Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
September 26, 2015
posted by @Adimin
Tragedi Mina, Pemerintah Harus Evaluasi Pelayanan Haji
Written By Anonymous on 26 September, 2015 | September 26, 2015
Makkah (25/9) - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Jazuli Juwaini mendesak Pemerintah untuk mengevaluasi penyelenggaraan haji 2015. Demikian disampaikan Jazuli ketika menyambangi korban Tragedi Mina asal Indonesia di Rumah Sakit Mina Emergency, Saudi Arabia, Jum’at (25/9).
“Pemerintah Indonesia harus serius evaluasi penyelenggaraan haji 2015. Kami menemukan banyak jamaah Indonesia yang sakit termasuk Bu Ati dari Banjar Jawa Barat yang tidak terlayani dengan baik,” kata Jazuli.
Politisi PKS ini sangat prihatin karena tidak ada satupun petugas, baik dari maktab maupun Kemenag, di Rumah Sakit Mina Emergency. Jazuli juga kecewa setelah menghubungi maktab dan daerah kerja (daker) tidak mendapat respon yang memuaskan.
“Pemerintah Indonesia (Kemenag/Kemenkes) harus menempatkan petugas Indonesia di rumah sakit-rumah sakit di sekitar Mina dan Mudzalifah, terutama pada tanggal 9, 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah untuk antisipasi jamaah yang sakit dan memudahkan kordinasi,” kata Jazuli.
Jazuli menyarankan agar Kemenag membuat posko-posko penerangan dari tenda-tenda jamaah Indonesia menuju tempat lempar jumrah. Banyak sekali jamaah yang tersesat, bisa berangkat tapi tidak mengetahui jalur pulang.
Anggota DPR asal dapil Banten III ini juga mengajak jamaah untuk mematuhi aturan agar kejadian serupa tidak terjadi di masa yang akan datang. “Waktu melempar jumrah masing-masing negara sudah diatur. Jamaah sebaiknya menaati aturan tersebut,” tutupnya.
Keterangan Foto: Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini (kiri) saat menyambangi korban Tragedi Mina asal Indonesia di Rumah Sakit Mina Emergency, Saudi Arabia, Jum’at (25/9).
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 25, 2015
posted by @Adimin
PKS: Kita Doakan Jamaah Haji Korban Mina sebagai Syuhada
Written By Anonymous on 25 September, 2015 | September 25, 2015
JAKARTA (24/9) - Ratusan kaum muslimin meninggal dalam insiden yang terjadi di Mina, Arab Saudi ketika mereka tengah menjalankan ibadah haji. Sementara ratusan lainnya terluka dan dirawat di sejumlah rumah sakit.
Ketua Badan Pembinaan Umat dan Dakwah (BPUD) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilman Rosyad mengajak kaum muslimin, khususnya di Tanah Air, untuk mendoakan para jamaah haji yang meninggal dalam tragedi Mina tersebut sebagai syuhada.
"Kita doakan agar disempurnakan pahala haji mereka dan dicatatkan sebagai syuhada #tragedimina," kata Hilman melalui akunnya @ustadzhilman, Kamis (24/9).
Alumnus Universitas Islam Madinah Arab Saudi ini mengatakan musibah tersebut diduga terjadi karena keletihan fisik, panik, dan beberapa prosedur yang tidak ditaati oleh para jamaah haji. Keletihan tersebut menurut Hilman, muncul karena para jamaah selesai melakukan wuquf di Arafah.
"Serta mabit (bermalam) di Muzdalifah sebelum berangkat ke Mina guna melontar jumroh aqobah #tragedimina," tambah Hilman
Mantan anggota DPR RI periode 2004-2009 menyadari musibah ini adalah takdir dari Allah, namun demikian ia tetap meminta kelalaian penyelenggara harus dipertanggungjawabkan, serta korban luka-luka atau pun yang telah wafat harus segera ditangani dengan baik.
"Semoga tidak terjadi lagi di sisa prosesi haji tahun ini, dan penyelenggaran haji di tahun mendatang lebih baik lagi #tragedimina," tutup Hilman
Sebagaimana diketahui, menurut akun twitter resmi Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi @KSA_998, Kamis (24/9) pukul 7:50 pm WIB, korban wafat dalam tragedi mina ini berjumlah 717 orang, sementara yang luka bertambah menjadi 863 orang.
Sejauh ini, menurut laporan dari Kementerian Luar Negeri melalui @Portal_Kemlu_RI terdapat 1 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban wafat dalam musibah ini. Jenazah yang belum teridentifikasi identitasnya tersebut saat ini masih dalam pengecekan Kementerian Agama di RS Al-Jisr, Mina, Arab Saudi.
"Nomor #hotline #KJRIJeddah dan #KBRIRiyadh #tragediMina: +96 6543603154 atau 081289009045," tulis @Portal_Kemlu_RI pada sekitar pukul 18.00 hari ini.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 25, 2015
posted by @Adimin
Fahri Hamzah: Lokasi Kejadian Bukan Jalur Jamaah Indonesia
MAKKAH (24/9) - Ketua Tim Pengawas Haji DPR RI Fahri Hamzah menyampaikan bela sungkawa terhadap tragedi di Mina, Kamis (24/9). Lebih dari 717 jamaah haji meninggal dunia dan 805 lainnya luka-luka hingga Kamis (24/9) malam Waktu Indonesia Barat.
Fahri yang berada di Makkah, Arab Saudi menyebut saat ini lokasi kejadian telah ditutup akses sejak siang waktu Arab Saudi. "Sehingga tidak ada kesempatan bagi kita untuk melihat langsung," ujar Fahri.
Tim Pengawas Haji DPR dan Amirul Hajj Menteri Agama RI juga terus berkoordinasi dengan rumah sakit setempat guna mengidentifikasi kemungkinan adanya korban dari Indonesia. "Kami meminta masyarakat tetap tenang karena tragedi ini tidak terjadi di jalur Indonesia," paparnya.
Fahri melanjutkan tragedi ini terjadi karena terjadi penumpukan akibat tidak adanya pengaturan setelah prosesi Wukuf. Rukun setelah Wukuf regulasinya tidak dikomunikasikan secara ketat dan diserahkan ke masing-masing negara. "Bahkan masing-masing jamaah," kata Wakil Ketua DPR RI ini.
Fahri mengakui jika Pemerintah Arab Saudi sudah membangun banyak jalur setelah kejadian Mina yang menelan korban hampir 1.500 jiwa tahun 1990. Namun, papar Fahri, pergerakan jamaah masih sangat tidak terkendali dan tidak terfasilitasi.
Ia meminta kepada Pemerintah Arab Saudi agar segera membicarakan penyelenggaraan haji secara bersama-sama. Terlebih setelah kasus jatuhnya crane beberapa saat lalu. Menteri Agama saat sambutan jelang wukuf kemarin menyebut seharusnya Arab Saudi bisa membangun fasilitas yang lebih baik lagi bagi jamaah karena mereka mampu.
"Saya mengapresiasi Menteri Agama yang cukup berani menyentil Pemerintah Saudi dalam sambutan jelang Wukuf kemarin. Ini demi perbaikan agar tragedi berulang ini tak dianggap bagian dari jamaah haji," terang Politisi PKS ini. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 24, 2015
JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari FPKS Abdul Kharis Al-Masyhari mengatakan, seharusnya kretek tradisional tidak masuk dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Kebudayaan yang sedang dibahas DPR RI. Meskipun kretek memang tradisi di Indonesia, namun berdampak negatif bagi generasi bangsa.
Ia mengungkapkan, dari data Global Youth Tobacco Survey (GYTS) 2014, 18,3 persen pelajar Indonesia sudah memiliki kebiasaan merokok, sebanyak 33,9 persen laki-laki dan 2,5 persen perempuan. Survei ini dilakukan pada pelajar tingkat SLTP berusia 13-15 tahun.
"Bisa dibayangkan jika dalam RUU Kebudayaan ini terdapat pasal mengenai kretek yang kemudian difasilitasi perkembangannya oleh negara. Maka kemungkinan besar terjadi pertambahan jumlah perokok di kalangan pelajar," ujar Abdul, Kamis, (24/9).
Tradisi yang membawa dampak negatif bagi bangsa seharusnya tidak dipertahankan. DPR dan Pemerintah seharusnya mendorong dan melindungi tradisi-tradisi nasional yang memiliki dampak positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Kita tidak ingin pelajar yang merupakan penerus bangsa ini dirusak akibat kebiasaan merokok," ujarnya. [ROL]
posted by @Adimin
PKS: Meski Bagian dari Tradisi, Dampak Kretek Negatif
Written By Anonymous on 24 September, 2015 | September 24, 2015
JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari FPKS Abdul Kharis Al-Masyhari mengatakan, seharusnya kretek tradisional tidak masuk dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Kebudayaan yang sedang dibahas DPR RI. Meskipun kretek memang tradisi di Indonesia, namun berdampak negatif bagi generasi bangsa.
Ia mengungkapkan, dari data Global Youth Tobacco Survey (GYTS) 2014, 18,3 persen pelajar Indonesia sudah memiliki kebiasaan merokok, sebanyak 33,9 persen laki-laki dan 2,5 persen perempuan. Survei ini dilakukan pada pelajar tingkat SLTP berusia 13-15 tahun.
"Bisa dibayangkan jika dalam RUU Kebudayaan ini terdapat pasal mengenai kretek yang kemudian difasilitasi perkembangannya oleh negara. Maka kemungkinan besar terjadi pertambahan jumlah perokok di kalangan pelajar," ujar Abdul, Kamis, (24/9).
Tradisi yang membawa dampak negatif bagi bangsa seharusnya tidak dipertahankan. DPR dan Pemerintah seharusnya mendorong dan melindungi tradisi-tradisi nasional yang memiliki dampak positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Kita tidak ingin pelajar yang merupakan penerus bangsa ini dirusak akibat kebiasaan merokok," ujarnya. [ROL]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 24, 2015
posted by @Adimin
Teks Khutbah Idul Adha 1436H Ketua MS PKS, Salim Segaf Al Jufri

Pendidikan Keluarga Tiang Kekokohan Generasi Sebuah Pelajaran dari Hari Pengurbanan
Oleh: Dr. Salim Segaf Al Jufri
KHUTBAH PERTAMA
Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah
Marilah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala yang telah menganugerahkan kepada kita kekokohan keimanan dan keislaman sehingga pada hari yang berbahagia ini kita dapat bersama-sama menjalankan shalat Idul Adha. Pagi ini kita bersama-sama mengagungkan asma-Nya dan menegakkan syariat-Nya yang mulia.
Kekokohan keimanan dan keislaman adalah hidayah yang tak ternilai besarnya. Dengan hidayah itu kita dapat terhindar dari jurang kemusyrikan, kezaliman dan kebodohan yang merupakan godaan terbesar bagi manusia dari zaman ke zaman.
Salawat serta salam semoga dilimpahkan kepada pemimpin dan teladan kita, Nabi Muhammad SAW yang telah menghabiskan seluruh umurnya untuk mengemban risalah Ilahiyah sehingga agama Allah ini tersebar ke seluruh penjuru dunia. Salawat dan salam semoga juga dicurahkan kepada keluarganya, sahabatnya dan pengikutnya dari zaman ke zaman.
Dengan pengorbanan yang tiada taranya mereka telah melakukan estafeta dakwah sehingga Islam tetap eksis hingga detik ini dan menjadi tonggak harapan bagi kemajuan kehidupan manusia dimanapun mereka berada. Sejarah gemilang tentang peradaban Islam telah mereka ukir selama berabad-abad dan akan tetap menjadi inspirasi kaum muslimin sepanjang masa.
Salawat serta salam semoga juga dilimpahkan kepada Nabiyullah Ibrahim alaihis salam yang bersama putranya Nabiyullah Ismail alaihis salam telah meletakkan tonggak yang kokoh dalam sejarah peradaban manusia dalam hal ketauhidan, keikhlasan, pengorbanan, persatuan dan pendidikan.
Ma’asyiral Muslimin Wal Muslimat Rahimakumullah
Pada hari ini seluruh kaum muslimin di seluruh dunia melaksanakan Idul Adha sebagai salah satu dari dua hari raya yang ditetapkan bagi mereka.
Hari raya ini adalah hari yang menyertai sebuah ibadah yang diwajibkan kepada kaum muslimin setidaktidaknya satu kali dalam hidupnya yakni ibadah haji.
Dalam ibadah haji ini jutaan kaum muslimin berkumpul bersama di kota suci Makkah al Mukaramah untuk melaksanakan thawaf, sa’i, wukuf, melempar jumrah dan penyembelihan hewan kurban dalam suasana kebersamaan dan persaudaraan.
Penyelenggaraan ibadah haji pada tahun ini memang diwarnai oleh mushibah yang menyentak hati kita. Hujan lebat dan badai pasir terjadi berkali-kali sehingga mengganggu penerbangan ke tanah suci. Kemudian badai juga telah meyebabkan jatuhnya sebuah crane ke dalam area masjidil haram di Makkah. Lebih dari seratus orang meninggal dan lebih dari tiga ratus orang luka-luka akibat mushibah terebut. Namun demikian jamaah tidak merasa gentar dan kekhusyuan ibadah mereka sama sekali tidak terganggu.
Pada hari yang mulia ini kita berdoa semoga Allah SWT memberi kesabaran dan kelapangan dada kepada mereka yang tertimpa mushibah, dan juga kepada seluruh keluarga mereka. Semoga Allah SWT memberikan anugerah kesyahidan kepada yang meninggal dan dihapuskan dosa-dosanya kepada mereka yang terluka. Amin.
Ma’asyiral Muslimin Wal Muslimat Rahimakumullah
Tentang kemuliaan ibadah haji serta berbagai ibadah yang menyertainya sangat jelas tergambar pada firman Allah SWT:
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah Baitullah yang berada di Makkah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (diantaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, (yaitu) bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajban haji) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (Q.S. Ali Imran ayat 96-97)
Begitu pula Rasulullah SAW telah menggambarkan betapa dasyhatnya balasan pahala orang yang berhaji melalui sabdanya:
“Siapa saja yang melaksanakan ibadah haji dan tidak berbuat rafats dan tidak berlaku fasiq maka dosadosanya akan keluar dan dirinya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya. Haji yang mabrur itu tiada ganjaran lain baginya selain surga.” (HR. Bukhari)
Imam Hasan berkata bahwa yang dimaksud haji yang mabrur adalah seoarang yang kembali dari pelaksanaan ibadah haji dengan kehidupan yang lebih zuhud terhadap kehidupan duniawi dan sangat menghendaki kebahagian yang hakiki yakni kebahagiaan akhirat.
Kita berharap semoga kaum muslimin yang saat ini tengah menunaikan ibadah haji diberi balasan oleh Allah SWT dengan haji yang mabrur. Maka sudah selayaknya juga jika kita berharap semoga dengan ibadah haji ini kaum muslimin di seluruh dunia akan semakin bertambah kekuatan imannya, kekuatan pengorbanannya, dan akhirnya bertambah pula kekuatan persatuannya.
Kita menyaksikan ibadah haji senantiasa memberi ruh baru dan inspirasi baru bagi kehidupan dan perjuangan kaum muslimin. Tak heran jika pertemuan-pertemuan yang terselenggara dalam haji menjadi sebuah momentum penting dalam perjalanan perjuangan dakwah kaum muslimin. Bahkan peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah pun diawali dari pertemuan-pertemuan di Mina pada penyelenggaraan musim haji saat itu. Pertemuan tersebut telah melahirkan komitmen dakwah terbesar sepanjang sejarah yakni Bai’atul Aqabah Pertama dan Bai’atul Aqabah Kedua antara Kaum Muhajirin dengan Kaum Anshar.
Sejarah perjuangan kaum muslimin di tanah air kita pun tak lepas dari momentum ibadah haji. Pada musim haji lah kaum muslimin dan para raja dari berbagai kerajaan di tanah air memupuk persaudaraan dan menimba pengalaman dengan kaum muslimin lainnya dari seluruh penjuru dunia. Bahkan Perang Paderi melawan penjajah Belanda di Sumatera pada pertengahan abad ke-19 meletus setelah tiga orang yang berasal dari Minangkabau menunaikan ibadah haji.
Oleh kerena itu ibadah haji senantiasa menjadi daya tarik kaum muslimin baik secara individual maupun kolektif, bagi perjuangan menghadirkan kemuliaan pribadi maupun perjuangan untuk menghadirkan kemuliaan kaum muslimin, sebagai ummat dan bangsa. Fenomena ini akan abadi selama Allah SWT masih menghendaki.
“Wahai Ibrahim, umumkanlah kepada semua manusia untuk beribadah haji, niscaya mereka akan dating memenuhi seruanmu dengan berjalan kaki dan mengendarai onta yang cekatan dari tempat-tempat yang jauh.” (Q.S. Al-Hajj ayat 27)
Ma’asyiral Muslimin Wal Muslimat Rahimakumullah
Kita mengenal Hari Idul Adha sebagai hari pengurbanan. Namun sesungguhnya jika kita ingin mengungkap hikmah yang lebih dalam lagi dari hari Pengurbanan ini maka akan kita jumpai pelajaran tentang pendidikan generasi. Marilah kita perhatikan untaian ayat Al Quran yang mengisahkan kehidpan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagaimana tertuang dalam Surat Ash Shaffat ayat 100-110:
Nabi Ibrahim AS berkata: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.” Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (yaitu Ismail). Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata:
“Wahai anakku sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu.” Dia (Ismail) menjawab: “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan antara seorang hamba kepada Tuhannya dari waktu ke waktu tanpa berkurang keeratannya. Bahkan semakin hari semakin bertambah hingga ajal menjemputnya dan anak itu kelak Wafat tetap dalam keadaan beriman dan berislam. Firman Allah SWT:
Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anakanaknya, demikian pula Yakub: “Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (Q.S Al Baqarah ayat 132)
Ketiga, Anak yang benar janjinya yakni konsisten antara perkataan dan perbuatannya. Ia akan merealisasikan apa yang telah menjadi ikrarnya dalam keadaan lapang maupun sempit, dalam keadaan ringan maupun berat, dan dalam keadaan rela maupun terpaksa. Firman Allah SWT:
“Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ismail di dalam kitab (Al Qur-an). Dia benar-benar seorang yang benar janjinya, seorang rasul dan seorang Nabi…” (Q.S. Maryam ayat 54).
Keempat, Anak yang sabar yaitu anak yang pantang menyerah dalam menjalani berbagai jenis ujian dalam kehidupannya, tidak mudah mengeluh ketika mendapat ujian yang berupa kesulitan dan kesusahan, serta tidak mudah terlena ketika mendapatkan ujian berupa kesenangan dan kegembiraan.
Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (yaitu Ismail).
Kerangka Kedua, Pendidikan harus dimulai dan berlangsung dalam sebuah lembaga bernama keluarga. Keluarga adalah lingkungan terdekat dan melekat dalam kehidupan seseorang. Al Qur’an mewanti-wanti orangorang yang beriman agar menunaikan kewajiban mereka dalam rumah tangga mereka baik yang menyangkut pendidikan, pengarahan maupun peringatan. Sehingga mereka dapat menyelamatkan diri mereka dan keluarga mereka dari api neraka.
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (Q.S. At Tahrim ayat 6).
Nabi Ibrahim AS senantiasa menemani Nabi Ismail dalam keluarganya. Ia mengasuhnya dan memberi arahan dan pendidikan yang terkait dengan akidah dan seluruh aspek kehidupan lainnya. Hal itu berlangsung sampai dengan Nabi Ismail sampai kepada usia baligh. Firman Allah SWT:
Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya…
Kerangka Ketiga, Pendidikan berlangsung secara terus menerus (kontinyu). Pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang dilakukan secara kontinyu dengan kurikulum yang jelas. Perhatikanlah hikmah datangnya perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelihnya. Perintah itu disampaikan ketika Nabi Ismail telah mencapai usia balignya, ketika aqidah telah tertanam secara kokoh. Ketika sosialisasi kehidupan dakwah telah demikian matang dijalaninya mulai dari kehidupan keluarga sampai dengan kehidupan sosial bermasyarakat yang ditunjukkan dengan terbangunnya kepedulian untuk memperbaiki Baitullah.
Kerangka Keempat, Pendidikan lebih mengutamakan aspek keteladanan. Nabi Ibrahim AS tidak sekedar memberikan pengajaran yang bersifat verbal dan retorika, tetapi beliau memberikan keteladanan yang nyata sehingga memberikan bekas yang mendalam ke sanubari Nabi Ismail. Pengajaran tentang prinsipprinsip kehidupan kepada Nabi Ismail akhirnya membentuk sebuah kerjasama dakwah yang kokoh dalam bingkai keluarga. Inilah awal kehidupan amal jama’i yang benar, bahwa amal jama’i itu bermula dari keluarga dan bermuara pada jamaah dan masyarakat secara umum.
Dan Kami telah perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, orang yang itikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud.” (Q.S. Al Baqarah ayat 125)
Kerangka Kelima, Pendidikan yang memperhatikan aspek komunikasi. Komunikasi antara orangtua dan anak merupakan basis bagi pendidikan yang berhasil. Pendidikan bukanlah sekedar transfer of knowledge yang bersifat memaksa atau mendikte. Tetapi pendidikan adalah proses penyadaran diri dalam menerapkan sebuah nilai-nilai yang dipandang penting dan mendasar.
Proses dialog yang lebih bersifat egaliter akan lebih mudah menanamkan kesadaran nilai-nilai ke dalam diri manusia. Taatnya Nabi Ismail AS bukan karena kegentaran atau ketakutan seorang anak kepada ayahnya, bukan karena kerendah-dirian seorang murid di hadapan gurunya. Tetapi semata-mata berdasarkan pemahaman yang benar dan mendalam Nabi Ismail akan ajaran agamanya. Perhatikanlah kata-kata Nabi Ibrahim kepada anaknya:
“Wahai anakku sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu.” Dia (Ismail) menjawab: “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkam (Allah) kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”
Kerangka Keenam, Pendidikan yang tidak terpaku kepada nilai-nilai artifisial, tetapi mengacu kepada nilai-nilai substansial. Pendidikan seperti ini akan melahirkan dinamika yang kreatif sehingga dapat menjawab tantangan zaman yang senantiasa berubah.
Oleh karena itulah dalam penyembelihan kurban dibolehkan hewan-hewan lain selain kambing seperti sapi, unta, dan lain-lainnya. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.”
Firman Allah SWT :
Daging-daging dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya… (Q.S. Al Hajj ayat 37)
KHUTBAH KEDUA
Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah
Selayaknyalah dalam merayakan Hari Idul Adha ini kita meninjau kembali kondisi pendidikan nasional kita. Kita perlu mengoreksi pendidikan yang berorientasi kepada materialisme, secularisme, dan pragmatisme.
Kita tidak boleh hanya mengandalkan sekolah-sekolah formal dan mengabaikan institusi keluarga. Pada sisi yang lain pemerintah perlu melindungi pendidikan anak bangsa dari pengaruh buruk dari lingkungan masyarakat terutama media massa. Akhirnya kita harus mewujudkan pendidikan yang kondusif bagi pemeliharaan keimanan dan keislaman anak-anak bangsa.
Akhirnya marilah kita berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT:
Yaa ALLAH… Tuhan alam semesta…
Anugerahkan kepada kami semua rahmat dan kasih sayangmu. jadikanlah kami, keluarga kami dan orang-orang yg kami cintai selalu dalam lindungan-Mu.
Anugerahkan kepada kami semua rahmat dan kasih sayangmu. jadikanlah kami, keluarga kami dan orang-orang yg kami cintai selalu dalam lindungan-Mu.
Yaa ALLAH… Yaa Karim…
Sungguh banyak nikmat yg Engkau berikan kepada kami maka jadikanlah kami hamba-hamba-MU yg pandai bersyukur.
Sungguh banyak nikmat yg Engkau berikan kepada kami maka jadikanlah kami hamba-hamba-MU yg pandai bersyukur.
Yaa ALLAH… yaa Razzaq…
Berikan kepada kami umur yg penuh berkah untuk selalu taat dan berupaya menggapai ridhomu.
Berikan kepada kami umur yg penuh berkah untuk selalu taat dan berupaya menggapai ridhomu.
Yaa ALLAH…
Terangilah jiwa kami dengan cahaya-MU dan bimbinglah kami, keluarga kami semua dengan petujuk-Mu serta selamatkan kami dari siksa api neraka.
Terangilah jiwa kami dengan cahaya-MU dan bimbinglah kami, keluarga kami semua dengan petujuk-Mu serta selamatkan kami dari siksa api neraka.
Yaa ALLAH… Yaa Tuhan kami…
Jagalah kami, bangsa dan negeri kami yg kami cintai dari murka dan azab-Mu.
Jagalah kami, bangsa dan negeri kami yg kami cintai dari murka dan azab-Mu.
Yaa ALLAH… Tuhan Maha Pengampun…
Ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, keluarga besar kami dan karuniakan kepada kami semua kebahagian di dunia dan di akhirat.
Ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, keluarga besar kami dan karuniakan kepada kami semua kebahagian di dunia dan di akhirat.
Yaa ALLAH… yaa Mujibas saa-ilin…
Sungguh ampunan-MU lebih luas dari dosa-dosa kami. Rahmat-Mu lebih kami harapkan dari amal-amal kami.
Sungguh ampunan-MU lebih luas dari dosa-dosa kami. Rahmat-Mu lebih kami harapkan dari amal-amal kami.
Yaa ALLAH… Yaa Robbana Tuhan Maha Pemberi…
anugerahkan kami sebuah hati yg tidak pernah membenci, senyuman yg tidak pernah memudar, sentuhan yg tidak pernah menyakiti, kejujuran yg tidak pernah berhenti dan sebuah hati yg mudah memaafkan.
anugerahkan kami sebuah hati yg tidak pernah membenci, senyuman yg tidak pernah memudar, sentuhan yg tidak pernah menyakiti, kejujuran yg tidak pernah berhenti dan sebuah hati yg mudah memaafkan.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 24, 2015
posted by @Adimin
HNW : ‘Iedul Adha Ajarkan Kita Untuk Tidak Egois

Hidayat Nurwahid menyampaikan khutbah Ied pagi ini di Lapangan Markas Batalyon Zeni Konstruksi 14 TNI AD Sumber foto : @fpksdprri
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, memaknai Idul Adha sebagai momentum dan intervensi agama yang sangat baik dan menyegarkan kembali semangat pengorbanan. Yaitu berkorban untuk kepentingan yang lebih besar. Selain itu, Idul Adha juga membawa masyarakat untuk semakin solid dan saling berbagai satu sama lain.
“Dengan Idul Adha kita diajarkan untuk tidak berpikir egoistis, egosentris, ego kelompok, ego sektoral, maupun berpikir jangka pendek,” katanya kepada wartawan usai menjadi imam dan khatib shalat Idul Adha di Lapangan Yonzikon 14 /SWC, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (24/9).
Menurut Hidayat, Idul Adha lebih masuk pada dimensi maslahat yang lebih luas, lebih panjang, dan mengutamakan kepentingan umum. Lebaran haji juga mengingatkan masyarakat bahwa beragama juga menguatkan dimensi sosial. ”Daging kurban dibagikan untuk seluruh umat manusia,” ujarnya.
Dari Idul Adha, lanjut Hidayat, beragama bisa menyatukan seluruh bangsa Indonesia karena dengan perayaan ini bisa menguatkan silaturahmi, di tengah beragam kekhawatiran dalam menyambut masyarakat ekonomi Asean atau MEA serta krisis ekonomi.
Ia menambahkan, beragama bagi umat Islam, bukanlah menghadirkan hal yang menakutkan seperti terorisme ataupun ektremisme. Tapi, beragama harus menghadirkan kegembiraan, kenyamanan, dan solusi.
Hidayat berharap, suasana Idul Adha ini bisa berlangsung dengan aman dan tertib di Tolikara Papua. Sebab, kata dia, ada kekhawatiran kasus Idul Fitri bisa terulang lagi. ”Tapi sudah ada jaminan dari Kapolri, Kapolda, Menko Polhukam bahwa shalat Idul Adha bisa diselenggarakan dengan aman dan damai,” katanya.
Hidayat berpendapat, mengganggu perayaan agama, apapun agamanya, tidak ada untungnya. Karena itu keharmonisan dalam menjalankan ibadah harus dijaga. Jangan sampai karena ektstremisme atau radikalisme satu kelompok mengakibatkan disharmoni. ”Ini tidak boleh,” katanya menegaskan.[ROL]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 23, 2015
posted by @Adimin
Mohamad Sohibul Iman, Penyiar Radio yang Jadi Presiden Partai - 2
Written By Anonymous on 23 September, 2015 | September 23, 2015

Profesi penyiar radio itu merupakan pekerjaan pertama yang dilakoni Sohibul muda setelah dia menyandang gelar sarjana di Jepang. Pekerjaan itu hanya berlangsung dua tahun. Sohibul mengakhiri profesi kepenyiaran berbarengan dengan kelulusan pendidikan di tingkat S-2. Pada tahun 1994, Sohibul resmi meraih gelar Master of Engineering dari Takushoku University, Tokyo.
Merasa telah kenyang menempa diri dalam budaya disiplin tinggi di Jepang, Sohibul pulang ke tanah air. Di Indonesia, Sohibul bergabung menjadi peneliti Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal).
Memasuki 1998, Indonesia bergejolak dirundung semangat reformasi usai tumbangnya kekuasaan Orde Baru. Partai-partai baru pun mulai bermunculan. Sohibul sempat bergabung dengan Partai Keadilan (PK) sebagai Ketua Departemen IPTEK-LH, DPP PK.
Oleh karena terdapat aturan pegawai negeri sipil tidak diperkenankan jadi pengurus partai, Sohibul pun memilih keluar dari partai yang menjadi cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Kala itu, Sohibul memilih lanjut meneruskan karier sebagai peneliti dengan bergabung di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (1998-2005). Selama itu pula Sohibul sembari menempuh pendidikan S-3 di Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST).
Dunia akademisi Sohibul semakin matang. Usai menerima gelar S-3, Sohibul dipercaya menjadi Rektor Universitas Paramadina (2005-2007). Sampai pada tahap ini, capaian dunia akademik Sohibul bisa dibilang telah mencapai puncaknya.
Lepas dari Paramadina, Sohibul mencoba peruntungan menjadi konsultan teknologi di dunia perusahaan. Namun rupanya dunia konsultan itu tidak cukup mengembangkan bakatnya di dunia organisasi yang sudah dia tekuni sepanjang kariernya.
Pada 2009, Sohibul pun akhirnya kembali ke pangkuan PKS yang kemudian menjadi kendaraan politik untuk mengatar dia duduk sebagai wakil rakyat di parlemen. Di sinilah pengalaman akademik dan organisasi Sohibul bersinergi dengan wawasan politik yang sempat dia enyam pada masa awal reformasi.
Kredibilitas dia di panggung politik teruji. Pada 2013-2014 dia ditunjuk PKS untuk menampuk kursi Wakil Ketua DPR menggantikan Anis Matta yang memilih fokus menjabat Presiden PKS.
Setahun berselang, 2015, estafet jabatan itu kembali terjadi. Kini giliran Sohibul berada di pucuk kepemimpinan partai.
Sumber: http://www.cnnindonesia.com
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 23, 2015
posted by @Adimin
Mohamad Sohibul Iman, Penyiar Radio yang Jadi Presiden Partai - 1

JAKARTA (20/9) – Lahir dan dibesarkan di Tatar Pasundan, Tasikmalaya, Mohamad Sohibul Iman sudah menempa diri dalam organisasi sejak dia duduk di bangku Sekolah Dasar. Mulai dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) hingga Praja Muda Karana (Pramuka) dijajal Sohibul hingga dia menginjak remaja di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Aktivitas ekstrakulikuler di luar kegiatan akademik pria kelahiran 5 Oktober 1965 itu terus berlanjut setelah dia hijrah dari Tasikmalaya untuk menimba ilmu di Institut Pertanian Bogor. Persinggahan dia di Kota Hujan tidak lama. Pendidikan di IPB hanya tuntas sampai di Tingkat 2.
Sohibul memilih hijrah lebih jauh dalam arti harafiah. Dia memutuskan mengejar beasiswa ke Jepang dengan berbekal penguasaan dasar bahasa Jepang yang dia peroleh dari kursus selama enam bulan di Jakarta.
Di Jepang, Sohibul tidak langsung kuliah. Dia masih butuh mempertajam penguasaan bahasa Jepangnya yang belum maksimal. Pada 1987-1988, Sohibul muda lantas menghabiskan waktunya di Negeri Sakura dengan menjalani kursus bahasa Jepang di Takushoku University, Tokyo.
Perjuangannya tidak sia-sia. Usai diterima di Waseda University, Tokyo, Sohibul pun akhirnya menyandang gelarBachelor of Engineering pada 1992.
Pada saat yang bersamaan, Sohibul muda kala itu sudah mulai menjalin hubungan akrab dengan Uswindraningsih Titus, mahasiswi yang sama-sama sedang studi di Jepang lewat program beasiswa. Perempuan yang kelak menjadi belahan jiwa Sohibul itu adalah adik dari temannya di IPB yang pernah memberi tahu tentang program beasiswa.
Tapi gelar sarjana di Negeri Samurai itu belum cukup bagi Sohibul muda. Dia masih haus ilmu dan mengincar gelar S-2 di Takushoku University, tempat dia kursus pertama kali saat tiba di Jepang.
Bagaimanapun, Sohibul tak ingin menyia-nyiakan gelar sarjananya. Sembari menempuh pendidikan S-2, Sohibul pun lantas memilih untuk berkarier sebagai penyiar di Radio Jepang NHK.
Sumber: http://www.cnnindonesia.com
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 23, 2015
posted by @Adimin
Pemerintah Harus Belajar dari Melesetnya Asumsi Dasar APBN-P 2015
Jakarta (22/9) – Pemerintah bersama Komisi XI DPR-RI baru saja menyepakati asumsi-asumsi makro yang menjadi dasar untuk Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016. Rapat kerja yang dilaksanakan pada hari Selasa malam (22/9) di kompleks Senayan tersebut dihadiri oleh Menteri Keuangan, Menteri PPN/ Kepala Bappenas, serta Gubernur BI.
Asumsi-asumsi makro yang menjadi dasar penyusunan RAPBN 2016 tersebut disepakati sebagai berikut: pertumbuhan ekonomi 5,3%, target inflasi 4,7%, rata-rata nilai tukar rupiah Rp13.900 per dollar AS, serta suku bunga SPN 3 bulan sebesar 5,5%.
Adapun target terkait indikator pembangunan ialah penurunan angka kemiskinan menjadi 9%-10%, gini ratio sebagai indikator kesenjangan menjadi 0,39, tingkat pengangguran sebesar 5,2-5,5%, serta IPM sebesar 70,10
Anggota Komisi XI dari Fraksi PKS Ecky Awal Mucharam, dalam rapat kerja ini, mendorong pemerintah agar bekerja keras untuk merealisasikan hal tersebut.
“Walau saya melihat angka-angka tersebut masih cukup ambisius, namun saya berharap semoga bisa tercapai. Syaratnya adalah pemerintah harus konsisten memperkuat kepercayaan pasar dan publik. Pemerintah harus fokus dan bekerja sama dengan BI untuk mewujudkanya,” jelas Ecky.
Selain itu, Ecky juga meminta pemerintah belajar dari pengalaman realisasi APBN-P 2015 yang banyak meleset dari asumsinya.
"Pemerintah harus belajar dari pengalaman realisasi APBN-P 22015 yang banyak meleset dari asumsinya. Jangan ada lagi kegaduhan-kegaduhan politik dari mulai intrik antar penegak hukum, hingga perang statemen di publik antarmenteri yang membawa sentimen negatif kepada publik dan pasar,” jelas Ecky yang juga anggota Badan Anggaran ini.
Selain itu, menurut alumnus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) ini, pemerintah harus mendorong belanja negara yang efektif, jangan terlambat seperti sekarang.
"Anggaran perlu terserap dengan baik sebab belanja pemerintah akan memberi stimulus bagi perekonomian. Serta pemerintah perlu menjaga daya beli masyarakat dan memberikan dukungan yang maksimal bagi sektor riil,” tambah Ecky.
Ecky mengakui ke depan kondisi eksternal perekonomian global sedang jelek cuacanya, "Tapi jangan hanya bisa mengeluh, sebab pemerintah masih punya ruang untuk bermanuver,” tutup Ecky.
Keterangan Foto: Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ecky Awal Mucharam.
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 23, 2015
posted by @Adimin
Pesan Sosial dalam Ibadah Haji dan Qurban
Jakarta (22/9) – Di bulan Dzulhijjah ada dua ibadah yang disyariatkan Allah kepada umat Islam. Dua ibadah ini adalah haji dan qurban.
Ketua Bidang Pembangunan Umat dan Dakwah (BPUD) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilman Rosyad menyampaikan ada pesan sosial yang tersirat dari keduanya.
“Haji dan qurban adalah ibadah yang disyariatkan Allah. Keduanya bukan sekedar ritual, tapi memiliki pesan sosial,” kata Hilman di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta, Selasa (22/9).
Haji, menurut Hilman adalah undangan khusus dari Allah kepada siapa yang dipilih-Nya. Selain itu, haji juga diharapkan memiliki dampak yang signifikan dalam kehidupan masyarakat.
“Haji itu limited edition, tahun ini ada sekitar 160 ribu jamaah dari Indonesia yang menunaikan ibadah haji. Semoga menjadi haji yang mabrur sehingga menjadi lebih taat dan lebih peduli sesama,” kata Hilman.
Ia juga menuturkan nilai-nilai yang tersirat dalam ibadah qurban. Menurut Hilman, umat Islam diajarkan untuk mempersembahkan yang terbaik dalam ibadah ini. Hewan yang disembelih bukan hewan sembarangan, tapi memang hewan qurban terbaik.
“Qurban melatih kaum muslimin untuk mempersembahkan yang terbaik. Dari sini diharapkan lahir DPR yang diisi orang-orang terbaik, Presiden yang terbaik,” kata Hilman.
Haji dan qurban diharapkan membawa efek positif bagi kehidupan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, semangat ibadah sosial seperti haji dan qurban diharapkan menjadi solusi atas masalah-masalah bangsa.
“Apapun kebaikannya niatkan karena Allah, nanti Allah akan berikan balasan yang berlipat ganda. Masalah Indonesia bisa diselesaikan jika kita sabar dan taat kepada Allah,” kata Hilman.
Keterangan Foto: Ketua Bidang Pembangunan Umat dan Dakwah (BPUD) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilman Rosyad. (Istimewa)
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 23, 2015
posted by @Adimin
Fraksi PKS Berharap Tak Ada Pelonggaran Penjualan Minuman Beralkohol
Jakarta (22/9) - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyayangkan adanya pelonggaran penjualan minuman beralkohol (minol) atau bir akibat beleid Kementerian Perdagangan (Kemendag), yang memberi keleluasaan daerah untuk menetapkan lokasi penjualan minol. Hal ini merupakan bagian dari paket kebijakan ekonomi Pemerintah mengatasi krisis. Ketentuan soal penjualan bir masuk dalam relaksasi atau deregulasi dalam paket ekonomi.
"Padahal, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6 Tahun 2015 mengatur peredaran penjualan minuman beralkohol golongan A, seperti larangan penjualan di minimarket-minimarket. Aturan ini pun dinilai masih longgar karena penjualan di supermarket dan hotel-hotel berbintang tetap diperbolehkan," kata Jazuli Juwaini, di sela-sela aktivitas ibadah haji, Makkah, Selasa (22/9).
Dengan adanya relaksasi dan deregulasi, lanjut Jazuli, dikhawatirkan penjualan minol di daerah-daerah semakin longgar. Menurut Jazuli, jangan sampai karena daerah diberi keleluasaan menetapkan lokasi penjualan minol, lalu minol menjadi lebih mudah diperoleh atau bahkan bebas dijual karena karakteristik daerah tertentu.
Lebih jauh Jazuli menambahkan, Fraksi PKS sangat menyayangkan jika hanya karena alasan ekonomi, investasi, atau menggenjot pariwisata sampai melonggarkan aturan penjualan minol. Jazuli menegaskan, apapun alasannya minol bisa merusak generasi bangsa. "Kita memahami pemerintah butuh pendapatan, tapi jangan hanya karena itu lalu abai terhadap kerusakan generasi," ujar Anggota Komisi III DPR RI itu.
Itulah sebabnya, lanjut legislator dari dapil Banten ini, peredaran minol perlu diatur dan ditertibkan dengan ketat di Indonesia, tidak bebas seperti di beberapa negara Barat. "Negara kita adalah negara Pancasila yang menghormati sendi-sendi agama, pengaturan ketat peredaran minol tentu sangat dibenarkan," pungkas Jazuli.
Diketahui, Kemendag mengeluarkan paket deregulasi pengaturan penjualan minol dengan memberikan keleluasaan kepada pemerintah daerah (pemda) untuk menetapkan atau memberikan izin soal tempat penjualan bir di daerah masing-masing, namun tak berlaku untuk di minimarket. Dalam paket deregulasi, terdapat revisi Peraturan Dirjen (Perdirjen) Dagri yang merevisi Perdirjen Dagri No. 4/2015, yang melaksanakan Permendag No.6/M-DAG/PER/1/2015 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Perdagangan No. 20/M-DAG/PER/4/2014, tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Perizinan Minuman Beralkohol.
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN