pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Mensyukuri 18 Tahun Partai Dakwah

Written By Anonymous on 23 April, 2016 | April 23, 2016

Usia PKS kini 18 tahun. Pada manusia, 18 tahun adalah usia pasca-akil baligh saat pilihan-pilihan harus disikapi dengan cermat. Salah pilih dan salah langkah akan berakibat pada masa depan yang suram.

PKS memilih untuk meniti jalan dakwah di jalur politik. Secara pribadi dan keluarga, kader-kader PKS paham benar bahwa berdakwah adalah jalan panjang yang wajib ditempuh pengikut Nabi Muhammad SAW dan rasul serta nabi sebelumnya.

Berdakwah dalam jalur politik adalah ijtihad dengan tidak meninggalkan dakwah di skala pribadi dan keluarga. Justru keduanya menjadi dasar untuk dapat berdakwah di jenjang masyarakat dan negara.

Bukan sok suci apalagi merasa paling benar. Justru karena kader-kader PKS merasa jauh dari kesempurnaan, itu sebabnya kami terus menarbiyah diri, seraya mengajak siapapun untuk ikut serta. Buat PKS, itu sarana pengingat diri.

PKS juga selalu berupaya menjaga kader-kadernya terus istiqomah di jalan dakwah ini. Soliditas, satu perkataan dan perbuatan, selalu mengajak dengan hikmah dan pelajaran yang baik, kesantunan dalam berdakwah di jalur politik, semoga makin menguatkan identitas PKS sebagai partai dakwah.

Langkah PKS dalam ‘menghukum’ diri adalah juga sebuah upaya manusia untuk tidak berbuat zhalim kepada manusia lainnya. Karena kami yakin, kami bukanlah organisasi yang sempurna. Saling menjaga dan taat pada aturan main dan qiyadah yang dipilih lewat syuro, adalah sebuah upaya agar kami tidak dicap Allah SWT sebagai orang-orang yang tidak bersyukur atas nikmat dakwah.

Kini 18 tahun PKS, dengan menghitung usia pendahulunya Partai Keadilan, berkhidmat untuk rakyat. Banyak yang sudah kami upayakan, lebih banyak lagi yang kami belum lakukan untuk rakyat. Pada tahun ini kami coba mensyukuri usia 18 dengan mengajak anak-anak bangsa, untuk menghayati khasanah berharga ulama Islam dalam bentuk Kitab Kuning. Membaca lagi, menghayati ajaran para ulama shalih yang tertuang di dalamnya.

PKS juga menandai 18 tahun dengan serentak menguatkan Pusat Khidmat di seluruh Indonesia. Memberikan komitmen perjuangan kepada rakyat kecil dari kalangan pekerja, petani dan nelayan. Mengokohkan peran perempuan sebagai soko guru umat.

Membangun kader kader pemimpin yang punya visi kerakyatan lewat Sekolah Kepemimpinan Partai. Serta beragam bentuk khidmat untuk rakyat lainnya.

Seluruh kader bergerak untuk rakyat, mensyukuri 18 tahun PKS, meletakkan lagi batu penanda bahwa PKS ada untuk Indonesia. [pks.id]

Oleh Dedi Supriadi

Ketua Bidang Humas DPP PKS


posted by @Adimin

Nelayan Muara Angke Curhat Dampak Reklamasi ke Sohibul Iman

Jakarta (23/4) – Kedatangan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman ke Blok Empang di Muara Angke, Jakarta Utara dimanfaatkan warga setempat untuk menyampaikan keluhan soal dampak reklamasi pantai utara Jakarta. Karena reklamasi, kehidupan nelayan Muara Angke menjadi lebih sulit.

Sohibul Iman bersama jajaran pengurus DPP PKS dan sejumlah anggota FPKS DPR dan DPRD DKI tiba di Blok Empang, Muara Angke, Jakarta Timur sekitar 09.30 WIB pagi tadi, Sabtu (23/4/2016). Begitu tiba, Sohibul Iman langsung berjalan menuju ke tempat bersandarnya kapal-kapal nelayan milik warga.

“Saya mau lihat Pulau G reklamasi, katanya terlihat dari sini,” ujar Sohibul Iman yang datang dengan gaya santai, bercelana training abu-abu dan berbaju kaos hitam.

Saat pria yang akrab disapa Kang Iman ini sampai di tempat sandaran kapal, tampak kesibukan aktivitas nelayan yang baru saja tiba dari melaut. Seorang warga yang dihampiri Kang Iman mengeluhkan keberadaan reklamasi Pulau G yang telah mengganggu kehidupan mereka.

“Iya nih Pak, nelayan jadi susah. Sebelumnya (kami melaut, red) dekat untuk ambil ikan. Padahal sebelumnya mudah, sekarang harus memutari pulau dulu. Laut jadi dangkal. Kerang juga nggak ada karena ketutupan pasir,” keluh warga sambil menunjukkan Sohibul Iman ke arah reklamasi pulau G.

Menanggapi curhatan warga, Sohibul Iman mengatakan, telah memerintahkan kader PKS di DPRD DKI untuk menindaklanjuti permasalahan yang dikeluhkan masyarakat nelayan Muara Angke.

“Saya meminta Bang Sani (Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana, red) sebagai anggota DPRD DKI untuk tindak lanjuti keluhan warga soal reklamasi pulau G yang banyak susahkan warga,” jelas mantan wakil ketua DPR RI ini.

Pada kesempatan itu, Sohibul Iman sempat turun ke atas salah satu kapal nelayan yang baru bersandar. Kepada nelayan di kapal itu, Sohibul mengapresiasi hasil tangkapannya. Bahkan Sohibul Iman memborong hasil tangkapan sang nelayan

“Ya sudah dihitung saja semuanya. Saya borong saja ikannya,” cetus Sohibul Iman.

Sohibul Iman berkunjung ke Muara Angke didamping Sekjen PKS Mustafa Kamal, Wasekjen Abdul Hakim, Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Petani, dan Nelayan (BKPN), anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasludin, anggota DPR RI dapil Jakarta Utara Adang Daradjatun, dan anggota FPKS di DPRD DKI.

Reklamasi laut utara Jakarta sudah berjalan sejak lama. Namun saat ini proyek pembangunan tersebut menjadi kasus hangat. Penolakan dari berbagai pihak bermunculan karena proyek pembangunan reklamasi berdampak buruk terhadap kehidupan sosial budaya masyarakat Jakarta yang berprofesi sebagai nelayan. Pemerintah telah memerintahkan Pemprov DKI Jakarta untuk menghentikan sementara proyek pembangunan tersebut. [pks.id]


posted by @Adimin

Sohibul Minta Buronan Koruptor Lain Dipulangkan

Jakarta (23/4) - Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman berharap aparat penegak hukum di Indonesia semakin tegas dan berani mengejar koruptor kelas kakap yang menjadi buron.

Keberhasilan menangkap buronan kasus BLBI Samadikun Hartono dan tersangka kasus Bank Century Hartawan Aluwi dari luar negeri harus diikuti memulangkan koruptor kelas kakap lainnya.

"Seperti kasus Djoko Tjandra, dia sudah jelas-jelas sedang berada di Papua Nugini. Dulu kan suka beralasan tidak jelas lokasinya, ini jelas lokasinya dimana," ujar pria yang akrab disapa Kang Iman ini Sabtu (23/4/2016).

Selain itu Sohibul mengapresiasi kerja penegak hukum yang berhasil memulangkan buronan koruptor dari luar negeri.

"Saya apresiasi dalam kasus ini pemerintah sudah bekerja keras menangkap koruptor besar. Saya kira pemuka hukum yang lain harus bekerja keras untuk menangkap koruptor lain," ujarnya.

Sebelumnya Badan Intelijen Negara (BIN) memulangkan buronan kasus BLBI Samadikun Hartono dari Shanghai, China. Selai itu kepolisian juga memulangkan buronan kasus pencucian uang Bank Century Hartawan Aluwi dari Singapura. [pks.id]


posted by @Adimin

Sekolah Kepemimpinan PKS Siapkan Pengurus Daerah di Masyarakat

Depok (23/4) -- Program Sekolah Kepemimpinan Partai (SKP) yang digelar Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan pelajaran yang luar biasa kepada para pimpinan PKS. Khususnya para pejabat partai di daerah untuk berkontribusi di masyarakat.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo mengatakan, program SKP yang berlangsung di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat pada 20-23 April ini sangat bermanfaat.

"Para peserta mendapatkan frame atau kerangka berpikir mengenai dakwah dan politik serta bagaimana berkiprah di tengah-tengah masyarakat, SKP menciptakan pimpinan PKS agar lebih berperan optimal," katanya, Sabtu (23/4).

Program seperti SKP, ujar dia, sangat diperlukan. Bukan hanya pimpinan di tingkat DPP dan DPW. Dia menilai, program tersebut akan sangat bermanfaat jika diadakan di tingkat dewan pengurus daerah, dewan pengurus cabang hingga ranting.

"Sebaiknya SKP juga diadakan untuk pengurus PKS tingkat Kota, Kecamatan dan Kelurahan di Jakarta, mudah-mudahan hal ini dapat terwujud," kata Syakir.

Dari DPW PKS DKI Jakarta sendiri yang hadir di program SKP, selain Syakir Purnomo, hadir pula Ketua Bidang Kaderisasi Abdul Aziz Abdul Rouf dan Ketua Bidang Pemberdayaan SDM dan Lembaga Profesi Noerhadi.

Sumber: republika.co.id


posted by @Adimin

PKS Bawa Konsep Transformasi Struktural dalam Konferensi Parpol Asia Pasifik

Jakarta (23/4) -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menyebut PKS sebagai anak kandung reformasi di Indonesia mengusung konsep ‘Transformasi Struktural’.

Hal ini ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam forum International Conference of Asian Political Parties (ICAAP) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (23/4/2016).

PKS meyakini bahwa partai politik memiliki peran besar untuk menjadi aktor utama perubahan. PKS menginginkan agar politik Indonesia bisa naik kelas menjadi politik berbasis kinerja yang transformatif.

"PKS menginginkan agar partai politik bisa keluar dari jebakan politik involutif, yakni politik yang hanya sibuk dan terus berputar-putar dengan kepentingannya sendiri tanpa memberikan kebermanfaatan yang nyata untuk rakyatnya," papar Sohibul.

Menurutnya, tranformasi struktural dalam platform PKS tercermin dalam tiga hal. Pertama, mengubah sistem politik dari berbiaya mahal menjadi sistem politik yang lebih terjangkau. Bagi PKS, sistem politik harus mampu melahirkan aktor-aktor politik yang berintegritas, kredibel, independen dan mampu menjadi aktor perubahan. "Bukan aktor yang tergadai oleh kepentingan pemilik modal," katanya.

Kedua, PKS ingin terus mendorong diwujudkannya good and clean political party governance atau tata kelola partai politik yang baik dan bersih.

Sohibul menuturkan, wajah buruk partai politik saat ini karena partai politik mengalami misgovernance atau tidak terkelola dengan baik. "Sehingga Partai Politik sebagai pilar utama demokrasi belum mampu merepresentasikan dirinya sebagai pembela kepentingan publik," papar Sohibul.

Ketiga, memperkuat rule of law & law enforcement agar tercipta pemerintahan yang efektif dan berwibawa. Tanpa ada rule of law & law enforcement maka kondisi akan chaos, berantakan, saling bertabrakan satu sama lain.

Ketiga hal tersebut, papar dia, harus dibangun dalam semangat kebersamaan dan kesadaran atas keberagaman sebagai bangsa. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai Partai Islam berkomitmen untuk senantiasa membangun komunikasi dengan berbagai elemen bangsa tanpa membedakan latar belakang budaya, agama dan warna ideologi. [pks.id]


posted by @Adimin

Apapun Profesinya, Orangtua Tak Boleh Abaikan Keluarga

Written By Anonymous on 22 April, 2016 | April 22, 2016

Depok (22/4) - Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS Wirianingsih menilai kualitas sumber daya manusia dimulai dari seberapa jauh peran orangtua dalam keluarga, apapun profesinya.

"Seorang laki-laki jika menjadi pemimpin negara atau pemimpin daerah yang baik, perannya menjadi pemimpin keluarga harus baik pula. Tidak bisa dipisahkan," ucap Wirianingsih di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jumat (22/4/2016).

Demikian pula dengan perempuan dewasa, katanya, apapun profesinya harus mampu memerankan perannya sebagai ibu rumah tangga yang baik.

"Identitas perempuan walau dia seorang profesor jika dia tidak bisa menyapu atau membersihkan rumah maka dipertanyakan indentitas perempuannya," ucap Wirianingsih.

Selanjutnya ia berpesan kepada orangtua yang mendidik anaknya untuk tidak lupa melibatkan Allah dalam pengasuhan anak.

"Orangtua tidak boleh jauh dari Allah. Agar anak juga tidak jauh dari Allah. Jangan pula menyerahkan penuh pendidikan pada sekolah," katanya.

Dalam acara Sekolah Kepemimpinan Partai tersebut, Wirianingsih bersyukur PKS memberikan perhatian lebih terhadap perempuan dan ketahanan keluarga.

"Alhamdulillah PKS sangat concern terhadap permasalahan perempuan dan ketahanan keluarga sebagai pilar pembangunan kepemimpinan di Indonesia," ujar Wirianingsih. [pks.id]

Keterangan Foto: Ketua BPKK DPP PKS Wirianingsih

posted by @Adimin

Milad ke-18 PKS Murni Gotong Royong Kader

Jakarta (22/4) – Ketua Bidang Wilayah Dakwah Indonesia Timur DPP PKS Muhammad Kasuba mengharapkan partisipasi semua kader dalam kegiatan Milad ke-18 PKS. Kegiatan ini dibiayai murni oleh kader melalui program Gerakan Lima Puluh Ribu (Galibu).

“DPP PKS sudah membuat program Galibu untuk seluruh kader yang mau berpartispasi menyukseskan kegiatan milad ke 18 PKS. Ayo, kita bersama menyisihkan Rp 50.000 per kader, ajak juga keluarga dan handai taulan kita. Insya Allah SWT akan memberkahi harta yang kita sedekah kan untuk kepentingan dakwah," ujar Muhammad Kasuba, di Jakarta, Jumat (22/4/2016).

Muhammad Kasuba menyampaikan, PKS adalah partai kader. Karena itu sangat diharapkan partisipasi setiap kader.

“PKS ini kan Partai Kader. Slogan kami, Sunduquna Juyubuna, artinya kas kami adalah kantong-kantong kami sendiri. Artinya PKS harus mandiri tanpa bergantung sama pihak lain selain kita hanya bergantung sama Allah SWT semata,” pungkas Muhammad Kasuba.

PKS menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka Milad ke 18, seperti Simposium Perempuan Indonesia memperingati Hari Kartini, Kunjungan ke masyarakat nelayan Muara Angke, Lomba Nasional Kitab Kuning, Gerak Jalan bersama PKS, hingga PKS Award. Puncak Milad akan dilaksanakan pada Ahad, 24 April 2016 di Hotel Kartika Chandra, Jakarta. [pks.id]

Keterangan Foto:  Ketua Bidang Wilayah Dakwah Indonesia Timur DPP PKS Muhammad Kasuba

posted by @Adimin

Incumbent Diingatkan Tak Gunakan Fasilitas Negara

Aceh (22/4) - Anggota DPR RI asal Aceh Muhammad Nasir Jamil mengingatkan calon-calon kepala daerah incumbent agar tidak menggunakan fasilitas negara dan aparat pemerintahan untuk kepentingan politiknya.

Nasir mengatakan rumah dinas tidak dibenarkan untuk digunakan sebagai tempat berkumpul para pendukung. Kepala Daerah diminta menunjukkan moralitasnya dan negarawan didepan rakyat.

”Tunjukkan moralitas dan negarawan kepada masyarakat. Jangan menggunakan filosopi haji mumpung, mumpung lagi ada jabatan. Saya kecewa sekali mendengar adanya kepala daerah yang menggunakan rumah jabatan untuk menerima dukungan dan sebagainya,” ujar Nasir di Aceh, Kamis (21/4/2016).

Nasir mengapresiasi sejumlah calon-calon gubernur yang sudah berani membuat posko-posko, namun Nasir juga mengaku sangat kecewa dengan calon-calon yang menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadinya.

Nasir mengatakan rencana Zaini maju pada Pilkada 2017 merupakan haknya sebagai warga negara, namun Zaini harus ingat bahwa rakyat juga punya hak agar pembangunan yang sudah diprogram untuk tetap dijalankan sehingga tidak terjadinya jeda pembangunan di Aceh.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Aceh Zaini Abdullah yang sudah menyatakan maju lagi pada Pilkada Aceh 2017 mendatang kerap menggunakan fasilitas pendopo untuk kegiatan politiknya seperti menerima fotokopi dukungan. Bahkan Zaini juga secara terang-terangan melibatkan kepala SKPA dalam kegiatan politiknya. [pks.id]

Keterangan Foto: Anggota DPR RI Muhammad Nasir Jamil

posted by @Adimin

Meski Gerbong Masih Pendek, Partai Harus Seperti Shinkansen

Depok (22/4) - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal mengatakan bahwa gerbong Partai Dakwah ini harus seperti kereta cepat Shinkansen di Jepang.

"Meski gerbong pendek akan tetapi kecepatannya harus lebih tinggi, jangan kalah dengan yang gerbongnya lebih panjang. Seperti Shinkansen kereta cepat dari Jepang, minim goncangan dan cepat," kata Mustafa di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jumat (22/4/2016).

Oleh karena itu, katanya, kader dakwah jangan terlalu bising menghadapi fenomena yang sedang terjadi.

"Jangan sampai suara terlalu keras tapi tidak sampai-sampai. Ini hanya akan memancing lawan. Lebih baik kita terus bekerja dan diam-diam sampai," ucap pria yang pernah membidangi Kepemudaan DPP PKS ini.

Hari ini adalah hari ketiga Sekolah Kepemimpinan Partai. Program ini adalah bagian dari rangkaian milad ke-18 PKS.

Diketahui, Sekolah Kepemimpinan Partai adalah salah satu rangkaian agenda Milad 18 PKS. Ketua Penyelenggara Sekolah Kepemimpinan Partai, Musholi menyebutkan Ketua DPW PKS dari seluruh wilayah dan juga Wilayah Dakwah (Wilda) di Indonesia hadir selama tiga hari dari tanggal 20 hingga 23 April 2016. [pks.id]

Keterangan Foto: Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal
posted by @Adimin

Kisah Kekaguman Fahry Ali Pada PKS

Ada kisah menarik yang disampaikan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman ketika menjadi keynote speaker dalam pertemuan di Sekolah Kepemimpinan Partai (SKP) di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Rabu (20/4) kemarin.

Akhir tahun 2005, Sohibul sedang menghadiri undangan acara peluncuran buku Arifin Panigoro. Dalam peluncuran tersebut, yang jadi pembahas adalah seorang pengamat politik bernama Fahry Ali. Pada waktu itu bisa dikatakan Fahry Ali merupakan pengagum Partai Dakwah ini. Ia pun ngobrol dengan Sohibul, namun tiba-tiba pembawa acara mengatakan kepada Fahry Ali bahwa sebelum acara dimulai hadirin diminta menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama. Fahry Ali mengiyakan, lalu ia mengatakan sesuatu ke Sohibul seperginya pembawa acara.

“Man, saya taruhan,” kata Fahry, “Pasti kamu nanti tidak nyanyi Indonesia Raya,” lanjutnya.

Terang saja pernyataan tersebut membuat Sohibul terkesiap. “Hehe..sembarangan aja, Bang. Nanti saya akan berdiri dan akan nyanyi dengan lantang. Kenapa Abang punya pikiran seperti itu?” ucap Sohibul.

Fahry Ali mengatakan bahwa itulah persepsi publik tentang PKS yang dimilai anti-Indonesia Raya, antipancasila, anti-Undang-Undang Dasar 1945 dan anti sebagainya.

Sohibul pun mengajak diskusi panjang lebar tentang PKS pada Fahry Ali.

“Kalau begitu persepsi saya salah ya, Man?” sadar Fahry.

Sohibul mengiyakan, meskipun begitu ia tetap saja penasaran dengan Fahry Ali yang mengaku pengagum PKS tapi mengatakan sesuatu yang berseberangan dengan PKS. Kemudian ia bertanya untuk meruntuhkan rasa penasaran itu.

“Bang Fahry ini kan pengagum PKS. Sekarang kalau benar PKS yang katanya anti-Indonesia Raya, antipancasila, anti-Undang-Undang Dasar 1945—ini kalau benar ya, Bang Fahry masih kagum dengan PKS atau tidak?” tantang Sohibul dengan nada ramah.

Jawabannya cukup mengejutkan, Fahry berkata, “Saya tetap mengagumi kalian (PKS)!”

“Lah, kok mau dengan yang anti segala-segalanya?” tanya Sohibul masih penasaran.

Fahry pun menjawab dengan penjelasan yang cukup menarik. “Man, yang namanya orang seperti saya itu merindukan ruang publik khususnya pengelolaan Negara yang baik. Tapi kami sadar kami tidak bisa membawa kebaikan tersebut karena kami bukan orang baik. Nah, di tengah-tengah kerinduan itu tiba-tiba muncul segerombolan anak muda yang datang ke ruang publik dengan membawa moralitas. Demonstrasi rapi, tidak mengganggu yang lain. Selesai demonstrasi bersih (dari sampah). Anggota dewannya di DPR dan DPRD hingga dibukukan ‘Bukan di Negeri Dongeng’ sampai segala macam. Jadi, buat orang-orang seperti saya, masalah di internal kamu seperti apa, anti apa anti apa, itu peduli amat! Tapi yang kamu bawa ke ruang publik yang membawa moralitas, pasti kami dukung!” aku Fahry Ali.

Kisah masa lampau doktor lulusan Jepang tersebut membuat para peserta SKP yang terdiri dari para ketua DPW, Bidang Kaderisasi dan BPSDM tersenyum dan semringah. SKP sendiri adalah salah satu rangkaian agenda Milad 18 PKS yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 20 April hingga 23 April 2016.

“Apa yang membuat mereka tertarik kepada kita? Mereka hanya merindukan hadirnya moralitas di tengah publik!” ucap Sohibul mengakhiri satu kisah klasiknya.

Ilustrasi: Sekolah Kepemimpinan Partai

posted by @Adimin

Wako Mahyeldi: “Kartini” Kuat Karena Kesabarannya

PADANG – Kuatnya “Kartini” (wanita) bukan karena mampu mengangkat beban berat. Akan tetapi kuatnya wanita karena rasa sabar yang begitu tinggi di dalam dirinya. Demikian antara lain dikatakan Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo saat membuka Peringatan Hari Kartini tingkat Kota Padang 2016 di Aula Stikes Ranah Minang, Kamis (21/4).

“Belajar sabar itu kepada wanita, bukan kepada laki-laki,” sebut Mahyeldi.

Kesabaran yang dimiliki wanita dirasakan langsung oleh Walikota di dalam kehidupannya. Seperti kesabaran yang dimiliki dari sosok nenek, orangtua, maupun pada sosok istri Walikota sendiri. 
“Saya melihat sendiri kesabaran mereka,” tukas Walikota.

Walikota mencontohkan kesabaran penuh yang dimiliki istrinya, Ny Harneli Mahyeldi. Di dalam keluarganya, peranan isteri sangat memegang peranan penting.

“Kami yang keluarga besar tentu setiap paginya cukup banyak pakaian yang menumpuk. Kalau saya yang laki-laki kalau melihat pakaian menumpuk pasti kusut pikiran, tetapi wanita tidak. Satu persatu dikerjakan akhirnya selesai juga. Inilah kesabaran,” ungkap Walikota.

Menurut Mahyeldi, kesabaran yang dimiliki setiap wanita mesti ditransformasikan kepada generasi muda saat ini. Bagaimana agar kesabaran tersebut dapat terpatri di dalam sanubari setiap generasi muda yang tidak pernah menyerah saat ingin terus mencoba. “Generasi saat ini selalu ingin cepat (tidak sabar), akan tetapi tidak mau berusaha keras. Jika ingin sukses tentu diiringi dengan pengorbanan,” hemat Walikota.

Dengan mentransformasikan kesabaran kepada generasi muda, Walikota meyakini nantinya akan terbentuk generasi yang nasionalis dan membangun bangsa. Menurut Mahyeldi, hal inilah yang selalu ada di dalam diri Raden Ajeng (RA) Kartini di masa penjajahan dulu dan perlu dimiliki oleh setiap wanita Indonesia saat ini.

“Mari kita bekalkan generasi muda dengan semangat bela Tanah Air dan rasa memiliki bangsa,” ajak Walikota.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Padang, Ny Harneli Mahyeldi berpesan kepada seluruh “Kartini” di Kota Padang. Terutama bagi yang tengah berkarir di dunia kerja untuk tetap memberi perhatian lebih kepada keluarga, suami dan anak-anak. Karena menurutnya, peranan sebagai ibu maupun isteri di keluarga tidak boleh diabaikan. “Karena tugas itulah yang akan dipertanggungjawabkan kelak,” ungkapnya.

Ny Harneli juga berharap agar wanita di Kota Padang tetap mandiri. Tidak bergantung kepada penghasilan suami. “Wanita mesti mampu mandiri dan memiliki ilmu sehingga tidak terjadi kekerasan dalam rumahtangga,” harapnya.

Dalam Puncak Peringatan Hari Kartini itu, sejumlah lomba dipertandingkan. Termasuk penilaian kepada sebelas wanita tangguh di Kota Padang. Masing-masing kecamatan mengusung seorang wanita tangguh untuk dinilai. Akhirnya pada Puncak Peringatan Hari Kartini itu tiga wanita tangguh mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Padang. Ketiganya disematkan cincin oleh Walikota Padang, Ketua TP PKK Kota Padang dan Ketua Dharma Wanita Kota Padang. [humas dan protokol kota padang]


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger