pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Sumbar Kembali Berdayakan Fasilitator PNPM Perdesaan

Written By Sjam Deddy on 25 March, 2015 | March 25, 2015


 

Seiring dengan berakhirnya kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Perdesaan yang telah berlangsung sejak tahun 2007 juga dihentikan. Namun, program serupa tetap dilangsungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui dana desa dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemen Desa-PDTT).

“Untuk itu, pendamping atau fasilitator PNPM yang sudah berpengalaman dan sempat menganggur selama tiga bulan di tahun 2015 karena sempat ditiadakan, kita berdayakan kembali,” demikian kata Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno usai membuka pertemuan pelaku PNPM Mandiri Perdesaan di Hotel Grand Inna Muara, Padang, Senin (23/3).

Irwan menjelaskan fasilitator PNPM yang sempat menganggur akan mulai bekerja pada April 2015, seiring turunnya kucuran dana desa. Di Sumbar sendiri tercatat 880 nagari akan menerima dana desa dengan besaran masing-masing 300 - 500 juta Rupiah, tergantung dari luas wilayah, jumlah penduduk, dan kondisi pembangunan di nagari yang dimaksud.

“Bulan April dana desa yang bersumber dari APBN Perubahan 2015 akan turun. Untuk itu, fasilitator PNPM Perdesaan akan kita jadikan pendamping dana desa. Mereka terlebih dahulu menginventarisasi aset yang telah terealisasi melalui kegiatan PNPM. Apakah berbentuk infrastruktur atau kegiatan simpan pinjam. Selanjutnya, pendamping akan mengarahkan penggunaan dana desa untuk kegiatan lanjutan,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Sumbar, Syafrizal mengakui selama ini program PNPM Perdesaan dengan total anggaran Rp1,8 triliun, ternyata mampu menurunkan angka kemiskinan dan membuat masyarakat sejahtera, melalui pembangunan infrastruktur dan mendorong kegiatan perekonomian.

“Untuk itu, kurang lebih 500 fasilitator PNPM Perdesaan dari 12 Kabupaten di Sumatera Barat sudah sepantasnya diberdayakan kembali untuk menyerap aspirasi dari masyarakat dan diwujudkan dalam kegiatan yang nyata,” kata Syafrizal.

Syafrizal menambahkan Gubernur Sumbar berharap agar seluruh elemen PNPM dapat melaksanakan tugas, baik memberikan pendidikan maupun membebaskan masyarakat dari kemiskinan, dengan cara cerdas meskipun tidak mudah.

“Lakukan dengan cara cerdas meskipun tidak mudah, karena dengan bersama-sama kita bisa menuntaskan segala permasalahan yang ada di Sumatera Barat yang tercinta ini,” pungkasnya.



posted by @Adimin

3 Hal Penting yang Mesti Dilakukan Kawula Muda Masa Kini

Written By Sjam Deddy on 23 March, 2015 | March 23, 2015

Entah itu di masjid, di sekolah, di kampus atau dimana saja. Kita harus punya rasa haus yang tinggi akan ilmu


DI ERA media sosial seperti sekarang, handphone seringkali menyita waktu. Di kawasan Depok, kalau kita mau perhatikan perilaku remaja zaman sekarang, mereka yang ke sekolah dibonceng sepeda motor oleh orang tuanya tak henti-henti menatap layar handphonenya. Tangannya aktif ‘menari’ dengan kepala tunduk penuh ‘konsentrasi.’

Sementara itu, dikalangan mahasiswa juga sama. Pernah suatu ketika sekelompok mahasiswi kumpul di sebuah kafe di seputaran kampus di kawasan Pasar Minggu. Setelah basa-basi, ternyata mereka bukannya bercengkrama, suasana sontak hening. Bukan karena mereka sedang membaca sesuatu, tetapi masing-masing asyik menatap layar handphonennya.

Kira-kira itulah pemandangan umum kehidupan remaja kita di kota besar. Gak di motor, di kafe, di kendaraan umum, bahkan kereta, mayoritas remaja kita asyik sekali dengan gad-getnya. Mereka seperti sedang menemukan dirinya kala berinteraksi dengan smartphone.

Padahal, sejumlah penelitian menyebutkan bahwa terlalu lama bergad-get ria, remaja rentan terkena banyak masalah, seperti susah tidur, kualitas konsentrasi yang menurun, sampai pada perhatian yang salah dan sulit hidup teratur atau disiplin.

Mungkin inilah trend zaman. Tetapi bagaimanapun kita ini Muslim yang memiliki orientasi hidup tak hanya dunia, tetapi juga akhirat. Dalam konteks ini kita perlu meningkatkan kualitas diri secara integral, jasmani-ruhani.

Oleh karena itu, gaul, sesuai zaman – sejauh tidak melanggar syariat – why not? Boleh-boleh saja, asalkan wajar alias tidak berlebihan. Apalagi, sebagai Muslim kita punya kewajiban penting yang mesti diasah setiap hari. Seperti membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian keilmuan dan memahami shirah nabawiyah.


Membaca Al-Qur’an

Harus disadari, Muslim itu butuh membaca Al-Qur’an. Bukan karena semata-mata perintah Allah Ta’ala dan keutamaan pahalanya di akhirat. Tetapi juga dikarenakan Al-Qur’an ini sangat penting dalam kehidupan kita.

Coba lihat perilaku remaja sekarang. Sedikit masalah, curhat. Syukur kalau curhat sama orang yang tepat. Nah, ini curhat di media sosial. Tak jarang loh, gara-gara curhat berujung pada penyesalan.

Mengapa remaja sekarang mudah sekali narsis dan curhat? Jawabannya mungkin bisa beragam. Namun satu di antara hal yang pasti adalah, mereka belum membiasakan diri membaca Al-Qur’an secara sungguh-sungguh.

Kalaulah mereka membaca Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh setiap hari, maka tidak perlu hati mereka galau, resah apalagi sebentar-sebentar mau narsis. Mengapa? Ada ketenangan di dalam batin mereka. Dan, ketenangan ini hanya akan diperoleh manakala kita memang membaca dengan sungguh-sungguh. Bukan sekedar hatam, tetapi meresapi maknanya.

Nah, kalau seharian, baca Al-Qur’an kita tinggalin, lantas berharap kebahagiaan darimana? Sementara Al-Qur’an itu adalah obat dan rahmat dari Allah Ta’ala. Mestinya, Al-Qur’an ini yang paling sering kita lihat, ketimbang layar handphone. Jadi, mulailah berpikir, utamanya bagaimana membiasakan diri membaca Al-Qur’an setiap hari.

Sampai-sampai dalam satu kesempatan taushiyahnya, seorang dai kondang di negeri ini pernah berkata, “Kalau saja kita bisa menatap Al-Qur’an seperti kita menatap layar handphone kita, black berry kita, saya jamin, satu tahun hafal Qur’an 30 juz.”


Mengakrabi Kajian Ilmu

Hal yang tidak kalah penting setelah berusaha membiasakan diri membaca Al-Qur’an setiap hari adalah mengikuti kajian keilmuan. Entah itu di masjid, di sekolah atau di kampus. Kita harus punya rasa haus yang tinggi akan masalah ilmu ini.

Mengapa ada sebagian dari remaja Muslim-Muslimah yang terjerembab pada budaya tidak sehat, satu sebab utamanya adalah karena minim ilmu. Ketiadaan ilmu memang rentan menyeret manusia pada kebinasaan.

Memang benar, di internet sudah tersedia banyak artikel yang mengkaji beragam bahasan penting dalam Islam. Tetapi, belajar dengan menghadiri majelis ilmu tidak sama dengan belajar via internet. Selain ada keutamaan yang jauh lebih bernilai, majelis keilmuan juga memperkenalkan kita dengan banyak orang, sehingga memungkinkan terjalin silaturrahim yang menyelamatkan kita dari sisi pergaulan yang salah.

Oleh karena itu, jangan malu apalagi gengsi untuk pergi ke masjid mengikuti kajian keilmuan. Ingat, ilmu itu penting bukan untuk siapa-siapa. Semua itu penting demi kehidupan kita sendiri. Maka jangan sia-siakan hidup dengan tidak mencintai majelis keilmuan.


Belajar Shirah Nabawiyah

Ada sebuah ungkapan menarik, “Islam memang bersumber dari Qur’an dan Hadits. Tetapi keduanya akan semakin hidup manakala kita juga memahami shirah nabawiyah. Sebab, bagaimana Qur’an dan Hadits itu dimanivestasikan, shirah nabawiyah-lah yang meneladankan.”

Dengan demikian, satu hal yang tidak boleh terlewatkan dalam agenda harian kita adalah bagaimana memahami shirah nabawi. Misalnya, kala nabi mendapat cemoohan dari orang lain, apakah beliau membalasnya atau memaafkannya.

Kalau membaca ayat yang memerintahkan kita untuk memaafkan, mungkin hati kita masih belum bisa menerima secara utuh apa untungnya memaafkan kesalahan orang. Tetapi, kalau kita lengkapi dengan mempelajari shirah nabawiyah, insya Allah hati kita akan mantab memilih memaafkan. Jadi, pelajarilah shirah nabawiyah setiap hari.

Sahabat, inilah tiga hal penting yang mesti kita lakukan setiap hari. Rahasia kesuksesan kita ditentukan oleh apa yang kita lakukan dalam keseharian kita. Dan, tidak pernah ada soerang pun bisa melakukan sebuah kebaikan dan kemanfaatan tanpa latihan setiap hari.
Jadi, demi masa depan dunia-akhirat kita, apalagi yang kita pikirkan untuk bersegera melatih diri melakukan tiga hal ini? Wallahu a’lam

Imam Nawawi (hidayatullah)

posted by @Adimin

Irwan Prayitno Resmikan Jembatan Baru Sumbar, Jarak 30 KM Jadi 1 KM

Written By Anonymous on 22 March, 2015 | March 22, 2015



Pembangunan tiga jembatan di Kabupaten Padang Pariaman diharapkan mampu menghubungkan beberapa daerah di Kabupaten Padang Pariaman. Sehingga transportasi semakin mudah diakses yang berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat setempat.


Demikian kata Bupati Pariaman, Ali Mukhni saat peresmian tiga jembatan yang dipusatkan di Desa Ampalu, Nagari Lareh Nan Panjang, Kecamatan Tujuah Koto, Kabupaten Padang Pariaman. Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno pada Jumat (20/3). Ketiga jembatan tersebut antara lain Jembatan Batang Piaman Kabupaten Padang Pariaman, Jembatan Bukik Kandung Kabupaten Tanah Datar, dan Jembatan Subang-Subang Kabupaten Agam.

“Terima kasih banyak atas bantuan Pemerintah Provinsi atas pembangunan ini. Sebelum jembatan ini dibangun, masyarakat harus menempuh jalan memutar dengan jarak hampir 30 KM. Namun setelah jembatan ini ada, masyarakat hanya menempuh jalan 1 KM saja, dan itu juga akan menghemat waktu", terang Ali Mukhni.

Sementara itu, Pelaksana Kegiatan Indra Jaya melaporkan bahwa ketiga jembatan menggunakan dana APBD Sumbar tahun anggaran 2012, 2013, 2014, dan 2015 dengan masa pelaksanaan 812 hari kalender. "Sedangkan dana yang dikucurkan untuk ketiga jembatan ini adalah 25.086.947.300 Rupiah,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Irwan mengatakan bahwa sudah ada 18 jembatan yang telah dibangun dari APBD Sumbar. Empat diantaranya sudah diresmikan di Kabupaten Solok pada Rabu (11/3), sedangkan sisanya segera dituntaskan. Irwan pun menjelaskan tentang kendala yang selama ini ditemui dalam pembangunan jembatan.

“Ada dua faktor yang menjadi kendala. Pertama, masalah tanah yang tidak gampang untuk diselesaikan. Walaupun sebenarnya masyarakat ingin sekali mewujudkan pembangunan tersebut. Namun ketika tanah dipergunakan, ternyata tanah tersebut tanah ulayat. Sehingga memerlukan proses yang panjang dan memperlambat pembangunan,” jelas Irwan.

Sedangkan masalah yang kedua, lanjut Irwan, yaitu anggaran yang terbatas. Menurutnya, sudah dapat dipastikan apabila anggaran terbatas, maka pembangunan jembatan juga akan terbentur. "Namun pemerintah provinsi sudah mengambil kebijakan dengan pembangunan secara multi years atau bertahap,” terang Irwan.

Irwan juga menyampaikan bahwa masih ada jembatan yang akan menjadi prioritas untuk dibangun. "45 jembatan yang akan menjadi prioritas dan jumlah dananya itu tergantung pada ukuran jembatan yang akan dibangun pula,” ujarnya.[islamedia.co/pks]



posted by @Adimin

Jazuli Juwaini: Jangan Budayakan Ghibah, Nasehati dengan Cara Yang Santun

Written By Anonymous on 20 March, 2015 | March 20, 2015



Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah partai dakwah, jika keluar bisa bicara dengan indah, ke dalam harus bicara lebih indah lagi. "Jangan budayakan ghibah, jangan mengadili sesama kader di belakang layar, nasehati dengan cara yang santun," ujar Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini dalam Rapat Kerja FPKS se-Lampung (12/3) lalu di Grand Anugerah.

Jazuli menyampaikan bahwa meski banyak kalangan memprediksi PKS akan hilang dalam kancah perpolitikan di Indonesia, ternyata hingga saat ini PKS masih tetap eksis. 

"Bahkan DPW Lampung harus diberi apresiasi karena anggota legislatif kita bertambah dari periode sebelumnya," lanjut legislator senior dari daerah pemilihan Banten ini.

Menurut Jazuli, beberapa hal yang menyebabkan PKS tetap eksis adalah pertolongan Allah SWT lewat ibadah-ibadah para kader yang terjaga. 

"Rasa-rasanya tidak ada kader partai yang ibadahnya dievaluasi pekanan. Hanya PKS. Mulai sholat dhuha, ma’tsurat, tahajud, tilawah, dan ibadah lainnya. Menjaga keikhlasan dalam menjalankan ibadah juga penting," tegas Jazuli di hadapan anggota dewan PKS seLampung itu.

Jazuli mengingatkan jika kader PKS tidak pandai menjaga ruhiyah, niscaya kekuatannya akan lemah. "Itu sebabnya di DPRI RI, saya menggagas untuk menggelar rapat pleno fraksi PKS setiap Senin dan Kamis diakhiri buka puasa bersama misalnya dan membiasakan dzikir matsurat berjamaah," tambah Jazuli.

Faktor lainnya yang membuat PKS eksis adalah kejujuran dan kesanggupan seluruh kader untuk berkorban demi kepentingan dakwah. 

"Maka insyaallah kemenangan dakwah akan menjadi milik kita," pungkasnya.(*)

posted by @Adimin

Pakai Nama Muhammad dan Ali di Bandara Dilarang, DPR Murka


Isu diskrimatif muncul di Indonesia, kali ini menyangkut nama Muhammad dan Ali yang identik dengan identitas seorang muslim. Perlakuan itu sendiri terjadi di autogate Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng.

Perlakukan diskriminatif ini membuat Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsy berang. Menurutnya, tindakan tersebut jelas-jelas adalah bentuk diskriminasi.

“Ini adalah bentuk diskriminasi. Hal ini seharusnya tidak boleh terjadi di Indonesia, apalagi Muhammad merupakan salah satu suku kata yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia,” kata dia saat dihubungi wartawan di Jakarta, seperti dilansir okezone.com, Kamis (19/3/2015).

Kebijakan pihak imigrasi tersebut, kata Aboe Bakar telah melukai para pengguna dua suku kata nama tersebut. Belum lagi, nama tersebut berhubungan langsung dengan pemeluk agama Islam.

“Selain itu diskriminasi ini juga melukai umat Islam, hal yang demikian sungguh menyakitkan, seolah muslim selalu dicurigai berhubungan dengan aktivitas terorisme,” tegasnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan bahwa Islamphobia yang terjadi di negara-negara Barat tidak perlu terjadi di Indonesia.

“Oleh karenanya Dirjen Imigrasi harus segera membenahi persoalan ini, sehingga jangan sampai ada diskriminasi. Apalagi kepada kelompok mayoritas di Indonesia,” pungkasnya.(*)

posted by @Adimin

Harneli: Badoncek Lewat Medsos Bantu Bedah Rumah

Written By Anonymous on 19 March, 2015 | March 19, 2015


PADANG - Komunitas Media Sosial (Medsos) Peduli, kembali badoncek untuk membangun salah satu rumah yang jadi sasaran bedah rumah. Cara ini digagas dan sudah dilakukan, istri Walikota Padang, Ny. Harneli Mahyeldi sewaktu sang suami masih sebagai Wakil Walikota Padang.

Jika komunitas pengguna media sosial yang digerakkan Ketua TP PKK Kota Padang ini langsung tergerak berpartisipasi, maka rumah yang terletak di Jalan Jambu Ampang ini bakal segera dibedah.

”Kita berharap saudara kita yang menempati rumah tak layak huni ini bisa memiliki rumah yang layak dan memenuhi standar kesehatan,” harapnya.

Gayung bersambut, banyak pengguna medsos yang tergerak mengulurkan tangan. Baik melalui komentar di status yang diposting First Lady Kota Padang yang akrab disapa Ummi ini, maupun yanh mengontak langsung.

Pengguna medsos Facebook tersebut ada yang berdomisili di Kota Padang, namun tak sedikit yang berdiam di luar Padang.

Salah satu yang merespon dengan komentar yang menyentuh adalah Sastry Y Bakry, pejabat di Kementerian Dalam Negeri yang mengawali karir di Pemko Padang.

”Subhannallah, ummi tetap konsisten dan peduli untuk membangunkan rumah si miskin. Ternyata bukan di masa - masa kampanye saja. Saya juga akan berpartisipasi ummi. Kapan perlu ajaklah saya ke lokasi,” komentarnya. [singgalang]


posted by @Adimin

Ini Cara Sumbar Antisipasi Lonjakan Harga Cabe

Written By Anonymous on 17 March, 2015 | March 17, 2015


PADANG (17/3) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menilai terjadinya inflasi di daerah bukan hanya karena mekanisme pasar, tetapi juga disebabkan oknum pedagang yang memainkan harga komoditi, terutama beras dan cabe.

“Dua komoditi ini seringkali langka di pasaran sehingga harga menjadi naik gila-gilaan, apalagi cabe. Padahal di daerah lain, harga cabe stabil, tetapi di Sumbar bisa melonjak drastis. Ada indikasi sejumlah pedagang memonopoli pasokan cabe dan menaikkan harga sesukanya di Sumbar,” kata Irwan di Padang, Senin (16/3).

Menurutnya, pemerintah harus melakukan intervensi agar tidak ada monopoli komoditi tertentu oleh pedagang.

“Monopoli ini membuat harga pasar untuk komoditi cabe hanya ditentukan oleh beberapa orang. Kita harus intervensi agar mereka tidak bisa semaunya,” ujar Irwan.

Saat ini, lanjut Irwan, Pemprov Sumbar sedang menyiapkan mekanisme dengan mengikutsertakan Perusahaan Daerah (Perusda) Andalas Tuah Sakato (ATS) untuk membantu mengendalikan harga beras dan cabe.

“ATS akan didorong bersaing dengan pedagang untuk membeli komoditi beras dan cabe langsung dari petani di Sumbar. Komoditi yang terkumpul itu nanti akan dijual langsung kepada masyarakat dengan harga yang pantas,” tutupnya. [http://irwan-prayitno.com]


posted by @Adimin

Pemkot Padang Segera Bangun Jembatan di Hulu Batang Kuranji

Written By Anonymous on 16 March, 2015 | March 16, 2015


PADANG (16/3) - Pemerintah Kota Padang segera merealisasikan pembangunan jembatan gantung di hulu Batang Kuranji.

Jembatan yang akan menghubungkan dua anak sungai, Padang Janiah dan Padang Karuah ini, mendapat anggaran sebesar Rp 700 juta dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menjelaskan, jembatan ini merupakan kebutuhan warga yang tinggal di kawasan Batu Busuak dan Bukik Sungkai, Kelurahan Lambung Bukik, Pauh.

"Selama ini, warga yang umumnya petani, kesulitan membawa hasil panen karena harus menyeberang sungai deras, terlebih di musim penghujan," kata dia di Padang, Sumatera Barat, Senin (16/3).

Ia menjelaskan, di sekitar sungai Padang Karuah, terdapat sejumlah tanaman masyarakat seperti durian, rambutan, duku, manggis dan hasil panen lainnya. Namun, kondisi medan di lokasi yang disebut Patamuan itu, sangat berat.

Pembangunan jembatan ini, selain membantu aktivitas masyarakat, juga untuk memperlancar perekonomian di kawasan sekitar.

"Itulah sebabnya kita upayakan secepatnya pembuatan jembatan," tambahnya.


posted by @Adimin

Nagari Cyber VII Koto Talago Awali Kemajuan IT Sumatera Barat


LIMA PULUH KOTA (16/3) – Meskipun kemajuan Teknologi Informasi membawa dampak negatif yang perlu dihindari, akan tetapi pemanfaatannya perlu dilakukan dengan optimal guna memajukan pembangunan daerah, terutama nagari-nagari di Sumatera Barat. Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno saat meresmikan Nagari Cyber VII Koto Talago, Kabupaten Lima Puluh Kota di SMKN 2 Guguak Ampang Gadang, Ahad siang (15/3).

“Hari ini orang butuh banyak informasi sebagai kebutuhan pokok sehari-hari, contoh saja sebuah handphone yang selalu dibawa pergi kemanapun berada. Selain menerima telepon juga untuk menelepon. Namun, handphone itu sendiri saat ini dengan kemajuan perangkatnya terus meningkatkan pelayanan yang membuat kita semakin membutuhkan teknologi informasi,” kata Irwan.

Lebih lanjut Irwan menyampaikan kemajuan Teknologi Informasi (Information Technology/IT) ini sama dengan kondisi manusia menggunakan pisau yang tajam. Dalam arti positif, ujar Irwan, kita dapat memanfaatkan untuk memasak dan lain-lain. Sedangkan dalam kondisi negatif juga bisa membunuh.

“Begitu juga dengan IT, tergantung dari siapa yang memanfaatkannya. Secara positif dia akan memberikan tambahan pengetahuan dan keahlian bagi kita dalam mengembangkan diri. Secara negatif, IT dapat mempengaruhi perilaku yang tidak baik jika memanfaatkannya pada hal-hal yang buruk,” ujar Gubernur.

Oleh karena itu, Irwan berharap peran orang tua terhadap anak dalam pemanfaatan IT perlu dilakukan. Selain itu, pada generasi muda perlu ditambahkan modal iman dan takwa yang kuat. Menurutnya, jika iman dan takwa telah ada dalam diri seseorang, ia akan mampu memanfaatkan IT sebagai kemajuan yang bermanfaat untuk peningkatan pembangunan.

“Betapa 30 tahun yang lalu kita belum kenal HP dan IT. Sehingga, kita selalu terikat dengan kondisi alam yang terbatas dalam pembangunan daerah. Hari dengan kemajuan IT dan HP ini kita dapat memantau segala hal baik dalam keluarga maupun kerja kawan-kawan di kantor, men-cek sampai dimana pekerjaan yang telah dilakukan,” katanya.

Oleh karena itu, atas nama Pemprov Sumbar, Irwan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inovasi Nagari Cyber, yang saat ini masih dilakukan pematangan program oleh pemprov. Sementara Nagari VII Koto Talago telah memulai terlebih dahulu.

“Selamat, semoga ini menjadi inspirasi bagi banyak orang terutama nagari-nagari di Sumatera Barat! Kepala Dinas Perhubungandan Kominfo Provinsi Sumbar pun menetapkan Nagari VII Kota Talago sebagai pilot project di Sumatera Barat,” ungkap Irwan.

Sementara itu, Bupati Lima Puluh Kota, Alis Marajo mengatakan keberadaan Nagari Cyber merupakan pengembangan dari pembinaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sesuai dengan aturan Permendagri tentang setiap nagari/desa perlu membentuk KIM dalam upaya menumbuhkan peran serta masyarakat dalam pembangunan di nagari.

“Pengembangan Nagari Cyber ini tentu akan mampu memberikan kemudahan dalam akses IT guna memacu pembangunan, baik sektor pendidikan, perekonomian, maupun infrastruktur guna menyejahteraan kehidupan masyarakat,” ajaknya. [Humas Pemprov Sumatera Barat]


posted by @Adimin

Revitalisasi Batu Malin Kundang Dapat Dukungan DPRD Padang


PADANG – Sejak “dikutuk jadi batu” hingga melegenda ratusan tahun kemudian, baru sekarang kapal Malin Kundang dikeruk dari pasir yang sudah menimbun bagian badan dan geladaknya. Hal itu dilakukan Pemerintah Kota Padang agar kapal Malin Kundang ini persis seperti dahulu, yaitu tersandar di muara sungai Pantai Air Manis.

Jumat (13/3), Sekretaris Daerah Kota Padang Nasir Ahmad langsung turun tangan melakukan pengerukan sedimen, menandai dimulainya revitalisasi Batu Malin Kundang dan kawasan wisata Pantai Air Manis. Wakil Ketua DPRD Padang Muhidi, Dandim 0312 Letkol Wahyudi serta dari unsur Lantamal Teluk Bayur, langsung turun tangan menandai dimulainya pengerjaan pengerukan sedimen di Pantai Air Manis tersebut.

Penataan terhadap objek wisata Pantai Air Manis ini juga mendapat dukungan dari DPRD Kota Padang. Wakil Ketua DPRD, Muhidi mengungkapkan, bila konsep untuk pengembangan objek wisata ini sudah pas dari Pemko maka DPRD akan mendukung penganggarannya.

“Kita yakin, dengan penataan objek wisata Pantai Air Manis dan Batu Malin Kundang-nya akan mengundang lebih banyak pengunjung sehingga berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” ungkap Muhidi.

Seperti diketahui, lanjut politisi PKS ini, Batu Malin Kundang merupakan primadona dari objek wisata yang ada di Kota Padang. Bukan saja karena legendanya yang dikutuk menjadi batu sudah dikenal dunia, namun keelokan alam sekitarnya pun menjadi daya tarik. Disini pengunjung bisa melampiaskan hobi berselancar (surfing), berenang dan menikmati kuliner. Ataupun sekedar berpiknik bersama keluarga sambil menikmati pemandangan laut dengan angin pantai yang lembut.

“Sejauh ini potensi di kawasan Pantai Air Manis ini belum sepenuhnya terkelola dengan maksimal. Namun, dengan melibatkan semua unsur masyarakat melalui BPOW, maka penataan yang lebih baik bisa dilakukan agar primadona ini kembali menjadi magnet bagi wisatawan,”tukas Muhidi. [Humas]


posted by @Adimin

Membuang Arogansi dan Kepongahan

 


Suatu ketika seorang musafir tiba di madinah. Laki yang baru pertama kali menginjakkan kaki di madinah itu membawa barang dagangan yang sangat banyak. Kelelahan setelah berjalan jauh musafir itu duduk beristirahat. Saat itulah muncul seorang laki2 yang kelihatan miskin dengan baju penuh tambalan. Tanpa piker panjang sang musafir meminta  orang itu untuk membawakan barnag dagangannya ke pasar. Orang itupun mengiyakan. Ditengah jalan orang orang saling berbisik menyaksikan laki2 itu memanggul barang layaknya kuli pasar. 

“tahukah kamu siapakah yang membawakan barang barang daganganmu itu ..?? bisik seseorang pada musafir. 

“tidak..”, jawabnya. “dia adalah Amirul Mukminin Umar bin Khattab.

Alangkah terkejutnya sang musafir. Ia memang belum pernah bertemu dengan Umar bin Khattab, tergopoh gopoh sang musafir meminta maaf dan membujuk Umar ra agar mau meletakkan barang bawaannya. Tapi Umar bersikeras membawanya ketempat tujuan sesuai dengan janjinya tanpa sedikitpun terbersit rasa marah atau kesal.

Diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab tarikhnya, dan Ibnu Mardawiyah dari Tsumamah bin Hazan ra. Suatu hari ketika Umar sedang menunggang keledainya ia berpapasan dengan seorang wanita tua. Wanita tua itu menghentikan langkah Umar dan menegurnya dengan nada marah (tidak dijelaskan secara pasti  apa yang dikeluhkan wanita itu kepada Umar). Mendapat perlakuan seperti itu sedikitpun Umar tidak marah. Bahkan ia tetap menerima dan menanggapinya dengan ramah tamah. 

Melihat sikap Umar ada orang yang dengan penasaran bertanya,” wahai Amirtul mukminin, mengapa engkau berlaku selemah lembut itu kepadanya……??.  Umar tersenyum dan menjawab “ aku tidak berani dengan wanita tua itu, sebab keluhannya pernah didengar oleh ALLAH swt dari balik tujuh lapis langit sehingga ALLAH menurunkan ayat pertama dari surat Al Mujadalah. Wanita itu adalah Khaulah binti Tsa’labah yang telah di dzihar oleh suaminya Aus bin Shamit.

Apa yang dilakukan oleh Umar bin Khattab diatas adalah teladan yang sangat berharga bagi siapa saja yang sedang berkuasa atau merasa memiliki kekuasaan sebesar apapun. Bahkan kekuasaan seberapapun besarnya mestinya tidak harus sampai melahirkan arogansi dan kepongahan. Tak bisa dipungkiri orang-orang yang memiliki kekuasaan  seringkali diliputi rasa gengsi. Itulah sebabnya seandainya mereka diminta untuk melakukan pekerjaan “rendahan” akan muncul rasa enggan. Bagaimana perasaan seorang ustadz dihadapan murid muridnya bila diperintah orang yang tak kenal layaknya kuli saja. Padahal dia begitu dihormati murid muridnya, bahkan oleh masyarakat umum..?? bagaimana perasaan seorang camat, gubernur, menteri, jenderal atau presiden bila tiba tiba diperintah oleh rakyat jelata..??

Sayangnya orang orang yang memiliki kedudukan tinggi, cenderung sulit menerima nasehat apalagi teguran dari orang yang lebih rendah kedudukannya. Banyak alasan yang enggan menerima koreksi bawahan. Kondisi ini akan semakin buruk bila menimpa sebuah komunitas tertentu, organisasi tertentu atau kelompok tertentu. Artinya arogansi pribadi sudah sangat buruk, apalagi bila dilakukan secara kolektif. Lebih lebih bila arogansi itu berlindung dibalik payung agama.

Mengapa kita tidak belajar dari sikap Umar ketika diomeli perempuan tua didepan umum..??. Padahal kelebihan wanita tersebut “hanya” menjadi sebab turunnya satu ayat saja dari al qur’an. Bukankah bisa saja Umar berkata “ kau ini siapa hai wanita tua, aku adalah Amirul Mukminin dan menjadi sebab turunnya empat ayat al qur’an. Tapi Umar tidak melakukan hal itu.

Siapakah kita bila dibandingkan Umar ra…?? Dizaman ia menjadi khalifah wilayah kekuasaannya meliputi dua pertiga dunia. Atas segala pribadi baiknya, Rasullullah bersabda “ kalaulah ada seorang nabi sepeninggalku, tentulah Umar orangnya..”

Siapakah kita bila dibandingkan Umar ra…?? Sementara kita paling hanya seorang ustadz, pimpinan partai, pemimpin ormas, atau segala macam jabatan lainnya. Tanpa bermaksud merendahkan setinggi apapun kekuasaaan kita, tak ada yang bisa menyamai kekuasaan Umar.

Ajaibnya sikap tawadhu dan rendah hati justru sangat dominan pada diri Umar yang terkenal keras. Ia keras dalam membela yang benar, tapi juga tunduk dan luluh menerima kebenaran. Pernah terjadi di masa Umar para gadis mensyaratkan mahar yang amat tinggi. Tentu saja hal itu menyulitkan banyak pemuda yang ingin menikah. Melihat keadaan itu Umar mematok mahar tertinggi. Seorang wanita tua memprotes kebijakan Umar dihadapan orang banyak.”Wahai Umar, apakah ketentuan itu dari ALLAH dan rasulnya ataukah dari dirimu sendiri..??? Mendengar hal itu Umar langsung membatalkan keputusannya.

Keteladanan Umar adalah hasil didikan langsung Rasulullah saw. Mereka memang para pemimpin agung yang mewarisi akhlak yang mulia. Mereka mengajarkan bagaimana mencintai kebenaran, menjunjung tinggi hokum dan keadilan. Selain itu mereka juga mengajarkan bahwa arogansi dan kepongahan tidak akan menghasilkan dan menyelesaikan apapun, justru merendahkan pelaku arogansi sendiri.

Tampaknya kita masih harus banyak belajar. Siapapun kita, sebagai rakyat, sebagai penguasa, pemimpin ormas, pemimpin keluarga, Kepala desa bahkan Presiden sekalipun, harus banyak mencontoh akhlak mulia para pendahulu kita. Jangan sampai kekuasaan seberapapun besarnya malah melahirkan sikap arogan dan kepongahan. 

Baru dipanggil ustadz, syaikh, buya atau sebutan terhormat lainnya, tidak mau menyapa dulu sebelum disapa duluan, belum bentuk-bentuk arogansi lainnya. 

Seharusnya semakin tinggi ilmu seseorang, semakin dianggap tinggi oleh masyarakat atau suatu komunitas, maka seharusnya semakin tawadhu, semakin rendah hati, dan semakin lebih mengerti dengan keadaan sekitar, bukan merasa lebih tinggi, semakin pongah…   semoga kita tidak seperti itu.

Wallahualam bishawab
     
   

posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger