Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
November 14, 2016
Dia mengungkapkan, di tengah berbagai masalah yang ada, umat Islam tetap bisa berkreasi dalam meningkatkan perannya di Indonesia. Umat Islam tak pernah kehilangan perannya di Indonesia.
Menurutnya, Komunitas One Day One Juz telah memberi kontribusi yang positif, tidak hanya kepada bangsa dan negara namun juga pada dunia. "Serta memberi kontribusi bagaimana mencintai Alquran. Dengan mencintai Alquran, maka umat bisa dekat dengan Alquran," kata Hidayat.
Penggunaan nama komunitas yang memakai bahasa Inggris, menurut Hidayat, sebagai bukti umat Islam adalah ummat yang terbuka. Apalagi, Islam mengajarkan keterbukaan dan mendorong umat untuk belajar dari manapun.
Politikus PKS itu menegaskan, bahwa Alquran dan pencintanya, tak perlu dicurigai dan diawasi sebagai kelompok radikal. Justru, komunitas ini bisa berkomunikasi dengan siapa saja.
Hidayat menyatakan, Alquran mengajarkan umat Islam untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. "Alquran tidak mengajarkan kita menjadi ateis, radikalis, dan teroris," ucapnya.
Oleh karena itu, dia menyesalkan, bila ada orang menistakan dan mengolok-olok Alquran. Hidayat menuturkan, Alquran mencetak manusia yang utama. Dengan memegang Alquran, maka bangsa Indonesia menang dalam perjuangan. "Alquran tidak mencetak manusia arogan dan takabur," ujarnya.
Untuk itu dengan adanya Komunitas One Day One Juz dan Olimpiade Alquran, maka para penista dan pengolok-olok Alquran agar segera bertobat. Ia berharap, mudah-mudahkan penista dan pengolok-olok Alquran bisa tercerahkan. Sebab, Alquran panduan bagi seluruh umat manusia.
Sumber: Republika.co.id
posted by @Adimin
Hidayat Nur Wahid Ajak Umat Mencintai Alquran
Written By Anonymous on 14 November, 2016 | November 14, 2016
![]() |
| Anak kader DPC PKS Kramat Jati Jakarta sedang ikuti Mukhoyam Al Qur'an beberapa waktu lalu. (ilustrasi) |
Di tengah ribuan Komunitas One Day One Juz yang berkumpul di Stadion Patriot Kota Bekasi, Jawa Barat, Ahad (13/11), Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan, dirinya bersyukur bisa berkumpul di tengah ribuan anggota Komunitas One Day One Juz.
Dia mengungkapkan, di tengah berbagai masalah yang ada, umat Islam tetap bisa berkreasi dalam meningkatkan perannya di Indonesia. Umat Islam tak pernah kehilangan perannya di Indonesia.
Menurutnya, Komunitas One Day One Juz telah memberi kontribusi yang positif, tidak hanya kepada bangsa dan negara namun juga pada dunia. "Serta memberi kontribusi bagaimana mencintai Alquran. Dengan mencintai Alquran, maka umat bisa dekat dengan Alquran," kata Hidayat.
Penggunaan nama komunitas yang memakai bahasa Inggris, menurut Hidayat, sebagai bukti umat Islam adalah ummat yang terbuka. Apalagi, Islam mengajarkan keterbukaan dan mendorong umat untuk belajar dari manapun.
Politikus PKS itu menegaskan, bahwa Alquran dan pencintanya, tak perlu dicurigai dan diawasi sebagai kelompok radikal. Justru, komunitas ini bisa berkomunikasi dengan siapa saja.
Hidayat menyatakan, Alquran mengajarkan umat Islam untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. "Alquran tidak mengajarkan kita menjadi ateis, radikalis, dan teroris," ucapnya.
Oleh karena itu, dia menyesalkan, bila ada orang menistakan dan mengolok-olok Alquran. Hidayat menuturkan, Alquran mencetak manusia yang utama. Dengan memegang Alquran, maka bangsa Indonesia menang dalam perjuangan. "Alquran tidak mencetak manusia arogan dan takabur," ujarnya.
Untuk itu dengan adanya Komunitas One Day One Juz dan Olimpiade Alquran, maka para penista dan pengolok-olok Alquran agar segera bertobat. Ia berharap, mudah-mudahkan penista dan pengolok-olok Alquran bisa tercerahkan. Sebab, Alquran panduan bagi seluruh umat manusia.
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 14, 2016
Tiga Kunci Penyangga Kemandirian Ekonomi Daerah
Surabaya (14/11) – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menjadi keynote speaker dalam acara Sarasehan Ekonomi Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Jawa Timur, pada Senin (14/11/2016).
Dalam pidatonya, Sohibul Iman menyampaikan terdapat tiga pilar yang dapat menyangga kemandirian ekonomi suatu daerah.
“Pertama adalah Kesinambungan Fiskal (Fiscal Sustainability). Inilah pilar utama yang harus menjadi perhatian semua pihak," ujar Sohibul.
Maju dan mundurnya suatu wilayah, papar Sohibul, dipengaruhi oleh pengelolaan kebijakan fiskalnya. Pengelolaan yang baik, akan mengantarkan pemerintahan yang mampu survive dalam situasi ekonomi yang tidak stabil.
Pilar kedua yang dibutuhkan dalam mewujudkan kemandirian ekonomi daerah adalah daya saing ekonomi. Daya saing ini, ungkap dia, adalah soal pemerintah daerah mampu menciptakan peluang untuk bertahan dalam arus masyarakat global.
Selain itu, pemerintah daerah juga diharapkan dapat mengelola potensi ekonomi secara kreatif sehingga mengundang para investor untuk menanamkan modal di daerah.
Sohibul menyebut, pilar ketiga yang menjadi penyangga kemandirian ekonomi daerah adalah adanya pengelolaan pemerintah yang baik.
“Secara sederhana, asas tata kelola pemerintahan yang baik terumuskan dalam prinsip-prinsip good governance, yakni : pemerintahan yang dijalankan dengan memegang teguh prinsip partisipatif, transparansi, akuntabalitas, independensi, dan rule of law," jelas Kang Iman.
Oleh karena itu, Kang Iman mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam mewujudkan tegaknya tiga pilar tersebut.
“Mari kita perbaiki bersama segala kekurangan yang masih ada. Kita terus berikan yang terbaik dari apa yang kita bisa untuk NKRI tercinta," tutupnya.
sumber: www.pks.id
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 13, 2016
Motivasi Pelajar, Sohibul: Banyak Beasiswa Tersedia
Written By Anonymous on 13 November, 2016 | November 13, 2016
![]() |
| Anggota Komisi X DPR RI Mohamad Sohibul Iman berdialog dengan pelajar SMAN 5 Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (12/11/2016) |
TASIKMALAYA -- Pelajar sebagai generasi penerus harus memiliki tekad dan keberanian untuk bermimpi. Jangan sampai keterbatasan menghalangi kesempatan untuk lebih berprestasi. Salah satunya dengan banyak beasiswa yang tersedia. Hal itu diungkapkan Anggota Komisi X DPR RI Mohamad Sohibul Iman saat bertemu dengan siswa SMAN 3 dan SMAN 5 Tasikmalaya, Sabtu (12/11/2016).
Sohibul Iman memotivasi siswa untuk aktif mencari informasi beasiswa yang banyak tersedia. "Sekarang sudah sangat mudah mencari beasiswa. Kita tinggal manfaatkan handphone untuk mencari semua informasinya," papar anggota DPR RI FPKS dari Dapil Jabar XI yang meliputi Kabupaten Garut, Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya.
Sohibul mengatakan beasiswa dari pemerintah seperti bidik misi, beasiswa prestasi dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tidak cukup. Sebab masih banyak beasiswa lain yang tersedia.
Presiden PKS ini mengungkapkan, berprestasi itu harus diwujudkan dalam tindak keseharian. "Ikhtiar dengan baik dengan belajar baik sendiri maupun berkelompok," ujar Sohibul.
Sohibul juga mengingatkan agar para pelajar dan anak muda pada umumnya agar memiliki lingkungan yang baik. "Sebab teman itu yang akan mempengaruhi anda akan belajar sungguh-sungguh atau malah main main," papar dia.
Terakhir, ujar dia, pelajar jangan sampai melupakan doa dan ibadah. "Ini penting karena jangan sampai kita pintar saja, tapi tidak memiliki spiritualitas yang baik," papar pria asal Tasikmalaya ini.
Sohibul Iman pada kesempatan yang sama juga meninjau lokasi ruang kelas baru (RKB) untuk SMA N 5 dan Lab Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk SMA N 3 bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
sumber: www.pks.id
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 12, 2016
posted by @Adimin
Makna Kepahlawanan oleh DR. Jazuli Juwaini, MA
Written By Anonymous on 12 November, 2016 | November 12, 2016
| Relawan PKS membantu korban banjir di Pandeglang, Banten beberapa waktu lalu (ilustrasi) |
DR. Jazuli Juwaini, MA
Ketua Fraksi PKS DPR RI
Para pejuang dan pendiri republik mengajarkan satu keyakinan yang kuat kepada rakyat Indonesia bahwa kemerdekaan harus diraih, direbut, dan diperjuangkan.
Tidak ada kemerdekaan tanpa perjuangan dan pengorbanan. Para pejuang bangsa dan pahlawan mengorbankan harta benda bahkan nyawanya untuk membebaskan republik ini dari belenggu penjajahan. Mereka mengobarkan semangat juang dan nasionalisme, menyatukan kekuatan yang dimiliki untuk secara bersama-sama mengusir penjajah dari bumi pertiwi.
Pengorbanan yang mereka lakukan akhirnya berbuah kemerdekaan yang bisa kita nikmati hingga saat ini. Jika setiap 10 November rakyat Indonesia memperingati Hari Pahlawan, peringatan tersebut sejatinya adalah peringatan tentang perjuangan dan pengorbanan. Apalagi sejarah 10 November 1945, terang menggambarkan bahwa kemerdekaan bangsa ini bukan diberi tapi direbut dengan mengusir penjajah (NICA yang datang kembali dengan membonceng sekutu).
Peristiwa sebelum 10 November juga menggambarkan betapa perjuangan itu membutuhkan pengorbanan. Resolusi Jihad 25 Oktober 1945 adalah pembakarnya dan kemudian kita menemukan kisah tentang pengorbanan ulama dan santri yang luar biasa. Jika kita refleksikan dalam kehidupan hari ini, pesan utama dari peristiwa sejarah tersebut adalah generasi bangsa jangan cuma ingat peristiwa atau tahu nama pahlawan tapi lupa pelajaran penting dari kepahlawanan yaitu kesediaan berjuang dan berkorban.
Hari ini siapa pun yang sedia berjuang dan berkorban untuk kepentingan negara ia layak disebut pahlawan. Pengorbanan ini penting untuk terus kita tumbuhkan di tengah tantangan dan problem kebangsaan yang semakin kompleks.
Tantangan dan Hambatan
Indonesia adalah negara besar dengan potensi yang juga luar biasa besar. Kata penyair, negeri ini adalah ”sepenggal (surga) firdaus yang terlempar ke dunia.” Secara geografis, Indonesia terdiri dari hampir 13.677 buah pulau yang tersebar dari pulau Sumatera hingga Papua. Garis pantainya terpanjang di dunia. Sementara demografi Indonesia adalah yang terbesar keempat di dunia dengan jumlah penduduk mendekati 260 juta jiwa.
Belum lagi kemajemukan suku bangsa, bahasa, agama, menjadikan Indonesia negara dengan tingkat pluralitas/kemajemukan terbesar di dunia. Realitas kebesaran Indonesia ini menjadi anugerah sekaligus beban. Bebannya adalah tidak mudah mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan serta merajut persatuan dan kesatuan di tengah-tengah kebinekaan yang demikian besar.
Dus, membangun Indonesia yang dicita-citakan yaitu masyarakat yang adil dan sejahtera tidaklah gampang dicapai. Ada banyak prasyarat untuk itu, butuh perjuangan dan tekad yang bulat dari segenap bangsa Indonesia. Alhasil hari ini kita baru tahap menyadari betapa besar potensi bangsa ini, tapi belum sampai tahap menjadikannya aktual (menjadi anugerah) bagi bangsa Indonesia. Tanah kita subur, ibarat kata ” tongkat dibuang jadi pohon”.
Kita terkenal sebagai negara agraris, tapi sejumlah produk pertanian masih impor, petani kita miskin. Kita negara kepulauan, laut kita luas, tapi ikan kita dicuri orang, nelayan kita tidak sejahtera. Kita kaya tambang dan sumber daya mineral, minyak, batu bara, bijih besi, hingga emas tapi belum banyak memberikan manfaat ekonomi yang signifikan buat rakyat kita.
Mengapa itu terjadi? Berkaca pada makna kepahlawanan, bisa jadi ini terjadi karena kita semua tidak punya semangat perjuangan dan pengorbanan yang kuat. Banyaknya masalah yang mendera bangsa ini dan belum aktualnya potensi besar yang dimiliki bangsa ini sedikit banyak terjadi karena lemahnya semangat juang dan pengorbanan di kalangan anak bangsa termasuk di kalangan pemimpin.
Perjuangan dan pengorbanan menjadi barang mahal jika sudah bertemu dengan ego, ambisi, kepentingan pribadi atau kelompok termasuk dalam mengelola negara ini. Semua maunya serba instan: mendapatkan keuntungan instan, mendapatkan pekerjaan instan, meraih jabatan atau kedudukan instan.
Akibatnya etos dan semangat perjuangan dan pengorbanan menjadi hal yang langka. Untuk itu, negara ini butuh pemimpin, tokoh, pengusaha, profesional, dan generasi muda yang siap berkorban mengatasi ego dan kepentingan pribadi dan kelompoknya demi mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera. Itulah kunci kemajuan Indonesia.
Semangat Juang dan Pengorbanan
Semangat perjuangan dan pengorbanan mendorong sikap dan perilaku gotong royong sebagai pilar persatuan dan kesatuan. Ia mengesampingkan ego dan kepentingan pribadi/ kelompok. Sayangnya semangat itu saat ini mulai kikis. Hari ini, jujur harus kita akui, betapapun sebagai bangsa telah merdeka, tapi realitasnya kita masih terkaveling-kaveling dan terkotak-kotak dalam kepentingan pribadi, kelompok, golongan, partai dan seterusnya.
Kadang kala kita terlalu bersemangat mengedepankan ego sehingga lupa bahwa kita berjuang untuk Indonesia yang sama. Sebagai bangsa yang mewarisi potensi kebangsaan yang demikian hebat, sudah seharusnya kita kembali menapaki apa yang seharusnya untuk bangsa ini, dan jika ada seruan yang mewakili itu semua ia adalah: mari kita berlomba- lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat) untuk memajukan Indonesia dengan perjuangan dan pengorbanan yang sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Tentu seruan itu haruslah berangkat dari kecintaan kita kepada negeri ini, berangkat dari ketulusan hati untuk mengabdikan diri pada Indonesia yang kita cinta. Tanpa motif itu, ia akan kehilangan makna dan elan vitalnya. Ketika kita berangkat dari cara pandang yang sama, maka tidak ada alasan bagi siapa untuk mengklaim republik ini, mengklaim kelompoknya paling berjasa, mengklaim partainya paling nasionalis, sambil memandang rendah dan sebelah mata pihak/kelompok lainnya.
Dengan semangat yang sama, tentu tidak akan ada saling tuduh, saling tuding, dan saling menyalahkan di antara anak bangsa. Sebaliknya, yang muncul adalah saling memuji, saling mendukung, dan saling menguatkan satu sama lain. Tentu bukan berarti tidak kritik sama sekali, tapi kritik disampaikan secara santun dan beradab. Tugas kita hari ini untuk menumbuhkan spirit kepahlawanan melalui kesediaan berjuang dan berkorban di lapangan masing-masing, tapi dengan satu tujuan: memajukan Indonesia.
Hal itu bisa dilakukan dengan berkorban bagi negara, sebagaimana layaknya para founding fathers bangsa ini telah lakukan dahulu kala. Berkorban untuk bangsa adalah melakukan hal positif dan membanggakan untuk bangsa ini. Berkorban adalah menyatakan bakti yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus dan ikhlas.
Indonesia bisa maju atau sejajar posisinya dengan bangsa-bangsa lain apabila negara ini dibangun atas pengorbanan sungguh-sungguh dari mereka yang berbuat untuk bangsa ini. Harapan itu sudah terlihat dengan banyaknya gerakan-gerakan yang muncul di masyarakat yang sebagian besar dimotori oleh para generasi muda.
Gerakan voluntary untuk menyebarkan inspirasi seperti Indonesia mengajar, Indonesia bangun desa, gerakan tangan di atas, gerakan bangun jembatan, serta gerakan-gerakan sejenis yang intinya menyebarkan semangat perjuangan dan pengorbanan untuk negeri. Di kalangan profesional lahir gerakan kewirausahaan, gerakan cinta produk Indonesia dan sebagainya.
Gerakan semacam ini semangatnya adalah kolaborasi dan kooperasi (gotong royong dan kesetiakawanan) dan mengesampingkan ego dan perbedaan kepentingan. Hanya dengan cara itulah kita bisa meneladani pahlawan dan mengaktualisasikan nilai kepahlawanan dalam dimensi dan ruang kekinian.
sumber: www.pks.idposted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 12, 2016
posted by @Adimin
Sukamta: Refleksi Hari Pahlawan, Memuliakan Agama
![]() |
| Relawan PKS membantu warga dengan mobil jenazah (ilustrasi) |
Jakarta (10/11) – Sekretaris Fraksi PKS DPR RI Sukamta menilai momentum Hari Pahlawan 10 November menjadi momentum untuk mengingat kembali nilai-nilai agama yang menjadi jiwa para pendahulu dalam mewujudkan kemerdekaan bangsa ini. Agama, tegas Sukamta, menjadi tuntunan dalam melawan kezaliman para penjajah.
“Artinya, terwujudnya kemerdekaan Indonesia sangat dekat dengan perilaku mengagungkan nilai ajaran agama yang diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelas Sukamta di Jakarta, Kamis (10/11).
Sukamta menambahkan sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia, tidak lepas dari peran penting umat Islam, tentu tanpa menafikan peran dari umat beragama lainnya. Hal ini seiring dengan pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bahwa umat Islam adalah benteng terakhir pertahanan NKRI.
“Tapi jika kita refleksikan hari ini, kita patut prihatin, sebab ajaran agama dan para pemukanya justru dinistakan. Apakah ini tanda-tanda kemerdekaan bangsa kita yang kental dengan nilai-nilai agama tadi akan porak poranda? Akankah kita sendiri ataukah bangsa lain yang nantinya akan menikmati kemerdekaan?,” papar Anggota Komisi I DPR RI ini.
Sukamta mengajak kembali untuk merenung bahwa Hari Pahlawan lekat dengan sosok Bung Tomo yang saat itu berhasil membakar semangat jihad arek-arek Suroboyo untuk melawan penjajah dengan pekikan takbir 10 November 1945.
“Entah kalau tidak ada takbir, dengan apa saya bisa membangkitkan semangat para arek Suroboyo melawan penjajah. Demikian kurang lebih pernyataan Bung Tomo,” jelas wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Yogyakarta ini.
Bung Tomo , tambah Sukamta, saat itu sadar, bahwa melawan kezaliman penjajah adalah perjuangan di jalan Allah (jihad fi sabilillah). Maka pekikan takbir dengan penuh kesadaran dan pemahaman bahwa hanya Allah-lah yang Maha Besar, menjadikan penjajah yang memiliki kekuatan lengkap tersebut menjadi kecil.
“Maka bangkitlah semangat para arek Suroboyo karena pidato Bung Tomo memakai kalimat takbir. Tuhan bersama kita, kata Bung Tomo. Alhasil, kita bisa mengalahkan penjajah. Yang jadi pertanyaan menarik, mereka bangkit karena kalimat takbir-nya atau karena Bung Tomo yang memakai kalimat tersebut? Dua-duanya benar, menggunakan kata "pakai" ataupun tidak,” tegas Sukamta.
Oleh karena itu, Fraksi PKS mengajak untuk merefleksi semangat Hari Pahlawan di tengah kondisi bangsa yang kian memprihatinkan, di tengah-tengah ajaran agama dan para pemukanya dinistakan.
Kemerdekaan dan kemajuan bangsa, tegas Sukamta, bisa diraih karena para pendahulu memuliakan dan mempraktikkan ajaran nilai-nilai agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Atas berkat Rahmat Allah-lah kita merdeka. Jika sekarang kita nistakan ajaran agamaNya, maka kita khawatirkan kemerdekaan tidak bisa kita rasakan kembali karena nikmat kemerdekaan itu bisa dicabut, sebagaimana kini tanda-tandanya sudah mulai terlihat, kita sudah semakin tidak merdeka. Semoga keadaan ini tidak terjadi berlarut-larut, karena kita sendirilah yang harus terus berusaha mengubahnya,” tutup Sukamta.
sumber: www.pks.idposted by @Adimin
Label:
Berita Fraksi,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 11, 2016
Peringati Hari Pahlawan, Wako Mahyeldi Serukan Kebangkitan Bangsa Menuju 2035
Written By Anonymous on 11 November, 2016 | November 11, 2016
PADANG - Melalui momen peringatan Hari Pahlawan di tahun 2016 ini, Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo menyerukan agar seluruh masyarakat Kota Padang memaknai pengorbanan para pahlawan dan melanjutkan perjuangannya dengan mengisi kemerdekaan yang dirasakan sudah 71 tahun itu. Sehingga, melalui momen Hari Pahlawan yang jatuh setiap 10 November itu juga dapat mempersiapkan pahlawan-pahlawan selanjutnya, apalagi menjelang tahun 2035 nanti Indonesia akan mendapatkan “Bonus Demografi” yaitunya bonus di dalam bidang kependudukan.
“Dengan Bonus Demografi ini, Indonesia nantinya akan menjadi negara muda yang mayoritas penduduknya adalah para pemuda dengan usia 15 sampai 64 tahun dengan jumlahnya diperkirakan 60 persen. Oleh sebab itu, ini adalah bonus atau kelebihan untuk Indonesia, karena pada saat yang sama nantinya beberapa negara-negara lain di dunia masih banyak terdapat penduduknya yang berusia tua,” terang Mahyeldi usai menjadi pembina upacara yang dilaksanakan Pemerintah Kota Padang di Lapangan Imam Bonjol Padang, Kamis (10/11) pagi.
Menurut Walikota, Bonus Demografi tersebut tentu saja menjadi suatu berkah, karena dapat menimbulkan melimpahnya jumlah penduduk usia kerja yang akan menguntungkan Indonesia dari sisi pembangunan. Sehingga dengan itu dapat memacu pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih tinggi serta berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
"Jadi, menjelang 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, kita punya kesempatan untuk menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan terhormat di hadapan bangsa-bangsa yang lain. Maka untuk itu, mari kita bersama-sama berikan perhatian kepada para pemuda hari ini, menguatkan potensi sumber daya manusia (SDM), mengkapitalisasi potensi mereka dan meningkatkan idealisme dan rasa nasionalisme. Sehingga itu, kepada seluruh masyarakat di Kota Padang mari rapatkan barisan dan satukan langkah demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang lebih disegani,” seru Walikota.
Mahyeldi juga mengimbau, agar unsur pemerintah bersama seluruh elemen tokoh masyarakat di Kota Padang senantiasa melindungi generasi muda daripada hal-hal yang akan merusaknya. Diantaranya seperti bahaya penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas dan berbagai perbuatan negatif lainnya. Di samping itu hal-hal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa juga harus disingkirkan.
"Melalui momen Hari Pahlawan ini mari kita satukan langkah demi negeri yang lebih bermartabat dan disegani oleh bangsa-bangsa lainnya. Ingat, pada 2035 nanti kesempatan emas bagi bangsa Indonesia melalui bonus demografi tersebut. Untuk itu kita jangan sampai lengah dan lupa dalam menyukseskannya” tukasnya.
Dalam upacara yang berlangsung khidmat tersebut, dihadiri lengkap unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Padang, serta para pejuang veteran selaku pelaku sejarah perjuangan dan pembangunan bagi Ibukota Provinsi Sumatera Barat itu.
sumber: FB humas dan Protokol Kota Padang
posted by @Adimin
Label:
EDITORIAL,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 10, 2016
Pahlawan Sejati Tetap Mengabdi Meski Tanpa Gelar
Written By Anonymous on 10 November, 2016 | November 10, 2016
![]() |
| Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman membantu korban banjir (ilustrasi) |
Jakarta (10/11) - Pejuang sejati tak pernah meniatkan pengabdiannya untuk meraih gelar apa pun. Mereka tetap terhormat walau tanpa sebutan pahlawan. Hal tersebut dikatakan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman dalam rangka Hari Pahlawan.
"Gelar pahlawan memiliki bobot moral tinggi sekali. Karana itu hanya diberikan kepada pejuang yang sudah wafat dengan jejak juang super terpuji," kata Sohibul melalui akun Twitternya @msi_sohibuliman di Jakarta, Kamis (10/11/2016).
Kang Iman, demikian ia intim disapa, menilai kepahlawanan diawali dengan ketulusan dalam pengabdian. Tidak harus tampak, tapi bisa dirasakan dari hati ke hati.
"Semoga kita tidak pernah ragu untuk tulus.Kepahlawanan dibuktikan dengan pengabdian tanpa henti. Tak apa tak ditertawakan, itu ujian ketulusan. Yang penting rakyat merasakan," harap pria yang menyelesaikan S1 sampai S3 di Jepang itu.
Kang Iman menekankan bahwa kiprah pejuang berakhir saat kematian. Akan tetapi jejak kepahlawanan dengan pengabdian nan tulus tetap hidup dan menjadi spirit generasi kemudian.
sumber: www.pks.id
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 10, 2016
Wako Mahyeldi Kunjungi Penerbitan Alquran Terbesar di Malaysia
SHAH ALAM – Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo mengunjungi penerbitan Alquran terbesar di Malaysia, Senin (7/11). Perusahaan penerbit Alquran itu yakni Kumpulan Media ‘Karangkraf’ yang berada di jalan Renggam 15/5 No 1, Off Persiaran Selangor, Seksyen 15, Selangor, Shah Alam, Malaysia.
Saat berkunjung ke kantor ‘Karangkraf’, Walikota Padang diterima langsung oleh CEO Kumpulan Media ‘Karangkraf’ Datuk Dr Hussamuddin Yaacub. Selain itu juga tampak Pimpinan Redaksi ‘Sinar Harian’ Dato’ Mustafa dan Wakil Pimpinan Redaksi ‘Sinar Harian’ Encik Ahmad Yani.
Walikota melihat langsung Alquran yang diterbitkan penerbit tersebut. Walikota tampak kagum dengan Alquran yang diproduksi. Memang tampak bagus dan menarik.
“Bagus-bagus Alqurannya, kemana saja dipasarkan?” tanya Mahyeldi kepada Datuk Dr Hussamuddin Yaacub.
Datuk Dr Hussamuddin Yaacub menjawab kalau Alquran tidak saja dipasarkan di Malaysia, akan tetapi juga ke negara-negara tetangga. Pemilik percetakan itu mengaku jika jumlah Alquran yang dicetak terbilang banyak.
“Kita cetak banyak karena banyak yang minta,” terangnya.
Datuk Dr Hussamuddin Yaacub menerangkan bahwa pembaca Alquran tidak pernah berkurang, malah terus bertambah. Sebab Alquran dibaca oleh semua segmen dan kalangan.
“Berbeza dengan magazine (majalah) atau koran. Magazine dan koran versinya bisa dibaca lewat talipon, tidak untuk Alquran,” sebutnya.
Kumpulan Media ‘Karangkraf’ berada di atas lahan yang cukup besar. Di atas lahan seluas 10 hektare, terdapat percetakan dan berdiri perusahaan surat kabar “Sinar Harian” serta “Sinar TV”. Selain itu Kumpulan Media ‘Karangkraf’ juga menerbitkan majalah, novel dan lainnya. Kumpulan Media ‘Karangkraf’ memiliki omzet hingga RM 400 juta pertahun atau setara dengan Rp 1,2 triliun pertahun.
Usai berbincang-bincang, Walikota Padang bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang Medi Iswandi, Kepala Dinas Pendidikan Habibul Fuadi, serta Kepala Bagian Umum Setdako Alfiadi diajak berkeliling mengunjungi ruang redaksi dan melihat proses cetak majalah dan novel. Walikota Padang juga sempat diwawancarai dua wartawan dari surat kabar “Sinar Harian”.
sumber: FB Humas dan Protokol Kota Padang
sumber: FB Humas dan Protokol Kota Padang
posted by @Adimin
Label:
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 09, 2016
Wako Mahyeldi Kenalkan Pariwisata di Batam
Written By Anonymous on 09 November, 2016 | November 09, 2016
BATAM – Meski pariwisata Kota Padang sudah tersohor kemana-mana, akan tetapi Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo tetap memperkenalkan daerahnya ke setiap daerah yang dikunjungi.
Seperti yang dilakukan pada saat menjadi narasumber dalam ekspos dan seminar yang diadakan Ikatan Keluarga Padang Kota (IKPK) Kota Batam, Minggu (6/11) di Batam. Walikota ‘menjual’ Padang di depan seluruh undangan dan pengusaha Minang yang hadir.
Di depan seluruh undangan yang hadir, Walikota Mahyeldi menyampaikan keunggulan pariwisata Kota Padang lewat ekspos yang telah disiapkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang. Mulai dari objek wisata pantai, hingga ke objek wisata alam. Termasuk menceritakan telah mendunianya kuliner Kota Padang.
“Nasi Padang sudah dikenal dunia, bahkan enaknya Nasi Padang dijadikan lagu oleh penyanyi asal Norwegia,” sebut Mahyeldi di seminar yang digelar di Golden Prawn Hotel.
Tidak saja menceritakan objek wisata yang ada, akan tetapi Walikota Padang juga menceritakan peluang dan kemudahan investasi di Kota Padang. Walikota juga menuturkan bahwa Padang saat ini terus menata pariwisata, seperti penataan objek wisata, kesiapan masyarakat, dan lainnya.
“Kita terus mencari peluang untuk menjual Padang. Seperti menggelar iven bertaraf nasional dan internasional. Tujuan kami tentu agar Padang ramai dikunjungi banyak orang,” tukas Mahyeldi.
Pada ekspos dan seminar itu nampak hadir diantaranya Ketua ASITA Kepulauan Riau, Ketua PHRI,Ketua Otoritas Jasa Keuangan, Kacab BI Provinsi Kepulauan Riau Reizal Eka Putra, sejumlah legislator di DPRD Kepri, Sumando rang Padang yang juga pengamat sekaligus pelaku wisata yang aktif di Kadin Kepri Rahman Usman, Ketua Umum IKPK Kota Batam Ed Candra dan undangan lainnya.
Dalam kesempatan itu, cukup banyak pertanyaan yang disampaikan undangan kepada Walikota Padang. Termasuk kritikan dan masukan. Diantaranya seperti kritikan dan masukan dari pengamat sekaligus pelaku wisata yang aktif di Kadin Kepulauan Riau Rahman Usman. Menurutnya, agar pariwisata Kota Padang dikenal baik, perlu dukungan dari seluruh pihak.
Walikota Padang sangat menerima masukan dan kritikan yang disampaikan kepadanya. Mahyeldi menyebut, jika ada yang mengkritik akan jauh lebih baik daripada yang tidak mau peduli sedikitpun.
“Kritikan merupakan bentuk kepedulian. Terimakasih atas kritikan dan masukan yang bernas dari seluruh saudara kita yang ada di Batam ini dan akan kita sikapi dalam rangka kebaikan Kota Padang,” tutup Walikota Padang.
Di penghujung acara, Walikota Padang menyerahkan cenderamata kepada IKPK Kota Batam. Walikota Padang juga didaulat sebagai anggota IKPK Kota Batam dengan dipasangkannya pakaian seragam oleh Ketua Umum IKPK Kota Batam. Nampak hadir beberapa Kepala SKPD di lingkup Pemko Padang seperti Kepala Dinas Kebudyaan dan Pariwisata Kota Padang Medi Iswandi, Kepala Dinas Pendidikan Habibul Fuadi, dan Kepala Bagian Umum Setdako Alfiadi.
sumber: FB Humas dan Protokol Kota Padang
posted by @Adimin
Label:
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 08, 2016
PKS Padang Terima Kunjungan Jurusan Ilmu Politik Universitas Andalas
Written By Anonymous on 08 November, 2016 | November 08, 2016
![]() |
| foto bersama peserta diskusi PKS dan rombongan jurusan ilmu Politik Fisip Unand di ruangan pleno DPD PKS Padang, selasa (08/11). |
Padang – Partai Keadilan
Sejahtera (PKS) Kota Padang terima kunjungan Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik Unand, selasa (08/11) di ruangan pleno kantor DPD PKS
Padang.
Ketua rombongan dari fakultas Fisip Unand Prof. Dr. Sri Zul Chairiyah,
MA mengatakan kunjungan ini dalam rangka pelatihan upaya peningkatan
partisipasi pemilih pada pemilu legislatif di Kota Padang.
Dalam sambutannya
mewakili PKS Kota Padang, Ketua Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) PKS Padang
Paljariyati Yusral, SS mengucapkan terimakasih kepada ibu Prof. Sri yang telah
berkenan datang dan mengajak berdiskusi bersama PKS.
Turut hadir dalam
kesempatan ini Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga, Rita Susanti dan
Wakil Sekretaris Umum, Asdedy Sjam. Acara diskusi berjalan dengan santai,
tertib dan penuh khidmat.
![]() |
| Prof. DR. Sri Zul Chairiyah, MA selaku ketua rombongan kunjungan jurusan ilmu Politik Fisip Unand |
![]() |
| Suasana diskusi PKS dan rombongan kunjungan jurusan ilmu Politik Fisip Unand di ruangan pleno DPD PKS Padang, selasa (08/11). |
![]() |
Ketua Bidang Perempuan dan
Ketahanan Keluarga, Rita Susanti memberika penjelasan dari pertanyaan yang
diajukan oleh Prof. DR. Sri Zul Chairiyah, MA, di ruangan pleno DPD PKS Padang,
selasa (08/11).
|
![]() |
peserta diskusi dari jurusan ilmu
politik Fisip Unand menyimak dengan serius jalannya diskusi
|
![]() |
Prof. DR. Sri Zul Chairiyah, MA
selaku ketua rombongan kunjungan jurusan ilmu Politik Fisip Unand
|
posted by @Adimin
Label:
Bingkai Berita,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN
November 05, 2016
posted by @Adimin
DPC PKS Pauh Gelar Pemilihan Ketua Baru
Written By Anonymous on 05 November, 2016 | November 05, 2016
![]() |
| salam komando ketua DPD PKS Padang, H. Gufron, SS dan ketua DPC terpilih masa khidmat 2016-2020, Rafdi, ST |
Pauh - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Pauh menggelar pemilihan ketua baru masa khidmat 2016 – 2020 di Kantor DPC PKS, sabtu 05 Nopember 2016.
Pemilihan ketua DPC dihadiri oleh struktur Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS, Pengurus DPC dan Pengurus ranting (DPRa). Ketua DPD PKS Padang H. Gufron, SS mepimpin acara pemilihan ketua tersebut. Dalam arahannya ketua DPD berpesan kepada yang hadir, sebagai partai dakwah tentu harus melayani karena itu merupakan tagline PKS Berkhidmat untuk rakyat.
Lebih lanjut beliau menambahkan, semoga dengan suksesi kepemimpinan ini mampu menunaikan khidmat untuk rakyat. Maka berikan pelayanan kepada masyarakat sekecil apapun pelayanannya insya Allah jadi bermanfaat untuk masyarakat.
Dalam pemilihan tersebut ada empat kandidat yang dijadikan calon ketua, Rafdi, Gusdarmi, Kurniawan dan Srinarti. Setalah melalui musyawarah mufakat maka terpilih Rafdi, ST sebagai ketua DPC untuk masa khidmat 2016-2020. Acara pemilihan ketua DPC ini berjalan dengan tertib dan penuh khidmat. [Al Amin/humasDPD]
posted by @Adimin
Label:
Bingkai Berita,
KIPRAH KAMI,
SEPUTAR PKS,
TOKOH,
TOPIK PILIHAN















