pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

- - - - - - - - - Ramadhan 6 (TAUHID, MISI SEMUA NABI) - - - - - - - - -

Written By NeoBee on 09 June, 2017 | June 09, 2017




Ramadhan 6

TAUHID, MISI SEMUA NABI
(إياك نعبد)

Mengesakan Allah SWT dalam segala bentuk ibadah, dan tidak mempersekutukanNya dengan yang lain merupakan risalah semua Nabi dan Rasul. Tidak ada Nabi yang pernah diutus oleh Allah melainkan dia menyuruh umatnya menyembah Allah semata.

Ini nabiyullah Nuh as, seorang Nabi dan Rasul yang menyembah Allah semata. Beliau membawa risalah tauhid kepada kaumnya, diceritakan dalam QS Hud 25-26:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوْحًا إِلٰى قَوْمِهٖ إِنِّيْ لَكُمْ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ . أَنْ لَّا تَعْبُدُوْا إِلَّا اللّٰهَۗ إِنِّيْ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ أَلِيْمٍ.
Artinya: "Dan sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata), "Sesungguhnya aku ini adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kalian. Agar kalian tidak menyembah selain Allah. Aku benar-benar khawatir kalian akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat pedih."

Begitu juga Nabi Hud yang diutus Allah kepada kaum 'Ad. Beliau menyembah Allah semata, dan membawa risalah tauhid kepada kaumnya. Allah berfirman:

وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا ۚ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا مُفْتَرُونَ
Artinya: "Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) saudara mereka, Huud. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Kamu hanyalah mengada-adakan saja. (QS Hud: 50).

Begitu juga Nabi Shaleh yang diutus Allah kepada kaum Tsamud. Beliau menyembah Allah semata dan membawa risalah tauhid, mendakwahi kaumnya untuk hanya menyembah Allah dan tidak mengambil tuhan-tuhan yang lain. Allah berfirman:

وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا ۚ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ
Artinya: "Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kalian dari bumi (tanah) dan menjadikan kalian pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)". (QS Huud: 61)

Selanjutnya Nabi Syi'aib, Allah kirim kepada kaum Madyan. Beliau menyembah Allah semata dan menyeru kaumnya untuk mentauhidkan Allah. Dalam firmanNya, Allah menegaskan:

وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۚ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ وَلَا تَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ ۚ إِنِّي أَرَاكُمْ بِخَيْرٍ وَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ مُحِيطٍ
Artinya: "Dan kepada (penduduk) Mad-yan (Kami utus) saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kalian kurangi takaran dan timbangan, sesungguhnya aku melihat kalian dalam keadaan yang baik (mampu) dan sesungguhnya aku khawatir terhadap kalian akan azab hari yang membinasakan (kiamat)". (QS Huud: 84)

Nabi Isa as, Allah utus kepada kaumnya bani Israil. Menyeru mereka untuk mentauhidkan Allah, menyembahnya semata dan tidak mempersekutu kanNya. Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۗ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ
Artinya: "Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kalian. Karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus". (QS Ali Imran: 51).

Secara general Allah menyatakan bahwa semua Nabi atau Rasul yang Dia utus kepada kaumnya masing-masing, semuanya membawa risalah tauhid, mengajak untuk menyembah Allah semata. Allah berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ.
Artinya: "Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut (tuhan selain Allah) itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)." (QS An Nahl: 36).

Maka semua Nabi dan Rasul menganut agama yang sama yaitu agama tauhid (menyembah Allah semata). Rasulullah saw menegaskan tentang satunya agama para Nabi:

عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ـ : " الأنبياء إخوة لعلات ، أمهاتهم شتى ودينهم واحد. (رواه أبو داود)
Artinya: Diriwayatkan dari abu Hurairah bhw Rasulullah bersabda: "Para Nabi itu saudara-saudara sekeluarga. Ibu mereka berbeda-beda, tapi agamanya satu." (Hadits marfu' riwayat Abu Daud).

Bahkan di dalam beberapa ayat, Allah mengabarkan bahwa Nabi Isa shalat dan berzakat, Ibunda Maryam melakukan shalat rukuk dan sujud, Nabi Zakaria juga shalat, Nabi Yahya shalat, Nabi Ibrahim dan Ismail shalat di depan Ka'bah. Lebih dari itu, Rasulullah saw menjadi imam shalat berjamaah bersama para Nabi dan Rasul pada malam isra' dan mikraj di Masjidil Aqsa.

Dengan demikian, agama para Nabi itu sama yaitu agama tauhid. Dan mereka semua menyembah Allah semata. Mari bergabung dalam barisan orang-orang mulia sepanjang zaman. Jalan orang-orang yang telah Allah beri mereka nikmat. Dan itulah jalan yang lurus.

Oleh : Irsyad Syafar, Lc., MEd
 

posted by @Adimin

- - - - - - - - - Ramadhan 5 (HANYA KEPADAMU KAMI MENYEMBAH) - - - - - - - - -

Written By NeoBee on 08 June, 2017 | June 08, 2017


Ramadhan 5

HANYA KEPADAMU KAMI MENYEMBAH
(إياك نعبد)

Ini adalah Tauhid Uluhiyah. Pengakuan bahwa hanya Allah satu-satunya yang berhak disembah. Sangat semakna dengan kalimat Laa ilaaha illallah, tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah.

Dengan pengakuan bahwa hanya kepada Allah saja kita beribadah (menyembah) inilah yang menjadikan status kita sebagai seorang muslim. Sebab, kalau hanya sekedar mengakui adanya Allah (Tuhan), kita masih sama dengan orang kafir. Karena mereka juga percaya adanya tuhan. Hanya saja mereka tidak menyembah Tuhan yang sebenarnya.

Allah mengabarkan kondisi orang-orang kafir dan musyrik dalam FirmanNya:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ فَأَنَّى يُؤْفَكُونَ (61)
Artinya: "Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: `Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?` Tentu mereka akan menjawab: `Allah`, maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar).(QS. Al ankabut:61).

Kaum musyrikin mengakui bahwa Allah itu ada, menciptakan langit dan bumi, menundukkan matahari dan bulan, menurunkan air hujan dan menghidupkan bumi dari matinya, akan tetapi mereka tidak menyembah Allah. Mereka tetap menyembah berhala. Itulah sebabnya, mengakui adanya Allah/Tuhan belum membuat seseorang menjadi muslim. Menyembah dan beribadah kepada Allah satu-satunyalah yang menjadikan seseorang sebagai seorang muslim.

Pengakuan kita yang terucap minimal 17 kali dalam sehari ini, menegaskan bahwa tidak ada ibadah, tidak ada ketaatan dan tidak ada penyembahan kecuali hanya kepada Allah SWT.

Dengan pengakuan ini, kita membebaskan diri dari kesyirikan, yang dosa syirik itu merupakan dosa yang tidak akan Allah ampuni sama sekali. Allah berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفْتَرَىٰٓ إِثْمًا عَظِيمًا
Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (QS An nisa: 48).

Rasulullah saw juga telah menyampaikan bahwa beribadah kepada Allah SWT merupakan hak Allah atas hambaNya:

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ - رضي الله عنه - قَالَ: كُنْتُ رِدْفَ رَسُولِ اللّهِ صلى الله عليه و سلم عَلَى حِمَارٍ يُقَالُ لَهُ عُفَيْرٌ. قَالَ: فَقَالَ: يَا مُعَاذُ! أَتَدْرِي مَا حَقُّ اللّهِ عَلَى الْعِبَادِ وما حقُّ العبادِ عَلَى الله؟ قَالَ قُلْتُ: الله وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: «فَإِنَّ حَقَّ اللّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوا اللّهِ وَلاَ يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئاً. وَحَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ لاَ يُعَذِّبَ مَنْ لاَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئاً» قَالَ قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللّهِ! أَفَلاَ أُبَشِّرُ النَّاسَ؟ قَالَ: «لاَ تُبَشِّرْهُمْ. فَيَتَّكِلُوا.
Artinya: Dari Muadz bin Jabal ra, dia berkata, "Aku sedang berbonceng dengan Rasulullah saw. Lalu Beliau berkata: "Wahai Muadz, tahukah kamu apa hak Allah terhadap hambaNya dan apa hak hamba terhadap Allah?". Muadz menjawab, "Allah dan RasulNya saja yang lebih tahu". Rasulullah berkata: "Hak Allah terhadap manusia adalah mereka menyembahnya dan tidak mempersekutukanNya dengan satu apapun. Sedangkan hak manusia kepada Allah adalah Dia tidak menyiksa siapa yang tidak mempersekutukanNya". Muadz bertanya, "Apakah tidak sebaiknya aku ceritakan ini kepada mereka semua?". Rasulullah menjawab: "Jangan dulu, nanti mereka bermalas-malasan". (HR Bukhari dan Muslim).

Jelaslah bahwa tugas utama manusia di dunia adalah mentauhidkan Allah dalam seluruh ibadahnya. Tidak ada tuhan-tuhan lain yang diibadahi selain Allah. Dan itu diikrarkan setiap hari dalam shalat di setiap rakaat. Itupun masih ditambah lagi dalam setiap doa iftitah:

إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Artinya: "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam".

Namun kemudian - dalam kenyataannya- tidak sedikit manusia yang menyembah dan mengibadahi tuhan-tuhan lain dalam kehidupannya. Bisa dalam bentuk menyembah harta, jabatan, hawa nafsu (pria dan wanita). Kehidupannya tersandra oleh semua kekuatan lain itu dari menyembah Allah.
Gara-gara harta atau jabatan atau juga lawan jenis, berkurang ibadahnya, atau tertunda ibadahnya atau bahkan tidak sempat beribadah. Itu semua tentunya sangat bertentangan dengan pengakuan "hanya kepadaMu kami menyembah...".

Hadirnya ramadhan menyadarkan kita kembali bahwa misi utama kita di dunia ini adalah beribadah. Sekaligus memperkuat ikrar yang terus berulang kita ucapkan. Mari rehatkan sejenak diri kita dari hiruk-pikuknya dunia yang takkan pernah habis. Kecuali saat tubuh kita sudah berkalang tanah.
 

Oleh : Irsyad Syafar, Lc., MEd

posted by @Adimin

- - - - - - - - - Ramadhan 4 (RAJA HARI PEMBALASAN) - - - - - - - - - -

Written By neobattosai on 05 June, 2017 | June 05, 2017


Di dunia ini begitu banyak raja dan penguasa. Bahkan, tidak sedikit orang yang berprilaku bagaikan raja. Berbuat dan berkata seenaknya, tak peduli orang sekitarnya dan apa akibatnya. Ada raja di pemerintahan, ada raja di perusahaan, raja di pasar, raja dalam pergaulan juga termasuk raja di jalanan.

Bahkan, di dunia ini ada orang-orang yang berperilaku bagaikan Tuhan. Atau malah mengklaim diri sebagai Tuhan. Kata dan ucapannya adalah wahyu, mutlak kebenarannya. Orang lain mesti menyembah menghambakan diri kepadanya. Dan itu muncul dari zaman ke zaman. Dahulu ada raja Namrudz yang mengaku sebagai tuhan. Mengklaim diri bisa menghidupkan dan mematikan. Juga ada firaun yang juga mengaku sebagai tuhan selain Allah.
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَآجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رِبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ ﴿٢٥٨﴾
Artinya: "Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan". Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (QS Al baqarah: 258)

وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرِي فَأَوْقِدْ لِي يَا هَامَانُ عَلَى الطِّينِ فَاجْعَلْ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَطَّلِعُ إِلَىٰ إِلَٰهِ مُوسَىٰ وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ مِنَ الْكَاذِبِينَ
Artinya: Dan berkata Fir`aun: "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta". (QS Al Qashash: 38).
Begitulah di dunia ini, banyak raja dan bahkan tuhan-tuhan palsu. Namun, di akhirat kelak hanya ada satu raja, yaitu Allah 'azza wa jalla.
Dialah Allah Raja hari pembalasan, atau Raja hari kiamat. Ketika seluruh manusia dibangkitkan kembali pada hari kiamat, dalam keadaan telanjang bulat. Sebagaimana Rasulullah saw pernah mengabarkan:

عن عائشة -رضي الله تعالى عنها- قالت: سمعت رسول الله -صلى الله عليه وسلم- يقول: "يحشر الناس يوم القيامة حفاة عراة غُرْلاً". قلت: يا رسول الله، الرجال والنساء جميعاً ينظر بعضهم إلى بعض؟، قال: "يا عائشة الأمر أشد من أن يُهمهم ذلك".
Artinya: Diriwayatkan dari Aisyah ra, dia mendengar Rasulullah saw bersabda: "Manusia akan dibangkit pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang bulat dan belum dikhitan". Aisyah bertanya, "Wahai Rasulullah, laki-laki perempuan semuanya akan saling melihat satu sama lain?". Rasulullah menjawab, "Wahai Aisyah, urusan pada hari itu sangat menakutkan untuk mereka hendak melihat satu sama lain". (HR Bukhari)

Setelah semua dibangkait, maka Allah menyeru seluruh manusia, "Siapakah pemilik kerajaan pada hari ini?". Tidak ada satu manusia yang bisa menjawab. Semua terdiam. Allah sendiri yang menjawab pertanyaanNya, "Milik Allah Yang Maha Esa, lagi Maha Menaklukkan". (Dalam QS Al Mukmin: 16).

Suasana di akhirat memang sangat berbeda dengan suasana dunia. Di dunia orang bisa bicara seenaknya, sepenuh mulutnya, seisi perutnya atau bahkan sesuai dengkulnya. Sedangkan pada hari kiamat nanti, Allah menjadi Raja satu-satunya. Yang lain adalah rakyat atau budak. Tidak satupun manusia bisa bicara, kecuali dengan izinNya. Semua mulut terkunci, tak berdaya. Allah berfirman:

يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلَائِكَةُ صَفًّا ۖ لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَٰنُ وَقَالَ صَوَابًا (38)
Artinya: "Pada hari dimana Jibril dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali yang telah diberi izin oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, dan ia mengucapkan kata yang benar." (QS An Naba: 38)

Dalam ayat lain Allah nyatakan:

وَخَشَعَتِ الْأَصْوَاتُ لِلرَّحْمَٰنِ فَلَا تَسْمَعُ إِلَّا هَمْسًا.
Artinya: ".... dan merendahlah semua suara kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja". (QS Thaha: 108).

يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَسَعِيدٌ .
Artinya: "Dikala datang hari (kiamat) itu, tidak ada seorang pun yang bicara, melainkan dengan izinNya. Maka diantara mereka ada yang celaka dan ada yang bahagia". (QS Hud: 105).

Maka pada hari kiamat, Allah SWT menjadi penguasa tunggal. Tidak ada raja lain selainNya, seperti halnya saat di dunia. Para raja di dunia menjadi hina dan rendah di akhirat. Tak berdaya sedikitpun. Jangankan kekuasaan, untuk berbicara saja sudah tidak dapat izin.

Allah adalah Raja hari pembalasan karena semua manusia akan dihisab dihadapanNya, satu persatu, dengan amalannya masing-masing. Jika amalannya baik maka dia akan mendapatkan kebaikan. Jika buruk, maka dia akan mendapatkan keburukan dan kesengsaraan.

Segala keputusan berada di tanganNya. Apakah Dia akan menyiksa atau mengampuni seorang hamba, maka itu sepenuhnya menjadi hakNya. 

وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (١٤)
Artinya: "Dan hanya milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki, dan akan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Al Fath: 14)

Tidak satupun manusia yang akan dapat membantu manusia yang lain. Allah berfirman:

يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْئًا ۖ وَالْأَمْرُ يَوْمَئِذٍ لِّلَّهِ
Artinya: "Hari itu seseorang tak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah." (QS Al Infithar: 19).
Begitulah dahsyatnya hari pembalasan dan begitulah agungnya kekuasaan dan kerajaanNya. Maka, sesungguhnya puasa merupakan salah satu modal utama untuk bekal perjalan di kampung akhirat.

Seorang tabi'in, al-Ahnaf bin Qais rahimahullah, pernah ditanya: "Sesungguhnya anda ini orang yang sudah tua, dan sungguh puasa membuatmu lemah.” Maka beliau berkata: ”Sungguh aku menyiapkannya (puasa) untuk perjalanan yang panjang (hari Akhirat). Dan bersabar di dalam ketaatan kepada Allah subhanahu wa Ta’al lebih ringan bagiku daripada sabar terhadap adzabnya.”

Rasulullah saw bersabda:
عن عبد الله بن عمرو، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الصيام والقرآن يشفعان للعبد يوم القيامة يقول الصيام : أي رب إني منعته الطعام والشهوات بالنهار فشفعني فيه ، ويقول القرآن رب منعته النوم بالليل فشفعني فيه ، فيشفعان.
Artinya: "Puasa dan Al-Qur'an akan memberi syafa'at bagi hamba pada pada hari kiamat. Puasa berkata : " YA ALLAh aku mencegahnya dari makan dan memuaskan syahwat pada siang hari, maka jadikanlah aku sebagai penolongnya. Al-Quran berkata : Ya Allah aku mencegahnya dari tidur malam hari, maka jadikanlah aku sebagai penolongnya. Maka keduanya diterima Allah SWT ". ( HR. Ahmad dari Abdullah bin Amr dishahihkan oleh Albany).

Wallahu A'laa wa A'lam.

Oleh : Irsyad Syafar, Lc. MEd
 

posted by @Adimin

Ramadhan 3 (DIA YANG MAHA PENGASIH MAHA PENYAYANG)

Written By neobattosai on 04 June, 2017 | June 04, 2017




Ramadhan 3

DIA YANG MAHA PENGASIH MAHA PENYAYANG
(الرحمن الرحيم)

Allah telah mensifati dirinya dengan dengan sifat kasih sayang dalam dua namaNya Yang Mulia, yaitu Ar Rahman dan Ar Rahim.

Ar Rahman adalah bentuk superlatif dari sifat penyayang. Maka Allah adalah sangat penyayang. Ar Rahim juga bentuk superlatif yang bermakna sama dengan Ar Rahman.

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa ada perbedaan antara Ar Rahman dengan Ar Rahim. Imam Ibnu Katsir mengutip perkataan Abu Ali Alfarisi bahwa Ar Rahman mencakup seluruh kasih sayang Allah. Baik kepada orang beriman maupun kepada orang kafir. Adapun Ar Rahim adalah kasih sayang khusus dari Allah untuk orang-orang beriman. Allah berfirman:

هو الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا
Artinya: "Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman." (QS Al Ahzab: 43).

Ibnul Mubarak seorang senior tabiin menambah penjelasan tentang beda Ar Rahman dengan Ar Rahim: "Ar Rahman bila diminta akan Dia beri. Sedangkan Ar Rahim kalau tidak diminta, Dia akan marah". Lalu beliau mengutip hadits Imam Tarmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah:

من لم يسأل الله يغضب عليه.
"Barang siapa yang tidak meminta kepada Allah, niscaya Dia akan marah kepadanya".

Imam Ibnu Jarir Ath Thabary juga menjelaskan bahwa rahmannya Allah lebih luas dari pada rahimNya. Karena kasih sayang Rahman mencakup seluruh makhluknya, di dunia dan di akhirat. Sedangkan rahimNya adalah kasih sayang khususNya untuk orang yang beriman.

Ar Rahman merupakan nama khusus Allah yang tidak boleh selainNya diberi nama tersebut. Dan Allah menyuruh hamba-hambaNya untuk berdoa menyeru Nama Allah atau Nama Ar Rahman:

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا
Artinya: Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu". (QS Al Isra: 110).

Karenanya, berdoa dengan kalimat Yaa Allah dan Yaa Ar Rahman merupakan bentuk doa yang diperintakan oleh Allah.

RahmanNya Allah adalah kasih sayangNya yang umum. Mulai dari penciptaan berbagai ragam makhluk, memberinya rezeki, menunjukinya hal-hal yang terkait dengan kemashlahatan umum dan berbagai hal untuk eksistensi hidup di dunia.

Adapun RahimNya Allah, merupakan kasih sayang khusus bagi orang yang beriman. Mencakup: bimbinganNya bagi para waliNya sehingga tetap di jalan kebenaran, cahaya iman yang Dia berikan kepada hambaNya, taufiq dan hidayahNya agar seorang hamba tetap dalam amal shaleh, dan terhindar dari perbuatan dosa.

Kehadiran bulan Ramadhan dengan segala kemuliaannya merupakan bentuk kasih sayang khusus dari Allah kepada orang-orang yang beriman. Dia kondisikan suasana, dibukakan pintu-pintu langit dan pintu-pintu sorga, ditutupNya pintu-pintu neraka, dan dibelenggu syetan dan jin pembangkang.

Beruntunglah orang-orang yang dapat ikut berlomba-lomba dalam kebaikan selama Ramadhan ini. Karena itu pertanda dia mendapat kasih sayang khusus dari Allah SWT.

Sebaliknya, bagi orang yang belum juga ikut serta dalam rangkaian amal shaleh selama ramadhan ini, maka itu merupakan pertanda kerugian yang nyata.

Anak-anak muda, para pemuda dan kaum remaja yang masih jauh dari rumah Allah disaat hari-hari yang kondusif ini, dikhawatirkan mereka belum tersentuh kasih sayang khusus dari Allah. Dan artinya mereka belum berharap untuk masuk ke dalam salah satu kelompok yang dinaungi Allah pada hari qiyamat kelak, dimana pada hari itu tidak ada naungan kecuali naungan Allah. Yaitu (salah satu dari 7 golongan) pemuda yang hatinya terpaut dengan masjid. (Dari kandungan HR Bukhari Muslim).

Sedangkan orang-orang tua yang sudah melewati usia 60 tahun, sementara dia sehat wal afiat, namun selama ramadhan ini masih belum tertarik untuk memperbanyak ibadah serta amal akhirat, masih jauh dari masjid dan Al Quran, serta masih saja asyik dengan dunia dan dosa, maka (dikhawatirkan) dia termasuk orang yang sudah melewati batas toleransi dari Allah:

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: أعذر الله إلى امرئ أخر أجله حتى بلَّغه ستين سنة.
Artinya: "Allah memberi batas toleransi bagi seorang hamba sampai usia mencapai 60 tahun...". (HR Bukhari).

Ramadhan masih di awalnya, dan hari-harinya masih banyak. Mari sentuhkan diri dengan rahmat khusus dari Allah. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Kalau di ramadhan tidak bisa, niscaya diluar Ramadhan lebih tidak bisa.

Wallahu A'laa wa A'lam
 

Oleh : Irsyad Syafar, Lc. MEd

posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger