Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
December 06, 2015
posted by @Adimin
Mahyeldi: Padang Tidak Kalah dengan Bali
Written By Anonymous on 06 December, 2015 | December 06, 2015
PADANG - Banyak yang mengenal jika Bali adalah "surga" dunia. Namun begitu, di Indonesia cukup banyak daerah yang tak kalah hebatnya dengan Bali. Salah satunya yakni Padang.
"Padang tak kalah dengan Bali. Padang lain warnanya, Bali lain pula warnanya," kata Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo dalam suatu agenda acara, Jumat (4/12).
Disebutkan Walikota, saat ini Padang memang tengah berbenah. Terutama di sisi kepariwisataan. Padang akan mensinergikan sejumlah objek wisata di Padang yang dinamakan Kawasan Wisata Terpadu (KWT). Kawasan wisata ini meliputi Pantai Padang, Gunung Padang, Pantai Air Manis hingga ke perbatasan Pesisir Selatan.
Dijelaskannya, pada tahun 2016 nanti seluruh objek wisata di KWT itu akan tertata dengan baik. Termasuk juga akses transportasi dari Sungai Pisang, Kecamatan Bungus ke lokasi kawasan wisata Mandeh di Pesisir Selatan.
"Tahun depan jalan dari Sungai Pisang ke Mandeh akan diperbaiki," ujar Mahyeldi.
Untuk memperbaiki jalan tersebut, Walikota Padang tak ingin berlama-lama. Apalagi menunggu agenda perbaikan jalan dari Provinsi Sumatera Barat.
"Anggaran kita untuk perbaikan jalan Rp 12 miliar. Kita ingin cepat, tak mau nunggu agenda provinsi," sebut Walikota.
Apabila jalan ini selesai nantinya, akses dari Padang menuju kawasan Mandeh akan semakin cepat. Mahyeldi menyebut, jika selama ini menuju Mandeh memakan waktu relatif lama, dengan melewati Sungai Pisang dipersingkat menjadi 10 atau 15 menit.
"Dengan ini nantinya antara KWT dan Mandeh akan bersinergi," tuturnya.
Selain menata objek wisata, untuk menarik minat wisatawan agar singgah ke Padang, sejumlah agenda berskala internasional akan dituanrumahi Padang. Cukup banyak agenda tersebut dan pada umumnya agenda itu dilangsungkan di kawasan pantai. Diantaranya seperti Multilateral Naval Exercise Commodo, Olympiade Beach Soccer, kejuaraan Polo Air tingkat ASEAN, dan lainnya.
Untuk iven Multilateral Naval Exercise Commodo akan dihelat pada April 2016. Agenda ini merupakan latihan perang sejumlah negara peserta yang dilangsungkan di perairan barat Samudera Hindia, persisnya di Teluk Bayur. Sedangkan untuk iven Olympiade Beach Soccer akan dilangsungkan pada 2017.
"Kita sudah menyurati panitia dan ini direspon baik oleh tim panitia di Jakarta," sebut Walikota.
Walikota menekankan bahwa agenda ini nantinya akan terus berjalan. Karena itu Mahyeldi sangat berharap dukungan warga Padang.
"Kita juga mengimbau kepada seluruh SKPD, TNI dan Polri untuk gelorakan agenda tersebut dan geliat ekonomi masyarakat akan meningkat lewat kunjungan wisatawan. Kita akan segera siapkan Padang layak dikunjungi," pungkas Walikota.
Sumber: Humas dan Protokol Kota Padang
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 05, 2015
posted by @Adimin
Dakwah | Oleh H. Irsyad Syafar Ketua DPW PKS Sumbar
Written By Anonymous on 05 December, 2015 | December 05, 2015
Dakwah itu adalah perjuangan, pengorbanan dan militansi. Dakwah itu adalah memperbaiki apa-apa yang belum baik, memperindah apa-apa yang sudah baik. Dakwah adalah mengeluarkan manusia dari kekegelapan jahiliyah menuju cahaya keimanan. Dakwah itu adalah membuat hati-hati yang lalai dan alpa menjadi tersentak dan sadar. Dakwah itu adalah membangun tempat yang kondusif di dalam dada untuk berlabuhnya hidayah.
Karena itu, dakwah menghendaki pengorbanan dan totalitas. Bila engkau berikan hanya sebagian dari dirimu untuknya, maka dia takkan memberimu apa-apa. Jika engkau berikan segala-galanya, maka dia hanya memberimu sebagian. Maka dia akan tagih darimu waktumu, jiwamu, pikiranmu, perasaanmu, harta-bendamu dan ego pribadimu.
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, kemudian mereka tidak ragu-ragu. Dan mereka berjuang dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar”. (Terjemahan QS Al Hujurat: 15)
Jika engkau mulai kikir dengan waktu, harta dan jiwamu untuk kemenangan dakwah, dan engkau berlari mengejar dunia dan perhiasannya, niscaya Allah akan menjadikan dirimu hina dan tidak berdaya. Dan kehinaan itu takkan hilang kecuali setelah engkau kembali (bertaubat) kepadaNya.
Pengorbanan dan perjuangan dalam berdakwah memang berat. Memerlukan jiwa yang beriman dan hati yang bersih. Karena itu, engkau mesti bekerja dan melakukan segala yang menguatkan iman dan membersihkan hati. Dakwah akan menuntut pengorbanan harta dan segala usaha. Maka, bersiap-siagaah selalu untuk itu.
Sesungguhnya apa yang engkau miliki adalah fana dan akan habis. Sedangkan apa yang di sisi Allah akan abadi dan berlipat-ganda. Sesungguhnya Allah membeli harta dan jiwa orang-orang beriman dengan harga termahal yaitu sorga, yang luasnya seluas langit dan bumi.
Janganlah engkau menjadi orang-orang yang celaka. Yaitu orang-orang yang menjadi budak dinar, budak dirham dan budak selimut.
Janganlah engkau menjadi orang-orang yang hina. Yaitu orang-orang yang kerjanya hanya makan dan bersenang-senang. Mereka bagaikan binatang yang kerjanya (dan pikirannya) hanya makan dan bersenang-senang. Lalu di akhirat kelak mereka pulangnya ke neraka. [irsyadsyafar.com]
posted by @Adimin
Label:
HIKMAH,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 05, 2015
posted by @Adimin
Irsyad Syafar: Mari Sukseskan Pilkada
Hari ini 5 Desember 2015 adalah hari terakhir masa kampanye pilkada serentak. Tanggal 9 Desember masyarakat akan memilih pemimpinnya.
Dalam ajaran Islam, memilih pemimpin merupakan bagian dari agama sekaligus merupakan ibadah. Banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan dan memberi arahan tentang memilih dan mengambil pemimpin. Dimana pemimpin bagi umat Islam itu mestilah yang beriman, berilmu, sehat dan kuat untuk bekerja, amanah dalam bekerja dan berlaku adil kepada sesama.
Dalam skala yang lebih kecil saja, Rasulullah memestikan adanya pemimpin. Bila ada 3 orang yang bepergian, maka hendaklah satu orang menjadi pemimpin. (Hadits shahih riwayat Abu Daud). Apalagi untuk jumlah orang yang lebih banyak dan wilayah yang lebih luas, seperti kota atau propinsi, wajib adanya pemimpin.
Abu Bakar dan Umar bin Khattab malah mendahulukan urusan kepemimpinan dari pada mengurus jenazah Rasulullah saw. Setelah tuntas urusan pemilihan pemimpin, barulah mereka ikut dalam menyelenggarakan jenazah Rasulullah.
Oleh karena itu dalam pilkada besok ini, umat Islam mesti berperan aktif dan jangan golput. Karena pilihan ini akan sangat mempengaruhi kemashlahatan serta kondisi masyarakat 5 tahun kedepan. Sebab mayoritas aturan, regulasi dan bahkan anggaran belanja masyarakat 5 tahun kedepan dipegang dan dikendalikan oleh yang berkuasa.
Bila semua calon yang akan dipilih adalah orang yang baik, maka pilihlah yang terbaik diantara mereka semua. Bila ada yang baik dan yang buruk, maka pilihlah yang baik. Bila semuanya buruk (insyaAllah tidak demikian adanya) maka pilihlah yang minimal keburukannya dan kemudian bantulah dia bersama-sama mengurangi keburukannya. Jangan golput, karena itu justru akan mempermudah orang-orang terburuk menjadi pemimpin.
Jangan mau memilih orang-orang yang memberikan iming-iming berupa uang, beras dan sebagainya. Pemberian itu sebenarnya adalah penghinaan yang sangat buruk. Bila anda diberi uang 100 ribu rupiah, lalu dia berkuasa 5 tahun atas anda, maka harga diri anda hanya 20 ribu setahun, atau 1.666 rupiah perbulan, atau sama dengan 55 rupiah sehari. Lihat betapa hinanya anda dimata mereka. Buruh kasar saja takkan mau digaji 10 ribu rupiah sehari, apalagi kalau hanya 55 rupiah.
Dan kemudian, orang-orang yang membagi-bagikan uang ini pastilah akan mengambil kembali uangnya setelah berkuasa. Maka selama 5 tahun uang kita akan diambilnya. Tidak sekedar 100 ribu, bahkan bisa berlipat ganda. Minimal mereka pulang modal, tapi biasanya lebih dari itu.
Mari kita sukseskan pilkada serentak 9 Desember ini. Berdoalah kepada Allah untuk memantapkan hati, ikhlaskan niat dalam memilih, dan jadikan ini sebagai bagian dari amal shaleh bertaqarrub kepada Allah dengan memilih pemimpin yang lebih baik. [irsyadsyafar.com]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 04, 2015
posted by @Adimin
Dedi Supriadi: Kader PKS Harus Bermanfaat dalam Menyebarkan Informasi
Written By Anonymous on 04 December, 2015 | December 04, 2015
TARAKAN (4/12) – Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) harus dapat berperan besar dan bermanfaat dalam menyampaikan informasi. Sehingga berita-berita, terutama terkait partai, tersampaikan dengan baik dan mudah diterima masyarakat.
Ketua Bidang Humas DPP PKS, Dedi Supriadi menyampaikan hal ini saat mengisi Pelatihan Humas di Room Meeting II Kantor DPD PKS Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Jumat (4/12/2015).
“Apa yang Saudara ketahui tentang Humas? Seorang kader PKS sangat perlu mengenal, bahkan semakin memahami pentingnya peran Humas dalam kepartaian. Karena setiap kader adalah Humas bagi partai,” kata Dedi.
Dedi mengungkapkan Humas merupakan ladang besar dalam dakwah. Oleh karena, Humas berada pada baris terdepan dalam jamaah, baik sebagai corong informasi maupun menjaga image partai.
“Humas ini merupakan ladang besar dalam dakwah. Inilah waktunya kita bisa berperan lebih besar dalam memaksimalkan dakwah,” ujar Dedi.
Dedi Supriadi hadir di Tarakan dalam agenda silaturahim Ketua Majelis Syuro PKS, Habib Salim Segaf Al Jufri bersama kader-kader PKS di Kalimantan Utara. Tampak, pelatihan humas dipenuhi kader-kader PKS dari berbagai daerah se-Tarakan.
Keterangan Foto: Ketua Bidang Humas DPP PKS, Dedi Supriadi saat mengisi Pelatihan Humas di Room Meeting II Kantor DPD PKS Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Jumat (4/12/2015).
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 04, 2015
posted by @Adimin
Legislator PKS Beri Hadiah Al-Quran untuk Kapolsek Mauk
![]() |
| (Foto: Anton) |
Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten, H. Asnin Syafiudin, Lc. MA., memberikan hadiah Al-Quran dan beberapa buah buku kepada Kapolsek baru Mauk, AKP Nurokhman, T. SH dalam acara silaturrahim di Mapolsek Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (3/12/2015).
Dalam silaturrahim tersebut, Asnin diberi kepercayaan untuk memberikan sambutan. Dalam sambutannya Asnin berharap program-program yang disampaikan Kapolsek dapat direalisasikan. “Yang ditunggu masyarakat adalah actionnya,” katanya.
Asnin menyoroti salah satu program yang disampaikan AKP Nurokhman, yaitu masalah Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Peran polisi dalam keamanan masyarakat ini menurut Asnin seperti perkataan sahabat Rasulullah SAW, Ustman bin Affan, “ Sesungguhnya Allah mencegah (kejahatan) melalui penguasa apa yang tidak Dia cegah melalui Al-Qur’an.
Kapolsek Mauk, AKP Nurokhman mensosialisasikan program-programnya dengan mengundang warga dan tokoh masyarakat. Dalam silaturrahim tersebut, AKP Nurokhman menyampaikan enam programnya sebagai Kapolsek baru. Yaitu peningkatan Sistem Keamanan Keliling (Siskamling), mencegah kekerasan terhadap anak, tanggap banjir, wisata ke kantor polisi, Kamtibmas dan tertib lalu lintas.
Acara silaturrahim dengan tema Ngariung Bareng Mencari Solusi ini dihadiri mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, perempuan, pemuda bahkan sampai tukang ojek dan tukang becak. Acara ini dimulai pukul 09.00 dan selesai pukul 12.00 WIB. [Humas PKS Kabupaten Tangerang]
Keterangan Foto: Legislator PKS DPRD Banten, Asnin
Syafiudin saat menyerahkan hadiah Al-Quran kepada Kapolsek Mauk, AKP Nurokhman
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH
December 04, 2015
posted by @Adimin
Legislator PKS Apresiasi Langkah Kapolsek Mauk undang Warga
![]() |
| (Foto: Anton) |
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) H. Asnin Syafiudin, Lc. MA., mengapresiasi langkah Kapolsek baru Mauk, AKP Nurokhman, T. SH mengundang warga dan tokoh masyarakat dalam acara Silaturrahim di Mapolsek Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (3/11/2015).
“Saya mengapresiasi langkah Kapolsek AKP Nurokhman dalam mensosialisasikan programnya dengan mengundang warga dan tokoh masyarakat dalam bentuk silaturrahim ini,” kata Asnin kepada pewarta di sela-sela silaturahim.
Dalam silaturrahim ini, Asnin diberi kepercayaan untuk memberikan sambutan. Dalam sambutannya Asnin berharap program-program yang disampaikan Kapolsek dapat direalisasikan. “Yang ditunggu masyarakat adalah actionnya,” katanya.
Asnin menyoroti salah satu program yang disampaikan AKP Nurokhman, yaitu masalah Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Peran polisi dalam keamanan masyarakat ini menurut Asnin seperti perkataan sahabat Rasulullah SAW, Ustman bin Affan, “ Sesungguhnya Allah mencegah (kejahatan) melalui penguasa apa yang tidak Dia cegah melalui Al-Qur’an.
Selain program Kamtibmas, AKP Nurokhman juga menyampaikan lima program lainnya. Yaitu peningkatan Sistem Keamanan Keliling (Siskamling), mencegah kekerasan terhadap anak, tanggap banjir, wisata ke kantor polisi dan tertib lalu lintas.
Acara silaturrahim dengan tema Ngariung Bareng Mencari Solusi ini dihadiri mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, perempuan, pemuda bahkan sampai tukang ojek dan tukang becak. Acara ini dimulai pukul 09.00 dan selesai pukul 12.00 WIB. Acara silaturrahim ini mulai pukul 09.00 sampai pukul 12.00 WIB. [Humas PKS Kabupaten Tangerang]
Keterangan
Foto: Anggota DPRD Banten
dari Fraksi PKS, Asnin Syafiudin saat memberikan sambutan dalam Silaturahim di
Mapolsek Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (3/12/2015)
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH
December 04, 2015
posted by @Adimin
Pemanfaatan Zakat PNS Harus Sesuai Ketentuan Agama
JAKARTA (4/12) – Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Abdullah Fikri Faqih menyambut baik Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang mengatur pembayaran zakat Pegawai Negeri Sipil (PNS). Menurutnya SKB ini sangat baik dalam menjamin warga negara muslim Indonesia untuk menunaikan kewajibannya dalam berzakat.
“Tinggal mengatur pemanfaatannya sehingga sesuai dengan ketentuan agama dan memberi manfaat kepada yang berhak, delapan asnaf, sehingga berdampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujar Anggota Komisi VIII DPR RI ini di Kompleks Parlemen (4/12).
Sebelumnya diberitakan, Kementerian Agama mengupayakan SKB 3 Menteri yang melibatkan Menteri Agama, Menteri Keuangan, dan Menteri Dalam Negeri yang mengatur pembayaran zakat bagi PNS. Ide ini awalnya muncul dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Dengan ide tersebut, ke depan zakat bagi PNS di Indonesia akan menjadi obligatory(kewajiban), tidak lagi opsional.
Jika memang ini terwujud, Fikri berharap dapat terkelola dengan baik sehingga memberi dampak positif. “Jangan sampai pengelolaan zakat ini kisruh dengan penerimaan pemerintah, baik pusat maupun daerah sebab nanti bisa memunculkan problem administrasi yang berdampak hukum,” kata anggota yang terpilih dari Dapil Jawa Tengah IX ini.
Keterangan Foto: Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Abdullah Fikri Faqih.
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI
Label:
Berita Fraksi,
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 03, 2015
posted by @Adimin
HNW: Pilih Pemimpin yang Peduli Pendidikan Rakyat
Written By Anonymous on 03 December, 2015 | December 03, 2015
SRAGEN (03/12) – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid berharap pemilihan kepala daerah seperti di Sragen, menjadi momen untuk memilih pemimpin-pemimpin yang peduli dengan pendidikan rakyatnya.
“Semoga hadirnya pemimpin yang peduli dengan pendidikan rakyatnya, mampu menjadikan daerah itu menjadi maju dan unggul,” kata Hidayat dalam silaturahim bersama tokoh dan aktivis pendidikan se-Kabupaten Sragen di RM Dou Dugi, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (2/12/2015).
Hidayat mengatakan tujuan pendidikan nasional jika dapat diimplementasikan dengan baik akan mampu mengatasi berbagai macam situasi darurat di Indonesia. Seperti darurat narkoba, korupsi, kejahatan pada anak-anak dan perempuan, akhlaq mulia, serta darurat AIDS.
“Tujuan pendidikan nasional yang jelas tertuang dalam UUD Pasal 31 ayat 3, 4, dan 5, jika dilaksanakan akan menghadirkan anak-anak bangsa yang luar biasa bagus, hebat, dan berkualitas. Bukan generasi yang makin jauh dari jati diri bangsa, menjauhkan generasi bangsa dari bangsa-bangsa yang abmoral dan kriminal,” ujarnya.
Hidayat menegaskan komitmen kuat pemerintah, guru-guru, dan aktivis dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas di Indonesia, akan menghadirkan kebangkitan dan kejayaan. Komitmen kuat serta implementasi yang baik dapat mengubah kondisi bangsa yang terjajah dan terkalahkan, menjadi suatu bangsa yang unggul.
“Komitmen kuat ini pernah dicontohkan oleh Negara Jepang. Setelah Jepang dikalahkan oleh Sekutu, saat itu mereka nyaris luluh lantak akibat Perang Dunia II. Namun, Kaisar Jepang saat itu justru bertanya kepada Jenderal Angkatan Perang-nya tentang berapa jumlah guru yang masih tersisa?” ujar Hidayat.
Dengan jumlah guru yang tersisa, lanjut Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini, maka Jepang membuat sistem pendidikan yang mampu mengangkat bangsanya menjadi unggul kembali. Hal ini dibuktikan 20 tahun kemudian, Jepang berhasil menjadi bangsa yang maju, beradab, dan berbudaya.
“Perhatian Kaisar terhadap pendidikan itu pula yang membuat Jepang tumbuh dan berkembang menjadi bangsa yang hasil produksinya mampu membanjiri pasar Amerika, yang justru dahulu mengalahkan Jepang,” tuturnya.
9 Desember 2015 Kabupaten Sragen akan menggelar Pilkada yang diikuti empat pasangan. PKS bersama Gerindra mendukung pasangan nomor 3, Yuni-Dedy. Tiga pasangan lainnya adalah Sugiyamto dan Joko Saptono (PDIP dan Partai Demokrat), Jaka Sumanta dan Surojogo (PKB dan PAN), serta Agus Fatchur Rahman dan Djoko Suprapto (Partai Golkar dan PPP). [pks.id]
Keterangan Foto: Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid dalam silaturahim bersama tokoh dan aktivis pendidikan se-Kabupaten Sragen di RM Dou Dugi, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (2/12/2015).
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 03, 2015
Tanggal 10 Agustus lalu M Sohibul Iman resmi dilantik menjadi Presiden PKS. Bila ia mengemban tugas pembenahan secara holistik atas kondisi internal partai, maka salah satu hal yang harus dibenahi itu mirip sekali dengan cuitannya di media sosial twitter, dua hari sebelum ia dilantik.
Darurat Kecerdasan Literasi Bagi Kader PKS
Pada tanggal 8 Agustus, melalui akun twitternya @msi_sohibuliman ia mengeluhkan ekses melimpahnya informasi yang membuat “kita” (ia gunakan kata kita sebagai ajakan introspeksi) mudah menyebarkan informasi sampah yang disertai cacian.
“Melimpahnya informasi kadang bikin kita menjadi seperti orang bodoh. Dengan mudah kita share info-info sampah, bahkan dengan info-info itu kita tebar caci dan fitnah. Boleh jadi ini paradok paling heboh di era medsos: makin melimpah informasi bukan makin bijak dan penuh hikmah tapi makin ceroboh dan tebar fitnah,” begitu tulisnya.
“Pada kasus ekstrim, ceroboh dan fitnah bisa timbulkan irreversible damage (kerusakan yang tak dapat dipulihkan). Itu kerugian besar. Petaka bagi semua,” imbuhnya lagi.
Mungkin Sohibul Iman mendapati kenyataan ini setelah melihat kondisi sekitarnya di media sosial. Dan sebagai seorang petinggi PKS, bisa ditebak ia dikelilingi oleh kader-kader PKS, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Memang kenyataannya, beberapa kejadian menunjukkan adanya darurat literasi bagi kader PKS. Kasus yang terbaru adalah tersebarnya di kalangan pendukung PKS sebuah tulisan hoax yang menuduh korban penembakan Paris adalah boneka, bukan jasad manusia.
Pabrikasi Isu dan Jebakan
Begitu melimpah bahan untuk dibaca oleh kader partai yang memang terkenal punya hobi membaca. Seorang penulis bernama Erwyn Kurniawan pernah bercerita tentang sosok penjual buku yang selalu mengeluh dagangannya tak begitu laku bila ia jajakan di tengah acara partai. Lantas ada yang menyarankan agar dagangannya itu dijajakan pada acara PKS – sesuatu yang belum pernah dicoba pedagang buku tersebut. Ternyata benar, di acara PKS lah ia bisa mengipas-ngipas lembaran uang dengan penuh senyum.
Itu baru terhadap buku yang untuk memperolehnya harus mengeluarkan uang. Bagaimana lagi bila bahan bacaan itu gratis didapat melalui internet via jejaring sosial, atau aplikasi chatting semisal Whatsapp atau BBM? Kader PKS menikmati benar limpahan informasi ini.
Keluhan Sohibul Iman tadi tentang tabiat manusia di era melimpahnya informasi, berlaku juga buat kader PKS. Puncaknya adalah pada perhelatan pilpres yang lalu. Begitu banyak informasi simpang siur yang sesungguhnya tak layak sebar. Isu Jokowi keturunan Cina, misalnya, sempat dimakan oleh beberapa pendukung PKS di media sosial. Padahal saya dengar langsung dari pengurus PKS di Jawa Tengah bahwa isu itu bohong. Jokowi keturunan Jawa asli.
Sebuah web online punya kontribusi besar dalam penyebaran isu ini. Padahal selama ini web tersebut suka menyudutkan PKS. Terhadap tulisan di web tersebut yang menyudutkan PKS, kader menyangkal. Tetapi terhadap tulisan yang menyudutkan pihak yang berseberangan dengan partainya, kader PKS menelan mentah-mentah tanpa kehati-hatian.
Isu-isu itu seperti dipabrikasi lalu dijadikan “bom” paket yang dikirimkan oleh seorang misterius. Isu Jokowi keturunan Cina memang menjadi “bom” yang sukses meledak di tengah pendukung Prabowo-Hatta. Ada isu lain yang “meledak di tengah jalan”, belum sampai ke tujuan. Misalnya isu “RIP Jokowi” yang belum apa-apa terdeteksi beredar awal dari kalangan pendukung Jokowi-JK. Bisnis.com menulis berita ini dengan judul “WAH...Penyebar 'RIP Jokowi' Diduga Pendukung JKW4P Sendiri”.
Perang rumor pada zaman pilpres lalu memang merupakan yang paling parah. Kedua belah kubu pasangan calon sama-sama mendapat gempuran. Salah satu pihak yang disorot dalam penyebaran isu adalah tabloid Obor Rakyat. Media ini bahkan sempat dipolisikan oleh kubu Jokowi-JK. Lalu berselang setahun kemudian, para pendukung Jokowi semakin geram karena bos pimred Obor Rakyat malah menjabat sebagai Komisaris BUMN. Padahal posisi Komisaris BUMN belakangan banyak ditempati oleh para pendukung Jokowi. Lalu di pihak mana sebenarnya Obor Rakyat ini? Apa tujuan kampanye negatif yang dilakukan Obor Rakyat di pilpres lalu? Victim playing kah?
Di tubuh PKS sejatinya sudah banyak yang curiga adanya pabrikasi isu yang bertujuan menjebak dan meruntuhkan reputasi partai. Si pembuat isu ini tampaknya paham karakter kader PKS yang rakus informasi dan militan membela pihak yang didukungnya.
Sebuah isu bombastis dihembuskan ke tengah media sosial, tak menunggu lama agar isu itu tersebar kemana-mana, lalu disiapkan bantahannya yang kuat. Dan reputasi penyebar pun hancur sudah.
Karena itu lah pentingnya melek literasi.
Kecerdasan Literasi Buat Kader PKS
“Di medsos ada orang/kelompok yg hobi menghasut. Ada juga orang/kelompok yang gampang dihasut. Jadilah sinergi penghasut+terhasut. Semua jadi kusut. Ada orang/kelompok yang hanya bisa eksis dengan menghasut. Hakikatnya mereka itu pengecut. Mereka sorak bila kita layani. Kita biarkan mereka mati sendiri,” begitu tulis Sohibul Iman di twitter, mensinyalir nyata adanya pelaku pabrikasi isu dan hasutan.
Sekedar melek informasi tidak cukup. Dan menjadi melek informasi di zaman sekarang justru sangat mudah. Yang dibutuhkan adalah melek literasi. Lebih tinggi dari sekedar melek informasi.
Wikipedia mendefinisikan literasi media sebagai “kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mendekonstruksi pencitraan media. Kemampuan untuk melakukan hal ini ditujukan agar pemirsa sebagai konsumen media (termasuk anak-anak) menjadi sadar (melek) tentang cara media dikonstruksi (dibuat) dan diakses.”
Melek literasi berarti mampu melakukan penilaian terhadap sebuah informasi, bahkan mampu melakukan validasi sehingga tidak terjebak kabar bohong. Juga bisa mendeteksi framing atau spinning sebuah berita.
Salah satu cara memvalidasi kabar adalah dengan tabayun. Itu adalah “kata sakti” yang suka disodorkan kader PKS bila diserang rumor. Artinya, kader PKS paham bagaimana menjadi melek literasi. Saat menyuruh orang lain “tabayun dulu”, artinya kader PKS menuntut orang agar melek literasi.
Bagaimana dengan kader PKS sendiri? Sudahkah mengaplikasikan nasihatnya?
Belajar dari asbabun nuzul turunnya perintah tabayun (mendalami masalah) pada Al-Qur’an surat Al Hujurat ayat 6, sikap menelan bulat-bulat informasi tanpa memeriksanya kembali bisa berujung pada permusuhan hingga pertumpahan darah. Atau istilah yang digunakan Sohibul Iman: irreversible damage.
Harusnya kader PKS menjadi yang terdepan dalam menyikapi rumor. Menjadi teladan bagi masyarakat. Dan sebagaidu’at (pendakwah), tradisi tabayun adalah salah satu poin yang harus didakwahkan dan diteladankan. Karena itu merupakan syariat Islam.
Tabayun tak selalu bermakna bertanya langsung kepada yang tertuduh. Justru sebenarnya yang dimintai bukti adalah pihak penuduh, bukan pihak tertuduh. Ulama merumuskan kaidah fiqh yang berbunyi: “Penuduh wajib membawa bukti, sedangkan tertuduh cukup bersumpah”. Jadi yang perlu diperiksa, dianalisa, dan didekontruksi dalam sebuah isu adalah konten tuduhan. Sudahkah ia dilengkapi bukti-bukti yang valid?
Kecerdasan literasi adalah saat berbagai sumber informasi yang dilahap oleh seseorang mampu membuatnya memiliki wawasan yang menopangnya dalam berfikir. Sehingga bila berargumentasi, hujjah yang dibangun punya landasan yang terujuk, bukan sekedar asal membual. Luasnya wawasan seseorang juga melindunginya dari kabar-kabar bohong. Bukan kah salah satu karakter yang ingin dicapai dalam program pembinaan kepribadian Islam di PKS adalah “mutsqofatul fikr”, atau fikiran yang berwawasan?
Materi ghozwul fikri yang diterima oleh kader PKS melalui pembimbing keislamannya harus ditempatkan dalam posisi yang tepat. Mengabaikan ghozwul fikri, bisa membuat seorang muslim hanyut dalam skenario pihak yang terjangkit islamophobia yang menginginkan umat Islam jauh dari aqidahnya. Tetapi menghayati materi ini di luar batas, bisa membuat paranoid. Sikap begini mudah sekali mengafirmasi kabar-kabar bohong seputar teori konspirasi. Makanya, ada yang menelan mentah-mentah tulisan hoax “korban Paris adalah boneka”.
PKS punya perangkat untuk membuat kadernya melek literasi, melalui program pembinaan keislaman tiap pekan. Di tubuh PKS terdapat juga praktisi jurnalistik, blogger/penulis yang melek literasi, atau pakar informasi yang bisa merumuskan sebuah kurikulum dalam membenahi mental kader PKS di dunia maya. Perlu ada pelatihan menginvestigasi isu. Atau paling banter, menggencarkan nasihat agar mengabaikan kabar yang tidak mampu diverifikasi.
Ikhtiar-ikhtiar tersebut perlu diwujudkan bila benar ada keinginan untuk memperbaiki kemampuan kader PKS dalam berliterasi, sehingga tidak lagi menjadi bulan-bulanan pihak yang mempabrikasi isu.
Penulis: Zico Alviandri
Foto: Kembara Pramesywara (RPF)
Tautan:
[sumber: pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 03, 2015
posted by @Adimin
HNW: Pemerintah Harus Maksimal Sukseskan Pilkada Serentak
SRAGEN (02/12) – Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid meminta Pemerintah dan penyelenggara Pemilukada melakukan langkah-langkah maksimal untuk mensukseskan Pilkada serentak 9 Desember 2015 mendatang. Salah satu di antaranya adalah dengan perbaikan data pemilih.
“Kita sudah berkali-kali menyelenggarakan Pemilu maupun Pemilukada, seharusnya data-data pemilih makin baik. Tidak boleh ada lagi pemilih siluman,” tandas Hidayat Nur Wahid dalam kampannye akbar pasangan calon bupati dan wakil bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Dedy Endriyatno (Yuni-Dedy) di Lapangan Nglorok, Sragen, Jawa Tengah, Rabu (2/12) siang.
Pemerintah, terutama aparat keamanan, lanjut Hidayat, juga harus mencegah terjadinya permainan uang dalam Pemilukada serentak. Karena hal itu menciderai proses demokrasi dan melecehkan masyarakat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi.
“Sebagai pemilik kedaulatan tertinggi, rakyat jangan mau dilecehkan dengan dihargai murah suaranya. Rakyat jangan mau dibeli suaranya. Pilih sesuai hati nurani,” tandas Hidayat, yang juga Wakil Ketua MPR RI ini.
Kepada pasangan Yuni-Dedy yang diusung Partai Gerindra dan PKS, Hidayat berpesan agar jika terpilih nanti harus menepati janji-janji yang disampaikan saat kampanye. “Harus meneruskan yang baik dan menjadikan Sragen lebih baik dari sekarang,” katanya.
Pilkada Kabupaten Sragen diikuti empat pasangan. Selain pasangan Yuni-Dedy, tiga pasangan lainnya adalah Sugiyamto dan Joko Saptono yang diusung PDIP dan Partai Demokrat, Jaka Sumanta dan Surojogo diusung PKB dan PAN, serta pasangan Agus Fatchur Rahman dan Djoko Suprapto yang diusung Partai Golkar dan PPP. [pks.id]
Keterangan Foto: Ribuan massa menghadiri kampannye akbar pasangan calon bupati dan wakil bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Dedy Endriyatno (Yuni-Dedy) di Lapangan Nglorok, Sragen, Jawa Tengah, Rabu (2/12) siang.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 03, 2015
posted by @Adimin
Kyai NU: PKS Jelas-jelas Ahlus Sunnah Wal Jamaah
LAMPUNG (02/12) - Tuduhan bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah jelmaan wahabi bahkan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) sangat tidak berdasar bahkan terkategori fitnah. Hal tersebut diungkapkan pimpinan Pondok Pesantren Nahdlatul Ulama (NU) Darul A'mal Kota Metro KH Samsuddin Thohir.
"PKS jelas-jelas termasuk ahlus sunnah wal jamaah yang selaras dengan apa yang dianut mayoritas Muslim di Indonesia," ujar KH Samsuddin Thohir saat menerima kunjungan Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri di Metro, Lampung, Rabu (2/12/2015).
Istilah anti tahlil, anti marhabanan, serta tuduhan sejenis yang dialamatkan ke PKS terutama selama pesta demokrasi pemilihan kepala daerah seperti sekarang amat disesalkan Kyai Samsuddin.
"Ini sudah tidak sehat lagi. Apalagi saya juga dengar ada yang menjelek-jelekkan PKS dengan menyamakan seperti PKI. Ini keterlaluan," ujar mantan Ketua Syuriah PWNU Lampung ini.
Habib Salim Segaf yang berkunjung ditemani calon Wali Kota Metro Abdul Hakim, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Lampung Mufti Salim memperkenalkan struktur PKS pusat maupun wilayah yang baru terbentuk.
Mengamini apa yang disampaikan Kyai Samsuddin, Habib Salim menyatakan bahwa ahlus sunnah wal jamaah(aswaja) adalah bagian dari PKS. "Saya juga santri Krapyak yang notabene ahli sunnah wal jamaah. Jadi kalau ada fitnah wahabi terhadap PKS, itu sangat tidak berdasar," ujar Habib Salim.
Habib Salim Segaf yang pernah menjadi Duta Besar RI untuk Arab Saudi dan Menteri Sosial RI ini juga menyempatkan menjenguk Ketua Syuriah PWNU Lampung KH Ngaliman Marzuki yang sedang sakit di kediamannya di Kota Gajah, Lampung Tengah. [pka.id]
Keterangan Foto: (ki-ka) Pimpinan Ponpes NU Darul A'mal Kota Metro KH Samsuddin Thohir, Calon Wali Kota Metro Abdul Hakim, dan Ketua Majelis Syuro PKS Hb. Salim Segaf Al Jufri bersilaturahim di Metro, Lampung, Rabu (2/12/2015).
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN








