Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
August 08, 2016
posted by @Adimin
Warga Nilai Pembangunan Padang Berjalan Lancar
Written By Anonymous on 08 August, 2016 | August 08, 2016
Padang, (Antara Sumbar) - Sejumlah warga di beberapa daerah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menilai pembangunan berbagai di wilayahnya dalam satu tahun ke belakang berjalan lancar.
"Baik itu pembangunan secara fisik dan mental, secara bertahap pimpinan kota sukses melakukannya," kata Salah satu tokoh masyarakat Sunda di Sumbar, Kang Ade di Padang, Minggu.
Menurutnya pembangunan secara fisik seperti infrastruktur jalan, Pasar Raya, pertokoan hingga objek wisata, terlihat nyata terealisasi.
Sebagai contoh pantai Purus Padang yang dahulunya semrawut dengan tenda "ceper" kali ini terlihat beraturan dengan dua objek populer Menara IORA dan Menara Perdamaian.
Di samping itu penertiban pedagang kaki lima di sepanjang pantai hingga kebersihan sekitar pantai menjadi kesuksesan tambahan dari pemerintah.
Terlebih dengan peningkatan wisatawan yang memaksa penambahan bangunan hotel, menjadi gairah pertumbuhan dalam bidang ekonomi dan pariwisata yang baik bagi Padang, ujarnya.
"Renovasi jalan dan pembenahan pasar dalam waktu singkat menjadi bukti lain konsistensinya pembangunan di Padang," tambahnya.
Dalam hal pembangunan mental masyarakat beberapa program juga dinilai sukses dan baik diterima masyarakat.
Mulai dari program keagamaan seperti Hafal Al Quran, wirid mingguan, pejuang subuh dinilai membangkitkan optimisme di tengah masyarakat untuk memajukan kota.
Ditambah dengan respon pemerintah yang cukup aktif serta dibarengi tindakan menjadi jalan penghubung dengan masyarakat semakin dekat, terlebih dengan dibukanya saluran langsung antara pemerintah dan masyarakat melalui telepon langsung.
"Kami berharap hal ini jadi sesuatu yang konsisten dilakukan secara berkelanjutan, sekalipun nantinya akan berganti pimpinan atau tidak," tambah dia.
Warga lain yang merupakan pengamat politik Asrinaldi juga menilai pembangunan kota Padang telah cukup terlihat.
Akan tetapi hal ini masih belum terlihat dari peranan dewan legislatifnya.
Menurutnya, bila dewan legislatif memberikan dukungan sepenuhnya pada pembangunan kota, prosesnya semakin berjalan dengan baik.
Meskipun saat ini secara perlahan telah terlihat hubungan baik antara kedua belah pihak, koordinasi lebih mendalam harus tetap dilakukan, ujarnya.
Warga lain yang merupakan pengamat tata kota Eko Alvares juga menilai pembangunan berjalan lancar.
Sebagai contoh bertambahnya pengembang yang melakukan pembangunan dan membuat suatu pemukiman baru.
Akan tetapi menurutnya pada setiap kemajuan tentu akan dibarengi risiko, hal inilah yang harus dicarikan solusinya.
Seperti tingginya pembangunan infrastruktur mengakibatkan tingginya risiko bencana yang terjadi, seyogyanya pemerintah telah menemukan formula yang tepat untuk menyeimbangkan hal tersebut.
Sedangkan warga yang juga pengamat sejarah dan budaya Gusti Asnan menambahkan selain pembangunan di bidang infrastruktur dan mental, Padang juga harus mempertahankan khasanah budaya Minangnya.
Menurut dia sebagai simbol kebanggaan masyarakat Minang sudah seharusnya pimpinan mengakomodasi lebih berkembangkan kearifan lokal yang ada di Sumbar.
Dengan begitu pembangunan akan berjalan seimbang baik itu fisiknya, mentalnya dan budayanya.
Terpisah Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah meyakini program yang telah dicanangkannya dapat berhasil karena adanya dukungan dari masyarakat.
Menurutnya lancar atau tidaknya pembangunan dalam satu kota sangat bergantung pada penerimaan masyarakatnya terhadap kinerja pemerintah.
"Sebab dukungan ini menjadi motivasi kami untuk berbuat dan melayani lebih baik," ujarnya. [antarasumbar.com]
posted by @Adimin
Label:
Kutipan media,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 08, 2016
posted by @Adimin
Mahyeldi: Pemkot Tuntaskan Betonisasi Jalan Hingga Akhir Tahun
Padang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), akan selesaikan 241,35 Kilometer jalan hingga akhir tahun 2016 melalui program betonisasi jalan guna mempermudah akses ke sentra Usaha Kecil Menengah dan pemungkiman di kota itu.
"Sampai tahun lalu betonisasi jalan telah mencapai 153,04 Kilometer dan hingga akhir tahun ini kami akan membeton jalan 88,31 Kilometer," kata Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, saat pidato rapat paripurna istemewa dengan DPRD Kota Padang, di Padang, Minggu.
Jadi hingga akhir tahun ini betonisasi jalan di Kota Padang akan selesai 241,35 Kilometer (73,77 persen) dari 325,288 Kilometer yang telah direncanakan.
Ia mengharapkan betonisasi jalan dapat diselesaikan sampai tahun 2018 sehingga masyarakat merasa lega dan nyaman berjalan dan berkendara di jalan tersebut karena selama ini jalan yang biasa mereka tempuh menjadi jalan yang layak.
Mahyeldi Ansharullah juga berharap setelah betonisasi selesai maka perekonomian warga Padang akan meningkat karena akses jalan mereka menjadi lebih mudah.
"Sementara itu pembersihan sedimen, perbaikan, peningkatan kapasitas daya tampung, dan pembangunan dreinase baru sehingga 22,63 persen genangan air dapat diminimalisisasi," ujarnya.
Ia mengatakan pembersihan, perabaikan, dan pembangunan drainase baru tersebut merupakan program pemerintah kota tersebut untuk pengendalian bajir dan genangan air di kota tersebut.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang, Erisman mengatakan pembangunan infrastruktur seperti jalan di kota tersebut terus meningkat sehingga mempermudah masyarakat dalam menjalankan aktivitas.
"Kami sebagai mitra Pemerintah Kota Padang akan terus mendorong pemkot untuk komit dan konsisten dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat," katanya saat membuka rapat paripurna istemewa dengan DPRD Kota Padang, di Padang, Minggu.
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, mengapresiasi laju pembangunan Kota Padang karena kerjasama antara pemerintah kota, DPRD, Camat serta masyarakat sehingga daerah tersebut dapat meningkatkan pembangunan infrastrukturnya.
"Saya berharap kerjasama itu dapat ditingkatkan dan dipertahankan sehingga menjadikan Kota Padang sebagai kota metropolitan," katanya
Ia mengatakan pihaknya juga akan siap membantu Pemerintah Kota Padang untuk meningkatkan pembangunan di kota tersebut. [antarasumbar.com]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 05, 2016
posted by @Adimin
Masjid Ajarkan Nilai Keragaman seperti Prinsip Bhinneka Tunggal Ika
Written By Anonymous on 05 August, 2016 | August 05, 2016
Jakarta (4/8) - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menegaskan keragaman arsitektur dan ornamen masjid di beberapa daerah di Indonesia, sebenarnya mirip dengan dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Yaitu, meskipun memiliki bentuk bangunan yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama untuk beribadah.
Hal itu sebagaimana disampaikan Hidayat dalam Seminar Internasional “Peran masjid dalam Membentengi Umat dari Pemikiran Menyimpang”, di Aula Buya Hamka, Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan, Kamis (4/8).
“Seperti Bhinneka Tunggal Ika, memiliki bentuk bangunan yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama. Dari keragaman bangunan masjid tersebut, sesungguhnya menegaskan bahwa Islam mampu menangkap keragaman di masyarakat,” tutur alumus Ponpes Modern Gontor ini.
Corak bangunan yang berbeda tersebut, tambah Hidayat, berbeda dengan masjid yang ditemui di Turki, negara-negara Timur Tengah, Asia Timur, serta Eropa, yang relatif memiliki kesamaan dalam arsitektur serta ornamen masjid.
Oleh karena itu, Hidayat berharap dari nilai-nilai yang diajarkan Masjid tersebut, masyarakat Indonesia dapat belajar hidup berjamaah, daripada individualis. Karena dengan berjamaah, masyarakat Indonesia bisa melakukan koreksi atas paham-paham yang menyimpang, seperti radikalisme, terorisme, dan liberalisme serta paham-paham lain yang tak sesuai.
"Dari perilaku individualisme tadi bisa membuat seseorang menjadi radikal dan terorisme," ujar Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Jakarta Utara II ini.
Dengan demikian, Hidayat berharap masjid hendaknya tidak hanya menjadi tempat sujud semata. Melainkan, harus menjadi pusat segala aktivitas untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya kepada generasi muda.
“Masjid jangan hanya dijadikan tempat sujud saja namun juga harus dijadikan segala kegiatan yang bermanfaat terutama untuk generasi muda dan meningkatkan sumber daya manusia,” jelas Hidayat.
Sebab, dengan banyak melakukan aktivitas di masjid, maka kualitas masyarakat akan menjadi lebih baik. “Sebaliknya, bila dijauhkan dengan masjid, kehidupan masyarakat akan menjadi gelap gulita, penuh perilaku menyimpang,” tutup Hidayat. [pks.id]
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 04, 2016
posted by @Adimin
Snack Bihun Kekinian Membuat Lingkungan Anak Makin Tidak Aman, Harus Dilawan
Written By Anonymous on 04 August, 2016 | August 04, 2016
Jakarta (4/8) - Peredaran makanan ringan (snack) Bihun Kekinian di masyarakat membuat kondisi lingkungan untuk anak-anak makin tidak aman. Pasalnya, kemasan makanan ringan produksi kota Bandung itu mengandung unsur pornografi.
"Sungguh memprihatinkan dengan adanya makanan ringan yang tidak layak itu, anak kita sedang dalam kondisi yang semakin tidak aman," ucap Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS Wirianingsih di Jakarta, Kamis (4/8).
Karena itu menurutnya, produsen yang sengaja berniat menghancurkan masa depan bangsa Indonesia harus dilawan.
"Dilawan dengan edukasi yang tiada henti kepada orangtua hati-hati mendidik, mengasuh, dan menjaga anak-anaknya. Selain itu juga harus memberi batasan jajanan pada anak dengan memenuhi dua syarat yakni baik dan halal," terang Wirianingsih.
PKS menurut Wirianingsih, sangat mendukung dorongan publik agar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendesak produsen Bihun Kekinian snack menarik produknya yang dianggap tidak layak karena menampilkan gambar pornografi dan memasang tagline yang sangat tidak baik.
"Kami sangat mendukung sekali keputusan YLKI untuk menarik makanan ringan itu," ucapnya.
Wirianingsih mendesak kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) harus bersatu dan bekerja sama untuk menyelamatkan anak Indonesia dari ancaman pornografi.
"Sekarang seluruh pemangku kepentingan anak harus bersatu dan bekerja sama serta bergandengan tangan untuk menyelamatkan anak Indonesia. Masyarakat harus betul-betul peduli dan mengawasi lingkungan yang memberi dampak buruk pada perkembanhan anak. Anak adalah sumber daya paling potensial terhadap masa depan negara dan bangsa," ucap Wirianingsih.
Diketahui Kepala Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Ngargono memprotes camila bermerk Bihun Kekinian Snack. Produk Bihun Kekinian Snack dinilai tidak layak diedarkan karena jajanan ini memiliki kemasan berbau pornografi. Kemasan itu bisa meracuni pikiran anak-anak terkait tindakan tidak senonoh. Produk itu juga dinilai melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. Dalam peraturan itu diatur bahwa produk makanan harus dikemas secara benar dan tidak menyesatkan masyarakat.
Kepala Dinas Perindustridan dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat Hening Widiatmoko bahkan menegaskan snack Bihun Kekinian akan ditarik dari peredaran. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 04, 2016
posted by @Adimin
HNW: Semua Fraksi MPR Setujui GBHN
JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahdi mengatakan, fraksi di MPR sudah menyetujui penerapan Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Persetujuan ini didasari atas keinginan agar proses pembangunan berjalan terarah.
“Menyangkut haluan negara, wacana ini sudah disetujui seluruh fraksi dan kelompok DPD di MPR. Bahkan, masyarakat kampus dan organisasi kemasyarakatan, seperti Muhammadiyah dan NU, juga ikut mendukungan,” kata Hidayat usai menerima kunjungan Lembaga Pengkajian MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Snin (1/8).
Wacana menyangkut kembalinya GBHN, lanjut Hidayat oleh sebagian masyarakat dikaitkan dengan keinginan memperkuat kewenangan MPR ini dilakukan agar kewenangan MPR membuat haluan negara juga diikuti kewenangannya dalam mengawasai pelaksanaan haluan negara.
Namun, rencana tersebut tidak akan mudah terwujud karena sebagian masyarakat juga menghendaki kewenangan MPR tetap seperti sekarangan. Persetujuan para fraksi diharapkan dapat segera diproses lebih lanjut.
editor: erdy nasrul
Sumber: Harian Republika, 3 Agustus 2016posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 04, 2016
posted by @Adimin
Iklim Menahan Diri dan Menghormati Harus Diperkuat
Jakarta (4/8) - Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPP PKS Fahmi Alaydroes mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan iklim menahan diri dan saling menghormati. Hal tersebut berkaitan dengan kasus ujaran kebencian dari salah seorang warga Tanjungbalai yang memicu konflik.
"Hendaknya, kita semua berkewajiban menumbuhkan iklim menahan diri dan saling menghormati. Melarang supaya tidak ada tindakan satu pihak menzhalimi, melukai, menghina, mengganggu pihak lain. Terlebih dalam konteks SARA," ujarnya di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang no 82, Jakarta Selatan, Kamis (4/8/2016).
Menurutnya, sikap menahan diri menjadi penting karena peluang gesekan ditengah perbedaan sangat terbuka lebar.
"Alangkah indahnya apabila semua kita yang berbeda ini saling menahan diri dan saling menghormati. Menahan diri menjadi penting karena peluang gesekan dan konflik di tengah-tengah perbedaan sangat terbuka lebar, apalagi bila ada pihak ketiga yang memang sengaja hendak membuat onar," terangnya.
Selain itu, Fahmi juga menekankan pentingnya sikap saling menghormati antarsesama, terutama bagi seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir.
"Sementara itu, sikap saling menghormati, saling menjaga dan saling memahami merupakan keniscayaan dalam hidup berdampingan. Bila kita saling menghormati, pasti akan melahirkan suasana damai. Islam sangat menekankan pentingnya toleransi dan interaksi yang penuh kedamaian dan saling menjaga dan menghormati. Dalam hadits lain, baginda Nabi SAW juga berpesan berbicaralah yang baik atau diam," papar Fahmi.
Dirinya juga mengimbau kepada seluruh pemuka agama untuk memberikan pendidikan dan keteladanan yang baik mengenai hidup berdampingan dengan kelompok lain.
"Setiap pemuka agama, pemuka suku dan tokoh-tokoh masyarakat hendaknya selalu memberikan pendidikan dan keteladanan bagaimana kita hidup berdampingan dengan kelompok lain yang berbeda. Harus saling menghormati, dan menjunjung tinggi toleransi," pungkasnya. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 02, 2016
posted by @Adimin
Hermanto: Kerusuhan Tanjungbalai Akibat Kurangnya Pemahaman Peran Sosial
Written By Anonymous on 02 August, 2016 | August 02, 2016
Jakarta (2/8) - Ketua Wilayah Dakwah Sumatera Bagian Utara (Wilda Sumbagut) DPP PKS Hermanto menilai kerusuhan di Tanjungbalai, Sumatera Utara karena ketidakmengertian peran sosial.
“Hal tersebut terjadi karena ketidak mengertian peran sosial. Akar masalah kerusuhan bersumber dari perbedaan paham dalam interaksi sosial yang sebenarnya tidak perlu terjadi karena selama ini masyarakat Tanjungbalai hidup rukun dan berdampingan,” kata Hermanto di Jakarta, Selasa (2/8/2016).
Ia meminta agar aparat menjaga situasi yang berangsur kondusif. Jangan sampai kerusuhan yang telah mengakibatkan kerugian materil dan imateril itu kembali meluas.
“Masyarakat Tanjungbalai sangat multietnik di mana para pihak sangat penting menyadari peran sosialnya masing-masing untuk menghindari konflik,” ujar Hermanto.
Kerukunan selama ini, lanjutnya, sebenarnya sudah sangat bagus hanya perlu lebih intensif menumbuh kembangkan nilai-nilai etika sosial, toleransi dan kebangsaan.
“Pemerintah dan tokoh masyarakat perlu kerjasama lebih kuat untuk menjamin nilai-nilai tersebut dapat direalisasikan lebih nyata,” pungkas Hermanto. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
Berita Fraksi,
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 02, 2016
Presiden PKS: Kekuasaan Sarana Melipatgandakan Khidmat untuk Rakyat
Kupang (1/8) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman terus mendorong kader partainya untuk berkhidmat kepada masyarakat. Berkhidmat baik dengan atau tanpa kekuasaan.
Menurut Sohibul Iman, ada tiga bentuk khidmat yang bisa dilakukan kader PKS. Pertama, melalui bentuk pelayanan. Kedua, dengan pemberdayaan. Ketiga, dengan melakukan pembelaan atau advokasi.
"Untuk yang pertama dan kedua, bisa dilakukan tanpa kekuasaan. Karenanya, semua kader bisa lakukan ini. Tapi untuk yang ketiga, lebih efektif melalui kekuasaan," ujar Sohibul Iman.
Hal tersebut disampaikannya dalam silaturahim dengan kader PKS se-Nusa Tenggara Timur (NTT) di Hotel Swiss Bellin, Senin (1/8/2016).
Dia menegaskan, semangat khidmat untuk rakyat harus terintegrasi dalam diri setiap kader PKS. Kekuasaan menurutnya, dipahami sebagai sarana melipatgandakan khidmat.
"Tanpa kekuasaan, kita masih tetap bisa berkhidmat, tapi dengan kekuasaan khidmat jadi berlipat ganda," imbuhnya.
Dia mencontohkan, progran posko mudik yang dilakukan PKS selama musim mudik lebaran beberapa waktu lalu. "Disamping desainnya sama, gemanya juga besar. Di sosial media, fenomena ini menjadi trending topik. Ini adalah salah satu bentuk komitmen khidmat kita kepada rakyat," cetus Sohibul Iman.
Anggota Komisi X DPR RI ini lebih lanjut mengatakan, silaturahim yang digelar seperti ini masih dalam nuansa bulan syawwal. Karenanya, DPP PKS mencanangkan Halal bi Halal tahun ini dengan tema 'Aktualisasi Spirit Ramadhan dalam Khidmat untuk Rakyat di Sebelas Bulan ke Depan.'
"Ramadhan banyak insentif pahala yang Allah berikan. Kita ingin spirit itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari diri kader PKS," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPW PKS NTT Suharjito dalam sambutannya menyampaikan syukur atas kesediaan Sohibul Iman bersilaturahim tatap muka dengan kader se-NTT.
"Ekspresi getaran persaudaraan jauh lebih kuat jika bersua dan bertatap muka, jika dibandingkan dengan silaturahim lewat SMS, whatsapp dan media lainnya," tuturnya. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 01, 2016
Sumber: Kompas.com
posted by @Adimin
Presiden PKS Sayangkan Kerusuhan di Tanjungbalai
Written By Anonymous on 01 August, 2016 | August 01, 2016
MALANG, KOMPAS.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menyayangkan terjadinya kerusuhan di Tanjungbalai, Sumatera Utara yang berujung pada perusakan vihara dan klenteng.
"Ya kita pertama menyayangkan kejadian itu. Kedua adalah kami mempercayakan sepenuhnya kepada aparat untuk mengusut ini semua," katanya usai menghadiri halal bihalal DPW PKS Jawa Timur di Hotel Royal Orchids Garden, Minggu (31/7/2016).
Menurutnya, kehidupan warga Indonesia dengan suku, ras dan agama yang berbeda sudah harmonis.
Sehingga, dia meminta kepada semua pihak untuk menjaga diri dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
"Menurut saya kehidupan kita selama ini sudah harmonis dan bagus. Sehingga kita semua harus menjaga diri untuk tidak melakukan perbuatan yang menyinggung hal-hal sensitif yang lain, antar satu suku dan suku yang lain, antar satu agama dan agama yang lain," kata dia.
Beragamnya ras, suku dan agama di Indonesia, menurut Sohibul, berpotensi menyebabkan gesekan.
Gesekan bisa dihindari dengan cara saling menghargai dan tidak saling menyinggung antara yang satu dan yang lainnya.
"Memang itu yang potensial. Karena Indonesia itu memang beragam di sisi itu. Sukunya, agamanya, rasnya antar golongannya kan beragam. Itu harus dijaga," Sohibul menegaskan.
Menurutnya, banyak hal yang menyebabkan kerusuhan atas dasar perbedaan itu terjadi. Salah satunya adalah karena ada pihak yang menghasut. Selain itu, muncul persoalan kecil yang tiba-tiba menjadi besar.
"Karena itu kita serahkan ke aparat untuk menemukan penyebabnya," tambah dia.
Seperti telah diberitakan, kerusuhan terjadi di Tanjungbalai, Sumatera Utara pada Sabtu (30/7/2016) dini hari.
Amuk massa mengakibatkan beberapa vihara dan klenteng terbakar.
Tempat-tempat ibadah yang terbakar itu antara lain Vihara Tri Ratna, Vihara Avalokitesvera, Klenteng Dewi Ratna, Klenteng Dewi Samudera, Klenteng Tio Hai Bio di Jalan Asahan dan Klenteng Lyoung di Jalan Sudirman.
Massa juga merusak Vihara Vimalakirty, Klenteng Hien Tien Siong, Klenteng Macho, Klenteng Lin Kioe Ing Tong Jalan Ahmad Yani, dan Klenteng Huat Cu Keng di Jalan Juanda.
Selain itu, massa juga merusak gedung Yayasan Sosial Kemalangan dan Yayasan Putra Esa. Enam kendaraan juga dibakar dan dirusak, termasuk tiga sepeda motor dan satu becak motor.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut, kerusuhan tersebut disebabkan persoalan individu dalam bertetangga.
Polisi juga sudah mengamankan tujuh remaja yang terlibat dalam penjarahan saat kerusuhan berlangsung.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 01, 2016
posted by @Adimin
Wirianingsih: Pemberantasan Pornografi Harus dari Hulu dan Hilir
Jakarta (1/8) - Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) Wirianingsih menjelaskan bahwa pemberantasan pornografi di Indonesia harus ditangani dari hulu dan hilirnya, tidak bisa parsial.
"UU pornografi sudah disahkan pada tahun 2008. UU perlindungan anak sudah ada, UU ITE, UU Penyiaran. Semua UU itu belum cukup untuk menahan laju akses anak pada pornografi. Ada beberapa hal yang penting dilakukan di hulu dan hilir. Hulu seperti memperkuat ketahanan keluarga. Perbaiki pengasuhan anak sejak dini di rumah. Rengkuh anak-anak dengan kasih sayang, tumbuhkan kepercayaan diri yang kuat , dampingi anak dalam masa tumbuh kembangnya secara tepat," ujarnya di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang no 82, Jakarta Selatan, Senin (1/8/2016).
Selain itu, perempuan yang akrab disapa Wiwik ini juga menekankan pentingnya kohesivitas sosial yang harus terus dibangun dan peran sekolah serta guru sebagai upaya pemberantasan pornografi pada tingkat hulu.
"Kohesivitas sosial harus terus dibangun dan diperkuat dalam upaya mengawasi pergaulan anak-anak diusia rentan (SD-SMA). Sekolah dan lembaga keagamaan juga memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian anak. Terutama sekolah dan guru menjadi rumah kedua bagi anak. Jadikan rumah kedua ini juga tempat yang aman,nyaman, dan dipercaya anak," terang Wirianingsih.
Sedangkan dari hilir, menurut Wirianingsih perlu adanya kepastian dari penegakan hukum yang ada. Selama ini menurutnya bukti penegakan hukum terkait pornografi masih minim.
"UU sudah ada, buktikan penegakan hukum itu tegak. Hukum pelaku kejahatan terhadap anak sesuai UU. Pengedar pornografi dihukum sesuai UU," tegasnya.
Wirianingsih juga menambahkan, pelaku media di industri hiburan juga perlu memperhatikan urgensi pornografi dan tidak boleh hanya mementingkan kepentingan bisnis saja.
"Industri hiburan jangan memikirkan kepentingan bisnis saja sehingga menabrak norma, nilai, dan budaya masyarakat kita. Akibatnya anak dengan mudah mengakses materi tayangan pornografi dan kekerasan. Ini berbahaya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak," pungkasnya. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 01, 2016
posted by @Adimin
Hukuman Mati Pengedar Narkoba Upaya Bentengi Anak Bangsa
Jakarta (1/8) - Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPP PKS Fahmi Alaydroes menilai bahwa hukuman mati bagi para pengedar narkoba juga bisa dimaksudkan untuk membentengi anak bangsa dari ancaman narkoba.
"Hukuman mati bagi pengedar narkoba dimaksudkan untuk membentengi anak bangsa dari ancaman narkoba. Dalam perspektif Islam, hukuman balasan yang seimbang (qishash) itu diterapkan untuk melindungi kehidupan," ujarnya di kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang no 82, Jakarta Selatan, Senin (1/8/2016).
Menurutnya, efek dari narkoba yang menghancurkan tersebut berpotensi menghancurkan sebuah generasi bangsa kedepannya.
"Narkoba akan merusak dan menghancurkan kehidupan penggunanya, memporak porandakan keluarga mengancam kehidupan masyarakat, dan pada gilirannya akan menghancurkan generasi," jelasnya.
Tidak hanya itu, dirinya juga berasumsi bahwa boleh jadi peredaran narkoba dilakukan oleh sindikat dan jaringan mafia yang dengan sengaja mengincar negeri Indonesia sebagai pasar mereka.
"Narkoba beredar di kalangan pengguna melalui peran pengedar yg dengan sengaja menyebarkannya, dengan motif mendapatkan keuntungan pribadi. Bahkan boleh jadi peredaran narkoba dilakukan oleh sindikat dan jaringan mafia yg dengan sengaja menjadikan negeri kita sasaran bagi pasar besar mereka," ujar Fahmi.
Fahmi juga sepakat bahwa hukuman mati terhadap pengedar narkoba merupakan bentuk upaya negara melindungi masyarakatnya.
"Hukuman mati bagi terpidana Narkoba, yang sudah jelas terbukti dengan meyakinkan mengedarkan narkoba dalam jumlah yang besar, adalah upaya negara melindungi kehidupan rakyat dan bangsanya," pungkasnya. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN







