pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Kang Iman Ingatkan Kader tak Lena dengan Kemenangan

Written By Anonymous on 20 March, 2016 | March 20, 2016

Makassar (19/3) - Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak boleh terlena dengan kemenangan-kemenangan dalam Pilkada serentak yang digelar beberapa waktu lalu.

Pesan itu disampaikan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dalam Konsolidasi Pengurus PKS se-Sulawesi di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (19/3/2016).

"Kader harus mempunyai stamina yang panjang, jangan terlena dengan kemenangan-kemenangan kecil," ujar Sohibul Iman di hadapan ratusan pengurus PKS se-Sulawesi.

Tak hanya itu, Pria yang akrab disapa Kang Iman ini juga meminta kader PKS juga harus tetap pro aktif, solid dan berkerja dalam koridor yang sesuai.Tujuan besarnya, papar Kang Iman, tetap dalam kerangka berkhidmat untuk rakyat.

"Pengurus harus lebih pro aktif, membangkitkan partisipasi kader, menjaga soliditas kader dan tetap berada dalam koridor," pesan Sohibul Iman.

Dalam konsolidasi pengurus, hadir Pengurus PKS dari seluruh Sulawesi diantaranya Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo. [pks.id]

Keterangan Foto: Presiden PKS Sohibul Iman

posted by @Adimin

Jelang Pilkada 2017, PKS Bentuk TPP dari Pusat Hingga Kabupaten/Kota

Written By Anonymous on 19 March, 2016 | March 19, 2016

Bogor (18/3) -- Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada DPP PKS, Khoirul Anwar mengatakan PKS sudah mempersiapkan sejumlah langkah strategis menuju pemilihan kepala daerah 2017 mendatang.

“PKS sudah membentuk lembaga yang namanya Tim Pemenangan Pilkada (TPP) yakni TPP Pusat, TPP Wilayah untuk tingkat provinsi, dan TPP Daerah untuk tingkat kota,” kata Khoirul di Bojonggede, Bogor, Sabtu (19/3).

Dia mengungkapkan, asumsinya TPP selesai akhir Februari, tapi harus mundur sebulan. Alasannya, kata Khoirul, TPP Pusat menunggu pedoman, dan struktur resminya sudah melakukan komunikasi politik dengan kandidat yang sudah ada.

"Secara resmi TPP Pusat baru di-kickoff oleh Presiden PKS, Mohammad Sohibul Iman Senin (14/3) kemarin ,” ujar Khoirul.

Langkah berikutnya, lanjut Khoirul, pelaksanaan Pemilihan Umum Internal (PUI) untuk calon internal bagi yang maju baik yang nomor satu atau nomor dua.

“Untuk DKI sendiri sudah duluan, sudah lama dilakukan sekitar bulan Januari. Selain itu Banten, Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan sebagian, Sulawesi, Maluku kader maju 5 orang dan beberapa kota kabupaten juga sudah. Penetapannya sekitar April,” ujarnya.

Terkait monitoring, TPP Wilayah dan Daerah untuk melakukan pendalaman terhadap kandidat yang muncul sudah mulai ada inventarisasi dan komunikasi. Dari sini, lanjut Khoirul, akan muncul matrik.

"Matrik adalah syarat-syarat calon yang dipaparkan bersamaan yang berkenaan dengan partai pendukung, elektabilitas, posisinya sebagai pendukung nomor satu atau dua dan keterangan lainnya. Dan pendaftaran (calon) akan ditutup Sabtu (19/3) besok dan detailing matrik calon dilaksanakan Maret hingga Juli 2016,” imbuhnya.

Tentang target pemenangan sendiri, Khoirul hakulyakin PKS akan meraih lebih dari 50% lebih. “Target minimal 60% yang kita usung dan kita akan menang," pungkasnya. [pks.id]

Keterangan Ilustrasi: Humas PKS saat Rakornas 2016


posted by @Adimin

Program Earth Hour Bentuk Nyata Save Energy

Jakarta (18/3) - Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, Teknologi dan Lingkungan Hidup (Ekuintek-LH) Memed Sosiawan menjelaskan bahwa program Earth-Hour di Indonesia pada tanggal 19 Maret esok merupakan bentuk nyata dari saving energy dan tidak akan mengganggu produktivitas industri nasional.

"PKS mendukung program tersebut karena merupakan bentuk nyata dari saving energy. Juga berlangsung malam hari, 20.30-21.30, sehingga tidak akan menggangu produktivitas industri nasional," ujar Memed di kantor DPP PKS, Jl. TB. Simatupang no.82, Jumat (18/3)

Tidak hanya itu, Memed juga menyatakan bahwa program lingkungan tersebut terutama harus didukung masyarakat umum, terutama kader, agar melakukan switch-offenergi pada malam hari.

"Selain kader kita kita juga menghimbau masyarakat umum agar berpartisipasi thd program tsb, semakin banyak yg ikut dampak saving energy nya semakin besar," himbau Memed.

Diketahui dari laman earthhour.wwf.or.id, program Earth Hour di Indonesia yang jatuh pada tanggal 19 Maret 2016 ini merupakan sebuah kampanye inisiasi publik yang menyatukan masyarakat seluruh dunia untuk merayakan komitmen gaya hidup hemat energi dengan cara mematikan lampu dan alat elektronik yang sedang tidak dipakai selama 1 jam. [pks.id]

Keterangan Foto: Ketua Bidang Ekuintek-LH Memed Sosiawan

posted by @Adimin

Dukungan untuk Palestina tak Sekadar Mengutuk Israel

Written By Anonymous on 18 March, 2016 | March 18, 2016

Jakarta (18/3) - Ketua Badan Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri DPP PKS Taufik Ramlam Wijaya menyebut perjuangan membela Palestina tak sekadar mengutuk agresi Israel.

Menurut Taufik, Palestina dijajah dan dipertahankan oleh konsorsium 'Big Power". Sikap Inggris yang mengutuk agresi Israel patut disambut baik.

Namun negara yang mendukung Palestina terutama Indonesia, sebut Taufik, harus menjadi negara 'Big Power' agar dapat memberikan dukungan yang nyata bagi Palestina.

"Setidaknya sikap minimalis Indonesia 'ngikut' Inggris yang mengutuk Israel. Jika bisa lebih dari itu, maka sungguh sangat berarti bagi Palestina," ujar Taufik di Gedung DPP PKS, Jakarta, Jumat (18/3/2016).

Selain mengapresiasi, Taufik Ramlan juga mengingatkan bahwa sikap Inggris yang mengutuk Israel atas perluasan permukiman di Tepi Barat Sungai Jordan hanyalah statement, belum merupakan dukungan riil.

"Kita apresiasi sikap Inggris tersebut. Namun mengutuk itu adalah statement. Tidak boleh puas hanya dengan statement. Yang dibutuhkan Palestina bukan hanya statement. Dukungan riil dan konkret terhadap rakyat Palestina," ujar Taufik Ramlan.

Sebelumnya, Inggris pada Rabu (16/3) melalui juru bicara Kantor Urusan Luar Negeri Inggris mengutuk keputusan Pemerintah Israel untuk memperluas lagi permukiman di Tepi Barat Sungai Jordan, dan mengatakan tindakan itu adalah penghalang bagi perdamaian. [pks.id]

Keterangan Foto: Ketua Badan Pembinaan dan Pengimbangan Luar Negeri DPP PKS Taufik Ramlan Wijaya

posted by @Adimin

Hanan Al-Hroub, Bukti Kiprah Wanita Palestina untuk Dunia

Jakarta (17/3) - Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPP PKS Wirianingsih mengungkapkan bahwa penghargaan yang diterima Hanan Al-Hroub sebagai guru terbaik dunia dapat memotivasi para guru lainnya untuk terus mengambil peran kemanusiaan dimanapun dan kapanpun.

"Semoga penghargaan ini semakin memotivasi Hanan dan para guru lainnya, khususnya para pejuang di kawasan konflik untuk terus mengambil peran penting kemanusiaan tanpa henti," ujar perempuan yang akrab disapa Wiwik ini di kantor DPP PKS, Jl. TB. Simatupang, Kamis (17/3/2016).

Wirianingsih juga merasa gembira karena Hanan Al-Hroub ini adalah perempuan Palestina yang mengabdi di tempat pengungsian Ramallah.

"Semoga ini pertanda hal positif bagi bangsa Palestina kini dan ke depan," ungkap Wirianingsih.

Dirinya juga mengapresiasi, bahwa penghargaan ini betul-betul melihat dengan jernih perjuangan seorang guru yang mengabdi untuk membantu sejumlah anak-anak Palestina yang hidup dalam tekanan dan mengalami kekerasan akibat perang di kawasan Timur Tengah.

"Anak-anak Palestina adalah bagian dari anak-anak dunia lainnya yang memiliki hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara wajar, bebas dari tekanan dan konflik," pungkas Wirianingsih. [pks.id]


posted by @Adimin

Sambut Milad ke-18, Fraksi PKS Selenggarakan Lomba Baca Kitab Kuning

Written By Anonymous on 17 March, 2016 | March 17, 2016

Jakarta (17/3) - Dalam rangka menyambut Milad Partai Keadilan Sejahtera ke-18 di Bulan April mendatang, Fraksi PKS DPR RI meluncurkan Lomba Baca Kitab Kuning bagi para santri/pelajar seluruh Indonesia, di Ruang Pleno Fraksi, Gedung Nusantara 1, Senayan, Jakarta, Kamsi (17/3) pukul 14,00

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menjelaskan lomba ini telah direncanakan sejak lama. Hal ini untuk meningkatkan kecintaan generasi muda Indonesia pada khazanah ilmu islam yang langsung bersumber dari rujukan utamanya, dimana telah berpuluh-puluh tahun telah dipelajari di seluruh pesantren di Indonesia.

“Lomba ini sudah sejak lama kami rencanakan. Karena PKS adalah partai dakwah yang sangat akrab dengan khazanah agama, termasuk kitab kuning. Ini juga cara PKS menjunjung tinggi ulama salaf dan warisannya agar tetap memiliki tempat mulia di kalangan generasi muda,” tutur Jazuli yang juga merupakan Anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PKS.

Lomba Baca Kitab Kuning PKS ini diperuntukkan bagi kalangan muda yang berusia 15-25 tahun, atau minimal Pendidikan Aliyah. Untuk dapat mendaftarkan diri pun, para santri/pelajar tersebut harus mendapatkan rekomendasi dari pimpinan pesantren, baik Kyai, Tuan Guru, maupun Ustadz/dzah.

“Bangsa Indonesia sangatlah dijiwai oleh nilai-nilai agama dan religiusitas. Sehingga, khazanah ilmu keagamaan, seperti Kitab Kuning ini harus terus dikembangkan di tengah masyarakat dan dipelajari terus khususnya bagi anak-anak muda,” jelas Ketua Fraksi yang fasih berbahasa Arab ini.

Sebelumnya, tambah Jazuli, Fraksi PKS pernah menyelenggarakan Seminar Nasional tentang Peranan Santri dalam Bingkai Kebangsaan dalam rangka Hari Santri 22 Oktober. Oleh karena itu, Lomba Kitab Kuning ini adalah satu rangkaian yang tak terpisahkan dari kegiatan tersebut.

"Melalui lomba ini sekaligus kita ingin agar bangsa Indonesia tidak melupakan ruh kebangsaan kita sebagai bangsa yang relijius, dimana ulama dan santri memiliki peran dan kontribusi luar biasa dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan," papar anggota DPR tiga periode lulusan Pesantren Salafiyah dan Universitas Muhammad Ibn Su’ud Arab Saudi ini.

Sebagai informasi, pendaftaran Lomba Baca Kitab Kuning PKS ini telah dibuka sejak 14 Maret 2016 silam hingga 6 April 2016. Kitab yang dibaca adalah Kitab Fathul Mu’in karya Syeikh Ahmad Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Ma’bari Al-Malibari Al-Fananni Asy-Syafi’i.

Juara pertama adalah Umroh ke tanah suci Mekkah, sedangkan juara II dan III berturut-turut mendapatkan hadiah 20 juta rupiah dan 15 juta rupiah. Hadir sebagai Juri Nasional adalah K.H. Syuhada Syarkun, S.Ag, M.HI (Pesantren Salafiyah Tebuireng, Jombang, Jawa Timur); Dr. K.H. Ahzami Sami'un Jazuli, M.A. (Pengasuh Yayasan Pendidikan Darul Hikmah Jati Asih Bekasi, Jawa Barat); dan Dr. K.H. Muslih Abdul Karim, M.A. (Dewan Syariah Pusat PKS dan Pengasuh Pesantren Baitul Quran Depok, Jawa Barat). Sedangkan Juri Kehormatan, hadir Habib Dr. Salim Segaf Al-Jufri sebagai Ketua Majelis Syuro PKS. [pks.id]

Keterangan Foto: Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini

posted by @Adimin

Unik, Lorong Ruang Fraksi PKS Bertabur Pahlawan

Mengingat pahlawan nasional biasanya hanya muncul setahun sekali yakni setiap peringatan Hari Pahlawan 10 November. Namun, anggapan itu ditepis Fraksi PKS DPR RI. Kini, yang bertandang ke markas fraksi PKS akan mudah menjumpai foto para pahlawan nasional.

Pemandangan berbeda saat memasuki lantai 3 Gedung Nusantara I DPR RI, yang tak lain merupakan markas Fraksi PKS DPR RI. Tampak di setiap lorong kamar anggota Fraksi PKSI, berjajar rapi foto para pahlawan nasional. Saat ditanya tentang pemandangan yang berbeda tersebut, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini memiliki jawaban khusus.

"Agar seluruh anggota Fraksi PKS selalu mengenang, menghargai dan meneladani para pahlawan kita dari sisi semangat dan pengorbanannya," terang Jazuli saat dihubungi INILAHCOM, Rabu (16/3/2016).

Tidak hanya itu, Jazuli juga menyebutkan pemasangan foto para pahlawan nasional di dinding ruang lorong ruang kerja anggota Fraksi PKS dimaksudkan agar spirit pahlawan nasional dapat ditransformasi oleh seluruh anggota Fraksi PKS. "Yang juga penting, agar misi perjuangan parlemen tidak putus mata rantainya dari jiwa kepahlawanan," beber Jazuli.

Tampak sejumlah foto pahlawan nasional terpampang. Seperti Ki Hajar Dewantara, Otto Iskandardinata, Agus Salim. Tampak dalam foto KH Hasyim Asy'ari (Pendiri NU) bersama KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) berdampingan. Kedua tokoh ini dikenal sebagai tokoh pembaharu Islam di Nusantara.

Keterangan Foto: Dokumen Inilah.com
Sumber: Inilah.com


posted by @Adimin

Nasir Pertanyakan SOP Penangkapan Densus 88

Written By Anonymous on 16 March, 2016 | March 16, 2016

Jakarta (16/3) – Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil mempertanyakan standard operational procedure (SOP) penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88 dalam penanganan terorisme.

Hal itu dipertanyakan Nasir menyusul kejadian tewasnya Siyono yang ditangkap oleh Densus 88, Rabu (9/3) kemarin.

“Kasus tewasnya Siyono mengingatkan saya pada kejadian penyiksaan yang dialami lima orang korban salah tangkap di Poso pada 2013 lalu," jelas Legislator PKS dari Dapil Aceh ini.

Nasir mengingatkan Densus 88 kerap kali melakukan tindakan penyiksaan sejak tahapan penangkapan. “Padahal, pelaku yang ditangkap belum tentu menjadi tersangka dan bahkan sering terjadi salah tangkap," ungkap Anggota DPR sejak 2009 ini.

Menurut Nasir, tindakan penyiksaan yang dilakukan Densus 88 ini dilakukan dengan menutup mata kepada terduga pelaku teroris, serta memukul bagian tubuh dan kepala dengan senjata. Sehingga, hal ini sulit diproses secara hukum karena korban tidak melihat langsung siapa yang menyiksa.

“Oleh karena itu, sebagai anggota Pansus Revisi UU Terorisme, saya akan mempertegas pengaturan prosedur penangkapan dan bahkan mengurangi kewenangan Densus 88 dalam penangkapan yang kerap kali melakukan pendekatan penyiksaan kepada terduga teroris,” tegas Nasir.

Sehingga, dalam waktu dekat, Nasir berjanji akan meminta klarifikasi kepada Kapolri serta memelajari SOP penangkapan Densus 88. Jika ditemukan ada celah Densus 88 melakukan tindakan penyiksaan, maka, menurut Nasir, Komisi III akan membatasi ketentuan penangkapan dalam revisi UU Terorisme tersebut.

“Saya khawatir, pelaku penyiksaan sulit terungkap. Karena penyiksaan dilakukan oleh internal Polri, dan kemungkinan sulit mencari saksi di luar polri yang melihat kejadian tersebut. Sehingga, dibutuhkan ketegasan Kapolri untuk mengungkap petugas Densus yang bertugas saat penangkapan Siyono dan diberi sanksi berat,” jelas Nasir. [pks.id]

Keterangan Foto: Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil

posted by @Adimin

FPKS Terima Keluhan Penghapusan Porter di Bandara Soetta

Written By Anonymous on 15 March, 2016 | March 15, 2016

Jakarta (15/3) – Fraksi PKS DPR RI menerima keluhan dari beberapa porter di luar bandara Soekarno Hatta (soetta) yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI) hari ini, Selasa (15/3), di Ruang Rapat Pleno, Gedung Nusantara 1, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Keluhan tersebut terkait adanya keputusan dari PT Angkasa Pura II yang menghapus keberadaan porter di Bandara Soetta, sebagai bagian dari menuju Bandara Kelas Dunia (World Class Airport) dan meminimalisir kontak langsung antara bagasi penumpang dengan para pekerja.

“Saya pikir, menuju world class itu sah-sah saja. Tetapi, kan selama ini yang memberikan pelayanan kepada penumpang dan juga menjadi cerminan keramahan tamu-tamu dari asing tentu kan kami sebagai porter. Kami berharap keberadaan kami dapat dipertahankan,” keluh Sekjend FSPTI Syafril Arsyad.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS Yudi Widiana Adia dengan sigapnya langsung menghubungi Direktur Utama (Dirut) Angkasa Pura Budi Karya Sumadi untuk mengkonfirmasi keluhan tersebut.

“Jadi, Dirut Angkasa Pura, Bapak Budi Karya menyampaikan bahwa ke saya bahwa pihaknya tidak menghilangkan porter. Hanya, di jalur internasional, porter ditempatkan di luar, kecuali karena permintaan yang datang dari luar negeri. Pihaknya berjanji akan memelajari lebih lanjut soal ini,” jelas Yudi yang membacakan pesan singkat dari Budi Karya.

Yudi menambahkan yang dipersoalkan oleh PT Angkasa Pura II bukanlah porter yang berada di dalam bandara. Melainkan, porter yang berada di luar yang tidak memiliki kaitan dengan pelayanan setelah check-in.

“Porter yang di luar sangat dibutuhkan. Justru, pelayanan setelah check-in itu yang kami dukung untuk mengurangi interaksi. Sedangkan yang di luar,, justru dibutuhkan di negara manapun. Seperti di Turki, Saudi, dan sebagainya,” jelas Yudi.

Oleh karena itu, Fraksi PKS berkomitmen untuk terus mengawal keluhan ini agar sesuai dengan komitmen Dirut Angkasa Pura II dalam hal realisasi. “Semoga perjuangan bapak-ibu sekalian dapat terpenuhi dari upaya yang dilakukan oleh Fraksi PKS,” jelas Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini.

Diketahui, PT Angkasa PURA II telah membuat keputusan untuk menghapus Porter Terminal per tanggal 1 Maret 2015 kemarin. Saat ini, terdapat sekitar 400 porter yang berada di Terminal 1 C – 2D yang setiap hari melayani penumpang dari luar bandara untuk mengangkut barang sebelum melakukan check-in. [pks.id]

Keterangan Foto: Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS Yudi Widiana Adia

posted by @Adimin

PKS Dukung BNN Bekerja Tanpa Pandang Bulu

Jakarta (15/3) - Partai Keadilam Sejahtera (PKS) siap mendukung BNN dan aparat penegak hukum untuk bekerja tanpa pandang bulu. Tiap instansi negara semestinya memberikan dukungan konkret terhadap pemberantasan narkoba.

Hal itu diungkapkan Wakil Sekretaris Jendral PKS Mardani Ali Sera di DPP PKS Jakarta, Selasa (15/3/2016).

"Itu sudah dicontohkan oleh fraksi PKS DPR RI yang menggelar tes urine secara mendadak. Apapun yang terjadi harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar Mardani.

PKS menyesalkan kejadian yang menjerat Bupati Ogan Ilir dengan kasus narkoba. Padahal, pemimpin daerah seharusnya menjadi teladan bagi warganya.

"Narkoba adalah pelanggaran yang sangat serius, apalagi dilakukan oleh pemimpin daerah yang sepatutnya menjadi teladan," ujar Mardani.

Mardani menilai kejadian ini semestinya menjadi pelajaran bagi semua pihak agar memilih calon pemimpin yang memperhatikan aspek akhlak, integritas dan kapasitas individual. [pks.id]

Keterangan foto: Wakil Sekretaris Jendral Mardani Ali Sera

posted by @Adimin

Pak Sus, Sang Penjamin Guru Honorer dari Brebes

“Maaf ya agak terlambat,” ucap laki-laki berbaju batik Pacitan itu ketika menjabat tangan dengan hangat. Ia membereskan koran yang berserak di meja, yang tampaknya habis dibaca.

Laki-laki itu Suswono, Menteri Pertanian era Pemerintaha Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dalam sepekan menjadi buah bibir karena aksi heroiknya.

“Silakan,” lanjut pemilik wajah tenang itu, usai menguraikan penyebab keterlambatannya.

Sambil membenarkan letak duduknya dan menaruh sebagian lengan tangannya di meja kayu letter O, ia mulai menuturkan sebuah kisah.

Berawal dari informasi yang diberitakan oleh media tentang seorang guru honorer asal Brebes bernama Mashudi yang ditangkap oleh Polda Metro Jaya. Berita itu membuat Pak Sus -begitu ia disapa- dihinggapi rasa penasaran.

Ada apa sehingga seorang guru honorer sampai harus dicokok seperti itu? Jikalau satu alasan, katakanlah pencemaran nama baik misalnya, kenapa langsung dilaporkan? Pertanyaan-pertanyaan yang mengusik itu, membuat nurani Pak Sus seakan terkatah-katah.

Idealnya memang, pelaku harus dipanggil dahulu, ujarnya, kemudian nanti sebagai saksi terlapor. Baru kalau ada dugaan kuat dijadikan sebagai tersangka bisa diproses.

“Nah kalau (kasus) ini kan langsung. Ya jadi tentu saja ini membuat saya penasaran,” kata laki-laki setengah baya itu penuh penekanan.

Ia berhenti sejenak. Di ruang kerja seluas seperempat lapangan futsal, mata Suswono menerawang ke depan. Tepat di garis lurus keberadaan jendela kaca. Langit pada Senin (14/3) di luar MD Building tampak bening, terangnya menerobos ruang. Membuat gurat-guratan usia di wajah Suswono tampak. Sambil membenarkan letak kacamatanya, ia kembali bercerita. Seakan ada mesin pemutar film dari gagang kacamata.

Hari Ahad (6/3) lalu ada resepsi pernikahan di Polda Metro Jaya. Kebetulan teman SMA Suswono sedang menikahkan anaknya. Ia berangkat dari Tegal, pagi setelah shalat Subuh.

Suswono jalan dan ternyata jalanannya cukup lancar sehingga jam 10.15 ia sudah tiba di Polda Metro. Memanfaatkan lengang, ia sempatkan mampir ke tempat Mashudi berada apakah benar ditempatkan di Polda atau di tempat lain.

Pukul 10.30 WIB pagi itu, Pak Sus masuk ke ruang tahanan. Ia mendapati seorang ibu , anak laki-laki dewasa dan seorang kakek. Mereka bertiga datang tak lama ketika Suswono tiba di ruang tunggu tahanan itu. Perempuan itu tak lain tak bukan adalah istri dari Mashudi. Ia meminta ke Suswono untuk membantu mencarikan jalan keluar kasus suaminya. Sayangnya, tak mendapat izin dari petugas untuk menjenguk. Sebab Ahad bukanlah hari besuk.

Suswono pun mencoba bicara baik-baik dengan petugas. Ia mengatakan kepada petugas bahwa perempuan berkerudung merah muda itu hanya ingin memastikan diri bahwa suaminya benar di tempat tersebut dan dalam kondisi sehat. Alhamdulillah diberikan kesempatan untuk menengok. Permintaan itu dikabulkan.

Suswono pun merekam obrolan dirinya dengan video melalui ponsel cerdas yang dipegangnya. “Saya capek,” aku Mashudi kepada Suswono. “Sudah 16 tahun mengabdi namun masih begini saja,” lanjutnya.

Dari pengakuan Mashudi, memang dirinya mengirimkan SMS-SMS yag bernada "menghina". Ketika itu Suswono belum tahu benar kalau pesan pendek yang dikirimkan berupa ancaman. Yang ia tangkap hanya kalimat yang memojokkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Yuddy Chrisnandi, dalam pengertian kalimat-kalimat yang tidak menyenangkannya.

“Kenapa kalimat-kalimat seperti itu muncul?” tanya lembut Suswono kepada Mashudi.

Mashudi sebelumnya mengatakan bahwa dirinya mendapatkan nomor Yuddy dari internet. Mashudi mengaku hanya mengikuti ajakan Presiden RI supaya kalau ada masalah-masalah sampaikan ke menteri-menteri yang bersangkutan.

Mashudi mengaku ia dalam keadaan emosi. Pasalnya ia dituding sebagai calo.“Padahal saya benar-benar guru honorer,” lesu Mashudi berucap. Ya, guru honorer kategori K2, 2 tahun di SD dan 14 tahun di SMA.

Ucapan “calo” itu yang membuat Mashudi makin membuncah semangatnya untuk mengirimkan pesan bernada ancaman-ancaman kepada Yuddy. Bom waktu bernama kekecewaan itu meledak. Dulu pernah dijanjikan bahwa golongan K2 akan diangkat sebagai CPNS. Namun belum terealisasi.

Pak Sus kemudian mencoba berkonsultasi dengan salah seorang ahli hukum untuk mencari jalan keluar dari kasus ini. Darinya, Suswono disarankan untuk mengetahui kembali proses penangkapannya seperti apa. Kalau prosedur penangkapannya salah bisa dipraperadilankan.

Senin, Suswono dengan segenap hati menemui kembali Mashudi. Tepat ketika matahari kian menampakkan kegagahannya, di sana sudah ada keluarga Mashudi yang lumayan banyak. Kebetulan saat itu Mashudi sedang diperiksa.

Air mata Mashudi tumpah, menganak ular di pipi ketika bersua dengan Suswono. Mashudi mengaku masih cukup syok. Dirinya yang biasa menjadi guru mendadak harus menjadi seorang penghuni tahanan. Ia pun mencium tangan Suswono berharap bisa menjembatani dirinya agar kembali ke keluarga. Mashudi tak peduli dengan sosok yang baru dikenalnya itu.

“Apa sih isi SMSnya?” tanya Suswono.

Mashudi tak menunjukkan ponselnya yang berisi kata-kata ancaman melainkan penyidik. Ya, memang benar ada kata-kata yang mengandung ancaman di sana, di layar ponsel itu. Dalam persepsi Menpan RB itu, Mashudi adalah seorang calo dan menyuruh seorang staf ahlinya Reza Pahlevi untuk mengadukan ke Polda Metro Jaya. Yang membuat Mashudi akhirnya ditangkap dalam keadaan masih mengirim SMS makian.

Dalam sekat-sekat jeruji besi, Mashudi dilanda penyesalan yang teramat. Ia pun menuliskan sesuatu kepada Pak Menteri Yuddy; sebuah surat “pengampunan dosa”.

Surat itu berisi penyesalan yang mendalam. Ia memohon agar Menteri Yuddy mau mengampuninya. Ia menulis betapa ia menjadi tulang punggung keluarga meski dengan penghasilan Rp 350 ribu per bulan.

Ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Ia hanya ingin kembali bertemu anak-anak dan murid-muridnya.

Setelah selesai menuliskannya, ia menyerahkan kepada Suswono. Suswono sendiri mengambil langkah cepat ketika sudah menerima surat itu. Segera laki-laki berusia 56 tahun itu mengirimkan pesan pendek ke ajudan Yuddy agar ia bisa bertemu dengan Menpan RB tersebut untuk menyampaikan amanat yang bersangkutan, ketika itu hari Selasa.

Hingga hari Selasa siang, kabar tak jua datang bak angin lalu belaka. Padahal Suswono mengirimkan pesan pendek Senin sore. Sorenya seorang kawan meneleponnya—di mana sebelumnya Suswono sudah bercerita kepadanya. Kawan tersebut; Adhyaksa Dault.

“Pak Adhyaksa kenal dekat dengan Pak Yuddy tidak?” tanya Suswono, ketika ia menerima “kring” dari Adhyaksa.

“Iya, saya kenal!”Adhyaksa mengiyakan. Suswono meminta tolong untuk menyampaikan keinginannya. Tak berapa lama Adhyaksa mengabarkan bahwa hari Kamis Menteri Yuddy bisa menerima Suswono di kantornya.

Rabu kebetulan hari libur, tanggal merah peringatan Hari Nyepi. Tak ada pertemuan. Menteri Yuddy sedang ada di Palu. Baru kembali Rabu malam.

Hari berikutnya, akhirnya Suswono diterima jam 11 siang. Pada pertemuan tersebut, laki-laki yang berkediaman di Kota Hujan Bogor itu menyampaikan maksud pertemuannya. Pak Sus mendapat amanah dari Mashudi dan surat tersebut pun diterima oleh Yuddy. Yang tak lama langsung dibaca.

Suswono pun mengambil ponsel dan ditunjukkan sebuah video percakapan antara dirinya dengan Mashudi. Detik kemudian, Yuddy pun mengiyakan bahwa Mashudi adalah guru honorer, bukan seperti dugaan sebelumnya; calo. Ia pun memaafkan “dosa” Mashudi. Tanpa dinyana, penyidik tiba-tiba bertamu juga ke tempat Yuddy untuk memenuhi permintaan penandatanganan BAP.

“Ini Allah yang mengatur,” ucap Suswono.

Di situlah, Menteri Yuddy menyebut pihaknya sudah memaafkan Mashudi dan proses hukum supaya dihentikan. Dicabut. Karena yang mengajukkan Reza Pahlevi, maka yang mencabut juga dirinya.

Dalam proses tersebut ada surat jaminan pula dari Suswono, ada surat perdamaian dan surat pencabutan penuntutan. Alhamdulillah semuanya klir, bebas dan tidak ada masalah lagi.

Terang matahari di luar masih menerobos ruang kerja ketika Suswono menyudahi kisahnya. Ia menghela nafas, lega. “Jalan islah adalah jalan utama,” pungkasnya.

Oleh: M. Sholich Mubarok

#RelawanLiterasi


sumber: www.pks.id

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger