pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Wako Mahyeldi Dikalungi Tanda Penghargaan Lencana Melati

Written By Anonymous on 21 August, 2015 | August 21, 2015


PASAMAN – Lagi, Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo meraih penghargaan terhormat. Kali ini Wako Padang mendapatkan tanda penghargaan Lencana Melati dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Tanda penghargaan dari Kakwarnas Pramuka ini dikalungkan Kakwarda Pramuka Sumatera Barat Muslim Kasim kepada Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo dalam peringatan Hari Pramuka Tingkat Sumatera Barat di halaman Kantor Bupati Pasaman, Kamis (20/8) pagi.

Usai pengalungan tanda penghargaan Lencana Melati, Walikota Padang yang juga Ketua Mabicab Pramuka Kota Padang ini menyebut dengan diraihnya penghargaan tentunya patut disyukuri dan akan menimbulkan tanggungjawab yang cukup besar ke depannya. “Alhamdulillah, mudah-mudahan dengan penghargaan ini tentunya akan menimbulkan tanggungjawab ke depan bagaimana peningkatan dan pengembangan Pramuka di Kota Padang lebih baik lagi,” katanya.

Mahyeldi melihat, Pramuka merupakan wadah yang cukup berguna bagi anak-anak generasi penerus bangsa dan masyarakat. “Saya melihat melalui Pramuka banyak nilai-nilai yang dibutuhkan dalam kehidupan pribadi dan masyarakat yang memang harus kita hadirkan di seluruh anak bangsa dalam kehidupan,” sebutnya.

“Ini suatu potensi dan peluang yang baik dalam peningkatan Pramuka dan anak bangsa sehingga memiliki nilai moral kebersamaan dan kepedulian,” tambah H. Mahyeldi Dt Marajo.

Wako menekankan, Pramuka di Kota Padang nantinya akan lebih berbenah lagi sehingga kepramukaan benar-benar tertanam di dalam kehidupan masyarakat. “Maka itu Pramuka Padang nantinya bagaimana menyiapkan pelatih lebih banyak lagi, sehingga seluruh anak dan masyarakat terlibat aktif dalam kepramukaan,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Kwarda Sumatera Barat Muslim Kasim menyebut Pramuka ke depannya haruslah keren, asyik dan menyenangkan. Sebab saat ini merupakan era teknologi informasi sehingga semuanya mesti melek perkembangan teknologi informasi.

Apalagi kini menurut Muslim Kasim, narkotika dan zat adiktif lainnya semakin marak dan berkembang di tengah kehidupan remaja. Termasuk perilaku kriminal. “Rendahnya kepedulian sosial dan semangat tentu berdampak kepada sikap bela negara. Ancaman ini menjadi tanggungjawab semua komponen termasuk pramuka,” katanya.

Karena itu Pramuka diharapkan menjadi pemersatu dan perekat bangsa. Dan apabila Pramuka tidak ingin ditinggalkan, Pramuka harus mampu menangkap gejala tersebut. “Pramuka ke depannya harus keren, asyik dan menyenangkan. Selain itu juga harus kreatif sehingga bangga menjadi seorang Pramuka. Pelatih pun juga harus menerapkan teknologi informasi kepada Pramuka karena tantangan anak muda semakin besar,” sebut Muslim Kasim.

Muslim Kasim berharap dengan penghargaan ini seluruh penerima penghargaan akan lebih meningkatkan kepramukaan di daerah masing-masing.”Selamat kepada seluruh penerima tanda penghargaan,” ucapnya.

Selain Lencana Melati, juga disematkan Lencana Darmmabakti dan Lencana Pancawarsa kepada sejumlah penerima. Penghargaan ini diberikan berdasarkan Surat Keputusan Ketua Kwarnas Pramuka yang ditandatangani Adhyaksa Dault bernomor 127 tahun 2015 bertanggal 10 Agustus 2015. [humas dan protokol kota padang]


posted by @Adimin

Salim Segaf minta semua Kader PKS Rujuk


 

pkspadang.com - Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang baru terpilih untuk masa khidmat 2015-2020, Salim Segaf Aljufri meminta para kader merapatkan barisan. Lebih khusus, mantan menteri sosial ini pun mengungkapkan upaya rekonsiliasi internal dilakukan dalam 100 hari kepemimpinannya.
 
"Ada yang pindah kesana-sini, mungkin 100 hari mereka itu rujuk semuanya,"ujarnya saat dijumpai Republika di kantor DPP PKS, Jakarta, pekan lalu. Salim tak menafikkan adanya kader dan simpatisan yang pindah ke gerakan lainnya. 

Menurutnya, pemberitaan atas kader-kader PKS yang terkena kasus korupsi luar biasa. Pemberitaan tersebut pun mempengaruhi adanya perpindahan kader dari PKS."Ke depan kita ingin meyakinkan bahwa kita tetap dalam visi misi kita tidak akan berubah jadi bersih, peduli dan profesional,"ujarnya.

Salim mengungkapkan, kesolidan internal akan membuat PKS menjadi lebih kuat. Jika partai tersebut solid, partai dakwah ini pun dapat meraih suara lebih banyak pada Pemilu 2019.  

Mantan duta besar RI untu Arab Saudi itu pun berjanji akan membawa PKS melaju di jalan tol. Salim beranalogi, dengan kecepatan yang tidak melanggar rambu-rambu lalu lintas, partai tersebut akan melakukan akselerasi untuk bekerja demi Indonesia yang lebih baik.

rol

posted by @Adimin

NIKMATI PERAN AYAH, IRWAN ANTAR ANAK KE SEKOLAH

Written By Anonymous on 19 August, 2015 | August 19, 2015



Mulai kemarin (18/8), Irwan Prayitno mulai menjalankan hari-hari sebagai manusia biasa. Biarpun begitu, mantan gubernur Sumbar ini terlihat tetap menjalankan segudang aktivitas. Tentunya, bukan aktivitas seorang pejabat daerah. Namun, seorang ayah bagi anak-anaknya, suami bagi istrinya, mamak bagi kemenakannya dan lainnya.

Tak ubahnya seperti seorang ayah kebanyakan, kemarin Irwan memulai harinya dengan mengantarkan anak-anaknya ke sekolah. Dengan mengendarai mobil sendiri, Irwan mengantarkan kedua putrinya yang tengah menuntut ilmu di SMAN 1 Padang. Tepatnya, sekitar pukul 06.00. Terlihat keceriaan terpancar di wajah kedua putrinya tersebut.

Selama dalam perjalanan, Irwan terlihat berbincang-bincang hangat dengan kedua putrinya itu. Sesuatu pemandangan yang teramat mahal didapatkan keduanya, terutama selama ayahnya menjadi gubernur Sumbar sejak lima tahun terakhir. Seorang ayah yang mau tak mau, harus terlebih dahulu mengedepankan kepentingan rakyat ketimbangan pribadi dan keluarga.

Nah, selepas ayahnya sudah menyelesaikan amanahnya selaku orang nomor satu di Sumbar, barulah kesabaran keduanya terbayar. Ya, salah satunya mereka bisa lebih dekat dengan sang ayah. Tak hanya pergi ke sekolah, namun juga pergi jalan-jalan, bersenda gurau, atau lainnya.

Tak hanya kedua sang putrinya, Irwan pun tampak menikmati hari-harinya. Menggunakan kaos oblong berwarna putih, Irwan terlihat rileks dan santai. “Momen-momen seperti ini, jelas tak bisa secara leluasa saya lakukan sewaktu jadi gubernur. Inilah salah satu cara saya membayar kesabaran mereka selama lima tahun terakhir,” sebut putra Kuranji Padang itu.

Satu kejadian tak terduga terjadi ketika Irwan sampai di depan gerbang SMAN 1 Padang. Sewaktu Irwan menunggu kesempatan berputar haluan akibat macet, tak disangka sosoknya diketahui oleh sang satpam. Tanpa babibu, sang satpam membantu Irwan memutar haluan mobilnya. Padahal di lokasi tersebut, sebetulnya kurang diperkenankan berputar.

Merasa tak mau diistimewakan, Irwan pun menolaknya. Karena dia tahu, posisinya sekarang sama dengan orangtua siswa lainnya. Artinya, kalau tidak boleh berputar di lokasi itu, mau tak mau dia juga harus mengikuti aturan. Namun entah mengapa, sang satpam tetap ngotot. Irwan pun tak punya pilihan dan mengikuti arahan sang satpam.

Kejadian tak disangka itu, juga diketahui orangtua siswa lainnya. Beberapa orangtua pun terlihat menyapa hangat sang mantan gubernur. Tak ingin keberadaannya kian memperparah kemacetan, Irwan pun tahu diri. Setelah bertegur sapa dengan beberapa orangtua siswa, Irwan pun memilih berlalu dari lokasi. “Kalau saya berlama-lama di situ, tentu bisa merugikan orang lain,” tutur suami Nevi Irwan Prayitno itu.

Selepas itu, agenda Irwan berlanjut dengan silaturahmi bersama jajaran kepolisian. Selama menjadi gubernur, Irwan mengakui betapa pentingnya peran jajaran kepolisian ini. Selain menjaga keamanan dan ketertiban di Sumbar, juga turut memperlancar dan memudahkan dirinya dalam menjalankan tugas-tugas selaku gubernur. Terlebih lagi, salah seorang ajudannya berasal dari kepolisian.

Sesudah itu, Irwan pun melakukan sejumlah pertemuan guna mempererat silaturahmi, termasuk bersilaturahmi dengan beberapa wartawan di Sumbar. Tadi malam, Irwan pun melakukan pisah sambut dengan penjabat gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek di Auditorium Gubernuran Sumbar. Intinya, jadwal Irwan tetap padat kendati tak lagi menjadi gubernur Sumbar. (*)

sumber: Padang Ekspres, 19 Agustus 2015


posted by @Adimin

Sudah Biasa dengan Hidup Sederhana



Sebagai seorang yang diberi amanah memimpin Sumbar, Irwan Prayitno diberikan peluang menggunakan fasilitas negara sepuas-puasnya untuk menunjang aktivitasnya sehari-hari. Mulai dari rumah dinas, mobil dinas, fasilitas tiket pesawat kelas eksekutif. Namun, bagi seorang Irwan Prayitno sangat takut menggunakan fasilitas tersebut.

Irwan Prayitno lebih memilih berhemat menggunakannya. Sikap hemat tersebut dilakukan, karena Irwan Prayitno menyadari seluruh fasilitas tersebut dibiayai APBD yang berasal dari uang rakyat. Sikap hemat tersebut sebenarnya sudah lama menjadi gaya hidup Irwan Prayitno sejak dulu, sebelum dirinya menjabat sebagai Gubernur Sumbar. Satu kebiasaan Irwan Prayitno saat bepergian melaksanakan aktivitas, lebih suka memilih naik bus angkutan umum.

Bahkan tak jarang dirinya berdiri bergelantungan di atas bus, karena tidak mendapat kursi duduk. Kebiasaan ini sudah dilakukannya sejak dulu, sewaktu muda, hingga sekarang. Diakuinya, selama sering naik bus, banyak yang tidak mengetahui dirinya seorang Gubernur Sumbar. Dalam situasi yang berdesak-desakan, Irwan Prayitno tidak pernah minder dan selalu rileks bergelantungan dalam sebuah bus.

Kesederhanaan Irwan Prayitno juga terlihat dengan lebih memilih penerbangan kelas ekonomi kemanapun pergi. Pengalaman Irwan Prayitno yang menarik saat berangkat dengan penerbangan kelas ekonomi Garuda GA 162 tujuan Padang-Jakarta. Dirinya, saat itu bertemu dengan sastrawan dan budayawan Taufik Ismail.

“Saya benar-benar tak percaya. Mungkin bagi orang lain tidak, namun menurut saya ada gubernur yang duduk di kelas ekonomi dalam sebuah penerbangan, ini adalah istimewa. Sangat istimewa,” ujar Taufik Ismail menuturkan kisahnya pada pertemuan tak sengaja dengan Irwan Prayitno dikutip dari laman Kesaksian Taufik Ismail tentang Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Beredar Foto Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Diceritakan Taufik, ketidakpercayaannya itu bermula ketika ia melihat Irwan Prayitno melangkah ke ruang di kelas ekonomi penerbangan itu. Ruang di mana rakyat badarai memilih tempat duduk, sesuai kemampuan keuangan masing-masing. Sebagai seorang gubernur, tentu tidak satu penumpang pun yang akan berkecil hati, jika Irwan Prayitno duduk di eksekutif atau business class yang nyaman.

“Saya sudah lama juga hidup, sering naik pesawat bersama banyak orang, mulai dari pejabat tinggi hingga orang biasa. Bagi saya, ada gubernur rendah hati seperti ini, adalah obat. Ia tak berjarak dengan rakyat. Ia tampil apa adanya. Bagi saya, ini adalah sebuah keteladanan,” katanya.

Irwan Prayitno tidak mau terlalu jauh membahas soal seringnya dirinya berangkat dengan penerbangan di kelas ekonomi. Karena memang tidak ada maksud apapun, tetapi hanya karena sudah terbiasa saja.

“Duduk di pesawat itu bukan karena duduk di kelas ekonomi atau eksekutif. Tetapi nikmatnya naik pesawat itu adalah saat tertidur dan ketika landing terbangun,” ujarnya sambil tertawa.

Sikap hidup hemat lainnya Irwan Prayitno dengan tidak pernah menggunakan mobil dinas baru selama empat tahun menjabat sebagai Gubernur Sumbar. Dirinya justru lebih memilih menggunakan mobil dinas yang lama dan sudah bekas. “Jika ada mobil dinas yang lama yang masih bagus dan bisa digunakan, kenapa harus gunakan mobil baru, yang dibeli dengan menggunakan uang rakyat,” terangnya.

Irwan Prayitno juga lebih banyak menggunakan mobil pribadinya untuk bepergian melaksanakan tugas sebagai gubernur. Begitu juga saat dalam perjalanan kunjungan ke daerah. Irwan Prayitno tidak terlalu patuh dengan aturan protokoler saat menentukan rumah makan yang layak untuknya istirahat. Irwan bahkan lebih sering singgah ke warung biasa, saat istirahat untuk makan dan shalat.


posted by @Adimin

Salim Segaf: Lurusnya Orientasi, Kunci Kemenangan Pilkada



SURAKARTA (16/8) – Ketua Majelis Syuro (MS) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al Jufri menyampaikan menempatkan orientasi yang benar dalam hajatan demokrasi adalah kunci kemenangan.

"Menempatkan orientasi untuk bekerja dan melayani sepenuh hati dalam menjalankan setiap program pemenangan pasangan calon (kepala daerah) adalah kunci dari setiap kemenangan (Pilkada),” ujar Salim.

Salim menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan dalam kegiatan “Konsolidasi Kader PKS Kota Solo Menghadapi Pemilihan Umum Kepala Daerah” di Hotel Syariah Arini Surakarta, Ahad (16/8).

Lebih lanjut Salim juga berpesan agar setiap kemenangan yang diperoleh PKS dalam Pilkada harus dihayati sebagai ajang kontribusi untuk masyarakat.

“Jadi, sebagai kader PKS, Pilkada bukanlah sekedar ajang mengejar euforia kemenangan. Tetapi bagaimana menggunakan kemenangan itu untuk berkontribusi kepada masyarakat," jelasnya.

Kunjungan Salim di Kota Surakarta ini adalah kunjungannya ke daerah yang pertama kali setelah menjabat sebagai Ketua MS PKS. Kunjungan ini dilakukan untuk memberikan motivasi kader dalam menghadapi Pilkada serentak tahun 2015.

Seperti diketahui, PKS Kota Surakarta adalah salah satu pengusung Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota, Anung Indro Susanto dan Muhammad Fajri (AFI). 

Konsolidasi kader PKS yang diikuti ratusan kader dari setiap jenjang struktur ini adalah agenda rutin untuk melakukan perencanaan program dan evaluasi secara berkala. Selain itu dalam setiap pertemuan kader dilaksanakan penggalangan dana sukarela untuk membiayai program yang telah ditetapkan. Sebagaimana semboyan partai ini "Sunduquna juyubuna" (kas kami adalah dari kantong-kantong kami sendiri).

Sumber: Humas PKS Solo


posted by @Adimin

Jazuli: Buktikan Indonesia Berkarakter, Adil, dan Sejahtera



Jakarta (17/8 - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini mengatakan, dalam momentum Hari Proklamasi Republik Indonesia (RI) yang ke-70 tahun, semua pihak menginginkan Indonesia kembali berkarakter, bermartabat, adil, dan sejahtera.

"Pemerintah harus bekerja lebih keras, cerdas, dan terarah untuk kemajuan bangsa Indonesia. Kita semua ingin Indonesia seperti imajinasi para pendiri republik dan cita-cita kemerdekaan yang tertuang dalam konstitusi," kata Jazuli di Jakarta, Senin (17/8).

Oleh karena itu, kata Jazuli, Fraksi PKS mengajak semua pihak, khususnya Pemerintah sebagai nakhoda RI untuk berefleksi ‘Sudahkah kita merdeka dalam arti sebenarnya?’

"Bung Karno pernah berkata setiap bangsa sejatinya punya kepribadian sendiri. Pendiri republik pun telah mencanangkan kepribadian kita dalam sila-sila Pancasila dan UUD 1945. Masihkah kita menjadikannya pedoman kehidupan berbangsa?" tanya Jazuli.

Menurut legislator asal Banten itu, dalam pandangan Fraksi PKS, sejumlah kebijakan pemerintah saat ini menjauhi jargon Nawacita yang telah dicanangkan. Di antaranya kenaikan harga karena sejumlah subsidi rakyat (BBM, TDL) dicabut, kebijakan importasi, penjualan aset, dan hutang luar negeri yang bertambah.

“Kami mohon pemerintah tidak lagi membuat kebijakan yang menyulitkan ekonomi rakyat dan fokus pada kebijakan yang prorakyat berbasis kemandirian dan kedaulatan dalam negeri,” ujarnya.

Meski begitu, masih menurut Jazuli, beberapa program pemerintah disambut positif Fraksi PKS. Di antaranya membangun dari pinggiran (daerah-daerah dan desa-desa), pengarusutamaan pembangunan maritim, serta reformasi agraria.

"FPKS DPR akan berlaku objektif. Selama program atau kebijakan pemrintah prorakyat, Fraksi PKS akan menjadi yang pertama mendukungnya. Tapi sebaliknya jika menyengsarakan rakyat, Fraksi PKS terdepan dalam mengkritik dan menghadangnya," pungkas Anggota DPR RI yang duduk di Komisi III itu.

Keterangan Foto: Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini.
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI


posted by @Adimin

Satukan Langkah Kunci Majukan Indonesia

Written By Anonymous on 18 August, 2015 | August 18, 2015

Photo: Muhammad Hilal | Relawan PKS Foto
JAKARTA (17/8) – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Marwah Daud Ibrahim mengatakan Bangsa Indonesia harus satukan langkah apabila ingin maju. Marwah menyampaikan hal ini saat berpartisipasi dalam perayaan HUT RI ke-70 di Kantor DPP PKS, MD Building, Jakarta, Senin (17/8).

“Kita samakan langkah, kanan kiri, begitu langkahnya sama, kita perpanjang dan percepat langkahnya. Jadi jika bangsa ini mau maju harus satukan langkah,” ujar Marwah yang sukses membawa timnya mengalahkan tim Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dalam perlombaan bakiak.

Pada kesempatan itu, Marwah juga menyampaikan pesan kepada putra-putri bangsa untuk tidak ragu berpartisipasi dalam dunia politik. Menurutnya, politik itu mulia, tergantung niat individu berjuang untuk Indonesia yang lebih baik.

“Pesan saya kepada sahabat-sahabatku semua, juga anak-anakku sekalian, politik itu mulia. Politik itu juga perjuangan. Nah, tergantung niat kita ingin membangun bangsa ini lebih baik. Melalui politik ini kita pikirkan bagaimana bangsa ini ke depan,” pesannya.

Sementara, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menambahkan untuk menjadi bangsa yang besar, Indonesia memiliki tiga modal besar. Salah satunya bonus demografi, yaitu jumlah anak-anak bangsa yang produktif lebih banyak daripada yang tidak produktif.

“Kita punya 3 modal besar untuk menjadi bangsa besar. Pertama, sense of belonging, rasa kepemilikan bangsa ini luar biasa. Kedua, sense of togetherness, rasa kebersamaan, walaupun berbeda tapi kita bisa kerja sama. Ketiga,trustworthiness, rasa kepercayaan. Sebagai muslim kita harus selalu berbaik sangka dulu. Nah apabila terbukti tidak benar kita serahkan pada hukum,” papar Sohibul Iman.

Seperti diketahui, DPP PKS memperingati HUT RI ke-70 dengan sejumlah kegiatan. Mulai dari upacara bendera, pemberian apresiasi kepada para veteran, hingga berbagai perlombaan. Turut memeriahkan acara antara lain para pengurus DPP PKS, kader, simpatisan, serta masyarakat sekitar. [pks.id]

Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman (kiri) dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Marwah Daud Ibrahim (kanan) saat menyampaikan sepatah dua kata di peserta peringatan HUT RI ke-70 di Kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (17/8).

posted by @Adimin

Sohibul Iman: Rasa Kepemilikan yang Tinggi Modal Indonesia Merdeka

JAKARTA (17/8) – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman mengatakan upacara peringatan kemerdekaan menjadi pengingat bahwa untuk mencapai Indonesia yang benar-benar merdeka diperlukan rasa kepemilikan yang tinggi atas negeri ini.

Sohibul Iman menyampaikan amanat tersebut saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI ke-70 di Kantor DPP PKS, MD Building, Jakarta pada Senin (17/8). Hadir sebagai peserta upacara Anggota Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP), kader, simpatisan, dan masyarakat.

“Upacara peringatan kemerdekaan bukan sekedar ritual belaka, namun sebagai refleksi untuk tidak melupakan jasa pahlawan. Para pahlawan punya rasa kepemilikan yang tinggi atas Indonesia. Ini juga sebagai pengingat bagi kita untuk benar-benar merdeka,” katanya.

Tidak hanya upacara, peringatan kemerdekaan RI ke-70 DPP PKS juga dimeriahkan pemotongan tumpeng oleh Sohibul Iman bersama para veteran. Pada kesempatan itu, Sohibul Iman menyuapi salah satu veteran dan mengucapkan terima kasih atas perjuangan yang telah diberikan untuk bangsa. Acara lomba-lomba untuk masyarakat sekitar kantor DPP di kawasan Pasar Minggu, juga memeriahkan peringatan HUT RI oleh PKS.

Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman hormat kepada bendera merah putih saat upacara peringatan HUT RI ke-70 di Kantor DPP PKS, MD Building, Jakarta, Senin (17/8). Foto - Imam Saefudin (Relawan PKS Foto).


posted by @Adimin

Amanat Presiden PKS di Upacara Peringatan HUT RI ke-70

Assalamu'alaikum wr wb

Bapak-bapak, ibu-ibu para pengurus Partai Keadilan Sejahtera baik itu di DPP, MPP maupun di DSP, serta seluruh jajaran undangan dan peserta upacara yang saya hormati. 

Alhamdulillah pada hari ini kita dapat melaksanakan peringatan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70. Ini semua adalah berkat dan rahmat dari Allah SWT.

Semoga dengan peringatan ini, kita semakin diberikan rahmat dari Allah SWT, Aamiin Yaa Rabbal 'Aalaminn.

Saudara-saudara sekalian, peringatan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia setiap tahun kita laksanakan. Tentu ini bukan semata-mata rutinitas. Tapi kita harus mengambil pelajaran-pelajaran dari peringatan ini. 

Pelajaran pertama dengan upacara seperti ini kita dididik untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa orang tua kita, para pendaahulu kita, sehingga kita tidak melupakan jasa-jasa mereka. 

Ini merupakan satu ciri seorang muslim, bahwa seorang muslim itu dikatakan bersyukur kepada Allah SWT, kalau dia juga bersyukur dan menghormati mereka yang telah berjasa kepada dirinya. 

Yang kedua,, dengan upacara seperti ini, penting untuk menerapkan dan melatih diri kita berdisiplin di dalam berbangsa dan bernegara. 

Satu persoalan penting di negeri kita adalah, bahwa ketertiban sosial ternyata masih jauh dari harapan kita. Ini semua adalah persolaan kedisiplinan. Karena itu dengan upacara, di mana kita serba teratur, ini bisa kita resapi bersama. Sehingga kita benar-benar menjadi orang yang bisa menjaga ketertiban sosial dan ketertiban umum di bangsa kita. 

Yang ketiga saya kira, dengan peringatan ini, kita diingatkan terus bahwa kita sebagai bangsa yang besar jumlah penduduknya, ternyata kita juga memiliki modal yang besar untuk tampil menjadi bangsa yang besar. 

Penduduk kita sudah 250 juta, keempat terbesar di dunia. Kemudian sumber daya alam kita juga sangat besar sekali. Bahkan, orang sering mengatakan, "Sebutkan sumber daya alam apa?" Pasti itu ada di bumi Indonesia. Selain itu kita juga memiiki modal sosial yang sangat tinggi. 

Perjuangan bangsa kita dahulu dilakukan hampir oleh seluruh komponen bangsa ini, mereka bahu-membahu memerdekakan negeri ini, kemudian membangun negeri ini, tidak ada satu pun komponen bangsa ini yang tertinggal membangun negeri kita ini. 

Ini menunjukan bahwa modal sosial yang dicerminkan oleh rasa kebersamaan. Sense of togetherness ini sangat tinggi di kalangan kita semua. Bahkan juga saya yakin, ketika kita semua mau berjuang demi bangsa ini, itu juga disebabkan adanya modal sosial yang lain yang kita miliki, yaitu sense of belonging, rasa memiliki bangsa ini. 

Saya selalu mengatakan, tidak boleh ada di negeri ini, yang tidak merasa bahwa dirinya adalah bagian dari pemilik negeri ini. semua kita adalah pemilik negeri ini.

Karena itu maka rasa memiliki ini, harus terus kita tumbuhkan bersama-sama. Rasa memiliki dan rasa kerjasama itu tidak cukup, tapi juga harus ditambah modal sosial yang ketiga yaitu saling percaya diantara kita. Kita harus percaya bahwa seluruh elemen bangsa ini punya niat yang baik buat negeri ini. Saya yakin tidak ada mereka yang punya niat jahat buat negeri ini, semuanya punya niat baik.

Tinggal persoalannya adalah, nanti di lapangan apakah mereka benar-benar merealisasikan niat baik itu, dengan cara-cara yang baik atau justru dengan cara-cara yang merusak. Bila mereka menggunakan cara-cara yang merusak, maka tidak ada lain kecuali kita menegakkan hukum aturan di negeri kita ini. 

Saya kira itulah konsep bernegara, kita saling percaya dan tidak ada yang melanggar aturan, maka tegakan hukum sebaik-baiknya. 

Merajalelanya narkoba, korupsi, pertikaian, dan sebagainya, itu semua adalah bentuk-bentuk penyelewengan, pelanggaran terhadap tata aturan dan konsensus bersama kita. 

Ini semua saya kira bisa kita berantas dengan penegakan hukum. Dengan tiga modal sosial tadi, ditambah dengan sumber daya alam yang besar dan juga dengan jumlah penduduk nomor terbesar di dunia, saya yakin ke depan, di usia-usianya yang semakin menua, 71, 72, bahkan nanti satu abad, saya kira Indonesia akan menjelma menjadi negara yang disegani. 

Mudah-mudahan dengan peringatan ini kita semua menjadi bagian yang melakukan usaha proaktif, mencapai tujuan-tujuan besar berbangsa dan bernegara sebagaimana tadi dibacakan di dalam pembukaan UUD Negara Republik Indonesia 1945 paragraf keempat. 

Demikianlah amanat dari saya, mudah-mudahan ini semua dapat kita laksanakan dengan sebaik-baiknya.

Billahitta taufik wal hidayah 

Wassalamu'alaikum wr wb
Sumber: Fanpage M. Sohibul Iman


posted by @Adimin

Meriahnya Perayaan HUT RI di DPP PKS


Jakarta (17/8) – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuat rangkai acara. Sejak pagi kantor DPP PKS telah ramai dipadati ratusan kader dan warga sekitar yang akan memeriahkan rangkaian acara tersebut.

Acara dibuka dengan pelaksanaan upacara bendera yang diinspekturi langsung oleh Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman. Dalam amanahnya, Sohibul Iman berpesan agar upacara peringatan Hari Kemerdekaan ini bukan sekedar seremonial belaka namun dijadikan ajang untuk mengenang jasa pahlawan dan membalasnya dengan rasa memiliki dan kebersamaan yang tinggi atas bangsa ini.

Selepas upacara bendera, sebagai wujud terima kasih atas jasa para pahlawan, Shohibul Iman mempersilahkan para veteran yang diundang hadir untuk naik ke atas panggung. Bersama para veteran, Sohibul Iman memotong tumpeng dan menyuapi mereka. Ada pula bingkisan yang diberikan kepada para veteran sebagai kenang-kenangan dari DPP PKS.

Acara pun bertambah seru ketika para kader dan masyarakat mendapatkan baso dan cendol gratis yang dibagikan sebelum perlombaan dimulai. Ada 7 macam perlombaan yang digelar yakni lomba bakiak, balap karung, makan pisang, pecahkan balon, tarik tambang, masukan benang ke jarum, serta tangkap belum yang masing-masing terdapat kategori anak-anak, remaja, dan dewasa.

Saat perlombaan sedang berlangsung seru, PKS kedatangan tamu istimewa yakni Wakil Ketua Partai Gerindra, Marwah Daud Ibrahim. Marwah yang disambut Shohibul Iman pun menyampaikan pesan penyemangat agar anak-anak yang hadir memiliki semangat yang tinggi dalam belajar dan jangan takut untuk bergabung di ranah politik nantinya. Karena menurut Marwah dan Sohibul Iman, justru di ranah politik inilah dibutuhkannya peran anak-anak terbaik bangsa.

Di akhir sambutan, Marwah dan Shohibul Iman mengajak anak-anak yang hadir untuk bernyayi dan bersyalawat bersama di panggung. Acara pun semakin seru ketika tim Shohibul Iman bertanding melawan tim Marwah dalam perlombaan bakian. Setelah jatuh bangun, akhirnya lomba pun dimenangi oleh tim Marwah.

Acara pun ditutup dengan penyerahan hadiah lomba, pemberian santunan kepada anak yatim, dan door prizeberupa alat kebutuhan rumah tangga dengan hadiah utama rice cooker dan ponsel android. [pks.id]


posted by @Adimin

KMP Kompak di 17 Agustus



Bogor (17/8) - Partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) tampak kompak di perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-70 yang diselenggarakan di kawasan Karanggan, Depok, Jawa Barat, Senin (17/8). Tampak hadir Prabowo Subianto (Ketua Umum Partai Gerindra), Fadel Muhammad (Waketum Partai Golkar), Mohamad Sohibul Iman (Presiden PKS), Djan Faridz (Ketua Umum PPP), Eddy Soeparno (Sekjen PAN) memimpin rombongan masing-masing partai anggota koalisi.

Sohibul Iman yang didapuk memimpin pembacaan Teks Pancasila merasa bahagia bahwa KMP tetap solid di tahun kedua-nya setelah terbentuk. “Tidak seperti perkiraan beberapa pihak yang menyatakan KMP hanya bertahan untuk kepentingan sesaat, dan setelah Pilpres bubar. Ternyata kami tetap kompak, bahkan setelah beberapa partai melakukan penggantian pucuk pimpinannya,” ujar Sohibul Iman usai upacara yang khidmat di Lapangan Nusantara Polo Club tersebut.

Upacara HUT Kemerdekaan RI bagi KMP, ujar Sohibul, utamanya untuk merenungi kembali langkah-langkah untuk mewujudkan Indonesia menjadi bangsa yang sejahtera, adil, dan makmur serta berkedaulatan. Oleh karenanya, ia dan para pimpinan KMP hingga kini tetap meyakini bahwa koalisi tetap relevan selama tujuan kemerdekaan tersebut belum tercapai.

Hadir pula dalam acara tersebut, mantan Presiden PKS Anis Matta, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, Sekjen PKS Taufik Ridlo, polisiti senior Golkar Akbar Tanjung, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan para politisi dari anggota partai KMP. Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani yang juga bertindak sebagai tuan rumah, alias panitia penyelenggara, menyatakan acara ini akan konsisten dilakukan KMP tiap tahun dengan tuan rumah yang bergiliran di antara partai-partai KMP. [pks.id]

Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) dalam Upacara Peringatan HUT RI ke-70 Koalisi Merah Putih di kawasan Karanggan, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/8). 

posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger