Powered by Blogger.
Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi
Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...
Search This Blog
Latest Post
September 18, 2017
hidayatullah.com
posted by @Adimin
Amien Rais (Ingatkan Pemerintah) : Bantu Rohingya adalah Tugas Konstitusional
Written By neobattosai on 18 September, 2017 | September 18, 2017
Tokoh reformasi yang juga Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, mengingatkan pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Jusuf Kalla soal perannya terkait tragedi kemanusiaan Rohingya.
Amien mengingatkan pemerintah agar terus menjalankan perannya dalam membantu mengatasi tragedi tersebut.
Terkait itu, dalam Aksi Bela Rohingya di kawasan silang Monas dekat Patung Kuda, Jakarta, kemarin, Amien pun membacakan pesan soal kemerdekaan dari pembukaan UUD 1945.
“Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan oleh dari itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” sebutnya di depan ribuan peserta aksi, Sabtu (16/09/2017) itu.
Dari pembukaan UUD 1945 itu, Amien pun berpesan kepada Jokowi untuk menjalankan tugas konsitusional dalam upaya membebaskan etnis Muslim Rohingya dari segala jenis penindasan.
“Ini tugas konstitusional, harus dilaksanakan, dan (pemerintah) harus mengambil tindakan,” ujarnya berpesan.* Zulkarnain
hidayatullah.com
posted by @Adimin
Label:
SLIDER,
TOPIK PILIHAN
September 14, 2017
PKS Sisihkan Gaji Anggota Fraksinya untuk Sumbang Rohingya
Written By NeO on 14 September, 2017 | September 14, 2017
Ketua FPKS di DPR, Jazuli Juwaini menjelaskan, kepedulian terhadap Rohingya merupakan panggilan tanggung jawab kemanusiaan keluarga besar FPKS kepada sesama manusia yang hari ini terus ternista
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar aksi kepedulian terhadap korban tragedi kemanusiaan Rohingya, dengan melakukan pemotongan gaji untuk kemudian disumbangkan kepada etnis Muslim minoritas di Myanmar tersebut.
Ketua Crisis Center PKS, Sukamta mengatakan, dari hasil pemotongan gaji tersebut terkumpul dana sebesar Rp 250 juta yang akan disalurkan untuk korban tragedi kemanusiaan etnis Rohingya.
“Jumlah ini baru awal karena akan terus bertambah melibatkan seluruh keluarga besar Fraksi PKS termasuk para pegawai dan staf,” ujarnya di Ruang Pleno Fraksi PKS, Kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (12/09/2017).
Sementara itu, Ketua FPKS di DPR, Jazuli Juwaini menjelaskan, kepedulian terhadap Rohingya merupakan panggilan tanggung jawab kemanusiaan keluarga besar FPKS kepada sesama manusia yang hari ini terus ternista.
“Kita tidak bisa diam melihat saudara-saudara kita menderita, dibunuh, dan disiksa, serta terusir dari negaranya. Kita marah, mengutuk keras, dan mendesak penghentian kekerasan sembari secara kongkret mengirimkan bantuan materi kepada mereka,” ungkapnya.
Jazuli menambahkan, pihaknya terus konsen dan mendorong pemerintah Indonesia melakukan langkah diplomasi yang efektif yang sejauh ini sudah dilakukan Menteri Luar Negeri.
Ia juga mengapresiasi kepedulian luar biasa yang ditunjukkan oleh rakyat Indonesia kepada Rohingya. Menurutnya, hal itu merupakan karakter asli bangsa Indonesia yang cinta perdamaian, antikekerasan, dan peduli kemanusiaan.
“Kolaborasi kemanusiaan antar berbagai elemen bangsa dan pemerintah ini diyakini akan menjadi berkah tersendiri bagi bangsa kita,” tandasnya.
posted by @Adimin
Label:
Berita Fraksi,
SLIDER,
TOPIK PILIHAN
August 27, 2017
posted by @Adimin
Kunjungan DPD PKS Binjai ke DPD PKS Kota Padang
Written By NeO on 27 August, 2017 | August 27, 2017
Padang (25/08/17) : DPD PKS Kota Padang mendapat kunjungan kehormatan dari DPD PKS Binjai pada hari Jumat 25 Agustus 2017. Ikut serta dalam rombongan Ust. Fitra Samsurizal (Ketua DPD Binjai), Ust. Arjuli Indrawan (Ketua Teritorial Dakwah), Ust. Timbas Tarigan (Wakil Walikota), Ust. Suharjo Mulyono (Wakil Ketua DPD), Ust. Samsul Bahri (sekum DPD), Ust. Dodi Marwanto (KaBId BK), Ust. Abdul Latif (Kabid Kesra).
Dalam pertemuan yang berlangsung akrab dan penuh dengan kekeluargaan tersebut DPD PKS Binjai ingin sekali menjalin kerjasama dan mencoba untuk menerapkan pengalaman dari DPD PKS Kota Binjai agar roda partai bisa berjalan dengan sebagaimanamestinya.
Pertemuan difasilitasi oleh DPD PKS Padang dan segenap pengurus DPD PKS Padang. Hadir dalam menyambut kedatangan DPD PKS Binjai Ketua DPD PKS Padang Ust. Gufron, SS., dan Sekretaris Umum DPD PKS Padang Ust. Muharlion, SPd
Label:
SLIDER,
TOPIK PILIHAN
August 21, 2017
posted by @Adimin
HUT RI ke 72 adalah Momentum bagi Kader dan Masyarakat Utk Berkhidmat Untuk Rakyat
Written By NeoBee on 21 August, 2017 | August 21, 2017
Padang : pks.padang.com berkesempatan bertemu dengan Ust. Muharlion, SPd sehingga disela sela kesibukan beliau, pkspadang.com berkesempatan mewawancarai beliau. Beliau adalah anggota DPRD Kota Padang sekaligus Wakil Ketua Umum DPD PKS Kota Padang. Dalam kesempatan itu beliau menyatakan perlunya para kader PKS Kota Padang untuk senantiasa menjaga kebersamaan dan menjaga ke bhinekaan yang sudah terjalin selama ini.
Dalam konsep berbangsa bernegara beliau sampaikan bahwa format NKRI sudah final karena negara ini bisa eksis karena sumbangsih terbesar umat Islam dan yang terpenting adalah masyarakat dan kader PKS bisa lebih berdaya dalam mengisi kemerdekaan yang merupakan anugerah dari ALLAH Swt.
ALLAHU AKBAR . . . .
Label:
SLIDER,
TOPIK PILIHAN
August 18, 2017
posted by @Adimin
DPD PKS Kota Padang Selenggarakan Upacara Peringatan HUT NKRI
Written By NeO on 18 August, 2017 | August 18, 2017
Padang (17/08/17) DPD PKS Kota Padang melaksanakan upacara memperingati kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang ke 72 di halaman markas dakwah PKS Kota Padang. Upacara dihadiri struktur DPD, anggota kepanduan, Santika dan kader.
Upacara di mulai jam 08.00 WIB. Upacara di pimpin langsung oleh Ketua Umum DPD PKS Kota Padang H. Gufron, SS yang sekaligus bertugas sebagai pembina upacara. Dalam arahannya beliau menyampaikan pentingnya mengisi kemerdekaan dengan selalu berbuat dan bermanfaat bagi masyarakat. Disamping itu beliau juga menekankan pentingnya bersyukur dalam mengisi kemerdekaan karena dengan bersyukur maka nikmat kemerdekaan itu akan ditambah dengan nikmat nikmat lain yang nantinya bisa digunakan untuk mengisi kemerdekaan itu sendiri, karena hakekatnya kemerdekaan itu berkat anugerah dari ALLAH SWT.
Upacar berlangsung dengan khidmat dan diharapkan dengan bertambahnya usia negara kita, semaki bertambah pula ketaqwaan masyarakat kepada ALLAH SWT sekaligus bertambah juga kemakmuran rakyatnya, Amiiin.
Label:
SLIDER,
TOPIK PILIHAN
August 16, 2017
posted by @Adimin
Gufron (Ketum PKS Padang) : PKS Ada utk Kemaslahatan Ummat & Bangsa
Written By NeO on 16 August, 2017 | August 16, 2017
Padang (16/08.17) Dalam rangka 72 tahun Indonesia Merdeka dan Hari Jadi Kota Padang yang ke 348, pkspadang.com berkesempatan untuk mewawancarai Ketua Umum PKS Kota Padang H. Gufron, SS. Dalam kesempatan itu beliau menyatakan harapan beliau dalam pembangunan Kota Padang sekaligus menyampaikan target target partai untuk kemaslahatan ummat.
Pada kesempatan itu beliau mengemukakan harapannya yaitu agar seluruh program program Mahyeldi Emzalmi bisa terealisasi dengan baik dilapangan, karena setiap manusia punya tanggungjawab dihadapan sang khalik ALLAH Swt.
Sementara harapan beliau terkait target PKS kedepan, agar semua kader PKS bisa berkontribusi dan berperan di tengah tengah masyarakat terutama pejabat publik, aleg dan tokoh tokohnya, sehingga kemslahatan untuk ummat bisa tercapai dengan maksimal sesuai tag PKS selama ini yaitu "BER- KHIDMAT UNTUK RAKYAT".
Semoga dengan ukhuwah dan soliditas semua program dan target target Kota Padang dan PKS bisa bersinergi dan mewujudkan kemaslahatan ummat... ALLAHU AKBAR.....
posted by @Adimin
Label:
SLIDER,
TOPIK PILIHAN
August 14, 2017
posted by @Adimin
BPKK Kota Padang Selenggarakan Daurah Merajut Cinta Mengharap RidoNYA
Written By neobattosai on 14 August, 2017 | August 14, 2017
Padang 13/08/17 : Bidang BPKK atau yang lebih dikenal dengan bidang Perempuan PKS Kota Padang menyelenggarakan Daurah/Workshop dan FGD untuk mereka yang sudah berkeluarga dan yang akan menikah.
Daurah kali ini mengangkat tema "Kali Merajut Cinta Mengharap Ridho-NYA dengan
Rumah se Indah syurga" dengan Coach Gunawan sebagai Pemateri. Peserta dengan antusias mengikuti dauroh dan FGD. Dalam paparannya coach Gunawan mengemukakan pentingnya menjaga komunikasi antar pasangan suami istri, saling menjaga, saling memahami, sehingga tercipta keharmonisan yang diharapkan Sakinah Mawaddah Warohmah.
Semoga dengan adanya daurah ini, maka semakin banyak keluarga kader yang kuat dan berdaya dalam keluarganya.
posted by @Adimin
Label:
SLIDER,
TOPIK PILIHAN
August 11, 2017
posted by @Adimin
Melaksanakan Sifat Amanah
Written By NeO on 11 August, 2017 | August 11, 2017
Amanah hakikatnya lawan kata khianat. Orang yang amanah adalah orang yang dapat dipercaya dan membuat jiwa aman.
SIFAT amanah merupakan sifat terpenting dari Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam,
sifat yang oleh kaum jahiliah Makkah disematkan kepada diri beliau
sebelum turun wahyu, sehingga beliau dikenal dengan julukan al-Amin;
orang yang amanah. Julukan yang kemudian populer dan sangat lekat di
lidah masyarakat Makkah. Dengan julukan inilah semua orang, laki-laki
ataupun perempuan, menyebut Nabi dengan penuh takzim dan penghormatan.
Ketika usai membangun ulang Ka’bah, kaum Quraisy berisitegang, bahkan
hampir bertumpah darah tentang siapa yang akan mendapat kehormatan
meletakkan kembali Hajar Aswad ke tempatnya. Karena tak ada titik temu,
mereka sepakat untuk menyerahkan putusan kepada siapa yang datang kepada
mereka pertama kali.
Tiba-tiba Muhammad bin Abdullah muncul. Betapa girang kaum Quraisy. Mereka berteriak dengan penuh kepercayaan, “Inilah al-Amin. Inilah al-Amin. Kami rela dia yang memberi putusan!”
Apa yang segera terlintas di hati kaum Quraisy saat itu adalah
sifatnya yang terkenal itu. Sengaja beliau dipanggil begitu karena
mereka percaya beliau akan memberi jalan penyelesaian yang adil. Dan
terbukti Nabi mampu mengatasi masalah mereka dengan cara yang sangat
simpel dan melegakan semua pihak.
Itu terjadi jauh sebelum kenabian.
Lebih dari itu, bahkan setelah kenabian pun, rumah beliau menjadi
pangkal penitipan barang paling dipercaya kalangan kaum musyrik –yang
justru mengingkari kenabian beliau. Tanpa segan, mereka titipkan
barang-barang yang dicemaskan hilang, padahal waktu itu dunia belum
mengenal rumah penitipan barang. Setelah menerima perintah hijrah ke
Madinah, Nabi menyuruh Ali tinggal dulu di Makkah untuk mengembalikan
barang-barang titipan itu kepada pemiliknya masing-masing.
Dapat Dipercaya
Amanah dalam arti yang luas dan dalam lebih dari sekedar menunaikan
hajat duniawi kepada pemiliknya. Amanah hakikatnya lawan kata khianat.
Orang yang amanah adalah orang yang dapat dipercaya dan membuat jiwa
aman.
Orang-orang Quraisy begitu percaya kepada Rasulullah dalam urusan
dunia. Dalam hal ini mereka tak pernah mencaci beliau. Mereka juga tidak
curiga dan tidak menuduh beliau khianat. Bukan hanya dalam urusan harta
benda, melainkan juga kehormatan dan jiwa. Karena itu, sangatlah aneh
ketika mereka mendustakan beliau dalam hal kabar dari langit. Padahal,
bagaimana mungkin pada saat yang sama seseorang amanah sekaligus
khianat.
Dalam rumah tangga Nabi, tidak hanya beliau yang amanah. Tetapi juga
segenap istri dan keluarganya. Tak ada yang mengatakan haknya tidak
dipenuhi oleh salah seorang dari mereka. Karena, mereka memang
menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya dan dalam arti yang
seluas-luasnya.
Label:
SLIDER,
TOPIK PILIHAN
August 11, 2017
posted by @Adimin
Anak Bangsa Wajib Menjaga Rumah Indonesia
Segenap anak bangsa memiliki kewajiban untuk menjaga Indonesia
sebagaimana menjaga rumahnya sendiri. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
mengibaratkan Indonesia adalah rumah yang dibangun oleh para bapak dan
ibu bangsa, dipertahankan, dirawat dan dipercantik oleh anak bangsanya
sendiri. Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus
Pusat (DPP) PKS Mustafa Kamal di kantor DPP PKS di kawasan Pasar Minggu,
Jakarta Selatan, Rabu (9/8/2017).
Menurut Mustafa, sebagai bagian dari bangsa Indonesia, PKS akan turut
menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik
Indonesia (RI) tahun ini. “Bulan Agustus ibarat bulan mulia bagi bangsa
Indonesia, kami bukan sekadar ingin merayarakan ulang tahun, tetapi
justru ingin meneguhkan komitmen menjaga Indonesia sebagai rumah bagi
seluruh anak bangsa yang sangat bhinneka ini,” ujar Mustafa.
PKS, menurut Mustafa Kamal, sangat berharap seluruh elemen bangsa
bangkit dan melongok lagi kondisi bangsanya. Ibarat rumah, tuturnya,
jangan sampai rumah kita diserang oleh pihak luar atau juga dirusak dari
dalam. “Selain itu, kerusakan yang akibat faktor alam mesti
diantisipasi agar penghuni rumah dapat nyaman tinggal di sana. Dan itu
adalah tanggung jawab kita semua sebagai anak bangsa,” tegasnya.
Untuk itu, PKS seperti tahun-tahun sebelumnya juga akan memperingati
detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 2017
dengan upacara bendera dan pembacaan naskah teks Proklamasi yang akan
dipimpin oleh Presiden PKS. “Tahun lalu inspektur upacara, sekaligus
yang membaca teks proklamasi adalah Ketua Majelis Syura, untuk tahun ini
insyaAllah Presiden PKS Pak Sohibul Iman,” ujar anggota DPR dari daerah
pemilihan Sumatera Selatan ini.
Upacara peringatan detik-detik Proklamasi, tambah Mustafa, juga akan
diselenggarakan oleh struktur PKS di tingkat Provinsi dan
Kota/Kabupaten. Selain hal itu, DPP PKS juga akan menggelar berbagai
kegiatan selama bulan Agustus ini. “Kita akan gelar acara Ngaji Budaya
bersama narasumber dari kalangan budayawan, juga pagelaran Wayang Golek,
Final Lomba Baca Teks Naskah Proklamasi mirip Ir. Soekarno, donor
darah, bingkisan untuk veteran RI, peluncuran PKS Muda dan syukuran
dengan 72 tumpeng,” ujar Mustafa.
Ia juga meminta agar seluruh kader PKS berpartisipasi dalam kegiatan
HUT RI yang diselenggarakan di lingkungan masing-masing. “Upayakan acara
partai menyesuaikan agar tidak bentrok dengan acara 17-an di
lingkungan,” pungkas Mustafa
posted by @Adimin
Label:
SLIDER,
TOPIK PILIHAN
August 10, 2017
posted by @Adimin
Keteladanan Melahirkan Manusia Beradab
Written By NeO on 10 August, 2017 | August 10, 2017
Abdullah
Nasih Ulwan berpendapat, keteladanan merupakan kunci dari pendidikan akhlak
seorang anak
Oleh:
Arsyis Musyahadah
Abdurrahman
an-Nahlawi
dalam kitab Ushul
at-Tarbiyah al-Islamiyah mengatakan, pengaruh yang tersirat dari
sebuah keteladanan akan menentukan sejauh mana seseorang memiliki sifat yang
mampu mendorong orang lain untuk meniru dirinya, baik dalam keunggulan ilmu
pengetahuan, kepemimpinan atau ketulusan.
Dalam
pendidikan, keteladanan pendidik merupakan faktor yang dapat melahirkan
kepribadian bagi seorang anak didik. Keberhasilan anak didik adalah indikator
kesuksesan seorang pendidik tersebut.
Keberhasilan
yang dimaksud di sini bukan hanya dalam bidang intelektual, melainkan anak
didik yang berhasil adalah yang memiliki akhlakul
karimah (akhlak yang mulia).
Pendidikan
yang sukses selalu melihat pada anak didik, sebagai objek pendidikan. Anak
didik yang sukses merupakan produk dari pendidik yang sukses. Ketika ingin
mengindentifikasi pendidik yang cerdas, maka lihatlah anak didiknya.
Ibn
Sina mengatakan, guru yang baik adalah guru yang cerdas, mengetahui cara
mendidik anak, dan cakap dalam mendidik anak.
Senada,
Abdullah Nasih Ulwan berpendapat, keteladanan merupakan kunci dari pendidikan
akhlak seorang anak.
Allah
berfirman:
إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْماً عَظِيماً
“Sesungguhnya
pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu)
bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari
Kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah, Dia-lah yang
Mahakaya lagi Maha Terpuji.”
(QS. An-Nisa’ [4]: 48).
Disayangkan,
negeri yang telah memiliki enam Undang-Undang Pendidikan Nasional ini sedang
mengalami krisis keteladanan.
Sebelumnya
pernah dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anis Baswedan, kualitas
guru di Indonesia sangat memprihatinkan.
Terbukti
dengan banyaknya guru yang tidak mengembangkan potensi diri. Sebagiannya hanya
memahami bahwa tugas sebagai pendidik tak lebih dari rutinitas mengajar
dan menuntaskan kriteria pembelajaran atau kurikulum yang dibebaninya.
Guru
demikian, biasanya cenderung abai apakah muridnya paham atau tidak paham
atas penyampaiannya. Mereka hanya peduli bahwa RPP dan materi pelajaran telah
dipenuhi dan tuntas dilaksanakan.
Dalam
pendidikan Barat sekular, guru hanya mengajarkan ilmu pengetahuan yang cukup
diketahui dan tidak perlu diterapkan.
Guru
tidak wajib memiliki kepribadian yang baik, sehingga pendidikan keteladanan
tidak dapat berlangsung atau kurang maksimal.
Mirisnya
kondisi di atas mulai merambat ke sebagian di negeri ini. Guru datang ke
sekolah hanya mengajar dengan metode yang menjenuhkan.
Sekadar
mengecek apakah muridnya mengerjakan tugas yang diberikan, kemudian menghukum
murid yang mendapat nilai rendah dalam ujian.
Ketiadaan
keteladanan berpengaruh pada kepedulian guru terhadap muridnya. Guru lebih
gelisah ketika sang murid tak dapat menjawab soal ujian daripada muridnya yang
sengaja meninggalkan shalat.
Tak
banyak guru yang mengetahui bagaimana latar belakang dan perkembangan muridnya
di kelas.
Sikap
acuh seperti inilah yang dikhawatirkan oleh sebagian orang tua yang telah
mengamanahkan anaknya untuk dididik di sekolah.
Terkadang,
kepedulian guru hanya sebatas pada lingkungan sekolah. Jadi ketika seorang anak
melakukan kenakalan di luar sekolah, guru pun tidak menunjukkan kepeduliannya.
Lebih
jauh, kondisi di atas mengantar murid tidak bisa memahami urgensi dan tujuan
dalam menuntut ilmu. Sehingga mereka cenderung meremahkan ilmu.
Padahal
ilmu memiliki kedudukan tinggi dalam ajaran Islam. Kewajiban seorang murid
bukan hanya untuk memahami ilmu, tapi juga mengamalkan ilmu yang dipahami.
Sorang
murid harus memiliki adab terhadap guru dan aktivitas keilmuan. Karena dengan
adab, murid itu bisa khusyuk
kepada Allah.
Oehnya,
jika seorang murid yang cerdas secara intelektual tapi berperilaku buruk. Maka
tak bukan, itu difaktori dengan ilmu yang tak berkah.
Burhanuddin
Az-Zarnuji pernah berkata, banyak dari para pencari ilmu yang sebenarnya mereka
sudah bersungguh-sungguh menuntut ilmu, namun mereka tidak merasakan nikmatnya
ilmu.
Hal
ini disebabkan mereka meninggalkan atau kurang memperhatikan adab dalam
menuntut ilmu.
Fenomena
loss of adab
(hilangnya adab) dalam pendidikan patut menjadi alasan kecemasan segenap
orangtua dan para guru.
Berbagai
kasus amoral kian merebak dan bertambah. Nyaris kejahatan tak beradab itu tak
henti setiap hari.
Sebagai
sosok pelajar atau mahasiswa, bisa dikata mustahil jika mereka tak mengetahui
bahwa perbuatan biadab tersebut sangat dilarang dan haram hukumnya dalam Islam.
Pastinya,
bukan untuk menyalahkan sepihak kepada guru atau orangtua di sekolah dan di
rumah. Tapi perlu diingat, keduanya memegang peran yang sangat vital dalam
proses pendidikan.
Oehnya,
pendidikan yang sukses adalah bukan pendidikan yang sekadar ditopang dengan
gedung megah dan fasilitas mewah serta kurikulum yang wah saja.
Pendidikan
yang berhasil adalah ketika sng gukewajibannya sebagai pendidik. Yaitu
mengajarkan ilmu dan menanamkan adab kepada murid-muridnya.
Bukan
cuma memindahkan ilmu pengetahuan (transfer
of knowldge) tapi juha memindahkan nilai dan kepribadian (transfer of value).
Dengan prinsip demikian, niscaya guru menjadi sosok teladan dan murid
menjadi pribadi beradab
posted by @Adimin
August 10, 2017
posted by @Adimin
Peran Pemuda untuk Realisasikan Pancasila dan Keutuhan NKRI
Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid menyampaikan bahwa sosialisasi
Empat Pilar MPR RIdilaksanakan untuk melaksanakan perintah UU yaitu UU
No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD menugaskan Pimpinan MPR
untuk menyosialisasikan Pancasila, UUD NRI tahun 1945, NKRI, dan
Bhinneka Tunggal Ika. Dengan salah satu tujuannya adalah untuk merespon
aspirasi dari masyarakat.
Hidayat Nur Wahid mengatakan MPR tidak mungkin sendiri dalam
melakukan sosialisasi sebab jumlah anggota MPR terbatas. Selain itu, MPR
juga disibukan oleh aktivitasnya di DPR dan DPD sebab anggota MPR
adalah anggota DPR dan DPD. Di kedua lembaga itu, menurut Hidayat Nur
Wahid sangat luar biasa kesibukannya padahal yang perlu disosialisasikan
adalah hal-hal yang mendasar.
Hidayat Nur Wahid mengungkapkan sejak dirinya menjadi Ketua MPR
periode 2004-2009, sosialisasi ini sudah dilakukan. Pada saat itu
namanya Sosialisasi Putusan MPR, kemudian periode 2009-2014 menjadi
Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan tetapi setelah ada keputusan MK kini
namanya Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Hidayat berharap agar dalam
sosialisasi ini pemerintah mengambil peran yang besar sebab
jaring-jaring kekuasaan pemerintah hingga sampai daerah, sedangkan
anggota MPR jumlahnya terbatas.
Perlunya keterlibatan pemerintah dalam mensosialisasikan Pancasila,
keinginan itu telah disampaikan MPR pada masa pemerintahan Presiden SBY
serta masa pemerintahan Presiden Jokowi. Dan saat ini Hidayat
Mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang telah membentuk Unit
Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKPPIP). Lembaga ini
membantu Presiden dalam pemantapan Pancasila. "Alhamdulilah telah
terbentuk unit kerja itu,” ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid saat
membuka dan menjadi narasumber acara sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang
diselenggarakan oleh MPR bekerjasama dengan pengurus Yayasan Komunitas
Insan Kreatif (KOMUNIKA) di Syailendra Convention Hall, Hotel Borobudur
Indah, Kota Magelang, Sabtu (5/8/2017). Turut didampingi oleh anggota
MPR Fraksi PKS Mardani Ali Sera Kepala Biro Pimpinan MPR RI Muhammad
Rizal dan dihadiri 400 peserta sosialisasi dari Yayasan KOMUNIKA.
Dalam sosialisasi yang dihadiri oleh dan ratusan pelajar dan
mahasiswa tersebut Hidayat Nur Wahid memaparkan sejarah dalam proses
lahirnya Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Dikatakan, sebenarnya Pancasila telah disepakati oleh para tokoh dan
pendiri bangsa ini.
Pada saat ini banyak terjadi penyimpangan terhadap nilai-nilai luhur
Pancasila yang menyebabkan terjadinya kegaduhan politik. Untuk itu
dirinya berharap kepada generasi muda yang terhimpun dalam Yayasan
KOMUNIKA untuk mempertahankan Pancasila dengan serius. “Penting sekali
kaum muda untuk merealisasikan Pancasila agar dapat memperjuangkan
keutuhan NKRI," ujar Hidayat yang juga sebagai Wakil Ketua Majelis Syuro
PKS
posted by @Adimin
Label:
SLIDER,
TOPIK PILIHAN











