pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Anggota Dewan Tumenggung Puji Walikota Padang

Written By Anonymous on 11 April, 2015 | April 11, 2015


Padang, kamis (9/4) - Imam Bintoro anggota dewan dari Kabupaten Tumenggung, Jawa Tengah puji Walikota Padang. Hal itu ia sampaikan pada saat tatap muka bersama Walikota disela-sela kunjungan kerjanya ke DPRD Padang di rumah dinas Walikota.

Ia bertemu Walikota bersama Wakil Ketua DPRD Padang Drs. Muhidi, MM dalam acara temu ramah dengan tokoh masyarakat kecamatan.

Imam mengatakan Walikota Padang sangat luar biasa karena sangat dekat dengan masyarakat dan patut di contoh oleh kepala daerah lainnya di Indonesia.

"Walikota Padang sangat luar biasa dan patut di contoh," ujarnya. 
 
Anggota dewan tiga periode ini juga berpesan kepada masyarakat agar mendukung program yang telah canangkan oleh Walikota. Apalagi melihat sifat terbuka Walikota Padang dalam hal menerima masukan dari masyarakat. (Al)


posted by @Adimin

Sambut Kemenangan di Pilkada, PKS Sungai Penuh Kunker ke Padang

Written By Anonymous on 10 April, 2015 | April 10, 2015


Padang, rabu (8/4) - Pemerintah telah menetapkan pelaksanaan Pemilihan kepala daerah (PILKADA) serentak pada tanggal 9 bulan Desember 2015 mendatang. Di Kota Sungai Penuh Jambi, PKS juga akan turut ambil bagian dalam gelaran pemilihan yang di gelar beberapa bulan lagi tersebut.

Dalam menyikapi hal tersebut PKS Sungai Penuh melakukan kunjungan kerja ke PKS Kota Padang. Rombongan yang dipimpin oleh ustad Firmansyah tiba di Kantor PKS Padang pada pukul 16:10 wib.

Kedatangan rombongan disambut oleh Ketua DPD PKS Padang Drs. Muhidi, MM beserta pengurus lainnya.

Dalam acara pembuka romobongan PKS Sungai penuh ingin belajar banyak dari PKS Padang yang telah memenangkan Pilkada Walikota beberapa waktu lalu.

"Kita memang sengaja datang dari Sungai Penuh ke Padang, tujuan pertama kita adalah bersilaturahim dan juga sekaligus ingin belajar dari PKS Padang dari kemenangan pilkada lalu," kata firmansyah.

"Kedatangan kita kesini juga adalah untuk menjemput kemenangan dakwah yang telah didapatkan oleh kader di Padang dalam Pilkada Walikota," lanjutnya.

"Dari kemenangan di Padang ini akan kita tularkan juga kepada kader di Sungai Penuh. Pada Pilkada lalu kita telah berhasil menempatkan kader kita menjadi Wakil Walikota. Pada pilkada selanjutnya kita akan menjadikannya Walikota, karena itu tepat rasanya kita bersilaturahim ke Padang," tambahnya.

Ketua DPD PKS Padang Drs. Muhidi, MM sangat menyambut baik maksud dan tujuan kedatangan pengurus daerah PKS Sungai Penuh. 

“Kami sangat menyambut baik maksud dan tujuan kedatangan saudara kita pengurus DPD Sungai Penuh ke Padang. Inilah kantor kami, mohon maaf jika ada pelayanan yang kurang pas dalam penyambutan tadi,” ujar muhidi. [humas]


posted by @Adimin

Irwan Prayitno Bakar Semangat Pengurus DPRa PKS Se-Kota Padang


Padang, Ahad (5/4) – Kader PKS yang juga Gubernur Sumbar Irwan Prayitno hadir dalam acara silaturrahim akbar pengurus DPRa PKS se-Kota Padang di Gedung LKKS Sumbar. Ratusan Pengurus DPRa dari 104 kelurah di Padang turut serta dalam kegiatan tersebut.

Dalam acara yang dimulai pada pukul 14:00 wib ini, Irwan mengajak kepada seluruh pengurus DPRa untuk selalu bekerja dengan ikhlas agar pekerjaan yang dilakukan mendapatkan keberkahan dari Allah swt dan juga mendapat pertolongan dari ALLAH untuk kemenangan dalam dakwah,” kata Irwan.

Selain itu Irwan juga berbagi pengalaman tentang kiprahnya menjadi seorang Gubernur yang hampir kurang lebih lima tahun memimpin Sumatera Barat. Baginya yang terpenting adalah kita terus bekerja dan bekerja.

“itu kata kunci yang terpenting, kerja kerja dan kerja,” ujarnya di hadapan pengurus DPRa. 

Dengan kerja yang kita lakukan biarkan orang yang menilainya, yang penting kita telah berbuat dengan ikhlas,” tambahnya.

Pengurus DPRa yang sangat antusias mengikuti acara ini, beberapa kali riuh tepuk tangan terdengar di dalam gedung tersebut. 

Acara yang selesai menjelang ashar ini juga di hadiri oleh Muhidi, Arwim El Ibrahimi, dan Muharlion, masing masing selaku Ketua DPD, Wakil Ketua dan Sekretaris Umum PKS Kota Padang. Diharapkan dengan adanya pertemuan tersebut mampu menyamakan suhu dan menambah semangat seluruh kader PKS untuk tetap istiqomah dalam menjalankan agenda-agenda dakwah kedepan. [humas]


posted by @Adimin

Anak yang Dibesarkan dengan Doa


Kedekatan dengan Penciptanya akan memudahkan semua hal yang dibutuhkan dalam tumbuh kembangnya menjadi manusia yang kelak akan meninggikan kalimat Allah Subhanahu Wata’ala dimuka bumi ini

DINI HARI, seorang anak bangun dengan tubuh yang menggigil. Panas tinggi yang bersarang, membuatnya merengek pada ibunya. Pertama minta diambikan minum, kemudian minta dipijat karena badan bagian belakangnya sakit, kemudian minta dielus-elus kepalanya. Beberapa saat kemudian, deru nafasnya sudah mulai mereda dan matanya mulai mengatup. Si ibu pun mulai terlelap karena kelelahan menjaga buah hatinya yang sedang demam tersebut.

Namun, lagi-lagi balita berumur empat tahun itu terjaga, ia menarik jari ibunya yag masih menempel di kepalanya. Sang ibu pun ikut terjaga, “Ada apa, Nak? Ibu kira kamu sudah tidur.” Balita itu menjawab, “Aku belum bisa tidur, Bu. ‘Kan aku belum berdoa.” Ibunya tersenyum dan menuntun balitanya itu berdoa sebelum tidur. Tak lama, buah hatinya itu kembali terlelap.


Awal Kejayaan Umat

Berdoa mungkin menjadi bagian yang sudah dibiasakan dalam kehidupan anak, bahkan tidak ada taman kanak-kanak muslim yang lupa mengharuskan anak-anak didiknya menghapal doa sehari-hari. Anak-anak kita yang cerdas, begitu cepat menghapal doa sehari-hari yang diajarkan kita di rumah maupun gurunya di sekolah. Namun, betapa banyak anak-anak kita yang juga sangat cepat melafalkan doa tersebut dengan sekadarnya, manakala kita memintanya berdoa ketika hendak melakukan sesuatu. Doa kepada Penciptanya meluncur deras dari mulut mereka laksana hapalan rumus atau perkalian angka, tanpa bekas yang mengakar dalam jiwa mereka.

Padahal doa sejatinya adalah sumsumnya ibadah ummat ini. Begitu pula anak-anak yang kemudian tumbuh menjadi manusia dewasa yang lebih percaya pada apa yang mampu dilakukannya, dibandingkan kuasa Sang Pemilik Semesta untuk menetapkan apapun yang akan terjadi. Termasuk hal yang tidak diharapkan. Meski mereka adalah orang-orang yang mengenal iman sejak usia dini. Maka, berdoa pun kini menjadi hak orang-orang yang dianggap pandai merangkai doa untuk kemudian diamini.

Padahal kejayaan ummat ini berada dalam untaian doa yang dihantarkan ke ‘Arsy tempat Allah Subhanahu Wata’ala bertahta. Ingatlah Rasulullah Saw yang menghiba pada Allah Al-Malik sebelum ia mengarungi peperangan Badar bersama para sahabat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam berdoa, “Ya Allah, jika Engkau membinasakan kelompok ini (para sahabat) pada hari ini, Engkau tidak akan disembah.” Rasulullah terus berdoa hingga Abu Bakar mengingatkan Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wassallam bahwa Allah Subhanahu Wata’ala tidak akan mengingkari janji-Nya. (Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam)

Padahal bagaimana mungkin Rasulullah Saw ragu pada janji Allah Subhanahu Wata’ala? Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam pun tak pernah meragukan loyalitas dan kualitas para sahabat dalam menghadapi musuh. Apalagi Rasulullah pun seseorang yang memiliki pengalaman berperang dan fisik yang kuat. Namun, Rasulullah terus berdoa. Kejayaan ummat ini pun terletak pada tersambungnya doa Rasulullah Saw yang demikian khawatir akan kekalahan Kaum Muslimin dan harapnya pada pertolongan Allah Yang Mahaperkasa.

Poin ketakutan akan tak tersambungnya ikhtiar dengan pertolongan Allah Subhanahu Wata’ala dan besarnya harapan akan janji Allah Subhanahu Wata’ala yang tak pernah diingkari inilah yang semakin memudar dalam jiwa anak-anak kita. Namun, disinilah sejatinya perjuangan yang harus kita tempuh agar kelak kita tak hanya mewariskan anak-anak yang kuat menggenggam dunia tetapi hatinya juga selalu kokoh terikat dengan akhirat.

Anak akan merasa butuh untuk berdoa manakala ia menyadari bahwa ada kekuatan yang Mahakuasa untuk melindunginya dan memberikan yang terbaik padanya, lebih dari dirinya bahkan melebihi apa yang selama ini dilakukan orangtuanya. Alangkah baik untuk mengenalkan anak pada keperkasaan Allah Subhanahu Wata’ala melalui hal-hal yang berada di luar jangkauan manusia untuk mengendalikannya.

Seperti yang terjadi pada suatu sore manakala hujan turun dengan lebatnya diiringi petir yang menyambar-nyambar.  Seorang anak menarik lengan ibunya yang tengah sibuk membereskan apa-apa yang dikhawatirkan terkena bocor. Ibunya dikejutkan oleh kata-kata sang anak, “Ibu, sini dulu. Beldoa dulu yuk sama Allah, supaya lumah (rumah) kita nggak banjil (banjir),” demikianlah celoteh cadel balita mungil itu yang membuat ibunya sejenak terperangah. Betapa ia sibuk membereskan apa-apa yang mampu dijangkaunya tetapi si anak justru mengajaknya memohon pada Robb-nya terlebih dahulu.


Dimulai dari Doa

Menanamkan keyakinan pada anak bahwa ada kekuatan yang Mahaperkasa dibandingkan apa yang manusia mampu lakukan adalah bagian dari menanamkan iman. Bahwa kekuatan manusia justru terletak pada kepasrahannya pada Allah Subhanahu Wata’ala.  Memperlihatkan pada anak bahwa ada hal-hal yang terjadi dengan kekuatan doa, seperti kisah-kisah Rasulullah dalam peperangan, akan menambah keyakinannya bahwa doa untuk memperoleh pertolongan Allah Subhanahu Wata’ala adalah kebutuhan yang tak dapat ditinggalkan.

Maka, alangkah indahnya, bila kita selalu meyakinkan pada anak bahwa Allah Subhanahu Wata’ala selalu sayang padanya. Kasih sayang Allah Subhanahu Wata’ala lebih besar dari apapun yang mampu dilihat oleh panca indera kita. Karena itu, kita selalu bisa melihat dan merasakan kasih sayang Allah Subhanahu Wata’ala, walau kita tak dapat melihat Allah Subhanahu Wata’ala saat ini.  Pemahaman-pemaham inilah yang akan mendekatkan anak pada Allah Subhanahu Wata’ala, merasa bahwa Allah Subhanahu Wata’ala disisinya dan selalu memperhatikannya.

Kedekatan dengan Pencipta akan memudahkan semua hal yang dibutuhkan dalam tumbuh kembangnya menjadi manusia yang kelak akan meninggikan kalimat Allah Subhanahu Wata’ala dimuka bumi ini. Semakin lekat hati mereka dengan doa-doa yang selalu dipanjatkannya, maka dengan izin-Nya akan semakin lembut hatinya untuk tunduk pada titah-Nya. Hingga kalimat-kalimat-Nya pun akan semakin kokoh mengakar dalam hatinya. Menjadi tolak ukur kebenaran, menjadi kompas kehidupan, dan kelak ia akan benar-benar membaktikan dirinya sebagai orang-orang yang membela agama Allah Subhanahu Wata’ala.

Semua bermula dari doa. Dari ketundukkan hati yang membawanya pada kesalehan dan ketegapan untuk menjadi prajurit Allah SWT. Layaknya generasi saleh diawal bersinarnya Islam, yang berjalan tegap menghadapi berbagai kemusykilan dengan hanya berharap pada pertolongan-Nya saja. Yang gagah menantang para penguasa dunia dengan ketundukkan pada perintah Allah dan Rasul-Nya. Yang meninggikan jiwa karena kebanggaannya menjadi hamba Allah dan bukan karena apa yang digenggamnya.

Semua bermula dari doa. Dari permohonan dan ketakutan tidak dipedulikannya iman dan pengorbanannya oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Maka, alangkah indahnya bila kita pun menjadi contoh bagi anak-anak kita tentang bagaimana memasrahkan diri dalam doa. Meminta bukan karena ingin menjadi mulia dimata manusia, melainkan karena ingin diberi kesempatan untuk melakukan kebaikan dengan apa yang diberi-Nya. Memulai dengan doa, bukan karena ingin berhasil dan diiringi decak kagum manusia, tetapi karena yakin bahwa penentu akhir dari apa yang kita usahkan hanyalah Allah saja.

Maka, marilah memulai dengan doa. Agar anak-anak kita menjadi orang-orang yang saleh dan selalu melakukan apapun dalam payungan doa. Karena, doa kitalah yang akan menuntun hatinya untuk selalu berdoa.

Kartika Ummu Arina


posted by @Adimin

Warganya Terjebak di Yaman, Gubernur Sumbar Datangi Kemenlu

Written By Anonymous on 09 April, 2015 | April 09, 2015



PADANG - Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Irwan Prayitno mengaku telah mendatangi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI untuk mengkomunikasikan terkait warganya yang masih berada di tengah konflik Yaman.

Ia menuturkan, dari sekian banyak pesawat yang mengevakuasi WNI dari Yaman, belum ada satupun warga Sumbar yang tiba di tanah air. "Tapi nama-nama orang Sumbar yang mahasiswa sudah terdata semua oleh Kemenlu dan sekarang sudah proses," kata Irwan di Padang, Sumbar, Kamis (9/4).

Dikatakannya, Kemenlu tengah berupaya mengeluarkan 89 WNI, termasuk 25 warga Sumbar, yang masih terjebak di dalam asrama Arbithah Attarbiyyah Al Islamiyyah Wamarookizuhaa Atta'limiyyah di Crytar, Aden, Yaman agar dapat sampai ke pelabuhan. Saat ini, lanjut dia, Departemen Luar Negeri (Deplu) sudah melakukan komunikasi atau kontak dengan para WNI tersebut yang masih terkurung di asrama.

"Tinggal mencari waktu yang tepat untuk dikeluarkan dari asrama di Aden itu," ujar Irwan.

Menurut Irwan, saat ini semua warga Sumbar yang masih berada di Aden, Yaman, dalam kondisi sehat. Hanya saja, kata dia, beberapa di antara para mahasiswa asal Sumbar ini mengalami stres akibat cemas.

"Kita tak bisa juga memaksa (Kemenlu), lagi pula kami, daerah tak ada kewenangan langsung ke situ. Tapi kita pantau terus, mereka aman gak ada masalah," tutur dia menambahkan. [ROL]
 

posted by @Adimin

Mereka Kita Aku dan Kamu PKS


Kadang jerih payah seperti tak berguna, Lelah letih dibalas dengan cacian
Keringat mengalir begitu saja untuk dilupakan


Ketika air semata kaki, kalian telah bersiaga
Ketika air diatas lutut, posko kalian telah berdiri

Para laki-laki dengan sigap mengangkat logistik
Tanpa lelah melakukan evakuasi
Tak berhenti menolong para korban
Seolah tenaga kalian tak pernah habis

Para wanita tak mau kalah
Berbagai bahan makanan di ubah menjadi makanan lezat
Pakain bekas layak pakai dikumpulkan
Anak-anak diberikan hiburan sederhana
Yang membuat lupa akan bencana
Tak terlihat cemberut kesal lelah, hanya senyum manis selalu di umbar

Tua, muda, kaya , miskin, seagama, berbeda keyakinan
Tak ada yang dibedakan,  semua sama di perlakukan
Semua dibelai, semua di usap

Tak pernah mereka meminta imbalan,
Tidak pula balas jasa mereka tuntut,
Hanya keyakinan pada yang maha kuasa
Mendapat ridha ilahi, itu yang dicari

Kadang jerih payah seperti tak berguna
Lelah letih dibalas dengan cacian
Keringat mengalir begitu saja untuk dilupakan

Tapi itu tidak menjadi soal
Yang penting dapat menolong
Yang penting berbuat untuk negeri
Bukan hanya bicara tanpa aksi

Mereka adalah teman dan sahabat kita
Mereka adalah  kakak dan adik kita
Mereka adalah orang baik di negeri ini
Mereka adalah kader PKS
Mereka adalah kita, aku, dan kamu

Untuk kalian wahai kader PKS
Istiqamah lah di jalan Allah
Tetap lah berjuang untuk masyarakat
Jaga amanah bangsa, untuk memperbaiki

17 tahun sudah dilalui, selangkah lagi terbang tinggi
Jalan dakwah kalian pilih, untuk menggapai ridha Ilahi

Semoga Allah menjaga dan meridhai kalian kader PKS
#PKSweet17
8 April 2015
@namakoeian


posted by @Adimin

Rakor Bid. Puan PKS Padang, Mantapkan Pendataan 73 Titik Pos EKA


Padang, ahad (5/4) – Bidang Perempuan DPD PKS Kota Padang melaksanakan Rapat Koordinasi (rakor) dengan seluruh bidang perempuan Dewan Pengurus Cabang PKS se-Kota Padang di ruang pleno DPD PKS Padang.

Dalam rakor tersebut ketua Bid. Puan PKS, Rona Rossa menyampaikan ada beberapa point yang menjadi bahasan. Salah satunya tentang pendataan Pos Ekonomi Keluarga (Pos EKA) yang sudah terbentuk di 73 titik di Kota Padang. Ia menekankan kepada setiap DPC agar menuntaskan pendataan Pos EKA seluruhnya segera di selesaikan.

Saat ini di beberapa titik Pos EKA yang ada sudah berhasil menggerakkan ibu-ibu rumah tangga dalam hal peningkatan ekonomi keluarga. Seperti di Kecamatan Padang Utara dan Kuranji yang bergerak dalam kerajinan Aklirik, telah banyak hasil kerajinan yang di hasilkan dalam bentuk pas bunga, tempat minuman,"ujar Rona Rossa usai rakor kepada humas DPD PKS.

Pos EKA juga mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yaitu memanfaatkan kawasan pekarangan rumah dengan menanam sayuran hijau dengan polibet. Bersama Ibu-ibu di Kelurahan Andalas Pos EKA telah berhasil menjadi pilot project KRPL tersebut dan menjadi percontohan Pos EKA lain di Padang," imbuh Ronna Rosa.

Rakor yang diadakan setiap tiga bulan ini juga membahas agenda terdekat yang akan dilaksanakan oleh bid. Puan PKS. Diantara kegiatan terdekat yang akan dilaksanakan adalah Talk Show Rumah Keluarga Indonesia (RKI) dengan tema “Home Sweet Home”. 

Insya allah tanggal 19 april akan kita laksanakan talk show tersebut. Selain itu, masih dalam bulan ini bid. Puan PKS juga akan membentuk Funs Club Anak Kader,” ujarnya.

Rona Rossa juga mengharapakan kepada seluruh Bid. Puan DPC untuk menginformasikan kepada masyarakat acara  Talk Show tersebut. Serta meminta kepada DPC juga mendata anak kader yang akan dimasukkan kedalam Funs Club Anak Kader. (Al)


posted by @Adimin

Anis Matta: Keikhlasan Luar Biasa dari Sosok Ma'mur Hasanudin

Written By Anonymous on 07 April, 2015 | April 07, 2015

 
Jakarta (6/4) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan, bahwa PKS sangat kehilangan dengan wafatnya Ketua Wilayah Dakwah (Wilda) Banten, Jakarta dan Jawa Barat (Banjabar) Ma'mur Hasanuddin. Hal ini disampaikan Anis usai mengkuti sholat jenazah Almarhum Ma'mur Hasanuddin di Masjid Komplek Rumah Jabatan Anggota DPR RI, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (6/4).

"Atas nama pribadi dan atas nama kelurga besar PKS, merasa sangat kehilangan dan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara kami, kader kami, dan pemimpin kami, KH Ma'mur Hasanuddin," kata Anis.

Anis menilai, dirinya melihat keikhlasan yang luar biasa pada sosok pria yang semasa hidupnya akrab disapa Ustadz Ma'mur itu.

"Kami sangat kehilangan sekali atas meninggalnya beliau, karena selama beliau ada dalam kepengurusan di partai ini, beliau mengisi ruang kosong yang sangat besar dan memikul beban yang sangat berat yang selama ini beliau pikul dengan penuh keikhlasan, penuh rasa tanggungjawab dan kerja keras yang tiada henti-hentinya," tutur Anis.

Menurutnya, tidak gampang bagi kader PKS untuk mengisi posisi amanah yang ditinggalkan Ustadz Ma'mur dalam kepengurusan PKS.

'Kita merasa kehilangan yang sangat mendalam, karena kami yakin bahwa ruang yang kosong ini tidak akan gampang untuk diisi kembali oleh kita yang masih diberikan waktu oleh Allah SWT untuk melanjutkan perjuangan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Anis turut mendoakan Ustadz Ma'mur agar diterima semua amal ibadahnya dan diampuni segala dosa-dosanya.

"Dan semoga Allah mengumpulkan kami bersama beliau kelak di surga-Nya bersama Rasulullah dan para sahabatnya, para suhada, para sholihin dan mudah-mudahan itu adalah pertemuan dari persaudaraan dan persahabatan yang baik,” pungkas Anis.

Keterangan Foto:

Presiden PKS Anis Matta (kanan, berbaju hitam) saat memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah Alm. Ma'mur Hasanudin di Masjid Komplek Rumah Jabatan Anggota DPR RI, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (6/4). 
 
[pks.id]
 

posted by @Adimin

Sosok Ma'mur Hasanuddin di Mata Hidayat Nur Wahid

Written By Anonymous on 06 April, 2015 | April 06, 2015

Sosok Ma'mur Hasanuddin di Mata Hidayat Nur Wahid
Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Ma'mur Hasanuddin, meninggal dunia pada hari ini, Senin 6 April 2015, sekitar pukul 10.15 WIB. Banyak kolega atau kerabat yang merasa kehilangan atas kepergian almarhum tak terkecuali Hidayat Nur Wahid.

Tokoh PKS yang kini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua MPR ini memiliki kenangan khusus terhadap almarhum. Menurut dia, almarhum adalah sosok pekerja keras dan loyal kepada partai.

"Seseorang yang memiliki idealisme dikenal tidak pernah membuat kontroversi," kata Hidayat saat dihubungi VIVA.co.id, beberapa saat yang lalu.

Hidayat juga menilai Ma'mur adalah tipe kader yang mengayomi anggota partai, serta amanah. Selain menjadi anggota DPR, almarhum juga secara baik melaksanakan tugas sebagai Ketua DPP PKS Wilayah Banten, Jakarta dan Jawa Barat (Banjabar) dan aktif dalam pertemuan-pertemuan organisasi muslim Indonesia dan internasional.

"Beliau orang yang rendah hati, ramah, sosok yang potensial. Kami kehilangan. Beliau meninggal di usia yang relatif masih muda," ujar Hidayat.
Ma'mur lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 19 Desember 1959. Dia tercatat pernah menjadi anggota Komisi IV DPR periode 2009-2014. Pada Pemilu Legislatif lalu, Ma'mur terpilih lagi dari daerah pemilihan Jawa Barat II. [politik.news.viva.co.id]


posted by @Adimin

Ma’mur Hasanudin, Pejuang Petani dan Nelayan Itu Wafat


 
JAKARTA (6/4) - Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Senin, 6 April 2015 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kehilangan salah satu kader terbaiknya, Ketua Bidang Wilayah Dakwah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat (Wilda Banjabar) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS, Ma’mur Hasanudin.

Pria yang akrab disapa Ustadz Ma’mur tersebut meninggal dunia pada pukul 10.30 WIB di kediamannya, Jalan Lafran Fane Kelapa Dua, Cimanggis-Depok, Jawa Barat. Selain mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Wilda Banjabar, Ustadz Ma’mur juga Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS.

“Seluruh Anggota DPR/MPR RI Fraksi PKS berduka cita atas wafatnya kader terbaik kami, H. Ma’mur Hasanudin (DPR 2014-2019). Mohon doa saudara-saudaraku semua,” tulis Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini melalui akun twitternya @JazuliJuwaini.

Berdasarkan informasi yang diperoleh pewarta, Almarhum Ustadz Ma’mur dishalatkan di Komplek DPR RI Kalibata, Jakarta Selatan, pada pukul 14.00 WIB. Setelah itu, jenazah akan dimakamkan di Pemakaman Kampung Pasircabe, Subang, Jawa Barat.

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah wafat Ustadz Ma’mur Hasanudin pukul 10.30. Insya Allah akan disholatkan di Masjid Al Amin, Komplek DPR pukul 14.00,” jelas akun twitter @hadimulyadi68 yang merupakan milik Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Hadi Mulyadi.

Sejumlah tokoh maupun dewan pengurus PKS, baik pusat, wilayah, hingga daerah, melakukan takziah ke kediaman Ustadz Ma’mur di Komplek DPR RI, Kalibata. Beberapa diantaranya menyampaikan bela sungkawa melalui akun media sosial.

“Semoga Allah luaskan kuburnya, diterima seluruh ibadahnya, diampuni salah dan khilafnya dan dimasukkan ke surga-Nya, dan keluarga besar diberikan kesabaran. Aamiin… Ustadz Ma’mur Hasanudin guru dan sahabat yang luar biasa. Saya sangat kehilangan,” ungkap Anggota Komisi V DPR RI dalam akun Facebook-nya, Yudi Widiana Adia.

Ma’mur Hasanudin lahir di Tasikmalaya, 19 Desember 1959. Direktur World Assembly of Moslem Youth (WAMY) untuk Indonesia periode 1992-2004 itu merupakan legislator PKS dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat II, meliputi Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Selama menjadi Anggota DPR RI (2009-2015), Ustadz Ma’mur diamanahkan pada komisi yang membidangi masalah pertanian dan kelautan.

Menurut Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Shiddiq, Almarhum yang meninggalkan seorang isteri, Anni Rosyidah, dan 7 orang anak tersebut, dikenal sebagai anggota dewan yang kritis dan banyak memberikan kontribusi bagi Kementerian Pertanian dan Kelautan.

“Beliau juga banyak membantu masyarakat di daerah pemilihannya dan di luar daerah pemilihannya, khususnya petani dan nelayan. Indonesia akan merindukan sosok seperti Almarhum H. Ma’mur Hasanudin,” kata Mahfudz melalui siaran persnya, Senin (6/4).

Selamat jalan Ustadz Ma’mur. Semoga segala amal ibadah dan perjuangan dakwah Almarhum diterima dan ditempatkan yang terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin.

[pks.id]


posted by @Adimin

Politisi Senior PKS Ma'mur Hasanuddin Meninggal Dunia

Sosok Ma'mur Hasanuddin di Mata Hidayat Nur Wahid
Politisi senior Partai Keadilan Sejahtera, Ma'mur Hasanuddin meningga dunia pada hari ini, Senin 6 April 2015. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ma'mur meninggal karena sakit.

"Saya dikabari oleh staf beliau, Pak Ilyas. Beliau meninggal pada pukul 10.15 WIB," kata politisi PKS, Hidayat Nur Wahid, saat dihubungi VIVA.co.id beberapa saat yang lalu.

Hidayat mengatakan, almarhum Ma'mur sudah lama dirawat di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

"Beliau sakit dirawat di RSCM. Tapi detail penyakitnya saya kurang tahu pasti," kata Hidayat lagi.

Hidayat menjelaskan, saat ini jenazah berada di rumah duka di Depok, Jawa Barat. Berdasarkan sepengetahuannya, almarhum nanti akan disalatkan di Masjid Kompleks DPR di Kalibata, Jakarta Selatan.

"Beliau termasuk yang berpandangan jenazah perlu disegerakan untuk dimakamkan. Kemungkinan besar (dimakamkan) saat shalat dzuhur atau sebelumnya. Terus dibawa ke Subang, dimakamkan di sana," tutur Wakil Ketua MPR tersebut. [politik.news.viva.co.id]

posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger