pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Salim Segaf: Lurusnya Orientasi, Kunci Kemenangan Pilkada

Written By Anonymous on 19 August, 2015 | August 19, 2015



SURAKARTA (16/8) – Ketua Majelis Syuro (MS) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al Jufri menyampaikan menempatkan orientasi yang benar dalam hajatan demokrasi adalah kunci kemenangan.

"Menempatkan orientasi untuk bekerja dan melayani sepenuh hati dalam menjalankan setiap program pemenangan pasangan calon (kepala daerah) adalah kunci dari setiap kemenangan (Pilkada),” ujar Salim.

Salim menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan dalam kegiatan “Konsolidasi Kader PKS Kota Solo Menghadapi Pemilihan Umum Kepala Daerah” di Hotel Syariah Arini Surakarta, Ahad (16/8).

Lebih lanjut Salim juga berpesan agar setiap kemenangan yang diperoleh PKS dalam Pilkada harus dihayati sebagai ajang kontribusi untuk masyarakat.

“Jadi, sebagai kader PKS, Pilkada bukanlah sekedar ajang mengejar euforia kemenangan. Tetapi bagaimana menggunakan kemenangan itu untuk berkontribusi kepada masyarakat," jelasnya.

Kunjungan Salim di Kota Surakarta ini adalah kunjungannya ke daerah yang pertama kali setelah menjabat sebagai Ketua MS PKS. Kunjungan ini dilakukan untuk memberikan motivasi kader dalam menghadapi Pilkada serentak tahun 2015.

Seperti diketahui, PKS Kota Surakarta adalah salah satu pengusung Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota, Anung Indro Susanto dan Muhammad Fajri (AFI). 

Konsolidasi kader PKS yang diikuti ratusan kader dari setiap jenjang struktur ini adalah agenda rutin untuk melakukan perencanaan program dan evaluasi secara berkala. Selain itu dalam setiap pertemuan kader dilaksanakan penggalangan dana sukarela untuk membiayai program yang telah ditetapkan. Sebagaimana semboyan partai ini "Sunduquna juyubuna" (kas kami adalah dari kantong-kantong kami sendiri).

Sumber: Humas PKS Solo


posted by @Adimin

Jazuli: Buktikan Indonesia Berkarakter, Adil, dan Sejahtera



Jakarta (17/8 - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini mengatakan, dalam momentum Hari Proklamasi Republik Indonesia (RI) yang ke-70 tahun, semua pihak menginginkan Indonesia kembali berkarakter, bermartabat, adil, dan sejahtera.

"Pemerintah harus bekerja lebih keras, cerdas, dan terarah untuk kemajuan bangsa Indonesia. Kita semua ingin Indonesia seperti imajinasi para pendiri republik dan cita-cita kemerdekaan yang tertuang dalam konstitusi," kata Jazuli di Jakarta, Senin (17/8).

Oleh karena itu, kata Jazuli, Fraksi PKS mengajak semua pihak, khususnya Pemerintah sebagai nakhoda RI untuk berefleksi ‘Sudahkah kita merdeka dalam arti sebenarnya?’

"Bung Karno pernah berkata setiap bangsa sejatinya punya kepribadian sendiri. Pendiri republik pun telah mencanangkan kepribadian kita dalam sila-sila Pancasila dan UUD 1945. Masihkah kita menjadikannya pedoman kehidupan berbangsa?" tanya Jazuli.

Menurut legislator asal Banten itu, dalam pandangan Fraksi PKS, sejumlah kebijakan pemerintah saat ini menjauhi jargon Nawacita yang telah dicanangkan. Di antaranya kenaikan harga karena sejumlah subsidi rakyat (BBM, TDL) dicabut, kebijakan importasi, penjualan aset, dan hutang luar negeri yang bertambah.

“Kami mohon pemerintah tidak lagi membuat kebijakan yang menyulitkan ekonomi rakyat dan fokus pada kebijakan yang prorakyat berbasis kemandirian dan kedaulatan dalam negeri,” ujarnya.

Meski begitu, masih menurut Jazuli, beberapa program pemerintah disambut positif Fraksi PKS. Di antaranya membangun dari pinggiran (daerah-daerah dan desa-desa), pengarusutamaan pembangunan maritim, serta reformasi agraria.

"FPKS DPR akan berlaku objektif. Selama program atau kebijakan pemrintah prorakyat, Fraksi PKS akan menjadi yang pertama mendukungnya. Tapi sebaliknya jika menyengsarakan rakyat, Fraksi PKS terdepan dalam mengkritik dan menghadangnya," pungkas Anggota DPR RI yang duduk di Komisi III itu.

Keterangan Foto: Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini.
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI


posted by @Adimin

Satukan Langkah Kunci Majukan Indonesia

Written By Anonymous on 18 August, 2015 | August 18, 2015

Photo: Muhammad Hilal | Relawan PKS Foto
JAKARTA (17/8) – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Marwah Daud Ibrahim mengatakan Bangsa Indonesia harus satukan langkah apabila ingin maju. Marwah menyampaikan hal ini saat berpartisipasi dalam perayaan HUT RI ke-70 di Kantor DPP PKS, MD Building, Jakarta, Senin (17/8).

“Kita samakan langkah, kanan kiri, begitu langkahnya sama, kita perpanjang dan percepat langkahnya. Jadi jika bangsa ini mau maju harus satukan langkah,” ujar Marwah yang sukses membawa timnya mengalahkan tim Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dalam perlombaan bakiak.

Pada kesempatan itu, Marwah juga menyampaikan pesan kepada putra-putri bangsa untuk tidak ragu berpartisipasi dalam dunia politik. Menurutnya, politik itu mulia, tergantung niat individu berjuang untuk Indonesia yang lebih baik.

“Pesan saya kepada sahabat-sahabatku semua, juga anak-anakku sekalian, politik itu mulia. Politik itu juga perjuangan. Nah, tergantung niat kita ingin membangun bangsa ini lebih baik. Melalui politik ini kita pikirkan bagaimana bangsa ini ke depan,” pesannya.

Sementara, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menambahkan untuk menjadi bangsa yang besar, Indonesia memiliki tiga modal besar. Salah satunya bonus demografi, yaitu jumlah anak-anak bangsa yang produktif lebih banyak daripada yang tidak produktif.

“Kita punya 3 modal besar untuk menjadi bangsa besar. Pertama, sense of belonging, rasa kepemilikan bangsa ini luar biasa. Kedua, sense of togetherness, rasa kebersamaan, walaupun berbeda tapi kita bisa kerja sama. Ketiga,trustworthiness, rasa kepercayaan. Sebagai muslim kita harus selalu berbaik sangka dulu. Nah apabila terbukti tidak benar kita serahkan pada hukum,” papar Sohibul Iman.

Seperti diketahui, DPP PKS memperingati HUT RI ke-70 dengan sejumlah kegiatan. Mulai dari upacara bendera, pemberian apresiasi kepada para veteran, hingga berbagai perlombaan. Turut memeriahkan acara antara lain para pengurus DPP PKS, kader, simpatisan, serta masyarakat sekitar. [pks.id]

Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman (kiri) dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Marwah Daud Ibrahim (kanan) saat menyampaikan sepatah dua kata di peserta peringatan HUT RI ke-70 di Kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (17/8).

posted by @Adimin

Sohibul Iman: Rasa Kepemilikan yang Tinggi Modal Indonesia Merdeka

JAKARTA (17/8) – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman mengatakan upacara peringatan kemerdekaan menjadi pengingat bahwa untuk mencapai Indonesia yang benar-benar merdeka diperlukan rasa kepemilikan yang tinggi atas negeri ini.

Sohibul Iman menyampaikan amanat tersebut saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI ke-70 di Kantor DPP PKS, MD Building, Jakarta pada Senin (17/8). Hadir sebagai peserta upacara Anggota Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP), kader, simpatisan, dan masyarakat.

“Upacara peringatan kemerdekaan bukan sekedar ritual belaka, namun sebagai refleksi untuk tidak melupakan jasa pahlawan. Para pahlawan punya rasa kepemilikan yang tinggi atas Indonesia. Ini juga sebagai pengingat bagi kita untuk benar-benar merdeka,” katanya.

Tidak hanya upacara, peringatan kemerdekaan RI ke-70 DPP PKS juga dimeriahkan pemotongan tumpeng oleh Sohibul Iman bersama para veteran. Pada kesempatan itu, Sohibul Iman menyuapi salah satu veteran dan mengucapkan terima kasih atas perjuangan yang telah diberikan untuk bangsa. Acara lomba-lomba untuk masyarakat sekitar kantor DPP di kawasan Pasar Minggu, juga memeriahkan peringatan HUT RI oleh PKS.

Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman hormat kepada bendera merah putih saat upacara peringatan HUT RI ke-70 di Kantor DPP PKS, MD Building, Jakarta, Senin (17/8). Foto - Imam Saefudin (Relawan PKS Foto).


posted by @Adimin

Amanat Presiden PKS di Upacara Peringatan HUT RI ke-70

Assalamu'alaikum wr wb

Bapak-bapak, ibu-ibu para pengurus Partai Keadilan Sejahtera baik itu di DPP, MPP maupun di DSP, serta seluruh jajaran undangan dan peserta upacara yang saya hormati. 

Alhamdulillah pada hari ini kita dapat melaksanakan peringatan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70. Ini semua adalah berkat dan rahmat dari Allah SWT.

Semoga dengan peringatan ini, kita semakin diberikan rahmat dari Allah SWT, Aamiin Yaa Rabbal 'Aalaminn.

Saudara-saudara sekalian, peringatan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia setiap tahun kita laksanakan. Tentu ini bukan semata-mata rutinitas. Tapi kita harus mengambil pelajaran-pelajaran dari peringatan ini. 

Pelajaran pertama dengan upacara seperti ini kita dididik untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa orang tua kita, para pendaahulu kita, sehingga kita tidak melupakan jasa-jasa mereka. 

Ini merupakan satu ciri seorang muslim, bahwa seorang muslim itu dikatakan bersyukur kepada Allah SWT, kalau dia juga bersyukur dan menghormati mereka yang telah berjasa kepada dirinya. 

Yang kedua,, dengan upacara seperti ini, penting untuk menerapkan dan melatih diri kita berdisiplin di dalam berbangsa dan bernegara. 

Satu persoalan penting di negeri kita adalah, bahwa ketertiban sosial ternyata masih jauh dari harapan kita. Ini semua adalah persolaan kedisiplinan. Karena itu dengan upacara, di mana kita serba teratur, ini bisa kita resapi bersama. Sehingga kita benar-benar menjadi orang yang bisa menjaga ketertiban sosial dan ketertiban umum di bangsa kita. 

Yang ketiga saya kira, dengan peringatan ini, kita diingatkan terus bahwa kita sebagai bangsa yang besar jumlah penduduknya, ternyata kita juga memiliki modal yang besar untuk tampil menjadi bangsa yang besar. 

Penduduk kita sudah 250 juta, keempat terbesar di dunia. Kemudian sumber daya alam kita juga sangat besar sekali. Bahkan, orang sering mengatakan, "Sebutkan sumber daya alam apa?" Pasti itu ada di bumi Indonesia. Selain itu kita juga memiiki modal sosial yang sangat tinggi. 

Perjuangan bangsa kita dahulu dilakukan hampir oleh seluruh komponen bangsa ini, mereka bahu-membahu memerdekakan negeri ini, kemudian membangun negeri ini, tidak ada satu pun komponen bangsa ini yang tertinggal membangun negeri kita ini. 

Ini menunjukan bahwa modal sosial yang dicerminkan oleh rasa kebersamaan. Sense of togetherness ini sangat tinggi di kalangan kita semua. Bahkan juga saya yakin, ketika kita semua mau berjuang demi bangsa ini, itu juga disebabkan adanya modal sosial yang lain yang kita miliki, yaitu sense of belonging, rasa memiliki bangsa ini. 

Saya selalu mengatakan, tidak boleh ada di negeri ini, yang tidak merasa bahwa dirinya adalah bagian dari pemilik negeri ini. semua kita adalah pemilik negeri ini.

Karena itu maka rasa memiliki ini, harus terus kita tumbuhkan bersama-sama. Rasa memiliki dan rasa kerjasama itu tidak cukup, tapi juga harus ditambah modal sosial yang ketiga yaitu saling percaya diantara kita. Kita harus percaya bahwa seluruh elemen bangsa ini punya niat yang baik buat negeri ini. Saya yakin tidak ada mereka yang punya niat jahat buat negeri ini, semuanya punya niat baik.

Tinggal persoalannya adalah, nanti di lapangan apakah mereka benar-benar merealisasikan niat baik itu, dengan cara-cara yang baik atau justru dengan cara-cara yang merusak. Bila mereka menggunakan cara-cara yang merusak, maka tidak ada lain kecuali kita menegakkan hukum aturan di negeri kita ini. 

Saya kira itulah konsep bernegara, kita saling percaya dan tidak ada yang melanggar aturan, maka tegakan hukum sebaik-baiknya. 

Merajalelanya narkoba, korupsi, pertikaian, dan sebagainya, itu semua adalah bentuk-bentuk penyelewengan, pelanggaran terhadap tata aturan dan konsensus bersama kita. 

Ini semua saya kira bisa kita berantas dengan penegakan hukum. Dengan tiga modal sosial tadi, ditambah dengan sumber daya alam yang besar dan juga dengan jumlah penduduk nomor terbesar di dunia, saya yakin ke depan, di usia-usianya yang semakin menua, 71, 72, bahkan nanti satu abad, saya kira Indonesia akan menjelma menjadi negara yang disegani. 

Mudah-mudahan dengan peringatan ini kita semua menjadi bagian yang melakukan usaha proaktif, mencapai tujuan-tujuan besar berbangsa dan bernegara sebagaimana tadi dibacakan di dalam pembukaan UUD Negara Republik Indonesia 1945 paragraf keempat. 

Demikianlah amanat dari saya, mudah-mudahan ini semua dapat kita laksanakan dengan sebaik-baiknya.

Billahitta taufik wal hidayah 

Wassalamu'alaikum wr wb
Sumber: Fanpage M. Sohibul Iman


posted by @Adimin

Meriahnya Perayaan HUT RI di DPP PKS


Jakarta (17/8) – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuat rangkai acara. Sejak pagi kantor DPP PKS telah ramai dipadati ratusan kader dan warga sekitar yang akan memeriahkan rangkaian acara tersebut.

Acara dibuka dengan pelaksanaan upacara bendera yang diinspekturi langsung oleh Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman. Dalam amanahnya, Sohibul Iman berpesan agar upacara peringatan Hari Kemerdekaan ini bukan sekedar seremonial belaka namun dijadikan ajang untuk mengenang jasa pahlawan dan membalasnya dengan rasa memiliki dan kebersamaan yang tinggi atas bangsa ini.

Selepas upacara bendera, sebagai wujud terima kasih atas jasa para pahlawan, Shohibul Iman mempersilahkan para veteran yang diundang hadir untuk naik ke atas panggung. Bersama para veteran, Sohibul Iman memotong tumpeng dan menyuapi mereka. Ada pula bingkisan yang diberikan kepada para veteran sebagai kenang-kenangan dari DPP PKS.

Acara pun bertambah seru ketika para kader dan masyarakat mendapatkan baso dan cendol gratis yang dibagikan sebelum perlombaan dimulai. Ada 7 macam perlombaan yang digelar yakni lomba bakiak, balap karung, makan pisang, pecahkan balon, tarik tambang, masukan benang ke jarum, serta tangkap belum yang masing-masing terdapat kategori anak-anak, remaja, dan dewasa.

Saat perlombaan sedang berlangsung seru, PKS kedatangan tamu istimewa yakni Wakil Ketua Partai Gerindra, Marwah Daud Ibrahim. Marwah yang disambut Shohibul Iman pun menyampaikan pesan penyemangat agar anak-anak yang hadir memiliki semangat yang tinggi dalam belajar dan jangan takut untuk bergabung di ranah politik nantinya. Karena menurut Marwah dan Sohibul Iman, justru di ranah politik inilah dibutuhkannya peran anak-anak terbaik bangsa.

Di akhir sambutan, Marwah dan Shohibul Iman mengajak anak-anak yang hadir untuk bernyayi dan bersyalawat bersama di panggung. Acara pun semakin seru ketika tim Shohibul Iman bertanding melawan tim Marwah dalam perlombaan bakian. Setelah jatuh bangun, akhirnya lomba pun dimenangi oleh tim Marwah.

Acara pun ditutup dengan penyerahan hadiah lomba, pemberian santunan kepada anak yatim, dan door prizeberupa alat kebutuhan rumah tangga dengan hadiah utama rice cooker dan ponsel android. [pks.id]


posted by @Adimin

KMP Kompak di 17 Agustus



Bogor (17/8) - Partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) tampak kompak di perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-70 yang diselenggarakan di kawasan Karanggan, Depok, Jawa Barat, Senin (17/8). Tampak hadir Prabowo Subianto (Ketua Umum Partai Gerindra), Fadel Muhammad (Waketum Partai Golkar), Mohamad Sohibul Iman (Presiden PKS), Djan Faridz (Ketua Umum PPP), Eddy Soeparno (Sekjen PAN) memimpin rombongan masing-masing partai anggota koalisi.

Sohibul Iman yang didapuk memimpin pembacaan Teks Pancasila merasa bahagia bahwa KMP tetap solid di tahun kedua-nya setelah terbentuk. “Tidak seperti perkiraan beberapa pihak yang menyatakan KMP hanya bertahan untuk kepentingan sesaat, dan setelah Pilpres bubar. Ternyata kami tetap kompak, bahkan setelah beberapa partai melakukan penggantian pucuk pimpinannya,” ujar Sohibul Iman usai upacara yang khidmat di Lapangan Nusantara Polo Club tersebut.

Upacara HUT Kemerdekaan RI bagi KMP, ujar Sohibul, utamanya untuk merenungi kembali langkah-langkah untuk mewujudkan Indonesia menjadi bangsa yang sejahtera, adil, dan makmur serta berkedaulatan. Oleh karenanya, ia dan para pimpinan KMP hingga kini tetap meyakini bahwa koalisi tetap relevan selama tujuan kemerdekaan tersebut belum tercapai.

Hadir pula dalam acara tersebut, mantan Presiden PKS Anis Matta, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, Sekjen PKS Taufik Ridlo, polisiti senior Golkar Akbar Tanjung, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan para politisi dari anggota partai KMP. Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani yang juga bertindak sebagai tuan rumah, alias panitia penyelenggara, menyatakan acara ini akan konsisten dilakukan KMP tiap tahun dengan tuan rumah yang bergiliran di antara partai-partai KMP. [pks.id]

Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) dalam Upacara Peringatan HUT RI ke-70 Koalisi Merah Putih di kawasan Karanggan, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/8). 

posted by @Adimin

Pidato Jokowi Bagus, Tapi Rakyat Perlu Bukti Konkrit

Written By Anonymous on 14 August, 2015 | August 14, 2015



JAKARTA (14/8) – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, Jazuli Juwaini mengapresiasi Pidato Presiden RI dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-70, di hadapan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Jum'at (14/8).

"Pidato Presiden bagus, paling tidak beliau jujur mengangkat permasalahan yang dihadapi bangsa setelah 70 tahun medeka," kata Jazuli, usai menghadiri acara tersebut, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Jazuli menambahkan, yang juga menarik yaitu Presiden menekankan pentingnya penguatan karakter bangsa, etika, dan nilai agama serta budaya. Banyak sekali tontonan media yang tidak memberi tuntunan kecuali hanya mengejar rating.

"Hanya saja sebagian besar isi pidato Jokowi masih bicara pada tataran rencana-rencana, bahkan sekadar keprihatinan di beberapa bagian. Padahal yang terpenting adalah implementasinya, apalagi dihadapkan pada realitas kondisi ekonomi yang terpuruk," ungkap anggota Komisi III DPR RI itu.

Menurut legislator asal Banten ini, rakyat tidak perlu lagi janji-janji dan wacana dari Presiden, tetapi rakyat butuh kebijakan pemerintah yang eksesif dan menyelesaikan masalah sehari-hari.

"Di tengah harga-harga yang naik, daya beli rakyat yang menurun drastis, nilai tukar rupiah yang jatuh, yang ditunggu adalah langkah taktis dan efektif pemerintah untuk menanganinya," ujar Jazuli.

Menurut Jazuli, Nawacita, Trisakti, Revolusi Mental itu hebat dan menarik untuk digelorakan dan diwacanakan. Tugas Presiden dan pemerintahannya untuk menuangkan dalam policy plan and policy action yang jelas, terarah, dan terukur.

"Presiden dan kabinetnya harus lebih bergegas membuat policy yang komprehensif untuk jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek misalnya, sangat minim kebijakan Pemerintah untuk menjaga dan mendorong daya beli rakyat," imbuh Jazuli.

Harusnya, masih kata Jazuli, di tengah kondisi ekonomi yang mengkhawatirkan seperti sekarang ini pemerintah dan stakeholder terkait aktif memberikan informasi dan penjelasan komprehensif tentang langkah-langkah yang dilakukan. Ini paket kebijakan pemerintah. Ini opsi pemerintah, dan seterusnya. Saat ini terkesan pemerintah belum punya kebijakan komprehensif, pemerintah dan otoritas moneter terkesan jalan sendiri-sendiri. Terlebih lagi, lanjut Jazuli, reshuffle kabinet baru saja dilakukan. 

"Pemerintah harus cepat action, jangan lagi berwacana, ambil penuh tanggung jawab, jangan lagi rakyat yang menanggung susah," pungkas Jazuli.

Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI


posted by @Adimin

Presiden PKS Pertanyakan Pidato Jokowi



JAKARTA (14/8) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Mohamad Sohibul Iman, menilai pidato Presiden Joko Widodo pada Sidang MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2015, bersifat normatif. Ia mempertanyakan konsolidasi demokrasi yang dimasud Jokowi dalam pidatonya tersebut. 

"Ini perlu dipertanyakan. Sebab, ciri konsolidasi demokrasi itu lembaga negara mengalami kematangan. Kita merasakan lembaga negara ini belum mengalami kematangan institusional," katanya.

Sohibul menjelaskan sebuah institusi itu matang apabila menjalankan rule of the game. Kemudian, apabila ada kasus aneh di lembaga ini, menunjukkan belum ada kematangan di lembaga tersebut. 

"Kalau lembaga belum matang, agak sulit bagi saya mengatakan sudah mengalami konsolidasi demokrasi. Ini secara umum saja. Misalnya penegakkan hukum," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi X DPR ini mengatakan, Jokowi harus segera melakukan langkah konkrit untuk merealisasikan konsolidasi demokrasi. Ia memberi masukan langkah apa saja yang harus dilakukan.

"Yang utama koordinasi antar lembaga. Pemerintah terutama jajaran eksekutif harus melakukan konsolidasi. Kemudian dengan legislatif," tuturnya.

DPR sebagai legislatif juga menurutnya harus melakukan langkah yang sama. 

"Kalau pemerintah bisa melakukan pematangan institusinya, menurut saya dampaknya besar bagi negara ini," katanya.

Keterangan Foto: Presiden PKS yang juga Wakil Ketua Komisi X, Mohamad Sohibul Iman.
Sumber: http://politik.news.viva.co.id


posted by @Adimin

Pengamat Apresiasi Gaya Pemilihan Pimpinan PKS



JAKARTA (13/8) – Gaya politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam memilih pimpinan pantas diapresiasi. Tidak seperti partai pada umumnya yang gembar-gembor bahkan bermasalah hingga berlarut-larut.

"PKS yang memilih cara sunyi, tidak gembar-gembor dan publikasi ini menarik. Mereka taat pada aturan yang sudah ada sehingga justru solid, beda dengan partai lain yang sampai berkonflik hingga bisa diintervensi pihak luar," kata Pengamat Politik dari Universitas Padjajaran, Idil Akbar, Rabu (12/8).

Idil yakin, PKS yang memilih cara sunyi bukan karena takut diintervensi tetapi justru karena ketaatan terhadap aturan yang sudah dibuat mereka sendiri. Dan terbukti hampir tidak pernah ada gejolak di internal PKS.

Seperti diketahui, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah menyelenggarakan Musyawarah Majelis Syuro di Hotel Mason Pine, Kabupaten Bandung Barat, Senin (10/8/2015).

Keputusannya menetapkan kepengurusan PKS Periode 2015-2020. Salim Segaf Aljurfi terpilih sebagai Ketua Majelis Syuro menggantikan Hilmi Aminuddin. Salim didampingi oleh Hidayat Nurwahid sebagai Wakil Ketua Majelis Syuro PKS.

Presiden PKS dijabat oleh Sohibul Iman, menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh Anis Matta. Sedangkan untuk Sekjen PKS tetap dijabat oleh Taufik Ridlo dan Bendahara Umum dijabat Mahfudz Abdurrahman.

Sumber: http://www.indopos.co.id


posted by @Adimin

PKS: Darmin Nasution Cs Harus Bisa Turunkan Harga dalam Sebulan



JAKARTA (12/8) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengingatkan tim ekonomi baru yang diangkat Presiden Joko Widodo harus tancap gas memperbaiki ekonomi Indonesia.

Di tengah lambatnya pertumbuhan dan melemahnya nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat, dan kenaikan harga daging sapi, menjadi pekerjaan di depan mata yang harus segera dituntaskan tim ekonomi Pemerintahan Jokowi-JK yang kini digawangi Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution.

"Catatan khusus tim ekonomi, rakyat tidak punya banyak waktu untuk bertahan lebih lama lagi," ujar politisi PKS, Mardani Ali Sera, menanggapi perombakan Kabinet Kerja, Rabu (12/8/2015).

Ia mendesak tim ekonomi Jokowi-JK dalam satu bulan dapat membawa perubahan dan itu menjadi harapan besar masyarakat saat ini.

"Harga-harga dalam satu bulan harus turun," pesan dia.

Sumber: http://www.tribunnews.com


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger