Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
April 11, 2015
posted by @Adimin
Anggota Dewan Tumenggung Puji Walikota Padang
Written By Anonymous on 11 April, 2015 | April 11, 2015
Padang, kamis (9/4) - Imam Bintoro anggota dewan dari Kabupaten Tumenggung, Jawa Tengah puji Walikota Padang. Hal itu ia sampaikan pada saat tatap muka bersama Walikota disela-sela kunjungan kerjanya ke DPRD Padang di rumah dinas Walikota.
Ia bertemu Walikota bersama Wakil Ketua DPRD Padang Drs. Muhidi, MM dalam acara temu ramah dengan tokoh masyarakat kecamatan.
Imam mengatakan Walikota Padang sangat luar biasa karena sangat dekat dengan masyarakat dan patut di contoh oleh kepala daerah lainnya di Indonesia.
"Walikota Padang sangat luar biasa dan patut di contoh," ujarnya.
Ia bertemu Walikota bersama Wakil Ketua DPRD Padang Drs. Muhidi, MM dalam acara temu ramah dengan tokoh masyarakat kecamatan.
Imam mengatakan Walikota Padang sangat luar biasa karena sangat dekat dengan masyarakat dan patut di contoh oleh kepala daerah lainnya di Indonesia.
"Walikota Padang sangat luar biasa dan patut di contoh," ujarnya.
Anggota dewan tiga periode ini juga berpesan kepada masyarakat agar mendukung program yang telah canangkan oleh Walikota. Apalagi melihat sifat terbuka Walikota Padang dalam hal menerima masukan dari masyarakat. (Al)
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 10, 2015
“Kami
sangat menyambut baik maksud dan tujuan kedatangan saudara kita pengurus DPD
Sungai Penuh ke Padang. Inilah kantor kami, mohon maaf jika ada pelayanan yang
kurang pas dalam penyambutan tadi,” ujar muhidi. [humas]
posted by @Adimin
Sambut Kemenangan di Pilkada, PKS Sungai Penuh Kunker ke Padang
Written By Anonymous on 10 April, 2015 | April 10, 2015
Padang,
rabu (8/4) - Pemerintah telah menetapkan pelaksanaan Pemilihan kepala daerah (PILKADA)
serentak pada tanggal 9 bulan Desember 2015 mendatang. Di Kota Sungai Penuh
Jambi, PKS juga akan turut ambil bagian dalam gelaran pemilihan yang di gelar
beberapa bulan lagi tersebut.
Dalam
menyikapi hal tersebut PKS Sungai Penuh melakukan kunjungan kerja ke PKS Kota
Padang. Rombongan yang dipimpin oleh ustad Firmansyah tiba di Kantor PKS Padang
pada pukul 16:10 wib.
Kedatangan
rombongan disambut oleh Ketua DPD PKS Padang Drs. Muhidi, MM beserta pengurus
lainnya.
Dalam
acara pembuka romobongan PKS Sungai penuh ingin belajar banyak dari PKS Padang
yang telah memenangkan Pilkada Walikota beberapa waktu lalu.
"Kita
memang sengaja datang dari Sungai Penuh ke Padang, tujuan pertama kita adalah
bersilaturahim dan juga sekaligus ingin belajar dari PKS Padang dari kemenangan
pilkada lalu," kata firmansyah.
"Kedatangan
kita kesini juga adalah untuk menjemput kemenangan dakwah yang telah didapatkan
oleh kader di Padang dalam Pilkada Walikota," lanjutnya.
"Dari
kemenangan di Padang ini akan kita tularkan juga kepada kader di Sungai Penuh.
Pada Pilkada lalu kita telah berhasil menempatkan kader kita menjadi Wakil
Walikota. Pada pilkada selanjutnya kita akan menjadikannya Walikota, karena itu
tepat rasanya kita bersilaturahim ke Padang," tambahnya.
Ketua
DPD PKS Padang Drs. Muhidi, MM sangat menyambut baik maksud dan tujuan
kedatangan pengurus daerah PKS Sungai Penuh.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 10, 2015
posted by @Adimin
Irwan Prayitno Bakar Semangat Pengurus DPRa PKS Se-Kota Padang
Padang, Ahad (5/4) – Kader PKS yang juga Gubernur Sumbar Irwan Prayitno hadir dalam acara silaturrahim akbar pengurus DPRa PKS se-Kota Padang di Gedung LKKS Sumbar. Ratusan Pengurus DPRa dari 104 kelurah di Padang turut serta dalam kegiatan tersebut.
Dalam acara yang dimulai pada pukul 14:00 wib ini, Irwan mengajak kepada seluruh pengurus DPRa untuk selalu bekerja dengan ikhlas agar pekerjaan yang dilakukan mendapatkan keberkahan dari Allah swt dan juga mendapat pertolongan dari ALLAH untuk kemenangan dalam dakwah,” kata Irwan.
Selain itu Irwan juga berbagi pengalaman tentang kiprahnya menjadi seorang Gubernur yang hampir kurang lebih lima tahun memimpin Sumatera Barat. Baginya yang terpenting adalah kita terus bekerja dan bekerja.
“itu kata kunci yang terpenting, kerja kerja dan kerja,” ujarnya di hadapan pengurus DPRa.
Dengan kerja yang kita lakukan biarkan orang yang menilainya, yang penting kita telah berbuat dengan ikhlas,” tambahnya.
Pengurus DPRa yang sangat antusias mengikuti acara ini, beberapa kali riuh tepuk tangan terdengar di dalam gedung tersebut.
Acara yang selesai menjelang ashar ini juga di hadiri oleh Muhidi, Arwim El Ibrahimi, dan Muharlion, masing masing selaku Ketua DPD, Wakil Ketua dan Sekretaris Umum PKS Kota Padang. Diharapkan dengan adanya pertemuan tersebut mampu menyamakan suhu dan menambah semangat seluruh kader PKS untuk tetap istiqomah dalam menjalankan agenda-agenda dakwah kedepan. [humas]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 10, 2015
posted by @Adimin
Anak yang Dibesarkan dengan Doa
Kedekatan dengan Penciptanya akan memudahkan semua hal yang dibutuhkan
dalam tumbuh kembangnya menjadi manusia yang kelak akan meninggikan
kalimat Allah Subhanahu Wata’ala dimuka bumi ini
DINI HARI, seorang anak
bangun dengan tubuh yang menggigil. Panas tinggi yang bersarang,
membuatnya merengek pada ibunya. Pertama minta diambikan minum, kemudian
minta dipijat karena badan bagian belakangnya sakit, kemudian minta
dielus-elus kepalanya. Beberapa saat kemudian, deru nafasnya sudah mulai
mereda dan matanya mulai mengatup. Si ibu pun mulai terlelap karena
kelelahan menjaga buah hatinya yang sedang demam tersebut.
Namun, lagi-lagi balita berumur empat
tahun itu terjaga, ia menarik jari ibunya yag masih menempel di
kepalanya. Sang ibu pun ikut terjaga, “Ada apa, Nak? Ibu kira kamu sudah
tidur.” Balita itu menjawab, “Aku belum bisa tidur, Bu. ‘Kan aku belum
berdoa.” Ibunya tersenyum dan menuntun balitanya itu berdoa sebelum
tidur. Tak lama, buah hatinya itu kembali terlelap.
Awal Kejayaan Umat
Berdoa mungkin menjadi bagian yang sudah
dibiasakan dalam kehidupan anak, bahkan tidak ada taman kanak-kanak
muslim yang lupa mengharuskan anak-anak didiknya menghapal doa
sehari-hari. Anak-anak kita yang cerdas, begitu cepat menghapal doa
sehari-hari yang diajarkan kita di rumah maupun gurunya di sekolah.
Namun, betapa banyak anak-anak kita yang juga sangat cepat melafalkan
doa tersebut dengan sekadarnya, manakala kita memintanya berdoa ketika
hendak melakukan sesuatu. Doa kepada Penciptanya meluncur deras dari
mulut mereka laksana hapalan rumus atau perkalian angka, tanpa bekas
yang mengakar dalam jiwa mereka.
Padahal doa sejatinya adalah sumsumnya
ibadah ummat ini. Begitu pula anak-anak yang kemudian tumbuh menjadi
manusia dewasa yang lebih percaya pada apa yang mampu dilakukannya,
dibandingkan kuasa Sang Pemilik Semesta untuk menetapkan apapun yang
akan terjadi. Termasuk hal yang tidak diharapkan. Meski mereka adalah
orang-orang yang mengenal iman sejak usia dini. Maka, berdoa pun kini
menjadi hak orang-orang yang dianggap pandai merangkai doa untuk
kemudian diamini.
Padahal kejayaan ummat ini berada dalam
untaian doa yang dihantarkan ke ‘Arsy tempat Allah Subhanahu Wata’ala
bertahta. Ingatlah Rasulullah Saw yang menghiba pada Allah Al-Malik
sebelum ia mengarungi peperangan Badar bersama para sahabat. Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wassallam berdoa, “Ya Allah, jika Engkau membinasakan kelompok ini (para sahabat) pada hari ini, Engkau tidak akan disembah.”
Rasulullah terus berdoa hingga Abu Bakar mengingatkan Rasulullah
Shallallahu ‘Alahi Wassallam bahwa Allah Subhanahu Wata’ala tidak akan
mengingkari janji-Nya. (Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam)
Padahal bagaimana mungkin Rasulullah Saw
ragu pada janji Allah Subhanahu Wata’ala? Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wassallam pun tak pernah meragukan loyalitas dan kualitas para sahabat
dalam menghadapi musuh. Apalagi Rasulullah pun seseorang yang memiliki
pengalaman berperang dan fisik yang kuat. Namun, Rasulullah terus
berdoa. Kejayaan ummat ini pun terletak pada tersambungnya doa
Rasulullah Saw yang demikian khawatir akan kekalahan Kaum Muslimin dan
harapnya pada pertolongan Allah Yang Mahaperkasa.
Poin ketakutan akan tak tersambungnya
ikhtiar dengan pertolongan Allah Subhanahu Wata’ala dan besarnya harapan
akan janji Allah Subhanahu Wata’ala yang tak pernah diingkari inilah
yang semakin memudar dalam jiwa anak-anak kita. Namun, disinilah
sejatinya perjuangan yang harus kita tempuh agar kelak kita tak hanya
mewariskan anak-anak yang kuat menggenggam dunia tetapi hatinya juga
selalu kokoh terikat dengan akhirat.
Anak akan merasa butuh untuk berdoa
manakala ia menyadari bahwa ada kekuatan yang Mahakuasa untuk
melindunginya dan memberikan yang terbaik padanya, lebih dari dirinya
bahkan melebihi apa yang selama ini dilakukan orangtuanya. Alangkah baik
untuk mengenalkan anak pada keperkasaan Allah Subhanahu Wata’ala
melalui hal-hal yang berada di luar jangkauan manusia untuk
mengendalikannya.
Seperti yang terjadi pada suatu sore
manakala hujan turun dengan lebatnya diiringi petir yang
menyambar-nyambar. Seorang anak menarik lengan ibunya yang tengah sibuk
membereskan apa-apa yang dikhawatirkan terkena bocor. Ibunya dikejutkan
oleh kata-kata sang anak, “Ibu, sini dulu. Beldoa dulu yuk sama Allah,
supaya lumah (rumah) kita nggak banjil (banjir),” demikianlah celoteh
cadel balita mungil itu yang membuat ibunya sejenak terperangah. Betapa
ia sibuk membereskan apa-apa yang mampu dijangkaunya tetapi si anak
justru mengajaknya memohon pada Robb-nya terlebih dahulu.
Dimulai dari Doa
Menanamkan keyakinan pada anak bahwa ada
kekuatan yang Mahaperkasa dibandingkan apa yang manusia mampu lakukan
adalah bagian dari menanamkan iman. Bahwa kekuatan manusia justru
terletak pada kepasrahannya pada Allah Subhanahu Wata’ala.
Memperlihatkan pada anak bahwa ada hal-hal yang terjadi dengan kekuatan
doa, seperti kisah-kisah Rasulullah dalam peperangan, akan menambah
keyakinannya bahwa doa untuk memperoleh pertolongan Allah Subhanahu
Wata’ala adalah kebutuhan yang tak dapat ditinggalkan.
Maka, alangkah indahnya, bila kita selalu
meyakinkan pada anak bahwa Allah Subhanahu Wata’ala selalu sayang
padanya. Kasih sayang Allah Subhanahu Wata’ala lebih besar dari apapun
yang mampu dilihat oleh panca indera kita. Karena itu, kita selalu bisa
melihat dan merasakan kasih sayang Allah Subhanahu Wata’ala, walau kita
tak dapat melihat Allah Subhanahu Wata’ala saat ini. Pemahaman-pemaham
inilah yang akan mendekatkan anak pada Allah Subhanahu Wata’ala, merasa
bahwa Allah Subhanahu Wata’ala disisinya dan selalu memperhatikannya.
Kedekatan dengan Pencipta akan memudahkan
semua hal yang dibutuhkan dalam tumbuh kembangnya menjadi manusia yang
kelak akan meninggikan kalimat Allah Subhanahu Wata’ala dimuka bumi ini.
Semakin lekat hati mereka dengan doa-doa yang selalu dipanjatkannya,
maka dengan izin-Nya akan semakin lembut hatinya untuk tunduk pada
titah-Nya. Hingga kalimat-kalimat-Nya pun akan semakin kokoh mengakar
dalam hatinya. Menjadi tolak ukur kebenaran, menjadi kompas kehidupan,
dan kelak ia akan benar-benar membaktikan dirinya sebagai orang-orang
yang membela agama Allah Subhanahu Wata’ala.
Semua bermula dari doa. Dari ketundukkan
hati yang membawanya pada kesalehan dan ketegapan untuk menjadi prajurit
Allah SWT. Layaknya generasi saleh diawal bersinarnya Islam, yang
berjalan tegap menghadapi berbagai kemusykilan dengan hanya berharap
pada pertolongan-Nya saja. Yang gagah menantang para penguasa dunia
dengan ketundukkan pada perintah Allah dan Rasul-Nya. Yang meninggikan
jiwa karena kebanggaannya menjadi hamba Allah dan bukan karena apa yang
digenggamnya.
Semua bermula dari doa. Dari permohonan
dan ketakutan tidak dipedulikannya iman dan pengorbanannya oleh Allah
Subhanahu Wata’ala. Maka, alangkah indahnya bila kita pun menjadi contoh
bagi anak-anak kita tentang bagaimana memasrahkan diri dalam doa.
Meminta bukan karena ingin menjadi mulia dimata manusia, melainkan
karena ingin diberi kesempatan untuk melakukan kebaikan dengan apa yang
diberi-Nya. Memulai dengan doa, bukan karena ingin berhasil dan diiringi
decak kagum manusia, tetapi karena yakin bahwa penentu akhir dari apa
yang kita usahkan hanyalah Allah saja.
Maka, marilah memulai dengan doa. Agar
anak-anak kita menjadi orang-orang yang saleh dan selalu melakukan
apapun dalam payungan doa. Karena, doa kitalah yang akan menuntun
hatinya untuk selalu berdoa.
Kartika Ummu Arina
posted by @Adimin
Label:
Keluarga,
TOPIK PILIHAN
April 09, 2015
posted by @Adimin
Warganya Terjebak di Yaman, Gubernur Sumbar Datangi Kemenlu
Written By Anonymous on 09 April, 2015 | April 09, 2015
PADANG - Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Irwan Prayitno mengaku telah mendatangi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI untuk mengkomunikasikan terkait warganya yang masih berada di tengah konflik Yaman.
Ia menuturkan, dari sekian banyak pesawat yang mengevakuasi WNI dari Yaman, belum ada satupun warga Sumbar yang tiba di tanah air. "Tapi nama-nama orang Sumbar yang mahasiswa sudah terdata semua oleh Kemenlu dan sekarang sudah proses," kata Irwan di Padang, Sumbar, Kamis (9/4).
Dikatakannya, Kemenlu tengah berupaya mengeluarkan 89 WNI, termasuk 25 warga Sumbar, yang masih terjebak di dalam asrama Arbithah Attarbiyyah Al Islamiyyah Wamarookizuhaa Atta'limiyyah di Crytar, Aden, Yaman agar dapat sampai ke pelabuhan. Saat ini, lanjut dia, Departemen Luar Negeri (Deplu) sudah melakukan komunikasi atau kontak dengan para WNI tersebut yang masih terkurung di asrama.
"Tinggal mencari waktu yang tepat untuk dikeluarkan dari asrama di Aden itu," ujar Irwan.
Menurut Irwan, saat ini semua warga Sumbar yang masih berada di Aden, Yaman, dalam kondisi sehat. Hanya saja, kata dia, beberapa di antara para mahasiswa asal Sumbar ini mengalami stres akibat cemas.
"Kita tak bisa juga memaksa (Kemenlu), lagi pula kami, daerah tak ada kewenangan langsung ke situ. Tapi kita pantau terus, mereka aman gak ada masalah," tutur dia menambahkan. [ROL]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 09, 2015
posted by @Adimin
Mereka Kita Aku dan Kamu PKS
Kadang jerih payah seperti tak berguna, Lelah letih dibalas dengan cacian
Keringat mengalir begitu saja untuk dilupakan
Ketika air semata kaki, kalian telah bersiaga
Ketika air diatas lutut, posko kalian telah berdiri
Para laki-laki dengan sigap mengangkat logistik
Tanpa lelah melakukan evakuasi
Tak berhenti menolong para korban
Seolah tenaga kalian tak pernah habis
Para wanita tak mau kalah
Berbagai bahan makanan di ubah menjadi makanan lezat
Pakain bekas layak pakai dikumpulkan
Anak-anak diberikan hiburan sederhana
Yang membuat lupa akan bencana
Tak terlihat cemberut kesal lelah, hanya senyum manis selalu di umbar
Tua, muda, kaya , miskin, seagama, berbeda keyakinan
Tak ada yang dibedakan, semua sama di perlakukan
Semua dibelai, semua di usap
Tak pernah mereka meminta imbalan,
Tidak pula balas jasa mereka tuntut,
Hanya keyakinan pada yang maha kuasa
Mendapat ridha ilahi, itu yang dicari
Kadang jerih payah seperti tak berguna
Lelah letih dibalas dengan cacian
Keringat mengalir begitu saja untuk dilupakan
Tapi itu tidak menjadi soal
Yang penting dapat menolong
Yang penting berbuat untuk negeri
Bukan hanya bicara tanpa aksi
Mereka adalah teman dan sahabat kita
Mereka adalah kakak dan adik kita
Mereka adalah orang baik di negeri ini
Mereka adalah kader PKS
Mereka adalah kita, aku, dan kamu
Untuk kalian wahai kader PKS
Istiqamah lah di jalan Allah
Tetap lah berjuang untuk masyarakat
Jaga amanah bangsa, untuk memperbaiki
17 tahun sudah dilalui, selangkah lagi terbang tinggi
Jalan dakwah kalian pilih, untuk menggapai ridha Ilahi
Semoga Allah menjaga dan meridhai kalian kader PKS
#PKSweet17
8 April 2015
@namakoeian
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 09, 2015
posted by @Adimin
Rakor Bid. Puan PKS Padang, Mantapkan Pendataan 73 Titik Pos EKA

Padang, ahad (5/4) – Bidang Perempuan DPD PKS Kota
Padang melaksanakan Rapat Koordinasi (rakor) dengan seluruh bidang perempuan
Dewan Pengurus Cabang PKS se-Kota Padang di ruang pleno DPD PKS Padang.
Dalam rakor tersebut ketua Bid. Puan PKS, Rona Rossa
menyampaikan ada beberapa point yang menjadi bahasan. Salah satunya tentang
pendataan Pos Ekonomi Keluarga (Pos EKA) yang sudah terbentuk di 73 titik di
Kota Padang. Ia menekankan kepada setiap DPC agar menuntaskan pendataan Pos EKA
seluruhnya segera di selesaikan.
Saat ini di beberapa titik Pos EKA yang ada sudah
berhasil menggerakkan ibu-ibu rumah tangga dalam hal peningkatan ekonomi
keluarga. Seperti di Kecamatan Padang Utara dan Kuranji yang bergerak dalam
kerajinan Aklirik, telah banyak hasil kerajinan yang di
hasilkan dalam bentuk pas bunga, tempat minuman,"ujar Rona Rossa usai
rakor kepada humas DPD PKS.
Pos EKA juga mengembangkan Kawasan Rumah Pangan
Lestari (KRPL) yaitu memanfaatkan kawasan pekarangan rumah dengan menanam
sayuran hijau dengan polibet. Bersama Ibu-ibu di Kelurahan Andalas Pos EKA
telah berhasil menjadi pilot project KRPL tersebut dan menjadi percontohan Pos
EKA lain di Padang," imbuh Ronna Rosa.
Rakor yang diadakan setiap tiga bulan ini juga
membahas agenda terdekat yang akan dilaksanakan oleh bid. Puan PKS. Diantara
kegiatan terdekat yang akan dilaksanakan adalah Talk Show Rumah
Keluarga Indonesia (RKI) dengan tema “Home Sweet Home”.
“Insya allah tanggal 19 april akan kita
laksanakan talk show tersebut. Selain itu, masih dalam bulan
ini bid. Puan PKS juga akan membentuk Funs Club Anak Kader,” ujarnya.
Rona Rossa juga mengharapakan kepada seluruh Bid. Puan
DPC untuk menginformasikan kepada masyarakat acara Talk Show tersebut.
Serta meminta kepada DPC juga mendata anak kader yang akan dimasukkan kedalam
Funs Club Anak Kader. (Al)
posted by @Adimin
Label:
Bingkai Berita,
KIPRAH KAMI,
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
April 07, 2015
posted by @Adimin
Anis Matta: Keikhlasan Luar Biasa dari Sosok Ma'mur Hasanudin
Written By Anonymous on 07 April, 2015 | April 07, 2015
Jakarta (6/4) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan, bahwa PKS sangat kehilangan dengan wafatnya Ketua Wilayah Dakwah (Wilda) Banten, Jakarta dan Jawa Barat (Banjabar) Ma'mur Hasanuddin. Hal ini disampaikan Anis usai mengkuti sholat jenazah Almarhum Ma'mur Hasanuddin di Masjid Komplek Rumah Jabatan Anggota DPR RI, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (6/4).
"Atas nama pribadi dan atas nama kelurga besar PKS, merasa sangat kehilangan dan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara kami, kader kami, dan pemimpin kami, KH Ma'mur Hasanuddin," kata Anis.
Anis menilai, dirinya melihat keikhlasan yang luar biasa pada sosok pria yang semasa hidupnya akrab disapa Ustadz Ma'mur itu.
"Kami sangat kehilangan sekali atas meninggalnya beliau, karena selama beliau ada dalam kepengurusan di partai ini, beliau mengisi ruang kosong yang sangat besar dan memikul beban yang sangat berat yang selama ini beliau pikul dengan penuh keikhlasan, penuh rasa tanggungjawab dan kerja keras yang tiada henti-hentinya," tutur Anis.
Menurutnya, tidak gampang bagi kader PKS untuk mengisi posisi amanah yang ditinggalkan Ustadz Ma'mur dalam kepengurusan PKS.
'Kita merasa kehilangan yang sangat mendalam, karena kami yakin bahwa ruang yang kosong ini tidak akan gampang untuk diisi kembali oleh kita yang masih diberikan waktu oleh Allah SWT untuk melanjutkan perjuangan," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Anis turut mendoakan Ustadz Ma'mur agar diterima semua amal ibadahnya dan diampuni segala dosa-dosanya.
"Dan semoga Allah mengumpulkan kami bersama beliau kelak di surga-Nya bersama Rasulullah dan para sahabatnya, para suhada, para sholihin dan mudah-mudahan itu adalah pertemuan dari persaudaraan dan persahabatan yang baik,” pungkas Anis.
Keterangan Foto:
Presiden PKS Anis Matta (kanan, berbaju hitam) saat memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah Alm. Ma'mur Hasanudin di Masjid Komplek Rumah Jabatan Anggota DPR RI, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (6/4).
"Atas nama pribadi dan atas nama kelurga besar PKS, merasa sangat kehilangan dan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara kami, kader kami, dan pemimpin kami, KH Ma'mur Hasanuddin," kata Anis.
Anis menilai, dirinya melihat keikhlasan yang luar biasa pada sosok pria yang semasa hidupnya akrab disapa Ustadz Ma'mur itu.
"Kami sangat kehilangan sekali atas meninggalnya beliau, karena selama beliau ada dalam kepengurusan di partai ini, beliau mengisi ruang kosong yang sangat besar dan memikul beban yang sangat berat yang selama ini beliau pikul dengan penuh keikhlasan, penuh rasa tanggungjawab dan kerja keras yang tiada henti-hentinya," tutur Anis.
Menurutnya, tidak gampang bagi kader PKS untuk mengisi posisi amanah yang ditinggalkan Ustadz Ma'mur dalam kepengurusan PKS.
'Kita merasa kehilangan yang sangat mendalam, karena kami yakin bahwa ruang yang kosong ini tidak akan gampang untuk diisi kembali oleh kita yang masih diberikan waktu oleh Allah SWT untuk melanjutkan perjuangan," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Anis turut mendoakan Ustadz Ma'mur agar diterima semua amal ibadahnya dan diampuni segala dosa-dosanya.
"Dan semoga Allah mengumpulkan kami bersama beliau kelak di surga-Nya bersama Rasulullah dan para sahabatnya, para suhada, para sholihin dan mudah-mudahan itu adalah pertemuan dari persaudaraan dan persahabatan yang baik,” pungkas Anis.
Keterangan Foto:
Presiden PKS Anis Matta (kanan, berbaju hitam) saat memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah Alm. Ma'mur Hasanudin di Masjid Komplek Rumah Jabatan Anggota DPR RI, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (6/4).
[pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 06, 2015
posted by @Adimin
Sosok Ma'mur Hasanuddin di Mata Hidayat Nur Wahid
Written By Anonymous on 06 April, 2015 | April 06, 2015
Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Ma'mur Hasanuddin, meninggal
dunia pada hari ini, Senin 6 April 2015, sekitar pukul 10.15 WIB. Banyak
kolega atau kerabat yang merasa kehilangan atas kepergian almarhum tak
terkecuali Hidayat Nur Wahid.
Tokoh PKS yang kini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua MPR ini memiliki kenangan khusus terhadap almarhum. Menurut dia, almarhum adalah sosok pekerja keras dan loyal kepada partai.
"Seseorang yang memiliki idealisme dikenal tidak pernah membuat kontroversi," kata Hidayat saat dihubungi VIVA.co.id, beberapa saat yang lalu.
Hidayat juga menilai Ma'mur adalah tipe kader yang mengayomi anggota partai, serta amanah. Selain menjadi anggota DPR, almarhum juga secara baik melaksanakan tugas sebagai Ketua DPP PKS Wilayah Banten, Jakarta dan Jawa Barat (Banjabar) dan aktif dalam pertemuan-pertemuan organisasi muslim Indonesia dan internasional.
"Beliau orang yang rendah hati, ramah, sosok yang potensial. Kami kehilangan. Beliau meninggal di usia yang relatif masih muda," ujar Hidayat.
Tokoh PKS yang kini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua MPR ini memiliki kenangan khusus terhadap almarhum. Menurut dia, almarhum adalah sosok pekerja keras dan loyal kepada partai.
"Seseorang yang memiliki idealisme dikenal tidak pernah membuat kontroversi," kata Hidayat saat dihubungi VIVA.co.id, beberapa saat yang lalu.
Hidayat juga menilai Ma'mur adalah tipe kader yang mengayomi anggota partai, serta amanah. Selain menjadi anggota DPR, almarhum juga secara baik melaksanakan tugas sebagai Ketua DPP PKS Wilayah Banten, Jakarta dan Jawa Barat (Banjabar) dan aktif dalam pertemuan-pertemuan organisasi muslim Indonesia dan internasional.
"Beliau orang yang rendah hati, ramah, sosok yang potensial. Kami kehilangan. Beliau meninggal di usia yang relatif masih muda," ujar Hidayat.
Ma'mur lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 19 Desember 1959. Dia
tercatat pernah menjadi anggota Komisi IV DPR periode 2009-2014. Pada
Pemilu Legislatif lalu, Ma'mur terpilih lagi dari daerah pemilihan Jawa
Barat II. [politik.news.viva.co.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 06, 2015
Pria yang akrab disapa Ustadz Ma’mur tersebut meninggal dunia pada pukul 10.30 WIB di kediamannya, Jalan Lafran Fane Kelapa Dua, Cimanggis-Depok, Jawa Barat. Selain mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Wilda Banjabar, Ustadz Ma’mur juga Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS.
“Seluruh Anggota DPR/MPR RI Fraksi PKS berduka cita atas wafatnya kader terbaik kami, H. Ma’mur Hasanudin (DPR 2014-2019). Mohon doa saudara-saudaraku semua,” tulis Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini melalui akun twitternya @JazuliJuwaini.
Berdasarkan informasi yang diperoleh pewarta, Almarhum Ustadz Ma’mur dishalatkan di Komplek DPR RI Kalibata, Jakarta Selatan, pada pukul 14.00 WIB. Setelah itu, jenazah akan dimakamkan di Pemakaman Kampung Pasircabe, Subang, Jawa Barat.
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah wafat Ustadz Ma’mur Hasanudin pukul 10.30. Insya Allah akan disholatkan di Masjid Al Amin, Komplek DPR pukul 14.00,” jelas akun twitter @hadimulyadi68 yang merupakan milik Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Hadi Mulyadi.
Sejumlah tokoh maupun dewan pengurus PKS, baik pusat, wilayah, hingga daerah, melakukan takziah ke kediaman Ustadz Ma’mur di Komplek DPR RI, Kalibata. Beberapa diantaranya menyampaikan bela sungkawa melalui akun media sosial.
“Semoga Allah luaskan kuburnya, diterima seluruh ibadahnya, diampuni salah dan khilafnya dan dimasukkan ke surga-Nya, dan keluarga besar diberikan kesabaran. Aamiin… Ustadz Ma’mur Hasanudin guru dan sahabat yang luar biasa. Saya sangat kehilangan,” ungkap Anggota Komisi V DPR RI dalam akun Facebook-nya, Yudi Widiana Adia.
Ma’mur Hasanudin lahir di Tasikmalaya, 19 Desember 1959. Direktur World Assembly of Moslem Youth (WAMY) untuk Indonesia periode 1992-2004 itu merupakan legislator PKS dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat II, meliputi Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Selama menjadi Anggota DPR RI (2009-2015), Ustadz Ma’mur diamanahkan pada komisi yang membidangi masalah pertanian dan kelautan.
Menurut Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Shiddiq, Almarhum yang meninggalkan seorang isteri, Anni Rosyidah, dan 7 orang anak tersebut, dikenal sebagai anggota dewan yang kritis dan banyak memberikan kontribusi bagi Kementerian Pertanian dan Kelautan.
“Beliau juga banyak membantu masyarakat di daerah pemilihannya dan di luar daerah pemilihannya, khususnya petani dan nelayan. Indonesia akan merindukan sosok seperti Almarhum H. Ma’mur Hasanudin,” kata Mahfudz melalui siaran persnya, Senin (6/4).
Selamat jalan Ustadz Ma’mur. Semoga segala amal ibadah dan perjuangan dakwah Almarhum diterima dan ditempatkan yang terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin.
posted by @Adimin
Ma’mur Hasanudin, Pejuang Petani dan Nelayan Itu Wafat
JAKARTA (6/4) - Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Senin, 6 April 2015 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kehilangan salah satu kader terbaiknya, Ketua Bidang Wilayah Dakwah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat (Wilda Banjabar) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS, Ma’mur Hasanudin.
Pria yang akrab disapa Ustadz Ma’mur tersebut meninggal dunia pada pukul 10.30 WIB di kediamannya, Jalan Lafran Fane Kelapa Dua, Cimanggis-Depok, Jawa Barat. Selain mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Wilda Banjabar, Ustadz Ma’mur juga Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS.
“Seluruh Anggota DPR/MPR RI Fraksi PKS berduka cita atas wafatnya kader terbaik kami, H. Ma’mur Hasanudin (DPR 2014-2019). Mohon doa saudara-saudaraku semua,” tulis Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini melalui akun twitternya @JazuliJuwaini.
Berdasarkan informasi yang diperoleh pewarta, Almarhum Ustadz Ma’mur dishalatkan di Komplek DPR RI Kalibata, Jakarta Selatan, pada pukul 14.00 WIB. Setelah itu, jenazah akan dimakamkan di Pemakaman Kampung Pasircabe, Subang, Jawa Barat.
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah wafat Ustadz Ma’mur Hasanudin pukul 10.30. Insya Allah akan disholatkan di Masjid Al Amin, Komplek DPR pukul 14.00,” jelas akun twitter @hadimulyadi68 yang merupakan milik Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Hadi Mulyadi.
Sejumlah tokoh maupun dewan pengurus PKS, baik pusat, wilayah, hingga daerah, melakukan takziah ke kediaman Ustadz Ma’mur di Komplek DPR RI, Kalibata. Beberapa diantaranya menyampaikan bela sungkawa melalui akun media sosial.
“Semoga Allah luaskan kuburnya, diterima seluruh ibadahnya, diampuni salah dan khilafnya dan dimasukkan ke surga-Nya, dan keluarga besar diberikan kesabaran. Aamiin… Ustadz Ma’mur Hasanudin guru dan sahabat yang luar biasa. Saya sangat kehilangan,” ungkap Anggota Komisi V DPR RI dalam akun Facebook-nya, Yudi Widiana Adia.
Ma’mur Hasanudin lahir di Tasikmalaya, 19 Desember 1959. Direktur World Assembly of Moslem Youth (WAMY) untuk Indonesia periode 1992-2004 itu merupakan legislator PKS dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat II, meliputi Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Selama menjadi Anggota DPR RI (2009-2015), Ustadz Ma’mur diamanahkan pada komisi yang membidangi masalah pertanian dan kelautan.
Menurut Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Shiddiq, Almarhum yang meninggalkan seorang isteri, Anni Rosyidah, dan 7 orang anak tersebut, dikenal sebagai anggota dewan yang kritis dan banyak memberikan kontribusi bagi Kementerian Pertanian dan Kelautan.
“Beliau juga banyak membantu masyarakat di daerah pemilihannya dan di luar daerah pemilihannya, khususnya petani dan nelayan. Indonesia akan merindukan sosok seperti Almarhum H. Ma’mur Hasanudin,” kata Mahfudz melalui siaran persnya, Senin (6/4).
Selamat jalan Ustadz Ma’mur. Semoga segala amal ibadah dan perjuangan dakwah Almarhum diterima dan ditempatkan yang terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin.
[pks.id]
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
April 06, 2015
posted by @Adimin
Politisi Senior PKS Ma'mur Hasanuddin Meninggal Dunia
Politisi senior Partai Keadilan Sejahtera, Ma'mur Hasanuddin meningga dunia pada hari ini, Senin 6 April 2015. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ma'mur meninggal karena sakit.
"Saya dikabari oleh staf beliau, Pak Ilyas. Beliau meninggal pada pukul 10.15 WIB," kata politisi PKS, Hidayat Nur Wahid, saat dihubungi VIVA.co.id beberapa saat yang lalu.
Hidayat mengatakan, almarhum Ma'mur sudah lama dirawat di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
"Beliau sakit dirawat di RSCM. Tapi detail penyakitnya saya kurang tahu pasti," kata Hidayat lagi.
Hidayat menjelaskan, saat ini jenazah berada di rumah duka di Depok, Jawa Barat. Berdasarkan sepengetahuannya, almarhum nanti akan disalatkan di Masjid Kompleks DPR di Kalibata, Jakarta Selatan.
"Beliau termasuk yang berpandangan jenazah perlu disegerakan untuk dimakamkan. Kemungkinan besar (dimakamkan) saat shalat dzuhur atau sebelumnya. Terus dibawa ke Subang, dimakamkan di sana," tutur Wakil Ketua MPR tersebut. [politik.news.viva.co.id]
"Saya dikabari oleh staf beliau, Pak Ilyas. Beliau meninggal pada pukul 10.15 WIB," kata politisi PKS, Hidayat Nur Wahid, saat dihubungi VIVA.co.id beberapa saat yang lalu.
Hidayat mengatakan, almarhum Ma'mur sudah lama dirawat di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
"Beliau sakit dirawat di RSCM. Tapi detail penyakitnya saya kurang tahu pasti," kata Hidayat lagi.
Hidayat menjelaskan, saat ini jenazah berada di rumah duka di Depok, Jawa Barat. Berdasarkan sepengetahuannya, almarhum nanti akan disalatkan di Masjid Kompleks DPR di Kalibata, Jakarta Selatan.
"Beliau termasuk yang berpandangan jenazah perlu disegerakan untuk dimakamkan. Kemungkinan besar (dimakamkan) saat shalat dzuhur atau sebelumnya. Terus dibawa ke Subang, dimakamkan di sana," tutur Wakil Ketua MPR tersebut. [politik.news.viva.co.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN




