padang meraih penghargaan. Kali ini, kota yang dipimpin pasangan Walikota Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Walikota Emzalmi ini diganjar penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Penghargaan ini diperoleh berkat bersihnya kualitas udara di Kota Padang.
Penghargaan “Kota Langit Biru 2014” untuk kategori Kota Besar diraih Kota Padang setelah melalui penilaian Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EKUP) yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2014 lalu. Dengan penghargaan ini, Kota Padang berhak memboyong satu unit sepeda listrik dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI yang diserahkan Asisten Deputi Pencemaran Udara dan Sumber Tidak Bergerak, Dasrul Chaniago kepada Walikota Padang diwakili Kepala Bappedalda Kota Padang, Edi Hasymi di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI di Jakarta, Selasa (10/3) lalu.
Mendapat kabar Kota Padang terpilih sebagai “Kota Langit Biru” kategori Kota Besar bersama empat kota lainnya (Malang, Pontianak, Balikpapan dan Tangerang Selatan), Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah cukup gembira. “Alhamdulillah setelah dua tahun berturut-turut meraih penghargaan ini, pada tahun ini kita kembali meraihnya,” ujarnya.
Diperolehnya penghargaan ini melalui proses yang cukup panjang. Sebanyak 45 kota di Indonesia dinilai Tim Kementerian LH yang dilakukan pada Juli hingga Agustus 2014 lalu. Sejumlah aspek pun dinilai, hingga akhirnya Kota Padang juga berhak memboyong penghargaan tersebut. “Keberhasilan meraih penghargaan ini tidak terlepas dari kerjasama dan koordinasi yang baik dari seluruh pihak termasuk masyarakat dalam mendukung program-program yang terkait dengan upaya pengendalian pencemaran udara,” ungkap Mahyeldi.
Walikota Mahyeldi menuturkan, hasil penilaian EKUP ini akan berkontribusi dalam mendukung penilaian Adipura nantinya. Terlepas dari itu, pemerintah dan masyarakat sangat diharapkan dukungannya untuk terus menjaga agar kualitas udara di Kota Padang tetap sehat dan tidak tercemar. “Menjaga kualitas udara melalui kegiatan dan upaya-upaya yang terus menerus serta membudaya tidak hanya akan mendatangkan penghargaan, tetapi juga menjadi wujud nyata baiknya kualitas lingkungan hidup di Kota Padang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bapedalda Kota Padang, Edi Hasymi menyebut program Langit Biru 2014 yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini merupakan program aksi pengendalian pencemaran udara melalui impelmentasi kegiatan secara terpadu. “Sejak beberapa tahun lalu Kementerian Lingkungan Hidup telah melaksanakan kegiatan Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan yang bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas udara perkotaan dari pencemaran udara yang bersumber dari kendaraan bermotor melalui penerapan transportasi berkelanjutan,” bebernya.
“Selain meningkatkan kualitas udara kota, program ini juga dapat menjawab tantangan upaya-upaya inovatif untuk program penurunan konsumsi bahan bakar minyak sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca yang merupakan penyebab terjadinya perubahan iklim dari sektor transportasi,” tambahnya lagi.
Diungkapkan Edi Hasymi, untuk di Kota Padang, Tim Kementerian Lingkungan Hidup pada tahun 2014 lalu melakukan penilaian di tiga titik. Ketiga titik itu yakni di Jalan S. Parman (lapangan parkir makam pahlawan), Jalan H. Agus Salim, Sawahan, serta di Jalan By Pass Km 10, Kuranji. Di tiga titik itu dilakukan penilaian fisik yang meliputi uji emisi, pemantauan kinerja lalu lintas, pemantauan kualitas udara ambient, serta pemantauan kualitas bahan bakar.
Informasi yang diperoleh, penghargaan ini diraih berkat upaya pemerintah dan masyarakat dalam menyikapi upaya pengendalian pencemaran udara. Dimana di Kota Padang terus dilakukan kegiatan pemantauan kualitas udara yang dilakukan secara berkala dengan dana APBD. Selain itu juga adanya upaya pengendalian pencemaran udara yang ditandai dengan data penurunan jenis penyakit yang dominan terkait dengan pencemaran udara. “Upaya kita dalam mereduksi tingkat pencemaran udara dari emisi sumber bergerak serta adanya kepedulian perangkat daerah Kota Padang dalam penganggaran yang berkaitan dengan upaya pengendalian pencemaran udara juga termasuk poin penting sehingga kita meraih penghargaan ini,” jabar Kepala Bappedalda, Edi Hasymi.
Seperti diketahui, saat ini manajemen transportasi di Kota Padang cukup tertata dengan baik. Diantaranya seperti pengoperasian bus Trans Padang, terdapatnya lokasi “car free day”, penggunaan solar energy untuk traffic light dan lampu jalan, program Area Traffic Control System (ATCS) pada persimpangan rawan macet. Begitu juga dengan meningkatnya upaya penghijauan kota serta terdapatnya kendaraan non motorize transportation (bendi) dan budaya bersepeda di kawasan Pantai Padang. “Ini semua poin-poin aspek non fisik yang sangat berpengaruh dalam meraih penghargaan ini,” terangnya lagi.
Sebanyak 15 kota terpilih di Indonesia meraih penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Kota penerima penghargaan itu terdiri dari tiga kategori yaitu Kota Metropolitan, Kota Besar dan Kota Sedang.(Charlie/Humas)
Teks foto: TERIMA-Kepala Bappedalda Kota Padang, Edi Haysmi menerima sepeda listrik dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI yang diserahkan Asdep Pencemaran Udara dan Sumber Tidak Bergerak, Dasrul Chaniago, di Jakarta, Selasa (10/3) kemarin. Kota Padang termasuk lima kota besar yang meraih penghargaan Kota Langit Biru 2014 yang diadakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.[Humas Pemko Padang]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 13, 2015
posted by @Adimin
Wakil Ketua DPRD Padang Drs. Muhidi, MM Apresiasi Camat Padang Timur Yang Bekerja Sepenuh Hati

PADANG - Mengesankan, dukungan warga dan tokoh masyarakat terhadap Camat Padang Timur Rachmadeny Dewi Putri mengalir spontan, tanpa dibuat - buat. Dukungan tersebut disampaikan warga langsung kepada Tim Penilai Kompetensi Camat tingkat Kota Padang saat kedatangan tim di Kantor Camat tersebut, Rabu (11/3).
Setidaknya hadir tiga orang anggota DPRD Kota Padang dapil IV, yaitu Wakil Ketua DPRD Drs. Muhidi, MM dari PKS, Helmi Moesim dari Partai Golkar dan Amrizal Hadi dari Partai Nasdem. Juga hadir akademisi Prof. Damsar, serta sesepuh sekaligus para pamong senior, Jurnalis dan Johari Kahar. Belum lagi Muspika yang juga antusias menyampaikan kiprah Camat Srikandi bersama Kapolsek dan Koramil selama ini.
Muhidi, politikus PKS ini menilai Camat yang biasa disapa Deni itu bekerja dengan sepenuh hati. Sehingga ia selalu bersemangat dalam mengawal setiap program.
”Beliau ini (Camat Deni- red) juga membangun komunikasi yang baik dengan semua unsur. Bahkan, tak segan meminta pendapat kepada yang dianggap lebih berpengalaman," kata Muhidi.
Selama ini, lanjut Muhidi, sudah banyak gagasan inovatif yang diaplikasikan. Sebut saja di bidang pelayanan publik, Camat Deni dengan tegas menyatakan tak ada biaya apapun dalam pengurusan KK KTP atau admistrasi lainnya, kecuali yang telah diatur dengan resmi. Bahkan, untuk KTP dan KK yang telah siap ada pegawai yang mengantarnya langsung ke rumah.
”Belum lagi di bidang kemasyarakatan dan kepedulian lingkungan, beliau berhasil mengantarkan salah satu kelurahan menjadi terbaik di tingkat provinsi sebagai kelurahan asri dan hijau,” ungkap Muhidi.
Menurutnya, kiprah dan inovasi beliau dalam membangun Padang Timur sudah tidak diragukan. Banyak sekali perubahan mencengangkan yang telah diperbuatnya selama ini.
”Kami tidak melihat seorang camat wanita pula, yang sesemangat beliau,” imbuh Muhidi.
Pada kesempatan ini, lima orang tim penilai yang terdiri dari berbagai latar belakang dan diketuai pamong senior Sultani Wirman ini terpaksa memberikan waktu kepada para tokoh yang hadir karena secara spontan ingin menyampaikan pendapatnya tentang camat srikandi itu.
Prof. Damsar menyebut, apa yang dilakukan pada kepemimpinan Camat Deni sudah merupakan aplikasi dari 'good government and good governance' . "Baik dalam membangun komunikasi dengan semua lini maupun dalam pelayanan publik, saat ini di Kecamatan Padang Timur memang mengalami perubahan signifikan dan jauh lebih baik," ujarnya.
Selain menyampaikan kesan dan dukungan bagi Camat, semua unsur yang hadir mengharapkan Rachmadeny Dewi Putri sebagai pemenang Kompetensi Camat 2015 ini.
”Kami berharap Camat Deni sebagai yang terbaik dalam penilaian kompetensi ini. Sebab, kami rasa beliau akan lebih layak dan mampu bersaing nantinya di tingkat provinsi atau bahkan nasional,” ujar Haslinda, Kepala SMPN 5 Padang yang sering terlibat dalam berbagai program di Padang Timur.
Senada, Kepala SMPN 31 Padang Mardawati juga menyampaikan harapan serupa.
"Beliau memang Kartini Kota Padang saat ini. Kami rasa, beliaulah yang terbaik,” ujarnya.
[Humas dan Protokol Kota Padang]
[Humas dan Protokol Kota Padang]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 12, 2015
Agar Ekonomi Kembali Menggeliat, Pemko Bangun Terminal AKDP
Written By Anonymous on 12 March, 2015 | March 12, 2015

PADANG - Sejak gempa besar melanda Kota Padang pada 2009 lalu, kondisi perekonomian Kota Padang megap-megap. Terlebih setelah tidak berfungsinya terminal angkutan kota dan terminal bus bermuatan besar di Kota Padang.
Karena itu, Pemerintah Kota Padang di bawah kendali Walikota Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Walikota, Emzalmi bertekad akan membangkitkan kembali perekonomian Kota Padang seperti beberapa tahun silam. Pasangan ini ingin melihat kembali kejayaan Kota Padang sebagai sentra perekonomian di Sumatera Barat. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemko Padang berencana akan membangun terminal dan memfungsikannya sesuai dengan peruntukkannya. “Penyebab menurunnya perekonomian Kota Padang adalah fungsi terminal. Pembangunan fungsi terminal dan pasar adalah bagian yang harus segera dilakukan dalam dua tahun ini,” terang Wakil Walikota Padang, Emzalmi di sela-sela membuka acara Pembinaan Pemangku Fungsional Adat 2015 di Gedung Genta Budaya Padang, Senin (9/3) kemarin.
Selama ini, bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) acap ngetem di tempat yang tidak seharusnya. Bus yang akan menuju utara, ngetem di Air Tawar. Bus menuju Selatan terlihat mangkal di kawasan Lubuk Begalung dan Gaung. Mengantisipasi itu, rencananya, dalam waktu dekat ini akan dibangun terminal bagi seluruh bus AKDP. Dalam rencana pembangunan jangka pendek, Pemko Padang akan membangun terminal wisata dan gedung parkir di kawasan jalan Diponegoro. Tepatnya di lahan aset Pemko mulai dari Gedung DKK lama hingga ke gedung Genta Budaya. “Sebelum difungsikan sebagai terminal wisata dan gedung parkir, serta sebelum tuntasnya pembangunan terminal type A di Anak Aia di Lubuk Buaya, lahan ini akan digunakan dulu untuk terminal AKDP,” tegas Wawako.
Seperti diketahui di atas lahan milik Pemko di jalan Diponegoro ini berdiri tiga bangunan yakni bekas gedung DKK, gedung Genta Budaya dan bangunan milik TNI Angkatan Darat. Luas lahan ini berkisar 1 hektar. Setelah melalui konsultasi antara Pemko Padang dengan Danrem dan Panglima Daerah Militer V Bukit Barisan, pada prinsipnya pihak tersebut setuju untuk menyerahkan kembali lahan yang terpakai kepada Pemko Padang. “Dengan demikian diharapkan kendaraan AKDP sudah bisa kembali masuk ke jantung kota ini sekaligus dapat mengurai kemacetan,” kata Emzalmi.
Dengan masuknya kendaraan bus AKDP tentunya dengan sendirinya akan menggairahkan kembali ekonomi Kota Padang. Pasar pun kembali berfungsi dengan optimal. “Padang harus kembali bangkit kondisi ekonominya seperti dulu. Maka secara bertahap kita juga harus tarik mereka (bus AKDP-red) ke jantung kota sehingga nantinya kembali terjadi transaksi di Padang,” harapnya.
Diakui Emzalmi, Pemko Padang memang telah melakukan survey kepada seluruh pedagang. “Kita sudah adakan survey, lebih 90 persen pedagang di Pasar Raya dan sekitarnya mendukung agar dibangun kembali terminal di Kota Padang ini. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini dan sekarang sudah dipersiapkan perencanaannya,” tambah Emzalmi.
Pemerintah Kota Padang sejak bulan lalu telah mengaktifkan kembali terminal bagi angkutan kota. Terminal tersebut berada di Kantor Balai Kota lama. Sedangkan untuk pembangunan terminal type A pengganti Aia Pacah, tahun ini akan dimulai pembangunannya di Anak Aia, Lubuk Buaya dengan lahan cukup memadai seluas 4,5 hektar berbiaya Rp 12 Miliar. [Humas dan Protokol Kota Padang]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 11, 2015
posted by @Adimin
Pemkot Padang Ciptakan Kembali Kota Religius
Written By Anonymous on 11 March, 2015 | March 11, 2015
| Emzalmi |
PADANG - Pemerintah Kota Padang ingin menciptakan kembali kota religius dan berbudaya. Wakil Wali Kota Padang, Emzalmi Tan Bagindo menuturkan, hal itu akan dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan dasar nilai-nilai adat serta kajian seni budaya Minangkabau bagi anak nagari.
"Untuk menghindari hilangnya adat dan budaya kita seiring perkembangan zaman, maka perhatian terhadap kelestariannya harus dengan maksimal kita berikan," ujarnya di Gedung Genta Budaya, Padang, Sumatera Barat, Selasa (10/3).
Ia menjelaskan, dewasa ini, pemahaman generasi muda akan adat dan budaya Minangkabau semakin memudar. Ini menjadi kekhawatiran tersendiri para ninik mamak. Terutama, lanjutnya, karena semakin minimnya regenarasi pemangku fungsional adat yang dapat berperan sebagai pelestari adat dan budaya.
Menurut Emzalmi, selain melakukan pembinaan dari dinas-dinas terkait, penguatan muatan lokal dalam pendidikan Budaya Alam Minangkabau (BAM) juga sebagai bentuk upaya dalam melestarikan adat dan budaya tersebut. Selain itu, kata dia, peran ninik mamak yang lebih aktif dalam membimbing anak kemenakan juga dibutuhkan.
"Ninik mamak perlu mempersiapkan generasi untuk pewaris pemangku fungsional dengan musyawarah dan langkah-langkah berkelanjutan, tuturnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang, Zainuddin Husin Datuk Rajo Lenggang mengatakan, dirinya sangat prihatin dengan tergerusnya nilai adat dan budaya Minangkabau di tengah masyarakat Kota Padang.
Ia mencontohkan seperti rendahnya implementasi nilai-nilai yang dijunjung tinggi masyarakat Minangkabau, seperti kejujuran, hormat, bersih, adil, tepat waktu dan lain sebagainya. "Pembinaan, pemahaman terhadap nilai-nilai dalam adat dan budaya Minangkabau kembali dipahami dan tercermin dalam sikap," tambahnya. [ROL]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
March 09, 2015
posted by @Adimin
Rencana Relokasi PKL Batu Malin Kundang, Walikota Padang Jadi 'Backpaker'
Written By Anonymous on 09 March, 2015 | March 09, 2015

PADANG - Setelah berjalan kaki ke hulu Sungai Batu Busuak beberapa waktu lalu, Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharulah kembali menjadi backpaker (pejalan kaki) menempuh rute menanjak ke Pantai Air Manis, Minggu (8/3).
Didampingi Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Dian Fakri, Camat Padang Selatan Yefri serta beberapa orang staf, Mahyeldi memulai perjalanan dari SMAN 6 di Mato Aia pada pukul 6.00 WIB. Perjalanan menuju objek wisata yang dikenal dengan Batu Malin Kundang itu berhasil ditempuh selama 75 menit.
Disamping berolah raga, perjalanan menempuh lebih kurang 6 kilometer ini dilakukan Mahyeldi terkait rencana relokasi pemindahan PKL di sekitar Batu Malin Kundang.
Di Pantai Air Manis, Walikota yang tidak terlihat lelah itu langsung mengecek toilet umum yang dikelola Badan Pengelola Objek Wisata (BPOW). Juga memberikan arahan tentang kebersihan toilet dan pengelolaan sampah.
Sedangkan kepada pedagang di sekitar kawasan Batu Malin Kundang, Walikota menyampaikan rencana pemindahan pedagang ke lokasi yang agak jauh dari batu. Tujuannya, mengembalikan kondisi Batu Malin Kundang seperti semula, yaitu seperti kapal yang sedang bersandar di muara sungai.
"Jadi aliran sungai yang sekarang tertutup pasir kita hidupkan lagi. Oleh karena itu PKL yang berada di atasnya harus kita pindahkan agar tidak terganggu dengan pengerjaan yang segera diakukan,” kata Mahyeldi.
Menurut Wako, jika sungai yang saat ini sudah ditutup pasir itu dihidupkan kembali maka dengan sendirinya air sungai akan menggerus pasir yang menutupi sebagian batu legendaris tersebut.
" Batu Malin Kundang akan kembali seperti dulu. Wisatawan pun akan ramai ke sini," ujarnya.
Warga pedagang menyambut baik rencana tersebut, mereka bersedia untuk dipindahkan.
Dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata, Dian Fakri, saat ini sedang dilakukan negosiasi dengan pemilik tanah untuk memakai lahan kosong guna pemindahan pedagang tersebut.
"Kita telah merencanakan merelokasi 30 PKL tersebut ke pinggir jalan dekat simpang menuju Teluk Bayur di atas tanah masyarakat seluas 7 x 50 meter. Saat ini, Camat Padang Selatan sedang berupaya bernegosiasi dengan pemilik tanah untuk memakai tanah kosong tersebut. Jika berhasil minggu ini langsung akan dikerjakan kontraktor," terang Dian.
Adapun ukuran lapak-lapak PKL di tempat yang baru ini akan direncanakan seragam dengan ukuran 2, 44 m x 2, 44 m. Posisinya berhadap - hadapan dengan selasar di tengah yang berukuran 2m. Jadi lebar bangunan 6,88m x 36,6m.
Sedangkan, pohon - pohon yang besar di lokasi relokasi tidak akan ditebang."jelas Dian.
Untuk pembiayaannya, Dian menjelaskan, bukan berasal dari APBD. Pihak Pemko sudah punya penyandang dana.
"Anggaran yang dibutuhkan untuk merelokasi PKL ini lebih kurang Rp. 260 juta. Masing - masing Rp. 100 juta dari Sinar Pagi Sport Club, dan Rp. 100 juta dari PT Dempo," katanya.
Walaupun masih kurang sekitar Rp. 60 juta lagi, tapi pengerjaan tetap akan dilaksanakan ketika pemilik tanah sudah bersedia.
"Insya Allah sebelum kedatangan para Walikota se Sumatera pada Muskomwil I Apeksi pada 24 April 2015 ini sudah selesai," terang Dian. [Humas dan Protokol Kota Padang]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN


