pic

Powered by Blogger.

Humas PKS Ikuti Worshop Jurnalistik Pada Rapat Koordinasi

Humas PKS se-Sumatera Barat melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada tanggal 4 - 6 November 2022 di Padang, Senin (5/11) ...

Search This Blog

Latest Post

Kebersamaan PKS, PAN dan Gerindra Terbuka Sampai 2019

Written By @Adimin on 27 December, 2017 | December 27, 2017


 Jakarta (24/12) -- Kebersamaan antara PKS, PAN dan Gerindra sejak Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua terus berlanjut pada Pilkada serentak 2018.

Ketiga partai sepakat akan berkoalisi pada Pilgub di lima provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Maluku Utara. Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengungkapkan kebersamaan ketiga partai politik ini terbuka hingga Pilpres 2019.

"Mungkin saja kerjsama sampai 2019, tergantung konstelasi politik," papar Sohibul Iman usai pertemuan dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di kantor DPP PKS, Ahad (24/12/2017) malam.

Sohibul menegaskan jika Pilkada 2018 adalah sebuah batu loncatan menuju Pemilu legislatif dan presiden pada 2019. Sehingga kerjasama pada Pilkada 2018 bisa menjadi pertimbangan pada perhelatan politik di 2019.

"Pilkada 2018 adalah stepping stone kepada pemilu 2019, mudah-mudahan (kerjasama tiga partai) bisa terpelihara sampai 2019, kami harapkan," papar Sohibul.


posted by @Adimin

Jaulah DPD PKS Palembang ke DPD PKS Padang

Written By NeoBee on 22 December, 2017 | December 22, 2017


pkspadang.id : (Rabu, 20/12/2017),  DPD PKS Padang mendapat kehormatan dengan kunjungan dari DPD PKS Palembang dalam rangka jaulah DPD PKS Palembang. Rombongan yang terdiri dari unsur struktur DPD dan bidang serta staff diterima dengan rasa ukhuwah yang kuat oleh Struktur DPD PKS Padang.





DPD PKS Kata Padang sebagai DPD Percontohan serta Kemenangan PKS Padang  dalam mengusung qiyadahnya dalam memenangkan pilkada di kota ini memang menjadi motivasi tersendiri bagi DPD DPD lain untuk melakukan studi banding sebagai sarana belajar dan pembelajaran. Apalagi di Padang khususnya dan Sumbar, PKS berhasil mengantarkan para pimpinannya untuk menduduki amanah yang sangat berat yaitu sebagai walikota dan sebagai gubernur  yang mana jabatan itu digunakan sebagai sarana ibadah dan demi memajukan Kota Padang dan Sumbar untuk kemaslahatan ummat.





Dengan waktu yang terbatas struktur DPD Palembang  yang dinahkodai oleh Ust. M. Ridwan SH. MH. membawa rombongannya untuk melakukan sharing dan tukar pendapat terkait perkembangan dakwah dimasing masing daerah dengan DPD PKS Padang yang dipimpin oleh Ust. Gufron, SS. Dialog antar kader dan struktur berlangsung dengan hangat yang dipenuhi dengan keakraban dan ukhuwah yang kuat.

Semoga jaulah DPD Palembang baru ini memberikan pencerahan dan sarana sharing untuk melanjutkan dan membakar kembali geliat dakwah PKS dimasing masing daerah ke depan...  insya ALLAH. 

posted by @Adimin

Tiga Kader PKS Raih Leadership Award 2017 Kemendagri

Written By NeoBee on 20 December, 2017 | December 20, 2017



Jakarta (19/12) : Tiga kader terbaik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) raih penghargaan Leadership Award 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negri (Kemendagri).
 
Penghargaan ini diberikan kepada 5 Gubernur, 12 Bupati, dan 7 wali kota yang berprestasi se Indonesia. Tiga diantaranya adalah kader terbaik PKS, kategori Gubernur dan Wali Kota terbaik, yakni Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), Gubernur Sumatera Barat, Iwan Prayitno dan Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi.

Ahmad Heryawan sangat bersyukur atas apresiasi yang diberikan oleh pemerintah pusat. Kendati sudah mendapatkan 254 penghargaan, Aher tetap meminta masukan yang membangun atas kinerjanya.

"Good Leadership bagi saya adalah bagaimana bisa mendengar masukan positif dari bawahan dan menerapkannya dalam tata kelola pemerintahan," katanya.
Pendapat yang senada disampaikan oleh Gubernur Sumatera Barat, Iwan Prayitno.  Ia menilai penghargaan ini akan semakin memacu dirinya untuk melakukan yang terbaik dalam memajukan Sumatera Barat.

"Semoga dengan award yang saya terima malam ini lebih membangkitkan semangat saya dan semangat kita semua untuk lebih memajukan sumatera barat. Ini adalah anugerah untuk rakyat sumbar, milik masyarakat sumbar," ujar Irwan.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan  Kemendagri, Dodi Riyatmadji menjelaskan para pemenang telah memenuhi kriteria pemimpin terbaik selama menduduki masa jabatannya.


posted by @Adimin

Masyarakat & WaliKota Padang serukan boikot produk AS demi Bela Palestina

Written By @Adimin on 16 December, 2017 | December 16, 2017


 
Ratusan masyarakat yang tergabung dari 15 organisasi masyarakat (ormas) Islam memadati Kantor Gubernur Sumatra Barat untuk menyampaikan seruan pembebasan Palestina dari Israel.
 
Mereka menggelar long march atau aksi jalan kaki sambil memekikkan takbir di sepanjang jalan dari Masjid Nurul Iman, Padang menuju Kantor Gubernur Sumatra Barat.

Awalnya, long march akan dilakukan hingga Masjid Raya Sumatra Barat, namun dengan pertimbangan agar seruan aksi sampai kepada pemerintah pusat, maka aksi dipindahkan ke Kantor Gubernur Sumatra Barat.
Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, mengucurkan dana Rp 200 juta untuk membantu warga Palestina. Selain itu, Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansarullah juga menyuarakan agar masyarakat Kota Padang memboikot produk-produk Amerika yang merupakan sekutu Israel.

WAlikota MAhyeldi menyampaikan, "Kita bersikap tegas, karena Amerika sudah sangat keterlaluan. Umat Islam harus bersatu kita lakukan boikot terhadap produk-produk Amerika," seru Wali Kota Padang di hadapan ribuan massa aliansi masyarakat Sumatera Barat peduli Palestina, Jumat (15/12).

Dikatakannya, apabila semua umat Islam bersatu, kompak dan peduli maka akan bisa menghadapi semua termasuk melawan Amerika.

"Mereka tergantung di Indonesia dan bayangkan apabila 250 juta umat Islam kompak melakukan itu (boikot) InsyaAllah bisa dilumpuhkan. Kita harus kuat dan orang-orang itu yang biasa tergantung terhadap pasar umat Islam, maka itu kita mengambil sikap ini," katanya.

Mahyeldi Ansarullah menegaskan, sudah saatnya umat Islam menghadiri produk-produk dari umat Islam sendiri. Dan mari bersama-sama kompak tidak memakai produk-produk dari Amerika.

"Mereka itu saling melindung-lindungi dan kita umat Islam saling bersatu dalam ekonomi, dengan bersama mudah-mudahan ekonomi akan kuat dan yang tergantung pada kita akan menyerah," pungkasnya
 
Koordinator lapangan aksi Muhammad Sadri mengungkapkan bahwa aksi kali ini sekaligus berniat mengumpulkan donasi untuk dikirimkan kepada warga Palestina yang sedang berjuang melawan penjajahan Israel. Aksi kali ini menargetkan bisa mengumpulkan donasi hingga Rp 1 miliar dari seluruh peserta aksi ataupun yang tidak mengikuti aksi.

"Kami berpikir siapa saja bisa mendukung termasuk pemerintah pusat. Kami mendorong pemerintah untuk lebih tegas mendorong kebebasan Palestina," ujar Sadri di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (28/7).

Aksi kali ini juga diikuti oleh Anggota DPRD Sumatra Barat Irsyad Syafar. Ia menyampaikan orasi di hadapan massa untuk memberikan doa terhadap rakyat Palestina yang tertindas. Ia juga mengkritik media-media barat yang membolak-balikkan faktar terkait perjuangan rakyat Palestina atas penindasan Zionis.

"Kami suarakan pada Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat untuk tahu bahwa Masjidil Aqsa garis merah. Masjid umat islam seluruh dunua. Kiblat pertama kita. Nggak ada yang boleh menyentuhnya," jelas Irsyad.

Pantauan pkspadang.id, aksi long march dilakukan sejak pukul 14.00 WIB. Sesampainya di Kantor Gubernur Sumatra Barat, aksi dilanjutkan dengan orasi dari sejumlah pimpinan ormas. Takbir senantiasi dipekikkan untuk menegaskan dukungan mereka kepada Palestina dan melawan penjajahan Zionis. Tercatat ada beberapa ormas dan orpol seperti Muhammadiyah, IKADI, MMI, DDII, PKS, dan yang lainnya


posted by @Adimin

Pasangan Mahyeldi Hendri Di Deklarasikan dengan Meriah

Written By neobattosai on 12 December, 2017 | December 12, 2017


Padang (11/12/2017) Terjawab sudah pertanyaan yang ada dibenak masyarakat kota Padang perihal siapa pendamping walikota Padang saat ini alias incumbent yaitu Mahyeldi. Kepastian itu terjawab dengan di deklarasikannya pasangan Mahyeldi Hendri Septa, pada hari senin malam 11 Desember 2017 di Asrama Haji Tabing. Hendri Septa adalah Ketua Umum PAN Kota Padang. Dalam deklarasi itu dua petinggi kedua partai politik yaitu dari PAN Zulkifli Hasan serta Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman ikut serta menghadiri deklarasi, ini menunjukkan keseriusan kedua Partai untuk mengusung pasangan calon.

Deklarasi berlangsung sangat meriah dengan hadirnya masyarakat yang menyatakan dukungannya secara langsung kepada pasangan Mahyeldi Hendri.



Hadir Pula Ketua Umum DPW PKS Sumatera Barat Ust. Irsyad Syafar beserta jajarannya dan Ketua Umum DPD Kota PAdang Ust. Gufron beserta jajarannya. 

Dalam kesempatan itu Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa beliau tidak menyangka bahwa Pak Sohibul Iman juga hadir di sini, selama ini komunikasi hanya lewat telepon saat menyampaikan sambutan dalam acara deklarasi.



Menurut Ketua MPR itu pihaknya menyambut baik kebersamaan yang dijalin PAN dan PKS dalam Pilkada Padang dengan mengusung calon Wali Kota Mahyeldi dan calon Wakil Wali Kota Hendri Septa, beliaupun menyampaikan bahwa Pak Mahyeldi adalah sosok hebat namun rendah hati dan berhasil membangun Padang dalam periode kepemimpinannya.


Sambutan Zulkifli Hasan disambut oleh Presiden PKS Sohibul Iman dengan mengatakan bahwa "ternyata ikhtiar yang dilakukan pihaknya mencari pasangan Mahyeldi untuk Pilkada Padang menemukan partai dan calon yang pas, apalagi dalam pilkada PKS menganut dua prinsip yaitu kebersamaan dengan umat dan prospek kemenangan, berkoaliasi dengan PAN adalah pilihan yang tepat," katanya.


Masyarakat menilai selama ini sebagai Wali Kota Padang Mahyeldi punya catatan prestasi yang cukup baik. beliaupun bercerita ketika dibandara bertemu pakar hukum Prof Saldi Isra dan ia mengatakan di Padang PKS tidak perlu repot kampanye saat pilkada karena Wako Padang Mahyeldi barang bagus dan mudah dipasarkan," katanya. Menurut Saldi sebagaimana diceritakan Sohibul salah satu keberhasilan Mahyeldi adalah membenahi Pantai Padang.


"Pak Sohibul dulu kalau saya punya tamu dari dalam atau luar negeri kami malu membawa ke Pantai Padang karena semrawut, tapi sekarang malah kami yang berkeinginan mengajak tamu melihat Pantai Padang," kata dia.



Kemudian Sohibul menyampaikan Mahyeldi juga berhasil menata kembali Pasar Raya yang rusak akibat gempa, tanpa ada gejolak dari pedagang.



Namun, katanya, Prof Saldi titip satu program lagi yaitu membenahi terminal di Kota Padang.



Pengamat politik Universitas Andalas (Unand) Padang Edi Indrial, M.Si menilai pasangan calon wali kota Padang Mahyeldi dan Hendri Septa memiliki tiga keunggulan sebagai modal untuk bisa memenangkan pilkada yang akan digelar pada 2018.



"Pertama dari segi komposisi partai, Mahyeldi yang diusung oleh PKS dan Hendri Septa yang diusung oleh PAN sudah memenuhi syarat pencalonan kepala daerah karena jumlah kursi minimal adalah sembilan sementara jika digabung kedua partai punya 10 kursi," kata dia.



Ia melihat dari segi partai pengusung tidak ada lagi persoalan karena PKS sudah sejak awal menetapkan Mahyeldi dan untuk PAN sendiri Hendri Septa adalah ketua DPD PAN Kota Padang.



Kemudian pasangan ini merupakan perpaduan tokoh muda dengan tua sehingga bisa saling melengkapi apalagi saat ini sedang tren pemimpin muda.



Lalu dari sisi basis massa Hendri Septa memiliki modal cukup besar karena orang tuanya Asli Chaidir saat ini menjabat anggota DPR RI daerah pemilihan Sumatera Barat dengan basis suara dari Kota Padang. Dengan komposisi ini mesin partai yang dimiliki PAN dan relasi yang dipunyai Hendri Septa diyakini akan memberikan keuntungan secara elektoral," katanya.

Semoga dengan di deklarasikannya paslon MAHEN, seluruh kader, simpatisan PKS bergerak untuk memenangkan kedua pasangan. ALLAHU AKBAR



posted by @Adimin

Komisi I DPR F-PKS Abdul Kharis : Donald Trump Rusak Perdamaian Dunia!

Written By neobattosai on 08 December, 2017 | December 08, 2017

Ketua Komisi I DPR F-PKS Abdul Kharis Almasyhari menyayangkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Kharis menilai kebijakan Trump itu akan merusak perdamaian dunia.

"Langkah seperti itu akan merusak semua upaya perdamaian dan memicu ketegangan dan konflik baru," kata Kharis dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/12/2017).

Kharis menyarankan pemerintah RI segera memgambil sikap. Dia meminta Kementerian Luar Negeri RI segera menjalin komunikasi dengan pemerintah AS lantaran kebijakan Trump ini bertentangan dengan resolusi PBB dan fakta sejarah.

"Indonesia harus berkomunikasi dengan pemerintah AS untuk menghindari kesalahan ini dan menghormati semua resolusi yang dicapai," ujar Kharis.

Lebih lanjut, Trump dikatakan Kharis dapat memicu konflik berskala dunia dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Apalagi AS juga akan segera memindahkan kedutaan besar mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Hanya akan melahirkan konflik sangat besar skala dunia yang akan merugikan semua pihak" jelas Kharis.

Ditegaskan Kharis kembali, Presiden Joko Widodo (Jokowi), pemimpin negara Indonesia yang mayoritas masyarakatnya umat Muslim, dapat memanfaatkan kedekatan dengan pemimpin Liga Arab untuk membahas soal Yerusalem ini.

"Presiden Jokowi dapat memanfaatkan kedekatannya dengan banyak pemimpin dunia. Segera melakukan komunikasi via telepon dengan Presiden Mahmoud Abbas dan pemimpin negara lainnya, menegaskan pentingnya pembentukan sebuah negara Palestina yang berdaulat dengan Yerusalem
Timur sebagai ibu kotanya dan pelestarian status Yerusalem dan Haram Al-Sharif untuk perdamaian dan keamanan," ujarnya.

posted by @Adimin

Survei Terbaru Tempatkan PKS di Lima Besar

Written By neobattosai on 07 December, 2017 | December 07, 2017


Jakarta (4/12) -- Organisasi Kesejahteraan Rakyat (Orkestra) melakukan survei elektabilitas partai politik jelang pemilu 2019. Dalam survei yang dirilis di Jakarta pada Ahad (3/12/2017) ini elektabilitas PKS berada di lima besar.
 
Ketua Umum Orkestra Poempida Hidayatulloh mengatakan dalam surveinya, elektabilitas tertinggi dicapai Partai Gerindra dengan 15,2 persen, kedua PDIP sebesar 12,6 persen, Demokrat 7,4 persen, Golkar 7,3 persen dan PKS dengan elektabilitas 5,8 persen.

Poempida menerangkan, survei dilakukan kepada 1300 responden di 34 provinsi di Indonesia. Survei diambil mulai tanggal 6 November sampai 20 November 2017 dengan menggunakan metode multi stage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error +- 3%.

Responden adalah penduduk Indonesia berusia minimal 17 tahun yang menjawab sesuai yang ada dipikirannya (top of mind). "Wawancara dilakukan secara langsung tatap muka dengan panduan kuisioner oleh surveyor yang tersebar di seluruh Provinsi," ujar dia.

Berikut hasil survei elektabilitas partai politik menurut Orkestra.
1. Gerindra 15,2%
2. PDIP 12,5%
3. Partai Demokrat (PD) 7,4%
4. Golkar 7,3%
5. PKS 5,8%
6. PKB 5,4%
7. PPP 3,4%
8. PAN 3,3%
9. NasDem 3,3%
10. Perindo 2,9%
11. Hanura 2,4%
12. PSI 2,0%
13. PKPI 1,8%
14. PBB 1,6%
15. Tidah Tahu 25,6%

posted by @Adimin

Ulama Menurut Hamka dan Natsir

 

Ulama adalah figur yang mengakar ke bawah, mengakar pada umat, bukan merambat ke atas pada kekuasaan. Ulama adalah mereka yang alim, tegas, dan sederhana, bukan mereka yang bergelimang dalam gemerlap kemewahan dunia dan toleransi pada kemungkaran. Lisannya adalah perisai bagi dakwah, bukan tameng bagi kekuasaan.”

Lalu siapakah yang pantas disebut sebagai ulama? Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama, Allahu Yarham Buya Hamka, menjelas kannya dalam sebuah tulisannya di Majalah Mimbar Agama, tahun 1951;

“Pemimpin agama; ulama, kiai, labai, ajengan, itulah waris daripada Nabi-nabi. Nabi yang tidak meninggalkan harta benda, tetapi meninggalkan pengajaran dan tuntunan kepada umat manusia. Ulama adalah pelita di waktu sangat gelap. Ulama adalah petunjuk jalan di belukar hidup yang tak tentu arah. Ulama adalah pemberontak kepada kesewenang-wenangan, melawan kezaliman dan aniaya.

Kebesaran ulama terletak dalam jiwa, bukan dalam pakaiannya yang mentereng, baik jubah dan serban, atau tasbih dan tongkat kebesaran. Sayangnya ia pada seseorang karena Allah. Dari matanya terpancar cahaya keyakinan dan iman. Mereka berani menyatakan kebenaran, menyaksikan kebenaran, memberikan nasihat, berdasarkan kepada hukum-hukum yang diturunkan Tuhan. Tidak memutar-mutar, memusing-musing arti perintah Allah, karena mengharapkan ridha dari kekuasaan manusia. Sekali-kali tidak sudi  menyembunyikan kebenaran, padahal mereka tahu.

Mereka (ulama) mulia dan bergengsi tinggi karena iman dan kepercayaannya. Kalimat Allahu Akbar, Allah Mahabesar, telah mempengaruhi jalan hidupnya. Maka lantaran itu tidaklah pernah mereka merasa rendah diri terhadap sesama makhluk. Bagaimanapun besar kekuasaan seseorang manusia dan megahnya, namun bagi ulama sudah ada keputusan yang tetap, bahwa kegagahan dan kekuasaan yang tidak terbatas kalau hanya ada pada tangan manusia, tidaklah lebih daripada Namrud dan Fir’aun.

Mereka (ulama) kuat karena tidak pernah menengadahkan tangannya kepada sesama makhluk. Maka oleh karena kuat dan teguhnya semangat ulama, kerap terjadi kepala-kepala negara itulah yang terpaksa mengambil muka kepada ulama…

Ulama yang sejati tidaklah terikat oleh kemegahan nafsu dunia yang fana dan maya ini. Apa yang akan menarik mereka pada dunia? Datang ke dunia tidak berpakaian suatu apa, dan kembali ke akhirat hanya dengan kain kafan tiga lapis. Sebab itu, maka perutnya tidaklah menguasai dadanya, dan kepalanya tidak berat, yang menyebabkan timbul kantuk karena terlalu banyak memakan pemberian orang kaya atau orang-orang berkuasa…

Mereka (ulama) menempuh beribu macam kesulitan, dan mereka tahu akan kesulitan itu. Bilamana mereka telah tertegun melangkah, karena sulit rumitnya yang akan dihadapi, tiba-tiba mereka bangun kembali, sebab terdengung pula kembali di telinga mereka, “Al-Ulama waratsatul Anbiya” Ulama adalah penyambut warisan Nabi. Lantaran itu, mereka pun berjalan terus…”

Nasihat kepada ulama atau dai juga disuarakan pendiri Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Allahu Yarham Mohammad Natsir, Dalam sebuah tulisannya, Natsir mengatakan;

“Jiwa seorang dai harus merdeka dari sifat ananiyah (egoisme) yang menjerumuskan sang dai pada sikap takabbur, riya’ dan ujub (ingin dikagumi). Jika sifat ananiyah sudah masuk ke dalam niat tempat bertolak, maka akan muncul sikap hendak memenuhi selera orang banyak, yang ujung-ujungnya kembali kepada selera “aku” pribadinya.

Diantara sikap ananiyah yang bisa hinggap pada seorang dai adalah hubbul maal (cinta harta), hubbul jaah (cinta pangkat dan jabatan), ingin dilihat dan dipuji banyak orang. Semua itu bersumber dari keinginan memperoleh balas jasa dalam arti lahir dan batin. Di bawah kekuasaan hawa ananiyah ini, seorang mubaligh mudah sekali melakukan bermacam-macam pantangan dakwah, seperti berteras keluar, menjual tampang, berpantang rujuk, menghela surut meskipun sudah nyata keliru fatwa. Kemudian Tajammul (mencari muka) dengan mendekatkan diri mencari kesayangan orang yang berkuasa. Kalau sudah begitu, seorang mubalig atau ulama akan kehilangan harga diri, yang menjadikan lidahnya kaku, jiwanya kecut!”

Ulama adalah mereka yang berada dalam barisan kaum muslimin, bukan berada dalam barisan penguasa, apalagi penguasa yang zalim dan aniaya. Ulama harus mengakar ke bawah, bukan merambat ke atas, lalu menjalar perlahan-lahan dalam lingkar kekuasaan. Ulama seperti ini tak lebih dari stempel penguasa, bukan pengontrol kekuasaan.

Saat ini, kita menyaksikan banyak orang yang mengaku ulama, dai, habib dan ustadz, namun lebih senang merapat pada penguasa ketimbang umat Islam. Lisannya digunakan sebagai alat kekuasaan, bahkan menjilat dengan terang-terangan. Ketika pemerintah bermaksiat, lidahnya kelu dan kaku, tak mampu menyuarakan kebenaran.

Kita butuh figur ulama yang tegas,  alim, dan sederhana, yang tidak menjadikan penguasa sebagai tempat bersandar, apalagi tempat menggelembungkan pundi-pundi kekayaan.

Kita butuh ulama yang berani menyatakan kebenaran di hadapan penguasa, bukan ulama tajammul, yang bisanya Cuma berbasa-basi dan mencari muka dengan kekuasaan.

Oleh: Artawijaya

 

posted by @Adimin

Kembara (Kemah Bakti Nusantara) DPW Sumatera Barat, tingkatkan Soliditas & Ukhuwah

Written By NeoBee on 06 December, 2017 | December 06, 2017


Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW) Provinsi Sumatera Barat melaksanakan acara Kemah Bakti Nusantara atau Kembara untuk kali keduanya pada tanggal 1 hingga 3 Desember 2017.
 
Kepala Bidang Kepanduan dan Olahraga (Kabid BKO) DPW PKS Sumatera Barat menjelaskan bahwa acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan semangat bela negara bagi seluruh kader PKS serta nilai-nilai sosial kemasyarakatan.

"Karena pada sesi akhir kita akan mengadakan bakti sosial di lingkungan masyarakat sekitar," jelasnya.

Kemah Bakhti Nusantara kedua ini diikuti oleh seluruh kader-kader PKS seluruh Provinsi Sumatera Barat. Tujuannya mensinergikan potensi-potensi yang dimiliki kader PKS yaitu, Potensi Ruhiyah, Potensi Fikriyah dan Potensi Jasadiyah, itu semua dipadu dalam acara Kembara.

"Tentu acara-acara dipadu dalam konsep lapangan dan kegiatan rekreasi lainya," jelas Ketua Bidang Kepanduan dan Olah Raga Hendri Dunan.

Kemah Bakti Nusantara ini juga dihadiri oleh Ketua DPW Ust. Irsyad Syafar dan Wakil Ketua DPW Ust. Nurfirmanwansyah. 

Kegiatan tersebut dinilai edukatif, rekreatif, agar dalam menjalankan semua mata agenda para kader tetap merasa nyaman dan senang.


posted by @Adimin

Kembara 2017 DPW PKS Sumatera Barat

Written By neobattosai on 05 December, 2017 | December 05, 2017

>

posted by @Adimin

PKS Siapkan Amunisi Hadapi Pemilu 2019

Written By @Adimin on 27 November, 2017 | November 27, 2017


Jakarta : Menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melantik 80 Manager Dapil dan 30 Tim Pemenangan Pemilu (TPP) Wilayah pada Sabtu (25/11/2017) lalu, di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan.
 
Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BPPP) DPP PKS, Chairul Anwar menjelaskan pelantikan ini bertujuan untuk mengokohkan langkah PKS dalam menghadapi  Pemilu tahun 2019 di seluruh Indonesia.

“Kami telah mengundang 80 Manager Dapil dan 34 Tim Pemenangan Pemilu Wilayah untuk diberikan pembekalan,” ujar Anggota DPR RI FPKS dari Dapil Riau I ini, Ahad (26/11/2017).

Pelantikan Manager Dapil  dan Tim Pemenangan Pilkada Wilayah menurut Chairul memiliki tugas untuk membantu mengkampanyekan Bakal Caleg yang akan berkonstestasi pada Pemilihan umum mendatang di wilayahnya.

“Sesuai arahan dari Presiden Partai, kita telah melakukan pencalegan dini, dan sudah dilakukan oleh masing-masing wilayah, proses ini sudah selesai dan sekarang kita akan mempersiapkan perangkat untuk pengenalan mereka dan partai ke wilayah melalui Manager Dapil dan TPP Wilayah,” terang Chairul.

Chairul menambahkan, pada tahun 2019 PKS memiliki target untuk menambah 12 persen kursi di DPR RI. Sehingga, Ia berharap manager Dapil dan TPP Wilayah dapat membantu partai dalam mencapai target pemenangan tersebut.

“Saya berharap, mereka bisa membantu mensosialisasikan partai dan calon, mampu membaca lapangan disetiap dapil, dan dapat memahami konstituen, serta kondisi partai lainnya di wilayah," tutupnya.

posted by @Adimin

Pesan

More on this category »

Popular Post

 
Support : Creating Web | PKS Padang | Mas Temp
Copyright © 2011. PKS KOTA PADANG - All Rights Reserved
Template Created by PKS Padang Published by Mas Temp
Proudly powered by Blogger