pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Anggota MPR RI Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Bungus Teluk Kabung

Written By Anonymous on 21 November, 2016 | November 21, 2016

Sosialisasi 4 pilar MPR RI Dr. H. Hermanto, MM (tiga dari kanan) bersama masyarakat Bungus Teluk Kabung, sabtu (19/11).  Al Amin/PKSFoto
Anggota MPR RI yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. H. Hermanto, MM menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Padang, Sabtu 19 Nopember 2016. Acara ini dihadiri oleh 150 warga yang terdiri dari anggota kelompok tani, ibu-ibu majelis taklim, dan tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Hermanto mengatakan, sosialisasi 4 pilar merupakan program MPR RI yang bertujuan untuk memasyarakatkan kembali 4 Pilar Kebangsaan yang sudah mulai terlupakan.

"Sebagai warga negara dalam berkehidupan bernegara, kita wajib taat dan mengerti kepada dasar-dasar negara, yaitu empat pilar kebangsaan," ujar Hermanto. 

Empat pilar kebangsaan yang dimaksud adalah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NKRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara, Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara,” kata Hermanto.

Selain Dr. H. Hermanto, MM acara ini juga diisi oleh H. Gufron, SS (ketua DPD PKS Kota Padang) mengisi materi tentang tentang kepemudaan dam Gustami Hidayat (Sekretaris Umum DPW PKS Sumbar) yang membahas tentang fungsi 4 pilar dari sudut pandang aktivis dakwah.

Acara berjalan dengan lancar dan peserta partisipatif karena karena suasana diskusi hidup selama sosialisasi 4 pilar.


posted by @Adimin

Ahok Tersangka, Fraksi PKS Ajak Semua Pihak Hormati Proses Hukum

Written By Anonymous on 16 November, 2016 | November 16, 2016

Jakarta (16/11) - Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, mengapresiasi penetapan tersangka terhadap Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok oleh Kepolisian (Polri). Jazuli juga mengajak masyarakat mengapresiasi keputusan objektif Polri ini.

Jazuli berharap penetapan tersangka ini benar-benar dalam rangka menjunjung tinggi supremasi hukum dan memenuhi rasa keadilan masyarakat.

"Apresiasi kepada Polri yang sudah bertindak objektif menjunjung tinggi supremasi hukum dan memenuhi rasa keadilan masyarakat. Saya juga mengajak masyarakat untuk mengapresiasi keputusan Polri ini," kata Jazuli, Rabu (16/11).

Anggota Komisi I ini mengajak semua pihak menghormati proses hukum. Objektif mengawasi prosesnya agar tetap transparan dan berkeadilan. Pasalnya, kasus penodaan agama yang dilakukan Ahok telah menjadi perhatian luas masyarakat di seluruh Indonesia bahkan hingga mancanegara.

"Mari kita hormati proses hukum dan secara objektif mengawalnya sampai pengadilan sehingga supremasi hukum tegak kepada siapapun tanpa pandang bulu," tegas Jazuli.

Terakhir, Anggota DPR asal Banten ini berharap agar penetapan tersangka ini bisa menjadi pelajaran bagi siapapun agar tidak melakukan tindakan yang melecehkan atau menodai agama dan menyinggung umat beragama.

"Bangsa ini adalah bangsa yang majemuk dan kita semua sepakat mempertahankan NKRI yang ber-bhinneka ini. Syaratnya adalah kita saling menghargai dan menghormati perbedaan serta menumbuhkan sikap toleransi diantara anak bangsa," pungkas Jazuli.

Sumber: beritasatu.com


posted by @Adimin

Bangun Kerjasama, Fraksi PKS Kunjungi Fraksi Partai Penguasa di Inggris

London (15/11) - Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini memimpin rombongan Pimpinan dan Anggota Fraksi PKS DPR RI dalam lawatan ke Inggris. Salah satu agenda dari lawatan ini adalah Pertemuan Persahabatan dengan Fraksi Partai Konservatif Inggris yang merupakan fraksi partai berkuasa saat ini.

"Pertemuan ini dalam rangka persahabatan, membuka komunikasi, dan peluang kerjasama dua fraksi dua negara Indonesia-Inggris. Partai Konservatif adalah partai tertua di Inggris berdiri tahun 1678 dan sejak itu menjadi partai utama dan berkuasa di Inggris," kata Jazuli di London, Inggris Selasa, (14/11), waktu setempat.

Fraksi PKS, lanjut Jazuli, ingin belajar bagaimana membangun institusi partai yang kuat sekaligus berkuasa secara efektif untuk memakmurkan negara.

"Fraksi PKS ingin mengambil spirit pelembagaan partai di negara maju ini. Bagaimana mengelola kekuasaan, memenangkan hati rakyat dan membangun konstituensi, sehingga mampu bertahan hingga ratusan tahun sampai sekarang dan memberi warna dalam sistem politik dan ekonomi negara," ungkap Doktor Bidang Manajemen dari UNJ ini.

Dalam kesempatan tersebut, Fraksi Partai Konservatif diwakili oleh Lord Astor, sekaligus juga sebagai Mantan Menteri Pertahanan masa pemerintahan David Cameron, serta Anggota House of Lord dan Wakil Ketua Kerjasama Antarparlemen yang memiliki fokus kerjasama dengan Indonesia. Kepada Lord Astor, Jazuli Juwaini menyampaikan paparan tentang Indonesia sebagai negara majemuk dalam banyak hal dan memilih sistem demokrasi yang kian terlembaga.

"Indonesia berpenduduk terbesar keempat dunia dengan beragam etnik budaya dan agama dan semua bisa hidup berdampingan secara damai. Ini bagian yang kami syukuri di Indonesia dan kami ingin belajar dari Inggris melalui Fraksi Partai Konservatif bagaimana membangun walfare state yang kuat," ungkap Jazuli.

Anggota Komisi I ini menambahkan, Indonesia adalah negara terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan pertumbuhan ekonomi selalu di atas 5 persen dalam 15 tahun terakhir.

"Indonesia bisa menjadi mitra strategis bagi United Kingdom dan pintu masuk ke Asean. PKS siap menjadi mitra sebagai counterpart di Inggris," tandas Jazuli.

Lord Astor menyambut gembira dan apresiatif atas kunjungan persahabatan Fraksi PKS. 

"Saya (dan Fraksi Partai Konservatif) akan selalu menjadi sahabat baik bagi Indonesia dan akan membalas kunjungan Fraksi PKS pada bulan Februari," ungkap Lord Astor.

Selain bertemu dengan Fraksi Partai Konservatif, lawatan Fraksi PKS ini dijadwalkan bertemu dengan Fraksi Partai Buruh, NGO Tell Mama yang begerak dalam advokasi korban islamphobia, Direktur Islamic Center London, lembaga caritas Islamic Relief, serta Kedutaan Besar Indonesia di Inggris.

"Fraksi PKS berkepentingan untuk menjalin hubungan internasional yang lebih bersahabat dengan mitra dunia bukan saja untuk belajar tentang pengalaman dan kemajuan yang mereka capai tapi juga untuk berbagi pengalaman Indonesia dalam mewujudkan tata dunia yang lebih harmonis dan berkeadilan," ungkap Jazuli.

Untuk itu, lanjut Politisi PKS dari Dapil Banten ini, Fraksi PKS juga mempromosikan pandangan dan pengalaman Indonesia dalam beragam aspek seperti pelaksanaan demokrasi, kehidupan beragama, dan penghormatan terhadap keberagaman.

Pimpinan dan Anggota Fraksi PKS yang ikut serta Sukamta (Sekretaris Fraksi/Anggota Komisi I), Aboe Bakar Al-Habsy (Wakil Ketua Fraksi/Anggota Komisi III), Iskan Qolba Lubis (Wakil Ketua Komisi VIII), Rofi Munawar (Wakil Ketua BKSAP), Andi Akmal Pasludin (Anggota Komisi IV), dan Johan Rosihan (Anggota DPRD NTB).

sumber: www.pks.id


posted by @Adimin

Hidayat Nur Wahid Ajak Umat Mencintai Alquran

Written By Anonymous on 14 November, 2016 | November 14, 2016

Anak kader DPC PKS Kramat Jati Jakarta sedang ikuti Mukhoyam Al Qur'an beberapa waktu lalu. (ilustrasi)
Di tengah ribuan Komunitas One Day One Juz yang berkumpul di Stadion Patriot Kota Bekasi, Jawa Barat, Ahad (13/11), Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan, dirinya bersyukur bisa berkumpul di tengah ribuan anggota Komunitas One Day One Juz. 

Dia mengungkapkan, di tengah berbagai masalah yang ada, umat Islam tetap bisa berkreasi dalam meningkatkan perannya di Indonesia. Umat Islam tak pernah kehilangan perannya di Indonesia.

Menurutnya, Komunitas One Day One Juz telah memberi kontribusi yang positif, tidak hanya kepada bangsa dan negara namun juga pada dunia. "Serta memberi kontribusi bagaimana mencintai Alquran. Dengan mencintai Alquran, maka umat bisa dekat dengan Alquran," kata Hidayat.

Penggunaan nama komunitas yang memakai bahasa Inggris, menurut Hidayat, sebagai bukti umat Islam adalah ummat yang terbuka. Apalagi, Islam mengajarkan keterbukaan dan mendorong umat untuk belajar dari manapun.

Politikus PKS itu menegaskan, bahwa Alquran dan pencintanya, tak perlu dicurigai dan diawasi sebagai kelompok radikal. Justru, komunitas ini bisa berkomunikasi dengan siapa saja.

Hidayat menyatakan, Alquran mengajarkan umat Islam untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. "Alquran tidak mengajarkan kita menjadi ateis, radikalis, dan teroris," ucapnya.

Oleh karena itu, dia menyesalkan, bila ada orang menistakan dan mengolok-olok Alquran. Hidayat menuturkan, Alquran mencetak manusia yang utama. Dengan memegang Alquran, maka bangsa Indonesia menang dalam perjuangan. "Alquran tidak mencetak manusia arogan dan takabur," ujarnya. 

Untuk itu dengan adanya Komunitas One Day One Juz dan Olimpiade Alquran, maka para penista dan pengolok-olok Alquran agar segera bertobat. Ia berharap, mudah-mudahkan penista dan pengolok-olok Alquran bisa tercerahkan. Sebab, Alquran panduan bagi seluruh umat manusia.

Sumber: Republika.co.id


posted by @Adimin

Tiga Kunci Penyangga Kemandirian Ekonomi Daerah

Surabaya (14/11) – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menjadi keynote speaker dalam acara Sarasehan Ekonomi Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Jawa Timur, pada Senin (14/11/2016).

Dalam pidatonya, Sohibul Iman menyampaikan terdapat tiga pilar yang dapat menyangga kemandirian ekonomi suatu daerah.

“Pertama adalah Kesinambungan Fiskal (Fiscal Sustainability). Inilah pilar utama yang harus menjadi perhatian semua pihak," ujar Sohibul.

Maju dan mundurnya suatu wilayah, papar Sohibul, dipengaruhi oleh pengelolaan kebijakan fiskalnya. Pengelolaan yang baik, akan mengantarkan pemerintahan yang mampu survive dalam situasi ekonomi yang tidak stabil.

Pilar kedua yang dibutuhkan dalam mewujudkan kemandirian ekonomi daerah adalah daya saing ekonomi. Daya saing ini, ungkap dia, adalah soal pemerintah daerah mampu menciptakan peluang untuk bertahan dalam arus masyarakat global.

Selain itu, pemerintah daerah juga diharapkan dapat mengelola potensi ekonomi secara kreatif sehingga mengundang para investor untuk menanamkan modal di daerah.

Sohibul menyebut, pilar ketiga yang menjadi penyangga kemandirian ekonomi daerah adalah adanya pengelolaan pemerintah yang baik.

“Secara sederhana, asas tata kelola pemerintahan yang baik terumuskan dalam prinsip-prinsip good governance, yakni : pemerintahan yang dijalankan dengan memegang teguh prinsip partisipatif, transparansi, akuntabalitas, independensi, dan rule of law," jelas Kang Iman.

Oleh karena itu, Kang Iman mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam mewujudkan tegaknya tiga pilar tersebut.

“Mari kita perbaiki bersama segala kekurangan yang masih ada. Kita terus berikan yang terbaik dari apa yang kita bisa untuk NKRI tercinta," tutupnya.

sumber: www.pks.id


posted by @Adimin

Motivasi Pelajar, Sohibul: Banyak Beasiswa Tersedia

Written By Anonymous on 13 November, 2016 | November 13, 2016

Anggota Komisi X DPR RI Mohamad Sohibul Iman berdialog dengan pelajar SMAN 5 Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (12/11/2016)
TASIKMALAYA -- Pelajar sebagai generasi penerus harus memiliki tekad dan keberanian untuk bermimpi. Jangan sampai keterbatasan menghalangi kesempatan untuk lebih berprestasi. Salah satunya dengan banyak beasiswa yang tersedia. Hal itu diungkapkan Anggota Komisi X DPR RI Mohamad Sohibul Iman saat bertemu dengan siswa SMAN 3 dan SMAN 5 Tasikmalaya, Sabtu (12/11/2016).

Sohibul Iman memotivasi siswa untuk aktif mencari informasi beasiswa yang banyak tersedia. "Sekarang sudah sangat mudah mencari beasiswa. Kita tinggal manfaatkan handphone untuk mencari semua informasinya," papar anggota DPR RI FPKS dari Dapil Jabar XI yang meliputi Kabupaten Garut, Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya.

Sohibul mengatakan beasiswa dari pemerintah seperti bidik misi, beasiswa prestasi dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tidak cukup. Sebab masih banyak beasiswa lain yang tersedia.

Presiden PKS ini mengungkapkan, berprestasi itu harus diwujudkan dalam tindak keseharian. "Ikhtiar dengan baik dengan belajar baik sendiri maupun berkelompok," ujar Sohibul.

Sohibul juga mengingatkan agar para pelajar dan anak muda pada umumnya agar memiliki lingkungan yang baik. "Sebab teman itu yang akan mempengaruhi anda akan belajar sungguh-sungguh atau malah main main," papar dia.

Terakhir, ujar dia, pelajar jangan sampai melupakan doa dan ibadah. "Ini penting karena jangan sampai kita pintar saja, tapi tidak memiliki spiritualitas yang baik," papar pria asal Tasikmalaya ini.

Sohibul Iman pada kesempatan yang sama juga meninjau lokasi ruang kelas baru (RKB) untuk SMA N 5 dan Lab Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk SMA N 3 bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

sumber: www.pks.id


posted by @Adimin

Makna Kepahlawanan oleh DR. Jazuli Juwaini, MA

Written By Anonymous on 12 November, 2016 | November 12, 2016

Relawan PKS membantu korban banjir di Pandeglang, Banten beberapa waktu lalu (ilustrasi)
DR. Jazuli Juwaini, MA
Ketua Fraksi PKS DPR RI
Para pejuang dan pendiri republik mengajarkan satu keyakinan yang kuat kepada rakyat Indonesia bahwa kemerdekaan harus diraih, direbut, dan diperjuangkan.
Tidak ada kemerdekaan tanpa perjuangan dan pengorbanan. Para pejuang bangsa dan pahlawan mengorbankan harta benda bahkan nyawanya untuk membebaskan republik ini dari belenggu penjajahan. Mereka mengobarkan semangat juang dan nasionalisme, menyatukan kekuatan yang dimiliki untuk secara bersama-sama mengusir penjajah dari bumi pertiwi.
Pengorbanan yang mereka lakukan akhirnya berbuah kemerdekaan yang bisa kita nikmati hingga saat ini. Jika setiap 10 November rakyat Indonesia memperingati Hari Pahlawan, peringatan tersebut sejatinya adalah peringatan tentang perjuangan dan pengorbanan. Apalagi sejarah 10 November 1945, terang menggambarkan bahwa kemerdekaan bangsa ini bukan diberi tapi direbut dengan mengusir penjajah (NICA yang datang kembali dengan membonceng sekutu).
Peristiwa sebelum 10 November juga menggambarkan betapa perjuangan itu membutuhkan pengorbanan. Resolusi Jihad 25 Oktober 1945 adalah pembakarnya dan kemudian kita menemukan kisah tentang pengorbanan ulama dan santri yang luar biasa. Jika kita refleksikan dalam kehidupan hari ini, pesan utama dari peristiwa sejarah tersebut adalah generasi bangsa jangan cuma ingat peristiwa atau tahu nama pahlawan tapi lupa pelajaran penting dari kepahlawanan yaitu kesediaan berjuang dan berkorban.
Hari ini siapa pun yang sedia berjuang dan berkorban untuk kepentingan negara ia layak disebut pahlawan. Pengorbanan ini penting untuk terus kita tumbuhkan di tengah tantangan dan problem kebangsaan yang semakin kompleks.
Tantangan dan Hambatan
Indonesia adalah negara besar dengan potensi yang juga luar biasa besar. Kata penyair, negeri ini adalah ”sepenggal (surga) firdaus yang terlempar ke dunia.” Secara geografis, Indonesia terdiri dari hampir 13.677 buah pulau yang tersebar dari pulau Sumatera hingga Papua. Garis pantainya terpanjang di dunia. Sementara demografi Indonesia adalah yang terbesar keempat di dunia dengan jumlah penduduk mendekati 260 juta jiwa.
Belum lagi kemajemukan suku bangsa, bahasa, agama, menjadikan Indonesia negara dengan tingkat pluralitas/kemajemukan terbesar di dunia. Realitas kebesaran Indonesia ini menjadi anugerah sekaligus beban. Bebannya adalah tidak mudah mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan serta merajut persatuan dan kesatuan di tengah-tengah kebinekaan yang demikian besar.
Dus, membangun Indonesia yang dicita-citakan yaitu masyarakat yang adil dan sejahtera tidaklah gampang dicapai. Ada banyak prasyarat untuk itu, butuh perjuangan dan tekad yang bulat dari segenap bangsa Indonesia. Alhasil hari ini kita baru tahap menyadari betapa besar potensi bangsa ini, tapi belum sampai tahap menjadikannya aktual (menjadi anugerah) bagi bangsa Indonesia. Tanah kita subur, ibarat kata ” tongkat dibuang jadi pohon”.
Kita terkenal sebagai negara agraris, tapi sejumlah produk pertanian masih impor, petani kita miskin. Kita negara kepulauan, laut kita luas, tapi ikan kita dicuri orang, nelayan kita tidak sejahtera. Kita kaya tambang dan sumber daya mineral, minyak, batu bara, bijih besi, hingga emas tapi belum banyak memberikan manfaat ekonomi yang signifikan buat rakyat kita.
Mengapa itu terjadi? Berkaca pada makna kepahlawanan, bisa jadi ini terjadi karena kita semua tidak punya semangat perjuangan dan pengorbanan yang kuat. Banyaknya masalah yang mendera bangsa ini dan belum aktualnya potensi besar yang dimiliki bangsa ini sedikit banyak terjadi karena lemahnya semangat juang dan pengorbanan di kalangan anak bangsa termasuk di kalangan pemimpin.
Perjuangan dan pengorbanan menjadi barang mahal jika sudah bertemu dengan ego, ambisi, kepentingan pribadi atau kelompok termasuk dalam mengelola negara ini. Semua maunya serba instan: mendapatkan keuntungan instan, mendapatkan pekerjaan instan, meraih jabatan atau kedudukan instan.
Akibatnya etos dan semangat perjuangan dan pengorbanan menjadi hal yang langka. Untuk itu, negara ini butuh pemimpin, tokoh, pengusaha, profesional, dan generasi muda yang siap berkorban mengatasi ego dan kepentingan pribadi dan kelompoknya demi mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera. Itulah kunci kemajuan Indonesia.
Semangat Juang dan Pengorbanan
Semangat perjuangan dan pengorbanan mendorong sikap dan perilaku gotong royong sebagai pilar persatuan dan kesatuan. Ia mengesampingkan ego dan kepentingan pribadi/ kelompok. Sayangnya semangat itu saat ini mulai kikis. Hari ini, jujur harus kita akui, betapapun sebagai bangsa telah merdeka, tapi realitasnya kita masih terkaveling-kaveling dan terkotak-kotak dalam kepentingan pribadi, kelompok, golongan, partai dan seterusnya.
Kadang kala kita terlalu bersemangat mengedepankan ego sehingga lupa bahwa kita berjuang untuk Indonesia yang sama. Sebagai bangsa yang mewarisi potensi kebangsaan yang demikian hebat, sudah seharusnya kita kembali menapaki apa yang seharusnya untuk bangsa ini, dan jika ada seruan yang mewakili itu semua ia adalah: mari kita berlomba- lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat) untuk memajukan Indonesia dengan perjuangan dan pengorbanan yang sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Tentu seruan itu haruslah berangkat dari kecintaan kita kepada negeri ini, berangkat dari ketulusan hati untuk mengabdikan diri pada Indonesia yang kita cinta. Tanpa motif itu, ia akan kehilangan makna dan elan vitalnya. Ketika kita berangkat dari cara pandang yang sama, maka tidak ada alasan bagi siapa untuk mengklaim republik ini, mengklaim kelompoknya paling berjasa, mengklaim partainya paling nasionalis, sambil memandang rendah dan sebelah mata pihak/kelompok lainnya.
Dengan semangat yang sama, tentu tidak akan ada saling tuduh, saling tuding, dan saling menyalahkan di antara anak bangsa. Sebaliknya, yang muncul adalah saling memuji, saling mendukung, dan saling menguatkan satu sama lain. Tentu bukan berarti tidak kritik sama sekali, tapi kritik disampaikan secara santun dan beradab. Tugas kita hari ini untuk menumbuhkan spirit kepahlawanan melalui kesediaan berjuang dan berkorban di lapangan masing-masing, tapi dengan satu tujuan: memajukan Indonesia.
Hal itu bisa dilakukan dengan berkorban bagi negara, sebagaimana layaknya para founding fathers bangsa ini telah lakukan dahulu kala. Berkorban untuk bangsa adalah melakukan hal positif dan membanggakan untuk bangsa ini. Berkorban adalah menyatakan bakti yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus dan ikhlas.
Indonesia bisa maju atau sejajar posisinya dengan bangsa-bangsa lain apabila negara ini dibangun atas pengorbanan sungguh-sungguh dari mereka yang berbuat untuk bangsa ini. Harapan itu sudah terlihat dengan banyaknya gerakan-gerakan yang muncul di masyarakat yang sebagian besar dimotori oleh para generasi muda.
Gerakan voluntary untuk menyebarkan inspirasi seperti Indonesia mengajar, Indonesia bangun desa, gerakan tangan di atas, gerakan bangun jembatan, serta gerakan-gerakan sejenis yang intinya menyebarkan semangat perjuangan dan pengorbanan untuk negeri. Di kalangan profesional lahir gerakan kewirausahaan, gerakan cinta produk Indonesia dan sebagainya.
Gerakan semacam ini semangatnya adalah kolaborasi dan kooperasi (gotong royong dan kesetiakawanan) dan mengesampingkan ego dan perbedaan kepentingan. Hanya dengan cara itulah kita bisa meneladani pahlawan dan mengaktualisasikan nilai kepahlawanan dalam dimensi dan ruang kekinian.
sumber: www.pks.id


posted by @Adimin

Sukamta: Refleksi Hari Pahlawan, Memuliakan Agama

Relawan PKS membantu warga dengan mobil jenazah (ilustrasi)
Jakarta (10/11) – Sekretaris Fraksi PKS DPR RI Sukamta menilai momentum Hari Pahlawan 10 November menjadi momentum untuk mengingat kembali nilai-nilai agama yang menjadi jiwa para pendahulu dalam mewujudkan kemerdekaan bangsa ini. Agama, tegas Sukamta, menjadi tuntunan dalam melawan kezaliman para penjajah.
“Artinya, terwujudnya kemerdekaan Indonesia sangat dekat dengan perilaku mengagungkan nilai ajaran agama yang diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelas Sukamta di Jakarta, Kamis (10/11). 
Sukamta menambahkan sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia, tidak lepas dari peran penting umat Islam, tentu tanpa menafikan peran dari umat beragama lainnya. Hal ini seiring dengan pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bahwa umat Islam adalah benteng terakhir pertahanan NKRI.
“Tapi jika kita refleksikan hari ini, kita patut prihatin, sebab ajaran agama dan para pemukanya justru dinistakan. Apakah ini tanda-tanda kemerdekaan bangsa kita yang kental dengan nilai-nilai agama tadi akan porak poranda? Akankah kita sendiri ataukah bangsa lain yang nantinya akan menikmati kemerdekaan?,” papar Anggota Komisi I DPR RI ini.
Sukamta mengajak kembali untuk merenung bahwa Hari Pahlawan lekat dengan sosok Bung Tomo yang saat itu berhasil membakar semangat jihad arek-arek Suroboyo untuk melawan penjajah dengan pekikan takbir 10 November 1945. 
“Entah kalau tidak ada takbir, dengan apa saya bisa membangkitkan semangat para arek Suroboyo melawan penjajah. Demikian kurang lebih pernyataan Bung Tomo,” jelas wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Yogyakarta ini.
Bung Tomo , tambah Sukamta, saat itu sadar, bahwa melawan kezaliman penjajah adalah perjuangan di jalan Allah (jihad fi sabilillah). Maka pekikan takbir dengan penuh kesadaran dan pemahaman bahwa hanya Allah-lah yang Maha Besar, menjadikan penjajah yang memiliki kekuatan lengkap tersebut menjadi  kecil. 
“Maka bangkitlah semangat para arek Suroboyo karena pidato Bung Tomo memakai kalimat takbir. Tuhan bersama kita, kata Bung Tomo. Alhasil, kita bisa mengalahkan penjajah. Yang jadi pertanyaan menarik, mereka bangkit karena kalimat takbir-nya atau karena Bung Tomo yang memakai kalimat tersebut? Dua-duanya benar, menggunakan kata "pakai" ataupun tidak,” tegas Sukamta.
Oleh karena itu, Fraksi PKS mengajak untuk merefleksi semangat Hari Pahlawan di tengah kondisi bangsa yang kian memprihatinkan, di tengah-tengah ajaran agama dan para pemukanya dinistakan. 
Kemerdekaan dan kemajuan bangsa, tegas Sukamta, bisa diraih karena para pendahulu memuliakan dan mempraktikkan ajaran nilai-nilai agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 
“Atas berkat Rahmat Allah-lah kita merdeka. Jika sekarang kita nistakan ajaran agamaNya, maka kita khawatirkan kemerdekaan tidak bisa kita rasakan kembali karena nikmat kemerdekaan itu bisa dicabut, sebagaimana kini tanda-tandanya sudah mulai terlihat, kita sudah semakin tidak merdeka. Semoga keadaan ini tidak terjadi berlarut-larut, karena kita sendirilah yang harus terus berusaha mengubahnya,” tutup Sukamta.
sumber: www.pks.id


posted by @Adimin

Peringati Hari Pahlawan, Wako Mahyeldi Serukan Kebangkitan Bangsa Menuju 2035

Written By Anonymous on 11 November, 2016 | November 11, 2016

PADANG - Melalui momen peringatan Hari Pahlawan di tahun 2016 ini, Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo menyerukan agar seluruh masyarakat Kota Padang memaknai pengorbanan para pahlawan dan melanjutkan perjuangannya dengan mengisi kemerdekaan yang dirasakan sudah 71 tahun itu. Sehingga, melalui momen Hari Pahlawan yang jatuh setiap 10 November itu juga dapat mempersiapkan pahlawan-pahlawan selanjutnya, apalagi menjelang tahun 2035 nanti Indonesia akan mendapatkan “Bonus Demografi” yaitunya bonus di dalam bidang kependudukan.

“Dengan Bonus Demografi ini, Indonesia nantinya akan menjadi negara muda yang mayoritas penduduknya adalah para pemuda dengan usia 15 sampai 64 tahun dengan jumlahnya diperkirakan 60 persen. Oleh sebab itu, ini adalah bonus atau kelebihan untuk Indonesia, karena pada saat yang sama nantinya beberapa negara-negara lain di dunia masih banyak terdapat penduduknya yang berusia tua,” terang Mahyeldi usai menjadi pembina upacara yang dilaksanakan Pemerintah Kota Padang di Lapangan Imam Bonjol Padang, Kamis (10/11) pagi.

Menurut Walikota, Bonus Demografi tersebut tentu saja menjadi suatu berkah, karena dapat menimbulkan melimpahnya jumlah penduduk usia kerja yang akan menguntungkan Indonesia dari sisi pembangunan. Sehingga dengan itu dapat memacu pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih tinggi serta berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

"Jadi, menjelang 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, kita punya kesempatan untuk menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan terhormat di hadapan bangsa-bangsa yang lain. Maka untuk itu, mari kita bersama-sama berikan perhatian kepada para pemuda hari ini, menguatkan potensi sumber daya manusia (SDM), mengkapitalisasi potensi mereka dan meningkatkan idealisme dan rasa nasionalisme. Sehingga itu, kepada seluruh masyarakat di Kota Padang mari rapatkan barisan dan satukan langkah demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang lebih disegani,” seru Walikota.

Mahyeldi juga mengimbau, agar unsur pemerintah bersama seluruh elemen tokoh masyarakat di Kota Padang senantiasa melindungi generasi muda daripada hal-hal yang akan merusaknya. Diantaranya seperti bahaya penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas dan berbagai perbuatan negatif lainnya. Di samping itu hal-hal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa juga harus disingkirkan.

"Melalui momen Hari Pahlawan ini mari kita satukan langkah demi negeri yang lebih bermartabat dan disegani oleh bangsa-bangsa lainnya. Ingat, pada 2035 nanti kesempatan emas bagi bangsa Indonesia melalui bonus demografi tersebut. Untuk itu kita jangan sampai lengah dan lupa dalam menyukseskannya” tukasnya.

Dalam upacara yang berlangsung khidmat tersebut, dihadiri lengkap unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Padang, serta para pejuang veteran selaku pelaku sejarah perjuangan dan pembangunan bagi Ibukota Provinsi Sumatera Barat itu. 

sumber: FB humas dan Protokol Kota Padang


posted by @Adimin

Pahlawan Sejati Tetap Mengabdi Meski Tanpa Gelar

Written By Anonymous on 10 November, 2016 | November 10, 2016

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman membantu korban banjir (ilustrasi)
Jakarta (10/11) - Pejuang sejati tak pernah meniatkan pengabdiannya untuk meraih gelar apa pun. Mereka tetap terhormat walau tanpa sebutan pahlawan. Hal tersebut dikatakan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman dalam rangka Hari Pahlawan.

"Gelar pahlawan memiliki bobot moral tinggi sekali. Karana itu hanya diberikan kepada pejuang yang sudah wafat dengan jejak juang super terpuji," kata Sohibul melalui akun Twitternya @msi_sohibuliman di Jakarta, Kamis (10/11/2016).

Kang Iman, demikian ia intim disapa, menilai kepahlawanan diawali dengan ketulusan dalam pengabdian. Tidak harus tampak, tapi bisa dirasakan dari hati ke hati.

"Semoga kita tidak pernah ragu untuk tulus.Kepahlawanan dibuktikan dengan pengabdian tanpa henti. Tak apa tak ditertawakan, itu ujian ketulusan. Yang penting rakyat merasakan," harap pria yang menyelesaikan S1 sampai S3 di Jepang itu.

Kang Iman menekankan bahwa kiprah pejuang berakhir saat kematian. Akan tetapi jejak kepahlawanan dengan pengabdian nan tulus tetap hidup dan menjadi spirit generasi kemudian. 

sumber: www.pks.id


posted by @Adimin

Wako Mahyeldi Kunjungi Penerbitan Alquran Terbesar di Malaysia

SHAH ALAM – Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo mengunjungi penerbitan Alquran terbesar di Malaysia, Senin (7/11). Perusahaan penerbit Alquran itu yakni Kumpulan Media ‘Karangkraf’ yang berada di jalan Renggam 15/5 No 1, Off Persiaran Selangor, Seksyen 15, Selangor, Shah Alam, Malaysia.

Saat berkunjung ke kantor ‘Karangkraf’, Walikota Padang diterima langsung oleh CEO Kumpulan Media ‘Karangkraf’ Datuk Dr Hussamuddin Yaacub. Selain itu juga tampak Pimpinan Redaksi ‘Sinar Harian’ Dato’ Mustafa dan Wakil Pimpinan Redaksi ‘Sinar Harian’ Encik Ahmad Yani.

Walikota melihat langsung Alquran yang diterbitkan penerbit tersebut. Walikota tampak kagum dengan Alquran yang diproduksi. Memang tampak bagus dan menarik.

“Bagus-bagus Alqurannya, kemana saja dipasarkan?” tanya Mahyeldi kepada Datuk Dr Hussamuddin Yaacub.

Datuk Dr Hussamuddin Yaacub menjawab kalau Alquran tidak saja dipasarkan di Malaysia, akan tetapi juga ke negara-negara tetangga. Pemilik percetakan itu mengaku jika jumlah Alquran yang dicetak terbilang banyak.

“Kita cetak banyak karena banyak yang minta,” terangnya.

Datuk Dr Hussamuddin Yaacub menerangkan bahwa pembaca Alquran tidak pernah berkurang, malah terus bertambah. Sebab Alquran dibaca oleh semua segmen dan kalangan.

“Berbeza dengan magazine (majalah) atau koran. Magazine dan koran versinya bisa dibaca lewat talipon, tidak untuk Alquran,” sebutnya.

Kumpulan Media ‘Karangkraf’ berada di atas lahan yang cukup besar. Di atas lahan seluas 10 hektare, terdapat percetakan dan berdiri perusahaan surat kabar “Sinar Harian” serta “Sinar TV”. Selain itu Kumpulan Media ‘Karangkraf’ juga menerbitkan majalah, novel dan lainnya. Kumpulan Media ‘Karangkraf’ memiliki omzet hingga RM 400 juta pertahun atau setara dengan Rp 1,2 triliun pertahun.

Usai berbincang-bincang, Walikota Padang bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang Medi Iswandi, Kepala Dinas Pendidikan Habibul Fuadi, serta Kepala Bagian Umum Setdako Alfiadi diajak berkeliling mengunjungi ruang redaksi dan melihat proses cetak majalah dan novel. Walikota Padang juga sempat diwawancarai dua wartawan dari surat kabar “Sinar Harian”.

sumber: FB Humas dan Protokol Kota Padang


posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger