pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Sholat Istisqo di Senayan, HNW: Mudah-Mudahan Allah Menurunkan Hujan

Written By Anonymous on 31 October, 2015 | October 31, 2015

Jakarta (30/10) – Para politisi Senayan melakukan Sholat Istisqo untuk meminta hujan di lapangan sepak bola Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Jum’at (30/10). Sholat Istisqo ini diikuti oleh Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Ketua DPR Setya Novanto, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini, dan politisi Senayan lainnya.

“Kekeringan dan kebakaran hutan menyebabkan banyak daerah di Indonesia diliputi asap. Pada saat-saat seperti ini Islam mengajarkan kita untuk Sholat Istisqo, memohon agar Allah menurunkan hujan,” kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS itu setelah melaksanakan Sholat Istisqo.

Segala upaya telah dilakukan untuk memadamkan titik-titik api tersebut, namun belum membuahkan hasil yang signifikan. Politisi PKS ini menyatakan Sholat istisqo adalah upaya yang bisa dilakukan umat Islam agar Allah memadamkan kebakaran hutan yang terjadi secara masif di Indonesia.

“Evakuasi korban sudah dilakukan, bantuan sosial telah disalurkan, berbagai upaya sudah dilakukan. Semoga dengan Sholat Istisqo ini turun hujan yang memadamkan titik-titik api tersebut,” kata Hidayat.

Keterangan Foto: Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (dua dari kiri) bersama para politisi Senayan melakukan Sholat Istisqo untuk meminta hujan di lapangan sepak bola Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Jum’at (30/10).  
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI


posted by @Adimin

Reaktualisasi Jiwa Kebangsaan Pemuda Indonesia


Semangat Sumpah Pemuda dalam Membangun NKRI
Mohamad Sohibul Iman, Ph.D.
(Presiden PKS)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Para Pemuda-Pemudi Indonesia yang saya cintai,
  1. Tepat 87 tahun yang lalu, 28 Oktober tahun 1928 para pemuda dari berbagai kelompok dan golongan menyelenggarakan sebuah pertemuan bersejarah untuk menegaskan identitas kebangsaan mereka. Ada kesadaran kolektif yang menggelorakan jiwa anak-anak muda yang hidup di daerah kekuasaan Hindia-Belanda itu untuk duduk bersama-sama menegaskan jati diri mereka sebagai bangsa ‘Indonesia’. Gagasan ‘Indonesia’ memang menjadi antithesis dari konsep daerah kekuasaan ‘Hindia-Belanda’. Kata ‘Indonesia’ saat itu adalah sebuah konsep gerakan ‘Perlawanan’ dari rakyat Hindia-Belanda untuk bebas dan merdeka dari segala macam bentuk imperialisme dan kolonialisme.
  2. Anak-anak muda ini terhimpun dari berbagai macam gerakan yang terbagi-bagi dari beberapa kelompok, berdasarkan suku dan golongan. Ada Jong Java yang mewakili kaum muda dari Jawa, ada Jong Sumatrenan dari Sumatera. Dari kalangan pemuda islam diwakilkan dari Jong Islamieten Bond, dari Betawi diwakilkan Kaum Muda Betawi, dari Batak diwakilkan Jong Bataks Bond. Ada juga dari kelompok yang tidak berdasarkan suku atau golongan yakni Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI).
  3. Kongres selama 2 hari itu, 27-28 Oktober 1928, diketuai oleh Soegondo Djojopoespito dari PPPI dan diwakil ketua oleh RM Djoko Marsaid dari Jong Java, dan dari Jong Islamatien Bond diwakili oleh Djohan Mohammad Tjai. Berbicara Sumpah Pemuda kita tidak akan bisa melepaskannya dari kontribusi para tokoh gerakan islam. Sejarah mencatat ada nama-nama besar yang kita kenal juga ikut serta membidangi lahirnya Sumpah Pemuda. Sebut saja seperti Kasman Singodimedjo, Mohammad Roem dan Sekar Marijan Kartosuwiryo. Kalau kita baca kembali sejarah, Mr.Kasman Singodimedjo yang juga aktivis Ormas Islam Muhammadiyah ini, dikemudian hari kita kenal sebagai Ketua Pertama KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) yang merupakan cikal bakal dari terbentuknya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI). Dia juga dikenal sebagai Jaksa Agung dan Menteri Muda Kehakiman. Sedangkan Mohamad Roem kita semua mengenalnya sebagai seorang Diplomat hebat yang ikut terlibat dalam memimpin delegasi perundingan seperti Perjanjian Linggarjati, Perjanjian Renville dan yang termasyhur Perjanjian Roem-Roeijen. Roem adalah salah satu tokoh Gerakan Islam yang terlibat aktif di Jong Islamaten Bond dan Sarekat Islam. Sedangkan Sekar Marijan Kartosuwirjo adalan pemimpin DII/TII yang dengan segala kekurangannya tetap memiliki kontribusi dalam memperjuangkan kemerdekaan RI.
Para Pemuda-Pemudi Indonesia yang saya cintai,
  1. Peristiwa Sumpah Pemuda merupakan peristiwa politik yang mempunyai penghayatan kebangsaan yang kokoh baik secara ideologis maupun secara sosiologis dalam masyarakat Indonesia. Ia merupakan deklarasi terbuka pertama yang menyatakan keinginan luhur untuk merdeka dengan menentukan wilayah tanah air (kesadaran territorial), kebangsaan (kesadaran kebangsaan) dan bahasa (kesadaran kebahasaan). Tiga kesadaran itu adalah embrio dari bangunan peradaban sebuah bangsa yang akan lahir. Tidak hanya itu, lagu kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan pertama kali dalam peristiwa tersebut. Oleh karena itu, dapat diambil kesimpulan bahwa sumpah pemuda adalah cikal bakal proklamasi 1945.
  2. Sumpah pemuda mempunyai tiga dimensi penting yang menjadi dasar pengelolaan NKRI hari ini, yaituPertama, pengakuan akan tumpah darah yang satu, yaitu tanah Indonesia. Pernyataan tersebut merupakan klaim pertama tentang integrasi teritorial, baik darat, laut, dan udara, serta kekayaan SDA yang terkandung didalamnya.
  3. Dimensi yang kedua adalah pengakuan tentang adanya kesatuan bangsa, yaitu Bangsa Indonesia. Pernyataan tersebut merupakan komitmen yang dibangun atas rasa senasib-sepenanggungan dan gotong royong, berjanji akan mengutamakan kebersamaan diatas kepentingan golongan.
  4. Pengakuan yang ketiga adalah menetapkan bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Hal tersebut merupakan pencapaian peradaban sekaligus puncak kebudayaan yang berhasil disepakati oleh bangsa Indonesia dan bahkan mengikat  hingga hari ini. Pengakuan tiga hal tersebut di atas disimbolkan dalam lirik lagu Indonesia Raya yang diciptakan oleh WR Supratman melalui gesekan biolanya.
  5. Refleksi dari tiga dimensi yang termaktub dalam teks sumpah pemuda, agar para generasi muda mempunyai kesadaran untuk menjaga integritas wilayah darat, laut, dan udara serta kekayaan SDA yang terkandung  didalamnya; membangun identitas bersama sebagai bangsa Indonesia; serta mempunyai kesadaran bahwa berbahasa Indonesia merupakan pencapai peradaban dan kebudayaan tinggi bagi bangsa Indonesia.
Para Pemuda-Pemudi Indonesia yang saya cintai,
  1. Kebangkitan pemuda 1928 itu jelas konteksnya adalah bagaimana kita mempersatukan seluruh kekuatan potensi  para pemuda itu untuk menuju kepada satu cita-cita kemerdekaan. Sekarang ini kita secara legal formal kita sudah merdeka, tentu tantangan kita pada hari ini konteksnya sudah berubah, bukan lagi kita berbicara bagaimana menyatukan rasa kita sebagai bangsa Indonesia, maka kita anggap itu sudah selesai. Kalau ada yang mempermasalahkan perbedaan diantara kita maka kita jangan bermimpi bahwa kita akan melakukan proses kebangkitan. Jadi sebagai pemuda kita harus memiliki jiwa yang sangat lapang melihat kenyataan keragaman Indonesia dan kita harus terdepan dalam sikap saling menghormati keragaman yang ada.
  2. PKS sebagai partai yang memiliki Visi sebagai Partai Dakwah yang kokoh dalam berkhidmat kepada Rakyat, Bangsa dan Negara senantiasa berkomitmen untuk menjadi partai pelopor dalam mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana yang dimaksud dalam pembukaan konstitusi yakni, “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.
  3. PKS dalam menjalankan agenda politiknya akan senantiasa menjadikan Partai sebagai sarana perwujudan masyarakat madani yang adil, sejahtera dan bermartabat yang diridhai Allah Swt dalam bingkai Keutuhan NKRI. Dalam konteks inilah ‘Reaktualisasi Nilai-Nilai Sumpah Pemuda: Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa: Indonesia”  menjadi penting bagi pengokohan khittah perjuangan PKS dalam memperjuangkan cita-cita nasional.
Para Pemuda-Pemudi Indonesia yang saya cintai,
  1. Kita semua harus menyadari bahwa konsepsi “Bangsa Indonesia” adalah konsepsi yang tidak stagnan, ia adalah gerakan, kemauan, dan usaha kolektif bersama seluruh anak Bangsa. Konsepsi itu bergerak dari satu titik menuju titik berikutnya tiada pernah henti. Jadi, jika diibaratkan dengan pesawat terbang, ia selalu dalam keadaan rawan karena terus-menerus dalam posisi lepas landas (take off). Posisi tersebut memerlukan fokus perhatian yang kuat dan tidak boleh ada interupsi sedikitpun. Oleh karena itu, para pemuda harus membangun gagasan atau visi yang melampaui kebesaran bangsa Indonesia di masa lampau (Sriwijaya dan Majahpahit) sebagai titik tuju. Pesawat tidak akan pernah berhenti lepas landas, terbang dan mendarat jika tidak ada titik tujuannya. Itulah yang harus diperjuangkan oleh Pemuda.
  2. Tantangan yang dihadapi pada masa awal abad 20 tentu sangat berbeda dengan tantangan yang kita hadapi sekarang ini, Jika awal abad 20 ditandai dengan menguatnya imperialisme secara fisik, maka di awal abad 21 ini merupakan bangkitnya imperialisme non fisik, baik melalui pikiran, gaya hidup, ekonomi, dan sebagainya. Penguasaan teritorial bukan lagi menjadi cara utama dalam menguasai sebuah bangsa, namun dengan cara yang lebih halus. Menguasai ekonomi dengan jebakan utang, penguasaan aset dan sumber daya alam, menguasai pikiran dengan ide dan gagasan, dan gaya hidup yang bergantung kepada pasar (kapitalistik).
  3. Karena itu, reaktualisasi semangat sumpah pemuda tersebut menjadi relevan di zaman yang sedang berubah saat ini. Goncangan demi goncangan karena dampak perubahan tersebut dapat menjadi ancaman bagi eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sumpah pemuda merupakan ikatan-ikatan yang mengukuhkan yang dapat mempertahankan Indonesia dari ancaman keruntuhan. Karena itu, kaum pemuda perlu menanamkan kesadaran geopolitik, geoekonomi dan geostrategi bangsa dalam memandang segala peristiwa sosial, politik, ekonomi global yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir. Konsepsi tentang geopolitik, geokonomi, dan geostrategi mampu menjadi pengikat bagi tetap utuhnya bangsa Indonesia dan pada akhirnya ia akan memunculkan kesadaran tentang kepentingan nasional yang akan menjadi titik tolak dalam menjaga, membela,  dan memakmurkan tanah air Indonesia serta seisinya secara maksimal.
Pemuda-Pemudi Indonesia yang saya cintai,
  1. Jika kita amati lanskap ekonomi global beberapa dekade terakhir ini telah sangat berubah. Dan kita bisa saksikan semenjak Revolusi Teknologi Informasi tahun 1980-an, semua penggeraknya adalah anak-anak muda usia 20-30 tahun. Lihat saja Bill Gates pendiri Microsoft yang juga orang terkaya nomor wahid di dunia, dia memulai revolusi IT ketika masih duduk sebagai mahasiswa di Harvard University. Di saat yang sama Steve Jobs pendiri Apple juga memulai dari garasi rumahnya ketika masih duduk di bangku kuliah. Revolusi Sosial Media dengan ditandai berdirinya Facebook juga diinisiasi oleh Marz Zuckerburg, seorang mahasiswa tahun pertama dari Harvard University. Anda tahu Google? Itu adalah buah karya dari hasil disertasi dua mahasiswa Stanford Univeristy yakni Larry Page dan Sergy Brin. Dan kita tahu, Google telah merevolusi Abad Informasi dunia dengan karya-karya mereka.
  2. Dan jika kita perhatikan kembali sejarah lahirnya Negara Republik Indonesia, ternyata ia juga diinisiasi oleh gerakan-gerakan pemuda. Bung Karno mulai mendirikan PNI diusia 26 tahun, dan mulai melalukan gerakan pendidikan politik ke masyarakat sejak usia mahasiswa. Bung Hatta dan Sjahrir juga sama, memulai gerakan politiknya ketika masih kuliah di Belanda. Tan Malaka bahkan ketika memunculkan konsep Negara Republik pertama kali melalui bukunya berjudul, “Menuju Republik Indonesia” juga diusia masih muda. Haji Oemar Said Tjokroaminoto yang merupakan guru dari para Bapak Bangsa bersama rekannya Haji Samanhudi pun mendirikan Sarikat Islam di usia masih muda. Perlu kita catat, bahwa Sarekat Islam yang sebelumnya bernama Sarikat Dagang Islam didirikan tahun 1905 merupakan gerakan kebangkitan nasional pertama mendahului dari Boedi Oetomo yang berdiri tahun 1908. Tidak heran jika Bung Karno pernah menyatakan, “Beri aku 10 pemuda, maka aku guncang dunia”. Karena melalui tangan-tangan pemudalah revolusi-revolusi besar  terlahir.
  3. Oleh karena itu, untuk membangun karakter pemuda yang tidak pernah berhenti berjuang sebelum titik tujuannya berhasil dicapai, maka ada 5 nasehat yang ingin saya titipkan kepada kalian para pemuda-pemudi Indonesia. Pertama adalah academic excellent. Seorang aktivis  kompetensi keilmuannya harus excellent. Yang kedua adalah scientific discourse, keterampilan dalam membangun gagasan ilmiah. Apapun kepandaian anda, orang tidak pernah tahu jika tidak berdiskusi, berdebat menguji gagasan anda. Yang ketiga adalah network. Pemuda harus punya network kemana-mana. Jaringan itu penting untuk membangun partner dalam memperjuangkan gagasannya. Yang keempat adalah socio political engagement. Anda harus terlibat pada kegiatan-kegiatan social dan politik mulai dari lingkungan anda yang paling kecil.  Yang terakhir, kelima adalah religious activity. Anda kalau ingin menjadi pemimpin yang bermoral, maka harus aktif dalam kegiatan-kegiatan keagamaan. Karena itu akan menjadi pengendali diri anda selama menjadi pemimpin. Tetapi juga jangan terus menerus aktif dalam kegiatan agama, empat yang lain ditinggallkan. Nanti anda akan menjadi orang yang steril, menjaga kesholehan diri sendiri saja. Jadi harus ada kegiatan secara proporsiaonal dan seimbang, insya Allah akselerasi kebangkitan pemuda di Indonesia akan terjadi.
Para Pemuda-Pemudi Indonesia yang saya cintai,
  1. Ketika bangsa ini akan mendeklarasikan kemerdekaannya, para penjajah memandang sebelah mata kemampuan bangsa kita dalam membangun konsepsi kenegaraan sebagaimana telah dibangun oleh negara-negara maju. Anggapan para penjajah bahwa Indonesia belum atau tidak atau bahkan tidak akan siap mengurus Indonesia merdeka ternyata terbantahkan oleh bukti-bukti yang bersaksi dalam perjalanan sejarah NKRI, sejak proklamasi kemerdekaan 17-08-45 sampai saat ini. Dengan "kesiapan ala kadarnya" yang pernah  dijalani oleh the founding fathers tersebut tidak boleh diartikan bahwa mengurus negara tidak memerlukan persiapan yang memadai, khususnya hal-hal yang menyangkut "rule of the game" atau konstitusi negara.
  2. PKS sebagai bagian dari komponen bangsa sangat menyadari pentinya pendidikan konstitusi sebagai pendidikan paling esensial dalam membangun identitas kebangsaan. Dalam merumuskan pendidikan kebangsaan tersebut, jalan pendidikan konstitusi menjadi pilihan yang tepat untuk dipilih. PKS sangat menyadari pentingnya pembangunan kesadaran konstitusional agar cita-cita para pendiri bangsa ini terus terjaga dan kokoh dalam jiwa para penerusnya. Oleh karena itu, kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Fraksi PKS MPR RI dan Bidang Kepemudaan DPP PKS yang telah mempelopori berdirinyaSEKOLAH KONSTITUSI. Dengan mengucapkan Bismillahirahmanirrahimsecara resmi dibuka Peluncuran Sekolah Kontitusi dan Seminar Nasional dan Kebangsaan Sumpah Pemuda ini. Semoga ikhtiar ini mendapat keberkahan dan rahmat dari Allah Swt dan memberikan kebaikan untuk kita semua. Amin Ya Rabbal Alamin,
        
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Presiden PKS,

Mohamad Sohibul Iman, Ph.D.

[sumber: pks.id]

posted by @Adimin

Mengenal Visi PKS Menjadi Kontributor Peradaban

JAKARTA (30/10) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menegaskan partainya memiliki visi mulia sebagai kontributor peradaban. Visi ini merupakan level peran PKS terhadap negara di tingkat regional maupun internasional.

"Yang pertama disebut kontributor peradaban. Ya kita ingin berperan, tingkat regional maupun tingkat dunia. Tentunya perannya macam-macam, seperti di bidang ekonomi, bidang sosial, menciptakan perdamaian dunia, menciptakan kerjasama-kerjasama," ujar Sohibul Iman di Kantor DPP PKS, MD Building, Jl TB Simatupang, Jakarta, Jumat (30/10/2015).

Pria yang biasa disapa Kang Iman ini menjelaskan, visi kontributor peradaban adalah penafsiran PKS terhadap cita-cita mulia para pendiri bangsa yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

Cita-cita itu berbunyi melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

"Meningkatnya peran partai dalam pengembangan kerjasama internasional dalam rangka kemajuan dan perdamaian di kawasan, untuk memperkokoh posisi Indonesia," imbuhnya.

Doktor jebolan perguruan tinggi di Jepang ini mengatakan, visi kontributor peradaban ini meniscayakan PKS sebagai partai yang menyelenggarakan negara dan pemerintahan. Oleh karena itu, memenangkan pemilu yang akan datang menjadi salah satu jalan untuk mewujudkan visi tersebut.

"Tentu idealnya kami bagian dari pengelola, the governing party, the rulling party. Tapi, walaupun tidak begitu, kami tetap berperan, tetap bersama negara," papar Kang Iman.

Sebagai salah satu visi PKS, Kang Iman mengatakan cita-cita sebagai kontibutor peradaban telah diturunkan ke dalam beberapa amanat yang sudah diputuskan dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 PKS beberapa waktu lalu.

"Melalui Mukernas ke-4 PKS nanti ini, Amanat Munas itu akan diturunkan ke dalam sejumlah program strategis PKS selama lima tahun ke depan dan seterusnya," pungkas Kang Iman.

Mukernas ke-4 PKS akan digelar di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat pada 3-4 November 2015 mendatang. 340 perwakilan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS seluruh Indonesia; 233 jajaran DPP, MPP, dan DSP; serta 150 undangan turut hadir dalam rapat kerja lima tahunan ini. Jelang Mukernas, panitia juga menyelenggarakan Lomba Menulis Cerpen Populer serta Lomba Foto Selfie. [pks.id]

Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman. (Muhammad Hilal/Relawan PKS Foto)

posted by @Adimin

Tidak Kredibel dan Banyak Kelemahan, PKS Kritisi RAPBN 2016

Written By Anonymous on 30 October, 2015 | October 30, 2015


Jakarta (30/10) - Fraksi PKS DPR RI mengkritisi rencana pengesahan RAPBN 2016 yang secara umum hasil pembahasannya tidak kredibel dan masih banyak kelemahan. Hal ini disampaikan Anggota Komisi XI dari Fraksi PKS Ecky Awal Mucharam di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (29/10).

“APBN adalah jangkar kebijakan ekonomi strategis yang memuat seluruh rencana kegiatan pembangunan nasional dan program-program kesejahteraan rakyat yang harus dijaga kredibilitasnya. Pengajuan Nota Keuangan dan RAPBN 2016 oleh Pemerintah tidak kredibel, hal ini berdampak pada perubahan yang signifikan dalam arah pembahasan, baik terkait asumsi makro maupun postur,” kata Ecky.

Politisi PKS ini memaparkan pertumbuhan ekonomi yang turun signifikan dari 5,5 persen menjadi 5,3 persen. Asumsi kurs rupiah terhadap dollar juga melemah signifikan, dari Rp 13.400 menjadi Rp 13.900. Sedangkan, rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) berubah dari 60 dollar per barel menjadi 50 dollar per barel. Demikian juga prognosa realiasi pertumbuhan 2015 yang dibawah 5 persen, sangat jauh dari target dalam APBN-P 2015 sebesar 5,7 persen.

“Arah realisasi dan penyesuaian yang signifikan tersebut menunjukkan kelemahan analisis forecasting dan perencanaan APBN Pemerintah, serta belum adanya kebijakan mitigasi pelemahan ekonomi secara kokoh,” kata Ecky.

Terkait dengan penetapan target pertumbuhan ekonomi tahun 2016 sebesar 5,3 persen, Ecky memandang target tersebut jauh dari janji pemerintah yang akan mencapai pertumbuhan di atas 7 persen dan telah ditetapkan dalam RPJMN 2016-2019.

“Penurunan pertumbuhan disertai dengan merosotnya kualitas pertumbuhan ekonomi selama ini telah menghambat perluasan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan rakyat,” kata Ecky.

Keterangan Foto: Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Ecky Awal Mucharam.
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI


posted by @Adimin

Mukernas ke-4 PKS akan Sorot Penanganan Asap



JAKARTA (30/10) – Musibah asap yang menimpa sejumlah wilayah di Tanah Air akan menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-4 PKS pada 3-4 November 2015 mendatang. Penanganan asap harus menyeluruh agar musibah tersebut tidak terulang kembali.

Menurut Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman, penanganan bencana asap memiliki dua dimensi.

"Penanganan jangka pendek dan penanganan jangka menengah panjang," papar Sohibul Iman di Kantor DPP PKS, MD Building, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2015).

Pria yang akrab disapa Kang Iman ini melihat, proses pemadaman masih terus berlanjut meski sudah turun hujan di beberapa wilayah. Artinya, papar Kang Iman, penanganan jangka pendek berupa pemadaman dan penanganan korban tetap harus dilakukan.

Sementara dalam dimensi jangka menengah-panjang, PKS akan terus mendesak pemerintah agar melakukan tindakan preventif. "Dorongan itu yang salah satunya akan dijabarkan dalam Mukernas nanti," sebut doktor lulusan Jepang ini.

Kang Iman melanjutkan, langkah terdekat yang dilakukan PKS adalah menginisiasi adanya Pansus Asap di DPR RI. "Pansus adalah instrumen pengawasan biasa agar pemerintah memikirkan penanganan asap jangka panjang," sebutnya.

Bisa saja, Kang Iman menyebutkan, pansus membentuk badan khusus penanganan asap yang bersifat ad hoc. "Bisa lima tahun atau lebih," ujar dia. Hal ini penting agar permasalahan asap bisa diselesaikan dengan segala dimensinya secara menyeluruh. "Baik aspek hukum, lingkungan hingga kesehatan," tutup Kang Iman. [pks.id]


posted by @Adimin

PKS Berharap Pansus Asap Diputuskan dalam Rapat Paripurna Hari Ini


Jakarta (30/10) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menegaskan Pansus Asap adalah bagian dari upaya PKS untuk meningkatkan intensitas pengawasan terhadap pemerintah.

Karena itu Sohibul Iman berharap rapat paripurna DPR yang digelar hari ini dapat mengesahkan pembentukan Pansus Asap.

"Kita berharap hari ini di paripurna bisa diputuskan Pansus Asap. Sehingga, pansus ini, walaupun masuk masa reses, dapat berjalan dengan mekanismenya sendiri dan tetap bisa diproses," ujar Sohibul Iman di Kantor DPP PKS, MD Building, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2015).

Saat ini, menurut informasi yang didapat Sohibul Iman, sudah ada lima fraksi yang sudah sepakat untuk membentuk Pansus Asap. Pria yang biasa disapa Kang Iman ini menilai terlalu jauh jika Pansus Asap dianggap bisa menjadi hal yang liar, jauh dari substansi awal.

"Kami ingin lebih meningkatkan intensitas pengawasan terhadap Pemerintah. Biar Pemerintah punya frekuensi yang sama. Ini bencana kabut asap persoalan serius," tegasnya.

Sohibul pun menegaskan Pansus Asap dibentuk bukan untuk impeachment terhadap pemerintah.

"Frame PKS tidak sampai pada membuat isu menjatuhkan Pemerintah. Itu terlalu jauh," jelas mantan wakil ketua Komisi X DPR RI ini. [pks.id]

Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman. (Muhammad Hilal/Relawan PKS Foto)

posted by @Adimin

PKS Tegaskan Pansus Asap Hanya Instrumen Pengawasan Biasa


JAKARTA (29/10) - Rencana DPR membentuk Panitia Khusus Kebakaran Hutan dan Lahan (Pansus Asap) ditentang sejumlah pihak karena dianggap akan mengganggu kerja pemerintah. Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman memastikan Pansus Asap yang bergulir di DPR hanya instrumen pengawasan biasa.

"Itu model pengawasan biasa yang sudah kita lakukan," ujar Sohibul Iman di Kantor DPP PKS, MD Building, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2015).

Pria yang akrab disapa Kang Iman ini menjelaskan, salah satu tugas DPR adalah melakukan pengawasan terhadap pemerintah. DPR bisa memanggil pemerintah setiap saat lewat rapat bersama.

Menurutnya, PKS melihat pemerintah belum cukup serius dalam proses penanggulangan dan penanganan bencana asap. "Maka kita masuk ke pengawasan yang lebih intensif lewat pansus," terang Kang Iman.

PKS, papar Kang Iman, memastikan Pansus Asap bukan instrumen yang digunakan untuk menggiring isu-isu liar. "Semua tergantung respons pemerintah. Jika responsnya positif tentu tidak akan muncul isu liar," tegas Kang Iman.

PKS berharap Pansus Asap bisa digolkan dalam Rapat Paripurna DPR RI yang akan digelar Jumat (30/10). "Sudah ada lima fraksi yang setuju, kita lihat perkembangan semoga disepakati," ujar dia. [pks.id]

Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman. (Muhammad Hilal/Relawan PKS Foto) 

posted by @Adimin

PKS akan Tetapkan 70 Program Aksi Nyata di Mukernas



JAKARTA (29/10) - Partai Keadilan sejahtera (PKS) akan menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) 3-4 November 2015 mendatang. Di dalam Mukernas itu, PKS akan menetapkan 70 program aksi nyata untuk bangsa dan negara.

"Ada 70 program yang nanti ada pengayaan di Mukernas," ujar Sohibul Iman di Kantor DPP PKS, MD Building, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2015).

Sohibul Iman mengatakan Mukernas merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Nasional (Munas) yang sudah digelar September 2015 lalu. Pada Munas lalu, lanjut dia, telah dihasilkan sejumlah amanat Munas. 

"Mukernas ini sebagai turunan dari Munas. Amanat yang dihasilkan Munas, lalu diterjemahkan ke dalam program-program kerja nyata melalui Mukernas," jelas Sohibul Iman. Karena itu, tambahnya, tema Mukernas kali ini masih sama dengan Munas, yaitu Berkhidmat untuk Rakyat. 

Doktor lulusan Jepang ini menjelaskan, program-program kerja nyata PKS dibagi ke dalam enam cluster, antara lain cluster kebijakan publik, cluster penguatan kader dan struktur, cluster pusat khidmat PKS, cluster penyerapan aspirasi, dan cluster pengelolaan partai yang baik (good party governance). 

Pusat khidmat PKS, Sohibul Iman melanjutkan, merupakan formula PKS untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, bangsa dan negara. Dia mencontohkan, Pos Wanita Keadilan (Pos WK) dan Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang sudah dibentuk muslimah PKS untuk memberikan pelayanan di bidang perempuan dan ketahanan keluarga masyarakat. 

"Nanti pusat-pusat pelayanan seperti ini akan semakin kita perbanyak. Kalau ada yang baru, ya kita buat lagi," imbuh Sohibul Iman. 

Mukernas ke-4 PKS akan digelar di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat pada 3-4 November 2015 mendatang. 340 perwakilan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS seluruh Indonesia; 233 jajaran DPP, MPP, dan DSP; serta 150 undangan turut hadir dalam rapat kerja lima tahunan ini. Jelang Mukernas, panitia juga menyelenggarakan Lomba Menulis Cerpen Populer serta Lomba Foto Selfie. [pks.id]

Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman. (Muhammad Hilal/Relawan PKS Foto) 
Berita Terkait:


posted by @Adimin

Elaborasi Pesan Sohibul Iman untuk Pemuda

Written By Anonymous on 29 October, 2015 | October 29, 2015


Lima hal yang disampaikan Presiden PKS, Mohamad Sohibul, kepada pemuda melalui akun twitternya @msi_sohibuliman begitu berbobot. Poin-poin itu ia sampaikan juga pada Seminar Nasional dan Peluncuran Sekolah Konstitusi Fraksi PKS, bertepatan di hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2015.

Poin-poin itu antara lain academic excellent, scientific discourse capability, networking, socio political engagement, dan religious activity.

Sohibul Iman memberi penjelasan singkat mengenai academic excellent: "Seorang aktivis, kompetensi keilmuannya harus excellent. IPK Jangan diremehkan."

Bayangan kesuksesan Bill Gates, Steve Jobs, atau Mark Zuckerberg membenak di kalangan pemuda. Mereka bukan ilmuwan, tetapi justru konglomerat yang pernah mengalami kegagalan akademik. Mereka menjadi inspirasi akan totalitas. Demi menekuni sesuatu, rela mengenyampingkan pendidikan hingga berujung kesuksesan dan ketenaran.

Cerita mereka benar adanya, namun menjadi populer karena kisah yang anti mainstream. Umumnya, kesuksesan justru berbanding lurus dengan prestasi akademik. Cerita orang seperti mereka adalah minoritas, yang tidak semua orang yang terputus akademiknya mampu sebersinar mereka.

Justru nama seperti Dr Eng. Khairul Anwar, anak bangsa penemu teknologi 4G yang harusnya menjadi panutan utama pemuda. Ia berhasil menciptakan teknologi yang dipakai oleh berbagai perusahaan teknologi besar dunia karena ditunjang oleh kesungguhan menempuh pendidikan.

Begitu juga Dr Warsito Purwo Taruno yang menciptakan alat pembasmi sel kanker. Penemuannya tak kalah berguna bagi umat manusia. Dan ia bisa sampai pada kesuksesan seperti itu ditunjang oleh akademik yang baik.

Ada lebih banyak lagi nama orang-orang yang sukses karena prestasi akademiknya.

Tentang scientific discourse capability, Sohibul Iman menjelaskan: "Berlatih diskusi dan berdebat ilmiah penting untuk menguji dan menyampaikan gagasannya secara ilmiah."

Yang terjadi saat ini anak muda di Indonesia memanfaatkan sarana internet dan media sosial untuk berdebat mengenai hal yang tidak ada gunanya. Perdebatan yang berlangsung menggunakan kata-kata yang tidak baik, bahkan malah berupa caci maki, alih-alih menggunakan referensi data dan fakta yang diolah dengan ilmiah.

Media sosial telah menjadi sarana caci maki, menggosip, menghujat, memfitnah, dan tidak dimanfaatkan dengan baik untuk berdiskusi hal yang ilmiah untuk meningkatkan kapasitas.

Poin kedua yang disampaikan Sohibul Iman harus menjadi refleksi bagi anak muda Indonesia.

Poin yang ketiga adalah networking. Dijelaskannya yaitu, "Jaringan yang luas. Mulai segera saat mahasiswa, jangan tunggu lulus. Mulai dengan kakak tingkatnya walau sekedar tanya kabar."

Membangun networking yang baik berarti membangun juga personal branding. Makin luas dikenal orang, dan semakin dipahami kapasitas dan kapabilitasnya. Networking dibangun bukan saat memutuskan menjadi pengusaha, atau ketika butuh memasukkan lamaran kerja. Saat itu sudah sedikit telat.

Membangun networking sejalan dengan perintah Rasulullah untuk menjalin silaturahim. Fadhilahnya adalah keluasan rezeki.

Tentang socio political engagement, yang dijelaskan oleh Sohibul Iman adalah: "Pemuda harus terlibat kegiatan sosial dan politik. Mulai dari lingkungan yang paling kecil. Pemuda harus tahu persoalan sosial politik. Jangan acuh tak acuh. Mahasiswa harus merasakan demo sesekali."

Konon, Berthold Brech, seorang penyair dan dramawan Jerman, mengatakan bahwa buta terburuk adalah buta politik. Karena sesungguhnya dari politik semua urusan kehidupan diatur. Dari harga tepung hingga harga obat. Orang yang benci potik, menurut Berthold, berpotensi menyebabkan pelacuran hingga korupsi besar.

Negara ini diberi nikmat berupa pemuda-pemuda yang tidak buta politik hingga kemerdekaan bisa diwujudkan. Mereka mengejar prestasi akademik hingga ke negeri penjajah, membangun diskusi ilmiah mencari cara mewujudkan negeri yang merdeka, dan membangun networking dengan sesama pemuda di berbagai daerah. Empat dasar itu yang mewujudkan sumpah pemuda.

Maka itu, sangat disayangkan bila pemuda zaman sekarang buta politik. Sumpah pemuda yang mengubah nasib bangsa tak diteruskan perjuangannya.

Dan terakhir, Sohibul Iman menyebut poin ini sebagai modal moralitas. Yaitu religious activity.

Agama memberikan keteraturan dan ketenangan hidup. Agama menjadi sumber nilai yang membangun integritas seseorang. Tujuan hidup manusia sendiri adalah beribadah kepada Tuhan, dan agama memberi jalan tercapainya tujuan itu.

Sejatinya Islam merangkum ke empat poin sebelumnya. Islam menyuruh ummatnya menuntut ilmu (academic excelent). Islam mengajarkan untuk membangun diskusi dengan baik (wajadilhum billati hiya ahsan, QS An Nahl 125). Islam menyuruh ummatnya membangun silaturahim (HR Bukhori: barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka bersilaturahimlah). Dan Rasulullah saw beserta para sahabat membentangkan kisah keteladanan dalam kepemimpinan dan mengatur urusan umat manusia.

Poin yang disampaikan Sohibul Iman kepada pemuda tadi adalah jabaran kepribadian yang paripurna. Menjadi ilmuwan, berwawasan, populer, idealis, dan agamis.

(Penulis Zico Alviandri)
Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman (kanan) menyampaikan gagasannya di hadapan para pemuda dalam Peluncuran Sekolah Konstitusi inisiatif FPKS MPR RI di Gedung MPR RI bersamaan dengan Seminar Nasional dan Dialog Kebangsaan bertema "Reaktualisasi Jiwa Kebangsaan Pemuda Indonesia: Semangat Sumpah Pemuda dalam Membangun NKRI", Rabu (28/10/2015). Foto - Gilang Ramadhan.
[sumber: pks.id]


posted by @Adimin

PKS: Diperlukan Harmonisasi UU di Sektor Kesehatan



Jakarta (29/10) - Anggota Komisi IX DPR RI Adang Sudrajat mengatakan saat ini telah terjadi disharmoni undang-undang (UU) di sektor kesehatan. Hal ini mengakibatkan peningkatan kualitas kesehatan nasional sulit tercapai.

Sejak amandemen IV UUD 1945, setiap sektor menindaklanjuti pada pembuatan UU baru untuk mengawal reformasi. Namun sektor kesehatan berjalan tidak beraturan dengan menyusun UU sendiri seperti: UU Kesehatan, UU Rumah Sakit, UU Praktik Kedokteran, UU SJSN, UU BPJS, UU Tenaga Kesehatan, UU keperawatan, dan UU Kesehatan Mental.

“Saya mengusulkan kepada Komisi IX untuk melakukan rapat gabungan Komisi IX dan X untuk menyesuaikan disharmoni undang-undang di bidang kesehatan. Usul konkritnya adalah penghapusan uji kompetisi, internship, dan penghentian pendidikan DLP (Dokter Layanan Primer),” kata Adang di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (29/10).

Dokter Spesialis Avasin yang juga politisi PKS ini berpendapat seharusnya DLP dihapus saja. Sebab DLP keterampilannya sangat umum dan makin berkurang daya saingnya. Jika keadaan ini tetap dilanjutkan, lapangan kerja di sektor kesehatan akan diisi oleh tenaga kerja asing yang lebih spesifik keterampilannya.

“Saya tidak ingin sektor kesehatan dikuasai asing, kita sebagai bangsa harus memiliki kewibawaan untuk dapat berdiri di kaki kita sendiri. Oleh kerena itu, regulasi untuk mendukung dan memperkuat instrumen kesehatan nasional harus diperjuangkan,” kata legislator dari dapil Jawa Barat II ini.

Keterangan Foto: Anggota Komisi IX DPR RI Adang Sudrajat.
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI


posted by @Adimin

Banyak Kendala dalam Sistem Pendataan Ulang e-PUPNS


Jakarta (29/10) - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Yudi Kotouky menilai masih terdapat banyak kendala pada pelaksanaan Sistem Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil yang dilakukan secara elektronik (e-PUPNS). 

"Ada beberapa kendala dalam pelaksanaan e-PUPNS. Sebut saja kendala akses jaringan Internet bagi aparatur yang berada di daerah-daerah terpencil, seperti Provinsi Papua, Papua Barat, dan daerah lainnya," ungkap Yudi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/10).

Faktor akses internet, menurut Yudi, adalah hal yang signifikan sehingga banyak PNS yang belum mendata diri mereka. Selain juga karena faktor struktur organisasi baru di Kementerian/Lembaga Negara yang belum dimutakhirkan dalam data Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Atas dua hal ini, Yudi meminta pemerintah untuk menata ulang jadwal e-PUPNS khusus bagi aparatur yang berada di daerah-daerah tertinggal. "Pemerintah harus bijak melihat dua permasalahan tersebut," ungkap legislator asal Papua ini.

Sebagaimana diketahui, dari 4.552.917 PNS yang terdaftar di Badan Kepegawaian Negara (BKN), 77 persen di antaranya belum melakukan pendataan ulang, yaitu sebanyak 3.483.901 PNS. 

Di sisi lain, sesuai dengan UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), jadwal e-PUPNS telah diatur oleh BKN mulai dari September hingga 31 Desember 2015. Hasil dari e-PUPNS akan terbentuk database kepegawaian secara detail, mulai dari pendidikan formal sampai daftar penilaian prestasi kerja.

Yudi berharap dengan adanya penataan ulang jadwal ini, seluruh data PNS akan terverifikasi dengan baik. "Mulai dari data meninggal dunia, berstatus ganda, maupun yang berijazah palsu, sehingga bisa memastikan akurasi data dan kompetensi PNS," ungkap Politisi Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

Keterangan Foto: Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Yudi Kotouky.
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger