pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Ini Struktur Dewan Pimpinan Pusat PKS 2015-2020

Written By Anonymous on 11 August, 2015 | August 11, 2015



BANDUNG (10/8) - Partai Keadilan Sejahtera menggelar Sidang Musyawarah Majelis Syuro masa khidmat 2015-2020 di Hotel Mason Pine di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Ahad hingga Senin (9-10/8).

Sidang majelis yang dihadiri oleh 69 orang dari seluruh provinsi di Indonesia ini memiliki agenda utama, yakni pelantikan anggota majelis syuro yang baru dan pemilihan dan penetapan Ketua Majelis Syuro PKS masa khidmat 2015-2020.

Berikut hasil keputusan Sidang Musyawarah Majelis Syuro PKS:

1. Ketua Majelis Syuro (MS) PKS periode 2015-2020 (sebelumnya Hilmi Aminuddin): Salim Segaf Aljufrie

2. Wakil Ketua Majelis Syuro (MS) PKS: Hidayat Nur Wahid 

3. Sekretaris Majelis Syuro (MS) PKS: Untung Wahono 

4. Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS, sebelumnya Untung Wahono: Suharna Surapranata 

5. Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP) PKS: Surahman Hidayat

6. Presiden Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS, sebelumnya Anis Matta: Muhammad Sohibul Iman 

7. Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS: Taufik Ridlo 

8. Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS: Mahfuzh Abdurrahman

[pks.id]


posted by @Adimin

Untuk Kali Pertama, PKS Punya Wakil Ketua Majelis Syura


BANDUNG - Sidang musyawarah majelis syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersepakat secara aklamasi bahwa Salim Segaf Aljufri menjadi ketua majelis syura PKS periode 2015-2020.

Namun, dalam musyawarah majelis tersebut, juga diputuskan untuk membentuk posisi wakil ketua majelis syura mendampingi ketua. Jabatan wakil ketua majelis syura ini resmi dipegang oleh Hidayat Nur Wahid.

"Beliau (Salim Segaf) ingin ada wakil ketua, dan kemudian majelis syuro mengabulkan itu, dan kemudian saya menjadi wakil ketuanya. Saya kira secara organisatoris wajar, di mana-mana ada ketua dan wakil," ujar Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Hidayat Nur Wahid, Senin (10/8).

Berdasarkan musyawarah di majelis tersebut, kata Hidayat, dirinya ditetapkan menjadi wakil ketua majelis syura. "Ini baru juga, dulu wakil ketua itu belum ada," kata dia.

Hidayat juga menjelaskan, musyawarah majelis syura ini memang menghadirkan perubahan yang cukup signifikan. Tapi, kata dia, majelis syura kali ini digelar tidak secara mendadak.

"Ini kalau diukur dengan periodisasi ketua majelis syuro, memang 2015 ini adalah periode akhir dari pada Ustad Hilmi Aminuddin yang menjadi ketua majelis syura pada periode 2010 2015, jadi ini memang inilah waktunya," ujar dia.

Lanjut dia, terpilihnya ketua majelis syuro dilakukan dalam proses yg panjang. Ada 64 orang anggota majelis syura yang hadir dalam sidang musyawarah. Dari anggota majelis yang hadir, kemudian diseleksi lagi mana yg memenuhi persyaratan untuk menjadi ketua majelis syuro.

"Karena tentu tidak mudah. Salah satunya, telah menjadi anggota inti di PKS tidak kurang dari 12 tahun. Lalu sudah dua periode menjadi anggota majelis syuro," jelas Hidayat.

Dari total 64 anggota itu, 34 anggota memenuhi persyaratan menjadi ketua majelis syura. Setelah itu, anggota majelis memberikan suaranya untuk mendapatkan tiga suara terbanyak. Tiga suara terbanyak jatuh pada nama Salim Segaf Aljufri, Hidayat Nur Wahid, dan Hilmi Aminuddin. 

"Ketiga ini kemudian oleh majelis dipersilakan untuk berembug apakah tiga orang ini menunjuk seseorang untuk dipilih, dalam artian mufakat, atau voting," tutur Hidayat.

Setelah berdialog panjang, ketiga nama itu kemudian memutuskan untuk bersepakat bahwa Salim Segaf Aljufri menjadi ketua majelis syura PKS.

Menurut Hidayat, Salim Segaf merupakan kader yang sangat senior di PKS. Keahlian dalam syariah sangat memadai dan termasuk dalam pendiri PKS.

"Beliau adalah sosok yang sudah teruji dari sisi profesionalitasnya dan sisi kepeduliannya untuk Indonesia tanpa membeda-bedakan latar belakang suku dan agama," ujar dia. [ROL]


posted by @Adimin

Salim Segaf: PKS Bakal Melaju Kencang Seperti Jalan Tol


BANDUNG -- Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Salim Segaf Al-Jufri menyatakan, PKS akan berupaya melaju kencang layaknya jalan tol. Ia pun mengibaratkan seperti jalan bebas hambatan yang berada dekat lokasi diselenggarakannya musyawarah Majelis Syuro PKS, yakni di Kota Baru Parahyangan.

"Kita bikin acara ini di pinggir jalan tol, jadi kita ini akan melaju cepat. Wilayah ini bebas hambatan, kita akan melaju dengan kecepatan tinggi tanpa melanggar rambu lalu lintas," kata Salim, Senin (10/8).

Ia melanjutkan, ketika melaju, pihaknya tentu sudah melihat kondisi kendaraan yang digunakan. Ban yang digunakan pun sudah baru. "Bannya pakai yang baru, jadi bukan ban-ban yang gundul. Kita melaju untuk Indonesia yang sejahtera. Kita akan terus menyiapkan kader-kader di negeri tercinta kita ini," ujar dia.

Salim ingin agar PKS terus membentuk kader-kader yang berakhlak mulia. Karena ia yakin, kader-kader PKS mampu memberikan kontribusi untuk bangsa Indonesia. "Berkontribusi untuk perdamaian dan ketertiban dunia," ujar dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nurwahid menambahkan, PKS akan terus melanjutkan kebaikan-kebaikan yang telah dibuat oleh generasi-generasi sebelumnya. "Bukan hanya di PKS, tapi juga di seluruh komponen bangsa ini. Demokrasi yang baik, musyawarah yang baik, berperan serta untuk bangun negara yang baik," kata dia. [ROL]


posted by @Adimin

"Suksesi PKS & Keberhasilan Kepemimpinan Anis Matta" by @Fahrihamzah


[Kultwit] Fahri Hamzah, Senin (10/8/2015):

1. Alhamdulilah MS PKS telah memutuskan kepengurusan baru. 

2. Seluruh kader melalui #MS1PKS menyampaikan terima kasih kepada KH.Hilmi Aminuddin.

3. Beliau bukan hanya pimpinan tapi guru bagi kita semua. Pemimpin Yg merintis dan membangun..

4. Dan kini beliau mengakhiri masa bakti yang panjang. Terima kasih Ya syaikhana...


5. Dengan suasana tenang dan akrab...#MS1PKS hasil pemira 2015 telah bersidang.

6. Secara Aklamasi telah dipilih ketua Majelis Syuro yang baru, Dr. @salimsegaf AL Jufri.

7. Beliau adalah mantan Dubes Dan Menteri Sosial RI pada kabinet SBY-Boediono.

8. Beliau adalah ulama dan figur yang dikenal kapasitasnya dalam ilmu dan pemerintahan.

9. #MS1PKS juga memilih Dr. Hidayat @hnurwahid sebagai wakil ketua MS 2015-2020

10. Beliau sekarang adalah wakil ketua MPR RI periode 2014-2019 Yg sebelumnya ketua MPR 2004-2009.

11. Tentu kita kenal beliau sebagai figur Yg selama ini telah bersama bangsa ini melangkah.

12. Selanjutnya..#MS1PKS telah melengkapi pengurus DPTP (Dewan Pimpinan Tingkat Pusat).

13. Presiden Partai dijabat oleh DR. @msi_sohibuliman

14. Beliau adalah PhD dalam bidang Teknologi dari Waseda University Jepang.

15. Sekjen dijabat tetap oleh Pak @TaufikRidlo

16. Bendahara Umum dijabat tetap oleh Pak @Mahfudz_AR , anggota DPR 2014-2019.

17. Ketua Dewan syariah Partai tetap dijabat oleh KH. DR. Surahman Hidayat.

18. Beliau juga ketua Mahkamah Kehormatan DPR RI 2014-2019

19. Ketua Majelis Pertimbangan Partai sekarang dipimpin oleh Dr. @suharnas Surapranata

20. Beliau pernah menjadi Menteri Riset dan Technologi kabinet SBY-JK Yg lalu.

21. Ketua MPP Yg lama Ir. Untung Wahono MSi. Menjadi sekretaris MS 2015-2020.

22. Dan Presiden partai yang lama Pak @anismatta memimpin Badan Kerjasama Luar Negeri.

23. Bagi kader PKS, pergantian kepemimpinan bukanlah ajang sengketa kekuasaan.

24. Dan #MS1PKS telah berjalan dengan lancar dan penuh pengertian.

25. Pasti ada perbedaan pendapat dan perdebatan. Itu semua manusiawi.

26. Tetapi setelah keputusan ditetapkan maka semua wajib mentaati.

27. Perbedaan juga muncul sebelum permusyawaratan. Tetapi tenggelam pasca keputusan.

28. Apalagi jabatan bukanlah kehormatan tapi amanah untuk pelayanan.

29. Pasti ada keinginan pribadi Yg tak sepenuhnya tertampung tetapi kita lebur dalam kebersamaan.

30. Maka selamat kepada anggota MS yang baru dilantik untuk 5 tahun ke depan.

31. Selamat bekerja pada mereka yang terpilih sebagai pimpinan.

32. Semoga Allah memberikan kita kesabaran kolektif. Di tengah goncangan.

33. Secara khusus saya ingin memberi hormat kepada seorang sahabat.

34. Seorang abang dan seorang guru dalam perjuangan. Dialah sang Jen Yg akhirnya menjadi Presiden partai.

35. Beliau @anismatta adalah Presiden partai ini sejak 30 Januari 2013. Tanggal Yg berkesan.


36. Beliau memimpin kita dalam krisis dan gelombang.

37. Sehari sebelumnya Presiden partai Luthfi Hasan dijemput oleh KPK. Tuduhan suap Yg menjalar...

38. Beliau didaulat menjadi Presiden setelah hampir 4 periode penuh menjadi SEKJEN.

39. Pidato pelantikannya takkan mudah kita lupakan. Berderai tangis seluruh kader Yg mendengar

40. Ketika wajah kita tertunduk malu oleh hujatan beliau memberi semangat dan membangkitkan.

41. Saya ingat mendampingi beliau berkeliling seluruh negeri hanya 1 Propinsi Yg tak sempat kita datang.

42. Kasus LHI terus menghadang dalam kurun Februari - November 2013 pemeriksaan didramakan.

43. Vonis jatuh November 2013 padahal pemilu 9 April 2014. Itupun drama LHI terus berjalan.

44. Perjalanan siang malam di atas pesawat, kereta, mobil dan kapal.

45. Sisa waktu kurang 4 bulan dan tanpa sumberdaya yg memadai kader terus dimantapkan.

46. "Inilah saat kita membuktikan bahwa kita sanggup keluar dari kesulitan". Kisah Nabi Yusuf jadi inspirasi.

47. Kesulitan Yg dihadapi PKS pada masa itu bukan sederhana dan gampang.

48. Fitnah, caci maki dan boikot terus digalang. Kawanpun banyak Yg menghilang.

49. Jangankan bicara uang. Para peneliti pun bilang bahwa partai ini akan hilang. Donasi tak datang.

50. Kader akhirnya kembali pada semboyan. Bahwa "sunduquna juyubuna"

51. Kemandirian menjadi jiwa dan semangat penggalangan. Dan alhamdullilah.

52. Partai Memang kehilangan 17 kursi di DPR tetapi suara bertambah 300-an ribu.

53. Fraksi PKS masih ada 40 orang. Dan PKS ikut memimpin DPR dan MPR.

54. Jangan lupa bahwa @anismatta juga menjadi bagian Yg memimpin pemenangan @Prabowo08 - @hattarajasa dalam Pilpres.

55. Memang belum menang tetapi Koalisi Merah Putih terbentuk dan bertahan sampai sekarang.

56. Tak terasa hari ini sudah 974 hari @anismatta menjadi Presiden PKS ke-5.

57. Segala kesan tentu melekat. Motivasi tentu tetap jadi pegangan kuat.

58. Sebagai sahabat dan mewakili kawan sejawat serta kader mengucap selamat dan terima kasih.

59. Semoga Allah memberikan kekuatan dan tsabat salam menunaikan tugas baru Yg berat.

60. Selamat berjuang sahabat. Waffaqanallahu Li Ma yuhibbuhu wa yardha.

61. Sekali lagi ucapan selamat kepada Yg mulai Bertugas dan terima kasih kepada Yg berakhir.

62. Semoga barisan kita tambah kuat demi Indonesia yang makin bermartabat.

63. Sekian...


[pkspiyungan]


posted by @Adimin

Mengenal Lebih Dekat Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman



Jakarta (11/8) - Mohamad Sohibul Iman, lahir di Tasikmalaya, 5 Oktober 1965. Mulai aktif berorganisasi sejak duduk dibangku SD, SMP dan SMA, bahkan hingga perguruan tinggi. Sohibul Iman memulai keaktifan organisasinya di pramuka dan OSIS. Pada masa kuliah, Sohibul Iman aktif di organisasi seputar pendidikan dan profesi baik di dalam maupun luar negeri.

Pria yang akrab disapa Sohibul Iman ini, sempat kuliah di IPB, Bogor, Jawa Barat. Namun, pada 1987 Sohibul Iman hijrah ke Tokyo, Jepang, untuk menyelesaikan pendidikan S1, S2 dan S3 dengan program beasiswa penuh.

Sebelum terjun ke dunia politik, bapak dari 3 putra dan 2 putri ini bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi).

Di dunia pendidikan, Sohibul Iman pun aktif sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi. Bahkan, Sohibul Iman pernah menjadi rektor di Universitas Paramadina, Jakarta.

Awal terjun di dunia politik, Sohibul Iman bergabung dengan Partai Keadilan (PK) pada 1998. Saat itu, Sohibul Iman diamanahi sebagai Ketua Departemen Ilmu Pengetahun dan Teknologi - Lingkungan Hidup (IPTEK-LH) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PK. Setelah itu, pada 2005 hingga 2010 diamanahi sebagai Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Teknologi (Ekuintek) DPP PKS. Pada 2010 hingga 2015, Sohibul Iman diamanahi sebagai anggota Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS. Selain itu, Sohibul Iman juga diamanahi sebagai anggota Majelis Syuro PKS periode 2005-2010 dan 2010-2015.

Di parlemen, Sohibul Iman mulai menjalankan amanah sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014 dari daerah pemilihan (Dapil) DKI Jakarta 2, yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan luar negeri. Di tengah perjalanan sebagai anggota DPR, pada 2013-2014 Sohibul Iman diamanahkan sebagai Wakil Ketua DPR RI yang menggantikan Anis Matta, yang saat itu terpilih sebagai Presiden PKS. Kemudian, di periode kedua, yakni 2014 Sohibul Iman kembali terpilih sebagai anggota DPR dari Dapil Jabar 11 yang meliputi Kota/Kabupaten Tasikmalaya dan Garut.

Di awal pengabdiannya sebagai anggota DPR, Sohibul Iman diamanahkan sebagai Wakil Ketua Komisi XI yang menbidangi keuangan, perbankan, dan perencanaan pembangunan. Pada 2010 hingga 2011, diamanahkan sebagai anggota Komisi VII yang membidangi Energi IPTEK dan LH.

Pada 2011 hingga 2012, Sohibul Iman dipindahkan ke Komisi yang membidangi industri, perdagangan, KUKM, dan BUMN, yakni Komisi VI. Di saat yang bersamaan, Sohibul Iman juga diamanahkan sebagai anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI. Pada 2013 hingga 2014, Sohibul Iman kembali diamanahkan sebagai anggota Komisi XI. Di periode 2014 sampai dengan sekarang, Sohibul Iman mendapatkan amanah sebagai Wakil Ketua Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda, olahraga, kesenian dan pariwisata.

Selama periode pertama, Sohibul Iman juga berkiprah di beberapa Panitia Kerja (Panja) dan Panitia Khusus (Pansus), baik terkait legislasi, anggaran, maupun pengawasan. Selain itu, di MPR RI Sohibul Iman juga diamanahi sebagai anggota Tim Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dan Tim Kajian Sistem Ketatanegaraan.

Kini, tepatnya pada 10 Agustus 2015, Allah menakdirkan Sohibul Iman sebagai Presiden PKS menggantikan Anis Matta. Sohibul Iman terpilih sebagai Presiden PKS berdasarkan hasil musyawarah Majelis Syuro PKS yang digelar di Kota Bandung, Jawa Barat.

Presiden PKS yang juga aktif dalam dijejaring sosial media Twitter dengan akun @msi_sohibuliman ini, merupakan presiden keenam yang dimiliki PKS sejak bernama PK. Pertama Nur Mahmudi Ismail, lalu Hidayat Nur Wahid, dilanjutkan dengan Tifatul Sembiring, Luthfi Hasan Ishaaq, dan Anis Matta. [pks.id]


posted by @Adimin

Salim Segaf dan Sohibul Iman Pimpin Partai Keadilan Sejahtera

Written By Anonymous on 10 August, 2015 | August 10, 2015


BANDUNG (10/8) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mengumumkan susunan kepengurusan baru masa khidmat 2015-2020. Salim Segaf Aljufrie terpilih sebagai Ketua Majelis Syuro (MS) PKS, didampingi Hidayat Nur Wahid sebagai Wakil Ketua MS, mengumumkan hasil Musyawarah MS PKS di Bandung, Senin (10/8).

“Sidang Musyawarah Majelis Syuro memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas keikhlasan, pengorbanan, dan kecintaan Ustadz Hilmi Aminuddin selama memberikan darma baktinya sebagai Ketua Majelis Syuro PKS,” jelas Salim Segaf yang sebelumnya menjabat Menteri Sosial RI periode 2009-2014.

Pada kesempatan yang sama, Salim Segaf juga mengumumkan Presiden PKS masa khidmat 2015-2020. Muhammad Sohibul Iman, yang juga Wakil Ketua Komisi X dari Fraksi PKS DPR RI, resmi menggantikan Anis Matta.

“Kita bersama telah membesarkan dan menjayakan partai ini. Kami mendukung kepemimpinan baru, termasuk kepemimpinan Saudara Sohibul Iman sebagai Presiden PKS. Kita tumbuh di satu komunitas politik yang sama, kita belajar tentang makna keterusterangan dan ketaatan dalam pembelajaran politik,” kata Anis Matta.

Sementara, Presiden PKS terpilih Muhammad Sohibul Iman mengatakan musyawarah mufakat kepemimpinan di PKS bukan bersifat baru. Sebagai Presiden, Sohibul Iman akan melanjutkan program-program yang telah dicanangkan.

“Kami akan melanjutkan hal-hal positif. Partai menghadapi berbagai tantangan, oleh karena itu kita harus terus berinovasi. Kuncinya, kerja sama dan dukungan kader serta simpatisan di seluruh wilayah, baik di dalam negeri, Indonesia, maupun luar negeri. Kami mengharapkan dukungan Anda semua,” ujarnya.

Musyawarah MS PKS diselenggarakan pada Ahad dan Senin, 9-10 Agustus 2015. Sidang musyawarah juga memutuskan Suharna Surapranata sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP), Surahman Hidayat sebagai Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP), Taufik Ridlo sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP), Mahfuzh Abdurrahman sebagai Bendahara Umum DPP, serta Untung Wahono sebagai Sekretaris Majelis Syuro. [pks.id]


posted by @Adimin

Jelang 70 Tahun, Indonesia Belum Merdeka Pangan



JAKARTA (10/8) – Tingginya harga daging sapi dan kebutuhan pokok jelang peringatan 70 tahun Kemerdekaan RI menunjukkan bangsa Indonesia belum merdeka pangan. Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Andi Akmal Pasluddin menyatakan hal ini dalam siaran persnya, Senin (10/8).

“Saya sangat menyayangkan keadaan tingginya harga daging dan beberapa kebutuhan pokok usai lebaran ini, yang semestinya dapat segera turun malah menjadi naik tinggi, membuat resah berbagai kalangan,” ucap Andi Akmal.

Andi Akmal mengatakan harga kebutuhan pokok yang tinggi, terutama daging sapi, dipicu langkanya stok daging. Di dalam satu pekan harga daging bisa naik hingga tiga kali lipat di tingkat pemotongan hewan.Menurut Andi Akmal, kenaikan harga daging akan membentuk rasionalisasipara pedagang bahwa pemberian izin impor sebesar 50.000 ekor sapisangat jauh dari kebutuhan.

“Saya sangat berharap pemerintah dapat segera memberikan solusi terhadap tingginya harga daging sapitanpa impor lagi. Jika opsi impor tetap dilakukan, maka para peternak yang mempersiapkan momen Idul Adha akan semakin terpuruk pada beberapa bulan ke depan,” ujar Andi Akmal.

Politisi asal Sulawesi Selatan ini menjelaskan bahwa kebutuhan nasional daging di Banten, Jakarta, dan Jawa Barat lebih dari setengah kebutuhan nasional. Artinya, lanjut Andi Akmal, apabila terjadi gejolak harga atau kelangkaan daging, wilayah-wilayah tersebut yang paling merasakan dampaknya,

“Contoh, di sekitar Bandung Raya seluruh pedagang daging sapi sampai mengajukan mogok jualan dari Sabtuhingga Rabu (8-12 Agustus 2015), hingga membuat pemerintah setempat harus melakukan operasi pasar daging,” jelasnya.

Andi Akmal menambahkan harga pasaran daging antara 120.000 - 130.000 Rupiah per kilogram dinilai semua kalangan, baik masyarakat maupun pedagang kecil, masih terlalu tinggi. Harga wajar seharusnya maksimal90.000 Rupiah per kilogram.

“Tingginya harga daging karena stok langka menunjukkan manajemen yang dilakukan pemerintah belumtertata baik selama 3 bulan ini. Kita semua prihatin jelang peringatan Kemerdekaan RI ke 70, malah dihiasi dengan situasi penjajahan akan tingginya harga pangan,” pungkas Andi Akmal. [kabarpks.com]

Keterangan Foto: Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Andi Akmal Pasluddin.


posted by @Adimin

Duet Salim Segaf dan Hidayat Nur Wahid Pimpin Majelis Syuro PKS

Salim Segaf Al Jufri dan Hidayat Nur Wahid (tengah) terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua Majleis Syuro PKS periode 2015-2020 dalam musyawarah MS PKS di Bandung yang berlangsung 8-9 Agustus 2015. Foto: ISTSalim Segaf Al Jufri dan Hidayat Nur Wahid (tengah) terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua Majleis Syuro PKS periode 2015-2020 dalam musyawarah MS PKS di Bandung yang berlangsung 8-9 Agustus 2015. Foto: IST
Salim Segaf Aljufrie terpilih sebagai Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk periode 2015-2020. Salim Segaf didampingi Hidayat Nur Wahid sebagai wakil ketua MS.
Twit salah seorang anggota Majelis Syuro PKS, Iskan Qolba Lubis di akunnya @iskanql, Senin (10/8) siang menginformasikan terpilihnya duet pimpinan MS PKS tersebut.

Salim Segaf sebelumnya pernah menduduki posisi Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS. Dia juga pernah menduduki posisi Menteri Sosial RI di era Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono periode 2009-2014.

Sementara, Hidayat Nur Wahid saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua MPRRI. Keberadaan Wakil Ketua Majelis Syuro pada periode ini merupakan tradisi baru dalam tubuh PKS. Pada era sebelumnya Hilmi Aminuddin memimpin Majelis Syuro PKS tanpa seorang wakil.

Sumber Tajuk menyebutkan, pemilihan Ketua Majelis Syuro berlangsung dengan cara pemungutan suara. Dan posisi wakil Ketua MS merupakan permintaan Ketua MS terpilih.

“Ketua MS merasa membutuhkan pendamping untuk membantunya,” ujar sumber tersebut.

Majelis Syuro PKS bermusyawarah sejak Sabtu (9/8) di Kota Bandung, Jawa Barat dengan agenda utama pertanggungjawaban pengurus lama, pelantikan anggota Majelis Syuro periode 2015-2020, dan pemilihan pimpinan Majelis Syuro yang baru.

MS PKS beranggotakan 99 orang mewakili wilayah-wilayah dan juga perwakilan kepakaran (khubaro’). 

sumber: tajuk.co


posted by @Adimin

PKS Minta Presiden Terbitkan Perppu Perpanjangan Petahana

Written By Anonymous on 08 August, 2015 | August 08, 2015



JAKARTA (7/8) – Pemerintah mesti memperpanjang masa jabatan para calon kepala daerah petahana di tujuh daerah yang proses Pilkadanya terancam diundur.

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan, masa jabatan lebih mudah dilakukan dalam kondisi Pilkada saat ini. Apalagi, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mempunyai kapasitas membuat aturan perpanjangan masa jabatan ini.

"Mengantisipasi pemerintahan daerah tidak jalan, Presiden kan bisa buat Peraturan Presiden Pengganti Undang-Undang (Perppu) dengan nama sendiri sehingga tidak mengganggu batang tubuh Pilkada. Presiden bilang Perppu jangan mengacak yang sudah ada, maksudnya bikin aja peraturan baru tentang perpanjangan petahan. Itu, adil juga," ungkap Fahri di Gedung Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (6/8).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan, perpanjangan jabatan petahana akan membuat Pemerintahan Daerah tetap berjalan. Dirinya berpandangan, jika jabatan kepala daerah dijalankan oleh pelaksana tugas terlalu lama justu akan berbahaya. Pasalnya, Plt adalah birokrat setingkat Sekretaris Daerah (Sekda).

"Kalau Plt birokrasinya gak hormat sama dia. Bisa perlambatan birokrasi. Belum lagi, kalau Plt ini juga mendekati Partai Politik, apalagi Partai Politik pengusaha. Ini berbahaya," pungkasnya.


posted by @Adimin

Fahri Hamzah Kritik Mendagri soal Sanksi untuk Parpol



JAKARTA (7/8) – Partai Politik (Parpol) yang tidak mengajukan calon dalam setiap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan diberikan sanksi oleh pemerintah. Hal itu setelah ada wacana dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tidak sependapat dengan Tjahjo Kumolo. Menurutnya, aturan tersebut akan terbentur jika Parpol tidak memiliki rekan koalisi.

"Ada partai yang tidak dapat mitra koalisi, tidak menemukan mitra koalisi yang pas. Masa begitu mau diberi sanksi," tegas Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/8/2015).

Politisi Partai Keadlian Sejehtera (PKS) ini mengaku, pemberian sanksi tersebut tidak akan bisa berjalan efektif, dan dipastikan akan banyak pertentangan.

Menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana pemerintah mencari solusi agar partai tidak memunculkan calon boneka, lantaran untuk menutupi satu pasangan calon. Hal tersebut bisa melalui komitmen Partai Politik (Parpol) dengan pemerintah untuk tidak mengusung calon boneka.

"Kalau nanti ada rekayasa biar gak ada calon itu harus dibikin aturan secara teknis, seperti membuat kesepakatan dari awal, agar tidak ada gelagat sandiwara," tegasnya.

Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan, pemerintah berencana merevisi kembali Undang-Undang (UU) Pilkada, UU Parpol, dan UU Pemilu. Pemerintah akan berupaya membuat aturan agar Parpol yang tak mengusung calon dalam Pilkada atau Pemilu untuk mendapatkan sanksi.

Hal ini untuk mengantisipasi munculnya calon tunggal ke depan, seperti yang terjadi di tujuh daerah saat ini.


posted by @Adimin

Kader Harapkan Kesederhanaan Majelis Syuro


JAKARTA (7/8) - Perhelatan Musyawarah Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Bandung pada Ahad (9/8) mendatang membawa harapan bagi para kader. Di tingkat akar rumput, kader partai dakwah tersebut mengharapkan pemimpin partai menularkan kesederhanaan.

Sekretaris DPC PKS Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah, Agus Purnomo, mengungkapkan, kesederhanaan pimpinan majelis syuro dapat dinikmati semua kalangan. Jika nama yang terpilih adalah sosok sederhana, kemungkinan sosok presiden PKS ke depan juga akan dipilih sosok yang sederhana.

Dia mengungkapkan, kesederhanaan akan tercermin dari perilaku dan gaya hidup meski tokoh tersebut memiliki harta. Kesederhanaan, dia melanjutkan, seharusnya dicerminkan bagi kader-kader PKS yang mulai memasuki jabatan publik.

Menurut Agus, PKS saat ini terasa beda dengan PKS dulu. Pada awal berdirinya PKS, kata dia, seluruh kader merepresentasikan sosok yang penuh kesederhanaan meski sudah memiliki jabatan publik. Dia mencontohkan, dahulu masih banyak kader PKS yang datang ke gedung DPR mengendarai sepeda motor atau transportasi umum. Padahal, mereka sebenarnya memiliki mobil dan sudah menduduki jabatan penting sebagai wakil rakyat.

Syarat lainnya, kata Agus, Ketua Majelis Syuro harus berintegritas dan piawai menjalin komunikasi dengan pihak lain. Sosok tersebut harus mampu berbicara dengan partai politik, pemerintah, internal kader, hingga media massa. "Jadi, lebih indah dan sinkron untuk kemajuan bersama dalam konteks partai, juga dalam konteks dakwah Islam," katanya.

Dia pun mengungkapkan, posisi Ketua Majelis Syuro menjadi jabatan paling krusial di internal PKS. Figur ini akan menentukan banyak kebijakan strategis partai politik. Oleh karena itu, dia berharap pemimpin tertinggi di struktur PKS itu akan diisi nama yang memenuhi kriteria tersebut.
Kader PKS lainnya, Endar Dwi Wahyudi, berharap Ketua Majelis Syuro PKS ke depan mampu lebih menyolidkan seluruh pengurus PKS, baik dari tingkat pusat maupun daerah. Pengurus Pembinaan Tunas Bangsa (PTB) DPC PKS Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, tersebut menilai hal ini sangat dibutuhkan oleh kader karena tantangan partai akan lebih berat.

"Saya berharap Ketua Majelis Syuro PKS bisa membuat pengurus PKS dari tingkat pusat sampai ranting lebih solid dalam menghadapi berbagai macam rintangan," kata Endar. Selain itu, sosok Ketua Majelis Syuro harus memiliki karakter yang lebih memahami kebutuhan kader secara mendalam di semua lini, yaitu kebutuhan untuk internal kader, seperti ruhiyah, fikriyah, dan jasadiyah. Jadi, peningkatan kapasitas kader sangat ditentukan oleh kepemimpinan di PKS sendiri.


Sumber: http://www.republika.co.id


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger