Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
September 03, 2016
posted by @Adimin
Pemerintah Harus Segera Bentuk Gugus Tugas Perlindungan Anak
Written By Anonymous on 03 September, 2016 | September 03, 2016
Jakarta (1/9) - Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS Wirianingsih mengimbau kepada pemerintah untuk membentuk gugus tugas perlindungan anak hingga tingkat desa atau kelurahan. Hal ini seiringan dengan munculnya berita prostitusi anak kepada kaum gay di kawasan Puncak, Bogor.
"Negara harus menjamin munculnya rasa aman orang tua terhadap anaknya. Segera bentuk gugus tugas perlindungan anak sampai tingkat desa/kelurahan. Sekarang ini kita jadi tidak tenang melepas anak untuk bermain atau berangkat ke sekolah," ujarnya di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang no 82, Jakarta Selatan, Kamis (1/9/2016).
Wiwik juga mengapresiasi kepada Mensos dan Bareskrim yang bertindak cepat menangani kasus kejahatan terhadap anak ini.
Menurutnya, beragam kejahatan yang terus mengintai anak bangsa ini perlu ditangani secara terpadu dan simultan oleh semua pihak.
"Kejahatan terus mengintai anak Indonesia, ini perlu penanganan yang terpadu dan simultan, negara dan masyarakat harus bahu-membahu bergerak terus menerus serta secara sistematis untuk lindungi anak Indonesia," ungkap ibu yang akrap disapa Wiwik ini.
Dari sisi aparatur hukum, Wiwik meminta agar pencegahan terhadap tindak kejahatan seksual dengan memberikan rasa takut/efek jera kepada para pelakunya.
"Upaya penegakkan hukum harus ditegakkan dengan sebenar-benarnya. Buat rasa takut atau efek jera kepada para penjahat terhadap anak," tegas Wiwik.
Tidak hanya itu, Wiwik juga mengimbau kepada seluruh orangtua agar memperkuat ketahanan keluarganya, seperti mendidik anak dengan baik agar memiliki karakter yang kokoh.
"Ketahanan keluarga harus diperkuat, orang tua harus aware (waspada), jaga anak-anaknya. Juga yang penting, asuh anak dengan baik agar mereka memiliki karakter yang baik dan kepribadian yang kokoh, agar kelak tidak menjadi 'pelaku kejahatan' berikutnya," pungkasnya. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 02, 2016
posted by @Adimin
Pasar Inpres Blok III Dibangun, Mahyeldi: Semoga Bisa Ditempati dalam Setahun
Written By Anonymous on 02 September, 2016 | September 02, 2016
VALORAnews - Tempat berdagang di Pasar Raya Padang kembali bertambah, seiring dengan dimulainya pembangunan Pasar Inpres Blok III, Kamis (1/9/2016). Meski Pasar Inpres Blok III baru dimulai pengerjaannya, akan tetapi pedagang yang berjualan di dekat lokasi, berharap pasar itu cepat selesai.
Hal ini diungkapkan Walikota Padang H Mahyeldi Dt Marajo, usai berdialog dengan pedagang pasar di lokasi pembangunan Pasar Inpres Blok III, Kamis siang.
"Pedagang berharap, pembangunan Pasar Inpres Blok III ini cepat selesai. Karena pedagang ingin berjualan di tempat yang nyaman, aman dan bersih tentunya," ujar Mahyeldi.
Pengerjaan Pasar Inpres Blok III ini dilakukan PT Nindya Karya. Estimasi waktu pengerjaan, pasar ini akan selesai dalam waktu satu tahun enam bulan. Pun begitu, Mahyeldi berharap, pasar tersebut segera rampung dan bisa ditempati. "Kita harapkan dalam waktu sekitar setahun ini bisa ditempati pedagang," harap Mahyeldi.
Siang itu, Mahyeldi bersama rombongan melihat langsung pemancangan tiang pancang pasar tersebut. Sejumlah alat berat bekerja gesit. "Direncanakan, sebanyak 200 lebih tiang akan digunakan untuk pasar ini," terang Mahyeldi.
Nampak hadir ketika itu di antaranya Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Fatriarman Noer, Kepala Dinas Pasar Endrizal, beserta sejumlah jajaran kerja di lingkup Pemerintah Kota Padang. Selain itu juga tampak sejumlah pedagang. Mereka ikut balanjuang (makan bersama) di lokasi Pasar Inpres Blok III itu.
Salah seorang pedagang, Rio menyebut, dirinya memang sangat berharap pasar tersebut cepat selesai. Dengan adanya Pasar Inpres Blok III, pembeli akan mudah berbelanja. Tidak lagi becek dan harus berpanas terik maupun berhujan-hujan. "Semoga pasar tradisional kita ini cepat dibangun," ungkapnya. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 02, 2016
posted by @Adimin
Mahyeldi: Parkir Meter Bisa Buat Warga Cerdas
VALORAnews - Pemko Padang menerapkan sistem parkir meter atau 'smart parking sistem' terhitung 1 September ini. Langkah awal, Padang memberlakukannya di tiga titik.
Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menyebut, penerapan parkir meter akan berdampak positif dalam membentuk warga agar disiplin dalam parkir. Selain itu, warga juga terdorong untuk lebih cerdas dalam menggunakan teknologi di saat Padang mulai menerapkan "Smart City".
"Penerapan parkir meter ini akan mengajak warga untuk lebih disiplin dan cerdas," ujar Mahyeldi saat melaunching penggunaan parkir meter di Ballroom Grand Inna Muara Hotel Padang, Kamis (1/9/2016).
Dalam penerapan parkir meter ini, Pemko Padang menggandeng PT Mas Arya Tunggal Abadi (MATA). Tiga titik diberlakukannya parkir meter ini yakni ruas Jalan Permindo, Niaga dan Pondok.
Sisi lain yang cukup menarik dalam penerapan parkir meter ini yakni warga tidak lagi harus menggunakan uang tunai. Peredaran dan transaksi dengan uang secara tunai berkurang sehingga negara dapat terbantu. "Maka lewat penggunaan parkir meter ini kita bisa memanjakan warga," terang Mahyeldi.
Penerapan parkir meter ini mendapat dukungan dari Ketua DPRD Kota Padang Erisman yang hadir dalam launching tersebut. Menurutnya Padang telah menjadi pilot project penerapan parkir meter.
"Asalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik dan tidak bocor, kami di legislatif mendukung seratus persen," tegasnya. [valora.co.id]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 01, 2016
posted by @Adimin
FPKS: Awasi dan Waspadai Penjualan BUMN Melalui Privatisasi
Written By Anonymous on 01 September, 2016 | September 01, 2016
Jakarta (1/9) – Fraksi PKS DPR RI mengajak seluruh elemen masyarakat
untuk mengawasi dan mewaspadai penjualan BUMN melalui privatisasi. Hal
itu sebagaimana disampaikan oleh Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi
PKS, Nurhasan Zaidi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/9).
“Fraksi PKS akan menjadi yang terdepan dalam menjaga aset BUMN agar
tidak jatuh ke tangan asing. Fraksi PKS juga mengajak seluruh elemen
bangsa untuk terus mengawasi dan mewaspadai penjualan BUMN berkedok
privatisasi, sebagaimana yang terjadi di era-era sebelumnya,” tegas
Nurhasan.
Diketahui, pemerintah akan melakukan privatisasi empat BUMN, sebagai
konsekuensi dari penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari APBN-P
2016 sebesar Rp 9 triliun yang telah disetujui oleh DPR bersama dengan
Pemerintah. Empat BUMN tersebut adalah PT Jasa Marga Tbk (Rp 1,25
triliun), PT Wijaya Karya Tbk (Rp 4 triliun), PT Krakatau Steel Tbk (Rp
1,5 triliun), dan PT Pembangunan Perumahan Tbk (Rp 2,25 triliun).
Adapun mengenai syarat minimal kepemilikan saham pemerintah di
masing-masing BUMN tersebut adalah 65,05 persen untuk PT Wijaya Karya
Tbk, 70 persen untuk PT Jasa Marga Tbk, 80 persen untuk PT Krakatau
Steel Tbk, dan 51 persen untuk PT Pembangunan Perumahan Tbk.
“Privatisasi kali ini akan diarahkan pada penerbitan saham baru (right issue).
Dan kami akan terus mengawasi agar penerbitan saham baru tersebut
pemerintah tetap dominan dalam penguasaan saham sesuai dengan proporsi
minimalnya masing-masing, ” jelas Nurhasan.
Nurhasan menambahkan dari privatisasi ini diharapkan dapat
memperbesar porsi pembagian deviden pemerintah daripada publik. Dengan
begitu, pemerintah dapat memberikan dukungan kepada BUMN agar dapat
berperan lebih besar dalam menunjang program-program prioritas
pemerintah.
“Fraksi PKS apresiasi usaha pemerintah untuk memaksimalkan pendapatan
negara melalui BUMN. Namun, pemerintah harus menjamin dana privatisasi
empat BUMN plat merah tersebut tidak akan digunakan untuk kepentingan
operasional, khususnya untuk membiayai proyek kereta cepat,” tegas
Nurhasan.
Oleh karena itu, Nurhasan mendesak agar empat BUMN yang telah
mendapatkan PMN tersebut, harus disiplin dalam penggunaan anggaran,
sesuai dengan business plan yang telah disepakati dalam raker bersama
dengan Komisi VI.
“Fraksi PKS, juga khususnya Komisi VI, akan terus mengawasi perbaikan
kinerja manajemen, direksi, hingga kelembagaan BUMN tersebut agar
sesuai dengan prinsip Good Cooperate Governance,” tambah Nurhasan.
Terakhir, Fraksi PKS juga berharap pemerintah memerhatikan kembali
persoalan tuntutan DPR atas kejelasan status Menteri BUMN saat ini.
“Sebab, dalam hal-hal yang strategis tersebut, kehadiran Menteri BUMN
dalam raker, tidak dapat digantikan dengan Menkeu. Justru, kehadiran
Menteri BUMN sangat penting untuk mengambil kebijakan strategis dan
politis secara cepat,” tutup Nurhasan. [fraksidpr.pks.id]
posted by @Adimin
Label:
Berita Fraksi,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 01, 2016
posted by @Adimin
PKS Terima Lawatan Parti Amanat Negara
Jakarta (31/8) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menerima lawatan Parti Amanat Negara (PAN) Malaysia. Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKS Abdul Hakim menyambut baik kehadiran partai yang masih berusia satu tahun tersebut.
"Kami akan berbagi pengalaman di bidang khidmat kepada negeri. Malaysia dan Indonesia adalah wilayah yang tak terpisahkan, memiliki kesamaan historikal dan kesamaan akidah. Selamat datang di rumah sendiri ini, kami sangat senang dengan lawatan ini. Selain itu kami berharap juga melakukan hal yang sama, seperti tagline kami berkhidmat untuk rakyat," kata Abdul Hakim di MD Building Jakarta Selatan, Rabu (31/8/2016).
Ketua Parti Amanat Negara kawasan Serdang, Malaysia Mazwan bin Johar mengatakan bahwa meski menjadi partai baru yang diisi orang dalam kancah perpolitikan Malaysia, mereka tetap ingin belajar kepada PKS.
"Kami ingin belajar sebagai partai baru meski diisi oleh orang lama. Di samping itu saya bawa pasukan baru, layanan yang diberikan PKS sangat baik meski kami bukan pimpinan baru. Tetapi mendapatkan layanan ini sangat menyenangkan," kata Mazwan dalam sambutan.
Sementara itu Ketua Bidang Kepemudaan DPP PKS Mardani Ali Sera PKS setali tiga uang dengan yang dikatakan oleh Abdul Hakim, sebagai partai yang berkhidmat PKS sangat terbuka untuk tempat berbagi.
"Tagline berkhidmat untuk rakyat tagline kami, rakyat di sini bisa kami definisikan secara luas termasuk partai-partai yang ada di dalam negeri maupun luar negeri yang bisa kami layani akan kami layani. Parti Amanah Negara belajar kepada PKS bagaimana PKS menjalankan organisasi, sistem kaderisasinya, strategi pemenangan pemilu, termasuk bagaimana PKS membangun branding atau imagenya," ujar Mardani.
PKS, kata Mardani, memang harus berhubungan baik dengan partai-partai di luar negeri dan mengembangkan kerja sama dengan pihak mana pun.
"Bagaimana pun kami tetap perlu mengembangkan kerja sama dengan pihak luar. Misalnya jika ada contoh kasus TKI kita sedang bermasalah, tentu ada penyelesaian government to government (G to G) atau party to party (P to P). Kita bisa melakukan lobi dengan Parti Amanat Negara dan parti lain yang ada di Malaysia agar bisa membantu kasus WN kita yang ada di luar. Apalagi memang PKS bukan menjadi pemain nasional tapi juga menjadi aktor yang diakui manfaat dan pengaruhnya di dunia internasional," tukas doktor lulusan Malaysia.[pks.id]
"Kami akan berbagi pengalaman di bidang khidmat kepada negeri. Malaysia dan Indonesia adalah wilayah yang tak terpisahkan, memiliki kesamaan historikal dan kesamaan akidah. Selamat datang di rumah sendiri ini, kami sangat senang dengan lawatan ini. Selain itu kami berharap juga melakukan hal yang sama, seperti tagline kami berkhidmat untuk rakyat," kata Abdul Hakim di MD Building Jakarta Selatan, Rabu (31/8/2016).
Ketua Parti Amanat Negara kawasan Serdang, Malaysia Mazwan bin Johar mengatakan bahwa meski menjadi partai baru yang diisi orang dalam kancah perpolitikan Malaysia, mereka tetap ingin belajar kepada PKS.
"Kami ingin belajar sebagai partai baru meski diisi oleh orang lama. Di samping itu saya bawa pasukan baru, layanan yang diberikan PKS sangat baik meski kami bukan pimpinan baru. Tetapi mendapatkan layanan ini sangat menyenangkan," kata Mazwan dalam sambutan.
Sementara itu Ketua Bidang Kepemudaan DPP PKS Mardani Ali Sera PKS setali tiga uang dengan yang dikatakan oleh Abdul Hakim, sebagai partai yang berkhidmat PKS sangat terbuka untuk tempat berbagi.
"Tagline berkhidmat untuk rakyat tagline kami, rakyat di sini bisa kami definisikan secara luas termasuk partai-partai yang ada di dalam negeri maupun luar negeri yang bisa kami layani akan kami layani. Parti Amanah Negara belajar kepada PKS bagaimana PKS menjalankan organisasi, sistem kaderisasinya, strategi pemenangan pemilu, termasuk bagaimana PKS membangun branding atau imagenya," ujar Mardani.
PKS, kata Mardani, memang harus berhubungan baik dengan partai-partai di luar negeri dan mengembangkan kerja sama dengan pihak mana pun.
"Bagaimana pun kami tetap perlu mengembangkan kerja sama dengan pihak luar. Misalnya jika ada contoh kasus TKI kita sedang bermasalah, tentu ada penyelesaian government to government (G to G) atau party to party (P to P). Kita bisa melakukan lobi dengan Parti Amanat Negara dan parti lain yang ada di Malaysia agar bisa membantu kasus WN kita yang ada di luar. Apalagi memang PKS bukan menjadi pemain nasional tapi juga menjadi aktor yang diakui manfaat dan pengaruhnya di dunia internasional," tukas doktor lulusan Malaysia.[pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
September 01, 2016
posted by @Adimin
Pemko Siapkan Trotoar Khusus Disabilitas
VALORAnews - Tak lama lagi Kota Padang akan memiliki kawasan ramah disabilitas. Saat ini Pemerintah Kota Padang tengah menyiapkan trotoar yang ada di jalan Permindo bagi penyandang disabilitas (cacat).
Trotoar yang ramah bagi penyandang cacat di jalan Permindo itu akan dapat dimanfaatkan dengan baik. Trotoar cukup lebar dan dilengkapi panduan khusus bagi penyandang disabilitas itu akan memudahkan.
"Kawasan Permindo yang ramah disabilitas ini akan kita resmikan pada 30 September mendatang," terang Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah saat mengunjungi lokasi tersebut, Selasa (30/8/2016) siang.
Pantauan di sepanjang jalan Permindo, trotoar bagi penyandang disabilitas itu sedang diburu pengerjaannya. Pihak Dinas Pekerjaan Umum nampak masih menyiapkan lantai trotoar. Jika dipersentase, pengerjaan trotoar ini sudah 50 persen lebih.
Saat mengunjungi lokasi tersebut, cukup banyak pedagang yang masih 'menggalas' di atas trotoar tersebut. Mahyeldi juga mengimbau pedagang untuk tidak berjualan di atas trotoar tersebut. Dengan kesadaran sendiri, pedagang kemudian memindahkan dagangannya.
Selain melihat kondisi trotoar ramah disabilitas, parkir meter yang terdapat di jalan Permindo juga menjadi sorotan. Dipandu petugas Dinas Perhubungan, Syafdan Noerdin, Mahyeldi melihat langsung cara penggunaan parkir meter tersebut. Direncanakan parkir meter ini dilaunching mulai 1 September ini. [valora.co.id]
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 31, 2016
Sumber: republika.co.id
posted by @Adimin
PKS Gelar Sekolah Kepemimpinan Partai
Written By Anonymous on 31 August, 2016 | August 31, 2016
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Tengah berencana menggelar sekolah kepemimpinan partai untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas tokoh, kader, serta pengurus PKS.
"Sekolah kepemimpinan partai ini juga menjawab tantangan masyarakat saat ini untuk memunculkan pengambil kebijakan dan pelayan publik alternatif yang memiliki kapasitas terbaik," kata Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Lembaga Profesi DPW PKS Jawa Tengah Imam Mardjuki, Rabu (31/8).
Ia menjelaskan tingkatan sekolah kepemimpinan partai dilaksanakan secara berjenjang dan sesuai dengan kapasitas yang akan dibentuk. Ia mengharapkan setelah sekolah kepemimpinan partai berjalan, setiap calon yang akan diusulkan oleh PKS sebagai pejabat publik nantinya memiliki kapasitas yang sama dan mumpuni karena telah mengikuti sekolah yang disediakan oleh PKS
"Sekolah kepemimpinan partai ini kedepan untuk menyiapkan tokoh dan calon pejabat publik, jadi nanti calon itu benar-benar punya kapasitas layak," ujarnya.
Menurut dia, sekolah kepemimpinan partai yang ideal adalah pendidikan yang diperuntukkan untuk semua level kepemimpinan partai dan pejabat publik.
"Karena sekolah kepemimpinan partai ini merupakan salah satu program baru di partai kami, maka masih perlu banyak persiapan," katanya.
Sekolah kepemimpinan partai saat ini, kata Imam, diperuntukkan meningkatkan soft skill kepemimpinan anggota dewan, pemimpin daerah, dan pengurus PKS sehingga dalam jangka pendek ini, PKS mampu untuk memberikan pelayanan maksimal untuk masyarakat, sedangkan jangka panjang memberikan alternatif pemimpin yang layak untuk Indonesia.
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 31, 2016
posted by @Adimin
Pemerintah Harus Umumkan dan Bekukan Nama Perusahaan Pembakar Hutan
Jakarta (30/08) – Anggota Komisi IV DPR RI Akmal Pasluddin meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK) untuk segera membekukan perusahaan-perusahaan pembakar hutan, baik pelaku tahun 2016 maupun tahun-tahun sebelumnya.
Bahkan, Akmal juga mendesak pemerintah mengumumkan kepada publik mengenai nama serta pimpinan perusahaan pelaku kejahatan lingkungan yang secara sengaja membakar hutan tersebut.
“Saya sejak awal tahun 2015 selalu mengingatkan kepada pemerintah di berbagai forum baik kenegaraan maupun non formal, agar masalah kebakaran ini menjadi sebuah program pengendalian utama kementerian kehutanan karena bila berhasil merupakan sebuah prestasi besar kinerja pemerintah”, ucap Akmal di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/8).
Akmal menambahkan kebakaran tahun 2015 adalah bencana paling buruk yang dialami dalam kurun waktu 15 (lima belas tahun) terakhir. Oleh karena itu, seharusnya hal tersebut menjadi bahan evaluasi ketat bagi pemerintah untuk mampu menekan angka kebakaran yang diakibatkan ulah manusia.
“Namun pada kenyataannya, selama buan Agustus 2016 saja, titik panas semakin banyak terpantau dari satelit Terra dan Aqua meskipun harus didalami titik panas itu belum tentu titik api,” jelas Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Sulawesi Utara II ini.
Di sisi lain, Akmal juga mengapresiasi koordinasi antar lembaga negara, baik kementerian LHK, Polri, TNI, BNPB, pemda, dan semua pihak termasuk presiden untuk memberikan perhatian pada proses pengendalian kebakaran tahun 2016.
“Namun begitu, Komisi IV menginginkan agar anggaran pengendalian kebakaran ini tidak ada yang menguap sedikit pun di saat kondisi keuangan negara yang sedang sulit ini,” jelas Akmal.
Berkenaan protes negara luar akibat asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, Akmal berharap sebaiknya pemerintah mampu berdiplomasi kepada negara-negara tetangga untuk dapat membantu mengendalikan asap akibat kebakaran ini. Karena hutan di Indonesia merupakan aset global penyangga oksigen bumi yang seharusnya semua pihak turut menjaga dan mempertahankan ekosistemnya.
“Saya meyakini, perusahaan-perusahaan pembakar hutan dan perusak lahan ini bukan saja berasal dari dalam negeri saja. Ada juga perusahaan-perusahaan luar yang juga melakukan perusakan dan harus bertanggungjawab untuk memulihkan hutan dan lahan yang rusak”, ungkap Akmal.
Pada desember 2015, pemerintah mengumumkan perusahaan di Sumatera dan Kalimantan yang dibekukan akibat membakar. Namun pengumuman itu hanya sebatas inisial dan asal propinsi. Dari ratusan perusahaan pembakar, hanya 23 yang dijatuhi sanksi. Bahkan di Riau, kejahatan 15 perusahaan pembakar hutan tahun 2015 dihentikan. Namun pada Agustus 2016 ini, ada upaya kapolri untuk meninjau ulang kasus penghentian perkara pembakar hutan dan lahan 15 perusahaan tersebut.
“Kami di DPR sangat mendukung pemerintah untuk melakukan tindakan tegas pada perusahaan-perusahaan perusak pembakar hutan dan lahan baik perusahaan dalam negeri maupun luar negeri. Data sudah lengkap di pemerintah siapa saja pelaku pembakar hutan ini. Tinggal tindak tegas dan umumkan secara luas," pungkas Akmal. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 29, 2016
Sumber: Republika.co.id
posted by @Adimin
PKS Ingin Kader Perempuannya Kuat dan Sehat
Written By Anonymous on 29 August, 2016 | August 29, 2016
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bidang Kepanduan dan Olahraga (BKO) DPP PKS meluncurkan program nasional kader perempuan PKS melalui komunitas Muslimah Sehat Bugar Menarik (SBM).
Ketua Departemen Olahraga dan Kebugaran DPP PKS Kays Abdul Fattah mengatakan, program ini adalah salah satu bentuk implementasi program nasional kader PKS sehat dan bugar.
"Departemen mencoba membuat program untuk kalangan perempuan agar mereka memiliki kondisi fisik yang sehat dan kuat. Workshop ini memberikan wawasan tentang kondisi kesehatan kita, memberikan gambaran awal kepada kader perempuan," kata Kays, Ahad, (28/8).
Kedua, ujar dia, peluncuran workshop dan peluncuran Komunitas SBM agar perempuan memiliki wadah untuk berkumpul dan melakukan aktivitas yang menunjang kebugaran secara rutin. Kegiatan ini skalanya nasional, jadi nanti akan dibuat di DPW-DPW, para kader bisa merekrut anggota yang sama.
Selain itu ada kegiatan daring melalui Twitter, Facebook dan Instagram. Dari situ mereka bisa saling berbagi informasi, jadi mereka bisa menerapkan kegiatan bugar di rumah melalui menu-menu yang diberikan di sarana media sosial tadi.
"Selain menerapkan kegiatan bugar, mereka juga diberi tahu pola makan yang baik seperti apa," kata Kays.
Program ini diadakan juga sebagai bentuk ikhtiar untuk hidup sehat sebab kesehatan tidak bisa diperoleh dengan tiba-tiba. Rasulullah tidak pernah sakit kecuali menjelang masa mangkatnya. "Pola makan perlu diatur dan juga olahraga. Rasulullah pernah bersabda tentang pentingnya memanah, berkuda dan berenang."
Orang yang kuat lebih dicintai daripada mukmin yang lemah. Pola hidup sehat itu semacam sistem, untuk mendapatkan sehat itu mudah dan mura, caranya pola hidup Rasulullah.
posted by @Adimin
Label:
TOPIK PILIHAN
August 29, 2016
posted by @Adimin
Lima Syarat Ini Harus Dimiliki Kader Jika Ingin Jadi Pemimpin Nasional
Depok (29/8) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman mendorong agar kader-kader partainya menjadi pemimpin yang unggul dan berkualitas. Untuk mewujudkan hal tersebut, ada lima syarat yang harus terpenuhi.
Hal itu dikatakan Sohibul Iman dalam pidatonya di Seminar Nasional Kerjasama FPKS MPR RI dengan Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Senin (29/8/2016).
"Kita perlu adanya moralitas pada calon pemimpin. Yang kedua, intelektualitas. Yang ketiga personalitas atau kepribadian. Keempat sisi humanis; dan terakhir ketegasan.Pemimpin harus unggul dan berbeda dibanding mereka yang dipimpinnya," kata Sohibul Iman.
Sohibul Iman menjelaskan, pemimpin yang mengalami transendensi akan terangkat derajatnya di atas umumnya manusia. Seorang pendakwah harus bisa melihat ketinggian ibarat sebuah benteng.
"Jangan sampai kita disibukkan dengan perkara yang jauh-jauh dari keimanan, sebagai orang yang beriman harus mengarah ke akhlak yang mulia. Untuk itu moralitas sangat penting, kita harus punya moralitas lebih baik. Naiknya derajat kita bukan diberi begitu saja oleh Allah tapi harus ada proses pendakian," ujarnya.
Di tangan pemimpin yang punya moralitas baik, lanjut mantan wakil ketua DPR RI ini, aset negara akan aman dan dijaga dengan baik.
"Aset negara tidak mungkin dikorupsi oleh pemimpin bermoralitas baik, dia akan menjaganya dengan baik. Aset negara pasti akan aman dan tidak dijual murah begitu saja," cetusnya.
Sohibul juga menekanakan, diperlukan intelektualitas untuk melengkapi moralitas. Sebab menurutnya, moralitas saja tidak cukup jika ingin bergerak mencapai tujuan kepemimpinan.
"Bagaimana cara mencapainya? Maka dibutuhkan adanya intelektualitas. Moralitas saja tidak cukup jika intelektualitas tidak jalan. Lembaga, organisasi atau negara yang dipimpinnya tidak akan maju. Menjadi pemimpin nasional harus punya kepribadian yang unggul," ucap Sohibul.
Lebih lanjut mantan rektor Universitas Paramadina ini mengatakan, selain moralitas dan intelektual, sosok pemimpin juga harus menjadi orang yang sangat humanis.
"Ketika sudah menjadi pemimpin jangan menciptakan jarak, jangan sampai hilang sisi humanisnya. Pemimpin harus menyatu dengan yang dipimpinnya, dengan rakyatnya," ujarnya.
Namun humanis tanpa ketegasan, maka seorang pemimpin akan menjadi orang yang sangat permisif.
"Humanis saja tanpa ketegasan akan menjadi permisif. Ketegasan itu sangat penting dan dibutuhkan. Tapi ketegasan saja tanpa humanisme akan menjadi sosok yang 'killer'," pungkas Sohibul. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
August 29, 2016
posted by @Adimin
Munculkan Tokoh Perempuan PKS, BPKK Gelar Seminar Nasional
Depok (29/8) - Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS bekerja sama dengan fraksi PKS MPR RI 2016 mengadakan seminar nasional bertema Wawasan Kebangsaan dan Kepemimpinan Nasional.
Ketua Bidang BPKK Wirianingsih mengatakan seminar tersebut sebagai upaya untuk memunculkan tokoh perempuan PKS yang akan berkiprah di berbagai bidang kehidupan baik di tingkat lokal maupun nasional.
"Ini juga sebagai bagian dari misi partai dan amanat munat PKS 2015, yaitu meningkatnya mobilitas sumber daya kader secara vertikal maupun horizontal ke berbagai sektor pengabdian, dan tertokohkannya sekurang-kurangnya 1000 kader yang berpengaruh di berbagai sektor pengabdian," kata Wirianingsih di Hotel Bumi Wiyata Depok, Senin (29/8/2016).
Diklat tersebut, kata dia, berlangsung empat sesi dengan durasi satu bulan sekali. Sesi pertama bertema Wawasan Kebangsaan dan Kompetensi Kepemimpinan Nasional (Agusutus 2016). Sesi kedua tentang Public Speaking & Media Relations (September 2016). Sesi ketiga mengambil tema Manajemen Mobilisasi Massa (Oktober 2016) dan sesi terakhir bertema Perencanaan Program dan Aksi Penokohan(Nopember 2016).
"Para fungsionaris perempuan PKS di tingkat provinsi dan kota/kabupaten merupakan para peserta diklat penokohan dan kepemimpinan ini," kata Wirianingsih.
Adapun tujuan dari Diklat tersebut, lanjut dia, untuk memunculkan tokoh perempuan PKS dan menguatkan ketokohannya di masyarakat tingkat Kota/Kabupaten, propinsi dan nasional, meningkatkan kuantitas dan kualitas ketokohan kader perempuan PKS.
"Juga mengoptimalkan peran tokoh kader perempuan dalam berkhidmat untuk rakyat melalui aktivitas pelayanan, pemberdayaan, dan pembelaan serta memperluas akses dan pengaruh dakwah di kalangan masyarakat," ujarnya.
Acara tersebut dibuka oleh Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS Wiriamingsih, key note speech oleh Presiden PKS Sohibul Iman dan narasumber lainnya adalah MKD DPD RI Sunmandjaya Rukmandis, Ketua Fraksi PKS MPR RI Tifatul Sembiring, Anggota DPR RI Mustafa Kamal, Anggota DPR RI Ledia Hanifa Amalia, Asda III Bidang Kesra Ahmad Hadadi, Akademisi Wibowo dan dihadiri oleh kader perempuan. [pks.id]
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN






