Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
December 09, 2015
posted by @Adimin
Presiden PKS Berharap Pilkada Serentak Berjalan Damai Tanpa Konflik
Written By Anonymous on 09 December, 2015 | December 09, 2015
JAKARTA (9/12) - Lebih dari 100 juta warga negara Indonesia hari ini memilih kepala daerah secara serentak di 269 daerah. Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman berharap pelaksanaan hajatan demokrasi ini berjalan baik dan aman tanpa konflik.
"Ini hajatan demokrasi daerah serentak terbesar di Indonesia. Tentu kita semua berdoa dan berharap Pilkada serentak ini berjalan baik, lancar, dan aman tanpa konflik," ujar Sohibul Iman sebelum berangkat ke TPS di kediamannya, di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/12/2015).
Sohibul Iman mengatakan, PKS telah melakukan langkah-langkah partisipatif dan konstruktif agar pelaksanaan Pilkada serentak berjalan baik. Salah satunya dengan menginstruksikan kepada seluruh kader PKS untuk terlibat aktif dalam memelihara pilkada yang aman dan lancar.
"Kami telah menginstruksikan seluruh kader agar bekerjasama dengan seluruh penyelenggara pilkada dan aparat keamanan dalam melancarkan penyelenggaraan pilkada," jelas mantan wakil ketua DPR ini.
Selain itu, Sohibul Iman juga menginstruksikan kadernya agar terlibat aktif dalam pengawalan suara. Hal ini bukan hanya untuk kepentingan PKS, tapi juga kepentingan umum agar terwujud Pilkada yang jujur, transparan, dan adil.
"Kami juga meminta kader melakukan pengawalan suara berupa mencegah terjadinya kecurangan dan money politics, menjaga kotak suara sampai perhitungan tahap akhir, jual beli serta penggelembungan suara," pungkas Kang Iman, sapaan akrabnya.
269 daerah menggelar Pilkada serentak tahap pertama pada Rabu (9/12). Jumlah itu terdiri dari 9 provinsi, 36 kota, dan 224 kabupaten. Warga negara yang akan memilih dalam Pilkada serentak berjumlah 100.461.890 pemilih, terdiri dari 50.297.483 laki-laki dan 50.164.427 perempuan. [pks.id]
Keterangan Foto: Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman usai menyoblos di TPS dekat kediamannya, di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/12/2015).
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 09, 2015
posted by @Adimin
Usai Nyoblos, Cagub Sumbar Irwan Prayitno Donor Darah
PADANG (9/12) – Usai mengunjungi TPS guna melakukan pencoblosan, Irwan Prayitno, calon gubernur Sumatera Barat bertolak menuju Palang Merah Indonesia (PMI) untuk melakukan donor darah.
“Ini rutin kita lakukan, setelah itu kita akan makan bersama Ibu dan anak di Raja Wali atau tempat lain,” ujar Irwan usai mencoblos di TPS 4 Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Rabu (9/12/2015).
Sebelumnya, Irwan menyempatkan diri untuk memangkas rambut. “Rencananya saya mau cukur rambut, biar lebih bagus ini sudah panjang, karena kita sibuk dengan masa kampanye, jadi sekarang waktu yang tenang kita manfaatkan itu,” tuturnya.
Perihal menang atau kalah, Irwan sendiri sudah siap menghadapinya. “Kita sudah maksimal melakukannya bersama tim, kita sudah siap menang dan siap kalah,” pungkasnya.
Keterangan Foto: Calon Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno bersama istri, Nevi Zuairina mencoblos di TPS 4 Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Rabu (9/12/2015).
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 09, 2015
posted by @Adimin
Pilkada Serentak, PKS Dukung 162 Paslon
JAKARTA (9/12) - Sebanyak 269 daerah hari ini serentak menggelar pemilihan kepala daerah. Dari Jumlah itu, PKS berpartisipasi di 162 Pilkada.
Ketua Bidang Humas DPP PKS Dedi Supriadi mengatakan, PKS mengusung bersama partai lain, calon pasangan kepala daerah dari berbagai latar belakang, baik orpol, ormas, birokrat atau kalangan bisnis. Dari 162 paslon yang didukung, 40 di antaranya merupakan kader PKS.
"Ada yang maju sebagai calon kepala daerah, yang sebagai calon wakil kepala daerah. Totalnya untuk Pilkada serentak tahap pertama ini, PKS berpartisipasi di 162 pilkada," ujar Dedi di Kantor DPP PKS, MD Building Jl TB Simatupang, Jakarta, Rabu (9/12/2015).
Dedi menjelaskan, 40 daerah tersebut terdiri dari satu provinsi, 13 kota, dan 26 kabupaten. Dia juga mengatakan, PKS optimistis calon-calon yang didukung PKS dalam Pilkada dapat meraih suara yang signifikan dan maksimal.
"Kita semua berharap Pilkada serentak ini berjalan baik, lancar, dan tanpa konflik apapun. Yang menang tetap rendah hati, yang kalah berbesar hati menerima," ucapnya. [pks.id]
Ilustrasi: Masyarakat Pilih PKS. (Relawan PKS Foto)
Label:
SEPUTAR PKS,
TOPIK PILIHAN
December 09, 2015
posted by @Adimin
HNW: MEA Berlaku, Narkoba Semakin Mengancam
SEMARANG (8/12) - Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan segera berlaku awal tahun 2016. Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara, Indonesia semakin terbuka dan menjadi pasar negara-negara lainnya. Tidak terkecuali menjadi sasaran peredaran narkoba.
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan hal ini pada Simposium Bersama Tokoh Nasional di Gedung Prof Sudarto Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Selasa (8/12).
Hidayat menjelaskan di wilayah Asia Tenggara, tepatnya perbatasan Thailand, terdapat segitiga emas penghasil opium. Ladang ganja terluas di dunia itu telah dikenal sebelum MEA diberlakukan. Ia pun mengkhawatirkan dampak negatif yang timbul dengan dibukanya ASEAN menjadi pasar bebas.
"Dari ladang itu setiap tahun menghasilkan 160 miliar dolar Amerika. Indonesia adalah salah satu tujuan peredaran narkoba. Bagaimana bila MEA diberlakukan? Dengan jumlah penduduk terbesar, Indonesia menjadi pasar, termasuk target dari peredaran narkoba," paparnya.
Saat ini, lanjut Hidayat, sebanyak 3,6 juta penduduk Indonesia menjadi korban narkoba. Sebagian besar korban adalah pemuda dan kalangan mahasiswa. Di depan simposium yang diikuti ratusan mahasiswa Undip, Hidayat mengkhawatirkan terjadinya lost generation akibat narkoba.
"Sebesar 25% penduduk Indonesia adalah kelompok usia muda. Merekalah yang menjadi sasaran penyebaran narkoba. Indonesia pun terancam lost generation. Saat ini segitiga emas itu masih ada, produksi narkoba masih ada. Mahasiswa menjadi target utama," jelasnya.
Legislator PKS dari daerah pemilihan (dapil) Jakarta II itu juga mengkhawatirkan Indonesia hanya menjadi penonton dalam era MEA. Oleh karena, persaingan produk dan tenaga kerja di ASEAN akan lebih kompetitif. Bahkan, tambahnya, banyak warga Thailand mempelajari bahasa Indonesia untuk menghadapi MEA.
"Banyak produk dan tenaga kerja asing membanjiri Indonesia. Mengapa kita tidak mempelajari bahasa negara-negara lain di Asia Tenggara? Supaya kita tidak terjebak pada neo-kolonialisme, sebaliknya membuat Indonesia lebih unggul. Ini menjadi ranah eksekutif pemerintah," ujar Hidayat.
Simposium Bersama Tokoh Nasional diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro dalam rangka Diponegoro School of Nation 2015. Selain Hidayat Nur Wahid, turut hadir Gubernur Jateng yang diwakili Kasi Kurkulum Hari Wulyanto, Pangdam IV Diponegoro yang diwakili Kapendam Kol. Zainal Bahar, Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo, serta Rektor Undip Yos Johan Utama. [pks.id]
Keterangan Foto: Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. (Muhammad Hilal / RPF)
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 09, 2015
posted by @Adimin
DPR Pinta Perawat Indonesia Siap Hadapi MEA 2015
JAKARTA (8/12) – Anggota Komisi IX DPR RI Ansory Siregar meminta agar para perawat di seluruh Indonesia mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi datangnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir tahun 2015.
Demikian disampaikan Ansory saat menjadi narasumber Seminar Nasional Keperawatan dengan tema “Kiat dan Strategi Perawat Indonesia dalam Menghadapi MEA 2015” di Gedung Yos Sudarso, Kantor Walikota Jakarta Utara, Senin (7/12).
“Dunia kerja di segala sektor pada akhir tahun 2015 diprediksi semakin ketat, menyusul diterapkannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Tidak hanya persaingan antar SDM dalam negeri, namun juga tenaga asing yang akan menyerbu Indonesia,” jelas Ansory.
Menurut Ansory, beberapa standar kompetensi yang harus dimiliki dan/atau ditingkatkan perawat Indonesia adalah kemampuan Bahasa Inggris, sertifikasi profesi, dan kesolidan korps perawat yang terhimpun dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Dengan adanya MEA 2015 ini, menurut Ansory, pekerja dari ASEAN akan bebas masuk ke Indonesia, termasuk yang berprofesi perawat. Di sisi lain, sesuai dengan UU Nomor 38/2014 tentang Keperawatan, para perawat asing tersebut harus mematuhi beberapa ketentuan, seperti menguasai Bahasa Indonesia dan mengikuti standar gaji Indonesia.
“Ini upaya Negara Indonesia dalam menyaring datangnya TKA (Tenaga Kerja Asing). Semua pihak harus mempersiapkan diri, karena bila tidak siap untuk bersaing, tentunya akan tertinggal jauh,” ungkap Legislator PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara III ini.
Diketahui, pemberlakuan MEA akan dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2015 nanti, akan dibuka tujuh profesi lapangan pekerjaan yang siap berkompetensi dengan negara-negara yang tergabung dalam ASEAN, yakni seperti profesi dokter umum, dokter gigi, perawat, dan arsitek.
Keterangan Foto: Anggota Komisi IX DPR RI Ansory Siregar saat menjadi narasumber Seminar Nasional Keperawatan dengan tema “Kiat dan Strategi Perawat Indonesia dalam Menghadapi MEA 2015” di Gedung Yos Sudarso, Kantor Walikota Jakarta Utara, Senin (7/12).
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RI
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 09, 2015
posted by @Adimin
Bola RUU Disabilitas Ada Di Tangan Presiden
JAKARTA (8/12) – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ledia Hanifa Amaliah mengatakan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) disabilitas sangat tergantung presiden. Demikian disampaikan Ledia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/12).
“Pimpinan DPR sudah bersurat kepada presiden, maka bola sudah berada di tangan presiden. Diatur dalam UU MD3 paling lambat 60 hari setelah pimpinan DPR bersurat kepada presiden, beliau harus segera menanggapi dengan cara mengirimkan surat presiden (surpres-red) beserta Daftar Inventarisasi Masalah (DIM-red)-nya,” kata legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat I ini.
Politisi PKS ini menuturkan, hingga hari ini (Selasa, 8 Desember 2015) belum ada surat dari presiden untuk membahas RUU disabilitas.
“Surpres ini berisi siapa yang mewakili presiden untuk membahas UU, kementrian apa, leading sector-nya siapa, juga DIM-nya terhadap RUU Inisiatif yang diajukan DPR. Sebelumnya kami sudah mendesak presiden untuk mengirim surpres, tapi hari ini saya sudah cek ke sekretariat belum ada surat dari presiden,” lanjut Ledia.
DPR telah menyelesaikan pembahasan RUU Disabilitas dan sudah disahkan sebagai RUU inisiatif DPR. RUU Disabilitas intensif dibahas di bulan Mei dan selesai di bulan Oktober 2015.
Keterangan Foto: Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ledia Hanifa Amaliah.
Sumber: Humas Fraksi PKS DPR RIposted by @Adimin
Label:
Berita Fraksi,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 08, 2015
H. MOHAMAD SOHIBUL IMAN, Ph.D
posted by @Adimin
Arahan Presiden PKS untuk Pilkada Serentak
Written By Anonymous on 08 December, 2015 | December 08, 2015
SURAT EDARAN NOMOR : /D/EDR/DPP-PKS/1437
tentang
PILKADA SERENTAK
Yth. :
Seluruh Pengurus dan Kader Partai Keadilan Sejahtera
di daerah penyelenggaraan Pilkada Serentak tahun 2015
di daerah penyelenggaraan Pilkada Serentak tahun 2015
Jakarta, 25 Safar 1437H / 07 Desember 2015 M
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Segala puji milik Allah azzawajalla, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasul-Nya, keluarga, shahabat dan pengikutnya yang istiqomah hingga akhir zaman.
Dalam rangka pelaksanaan Pilkada Serentak kami menyerukan kepada seluruh pengurus dan kader di daerah penyelenggaraan pilkada untuk :
- Mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan wajib dan sunnah baik secara individu, keluarga maupun berjamaah. Khususnya doa kemenangan sampai dengan penyelenggaraan pilkada berakhir.
- Menjalin tali silaturahim dengan berbagai washilah dengan tetangga dekat maupun jauh, keluarga dekat maupun jauh, dalam rangka menghimpun dukungan kepada calon yang telah dimusyawarahkan dan ditetapkan partai.
- Menjaga kekompakan dan solidaritas kepada sesama kader dan seluruh elemen pendukung calon dari partai maupun ormas.
- Ikut berpartisipasi memberikan suara kepada calon-calon yang dipilih musyawarah partai setempat.
- Melakukan pengawalan suara berupa : mencegah terjadinya kecurangan dan money politics, menjaga kotak suara sampai perhitungan tahap akhir, mencegah jual beli serta penggelembungan suara, dan lain-lain.
- Bekerjasama dengan seluruh penyelenggara pilkada dan aparat keamanan dalam melancarkan penyelenggaraan pilkada.
Kami berharap edaran ini dapat dilaksanakan dengan baik dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh kader serta elemen partai dan ormas pendukung yang telah bersama berjuang dalam pilkada ini. Mudah-mudahan kesertaaan dan pertolongan Allah senantiasa bersama kita.
Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin.
Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
PRESIDEN,
H. MOHAMAD SOHIBUL IMAN, Ph.D
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 08, 2015
posted by @Adimin
Dewan Prihatin Angka Kecelakaan Masih Tinggi
Wakil Ketua Komisi Transportasi DPR RI Yudi Widiana Adia sangat prihatin atas maraknya kecelakaan transportasi darat yang merenggut nyawa lebih dari 35 orang dalam sepekan terakhir ini. Sehingga, pihaknya mempertanyakan janji pemerintah untuk merealisasikan program Peta Jalan Nol Angka Kecelakaan (road map to zero accident) yang dicanangkan sejak tahun 2008.
"Saya prihatin dengan terjadinya kecelakaan beruntun ini. Dalam sepekan ini, ada dua kecelakaan maut di Tol Cipali yang menewaskan banyak orang. Ditambah lagi, dengan tabrakan maut metromini dengan KRL. Ini bukti kita belum serius menekan angka kecelakaan. Kita sudah ada program “roadmap to zero accident” sejak tahun 2008, tapi program ini mandek. Angka kecelakaan masih tinggi dan 26.623 nyawa melayang setiap tahun di jalan raya," kata Yudi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/12)
Ketidakseriusan pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menekan angka kecelakaan, kata Yudi, terlihat dari tidak adanya indikator kinerja Kemenhub untuk penurunan angka kecelakaan di sektor transportasi darat. Padahal, kata Yudi, dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan jalan (RUNK), Menhub bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan keselamatan kendaraan.
"Kecelakaan ini menunjukkan bahwa pemerintah gagal dalam menekan angka kecelakaan. Makanya, Komisi V DPR RI menagih implementasi rencana aksi roadmap to zero accident dari Kementerian Perhubungan," tegas Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari daerah pemilihan Jawa Barat ini.
Diketahui, dalam sepekan ini terjadi dua kecelakaan maut di darat. Pertama, yang terjadi di Tol Cipali dengan korban tewas sebanyak 17 orang; kedua, yang terjadi di Tubagus Angke, Jakarta Utara, dimana adanya tabrakan antara Metromini jurusan Kota-Kalideres dengan Kereta Rel Listrik (KRL) dengan korban tewas sebanyak 18 penumpang.
Selain itu, korban meninggal akibat kecelakaan jalan raya di Indonesia selama 5 tahun terakhir masih tinggi. Di tahun 2010, jumlah korban meninggal sebanyak 31.234 orang. Angka kecelakaan sempat menurun di tahun 2013 dengan jumlah korban sebanyak 26.484 orang. Namun, pada 2014, korban meninggal naik menjadi 26.623 orang. [pks.id]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 07, 2015
posted by @Adimin
Inilah Pemenang Lomba Menulis Cerpen Mukernas PKS
Written By Anonymous on 07 December, 2015 | December 07, 2015
JAKARTA (7/12) - Lomba Menulis Cerpen Populer yang diadakan sebagai rangkaian acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-4 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menghasilkan pemenang.
Penanggung Jawab Lomba Menulis Cerpen, M Solih Mubarok mengatakan lomba ini dibagi tiga kategori, yaitu kategori pelajar, mahasiswa dan umum. “Masing-masing kategori ditentukan satu orang pemenang,” ujarnya.
Keluar sebagai pemenang kategori pelajar adalah Kuswanti, Siswa Kelas IX MTs Al Quran Harsallakum, Bengkulu.
Sedangkan pemenang kategori mahasiswa adalah Luthfi Alfikri Kustiyo, mahasiswa Universitas Gajah Mada.
Dan pemenang dari kategori umum adalah Ati Yatul Mawaddah, warga Probolinggo.
Mubarok menjelaskan sebanyak 114 naskah masuk ke email panitia. Terdiri dari 39 naskah kategori pelajar, 34 naskah kategori mahasiswa, dan 41 naskah kategori umum.
“Juri lomba ini adalah Afifah Afra, penulis yang telah menghasilkan 50 buku fiksi maupun non fiksi,” sambungnya.
Menariknya, lanjut Mubarok, setidaknya ada dua orang yang merupakan peserta non-muslim. Terlihat dari kartu identitas yang dikirim sebagai syarat mengikuti perlombaan.
“Hal ini menandakan bahwa agenda PKS disambut baik oleh berbagai kalangan,” jelasnya.
Mubarok menambahkan Lomba Menulis Cerpen sekaligus memperkenalkan lima karakter sebagai ikon pendekatan PKS kepada anak muda. Mereka adalah Kea, Adi, Dilan, Eja, dan Tera. Masing-masing memiliki karakter yang unik.
“Lomba ini digawangi oleh komunitas Relawan Literasi (Reli) PKS dengan tujuan agar karakter-karakter itu bisa lebih dikenal masyarakat,” pungkasnya.
Ilustrasi: Poster Lomba Menulis Cerpen Populer dalam rangka Mukernas IV PKS. (PKS Art)
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
December 07, 2015
posted by @Adimin
Opini | Literasi dengan CALISRA (Baca-Tulis-Berbicara)
oleh Chika Ananda
Ada tiga kemampuan yang akan saling berkaitan: membaca-menulis-berbicara (CALISRA). Dan, ketiganya memiliki peranan yang penting dalam kehidupan. Ada orang yang mampu menguasai ketiganya dengan seimbang dan dalam waktu bersamaan, namun ada pula yang baru tereksplorasi satu per satu dengan rentang waktu yang cukup panjang.
Percayalah, menulis itu tidak perlu bakat. Kemauan dan latihan, itu sudah modal yang lebih dari cukup. Sebab, menulis itu layaknya berbicara. Jadi, ketika kita mampu berbicara, maka (seharusnya) kita mampu menulis, pun sebaliknya. Malahan bisa jadi, ini hanya urusan kenyamanan dalam berekspresi, hanya soal pembiasaan.
Tidak perlu takut memulai, tidak usah takut dengan cibiran orang. Bila kita menyadari bahwa semua orang di dunia itu UNIK, maka begitu pula dengan gaya penulisan. Tak perlu khawatir tulisanmu dianggap jelek, gak mutu, dsb. Sekali lagi, layaknya berbicara ... kita semua mempunyai kekhasan masing-masing. Seiring jam terbang, tulisan-tulisan yang kita buat akan mengalami proses penyempurnaan ... dan inilah proses pembelajaran. Pada akhirnya, berujung pada soal "sense" saja.
Membaca-menulis-berbicara ... yakinlah bahwa suatu saat, kita akan menguasai ketiga kompetensi itu. Keyakinan di masa sekarang akan sesuatu yang mungkin terjadi di masa depan, dan jeda dari kedua masa tersebut, dinamakan dengan PROSES. Yup, disi dengan proses belajar! Lakukan prosesnya dari saat ini.
Saat kita gemar membaca (membaca buku-peristiwa-alam-hikmah), maka otak ini akan terstimulus untuk menganalisa, untuk selalu berpikir. Hati ini akan terpacu untuk "merasa", berempati. Dan ketika terjadi proses berpikir dan merasa, tentu apa yang kita baca akan diolah kembali sesuai daya tangkap masing-masing. Apa yang kita olah, akan menjadi informasi baru bagi kita juga bagi orang lain. Maka, bagikanlah hasil pemikiranmu itu, dengan niat berbagi kebaikan ... yakni dengan berbicara (lisan maupun tulisan).
TAPI, ada hal yang harus kita perhatikan ketika hendak membagikan informasi.
Pertama, bila bertindak sebagai penulis, pastikan isi tulisan kita bisa dipertanggungjawabkan. Memakai data, fakta, serta referensi yang jelas. Sebisa mungkin, jangan didominasi oleh asumsi.
Oya, tulisan yang baik bukan berarti tulisan yang bertabur kata-kata ajaib nan memesona hingga sulit diterjemahkan maknanya. Sampai-sampai si pembaca harus membolak-balik halaman KBBI, kamus politik, glosarium, dan sebagainya. Masih ingatkah dengan booming-nya kasus "vikinisasi" ? Ya, kira-kira seperti itu, kata-kata canggih (bahkan cenderung ngarang) yang kurang match penempatannya.
Bahkan tidak jarang, tulisan yang sederhana namun dilakukan tulus dari hati, ruhnya akan lebih terasa. Pastikan agar pesan kebaikan dari tulisan kita, bisa ditangkap oleh para pembaca. Baru namanya tulisan yang bermanfaat.
Kedua, bila kita bertindak sebagai “penyebar” informasi, maka tak cukup hanya bermodalkan semangat yang menggebu. Prinsipnya hampir sama seperti seorang penulis, tetaplah HATI-HATI dan teliti. Apalagi dengan makin maraknya media sosial, arus informasi semakin mudah diakses, bahkan cenderung tak terkendali. Jika sudah tersebar, akan sulit dibendung lagi.
Saking semangatnya, kita sering lupa mengecek kebenaran dari sebuah informasi. Kadung malas lakukan konfirmasi. Terlebih untuk berita yang sifatnya negatif, maka akan lebih cepat menyebar di masyarakat. Padahal, bisa jadi isi berita tersebut dikuasai oleh prasangka, bukan data dan fakta. Jatuhnya, hanya sampah dan FITNAH belaka! Bahkan jika pun berdasarkan fakta, maka pertimbangkan juga sisi kebermanfaatan serta kebaikannya.
Yup, kedua hal di atas, harus menjadi perhatian serius bagi kita. Sebab, niat yang baik ... haruslah disempurnakan dengan cara yang baik pula.
Mari lakukanlah starting point! Mulai mencintai membaca, mulai senang menulis, dan berbicaralah dalam kebaikan, untuk menyerukan kebenaran, untuk membagikan hal-hal yang bermanfaat. Ready? Bismillah... saja :)
Ilustrasi: Pensil dan buku catatan. (https://pixabay.com)
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
December 07, 2015
posted by @Adimin
Nasir Djamil Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang Pidie
PIDIE (7/12) – Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Nasir Djamil menyambangi korban banjir bandang di Gampong Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, Aceh, Ahad (6/12). Pada kesempatan itu, Nasir juga menyalurkan bantuan kepada para korban.
“Semoga ini bukan bala, tetapi ujian dari Allah kepada saudara-saudara saya semua. Nabi juga ada yang diberikan ujian oleh Allah swt seperti nabi Ulul Azmi,” kata Legislator PKS itu.
Sementara Geuchik Gampong Tiba Mesjid, menyampaikan ucapan terima kasih kepada PKS dan Anggota DPR-RI yang hadir dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat.
“Banjir ini musibah bagi kami. Terima kasih kepada Bapak Nasir Djamil dan PKS yang telah membantu kami,” ujarnya.
Ratusan masyarakat menghadiri silaturahim bersama Nasir Djamil. Warga yang didominasi oleh ibu-ibu korban banjir bandang tersebut hadir memenuhi ruangan balee yang berada tepat di sebelah kiri gerbang mesjid. Adapun bantuan yang diberikan antara lain 1 sak beras, 1 kotak mie instan, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya. [pks.id]
Keterangan Foto: Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Nasir Djamil (kiri) menyerahkan bantuan kepada korban banjir bandang di Gampong Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, Aceh, Ahad (6/12).
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN






