Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
September 09, 2015
JAKARTA (8/9) - Bidang Pembangunan Umat (BPU) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera menyelenggarakan Silaturahmi dan Ta'aruf Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS dengan Pimpinan Ormas-Ormas Islam di Kantor DPP PKS, MD Building, Jakarta, Selasa (8/9) malam.
posted by @Adimin
PKS Eratkan Silaturahmi dan Minta Masukan Ormas Islam Nasional
Written By Anonymous on 09 September, 2015 | September 09, 2015
JAKARTA (8/9) - Bidang Pembangunan Umat (BPU) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera menyelenggarakan Silaturahmi dan Ta'aruf Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS dengan Pimpinan Ormas-Ormas Islam di Kantor DPP PKS, MD Building, Jakarta, Selasa (8/9) malam.
Sekretaris BPU DPP PKS, H. Ika Fitriandi mengatakan acara ini merupakan undangan dari Ketua Majelis Syuro PKS kepada pimpinan ormas Islam terkait perkenalan DPTP PKS yang baru.
"Jadi memang sepenuhnya hari ini silaturahmi. Selain itu, kami meminta masukan dari seluruh ormas yang ada di Indonesia untuk langkah DPTP PKS ke depan," katanya.
Rangkaian acara Silaturahmi bersama ormas Islam, lanjut Ika, dimulai dengan ta'aruf, yaitu memperkenalkan DPTP PKS yang baru. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Syuro (MS) PKS, Dr Salim Segaf Al Jufri.
"Acara dimulai dengan ta'aruf, setelah itu MS ingin mendapatkan masukan dari seluruh ormas Islam untuk menjadi bahan DPTP PKS melangkah ke depan," pungkas Ika.
Hadir pula pada kesempatan itu Wakil Ketua MPR RI yang juga Wakil Ketua MS PKS Hidayat Nur Wahid, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, serta pimpinan ormas-ormas Islam nasional. Di antaranya pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Mathlaul Anwar, Persatuan Ummat Islam, Persatuan Islam (PERSIS), Syarikat Islam (SI), serta Al Irsyad Al Islamiyah.
Selain
itu, pimpinan Dewan Masjid Indonesia (DMI), Majelis Intelektual Ulama
Muda Indonesia (MIUMI), Persaudaraan Muslim Indonesia (PARMUSI), Front
Pembela Islam (FPI), Perguruan Islam Asy Syafiiyah, Ikatan Dai Indonesia
(IKADI), Wahdah Islamiyah, Rabithah Alawiyah, Al Ittihadiyah, dan
Jamiatul Wasliyah juga menjadi undangan kali ini.
Sebelumnya
pada Kamis (3/9) DPTP PKS juga mengadakan silaturahmi sekaligus
perkenalan bersama pimpinan Koalisi Merah Putih (KMP) di MD Building,
Jakarta. Hadir pada kesempatan itu Ketua MPR RI yang juga Ketua Umum PAN
Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, serta
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. [kabarpks.com]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 09, 2015
“Pemerintah harus lebih bersungguh-sungguh melakukan perbaikan penyelenggaraan haji sejak di Tanah Air. Segala temuan yang menjadi catatan Komisi VIII dalam pengawasan kemarin, sebenarnya adalah persoalan-persoalan yang bisa diantisipasi sejak awal. Sehingga, masalah yang sudah menjadi bahan evaluasi tahun-tahun lalu seharusnya tidak terjadi lagi,” pungkasnya. [kabarpks.com]
posted by @Adimin
Hak Jamaah Haji Banyak Terabaikan

JAKARTA (9/9) – Hak jamaah haji Indonesia tahun 2015
banyak terabaikan. Kisruh soal visa terlambat keluar yang menimpa sebagian
calon jamaah telah memberi efek domino hingga ke Tanah Suci. Wakil Ketua Komisi
VIII DPR RI Ledia Hanifa Amaliah menyampaikan hal ini melalui siaran persnya,
Rabu (9/9), usai melakukan pengawasan pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji
pada 3-8 September 2015.
“Ada koper jamaah sudah tiba di Tanah Suci,
pemiliknya belum bisa berangkat dan terpisah dari rombongan karena visa belum
keluar. Sehingga, jadwal keberangkatan sebagian jamaah dimajukan. Namun muncul
lagi kendala karena gelang informasi yang mereka kenakan tidak sama dengan
alamat tinggal yang tersedia. Hal ini cukup membingungkan dan merepotkan setibanya
di Tanah Suci,” papar Ledia.
Perubahan jadwal keberangkatan dan kedatangan, tidak hanya
menyusahkan calon jamaah haji, tetapi juga pihak-pihak lain. Panitia haji di Tanah
Suci harus melakukan regrouping dan
memindahkan alamat. Pembimbing ibadah, ketua rombongan, dan berbagai pihak harus
mengantisipasi perubahan. Bahkan petugas medis sampai harus mencari-cari pasien
mereka.
“Regrouping ini sama
sekali bukan perkara mudah. Pembimbingan dan pengontrolan menjadi lebih sulit
dilakukan. Padahal , calon jamaah
haji Indonesia banyak yang lanjut usia, jamaah resti (yang memiliki resiko
tinggi dalam urusan kesehatan), atau gabungan keduanya. Belum lagi secara
psikologis ada ketidaknyamanan bagi jamaah haji dan rombongan yang terpisah
maupun yang terkena regrouping,”
katanya.
Tidak hanya itu, dalam beberapa momen sidak di Tanah
Suci, legislator Fraksi PKS ini juga menemukan persoalan haji yang sudah bertahun-tahun
menjadi bahan evaluasi, namun masih saja terulang. Diantaranya soal pemadatan jamaah
dalam satu ruangan dan bercampurnya jamaah laki-laki dan perempuan.
“Setiap jamaah haji berhak atas ruang minimal 4 meter persegi di
dalam satu ruangan. Tetapi, ketentuan ini masih banyak dilanggar. Satu kamar
ukuran kecil rata-rata diisi sampai 6 jamaah. Bahkan ada satu kamar berisi 11
jamaah, 8 diantaranya lansia dan hanya memiliki satu kamar mandi. Begitu pula
petugas kesehatan laki-laki dan perempuan ada yang ditempatkan dalam satu
kamar. Padahal sudah sejak tiga tahun lalu kami secara tegas melarang penempatan
laki-laki dan perempuan dalam satu kamar,” tegas Ledia.
Temuan-temuan ini, lanjut Ledia, segera ditindaklanjuti dengan
perombakan karena terkait hak para jamaah. Namun, Ledia khawatir masih ada
beberapa pondokan yang punya masalah serupa, tetapi belum terungkap. Misalnya
penumpukan jamaah belum nampak karena belum semua calon jamaah haji tiba di
Tanah Suci.
“Pemerintah harus lebih bersungguh-sungguh melakukan perbaikan penyelenggaraan haji sejak di Tanah Air. Segala temuan yang menjadi catatan Komisi VIII dalam pengawasan kemarin, sebenarnya adalah persoalan-persoalan yang bisa diantisipasi sejak awal. Sehingga, masalah yang sudah menjadi bahan evaluasi tahun-tahun lalu seharusnya tidak terjadi lagi,” pungkasnya. [kabarpks.com]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 08, 2015
posted by @Adimin
Imbauan Lengkap Presiden PKS untuk Gerakan Lima Puluh Ribu
Written By Anonymous on 08 September, 2015 | September 08, 2015
JAKARTA (7/9) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 pada 12-15 September 2015 mendatang. Untuk kesuksesan kegiatan tersebut, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengimbau kepada seluruh kader dan keluarga besar PKS untuk ikut berkontribusi dengan beragam sumber daya yang ada.
"Dari dulu kita mempunyai semangat kebersamaan melaluisunduquna juyubuna. Untuk itu kami mengimbau kepada antum semua mari kita sama-sama mensukseskan Munas ini dengan ikut berpartisipasi dan berkontribusi. Kita sebut ini Galibu, Gerakan Lima Puluh Ribu. Tidak berarti kita terpaku pada angka itu. Tapi silakan antum memberikan kontribusi pada pelaksanaan munas kali ini," ujar Sohibul Iman di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2015).
Berikut imbauan lengkap Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman kepada kader dan keluarga besar PKS tentang Gerakan Lima Puluh Ribu:
Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Kepada seluruh kader dan juga keluarga besar PKS di seluruh Tanah Air, dan juga yang ada di Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) PKS di luar negeri. Saya mengucapkan selamat berjumpa pada hari ini dan saya bahagia bisa menyapa antum semua pada hari ini.
Seperti kita ketahui bersama, kita akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional pada tanggal 14 sampai 15 september yang akan datang, yang akan diawali terlebih dahulu dengan sidang Majelis Syuro pada tanggal 12-13 (September). Jadi secara keseluruhan Musyawarah Nasional ini dari tanggal 12 sampai 15 (September).
Musyawarah Nasional ini tentu saja sangat dibutuhkan dalam konteks kepemimpinan baru untuk kita ke depan memiliki program-program kerja lima tahun akan datang. Dalam hal ini kami sangat mengharapkan partisipasi dari seluruh kader, dan keluarga besar PKS di Indonesia.
Seperti kita ketahui bahwa pelaksanaan Musyawarah Nasional ini akan melibatkan kurang lebih 1.200 peserta dari seluruh Tanah Air yang mana tentu saja ini membutukan beragam sumber daya. Untuk itu saya mengajak kepada antum semua berpartisipasi di dalam penyelenggaraan ini dalam Musyawarah Nasional kali ini.
Ini adalah hajatan kita bersama, dari kita untuk kita. Karena itu mari kita bersama-sama untuk berkontribusi bagi terlaksannaya Musyawarah Nasional ini dengan sebaik-baiknya.
Dari dulu kita memiliki semangat kebersamaan sunduquna juyubuna. Untuk itu saya mengimbau kepada antum semua, untuk kita sukseskan sama-sama dengan kita ikut bartisipasi dan berkontribusi.
Buat antum semua yang punya kelapangan tentu saja bisa berkontribusi itu ke alamat rekening seperti tertulis di bawah ini...
Kalau kita mau sebut ini gerakan Galibu atau Gerakan Lima Puluh Ribu Rupiah. Berarti....,tidak berarti kita terpaku pada angka itu. Tapi silakan antum memberikan berkontribusi pada pelaksanaan Munas kali ini. Semoga seluruh sumbangsih kita yang diniatkan dengan ikhlas dan demi perjuangan kita, kita akan dapat balasan dari Allah SWT.
Insya Allah semua sumbangsih antum akan kita pertangungjawabkan secara baik di depan hukum dan tentu saja di hadapan internal tanzhim kita sendiri.
Sekian imbauan dari saya. Semoga kita dapat melaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Wassalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 08, 2015
posted by @Adimin
Presiden PKS Serukan 'Gerakan Lima Puluh Ribu' untuk Sukseskan Munas
JAKARTA (7/9) - Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan digelar secara sederhana pada 12-15 September 2015 mendatang. Untuk kesuksesan acara tersebut, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengimbau seluruh kader partainya untuk ikut berpartisipasi melalui ‘Gerakan Lima Puluh Ribu’.
"Dari dulu kita mempunyai semangat kebersamaan melaluisunduquna juyubuna (dana dari kantong sendiri). Untuk itu, kami mengimbau kepada antum semua, mari kita sama-sama sukseskan Munas ini dengan ikut berpartisipasi dan berkontribusi. Kita sebut ini Galibu, Gerakan Lima Puluh Ribu. Tidak berarti kita terpaku pada angka itu. Tapi silakan antum memberikan kontribusi pada pelaksanaan Munas kali ini," ujar Sohibul Iman di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (7/9).
Sohibul Iman mengatakan, Munas PKS kali ini akan dihadiri lebih kurang 1200 peserta dari seluruh wilayah di Indonesia dan perwakilan luar negeri sehingga membutuhkan dukungan beragam sumber daya dari kader dan keluarga besar PKS.
Dalam konteks kepemimpinan, lanjut doktor lulusan Jepang ini, Munas dilaksanakan untuk menghasilkan program kerja untuk lima tahun akan datang. Oleh karena itu, sangat diperlukan kontribusi dan dukungan dari seluruh kader dan keluarga besar PKS se-Tanah Air.
"Ini adalah hajatan kita bersama, dari kita untuk kita. Karena itu mari kita bersama-sama untuk berkontribusi bagi terlaksananya Munas ini dengan sebaik-baiknya. Semoga seluruh sumbangsih kita yang ikhlas dan demi perjuangan kita, dapat balasan dari Allah SWT," jelas Sohibul Iman.
Mantan wakil ketua DPR ini meyakinkan, setiap dana yang masuk untuk kesuksesan Munas PKS akan dipertanggungjawabkan sesuai aturan yang berlaku baik internal maupun publik.
Munas ke-4 PKS akan dibagi menjadi dua tahapan. Tahapan pertama, rapat Majelis Syuro pada tanggal 12-13 September 2015 di Kantor DPP PKS, Jakarta. Tahapan kedua, Musyawarah Nasional pada 14-15 September 2015 di Hotel Bumi Wiyata, Kota Depok, Jawa Barat. Munas ke-4 PKS juga akan dimeriahkan dengan rangkaian Kegiatan Rakyat di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Pramuka Cibubur.
Kontribusi dana Munas ke-4 PKS dapat disalurkan ke rekening Bank Mandiri Cabang Warung Buncit a.n. Partai Keadilan Sejahtera No Rek 127-00-161616-12; BCA Cabang Jatinegara Barat a.n. PKS Munas No Rek 760-033-2451; atau BSM Cabang Pondok Bambu a.n. PKS Munas No Rek 701-7724-791.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 08, 2015
posted by @Adimin
Anak Kader Harus Jadi Penopang Keberhasilan Kaderisasi
SERANG (7/9) – Piramida kaderisasi PKS harus sehat karena berbagai masalah dan tantangan ke depan semakin beragam. Salah satu tantangan berat tersebut ialah pembinaan anak-anak kader, terutama usia 17 tahun ke atas. Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menyampaikan hal ini dalam acara Temu Pengurus Kaderisasi di Kota Serang, Banten, Ahad (6/9).
“Jika anak-anak kader tidak bisa mengisi piramida itu akan menjadi masalah. Ini jelas tantangan berat buat kita. Jadi kita tidak perlu jauh-jauh, tantangan ada di sekitar kita. Saya sudah sampaikan masalah ini, nanti ke depan Bidang Perempuan dan Keluarga, karena kita ingin pengarusutamaan keluarga, termasuk di dalamnya anak-anak kita,” ujar politisi yang akrab disapa Kang Iman itu.
Kang Iman mengangkat salah satu pesan Rasulullah SAW tentang zaman anak-anak yang berbeda dengan zaman orang tuanya. Ia pun menceritakan pengalamannya ketika pertama kali mengenal Islam. Dahulu, katanya, ada kerinduan kepada model pembinaan yang dilakukan kaderisasi PKS.
“Dulu kelas 2 SMP bersama kakak saya yang kala itu kelas 1 SMA, kami sudah melakukan pembinaan. Itu lahir dari sebuah keinginan yang kuat, Islam bisa leading dalam konteks peradaban. Saya kira semua generasi awal merasakannya. Itu yang biasa disebut sebagai semangat pencarian, betul-betul semangat mencari sesuatu karena tidak ada waktu itu,” kisahnya.
Kader-kader PKS, lanjut Kang Iman, tidak perlu jauh-jauh mencari tantangan. Oleh karena, di lingkungan masing-masing memiliki tantangan yang sangat besar. Kang Iman meminta para pembina untuk melakukan evaluasi anak-anak kader, supaya menjadi penopang keberhasilan dalam pembinaan kaderisasi.
“Satu hal yang perlu kita pahami, zaman anak-anak kita tidak sama dengan kita. Mereka ini dengan satu gadgetsaja bisa main game, komunikasi dengan siapapun. Mereka sedang dikepung oleh dunia, jangan sampai mereka terlena. Kalau kita tidak bisa kreatif, inovatif, dan improfisasi dalam melakukan liqo untuk anak-anak, bisa-bisa menjenuhkan mereka,” ujarnya.
Mantan wakil ketua DPR RI itu mengajak seluruh kader untuk memperhatikan kualitas tarbiyah anak-anak. “Paling tidak, semangatnya sama dengan kita dulu. Semangat mencari, bukan sebaliknya mereka menghindari. Mudah-mudahan mulai hari ini kita perhatikan pembinaan anak-anak kita, sehingga mereka bisa mengisi piramida ini secara baik,” tutupnya.
Sumber: Humas PKS Banten
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 08, 2015
posted by @Adimin
DPR Pertanyakan Reformasi Birokrasi di Kejaksaan Agung

JAKARTA (7/9) – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Nasir Djamil mempertanyakan pola reformasi birokrasi di Kejaksaan Agung (Kejagung) saat ini. Ketidakjelasan pola reformasi birokrasi di Kejagung dapat menjadi faktor penghambat dalam upaya penegakan hukum.
"Terutama terhadap penanganan kasus yang sedang ditangani kejaksaan agung saat ini," kata Nasir, dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi III DPR RI dengan Jaksa Agung, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/9).
Hal ini, menurut Nasir, terlihat dari ketidakjelasan pola mutasi dan demosi yang terjadi di Kejaksaan Agung. Nasir menuturkan, ada banyak personil yang telah mengikuti profile assesment, ujian kemampuan teknis, toefl, dan test psikologi justru tidak dipromosikan di tempat yang sesuai dengan hasil test, dengan alasan karena tidak ada kedekatan dengan pihak tertentu.
"Hal ini dapat membahayakan institusi kejaksaan, diharapkan Jaksa Agung melakukan review dan menaati sistem penjenjangan yang ada agar dapat menempatkan the right man on the right place sesuai dengan sistem dan ketentuan hukum yang berlaku," ujar politisi asal Aceh itu.
Namun demikian, Nasir memberikan apresiasi atas reaksi cepat kejagung dalam upaya percepatan penyerapan anggaran negara dengan adanya pembentukan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Pusat (TP4P) dan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D).
"Seharusnya jaksa agung memperhatikan ketentuan UU Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan dan sebaiknya hal itu dijadikan pedoman oleh TP4P dan TP4D dalam melaksanakan tugas dan fungsinya," imbuh Nasir.
Lebih lanjut, dalam Raker itu Nasir mengemukakan, Fraksi PKS saat ini sedang mendalami pembahasan rumusan daftar inventarisasi masalah (DIM) Rancangan KUHP (RKUHP). "Masukan kejaksaan terhadap RKUHP ini akan kami pelajari dan merupakan masukan berharga dalam pembahasan RKUHP di Panja ke depan," tutup Nasir.
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 08, 2015
posted by @Adimin
Hidayat Nur Wahid : Daerah Perlu Mendapat Bagian Pajak Ekspor CPO

DUMAI (6/9) – Pemerintah pusat hendaknya memberikan bagi hasil pajak eksor Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit kepada pemerintah daerah sesuai dengan aspirasi pemerintah dan rakyat Kota Dumai, Riau.
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengemukakan hal itu saat meninjau pelabuhan milik Pelindo I di Dumai bersama Anggota Komisi IX DPR Chairul Anwar, dan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Dumai, Muhammad Ikhsan dan Yanti Komala Sari. Peninjauan dilakukan di sela-sela kunjungan kerja Hidayat di Kota Dumai dalam rangka Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Minggu (6/9).
“Wajar jika Dumai mendapat bagian dari pajak ekspor CPO, karena ekspor CPO terbesar dilakukan dari Pelabuhan Dumai,” terang Hidayat.
Menurut Hidayat, pembagian itu merupakan bagian dari pelaksanaan sila kelima dari Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Apalagi, infrastruktur jalan di Dumai, khususnya dan Provinsi Riau pada umumnya banyak yang rusak akibat dipakai untuk mengangkut produk CPO dan turunannya.
“Jadi kalau Dumai mendapat bagian dari pajak ekspor CPO ini baru adil,” imbuh dia.
Sebelumnya, Muhammad Ikhsan menyampaikan aspirasi warga Dumai, yang menginginkan pembagian hasil pajak ekspor CPO. Menurut dia, sangat wajar jika Pemerintah Daerah Dumai menerima sebesar 20 persen pajak ekspor itu. Selama ini ekspor CPO dikenakan pajak sebesar US$50 per ton.
Ikhsan menyampaikan, sekitar 50 persen dari total ekspor CPO Indonesia yang sebesar 21,76 juta ton pada tahun 2014 dilakukan dari pelabuhan Dumai. Dan hingga kini, Dumai belum mendapatkan apa-apa dari hasil ekspor CPO itu. Padahal infrastruktur jalan di Dumai rusak, dan udara Dumai acap tercemar akibat kabut asap dari kebakaran lahan.
Keterangan Foto: Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid bersama anggota Komisi IX Dapil Riau Chairul Anwar (batik biru), Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Dumai, Muhammad Ikhsan Dan Yanti Komala Sari, mengunjungi Pelabuhan Pelindo I Dumai, Minggu (6/9). Dalam kesempatan itu Hidayat berdialog dengan Pimpinan Pelindo I Dumai, Junaidi.
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 08, 2015
Oleh: Ubedilah Badrun
(Pengamat Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta)
posted by @Adimin
Sohibul Iman, PKS, dan JIL (Bagian 2)
Oleh: Ubedilah Badrun
(Pengamat Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta)
Dalam khazanah Islam, pluralis berkarakter itu ada
pada filosofi "Yakhtalitun walakin yatamayyazun". Makna filosofisnya adalah berbaur tetapi tidak larut.
Kebersamaan dipahami sebagai keniscayaan tanpa harus kehilangan identitasnya.
Sikap Kang Iman menerima menjadi Rektor Universitas Paramadina dan menghadiri
ulang tahun Kompas dalam dua tahun berturut-turut, dan berbagai aktivitas
dengan beragam suku bangsa adalah perilaku seorang pluralis berkarakter yang
Kang Iman tunjukkan.
Dalam konteks kenegaraan pemikiran pentingnya
kebersamaan juga nampak dari 15 solusi krisis yang digagas Kang Iman untuk
Indonesia saat ini. Meski posisi PKS di luar pemerintahan namun Kang Iman
sebagai Presiden PKS mau berbagi ide untuk pemerintah. Ini artinya Kang Iman
mengutamakan kebersamaan sebagai sebuah bangsa (Republika.co.id, 29/8/2015).
Ketiga, pemikiran tentang partai politik Islam
modern. Dalam khazanah pemikiran Islam, pemikiran detail tentang partai politik
berarti meniscayakan dua hal penting, yakni sikap pro demokrasi dan pemikiran
politik Islam yang modern. Penulis mencermati tradisi intelektual Kang Iman
bukan tradisi yang anti demokrasi, tetapi justru intelektual muslim yang pro
demokrasi.
Dalam konteks partai politik Islam Kang Iman
sangat intens fokus pada pentingnya partai Islam modern, dan PKS akan
dijadikanya sebagai contoh partai Islam modern. Dalam analisis media penulis
menemukan pernyataan Kang Iman tentang pentingnya partai politik Islam modern
dengan mengingatkan agar partai politik memperbaiki fungsinya.
Diantaranya ketika Kang Iman menjelaskan fungsi
partai sebagai agregasi ideologi. Bahwa kehadiran partai politik tidak bisa
lepas dari ideologi yang dibawanya. Berbagai pemikiran yang ada dalam partai
politik dirumuskan dalam satu ideologi yang utuh. Ideologi partai itulah yang
dipegang teguh dan menjadi orientasi seluruh aktivisnya.
Partai ini hadir karena membawa ideologi besar
yang sudah jelas. Partai sebagai institusi politik yang lahir dari rahim
republik ini tidak menafikan ideologi bangsa besar ini yaitu Pancasila. Bahwa
seluruh partai harus menjadikan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara
ini dan menjadikanya sebagai rujukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
PKS memiliki ideologi partai yang jelas dengan
basis Islam yang jelas untuk memberi manfaat bagi seluruh anak bangsa, dalam
literatur politik Islam disebut rahmatam lil 'alamiin atau menjadi rahmat bagi
seluruh alam (Tribunnews.com,23/8/2015).
Penulis juga menemukan arah pemikiran politik
Islam modern Kang Iman pada upayanya untuk memperbaiki pengelolaan manajemen
partai, meningkatkan kualitas manajemen partai menuju partai modern dan
profesional (hallobogor.com 22/8/2015).
Tiga pemikiran Kang Iman tentang Purifikasi Islam
dalam partai politik, Pluralis Berkarakter, dan Partai Islam modern, jauh lebih
terlihat autentitasnya di banding interpretasi JIL tentang liberalisasi internal
PKS, sekularisasi, dan pluralisme. Pemikiran Purifikasi Islam dalam partai
politik, Pluralis Berkarakter, dan Partai Islam modern menunjukan bahwa Kang
Iman memiliki autentisitas gagasannya sendiri.
Tiga pemikiran di atas seolah mau membalikkan
tesis Nurcholis Majid (Rektor pendahulunya di Universitas Paramadina) tentang
"Islam yes, Partai Islam no" menjadi "Islam yes dan Partai
Islam yes". Berpolitik tanpa harus kehilangan identitasnya sebagai muslim
intelektual. Menerima demokrasi tanpa harus kehilangan jati dirinya sebagai
muslim dan sebagai Indonesia. Semoga.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 07, 2015
posted by @Adimin
Presiden PKS Optimis Kuat Emban Amanah dengan Dukungan Kader
Written By Anonymous on 07 September, 2015 | September 07, 2015
SERANG (7/9) – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul
Iman mengatakan amanah sebagai Presiden PKS tentulah berat. Namun ia optimis
amanah ini dapat ditunaikannya dengan baik karena akan ada kader-kader PKS yang
siap mendukung amanah ini dengan sebaik-baiknya.
“Namanya amanah sudah pasti berat, apalagi ini amanah
kepemimpinan untuk membawa gerbong jamaah dakwah, partai dakwah. Pasti sangat
berat, karena saya harus mempertanggungjawabkannya di akhirat. Namun dengan
dukungan antum semua, saya percaya dapat melaksanakan amanah ini dengan
sebaik-baiknya,” ujar Sohibul Iman saat mengadakan pertemuan dengan pengurus
kaderisasi se-Banten di Serang, Ahad (6/9).
Maka dalam acara yang dihadiri 400 orang kader PKS tersebut,
Sohibul Iman mengajak seluruh kader di Banten untuk bersama-sama memajukan PKS.
“Tolong sampaikan ke semua kader yang terbina di seluru pelosok
Banten. Insya Allah kita bergandengan tangan untuk membuat partai dakwah ini
berdaya guna dan berhasil guna,” papar Sohibul Iman.
Selain itu Sohibul Iman juga mengajak para kader untuk lebih sadar
akan kedisiplinan, karena sesungguhnya disiplin terhadap waktu adalah ciri mukmin
sejati.
“Disiplin terhadap waktu itu ciri mukmin sejati. Dengan itu pula
insya Allah beragam kemudahan dan kemenangan bisa kita dapat,” imbau Sohibul
Iman.
Sohibul Iman juga menyeru agar semangat disiplin akan waktu itu
bisa ditularkan kepada semua kader, sebagaimana kedisiplinan itu telah
diterapkan di jajaran Dewan DPTP.
“Antum perlu ketahui, rapat DPP sekarang setiap Rabu jam 6 pagi.
Kita tidak ingin rapat tengah malam sampai pagi hari. Karena itu berawal jam 6
pagi, rata-rata jam 10-11 selesai sehingga yang punya tugas ke kantor bisa melaksanakan
tugas sebaik-baiknya,” pungkas Sohibul Iman.
Sumber: Humas PKS Banten
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 07, 2015
Oleh: Ubedilah Badrun
Temuan penulis menunjukan cara pandang Kang Iman tentang keberagaman seperti
pada pernyataan Kang Iman berikut ini: "Islam mengajarkan menghargai
keragaman. Kalau karena mengamalkan spirit keberagaman lalu saya disebut
pluralis, maka saya adalah seorang pluralis berkarakter, bukan pluralis
pragmatis" (wawancara penulis, 3/9/15).
Bersambung...
posted by @Adimin
Sohibul Iman, PKS, dan JIL (Bagian 1)
Oleh: Ubedilah Badrun
(Pengamat Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta)
Terpilihnya
Mohamad Sohibul Iman menjadi Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
pada awal Agustus lalu sempat menghentakkan Jaringan Islam Liberal
(JIL).
Dengan cepat Ulil Abshor Abdala, sang pentolan JIL, merespon melalui
media
sosial Twitter. Selain mengucapkan selamat, ia juga berharap agar PKS di
bawah kepemimpinan Sohibul Iman akan semakin menjadi partai terbuka.
Ulil juga sedikit menganalisis dengan kesimpulan PKS telah mengalami
liberalisasi internal. Ia hanya menyebut ciri-ciri perubahan simbolik pada
aktivis PKS. Diantaranya seperti elite-elite PKS yang sudah jarang berjenggot
dan jarang bercelana cingkrang. Rasanya ini sebuah kesimpulan yang
simplifikatif.
Latar belakang Sohibul Iman sebagai mantan Rektor Universitas Paramadina juga
sempat dikaitkan oleh media JIL (Islamlib.com). Fakta tersebut
dinilai sebagai indirect influence secara kultural dari gerakan JIL yang
mengusung cara pandang baru dalam memahami Islam. Terpilihnya Sohibul Iman
memang direspon positif oleh berbagai kalangan termasuk JIL. Tentunya hal ini
tidak serta merta mengaitkan Kang Iman beraliran Islam liberal.
Penulis mencermati respon positif publik terhadap sosok Sohihul Iman lebih
karena performa yang sederhana, intelek, santun, dan memiliki jaringan yang
luas. Sebuah berkah tersendiri untuk partai yang berlimpah kaum intelektual.
Tulisan ini tidak hendak membantah atau mendangkalkan kesimpulan JIL tentang
sosok Sohibul Iman (Kang Iman) karena memang pandangan Ulil dan JIL kurang
utuh, bahkan cenderung simplifikasi simbolik. Melalui tulisan ini, penulis
mencoba mengurai arah pemikiran Kang Iman dari gagasan-gagasannya atau
ide-idenya yang terpublikasi di banyak media.
Dengan cara itu penulis meyakini ada semacam otentisitas karena dari gagasan
yang terungkap kita bisa lebih mengenali sang tokoh secara lebih otentik.
Tiga Pemikiran Kang Iman
Belum genap sebulan sebagai Presiden PKS, penulis mengamati ada tiga pemikiran
penting Kang Iman yang terlontar ke publik. Penulis menyebutnya pemikiran
negarawan. Habitus pemikiran negarawan Kang Iman berbasis pada pemikiran Islam
otentik dan kerangka kenegaraan yang progresif (maju). Tiga pemikiran Kang Iman
tersebut penulis urai di bawah ini.
Pertama, pemikiran untuk mengokohkan nilai dan prinsip partai (purifikasi).
Pengokohan nilai dan prinsip Islam dalam berpartai ini dalam khazanah pemikiran
Islam sering disebut Purifikasi Islam atau pemurnian Islam dalam konteks
berpolitik. Menariknya, pemikiran Kang Iman tentang Purifikasi ini
dikontekstualisasikan dalam kehidupan kenegaraan.
Dalam analisis media yang penulis lakukan ditemukan pemikiran purifikasi ini
bahwa positioning PKS tetap sebagai partai dakwah dan partai kader. Dengan
posisi itu diharapkan PKS mampu berkontribusi secara optimal untuk masyarakat
dan bangsa.
Kalimat ini menempatkan spirit Islam politik (partai kader dan partai dakwah)
yang tidak ditinggalkan sekaligus dibingkai dengan tujuan memberi kontribusi
untuk bangsa. Ini juga menunjukkan ada orientasi untuk kemajuan bangsa. (Kompas.com/11/8/2015).
Kedua, pemikiran tentang pentingnya kebersamaan (menghargai pluralitas). Kang
Iman meyakini sebuah partai atau sebuah bangsa isinya beragam manusia. Ini
adalah realitas yang tidak bisa dihindari. Kematangan berfikir Kang Iman yang
menghargai keragaman patut diapresiasi. Dalam khazanah pemikiran Islam
kontemporer ini sering disebut pemikiran pluralisme. Kang Iman tentu bukan
penganut pluralisme tetapi ia adalah intelektual muslim yang menghargai
pluralitas.
Bersambung...
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 07, 2015
posted by @Adimin
Dr Salim Apresiasi Gerakan Budaya KMGP the Movie

JAKARTA (6/9) – Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dr Salim Segaf Al Jufri menyambut baik kelompok masyarakat yang menginisiasi gerakan budaya memproduksi film Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP the Movie).
“Berdasarkan pengalaman sejarah, seni dan budaya mampu mengubah orang menjadi lebih baik, melampaui batas-batas suku, ras, agama, bahkan logika,” kata Dr Salim saat menerima silaturahim tim produksi KMGP the Movie di Jakarta, Ahad (6/9).
Menurut Dr Salim, saat ini tidak hanya Al Quran yang ditulis dengan indah dan saat diperdengarkan menyentuh hati orang-orang yang paham Bahasa Arab, tetapi juga penggunaan media audio visual.
“Pada era sekarang penggunaan media audio visual bisa secara efektif menjangkau banyak orang di banyak tempat sekaligus,” ujar Menteri Sosial RI periode 2009-2014 itu.
Pada kesempatan yang sama, salah satu anggota tim produksi, dr. Hajar Ariyani menceritakan keberhasilan KMGP the Movie memberikan semangat dakwah kepada anak-anak di Jawa Timur.
“Alhamdulillah, KMGP the Movie ini mampu menyemangati kembali anak-anak kader di Jawa Timur untuk berdakwah sambil menyalurkan energi kreatif mereka,” papar dr. Hajar.
Sambil setengah bercanda, dr. Hajar meminta Dr Salim untuk ikut membeli tiket serta menonton tayangan pertama(premier) KMGP the Movie atas nama komunitas Smart Club.
“Mari Ustadz, ikut beli tiket nonton duluan KMGP the Movie atas nama komunitas Smart Club, sehingga dana komunitasnya bisa mereka pakai untuk membangun Rumah Dakwah Sekolah di kawasan Jawa Timur,” ajak dr. Hajar.
Merespon ajakan tersebut, Dr Salim sepakat kader dan simpatisan PKS mendukung KMGP the Movie melalui gerakan #SedekahTiket.
“1200-an anggota dewan dari PKS di seluruh Indonesia harusnya bisa mendukung film ini, di samping tentu saja mendoakan, memberi endorsement, serta nonton pada hari pertama,” ujarnya.
Dr Salim pun menggarisbawahi peluang untuk memproduksi film tentang pahlawan Muslim Nusantara dengan pendekatan seperti KMGP the Movie.
“Pendekatan crowd funding dan komunitas seperti yang dirintis oleh tim produksi KMGP the Movie ini seharusnya juga membuka peluang bagi kita untuk dapat memproduksi seri film tentang pahlawan Muslim Nusantara dari berbagai daerah. Semoga bisa diwujudkan,” pesannya. [pks.id]
Keterangan Foto: Ketua Majelis Syuro PKS Dr Salim Segaf Al Jufri (empat dari kiri) bersama tim produksi KMGP the Movie di Jakarta, Ahad (6/9).
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN